Artikelilmiahs

Menampilkan 10.201-10.220 dari 48.952 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1020111180C1A011090PENGARUH DPK, SUKU BUNGA, INFLASI, DAN NPL TERHADAP PENYALURAN KREDIT UMKM BANK UMUM DI KABUPATEN BANYUMASPENGARUH DPK, SUKU BUNGA, INFLASI, DAN NPL TERHADAP PENYALURAN KREDIT UMKM BANK UMUM DI KABUPATEN BANYUMAS Penelitian ini berjudul “Pengaruh DPK, Suku Bunga, Inflasi, dan NPL Terhadap Penyaluran Kredit UMKM Bank Umum di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meneliti pengaruh variabel-variabel terhadap kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas selama periode Januari 2011 sampai April 2014. Penelitian ini meenggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder selama periode Januari 2011 sampai April 2014. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan data time series.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa secara parsial variabel DPK dan NPL signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas, sedangkan variabel suku bunga dan inflasi tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas. Secara simultan variabel DPK, suku bunga, inflasi dan NPL memiliki pengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas.
Implikasi pada penelitian ini adalah perbankan perlu memperhatikan dana pihak ketiga dan non performing loan agar sesuai dengan batasan yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia dan Bank Indonesia selaku otoritas moneter hendaknya mengendalikan dan menjaga stabilitas inflasi, karena inflasi nantinya dapat mempengaruhi tingkat suku bunga kredit. Serta perlunya menerapkan prinsip kehati-hatian dan selektif dalam penyaluran kredit.


This study is entitled “The Effect of Third Party Funds (TPF), Interest Rates, Inflation, and NPL on SMEs Credit of Commercial Bank in Banyumas District. The purposes of this study is to research the influence of SMEs credit variables of commercial bank in Banyumas District from January 2011 until April 2014. This study is descriptive quantitative analysis with the secondary data from January 2011 until April 2014. The analysis used multiple linear regressions to observe the influence of SMEs credit variables of commercial bank in Banyumas District by using time series data.
Based on the the result the study showed that TPF and NPL variables are partially significant to the SMEs Credit of Commercial Bank in Banyumas District, meanwhile, the interest rates and inflation have no effect on the distribution of SMEs credit. In simultaneously, TPF, interest rates, inflation and NPL are significant to the SMEs Credit of Commercial Bank in Banyumas District.
The implication of this study are the banks need to consider TPF and NPL to conform the limits defined by the Bank of Indonesia, and Bank of Indonesia as the monetary authority should do controlling and maintain the stability of inflation for inflation that may affect the level of the interest rate of credit and it need also to apply the precautionary principle and selective in lending.
102029953E1A110022TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERMENKES NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG PENCANTUMAN PERINGATAN KESEHATAN DAN INFORMASI KESEHATAN PADA KEMASAN PRODUK TEMBAKAUMenteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 1 April 2013 telah menandatangani Permenkes No. 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau. Permenkes tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari PP No. Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 24 Desember 2012, didalam lampirannya terdapat 5 (lima) jenis peringatan kesehatan. Permenkes ini sangat menarik karena dengan ditetapkannya peraturan ini maka banyak polemik yang menyertainya dari penolakan sampai penundaan pelaksanaanya. Metode pendekatan yuridis normatif yang digunakan bertujuan untuk menganalisis pengaturan pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan pada kemasan produk tembakau berdasarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2013 dan menganalisis pencantuman peringatan kesehatan pada iklan rokok menurut Regulasi Periklanan di Indonesia. Permenkes No. 28 Tahun 2013 dibuat untuk menjalankan perintah Peraturan Perundang-undangan diatasnya terutama Pasal 16 PP No. 109 Tahun 2012, sedangkan pencantuman Peringatan Kesehatan pada iklan rokok merupakan perintah Pasal 27 huruf a pada PP yang sama, tetapi pada gambar peringatan kesehatan didalam gambar 2 terdapat gambar wujud rokok dan asap rokok kemudian pada gambar 4 terdapat gambar wujud rokok dan asap rokok serta gambar anak kecil hal ini bertentangan dengan ketentuan dalam regulasi iklan rokok di Indonesia yang semuanya melarang pencantuman, peragaan dan penggunaan rokok dalam bentuk apapun serta ekspoitasi anak dibawah umur. Minister of Health of the Republic of Indonesia on April 1, 2013 has been signed Minister of Health Regulation No. 28 of 2013 concerning Inclusion of Health Warnings And Health Information on Tobacco Products Packaging. Regulation of the Minister of Health is an implementing regulation of Government Regulation No. 109 of 2013 concerning Control of Materials that Contain Addictive Substances in Tobacco Products in the Interests of Health issued and promulgated on December 24, 2012, in the annexes there are 5 (five) types of health warnings. Minister of Health Regulation is very interesting because of the enactment of this regulation then accompanying many polemics of refusal to delay its implementation. Normative juridical approach used aims to analyze the arrangement inclusion of Health Warnings And Health Information on Tobacco Products Packaging by Minister of Health Regulation No. 28 of 2013 and analyzes the inclusion of health warnings on cigarette advertising according to Advertising Regulations in Indonesia. Minister of Health Regulation No. 28 of 2013 was made to execute commands on top of legislations, particularly Article 16 Government Regulation No. 109 of 2012, while the inclusion of health warnings on cigarette advertising is the command of Article 27 letter a in the same Government Regulation, but the health warning picture in figure 2 shows the image of a form of cigarette and cigarette smoke and then in figure 4 shows the image of a form of cigarette and cigarette smoke as well as pictures small children it is contrary to the provisions in the cigarette advertising regulation in Indonesia all of which prohibits inclusion, demonstration and use of cigarette in any form and the exploitation of minors.
1020310893C1B011093ANALISIS PENGARUH ROA, EPS, NPM, INFLASI DAN KURS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh ROA, EPS, NPM, Inflasi dan Kurs Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Return On Assets (ROA), Earning Per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Kurs dan Inflasi terhadap harga saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Populasi penelitian adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama tahun 2011-2013. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 12 perusahaan.
Hipotesis penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh positif antara ROA terhadap harga saham, 2) Terdapat pengaruh positif antara EPS terhadap harga saham, 3) Terdapat pengaruh positif antara NPM terhadap harga saham, 4) Terdapat pengaruh positif antara Kurs terhadap harga saham, dan 5) Terdapat pengaruh negatif antara Inflasi terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif berupa analisis regresi berganda dengan syarat uji lolos asumsi klasik, yaitu: uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa ROA dan Inflasi tidak berpengaruh terhadap harga saham. Namun, EPS, NPM dan Kurs memiliki pengaruh yang positif terhadap harga saham. Kurs menjadi variable yang paling berpengaruh terhadap harga saham.
The title of this research is “Analysis the Effects of Return On Assets (ROA), Earning Per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Exchange Rate and Inflation towards stock price (Empirical Study on Food And Beverage Sector Companies listed in BEI)”. The purpose of this research is to analyze the influence of Return On Assets, Earning Per Share, Net Profit Margin, Exchange Rate and Inflation towards stock price. The population of this research is food and beverage sector companies that are listed in BEI during 2011-2013. The method used in this research is purposive sampling, with 12 companies used as the sample.
The hypothesis are: 1) There is a positive effect of ROA towards stock price, 2) There is a positive effect of EPS towards stock price, 3) There is a positive effect of NPM towards stock price, 4) There is a positive effect of exchange rate towards stock price and 5) There is a negative effect of inflation towards stock price. This research used the method of quantitative analysis of multiple regression analysis with classical assumption tests, such as: normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.
The results show that ROA and inflation does not affect the stock price. However, EPS, NPM and exchange rate has a positive effect on stock prices. Exchange rate became the most influential variable on stock prices.
