Artikelilmiahs
Menampilkan 10.241-10.260 dari 50.313 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10241 | 9977 | A1L010082 | UJI KEMEMPANAN EMPAT ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG KACANG TANAH IN PLANTA | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh isolat Trichoderma sp. tunggal dan gabungan terhadap penyakit busuk pangkal batang kacang tanah secara in planta, 2) mengetahui pengaruh isolat Trichoderma sp. tunggal dan gabungan terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah in planta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 sampai dengan Agustus 2014. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan lahan penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto, pada ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan pada penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 perlakuan, diulang 4 kali. Perlakuannya adalah Kontrol ; Fungisida dengan bahan aktif propineb 70 %, isolat jahe (J); isolat nenas (N); isolat pisang (P); isolat bawang merah (B); isolat J + N; isolat J + P; isolat J + B; isolat N + P; N + B; isolat P + B; isolat J + N + P; isolat J + N + B; isolat N + P + B; dan isolat J + N + P + B. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir Trichoderma sp dan Sclerotium rolfsii, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah tunas, jumlah daun majemuk, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, masa bunga pertama, jumlah polong, bobot polong per tanaman, dan bobot hasil per ha Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh nyata dari isolat Trichoderma sp. baik tunggal maupun gabungan dalam menekan pertumbuhan patogen S. rolfsii dan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman kacang tanah. Perlakuan terbaik adalah gabungan isolat nenas+pisang+bawang merah pada masa inkubasi, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, masa bunga pertama, jumlah polong, dan bobot polong, yaitu masing-masing sebesar 69,45; 32,06; 42,79; 31,41; 36,93; 2,07; 38,09; dan 48,07%. Intensitas penyakit terendah pada perlakuan isolat jahe sebesar 43,75%. Perlakuan gabungan isolat jahe+nenas meningkatkan tinggi tanaman sebesar 41,83%, isolat jahe meningkatkan panjang akar sebesar 26,03%, gabungan sisolat jahe+nenas+bawang merah meningkatkan jumlah cabang sebesar 19,93%, meningkatkan jumlah daun majemuk sebesar 13,26% dan isolat jahe dapat meningkatkan bobot hasil per ha sebesar 34,16%. | This research aimed at knowing the effect of Trichoderma sp. isolates either alone or in combination on the disease and growth and production of peanut in planta. The research was conducted on March to September 2014 at the Laboratory of Plant Protection and the experimental field, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, at the altitude of 110 meters above sea level. The treatments tested were control, fungicide with active ingredients of propineb 70%, Trichoderma sp. ginger (J), pineapple (N), banana (P), shallot (B), J + N, J + P, J + B, N + P, N + B, P + B, J + N + B, N + P + B, and J + N + B + P isolates. The variables observed were incubation period, disease intensity, late population density of Trichoderma sp. and S. rolfsii, crop height, root lenght, number of shoots, number of compound leaves, fresh weight of crops and root, dry weight of crop and root, time of the first flowers, number of pods, pod weight per crops, and weight of yield per hectare. The data were analyzed by orthogonal contrast test. Result of the research showed that there was significant effect of Trichoderma sp. isolates either alone or in combination in suppressing S. rolfsii growth and increasing growth and yield of the crops. The best treatment was the combination between pineapple, banana, and shallot isolates in incubation period, fresh weight of crops and roots, dry weight of crops and roots, the first flower time, number of pods, and weight of pods as 69.45; 32.06; 42.79; 31.41; 36.93; 2.07; 38.09; and 48.07%, respectivelly. The lowest disease intensity performed in ginger isolate as 47.75%. The combination between ginger and pineapple isolates could increase crop weight as 42.83%, ginger isolate could increase the root lenght as 26.03%, the combination of ginger, pineapple and shallot isolates could increase the number of branches as 19.93%, and the number of compound leaves as 13.26%, and ginger isolate could increase weight of yield per hectare as 34.16%. | |
| 10242 | 9978 | F1B010014 | IMPLEMENTASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) PADA TAHUN 2013 DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dari pajak pusat menjadi pajak daerah. Dengan adanya Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas menetapkan tarif dasar perhitungan PBB-P2 sebesar 0,15 persen dan 0,25 persen yang mengakibatkan adanya peningkatan PBB-P2 terutang tahun 2013.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaanpada tahun 2013 di Kecamatan Purwokerto Selatan. Metodepenelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportional area random sampling. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah proses implementasi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan pada tahun 2013 di Kecamatan Purwokerto Selatan pada dimensi kebijakan ideal dan dimensi kelompok sasaran termasuk dalam kategori cukup, dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang kurang setuju terhadap beberapa penetapan kebijakan tentang pemungutan PBB-P2 dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar PBB-P2. Sedangkan pada dimensi organisasi pelaksana dan dimensi faktor lingkungan termasuk dalam kategori tinggi, dilihat dari kemampuan pegawai pelaksana yang baik dan pengaruh positif dari kondisi lingkungan sekitar terdahap pelaksanaan pemungutan PBB-P2. | This research is based on the diversion of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) from central tax to regional tax. Since establishment of local regulation of Banyumas District number 1, year 2011 about regional tax, Banyumas District established basic rate of PBB-P2 on 0,15 percent and 0,25 percent which causes increasing number of PBB-P2 payable in 2013. This research aims to know the process of Rural and Urban Land and Building Tax Collection in 2013 in South Purwokerto. The method which uses in this research is quantitative descriptive withproportional area random samplingtechnique.The result concludes that Rural and Urban Land and Building Tax collection process 2013 in South Purwokerto, based on the idealized policy and target group dimension, is categorized sufficient. It is seen in some disagreements among society in establishing PBB-P2 new regulations and less awareness of paying PBB-P2. While on implementing organization and environmental factors dimension, it is categorized high. It is seen in officer’s good capability and good environmental effect to PBB-P2 tax collection. | |
| 10243 | 11833 | H1A011018 | ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR AMILASE BAKTERI DARI LIMBAH CAIR TAPIOKA | Industri tapioka Cipawon Purbalingga menghasilkan limbah cair tapioka yang masih mengandung sisa pati di dalam limbah cair tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pencarian bakteri amilolitik. Penelitian ini bertujuan untuk screening bakteri amilolitik dari limbah cair tapioka Cipawon Purbalingga, menentukan umur inokulum, dan waktu produksi optimum serta karakteristik ekstrak kasar amilase isolat bakteri amilolitik dari limbah cair tapioka Cipawon Purbalingga. Tahap awal penelitian adalah isolasi bakteri amilolitik dari limbah cair tapioka Cipawon. Biakan murni bakteri diperoleh dengan menggunakan metode cawan gores kuadran yang selanjutnya dilakukan penapisan kualitatif pada medium Starch Agar. Isolat bakteri yang positif mampu menghidrolisis amilum kemudian ditumbuhkan pada media yang sama selama waktu produksi optimum yang telah ditentukan sebelumnya. Bakteri yang ditumbuhkan kemudian dipanen dan diekstraksi dengan cara sentrifugasi. Supernatan yang diperoleh merupakan ekstrak kasar amilase yang selanjutnya dikarakterisasi meliputi suhu optimum, pH optimum dan pengaruh penambahan EDTA dan ion logam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolasi bakteri amilolitik dari limbah cair tapioka Cipawon