Artikelilmiahs
Menampilkan 10.341-10.360 dari 50.313 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10341 | 10042 | H1D010038 | KEKUATAN STRUKTUR KOLOM DENGAN VARIASI TULANGAN BAMBU PADA MUTU BETON K-200 | Kolom menempati posisi penting di dalam sistem struktur bangunan. Kegagalan kolom akan berakibat langsung pada runtuhnya komponen struktur lain yang berhubungan dengannya, atau bahkan merupakan batas runtuh total keseluruhan struktur bangunan. Sehingga dalam merencanakan struktur kolom harus memperhitungkan secara cermat, dengan memberikan cadangan kekuatan lebih tinggi dibandingkan untuk komponen struktur lainnya. Namun untuk mengerjakan struktur kolom pada suatu bangunan, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga untuk mengatasinya, penggunaan baja sebagai tulangan dapat disubstitusikan dengan penggunaan material lain, seperti bambu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan struktur kolom bertulangan bambu, yaitu dengan cara membandingkan kapasitas kekuatan kolom bertulangan bambu dengan kapasitas kolom bertulangan baja diameter 6 mm (KBJ). Bambu yang digunakan adalah jenis bambu apus tanpa treatment dengan variasi dimensi 8x8 mm (KBB-8), 10x10 mm (KBB-10) dan 12x12 mm (KBB-12). Sementara itu mutu beton yang digunakan adalah K-200 atau setara dengan 16,6 MPa. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tekan dan lentur terhadap kolom. Untuk pengujian tekan, diberikan beban merata terhadap penampang kolom, sedangkan untuk pengujian lentur digunakan metode beban 2 titik seperti pada pengujian lentur balok. Kemudian sebagai pelengkap, dilakukan pula pengamatan pola keruntuhan pada benda uji baik untuk pengujian tekan maupun lentur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa benda uji KBB-8, KBB-10, KBB-12 memiliki rasio kapasitas tekan dan lentur berturut-turut 89%, 89%, 98% dan 97%, 91%, 81% terhadap KBJ. Pola keruntuhan benda uji pada pengujian tekan diawali dengan retakan bagian atas yang kemudian menjalar semakin besar ke bagian bawah benda uji. Untuk pola keruntuhan pada pengujian lentur, benda uji KBJ, KBB-12 dan KBB-8 didominasi keruntuhan lentur, sedangkan benda uji KBB-10 memiliki pola keruntuhan geser. | Column occupies an important position in the system structure. Failure will result in the column directly to the collapse of other structural components associated with it, or even a total collapse limit overall building structure. Thus, in planning the structure of the column must take into account carefully, by giving up strength higher than for other structural components. But to do a column on a building structure, required no small cost. So to overcome this, the use of steel as reinforcement can be substituted with the use of other materials, such as bamboo. This study was conducted to determine the strength of bamboo reinforced column structure, in example by comparing the strength capacity of bamboo reinforced column with a capacity steel renforced column diameter 6 mm (KBJ). Bamboo is a type of apus bamboo without treatment with dimensions of 8x8 mm variation (KBB-8), 10x10 mm (KBB-10) and 12x12 mm (KBB-12). While the quality of the concrete used was the K-200 or equivalent to 16.6 MPa. Testing is done by providing good load on the column in the field of press and bending. For testing press, given the burdenevenly against the column. As for the bending test, use method 2 points on the cross section of the column. Then as a complement, also conducted observations on the test object pattern collapse good for press and bending test. The results show that the test object KBB-8, KBB-10, KBB-12 has a press and bending capacity ratio respectively 89%, 89%, 98% and 97%, 91% ,81% of the KBJ. Pattern collapse of the specimen in the compressive test begins with cracks the top which then spread to the bottom of the larger specimen. For collapse pattern in the bending test, KBJ, KBB-12 and KBB-8 dominated by flexural collapse. While KBB-10 has shear collapse. | |
| 10342 | 10043 | H1D010049 | KEKUATAN STRUKTUR KOLOM DENGAN VARIASI TULANGAN BAMBU PADA MUTU BETON K-225 | Penggunaan baja sebagai tulangan pada struktur beton bertulang sudah sangat umum, salah satunya adalah struktur kolom. Hal ini karena kekuatan tarik yang dimiliki baja mampu menutupi kekurangan beton. Akan tetapi terdapat permasalahan bahwa baja merupakan bahan tambang yang tidak bisa diperbaharui sehingga termasuk material yang mahal dan dalam proses pembuatannya mengakibatkan turunnya kualitas lingkungan disekitar. Oleh karena itu, diperlukan material lain sebagai pengganti baja yang mempunyai sifat mekanik yang sama, salah satunya adalah bambu. Pada kajian ini dilakukan penelitian penggunaan bambu apus sebagai pengganti tulangan baja pada struktur kolom dengan mutu beton K-225. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan pada struktur kolom tulangan baja dan bambu serta untuk mengetahui pola keruntuhannya. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 buah. Masing-masing 6 buah kolom tulangan baja (KBJ) sebagai benda uji kontrol, 18 buah kolom tulangan bambu dengan variasi pada ukuran sisinya, yaitu 12 mm (KBB 12), 10 mm (KBB 10) dan 8 mm (KBB 8) dengan masing-masing banda uji sebanyak 6 buah. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tekan dan lentur terhadap kolom. Pengujian tekan dilakukan dengan memberikan beban merata terhadap penampang kolom, sedangkan pengujian lentur dilakukan seperti pada pengujian balok dengan metode beban 2 titik. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata kekuatan tekan dan lentur kolom tulangan baja masing-masing sebesar 25,00 ton dan 2,93 ton. Sedangkan rasio rata-rata pengujian tekan dan lentur kolom tulangan bambu terhadap kolom tulangan baja berturut-turut untuk KBB 12, KBB 10 dan KBB 8 sebesar 0,85 dan 0,73, 0,85 dan 0,87 serta 0,84 dan 0,97. Pola keretakan yang terjadi pada pengujian tekan diawali dengan keretakan pada bagian atas kolom kemudian menuju bagian bawah kolom bersamaan dengan pergerakan kolom ke samping. Pada pengujian lentur kolom pola keruntuhan untuk kolom KBJ dan KBB 12 didominasi keruntuhan lentur sedangkan pada kolom KBB 10 dan KBB 8 pola keruntuhan geser mendominasi. | The use of steel as a reinforcement of concrete structures has been very common; one of them is a column structure. This is due to the tensile strength of steel that covers the lack of concrete. However, there are some problems that steel is a mining material which is unable to be updated and it’s include an expensive material resulted in the unsatisfied manufacturing process quality of the surrounding environment. Therefore, it needs another materials required as a replacement that has the same mechanical properties, one of which is bamboo. The study conducted a research about using bamboo as an alternative frame for the steel concrete structure column with the quality concrete of K-225. The purpose of this study is to determine the strength of the structural steel reinforcement columns and bamboo as well as to determine the pattern debris. The test specimens used in this study were 24 pieces. Each of these 6 columns of steel reinforcement as a control specimen, 18 pieces of bamboo reinforcement columns with variation of its side sizes, which is 12 mm (KBB 12), 10 mm (KBB 10) and 8 mm (KBB 8) with each specimen as many as 6 pieces. The experiment test is pressing and bending test of the column. The pressing test is done by giving a smooth load press to the cross section of the column, while the bending test was performed as a test beam with a two load point’s method. The test results showed an average compressive strength and flexural steel frame column respectively 25.00 tons and 2.93 tons. While the average ratio of pressing test and bending test of bamboo column to steel frame column in a row of KBB 12, KBB 10 and KBB 8, 0.85 and 0.73, 0.85 and 0.87 and 0.84 and 0,97. The crack’s pattern that occur in the pressing test begins with cracks on the top of the column and then towards the bottom of the column along with the movement of the column to the side. In the bending test collapse pattern column for the column KBB 12 and KBJ was dominated by bending collapse, meanwhile the KBB 10 and KBB 8 was dominated by shear collapse pattern. | |
