Artikelilmiahs

Menampilkan 10.381-10.400 dari 50.313 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
103816890E1A007096PENGATURAN MENGENAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL ATAS SPESIES LANGKA, FAUNA DAN FLORA MENURUT CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA TAHUN 1975

(RESOLUTION ON INTERNATIONAL TRADE TOWARD RARE SPECIES, FAUNA AND FLORA BASED ON CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA 1975)

Perdagangan internasional atas satwa dan tanaman langka merupakan industri besar yang setiap tahunnya dapat bernilai triliyunan dollar dengan melibatkan ratusan juta satwa dan tanaman langka. Dengan eksploitasi yang besar-besaran dan ditambah dengan faktor lain seperti kerusakan habitat, satwa dan tanaman langka ini terancam kepunahan. Dalam rangka pengendalian perdagangan satwa liar tersebut dibentuklah Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang merupakan satu-satunya tindakan pengendalian perdagangan satwa liar di tingkat internasional. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) adalah perjanjian internasional yang dibentuk untuk memastikan bahwa perdagangan internasional atas spesies langka, baik fauna ataupun flora, tidak menyebabkan kepunahan atas spesies-spesies tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan perdagangan flora dan fauna menurut Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) dan penerapannya di Indonesia. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsep legal positif. Hasil penelitian disajikan dalam uraian yang disusun secara sistematis dan dianalisis secara kualitatif yang dilengkapi dengan logika induktif, yang akhirnya ditarik suatu simpulan yang bersifat umum.

CITES merupakan satu-satunya tindakan pengendalian perdagangan satwa liar di tingkat internasional. Konvensi ini bekerja dengan mengatur setiap perdagangan internasional atas spesimen dan spesies-spesies tertentu dalam suatu mekanisme pengawasan. Setiap impor, ekspor, re-ekspor, atau pengambilan spesies dari laut bebas atas spesies yang diatur dalam Konvensi ini harus diotorisasi melalui suatu sistem lisensi. Dengan demikian, setiap negara peserta harus membentuk satu atau lebih otoritas pengelola yang akan melakukan administrasi atas proses lisensi tersebut dan otoritas ilmiah yang akan memberikan saran kepada otoritas pengelola mengenai efek perdagangan terhadap status dari spesies. Spesies yang diatur dalam Konvensi ini dibagi menjadi tiga appendices (lampiran) antara lain Appendix I, Appendix II dan Appendix III. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi CITES dengan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978. Dalam kerangka pengelolaan tumbuhan dan satwa liar sebagai sumber daya alam hayati yang tersebar di berbagai tipe habitat, landasan hukum yang dipergunakan adalah Undang Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, beserta peraturan pelaksanaannya, khususnya Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, dan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.


: PENGATURAN MENGENAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL ATAS SPESIES LANGKA, FAUNA DAN FLORA MENURUT CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA TAHUN 1975
Trade of endangered animals and plants is a huge industry that every year may be worth a trillion dollars and involving hundreds of millions of wildlife and rare plants. With large - scale exploitation and combined with other factors such as habitat destruction, wildlife and rare plants are threatened with extinction. To control the illegal trade, has established a convention of International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), which is the only wildlife trade control measures at the international level. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) is an international treaty that was formed to ensure that the international trade of endangered species, both fauna or flora that do not lead to the extinction of this species.

This study aims to determine the trade arrangement of flora and fauna under the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) and its application in Indonesia. Types of research used in this study is normative, that is the approach that uses the concept of positive law. The results are presented in a systematic descriptions compiled and analyzed qualitatively equipped with inductive logic, which ultimately concluded that general nature

CITES is the only trade control of wildlife at the international level . This convention works to regulate any international trade in specimens of certain species and in a supervisory mechanism . Each import , export , re - export , or taking species from the high seas species set out in this Convention shall be authorized through a licensing system. Thus , each State Party of CITES has to establish one or more management authority to undertake the administration of the licensing process and scientific authority Species in the Convention is divided into three Appendices ( Appendix ) such Appendix I , Appendix II and Appendix III . The Government of Indonesia has ratified CITES by Presidential Decree No. 43 Year 1978. Within the framework of the management of wild plants and animals as natural resources are scattered in various types of habitats , the legal basis used is Law No. . 5 of 1990 on Conservation of Natural Resources and Ecosystems , and its implementing regulations , in particular the Government Regulation no. 7, 1999 on the Preservation of Fauna and Flora , and Government Regulation . 8 of 1999 concerning the Use of Wild Flora and Fauna .