Purbalingga diperoleh 16 isolat diambil salah satu isolat dengan aktivitas tinggi yaitu CCG6. Ekstrak kasar amilase bakteri CCG6 mencapai umur inokulum pada waktu 9 jam dan waktu produksi optimum 24 jam. Ekstrak kasar amilase memiliki suhu optimum 35,0 0C dan pH optimum 4,0. Aktivitas ekstrak kasar amilase yang dihasilkan bakteri CCG6 dihambat oleh penambahan EDTA, ion logam Ca2+ dan Mg2+. | Tapioca industry of Cipawon Purbalingga gives liquid waste that containing starch. So, it can be used for amylase producing bacteria. The aim of this research were to screen of bacteria that can produce amylase from Cipawon tapioca liquid waste of Purbalingga, determine of optimum inoculation time, optimum production time and characterized amylase crude extract that isolated from Cipawon tapioca liquid waste bacteria. The first step of this research was isolating bacteria that can produce amylase from tapioca liquid waste of Cipawon Purbalingga. Pure cultivation bacteria have found using quadrant scratch cup method and then screening it in qualitative test medium (Starch Agar). The positive isolate which was could be hydrolyzed the amylum was then sprout up in inoculum medium and produced it with the same medium along optimum producing time that have been determined before. Enzyme was extracted using centrifugation. Supernatant as a product was an amylase crude extract than determined the characteristic, such as optimum temperature and pH, and determine the effect of add EDTA and metal ion. Determined the amylases activities was done by Nelson-Somogyi method. The result of this research shown that from 16 bacterias from tapioca liquid waste of Cipawon Purbalingga and taken one was CCG6 bacteria. The amylase crude extract from CCG6 reach the optimum inoculation time at 9 hours and optimum production time for 24 hours. this enzyme has optimum temperature at 35,0 0C and optimum pH of 4,0. Enzyme activity was inhibited by adding EDTA, Ca2+ and Mg2+. | |
| 10244 | 9979 | H1H007008 | PEMANTAUAN EKTOPARASIT PADA BENIH IKAN YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR IKAN PURBALINGGA INFLUENCE OF EKTOPARASITE OF FISH SEED TRADED IN THE FIHS MARKET PURBALINGGA | Pengamatan terhadap keberadaan ektoprasit pada benih ikan yang diperdagangkan di pasar ikan Purbalingga dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit dan mengetahui prevalensi setiap jenis ektoparasit yang ditemukan pada benih ikan yang diperdagangkan di pasar ikan Purbalingga. Sejumlah 90 ekor ikan yang terdiri atas 9 jenis ikan diambil untuk diamati parasitnya. Jenis ikan tersebut adalah ikan Bawal, ikan patin, ikan Komet, ikan Nila, ikan Mas, ikan Tawes, ikan Nilem, ikan Gurami dan ikan Lele. Pengamatan ektoparasit dilakukan dengan menggunakan mikroskop terhadap sampel mucus yang diambil dari permukaan tubuh dan insang. Hasil pengamatan menunjukan bahwa jenis ektoparasit pada permukaan dan insang benih ikan yang diperdagangkan dipasar ikan Purbalingga adalah Trichodina sp dan Monogenea. Dan untuk hasil tingkat prevalensi Trichodina sp berkisar antara 9,09%-81,81% sedangkan Monogenea berkisar 0%-45,45%. Kata kunci : Trichodina sp,Monogenea, Prevalensi, Pasar Ikan Purbalingga. | Observation of ectoparasite presence of on fish seed in the fish market Purbalingga held in September-October 2014. This study aimed to determine the types of ectoparasites and determine the prevalence of each type of ectoparasites found in fish seed traded in Purbalingga fish market. A number of 90 fish from 9 species was collected for ectoparasite examination. Nine fish species were Colosoma macropomum , Pagasius sp, Carassius auratus, Cyprinus carpio L, Puntius javancusi, Osteochilus haselti, Oreochromis niloticus, Ospronemus gouramy and Calarias gariepinus. Observation was conducted by using a microscope on mucus sample taken from the body surface and gills of fish. Result showed that Trichodina sp and Monogenea were found on fish seed traded in fish market Purbalingga. Prevalence of Trichodina sp varied between 9,09%-81,81% and prevalence of Monogenea ranged from 0%-45,45%. Keywords : Trichodina sp, Monogenea, prevalence, Purbalingga Fish Market. | |
| 10245 | 6725 | F1A009055 | FENOMENA FANATISME SUPPORTER KLUB SEPAK BOLA EROPA DI PURWOKERTO (The Phenomenon of the Supporter Fanaticism of Europe Football Club in Purwokerto) | Supporter sepak bola melakukan banyak hal atau tindakan yang menunjukan bahwa supporter atau “kami” ada karena untuk mendukung klub sepak bola yang dicintainya dalam setiap pertandingan yang dijalani. Supporter selalu ingin memberikan dukungannya yang terbaik untuk klub yang didukungnya dengan berbagai cara atau tindakan. Penelitian ini berjudul “Fenomena Fanatisme Supporter Klub Sepak Bola Eropa di Purwokerto” yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto tentang fanatisme dan bentuk fanatisme supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto. Sasaran penelitian ini adalah supporter klub sepak bola Eropa yang pernah mengikuti kegiatan atau acara supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Analisa data dilakukan dengan teknik analisis interaktif yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan.` Hasil penelitian menunjukan bahwa supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto memahami fanatisme adalah mendukung klub sepak bola kesayangannya dengan loyalitas yang luar biasa dan melakukan apa saja buat klub yang kita support dengan total. Sedangkan bentuk fanatisme supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto adalah antusiasme/semangat supporter klub sepak bola Eropa di dalam mendukung klub sepak bola kesayangan tidak boleh berlebihan dan memberi dukungan ke klub sepak bola kesayangannya sesuai dengan aturan dan memberi motivasi yang berdampak positif. Solidaritas antara supporter di setiap supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto yang tinggi menimbulkan rasa solidaritas kelompok hingga sudah dapat menjadi seperti keluarga sendiri. Tindakan kurang waras (proporsional) dari supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto hanya untuk euphoria saja. Indoktrinasi supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto memiliki dua fenomena yaitu antara inisiatif sendiri dan didoktrin. Saran dari penelitian ini adalah pertama, Fanatisme sebagai paham atau keyakinan sebaiknya jangan disalah artikan atau jangan sampai berlebihan, sebaiknya Fanatisme itu diubah menjadi kekeluargaan. Kedua, Antusiame di dalam mendukung klub sebaiknya memberikan motivasi yang positif dan mendukungnya tetap sesuai dengan aturan untuk menjaga kenyamanan bersama. Ketiga, Solidaritas antar supporter yang erat dan tinggi ini seharusnya dapat menciptakan suatu kegiatan yang baru di luar konteks sepak bola. Keempat, Tindakan kurang waras yang dilakukan oleh supporter sebaiknya meluapkan rasa emosi serta menunjukan ekspresi yang positif dan bukan yang negatif yang dapat merugikan orang lain. Kelima, Berharap ada yang mampu atau mencoba untuk membentuk supporter klub sepak bola Eropa di Purwokerto yang belum ada, tetapi seseorang yang ingin membentuknya memang dasarnya mencintai atau mengidolakan klub sepak bola yang belum ada supporter klub sepak bola Eropanya di Purwokerto agar supporter klub sepak bola Eropa di Purwoketo ini semakin ramai dan eksis lagi. *Kata Kunci: Fanatisme, Antusiasme, Solidaritas, Indoktrinasi, Tindakan kurang waras. | The football supporter conducts many things or acts that show the existence of supporters or ‘us’ to support the football club that we loved in every competition that has been running. Supporters always wan to give the best support for club with many of ways or acts. The title of this research is “The Phenomenon of the Supporter Fanaticism of Europe Football Club in Purwokerto” that aims to find out how far the understanding of Europe football club supporter in Purwokerto about the fanaticism and the form of the fanaticism of Europe football club in Purwokerto. The target in this research is the Europe football club supporter that ever participates the activity or program of Europe football club supporter in Purwokerto. The method of research uses the method of descriptive qualitative. Taking sample is conducted by using technique of purposive