1020411179C1A011104STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Strategi Pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi lingkungan internal yang berupa faktor-faktor kekuatan dan kelemahan bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas, gambaran kondisi lingkungan eksternal yang berupa faktor-faktor peluang dan ancaman bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas, dan untuk mendapatkan alternatif-alternatif strategi yang dapat diberikan bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan alternatif-alternatif strategi ini dilakukan dengan dua tahap yaitu, tahap input dan tahap penggabungan. Setiap tahap memiliki metode analisis yang berbeda. Tahap pertama terdiri dari matriks IFE dan matriks EFE, tahap kedua terdiri dari analisis matriks IE dan matriks SWOT.
Dari hasil analisis menggunakan matriks IFE dan matriks EFE dihasilkan nilai total matris IFE sebesar 3,7 dan nilai total matriks EFE sebesar 3,8. Kemudian kedua nilai total matriks tersebut dianalisis dengan menggunakan matriks IE dan matrisk SWOT. Pada matriks IE hasilnya didapatkan Obyek Wisata Baturraden berada pada sel-I, yang berarti bahwa Obyek Wisata Baturraden dapat melaksanakan strategi pertumbuhan dan pembangunan berupa strategi intenif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal). Dari hasil analisis dengan menggunakan matriks SWOT didapatkan empat strategi SO, empat strategi WO, dua strategi ST, dan dua strategi WT.
Bardasarkan hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa pengelola Obyek Wisata Baturraden diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia agar pengelolaan di Obyek Wisata Baturraden dapat lebih baik dan profesional. Pihak pengelola juga harus selalu memperhatikan sarana dan prasarana serta fasilitas yang tersedia agar dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Obyek Wisata Baturaden diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik pihak swasta maupun Pemda agar program yang sudah direncanakan dapat terlaksana. UPT Lokawisata dapat melakukan strategi intensif dan integratif bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden. Strategi-strategi tersebut harus direncanakan dan dimatangkan lagi agar mendapatkan hasil yang optimal dan menekan/meminimalisir dampak negatif yang akan muncul.
This research entitled “The Development Strategies of Destinations Baturraden in Banyumas Regency”. The purpose of this research was to obtain an overview of internal environmental conditions in the form factors for the development of strengths and weaknesses Destinations Baturraden in Banyumas Regency, a picture of the external environment in the form factors of the opportunities and threats for the development of Tourism Object Baturraden Banyumas, and to obtain alternatives strategies that can be given to the development of Tourism Object Baturraden Banyumas. This research is descriptive qualitative and quantitative research. Determination of strategic alternatives is done in two stages, namely, the input stage and the stage of incorporation. Each stage has a different method of analysis. The first stage consists of a matrix of IFE and EFE matrix, a second phase consisting of IE matrix analysis and SWOT matrix.
From the analysis using matrix IFE and EFE matrix generated a total value of 3.7 matris IFE and EFE matrix total value of 3.8. Then both the total value of the matrix is analyzed using IE and matrisk SWOT matrix. In IE matrix results are obtained Destinations Baturraden is in cell-I, which means that Tourism Object Baturraden can implement growth strategies and the development of such a strategy intenif (market penetration, market development, and product development) or integrative strategies (forward integration, integration into back, and horizontal integration). From the results of the analysis using the SWOT matrix obtained four strategies SO, WO four strategies, two strategies ST, and two strategies WT.
Based on the results it can be implied that the manager Destinations Baturraden expected to improve the quality of natural resources and human resources for management in Destinations Baturraden can be better and more professional. The management also should always pay attention to infrastructure and facilities that are available in order to provide comfort for visitors. Baturaden Tourism Object expected to conduct cooperation with various parties, both the private sector and local government that the planned program can be implemented. UPT Lokawisata can perform intensive and integrative strategies for the development of Tourism Object Baturraden. These strategies should be planned and matured more in order to obtain optimal results and pressing / minimize the negative impacts that would arise.
102059962D1E010066MORFOLOGI ABNORMAL DAN MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI SIMMENTAL DALAM PENGENCER DENGAN SUPLEMENTASI HORMON TERSTOSTERONPenelitian di Laboratorium Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. Bertujuan mengetahui pengaruh pengencer tris kuning telur yang diberi hormon testosteron dengan level yang berbeda terhadap morfologi abnormal dan motilitas spermatozoa Sapi Simmental. Materi penelitian adalah semen grade C dari Sapi Simmental umur 6 tahun dengan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Perlakuan yang diujicobakan yaitu penambahan testosterone (P) ke dalam pengencer Tris Kuning Telur (TKT), yaitu P0 , P1, P2 , P3 masing-masing 750, 500, dan 250 µg testosteron/ml pengencer. Peubah yang diamati adalah morfologi abnormal dan motilitas setelah semen di thawing. Data dianalisis secara variansi dilanjutkan dengan Uji Orthogonal Polynomial dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil ANAVA menunjukan bahwa pemberian hormon testosteron berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap motilitas spermatozoa Sapi Simmental (P<0,01) dan tidak berpengaruh nyata terhadap morfologi abnormal Sapi Simmental (P>0,05). Motilitas hasil perlakuan yaitu P0 (kontrol)= 15,6% ± 3,2; P1 = 7,5% ± 2,7 ; P2 = 14,4% ± 4,2 dan P3 = 15,0% ± 5,3. Kesimpulan dari penelitian adalah: Setelah equlibrasi penurunan motilitas terendah adalah pada perlakuan P2= 20%; Setelah thawing penurunan motilitas terendah terjadi pada perlakuan P2= 4% dan yang tertinggi pada perlakuan P1 yaitu 51,9%. Aimed of the research is to know the effect of egg yolk tris diluent which supplemented by testosterone hormone on abnormal morpologhy and motility of Simmental sperm. The research was conducted at The Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, East Java. Materials which used in this research are grade C semen of 6 years old Simmental bull with 4 treatments: P0, P1, P2 and P3 were 0, 750, 500, 250 µg/ml testosterone in diluents. Experimental laboratory with CRD nonfaktorial, ANAVA and HSD was used. Variable analized were sperm abnormality and motility. The research result showed that testosterone supplementation affected significantly on sperm motility (P < 0,01) and did not affect sigficantly on sperm abnormality (P > 0,05). Motility result of each treatment were P0 (control) 15,6% ± 3,2 ; P1 = 7,5% ± 2,7 ; P2 = 14,4% ± 4,2 ; P3 = 15,0% ± 5,3. Motility at treatment P0 (control) decreased until 51,9% if compared with P1 and increased until 47,9% if compared with P2 and decreased until 4% lately on treatment P3. The conclusion of research: After equlibrasi showed that lowest motility reduced is in P2 = 20% after thawing motility decrease lowest in the treatment P2 = 4% and the highest in treatment P1 is 51.9%.
102069955H1G010041PENDUGAAN ABRASI PANTAI BERDASARKAN TINGKAT KERAPATAN MANGROVE DI PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI RIAUPulau Merbau merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, letak topografi berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Hal tersebut menyebabkan Pulau Merbau mengalami abrasi cukup parah. Penelitian berjudul “Pendugaan Abrasi Pantai Berdasarkan Tingkat Kerapatan Mangrove Di Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau” bertujuan mengetahui panjang dan lebar abrasi, tingkat kerapatan mangrove, faktor lingkungan, hubungan panjang dan lebar abrasi dengan tingkat kerapatan mangrove dan faktor lingkungan. Penelitian dilaksanakan bulan Juni 2014. Metode penelitian adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel stratified sampling. Analisa data secara uji korelasi, regresi dan analisis spasial.