: RESOLUTION ON INTERNATIONAL TRADE TOWARD RARE SPECIES, FAUNA AND FLORA BASED ON CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA 1975
1038210067B1J010170PENGARUH KONSENTRASI SARI WORTEL (Daucus carota)
TERHADAP KUALITAS YOGHURT HASIL FERMENTASI
Streptococcus thermophilus DAN Lactobacillus bulgaricus
Yoghurt adalah produk pangan berbentuk seperti bubur yang berasal dari hasil fermentasi susu dengan bakteri asam laktat (BAL) yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Konsentrasi starter pada yoghurt akan mempengaruhi jumlah total BAL yang diihasilkan. Salah satu metode untuk meningkatkan jumlah total BAL yaitu dengan penambahan sari wortel. Sari wortel diharapkan mampu meningkatkan jumlah total BAL yoghurt. Tujuan penelitian yaitu mengetahui konsentrasi starter terbaik yang paling tepat untuk meningkatkan jumlah total BAL, mengetahui konsentrasi sari wortel yang paling tepat untuk meningkatkan jumlah total BAL, mengetahui konsentrasi starter dan konsentrasi sari wortel terbaik dalam meningkatkan jumlah total BAL. Metode penelitian adalah eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah konsentrasi sari wortel (A) dengan konsentrasi yang digunakan 0; 7,5; 15 dan 22,5%. Faktor 2 adalah konsentrasi starter bakteri (B) dengan konsentrasi yang digunakan adalah 2; 3; 4 dan 5 %. Setiap kombinasi diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova pada tingkat kesalahan 5%. Hasil terbaik adalah perlakuan A3B2, dengan penambahan 22,5% sari wortel dan 3% starter bakteri sebesar 2,01x108 cfu/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan konsentrasi sari wortel dan konsentrasi starter bakteri tidak berpengaruh dalam meningkatkan jumlah total BAL. Yoghurt is one of food products like a porridge which is produced by cow milk fermented and lactate acid bacteria (LAB); Streptococcus thermophilus and Lactobacillus bulgaricus. Yoghurt starter concentration will influence the total of LAB production. One of methods in increasing the total of LAB is by changing carrot juice. Carrot is one of easy-rotten vegetables and sources of good vitamin A. The researcher expects the carrot substitution will be able to increase the total of LAB of yoghurt. The purposes of this research are to know the best starter concentration to increase the total of LAB, to know carrot juice concentration which is suitable to increase the total of LAB, and to know starter concentration and carrot juice concentration in increasing the total of LAB. The research methodology that is used by the researches is experimental methodology by applying complete-random pattern with 2 factorial patterns. First factor is carrot juice concentration (A) with concentration which is used were 0; 7,5; 15 and 22,5%. Second factor is bacteria starter concentration (B) with concentration which is used were 2, 3, 4, and 5%. The combination was repeated 3 times. Data were analyzed using Anova at 5% error level. The best result is A3B2 treatment, with 22,5% addition carrot juice and 3% bacteria concentrantion, with the amount of 2,01 x 108 cfu/ml. The results showed that the addition carrot juice concentration and starter concentration toward the total of LAB.
1038310068F1F007128JOHN LENNON’S PERSONAL VIEW ON RELIGION IN HIS LIFE THROUGH HIS
FIVE SONG LYRICS
Penelitian ini berjudul “John Lennon’s Personal View on Religion in His Life through His
Five Song Lyrics” yang menganalisis tentang pandangan personal John Lennon terhadap agama melalui lima lirik lagu yang dibuat oleh John Lennon. Pendekatan objektif digunakan untuk mendukung dalam analisis penelitian tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif yang mendiskusikan tentang persepsi John Lennon tentang agama di hidupnya. Sumber data utama dalam penelitian ini diambil dari lima lirik lagu John Lennon yang berjudul Remember, Mother, I Found Out, God dan Imagine. Selanjutnya, teori yang digunakan adalah figurative language, kemudian, konsep agama dan perjalanan hidup John Lennon digunakan sebagai data tambahan untuk mendukung penelitian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lima lagu yang telah dipilih menjelaskan tentang pandangan John Lennon terhadap agama di dalam hidupnya. Lagu Remember mengingatkan tentang peristiwa Guy Fawkes Night dimana dalam lirik lagu tersebut John Berusaha untuk menyampaikan pesan tentang konflik perbedaan agama yang terjadi di Inggris. John berusaha untuk mengingatkan rakyat inggris jika kekerasan adalah bukan jalan terbaik dalam menangani perbedaan agama. Selanjutnya adalah lagu Mother yang menceritakan tentang kekecewaan John Lennon dia karena telah dilarang untuk mengikuti kegiatan ibadah di gereja anglikan. Selain itu, secara metaphor dia menjelaskan tentang konsep trinitas ketuhanan dimana dalam lirik lagu tersebut John Lennon masih mempercayai Tuhan meskipun ia tidak menjadi seorang pemeluk agama. Dalam lirik I Found Out , John Lennon menceritakan tentang perjalanan religious bersama sahabat karib nya Paul McCartney ke India dan mempelajari tentang kehidupan religious Hindu di india.kemudian lirik lagu God menceritakan tentang pandangan john Lennon terhadap hal-hal abstrak dan elemen keagamaan seperti
Tuhan dan tokoh besar lainya. Dalam lirik lagu tersebut John Lennon mengungkapkan
ketidakpercayaan terhadap symbol keagamaan dan tokoh-tokoh besar dunia karena tidak memberikan efek terhadap dirinya. Lirik lagu Imagine menceritakan tentang pandangan John Lennon terhadap surga, neraka, agama dan negara. Dalam lirik lagu tersebut John mengungkapkan bahwa dia tidak percaya terhadap agama yang dapat membuat perdamaian karena justru banyak perang yang terjadi di dunia ini mengatasnamakan agama.
Abstract
This research entitled “John Lennon’s Personal Views on Religion in His Life through His
Five Song Lyrics, which analyzes about John Lennon personal views on religion in his life
which are written in his song lyrics. The objective approach is used in supporting the
analysis.
The method of this research is descriptive qualitative that discusses the phenomenon of John
Lennon’s personal perception on religion in his lifetime. The primary data are taken from five
of John Lennon’s song lyrics entitled Remember, Mother, I Found Out, God, and Imagine.
Meanwhile, the secondary data are taken from the related theory of figurative language,
concept of religion and John Lennon life.
The results of this research show that five selected song lyrics in this research represent John
Lennon’s personal views on Religion in his lifetime. The song Remember illustrates the
incident of Guy Fawkes Night, which is used by John Lennon to deliver his messages about
the diversity of religion in England. He tries to remind English people through the metaphor
of the Fifth November that violence is not the way to respond the diversity of religion. The
song Mother explains about John Lennon earliest religious life in paradox which has been
baptized in Anglican Church, but he also banned from the Church, by the metaphor of
Mother, Father and Children as the trinity of Christianity. However, he still believes in God
even he was not the member either the Anglican Church or the Catholic Church. I Found Out
song lyric tells about his religious relationship with Paul McCartney and their religious
journey to India, with symbol of Hare Krishna. The song lyric of God illustrates about John
Lennon’s point of view about the symbol of religious elements as the symbol of abstract
things and lists of many idols as the symbols of legendary, which is not directly affecting the
human life. John Lennon states that he does not believe to any religious symbol or any
legendary people who are believed that they can change the world. In Imagine song lyric,
Lennon illustrates the concept of positive prayer metaphor of heaven, hell, religion, and
country. John Lennon tells about his personal view that he does not believe to any religion
that makes better life in this world, since there are many wars that people to defend their
religion as their reason.
1038410912C1K011041BEING CAREER WOMAN: ANTECEDENTS AND CONSEQUENCES
OF WORK-FAMILY CONFLICT
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis antisiden dan konsekuensi dari konflik kerja-keluarga pada wanita karir di Kantor BKKBN Kota Administrasi Jakarta Barat. Populasi pada penelitian ini adalah semua pekerja di Kantor BKKBN Kota Administrasi Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga mendapatkan 55 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis partial least square (PLS). Uji hipotesis menggunakan level signifikansi p value <0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang disebabkan oleh waktu, tekanan, dan perilaku sebagai antisiden memiliki pengaruh positif terhadap konflik kerja-keluarga, sedangkan konflik kerja-keluarga memiliki pengaruh negatif terhadap pengembangan karir sebagai konsekuensinya. The aim of this study was to analyze the antecedents and consequences of work-family conflict for career women in Kantor BKKBN Kota Administrasi Jakarta Barat. The population in this research was all workers in Kantor BKKBN Kota Administrasi Jakarta Barat. This research used purposive sampling and had chosen 55 respondents. The analysis technique was partial least square analysis (PLS). The hypothesis test was significance level of P value <0.05. The result shows that time-, strain-, and behavior-based conflict as the antecedents have positive influence on work-family conflict then work-family conflict has negative influence on career development as consequences.
1038510073F1F007112EZIO’S MOTIVES TO BECOME AN ASSASSIN IN ASSASSIN’S CREED: RENAISSANCE BY OLIVER BOWDENPenelitian yang berjudul "Ezio’s Motives to Become an Assassin in Assassin’s Creed: Renaissance by Oliver Bowden" ini menganalisis karakteristik dari para Assassin dan motif seorang Assassin bernama Ezio Auditore da Firenze. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik para Assassin di dalam novel Assassin’s Creed: Renaissance dan untuk mengetahui motif dari Ezio Auditore untuk menjadi seorang Assassin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Sumber data penelitian ini adalah novel berjudul Assassin’s Creed: Renaissance karya Oliver Bowden yang dianalisis menggunakan karakterisasi dan pendekatan psikologis dengan Teori Motivasi Manusia dan Hirarki Kebutuhan, keduanya oleh Abraham H. Maslow.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat karakteristik para Assassin, yang merupakan misteri, penyamaran, kemampuan, dan etika. Karakteristik yang mendefinisikan seseorang sebagai Assassin dan membedakan Assassin dari pembunuh pada umumnya. Ezio Auditore adalah salah satu Assassin yg paling ditakuti di Semenanjung Italia. Motif Ezio menjadi seorang Assassin awalnya didorong oleh kebutuhan keamanan untuk dia dan keluarganya. Kemudian, ia mengejar kebutuhan harga dirinya, yang meliputi kebutuhan untuk memiliki kebebasan dan kemerdekaan bagi rakyat Florence. Pencariannya sebagai Assasin mendorongnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang apa tujuan Ordo Assassin dibentuk dan apa misinya. Hal ini mendorong dia untuk memenuhi kebutuhan kognitif nya dengan mengungkap misteri di balik halaman-halaman Codex dan kebenaran tentang Ordo Templar. Pada akhirnya, Ezio menemukan tujuan sejati dalam menjadi pembunuh saat ia masuk ke dalam Vault. Di dalam, ia diberikan pengetahuan dan misi untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran total.