sampling. Data collection is conducted by interview, observation and documentation. Source of data is obtained from the primary and secondary data. Data analysis is conducted by technique of interactive analysis that is divided into three parts that are data reduction, data presentation and taking conclusion. The result of research shows that Europe football club supporter in Purwokerto understand about fanaticism, it is to support their beloved football club with outstanding loyalty and do anything for the football club that we support totally. And the form of the supporter fanaticism of Europe football club in Purwokerto is the enthusiasm/spirit of Europe football club supporter in supporting their beloved football club where it do not overwhelming acts and in giving the support for the football club it would be according to the regulation and gives the motivation that can give the positive impact. The high solidarity between the supporter in every of Europe football club supporter in Purwokerto can produces the solidarity bonding in group so it is like our family. The inappropriate act from Europe football club supporter just for euphoria. Indoctrination of Europe football supporter in Purwokerto has two phenomenon that area self initiative and doctrine. The target of this research is first, Fanaticism as the ideology or conviction they do not become misperception or overwhelming, it will be better if fanaticism become the clannish. Second, Enthusiasm in supporting of their club by giving the positive motivation and encourage them bases on the regulation to keep the comfort together. Third, solidarity between the supporter that very tight and high it is supposed to create an new activity in the out of football context. Fourth, the inappropriate acts that is conducted by supporter it is supposed to express their emotion feeling and shows the positive expression and not negative things that can disturb other people. Fifth, it is hopefully able to do or tries to make the Europe football club supporter in Purwokerto that has not being existed before, but the people who want to make the Europe football club supporter is basically love and idolize the Europe football club in Purwokerto in order to make the Europe football club supporter in Purwokerto is more crowded and existed. *Keywords : Fanaticism, Enthusiasm, solidarity, indoctrination, inappropriate act | |
| 10246 | 9980 | F1B010026 | Akuntabilitas Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyumas | Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya komitmen, alokasi pendanaan, serta rencana dan realisasi program yang belum sesuai dengan kebutuhan populasi kunci. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui KPAK Banyumas dalam penanggulangan HIV&AIDS di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akuntabilitas Komisi Penanggulangan AIDS (KPAK) Kabupaten Banyumas belum berjalan baik. Berdasarkan aspek penelitian yang digunakan, responsibilitas yang berkaitan dengan kemampuan teknis dan mekanisme akuntabilitas vertikal menjadi aspek yang paling baik. Sementara responsivitas yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan populasi kunci dan mekanisme akuntabilitas horisontal menjadi aspek terendah. Hal tersebut dikarenakan belum terpenuhinya kebutuhan populasi kunci yang terkendala oleh keterbatasan wewenang serta lemahnya sumberdaya. Implikasi yang diberikan peneliti yaitu pemerintah daerah Kabupaten Banyumas perlu meningkatkan komitmennya dalam bentuk pengadaan regulasi dan peningkatan anggaran untuk penanggulangan HIV&AIDS. | The research based on the increasing of the low level of commitment, budget allocation, and unsuitable plan and the realization of the program with the main population. The purpose of this research is to know about KPAK Banyumas work in HIV&AIDS countermeasure of Banyumas Regency. The method which uses in this research is qualitative-descriptive with purposive selection informant and snowball sampling technique. The result of the research shows that Accountability of AIDS Countermeasure Commission of Banyumas Regency has not been going well. Based on the research aspect which used, responsibility which related with the ability of technique and vertical accountability mechanism become the best aspect. In the other hand, responsiveness which related with main population need and horizontal accountability mechanism become the lowest aspect. That was because the needs of key populations unfulfilled are constrained by limitations of authority and lack of resources. The implication who given by researcher is Banyumas government needs to increase the commitment of regulations and increase the budget to prevent HIV&AIDS. | |
| 10247 | 10896 | C1K010024 | The Effect of Rural Bank Business Model Implementation on Rural Bank's Financial Performance (PD. BPR BKK CILACAP) | Penelitian ini merupakan studi kasus PD. BPR BKK CILACAP dalam periode 2008-2013. Penelitian yang berjudul "Pengaruh Implementasi Bank Perkreditan Rakyat Model Bisnis Terhadap Kinerja Keuangan Bank Perkreditan Rakyat (PD. BPR BKK CILACAP)". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh dari pelaksanaan BPR model bisnis terhadap kinerja keuangan BPR selama 2008-2013. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis CAMEL yang terdiri dari CAR, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity. Penelitian ini dianggap sebagai studi kasus karena hanya memiliki satu subjek. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesisnya adalah, Paired Sample Ttest dan Least Square Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah BPR model bisnis dilaksanakan tetapi hasilnya menunjukkan kinerja keuangan BPR adalah cenderung meningkat. | This research is a case study of PD. BPR BKK CILACAP in a period of 2008-2013. The research entitled “The Effect of Rural Bank Business Model Implementation on Rural Bank’s Financial Performance (PD. BPR BKK CILACAP)”. The aim of this research was to determine the rural bank business model implementation on rural bank’s financial performance during 2008-2013. The analysis that used in this research is CAMEL analysis which consists of CAR, Asset Quality, Management, Earning, and Liquidity. This research is considered as case study because it only has one subject. The statistic methods used to test hypothesis were, Paired Sample Ttest and Least Square Regression. The result shows that there aren’t significance differences between before and after the rural bank business model implementation but the result shows the rural bank’s financial performance is tend to increase. | |
| 10248 | 10872 | H1L010049 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI POSDAYA KABUPATEN CILACAP BERBASIS WEB (STUDI KASUS POSDAYA RAHAYU DESA PASURUHAN KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP ) | Posdaya adalah organisasi yang mewadahi keluarga di Kabupaten Cilacap untuk mengembangkan potensinya dalam bermasyarakat. Dalam pengelolaannya, Posdaya masih menggunakan buku untuk mengolah data-datanya. Hal tersebut menimbulkan kendala-kendala bagi pengurus Posdaya seperti kehilangan data dan kesulitan menyebarkan informasi posdaya, pemerintah Kabupaten Cilacap juga kesulitan untuk mengecek data seluruh posdaya. Untuk mengatasinya, dibutuhkan sistem terkomputerisasi yang dapat membantu mempermudah pengurus Posdaya dalam mengelola data didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Posdaya Tersebut. Pembuatan sistem menggunakan metode waterfall melalui 5 tahap yaitu pengumpulan kebutuhan, analisis, desain sistem, pengkodean, dan pengujian. Sistem informasi posdaya dibangun menggunakan konsep MVC (Model View Controller), basis data MySQL, bahasa pemrograman PHP dan Yii Framework. Dengan dibangunnya sistem informasi posdaya ini, pengelolaan data dan penyebaran informasi posdaya di Kabupaten Cilacap menjadi lebih mudah dan efisien. | Posdaya is an organisation to accommodate families of Cilacap Regency to develop their potential in society. In the management of Posdaya, it still uses books to manage the data. This raises some problems to the management of Posdaya such as data loss and difficult to share information of Posdaya, the government of Cilacap Regency is also difficult to check all of Posdaya data. To overcome these, it needs a computerized system that can help the management of Posdaya manage the data easier. This research was conducted to design and build such Posdaya Information System. The system development uses the waterfall method through five stages : user requirements, analysis, system design, coding, and testing. Posdaya Information System is built using the concept of MVC (Model View Controller), MySQL database, PHP programming language and Yii Framework. By the development of this Posdaya information system, data processing and sharing information of Posdaya in Cilacap Regency become easier and more efficient. | |
