Artikelilmiahs
Menampilkan 10.141-10.160 dari 48.949 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10141 | 10802 | F1B009022 | ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL DI BAWAH SATU ATAP (SAMSAT) PURWOKERTO | Tulisan ini mendiskusikan tentang organisasi publik yang bertugas melayani masyarakat dalam pembayaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), Penerbitan dan Perpanjangan STNK, SWDKLLJ, dan Mutasi.Sebagai organisasi publik kantor SAMSAT dapat memberikan kualitas layanan yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Kantor Bersama SAMSAT Purwokertoyang berlandaskan pada KepMen PAN No. 25 Tahun 2004. Sasaran penelitiannya adalah pengguna layanan di Kantor SAMSAT Purwokerto, responden terpilih 150 orang berdasarkan KepMenPAN No. 25 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, metode analisis menggunakan tabel frekuensi bertujuan untuk menghitung hasil dari masing-masing unsur berkaitan dengan kualitas pelayanan Kantor SAMSAT Purwokerto.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Indeks Kepuasan Masyarakat(IKM) pengguna layanan di Kantor Bersama SAMSAT Purwokerto adalah Baik yang menunjukan nilai konversi yang menghasilkan nilai sebesar 65,25 yaitu berada diantara 62,51-81,25 yang berarti bahwa kinerja pelayanan pada Kantor Bersama SAMSAT Purwokerto adalah B atau“Baik”, namun ada beberapa yang perlu ditingkatkan, diantaranya: 1) Keadilan mendapatkan pelayanan, diperlukan adanya sidak terhadap praktek diskriminasi dalam memberikan pelaynan. 2) Kesopanan dan keramahan petugas, diperlukan perbaikan sikap dari para petugas pemberi layanan. 3) Kepastian jadwal pelayanan, perlu adanya perbaikan berkaitan dengan kepastian waktu pelayanan (buka dan tutup). 4) Kewajaran biaya pelayanan, diperlukan pengawasan yang lebih baik berkaitan dengan biaya pelayanan. 5) kepastian biaya pelayanan, adanya reward buat pegawai yang berprestasi. Kata Kunci: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Pelayanan Publik, Kepuasan Masyarakat. | This paper discusses the public organization prayers one that duty service society Payment hearts PKB, BBNKB, Mutation And Others. As a public organizations that SAMSAT should can provide quality services with what posted expected community,in the end will give you satisfaction that will increase their loyalty to SAMSAT an organization and public as the all services give.The purpose of research is to analyze and describe the satisfaction level of service community call centers on the minister of public agency decision Number 25/2004.Initial research using survey research from with descriptive quantitative approach.Results concluded that the Community Satisfaction Index.Service users in call centers is good all the indicates conversion value amounting to 65.25. 62.51 to 81.25 That is among which means that the boarding costs services Office together SAMSAT is B or " Good ", but there are some that should be improved, including: 1) Justice ministry gain, 2) Courtesy and friendliness officer, 3) Assurance services schedule, 4) Fairness includes the cost of service, 5) Certainty cover costs services. Keywords:Public Satisfaction, Public Satisfaction Index, Public Service | |
| 10142 | 9919 | A1C010077 | Analisis Saluran dan Marjin Pemasaran Komoditas Kelapa (Cocos nucivera L) di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen | Kecamatan Petanahan merupakan salah satu daerah sentra penghasil kelapa di Kabupaten Kebumen, pemasaran hasil produksi kelapa sebagian besar melalui beberapa lembaga pemasaran, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan harga di tingkat petani produsen kelapa dan tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengetahui saluran pemasaran komoditas kelapa di Kecamatan Petanahan, (2)Mengetahui lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran komoditas kelapa dan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan, (3)Menganalisis besarnya marjin pemasaran komoditas kelapa pada setiap saluran pemasaran, (4)Menganalisis besarnya biaya dan keuntungan pemasaran pada setiap saluran pemasaran, (5)Menganalisis besarnya farmer’s share pada setiap saluran pemasaran, (6)Menganalisis efisiensi pemasaran komoditas kelapa di Kecamatan Petanahan berdasarkan nilai rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen dengan metode survei. Rancangan pengambilan sampel yang digunakan yaitu two stage cluster sampling untuk sampel petani dan snowball sampling untuk sampel pedagang sehingga diperoleh sebanyak 34 petani dan 16 pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, analisis biaya dan keuntungan, farmer’s share serta rasio keuntungan dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Terdapat 5 saluran pemasaran kelapa di Kecamatan Petanahan. (2)Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran kelapa di Kecamatan Petanahan yaitu petani, pedagang pengumpul, agen penjualan, pedagang besar, dan pedagang pengecer, sedangkan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan adalah fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi penyediaan fasilitas. (3)Marjin pemasaran kelapa terkecil terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp450,00 per butir dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp812,50 per butir. (4)Total biaya pemasaran kelapa terkecil terdapat pada saluran 4 yaitu sebesar Rp317,00 per butir dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp478,00 per butir. Total keuntungan terkecil terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp119,00 dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp334,00 per butir. (5)Farmer’s share kelapa terbesar terdapat pada saluran 2 yaitu sebesar 100 persen dan terkecil terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar 66,32 persen (6)Terdapat 2 saluran yang belum efisien yaitu saluran 3 dan 4, dengan nilai rasio keuntungan terhadap biaya yang bervariasi antar lembaga pemasaran. | Petanahan District is one of coconut central producer area in Kebumen Regency, most of the marketing of coconut production doing through some marketing agencies, causing the price difference at coconut farmer’s level and consumer’s level. This research was aimed to: (1) Know the marketing channel of coconut commodity in Petanahan District, (2) Know the agencies which is involved in coconut commodity’s marketing and their function, (3) Analyze the amount of marketing margin of coconut commodity on each marketing channel, (4) Analyze the amount of cost and profit of marketing on each marketing channel, (5) Analyze the amount of farmer’s share on each marketing channel, (6) Analyze the marketing efficiency of coconut commodity in Petanahan District based on the value of the ratio of profit and marketing cost. Research was conducted in Petanahan District, Kebumen Regency using survey method. Sampling that used is two stage cluster sampling for farmer as sample and snowball sampling for seller as sample, obtained 34 farmers and 16 sellers. Data analysis method that used is descriptive analysis, marketing margin, cost and profit analysis, farmer’s share also ratio of profit and cost. Research results showed that: (1) There are 5 coconut marketing channels in Petanahan District. (2) Marketing agencies that involved in coconut marketing in Petanahan District are farmers, traders, sales agents, wholesalers, and retailers, while their marketing functions are exchange function, physical function, and function of providing facilities. (3) The least coconut marketing margin is on channel 1 as much as Rp450,00 per item and the greatest is on channel 5 as much as Rp812,50 per item. (4) The least total cost of coconut marketing is on channel 4 that is Rp317,00 per item and the greatest is on channel 5 that is Rp478,00 per item. The least total marketing profit is on channel 1 as much as Rp119,00 per item and the greatest is on channel 5 as much as Rp334,00 per item. (5) The greatest coconut farmer’s share is on channel 2 as much as 100 percent and the least is on channel 5 as much as 66,32 percent. (6) There is 2 channel which have not yet efficient that are channel 3 and 4, with the varied value of cost and profit ratio among marketing agencies. | |