This research, entitled “Ezio’s Motives to Become an Assassin in Assassin’s Creed: Renaissance by Oliver Bowden”, analyses the characteristics of an Assassins and the motives of an Assassin named Ezio Auditore da Firenze. The aims of this research are to find the characteristics of Assassins in Assassin’s Creed: Renaissance novel and to find out the motives of Ezio Auditore to become an Assassin.
This research uses qualitative method to analyse the data. The data source of this research is Oliver Bowden’s novel entitled Assassin’s Creed: Renaissance that are analysed using characterization and psychological approach with Theory of Human Motivation and Hierarchy of Needs, both by Abraham H. Maslow.
The result of this research shows that there are four characteristics of Assassins, which are the mystery, the disguise, the abilities, and the ethics. Those characteristics define a person as an Assassin and distinguish Assassins from ordinary killers and/or murderers. Ezio Auditore is one of the most feared Assassins in Italian Peninsula. The motives of Ezio to become an Assassin are initially driven by the need of security for him and his family. Later on, he pursue his esteem needs, which include the need to have freedom and independence for the people of Florence. His quests as an Assassin leads him to gain deeper insight of how the Assassins Order came to be and what are its missions. This drives him to fulfil his cognitive needs by uncovering the mysteries behind the Codex pages and the truth about the Templars Order. Ultimately, Ezio finds his true purpose in becoming an Assassin when he goes into the Vault. Inside, he is given the knowledge and the mission to save mankind from utter destruction.
1038610070F1F00710730 SECONDS TO MARS’ CRITICISM TOWARD AMERICAN CAPITALISM
AS REFLECTED IN THIS IS WAR ALBUM
Windaru, Trias Surya, 2014. 30 Seconds to Mars’s Criticism toward American
Capitalism as Reflected in This Is War Album. Pembimbing 1: Rizki Februansyah, S.S.,
M.A. Pembimbing 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A. Penguji: Eni Nur Aeni, S.S., M.A.
Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Kata Kunci: lirik, penggambaran, kapitalisme.
Penelitian ini berjudul “30 Seconds to Mars’s Criticism toward American
Capitalism as Reflected in This Is War Album”. Penelitian ini tentang lirik-lirik yang
ada pada album This Is War milik 30 Seconds to Mars yang mengambarkan kritik
mereka terhadap kapitalisme yang terjadi di Amerika Serikat. Berdasarkan latar
belakang penelitian ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kritik apa
saja yang ada pada album 30 Seconds to Mars yang berjudul This Is War serta mencari
tahu bagaimana cara mereka menyampaikan kritiknya melalui album mereka.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam penganalisaan data. Sumber
data yang utama dalam penelitian ini adalah lirik yang ada pada album 30 Seconds to
Mars yang berjudul This Is War yang dianalisa dengan menggunakan teori genetic
strukturalis milik Lucien Goldmann dan juga bahasa kiasan milik Laurence Perrine.
Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan bahwa ada beberapa dampak
negatif dari kapitalisme di Amerika yang secara tidak langsung tersampaikan pada
album ketiga 30 Seconds to Mars yang berjudul This Is War. Beberapa dampaknya
adalah ketidaksetaraan, pengangguran, minimnya jaminan sosial, dan juga tunawisma
atau gelandangan. Walaupun tidak semua lagu yang terdapat di album This Is War ini
yang menggambarkan dampak kapitalisme di Amerika Serikat, beberapa lagu yang
disebutkan dalam bab berikutnya dirasa sudah cukup untuk digunakan sebagai bukti
bahwa album This Is War bisa dikatakan sebagai album yang berisi kritik terhadap
dampak kapitalisme di Amerika Serikat. Karena objek dari penelitian ini adalah lirik
pada lagu yang sering mengungkapkan makna dari lagu secara tidak langsung, maka
teori bahasa kiasan sangat berguna untuk menemukan makna sebenarnya dari sebuah
lirik yang ada pada lagu. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan bahwa beberapa
lirik yang dianalisa mengungkapkan maknanya secara langsung. Walau begitu, banyak
contoh dari lirik yang dianalisa yang ternyata menggunakan metafora dan ironi, yang
termasuk dalam salah satu bagian dari bahasa kiasan, untuk mengungkapkan makna dari
lagu tersebut secara tidak langsung.
Windaru, Trias Surya, 2014. 30 Seconds to Mars’s Criticism toward American
Capitalism as Reflected in This Is War Album. Advisor 1: Rizki Februansyah, S.S.,
M.A. Advisor 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A. Examiner: Eni Nur Aeni, S.S., M.A.
English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of
Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto.
Keywords: lyrics, reflections, capitalism.
This research is entitled “30 Seconds to Mars’s Criticism toward American
Capitalism as Reflected in This Is War Album”. It is about the lyrics found on 30
Seconds to Mars’ This Is War album that reflects their criticism toward the capitalism in
the United States of America. Based on the background of the research, the aims for this
research are to describe what 30 Seconds to Mars’ criticism is in This Is War album and
to find out how they deliver it through their album.
This research uses qualitative method to analyze the data. The main data source
of this research is the lyrics from 30 Seconds to Mars’ This Is War album that are
analyzed using the genetic structuralism by Lucien Goldmann and figurative language
by Laurence Perrine.
After conducting the research, the researcher found out that there are some
effects of the American capitalism that are implicitly stated in the third album of 30
Seconds to Mars entitled This Is War. Some of those effects are the inequality,
unemployment, social insecurity, and homeless people. Even though not all of the songs
in This Is War album reflect the capitalism in the United States of America, some of the
songs mentioned in the next chapter are enough to be the evidence that This Is War
album is considered as the criticism toward the American capitalism. Since the object of
the research is the lyric of a song that mostly stated the meaning implicitly, the theory of
figurative language is very helpful in finding out the real meaning of the song. As an
addition, the researcher also found out that some of the lyrics that are analyzed are
stating the meaning explicitly. However, many of the taken lyrics are using the type of
figurative language named metaphor and irony to show the meaning of the song
implicitly.
1038710071B1J009046VARIASI MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEMIRIPAN BEBERAPA KANTONG SEMAR (Nepenthes spp.) Nepenthaceae merupakan familia yang hanya terdiri dari satu genus yaitu Nepenthes (kantong semar) yang termasuk salah satu tumbuhan karnivora unik sehingga banyak menarik perhatian. Keunikkan tumbuhan ini berupa bentuk, ukuran, corak dan warna kantongnya. Di Indonesia terdapat 64 spesies Nepenthes yang tumbuh, 32 spesies diketahui terdapat di Kalimantan, di Sumatera ada 29 spesies yang sudah berhasil diidentifikasi, di Sulawesi terdapat 10 spesies, Papua 9 spesies, Maluku 4 spesies, dan Jawa 2 spesies. Kelestariannya akhir-akhir ini semakin terancam karena adanya konversi lahan dan di alam diperkirakan semakin menurun yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebakaran hutan, alih fungsi lahan hutan atau semak belukar menjadi kawasan pemukiman, perladangan, perkebunan, pertanian, ataupun pertambangan. Oleh sebab itu, perlu pengungkapan informasi dengan cara identifikasi, klasifikasi dan tata nama.
Penelitian telah dilakukan bulan Juni - bulan Agustus 2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi morfologi, keragaman dan hubungan kemiripan antar Nepenthes yang terdapat di Kebun Raya Baturraden dan Kebun Benih Hortikultura Baturraden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik pengamatan sampel dilakukan di Kebun Raya Baturraden dan Kebun Benih Hortikultura Baturraden dan hasil data penelitian dianalisis menggunakan metode UPGMA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies Nepenthes dari dua lokasi penelitian. N. adrianii memiliki variasi morfologi tertinggi, diikuti N. ampullaria, N. mirabilis, N. rafflesiana, N. gymnamphora, N. reinwardtiana, N. truncata dan N. bicalcarata. N. mirabilis, N. adrianii dan N. rafflesiana memiliki hubungan kemiripan paling tinggi dengan (indeks disimilaritas 0,0608), sedangkan N. truncata (indeks disimilaritas 0,5110) memiliki hubungan kemiripan yang cukup jauh dari spesies Nepenthes yang lainnya
Nepenthaceae is a unique family which consiste of Nepenthes (carnivorous plant). This plant has a unique shape, size, pattern and color of the pitcher. Is a climbing herbs or epiphytic; climbing by tendrils at leaf tips. In Indonesia, there are 64 species Nepenthes which cover several places such as Kalimantan 32 species, Sumatera 29 species, Sulawesi 10 species, Papua 9 species, Maluku 4 species, and Java 2 species. Currently they are endangered due to land conversion illegal logging.. Therefore, a taxonomic study while includes identification, classification and nomenclature should be down. This research has been conducted from June to August 2014. The pourpuse of this research find out of morphological variation, diversity and relationship between nepenthes that was found in Kebun Raya Baturraden and Kebun Benih Hortikultura Baturraden. The method used in this research were descriptive method with observations in Kebun Raya Baturraden and Kebun Benih Hortikultura Baturraden, the data were analyzed by using the UPGMA method. The results of this study showed that there are 8 species of Nepenthes from two research. N. adrianii with high morphological variation, N. ampullaria, N. mirabilis, N. rafflesiana, N. gymnamphora, N. reinwardtiana, N. truncata and N. bicalcarata. N. mirabilis N. rafflesiana and N. adrianii have relationships with the highest similarity (disimilaritas index of 0,0608) while N. truncata in the most distinct spesies (disimilaritas index in 0,5110).
