Artikelilmiahs

Menampilkan 10.281-10.300 dari 50.313 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1028110341C1J010038Prediksi Produksi, Konsumsi dan Perdagangan Internasional Energi Indonesia (studi kasus minyak bumi, gas alam, batu bara)Penelitian ini berjudul “Prediksi Produksi, Konsumsi dan Perdagangan International Energi Fosil Indonesia” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan produksi, konsumsi, dan perdagangan internasional energi fosil Indonesia. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang pertama adalah produksi minyak bumi diperkirakan turun, produksi gas alam diperkirakan meningkat dan produksi batu bara diperkirakan meningkat. Hipotesis yang kedua adalah konsumsi minyak bumi, gas alam dan batu bara diperkirakan meningkat. Hipotesis ketiga adalah impor minyak bumi dan gas alam diperkirakan meningkat, sedangkan batu bara akan meningkatkan ekspor.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data nasional tahun 1998-2012. Metode yang digunakan adalah menguji trend dengan software SPSS untuk menentukan trend yang paling cocok untuk memperkirakan produksi dan konsumsi masing-masing komoditi. Untuk memperkirakan perdagangan internasional, diperoleh dari selisih antara produksi dan konsumsi masing-masing komoditi.
Berdasarkan perhitungan dengan software SPSS, diketahui bahwa produksi minyak bumi dan gas alam Indonesia memeliki tren negatif dengan bentuk linear, sedangkan produksi batu bara memiliki tren positif dengan bentuk kuadratik. Untuk konsumsi, ketiga komoditi memiliki tren positif berbentuk kuadratik.
Berdasarkan hasil perhitungan, diperkirakan bahwa impor minyak bumi dan gas alam akan meningkat karena tingginya konsumsi yang melebihi pertumbuhan produksi. Sedangkan batu bara akan meningkatkan ekspor karena peningkatan produksi yang lebih besar dari peningkatan konsumsi.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh implikasi bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada energi minyak bumi dan gas alam sementara sebagian besar hasil produksi batu bara digunakan untuk komoditi ekspor
This research entitled "Estimation of Production, Consumption and International Trade on Indonesia Energy (Case Study of Oil, Natural Gas, and Coal)”. This research purpose is to find out the development of production, consumption, and international trade of Indonesia fossil energy. This research’s hypotesis : 1. Oil production estimated to be decline, while natural gas and coal production estimated to be increase, 2. Oil, natural gas and coal consumption estimated to be increase, 3. Oil and natural gas import estimated to be increase, while coal export estimated to be increase.
This research use national data of 1998-2012 time span. The metode used is testing the trend with SPSS software to find the most match trend to predict production and consumption of each commodity. To predict international trade, used the difference between production and consumption each commodity.
Based on software SPSS calculation, known that Indonesian oil and natural gas production have negatif linear trend while coal production has positive quadratic trend. About consumption, all three comodities have quadratic positive trend.
Based on calculation, estimated that oil and natural gas import will be increase because of high consumption excess the production growth. While coal export will increase because of production growth is greater than consumption growth.
Based on research result, implicated that Indonesia still depend on oil and natural gas energy while most of coal production for export commodity
1028210001C1K009056ANALYSIS OF THE INFLUENCE ENDORSER CREDIBILITY TOWARD BRAND EQUITY OF THE BRAND ENDORSER
(Study of advertising of Yamaha motor in Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh attractiveness, expertise juga trustworthiness terhadap endorser credibility, dan untuk menganalisa pengaruh dari endroser credibility terhadap brand credibility. Terakhir untuk menganalisa brand credibility dan endorser credibility terhadap brand equity Yamaha Motor. Jenis dari research ini adalah metode survey. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah orang Indonesia yang berada di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 150 responden. Teknik pengambilan sampel dari data analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) analisis. Mengacu pada hasil dari SEM analisis, dapat disimpulkan bahwa attractiveness, expertise, dan juga trustworthiness memiliki pengaruh terhadap endorser credibility, endorser credibility memiliki pengaruh terhadap brand credibility, dan juga endorser dan brand credibility memiliki pengaruh terhadap brand equity. Berdasarkan pada kesimpulan, dinyatakan bahwa sebagai usaha untuk meningkatkan endorser credibility, manajemen dari Yamaha Motor di indonesia perlu membuat prioritas dalam atrractiveness, expertise, dan trustworthiness, lalu sebagai usaha untuk meningkatkan brand credibiltiy, manajemen Yamaha perlu memprioritaskan endorser credbility, dan juga sebagai usaha untuk meningkatkan brand equity, manajemen perlu memprioritaskan endorser credbility dan brand equity.The purposes of research were to analyze the effects of attractiveness, expertise, and trustworthiness on endorser credibility, and to analyze the effects of endorser credibility on brand credibility. In the end, to analyze the effects of endorser credibility and brand credibility on brand equity. Type of this research was a survey method. This research was conducted at Purwokerto. Population of this research was people in Purwokerto. This research used 150 respondents. Sampling technique used was convenience sampling. The technique of data analysis used was Structural Equaltion Modelling (SEM) analysis. Refers to the result of SEM analysis, it can be concluded that attractiveness, expertise, trustworthiness have effects on endorser credibility, endorser credibility has effects on brand credibility and so endorser and brand credibility have effects on brand equity. Based on the conclusions, it can be implied that as an effort to increase endorser credibility, the management of Yamaha in Indonesia needs to make priority on attractiveness, expertise and trustworthiness, then as an effort to increase brand credibility, the management of Yamaha in Indonesia needs to make priority on endorser credibility and so as an effort to increase brand equity, the management of Yamaha in Indonesia needs to make priority on endorser and brand credibility.
1028310002C1A010012SUMBANGAN PENDAPATAN USAHATANI GULA KELAPA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PENGRAJIN GULA KELAPA DI DESA JAMBUSARI KECAMATAN JERUKLEGI KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “Sumbangan Pendapatan Usahatani Gula Kelapa Terhadap Pendapatan Keluarga Pengrajin Gula Kelapa di Desa Jambusari Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan pendapatan dari usahatani gula kelapa terhadap pendapatan keluarga pengrajin, mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usahatani gula kelapa serta mengetahui pendapatan bersih yang diterima oleh pengrajin di Desa Jambusari apakah sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup layak.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yaitu pengumpulan informasi tentang pengrajin gula kelapa melalui wawancara dan observasi berdasarkan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah tabulasi, R/C ratio serta membandingkan pendapatan rumah tangga pengrajin dengan standar KHL yang berlaku.