Hasil penelitian menunjukkan abrasi di Pulau Merbau termasuk kategori amat berat. Kerapatan tingkat semai dikategorikan buruk (<2000 ind/ha), kerapatan tingkat pancang dikategorikan buruk (<2500 ind/ha), kerapatan timgkat pohon dikategorikan baik (>1500 ind/ha). Faktor penyebab abrasi berdasarkan nilai korelasi paling kuat (r) adalah kerapatan mangrove, tinggi gelombang dan tekstur debu. Model estimasi panjang abrasi (Y1) dan lebar abrasi (Y2) terhadap faktor penyebab abrasi yaitu kerapatan mangrove, tinggi gelombang dan tekstur debu yakni (a) Y = 797 – 0.0022 X1 – 8.7 X2 – 17.2 X3 dan (b) Y = 8778 + 0.117 X1 – 238 X2 - 205 X3 dengan X1 = Kerapatan; X2 = Tinggi Gelombang; X3=Tekstur Debu
Merbau Island is one of the outer island in Indonesia which is located in Meranti Island District, Riau. Merbau Island has location direct opposite with Selat Malaka. This condition caused abrassion of coast line in Merbau Island was criticaly. This research entitled “The Estimation of Abrassion Based Mangrove Density of Merbau Island In Meranti Island District, Riau” which had propose to determine length and width of abrasion, mangrove density, environment factor and to create relation model between length and width abrasion with mangrove density and environment factors. This research was conducted on juni 2014. The research method used survey methode with stratified sampling. Data analysis used correlation test, regression and spatial analysis.
The result of this research showed that abrasion in Merbau Island was very critic. Seedlings density was categoriozed poor (<2000 ind/acre), saplins density also was poor (<2500 ind/acre). But trees density (diameter of stem >4 cm) was good (>1500 ind/acre). Based correlation coefesiens between mangrove density and environment factors with abrasion were concluded that mangrove density, wave height, dust texture were strong. Estimaton model of abrasion length (Y1) and abrasion width (Y2) with mangrove density (X1) wave height (X2) dust texture (X3) were Y1 = 797 – 0.0022 X1 – 8.7 X2 – 17.2 X3 and (b) Y2 = 8778 + 0.117 X1 – 238 X2 - 205 X3
102079956A1C007074KAJIAN KELAYAKAN USAHA TERASI UDANG REBON PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA TABITA DI KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAPAbstrak
Kabupaten Cilacap mempunyai potensi yang cukup besar dalam bidang perikanan, khususnya penghasil udang rebon yang merupakan bahan baku pembuatan terasi udang rebon, hal itu menjadi alasan produsen rumah tangga “TABITA” untuk mendirikan usaha terasi udang rebon di Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Pengembangan suatu usaha layak atau tidak diusahakan,dapat dinilai dengan melihat arus, skala usaha, serta keuntungan yang diperoleh dari usahanya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1).Mengetahui biaya produksi yang dibutuhkan dan besarnya pendapatan yang diperoleh dalam usaha terasi udang rebon “TABITA” di Kabupaten Cilacap. (2) Mengetahui kelayakan investasi produksi pembuatan terasi udang rebonpada home industri “TABITA” di kecamatan Cilacap Selatan.(3) MengetahuiPayback Period dari usaha terasi udang rebon “TABITA”. Penelitian ini dilakukan pada industri rumah tangga terasi udang rebon “TABITA”di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.
Penelitian dilakukan di home industri “TABITA”di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap, pada bulan September 2011 sampai dengan Oktober 2011.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus.Metode analisis yang digunakan adalah analisis aliran kas masuk bersih, analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis kelayakan usaha menggunakan perhitungan kriteria investasi (NPV, IRR, Net B/C).Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1)Rata-ratabesarnya penerimaan yang dikeluarkan oleh Usaha terasi udang “TABITA” pada tahun 2007 sampai 2011 sebesar Rp 578.701.750,00dengan biaya total Rp.529.664.175,00 dan pendapatan rata-rata sebesar Rp49.037.575,00. (2)Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial Usaha terasi udang “TABITA” Di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap menunjukkan bahwa NPV bernilai positif284,595,087.158, hal ini berarti Usaha terasi udang dapat memberikan pendapatan bersih sebesar Rp245.187.875,00 IRR menunjukkan nilainya 48 persen lebih besar dari tingkat suku bungaper tahun yang digunakanyaitu 18 persen. Nilai Net B/C menunjukkan 1.92 yang berarti lebih dari 1 yang berarti setiap biaya memperoleh keuntungan 1.92 kali.dan PBP menunjukan 4 tahun 10 bulan yang berarti kurang dari 5 tahun.


Cilacap District has considerable potential in the field of fisheries, particularly the shrimp producer rebon which is the raw material for making shrimp paste rebon, it is for reasons of domestic producers "Tabitha" to set up business in the District of shrimp paste rebon South Cilacap, Cilacap district. Development of a business is feasible or not cultivated, it can be assessed by looking at flows, business scale, as well as the benefits of these efforts. This study aims to: (1) .Mengetahui production costs required and the amount of income earned in an effort shrimp paste rebon "Tabitha" in Cilacap District. (2) Determine the feasibility of the production of the investment rebon shrimp paste on the home industry "Tabitha" in the district of South Cilacap. (3) Determine the Payback Period of shrimp paste effort rebon "Tabitha". This research was conducted at the household industries shrimp paste rebon "Tabitha" in the District of South Cilacap Cilacap district. The study was conducted in the home industry "Tabitha" in the District of South Cilacap Cilacap regency, in September 2011 to October 2011.Penelitian using the case study method. The analytical method used was a net cash flow analysis, cost analysis, revenue and earnings, feasibility analysis using the calculation investment criteria (NPV, IRR, Net B / C) The results showed that: (1) The average amount of revenue that Enterprises issued by the shrimp paste "Tabitha" in 2007 to 2011 at a cost of Rp 578,701,750.00 total Rp.529.664.175,00 and the average income of Rp49.037.575,00. (2) Based on the results of a financial analysis efforts shrimp paste "Tabitha" In the District of South Cilacap Cilacap district shows that the NPV is positive 284,595,087.158, this means shrimp paste Enterprises can provide a net income of Rp245.187.875,00 IRR indicates its value 48 percent greater of the interest rate per year is used which is 18 per cent. Value Net B / C showed 1.92 which means more than one, which means any cost benefit show 1.92 times.And PBP 4 years 10 months, which means less than 5 years.

