Artikelilmiahs
Menampilkan 10.181-10.200 dari 50.312 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10181 | 9942 | P2FB11055 | STRATEGI KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI KELUARGA BERENCANA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PESERTA KONTRASEPSI METODE OPERASI PRIA DI KECAMATAN SONGGOM KABUPATEN BREBES | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan strategi KIE KB kontrasepsi MOP yang dilaksanakan di Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes serta faktor-faktor yang mendukung penerapan strategi KIE KB kontrasepsi MOP di kecamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana pemilihan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah metode interaktif yang diperkaya dengan model SWOT. Hasil penelitian strategi KIE KB kontrasepsi MOP yang diterapkan adalah penggunaan jaringan komunikasi yang terbentuk di antara PLKB, Kader KB, Motivator MOP, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tenaga medis. | This study aimed to describe and analyze the implementation of the KIE KB strategy of MOP contraception which was implemented in sub-districtof Songgomdistrict of Brebes and the factors that support the implementation of the KIE KB strategy of MOP contraception in this sub-district. This study used descriptive qualitative method in which the informants’selection were using purposive sampling technique. Interactive method is carried out as the data analysis technique enriched by SWOT model. The result of the KIE KB strategy of MOP contraception planning which applied was the use of communication networks formed between field officers, Kader KB, Motivator MOP, community leaders, religious leaders and medical personnel. | |
| 10182 | 11175 | C1A010049 | Return to Scale Usaha Kasur Lantai Di Desa Banjarkerta Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga | Ringkasan Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah skala produksi kasur lantai Di Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga tergolong dalam constant return to scale, increasing return to scale, atau decreasing return to scale. Faktor-faktor produksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah tenaga kerja dan bahan baku produksi kasur lantai. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan skunder yang diperoleh dari hasil survei yang dilakukan di Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga dalam kurun waktu satu bulan. Dari hasil survei tersebut, terdapat 20 pengrajin kasur lantai. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda atau multiple regression yang menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Variabel ang digunakan sebagai input adalah bahan baku dan tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini yaitu besaran nilai return to scale adalah 0,997 atau nilai return to scale < 1, yang artinya produksi kasur lantai di Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga berada pada kondisi decreasing return to scale. Artinya setiap penambahan input yang dilakukan mengakibatkan perubahan peningkatan output yang tidak menguntungkan. | summary This study is intended to determine whether the scale of production floor mattresses In Banjarkerta village, District Karanganyar Purbalingga classified in constant return to scale, increasing returns to scale, or decreasing returns to scale. Production factors used in this study is the amount of labor and raw materials production floor mattresses. The data used in this study are primary and secondary data obtained from the survey conducted in Banjarkerta Village, District Karanganyar Purbalingga within one month. From the results of the survey, there were 20 craftsmen floor mattresses. The analysis technique used is multiple linear regression analysis or multiple regression were used approach Cobb-Douglas production function. The variables used as inputs are raw materials and labor. Results from this research that the amount of the value of returns to scale is 0,997 or value returns to scale< 1, which means that the production of mattresses on the floor Banjarkerta Village, District Karanganyar Purbalingga in a state of decreasing returns to scale. This means that any additional inputs that do lead to changes in the output increase unprofitable. | |