| 10143 | 9739 | A1L010265 | PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH CAIR IKAN DIKOMBINASIKAN DENGAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis terhadap pemberian pupuk limbah cair ikan, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis terhadap pemberian pupuk nitrogen, mengetahui interaksi pemberian pupuk limbah cair ikan dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dan mengetahui takaran pupuk limbah cair ikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan peningkatan hasil tanaman jagung manis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama terdiri atas 4 aras takaran pupuk limbah cair ikan yaitu L0 (0 mL/polybag), L1 (150 mL/polybag + 0,89 g P2O5/polybag), L2 (300 mL/polybag + 0,71 g P2O5/polybag), dan L3 (450 mL/polybag + 0,53 g P2O5/polybag). Faktor kedua terdiri atas 3 aras takaran pupuk urea yaitu U0 (0 g N/polybag), U1 (0,68 g N/polybag), dan U2 (0,87 g N/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk limbah cair ikan pada takaran 450 mL/polybag (L3) paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan bobot basah tongkol jagung manis yaitu sebesar 182,11 cm dan 108,56 g/tanaman. Pemberian pupuk urea pada takaran 0,68 g N/polybag (U1) paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman yaitu sebesar 183,29 cm dan takaran 0,87 g N/polybag (U2) terhadap bobot basah tongkol jagung yaitu sebesar 134,23 g/tanaman. Kombinasi L2U1 dan L3U1 paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman yaitu mencapai 192,17 cm, sedang kombinasi L2U2 paling berpengaruh terhadap bobot basah tongkol jagung manis yaitu sebesar 144,12 g/tanaman. Pupuk limbah cair ikan pada takaran 300 mL/polybag (L2) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, sehingga diharapkan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk urea. | The purpose of this research is to determine the response of growth and yield of sweet corn on liquid waste of fish fertilizers application, determine the response of growth and yield of sweet corn on nitrogen fertilizer application, determine the ineteractions between of nitrogen fertilizer application and liquid waste of fish fertilizers on growth and yield of sweet corn, and determine the best dosage of liquid waste of fish fertilizers on growth and increasing yield of sweet corn. The research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisted of two factors. The first factor consisted of four levels of dosage liquid waste of fish fertilizers, which were L0 (0 mL/polybag), L1 (150 mL/polybag + 0.89 g P2O5/polybag), L2 (300 mL/polybag + 0.71 g P2O5/polybag), and L3 (450 mL/polybag + 0.53 g P2O5/polybag). The second factor consisted of three levels of dosage urea fertilizer, which were U0 (0 g N/polybag), U1 (0.68 g N/polybag), and U2 (0.87 g N/polybag). The results showed that application of liquid waste of fish fertilizers by dosage 450 mL/polybag (L3) the most influential for the plant lenght and the fresh weight of cob sweet corn namely 182.11 cm and 108.56 g/plant. The application of urea fertilizer by dosage 0.68 g N/polybag (U1) the most influential for the plant lenght namely 183.29 cm and dosage 0.87 g N/polybag (U2) for the fresh weight of cob sweet corn namely 134.23 g/plant. Combination treatment L3U1 and L2U1 are the most influential for the plant length of sweet corn is namely 192.17 cm, while combination treatment L2U2 is the most influential for the fresh weight of cob sweet corn namely 144.12 g/plant. The liquid waste of fish by dosage 300 mL/polybag (L2) extend the best influential for the growth and yield of sweet corn, with the result that excepted to reduce the use of urea fertilizer. | |
| 10144 | 9827 | A1L010076 | SEBARAN UNSUR HARA KALIUM PADA LAHAN SAWAH DI WILAYAH KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP | Kajian ini bertujuan mengetahui besarnya kandungan unsur hara kalium pada lahan sawah di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap dan memetakan sebaran hara kalium pada lahan sawah dengan skala 1 : 50.000 di wilayah Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Penentuan titik sampel dilakukan dengan membuat Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan menumpangsusunkan (Overlay) Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Penggunaan Lahan dan Peta Curah Hujan. Penelitian dilakukan di tujuh desa di wilayah Kecamatan Kroya dari November 2013 – Maret 2014. Kandungan unsur hara kalium pada tanah diukur dengan cara mengambil sampel tanah sebanyak 22 titik sampel pengamatan yang tersebar dari Utara ke Selatan dan kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui kadar hara K. Hasil penelitian menunjukan kandungan kalium (K) total tertinggi terdapat pada Satuan Lahan Homogen (SLH) Ae0 dengan nilai 0,0551095 %. Kandungan kalium (K) total terendah terdapat pada Satuan Lahan Homogen (SLH) Ac0 dengan nilai 0,0172836 %. Untuk kandungan kalium (K) tersedia, kadar K tersedia tertinggi pada Satuan Lahan Homgen (SLH) Ae0 dengan nilai rata-rata 0,77288874 me%. Terendah pada Bd0 sebesar 0,12209252 me%. Sebaran K total dan K tersedia pada lahan sawah tergolong Rendah (R) dan tidak memiliki korelasi yang nyata terhadap produksi padi tahun 2011 sampai 2013. Hal ini terlihat dari nilai korelasi K total terhadap produksi padi yang hanya sebesar r2 = 0.252 atau 25.2% sedangkan korelasi K tersedia terhadap produksi padi yang hanya sebesar r2 = 0.173 atau 17.3%. Hasil produksi padi di daerah penelitian tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi tersebut. Hasil produksi padi di daerah penelitian dapat dikatakan cukup tinggi (6 – 7 ton /ha). | This study aims to find out the magnitude of the potassium content of nutrient elements in paddy fields in District Kroya Cilacap Regency and mapped the distribution of potassium nutrient in paddy fields with a scale of 1: 50,000 in District Kroya, Cilacap Regency. Determination of the point of the sample is done by first creating a Homogeneous Land Units Map, which is made by way of overlay administrative map, soil map, land use map and precipitation map. The research was conducted in seven villages in the subdistrict Kroya from November 2013 - March 2014. The potassium content of nutrient elements in soil measured by taking soil samples as much as 22 points of the sample observations are scattered from North to South and then analyzed in a laboratory to determine nutrient levels K. Results of the study showed a Homogeneous Land Units Ae0 has the content of potassium (K) highest total in Homogeneous Land Units with 0.0551095%. The content of potassium (K) lowest total in Homogeneous Land Units Ac0 with a value of 0,0172836%. For the content of potassium (K) are available, the highest levels of available K in Homogeneous Land Units (SLH) Ae0 with an average value of 0.77288874 me%. Lowest on Bd0 by 0.12209252 me%. Distribution of total K and available K in paddy fields classified Low (R) and did not correlate significantly to rice production in 2011 through 2013. This is evident from the total value of the correlation of K on rice production is only amounted r2 = 0.252 or 25.2%, while the correlation of K available to rice production only amounted r2 = 0.173 or 17.3%. Rice production results in the area of research not too affected by the condition. Rice yield results in research area is quite high (6 – 7 ton/ha). | |
| 10145 | 9901 | A1L010238 | PERENCANAAN SISTEM PERTANIAN KONSERVASI DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES | Penelitian yang bertujuan untuk: (1) memprediksi besarnya erosi dipercepat (2) mengetahui tingkat bahaya erosi (TBE), dan (3) merencanakan tindakan konservasi lahan yang sesuai dengan biogeofisik wilayah, telah dilakukan di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes pada tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik sampling menggunakan pendekatan Satuan Lahan Homogen (SLH). Prediksi besarnya erosi dipercepat (A) dilakukan dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dihitung yaitu dengan membandingkan besarnya erosi potensial dengan nilai toleransi erosi yang diperbolehkan (T), dan perencanaan pertanian konservasi dilakukan dengan menghitung faktor tindakan konservasi (CP). Hasilnya menunjukkan bahwa besarnya erosi dipercepat di sebagian besar wilayah Kecamatan Bumiayu sebesar 852,48 ton/ha/th, TBE sebesar 563,49 ton/ha/th, nilai T sebesar 3,48 ton/ha/th, dan besarnya faktor CP adalah 0,014 dan 0,007. Untuk itu arahan tindakan konservasi yang paling tepat untuk penggunaan lahan adalah penanaman bergilir dengan menggunakan mulsa alami dan penggunaan teras bangku sebagai tindakan konservasinya. | This research was aimed: (1) to predict the actual erosion that occurred (2) to determine the level of hazard erosion that occurred, and (3) Plan the act of conservation land that is appropriate with biogeofisik areas, has been done in the district of brebes bumiayu sub-district in 2014. This research method used is the method of survey sampling techniques, the use of a homogeneous land units approach. Soil sampling was carried out based on a homogeneous land units. The prediction of the accelerated erosion (A) done with a method of Universal Soil Loss Equation (USLE) the level of hazard of erosion (TBE) calculated that is by comparing a value of tolerance erosion allowed (T) agriculture conservation and planning by counting a factor of the act of conservation (CP). The cover-management and support practice factor (CP), and the value T. Erosion prediction with USLE and TBE method, then compared against the tolerance value erosion. The result showed that the erosion of accelerating the most sub-districts bumiayu is 852,48 ton/ha/year, TBE is 563,49 ton/ha/year, value T 3.48 ton/ha/year, and the CP factors is 0,014 and 0,007. Therefore, the most accurate directions for using the land is planted alternately with natural mulch and the bench terrace as a conservation action. | |