1038810072F1F007098JEM’S AGGRESSIVE BEHAVIORS AS REFLECTED IN CHUCK HOGAN’S NOVEL “THE PRINCE OF THIEVES”Penelitian ini berjudul “Jem’s Aggressive Behavior as Reflected in Chuck Hogan’s Novel Prince of Thieves”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor dari perilaku agresif pada karakter Jem dan untuk menganalisa efek dari perilaku agresif tersebut.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Sumber data penelitian ini adalah novel karangan Chuck Hogan yang berjudul Prince of Thieves. Penelitian ini menggunakan karakter dan karakterisasi untuk menganalisa data tersebut. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan psikologi dengan teori Agresi kepada Manusia oleh Craig A. Anderson dan Brad J. Bushman.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Jem sebagai teman dekat karakter utama yang memiliki pekerjaan sebagai perampok bank bersama kawan – kawannya Doug, Dez serta Gloansy. Jem memiliki perilaku agresif yang sangat menonjol. Perilaku agresifnya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor – faktor yang menyebabkan adalah faktor dari dalam, termasuk jenis kelamin dan sifat, dan juga faktor dari luar termasuk symbol agresi, provokasi, rasa sakit dan ketidak nyamanan serta obat – obatan. Sebagai tambahan, perilaku agresif Jem membuatny dibenci oleh orang – orang di sekitarnya. Efek lain dari perilaku agresif yang dilakukan oleh Jem adalah merusak hubungan antara Claire dan Doug, serta merusak persahabatan Jem dengan Doug. Perilaku agresif tersebut juga membuatnya dikejar – kejar oleh polisi dan sebagai puncak perilaku agresifnya Jem juga nekat membunuh dirinya sendiri agar tidak tertangkap oleh polisi, karena Jem tidak ingin masuk ke penjara. Dalam aksinya, Jem tidak hanya membunuh dirinya sendiri, tapi Jem juga berupaya membawa beberapa aparat polisi bersamanya. Hal ini disebabkan oleh factor obat-obatan dan pengaruh situasi yang tidak nyaman secara berurutan. Perilaku bunuh diri Jem termasuk dalam perilaku agresif yang dinamakan perilaku agresif kepada diri sendiri.
This research is entitled “Jem’s Aggressive Behaviors as Reflected in Chuck Hogan’s The Prince of Thieves”. The aim of this research is to analyze Jem’s aggressive behavioral factors and also to analyze his aggressive effects to himself and people in his vicinity.
This research uses qualitative method to analyze the data. The data source of this this research is Chuck Hogan’s novel entitled Prince of Thieves that being analyzed using character and characterization and psychological approach with theory of Human Aggression by Craig A. Anderson and Brad J. Bushman.
The result of the research described that Jem as the main character’s best friend has a job as a bank robber along with his friends, Doug, Dez and Gloansy. He is a person who has prominent aggressive behaviors. His behaviors are caused by several factors. The factors are internal factors including sex and traits factors and external factors including aggressive cues, provocations, pain and discomfort and drugs. In addition, his aggressive behaviors make him being hated by people near him. Other effects of his aggressive behaviors are destroying relationship between Claire and Doug, ruining his friendship with Doug, his committing suicide is the peak of his aggressive action. In this action, he also tries to take several police officers to die with him. His suicide action also considered as self-directed aggression.
1038910074H1L010004RANCANG BANGUN APLIKASI BELAJAR SHOROF METODE KRAPYAK BERBASIS ANDROIDAplikasi belajar shorof metode krapyak merupakan aplikasi yang dibuat dalam bentuk perangkat mobile phone berbasis android untuk mempelajari Ilmu Shorof dengan metode krapyak. Peran sistem ini adalah membantu penggunanya dalam mempelajari Ilmu Shorof mulai dari mempelajari materi dasar Ilmu Shorof sampai mempelajari bagaimana suatu kata kerja dalam Bahasa Arab diubah kedalam bentuk-bentuk kata tertentu. Aplikasi ini juga dapat menampilkan hasil dari mengerjakan soal latihan berupa nilai latihan dan waktu yang ditempuh dalam mengerjakan soal latihan kedalam bentuk grafik belajar sehingga penggunanya dapat mengetahui perkembangan belajar Ilmu Shorof.Learning shorof in krapyak method application is an application made in the form of Android-based mobile phone devices to learn Shorof in krapyak method. The role of this system is to assists the users in learning Shorof from the basic material of Shorof ranging from the basic material of Shorof up to learn how a verb in Arabic language changed into forms of a particular word. This application can also display the results of doing exercises such as the score of exercise and the time taken in doing the exercise into the form of graphic learning so that users know the progress of learning Shorof.
1039010075B1J010157Pertumbuhan Jamur Kuping Putih (Tremella fuciformis) pada Medium dan Suhu yang BerbedaJamur kuping putih (Tremella fuciformis) adalah jamur golongan edible mushroom dan medicial mushroom. Habitat asli T. fuciformis berada pada tempat dengan kondisi yang sejuk dengan suhu 20OC sampai 25OC . T. fuciformis tumbuh di alam pada jenis kayu keras dari pohon berdaun lebar yang sudah lapuk. Jamur tersebut mampu membentuk tubuh buah hanya jika bersimbiosis dengan Hypoxylon. Jamur ini belum dibudidayakan di Indonesia khususnya Banyumas dan sekitarnya, oleh karena itu guna pengembangannya diperlukan informasi awal yang sangat penting yaitu pertumbuhan miselium pada beberapa medium agar dan suhu inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). medium yang paling baik untuk pertumbuhan miselium T. fuciformis, 2). suhu inkubasi yang optimal untuk pertumbuhan miselium T. fuciformis dan 3). interaksi medium dan suhu yang menghasilkan pertumbuhan miselium T. fuciformis paling baik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Split Plot. Perlakuan yang digunakan ada dua : 1). jenis medium (sub plot) yaitu Potato Dextrose Agar (PDA), Malt Extract Agar (MEA), Potato Dextrose Yeast Extract Agar (PDYA), Malt Yeast Extract Peptone Agar (MYPA) dan 2). suhu inkubasi (main plot) yaitu 25OC dan suhu ruang. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 32 satuan percobaan.
Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F), hasilnya menunjukkan bahwa jenis medium sangat berpengaruh, suhu inkubasi berpengaruh dan interaksi antara jenis medium dan suhu tidak berpengaruh terhadap bobot basah rata-rata miselium. Hasil uji beda nyata terkecil (BNT) menunjukkan bahwa PDA merupakan medium paling baik dan suhu 25OC merupakan suhu yang optimal untuk pertumbuhan miselium T. fuciformis dengan bobot basah rata-rata 1,4880 ± 0.347 g dan 1,2188 ± 0.3599 g.
White jelly mushroom (Tremella fuciformis) belonged to classes of edible mushroom and medicinal mushroom. Its native habitat included places with cool conditions that have a temperature of 20oC to 25oC. Places where T. fuciformis grew was on hardwood species of broad-leaved trees that had rotted. The mushroom was capable of forming fruiting bodies only if it formed symbiosis with Hypoxylon. This mushroom had not been cultivated in Indonesia, especially Banyumas and its surrounding areas, therefore a very important initial information was necessary to its development, which was the growth of its mycelium on some agar medium and incubation temperature. This study aimed to determine: 1). The best medium for the mycelial growth of T. fuciformis, 2). Optimal incubation temperature for mycelial growth of T. fuciformis and 3). Interaction between medium and temperature that produced the best mycelial growth of T. fuciformis.
The method used in this study was the experimental method with completely randomized design (CRD) in Split Plot pattern. There were two treatments used which were types of medium (sub-plot), namely Potato Dextrose Agar (PDA), Malt Extract Agar (MEA), Potato Dextrose Yeast Extract Agar (PDYA), Malt Yeast Extract Peptone Agar (MYPA) and incubation temperature (main plot ) which was 25°C and room temperature. Each treatment was repeated 4 times, so there were 32 experimental units.
Research data were analyzed using analysis of variance (F test), The results showed that the type of medium had very significant effects, incubation temperature had affected and the interaction between the type of medium and temperature had not affected the average wet weight of mycelium. Results of honest significant difference test (HSD) showed that the PDA was the best medium and temperature of 25°C was the optimal temperature for mycelial growth of T. fuciformis with an average wet weight of 1,4880 ± 0.347 g and 1,2188 ± 0.3599 g.
1039110915G1D011023PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) TERHADAP EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOLatar Belakang : Diabetes mellitus dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang dapat menurunkan efikasi dalam melakukan perawatan diri. Salah satu terapi meningkatkan efikasi diri adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Terapi ini dapat merubah pola pikir negatif individu menjadi pola pikir positif.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh CBT menggunakan audio visual terhadap efikasi diri pasien diabetes mellitus di RSUD Margono Soekarjo.
Metode : Penelitian ini menggunakan pre experimental dengan one group pretest and postest design without control group. Pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling dengan jumlah sampel 27 responden. Instrumen efikasi diri yang digunakan adalah The Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES). Analisis data menggunakan Wilcoxon.
Hasil : Responden berusia 40-60 tahun dengan median 55 tahun. Sebagian besar berjenis kelamin perempuan (63%), pendidikan SD (59,3%), tidak bekerja (63%). Komplikasi ulkus diabetikum (37%) dan telah menderita diabetes selama 1-5 tahun (40,7%). Hasil analisis menunjukan ada perbedaan yang bermakna efikasi diri sebelum dan setelah dilakukan CBT menggunakan audio visual dengan p value =0,000 (p<0,05).
Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan CBT menggunakan audio visual terhadap efikasi diri pasien diabetes mellitus.