| 10183 | 11178 | D1E011027 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT BAWANG PUTIH PADA PAKAN KAMBING YANG TERCUKUPI MINERAL Se, Cr, Zn TERHADAP KADAR PROTEIN DARAH DAN TOTAL BAKTERI SUSU | Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh suplementasi tepung kulit bawang putih (Allium sativum) pada pakan kambing yang tercukupi Se, Cr, dan Zn terhadap kadar protein darah dan total bakteri susu. Materi yang digunakan berupa ternak kambing perah Bangsa Jawa Randu laktasi ke dua berjumlah 15 ekor, pakan komplit kambing perah hijauan (PK: 9,05%) dan konsentrat (PK : 19,07%) dengan perbandingan 70:30. Metode penelitian adalah ekperimental secara in-vivo. Perlakuan yang diujicobakan yaitu R0 terdiri atas Pakan kontrol (Hijauan dan Konsentrat perbandingan 70:30). R1 terdiri atas pakan R0 + Tepung kulit bawang putih (Allium sativum) 30 ppm. R2 terdiri atas pakan R1 + Mineral Organik ( Se 0,3 ppm, Cr 1,5 ppm, Zn 40 ppm). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap penurunan total bakteri susu (P<0,05). Analisis menggunakan uji lanjut LSD menunjukan adanya perbedaan antar perlakuan R0 dengan perlakuan R1 dan R2, namun perlakuan R1 dan R2 tidak ada perbedaan yang nyata. Hasil rataan berturut-turut adalah 2,082 x 105 (R0), 0,9000 x 105 (R1), dan 0,9950 x 105 (R2). Perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein darah, tetapi kadar protein darah ternak masih dalam taraf normal dengan rataan berturut-turut 6,8680 mg/dl (R0), 6,6280 mg/dl (R1), dan 6,3920 mg/dl (R2). Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung kulit bawang putih (Allium sativum) pada pakan kambing perah secara in-vivo (hijauan 70% dan konsentrat 30%) menurunkan kadar total bakteri dalam susu kambing. Penambahan mineral mikro (0,3 ppm Selenium + 1,5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat) pada pakan kambing yang tersuplementasi tepung kulit bawang putih 30 ppm tidak memberikan pengaruh dalam total bakteri susu. Pemberian tepung kulit bawang putih dan mineral organik pada pakan kambing tidak memberikan pengaruh terhadap kadar protein darah. | The purpose of this research was to examine the effects of supplementation garlic husk flour (Allium sativum) in feed of goat adequated with Se, Cr, and Zn on blood protein levels and total bacteria in milk. The materials used in the research were 15 Jawa Randu dairy goats of second lactation, complete feed of dairy goats forage (CP: 9.05%) and concentrates (CP: 19,07%) given with a comparison of 70: 30. The research method was experimental by in-vivo. The treatments tested were R0 consisted of control feed (forage and concentrates with comparison of 70:30). R1 consisted of R0 + Garlic husk flour (Allium sativum) 30 ppm. R2 consisted of R1 + Organic Minerals (Se of 0.3 ppm, Cr to 1.5 ppm, 40 ppm Zn). The data were analyzed using analysis of variansi and continued with LSD test. The research results showed that there wis a significant effect of the treatments on bacteria in milk (P < 0.05). While the analysis using advanced Test of LSD showed the existence of a difference between the treatment of controls feed (R0) with the treatments of R1 and R2, but between the treatments of R1 and R2, there was no noticeable differences. The mean results were 2,082 x 105 (R0), 0,9000 x 105 (R1), dan 0,9950 x 105 (R2). The treatments had no significant effect (P > 0.05) on protein levels of the blood, but livestock blood protein were still in normal levels with the results 6,8680 mg/dl (R0), 6,6280 mg/dl (R1), dan 6,3920 mg/dl (R2). From result of this study we conclude, the supplementation of garlic husk flour (Allium sativum) in feed of goat by in-vivo (forage 70% and concentrate 30%) lowers the levels of total bacteria in goat milk. The addition of micro minerals (0.3 ppm Selenium + 1.5 ppm Chromium + 40 ppm Zinc-lysinat) on the goat feed supplemented with 30 ppm garlic husk flour does not influence the total bacteria in milk. Giving garlic husk flour and organic minerals in goat feed does not give any effect on the blood protein levels. | |