Hasil penelitian ini menunjukan usahatan gula kelapa suda efisien dan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendapatan rumah tangga pengrajin Namun rata-rata pendapatan per kapita pengrajin per bulan masih dibawah standar KHL Kabupaten Cilacap bagian timur.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah: (1) pengrajin gula kelapa sebaiknya beralih memproduksi gula alami karena harganya lebih mahal dibandingkan gula yang mengandung bahan kimia, (2) pengrajin gula kelapa hendaknya menambah jumlah pohon yang disadap supaya pendapatannya meningkat, (3) kelompok pengrajin gula kelapa di Desa Jambusari harus ikut membantu dalam mengadakan pelatihan pembuatan gula kelapa alami dan pengadaan laru alami siap pakai.
The research entitled “ Income Contribution of Palm Sugar Farm Business to Family of Palm Sugar Craftsmens Income in Jambusari Village, Subdistrict of Jeruklegi, Cilacap”. This study aims to know how much income contribution from palm sugar farm business to craftsmens’ family income. To analyze economic efficiency level of palm sugar farm business as well as to analyze net income received by the craftsmen in Jambusari village based on the needs of decent living standards (KHL) in Cilacap regency.

Research method used is survey method which means information collected about palm sugar craftsmen through interview and observation using questionnaire. Analysis method used is tabulation, R/C ratio as well as compare craftsmens’ family income with KHL standard.
The result of this research indicates that: (1) Palm sugar business is efficient. (2) Give big contribution to craftsmen family income. (3) Average income of craftsmen per capita in every month is under the KHL standard in Cilacap district.

The implication of this research is palm sugar craftsmen should be moved to produce natural sugar because price of natural sugar is more expensive than chemical sugar. Palm sugar craftsmen also should add number of palm trees to increase income. In addition group of palm sugar craftsmen in Jambusari village must help in traning of making natural palm sugar and provide natural laru.
1028410004D1F011005KARAKTERISTIK KUANTITATIF DOMBA KLOWOH ANAK DAN MUDA BERDASARKAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kuantitatif tubuh (panjang, badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada dan tinggi pundak) domba Klowoh anak dan muda, mengetahui perbedaan karakteristik kuantitatif domba Klowoh jantan dengan betina anak dan muda dan mengetahui hubungan antara karakteristik kuantitatif dengan umur kronologis pada domba Klowoh anak dan muda di Kabupaten Wonosobo. Domba yang digunakan sebagai materi penelitian berjumlah 126 ekor, terdiri dari 46 domba jantan dan 80 domba betina. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat karakteristik kuantitatif panjang badan anak 39,67 ± 11,82 cm, muda 53,16 ± 4,82 cm, lingkar dada anak 54,0 3± 12,25 cm, muda, 65,59 ± 7,19 cm, dalam dada anak 18,51 ± 6,28 cm, muda 22,68 ± 2,53 cm, lebar dada anak 12,59 ± 5,21 cm, muda 15,16 ± 2,97 cm dan tinggi pundak anak 44,71 ± 9,16 cm, muda 54,92 ± 4,44 cm. Umur domba Klowoh memiliki pengaruh terhadap karakteristik kuantitatif artinya setiap pertambahan umur diikuti pertambahan sifat kuantitatif (panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada dan tinggi pundak).This research aims to find out quantitative characteristics of the body (body length, wide chest, in the chest and shoulder height) young Klowoh sheep. To find out the difference quantitative characteristics Klowoh young male with a female sheep lamb and young and find out the relationship between quantitative characteristics with chronological age in sheep Klowoh in Wonosobo regency. Sheep were used as research material amounted 126 tails, composed of 46 ram and 80 ewes. Based on the results of the research showed that the body length lamb 39,67 ± 11,82 cm, young’s 53,16 ± 4,82 cm, circumference of the chest lamb 54,0 ± 12,25 3 cm, young’s 65,59 ± 7,19 cm, in the chest lamb 18,51 ± 6,28 cm, young’s 22,68 ± 2,53 cm, the wide chest lamb 12,59 ± 5,21 cm, young’s 15,16 ± 2,97 cm, and shoulder height lamb 44,71 ± 9,16 cm, young’s 54,92 ± 4,44 cm. Age of Klowoh sheep have an influence on the quantitative characteristics that any increase in the aging followed by quantitative trait (body length, circumference of the chest, wide chest, in the chest and shoulder height).
1028510005C1A010103ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBESPenelitian ini berjudul “ ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan keuntungan yang diperoleh, tingkat efisiensi usaha, titik impas atau break even point dan tingkat kesejahteraan peternak itik petelur.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Metode penelitian ini adalah survei dengan menggunakan stratified random sampling dengan pertimbangan bahwa peternak mempunyai jumlah itik yang berbeda-beda sehingga perlu dikelompokan. Sampel penelitian ini terdiri dari 52 peternak itik petelur. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara secara langsung kepada peternak berdasarkan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat keuntungan rata- rata peternak itik petelur selama satu tahun adalah Rp. 92.840.389,74 atau Rp.7.736.699,14 per bulan, 2) efisiensi usaha ternak itik petelur berkisar antara 1,1 sampai 2,0, 3) payback periode usaha ternak itik petelur rata-rata 0,56 tahun atau sekitar 204 hari, 4) Break even point penerimaan tercapai pada Rp.40.309.730,96 dengan break even point produksi telur 73.161,08 butir dan break even point jumlah itik yang diternak yaitu 269 ekor, 5) Dari 52 responden telah mencapai tingkat kesejahteraan minimum Kabupaten Brebes. Implikasi dari penelitian ini adalah usaha ternak itik petelur di Kecamatan Brebes masih layak untuk dikembangkan.
This research is titled “ANALYSIS OF FINANCIAL FEASIBILITY ON DUCK LIVESTOCK IN BREBES SUBDISTRICT BREBES REGENCY”. The objectives of this research are to find out the income and profit obtained, efficiency level of the livestock, break even point, and welfare level of duck livestock farmers.
This research was conducted in Brebes Subdistrict Brebes Regency. Research method that used survey with Stratified Random Sampling, with the consideration that each farmers have a different duck amount so it should be grouped. The sample of this research consist of 52 duck farmers. Data collected with interviews based on questionnaire.
The result shows that: 1) Profit rate average of duck farmers per annum is Rp92.840.389,74 or Rp7.736.699,14 per month, 2) Efficiency level of duck livestock is between 1,1 and 2,0. 3) Payback period average of duck livestock is 0,56 year or about 204 days, 4) Break Even Point income achieved on Rp40.309.730,96 with Break Even Point of eggs production is 73.161,08. 5) All of 52 respondents have achieved minimum welfare level Brebes Regency. The implication of this research is the duck livestock in Brebes Subdistrict is worth to developed.