| 10343 | 11329 | F1B008054 | DAMPAK KEBIJAKAN ALIH FUNGSI PASAR PURWANEGARA TERHADAP PEDAGANG PASAR IKAN HIAS MINA RESTU KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Dampak kebijakan alih fungsi pasar terhadap pedagang ikan hias mina restu, dimana pasar ini sebelumnya merupakan pasar tradisional purwanegara yang berjualan kebutuhan sehari-hari dan dialih fungsikan menjadi pasar ikan hias dan diatur melalui peraturan daerah, latar belakang pasar ini dialih fungsikan berkaitan dengan kecilnya pendapatan daerah yang didapat dari retribusi pasar sehingg dialihfungsikan dengan tujuan untuk menggali potensi pendapatan daerah melalui retribusi pasar, penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengukur dampak terhadap pedagang, kesimpulan dari penelitian ini yaitu tujuan kebijakan alih fungsi pasar menimbulkan dampak yang diinginkan yaitu adanya peningkatan pendapatan pedagang dan peningkatan infrastruktur pasar serta juga timbulnya dampak yang tidak diinginkan yaitu kesenjangan sosial antar pedagang. Dengan adanya keberadaan pasar ikan hias mina restu saat ini diharapkan pemerintah terus mengawasi aktivitas perdagangan pasar dan ikut membina keberadaan pedagang pasar ikan hias mina restu, serta secara bersama dengan pedagang ikut merencanakan pembangunan perekonomian pasar dalam jangka pendek maupun panjang. | On this research, the concerns is about how the impact of policies that affect the trade of ornamental fish market, where the market before is a traditional market that selling daily needs and being transformed into an ornamental fish market by government, background story of transformation this market is related to an local revenues derived from the market retribution and with aim to explore the potential of local revenues from market retribution, this research using quantitative research methods to measure the impact, the conclusions of this study is the policy objectives over function of this market is giving intended impact that increasing revenue and increasing a market infrastructure as well as unintended impact which is social inequalities between local traders. With the presence of the ornamental fish market the government should continue to monitoring the situation of the market and engaging in trading activity to gaining the prestige of ornamental fish market and gaining trading activity of this market, as well as working together with the merchants in planning the construction of a market economy by short and long term | |
| 10344 | 10910 | F1A010009 | Keterlibatan Anggota PKK dalam Pengelolaan Sampah di RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan Kota Cirebon The Involvement of PKK Members in Garbage Management in RW 08 Merbabu Asih Larangan Village, Cirebon | Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia yang begitu kompleks. Tujuan penelitian mengetahui keterlibatan anggota PKK menjadi nasabah Bank Sampah, serta mengetahui keterlibatan anggota PKK dalam pengelolaan sampah menjadi produk kerajinan di RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sasaran penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yaitu dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode Analisis Interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Keterlibatan Anggota PKK menjadi nasabah Bank Sampah antara lain berperan dalam program pengelolaan sampah, mulai dari tahap awal yaitu mengajak seluruh warga untuk ikut serta dalam kegiatan bank sampah, menentukan lahan untuk penyimpanan sampah anorganik, menyiapkan peralatan kegiatan bank sampah, memilah-milah sampah yang anorganik dan organik kemudian sampah dikumpulkan atau dijual di Bank Sampah. (2) Keterlibatan Anggota PKK RW 08 Merbabu Asih dalam pengelolaan sampah menjadi produk kerajinan yaitu mengumpulkan sampah sebagai bahan kerajinan dengan konsep 3R. Tim Penggerak PKK SECERAH PAGI RW 08 Merbabu Asih dalam kegiatan pengelolaan sampah memberikan pelatihan atau penyuluhan kepada masyarakat dalam membuat produk kerajinan, adanya reward atau manfaat dari hasil penjualan produk kerajinan untuk meningkatkan pendapatan, selain itu juga, mendapatkan penghargaan atau reward meraih Juara I lomba Kelurahan tingkat propinsi Jawa Barat, kemudian diraihnya Adi Upaya Puritama, sebagai perumahan yang bersih. | Garbage is a consequence of the existence of such a complex human activity. The purpose of this research is to determine how far is the involvement of the PKK members as the customers of the trash bank and how do they process the garbage into craft products in RW 08 Merbabu Asih, Larangan village, Cirebon. This research uses descriptive qualitative research method. Research target retrieval technique used in this research is purposive sampling. Method of data collection was done by interview, observation, and documentation. Analysis method that used in this research is interactive analysis method. The result of this research found that (1) the involvement of PKK members as customers of trash bank in RW 08 Merbabu Asih are very helpful in mobilize and empower people about garbage management, started from the first step to invite all citizens to participate in the activities of trash bank, determine land for inorganic waste storage, preparing equipment for trash bank activities, sifting through inorganic and organic garbage, then the garbage collected in trash bank or be sold. (2) The involvement of PKK members of RW 08 in waste management to produce handicrafts is to collect garbage as craft materials with 3R concept. PKK SECERAH PAGI RW 08 Merbabu Asih in waste management activities provide training or outreach to the community in making handicraft products, any reward or benefit from the sale of handicraft products to increase revenue. RW 08 Merbabu Asih awarded Champion won the village contest in West Java provincial level. Then they achieved Adi Upaya Puritama, as clean housing. | |
| 10345 | 10908 | C1L009045 | FACTORS AFFECTING TAX OBLIGATION FULFILLMENT OF INDIVIDUAL TAXPAYERS CONDUCTING BUSINESS AND INDEPENDENT PERSONAL SERVICES (Empirical Study In KPP Pratama Cilacap) | The purpose of this study was determine the factors that partially and simultaneously affect tax obligation fulfillment of individual taxapayers conducting business and independent personal services on study in KPP Pratama Cilacap. The variables of this study consisted of independent variables and the dependent variable. There were six independent variables. Operated is were taxpayer awareness (X1) , level of educations (X2), level of understanding / knowledge of tax regulations (X3), quality of service tax (X4), tax penalties (X5), and tax supervision (X6). The dependent variable is the fulfillment of tax obligations (Y). Population in this research was individual taxpayers conducting business activity and independent personal service listed in KPP Pratama Cilacap. The research samples were 97 respondents. This study use multiple regression with SPSS program version 17.0 to examine the influence independent variable of fulfillment of tax obligation. The result of this study showed that variable of taxpayers awareness and tax supervision have a significant influence on fulfillment of tax obligations. Meanwhile, four other variables of level of education, level of understanding / knowladge of tax regulation, quality of service tax, tax penalties do not have significant influence on fulfillment of tax obligation. | The purpose of this study was determine the factors that partially and simultaneously affect tax obligation fulfillment of individual taxapayers conducting business and independent personal services on study in KPP Pratama Cilacap. The variables of this study consisted of independent variables and the dependent variable. There were six independent variables. Operated is were taxpayer awareness (X1) , level of educations (X2), level of understanding / knowledge of tax regulations (X3), quality of service tax (X4), tax penalties (X5), and tax supervision (X6). The dependent variable is the fulfillment of tax obligations (Y). Population in this research was individual taxpayers conducting business activity and independent personal service listed in KPP Pratama Cilacap. The research samples were 97 respondents. This study use multiple regression with SPSS program version 17.0 to examine the influence independent variable of fulfillment of tax obligation. The result of this study showed that variable of taxpayers awareness and tax supervision have a significant influence on fulfillment of tax obligations. Meanwhile, four other variables of level of education, level of understanding / knowladge of tax regulation, quality of service tax, tax penalties do not have significant influence on fulfillment of tax obligation. | |