| 10184 | 9943 | A1G010012 | NILAI TAMBAH SINGKONG UNTUK PEMBUATAN TAPIOKA DIPABRIK SINGKONG JAYA DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP | abstrak Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi yang besar dalam bidang pertanian, salah satunya adalah pertanian singkong. Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan yang dapat dijadikan berbagai macam bahan makan olahan dan bahan baku industri. Industri tepung tapioka menggunakan singkong sebagai bahan baku yang dapat memberikan nilai tambah sebagai salah satu tolak ukur yang digunakan oleh pemerintah Indonesia dalam menilai kinerja industri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada produksi tapioka dan mengetahui besarnya nilai tambah pada industri pengolahan tapioka di Pabrik Singkong Jaya Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Metode penelitian dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu observasi langsung, survei dan pencatatan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang digunakan pada produksi tapioka di Pabrik Singkong Jaya Desa Karanggintung Kecamatan Gandrumangu Kabupaten Cilacap sebesar Rp. 211.950.600,- per tahun, yang terdiri atas pengeluaran bahan baku Rp. 179.787.000,- dan biaya tenaga kerja dan biaya lainnya Rp. 32.163.600,-. Penerimaan rata-rata Rp. 315.785.300,- per tahun, yang terdiri atas produk utama Rp. 287.138.300,- per tahun dan produk sampingan (onggok) Rp. 29.343.500,- per tahun. Pendapatan total yang diterima Pabrik Singkong Jaya sebesar Rp. 103.834.700,- per tahun. Industri tapioka di Pabrik Singkong Jaya mampu memberikan nilai tambah buat singkong rata-rata Rp. 4.338,- per kg. Nilai tambah ini terdiri atas pendapatan tenaga kerja Rp. 832,- dan keuntungan Rp. 3.506,-. Rasio nilai tambah rata-rata 32,87%, artinya Rp 1.426,- nilai output total per kg merupakan 32,87% dari nilai tambah dari pengolahan produk industri tapioka di Pabrik Singkong Jaya. Kata kunci : singkong, tapioka, biaya total, pendapatan, nilai tambah | Indonesia is a country which has a great potential in the agriculture, one of them is a cassava farm. Cassava or manioc is one of the crops that can be used as a wide variety for basic ingredients of processed food and industrial. Tapioca flour industry using cassava as basic ingredients that can provide value-added which used for measurement by the Indonesian government to assessing the performance of the industry. The purpose of this research were to determine the amount of costs and revenues in the production of tapioca flour and the value-added rate in the tapioca industry at Singkong Jaya Factory, Karanggintung Vilages, Gandrungmangu District, Cilacap Regency. The method that used in this research were done by three approaches, ie. direct observation, survey and recording. The analytical tool that used in this research was Hayami’s value-added method of analysis. The results showed that the total costs used in the production of tapioca in Singkong Jaya Factory, Karanggintung Village, Gandrumangu District, Cilacap Regency are Rp. 211,950,600.- per year, which consists of the feedstock cost at Rp. 179,787,000.- and the labor and other cost at Rp. 32,163,600.-. Average revenues are Rp. 315.785.300.- per year, consists of the main product revenue at Rp. 287,138,300.- per year and the by-product revenue (oilcake) at Rp. 29,343,500.- per year. Total revenue which Singkong Jaya Factory received are Rp. 103.834.700. - per year. Tapioca industry of Singkong Jaya Factory able to provide value-added for the cassava at Rp. 4,338.- per kg. This value-added consists of the labor income at Rp. 832.- and the amount of profit at Rp. 3,506.- The average ratio of value-added is 32.87%, it means, Rp 1.426.- per kg of the output value, are 32.87% of the value-added of product of tapioca industry at Singkong Jaya Factory. Keywords : cassava, tapioca, total costs, revenue, value-added | |
| 10185 | 9944 | A1L010197 | UJI KEMEMPANAN EMPAT ISOLAT JAMUR Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA LADA PERDU (Piper nigrum L.) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemempanan empat isolat Trichoderma sp., menentukan isolat Trichoderma sp. yang paling baik, serta mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma sp. pada pertumbuhan lada perdu. Penelitian dilaksanakan di Screen House dan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dengan ketinggian tempat 110 m dpl pada bulan April - Juni 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 15 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas: kontrol; fungisida berbahan aktif propineb 70%; Trichoderma sp. isolat jahe; nenas; pisang; bawang merah; kombinasi Trichoderma sp. isolat jahe dan nenas; jahe dan pisang; jahe dan bawang merah; nenas dan pisang; nenas dan bawang merah; pisang dan bawang merah; jahe, nenas dan pisang; jahe, nenas dan bawang merah; nenas, pisang dan bawang merah; serta jahe, nenas, pisang dan bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat isolat Trichoderma sp. efektif menekan intensitas penyakit layu