1028610006H1E010023RANCANG BANGUN MONITORING JANGKAUAN RESAPAN AIR TANAH BIDANG VERTIKAL DENGAN ELEKTRODA SKALA LABORATORIUMTanah longsor merupakan bencana yang terjadi akibat peresapan air ke tanah sampai bobot tanah menjadi lebih besar. Apabila air sampai bidang gelincir maka tanah yang ada di atasnya akan tergelincir sehingga terjadi longsor. Dengan demikian, penelitian ini dimaksudkan untuk merancang bangun model sistem monitoring resapan air skala laboratorium. Model sistem monitoring ini bisa berguna sebagai riset awal untuk pembuatan sistem monitoring yang sebenarnya.
Sistem monitoring ini menggunakan kotak kaca yang diisi pasir sebagai medium, batang elektroda, rangkaian Op-Amp penjumlah dan sistem minimum mikrokontroler ATmega8535. Sistem ini bekerja dengan memberi tegangan pada susunan elektroda dan ditancapkan kedalam kotak kaca yang berisi pasir. Sistem ini mampu mendeteksi perubahan resistivitas yang ditangkap oleh elektroda saat kotak kaca diberi air. Perubahan resistivitas ditandai dengan perubahan tegangan keluaran pada rangkaian Op-Amp penjumlah. Nilai perubahan tegangan akan menjadi masukan untuk mikrokontroler yang kemudian dikonversi menjadi nilai jangkauan resapan air di LCD dengan bantuan fungsi kalibrasi. Pada penelitian ini medium yang dilalui air dianggap homogen.
Hasil pengujian sistem monitoring ini menunjukan bahwa semakin besar diameter keluaran air tidak mempengaruhi kecepatan air meresap ke pasir. Hal ini dikarenakan, pada pengujian ini debit air yang meresap dianggap konstan sehingga kecepatan air meresap menjadi konstan. Sistem monitoring mempunyai karakterisasi statik berupa akurasi 78,15 %, presisi 83,25 %, error 21,84 %, sensitivitas sebesar 0,009 Volt/cm, bias 1,57 dan range pengukuran 0 sampai 58 cm dengan threshold 5 cm. Sistem monitoring bisa diuji coba ke medium yang tidak homogen supaya bisa diketahui seberapa efektif untuk medium yang kompleks.
Soil erosion occurrs as a result of water infiltration into the soil so that the soil has the larger weight . When the water reaches the land slip areas, the land will slip leading to land slide or erosion. Thus , this research is intended to design and to make the monitoring system of water infiltration in the laboratory scale. This system is expected to be useful as an early warning of erosion.

This monitoring system uses stick electrodes, Op-Amp circuits and the minimum microcontroller ATmega8535 system. This system is able to detect the changes in the resistivity which is seen in the change of output voltage of Op-Amp. The recorded voltage change will act as inputs in the microcontroller to be displayed in the LCD. In this study, the experienced medium is considered to be homogeneous so that they have the same resistivity.
Test results show that, in this monitoring system, the output water size does not affect the speed of water seeping into the sand. Our monitoring system has 78.15% of accuracy, precision of 83.25%, 21.84% of error, sensitivity of 0,009 Volt/cm, 1.57 of bias and range of measurement 0 until 58 cm with 5 cm of threshold. This monitoring system can be tested on a non homogeneous medium so that the effectiveness of the complex medium can be identified.
1028710900C1B011089ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN DIREKSI DAN PRICE EARNING RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2009-2013)Tujuan penelitian ini ialah mengalaisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, ukuran dewan direksi, dan price earning ratio terhadap nilai perusahaan pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2009-2013. Nilai perusahaan dihitung menggunakan tobins's q. Populasi pada penelitian ini ialah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di bursa efek indonesia. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling, didapatkan 26 perusahaan yang sesuai dengan kriteria. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini memberikan hasil bahwa profitabilitas, ukuran perusahaan, price earning ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan, ukuran dewan direksi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.This research was aimed to analyze the influence of profitability, firm’s size, board of directors and price earnings ratio on firm’s value of property and real estate companies listed in Indonesian Stock Exchange during 2009-2013. Firm’s value was calculated by using Tobin’s Q. The data of population were property and real estate companies listed in the Indonesian Stock Exchange. Samples were selected by using purposive sampling method, the total amounts of property and real estate companies listed were 26 companies chosen as sample based on certain criteria. Data were analyzed by using multiple regression method. The results of this research showed that the profitability, firm’s size, and price earnings ratio have significant positive effect on firm’s value. Besides, this research show there was significant negative influence from board of director’s size to firm’s value.
1028811190A1C010035EFEKTIVITAS PEMANFAATAN KREDIT USAHA RAKYAT OLEH PETANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN DEMAKPenelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui : 1) pengaruh dana pinjaman terhadap penguatan modal petani bawang merah 2) pengaruh dana pinjaman terhadap pendapatan petani bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan, di Desa Tugu Lor dan Desa Kotakan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sehingga diperoleh 56 responden. Metode analisis data menggunakan deskriptif, dan regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dana pinjaman Kredit Usaha Rakyat dalam pemenuhan dan penguatan modal usahatani bagi petani bawang merah berdampak positif untuk keberlangsungan usahatani bawang merah dalam masalah modal usaha dan pendapatan. This research aims to find out: 1) effect of loan funds to the capital strengthening onion farmers 2) effect of loan funds to the onion farmers income. Locations of research is in the village District Tugu Lor and Kotakan Karanganyar Demak. The design of sampling used simple random sampling. Total sample are 56 respondents. Methods of data analysis using descriptive and simple regression. The result of this research showed that the used of KUR loan in fulfilling and strengthening the capital for onion farmers gives positive impacts toward the farming sustainability for onion farmers in term of capital problems and income.
1028911191C1J011010FACTORS AFFECTING THE DWELLERS’ DECISION IN PURCHASING SUBSIDIZED HOMELY HOUSES DEVELOPED BY PT HASAN DINAR GARAHA IN TASIKMALAYA CITYJudul penelitian ini adalah "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Rumah Sedehana Bersubsidi oleh penghuni perumahan yang dikembangkan oleh PT Hasan Dinar Graha di Kota Tasikmalaya". Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi harga rumah, lokasi perumahan, uang muka KPR, pendapatan konsumen, lingkungan dan fasilitas perumahan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya. (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi harga rumah, lokasi perumahan, uang muka KPR, pendapatan konsumen, lingkungan dan fasilitas perumahan secara parsial terhadap keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya. (3) Untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya.