102089957A1H008040KAJIAN DINAMIKA AIR DAN NUTRISI TANAH PADA DEMPLOT BUDIDAYA KENTANG ATLANTIK (Solanum tuberosum, L) DENGAN VARIASI JENIS PUPUK DAN APLIKASI BIOCHAR
Penggunaan pupuk merupakan salah satu usaha untuk mensuplai unsur hara makro dan mikro dalam tanah. Penambahan arang juga dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyediakan air dan nutrisi tanah. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui dinamika air pada lahan kentang dengan variasi jenis pupuk dan aplikasi biochar. (2) Mengetahui dinamika nutrisi pada lahan kentang dengan variasi jenis pupuk dan aplikasi biochar. (3) Mengetahui kombinasi pupuk, dan biochar yang tepat pada budidaya kentang. Penelitian ini menggunakan 3 faktor perlakuan, yaitu jenis pupuk (PO = pupuk organik dan PK pupuk kimia), jenis arang (AS = arang sekam dan AK = arang kayu) dan dosis arang (1 = 5 ton/ha dan 2 = 10 ton/ha). Hasil penelitian didapat nilai rata-rata kadar air volumetrik pada perlakuan pupuk organik (PO), pupuk organik + arang sekam 5 ton/ha (POAS1), pupuk organik + arang kayu 5 ton/ha (POAK1), pupuk organik + arang sekam 10 ton/ha (POAS2), pupuk organik + arang kayu 10 ton/ha (POAK2), pupuk kimia (PK), pupuk kimia + arang sekam 5 ton/ha (PKAS1), pupuk kimia + arang kayu 5 ton/ha (PKAK1), pupuk kimia + arang sekam 10 ton/ha (PKAS2) dan pupuk kimia + arang kayu 10 ton/ha (PKAK2) secara bertuturut – turut adalah 0,33 cm3/cm3; 0,34 cm3/cm3; 0,34 cm3/cm3; 0,32 cm3/cm3; 0,35 cm3/cm3; 0,24 cm3/cm3; 0,30 cm3/cm3; 0,30 cm3/cm3; 0,29 cm3/cm3 dan 0,31 cm3/cm3. Jumlah nutrisi nitrogen total rata-rata dan phospor total rata-rata pada perlakuan pupuk organik (PO), pupuk organik + arang sekam 5 ton/ha (POAS1), pupuk organik + arang kayu 5 ton/ha (POAK1), pupuk organik + arang sekam 10 ton/ha (POAS2), pupuk organik + arang kayu 10 ton/ha (POAK2), pupuk kimia (PK), pupuk kimia + arang sekam 5 ton/ha (PKAS1), pupuk kimia + arang kayu 5 ton/ha (PKAK1), pupuk kimia + arang sekam 10 ton/ha (PKAS2) dan pupuk kimia + arang kayu 10 ton/ha (PKAK2) adalah 10105 kg/ha; 9895 kg/ha; 10065 kg/ha; 9740 kg/ha; 9415 kg/ha; 8770 kg/ha; 9610 kg/ha; 9330 kg/ha; 9030 kg/ha untuk rata – rata N total, dan 7450 kg/ha; 8305 kg/ha; 8420 kg/ha; 8165 kg/ha; 7435 kg/ha; 9370 kg/ha; 9355 kg/ha; 9495 kg/ha; 9155 kg/ha dan 9600 kg/ha untuk rata – rata P total. Kombinasi pupuk dan biochar yang tepat pada penelitian kali ini adalah pada perlakuan pupuk organik (PO).The use fertilizers is one of effort to supply macro and micro nutrient in the soil. Additional charcoal can also increase the ability of soil to provide water and nutrients to the soil. Research purposes this among other: (1) Knowing dynamics water on potatoes cultivation with different variations in the type of fertilizer and application of biochar. (2) Knowing dynamics nutrients on potatoes cultivation with different variations in the type of fertilizer and application of biochar. (3) Knowing the combination of the right fertilizer and biochar in potatoes cultivation. This research with 3 factor the treatment, namely type of fertilizer (PO = organic fertilize and PK = anorganic fertilizer), type of biochar (AS = husk charcoal and AK = wood charcoal) and dosage of biochar (1 = 5 ton/ha and 2 = 10 ton/ha). The result of this research is the average value of the volumetric water content in the treatment of organic fertilizer (PO), organic fertilizer + charcoal husk 5 ton/ha (POAS1), organic fertilizer + charcoal wood 5 ton/ha (POAK1), organic fertilizer + charcoal husk 10 ton/ha (POAS2), organic fertilizer + charcoal wood 10 ton/ha, anorganic fertilizer (PK,) anorganic fertilizer + charcoal husk 5 ton/ha (PKAS1), anorganic fertilizer + charcoal wood 5 ton/ha (PKAK1), anorganic fertilizer + charcoal husk 10 ton/ha (PKAS2), and anorganic fertilizer + charcoal wood 10 ton/ha (PKAK2) consecutive is 0,33 cm3/cm3; 0,34 cm3/cm3; 0,34 cm3/cm3; 0,32 cm3/cm3; 0,35 cm3/cm3; 0,24 cm3/cm3; 0,30 cm3/cm3; 0,30 cm3/cm3; 0,29 cm3/cm3 dan 0,31 cm3/cm3. The amount of nitrogen nutrition total average and phosphor total average in the treatment of organic fertilizer (PO), organic fertilizer + charcoal husk 5 ton/ha (POAS1), organic fertilizer + charcoal wood 5 ton/ha (POAK1), organic fertilizer + charcoal husk 10 ton/ha (POAS2), organic fertilizer + charcoal wood 10 ton/ha, anorganic fertilizer (PK,) anorganic fertilizer + charcoal husk 5 ton/ha (PKAS1), anorganic fertilizer + charcoal wood 5 ton/ha (PKAK1), anorganic fertilizer + charcoal husk 10 ton/ha (PKAS2), and anorganic fertilizer + charcoal wood 10 ton/ha (PKAK2) consecutive is 10105 kg/ha; 9895 kg/ha; 10065 kg/ha; 9740 kg/ha; 9415 kg/ha; 8770 kg/ha; 9610 kg/ha; 9330 kg/ha; 9030 kg/ha for the average N total, and 7450 kg/ha; 8305 kg/ha; 8420 kg/ha; 8165 kg/ha; 7435 kg/ha; 9370 kg/ha; 9355 kg/ha; 9495 kg/ha; 9155 kg/ha dan 9600 kg/ha for the average P total. Combination of fertilizer and biochar appropriate in this research were treatment organic fertilizer (PO).
102099958A1C110010EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI
UBI KAYU DI DESA SURO KECAMATAN KALIBAGOR
KABUPATEN BANYUMAS

Ubi kayu merupakan tanaman pangan penting yang cukup potensial untuk dikembangkan, karena mempunyai banyak manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ubi kayu dapat digunakan sebagai bahan makanan, bahan pakan ternak, bahan baku industri dan komoditas ekspor. Produksi ubi kayu di Desa Suro digunakan sebagai bahan baku industri tepung tapioka. Faktor produksi ubi kayu yaitu luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk kandang dan tenaga kerja. Penggunaan faktor produksi tersebut harus efisien, agar mendapatkan produksi yang optimal dan memperoleh keuntungan maksimal. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani ubi kayu di Desa Suro; 2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi ubi kayu di Desa Suro; 3) mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani ubi kayu di Desa Suro.
Penelitian dilakukan pada 26 Mei sampai 26 Juni 2014 di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dengan sasaran penelitian petani yang berusahatani ubi kayu secara monokultur. Pemilihan responden dilakukan dengan metode sensus sebanyak 31 responden. Data penelitian berupa primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara, kuisioner, dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb Douglas serta analisis efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani ubi kayu di Desa Suro adalah Rp26.658.463 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp11.447.790, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp15.444.819 per hektar. Faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan pada usahatani ubi kayu di Desa Suro adalah luas lahan, bibit, pupuk urea, dan pupuk kandang sedangkan faktor produksi pupuk phonska dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap usahatani ubi kayu. Penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk urea, dan pupuk phonska belum efisien karena nilai NPMXi/Pxi lebih besar dari satu.
Cassava is important plant that potential enough to develop, because it has many advantages for people prosperity. Cassava consumpted widely in Indonesia, can used as foodstruf, livestock woof material, raw material industry and export commodity. Production of cassava in Suro village used as raw material of tapioca flour. This cassava farming became an important role to be the income to the family, because that was the cause that can increase the welfare of farmers. Factor production of of cassava farming are : crop field, seed, organic fertilizer, anorganic fertilizer and worker. The usage of production factor have to be efficient, so tha can gain maximum profit. This research have purpose : 1) Knowing the cost that spent and gain that can be achieved by farmers in Suro village. 2) Knowing the influence of usage of production factor to the production of cassava in Suro village. 3) Knowing the efficiency of usage of production factor at cassava farming in Suro village.
Research have done since 26 May until 26 June 2014 in Suro town, Kalibagor District and Banyumas Region with farmers as research target. The choosing of this respondent was held with census of cassava monoculture farmers as many as 31 respondents. Research data most can be primary and secondary that get by interview, quisioner, and direct observation. The analiytical method that used is cost analysis and gain, production function Cobb Douglas analysis, also efficiency of usage of production factor analysis.