fusarium pada lada perdu dengan tingkat kemempanan isolat nenas sebesar 54,50%; isolat jahe sebesar 48,00% dan isolat bawang merah sebesar 44,94%; isolat pisang sebesar 11,58%. Isolat terbaik dalam menekan intensitas penyakit layu fusarium adalah kombinasi isolat Trichoderma sp. pisang + bawang merah dengan tingkat kemempanan 56,61%. Perlakuan menggunakan kombinasi isolat Trichoderma sp. pisang + bawang merah efektif meningkatkan bobot tanaman segar sebesar 81,20%; tinggi tanaman sebesar 79,25%; jumlah daun sebesar 78,00%; bobot tanaman kering sebesar 68,24%; bobot akar kering sebesar 62,00%; bobot akar segar sebesar 37,20%. | A research aimed at knowing the effectivenes of four Trichoderma isolates obtaining the best Trichoderm isolate, and knowing the effect of Trichoderma aplication on paper growth. The research was carried out from April up to June 2014 at the screen house and the Laboratory of Plant Protection Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, with altitude of 110 m above sea level and with alluvial soil. Randomized block design was weed with 15 treatments and 4 replicates. The treatments tested were, control, fungicides with active ingredient of propineb 70%; Trichoderma sp. ginger; pineapple; banana; shallot; combination beetwen. ginger and pineapple; ginger and banana; ginger and shallots; pineapple and bananas; pineapple and shallot; bananas and shallot; ginger, pineapple and banana; ginger, pineapple and shallot; pineapple, banana and shallot; ginger, pineapple, banana and shallot isolates. Variables observed included incubation period, disease intensity, late density of the pathogen, crop height, number of leaves, crop fresh weight, crop dry weight, root fresh weight, root dry weight, and analysis of phenolic compound qualitative. Results of the research showed that the four Trichoderma sp. isolates suppressed effectively the deases intensity with the effectivenes of pineapple, ginger, shallot, and banana isolates as 54.50, 48.00, 44.94, and 11.58%, respectively. The best isolate to suppress the disease was combination of banana and shallot isolates with effectivnes of 56.61%. The application of banana and shallot isolates combination could increase effectively crop fresh weight, crop height, number of leaves, crop dry weight, root dry weight, and root fresh weight as 81.20, 79.25, 78.00, 68.24, 62.00, and 37.20%, respectively. | |
| 10186 | 9945 | A1L009032 | PENGARUH FORMULA LARUTAN HARA DAN UKURAN NOZZLE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI DUA VARIETAS KENTANG PADA PEMBIBITAN DALAM SISTEM AEROPONIK | Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh formula larutan hara dan ukuran nozzle terhadap pertumbuhan dan hasil umbi dua varietas kentang pada pembibitan dalam sistem aeroponik. Penelitian dilaksanakan di Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juli 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga kali ulangan. Faktor yang diteliti terdiri atas kombinasi formula larutan hara dengan ukuran nozzle (FN), dan varietas (V). Variabel yang diamati terdiri atas komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan, bobot umbi tertinggi dicapai dengan perlakuan antara kombinasi pemberian formula vegetatif secara terus menerus dan ukuran nozzle dengan pancaran tinggi dan diameter pancaran yang lebar pada varietas Granola yaitu sebesar 11.58 g per rumpun. Sementara itu, jumlah umbi terbanyak dicapai dengan kombinasi antara pemberian formula vegetatif secara terus menerus dan ukuran nozzle dengan pancaran tinggi dan diameter yang lebar pada varietas Atlantic menghasilkan jumlah umbi terbanyak yaitu 25.93 buah per rumpun. Tinggi tanaman tertinggi pada umur 24 hst dan 36 hst dicapai dengan perlakuan antara kombinasi pemberian formula vegetatif secara terus menerus dan ukuran nozzle dengan pancaran tinggi dan diameter pancaran yang lebar pada varietas Atlantic yaitu 28.57 cm per rumun dan 37.57 cm per rumpun. Jumlah daun terbanyak pada umur 24 hst dicapai dengan perlakuan antara kombinasi pemberian formula vegetatif secara terus menerus dan ukuran nozzle dengan pancaran tinggi dan diameter pancaran yang lebar pada varietas Atlantic yaitu sebanyak 31.73 helai per rumpun. | The experiment about the effect of nutrient solution formula and nozzle size on growth and tuber results in two varieties of potato breending in aeroponic systems.The research was carried out in Grogol village, District Pejawaran, Banjarnegara district. The