Data yang digunakan adalah data primer dari responden yang merupakan pemilik dan penghuni rumah sederhana bersubsidi yang dikembangkan oleh PT Hasan Dinar Graha, yaitu perumahan Kersanegara dan puri Sumelap Indah. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) variabel harga rumah, lokasi perumahan, uang muka KPR, pendapatan konsumen, lingkungan dan fasilitas perumahan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya. (2) Variabel lokasi perumahan, uang muka KPR, pendapatan konsumen dan lingkungan perumahan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya. (3) Keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya dapat dijelaskan oleh variabel harga rumah, lokasi perumahan, uang muka KPR, pendapatan konsumen, lingkungan dan fasilitas perumahan sebesar 66,7 persen, sedangkan 33,3 persen dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukan kedalam model.(4) Variabel lokasi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah sederhana bersubsidi di Kota Tasikmalaya, hal tersebut ditunjukan bahwa variabel lokasi memiliki persentase nilai elastisitas sebesar 77,05 persen.
Pengembang perumahan perlu mempertimbangkan lokasi perumahan yang mudah dijangkau, akses menuju lokasi perumahan yang lanacar dan memiliki kedekatan dengan pusat kota maupun tempat ativitas penduduk seperti kantor dan sekolah. Kebijakan pemerintah yaitu KPR Sejahtera Tapak FLLP dalam menentukan uang muka KPR yang rendah perlu dipertahankan dikarenakan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian.Pengembang dapat mencipatakn lingkungan kondusif di dalam perumahan dengan memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan.

Thisresearch was entitle “ Factors Affecting The Dwellers’ Decision in Purchasing Subsidized Homely Houses Developed by PT Hasan Dinar Graha in City of Tasikmalaya”. The purposes in this research was (1) To determine the extent the influences perception of house price, location, down payment, consumer income, environment and housing facilities simultaneously on purchasing decisions for subsidized homely houses in Tasikmalaya. (2) To determine the extent the influences perception of house price, location, down payment, consumer income, environment and housing facilities partially on purchasing decisions for subsidized homely houses in Tasikmalaya. (3) To determine which variable that most influential on purchasing decisions for subsidized homely houses in Tasikmalaya city.
The data in use is the primary data by the respondents was buyers and dwellers of subsidized homely houses which developed by PT Hasan Dinar Graha, namely housing Kersanegera and Puri Sumelap Indah. Data analysis used is Multiple Regression Analysis.
The result of this study shows that (1) Variables of price, location, downpayment, consumer income, environment and facilities together significantly influence the purchasing decision for subsidized homely houses in Tasikmlaya. (2) Partially, variables of location, down payment, consumer income and environment significantly influence the purcahasing decision for subsidized homely houses in Tasikmalaya, especially housing develop by PT Hasan dinar Graha. (3) Purchasing decision for subsidized homley houses in Tasikmalaya can be explained by 66.7 percent by the rate of change in perception of price, location, down payment, consumer income, environment and housing facilities, and 33.3 percent is explained by other factors that are not incorporated into the model. (4) Variable of location is a variable that have greter affect to the purchasing decision for subsidized homely houses developed by PT Hasan Dinar Graha, its shown that the location variabel has elasticity of 77.05 percent.
Developers of subsidized homely houses need to considser hosuing location that has ease location, traffic to the location of housing, residential proximity to the city centers and retrofitting with work or activity. The government policy of determining a low down payment and affordable loan must be maintained, sice is very helful for the low-income people to purchase subsidized homely houses. Developers can create a conductive environment in the housing with the aspect of comfort and security.


1029011192C1A011051EFEKTIVITAS, EFISIENSI DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2011-2012Penelitian ini berjudul “Efektivitas, Efisiensi dan Kontribusi Pajak Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2011-2013”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas penerimaan pajak daerah, tingkat efisiensi pemungutan pajak daerah dan kontribusi pajak daerah terhadap PAD di Kabupaten Purbalingga tahun 2011-2013. Penelitian ini dibatasi dengan pembahasan pada pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
Teknik analisis data menggunakan analisis efektivitas, efisiensi dan kontribusi yang berasal dari data sekunder dan primer, data sekunder diperoleh dari data Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Kabupaten Purbalingga dari tahun 2011-2013 sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara dengan key informan yaitu aparat pada DPPKAD Kabupaten Purbalingga.
Hasil dari penelitian ini adalah tingkat efektivitas penerimaan pajak daerah Kabupaten Purbalingga tahun 2011-2013 adalah sangat efektif, sementara untuk masing-masing pos pajak daerah juga sangat efektif dengan tingkat efektivitas yang dihasilkan lebih dari 100 persen. Tingkat efisiensi pemungutan pajak daerah Kabupaten Purbalingga adalah efisien dengan tingkat efisiensi yang dihasilkan sebesar 5,43 persen. Tingkat kontribusi pajak daerah terhadap PAD Kabupaten Purbalingga adalah sebesar 17,13 persen yang artinya memiliki peran kecil terhadap PAD Kabupaten Purbalingga, sedangkan besaran untuk masing-masing pajak adalah 0,20 persen untuk pajak hotel; 1,05 untuk pajak restoran; 2,37 untuk pajak hiburan; 0,49 persen untuk pajak reklame; 9,14 persen untuk pajak penerangan jalan; 0,02 persen untuk pajak parkir; 0,28 untuk pajak air tanah; 0,52 persen untuk pajak mineral bukan logam dan batuan; 3,01 persen untuk pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa dalam peningkatan penerimaan pajak daerah di Kabupaten Purbalingga, penetapan target harus berdasar pada perhitungan potensi pajak, meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, mengurangi biaya yang tidak berkaitan dengan pemungutan pajak, menggali potensi dalam bidang pariwisata untuk mendorong kegiatan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya kebocoran penerimaan pajak daerah.
This research entitled "Effectiveness, Efficiency and Contributions of Local Tax in Purbalingga Year 2011-2013". The purpose of this study was to determine how the level of effectiveness of local tax revenue, the level of local tax collection efficiency and contribution local tax against original regional income in Purbalingga 2011-2013. This study is limited by the discussion on the hotels tax, restaurants tax, entertainments tax, advertisements tax, street lightings tax, parkings tax, groundwaters tax, non-metallic minerals and rocks tax, and Duty on the Acquisition of Land and Building Right tax.