Results of the research showed average gain per Hectare of cassava farmers in Suro village is Rp26.658.463 and average production cost per hectare is Rp11.447.790 so the profit is Rp15.444.819 per hectare. Production factors that influence cassava farming in Suro village was the broad of land area, seed, urea fertilizer, and kandang fertilizer but for phonska vertilizer and workers didn’t affect the ubi kayu agricultural business. The usage of broad of land area and seed hadn’t efficient becuse the value of NPMXi/Pxi more than one.
1021011844H1B011049Kajian Metrik Tipe L2 antara Dua Bilangan FuzzyPada makalah ini dibahas definisi dan beberapa metrik tipe L2 antara dua bilangan fuzzy. Definisi ini menyerupai definisi metrik L2 antara dua fungsi yang bernilai riil. Definisi metrik ini melibatkan metrik antara himpunan level-r dari dua bilangan fuzzy. Hasil dari penelitian ini adalah metrik tipe L2 antara dua bilangan fuzzy yaitu akar integral atas r dari 0 sampai 1 dari kuadrat metrik antar himpunan level-r dari dua bilangan fuzzy.In this paper we discuss a definition and some properties of L2 type metrik between two fuzzy numbers. The definition is similar to that of the L2 metrik between two real valued functions. The definition takes into account a metrik between r-level sets of two fuzzy numbers. An L2 type metrik between two fuzzy numbers is a root of integration on r from 0 to 1 of metrik between r-level sets.
102119963E1A007228KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM UJI MATERI PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (PERPPU)
(Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-VII/2009)
Abstrak
UUD 1945 sebagai Sumber Hukum di Negara Indonesia hingga saat ini telah mengalami perubahan sebanyak empat kali demi mengakomodir perkembangan baik dalam Sistem Ketatanegaraan maupun dalam perubahan sosial kehidupan masyarakat yang memerlukan suatu aturan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sebagai salah satu dampak dari perubahan Sistem Ketatanegaraan di Indonesia adalah dengan dibentuknya berbagai lembaga Negara yang masing masing mempunyai fungsi dan kewenangan masing-masing, baik itu yang secara langsung disebutkan di dalam Undang-Undang Dasar 1945 maupun dalam undang-undang dibawahnya. Mahkamah Konstitusi, adalah salah satu lembaga negara yang dibentuk setelah perubahan sistem ketatanegaraan Indonesia yang mempunyai kewenangan dalam hal uji materi sebuah peraturan perundang-undangan.
Namun, dalam perkembangannya Kewenangan MK dalam melakukan uji peraturan perundangan telah diperluas, tidak saja sebatas menguji Undang-Undang terhadap UUD, namun juga menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) terhadap Undang-Undang Dasar. Adalah Putusan Nomor 138/PUU-VII/2009 dan Putusan Nomor 145/PUU-VII/2009 yang dalam konklusinya hukumnya menegaskan kewenangan baru ini. Dengan demikian, selain berwenang menguji Undang-Undang sebagai produk hukum bentukan DPR dan Presiden, MK juga memiliki kewenangan untuk menguji Perpu sebagai produk hukum buatan Presiden.
Abstract
1945 Constitutionas asource of lawinthe country of Indonesiato datehas been changedfour timesin order to accommodateboththedevelopment ofthe state systemand inthe sociallife of the communitychangesthatrequireanewrulethathas never existedbefore.Asone of the effectsofchanges inthe state systeminIndonesiais thecountrywith the establishment ofvariousinstitutionsthateachhavefunctions and powersof each, whether itisdirectlystatedintheconstitutionin1945 and theunderlyinglegislation. Constitutional court, isone of thestate agencythatwas formedafter thechange ofthe constitutional system ofIndonesiawhich has the authorityin the case ofajudicial reviewof legislation.
However, thedevelopmentauthority ofthe Courtin conductingtrialslegislationhasexpanded, notjustlimited totestingthe Lawof theConstitution, butalsotest theGovernmentRegulationin Lieu of Law(Government Regulations) of theConstitution. IsDecisionNo. 138/PUU-VII /2009 andDecisionNo.145/PUU-VII / 2009 confirmsthatthelegalconclusionof thisnewauthority. Thus, in addition tothe authorizedtestingActasa productformed bythe House of Representativesand thePresident of thelaw, the Courtalsohas theauthority to reviewa regulationas alegal productmadePresident

.Keywords : ConstitutionalCourt,Judicial review
102129959H1I012004PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy ) YANG DIBERI PELLET TERFERMENTASI
BERBAHAN BAKU TANAMAN AIR YANG BERBEDA
Tanaman air seperti Azolla microphylla, Lemna minor dan Hydrilla verticillata mempunyai nilai gizi tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk ikan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh pellet berbahan baku tanaman air terhadap pertumbuhan dan efisiensi ikan gurami serta pellet berbahan baku tanaman air yang terbaik untuk pertumbuhan dan efisiensi ikan gurami. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu P0 (pellet yang difermentasikan tanpa tanaman air), P1 (pellet yang difermentasikan berbahan baku Azolla microphylla), P2 (pellet yang difermentasikan berbahan baku Lemna minor) dan P3 (pellet yang difermentasikan berbahan baku Hydrilla verticillata). Ikan gurami dipelihara selama 30 hari dengan dosis pemberian pakan 2% dari biomassa ikan.Variabel yang diamati yaitu laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian berkisar 0,024-0,045 g/hari; laju pertumbuhan spesifik 0,11-0,162%/hari; efisiensi pakan 7,927-12,058%, dan sintasan 53,75-62,5%. Pemberian pellet yang difermentasikan tanpa tanaman air, pellet yang difermentasikan berbahan baku tanaman air Azolla microphylla, Lemna minor dan Hydrilla verticillata memberikan respon sama terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan gurami. Tanaman air Azolla microphylla, Lemna minor dan Hydrilla verticillata dapat digunakan sebagai bahan substitusi tepung ikan dan dedak dalam pembuatan pellet.Aquatic plants such as Azolla microphylla, Lemna minor and Hydrilla verticillata has a high nutritional value that could potentially be used as an alternative to fish feed ingredients. The purpose of research is to determine the effect of raw material pellets of aquatic plants on the growth and feed efficiency and pellets made from the best aquatic plants for growing feed efficiency giant gouramy. The study design using a complete randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatments were tested, P0 (pellets fermented without aquatic plants ) , P1 (pellets made from fermented Azolla microphylla) , P2 (pellets made from fermented Lemna minor) and P3 (pellets made from fermented Hydrilla verticillata). Giant gouramy reared for 30 days at a dose of feeding 2% of the biomass ikan.Variabel observed that daily growth rate, specific growth rate, feed efficiency and survival. The results show daily growth rate ranged from 0,024-0.045 g/day; specific growth rate 0,110-0,162%/day; feed efficiency 7,927-12,058%, survival rate 53,75-62,5%. Pellet fermented without water plants, pellets made from fermented Azolla microphylla, Lemna minor and Hydrilla verticillata growth response, feed efficiency, and survival rate of the same. Flour Azolla microphylla, Lemna minor and Hydrilla verticillata can be used as an ingredient in the pellets of fish meal substitution.
1021310884C1B011067ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA (DPK), CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO), RETURN ON ASSET (ROA), DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP PEMBERIAN KREDIT BANK UMUM ( STUDI EMPIRIS BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA PERIODE 2010-2014)Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Return On Asset ROA) dan Non Performing Loan (NPL) tergadap pemberian kredit Bank Umum ( studi empiris pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa periode 2010–2014)”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR),Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Return On Asset (ROA) dan Non performing Loan terhadap pemberian kredit pada Bank Umum di Indonesia. Populasi penelitian adalah seluruh Bank Umum di Indonesia selama tahun 2010-2014. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 35 Bank Umum Swasta Nasional Devisa.