| 10249 | 9981 | C1K008039 | THE INFLUENCE OF CASH POSITION, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSETS, DIVIDEND PAYOUT RATIO, AND NET PROFIT MARGIN ON STOCK RETURN (A Study on Banking Companies Listed in Indonesian Stock Exchange in 2008-2013) | The purpose of this study is to analyze the influence of Cash Position, Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Dividend Payout Ratio and Net Profit Margin on Stock Return. Using global data from 2008 -2013, the research uses CP, DER, ROA, DPR and NPM on stock return on the banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The samples are selected by Purposive Sampling Method. From 27 companies, only 7 companies are selected as samples for this study. Analytical tool used is multiple regression analysis. Results show that Cash Position, Return on Assets and Dividend Payout Ratio has positive and significant effect on stock returns. Net Profit Margin also has positive but no significant effect on stock returns, whereas Debt to Equity Ratio has negative and no significant effect on stock return. | The purpose of this study is to analyze the influence of Cash Position, Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Dividend Payout Ratio and Net Profit Margin on Stock Return. Using global data from 2008 -2013, the research uses CP, DER, ROA, DPR and NPM on stock return on the banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The samples are selected by Purposive Sampling Method. From 27 companies, only 7 companies are selected as samples for this study. Analytical tool used is multiple regression analysis. Results show that Cash Position, Return on Assets and Dividend Payout Ratio has positive and significant effect on stock returns. Net Profit Margin also has positive but no significant effect on stock returns, whereas Debt to Equity Ratio has negative and no significant effect on stock return. | |
| 10250 | 9983 | H1K010030 | JENIS DAN KELIMPAHAN GASTROPODA DENGAN SALINITAS YANG BERBEDA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI BULAKSETRA KABUPATEN PANGANDARAN | Gastropoda merupakan salah satu sumberdaya hayati non-ikan yang mempunyai keanekaragaman tinggi. Gastropoda dapat hidup di darat, perairan tawar, sampai perairan bahari seperti ekosistem mangrove. Gastropoda berasosiasi dengan ekosistem mangrove sebagai habitat tempat hidup, berlindung, memijah serta sebagai daerah suplai makanan yang menunjang pertumbuhan mereka. Gastropoda berperan penting dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik pada ekosistem mangrove. Jenis dan kelimpahan Gastropoda dipengaruhi oleh faktor lingkungan habitatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan kelimpahan Gastropoda serta mengetahui faktor parameter fisika-kimia yang mempengaruhi jenis dan kelimpahan Gastropoda pada ekosistem mangrove Pantai Bulaksetra Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli 2014 di kawasan ekosistem mangrove Pantai Bulakseta Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian menggunakan metode purposive random sampling dengan berdasarkan perbedaan salinitas sebagai karakteristik penentuan stasiun pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gastropoda pada ekosistem mangrove Pantai Bulaksetra ditemukan 12 jenis Gastropoda dari 8 famili yaitu Potamidididae, Neritidae, Acteonidae, Littorinidae, Auriculidae, Cerithidae, Pyramidellidae, dan Terebridae. Kelimpahan Gastropoda yang paling tinggi yaitu 196 ind/m2, ditemukan pada stasiun dengan nilai salinitas, DO dan kalsium substrat yang tinggi. Analisis PCA menunjukan bahwa parameter kualitas perairan yang paling berpengaruh terhadap jenis dan kelimpahan Gastropoda adalah salinitas, DO, Kalsium (Ca) substrat, dan substrat berliat. | Gastropods is non-fish biological resources that has high diversity. Gastropods can live on land, freshwater, and marine waters especially in mangrove ecosystem. Gastropods associated with mangrove ecosystem as a habitat for life, shelter, spawning and provides food supply for their growth optimally. Gastropods have an important role to decomposition and mineralization of organic material on the mangrove ecosystem. Species and abundance of Gastropods are influenced by environment factors of their habitat. The purpose of this study was to determine species and abundance of Gastropods on mangrove ecosystem in Bulaksetra Beach district of Pangandarn Beach. The research method used purposive random sampling as base as station characteristics determination. The results showed that gastropods non mangrove ecosystem Bulaksetra Beach found 12 species of Gastropoda from 8 families that Potamidididae, Neritidae, Acteonidae, Littorinidae, Auriculidae, Cerithidae, Pyramidellidae, and Terebridae. Gastropods With high abundance in mangrove ecosystem is 196 ind/m2 was found at the station with the value of salinity, DO and high calcium substrate. PCA analysis showed that the water quality parameters that most influence on the type and abundance of gastropods are salinity, DO, Calcium (Ca) substrate, and the clayey substrate. | |
| 10251 | 9984 | D1E010054 | KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN AYAM NIAGA PETELUR STRAIN ISA BROWN DAN LOHMANN BROWN PADA TIGA PERIODE UMUR BERTELUR | “Konsumsi dan Konversi Pakan Ayam Niaga Strain Isa Brown dan Lohmann Brown pada Tiga Periode Umur Bertelur”. Penelitian mulai tanggal 17 Maret sampai 15 April 2014 di Peternakan HRJ Farm. Tujuan penelitian untuk memjelaskan konsumsi dan konversi pakan antara strain ayam niaga petelur strain Isa brown dan Lohmann Brown pada selama periode umur bertelur awal, puncak, dan akhir. Materi yang digunakan 288 ekor ayam niaga petelur Strain ISA Brown dan 288 ekor Strain Lohmann Brown penelitian menggunakan metode eksperimental. Dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (2x3), faktor pertama yang diteliti adalah s1 strain Isa Brown dan s2 strain Lohmann Brown, faktor kedua adalah p1 periode awal, p2 periode puncak, p3 periode akhir. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali, setiap unit percobaan terdiri atas 8 ekor ayam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi yang dilanjutkan dengan pengujian Uji Beda Nyata. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain periode bertelur maupun interaksinya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi dan konversi pakan. Rataan konsumsi pakan pada strain Lohmann Brown lebih tinggi daripada strain Isa Brown sedangkan rataan konversi pakan pada strain Isa Brown lebih rendah daripada strain Lohmann Brown. konsumsi pakan terendah pada awal produksi dan tertinggi pada puncak. Konsumsi pakan Strain Isa Brown mengalami penurunan selama masa produksi sedangkan strain Lohmann Brown konsumsi pakan pada masa akhir tidak terjadi penurunan. Konversi pakan pada strain Isa Brown selama periode awal dan puncak relatif sama sedangkan strain Lohmann Brown pada periode akhir lebih tinggi dari strain Isa Brown. Kesimpulan penelitian ini adalah selama periode puncak produksi konsumsi pakan tertinggi pada strain Lohmann Brown sedangkan konversi pakan terendah pada strain Isa Brown dibandingkan periode lainnya. | “Feed Consumption And ConvertionOf Isa Brown And Lohmann Brown Comercial Layer Chicken Of Three Age Of Laying Period”. This research strarted from March 17 to April 15, 2014 on HRJ farm. The purpose of the research was to determine differences consumption and feed conversion between commercial laying chicken of strain Isa Brown and Lohmann Brown during three period of laying period. Materials that were used in this research were 288 commercial laying