Artikel Ilmiah : A1C010077 a.n. AMALIA FIRDAUS

Kembali Update Delete

NIMA1C010077
NamamhsAMALIA FIRDAUS
Judul ArtikelAnalisis Saluran dan Marjin Pemasaran Komoditas Kelapa (Cocos nucivera L) di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kecamatan Petanahan merupakan salah satu daerah sentra penghasil kelapa di Kabupaten Kebumen, pemasaran hasil produksi kelapa sebagian besar melalui beberapa lembaga pemasaran, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan harga di tingkat petani produsen kelapa dan tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengetahui saluran pemasaran komoditas kelapa di Kecamatan Petanahan, (2)Mengetahui lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran komoditas kelapa dan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan, (3)Menganalisis besarnya marjin pemasaran komoditas kelapa pada setiap saluran pemasaran, (4)Menganalisis besarnya biaya dan keuntungan pemasaran pada setiap saluran pemasaran, (5)Menganalisis besarnya farmer’s share pada setiap saluran pemasaran, (6)Menganalisis efisiensi pemasaran komoditas kelapa di Kecamatan Petanahan berdasarkan nilai rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen dengan metode survei. Rancangan pengambilan sampel yang digunakan yaitu two stage cluster sampling untuk sampel petani dan snowball sampling untuk sampel pedagang sehingga diperoleh sebanyak 34 petani dan 16 pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, analisis biaya dan keuntungan, farmer’s share serta rasio keuntungan dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Terdapat 5 saluran pemasaran kelapa di Kecamatan Petanahan. (2)Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran kelapa di Kecamatan Petanahan yaitu petani, pedagang pengumpul, agen penjualan, pedagang besar, dan pedagang pengecer, sedangkan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan adalah fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi penyediaan fasilitas. (3)Marjin pemasaran kelapa terkecil terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp450,00 per butir dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp812,50 per butir. (4)Total biaya pemasaran kelapa terkecil terdapat pada saluran 4 yaitu sebesar Rp317,00 per butir dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp478,00 per butir. Total keuntungan terkecil terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp119,00 dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp334,00 per butir. (5)Farmer’s share kelapa terbesar terdapat pada saluran 2 yaitu sebesar 100 persen dan terkecil terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar 66,32 persen (6)Terdapat 2 saluran yang belum efisien yaitu saluran 3 dan 4, dengan nilai rasio keuntungan terhadap biaya yang bervariasi antar lembaga pemasaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)Petanahan District is one of coconut central producer area in Kebumen Regency, most of the marketing of coconut production doing through some marketing agencies, causing the price difference at coconut farmer’s level and consumer’s level. This research was aimed to: (1) Know the marketing channel of coconut commodity in Petanahan District, (2) Know the agencies which is involved in coconut commodity’s marketing and their function, (3) Analyze the amount of marketing margin of coconut commodity on each marketing channel, (4) Analyze the amount of cost and profit of marketing on each marketing channel, (5) Analyze the amount of farmer’s share on each marketing channel, (6) Analyze the marketing efficiency of coconut commodity in Petanahan District based on the value of the ratio of profit and marketing cost. Research was conducted in Petanahan District, Kebumen Regency using survey method. Sampling that used is two stage cluster sampling for farmer as sample and snowball sampling for seller as sample, obtained 34 farmers and 16 sellers. Data analysis method that used is descriptive analysis, marketing margin, cost and profit analysis, farmer’s share also ratio of profit and cost. Research results showed that: (1) There are 5 coconut marketing channels in Petanahan District. (2) Marketing agencies that involved in coconut marketing in Petanahan District are farmers, traders, sales agents, wholesalers, and retailers, while their marketing functions are exchange function, physical function, and function of providing facilities. (3) The least coconut marketing margin is on channel 1 as much as Rp450,00 per item and the greatest is on channel 5 as much as Rp812,50 per item. (4) The least total cost of coconut marketing is on channel 4 that is Rp317,00 per item and the greatest is on channel 5 that is Rp478,00 per item. The least total marketing profit is on channel 1 as much as Rp119,00 per item and the greatest is on channel 5 as much as Rp334,00 per item. (5) The greatest coconut farmer’s share is on channel 2 as much as 100 percent and the least is on channel 5 as much as 66,32 percent. (6) There is 2 channel which have not yet efficient that are channel 3 and 4, with the varied value of cost and profit ratio among marketing agencies.
Kata kunciSaluran pemasaran, marjin pemasaran, kelapa
Pembimbing 1Dr. Ir. Suyono, M.S.
Pembimbing 2Irene Kartika E.W, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2014-11-16 16:19:00.40963
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.