EFFECT OF COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) USING AUDIO VISUAL ON SELF EFFICACY PATIENTS IN DIABETES MELLITUS
RSUD MARGONO SOEKARJO

Triya Nurul Fazriyah1, Atyanti Isworo2, Arif Setyo Upoyo3.

ABSTRACT

1) Student of Nursing Departement, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
2) Lecturer of Medical Surgical Nursing in Department, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
3) Lecturer of nursing in Nursing Department, Health Sciences Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto

Background : Diabetes mellitus can cause physical and psychological effects that can reduce the efficacy in self-care. One of therapy that can increases self efficacy is Cognitive Behavior Therapy (CBT). This therapy can change the individual’s negative mindset into a positive mindset.
Purpose : This research aimed to identify the effect of CBT by using audio visual for patients through the self efficacy of diabetes patients in RSUD Margono Soekarjo.
Methods : This research used a pre-experimental with one group pretest and posttest design without control group. It used consecutive sampling of 27 respondents. The instrument of Self-efficacy that was used is The Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES). The analysis of the data were using the Wilcoxon.
Results : Respondents were 40-60 years old in median 55 years old. Most of them were female (63%), primary education (59.3%), not work (63%). Diabetic ulcer complications (37%) and having diabetes mellitus for 1-5 years (40.7%). Results of the analysis showed that there was a significant differences of self efficacy before and after the CBT by using audio visual with p value = 0.000 (p <0.05).
Conclusion: There was a significant effect of CBT by using audio-visual through self-efficacy in diabetes mellitus patients.
1039210076H1F010022PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROKARBON MENGGUNAKAN METODE VOLUMETRIK, LAPANGAN SRF, FORMASI TARAKAN, SUB-CEKUNGAN TARAKAN, KALIMANTAN UTARA
Daerah telitian secara administratif terletak di Pulau Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Kalimantan Utara terdapat Sub-Cekungan Tarakan yang memiliki banyak potensi keterdapatannya hidrokarbon. Formasi Tarakan memiliki lapisan batupasir yang cukup tebal sebagai reservoir. Formasi Tarakan disusun oleh litologi batupasir, batubara, dan batulempung. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemetaan bawah permukaan dan perhitungan cadangan hidrokarbon pada Lapangan “SRF” dengan menggunakan 3 data log sumur, 22 data seismik, dan data cutting. Reservoir yang menjadi target penelitian adalah lapisan batupasir yang termasuk dalam Formasi Tarakan yang berumur Pliosen. Berdasarkan analisis data log pada ketiga sumur, lingkungan pengendapan daerah telitian berupa delta plain. Analisis data seismik menunjukan struktur yang berkembang pada daerah telitian adalah antiklin serta terdapat struktur sesar listrik yang berarah utara-selatan dan sesar reverse. Hasil analisis kuantitatif diperoleh harga rata-rata porositas (Ф) sebesar (0,26) 26%, sedangkan harga rata-rata saturation water (Sw) sebesar (0,48) 48%. Berdasarkan hasil perhitungan cadangan dengan metode perhitungan volumetrik dari reservoir tersebut diperoleh besarnya original gas in place (OGIP) pada sumur HS-1 sebesar 4.873.021.639 Scf atau 4,873 Bcf, dan sumur HS-3 sebesar 3.141.928.718 Scf atau 3,141 Bcf. Dan estimasi cadangan yang dapat diproduksi pada sumur HS-1 sebesar 3,4111 Bcf dan sumur HS-3 sebesar 2,1994 Bcf.This Research is located on Tarakan Island, North Kalimantan. North Kalimantan has Tarakan Sub-Basin which is much hydrocarbon potentially. Tarakan Formation has thick layer sandstone as reservoir. Tarakan Formation contains by sandstone, coal and claystone. The analysis in this study are subsurface mapping and calculation of hydrocarbon reserve in SRF field with using 3 well log, 22 seismic, and cutting data. Target reservoir is sandstone that include in Pliocene Tarakan Formation. Based on log data analysis from 3 wells, and cutting data, depositional environment of research area is delta plain. Analysis of 22 seismic lines shows the developed structure on research area are normal fault, reserve fault, and anticline which trending to north-south. Petrophysic calculation generates average effective porosity are (0,26) 26%, and average water saturation are (0,48) 48%. Hydrocarbon reserve estimation (OGIP), that is gas shows with volumetric method from reservoir target HS-1 is 4.873.021.639 Scf or 4,873 Bcf, and reservoir target HS-3 is 3.141.928.718 Scf or 3,141 Bcf. And estimated reserves can be produced on HS-1 wells is 3.4111 Bcf and HS-3 wells is 2.1994 Bcf.
1039310914G1B010077HUBUNGAN STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) SMA NEGERI
DI KABUPATEN KUNINGAN
Stres kerja dan motivasi kerja guru BK dapat mempengaruhi kinerja guru BK. Kinerja yang baik dari guru BK dalam membantu dan memberi motivasi belajar pada siswa sangat diperlukan. Namun stres kerja guru BK yang dapat mempengaruhi kinerja guru BK tergolong tinggi, hal ini disebabkan dalam pekerjaannya guru BK sering menghadapi peserta didik yang nakal, suka bolos, gangguan penerimaan pelajaran dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan motivasi kerja dengan kinerja guru Bimbingan Konseling SMA Negeri di Kabupaten Kuningan. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru BK SMA Negeri di Kabupaten Kuningan sejumlah 30 guru BK dari jumlah 16 sekolah. Metode yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan stres kerja dengan kinerja yang signifikan p = 0,000 lebih kecil dari nilai α (5%), ada hubungan motivasi kerja dengan kinerja yang signifikan p = 0,007 lebih kecil dari nilai α (5%). Peneliti menyarankan guru BK diberikan keringanan pekerjaan atau diberikan waktu istirahat agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik, diberikan penghargaan seperti kenaikan gaji agar motivasi kerjanya meningkat, diberikan kenyamanan dan kelengkapan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kinerjanya.Work stress and work motivation of counseling teachers can affect the performance of teachers counseling. Good performance of counseling teachers in helping and motivating the students to learn is needed. But job stress of counseling teachers which can affect the teachers counseling performance is highly found, because sometimes the counceling teachers encounter naughty students, like truancy, interference received lessons and others. This study aimed to determine the relationship of job stress, work motivation and work performance of the Senior High School counseling teachers in Kuningan District. The subjects was all of Senior High School counseling teachers in the Kuningan District, total 30 counseling teachers from 16 Senior High Schools. This research was cross-sectional. The sample used total sampling, it was 30 samples. Data analysis used chi-square test. The results of this study showed there was a significant correlation of the counseling teachers’ job stress with the counseling teachers’ work performance, p = 0,000 less than the value of α (5%), there was a significant correlation of the counseling teachers’ work motivation with the counseling teachers’ work performance, p = 0,007 less than the value of α (5%). This research suggest that the counseling teachers should be given a work break so the teachers counseling teachers able to resolve all tasks well, should be given awards like bonus to increase motivation of the counseling teachers, should be given more comfortable infrastructures to improve the teachers counseling performance.