| 10346 | 11198 | G1A007086 | PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT (PASIEN) ANTARA PEMILIHAN PENGOBATAN DI KLINIK DAN PENGOBATAN ALTERNATIF Studi di ADI. F Purwokerto | Konsep sehat dan sakit berkembang seiring majunya jaman. Tingginya derajat kesehatan menyebabkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa pengobatan klinik dan alternatif. Berobat merupakan salah satu bentuk dari perilaku sehat dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan persepsi masyarakat antara pemilihan pengobatan di klinik dan pengobatan alternatif khususnya di Klinik Alternatif Modern ADI. F. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif pada informan utama sebanyak enam orang pasien Klinik Alternatif Modern ADI. F. Proses penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap informan yang dilakukan secara mendalam dan berkesinambungan (Depth Interview). Secara umum dari hasil penelitian informan mempersepsikan pengobatan alternatif adalah pengobatan yang menggunakan ramuan herbal dan dipadukan terapi bekam, totok, kop dengan biaya yang terjangkau dan aman dari zat kimia yang terdapat dari obat. Persepsi dari informan didapat dari pengetahuan yang bersal dari informasi-informasi dan pengalaman keluarga serta orang lain, ini yang menjadi acuan bagi informan untuk menekuni pengobatan alternatif. Kesimpulan: Pengobatan non klinis adalah pengobatan yang menggunakan ramuan herbal dan dipadukan terapi bekam, totok, kop dengan biaya yang terjangkau dan aman dari zat kimia obat. | Health and sick concept evolve as advanced age. The high degree of health led to high public interest to use the service of clinical medicine and alternative. Medication is one from of healthy behaviors are influenced by the knowledge and perfections. The purpose of this study is how the knowledge and perceptions between the selection of clinical medicine and alternative medicine espesially in modern altenative clini of ADI. F. The research prosess conducted by an interview of the informan conducted in-depth and continous ( Depth Interview). In general, the result of the study, informan perceive altenative medicine is a treatment that use herbs and combined with cupping therapy, acupressure and infrared rays with affordability and safety of chemical substances contained in medical. Perception of the informant obtained from the knowledge derived from the information and experience as well as other people’s and families, this is the reference for the informant to pursue alternative treatment. Conclusion: alternative medicine is a treatment that use herbs and combined with cupping therapy, acupressure and infrared rays with affordability and safety of chemical substances contained in medical. | |
| 10347 | 10044 | E1A007136 | KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERTIBAN LOKALISASI PROSTITUSI DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Kewenangan Pemerintah Daerah Dalam Penertiban Lokalisasi Prostitusi Di Kabupaten Banyumas”. Keberadaan Lokalisasi prostitusi menjadi masalah yang kompleks di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali juga di Kabupaten Banyumas. Nilai ekonomi yang didatangkan dari bisnis ini selain memberikan kontribusi langsuk dan tidak langsung, juga membawa pertentangan atas terjadinya pengurangan nilai-nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat. Di sisi lain sebagai suatu konsekuensi sebagai Negara Hukum, maka Penertiban terhadap bentuk lokalisasi dan prostitusi di daerah oleh pejabat yang berwenang haruslah sesuai dengan ketentuan peraturan - perundangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Bahan hukum yang dikumpulkan meliputi bahan hukum primer dan sekunder. Metode penyajian bahan hukum dalam penyusunan penelitian ini disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan analisis bahan hukum dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas mempunyai kewewenangan Atributif dalam penertiban lokalisasi prostitusi di Kebupaten Banyumas, sesuai dengan Perda Kabupaten Banyumas Nomor 2 Tahun 1973 tentang Pembatasan Pelacuran dan pelaksanaan penertiban dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja berdasarkan Perda Kabupaten Banyumas Nomor 15 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja. | This study, entitled " The Authority of District Government in Ordering Localization of Prostitution in Regency of Banyumas ". Localization existence of prostitution becomes a complex problem in various regions in Indonesia, not least also in Banyumas . The economic value of the business brought in addition to contributing indirect or undirectly , also brought conflict over the reduction in the values and norms that exist in society . On the other hand as a consequence of a State of Law, the curbing of the form of localization and prostitution in the area by the competent authority shall be in accordance with the provisions of the regulations. This study uses normative juridical research. Legal materials collected include primary and secondary legal materials. Method of presentation of legal materials in the preparation of this study are presented in the form of systematically arranged description and analysis of normative legal materials is done qualitatively. Results of research and discussion stated that the Government Regency Banyumas has the Atributions Authority in ordering localization of prostitution, accordances with Banyumas Regulations Perda Kabupaten Banyumas Nomor 2 Tahun 1973 tentang Pembatasan Pelacuran and implementation undertaken by Satuan Polisi Pamong Praja based on Perda Kabupaten Banyumas Nomor 15 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja. Keywords : Authority , Localization Prostitution , Publisher | |
| 10348 | 10046 | E1A010081 | KAJIAN TENTANG REFERENDUM SEBAGAI CARA PEROLEHAN DAN PELEPASAN WILAYAH MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi Terhadap Kasus Referendum Crimea Bergabung Dengan Rusia Tahun 2014) | Referendum merupakan salah satu cara yang digunakan untuk perolehan dan pelepasan wilayah. Pasal 1 Konvensi Motevideo 1933 wilayah merupakan salah satu unsur penting negara. Referendum dinilai cara perolehan dan pelepasan wilayah yang demokratis dan tidak bertentangan dengan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme referendum suatu wilayah berdasarkan hukum internasional dan pelaksanaan referendum dalam kasus referendum Crimea. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan historis. Mekanisme referendum berdasarkan hukum internasional adalah melakukan dialog antar pihak yang berkonflik, melakukan mediasi dengan mediator, menentukan persiapan mengenai semua hal pelaksanaan referendum, hasil referendum diumumkan kepada rakyat dan masyarakat internasional, dan melakukan pemulihan keadaan setelah seluruh proses referendum selesai. Referendum Crimea tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur menurut hukum internasional karena terdapat intervensi Rusia yang memiliki keuntungan dan sifat tidak netral terhadap referendum Crimea. Referendum Crimea pelaksanaannya bertentangan dengan ketentuan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB mengenai larangan perolehan wilayah dengan kekerasan yang dilakukan oleh negara. Referendum digunakan untuk perolehan dan pelepasan wilayah yang dilakukan oleh suatu negara dan mekanisme pelaksanaan referendum tidak boleh bertentangan dengan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB. Penempatan pasukan militer Rusia di Crimea merupakan tindakan intervensi terhadap pelaksanaan referendum di Crimea dan bertentangan dengan ketentuan Piagam PBB dan Helsinki Final Act 1975. | The referendum is one of the means used for the acquisition and disposal area. Article 1 of the Convention in 1933 Motevideo region is one of the essential elements of the state. Referendum was assessed how the acquisition and disposal of a democratic region and not contradictory with Article 2, paragraph 4 of the UN Charter. This study aims to determine the mechanism of a referendum on the territory under international law and the referendum in the case of the Crimean referendum. This study uses normative juridical method using a case-based approach and a historical approach. The mechanism of a referendum based on international law is a dialogue between the parties in conflict, mediation with a mediator, determines the preparation of all things implementation of a referendum, the results of the referendum were announced to the people and the international community, and to recover state after the entire referendum process is completed. Crimea referendum was not implemented in accordance with the procedures according to the international law because there is a Russian intervention which has advantages and nature are not neutral towards the Crimean referendum. Crimea referendum practice contrary with the provisions of Article 2, paragraph 4 of the UN Charter on the prohibition of the acquisition of territory by force by the state. The referendum is used for the acquisition and disposal area by a country and mechanism of implementation of the referendum should not be contrary to Article 2 paragraph 4 of the UN Charter. Placement of Russian military forces in the Crimea is an act of intervention against implementation of the referendum in the Crimea and conflicting with the provisions of the UN Charter and the Helsinki Final Act in 1975. | |
