Artikelilmiahs
Menampilkan 10.041-10.060 dari 49.002 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10041 | 9846 | A1L010009 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI PADA BERBAGAI TARAF PUPUK ORGANIK DI TANAH INCEPTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui respons pertumbuhan dan hasil padi terhadap pemupukan organik, 2) Mengetahui dosis pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil, 3) Mengetahui interaksi varietas dan dosis pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Oktober 2013 sampai dengan April 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan faktor varietas Bawor, Z 29.3 dan Ciherang dan faktor dosis pupuk organik (0, 50, 100 gram/polibag), diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata pada jumlah anakan produktif dan panjang malai. Jumlah anakan produktif paling banyak tetapi panjang malai paling rendah. Untuk kajian hasil, pemberian pupuk organik berpengaruh nyata pada jumlah anakan total dan jumlah daun. Pemberian dosis 100 gram/polibag menunjukkan hasil tertinggi pada jumlah anakan total dan jumlah daun. Kajian pertumbuhan menunjukkan bahwa varietas yang paling baik adalah Ciherang dan dosis yang paling baik adalah 100 gram, sedangkan pada kajian hasil menunjukkan bahwa varietas yang paling baik adalah Bawor. | The objective of study was to: 1) Identify response growth and development crops against organic fertilization, 2) Identify right dosage against growth and development crops, 3) Identify interaction of varieties and the right dosage against growth and development crops. A research was carried out in screen house at Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University. Research carried out for 6 moths, October 2013 until April 2014. The research was using a randomized block desaign (RBD) with factors of varieties Bawor, Z 29.3 and Ciherang and dosage factors of organic fertilizer. The results showed that there were significantly effects on productive tiller number and panicle length. The highest productive tiller number was followed by the lower panicle length. Organic ferltilizer showed significant effects on total tiller number and numbers of leaves. Dosage 100 gram/polybag showed the highest was total tiller number and numbers of leaves. Studies of growth shows that the best varieties was Ciherang and the best dosage was 100 gram/polybag. While studies of development crops shows that Bawor was the best varieties. | |
| 10042 | 9850 | P2CD12019 | PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, SIZE DAN LEVERAGE PERUSAHAAN TERHADAP YIELD OBLIGASI DENGAN PERINGKAT OBLIGASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas (ROA), likuiditas (QR), size (LnSize), dan leverage (DER) terhadap yield obligasi (YTM) dengan peringkat obligasi sebagai variabel intervening. Pupulasi dalam penelitian adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2008-2012 dan memiliki obligasi serta masih beredar pada tahun 2009-2013, obligasi tersebut dinilai oleh agen pemeringkat PT. Pefindo. Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis jalur, jalur satu digunakan untuk menguji pengaruh profitabilitas, likuiditas, size dan leverage terhadap peringkat obligasi. Jalur dua digunakan untuk menguji pengaruh profitabilitas, likuiditas, size, leverage dan peringkat obligasi terhadap yield obligasi. Sobel test digunakan untuk menguji pengaruh mediasi/intervening. Hasil pengujian jalur satu menunjukan profitabilitas dan size berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi sedangkan likuiditas berpengaruh negatif signifikan, leverage tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Hasil pengujian jalur dua menunjukan profitabilitas, likuiditas, size, leverage dan peringkat obligasi tidak berpengaruh terhadap yield obligasi. Dari Hasil sobel test peringkat obligasi tidak mampu memediasi pengaruh profitabilitas, likuiditas, size dan leverage terhadap yield obligasi. | This Study aims to get empirical evidence on the influence of profitability (ROA), liquidity (QR), size (LnSize), and leverage (DER) on the bond yield (YTM) with bond rating as an intervening variable. The population in this study is all companies listed in Indonesian Stock Exchange (BEI) during 2008-2012 which has bonds in period 2009-2013.These bonds were assessed by rating agents of PT. Pefindo. Applying path analysis test, path one was used first one, used to test the influence of profitability, liquidity, size and leverage on bond rating. Second is used to test the influence of profitability, liquidity, size, leverage and bond rating on bond yield. Sobel test is used to test the mediating/intervening effect. The first test one showes that profitability and size had significant positive influence on bond rating while liquidity had significant negative influence, leverage had no influence on bond rating. The test second showes that profitability, liquidity, size, leverage and bond rating do not influence bond yield. Moreover sobel test showes that bond rating could not mediate the influence of profitability, liquidity, size and leverage on bond yield. | |
| 10043 | 9852 | A1L010021 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI PADA BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK DI TANAH INCEPTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi, 2) jenis pupuk organik yang dapat mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman padi, dan 3) interaksi tiga varietas padi dan jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba terdiri atas: (1) tiga varietas padi yaitu Bawor 9 (V1), Z 29.3 (V2), dan Ciherang (V3); (2) Jenis pupuk organik yaitu bentuk granul (Gudril) (B1), curah (Gudril) (B2), dan granul (Petroganik) (B3). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan total (batang), jumlah anakan produktif (batang), indeks panen, panjang malai (cm), jumlah gabah per malai (biji), jumlah gabah isi per rumpun (biji), persentase gabah isi per malai (%), bobot gabah isi per rumpun (g), bobot gabah per rumpun (g), BSB: Bobot 1000 Biji (g), dan BGI: Bobot Gabah Isi (t/ha). Hasil penelitian pada pertumbuhan dan hasil yang optimal ditunjukkan oleh varietas Ciherang dengan jumlah anakan produktif 23,07 batang dan jumlah gabah ini per rumpun 1506,56 biji. | This research was aimed to know: 1) growth and yield of three rice varieties, 2) type of organic fertilizer that can support the growth and yield of rice plants, and 3) the interaction of three rice varieties and type of organic fertilizer. The research had been conducted at screen house Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman from October 2013 to March 2014. The experimental design was factorial randomized block design (RBD) with three replications. Factors in the trial consisted of: 1) three rice varieties namely Bawor 9 (V1), Z 29.3 (V2), and Ciherang (V3); (2) types of organic fertilizer i.e. granule (Gudril) (B1), powder (Gudril) (B2), and granule (Petroganik) (B3). Observed variable consist of plant height (cm), number of leaves (strand), total number of seedlings (seedling), sum of productive seedlings (seedling), harvest index, panicle lenght (cm), number of grains per panicle (seed), number of filled grains per panicle (seed), the percentage of filled grains per panicle (%), weight of filled grains per panicle (g), grain weight per panicle (g), weight of 1000 seeds (seed), and filled grain weight (t/ha). The results showed that the optimal growth and yield by Ciherang with sum of productive seedlings 23,07 seedling and number of filled grains per panicle 1506,56 seed. | |