Data were analyzed using analysis of effectiveness, efficiency and contribution from secondary and primary data, secondary data obtained from the Department of Revenue, Wealth and Asset Management Purbalingga of the year 2011-2013 while the primary data obtained through interviews with key informants in the apparatus of DPPKAD Purbalingga.
The results of this study is the level of effectiveness of local tax revenue in 2011-2013 Purbalingga is very effective, while for each post local taxes are also very effective with the level of effectiveness produced more than 100 percent. The level of local tax collection efficiency Purbalingga is efficient with an efficiency rate of 5.43 per cent generated. The contribution of local tax against original regional income amounted Purbalingga 17.13 percent which means to have a small role to PAD Purbalingga, while the amount for each tax is 0.20 percent for hotels taxes; 1.05 for restaurants tax; 2.37 for entertainments tax; 0.49 percent for the advertisements tax; 9.14 percent for street lighting tax; 0.02 percent for the parking tax; 0.28 for ground water tax; 0.52 percent for non-metallic minerals and rocks tax; 3.01 percent for Duty on the Acquisition of Land and Building Right tax.
This research implies that the increase in local tax revenue, target setting should be based on the calculation of tax potential, increasing intensification and extensification of local taxes, reduce costs that are not related to tax collection, explore the potential in the field of tourism to increase economic activity, improving public services needed by the community, as well as monitoring to prevent local tax revenue leakage.
1029110007C1C010050Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pengendalian Teknologi Sistem Informasi Perbankan terhadap Persepsi Keterandalan Laporan Keuangan Bank Umum di PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian teknologi sistem informasi perbankan terhadap keterandalan laporan keuangan bank umum. Penelitian dilakukan pada 7 bank umum di Purwokerto. Data dikumpulkan dengan menyebar kuesioner terhadap responden yang terdiri atas kepala bagian keuangan, pegawai bagian keuangan dan pengawas internal cabang bank umum sebanyak 47 orang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia dan pengendalian teknologi sistem informasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keterandalan laporan keuangan bank umum. Hal ini berarti semakin tinggi kapasitas yang dimiliki sumber daya manusia perbankan dan semakin memadainya pengendalian yang dilakukan pada teknologi sistem informasi perbankan, maka semakin tinggi pula keterandalan laporan keuangan bank umum.
This study aims to determine the effect of human resource’s capacity and control of banking information system technology to the reliability of financial statements. The study was conducted by spreading questionnaires to 7 banks in Purwokerto, with the number of respondents is 47 people including chief financial officer, staff financial officer and branch internal controller.
Respondents' answers were analyzed by using multiple analysis regression. The results showed that human resource’s capacity and control of banking information system technology influence the reliability of financial statements. It means the higher the capacity of human resources and the adequacy of banking information system technology’s control, the higher the reliability of financial statements.
1029210009F1F007154A CONTENT ANALYSIS OF DEIXIS USED BY FLINT LOCKWOOD IN “CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS” MOVIEPenelitian yang berjudul analisis isi mengenai deiksis yang digunakan oleh Flint Lockwood dalam film yang berjudul “Cloudy with a Chance of Meatballs”ini bertujuan untuk mengetahui tipe deiksis dengan menjelaskan bagaimana deiksis itu digunakan dan realisasinya untuk mengetahui tipe deiksis yang paling sering digunakan (dominan) dari lima jenis deiksis tersebut yang terdapat dalam dialog Flint Lockwood di film “Cloudy with a Chance of Meatballs”.
Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menganalisa data berupa dialog yang diujarkan oleh Flint Lockwood yang mengandung deiksis. Sumber data penelitian ini adalah dialog yang diujarkan oleh Flint Lockwood dalam film “Cloudy with a Chance of Meatballs”.
Dari hasil analisa, peneliti telah menemukan 354 deiksis yang digunakan oleh flint lockwood dalam film cloudy with a chance of meatballs yang kemudian dibagi menjadi lima jenis deiksis. Penggunaan deiksis personal sebanyak 190, deiksis waktu sebanyak 11, deiksis tempat sebanyak 22, deiksis social sebanyak 31 dan deiksis discourse sebanyak 100. Deiksis personal merupakan deiksis paling dominan yang digunakan oleh Flint Lockwood dalam film “Cloudy with a Chance of Meatballs” karena dalam kehidupan sehari hari maupun dalam dialog film, deiksis personal lebih sering dipakai sebagai kata ganti subjek.
The research entitled “A Content Analysis of Deixis Used by Flint Lockwood in Cloudy with a Chance of Meatballs Movie” was aimed at describing the types of deixes were used by Flint Lockwood and to find out the most dominant deixis of five deixes (person, place, time, discourse and social deixis) in dialogues of Flint Lockwood in Cloudy with a Chance of Meatballs Movie.
In this research, descriptive qualitative method was used to analyze the data that were dialogues that contain five deixes. The data source of this study was dialogues of Flint Lockwood in Cloudy with a Chance of Meatballs Movie.
From the research, The researcher found 354 deixis in Flint Lockwood dialogues in Cloudy with a Chance of Meatballs Movie. They are person deixis (190), time deixis (11), place deixis (21), social deixis (31), and discourse deixis (100). The most dominant deixis found in Flint Lockwood’s dialogues in Cloudy with a Chance of Meatballs Movie is person deixis because in a sentence or utterance, either in daily communication or movie’s dialogue, personal deixis is often used in replacing personal referent. Based on the result of the analysis, personal deixis used by Flint is 53.70% (190).
1029310034C1A009121ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Analisis Kelayakan Usahatani dan Efisiensi Pemasaran Padi Organik di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani berdasarkan pertimbangan ekonomi, mengetahui pola pemasaran dan mengetahui efisiensi pemasaran padi organik di Kabupaten Banyumas.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling. Jumlah responden sebanyak 27 petani padi organik dan 6 pedagang beras organik. Analisis yang digunakan adalah analisis kriteria kelayakan usahatani yang meliputi, Net Present Value (NPV), Revenue Cost (R/C), Break Even Point (BEP), dan Payback Period. Analisis yang digunakan untuk efisiensi pemasaran adalah Marjin Pemasaran dan Farmer’s share. Hasil dari analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas layak dijalankan dan dikembangkan berdarkan pertimbangan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 pola saluran pemasaran. Pemasaran usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas sudah efisien.
Usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas sudah memberikan keuntungan bagi petani serta layak dilanjutkan usahanya. Namun dilihat dari masih sedikitnya petani yang menggiati usahatani padi organik, diperlukan peran pemerintah setempat memberikan penyuluhan dan pengertian mengenai sistem usahatani padi organik itu sendiri. Selain itu diperlukan konsistensi dari petani dalam sistem tanam padi organik. Untuk memperkecil margin pemasaran dan menaikan share yang diterima petani maka upaya yang perlu diterapkan adalah mengaktifkan kembali kelompok tani petani padi organik di Kabupaten Banyumas.