Hipotesis penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh positif antara DPK terhadap Kredit, 2) Terdapat pengaruh positif antara CAR terhadap kredit, 3) Terdapat pengaruh negatif antara BOPO terhadap kredit, 4) Terdapat pengaruh positif antara ROA terhadap kredit, dan 5) Terdapat pengaruh negatif antara NPL terhadap kredit.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif berupa analisis regresi berganda dengan syarat uji lolos asumsi klasik, yaitu: uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif DPK, CARdan ROA terhadap kredit dan pengaruh negatif NPL serta investasi terhadap kredit. Namun, tidak terdapat pengaruh antara BOPO terhadap kredit.
The title of this research is “Analysis the Effects of Third Party Fund, Capital Adequacy Ratio, Operating Expenses to Operations Revenue, Return on Asset and Non Performing Loan towards Credit on Commercial Bank (Empirical Study on Foreign Exchange Commercial Banks 2010 - 2014)”. The purpose of this research was to analyze the influence Third Parties Fund (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses to Operations Revenue (BOPO), Return On Asset (ROA) and Non Performing Loan (NPL) toward credit on comercial bank. The population of this research were comercial banks companies in Indonesia that were listed in Bank of Indonesia from 2010-2014 and consistenly provided their credit.
The hypothesis are: 1) There is a positive effect of DPK towards credit, 2) There is a negative effect of CAR towards credit, 3) There is a negative effect of BOPO towards credit, 4) There is a positive effect of ROA towards credit 5).There is a negative effect of NPL towards credit.
This research used the method of quantitative analysis of multiple regression analysis with classical assumption tests, such as: normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.
The results show that DPK,CAR,ROA have a positive effect towards credit, while NPL has negative effects towards credit. On the other hand, BOPO has no effect towards credit.
102149960A1H009022 Uji Performansi Rapid Quality Detector (Prototype III) Untuk Pengukuran Kualitas Buah Pepaya California
Kemajuan dalam pengembangan alat dan mesin untuk evaluasi mutu berbasis sifat optik belum dapat dinikmati oleh petani di negara berkembang (termasuk indonesia), karena keterbatasan finansial untuk dapat memilikinya. Dalam upaya memperoleh solusi terhadap permasalahan tersebut perlu diciptakan teknologi pendeteksi mutu buah dengan menggunakan komponen dengan harga yang terjangkau dan tersedia di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik luaran sensor LDR terhadap indikator mutu buah (kekerasan, total padatan terlarut, warna) dan membuat persamaan matematis hubungan luaran sensor LDR terhadap indikator mutu buah. Penelitian ini menggunakan metode non destruktif dan destruktif dengan tiga perlakuan awal yaitu utuh, impact, pressure. Variabel yang dimati dalam penelitian ini meliputi respon sensor, kekerasan, total padatan terlarut, warna dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat Rapid Quality Detector (Prototype III) dapat merespon perubahan kematangan buah pepaya California terhadap indikator mutu buah. Hubungan respon sensor dengan kekerasan didapatkan persamaan yaitu perlakuan utuh yu = 381,6x2 – 128,71x + 26,9 dengan R² = 09635, perlakuan impact yi = -1097x2 + 637,67x – 70,092 dengan R² = 0,9062, dan perlakuan pressure yp = 1451,5x2 – 998,78x + 191,61 dengan R² = 0,0443. Hubungan respon sensor dengan total padatan terlarut didapatkan persamaan yaitu perlakuan utuh yu = -1065,5x2 + 512,28x – 55,976 dengan R² = 0,9141, perlakuan impact yi = 290,68x2 – 166,36x + 27,451 dengan R² = 0,4351, dan perlakuan pressure yp = -5103x2 + 3451,2x – 577,55 dengan nilai R² = 0,9998. Hubungan perubahan warna terhadap respon sensor didapatkan persamaan yaitu perlakuan utuh yL = 3026,2x2 – 1672,8x + 285,34 dengan R2 = 0,9788, ya = 7881,4x2 – 4252,5x + 570,67 dengan nilai R² = 0,7637, dan yb = 10457x2 – 5524,9x + 767,34 dengan R² = 0,9241. Perlakuan impact yL = 1219,4x2 – 760,76x + 174,26 dengan R2 = 0,7792, ya = 1566,7x2 – 958,06x + 142,7 dengan R² = 0,8901, dan yb = 1949,8x2 – 1205,2x + 225,6 dengan R² = 0,7292. Perlakuan pressure yL = -10222x2 + 6982x – 1131 dengan R2 = 0,8313, ya = -20894x2 – 14159x – 2391 dengan R² = 0,9996, dan yb = -10546x2 + 7168,2x – 1173,1 dengan R² = 0,5449. Ambang batas penerimaan konsumen adalah pada nilai OD sebesar 0,319.The progress of tools and machines development for quality evaluation which is based on the optical characteristics can not be enjoyed by farmers in developing countries (including Indonesia) because of financial constraints to get it. An effort to obtain the solutions toward these cases, therefore, it needs to be created the technology of fruit quality detection using components by inexpensive price and it available in the market. The aims of this study are to find out the characteristics of LDR censor outputs toward the changing of fruit quality indicators and to create mathematical equations of LDR censor outputs toward fruit quality indicators. This research also use non-destructive and destructive methods with three pre- treatments, they are intact, impact, and pressure. The variables that are observed in this study include of the censor response, hardness, total solid matter soluble, color and organoleptic tests. Result of this research shows that the Rapid Quality Detector (Prototype III) tool can respond the changing of overripe California papaya toward fruit quality indicators. The correlation of censor response with hardness is obtained by the equations, they are intact treatment yu = 381,6x2 – 128,71x + 26,9 with R² = 0,9635, impact treatment yi = -1097x2 + 637,67x – 70,092 with R² = 0,9062, and pressure treatment yp = 1451,5x2 – 998,78x + 191,61 with R² = 0.0443, so the censor response influences papaya hardness. The correlation of censor response with total solid matter soluble obtained by the equations, they are intact treatment yu = -1065,5x2 + 512,28x – 55,976 with R² = 0,9141, impact treatment yi = 290,68x2 – 166,36x + 27,451 with R² = 0,4351, and pressure treatment yp = -5103x2 + 3451,2x – 577,55 with a value of R² = 0,9998, thus the censor response influences toward total solid matter soluble of papaya fruit. In addition, the correlation of changing color toward censor response is obtained several equations, such as intact treatment yL = 3026,2x2 – 1672,8x + 285,34 with R2 = 0,9788, ya = 7881,4x2 – 4252,5x + 570,67 with R² = 0,7637, and yb = 10457x2 – 5524,9x + 767,34 with R² = 0,9241. Impact treatment yL = 1219,4x2 – 760,76x + 174,26 with R2 = 0,7792, ya = 1566,7x2 – 958,06x + 142,7 with R² = 0,8901, and yb = 1949,8x2 – 1205,2x + 225,6 with R² = 0,7292. Pressure treatment yL = -10222x2 + 6982x – 1131 with R2 = 0,8313, ya = -20894x2 – 14159x – 2391 with R² = 0,9996, and yb = -10546x2 + 7168,2x – 1173,1 with R² = 0,5449.Therefore, the censor response influences toward the changing parameters of papaya fruit color, and the threshold of consumer acceptance is at the OD value as big as 0,319.
