Home
Login.
Artikelilmiahs
10018
Update
SATRIO TRI UTOMO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH UMUR INDUK TERHADAP TIPE KELAHIRAN DAN DAYA HIDUP PRASAPIH KAMBING PERANAKAN BOER DI UPTD MULYOREJO SEMARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tipe kelahiran kambing peranakan Boer pada berbagai umur induk, (2) mengetahui daya hidup prasapih kambing peranakan Boer pada berbagai umur induk, dan (3) melihat pengaruh umur induk dengan tipe kelahiran dan daya hidup anak prasapih kambing peranakan Boer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 sampai dengan bulan September 2014 bertempat di UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah data kambing peranakan Boer yang dibagi berdasarkan kelas umur I (18 - 30 bulan), II (31 - 43 bulan), III (44 - 56 bulan), dan IV (57 - 70) pada tahun 2008 sampai 2013. Data diperoleh menggunakan metode survei, dengan penetapan sampel secara “purposive sampling“, kemudian data dianalisis menggunakan uji Khi-Kuadrat (χ2). Karakteristik dilihat dari segi tipe kelahiran dan daya hidup cempe prasapih kambing peranakan Boer. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata litter size kambing peranakan Boer adalah 1,63±0,6 ekor dan rata-rata daya hidup anak prasapih sebesar 61,22±47,07%. Rata-rata umur induk kambing peranakan Boer adalah 48,37±14,59 bulan. Nilai korelasi umur induk dengan tipe kelahiran dan daya hidup prasapih masing-masing sebesar 10,707 (P > 0,05) dan 8,813 (P > 0,05), sehingga pengaruh umur induk terhadap tipe kelahiran dan daya hidup prasapih yang dihasilkan tidak berbeda nyata (P > 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah pengaruh umur induk tidak menentukan tipe kelahiran dan daya hidup prasapih kambing peranakan Boer.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purposes of this study were to (1) determine the crossbreed Boer goat birth type with various does’ age, (2) determine the crossbreed Boer goat kids’ survivability pre-weaning with various does’ age and (3) view the crossbreed Boer goat effect of does' age to birth type and survivability pre-weaning. This study held on August, 2014 until September, 2014 at UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Materials used divided the crossbreed Boer goat by age class I (18-30 months), II (31-34 month), III (44-56 month), and IV (57-70 month) from recording of 2008 until 2013. Data were obtained using survey method, and analyzed using Chi-square test. Sampling was done by purposive sampling. The results showed the crossbreed Boer goat litter size was 1.63±0.6 head and kids' survivability pre-weaning was 61.22±47.07%. The average of crossbreed Boer goat does' age was 48.37±14.59 months. The crossbreed Boer goat does' age effect was not significantly different (P > 0.05) to birth type and kids' survivability pre-weaning with correlation value were 10.707 (P > 0.05) and 8.813 (P > 0.05), respectively. So it can be concluded that the crossbreed Boer goat does’ age didn't affect to birth type and survivability pre-weaning.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save