| 10044 | 10866 | H1B010061 | Implementasi Konsep Fuzzy Inference System Metode Tsukamoto Pada Artificial Intelligence Game | Video game merupakan bagian dari software komputer yang berisi kumpulan kode-kode, grafis dan sound. Dalam pembuatannya, salah satu unsur yang berperan penting adalah Artificial Intelligence (AI). AI merupakan suatu sistem cerdas yang dapat melakukan pemecahan masalah, misalnya untuk pengambilan suatu keputusan. Pada skripsi ini dibahas mengenai Fuzzy Inference System (FIS) metode Tsukamoto yang diterapkan pada AI sebagai suatu metode pengambilan keputusan untuk menentukan suatu tindakan musuh dalam game. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan FIS metode Tsukamoto, penggambaran suatu tindakan musuh lebih mudah karena pembuatannya menggunakan bahasa manusia dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh musuh dapat berjalan atau aktif pada kondisi dan waktu yang tepat. | Video game is part of the computer software that contains a collection of codes, graphic, and sound. In game development, one of the elements that play an important role is Artificial Intelligence (AI). AI is an intelligence system that can perform problem-solving for example, decision-making. This final project discussed about Fuzzy Inference System (FIS) with Tsukamoto method that is applied to AI as a method of decision-making to determine a course of enemy action in the game. Based on the results of simulation using FIS with Tsukamoto method, visualization of an enemy action is easier because using human languages and all of enemy action can be activated accurately. | |
| 10045 | 9853 | D1E010169 | DAYA BUIH DAN KESTABILAN BUIH TEPUNG PUTIH TELUR DIBUAT DENGAN METODE PENGERINGAN YANG BERBEDA | Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan daya buih dan kestabilan buih tepung putih telur yang dibuat dengan metode pengeringan yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu putih telur ayam niaga petelur sebanyak 6.000 gram, Saccharomyces cereviceae sebanyak 12 gram dan air aquadest sebanyak 1.200 ml. Parameter yang diukur adalah daya buih dan kestabilan buih tepung putih telur. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya buih tepung putih telur yang dihasilkan menggunakan metode foam drying dan freeze drying diperoleh rataan masing-masing sebesar (23,55 ± 7,02)% dan (24,59 ± 6,48)%, sedang rataan kestabilan buihnya (75,17 ± 13,20)% dan (79,15 ± 9,94)%. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa metode pengeringan yang berbeda memberikan pengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap daya buih dan kestabilan buih tepung putih telur. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa daya buih dan kestabilan buih tepung putih telur dengan metode foam drying dan freeze drying tidak berbeda. | This research aimed to compare foam capacity and foam stability of albumen powder made under different drying methods. The materials were 6,000 gr of commercial chicken egg's albumen, 12 gr of Saccharomyces cereviceae and 1,200 ml of aquadest. The parameters measured were foam capacity and foam stability of albumen powder. The data obtained were tested using T test. The reseach resulted that the averages of foam capacity of albumen powder dried under foam drying and and freeze drying methods were 23.55% ± 7.02 and 24.59% ± 6.48 recpectively. The average foam stability was 75.17% ± 13.20 and 79.15% ± 9.94 recpectively. Based on T test results, the different drying methods did not have any significant effect (P > 0.05) on the foam capacity and foam stability of white egg powder. The conclusion of this research proves that foam capacity and foam stability of white egg powder made by foam drying and freeze drying were equal. | |
| 10046 | 9855 | D1E010062 | MOTILITAS DAN PERSENTASE HIDUP SPERMATOZOA SAPI BALI YANG DIBEKUKAN DALAM PENGENCER YANG MENGANDUNG HORMON TESTOSTERON | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan hormon testosteron dalam pengencer semen terhadap motilitas dan persentase hidup spermatozoa Sapi Bali yang dibekukan. Materi penelitian menggunakan semen dari Sapi Bali umur 5 tahun dengan grade C yang diperoleh dari Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. Penelitian eksperimental laboratorium dengan RAL dilanjutkan dengan ANAVA BNJ. Perlakuan yang diujicobakan yaitu penambahan testosteron (P) dalam pengencer tris kuning telur (TKT) yaitu P0 (control) tanpa testosteron ; P1; P2 dan P3 masing masing 750 µg; 500 µg dan 250 µg/ml pengencer. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan BNJ. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa testosteron berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas dan persentase hidup (P<0.01). Penurunan paling kecil persentase motilitas yaitu sebesar 36.4% dicapai pada perlakuan dengan konsentrasi testosteron 250 µg/ml pengencer dan penurunan paling kecil persentase hidup spermatozoa yaitu sebesar 28.3% dicapai pada perlakuan dengan konsentrasi testosteron 250 µg/ml pengencer. Kesimpulannya adalah penambahan hormon testosteron dalam pengencer tris kuning telur (TKT) mampu mempertahankan motilitas dan persentase hidup spermatozoa Sapi Bali yang dibekukan. | The purpose of this study is to know the sperm motility and live percentage of frozen Bali cattle semen which suspended in testosterone hormone-containing extender. The materials of the research was grade C semen of Bali cattle age of 5 years from Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. The research method was experimental laboratory using Completely Randomized Design (CRD) then analysed by ANAVA and HSD. The treatments were suspending testosterone hormone to Tris Egg Yolk diluents: P0 (control) : with no testosteron); P1 ; P2 and P3 with : 750; 500; and 250 µg testosterone /ml diluents respectively. The ANAVA results showed that the treatments affected motility and live persentage (P<0.01). The decline of smaller persentage motility that 36.4% is achieved by treatment with testosterone concentrations 250 µg/ml diluent and the decline of smaller live sperm percentage that 28.3% was achieved in the treatment with concentrations testosterone 250 µg/ml diluent. The conclusion from this research was the addition of testosterone hormone in the egg yolk tris diluent able to defend sperm motility and live percentage of Bali cattle semen. | |