102159961D1E010063PENGARUH PENAMBAHAN TESTOSTERON DALAM PENGENCER TERHADAP MOTILITAS DAN MORFOLOGI ABNORMAL SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN ETAWATujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan hormon testosteron dalam pengencer semen terhadap motilitas dan morfologi abnormal spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE). Materi penelitian menggunakan semen kambing PE grade C umur 6 tahun dari BBIB Singosari Malang. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan level testosteron sebagai perlakuan dan jumlah pemeriksaan sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah 4 perlakuan berupa penambahan hormon testosteron dalam pengencer dengan level testosteron 0µg, 250µg, 500µg, dan 750µg/ml pengencer dengan 8 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level testosteron berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dengan nilai motilitas secara berurutan yaitu 5.00±0.1%, 10.63±1.8%, 10.63±1.8%, 6.25±2.3%. Sedangkan level testosteron terhadap morfologi abnormal spaermatozoa berpengaruh nyata (P<0,05) dengan persentase morfologi abnormal yaitu 18.78±5.18%, 13.21±2.75%, 13.83±3.67%, 16.01±2.08%. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan testosteron dalam pengencer Tris belum mampu mempertahankan motilitas spermatozoa semen kambing Peranakan Etawa grade C. Level testosteron 250µg/ml pengencer meberikan pengaruh terbaik terhadap motilitas (10.63±1.8%) dan abnormalitas (13.21±2.75%) spermatozoa kambing Peranakan Etawa. Semakin rendah level testosteron yang ditambahkan dalam pengencer, maka semakin baik motilitas dan morfologi abnolmal.The purpose of study was to determine the effect of testosterone addition in diluent to motility and abnormal morphology spermatozoa Peranakan Etawa (PE) goat. The research materials used is semen grade C PE goat aged 6 years from BBIB Singosari Malang. The research method is experimental laboratory with Completely Randomized Design (CRD) in which the level of testosterone as a treatment and total evaluation as repetition. The treatments used 4 treatment of testosterone in the form of addition diluent with testosterone level 0μg, 250μg, 500μg, and 750μg/ml diluent and 8 repetition. The results showed that the testosterone level was highly significant (P <0.01) on the motility with motility value sequentially is 5±0.1%, 10.63±1.8%, 10.63±1.8%, 6.25±2.3%. While testosterone level of spermatozoa abnormal morphology had significant (P <0.05) the percentage of abnormal morphology is 18.78±5.18%, 13.21±2.75%, 13.83±3.67%, 16.01±2.08%. The conclusion of the study is the addition of testosterone in Tris diluent not been able to maintain sperm grade C motility Peranakan Etawa goat semen. 250μg/ml diluent testosterone levels gave the best effect on sperm motility (10.63±1.8%) and abnormalities (13.21±2.75%) Etawa Crossbreed Buck.
1021611181C1C010019PENGARUH EFEKTIVITAS STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN PENGENDALIAN INTERNAL SISTEM AKUNTANSI PENGGUNAAN ALAT KESEHATAN MENURUT PERSEPSI KARYAWAN BIDANG PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD DI RUMAH SAKIT
(Studi Empiris Pada Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Banyumas)
Penelitian survey bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pengendalian internal sistem akuntansi penggunaan alat kesehatan terhadap pencegahan fraud pada Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Banyumas. Data utama penelitian bersumber dari 83 orang responden karyawan bidang pelayanan kesehatan. Data penelitian dianalisis dengan regresi linier barganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pengendalian internal sistem akuntansi penggunaan alat kesehatan (secara simultan maupun secara parisal) berpengaruh (signifikan) terhadap pencegahan fraud.
Implikasi : aspek berhasil-guna (effective) dalam pencegahan fraud dapat ditingkatkan dengan cara melaksanakan penggunaan alat kesehatan dengan tepat dan sesuai waktu dan mutu yang ditetapkan. Aspek ekonomi (economy) dalam pencegahan fraud dapat ditingkatkan dengan cara menggunakan biaya, tenaga kerja, material, peralatan, waktu dan ruangan dengan tepat sesuai rencana. Aspek aktivitas pengendalian dalam pengendalian internal sistem akuntansi penggunaan alat kesehatan dapat ditingkatkan dengan cara menyajikan informasi kepada pihak eksternal secara tepat waktu. Aspek penilaian risiko dapat ditingkatkan untuk kepentingan reward and punishment serta pada aspek informasi dan komunikasi dapat ditingkatkan dengan memberi pelatihan-pelatihan dan motivasi terhadap bahaya adanya fraud di rumah sakit.
This study takes the title: "Influence Effectiveness of Standard Operating Procedures and Internal Control Accounting Systems in Usage of Medical Device Based on Employee Perceptions of Medical Services Division Concerning Fraud Prevention in Hospitals (Empirical Study on the Regional Hospital in Banyumas)". The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Standard Operating Procedures and internal control system of accounting use of medical devices for the prevention of fraud in the Hospital. The population in this research are four Hospital in Banyumas, there are RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto, RSUD Banyumas, RSUD Ajibarang, and RST Wijayakusuma Purwokerto. The respondents in this study were 100 respondents. Purposive sampling method have been used to determine the respondent. There results of the study indicate that: (1) Standard Operating Procedures and Internal control of accounting systems usage of medical devices (simultaneously) effect (significant) for fraud prevention, (2) Partially Standard Operating Procedures (significant) effect on the prevention of fraud, (3) Internal control of accounting systems use medical devices (significant) effect on the prevention of fraud.
102179964D1E010022KARAKTERISTIK KUANTITATIF TUBUH KAMBING JAWARANDU DAN
PERANAKAN KAMBING BOER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kuantitatif tubuh kambing jawarandu dan peranakan kambing boer. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2014 di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo Desan Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dan Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik tubuh kambing Jawarandu dan peranakan kambing Boer. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk kambing Jawarandu dan peranakan kambing Boer sejumlah 30 ekor di UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo dan Kecamatan Pejawaran. Metode penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, dan uji t dengan variabel bebas yaitu, panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul dan lingkar dada. Hasil penelitian menunjukkan nilai rataan kambing Jawarandu masing-masing adalah panjang badan 82,6±5,9cm, tinggi pundak 80±4,7cm, tinggi pinggul 73,3±8cm dan lingkar dada 87,4±7,3cm. Sedangkan hasil penelitian peranakan kambing Boer menunjukkan nilai rataan masing-masing adalah panjang badan 74,4±5,7cm, tinggi pundak 69,4±3,7cm, tinggi pinggul 52,4±3,3cm dan lingkar dada 85,5±6,8cm. Hasil uji t menunjukkan ada perbedaan nyata antara ukuran tubuh (panjang badan, tinggi badan, dan tinggi pinggul) dan tidak ada perbedaan pada lingkar dada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan ukuran tubuh yaitu panjang badan, tinggi pundak, dan tinggi pinggul antara kambing Jawarandu dan peranakan kambing Boer.This study aimed to know the quantitative characteristics of the body of Jawarandu and Boer goat. The research was conducted in September-October 2014 at Regional Technical Implementation Unit (UPTD) of Mulyorejo Excellent Livestock Breeding Duren Village Tengaran subdistrict Semarang district and Pejawaran subdistrict, Banjarnegara district. The material used were dam of Jawarandu and Boer in a number 30 of goats Unit UPTD of Excellent Livestock Breeding of Mulyorejo and Pejawaran subdistrict. The metode used in this research was descriptive statistical analysis, and t test with independent variables, namely, body length, shoulder height, hip height and chest circle. The results of reseach showed the average value of each Jawarandu goat were 82.6±5,9cm for body length, 80±4.7 cm for shoulder height, 73.3±8 cm for hip height, 87.4±7.3 cm for chest circle. Meanwhile the research result of Boer goat showed that average values of each goat were 74.4±5.7cm for body length, 69.4±3.7cm for shoulder height, 52.4±3.3cm for hip height and 85.5±6.8cm for circle of chest. The t-test results showed that threre were differences among body size(body length,body height, and hip height) significantly and no difference on chest circle. The reseach concluded there were differences among body size including body length, shoulder height, and hip height both Jawarandu and Boer cross.