| 10146 | 9920 | F1F010039 | AN ANALYSIS OF THE NEGATIVE POLITENESS STRATEGY ON THE CONCEPT OF FACE-THREATENING-ACTS (FTA)’s USED BY TWO CHARACTERS IN THE SECRET OF MOONACRE MOVIE | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kesopanan negatif dalam konsep Face-threatening-acts (FTA) yang disampaikan oleh dua tokoh dalam film “The Secret of Moonacre”. Cutting (2002:46) mengungkapkan bahwa strategi kesopanan negatif memperhatikan wajah negatif, dengan memberi jarak pada lawan berbicara, dan menghindar untuk mengganggu kenyamanan orang lain. Para penutur menggunakan strategi kesopanan negatif untuk menghindari pemaksaan atau mengganggu, dan untuk memberi para pendengar pilihan untuk menjawab atau tidak. Penulis menggunakan metode dekriptif kualitatif dalam melaksanakan penelitian ini. Oleh karena itu, penulis telah mengkategorikan dan menganalisis ucapan-ucapan kedua tokoh dalam film “The Secret of Moonacre” dalam jenis-jenis straetgi kesopanan negatif berdasarkan teori Brown dan Levinson; dan menganalisis konteks situasi yang menyebabkan para tokoh menggunakan strategi kesopanan negatif tertentu. Hasil dari penelitian ini yaitu penulis menemukan 26 tuturan yang disampaikan oleh kedua tokoh memuat 8 dari 10 strategi kesopanan negative, diantaranya ‘be conventionally indirect’, ‘question,hedge’, ‘be pessimistic’, ‘minimize the imposition’, ‘give deference’, ‘apologize’, ‘state the FTA as general rule’ dan ‘normalize’. Kemudian, penulis juga menemukan bahwa masing-masing strategi kesopanan negatif memiliki konteks situasi tertentu, dan konteks situasi tertentu juga hanya akan muncul pada strategi kesopanan negatif tertentu. Kesimpulannya, peneliti menemukan bahwa kedua tokoh, Sir Benjamin dan Maria Merryweather, tidak menggunakan semua tipe strategi kesopanan negatif Peneliti menganggap mereka hanya menggunakan 8 tipe strategi kesopanan negative. Kemudian, penulis juga menemukan bahwa konteks situasi tertentu menyebabkan para tokoh menggunakan straetgi kesopanan tertentu. | This research is aimed to know the negative politeness strategy in the concept of face-threatening-acts (FTA)’s used by two characters in “The Secret of Moonacre” movie. Cutting (2002:46) said that negative politeness strategies pay attention to negative face, by demonstrating the distance between interlocutors, and avoiding intruding on each other’s territory. Speakers use negative politeness strategies to avoid imposing or presuming, and to give the hearer options. The researcher used descriptive qualitative method in conducting this research. Therefore, the researcher categorized and analyzed the utterances of two characters in “The Secret of Moonacre” movie into types of negative politeness strategies based on Brown and Levinson’s theory; and analyzed the situational context causing the characters used certain negative politeness strategies. As the result of this research, the researcher found 26 utterances uttered by two characters that contain 8 of 10 negative politeness strategies; they are ‘be conventionally indirect’, ‘question,hedge’, ‘be pessimistic’, ‘minimize the imposition’, ‘give deference’, ‘apologize’, ‘state the FTA as general rule’ and ‘normalize’. Then, the researcher also found that each of the negative politeness strategy has its certain situational context, and certain situational context will appear in certain negative politeness strategy. In conclusion, the researcher finds out that two characters, Sir Benjamin and Maria Merryweather, did not produce all types of the negative politeness strategies The researcher assumed that they just produced 8 types of negative politeness strategy. Then, the researcher also found that certain situational context caused the characters using certain negative politeness strategies. | |
| 10147 | 9922 | A1H010015 | Kajian Dehumidifikasi Adsorpi Zeolit Pada Sistem Pengering Efek Rumah Kaca | Pengeringan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan bahan pertanian. Pengeringan bertujuan menurunkan kadar air pada bahan sehingga diharapkan bahan menjadi lebih awet. Dalam pengeringan semakin rendah nilai kelembaban relatif (RH) udara, maka proses pengeringan akan semakin cepat. Zeolit merupakan mineral alam yang terdiri dari kristal alumino silica terdehidrasi yang mengandung kation alkali atau alkali tanah dalam rangka tiga dimensi. Zeolit memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai adsorben, katalisator, dan ion exchange. Zeolit mempunyai pori dan luas permukaan yang relatif besar, sehingga mempunyai sifat adsorpsi yang tinggi. Oleh karena kemampuan zeolit ini, maka diharapkan zeolit mampu menurunkan RH pada udara khususnya untuk proes pengeringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik suhu dan kelembaban relatif pada proses pengeringan pada pengering efek rumah kaca dengan penambahan zeolit. Penelitian ini menggunakan zeolite alam yang telah di aktifasi dengan cara di oven selama 4 jam dengan suhu 100 oC. Data diperoleh dengan percobaan pada proses pengeringan tanpa zeolit, dengan zeolit tebal 1 cm, dan zeolit tebal 2 cm kemudian dianalisis. Variable yang diukur yaitu suhu bola basah dan kering, kelembaban relatif, dan kecepatan udara. Hasil penelitian menunjukan dengan penambahan zeolit pada pengering efek rumah kaca (ERK) akan meningkatkan suhu di ruang pengering dibandingkan pengeringan tanpa menggunakan zeolit. Nilai peningkatan sebesar 0,16 oC pada penambahan zeolit dengan tebal 2 cm dan 0,08 oC pada penambahan zeolit dengan tebal 1 cm. Zeolit juga menurunkan RH diruang pengering. Nilai penurunan RH ruang pengering dibanding RH lingkungan pada pengeringan dengan zeolit 1 cm sebesar 36,81% dan 79,92% pada pengering dengan zeolit 2 cm dibandingkan pengeringan tanpa zeolit. | Drying is one way to preserve agricultural materials. The aim is drying to reduce the moisture content of the material so that the material is expected to be more durable. In drying, lower the relative humidity of air, the drying process will be faster. Zeolite is a natural mineral consisting of dehydrated aluminosilicates crystalline containing alkali or alkaline earth cations of three dimensions framework. Zeolites have three main functions as adsorbents, catalysts, and ion exchange. Zeolite has pores and relatively large surface area, so it has high adsorption properties. Because of the ability of zeolites, it is expected that zeolites are able to lower the RH in the air, especially for the drying process. The purpose of this study is: to know the characteristics of temperature and relative humidity in the drying process in the greenhouse effect dryer with the addition of zeolite. This study used a natural zeolite that had been activated by putting in the oven for 4 hours at 100 ° C. The data is obtained by experimenting on the drying process without zeolite, the zeolite 1 cm, and zeolite 2 cm and then be analyzed. The measured variables are wet and dry temperature, relative humidity, and air velocity. The results showed the addition of the zeolite greenhouse effect dryer will increase the temperature in the drying chamber than drying without using zeolite. The increasing of 0,16 oC for the addition of zeolite with 2 cm thick and 0,08 oC for the addition of zeolite to 1 cm thick. Zeolites is also lowering the relative humidity in the drying chamber. The decreasing of humidity in the drying chamber is 36.81% drying with zeolite 1 cm and 79.92% in the zeolite drying with 2 cm compared to drying without zeolite. | |