| 10047 | 9856 | P2CD10036 | ANALISIS PENGARUH CAR, NPF, DPK DAN INFLASI TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA DENGAN ROA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh CAR, NPF, DPK dan Inflasi terhadap pembiayaan mudharabah pada Bank Umum Syariah di Indonesia dengan ROA sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia dalam rentang waktu 2006 sampai 2012. Penentuan sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling maka diperoleh 10 objek penelitian yang kemudian dianalisis dengan regresi berganda model Ordinary Least Square (OLS) dan sobel test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap pembiayaan mudharabah, NPF tidak berpengaruh terhadap pembiayaan mudharabah, DPK berpengaruh positif terhadap pembiayaan mudharabah, inflasi tidak berpengaruh terhadap pembiayaan mudharabah, ROA tidak berpengaruh terhadap pembiayaan mudharabah. Sedangkan ROA tidak memediasi hubungan antara CAR, NPF, DPK dan Inflasi terhadap pembiayaan mudharabah. Berdasarkan hasil analisis, maka berikut saran yang disampaikan: (1) Bagi Peneliti: dapat menambah variabel independen lain yang diprediksi berpengaruh terhadap pembiayaan mudharabah serta menambah jumlah subjek penelitian agar hasil penelitian dapat lebih baik dan para pengguna hasil penelitian dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, untuk menambah jumlah observasi penelitian, maka peneliti selanjutnya dapat langsung mengambil data ke masing-masing perusahaan sehingga data yang dikumpulkan menjadi lebih banyak dan hasil penelitian akan lebih baik, penelitian selanjutnya dapat dilaksanakan dengan memperluas subjek penelitian tidak hanya sebatas bank umum syariah, tapi bisa seluruh perbankan syariah. (2) Bagi bank syariah: agar dapat memperhatikan mengenai kondisi pembiayaan mudharabah pada perusahaannya yang banyak dipengaruhi oleh faktor lain. Sementara data di Statistik Perbankan Indonesia nilai penyaluran pembiayaan mudharabah masih sangat kecil dibanding yang lain, sehingga perlu dikaji kembali mengenai penyebab terjadinya masih kecilnya penyaluran pembiayaan mudharabah. | This research a quantitative study which aims to analyze the effect of CAR, NPF, deposits and inflation of the mudharaba financing the Islamic Banks in Indonesia with ROA as a mediating variable. The population in this research that the entire Islamic Banks in Indonesia in the span of 2006 to 2012. Determination of the sample by using purposive sampling the object obtained 10 studies were analyzed by multiple regression models of Ordinary Least Square (OLS) and the Sobel test. The results of this study indicate that CAR positive effect on financing mudharabah, NPF does not affect the financing mudharabah, third-party funds positive effect on financing mudharabah, inflation does not affect the financing mudharabah, ROA does not affect the financing mudharabah. While ROA does not mediate the relationship between CAR, NPF, deposits and inflation on financing mudharabah. Based on the analysis, the following suggestions are presented: (1) For Researchers: to add another independent variable that predicted affect of financing and increase the number of observations in order to better research results and the users of research results obtain more information, to increase the number of observation studies, the researcher can then immediately take the primary data to each company so that the collected data becoming more and research results will be better , further research can be carried out by expanding the subject of only limited research tidah Islamic banks , but could the whole Islamic banking. (2) For Islamic banks: in order to observe the conditions of financing the company is heavily influenced by other factors. While the value of the distribution of financing is still very small compared to the others, so it needs to be reviewed as to the cause of the financing is still small distribution . | |
| 10048 | 9857 | A1H010013 | SISTEM AEROPONIK DENGAN PENDINGINAN DAERAH PERAKARAN UNTUK PRODUKSI TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) DI DATARAN RENDAH | Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) adalah salah satu sayuran daun yang berasal dari Cina. Kailan memiliki nilai ekonomi serta kandungan gizi yang tinggi seperti Vitamin A, Vitamin C, Ca dan Fe yang bermanfaat bagi kesehatan. Permintaan kailan yang tinggi belum sebanding dengan produksinya. Produksi kailan mengalami penurunan dari 287,30 Kw/Ha di tahun 2005 menjadi 253,70 Kw/Ha di tahun 2006. Penurunan produksi disebabkan penurunan luas lahan dari 5.897 Ha di tahun 2005 menjadi 5.461 Ha di tahun 2006. Sayuran daun di Indonesia umumnya diproduksi di dataran tinggi. Penanaman sayuran di dataran tinggi yang tidak memperhatikan konservasi lahan menjadi penyebab erosi yang tinggi. Perluasan penanaman kailan ke dataran rendah merupakan salah satu alternatif untuk membantu peningkatan produksi kailan dan mengatasi masalah erosi lahan. Penanaman kailan di dataran rendah menghadapi kendala yaitu suhu udara yang tinggi. Suhu udara yang tinggi menyebabkan respirasi dan transpirasi meningkat, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman menjadi rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan sistem aeroponik dan pendinginan daerah perakaran di dalam greenhouse. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan suhu larutan nutrisi yang sesuai untuk produksi kailan melalui sistem aeroponik dengan pendinginan daerah perakaran di dataran rendah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pertanian dan di Greenhouse Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dimulai pada bulan Mei sampai Juni 2014. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan suhu yaitu suhu larutan nutrisi 15oC, 20oC dan kontrol. Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali untuk setiap perlakuan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan dengan analisis Least Significance Difference (LSD) α=5%. Pengukuran yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot basah tanaman dengan akar (g) dan LAI (Leaf Area Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendinginan daerah perakaran memberikan hasil yang berbeda dibandingkan tanpa pendinginan. Pendinginan daerah perakaran pada suhu 15oC menghasilkan kailan terbaik berdasarkan ratarata tinggi tanaman (20,33 cm), jumlah daun (10,08 helai), bobot basah tanaman dengan akar (68,24 g), dan Leaf Area Index (10,68). Pendinginan daerah perakaran dengan suhu 20oC memberikan pengaruh yang sama dengan suhu 15oC pada tinggi tanaman dan jumlah daun dan berbeda pada bobot basah dengan akar dan Leaf Area Index. Tanaman kailan dengan suhu kontrol memberikan hasil terendah pada semua variabel pertumbuhan | Chinese broccoli (Brassica oleraceae var. alboglabra) is a leafy vegetable form China. Chinese broccoli has high economic value and high nutrient such as vitamin A, vitamin C, Ca and Fe that beneficial for health. Chinese broccoli demand have not equal to production yet. Chinese broccoli production decreased from 287,30 Kw/Ha in 2005 became 253,70 Kw/Ha in 2006. The decline in production was due to a decrease in land area of 5,897 Ha in 2005 to 5,461 Ha in 2006. In Indonesia, leafy vegetables are generally produced in highland. Intensive cultivation of such vegetables in highland is succeptable to land and environment degradation. Expansion of cultivating Chinese broccoli to lowland is an prospective alternative for increasing the production as well as reducing erosion problem. Cultivating Chinese broccoli in lowland have problem with high air temperature. High air temperature can increase respiration and transpiration, so plant growth and production will be low. Aeroponic and root zone cooling is expected to be an alternatif solution to overcome the above production. This study is aimed to get an appropriate temperature nutrient solution for Chinese broccoli using aeroponic system and root zone cooling in lowland. This study was carried out in Agriculture Technology Laboratory and Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study started in May until June 2014. This study used three temperature conditions, namely are 15°C, 20°C and control. All treatments were replicated three times. This study used Complete Random Design (CRD) continued with the analysis of the Least Significance Difference (LSD) α=5%. Plant height (cm), amount of leaf (piece), fresh plant mass with root (g) and Leaf Area Index were measured. Result of this study showed that root zone cooling give different result from the control. Root zone cooling at 15°C gives the best chinese broccoli with average plant height of 20.33 cm, amount of leaves of 10.8 pieces, fresh weight plant with the roots of 68,24 g and Leaf Are Index of 10,63. Root zone cooling at 20°C gives similar effect with that at 15°C at plant height and amount of leaf and difference at fresh plant mass and Leaf Area Index. Control temperature shows the lowest result for all measured variables | |