This study entitled: “The Suitable Analysis and Marketing Efficiency on Organic Rice Farming System in Banyumas Regency”. The purpose of this study was to determine level suitable on the economic consideration, determine marketing channel and determine marketing efficiency on organic farming system in Banyumas regency.
Sampling done by the method of snowball sampling. The number of respondens are 27 organic rice farmers and 6 organic rice seller. The analysis uses economic criteria analysis which include Net Present Value (NPV), Revenue Cost (R/C), Break Even Point (BEP), dan Payback Period. The analysis uses for marketing efficiency such as Marketing Margin and farmer’s share. The result show that there were 6 pattern of marketing. Marketing on organic rice farming system has efficient.
The organic rice farming system in Banyumas Regency gets profit for farmers and valid to run and develop. But viewed from rare of farmer who do this organic rice farming system, required local government in giving socialization and understanding of the organic rice farming system. Beside that consistency is needed from farmers in a system of rice organic. To reduce marketing margin and increase the share of farmers thus effort need to be applied is to farmers group organic rice farming system in Banyumas Regency.
1029410010H1D010071EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG D JURUSAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN AKIBAT PENGARUH GEMPAIndonesia merupakan salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas gempabumi tinggi. Kinerja struktur gedung pada daerah rawan gempa sangat penting untuk dievaluasi karena dapat memberikan informasi mengenai dampak dan strategi mitigasi yang diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prilaku dan kinerja struktur gedung D Jurusan Teknik UNSOED ketika gempa aktual terjadi. Penelitian ini menggunakan software SAP2000 dengan mengikuti prosedur yang ada dalam FEMA 310. Hasil penelitian quickcheck dan checklist menunjukan bahwa masih terdapat pernyataan Noncompliant (NC), nilai demand capacity ratio untuk analisis statik dan dinamik tidak ada yang melebihi 2, sedangkan analisa nonlinear pushover menunjukan distribusi sendi plastis kolom terlebih dahulu yang mengalami kehancuran dan kinerja struktur adalah Intermediate Occupancy.Indonesia is one of the regions with a high level of earthquake activity. Performance of the building structures in earthquake-prone areas is very important to be evaluated because it can provide information on the impact and mitigation strategies are applied. The purpose of this study is to investigate the behavior and performance of the building structure D Engineering Department UNSOED when the actual earthquake happens. This research using SAP2000 software by following the procedures in FEMA 310. The results of checklists and quickcheck show that there are statements noncompliant (NC), the value of demand capacity ratio for static and dynamic analysis of no greater than 2, while the nonlinear pushover analysis shows the distribution of first column plastic hinge devastated and performance of the structure is Intermediate Occupancy.
1029510008F1A007066MOTIVASI LAKI – LAKI LATIHAN FITNES DI PURWOKERTO UTARA Abstract
Memiliki tubuh ideal dan berotot pada masa kini merupakan kebutuhan para lelaki, oleh karena itu mereka melakukan latihan keragaan di tempat-tempat fitness. Dan jumlah laki-laki yang mengikuti latihan fitnes setiap tahun semakin meningkat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah yang mendorong kaum laki-laki latihan fitness. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui alasan laki-laki berkeinginan memiliki bentuk tubuh yang ideal dan mengetahui motivasi laki-laki mengikuti latihan fitness.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Sasaran utama penelitian ini adalah para laki-laki yang latihan fitness fitnes centre di Kecamatan Purwokerto Utara. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif.
Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Motivasi laki-laki melakukan olahraga di fitness center, adalah memiliki tubuh yang ideal seperti yang diharapkan, kesehatan dan kebugaran tubuh (fresh), penampilan yang bagus (good looking), dan menambah percaya diri dalam pergaulan. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan laki-laki melakukan olahraga di fitness center adalah faktor berasal dari luar diri individu yaitu penilaian masyarakat, dan faktor yang berasal dari dalam diri individu. Disarankan agar sebaiknya para laki-laki mengetahui, memahami dan menerima betul tentang siapa dirinya, dapat melakukan penilaian tentang dirinya serta telah mengetahui harapan dan cita-cita yang ingin dicapainya.
Abstract
Has the ideal body and muscular at present is the need of men, therefore they do exercise the performance in areas of fitness. And the number of men who follow fitness training each year is increasing. The problem in this study is whether that encourages men fitness exercises. The purpose of this study was to determine the reason men desirous to have the ideal body shape and find the motivation of men to follow the practice of fitness.
The method used in this study is a qualitative research method. Research sites in the North District of Banyumas Purwokerto. The main target of this research is the men who exercise fitness fitness center in the District of North Purwokerto. Data were analyzed using analysis of interactive models.
The results of the study can be summarized as follows: Motivation men exercise at the fitness center, is to have an ideal body as expected, health and fitness (fresh), good looks (good looking), and increase confidence in the association. Factors that affect the needs of men exercise at the fitness center is derived from factors outside the individual self is the community assessment, and factors that originate from within the individual. It is recommended that men should know, understand and accept very well about who he is, can make an assessment of him and already know the expectations and ideals to achieve.
1029610011E1A010240Tanggung Jawab Pelaku Usaha Jasa Penyewaan Mobil di Cv. Reneo Purbalingga Terhadap Kerugian Yang Diderita Konsumen Atas Mogoknya Mobil Pada Saat di Perjalanan Berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan KonsumenJenis-jenis transportasi yang digunakan masyarakan Indonesia adalah transportasi darat, laut, dan udara. Masyarakat indonesia banyak menggunakan trnasportasi darat salah satunya adalah angkutan seperti kereta, bis, dan travel. Akhir-akhir ini banyak menjamur usaha Penyewaan Mobil / Rental Mobil karena dinilai lebih nyaman tanpa harus berdesak-desakan apabila menggunakan kendaraan umum.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Data, Data primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Data dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Data disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Berdasarkan Pasal 7 huruf f Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 pada dasarnya Pengelola Rental Mobil CV. Reneo telah melaksanakan Tanggung jawabnya. Tanggung jawab yang diberikan adalah pengembalian uang sewa apabila penyewa sudah dirugikan waktunya. Terkait dengan kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan mobil, kerugian akan ditanggung oleh pengelola Rental Mobil Cv. Reneo dengan penggantian mobil yang sehat.