| 10148 | 11611 | F1G011008 | POLISEMI DALAM RUBRIK OPINI HARIAN KOMPAS | Penelitian yang berjudul “Polisemi dalam Rubrik Opini Harian Kompas” ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, kategori kata, dan tipe-tipe hubungan makna polisemi dalam rubrik opini harian Kompas. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data dari kata-kata yang terdapat dalam rubrik opini harian Kompas. Pada tahap pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya dengan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan referensial dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu dengan daya pilah referensial, teknik lanjutannya yaitu teknik hubung banding memperbedakan. Pada tahap penyajian data digunakan metode yang bersifat informal. Berdasarkan analisis polisemi dalam rubrik opini harian Kompas, apabila dilihat dari bentuk kata polisemi, dikelompokkan menjadi polisemi bentuk dasar dan polisemi bentuk turunan. Polisemi bentuk kata dasar terdiri atas tiga kategori kata, yaitu 1) kategori kata verba yang terdiri atas verba perbuatan, verba proses, dan verba keadaan, 2) kategori kata nomina, dan 3) kategori kata adjektiva. Polisemi bentuk kata turunan terdiri atas polisemi turunan berafiks, polisemi turunan bereduplikasi, dan polisemi turunan dari hasil gabungan proses. Polisemi turunan berafiks dibagi menjadi dua kategori kata, yaitu 1) kategori kata verba yang terdiri atas verba perbuatan, verba proses, dan verba keadaan, dan 2) kategori kata nomina. Polisemi turunan bereduplikasi terdiri atas kategori kata nomina. Polisemi turunan dari hasil gabungan proses terdiri atas kategori kata verba dan adjektiva. Dilihat dari tipe-tipe hubungan makna polisemi, dikelompokan dalam tiga tipe hubungan makna polisemi, yaitu derivasi, perluasan figuratif, dan pengelompokan makna sampingan. Derivasi terbagi menjadi derivasi berafiks yang didominasi kelas kata verba dengan bentuk turunan dan derivasi nol yang ditemukan berkelas kata nomina dengan bentuk dasar. Perluasan figuratif terbagi menjadi hubungan asosiatif kontiguitas dan hubungan asosiatif sebagian keseluruhan. Hubungan asosiatif kontiguitas digolongkan menjadi 1) hubungan asosiatif kontiguitas temporal, yang didominasi kategori kata verba dengan bentuk dasar dan bentuk turunan, 2) hubungan asosiatif kontiguitas spasial, yang didominasi kategori kata nomina dengan bentuk dasar dan bentuk turunan, 3) hubungan asosiatif kontiguitas logikal, yang didominasi kategori kata nomina dengan bentuk dasar. Hubungan asosiatif sebagian keseluruhan digolongkan menjadi 1) hubungan asosiatif konstituen keseluruhan, yang didominasi kategori kata nomina dengan bentuk dasar, 2) hubungan anggota kelas, yang didominasi kategori kata nomina dengan bentuk dasar dan bentuk turunan, 3) hubungan asosiatif atributif keseluruhan, yang didominasi kategori kata nomina dengan bentuk dasar. Pengelompokan makna sampingan terdiri dari kategori kata adjektiva dengan bentuk dasar, kategori kata verba dengan bentuk dasar dan bentuk turunan, dan kategori kata nomina dengan bentuk dasar. | The study, entitled “Polysemy in Opinion Column of Kompas”, is purposed to describe the form, word category, and types of polysemous word found in opinion column of Kompas daily newspaper. This is a qualitative descriptive study from which the data source is the words found in the opinion column of Kompas. The data was collected by a close observation through recording and note-taking. Then, it was analyzed by a referent-equal method with a basic technique of determined classification with a referential classification; and the comprehensive technique is by correlating the differences. For the data display, the informal technique are used. The result shows that polysemy, seen from the forms, is categorized into the basic forms and utterance forms. The basic forms consist of three categories: 1) verbs including action verbs, process verbs, and state verbs, 2) nouns, and 3) adjectives. Polysemy in the form of derivatives is comprised of affix derivatives, reduplicated derivatives which consist of nouns, and derivatives polysemy as a combination process which consist of verbs and adjectives. Besides, based on the types of the polysemy correlation, they are derivatives, figurative, and additional meanings category. The derivative are classified into affixed derivatives dominated by derivative verbs and zero derivatives found as nouns in the basic forms. Whereas the figuratives are divided into the correlation of continuous association and of whole-part association. The correlation of continuous association is classified into 1) temporal continuous association dominated by basic verbs and derivative verbs, 2) spatial continuous association dominated by basic nouns and derivative nouns, 3) logical continuous association dominated by basic nouns. On the other hand, the correlation of the whole-part association is classified into 1) the whole-constituent association dominated by basic nouns, 2) class correlation dominated by basic nouns and derivatives, and 3) the whole-attributive association dominated by basic nouns. Moreover, the additional meanings classification consist of adjectives in their basic form, basic nouns and derivatives, and basic nouns. Keywords: Polisemy, opinion column of Kompas, semantics, word correlation, Indonesian language. | |
| 10149 | 10883 | F1A009066 | “Tradisi Luruh Duit” Studi Kasus Tentang Ayla (Anak Yang di Lacurkan) di Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi sosial yang di bangun oleh masyarakat Haurgeulis terhadap Tradisi Luruh Duit dan proses sosial yang terjadi didalam masyarakat sehingga Tradisi Luruh Duit diterima didalam masyarakat. Seperti proses sosial orang tua PSK Dan para PSK dengan warga masyarakat, proses asosiatif, disosiatif yang ada dalam masyarakat dan juga perilaku sosial orang tua yang melacurkan anaknya (Ayla) dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang informanya akan menghasilkan data deskriptif. Dengan tekhnik pengambilan data sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian mengenai konstruksi sosial masyrakat Haurgeulis terhadap Tradisi Luruh Duit, yaitu masyarakat menganggap menjadi PSK sebagai hal yang wajar. Para orang tua disana mempekerjakan anaknya sebagai PSK (Ayla) adalah sebagai alat untuk memperoleh tujuan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi dan prestige/gengsi untuk menunjukan status sosial didalam masyarakat. Hasil penelitian ini bisa deketahui melalui, Tradisi Luruh Duit sebagai konstruksi masyarakat Haurgeulis, Tradisi Luruh Duit sebagai budaya yang sudah turun temurun : kebutuhan akan prestige / gengsi, pelacuran dianggap sebagai hal yang sudah biasa, proses sosial asosiatif : hubungan Ayla (anak yang dilacurkan) dengan masyarakat cukup akomodatif. Proses sosial orang tua PSK dan para PSK dengan warga masyarakat proses sosial asosiatif : Hubungan Ayla (Anak Yang Dilacurkan) dengan masyarakat cukup akomodatif, proses sosial disosiatif : fenomena Ayla (anak yang dilacurkan) dan transaksi jua beli, Ayla sebagai aset berharga keluarga , konteks historis mengenai Tradisi Luruh Duit, masyarakat Haurgeulis dan Tradisi Luruh Duit, Budaya Kemiskinan (Fatalistik), persepsi para orang tua PSK terhadap pekerjaan anaknya, motivasi para orang tua yang menyuruh anaknya untuk Luruh Duit (Menjadi PSK), Ayla (Anak Yang Dilacurkan) dan model pelacuran yang ada di Haurgeulis. | The purpose of this study was to determine the Social Construction to be built by the community of Haurgeulis against tradition of Luruh Duit or prostitution of children (Ayla) and social processes of the community which was involved, So Tradition of Luruh Duit received in the community. The method used is qualitative which will generate descriptive Sample data retrieval technique using purposive sampling. The results showed that the social construction of the Tradition of Luruh Duit in Haurgeulis is a reality that the localization in the community provide a different construction. Because each informant has a varied background that in constructing activities Luruh Duit Tradition or prostitution in the village of Haurgeulis have different variations. When viewed from the social processes that exist and occur quite well, where the parents who encourage their children to Luruh Duit or become prostitutes, and his sex workers themselves fairly well established in the community, so that people construct that tradition Luruh Duit is a thing "reasonable "in society Haurgeulis. Money Luruh tradition refers to Traficking or Ayla (child prostitutes). It is true that there are many parents who employ or encourage children to Luruh Duit due to economic factors to make ends meet. And community feedback about that what is done by the parents of prostitute workers one side is a form of aberration, but on the other hand the conditions and situations faced by parents of prostitute workers in economic problems that make ends meet in Haurgeulis Society. | |