| 10049 | 9854 | H1G010022 | STRUKTUR POPULASI IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) YANG TERTANGKAP DIPERAIRAN GEBANG MEKAR, CIREBON JAWA BARAT | Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) merupakan sumberdaya ikan pelagis kecil dan salah satu sumberdaya perikanan yang melimpah di perairan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur populasi ikan Tembang yang meliputi hubungan panjang berat, laju pertumbuhan dan proporsi matang gonad, penelitian dilakukan pada bulan Agustus dan September 2014 di Gebang Mekar Cirebon Jawa Barat, alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, sampel yang diperoleh selama dua kali pengambilan sebanyak 1.229 ekor dengan metode simple random sampling, data yang diambil dalam penelitian ini adalah panjang total, bobot basah dan morfologi gonad, hasil penelitian yang diperoleh adalah W= -1,043L2,025 pada ikan jantan dan W= 0,288L0,405 pada ikan betina, pada bulan September W=0,062L0,225 dan W= 0,088L0,906 parameter pertumbuhan yang diperoleh adalah pada ikan Tembang jantan L∞=15,57 cm, K= 0,72, dan t0= 0,17280, ikan Tembang Betina L∞ = 14,6 cm, K= 0,67, dan t0= 0,17286, hubungan panjang berat ikan Tembang bersifat alometrik negatif karena nilai b<3 pola pertumbuhan ikan Tembang L∞ relatif cepat dan proporsi matang gonad ikan Tembang jantan pada interval kelas 10,1-10,13,3 cm sebanyak 61% dan 100%, dan pada ikan Tembang betina sebanyak 54% dan 100% pada interval kelas 10,1-13,3 cm. | Sardinella fimbriata is a small pelagic fish and one of the abundant fishery resources in the waters of Indonesia. The purpose of this research to determine the structure of fish populations that includes a long relationship weight, growth rate and the proportion of mature gonads, it conducted in August and September 2014 in water area Gebang Cirebon, West Java, it was fishing gear use gill nets where samples obtained during twice as many as 1.229 and it use random sampling method. The data has taken the total length, wet weight and morphology of gonads. The results obtained are W=-1,043L2,025 in male fish and W= 0,288L0,405 and September W=0,062L0,225 and W= 0,088L0,906 the S.fimbriata female fish, the growth parameters were obtained in fish male S.fimbriata L∞=15.57 cm , K=0.72, and t0=0.17280, fish S.fimbriata females L∞=14.6 cm, K = 0,67, and t0 = 0.17286. The relationship length of fish weight is negatife alometric because the value of b<3. It was growth patterns L∞ quickly and the proportion of male mature fish gonads was 61% and 100% in 10,1-10,9 cm class interval, and proportion of female mature gonads was 54% and 100% in 10,1-10,9 cm class interval. | |
| 10050 | 10870 | H1L009035 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI UNTUK USAHA DAGANG BERBASIS WEB DENGAN FITUR PERAMALAN PENJUALAN (Studi Kasus CV. LIK) | Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk mengambil suatu keputusan serta tujuan lainnya. Proses akuntansi akan lebih efektif dan efisien apabila dilakukan menggunakan sistem informasi akuntansi. Setiap perusahaan melakukan proses akuntansi untuk pengelolaan keuanganya. Sistem informasi akuntansi yang khusus untuk usaha dagang masih jarang ditemui. Sistem informasi akuntansi biasanya dibuat untuk bidang usaha umum baik manufaktur, jasa, maupun usaha dagang. Oleh karena itu penulis merancang dan membangun sebuah Sistem Informasi Akuntansi berbasis Web dengan fitur peramalan penjualan yang berfungsi pengolahan akuntansi untuk usaha dagang. Sistem informasi akuntansi dibuat menggunakan beberapa metode yaitu studi pustaka, observasi, dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada staf accountant di perusahaan usaha dagang CV LIK. Observasi dilakukan kepada produk Zahir Small Bussines Versi 5.1 yang dikembangkan oleh PT. Zahir Internasional. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Fitur peramalan penjualan menggunakan metode Exponential Smoothing. Sistem informasi akuntansi usaha dagang mengelola tiga siklus yaitu siklus pendapatan (penjualan), siklus pengeluaran (pembelian), dan siklus pembukuan. Pengujian aplikasi ini dilakukan oleh staf accountant di CV LIK yang menguji setiap fungsi dari aplikasi ini dapat dijalankan dengan benar dan menghasilkan output yang diinginkan. Setelah melalui proses pengujian, didapat hasil dimana sistem informasi akuntansi dapat digunakan oleh perushaan dagang sebagai alat mengelola proses akuntansi. | Accounting is about recording, classifying, summarizing, processing and presenting data and transaction which related to the finance, so it can be used to make decision and the other purpose easier than manually. Accounting process will be more effective and efficient using accounting information system. Every company do the accounting process for financial management. However, accounting information systems for trading company are still rare. Accounting information systems are usually made for general company, including manufacture, service and trading business. Therefore, author designing and developing a web-based accounting information system with sales forecasting feature for accounting process of trading company. Accounting Information System was made using some data search methods, there are study literature, observation and interview. It also using waterfall method as its system development method and Exponential Smoothing Method for the sales forecasting feature. The observation was done to Zahir Small Business 5.1 Version, an accounting product that developed by PT. Zahir International. And the interview was done with accountant staff at CV. LIK. Accounting Information Systems are managing three of cycles, there are revenue cycle (sales), expenditure cycle (purchase) and report cycle. The application testing was done by accountant staff at CV. LIK. It testing all of system’s functions, including how the application can run properly and produce the right output. After the application testing was passed, the result will show how the accounting information system can be work for trading company as an accounting process tools. | |