| 10349 | 11199 | A1L010116 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS PADA BEBERAPA RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SECARA ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pertumbuhan tanaman kubis pada berbagai rakitan teknologi budidaya secara organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati. (2) hasil tanaman kubis pada berbagai rakitan teknologi budidaya secara organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati. (3) dua rakitan teknologi budidaya kubis organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang paling efisien dan produksinya tetap tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2014 sampai Agustus 2014, di lahan milik petani Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rakitan teknologi budidaya kubis berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan, jika dibandingkan dengan rakitan anorganik P6 / (Pupuk kandang 10 ton/ha + pupuk urea 100 kg/ha + TSP 80 kg/ha + dan KCL 50 kg/ha). Rakitan teknologi budidaya kubis berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati belum mampu meningkatkan komponen hasil, jika dibandingkan dengan rakitan anorganik / P6 (Pupuk kandang 10 ton/ha + pupuk urea 100 kg/ha + TSP 80 kg/ha + dan KCL 50 kg/ha). Dua rakitan teknologi budidaya kubis organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang paling efisien dan produksinya tetap tinggi adalah rakitan P2 (Pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah 0,56 l/ha + dolomit 2 ton/ha + kombinasi POC daun 0,56 l/ha dan fosfat nabati 8,4 l/ha + pestisida nabati maja gadung 8,4 l/ha) dengan tingkat produksi 26 ton/ha dan profit rate 68,30 %, dan rakitan P5 (Pupuk kandang 10 ton/ha + POC Tanah 0,56 l/ha + kombinasi POC daun 0,56 l/ha + agensia hayati Trichoderma harzianum 12 ons/ 6 m2+ Mikoriza 0,2 g/tanaman) dengan tingkat produksi 29 ton/ha dan profit rate 76,41%. | This research to know: (1) the growth of cabbage plants in various organic cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide. (2) the yield of cabbage plants in various organic cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide. (3) two organic cabbage cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide that are the most efficient and make the production remain high. The research was conducted from April 2014 to August 2014, in land owned by farmers of Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. The design used was a Complete Randomized Block Design (CRBD) with 6 treatments and 4 replications. The results showed that cabbage cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticideas could not increase the growth component, if compared with the inorganic assembly or P6 (manure 10 tons/ha + 100 kg/ha of urea + 80 kg/ha of TSP + and 50 kg/ha of KCL). The cabbage cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticideas could not increase the yield yet comoponent, if compared with the inorganic assembly or P6 (manure 10 tons/ha + 100 kg/ha of urea + 80 kg/ha of TSP + and 50 kg/ha of KCL). Two organic cabbage cultivation technology based liquid organic fertilizer and botanical pesticide that weremost efficient and made the production remain high were assembly P2 (10 tons of manure/ha + 0,56 l/ha of soil liquid organic fertilizer + 2 tons/ha of dolomite + combination of 0,56 l/ha of leaves liquid organic fertilizer and 8,4 l/ha of vegetable phosphate + 8,4 l/ha of botanical pesticide made from maja fruit and gadung tuber) with the level of production was 26 tons/ha and the profit rate was 68.30 %, and assembly P5 (10 tons of manure/ha + 0,56 l/ha of soil liquid organic fertilizer + combination of 0,56 l/ha leaves liquid organic fertilizer + 12 ons/6 m2 of biological agent Trichoderma harzianum + 0,2 g/plants of Mycorrhiza) with the level of production was 29 tons/ha and the profit rate was 76.41 %. | |
| 10350 | 10045 | E1A010027 | Tanggung Jawab Hukum Bank Akibat Kelalaian Pegawai Bank Memasukan Nomor Rekening Nasabah Dalam Transfer Uang Di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Purwokerto | Transfer uang merupakan suatu kegiatan memindahkan sejumlah uang dari pengirim kepada penerima di suatu tempat. Salah satu kendala yang dapat timbul dalam kegiatan transfer adalah akibat kelalaian yang disebabkan oleh pihak bank sendiri. Kelalaian yang seringkali terjadi adalah kesalahan dari pegawai bank dalam memasukan nomor rekening nasabah pada saat transfer, sehingga mengakibatkan tidak diterimanya atau terlambatnya pengiriman yang dapat menyebabkan kerugian bagi pihak pengirim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab hukum bank serta cara penyelesaian dalam hal terjadi kelalaian pegawai bank memasukan nomor rekening nasabah yang mengakibatkan kiriman uang tidak sampai pada tujuan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif, lokasi penelitian di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Purwokerto, data yang digunakan adalah data sekunder dengan penunjang data sekunder berupa wawancara dengan pihak bank, analisis dengan metode normative kualitatif. Dari hasil penelitian dan analisa, diperoleh jawaban: bahwa tanggung jawab yang diberikan pihak bank adalah dengan memperbaiki kekeliruan tersebut, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan juga akan memberikan ganti rugi kepada pihak yang mengalami kerugian akibat kekeliruan tersebut, sesuai dengan Pasal 1365, 1366, dan 1367 KUH Perdata. Cara penyelesaian yang ditempuh adalah sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 11 ayat (2) dan (3) Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/ 23 /PBI/2012 tentang Transfer Dana, yaitu dengan melakukan pembatalan, maupun perubahan perintah transfer. Apabila uang yang telah masuk ke rekening yang salah pada bank yang sama telah digunakan oleh pemilik rekening, maka akan diselesaikan dengan jalan musyawarah. Selanjutnya jika uang yang telah masuk ke rekening yang salah pada bank yang berbeda dan telah digunakan oleh pemilik rekening, maka bank akan meminta bantuan bank penerima untuk menghubungi pemilik nomor rekening, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam hal pemilik nomor rekening yang salah tersebut tidak bersedia mengembalikan uang yang telah masuk ke rekeningnya, diancam dengan pidana dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011. Akhirnya disarankan dalam setiap transaksi transfer para pegawai bank hendaknya dapat lebih teliti agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kiriman uang tidak sampai pada tujuan. Ketika terjadi kekeliruan kiranya pihak bank dapat bertanggung jawab dan menyelesaikannya tanpa harus menempuh jalur hukum. | Money transfer is an activity of moving an amount of money from the sender to the receiver somewhere. One of some obstacles that can occur in transfer activity is caused by the carelessness of the bank itself. The carelessness that occurs frequently is the carelessness of the bank officer in entering the number of bank account in transfer activity, and it causes the transfer process is not received or being late and causes the financial loss for the sender. The purpose of this research is to know the law responsibility from the bank and also the problem solving in case of the carelessness from the bank officer when they process the bank account and cause the money transfer does not reach to the receiver. This research is using normative juridical approach method, with descriptive specification, located in PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Purwokerto Branch Office, using secondary data with the bank interview. The result of this research shows that the responsibility given by the bank is by repairing the carelessness, as told in the Section 56 of Law Number 3 Year 2011 about the Money Transfer and also giving the substitute to the party who suffers financial loss caused by the carelessness, as told by the Section 1365, 1366, and 1367 KUHP Perdata. The problem solving of the carelessness is by doing cancellation or the change in transfer order, as told in Section 11 Verse (2) and (3) Peraturan Bank Indonesia Number 14/ 23/PBI/2012 about Money Transfer. If the money transferred to the wrong account in the same bank is used by the owner of the bank account, so it will be solved by mediation. Then, if the money transferred to the wrong account in the different bank is used by the owner of the bank account, the bank will ask the help from the received bank to call the bank account owner, to solve the problem. In case of the bank account owner does not want to return the money transferred to his/her account, the punishment in Section 85 Law Number 3 Year 2011 will be given. In every transfer transaction, the bank officer should give more attention to avoid the mistake that causes the money transfer does not reach the destination. When the mistake happens, the office bank should give the responsibility and solve the problem without any law approach. | |