| 10150 | 11454 | H1D010006 | KEKUATAN DINDING PANEL BETON TULANGAN BAMBU DENGAN VARIASI JARAK ANTAR TULANGAN PADA MUTU BETON K-175 | Kajian ini didasari oleh kebutuhan bahan material yang semakin menipis seperti halnya baja yang bersifat tidak dapat diperbaharui. Waktu pelaksanaan yang cukup lama juga menjadi permasalahan tersendiri. Untuk itu diperlukan inovasi baru dengan cara pembuatan dinding panel tulangan bambu yang menggunakan mutu beton K-175 Pada kajian ini dilakukan pengujian dinding panel beton menggunakan variasi tulangan bambu. Pengujian ini dilakukan dengan membuat dinding panel beton berukuran 320 mm x 620 mm x 15 mm menggunakan variasi jarak tulangan bambu 5 cm ; 7,5 cm ; 10 cm dan 15 cm. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kekuatan lentur dari dinding panel beton dan pola keretakannya. Hasil pengujian tekan diperoleh nilai kuat tekan yang tidak lebih tinggi dari perencanaan yang menggunakan mix design K-175, yaitu mencapai kekuatan 156,73 kg/cm2. Untuk pengujian lentur diperoleh bahwa dinding panel dengan jarak tulangan 5cm; 7,5cm dan 10cm memiliki kekuatan yang dapat menyamai dan melampaui GFRC (Glass Fibre Reinforce Cement) dan Gypsum Board.yang memiliki kekuatan sebesar 26,67 kg dengan rasio perbandingan masing-masing 1,25; 1,03 dan 1,00. Kekuatan lentur dinding panel dengan jarak antar tulangan 15cm tidak melampaui kekuatan pembanding dengan rasio sebesar 0,88. Hal ini pun dinyatakan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 86,2% yang menunjukan bahwa pengaruh jarak antar tulangan bekerja pada dinding panel beton yang menggunakan tulangan bambu. Pola keretakan yang terjadi dikategorikan sebagai retak lentur karena retak tipikal terjadi hampir tegak lurus pada sumbu struktur dan terjadi pada daerah momen lentur yang besar. | This research based on materials resources that continuously decrease such an unsustainable steel. Concrete discharge time that had long enough makes another problem. Bamboo reinforced concrete wall panel use quality of concrete become solution of problems and might could increasing the strength. In this research we did flexure test of concrete wall pannel use bamboo. The test use concrete wall panel with 320 mm x 620 mm x 15 mm seize and tested to the space of variation as 5 cm; 7,5cm; 10cm; 15cm. The testing parameters are wall panel flexural strength and their pattern collapse.The compressed test had not higher result than K-175 mix design, it reached 156,73 kg/cm2 strength. The flexure test of 5cm; 7,5cm dan 10cm variation space same high and got higher result than GFRC (Glass Fibre Reinforce Cement) and Gypsum that had 26,67 kg/cm2 strength with ratio as 1,25; 1,03 and 1,00. The flexture strength of concrete wall pannel with 15 cm space variation didn’t got higher result as the third before than GFRC and Gypsum as a comparator with ratio as 0,88. This was expressed by the determination coefficient of a 86.2%, which shows that the effect of the distance between the Reinforcedment work on the walls of bamboo Reinforcedd concrete panels. The pattern collapse is categorized as a typical crack caused almost perpendicular to the structure axis and occurred in the largest bending moment area | |
| 10151 | 9923 | A1L008159 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN DAN SAWI TERHADAP DOSIS PUPUK UREA DAN JARAK TANAM DALAM SISTEM TUMPANGSARI | Tumpangsari adalah penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan dan waktu yang sama. Tumpangsari dilakukan untuk mengurangi risiko kegagalan panen, memperbaiki kesuburan lahan, stabilitas biologis dan sumber gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menentukan dosis optimal pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun dan sawi dalam tumpangsari, 2) Menentukan jarak tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun dan sawi dalam tumpangsari, 3) Menentukan jarak tanam terbaik dan pemberian dosis urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun dan sawi dalam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian lebih kurang 580 m di atas permukaan laut pada bulan Februari sampai Mei 2014. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba yaitu jarak tanam: J1 (20 x 20) cm; J2 (20 x 30) cm dan dosis pupuk urea 84; 168; 252; 336 gram/petak. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis urea berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman bawang daun. Perlakuan jarak tanam tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel bawang daun dan sawi. Terdapat interaksi antara dosis urea dan jarak tanam terhadap beberapa variabel pengamatan. | Intercropping is the planting of more than one crop in a field and the same time. Intercropping is done to reduce the risk of crop failure, improve soil fertility, biological stability and nutrient source community. This research aims to: 1) Determine the optimal dose of fertilizer urea on growth and yield of scallion and mustard in intercropping, 2) Determine the best plant spacing on the growth and yield scallion and mustard in intercropping, 3) Determine the best plant spacing and dosing of urea on growth and yield scallion and mustard in intercropping. This research was carried out on the grounds of the experiment in the village of Melung, district Kedung banteng of Banyumas Regency, with elevation of the approximately 580 m above sea level from February to May 2014. The experimental design used was randomized blok design (RBD). Factors were tried plant spacing: J1 (20 x 20) cm; J2 (20 x 30) cm and fertilizer urea dose 84; 168; 252; 336 grams / plot. Data were analyzed using the F test, if there is a treatment effect followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at 5% error level. The results showed that the treatment of urea very significant effect on plant height scallion. Treatment spacing gives no effect on all the variables of growth and yield of scallion and mustard. Interaction between the dose of urea fertilizer and plant spacing significantly different with some observations of variables. | |
| 10152 | 9926 | C1A010106 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI ANGGOTA PADA KOPERASI UNIT DESA (KUD) RUKUN TANI, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Rukun Tani Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota pada Koperasi Unit Desa (KUD) Rukun Tani, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan, lama menjadi anggota, tingkat pendidikan, pengetahuan tentang koperasi, pelayanan koperasi, dan jarak tempat tinggal terhadap partisipasi anggota koperasi “KUD Rukun Tani”. Dan juga untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi anggota koperasi “KUD Rukun Tani”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KUD Rukun Tani yang berjumlah sebanyak 1397 orang, tersebar pada 20 desa yang berada di Kecamatan Cilongok. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 94 orang menggunakan metode slovin. Metode penentuan responden menggunakan metode acak (random) dengan menggunakan microsoft excel 2007 dengan fungsi RANDBETWEEN(). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukan bahwa: Variabel pendapatan, lama menjadi anggota, tingkat pendidikan, pengetahuan tentang koperasi, pelayanan koperasi, dan jarak tempat tinggal secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota KUD Rukun Tani. Terdapat dua variabel bebas (pendapatan dan lama menjadi anggota) yang berpegaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi anggota KUD Rukun Tani. Dan empat variabel lain (tingkat pendidikan, pengetahuan tentang koperasi, pelayanan koperasi, dan jarak tempat tinggal) tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota KUD Rukun Tani. Variabel pendapatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pasrtisipasi anggota KUD Rukun Tani. Hal ini karena kebanyakan responden berpartisipasi dalam bentuk pinjaman, orang yang pendapatannya tinggi akan meminjam lebih banyak dari yang berpendapatan rendah, orang yang berpendapatan tinggi akan lebih rajin dalam membayar setoran. Dan juga dalam proses memperoleh pinjam yang mudah dan cepat. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu KUD Rukun Tani melakukan sosialisasi atau promosi yang lebih luas, dan ada upaya-upaya yang dilakukan pihak manajemen agar partisipasinya tidak hanya dalam bentuk pinjaman. Seperti pemberian potongan harga pada anggota yang berbelanja di KUD Rukun Tani agar anggota membelanjakan pendapatannya di KUD Rukun Tani. Menaikkan suku bunga simpanan agar anggota juga berpartisipasi dalam bentuk simpanan. Dan adanya pendidikan dasar tentang koperasi bagi anggota baru, agar anggota lebih mengetahui tentang koperasi. Katakunci: Koperasi, Koperasi Unit Desa, Partisipasi Anggota Koperasi | This study is a survey of the members of the Village Unit Cooperatives (KUD) Rukun Tani District of Cilongok, Banyumas. This study takes the title: "Factors Affecting Member Participation in Village Unit Cooperative (KUD) Rukun Tani, District Cilongok, Banyumas". The purpose of this study was to determine the effect of income, long a member, level of education, knowledge of cooperatives, cooperative services, and distance residence of the members of the cooperative participation "KUD Rukun Tani". And also to determine variables wich most influential on the participation of members of the cooperative "KUD Rukun Tani". The population in this study is all members of KUD Rukun Tani amount to 1397 peoples,spread over 20 villages in the district of Cilongok. The number of sample were taken in this study is 94 peoples using slovin methods.respondent determining methods using random methods which using