| 10051 | 9858 | A1L010044 | UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI VARIETAS BURANGRANG DENGAN JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK HAYATI YANG BERBEDA | Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian berlangsung selama 4 bulan mulai dari bulan April sampai dengan Agustus 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf, yaitu J1 (20 x 20) cm, J2 (25 x 20) cm, dan J3 (25 x 25) cm. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati yang terdiri atas 3 taraf yaitu, D0 (tanpa pupuk), D1 (2 liter pupuk hayati per petak), dan D2 (4 liter pupuk hayati per petak). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun tripoliat, berat segar tanaman, berat kering tanaman, jumlah cabang, luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, indeks panen, berat segar akar, berat kering akar, jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot brangkasan, dan produksi per satuan luas. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : 1) perlakuan jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Burangrang dengan jarak tanam (20 x 20) cm, 2) dosis pupuk hayati tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Burangrang, dan 3) interaksi jarak tanam dan dosis pupuk hayati tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Burangrang. | The research was held in a rice field at the vilage of Karang Gintung, Sumbang, Banyumas. This research was done in 4 months started from April to August 2014. The design of this research was Completly Randomize Blocks Design (CRBD) with three repetitions. The first factor was three difference distance planting between crops containing J1 (20 x 20) cm, J2 (25 x 20) cm, and J3 (25 x 25) cm. The second factor was three difference doses of biofertilizer containing D0 (none fertiliezed), D1 (2 liters biofertilizer per field) and D2 (4 liters biofertilizer per field). The observing variables are crops height, leaves amount, tripoliat leaves amount, crop’s wet weight, crop’s dry weight, branches amount, leaves width, assimilation’s progress, crops’s growth, harvesting index, root’s wet weight, root’s dry weight, containing soy bean’s amount per crops, soy bean’s amount per crops, 100 soy bean’s weight, brangkasan weight, and the amount of soy bean production per area. The results of this research are : 1) the best crop distance treatment for the growth of Burangrang soybean was (20 x 20) cm, 2) the dose of biofertilizer didn’t affect the growth and production of Burangrang soybean, 3) the interaction between crop distance and biofertilizer didn’t affect both the growth and production of Burangrang soybean, | |
| 10052 | 6440 | E1A009113 | IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA OLEH ADVOKAT DALAM SISTEM PERADILAN ANAK (Studi Tentang Peran Advokat di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Purwokerto) | Perkembangan anak menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Negara sebagai tempat berlindung warganya harus dapat memberikan regulasi jaminan perlindungan terhadap hak-hak anak. Keadilan sangat sekali diperhatikan dalam pelaksanaan penegakan hukum. Diantaranya adalah dalam proses peradilan pelaku tindak pidana anak, perhatian tersebut tidak hanya dari ahli hukum (pidana) tetapi juga pada masyarakat dan pemerintah yang ikut serta dalam hal ini. Perlindungan yang diberikan untuk melindungi hak-hak anak merupakan salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan Permasalahan dan tujuan penelitian yang diambil antara lain: mengetahui dan menganalisis bentuk implementasi perlindungan hak-hak anak sebagai pelaku tindak pidana di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto. Mengetahui dan menganalisis peranan advokat dalam memberikan bantuan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian mengungkapkan bentuk penerapan perlindungan hak-hak anak masih belum terlaksana dengan maksimal. Masih terdapat kelemahan dalam penegakan hukumnya yang berpengaruh terhadap kualitas penanganan perkara pidana anak. Peran Advokat dalam memberikan bantuan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana masih kurang maksimal. Terkadang Advokat ditunjuk oleh hakim untuk mendampingi anak pada saat perkara sudah memasuki tahap di pengadilan. Hal ini mengakibatkan advokat menjadi tidak dapat bekerja dengan maksimal karena tidak cukup waktu untuk mencari informasi dan bukti yang meringankan untuk kepentingan pembelaannya. | Child development becomes important to note . Country as a refuge for citizens should be able to provide regulatory protection for children's rights . Justice so once considered in the implementation of law enforcement . Among them was in the process of criminal justice child , the attention not only of lawyers ( criminal ) but also on society and government who participated in this. The protection provided to protect the rights of children is one of the interesting things to note. Problems and research objectives are taken include: identify and analyze an implementation of the protection of the rights of children as perpetrators of crime in the jurisdiction of the District Court of Purwokerto . Knowing and analyzing the role of lawyers in providing legal assistance to children as perpetrators of crime in the jurisdiction of the District Court of Purwokerto The method used in this study is socio-juridical approach to the specification of a descriptive study . The data used are primary data and secondary data . The results reveal the form of the application of the protection of children's rights is still not performing optimally. There is a weakness in the enforcement of laws that affect the child's quality of handling criminal cases . Advocate role in providing legal assistance to children as criminals is still less than the maximum . Advocates sometimes appointed by judges to accompany the child at the time the case has entered the stage in court . This has led to advocate being unable to work with the maximum due to insufficient time to seek information and evidence which supported the interests of defense . Keywords : Implementation , protection , rights of the child | |
| 10053 | 10868 | C1C009109 | IMPLEMENTASI APLIKASI BUSINESS INTELLIGENCE ACCOUNTING MODELS SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KUALITAS ARUS INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL MENENGAH (Riset Aksi Partisipatif Pada Dieng Makmur Sentosa Group) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati, menggali, menjelaskan, dan mencari solusi atas permasalahan penerapan akuntansi pada perusahaan sector usaha kecil dan menengah dengan menggunakan metode riset aksi partisipatif. Pengamatan atas proses implementasi aplikasi business intelligence accounting models yang ditujukan untuk memperkuat kualitas arus informasi akuntansi dan imbasnya terhadap kualitas informasi akuntansi difokuskan untuk menjadi inti dari penelitian ini. Penelitian ini menemukan beberapa hal yang bisa ditarik sebagai kesimpulan mengenai persepsi pemilik dan manajer usaha kecil menengah terhadap sistem akuntansi akrual melalui penerapan teknologi Business Intelligence Accounting models untuk meningkatkan kualitas informasi akuntansi pada bisnisnya. Penelitian ini menemukan bahwa melalui penerapan teknologi yang mendukung dan waktu yang cukup untuk memberi pengalaman merasakan manfaat dari penerapan sistem akuntansi akrual, persepsi manajer dan pelaku usaha kecil menengah terhadap sistem akuntansi akrual dan teknologi baru dapat berubah dari yang semula menolak dan resisten menjadi lebih terbuka dalam menerima teknologi baru dalam rangka mengembangkan bisnisnya. | This research was determined to observe, explore, explain and to look after a solution of accounting implementation problems on small medium enterprises by using participation active research method. The monitoring of business intelligence accounting models application which purposed to improve the quality of accounting information flows and it’s impact toward accounting information quality were focused to become the main purpose of this research. This research successfully found some evidence which can be draw out as conclusions of small medium enterprise subject perception toward accrual accounting system through the implementation of business intelligence accounting model which purposed to improve the accounting information flows quality on it’s business. This research found that by implement a supportive technology and give an adequate time to experienced the benefit of accrual accounting system, the perception of small medium enterprise subject toward accrual accounting system and new information technology could be drived from which rejecting and resisting at the beginning to become more acceptable in receiving new system and information technology in order to improve their business. | |