1039410918B1J010181PENGARUH LAMA INKUBASI SOYGHURT MENGGUNAKAN INOKULAN DENGAN PENAMBAHAN Bifidobacterium sp. TERHADAP DAYA HAMBAT Bacillus cereusSoyghurt adalah susu kedelai yang difermentasi oleh bakteri probiotik. Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi adalah suhu dan lama inkubasi. Bakteri asam laktat (BAL) yang digunakan dalam pembuatan soyghurt di antaranya Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus, dan Bifidobacterium sp. dengan suhu optimal pertumbuhan 36°-37°C dan lama inkubasi berkisar 1-2 hari. BAL diketahui mampu menghasilkan bakteriosin yang dapat menghambat bakteri patogen dalam saluran pencernaan salah satunya ialah Bacillus cereus. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui perbandingan BAL pada soyghurt terhadap daya hambat B. cereus, mengetahui lama inkubasi soyghurt dengan penambahan Bifidobacterium sp terhadap pertumbuhan B. cereus, dan mengetahui pengaruh konsentrasi BAL dan lama inkubasi pada soyghurt terhadap pertumbuhan B. cereus.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu lama inkubasi soyghurt yang diberi penambahan Bifidobacterium sp. pada suhu 37oC. Parameter utama yang diamati adalah daya hambat soyghurt dengan tambahan Bifidobacterium sp. terhadap B. cereus (Uji difusi). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada tingkat kesalahan 1 % dan 5 %. Apabila perlakuan berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan perbandingan BAL (L. bulgaricus : S. thermophillus : Bifidobacterium sp.) 1:1:1 (K1) pada soyghurt mampu menghambat B. cereus. Lama inkubasi soyghurt dengan penambahan Bifidobacterium sp. optimal pada 24 jam terhadap pertumbuhan B. cereus. Konsentrasi BAL dengan lama inkubasi pada soyghurt tidak mampu meningkatkan daya hambat pertumbuhan B.cereus.
Soyghurt is fermented soy milk produced by probiotic bacteria. Some factors that affect the temperature and fermentation is long incubation. Lactic acid bacteria (LAB) are used in the making of soyghurt such Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus, and Bifidobacterium sp. with optimum growth temperature at 36° - 37° C and the incubation time ranges from 1-2 days. LAB is known able to produce bacteriocins that can inhibit pathogenic bacteria in the digestive tract such as Bacillus cereus. The purpose of this study was to determine the ratio of LAB on soyghurt on inhibition of B. cereus, determine the length of incubation soyghurt with the addition of Bifidobacterium sp. on the growth of B. cereus, and determine the effect of LAB concentrations and longer incubation at soyghurt on the growth of B. cereus.
The method used in this study was an experimental method using completely randomized design (CRD) factorial design and each treatment was repeated 3 times. The first factor was soyghurt incubation time with an addition of Bifidobacterium sp. at 37° C. The main parameter which observed was soyghurt with Bifidobacterium sp inhibition ability against B. cereus (diffusion test). Data were analyzed using analysis of variance on the error rate at 1% and 5%. The Honest Significant Difference (HSD) test will be held if the treatment take a tangible or very tangible effect. The results show a comparison of LAB (L. bulgaricus : S. thermophillus : Bifidobacterium sp.) 1: 1: 1 (K1) on soyghurt able to inhibit B. cereus. Long incubation soyghurt with the addition of Bifidobacterium sp. optimal at 24 hour on the growth of B. cereus. LAB concentration with a long incubation at soyghurt not able to increase the growth inhibitory B.cereus.
1039510917G1D011033Pengaruh pemberian booklet edukasi terhadap pengetahuan dan kesiapan mental siswi menghadapi menarche di Kelurahan GrendengLatar Belakang : Menarche merupakan tanda seksual primer yang terjadi pada perempuan ditunjukan dengan keluarnya darah menstruasi dari uterus melalui vagina untuk pertama kali. Sebagian besar anak perempuan memiliki perasaan negatif terkait menstruasi pertamanya. Salah satu faktor penyebab pikiran tersebut adalah kurangnya informasi mengenai menstruasi. Pemberian edukasi seksual merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mental siswi dalam menghadapi menarche. Edukasi tentang menstruasi dapat dilakukan menggunakan media booklet.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh booklet edukasi terhadap pengetahuan dan kesiapan mental siswi dalam menghadapi menarche.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pra experimental dengan pendekatan pre and post test one group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 93 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan kesiapan mental mengenai menarche. Analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon.
Hasil : Hasil uji wilcoxon diperoleh bahwa nilai pengetahuan p=0,000 (p<0,05) dan nilai kesiapan mental p=0,000 (p<0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan kesiapan mental sebelum dan sesuadah intervensi.
Kesimpulan : Edukasi seksual menggunakan booklet edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswi dalam menghadapi menarche di Kelurahan Grendeng.
Background of the Study: Menarche is a primary sexual characteristic in women that is shown with menstrual blood discharge from the uterus through the vagina for the first time. Menarche occurs at puberty that is begun with the appearance of secondary sexual characteristics. Most of girls have negative feelings in their first menstrual. Which one that becomes that cause is lack of information about menstruation. Education of sexual education is one of the ways to improve knowledge and mental readiness of female students to face menarche. Education about menstruation to elementary school students can be done using the media booklet.
Objective: The aim of this research is to determine the effect of educational booklet on knowledge and mental readiness of female students to face menarche.
Methods: This research is a pre-experimental research with pre-test and post-test approach one group design. Sample is taken by purposive sampling technique amount of 93 respondents who fulfilled the criteria of inclusion and exclusion. The instruments that were used are questionnaire of knowledge and questionnaire of mental readiness of menarche. Data analysis used Wilcoxon statistical test.
Results: Wilcoxon test showed that the value of knowledge p = 0.000 (p <0.05) and mental readiness value p = 0.000 (p <0.05). The results of research showed that there are differences in the level of knowledge and mental readiness before and after intervention.
Conclusion: Sexual Education uses the booklet education can improve knowledge and mental readiness to dealing menarche in the Village Grendeng.
1039610077B1J010120Uji Potensi Phanerochaete chrysosporium Dan Marasmius sp. Dalam Mendegradasi Limbah Penyulingan Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendron)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi P. chrysosporium dan Marasmius sp. dalam mendegradasi limbah penyulingan daun kayu putih dengan waktu inkubasi yang berbeda dan mengetahui jamur pelapuk putih yang paling efektif dalam mendegradasi limbah penyulingan daun kayu putih. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Faktor pertama berupa jenis jamur yang terdiri atas P. chrysosporium, Marasmius sp., dan tanpa keduanya. Faktor ke dua berupa lama waktu inkubasi yang terdiri atas 0; 10; 20; 30 hari. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar lignin dan selulosa awal dan akhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam atau Uji F pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara jamur pelapuk putih dengan waktu inkubasi dalam mendegradasi lignin dan selulosa limbah penyulingan daun kayu putih. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa jenis jamur pelapuk putih memiliki potensi yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dalam menurunkan kadar lignin limbah penyulingan daun kayu putih. Kadar lignin terendah diperoleh dari perlakuan menggunakan Marasmius sp. yakni sebesar 26,20%.
This research aimed to determine the potential of P. chrysosporium and Marasmius sp. in degrade waste distillation of eucalyptus leaves with different incubation times and know the white rot fungus most effective in degrade waste distillation of eucalyptus leaves. The method used experimental factorial completely randomized design. The first factor is a type of white rot fungus which is consisting of P. chrysosporium, Marasmius sp., and without both. The second factor is a long time incubation which are consisting of 0; 10; 20; 30 day. Each treatment combination was replicated 3 times so that there are 36 experimental units. The parameters observed levels of lignin and cellulose begin and end. Data were analyzed using analysis of variance or F test at an error rate of 5% and 1%, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT).
The results of research showed that there were no interaction between the white rot funguses with incubation time in degrades lignin and cellulose waste distillation of eucalyptus leaves. Results of analysis of variance showed that type white-rot fungus have potential very significant (P<0,01) to decrease lignin waste distillation of eucalyptus leaves. The lowest lignin content has been got from treatment use Marasmius sp. is 26,20%.
1039710078F1D010020PERILAKU MEMILIH KOMUNITAS SUPORTER SEPAKBOLA AREMANIA PADA PEMILIHAN UMUM WALIKOTA MALANG TAHUN 2013ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Perilaku Memilih Komunitas Suporter Sepakbola Aremania Pada Pemilihan Umum Walikota Malang Tahun 2013”. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perilaku memilih komunitas Aremania pada pilwakot Malang tahun 2013, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku memilih komunitas Aremania pada pilwakot Malang tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sehingga penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata.
Data dalam penelitian ini di dapatkan dari hasil wawancara mendalam dan studi dokumentasi, baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun internet. Metode analisis data yang digunakan adalah model interaktif Milles and Huberman. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Validitas data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik triangulasi data. Penelitian ini dilakukan di Kota Malang sebagai pusat dari komunitas Aremania serta sebagai kota yang unik dan berbeda dengan penyelengaraan Pilwakot di daerah lain, karena pada Pilwakot Malang tahun 2013 banyak kontestan Pilwakot yang menggunakan nama atau identitas klub sepakbola Arema dan Komunitas Aremania dalam tagline kampenyenya.
Pada pemilihan umum walikota Malang tahun 2013, Komunitas aremania menjadi target politik praktis dari para calon walikota untuk meraih suara dari anggota komunitas ini. Perilaku memilih pada komunitas Aremania independen, tidak ada paksaan dalam komunitas untuk memilih calon walikota. Dari tokoh komunitas Aremania memang tidak ikut memihak salah satu calon walikota dan tidak ada paksaan mengenai pilihan politik anggota Komunitas Aremania, akan tetapi di akar rumput masih banyak ditemui anggota komunitas Aremania membawa nama Aremania pada Pilwakot Malang tahun 2013. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih, terutama dari faktor lingkungan atau environment determinist Komunitas Aremania, diantaranya adalah: 1) Tokoh pada komunitas Aremania tidak ikut langsung untuk mendukung salah satu calon Pada Pilwakot Malang tahun 2013; 2) Relasi antara PT. Arema Cronus dengan komunitas Aremania tidak dimanfaatkan dalam bidang politik praktis; 3) Tidak adanya keseriusan dalam komunikasi politik dari calon walikota terhadap komunitas Aremania yang ingin memobilisasi massa Aremania untuk dijadikan dukungan; 4) Tidak adanya aturan hukum yang mengikat serta tidak ada badan hukum dari komunitas yang berhak memberi sanksi ketika nama Aremania di catut ke dalam dunia politik praktis. Sehingga penggunaan nama Aremania pada dunia politik praktis masih tetap ada pada Pilwakot Malang tahun 2013, dan belum ada upaya untuk menanggulangi hal tersebut.