chickens of strain Isa Brown and 288 commercial laying chicken of strain Lohmann Brown. The research used experimental methods with completely randomized design (CRD), (2x3) factorial. The combination treatments included Isa Brown strain (S1), and Lohmann Brown strain (s2), beginning period (p1), peak period (p2), end period (p3). Each treatments was repeated 6 times, each experiment all unit consisted of 8 chickens. This research use analysis of variance with a Significant Difference Test. The variables measured were consumption and feed conversion. The resultsof the research showed that strain, laying period and interaction highly significantly affected. Feed comsumption and convertion (P< 0.01). The average of feed consumptionand convertion of Lohmann Brown were higher than Isa Brown, however feed convertion of IsaBown was lower than Lohmann Brown. The lowest feed consumption was at the begining of production and the higthest was at the peak production. Feed consumption of strain Isa Brown decreased during the laying period. Feed convertion of Isa Brown during the starter period was relatively the same as that of the peak period. Feed convertion of Lohmann Brown was higher at the end of the period. The conclusion of the research is, during peak period, consumption is the highest on Lohmann Brown and convertion is the lowest on Isa Brown than the other periods. | |
| 10252 | 9986 | D1E010205 | KADAR TOTAL PROTEIN DAN FIBRINOGEN PLASMA DARAH ITIK HIBRIDA JANTAN YANG PAKANNYA DISUPLEMENTASI FITOBIOTIK | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suplementasi fitobiotik didalam pakan itik hibrida jantan terhadap kadar total protein dan fibrinogen plasma darah dan mengetahui jenis fitobiotik yang paling sesuai untuk mempertahankan kondisi normal kadar total protein dan fibrinogen plasma darah pada itik hibrida jantan. Materi penelitian menggunakan DOD itik Hibrida jantan sebanyak 128 ekor, pakan BR1, pakan basal, fitobiotik (bawang putih, jahe, kunyit dan kencur) kandang dan peralatan kandang. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P0 = ransum basal, P1 = ransum basal + 1% bawang putih, P2 = ransum basal + 1% jahe, P3= ransum basal+1% kunyit, P4 = ransum basal + 1% kencur, P5 = ransum basal + 0,5% bawang putih dan 0,5% jahe, P6 = ransum basal + 0,5% bawang putih dan 0,5% kunyit, P7 = ransum basal + 0,5% bawang putih dan 0,5% kencur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan itik yang disuplementasi fitobiotik berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar total protein dan fibrinogen plasma darah. Nilai protein plasma tertingi terdapat pada perlakuan P5 (ransum basal + 0,5% bawang putih dan 0,5% jahe). Nilai fibrinogen plasma darah tertinggi pada P3 dan P4 = 1,75 g/dl (ransum basal + 1% kunyit dan 1% kencur). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis fitobiotik memberikan pengaruh yang sama, sehingga menyebabkan total protein plasma dan fibrinogen plasma darah relatif sama dan Suplementasi fitobiotik bawang putih paling sesuai mempertahankan kondisi normal total protein dan fibrinogen plasma darah | The aim of this research was to know the influence of supplementation of fitobiotics on feed ducks and kind of the most effective in sustain normal of levels of total protein and blood plasma fibrinogen of male ducks hybridt. The materials of research were DOD male of ducks hybrid 128 duck, feed BR1, basal feed, fitobiotic (garlic, ginger, turmeric and galangga) cages and equipment enclosures. The experimental research design used was Completely Randomized Design (CRD) with 8 treatments and 4 replications, ie P0 = the basal diet, basal diet + P1 = 1% garlic, P2 = basal diet + 1% ginger, P3 = basal diet + 1 % turmeric, P4 = basal diet + 1% galangga, P5 = basal diet + 0.5% 0.5% garlic and ginger, P6 = basal diet + 0.5% garlic and 0.5% turmeric, P7 = basal diet + 0.5% garlic and 0.5% garlic. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed that feeding ducks with fitobiotik supplementation had no significant effect (P> 0.05) on the levels of total protein and plasma fibrinogen. The highest value of plasma proteins present in P5 treatment (basal diet + 0.5% and 0.5% garlic ginger). The highest blood plasma fibrinogen value in the P3 and P4 = 1.75 g/dl (basal diet + 1% and 1% turmeric kencur). The conclusion of this study was type fitobiotik having the same effect, thus causing the total plasma proteins and blood plasma fibrinogen was relatively the same and Fitobiotik garlic supplementation were suits the maintain normal conditions of total protein and blood plasma fibrinogen | |
| 10253 | 9985 | D1E010159 | JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT PADA ITIK HIBRIDA JANTAN YANG PAKANNYA DISUPLEMENTASI FITOBIOTIK | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suplementasi fitobiotik pada pakan itik terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit itik hibrida jantan. Mengetahui jenis fitobiotik yang paling efektif untuk menjaga kondisi normal jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit itik hibrida jantan. Materi penelitian menggunakan DOD itik hibrida jantan sebanyak 128 ekor. Pakan terdiri dari campuran jagung giling 45%, dedak padi 34%, bungkil kedele 12%, tepung ikan 6% dan premik 1% dengan kandungan nutrien: ME= 2905.45 kkal/kg, PK= 16,10%, LK= 4,36%, SK= 3,91%, dan fitobiotik berupa tepung bawang putih, jahe, kunyit dan kencur. Kandang baterai sebanyak 32 unit serta tempat pakan dan minum. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujicobakan yaitu: P0= pakan basal (kontrol), P1= pakan basal + 10 g/kg bawang putih, P2= pakan basal + 10 g/kg jahe, P3= pakan basal + 10 g/kg kunyit, P4= pakan basal + 10 g/kg kencur, P5= pakan basal + 5 g/kg bawang putih + 5 g/kg jahe, P6= pakan basal + 5 g/kg bawang putih + 5 g/kg kunyit dan P7= pakan basal + 5 g/kg bawang putih + 5 g/kg kencur, setiap unit perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diamati adalah jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah eritrosit itik hibrida jantan sebesar 2,74 ± 0,57 x 106/µl sampai 3,53 ± 0,33 x 106/µl, rataan kadar hemoglobin itik hibrida jantan sebesar 10,58 ± 0,96 g/dl sampai 11,83 ± 0,73 g/dl dan rataan nilai hematokrit itik hibrida jantan sebesar 38,50 ±6,03 % sampai 55,50 ± 3.32 %. Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan fitobiotik dalam pakan itik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Namun, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai hematokrit itik hibrida jantan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan fitobiotik dalam pakan memberikan respon yang relatif sama terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin, sedangkan terhadap hematokrit memberikan respon yang berbeda dan Suplementasi fitobiotik tepung bawang putih dan jahe dalam pakan itik efektif untuk mempertahankan kondisi normal parameter haemogram itik hibrida jantan. | The purpose of this research was to evarete the influence of supplementation of fitobiotics in the feed of ducks on the concentrations of erythrocytes, haemoglobin and hematocryte of male duck hybrid. The type of fitobiotics were most effective way to maintain normal the concentrations of erythrocytes, haemoglobin and hematocryte on male duck hybrid. The materials of the research were DOD of male ducks hybrid, 128 heads. Feed consisted of a mixture of 45% milled corn, 34% rice bran, 12% soybean meal, 6% fish meal and 1% premix with nutrient content of ME= 2905.45 kcal/kg, CP= 16.10%, CF= 4.36 %, CFr= 3.91%, and the fitobiotics consisted of garlic powder, ginger, turmeric and galanga. The battery cages were 32 units plus the feeding and drinking. The research method is experimental using Completely Randomized Design (CRD). The treatments were: P0 = basal feed (control), P1= basal feed + 10 g/kg of garlic, P2= basal feed + 10 g/kg ginger, P3= basal feed + 10 g/kg turmeric, P4= basal feed + 10 g/kg galanga, P5= basal feed + 5 g/kg of garlic + 5 g/kg ginger, P6 = basal feed + 5 g/kg of garlic + 5 g/kg turmeric, and P7= basal feed + 5 g/kg of garlic + 5 g/kg galanga, each unit treatment was repeated four times. The variables measured were the concetrations of erythrocytes, hemoglobin and hematocryte. The data were analyzed by analysis of variance and continued with HSD (Honestly Significant Difference) test. The results showed that the average concentrations of erythrocytes of male duck hybrid of 2.74 ± 0.57 x 106/µl until 3.53 ± 0.33 x 106/µl, the averages of haemoglobin of male duck hybrid of 10.58 ± 0.96 g/dl until 11.83 ± 0.73 g/dl and the averages of hematocryte of male duck hybrid of 38.50 ± 6.03 % to 55.50 ± 3.32 %. The results of analysis of variances of additional fitobiotic in feed duck showed that there was no significant differences (P>0,05) of the concentrations of erythrocytes and haemoglobin. However, these was significant differences (P<0,05) of the concentration of hematocryte of male duck hybrid. The conclusions of this research were the addition of fitobiotics on feed duck does give relatively equal responds of the concentrations of erythrocytes and haemoglobin, but the concentration of hematocryte was give differently responds of male duck hybrid, and supplementation of fitobiotics were garlic and ginger powder in feed duck effectively to maintain normal conditions haemogram parameters of male duck hybrid. | |