| 10351 | 10047 | F1C009051 | STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA DALAM MENYUKSESKAN PROGRAM PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT | Sarana Transportasi merupakan salah satu penunjang perkembangan pembangunan suatu wilayah. Jawa Barat sebagai sebuah provinsi besar dengan jumlah penduduk sekitar 45 juta orang, membutuhkan sarana transportasi yang memadai untuk mendukung kebutuhan transportasi jarak jauh. Dalam dokumen terakhir RPJMD 2008-2013 Provinsi Jawa Barat mencatat hingga akhir tahun 2007 Jawa Barat belum memiliki sarana transportasi udara yang memadai, dengan demikian dibutuhkan bandara baru yang dapat menampung kebutuhan tersebut dan terpilihlah Kecamatan Kertajati, Majalengka, sebagai wilayah pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tugas dan fungsi Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka serta mengetahui strategi komunikasi Humas Setda Majalengka dalam menyukseskan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa tugas dan fungsi Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka dalam program tersebut adalah melakukan Sosialisasi dan Publikasi. Sedangkan strategi komunikasi yang dilakukan untuk menyukseskan Program Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat yaitu dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat, merancang pesan, memilih media, melakukan sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat, dan mengevaluasi program yang sedang berjalan dan hambatannya untuk dievaluasi. | Public transportation is one of the supporting elements in the developments of a regency. West Java is a major province with population around 45 million people. It need proper public transportation to support. According to RPJMD 2008-2013, until 2007, West Java has not yet had a proper air transportation. It means a new airport is needed to facilitate the major needs. And Kertajati Sub-disctrict, Majalengka, is choosen as the location of international airport that will build on. The purpose of the research is to understand the job and the function of Public Relations in Regional Secretariat Department of Majalengka. also understand the communication strategy to support the development of West Java International Airport. This research using qualitative method with descriptive approach. The data were gained by observation, deep interview, and documentation technique. And purposive sampling was used to choosing the informant. Based on the result, it can be concluded that the duties and functions of Regional Secretariat of Public Relations Majalengka District in the program is to conduct socialization and publication. While the communication strategy in succeeding The Development of West Java International Airport conducted was community approaches, designing messages, selecting media, conducting socialization and publication to the public, and evaluating the program. | |
| 10352 | 10048 | C1J010012 | INCOME OF DURIAN FRUIT FARMING IN KARANGRAU VILLAGE BANYUMAS SUBDISTRICT BANYUMAS REGENCY | RINGKASAN Judul penelitian ini adalah "Pendapatan Usahatani Durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas". Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk menentukan struktur biaya pertanian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. (2) Untuk menentukan pendapatan usahatani durian dalam lima tahun terakhir panen di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. (3) Untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jumlah pohon dan pupuk terhadap produksi durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. (4) Untuk menentukan apakah petani durian telah memenuhi kriteria KHL bagi petani durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data primer dari responden berdasarkan petani durian yang memiliki minimal empat pohon produktif dan telah melakukan pertanian durian di lima musim panen terakhir. Analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani biaya, analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, Analisis Net Present Value, dan Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Struktur biaya usahatani durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas termasuk biaya tetap atau biaya sewa tanah dengan total biaya tetap selama sepuluh tahun pertanian durian yang di rata-rata Rp4.097.733,00, sedangkan biaya untuk biaya variabel (benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) dengan rata-rata total biaya variabel sebesar Rp8.290.206,00. (2) Tingkat pendapatan bersih yang diperoleh oleh petani durian selama sepuluh tahun di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dari hasil analisis data primer adalah Rp16.819.026,00. Setelah itu dikurangi dengan penyusutan peralatan sebesar Rp368.969,00, laba bersih yang diterima oleh petani adalah Rp16.450.057,00 selama sepuluh tahun. Ini berarti bahwa setiap petani durian di desa Karangrau memperoleh laba bersih sebesar Rp1.681.903,00 setiap tahun. (3) Variabel pupuk berpengaruh positif terhadap volume produksi durian.(4) Secara keseluruhan petani durian di Desa Karangrau belum memenuhi KHL Kabupaten Banyumas. Dari penelitian ini usahatani durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas masih perlu dipertahankan karena usahatani tersebut menguntungkan dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan petani. Penggunaan pupuk dan obat untuk pohon durian sebaiknya dengan menggunakan takaran yang tepat sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Pertanian setempat. Selain itu, keseluruhan petani durian dinyatakan belum memenuhi kriteria KHL Kabupaten Banyumas, untuk itu petani durian diharapkan lebih merawat pohonnya dengan baik dan menggunakan standart penanaman usahatani durian yang sesuai aturan agar pohon duriannya tidak mudah terserang hama penyakit dan menghasilkan durian yang berkualitas baik. Agar pendapatan dari usahatani durian di Desa Karangrau dapat meningkat serta usahatani duriannya dapat lebih maju dan berkembang. | Abstract This research was entitle "Income of Durian Fruit Farming in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency". The purpose of this research i.e (1) To determine the cost structure of farming in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency. (2) To determine the income of durian farming in the last five years of harvest in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency. (3) To determine the effect of land area, number of tree and fertilizer toward durian production in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency. (4) To determine whether durian farmers has fulfilled the criteria of LNC for durian farmers in Karangrau Village Banyumas SubDistrict Banyumas Regency. The data in use is the primary data by the respondents based on the durian farmers who had minimally four productive trees and has carried out durian farming in the last five harvest seasons. Data analysis used is farming cost analysis, revenue analysis, R/C Ratio Analysis, Net Present Value Analysis, and Multiple Regression Analysis. The results of this study shows that (1) The cost structure of durian farming in Karangrau village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency included the fixed cost or the cost of land lease with the total of fixed cost for ten years of durian farming which is in average of Rp4,097,733.00, while the cost for variable cost (seed, fertilizer, pesticide and labor) with the total average of variable cost is Rp8,290,206.00. (2) The level of net income earned by durian farmer for ten years in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency from the result of primary data analysis is Rp16,819,026.00. After it is deducted by the depreciation of equipment of Rp368,969.00, the net income earned by farmer is Rp16,450,057.00 for ten years. It means that each durian farmer in Karangrau village earned net profit of Rp1,681,903.00 each year. (3) Fertilizer variable has positive effect toward the volume of durian production. (4) Overall durian farmers in Karangrau Village are not yet eligible to LNC Banyumas Regency. From this research, durian farming in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency still need to be maintained for the benefit of farming and contribute to the income of farmers. The use of fertilizers and pesticides for durian trees should be using the appropriate dose according to standards set by the Board of Agriculture. In addition, the overall durian farmers not yet eligible to LNC Bayumas Regency, for the farmers expected a durian trees is well cared for and using standard farming of planting durian for durian trees according to the rules that are not susceptible to pests and diseases and produce a good quality durian. That revenues from durian farming in Karangrau Village can be increase and durian farming can be more advanced and developed. | |