Kata Kunci: perilaku memilih, komunitas, pemilihan umum kepala daerah.



ABSTRACT
This research entitled “Voting Behavior of Aremania Football Supporter Community on General Election of Malang Mayor in 2013”. The purpose of this research is to explain how the voting behavior of Aremania Community, and determine the factors that influence voting behavior of Aremania community on general election of Malang mayor in 2013. The research method used in this research is qualitative descriptive method with case study approach, so this research generates descriptive data in the form of words.
Data in this research was obtained from in-depth interview and documentation, either in the form of book, journal or internet. The data analysis method used was Milles and Hubberman interactive model. The selection informant technique in this research used purposive sampling and snowball sampling method. Data validity used in this research was triangulation data technique. This research was conducted in Malang city as the center of Aremania community as well as unique and different with the other areas in organizing general election of mayor, because there are many participant of general election of Mayor who use the name or identity of Arema football club and Aremania community as their tagline of campaign.
In the general election of Malang mayor in 2013, Aremania community was the target of political practice of the candidate of mayor to achieve the voice of this member of community. The voting behavior of Aremania community is independent; there is no compulsion in the community to elect the candidate of mayor. Indeed, the community leaders did not take a side to one of the candidates of mayor and there was no compulsion on the political choice of Aremania members. However in the grassroots, there were still many Aremania community members who bring Aremania’s name in general election of Malang mayor in 2013. The factors that influence voting behavior, especially from environment determinist of Aremania community are: 1) Public figure in Aremania community do not directly participate to support one of the candidates in general election of Malang mayor in 2013; 2) the relation between PT. Arema Cronus and Aremania community was taken the advantage in the political practice; 3) there is no seriousness in political communication from the candidate of mayor on Aremania community who want to mobilize the mass of Aremania to be used as supporter; 4) the absence of binding legal rules and no legal entity of the community that have a right to give a sanction when the name of Aremania was cheated in the world of political practice. So, the use of Aremania’s name in the world of political practice still exists in the general election of Malang mayor in 2013, and there has been no effort to overcome it.