| 10254 | 9987 | H1G009017 | BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA CACING POLYCHAETA DI MUARA SUNGAI LOJI, PEKALONGAN JAWA TENGAH | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Cacing Polychaeta di Muara Sungai Loji, Pekalongan Jawa Tengah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen, akumulasi logam berat Pb pada cacing Polychaeta dan hubungan logam berat Pb pada cacing Polychaeta dengan logam berat Pb pada sedimen. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik Purposive Random Sampling pada tiga stasiun dengan pengulangan sebanyak tiga kali pada saat pasang dan surut. Pengambilan sampel sedimen dan Polychaeta dilakukan secara komposit. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji F, regresi dan faktor biokonsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Pb pada sedimen berkisar 2,269-4,718 mg/kg, dan pada cacing Polychaeta berkisar 0,154-0,278 mg/kg. Nilai kandungan logam Pb pada sedimen masih di bawah NAB sehingga masih aman untuk kehidupan biota laut sedangkan nilai kandungan logam Pb pada cacing Polychaeta telah melebihi NAB hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup Polychaeta karena mengakumulasi logam berat. Kandungan logam berat Pb pada sedimen dengan Polychaeta memiliki hubungan korelasi yang positif dan berkaitan erat dengan nilai korelasi 17,66%. Semakin tinggi kandungan logam Pb pada sedimen, semakin tinggi pula logam Pb yang dapat diabsorbsi oleh Polychaeta. Kata kunci : bioakumulasi, logam Pb, sedimen, Polychaeta. | This study entitled "Heavy Metal Bioaccumulation of Lead (Pb) in Polychaeta worms in the loji estuary, Pekalongan, Central Java". The aim of study are to determine the heavy metal content of Pb in the sediment, heavy metal accumulation in worms Polychaeta Pb and Pb heavy metal relationships in Polychaeta worms with heavy metals Pb in sediment. This study used a survey method with purposive random sampling technique at three stations by repeating three times at high tide and low tide. Polychaeta sediment sampling and composite done. The datas were analyzed by descriptive comparative, F test, regression and bioconcentration factor. The results showed content of Pb in sediments ranged 2.269-4.718 mg / kg, and the worms Polychaeta range 0.154-0.278 mg / kg. The value of the metal content of Pb in sediment was still under the NAB so it is still safe for marine life while the value of the metal content of Pb in worms Polychaeta have exceeded NAB this can interfere with the survival of Polychaeta because accumulate of heavy metal. Pb content of heavy metals in sediments with Polychaeta have a positive correlation and is closely related to the correlation value of 17.66%. The higher content of Pb in the sediment, the higher Pb can be absorbed by the Polychaeta. Keywords: bioaccumulation, Pb metal, sediment, Polychaeta. | |
| 10255 | 10898 | C1B011087 | ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN LIKUIDITAS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG (Studi Pada Perusahaan Anggota Jakarta Islamic Index) | Penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Dan Likuiditas Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang” bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, profitabilitas, ukuran perusahaan dan likuiditas terhadap kebijakan hutang pada perusahaan anggota Jakarta Islamic Index (JII) pada periode 2009-2013. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, sedangkan untuk menguji tingkat signifikansi digunakan uji secara simultan (uji F) dan secara parsial (uji t). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengujian secara simultan menunjukkan terdapat pengaruh simultan dari variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, profitabilitas, ukuran perusahaan dan likuiditas terhadap kebijakan hutang. Untuk pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan hutang, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kebijakan hutang, likuiditas berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang, sedangkan variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Implikasi dalam penelitian ini adalah pihak manajemen perusahaan sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menentukan kebijakan hutang perusahaan terutama pada faktor yang berpengaruh signifikan. Untuk investor sebelum menanamkan modal hendaknya memperhatikan proporsi hutang yang digunakan oleh perusahaan untuk menghindari risiko likuiditas yang tinggi dan bagi kreditur didalam memberikan pinjaman bagi perusahaan perlu memperhatikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya agar terhindar dari kredit macet. | The research entitled “Analyze of the effect of Managerial Ownership, Institutional Ownership, Dividend Policy, Profitability,Firm Size, And Liquidity Against to Debt Policy” The purpose of this study is to analyze the influence of insider ownership, institutional ownership, dividend policy, profitability, firm size and liquidity toward debt policy on company member of the Jakarta Islamic Index (JII) in 2009 until 2013. The sample of this study used purposive sampling and the method of analysis used is Multiple Regression Analysis. Then to examine the significant was used simultaneous (F test) and partial (t test). Based on the results of analysis show that simultaneous testing shows there is a simultaneous effect of variables managerial ownership, institutional ownership, dividend policy, profitability, size and liquidity to debt policy. For a partial test shows that a profitability a positive effect to debt policy, the firm size a positive effect to debt policy, liquidity negative affect to debt policy, while variable managerial ownership, institutional ownership and dividend policy does not affect to debt policy. Implications of this study is the management company should consider factors that can determine the policy of corporate debt, especially on influence significant factor. For investors before investing should pay attention to the proportion of debt used by companies to avoid the risk of high liquidity and the lenders in providing loans for companies need to pay attention to the company's ability to meet its obligations in order to avoid bad credit. Keywords: debt policy, managerial ownership, institutional ownership, dividend policy, profitability, firm size and liquidity. | |