The types of transportation used by the Community Indonesia is a land, sea , and air . Indonesian society are using the transportation land one of them is transportation such as trains , buses , and travel .
The method used in this research is normative juridical approach , specification of research is research Prescriptive , Data Sources , Data primary, secondary and tertiary , data collection methods in the study conducted by an inventory of legislation , documentation and literature study , the method presentation of the data presented in the form of narrative text , and the method of analysis used is qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation models .
Pursuant to Article 7 letter f Law - Law No. 8 of 1999 basically business Car Rental CV . Reneo has implemented Responsibilities . Responsibility given is the return of the rent if the tenant has been harmed time . Associated with the loss caused by damage to the car , the losses will be borne by the manager of Car Rental Cv . Reneo with healthy replacement car .
1029710829E1A010121TINDAK PIDANA ABORSI (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 71/Pid.Sus/2014/PN.Cbn)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui unsur-unsur tindak pidana aborsi menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana danUndang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara aborsi pada putusan Nomor: 71/Pid.Sus/2014/PN.Cbn. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data utama yang digunakan adalah data sekunder kemudian dianalisis secara kepustakaan dengan penyajian data secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang didakwakan terhadap terdakwa terdapat unsur kekerasan di dalamnya yang tidak sesuai dengan apa yang telah di perbuat oleh terdakwa, karena aborsi merupakan kejahatan terhadap nyawa bukanlah kejahatan terhadap tubuh, yang obyek kejahatannya adalah nyawa dan bertujuan untuk menghilangkan nyawa seseorang, sedangkan kejahatan terhadap tubuh, obyeknya adalah tubuh dan bertujuan untuk menimbulkan rasa sakit atau luka terhadap seseorang. Larangan aborsi diatur dalam KUHP, Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Dalam Pasal 346 KUHP terdapat 4 perbuatan yang dilarang yaitu menggugurkan kandungan, mematikan kandungan, menyuruh menggugurkan kandungan dan menyuruh mematikan kandungan. Namun, terdapat pengecualian yaitu indikasi medis dan kehamilan akibat korban pemerkosan yang diatur dalam Pasal 75 ayat (2) Undang-undang Kesehatan dan Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah tentang Kesehatan Reproduksi.
This research was conducted to determine the elements of criminal abortion according to the Criminal Code, and Law of the Republic of Indonesia Number 36 year 2009 on health, also to know the consideration of judges in deciding the criminal abortion case on the judgement number 71/Pid.Sus/2014/PN.Cbn. The approach that used in this research is a normative juridical. The main data that used is Secondary Data which is analyzed with literature by presenting descriptive data.
Based on the result of research can be concluded that in article number 80 paragraph (3) of Law of the Republic of Indonesia Number 23 year 2002 on Child Protection that indicted to the defendant there is violence element that were not accordance with what has been done by the defendant, because abortion is not a crime towards the body but a crime against life, where the object of the crime is a soul and the aim is to take someone's life, while the object of crime towards the body is the body and the aim is to cause pain or injury towards someone. The prohibition of abortion is regulated in Criminal Code, Law of the Republic of Indonesia Number 36 year 2009 on Health and Government Regulation Number 61 year 2014 on Reproductive Health. In article 346 of the criminal code there are 4 prohibited acts, an abortion, kill the fetus, ordering to do an abortion, and also ordering to kill the fetus. However, there are exceptions that by medically indicated and the pregnancies as the causes from becoming victim of rape are regulated in Article number 75 paragraph (2) the Law of the Republic of Indonesia on Health and also Article number 31 paragraph (1) Government Regulation on Reproductive Health.
1029810903C1K008045FACTORS AFFECTING FIRM’S HEDGING POLICY (A CASE OF AUTOMOTIVE AND COMPONENTS FIRMS LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE)Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang berdasarkan pada fakta mengenai keputusan hedging pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hedging oleh perusahaan. Untuk menganalisa kepentingan relatif dari firm size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, dan financial distress score pada keputusan hedging perusahaan dan untuk menentukan variabel yang paling membedakan antara pengguna hedging dan non-pengguna.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, 12 perusahaan terpilih sebagai sampel berdasarkan kriteria tertentu.
Discriminant analysis digunakan untuk menganalisa pengaruh firm size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, dan financial distress score pada keputusan perusahaan dalam menggunakan instrumen derivatif untuk hedging. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki size, profitability, dan financial distress score yang lebih tinggi akan memiliki niat yang lebih tinggi untuk menggunakan instrumen derivatif sebagai strategi hedging. Perusahaan yang memiliki growth opportunity yang lebih rendah akan memiliki niat yang rendah untuk menggunakan instrumen derivatif sebagai strategi hedging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan liquidity tinggi dan leverage yang lebih rendah memiliki niat lebih untuk menggunakan hedging, tapi tidak signifikan. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukan bahwa financial distress score adalah variabel terbaik untuk membedakan antara dua kelompok pengguna/non-pengguna hedging dan memiliki efek terbesar pada keputusan hedging perusahaan.
This research is an empirical research based on observation of the firm’s hedging decision of automotive and component firms listed on the Indonesia Stock Exchange to use derivative instruments.
The purpose of this research was to identify factors affecting firm’s hedging policy. To analyze the relative importance of firm size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, and financial distress score on firm’s hedging decision and to determine which variable that best discriminate between hedging users and non-users.
The population of the research was automotive and components firms listed on the Indonesian Stock Exchange. Samples were selected using purposive sampling, the total number of sample selected are 12 firms which were chosen based on certain criteria.
Discriminant Analysis was applied to analyze the effect of firm’s size, profitability, growth opportunity, liquidity, leverage, and financial distress cost on firm’s decision by using derivative instruments for hedging. Results explained that firms which have a higher size, profitability, and financial distress cost have strong reciprocal relationship and have higher intention to use derivative instruments as a hedging strategy. Firms which have lower growth opportunity have lower intention to use derivative instruments as a hedging strategy. The results showed that firms with higher liquidity and lower leverage have more intention to use hedging, but did not significant. Based on discriminant analysis result, financial distress cost is the best variable to discriminate between two groups non-user/user and has the greatest effect on firm’s hedging decision.
1029910012C1A007083ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN CILACAP
(DENGAN PENDEKATAN DYNAMIC LQ DAN SHIFT SHARE)
PERIODE 2009 - 2012
Pembangunan adalah usaha untuk menciptakan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, hasilpembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat sebagai wujud peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah.