Microsoft excel 2007 wich RANDBETWEEN() fungtion. Based on the results of research and analysis of data by using multiple regression showed that: Variable income, long a member, level of education, knowledge of cooperatives, cooperative services, and distance of residence jointly significant effect on the participation of members of KUD Rukun Tani. There are two independent variables (income and long a member) is having an positive and significant impact on the participation of members of KUD Rukun Tani. And four other variables (level of education, knowledge of cooperatives, cooperative services, and distance of residence) had no significant effect on the participation of members of KUD Rukun Tani. Income variables are variables that most affect the pasrtisipation members of KUD Rukun Tani. This is because most of the respondents participated for loan, people with higher-income was borrowed more than the low-income, high-income people would be more diligent in paying the deposit. And also in the process of obtaining loans is easy and fast. The implications of the above conclusion is KUD Rukun Tani should did socialization and promotion more extensive, and effort from management so that participations not only borrow. Like give discount for member who spent their income in KUD Rukun Tani. Rise saving interest so that member get participation on saving. And give education abaout cooperative to new member, so the member knowing abaout cooperative. Keywords: Cooperative, Cooperative Village Unit, Cooperative Member Participation | |
| 10153 | 9925 | E1A009035 | DISPENSASI KAWIN (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 0051/Pdt.P/2012/PA.Bms) | DISPENSASI KAWIN (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 0051/Pdt.P/2012/PA.Bms) Oleh : Subkhan Hidayatullah NIM : E1A009035 ABSTRAK Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan ketentuan mengenai batas umur perkawinan yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita. Namun pada keadaan tertentu calon mempelai yang belum mencapai batas umur perkawinan dapat meminta dispensasi kawin kepada pengadilan sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Pada Penetapan nomor 0051/Pdt.P/2012/PA.Bms, alasan permohonan yang diajukan para pemohon adalah karena kedua calon mempelai masih dibawah batas umur perkawinan, calon mempelai wanita telah hamil 2 (dua) bulan, calon mempelai tidak ada hubungan mahrom dan hal yang menghalangi perkawinan; dan menurut majelis hakim telah memenuhi ketentuan Pasal 6 dan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah statute approach dengan spesifikasi penerapan aturan hukum pada perkara inconreto. Pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin pada penetapan nomor 0051/Pdt.P/2012/PA.Bms kurang sesuai dengan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Tujuan majelis hakim memberikan dispensasi kawin adalah untuk menghindari kemudharatan yang lebih besar, menghindari fitnah di masyarakat dan menentramkan hati calon mempelai sehingga ketertiban masyarakat dapat terwujud. Majelis hakim seharusnya juga mempertimbangkan ketentuan mengenai larangan kawin dan ketentuan mengenai kawin hamil. Kata Kunci : Dispensasi Kawin, Batas Umur Perkawinan | MARRIAGE DISPENSATION (Case Study in Banyumas Religious Court Decision No. 0051/Pdt.P/2012/PA.Bms) By : Subkhan Hidayatullah NIM : E1A009035 ABSTRACT Article 7 Clause (1) Law No. 1 Year 1974 about marriage states the provisions on marriage age limit is 19 for man and 16 for woman. However, in certain circumstances the groom/bride who has not reached the marriage age limit may request a dispensation to marry to the court in accordance with Article 7 Clause (2) Law No. 1 Year 1974. In the decision No. 0051 / Pdt.P / 2012 / PA.Bms, there are some reasons filed by the applicants, i.e. both the groom and the bride are still under the marriage age limit, bride has already been two months pregnant, the groom and the bride have no mahrom relationship and some other reasons that preclude the marriage; According to the judge, the case has fulfilled the requirements of Article 6 and Article 7 Clause (2) Law No. 1 Year 1974. Statute Approach was applied in this research with the specification of the application of the rule of law in case inconcreto. The judge’s consideration to grant the marriage dispensation in the decision No. 0051 / Pdt.P / 2012 / PA.Bms is less appropriate towards Article 7 Clause (2) Law No. 1 Year 1974. The reason why the judge granted the marriage dispensation is to avoid more disadvantages, to avoid slanders in the society and to reassure the groom and the bride so that social order can be realised. The judge should also consider the provisions on the marriage prohibition and pregnant marriage. Keywords: Marriage Dispensation, Marriage Age Limit | |
| 10154 | 9927 | A1C010113 | PERANAN INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA ANYAMAN PANDAN DALAM PEREKONOMIAN RUMAH TANGGA PEDESAAN DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui : 1) serapan tenaga kerja pada Industri Kerajinan Rumah Tangga Anyaman Pandan 2) kontribusi pendapatan pengrajin Anyaman Pandan terhadap pendapatan total rumah tangga pengrajin. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Grenggeng dan Pohkumbang Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen, dan dipilih secara sengaja dengan pertimbangan merupakan sentra kerajinan anyaman pandan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Rancangan pengambilan sampel menggunakkan metode simple random sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebagai responden sebanyak 61 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan 5 Agustus – 7 September 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Industri Kerajinan Rumah Tangga Anyaman Pandan di Desa Grenggeng dan Pohkumbang Kecamatan Karanganyar dalam menyerap keseluruhan angkatan kerja di Kecamatan Karanganyar sebesar 1.416 orang atau sekitar 8,06 persen. Rata-rata pendapatan pengrajin anyaman pandan di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen –Rp4.522,69/bulan pada jumlah produksi ≤50 lembar complong, Rp40.515,03/bulan pada jumlah produksi 51-100 lembar complong dan Rp128.672,92/bulan pada jumlah produksi >100 lembar complong. Kontribusi pendapatan pengrajin anyaman pandan terhadap pendapatan keluarga yaitu antara 10-19 persen dan termasuk dalam kategori rendah. | This research aims to find out: (1) the absorption of labour in the household industry of anyaman pandan. (2) the contribution of anyaman pandan handicraftsman income on household incomes handicraftsman. The location of the research was done in Grenggeng village and Pohkumbang village, Karanganyar district, Kebumen regency. The location of research who choose with purposive with considerated that the location is central of anyaman pandan handicraft. Research methods is survey methods. The design of sample collection is simple random sampling method. Total sample who used to be respondents are 61 people. The methods of analyzing is descriptive method. This research carried out for a month which is August 5th till September 7th 2014. Result of the research showed that the ability of household industry anyaman pandan in absorbing the labour in the Karanganyar district of 1.416 people or around 8,06 percent. The average income of the handicraftman in Karanganyar district –IDR 4.522,69 per month on the production of 50 sheets complong. IDR 40.515,03 per month on the production of 51-100 sheets complong, and IDR 128.672,92 per month on the production of over 100 sheets complong. The contribution of anyaman pandan handicraftman income on household incomes handicraftman is between 10 till 19 percent, so that in the category including low. | |