| 10256 | 11408 | E1A010183 | Netralitas Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) Dalam Pemilihan Kepala Daerah | ABSTRAK Pemilihan Kepala Daerah secara langsung dan demokratis adalah proses politik berdemokrasi dalam menentukan kepemimpinan kepala daerah. Hal ini merupakan manifestasi reformasi birokrasi yang mengubah cara pandang pengelolaan negara yang tadinya bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Hal ini juga merupakan antitesa dari semangat mengubah tatanan dari Orde Baru dimana kepemimpinan setingkat Kepala Daerah ditentukan oleh anggota DPRD kabupaten/kota yang tentunya sudah terpengaruh oleh partai penguasa saat itu, menjadi sistem baru yang dikenal pasca reformasi sekarang ini. Proses penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah secara langsung dan demkratis diharapkan mampu menjaring calon-calon pemimpin yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan rakyat, sebagai pemimpin yang mementingkan kepentingan rakyat yang menjadi salah satu tujuan demokrasi. Salah satu indikator untuk menjaring dan mendapatkan pemimpin yang berkualitas melalui pemilihan Kepala Daerah secara langsung adalah meletakkan birokrasi (PNS) pada posisi netral atau tidak berpihak pada salah satu calon. Netralitas adalah keadaan dan sikap netral tidak memihak (bebas) terhadap sesuatu apapun. Dalam konteks ini netralitas diartikan sebagai tidak terlibatnya PNS dalam pemilihan Kepala Daerah baik secara aktif maupun pasif. Latar belakang penulis mengambil judul ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Pemilihan Kepala Daerah. Guna mencapai tujuan tersebut serta efisiensi dan efektivitas waktu dan anggaran, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan bahan hukum baik primer maupun sekunder melalui pendekatan identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan yang ada relevansinya dengan obyek penelitian dan kemudian disajikan dan dianalisis dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pelaksanaan pemilihan umum secara langsung yang berkaitan dengan netralitas pegawai negeri dalam pemilihan kepala daerah bahwa PNS dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan, bersifat netral tidak memihak salah satu pasangan calon dalam proses kampanye dan bebas dari intervensi atau pengaruh semua golongan. Adanya kepentingan dan hubungan tertentu antara kandidat Kepala Daerah dengan aparat birokrasi cukup memberikan potensi keterlibatan yang signifikan dalam pemenangan calon Kepala Daerah tertentu. PNS yang tidak netral dalam Pilkada dapat dikenakan hukuman disiplin tingkat sedang sampai dengan tingkat berat atau hukuman pidana. Kata kunci : Pegawai Negeri, Netral, Pilkada | ABSTRACT The Election of district head is the democracy process under determining of leadership equal with district head. On this case which meaning bureaucracy manifestation had change the mindset of nation adminitation from centralistic to desentralistic. This also the effect of spirit democracy which success change nation ideology, on that period the election of distric head selected by council member who had been influenced by political party, become new system which know with post reformation. Accomplishment process of district head election be expected can make nominees of leader who have quality dan suitable with citizen desire, as the leader who concerned to citizen is the purpose of democracy. One way for make and create the quality leader by distroct head eletion is to put bureaucracy ( civil servant) to netral position. Netrality is condition and neutral action do not to take a side on one or other of nominees. On this case the civil servants doesn’t involved on distirct head election in any activity. The reason of author take this topic is to analyze of civil servant neutrality in district head election. This article based with yuridical normative writting method which tend take description about regulations and literature which have relevations with this topic and then analyzed to narrative text. Based from result about this study, civil servant can fair and professional while running their assignment , serve the citizen and act neutral not to take a side on one of nominee in district head election process also free from any intervention or effect of all grups. The interest and relantionship of the head of the region with the bureaucracy provides the potential of this significant in the award of particular candidate. Civil servants are not neutral in the local election can be given a moderate to severe punishment or crimilnal penalties. Key word : Civil Servant, Neutral, the Election of distric head | |
| 10257 | 9574 | F1B010049 | KEBERHASILAN PENCAPAIAN TUJUAN IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI SITU/EMBUNG DI KECAMATAN JAPARA DALAM UPAYA UNTUK MENGATASI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR MASYARAKAT | Program Rehabilitasi Situ/Embung adalah salah satu upaya konservasi yang bertujuan untuk membangun, memelihara dan mengembalikan fungsi situ/embung. Masyarakat di Kecamatan Japara membutuhkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau. Kawasan situ/embung yang dimanfaatkan masyarakat mengalami pendangkalan dan daya fungsinya menurun. Implementasi merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan kebijakan. Dalam mencapai tujuan kebijakan, dipengaruhi oleh respon kelompok sasaran, kemampuan organisasi pelaksana dan daya dukung lingkungan.Sehubungan dengan hal tersebut, menarik untuk dikaji bagaimana keberhasilan pencapaian tujuan implementasi Program Rehabilitasi Situ/Embung di Kecamatan Japara? Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pencapaian tujuan (Y) dipengaruhi oleh variabel kelompok sasaran (X1), kemampuan organisasi pelaksana (X2), dan daya dukung lingkungan (X3), dan juga terdapat hubungan yang signifikan antara variabel. Implementasi Program Rehabilitasi situ/embung di Kecamatan Japara dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik. | Situ/Embung Rehabilitation Program is one of means of conservation which aim to build, maintain, and return the function of situ/embung. The citizens of Japara district need water resources to fulfill their need of water on dry season. Situ/embung area which used by citizen has experiencing silting and its power function has decreased. Implementation is an effort to achieve policy goals. To achieving policy goals, are influenced by the response of target group, capacity of the implementing organization, and environment capacity. In line with those, it’s interesting to research how much the Situ/Embung Rehabilitation Program in Japara District aims its achievement on implementation goals? Result of research show that Goal Attainment variable (Y) influenced by Target Group variable (X1), capacity of the implementing organization (X2), and Environment Capacity (X3); and there are significant correlations among variables. The implementation of situ/embung Rehabilitation Program in Japara District could be said has been going well. | |
| 10258 | 10038 | F1F008027 | Happiness in Some Countries as Portrayed in Eric Weiner's "The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World" | Penelitian ini menganalisis pengalaman Eric dalam menemukan kebahagiaan di perjalanannya. Studi budaya digunakan dalam mendukung analisis ini. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang membahas fenomena pengalaman Eric Tentang kebahagiaan di beberapa negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eric Weiner mendapat beberapa konsep kebahagiaan. Perjalanan Eric di Belanda membuat dia tahu bahwa Belanda kebahagiaan adalah sensual atau hedonis, sedangkan Swiss menempatkan konsep keteraturan dalam kebahagiaan dan kehidupan yang terorganisir. Kemudian, perjalanan Eric di Bhutan membuatnya tahu bahwa kebahagiaan Bhutan adalah dalam hubungan yang baik dengan orang lain dan alam, sedangkan Qatar menempatkan kebahagiaan mereka didasarkan pada keyakinan mereka tentang Tuhan. Islandia menempatkan kebahagiaan mereka dalam imajinasi mereka karena sifat tak terduga yang membatasi upaya mereka untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan. Eric menemukan bahwa sumber-sumber sejarah status dan tanah berpengaruh terhadap kebahagiaan orang Moldova. Di Inggris, Eric belajar beberapa faktor yang mempengaruhi kebahagiaan. Sementara di Thailand dan India, Eric belajar bahwa kebahagiaan berasal dari dalam setiap orang, mereka akanbahagia jika mereka merasa bahagia. Eric mulai menyimpulkan bahwa kebahagiaan tidak bisa dicari dengan persepsi lain. | This research analyzes the story of Eric in finding the happiness in his journey. The cultural studies is used in supporting the analysis.The method of this research is descriptive qualitative that discusses the phenomenon of Eric'sexperienceof happiness in several countries. The result of this research shows that Eric Weiner experiences several concept of happiness. Eric’s journey in Netherland makes him know thatthe Dutchtakes its point of sensual or hedonist happiness, whereas Switzerland puts regularity of rhythmic concept of happiness in the well-organized life. Then, Eric’s journey in Bhutan makes him know that Bhutan takes the point of happiness in good relationship with other people and nature, whereas Qatar puts their happiness based on their belief of God. Eric learns that Icelanders put their happiness in their imagination because the unpredictable nature which limits their effort to create a pleasurable condition. Whereas, Eric finds that historical status and land resources are affecting to the happiness of Moldovan people.In England,Eric learns several factors that affecting happiness. While in Thailand and India, Eric learns that happiness comes from inside of every person, they will be happy if they feel happy. Eric starts to conclude that happiness cannot be search with other’s perception. | |