| 10054 | 9859 | A1H010070 | UJI PERFORMANSI MESIN PENGAMPLAS TEMPURUNG KELAPA MODEL AMPLAS BELT DI UKM SOMACOCO DESA SOKAWERA KABUPATEN BANYUMAS | Dalam proses produksi, penggunaan mesin dan alat bertujuan untuk mempercepat proses produksi yang ada. , penggunaan mesin yang ada dimaksudkan mempercepat proses pengamplasan tempurung kelapa yang akan dijadikan barang kerajinan. Namun pada pengamatan dilokasi, mesin yang digunakan saat proses pengamplasan menimbulkan banyak debu yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari mesin pengamplas model amplas belt, mengetahui kualitas hasil pengamplasan, mengetahui sebaran debu yang dihasilkan pada proses pengamplasan, dan mengetahui analisis ekonomi dari mesin pengamplas model amplas belt . pengamplasan dilakukan pada 3 diameter tempurung kelapa yang berbeda dan balok kayu. Hasil uji kinerja menunjukkan kapasitas pengamplasan pada diameter 1,2,3 dengan rata-rata sebesar 18 batok/jam, 17 batok/jam, 15 batok/jam, kebutuhan daya spesifik diameter 1,2,3 dengan rata-rata sebesar 0,01035 Kwh/batok, 0,01242 Kwh/batok, 0,01216 Kwh/batok dan balok kayu sebesar 0,00745 Kwh/balok. Sebaran debu yang dihasilkan pada pengamplasan tempurung kelapa diameter 1dengan sebaran depan rata-rata 35,1 gram, kanan 3,18 gram, kiri 3,81 gram, belakang 1,34 gram dan atas 6,93 gram, pada diameter 2 sebaran depan 24,32 gram, kanan 3,66 gram, kiri 1,76 gram, belakang 1,76 gram, atas 2,72 gram, dan atas 2,71 gram, pada diameter 3 sebaran depan 31,62 gram, kanan 5,35 gram, kiri 2,54 gram, belakang 1,54 gram dan atas 3,08 gram, pada balok kayu sebaran depan 2,48 gram, kanan 0,86 gram, kiri 0,71 gram, dan belakang 0,40 gram dan atas 0,44 gram. Efisiensi rata-rata penggunaan energi listrik sebesar 96,81 % dan efisiensi penggunaan energi manusia sebesar 96,88 %. Analisis ekonomi pada mesin pengamplas didapatkan nilai BEP sebesar 88 jam/tahun atau 1584 batok/tahun dan keuntungan yang didapatkan sebesar Rp. 1.422.179,-/bulan dan biaya pokok alat sebesar Rp. 360,-/batok. | In the production process, the use of machines and tools aim to speed up existing production processes. the use of machines aim to speed up sanding procces of coconut shell to made craft item. However on observations in location, engine used when sanding process raises a lot of dust that can damage the health of workers.. The purpose of this study was to determine the performance of the sanding machine of the sanding belt models, determine of quality of the sanding, determine the distribution of the dust produced in the procces of sanding, and determine economic analysis the the sanding machine of sanding belt models. Procces sanding is applicated on 3 different diameters coconut shell and wooden beams. The results show of performance tests conducted have the capacity sanding on diameter 1,2,3 with an average of 18 shells / hour, 17 shells / hour, 15 shells / hour, specific power requirements diameter 1,2,3 with an average of 0.01035 kWh / shell, 0.01242 Kwh / shell, 0.01216 kWh / shell and wooden beams of 0.00745 kWh / beam. Distribution of dust produced in sanding procces coconut shell on diameter 1 with average distribution 35.1 grams front, 3.18 grams right, 3.81 grams left, 1.34 grams back,6,93 up, diameter 2 24.32 grams front , 3 , 66 grams right, 1.76 grams left, 1.76 grams back, 2.71 grams up, diameter 3 31.62 grams front, 5.35 grams right, 2.54 grams left, 1.54 grams back,3,08 gram up, distribution of wooden beam 2.48 grams front, 0.86 grams right, 0.71 grams left, and 0.40 grams back, 0,44 gram up. The average efficiency of electrical energy use by 96.81% and the efficient use of human energy by 96.88%. Economic analysis on sanding machine obtained BEP values 88 hours / year or 1548 shells / year and the gains of Rp. 1.422.179, - / month and the cost of the tool is Rp. 360, - / shell. | |
| 10055 | 9860 | D1E010226 | PENGARUH SUPLEMENTASI DAUN KATUK DALAM RANSUM TERHADAP NILAI PROTEIN PLASMA DAN HEMATOKRIT KELINCI REX | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan suplementasi daun katuk dalam ransum terhadap nilai protein plasma dan hematokrit kelinci rex. Materi yang digunakan dalam penelitaan ini adalah kelinci rex berjumlah 18 ekor. Pakan tersusun atas rumput alam 11 %, jagung giling 14 %, dedak 16 %, bungkil kelapa 27 %, pollard 29 %, molasses 2,6 %, dan mineral mix 0,4 %. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental, rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, setiap perlakuan diulang 6 kali, sehingga terdapat 18 percobaan yaitu K0: pakan tanpa penambahan daun katuk, K1: pakan ditambah 5 % daun katuk, K2: pakan ditambah 10 % daun katuk. Data dianalisis menggunakan analisis covariansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai protein plasma berkisar antara 6,58 sampai dengan 7,03 g/dl dan rata-rata nilai hematokrit 32,25 % sampai 35,98 %. Hasil analisis covariansi menunjukan bahwa penambahan daun katuk berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai protein plasma, dan terhadap nilai hematokrit berpengaruh nyata (P<0,05) dan berpengaruh secara linier dengan persamaan Y = 35.222 - 0.2933x koefisien determinasi (r2) =0,1557. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan suplementasi daun katuk tidak mempengruhi nilai protein plasma, dan berpengaruh terhadap nilai hematokrit kelinci rex. | The purpose of this study was to know the supplementation effect of Sauropus androgynus (L.) Merr leaves in the ration protein plasma and hematocrit rex rabbit. The materials used in this study were 18 rex rabbit tails. The feed consisted of 11% natural grass, 14% corn flour, 16% bran, 27% coconut meal, 29% pollard, 2.6% molasses, and 0.4% mineral mix . The experimental research method used was Completely Randomized Design (CRD) with three treatments, each treatment was repeated six times, so there were 18 experiments which were K0: diet without Sauropus androgynus (L.) Merr leaves, K1: diet plus 5% Sauropus androgynus (L.) Merr leaves, K2: diet plus 10% Sauropus androgynus (L.) Merr leaves. The Data were analyzed by using analysis of covariance and continued with Orthogonal Polynomial Test. The results showed that the average level of protein plasma ranged from 6.58 to 7.03 g/dl and the average level of hematocrit ranged 32.25% to 35.98%. The results showed analysis of covariance that the addition of Sauropus androgynus leaves had no significant effect (P> 0.05) to the value of protein plasma, and had significant effect on hematocrit values (P <0.05) and linearly effecting with the equation Y = 35 222 - 0.2933x, the coefficient of determination (r2) = 0.1557. The conclusion of this study were supplementation effect of Sauropus androgynus (L.) Merr leaves had no effect to protein plasma value, and had an effect on hematocrit value rex rabbit. | |