Word keys: voting behaviour, community, general election.
1039810079H1E009027INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI UNTUK MEMETAKAN SEBARAN BATUAN DASAR (BASEMENT) DI KABUPATEN BANYUMASPemodelan struktur geologi telah dilakukan di daerah yang memiliki potensi adanya sebaran batuan dasar (basement) di Kabupaten Banyumas dengan menginterpretasi data anomali medan gravitasi. Tujuan dari penelitian ini untuk memetakan variasi densitas batuan bawah permukaan bumi berdasarkan pemodelan data gravitasi dalam bentuk kontur anomali Bouguer guna mengetahui potensi sumberdaya alam di Kabupaten Banyumas. Pemodelan ini dilakukan dengan cara menginterpretasi model bawah permukaan dari suatu penampang anomali Bouguer. Data yang digunakan tidak diambil secara langsung di lapangan melainkan data sekunder yang diambil dari satelit GEOSAT dan ERS-1 yang sudah terkoreksi free air yang kemudian dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan sehingga diperoleh anomali Bouguer lengkap di topografi. Proses selanjutnya adalah reduksi ke bidang datar, serta untuk pemisahan anomali lokal dan regional menggunakan metode pengangkatan ke atas (upward continuation). Nilai densitas yang digunakan yaitu 2,67 g/cm3. Pemodelan 2D dilakukan dengan menggunakan software Grav2DC. Hasil interpretasi pada pemodelan penampang lintasan AB, CD, EF, dan GH didapatkan tiga lapisan batuan di bawah permukaanyaitu batu pasir (2,37 g/cm3), andesit (2,67 g/cm3), dan basalt (2,97 g/cm3).
The modeling of geological structure had been done in the area being had the potential for the spread of the basement in Banyumas to interpret anomalies gravitational field data. The purpose of this study was to map the variation in the density of rocks below the earth's surface based modeling gravity data in the form of Bouguer anomaly contour to determine the potential of natural resources in Banyumas. This modeling was done by interpreting subsurface models of a cross section Bouguer anomaly. The data used were not taken directly in the field but secondary data takenfrom satellites GEOSAT and ERS-1 being had been corrected free air which was then made corrections Bouguer and terrain corrections in order to obtain a complete Bouguer anomaly in the topography. The next process was the reduction to a flat surface, as well as for local and regional anomaly separation using the method of appointment to the top (upward continuation). Density value was used 2.67g/cm3. 2D modeling performed using software Grav2DC. The results of cross-sectional interpretation of the modeling trajectory AB, CD, EF, and GH obtained three layers of rock below the surface was sandstone (2.37 g/cm3), andesite (2.67 g/cm3), and basalt (2.97g/cm3).
1039910080C1C010053Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return Saham pada Perusahaan-Perusahaan dalam Jakarta Islamic Index (JII).Informasi mengenai aktivitas perusahaan atau kinerja perusahaan sangat penting diperlukan bagi para investor karena informasi kinerja perusahaan mampu menggambarkan kondisi ekonomi perusahaan, serta prospek pertumbuhan perusahaan sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan investor dalam memilih investasi pada suatu perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh return on assets (ROA), return on equity (ROE), current ratio (CR), debt to equity ratio (DER) dan total assets turnover (TAT) terhadap return saham. Penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yang diproksikan oleh volume perdagangan saham (VPS).
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan - perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2008-2013 secara keseluruhan yang berjumlah 56 perusahaan. Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria : terdaftar dalam JII pada periode 2008-2013, tidak delisting selama periode 2008-2013, menerbitkan laporan keuangan pada periode 2008-2013, menyajikan informasi saham pada periode 2008-2013. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel ROA, ROE, dan VPS secara parsial memberikan pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index, sedangkan variabel CR, DER, dan TAT tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index. Secara simultan variabel ROA, ROE, CR, DER, TAT dan VPS memberikan pengaruh yang signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index.
Implikasi dari penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index dalam mengendalikan kinerja keuangan perusahaan lebih memperhatikan rasio profitabilitas, hal ini dikarenakan variabel return on assets dan return on equity memiliki pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan rasio lainnya seperti likuiditas, leverage, dan aktivitas. Bagi investor atau calon investor yang hendak melakukan investasi di Jakarta Islamic Index hendaknya perlu menjadikan return on assets, return on equity, dan volume perdagangan saham sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi karena ketiga variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham pada perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index tahun 2008 – 2013.
Information on the company's activities or performance of the company is very important because it is necessary for investors to describe the company’s economic conditions, and company's growth prospects so that it can be used as basis for investor’s decision making in selecting investments in a company. The purpose of this study is to understand the influence of return on assets (ROA), return on equity (ROE), current ratio (CR), debt to equity ratio (DER) and total asset turnover (TAT) on stock returns. This study also uses the control variables which proxied by trading volume stock (VPS).
The population in this study are companies which listed on the Jakarta Islamic Index (JII) 2008-2013 the total is 56 companies. Companies sampled in this study were taken by using purposive sampling method, with the following criteria: listed in JII in the period 2008-2013, not delisted during the period 2008-2013, published financial statements in the period 2008-2013, presenting stock information on the period 2008- 2013. The method of analysis of this study using multiple regression analysis.
These study’s results show that the variable ROA, ROE, and VPS partially give a significant influence on companies’s stock returns in the Jakarta Islamic Index, while the variable CR, DER, and TAT did not give a significant influence on stock returns of companies in Jakarta Islamic Index. Simultaneously ROA, ROE, CR, DER, TAT and VPS have a significant influence on companies’s stock returns in the Jakarta Islamic Index.
The implications of this research that the companies which listed on the Jakarta Islamic Index in controlling the financial performance of companies more concerned with profitability ratios, this is because the variable return on assets and return on equity have a significant effect compared with other ratios such as liquidity, leverage, and activity. For investors or potential investors who want to invest on the Jakarta Islamic Index should have to make the return on assets, return on equity, and stock trading volume as a reference in making investment decisions for these three variables has a significant influence on stock returns for companies on Jakarta Islamic Index on the period 2008-2013.
1040010916G1F011020ANALISIS BIAYA MINIMAL KONVERSI TERAPI PARASETAMOL INTRAVENA KE ORAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTORumah sakit dapat melakukan efisiensi ekonomi salah satunya dengan konversi terapi intravena ke oral. Parasetamol adalah salah satu obat yang dapat dilakukan konversi terapi intravena ke oral karena memiliki bioavailabilitas absolut berkisar antara 85-98%. Konversi terapi intravena ke oral dapat dilakukan jika kondisi pasien sudah memenuhi kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besarnya persentase penghematan biaya jika diasumsikan konversi terapi parasetamol intravena ke oral dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan data yang diperoleh secara retrospektif dari catatan rekam medik pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Terapi diasumsikan dapat dikonversi dari intravena ke oral jika pasien memenuhi kriteria konversi yang meliputi suhu <38,3oC, tekanan darah sistol >90 mmHg, nadi <100 kali/menit dan respiratory rate <24 kali/menit. Data dianalisis menggunakan analisis biaya minimal.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 pasien. Sebanyak 85% pasien dapat dilakukan konversi terapi sedangkan 15% lainnya tidak dapat dilakukan konversi. Penghematan yang dapat dilakukan dengan konversi terapi ini sangat besar yaitu mencapai Rp.48.268.686,- atau sebesar Rp.567.867,- (Rp.65.210,5-Rp.2.072.880) per pasien. Konversi terapi dapat menghasilkan biaya yang lebih minimal dibandingkan dengan terapi tanpa konversi. Penghematan yang diperoleh dari konversi terapi yaitu sebesar 76,25% (5,69%-99,77%) terhadap biaya parasetamol tanpa konversi.
Hospitals can perform economic efficiency by doing conversion from intravenous to oral therapy. Paracetamol is one of a drug that can be converted because it has absolute bioavailability between 85-98%. The conversion from intravenous to oral therapy could be done, if the patient condition have already met certain criteria. The aim of this research is to know the percentage of cost that could be saved if the intravenous paracetamol therapy assumed being converted to oral therapy in RSUD.Prof.Dr.Margono Soekarjo.
This study was descriptive study with the data collected restrospectivly from patient medical record in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sample were selected using simple random sampling method. This therapy conversion can be applied to the patient if they meet this criteria, such as temperature >38,3oC, sistole blood pressure >90 mmHg, pulse <100/minute and respiratory rate <24/minute. Data were analyzed using cost minimization analysis.
The total sample that used intravenous paracetamol in this study was 100 patients. 85 patients (85%) were converted, while 15 patients (15%) were not converted. Cost savings that could be achieved when the conversion of paracetamol from intravenous to oral therapy done was Rp.48.268.686,- or Rp.567.867,- (Rp.65.210,5-Rp.2.072.880) per patient. Conversion therapy resulted minimum cost with percentage of saving 76,25% (5,70%-99,77%).