| 10259 | 6739 | H1K009031 | ANALISIS HUBUNGAN SEBARAN KLOROFIL-A DENGAN HASIL TANGKAP IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN CILACAP | Sebaran klorofil-a berpengaruh terhadap kelimpahan produktivitas primer Perairan. Ikan pelagis kecil bermigrasi untuk mencari makan, sehingga akan lebih efektif apabila daerah penangkapan ikan dapat diduga terlebih dahulu. Penelitian bertujuan mengetahui sebaran klorofil-a, hasil tangkap ikan pelagis kecil, dan hubungan sebaran klorofil-a dengan hasil tangkap ikan pelagis kecil untuk pendugaan fishing ground di Perairan Cilacap. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu metode analisis statistik terhadap data-data masa lalu. Hasil menunjukan sebaran klorofil-a Perairan Cilacap musim timur bulan Juni 2012 bergerak dari titik 109040’05”S-8006’00”E dengan konsentrasi 3,65 mg/m3 menuju ke barat laut, Juli 2012 bergerak dari titik 107058’10”S-8007’18”E dengan konsentrasi 4,06 mg/m3 menuju ke barat, dan Agustus 2012 bergerak dari titik 107006’33”S-7043’18”E dengan konsentrasi 4,58 mg/m3 menuju ke barat laut. Hasil tangkapan ikan pelagis kecil dari zona tangkap 573 dengan nilai ikan Bilis (Thryssa hamiltonii) 139,43 ton, ikan papan (Lampris guttatus) 4,98 ton, dan ikan teri (Anchovy) 70,08 ton. Hubungan korelasi cukup erat dengan nilai 0,454 dan berpengaruh nyata. Pemetaan Daerah Dugaan Penangkapan Ikan (DDPI) pada musim timur terdapat pada 8007'09"-8021'44"S dan 109033'15"-108024'17"E, Sedangkan musim peralihan timur-barat saat klorofil-a mencapai puncak terletak pada 7057'17"-8031'57"S dan 107055'29"-107020'58"E. | Chlorophyll-a distribution (CaD) determines abundance of aquatic primary productivity. Small pelagic fish migrate for feeding, this leads to be more effective if fishing grounds could be predictive. A research aims to determine CaD, small pelagic fish yield, and relationship between the both components in order to estimate fishing ground in Cilacap waters. A quantitative method was applied to analyze data statistically. Results showed that CaD during east monsoon in June 2012 moving from 109040'05"S-8006'00"E with concentration of 3,65 mg/m3 to northwest. In July 2012, this moved from 107058'10"S-8007'18"E with concentration of 4,06 mg/m3 to west. In August 2012, chlorophyl moved from 107006'33"S-7043'18"E in 4,58 mg/m3 concentration to northwest. Yield of small pelagic fish from zone 573 consisted of Hamilton's Thryssa (Thryssa hamiltonii) of 139,43 tons, moonfish (Lampris guttatus) of 4,98 tons, and anchovy (Engraulid) of 70,08 tons. CaD correlated positively with yield. Estimating Fishing Ground was observed during east monsoon in 8007'09" -8021'44"S and 109033'15"-108024'17"E, while transition of east-west seasons detected chlorophyll-a peak at 7057'17"-8031'57"S and 107055'29"-107020'58"E. | |
| 10260 | 9989 | F1C008024 | STUDI FENOMENOLOGI PENARI BEDHAYA KETAWANG DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA | Penelitian ini berjudul Studi Fenomenologi Penari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarata. Keberadaan Tari Bedhaya Ketawang yang merupakan tari sakral di Keraton Kasunanan Surakarta menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang menarik minat peneliti untuk melakukan pengkajian lebih dalam. Sebagi sebuah bentuk budaya, Tari Bedahya Ketawang tentunya memiliki nilai-nilai moral yang melekat erat didalamnya dan memiliki pesan-pesan yang mendalam yang dapat kita ambil pelajarannya. Dengan mengunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini berusaha menelisik lebih jauh tentang Tari Bedhaya Ketawang terutama kehidupan dari para penari sebelum menjadi penari, saat menjadi penari dan pengalaman-pengalaman mereka. Pada akhirnya dalam proses ini akan tergali nilai-nilai luhur yang menjadi pesan budaya dari tari Bedhaya Ketawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, serta penelaahan dokumentasi. Hasil penelitian yang berjudul Studi Fenomenologi Penari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarata ini menunujukkan bahwa proses untuk menjadi penari Bedhaya Ketawang tidaklah mudah jika dibandingkan dengan tari-tari yang lain. Tari Bedhaya Ketawang memiliki syarat-syarat tertentu bagi para penarinya, salah satunya adalah tentang “kesucian” dari para calon penarinya, kesucian disini memiliki makna bahwa para penari harus masih perawan. Selain masalah kesucian ini, untuk menjadi penari Bedhaya Ketawang juga harus melalui proses tertentu dan melakukan ritual-ritual yang erat kaitannya dengan tradisi jawa. Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa because motive dari para penari adalah dengan menjadi penari Bedhaya Ketawang menjadi bentuk dari sebuah pengabdian terhadap keraton. Implikasi dari menjadi penari tarian sakral ini maka akan timbul rasa bangga dan memiliki prestasi tersendiri dan menjadi lebih dekat dengan lingkungan keraton, hal ini dapat dikategorikan dalam in-order motive menjadi penari Bedhaya Ketawang. Hal yang terakhir dari kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tarian yang mengandung daya magis ini memiliki pesan moral yang berkaitan dengan kesucian seseorang dan sebuah proses yang harus dijalani untuk menjadi sesuatu, dalam hal ini menjadi penari Bedhaya Ketawang. Proses yang panjang, syarat yang tidak mudah memberikan cerminan bahwa kehidupan memang memerlukan sebauh proses untuk menapaki tangga kehidupan yang lebih tinggi. | The research is entitled “Phenomenology Study of Bedhaya Ketawang Dancers in Kasunanan Surakarta Palace”. The existence of this sacred Bedhaya Ketawang dance in Kasunanan Surakarta Palace has its own special way in attracting researchers to study about it deeper. As a form of cultural activity, Bedhaya Ketawang indeed has certain moral values and it has meaningful messages for the people. By using phenomenology approach, the research aims to further analyze the dance especially the life of the dancers both before and after becoming dancers as well as their personal experiences. In the end of the process, there will be values which are parts of the cultural messages of Bedhaya Ketawang dance. The research is done by using qualitative methods. Data are collected through deep interview, observation, and documentation analysis. The result of the research entitled “Phenomenology Study of Bedhaya Ketawang dancers in Kasunanan Surakarta Palace” shows that the process in becoming Bedhaya Ketawang dancers is not easy compared to other dances. Bedhaya Ketawang has special requirements for the dancers, including the “purity” of the dancers, meaning that the dancers should be virgin. Aside from this, there are several steps and rituals related to Javanese tradition to do in order to become the dancers. It can also be concluded that the because motive of the dancers is that being a dancer is a noble service to the Palace. The implication of becoming the dancers of Bedhaya Ketawang is the pride and achievement, as well as becoming familiar with the palace environment, or categorized in in-order motive of becoming a Bedhaya Ketawang dancer. The final conclusion of the research is that this magical dance has moral messages related to human’s purity and a process to go through in achieving something, in this case becoming a dancer of Bedhaya Ketawang. The long process and not easy requirements show that life indeed needs a process in order to achieve a higher step in life. |