| 10056 | 9862 | A1H010068 | Uji Kinerja Mesin Penyosoh Sorgum Abrasif PS-2 Terhadap Kualitas dan Kuantitas Hasil Penyosohan Sorgum ( Sorghum bicolor) | Sorgum (Sorghum bicolor) merupakan bahan pangan alternatif pengganti beras dengan kandungan karbohidrat 83%, lemak 3,5%, dan protein berkisar 8-12%. Kandungan protein sorgum tidak kalah dengan kandungan protein beras atau bahan pangan lainnya. Permasalahan sorgum antara lain terdapat tanin pada biji, yang dapat menghambat metabolisme pada tubuh manusia atau hewan yang memakannya. Penurunan kandungan tanin biji sorgum antara lain dengan metode sosoh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja alat mesin penyosoh tipe abrasif PS-2 pada proses penyosohan sorgum. Pengujian kinerja mesin peyosoh sorgum tpe abrasif PS-2 meliputi kapasitas penyosohan, kualitas penyosohan, rendemen hasil keluaran mesin penyosoh serta besarnya kadar tanin setelah proses penyosohan. Hasil uji kinerja yang dilakukan mesin ini memiliki kapasitas untuk sorgum merah rata-rata sebesar 18,2796 kg/jam dengan rendemen rata-rata sebesar 81,02% dan untuk sorgum putih rata-rata kapasitasnya sebesar 20,028 kg/jam dengan rendemen rata-rata sebesar 68,56%. Persentase biji sorgum merah dan putih utuh setelah disosoh masing masing 89,86092% dan 79,9916%. Besarnya kadar tanin setelah mengalami penyosohan hampir mendekati 0% yaitu untuk sorgum merah sebesar 0,5068% dan sorgum putih sebesar 0,1131%. | Sorghum (Sorghum bicolor) is an alternative food substitute for rice which contains an 83% carbohydrate, 3.5% fats and protein ranging from 8-12%. The contents of sorghum protein are not inferior to the contents of rice protein or other foods. Sorghum problems are it has tannin on seeds, which can hinder of metabolism in the human body or animals that eat it. The decline in the content of tannin sorghum seeds among others with the hulling methods. The purpose of this research is to test the performance of a machine tool filter type with an abrasive PS-2 to the process of hulling sorghum. Performance testing machine hulling sorghum type abrasive PS-2 includes a filtered capacity hulling, yielding the result of output hulling machine and the magnitude of the level of tannin after the process of hulling. The results of the test performed in this machine having the capacity to average of the red sorghum is 18.2796 kg/hour with yield average 81.02% and for white sorghum average capacity of 20.028 kg/hour with an average yield of 68,56%. The percentage of the seeds of sorghum red and white after hulling is 89.86092% and 79.9916%. Each the amount of tannin levels after undergone hulling is to red sorghum of 0.5068% and white sorghum of 0,1131%. Keywords: Sorghum, Hulling of Sorghum, Performance Test Machine, Abrasive | |
| 10057 | 6491 | C1A005137 | Efisiensi, Pendapatan, dan Konsumsi Pada Usaha Gula Kelapa di Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap | Penelitian ini berjudul “Efisiensi, Pendapatan, dan Konsumsi Pada Usaha Gula Kelapa di Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi usaha gula kelapa di Desa Sidaurip, menganalisis kemampuan pendapatan keluarga petani gula kelapa di Desa Sidaurip dalam memenuhi konsumsi keluarga, dan menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga petani gula kelapa di Desa Sidaurip. Objek penelitian ini adalah petani gula kelapa di Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Untuk menentukan ukuran sampel yang diambil dari populasi digunakan Metode Slovin, dari 126 populasi petani gula kelapa di Desa Sidaurip, diambil sampel sebanyak 56 orang. Metode yang digunakan untuk mengambil sampel yaitu Stratified Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, usaha gula kelapa di Desa Sidaurip sudah efisien, dengan tingkat efisiensi sebesar 3,05, yang artinya setiap penambahan biaya sebesar Rp.1 maka akan meningkatkan pendapatan Rp.3,05. Pendapatan keluarga petani gula kelapa hanya dapat memenuhi APC rata-rata sebesar 0,77, yang artinya pendapatan keluarga petani gula kelapa di Desa Sidaurip belum mampu memenuhi konsumsi keluarga. Pendapatan perkapita keluarga petani gula kelapa rata-rata sebesar Rp.305.338,4 hanya dapat memenuhi 28,85% dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL), sehingga keluarga petani gula kelapa di Desa Sidaurip belum sejahtera. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah usaha gula kelapa di Desa Sidaurip sudah menguntungkan. Petani gula kelapa sebaiknya meningkatkan pendapatan usaha gula kelapa supaya dapat memenuhi konsumsi keluarga dan bisa membuat keluarganya sejahtera. Peningkatan pendapatan usaha gula kelapa dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah pohon yang diusahakan, menambah status kepemilikan pohon milik sendiri, dan menambah sistem pengusahaan pohon sendiri. | The study is titled "Efficiency, Income, and Consumption In Coconut Sugar Enterprises in Rural Sidaurip Binangun Cilacap District". The purpose of this study is to analyze the efficiency of businesses in the village Sidaurip coconut sugar, analyze the ability of family income in the palm sugar farmers in the village Sidaurip meet family consumption, and analyze the level of welfare of farm families in the village Sidaurip coconut sugar. The research object is palm sugar farmers in the village Sidaurip Binangun Cilacap district. To determine the size of the sample drawn from the population used method Slovin, a population of 126 palm sugar farmers in the village Sidaurip, 56 samples were taken. The method used to take samples of the Stratified Random Sampling. Based on the results of research and analysis , business palm sugar in the Village Sidaurip is efficient, with an efficiency of 3.05, which means that any increase in the cost of Rp.1 it will increase revenue Rp.3.05. Coconut sugar farm family income just to meet the APC median of 0.77, which means the family income palm sugar farmers in the village of Sidaurip not been able to meet the family's consumption. Per capita income of coconut sugar farm families an average of Rp.305,338.4 can only meet 28.85 % of the Living Needs ( KHL ), so that family farmers in the village of palm sugar Sidaurip not prosper . The implications of the above conclusions is coconut sugar businesses in the Village Sidaurip already profitable. Coconut sugar farmers should increase revenues coconut sugar consumption in order to meet the family and could make his family prosperous. Increased revenues coconut sugar can be done by increasing the number of cultivated trees , add trees belonging to his own tenure, and add to the production system of the tree itself. | |