1021810894H1E009036PEMETAAN RESERVOAR BATU PASIR
MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI
PADA SUB CEKUNGAN SUMATERA SELATAN
DI LAPANGAN “HATI”
Telah dilakukan penelitian Geofisika dengan metode seismik inversi pada Sub Cekungan Sumatera Selatan pada lapangan “Hati”.Lapangan “Hati” ini, berada pada Formasi Air Benakat dengan litologi batu pasir, shale dan karbonat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran model geologi bawah permukaan dan menentukan penyebaran porositas. Pada penelitian ini digunakan tiga data sumur produksi, yaitu sumur Lemigas 1, Lemigas 2, dan Lemigas 3.Data seismik yang digunakan adalah data seismik post stack time migration (PSTM). Berdasarkan beberapa analisis yang dilakukan seperti analisis log, crossplot, dan inversi bahwa sumur Lemigas 1, Lemigas 2 dan Lemigas 3 merupakan daerah yang menunjukkan lapisan batu pasirdengan adanya perselingan antara sandstone dengan shale.Pada sumur lemigas 1 mempunyai nilai impedansi akustik 7086-7890 m/s*g/cc, sumur lemigas 2 berkisar 7488-7890 m/s*g/cc, dan sumur lemigas 3 diatas 6586-7890 m/s*g/cc. Sedangkan hasil model estimasi porositas pada ketiga sumur tersebut memiliki porositas yang dominan sedang antara 11-13%.Geophysical studies have been conducted with seismic inversion methods in Sub South Sumatra Basin in the field "Hati". Field "Hati", located on Water Formation lithology Benakat with sandstone, shale and carbonate. This study aimed to get a picture of subsurface geological model and determine the spread of porosity. In this study, the data used three production wells, ie wells Lemigas 1, Lemigas 2, and Lemigas 3. The seismic data used are post-stack seismic data time migration (PSTM). Based on such analysis done some log analysis, crossplot, and inversions that Lemigas wellsLemigas 1, Lemigas 2 and Lemigas 3 is an area that shows the layers of sandstone with perselingan between sandstone with shale.In wells Lemigas 1 has a value of acoustic impedance 7086-7890 m/s* g/cc, wells Lemigas 2 range 7488-7890 m/s *g/cc, and well above the 6586-7890 Lemigas 3 m/s *g/cc. While the results of the estimation model of porosity in the three wells have a dominant porosity being between 11-13%.
1021911182A1G011001KAJIAN FINANSIAL USAHATANI SALAK PONDOH PADA LAHAN SAWAH DI DESA SEMPOL KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN WONOSOBOAbstrak
Pengembangan produk hortikultura merupakan salah satu aspek pembangunan pertanian. Buah-buahan sebagai salah satu komoditas sub sektor hortikultura telah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Salak adalah salah satu tanaman buah-buahan asli Indonesia yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Desa Sempol merupakan sentra produksi salak pondoh di Kabupaten Wonosobo. Petani salak di Desa Sempol membutuhkan informasi mengenai keuntungan dan biaya yang dipakai dalam usahatani salak pondoh untuk membuat keputusan tentang pengusahaan salak pondoh terutama pada lahan sawah, sehingga diketahui seberapa besar usahatani salak pondoh dapat memberikan keuntungan dan bagaimana kelayakan dari usahatani ini, untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan analisis finansial salak pondoh tersebut.
Tujuan penelitian adalah menghitung besarnya biaya dan pendapatan usahatani salak pondoh di lahan kebun dan lahan sawah, menganalisis kelayakan finansial usahatani salak pondoh di lahan sawah dan sensitivitas usahatani salak pondoh di lahan sawah terhadap perubahan produk yang dihasilkan dan harga produk di Desa Sempol Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan dan analisis finansial kelayakan usahatani.
Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya NPV usahatani salak pondoh di lahan sawah di Desa Sempol Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo sebesar Rp. 544.534.598,89 IRR sebesar 43.74%,payback periode 2 tahun 5 bulan,NET B.C 2,23 Berdasarkan analisis sensitivitas ternyata perubahan harga sebesar 10% dapat menggeser kelayakan bisnis.
Abstract

Horticulture products is one of the agricultural development. Fruits are commodities sub horticulture sector received the attention the government. Salacca edulis reinw is a plant native indonesia fruits widely cultivated by the community. The Sempol is the village center for the production of salacca edulis Reinw in Kabupaten Wonosobo. Farmers of salacca edulis reinw in the Sempol need information about profit and the cost to used in farming operations to make decisions about farming salak.
This research was aimed to calculated the cost and income in the salacca edulis reinw farming in farming land. Financial feasibility of the farming business, and ensitivity of the farming business in farming products resulting and product prices. Research method used is a method of the survey with a method of the sample collection is simple random sampling , while an instrument of the analysis used is an analysis of costs and income and financial analysis of the feasibility of farming.
The results of research suggests that the cultivation of salacca edulis reinw in farming in the Sempol Wonosobo have NPV amount Rp. 544.534.598,89 with IRR amount 43.74 %,payback period 2 years of 5 months and net B.C 2,23 . Based on analysis of the sensitivity it turns out changes in price by 10 percent can shift the feasibility of business
1022011183A1L011113EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN PERTANIAN GUNA MENDUKUNG SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL PROVINSI JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kemampuan lahan, mengetahui faktor-faktor penghambat yang paling dominan dalam klasifikasi kemampuan lahan dan merencanakan pertanian berkelanjutan di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bumijawa menggunakan metode survei dengan ketelitian peta dasar tingkat tinjau mendalam. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive random sampling yaitu setiap Satuan Lahan Homogen (SLH) mewakili satu titik sampel pada SLH seluas 100 hektar. Variabel yang diamati terdiri atas tekstur tanah (t), lereng permukaan (l), drainase (d), kedalaman efektif (k), erosi (e), permeabilitas (P), ancaman banjir (O) dan batuan permukaan (b). Kelas Kemampuan Lahan diperoleh melalui pembandingan antara data dan kriteria masing-masing variabel sesuai kelas kemampuan lahan. Perencanaan pertanian berkelanjutan dilakukan berdasarkan ketidaksesuaian penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bumijawa terbagi menjadi tiga Kelas Kemampuan Lahan yaitu Kelas III seluas 3747,465 ha atau 42,32%, Kelas IV seluas 2094,624 ha atau 23,65% dan Kelas VI seluas 2996,028 ha atau 33,83%. Faktor penghambat paling dominan adalah lereng permukaan pada subkelas III-e dengan kelerengan 8-15%, subkelas IV-e, IV-es dan IV-ews dengan kelerengan 15-30% dan subkelas VI-e dengan kelerengan 30-45%. Terdapat ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kecamatan Bumijawa pada Kelas IV dan VI yaitu penggunaan tanah ladang, kebun dan sawah tadah hujan seluas 2629,586 ha atau 29,69%. This resaerch aimed to determine the land capability classes, determine the factors inhibiting the most dominant in the land capability classification and planning of sustainable agriculture in Tegal, Bumijawa District. The research was conducted in the Tegal, Bumijawa District used a survey method with precision depth review the level of the base map. Sampling was done using purposive random sampling method that is the sampling done on Homogeneous Land Unit (SLH) that every one SLH represents one sample point on 100 hectares SLH. Observed and measured variables consisting of soil texture (t), surface slope (l), drainage (d), effective depth (k), erosion (e), permeability (P), the threat of flooding (O) and rock surface (b). Land Capability Class is obtained by compared with each variable criteria appropriate land capability classes. Sustainable agriculture predict is done with mismatch of land use. The results showed that the District of Bumijawa divided into three classes, there are Land Capability Class III of 3747,465 ha or 42,32%, Class IV of 2094,624 ha or 23,65% and VI 2996,028 ha or 33,83%. The most dominant limiting factor is the slope surface on the subclass III-e with slopes of 8-15%, subclass IV-e, IV-es and IV-ews with slopes of 15-30%, subclass with slopes of VI-e 30-45%. There are a mismatch of land use in the Bumijawa District in Class IV and VI, it is for farmlands use, mixed garden and rainfed area of 2629,586 ha or 29,69%.