| 10353 | 10049 | C1J010021 | INFLUENCE OF ASSET, PROFIT, BUSINESS PERIOD AND INTEREST RATE TOWARD THE NUMBER OF CREDIT TAKEN BY SMEs (Case Study : SMEsi n Kembaran Sub-District Banyumas District) | Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode survey yang berjudul “Pengaruh Aset, Keuntungan, Lama Usaha, dan Tingkat Bunga Terhadap Besarnya Jumlah Kredit Yang Diambil Oleh UMKM (Studi Kasus: UMKM di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari aset, keuntungan, lama usaha dan tingkat suku bunga terhadap besarnya kredit yang diambil oleh UMKM di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Objek penelitian ini adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Kecamatan kembaran Kebupaten Banyumas. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis linier berganda dengan menggunakan uji asumsi klasik dan uji statistik, sedangkan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh digunakan uji elastisitas. Hasil dari penelitian ini melalui uji t dan uji F menunjukan bahwa aset, keuntungan, dan lama usaha berpengaruh positive dan signifikan, sedangkan tingkan suku bunga berpengaruh negative dan signifikan terhadap jumlah kredit yang diambil oleh UMKM, sedangkan dengan menggunakan uji elastisitas, keuntungan adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap besarnya jumlah kredit yang diambil oleh UMKM. | ABSTRACT The purpose of this research is to analyze the influence of asset, profit, business period, and the interest rate toward the sum of credit that is taken by SMEs in Kembaran sub-district Banyumas district. Object of this study is Macro, Small, Medium enterprise (SMEs) which is located in Kembaran sub-district Banyumas district. The type of data used is primary and secondary data. Data analysis technique used is multiple linier analysis technique with using classical assumption test and statistical test, while to determine the most influential variable is used elasticity test. The research result through t test and F test indicates that asset, profit, and business period have positive and significant influence, whereas the interest rate has negative and significant influence toward the sum of credit taken by SMEs. By using elasticity test, profit is the most influential variable toward the amount of credit taken by SMEs. Keywords: SMEs, Assets, Profit, Business Period, Interest Rate, and Credit. | |
| 10354 | 6857 | B1J009052 | HUBUNGAN RASIO TOTAL NITROGEN DAN TOTAL FOSFOR DENGAN KELIMPAHAN CHLOROPHYTA DI PERAIRAN WADUK PENJALIN, KABUPATEN BREBES | Nitrogen (N) dan fosfor (P) merupakan makronutrien yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme autotrof termasuk fitoplankton. Nitrogen merupakan komponen utama dalam penyusunan protein di dalam tubuh. Fosfor selain berfungsi dalam pembentukan protein dan metabolisme bagi fitoplankton, P juga berperan dalam transfer energi di dalam sel misalnya Adenosine Triphosfate (ATP). Unsur N dan P dalam perairan dibutuhkan oleh fitoplankton dalam perbandingan yang berbeda. Rasio total N dan total P disuatu perairan dengan demikian dapat dijadikan sebagai penentu faktor pembatas di perairan. Chlorophyta merupakan divisi fitoplankton yang mempunyai peranan penting di berbagai perairan tawar dan merupakan pakan alami bagi ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan jenis Chlorophyta yang melimpah di Perairan Waduk Penjalin; hubungan total nitrogen (TN), hubungan total fosfor (TP), besarnya TN/TP dan hubungan TN/TP, serta hubungan TN, TP, dan TN/TP dengan kelimpahan Chlorophyta di Perairan Waduk Penjalin. Penelitan menggunakan metode survei, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada 7 stasiun yaitu 3 stasiun inlet, stasiun tengah, percobaan budidaya, dermaga, dan outlet. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan interval waktu 4 minggu. Hubungan rasio total nitrogen dan total fosfor dengan kelimpahan Chlorophyta dianalisis dengan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian didapatkan Chlorophyta sebanyak 23spesies. Hubungan rasio total nitrogen dan total fosfor dengan kelimpahan Chlorophyta menunjukkan korelasi yang kuat antara TN, TP, dan TN/TP secara bersama dengan koefisien korelasi sebesar 0,768, dan kehandalan hubungan ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 58,98%. Hasil analisis regresi hubungan TN, TP, dan TN/TP ditunjukkan melalui persamaan Y = 58,945 - 3,181 TN+ 84,752 TP+ 0,073 TN/TP. | Nitrogen (N) and phosphorus (P) is a macronutrient required for the survival of autotroph organisms including phytoplankton. Nitrogen is a major component in the composing of protein in the body. The phosphorus in addition to function in protein synthesis and metabolism of the phytoplankton, phosphorus also play a role in the transfer of energy within cells for example Triphosfate Adenosine (ATP). N and P in the water is needed by phytoplankton in different comparison. Therefore ratio of N total and P total in the water can be used as a determinant of the limiting factors in the waters. Chlorophyta is a phytoplankton division which has important role in a variety of freshwater and it is the natural feed for fish. The purpose of this study are to determine the relationship of nitrogen total (NT), phosphorus total (PT), NT/PT, and also NT, PT and NT/PT with an abundance of Chlorophyta in Penjalin Reservoir water. This research use survey methods. Sampling was done by purposive sampling at 7 stations, those are 3 stations namely inlet, central station, experimental cultivation, docks, and outlets. The sampling was done 3 times with a repetition interval of 4 weeks. The relationship ratio of nitrogen total and phosphorus total with an abundance of Chlorophyta are analyzed by correlation and regression analysis. The result showed 23 species of Chlorophyta. The relationship ratio of nitrogen total and phosphorus total with an abundance of Chlorophyta show a strong correlation between NT, PT, dan NT/PT with a correlation coefficient of 0,768, with the reliability of the relationship is shown by the determination coefficient of 58,98%. Regression analysis of NT, PT, dan NT/PT indicated by the equation Y = 58,945 - 3,181 NT+ 84,752 PT + 0,073 NT/PT. | |
| 10355 | 10050 | F1F007048 | THE EFFECTIVENESS OF READING ALOUD ON POPULAR CARTOON COMICS IN IMPROVING SPEAKING PERFORMANCE (AN EXPERIMENTAL STUDY IN INTERMEDIATE LEVEL OF BRAVE ENGLISH COURSE SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui bagaimana kemampuan berbicara siswa level intermediate di BEC, (2) mengetahui efek membaca keras pada kartun komik populer dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa level intermediate di BEC, (3) mengetahui pendapat siswa tentang membaca keras pada kartun komik populer dalam meningkatkan kemampuan berbicara mereka. | The purposes of this research are (1) to know how is the students’ ability of speaking performance at the intermediate level of BEC, (2) to know the effectiveness of reading aloud on popular cartoon comics in improving speaking performance at the intermediate level of BEC, (3) to know the students’ opinion about reading aloud on popular cartoon comics in improving their speaking performance. | |