Keberhasilan pembangunan harus dapat diukur dengan parameter yang lebih luas dan lebih strategis yang meliputi semua aspek kehidupan baik materil dan non materil. Dilihat dari letak geografis Kabupaten Cilacap merupakan salah satu Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, maka pelaksanaan pembangunan harus diawali berdasarkan prioritas dan pemilihan sasaran-sasaran yang mempunyai nilai strategis dan memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan citra Kabupaten Cilacap dengan berkaitannya sarana dan prasarana Kabupaten Cilacap serta membangun sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis LQ, dynamic LQ, Shift Share dengan Laju pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sektor ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor-sektor ekonomi, komponen Share, komponen Net Shift, komponen Differential Shift, dan komponen Proportional Shift sebagai variabel. Berdasarkan analisis LQ maka dapat di ketahui bahwa Kabupaten Cilacap memiliki sektor basis yang potensial, yaitu (1) Pertambangan & Penggalian , (2) Industri Pengolahan, (3) Perdagangan, Hotel dan Restoran, Berdasarkan analisis DLQ maka dapat diketahui perubahan sektor menjadi (1) Pertanian, (2) Pertambangan & Penggalian, (3) Listrik dan Air Minum , (4)Perdagangan, Hotel dan Restoran, (5)Keuangan, Persewaan, jasa Perusahaan. Berdasarkan analisis Shift Share bahwa nilai rata-ratanya proportional positif adalah sektor pertanian, Pertambangan dan pengalian , serta sektor bangunan
Development is the attempt to create public welfare. Therefore, the development should be enjoyed by all people as a form of improvement in physical and spiritual well-being in a fair and equitable. In an effort to achieve this goal, local governments and communities should jointly take the initiative of local development.

The success of development should be measured by parameters broader and more strategic which includes all aspects of life both material and non material. Judging from the geographical position Cilacap is one city that fall into the region of Central Java province, theimplementation of development must be preceded by the selection of priorities and targets that have strategic value and have a positive impact in improving the image of Cilacap with relation City facilities and infrastructure Cilacap and build economic sectors that have the potential to increase economic growth in the city of Cilacap.

The analytical tool used in this research is LQ analysis, DLQ analysis, shift share with the economic growth rate, growth sectors of the economy, the Gross Regional Domestic Product (GDP), economic sectors, components Share, Net component Shift, Shift Differential components, and Proportional Shift as a variable component. Based on the LQ analysis it can be known that Cilacap has the potential sector basis, namely (1). Mining and Quarrying, (2). Manufacturing, (3). electricity, gas and water. Based on the DLQ analysis it can be known that Cilacap has change the potential sector basis, (1) Agriculture, (2)Mining and Quarrying, (3) electricity, gas and water, (4) Trade, (5) Finance. Based on the shift share analysis that the average value is proportional positive agriculture, Mining and Quarrying, and construction.
1030010013C1A010069EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA PERAJIN TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOKPenelitian ini berjudul ”Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi pada Perajin Tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil industri perajin tahu di Desa Kalisari dan menganalisis tingkat efisiensi baik efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomis pada industri perajin tahu serta untuk menganalisis skala hasil produksi pada industri perajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling sehingga diperoleh 73 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data kualitatif, metode analisis regresi linear berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis penggunaan faktor produksi teknis, alokatif dan ekonomis serta analisis skala hasil penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha produksi tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok kebanyakan merupakan usaha turun-temurun dari keluarga. Bahan baku kedelai yang digunakan adalah kedelai impor. Perajin meningkatkan pemasarannya dengan cara membuat kantong kemas yang telah memiliki logo atau merek dan medaftarkan produksi mereka ke dinas terkait. Limbah hasil produksi tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok sebagian besar telah diolah menjadi biogas. produksi perajin tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok belum mencapai efisiensi baik teknik, alokatif/harga dan efisiensi ekonomi. Skala hasil faktor produksi yang dicapai perajin tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok adalah lebih dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa produksi perajin tahu tersebut berada pada kondisi increasing return to scale sehingga dapat dikatakan kondisi ini layak untuk dikembangkan.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah perlu memperhatikan pasokan bahan baku kedelai terutama kedelai lokal agar para perajin tahu tidak selalu tergantung dengan bahan baku kedelai impor. Bagi perajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok perlu membuat ijin hak paten ke dinas instansi terkait mengenai logo atau merek dagang sehingga tidak ditiru karena hukum yang melindungi kepemilikan merek dagang kuat. Perajin perlu melakukan penyesuaian penggunaan faktor-faktor produksi. Terutama pada variabel kayu bakar, setidaknya perajin tahu meningkatkan penggunaan kayu bakar kurang lebih hingga rata-rata 15 gulung agar dapat mencapai penggunaan yang efisien. Produksi perajin tahu berada pada kondisi increasing return to scale, sehingga perlu dilakukan penyuluhan yang intensif terhadap perajin tahu di Desa Kalisari oleh dinas-dinas terkait, khususnya dalam penggunaan faktor produksi yang optimal dan efisien dalam berproduksi, sehingga perajin tahu mampu mencapai kondisi constant return to scale.
This research is titled “Efficiency the using of Production Factors on Tofu Industries in Kalisari Village, Cilongok Sub district, Banyumas Regency”. The purposes of this research are to identify the tofu industries profile in Kalisari Village and to determine the rate of technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency. It is also determine the return to scale of the production factors in tofu Industries in Kalisari Village, Cilongok sub district. The research that is utilized is by survey method, includes to 73 respondents samples. By quantitative data analysis, it is used multiple linier regression analysis to apply Cobb Douglas production functions, to count technical efficiency analysis, allocative efficiency analysis and economic efficiency analysis and also return to scale analysis of the tofu production.
The results of this research show that the tofu producers in Kalisari village, Cilongok are mostly family business type. They are using the soybean as imported raw materials. To improve marketing power, they made pouch pack with legal specific logo or brand. The waste of the tofu production was the then processed into biogas product. The production process hasn’t reached yet the technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency. Return to scale production of tofu has identified reach more than one; it is showed that the production is on increasing returns to scale stage.
The implication of this research is that the government should give attention on supply of raw materials, especially local soybeans product so the tofu producers does not always depend on imported soybean. For the tofu producers in Kalisari Village, Cilongok Sub district need to create a patent license to authority departments regarding the logos or trademarks. They are also need to make adjustments the use of production factors, especially in variable of firewood, at least increase the use of firewood up to 15 rolls on average in order to achieve efficiency product. Because of the return to scale production of tofu has reached to more than one, the producers need intensive educations by the related departments, particularly how to use production factors efficiently in production process. So they are able to achieve the constant return to scale stage.