| 10155 | 9933 | H1K010037 | AKTIVITAS ANTIFUNGI DARI RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa PADA HABITAT YANG BERBEDA TERHADAP FUNGI PATOGEN Aspergillus flavus DAN Aspergillus niger | Fungi yang tersebar secara luas di alam dan dapat menyebabkan kontaminasi pada makanan berbahaya bagi kesehatan karena menghasilkan mycotoxin. Penggunaan antifungi sintetis untuk mengatasi masalah kontaminasi fungi patogen memiliki efek yang juga membahayakan kesehatan karena bersifat karsinogenik. Efek samping yang timbul dari penggunaan antifungi sintetis mendorong pencarian sumber antifungi alami. Rumput G. verrucosa memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antifungi. Sampel G. verrucosa yang digunakan berasal dari Pantai Krapyak, Pangandaran, Jawa Barat dan Pantai Kartini, Jepara, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan G. verrucosa yang berasal dari Pantai Krapyak dan Pantai Kartini memiliki aktivitas antifungi terhadap fungi patogen A. flavus dan A. niger. Ekstrak rumput laut dari dua lokasi yang berbeda dengan berbagai konsentrasi memiliki aktivitas antifungi 2 kali lebih kuat terhadap A. flavus dibanding terhadap A. niger. Konsentrasi 10.000 ppm menunjukkaan zona hambat paling tinggi dibandingkan konsentrasi 5.000 dan 2.500 ppm. Ekstrak rumput laut G. verrucosa memiliki aktivitas antifungi yang bersifat fungistatik, sedangkan miconazol sebagai kontrol positif menunjukkan aktivitas antifungi yang bersifat fungisidal. Ekstrak G. verrucosa yang berasal dari Pantai Krapyak memiliki kemampuan 2 kali lebih efektif menghambat pertumbuhan fungi patogen A. flavus dan A. niger dibandingkan Gracilaria verrucosa yang berasal dari Pantai Kartini. | Pathogenic fungal are widely distributed in nature and cause contamination of food can be injurious to health because of it’s produces mycotoxins. Synthetic antifungal utilize to stop fungal pathogens contamination, which has an effect that is also harmful to health because of it’s carcinogenic. The side effects of synthetic antifungal encourage sourcing of natural antifungal. G. verrucosa seaweed has potentially bioactive compounds and predicted has antifungal activity. G. verrucosa samples were taken from Krapyak, Pangandaran, West Java and Kartini, Jepara, Central Java. The result showed that of G. verrucosa seaweed from both location has antifungal activity against pathogenic fungal A. flavus and A. niger. Seaweed extracts from two different locations with different concentrations of antifungal activity twice more potential against A. flavus than against A. niger. The result of 10,000 ppm concentration showed the highest inhibition zone than 5,000 ppm and 2,500 ppm concentration. G. verrucosa seaweed extract have fungistatic antifungal activity, whereas miconazol as a positive control showed fungicidal antifungal activity. G. verrucosa extracts derived from Krapyak has the ability twice more effective to inhibiting growth of pathogenic fungal A. flavus and A. niger compared to G. verrucosa derived from Kartini. | |
| 10156 | 10887 | C1K010007 | The Effect of Social Media Marketing on Buying Decision with Brand Awareness as Intervening Variable | Dengan teknologi saat ini, Masyarakat dapat mengakses internet hampir setiap hari. Ada banyak jenis konten dalam internet; salah satunya adalah Media Sosial. Fakta bahwa 86% dari marketer mengatakan bahwa media sosial penting b\dalam proses pemasaran (Michael AS, 2013) merupakan dasar dari penelitian ini. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis hubungan antara Social Media Marketing dan efeknya pada Keputusan Pembelian dengan Brand Awareness sebagai variabel intervening dalam sudut pandang konsumer. Penelitian ini menggunakan mahasiswa Hebei University sebagai sampel, dengan jumlah 150 sampel. Analisis regresi berganda dengan variabel intervening digunakan untuk menganalisis variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Social Media Marketing pada Buying Decision dan Brand Awareness dan juga ada pengaruh yang signifikan dari Brand Awareness sebagai variabel mediasi parsial (intervening variable) pada Keputusan Pembelian. | With the technology nowadays, people access the internet almost every day. There are a lot of varieties of content in internet; one of them is Social Media. The fact that 86 % of marketers said that social media is important for marketing process (Michael A.S, 2013) is the basis of this research. This research tried to analyze the relationship between Social Media Marketing and its effect on Buying Decision with Brand Awareness as intervening variable in the consumer’s point of view. This research used the student of Hebei University as the sample, with total 150 samples. Multiple regression analysis and regression analysis with intervening variable was used to analyze those variables. The result shows that there is significant effect of Social Media Marketing on Buying Decision and Brand Awareness and also there is significant effect of Brand Awareness as partial mediation variable (intervening variable) on Buying Decision. | |
| 10157 | 9844 | E1A009016 | EKSISTENSI DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU ( DKPP ) DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU | Setiap negara memiliki budaya politik yang berbeda-beda, budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. Sebenarnya istilah budaya politik tertentu inheren (melekat) pada setiap masyarakat yang terdiri atas jumlah individu yang hidup, baik dalam sistem politik tradisional, transisional, maupun modern. Dalam penyelenggaraan Pemilu seringkali muncul berbagai persoalan hasil Pemilu, pelanggaran administrasi Pemilu, dan pelanggaran kode etik Pemilu. Persoalan dan pelanggaran kode etik tersebut muncul karena ketidakpuasan terhadap penyelenggaraan maupun hasil dari Pemilu. Persoalan lain juga muncul karena adanya kecurangan yang dilakukan peserta Pemilu, seperti pemalsuan identitas, dan money politik kepada para pemilih. Persoalan tersebut dapat menimbulkan konflik antar kelompok yang memiliki kepentingan sama. Eksistensi DKPP dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dikategorikan sebagai lembaga negara pembantu atau lembaga negara penunjang yang bersifat independent. Hubungan antara DKPP dengan KPU dan Bawaslu, secara struktural adalah sederajat/sejajar saling terkait dan masing-masing bersifat mandiri/independen (check and balances) dalam penyelenggaraan Pemilu, namun secara fungsional peran DKPP sebagai lembaga kode etik Pemilu bersifat penunjang dalam penyelenggaraan Pemilu. Kata kunci :Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Pelanggaran Pemilu, Lembaga bantu Negara. | Every country has the difference politic culture, the politic culture is the individual attitude and its orientation to the politic life that is understood by its members in a politic system. Actually the term of the certain politic culture is inherent for every society that consist of the number of life individual whether in the politic system of traditional, transitional, or modern. In the implementation of the Election often emerges many of the dispute for the result of election, administration violence, ethic code violation in election. The dispute and violation of the ethic code arise because there is the deceitfulness that has been conducted by the Election participant such as identification falsification, and politic money to the electors. These problems can emerge the conflict between the groups that has the similar interest. The existence of DKPP in the constitutional system in Indonesia is categorized as the assistance of state institution or encouragement of state institution that have the independent characteristic. The relationship between the DKPP, KPU and Bawaslu structurally have the similar/common in their characteristic that have the independent act (check and balance) in the implementation of Election but in functionally the role of DKPP is as the ethic code institution of election has the support characteristic in the implementation of election. Keywords: The violation of election, Honor Board of Election Implementation (DKPP), Assistance of State Institution | |
| 10158 | 10885 | H1L010012 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PENYEWAAN TEMPAT OLAHRAGA BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN PLAY FRAMEWORK (Studi Kasus : Lapangan Olahraga Orion Purwokerto) | Internet adalah media yang sering digunakan untuk melakukan komunikasi dan publikasi informasi dalam berbagai bidang termasuk bidang olahraga. Banyak wirausahawan yang membuka usahanya di bidang olahraga seperti penyewaan tempat olahraga yang tentu membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu jalannya bisnis tersebut. Sistem informasi pendaftaran penyewaan tempat olahraga berbasis web pada Lapangan olahraga Orion Purwokerto merupakan suatu sistem yang dapat memberikan layanan pendaftaran secara online kepada pelanggan ORION Purwokerto yang dapat mempermudah sistem pemesanan dan pembayaran tempat olahraga. Pembuatan sistem ini menggunakan Play Framework versi 1.2.5 dan menggunakan metode waterfall. Penelitian ini berhasil membuat sistem informasi pendaftaran penyewaan tempat olahraga menggunakan bahasa pemrograman Java dengan menggunakan web service yang dapat mempermudah proses pengolahan data pemesanan, pengolahan data pembayaran, pengolahan akun pelanggan, pengolahan data member, pengolahan laporan serta pengolahan data pemesanan dan pembayaran. Kata kunci : sistem informasi, Play Framework, Web Service, Java | Internet is a medium that often used for communication and publication of information in various fields, including sports. Many entrepreneurs who opened their business in the field of sports such as rental of a sport that would require information systems which can help the business course. Web-based information system for sports rental place at ORION sports field Purwokerto is a system that can provide online registraton service for ORION’s customers which can simplify ordering and payment system sports venues. This system develop using Play Framework 1.2.5 and using waterfall method. The research is successful made information system for sports rental place using the Java programming language and using a web service that can simplify ordering data processing, payment data processing, processing of customer accounts, member data processing , processing of reports and data reservations and payments processing . Keywords : information system, Play Framework, Web Service, Java | |