| 10356 | 10051 | C1B010121 | ANALISIS PENGARUH GAJI, KEMAMPUAN KERJA, PENGALAMAN KERJA DAN SARANA PRASARANA TERHADAP KINERJA TENAGA PENGAJAR EKSTERNAL (Studi Pada Pondok Pesantren Di Wilayah Kecamatan Purwokerto Utara) | Judul penelitian adalah “analisis pengaruh gaji, kemampuan kerja, pengalaman kerja dan sarana prasana terhadap kinerja tenaga pengajar esternal” (studi pada pondok pesantren di wilayah kecamatan purwokerto utara). Subyek penelitian ini adalah tenaga pengajar eksternal pondok pesantren dengan mengambil 33 sampel. Metode penelitian ini menggunakan sampel jenuh, yaitu mengambil setiap anggota populasi menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Judul penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gaji, kemampuan kerja, pengalaman kerja dan sarana prasana terhadap kinerja tenaga pengajar esternal. Hasil dari penelitian ini adalah gaji, kemampuan kerja, pengalaman kerja dan sarana prasana mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga pengajar esternal. Implikasi dalam penelitian ini adalah (1) pondok pesantren perlu memperhatikan gaji yang harus dibayarkan terhadap tenaga pengajar eksternal dengan memperhatian kelayakan dan keadilan gaji. (2) Guna meningkatkan kemampuan dan pengalaman kerja, pondok pesantren perlu mengadakan dan mengikutsertakan tenaga pengajar eksternal dalam kegiatan pelatihan mengajar. (3)Pondok pesantren perlu meningkatkan kelengkapan sarana dan prasarana pondok pesantren agar memudahkan berjalannya kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren. | This research entitled “Influence Analysis of Salary, Working Ability, Working Experience and Infrastructure toward the Performance of External Teacher” (A Study at Islamic Boarding House in the North Purwokerto area). The subject of this research was external teacher of Islamic Boarding House by taking 33 teachers as sample. The research method used saturation sampling which took every member of population as sample. This research used multiple regression analysis method. This research aimed to analyze the influence of salary, working ability, working experience and infrastructure toward the performance of external teacher. The result of this research was salary, working ability, working experience and infrastructure had positive and significant influence toward the performance of external teacher. The implications of this research were (1) Islamic Boarding House needs to consider the salary that must be paid to the external teacher by considering the appropriateness and fairness of the salary. (2) In order to enhance working ability and working experience, Islamic Boarding House needs to conduct and engage the external teacher in teaching training activities. (3) Islamic Boarding House needs to improve the completeness of infrastructure at Islamic Boarding House in order to facilitate the teaching and learning activities in Islamic Boarding House. | |
| 10357 | 10052 | F1A010037 | KEHIDUPAN SEHAT A’LA SANTRI (Studi tentang Pola Hidup Sehat Santri Pondok Pesantren Al-Quran Al-Amin, Pabuwaran, Purwokerto Utara.) | Penelitian ini berjudul “KEHIDUPAN SEHAT A’LA SANTRI (Studi tentang Pola Hidup Sehat Santri Pondok Pesantren Al-Quran Al-Amin, Pabuwaran, Purwokerto Utara).” Tujuan penelitian ini untuk memahami dan mendeskripsikan pengetahuan santri tentang kesehatan dan kebersihan, juga tentang pola hidup sehat santri. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Max Webber tentang tindakan sosial. Data diperoleh dari wawancara mendalam, pengamatan dan dokumentasi. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling, kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemahaman atau pengetahuan santri tentang pola hidup sehat yang baik, karena sebagian besar santri Pondok Pesantren Al-Amin seorang mahasiswa, akan tetapi tingkat kesadaran santri masih rendah. Pengetahuan yang tidak didukung dengan kesadaran tidak akan menciptakan perilaku hidup sehat. Maka dari itu keduanya harus saling berkaitan satu sama lain. Pola hidup sehat santri menyangkut tiga aspek yaitu aspek sosial, medis dan agama. Untuk aspek medis yang berkaitan dengan keadaan atau kondisi fisik individu, Aspek sosial berkaitan dengan interaksi antar individu di dalam kelompok atau masyarakat,Aspek agama berkaitan dengan kondisi rohani seorang individu. Penelitian ini menghasilkan kondisi individu santri belum menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan ketiga aspek tersebut. | This researched the tittle was "Healthy Life of Santri (Study of about Healthy Lifestyle of santri at Muslim Boarding School of Al-Quran Al-Amin, Pabuwaran, Purwokerto Utara)". The purpose of this researched to understood and described knowledge about health and hygiene of santri, also about healthy lifestyles of santri. The method of reseached used a qualitative descriptive with using the theory of Max Webber about social action. Data obtained from in-depth interview, observation and documentation. The technique of taked informant used purposive sampling, then the data analyzed used analysis of interactive models of Miles and Huberman. To ensure the validity of the data, this study used data triangulation technique. The results which obtained from this researched was a comprehension or knowledge of santri about healthy lifestyle which good, because most of santri at Al-Amin Muslim Boarding School are student, but they level awareness of santri still low. Knowledge which not supported with awareness will create unhealthy behaviour. Then they must be related to one each another. Healthy lifestyle santri regarding three aspects: social, medical and religious. For medical aspects related to the state or condition of an individual physical, social aspects related to the interaction between individuals in a group or community, religious aspects related to an individual's spiritual condition. This research resulted in the condition of individual students is not a healthy lifestyle according to these three aspects. Key Words: Santri, Knowledge, Awareness, Healthy Lifestyle. | |
| 10358 | 10054 | B1J010174 | PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DAN TINGKAT ORGANOLEPTIK PRODUK FERMENTASI SUSU KACANG MERAH | Kacang merah mengandung karbohidrat yang dapat berfungsi sebagai substrat fermentasi oleh Bakteri Asam Laktat (BAL) Lactobacillus bulgaricus dan Bifidobacterium sp. sehingga mampu dihasilkan minuman fermentasi susu kacang merah. Kualitas minuman fermentasi ditentukan oleh lama penyimpanan yang berperan dalam proses distribusi produk. Masa penyimpanan dapat mempengaruhi kestabilan produk, yaitu pada viabilitas bakteri dan tingkat organoleptik produk. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan berapa lama penyimpanan terbaik terhadap viabilitas BAL dan tingkat organoleptik produk fermentasi susu kacang merah. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah lama penyimpanan terdiri dari 6 taraf yaitu 0 minggu (T0), 1 minggu (T1), 2 minggu (T2), 3 minggu (T3), 4 minggu (T4), 5 minggu (T5) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan berpengaruh terhadap viabilitas BAL dan tingkat organoleptik produk fermentasi susu kacang merah. Penyimpanan selama 3 minggu (T3) menghasilkan jumlah BAL sebanyak 9,49x108 cfu/ml dan merupakan lama penyimpanan terbaik untuk produk fermentasi susu kacang merah. Penyimpanan selama 5 minggu menunjukkan BAL tetap viable dengan jumlah bakteri sebesar 4,23x108 cfu/ml. Tetapi tingkat organoleptik fermentasi susu kacang merah kurang disukai oleh konsumen. | Red bean contain carbohydrate available as a substrate fermentation by Lactic Acid Bacteria (LAB) Lactobacillus bulgaricus and Bifidobacterium sp. and able to produce fermented red bean milk. The quality of fermented beverages was determined by the storage time involved in the process of product distribution. The storage time may affect the stability of the product, namely the viability of bacteria and organoleptic product level. The aims of this research were to determine the effect of storage time and knowing how long the best storage for LAB’s viability and organoleptic level on fermented red bean milk product. This research was carried out experimentally with the experimental design completely randomized design. Treatment that applied was storage time with 6 levels, which are T0, T1, T2, T3, T4 and T5 and each treatment was repeated 5 times. The data was analyzed with analysis of variance (ANOVA) with an error rate of 5%. The results of the experiment showed that storage time effect the LAB’s viability and organoleptic level of fermented red bean milk. Storage T3 resulted in number LAB were 9,49x108cfu/ml and is the best time to storage fermented red bean milk product. And storage T5 was LAB keep viable with bacterial counts of 4,23x108 cfu/ml. But, the level of organoleptic fermented red bean milk is less preferred by consumers. | |