| 10058 | 9863 | A1H010079 | Uji Kinerja Alat Pengiris (Slicer) Tipe 4PH-2SP Pada Kentang (Solanum tuberosum L.) dengan Perlakuan Kecepatan Putar Terhadap Hasil Pengirisan | Pengujian kinerja alat pengiris tipe 4PH-2SP menghasilkan kapasitas pengirisan pada kecepatan ke-1 rata-rata sebesar 297,84 kg/jam, kecepatan ke-2 rata-rata sebesar 316,53 kg/jam, dan kecepatan ke-3 rata-rata sebesar 399,18 kg/jam. Ketebalan rata-rata pada kecepatan ke-1 sebesar 1,517 mm, kecepatan ke-2 sebesar 1,496 mm, dan kecepatan ke-3 sebesar 1,495 mm. Persentase rusak menghasilkan nilai rata-rata pada kecepatan ke-1 sebesar 24,22 %, kecepatan ke-2 sebesar 23,55 %, dan kecepatan ke-3 sebesar 15,78 %. Kebutuhan daya spesifik menghasilkan nilai rata-rata pada kecepatan ke-1 sebesar 0,000471 kWh/kg, kecepatan ke-2 sebesar 0,000379 kWh/kg, dan kecepatan ke-3 sebesar 0,000312 kWh/kg. Efisiensi mekanisme penyalur daya menghasilkan nilai rata-rata pada kecepatan ke-1 sebesar 99,71 %, kecepatan ke-2 sebesar 96,12 % dan kecepatan ke-3 sebesar 97,08 %. Efisiensi penggunaan energi listrik menghasilkan nilai rata-rata pada kecepatan ke-1 sebesar 90,01 %, kecepatan ke-2 sebesar 94,75 %, dan kecepatan ke-3 sebesar 89,87 %. Efisiensi penggunaan energi manusia menghasilkan nilai rata-rata pada kecepatan ke-1 sebesar 87,52 %, kecepatan ke-2 sebesar 93,19 %, dan kecepatan ke-3 sebesar 94,11 %. | Performance testing slicer type 4PH-2SP generating capacity incision on first speed average of 297.84 kg/h, the speed of the second average of 316.53 kg/h, and the speed of the third an average of 399.18 kg/h. The average thickness at the first speed of 1,517 mm, the second speed of 1,496 mm, and third speed of 1,495 mm. The percentage of defective produce average values on the first speed of 24.22 %, the second speed of 23.55 %, and the third speed of 15.78 %. Specific power requirements result in the average value of the first speed of 0.000471 kWh/kg, the second speed of 0.000379 kWh/kg, and the third speed of 0.000312 kWh / kg. The efficiency of the power generating mechanism of channeling the average value of the first speed of 99.71 %, the second speed of 96.12 % and third speed of 97.08 %. Efficient use of electricity produce average values on the first speed of 90.01 %, the second speed of 94,75 %, and the third speed of 89,87 %. Efficient use of human energy yield average values at the first speed of 87.52 %, the second speed of 93,19 %, and the third speed of 94,11 %. | |
| 10059 | 9861 | D1E010257 | PENGARUH SUPLEMENTASI DAUN KATUK DALAM RANSUM TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN NILAI HEMOGLOBIN KELINCI REX | Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan daun katuk terhadap jumlah eritrosit dan nilai hemoglobin kelinci rex yang dilaksanakan pada bulan agustus sampai September 2014. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci rex 18 ekor . Pakan basal tersusun dari rumput alam 11%, jagung giling 14%, dedak 16%, bungkil kelapa 27%, pollard 29%, molases 2,6%, dan mineral mix 0,4%. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan setiap perlakuan diulang 6 kali, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Perlakuan tersebut yaitu k0 : pakan basal tanpa penambahan daun katuk, k1 : pakan basal dengan suplementasi daun katuk 5%, k2 : pakan basal dengan suplementasi daun katuk 10%. Data di analisis menggunakan analisis covariansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun katuk tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah eritrosit dengan hasil rataan 4,83 ± 0,83 x 106 µL dan terhadap nilai hemoglobin dengan hasil rataan 9,43 ± 0,64 gr%. kesimpulan dari penelitian ini adalah Suplementasi daun katuk dapat di berikan untuk ternak kelinci rex sampai level 10 % tanpa mempengaruhi proses fisiologis ternak di tinjau dari jumlah eritrosit dan nilai hemoglobin yang relatif sama. | The study, entitled the effect of supplementation with Sauropus androgynus L. Merr leaves of to the number of erythrocytes and hemoglobin values of rex rabbit that was carried out from August to September 2014. The material used in this study were 18 rex rabbit tails, basal feed on the leaves add Sauropus androgynus L. Merr. Basal feed composed of 11% natural grass, 14% corn flour, 16% bran, 27% coconut meal, 29% pollard, 2.6% molasses, and 0.4% mineral mix. The research method is experimental, Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments, each treatment was 6 repeated, so there are 18 experimental unit. the treatmen of K0: basal feed without the addition of Sauropus androgynus L. Merr leaf, K1: basal feed suplementation 5% leaves Sauropus androgynus L. Merr leaf, K2: basal feed suplementation 10% leaves Sauropus androgynus L. Merr . Data were analyzed using analysis of covariansi. The results showed that the addition of Sauropus androgynus L. Merr leaf meal had no significant effect or no difference to the number of erythrocytes with the average result of 4.83 ± 0.83 x 106 mL and the value of hemoglobin with results averaging 9.43 ± 0.64 g%. conclusions of this study are Supplementation Sauropus androgynus L. Merr leaf can be given to cattle rex rabbit until level 10% without affecting the physiological processes of the cattle in the review of the number of erythrocytes and hemoglobin values were relatively similar. | |
| 10060 | 9867 | A1C010115 | EFISIENSI USAHA DI KUD “ARIS” KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui tingkat efisiensi usaha KUD “ARIS” ditinjau dari rentabilitas ekonomi, (2) Mengetahui pengaruh volume usaha, partisipasi anggota dan banyaknya mitra usaha terhadap efisiensi yang dicapai oleh unit usaha pertanian KUD “ARIS”. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai dengan Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rentabilitas ekonomi; analisis trend; dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha KUD “ARIS” selama lima tahun (2009-2013) efisien dengan rata-rata nilai rentabilitas ekonomi sebesar 9,15 persen. Rata-rata rentabilitas ekonomi unit usaha Sarana Produksi 6,26 persen; Pangan 6,29 persen; Distributor Pupuk 0,95 persen; Rice Mill 6,08 persen; Swalayan 9,09 persen; waserda 9,26 persen; PPOB 7,87 persen; Simpan Pinjam 7,65 persen; dan Warnet 9,28 persen. Volume usaha berpengaruh terhadap efisiensi unit usaha Sarana Produksi, unit usaha Pangan, unit usaha Rice Mill dan unit usaha Distributor Pupuk. Partisipasi anggota berpengaruh terhadap efisiensi unit usaha Sarana Produksi, dan unit usaha Distributor Pupuk. Serta mitra usaha berpengaruh terhadap efisiensi unit usaha Sarana Produksi, unit usaha Pangan, dan unit usaha Rice Mill. | This research was aimed to (1) Know the level efficiency KUD”ARIS” in terms of economic rentability, (2) Know the effect of the volume of business, the participation of many members and business partners to the economic efficency that is achieved by the agricultural cooperatives business unit of KUD “ARIS”. The research was held on May to June 2014. The research method used is case study method. The analysis method used the analysis of the economic rentability; trend analysis; and multiple linear regression analysis. The result of this research showed that the business of KUD “ARIS” for five years (2009-2013) is clarified efficiently with an average of 9,15 percent economic rentability. The average economic rentability of business unit Sarana Produksi 6,26 percent; Pangan 6,29 percent; Distributor Pupuk 0,95 percent; Rice mill 6,08 percent; Swalayan 9,09 percent; Waserda 9,26 percent; PPOB 7,87 percent; Simpan pinjam 7,65 percent; and Warnet 9,28 percent. The volume of business is affect the efficiency of the Sarana Produksi business, the Pangan business, the Rice Mill business, and the Distributor Pupuk business. The members participation is affect the efficiency of the Sarana Produksi business, and the Distributor Pupuk business. Then business partners is affect the efficiency of the Sarana Produksi business, the Pangan business, and the Rice Mill business. |