| 10159 | 10886 | H1D008029 | AUDIT SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN GEDUNG PADA PUSAT PERBELANJAAN GRAGE MALL CIREBON | Pusat perbelanjan Grage Mall Cirebon merupakan salah satu ikon dari Kota Cirebon yang menjadi daya tarik pengunjung dari berbagai daerah. Oleh karena itu pengawasan terhadap sistem proteksi kebakaran gedung sangat penting untuk dilakukan. Gedung harus memenuhi standar yang disyaratkan oleh pemerintah tentang sistem proteksi kebakaran. Ini dimaksudkan agar kerugian yang ditimbulkan ketika terjadi kebakaran bisa diminimalkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sistem proteksi kebakaran yang terpasang pada bangunan, menilai keandalan suatu bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran dari komponen sistem proteksi pasif, proteksi aktif dan kelengkapan tapak serta sarana penyelamatan dengan studi kasus gedung pusat perbelanjaan Grage Mall Cirebon, serta mendeskripsikan manajemen sistem proteksi kebakaran (Fire Safety Management) yang diterapkan. Untuk pembobotan pada masing-masing komponen harus dilakukan dengan metode Analitycal Hierarchycal Process (AHP). Dengan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap komponen sistem proteksi kebakaran pada bangunan yang mengacu pada standar penilaian dari Pd-T-11-2005-C. Komponen yang diteliti merupakan komponen yang ada pada sistem proteksi kebakaran. Selain itu juga penelitian ini menjelaskan tentang manajemen penanggulangan kebakaran yang diterapkan pengelola. Metode yang digunakan pada penelitian ini, selain dengan metode AHP juga dengan metode wawancara dan diskusi bersama pihak pengelola yang bertanggung jawab tentang pengelolaan manajemen penanggulangan kebakaran. Setelah melakukan penelitian terhadap kondisi sistem prokteksi kebakaran pada gedung Grage Mall Cirebon sebagai lokasi penelitian, didapat nilai keandalan sistem keselamatan bangunan (NKSKB). Adapun nilai komponen kelengkapan tapak adalah 24.375 %, sistem proteksi pasif 21.112 %, sistem proteksi aktif 21.984 % serta sistem penyelamatan 23.75 %. Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) terhadap bahaya kebakaran sebesar 91.221 %, dan masuk kedalam kategori penilaian B (baik). | Shopping center Grage Mall Cirebon is one of the icons of Cirebon city that attracts visitors from various regions. Therefore, audit of building fire protection system is very important to do. The building must have the standards required of the fire protection system. This means that the losses incurred in the event of a fire can be minimized. Some studies say that a lot of buildings that do not have adequate fire protection system. The purpose of this study is to identify fire protection system installed in the building , assess the reliability of a building against fire hazards of passive protection system components, active protection and completeness of the outdoor fire system infrastructure and safety facilities with case studies Grage Mall shopping center Cirebon, and to describe the management of fire protection systems (Fire Safety Management) were applied. For the weighting of each component has to do with the method Analitycal Hierarchycal Process (AHP). With the assessment and evaluation of the components of fire protection systems in buildings which refers to the standard assessment of Pd - T - 11-2005 - C . The examined components are components in the fire protection system . In addition, this study describes the management of fire prevention applied by the manager. The method used in this study, besides to AHP also with interview and discussion with the manager in charge of the management of fire prevention management. After doing research on the condition of the fire protection system in the building Grage Mall Cirebon as a research location , obtained value of building safety system reliability. The value of the component of outdoor fire system infrastructure is 25 % , passive protection systems 24.375 % , 21.984 % of active protection systems and rescue systems 23.75 % . System Reliability Safety Building value against fire by 91 221%, and entered into the assessment category B (good). | |
| 10160 | 9924 | H1F008011 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI BIJIH DAERAH MENGKUBANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN DAMAR, KABUPATEN BELITUNG TIMUR, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG | Secara geografis lokasi penelitian berada pada koordinat 2o76’80”–2o76’80” Lintang Selatan dan 108o22’39”-108o26’07” Bujur Timur tepatnya di Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan luas daerah penelitian ± 12 km2. Fisiografi daerah penelitian termasuk ke dalam daerah perbukitan dengan morfologi perbukitan rendah (low hill). Satuan batuan daerah penelitian dimulai dari terbentuknya Satuan Batupasir berumur Permian Awal-Permian Akhir di lingkungan pengendapan laut. Setelah terbentuk kemudian di intrusi oleh Satuan Granit pada umur Kapur. Penelitian yang dilakukan menggunakan beberapa metode seperti pemetaan geologi pada daerah penelitian seluas 12 km2 (3 km x 4 km), sampling batuan dan analisis laboratorium. Pemetaan geologi ditujukan untuk mengetahui penyebaran litologi dan karakteristik mineralisasi bijih. Selain itu, untuk mengetahui stratigrafi dan kondisi struktur yang ada di daerah penelitian. Analisis laboratorium berupa petrografi dilakukan untuk mengetahui komposisi mineral penyusun litologi pada daerah penelitian. Analisis mineragrafi untuk mengidentifikasi mineral logam/bijih. Analisis XRF untuk mengetahui komposisi unsur kimia batuan, Analisis PIMA untuk mengetahui kandungan kelompok mineral lempung dan mineral yang mengandung gugus OH-. Hasil dari penafsiran peta topografi dan kondisi lapangan, didapatkan dua satuan geomorfologi yaitu satuan dataran denudasional peneplain (D5), dan satuan denudasional bergelombang lemah (D1). Berdasarkan hasil analisis PIMA dan Petrografi diketahui zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona, yaitu albit ± kuarsa ± muskovit ± klorit ± serisit dengan suhu pembentukan 2300C-2800C, zona kaolin ± muskovit ± serisit dengan suhu pembentukan 500C-2800C, dan zona kaolin ± halloysite ± muskovit ± serisit dengan suhu pembentukan 500C-2800C. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa rekahan–rekahan yang terisi oleh mineral kuarsa dan K-feldspar, memiliki arah dominan Timurlaut–Baratdaya. | Geographically, the study area at located of 2o76’80”–2o76’80” south latitude and 108o22’39”-108o26’07” east longitude Mengkubang area, damar sub district, belitung east regency, archipelago province Bangka Belitung, the area of research is about ± 12 km2. Physiographic areas of research including into hilly terrain with low hills morphology. The rock units areas starting from sandstone unit at Early Permian-Late Permian in the marine depotitional environment. After the two rocks are formed next in intrusion by granite intrusion at cretaceous age. Research conducted using several methods such as geological mapping in 12 km2 square (3 km x 4 km), sampling and laboratorium analysis. Geological mapping has purpose to know the distribution of lithology and characteristics of primary ore mineralization. Else to know about stratigraphy and structure setting in research area. Laboratorium analysis is petrography has purpose to know mineral composition in lithology. Mineragraphy analysis to identify metallic minerals/ores. XRF analysis to determine the chemical element composition of rocks, PIMA analysis to determine the content of clay minerals and mineral groups containing OH- groups. The result from interpretation of topographic map and field condition, the research area has one geomorphological unit that is peneplain (D5), weak and bumpy denudasional unit (D1). Based on the petrographic and PIMA analysis known alteration zone study area is divided into three zones, that are albite ± quartz ± muscovite ± chlorite ± sericite the temperature is 2300C-2800C, kaolinite ± muscovite ± sericite the temperature is 500C-2800C, and kaolinite ± halloysite ± muscovite ± sericite the temperature is 500C-2800C. Geological structures developed in this research area is form fracture filled by quartz and K-feldspar, has a dominant direction Northeast–Southwest. |