| 10359 | 10053 | F1B008104 | MULTYSTAKEHOLDER PARTNERSHIP DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DUSUN KALIPAGU DESA KETENGER KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS | Hutan sebagai sumber daya alam yang sangat penting untuk kehidupan. Memiliki perananstrategisdalamaspeksosial, lingkungandanekonomi.Pengelolaanhutanmelibatkanbeberapa stakeholder yang memilikiandildengankebijakan yang ada.Polakerjasama yang terjalinbaikdiharapkandapatmewujudkantujuan yang telahdisepakati.PengelolaanHutanBersamaMasyarkat (PHBM) telahmewadahikerjasamaantar stakeholder. Untukmenyesuaikanbeberapapandanganmengenaipolakerjasama yang terjalinpenelitimenggunakanmetodekualitatifdeskriptif .Penelitimencobamenggambarkanmengenaikerjasama yang telahdilakukanoleh stakeholder (Perhutani, Palawidan LMDH) untukmelihatperanandanketerlibatandalampengelolaanhutan di DusunKalipagu, DesaKetenger.Metodepenelitiandilakukandenganwawancara, observasidanmenganalisisdokumen yang berkaitanyaituUndang-undang 41 Tahun 1999.Penelitimenggunakanmetodeanalisisdari Model Analisis Miles danHuberman(1992:20) yang terdiridaripengumpulan data, reduksi data, menyajikan data danpenarikankesimpulan. Hasildari model analisis yang telahdilakukanmakakesimpulandaripenelitianinibahwapolakerjasama yang sudahterjalinsesuaidenganperjanjian Program PengelolaanHutanBersamaMasyarakatsesuaidenganperanan stakeholder masing-masing.Setiap stakeholder memilikikewenanganmasing-masingdalampengelolaanhutan.Namun, masihperludiperbaikimengenaikomunikasi, keterlibatandanketerbukaandalamkerjasamamengelolahutan.Masihbersifatsentralistik ,maksudnyakebijakanhanyadipegangolehsalahsatu stakeholder. Diharapkandapatbekerjasamadenganbaikgunamencapaitujuanbersama.Besarharapan, hutantetaplestariuntukkemakmuranmasyarakatpinggiranhutan Kata Kunci :Hutan, Stakeholder, kerjasama | Forest is one of important nature resource for human life. It has strategic roles in social, environment and economy aspects. Forest management involves some stakeholders in which they have a well participation on the available policy. A good cooperation pattern is expected to achieve a fix goal. PengelolaanHutanBersamaMasyarkat (PHBM) has covered cooperation among stakeholders. To adjust some views about cooperation pattern, the researcher uses descriptive qualitative method. The researcher tries to describe the cooperation done by stakeholders (Perhutani, Palawidan LMDH) for finding roles and involvements in forest management in DusunKalipagu, DesaKetenger. Research method is conducted by interviews, observations, and analising documents relates to Undang-undang 41 Tahun 1999. Researcher uses analysis method proposed by Miles danHuberman(1992:20) consisting of data collection, data reduction, data present and making conclusion. Finding of analysis of this research, the cooperation pattern which have done is appropriate with agreement of PengelolaanHutanBersamaMasyarakat and each stakeholder’s roles. Each stakeholder has an authority in forest manufacturing. However, it still needs to be reformed in communication, involvement and openness of forest management cooperation. It is still centralistic which means the policy is only dominated by one of stakeholders. Thus, the cooperation can be conducted well to reach the main goal. Everyone expects that the forest keeps in preservation for human prosperity especially in coastal forest. Keywords: Forest, Stakeholder, Cooperation | |
| 10360 | 10056 | F1F007155 | EXPLORING SNOWBALL THROWING METHOD TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY (A Case Study on the Level Go For It 1 at Intensive English Course Purwokerto ) | Fitriasari, Evit Dian. 2014. Exploring Snowball Throwing Method to Improve Students’ Speaking Abilty (A Case Study on the Level Go For It 1 at Intensive English Course Purwokerto). Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Dibimbing oleh Drs. Ashari, M.Pd, Erna Wardani, S.Pd, M.Hum.dan Tuti Purwati, S.S, M.Pd. Kata kunci: Kajian Ekploratif, Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris, Metode Snowball Throwing Skripsi ini berjudul “Mengeksplor metode snowball throwing untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris pada siswa kelas level Go For It 1 di Intensive English Course (IEC) Purwokerto . Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan bagaimana pengajaran menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas level Go For It 1 dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa di Intensive English Course (IEC) Purwokerto (2) menjelaskan masalah-masalah selama pengajaran menggunakan metode snowball throwing dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas level Go For It 1 di Intensive English Course (IEC) purwokerto. (3) menjelaskan solusi-solusi selama pengajaran menggunakan metode snowball throwing dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas level Go For It 1 di Intensive English Course (IEC) purwokerto. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Metode deskripsi kualitatif digunakan untuk menemukan bagaimana penggunaan metode snowball throwing dalam meningkatkan kemampuan speaking siswa kelas level Go For It 1di Intensive English Course (IEC) purwokerto dan untuk menemukan masalah-masalah selama pengajaran menggunakan metode snowball throwing lalu untuk menemukan solusi-solusi selama pengajaran menggunakan metode snowball throwing . Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Snowball Throwing Method memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan speaking siswa. snowball throwing memberikan pengaruh positif dalam mengembangkan kemampuan speaking siswa di level Go For It 1 hal ini bisa dilihat dari hasil indikator observasi yang menunjukan bahwa semua hasil indikator meningkat dari pertemuan observasi 1 sampai 6. masalah yang dialami oleh guru dan murid selama menggunakan metode snowball throwing adalah guru tidak bisa mengatur waktu dalam mengajar speaking menggunakan metode snowball throwing dan pertanyaan yang dibuat oleh siswa hanya berkutat dengan materi yang diberikan oleh guru. solusi dalam penggunaan metode snowball throwing guru harus bisa mengatur waktu dalam mengajar speaking juga harus datang tepat waktu sebelum mengajar dimulai, siswa harus bisa lebih kreatif dalam membuat beberapa pertanyaan dalam pengajaran speaking menggunakan metode snowball throwing. | Fitriasari, Evit Dian. 2014. Exploring Snowball Throwing Method to Improve Students’ Speaking Abilty (A Case Study on the Level Go For It 1 at Intensive English Course Purwokerto). Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervised by Drs. Ashari, M.Pd, Erna Wardani, S.Pd, M.Hum and Tuti Purwati, S.S,M.Pd. Keywords: Explorative Study, Speaking Ability, Snowball Throwing Method The study, entitled "Exploring Snowball Throwing Method to Improve Students’ Speaking Abilty (A Case Study on the Level Go For It 1 at Intensive English Course Purwokerto). The purpose of the research are (1) To explain about how the snowball throwing method is used as teaching method to enrich the level of “Go For It 1” at Intensive English Course (IEC) in improving the students’ speaking skill. (2) To find out the problems about the use of snowball throwing method in improving the students’ speaking skill in the level of “Go For It 1” at Intensive English Course (IEC) Purwokerto. (3) To find out the solutions about the use of snowball throwing method in improving the students’ speaking skill in the level of “Go For It 1” at Intensive English Course (IEC) Purwokerto. The method of this study is descriptive qualitative. Descriptive qualitative method is used to explain about how the snowball throwing method is used as teaching method to enrich the level of “Go For It 1” at Intensive English Course (IEC) in improving the students’ speaking skill and to find out the problems about the use of snowball throwing method in improving the students’ speaking skill in the level of “Go For It 1” at Intensive English Course (IEC) Purwokerto, Then to find out the solusions about the use of snowball throwing method in improving the students’ speaking skill in the level of “Go For It 1” at Intensive English Course (IEC) Purwokerto. The subjects in this research are the level of “Go For It 1” at Intensive English Course, Purwokerto. The data are collected through observation, questionnaire and interview. The result of the use of snowball throwing method to improve students’ speaking ability in the level of “Go For It 1” at Intensive English Course Purwokerto was gave positive influence because from the indicator of the observation result, it could be seen that all of the indicator have increased from meeting 1 to 6. The problems encountered by the teacher and students of using snowball throwing are she requires a long enough time to teaching speaking English using snowball throwing and the questions made by students are usually just about the materials that have been described or as examples of questions that have been given. The solutions of using snowball throwing are to manage of time, the teacher made schedule and came into the classroom on time before teaching. Then,students have to make some questions more creative in snowball throwing. |