research began on May until July 2012. Experiment arranged in a Randomized Block Design Complete (RCBD) with three replications. The factors of study consisted of combination of nutrient solution formula (F), and size of the nozzle (N) with varieties (V). Variable are included observed growth and crop yield component. The result showed, weights tuber highest attainable with treatment between combination granting formula vegetative sustainably and size nozzle with the height and diameter of a wide variety as that of granola 11.58 g per clump. Meanwhile, the tuber most achieved by the combination of granting formula vegetative sustainably and size nozzle with the height and diameter of a wide variety atlantic produce sum tuber most namely 25.93 fruit per clump. Tall plant highest at the age of 24 hst and 36 hst achieved by treatment between combination granting formula vegetative sustainably and size nozzle with height and diameter of a wide variety in atlantic namely. 28.57 centimeter per clump and 37.57 centimeter per clump. Most number of leaves at the age of 24 hst achieved by treatment between combination granting formula vegetative sustainably and with size nozzle with height and diameter of a wide variety in atlantic 31.73 strands per clump. | |
| 10187 | 9946 | A1C009030 | Kajian Efisiensi Pemasaran Telur Ayam Buras pada Kelompok Wanita Tani Ternak Wanita Karya Desa Karanggude Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas | ABSTRAK KWTT Wanita Karya adalah kelompok wanita di Desa Karanggude Kecamatan Karanglewas yang membudidayakan ayam buras. Produksi utama KWTT Wanita Karya adalah telur ayam konsumsi. Sifat permintaan telur ayam adalah income elastic demand, yang berarti bila pendapatan penduduk meningkat maka konsumsi telur ayam juga meningkat. Peningkatan permintaan harus didukung dengan saluran pemasaran yang tepat. Pemasaran telur ayam yang dilakukan oleh peternak biasanya melalui berbagai lembaga pemasaran agar produk telur ayam sampai ke tangan konsumen. Proses pemasaran memerlukan biaya untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran. Hal ini perlu adanya perhatian masalah efisiensi pemasaran agar telur ayam sampai di tangan konsumen dengan harga yang wajar dan lembaga pemasaran yang terlibat masih mampu menjalankan fungsi pemasaran secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya marjin pemasaran telur ayam pada setiap saluran pemasaran, 2) mengetahui besarnya profit margin, 3) mengetahui besarnya farmer’s share, dan 4) mengetahui saluran manakah yang paling efisien secara teknis dan ekonomis. Penelitian dilaksanakan di KWTT Wanita Karya, Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada bulan April-Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Sasaran penelitian ini adalah anggota KWTT dan lembaga pemasaran telur ayam buras. Responden pada penelitian ini adalah anggota KWTT dan pedagang pengecer. Analisis yang digunakan adalah analisis marjin pemasaran, profit margin, farmer’s share, dan efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil analisis marjin pemasaran, profit margin, farmer’s share, dan efisiensi operasional (teknis dan ekonomis) penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh saluran pemasaran telur di KWTT Wanita Karya dapat dikatakan sudah efisien. Namun yang paling efisien secara efisiensi teknis-ekonomis adalah saluran II (KWTT – Anggota – Konsumen), karena memiliki nilai indeks efisiensi terkecil dan nilai indeks ekonomi terbesar. Meskipun begitu, KWTT tidak bisa dengan mudah menggunakan saluran II karena keterbatasan daya jual saluran II saat ini hanya sekitar 17% dari total produksi harian serta kontinyunitas pemasarannya masih rendah dan tidak terjamin. Kata kunci: efisiensi pemasaran, telur ayam buras, | ABSTRACT KWTT Wanita Karya is a group of women in Karanggude village, sub-district of Karanglewas which breed free-range chicken. The KWTT’s main products is chicken egg consumption. The character of demand for chicken eggs is income elastic demand, which means that when the incomes of the population increases, the consumption of chicken eggs also increased. Increased demand should be supported by appropriate marketing channels. Marketing chicken eggs are usually carried out by farmers through various marketing agencies that chicken egg product reaches the consumer. The process of marketing need costs to perform marketing functions, then requires attention about the marketing efficiency issues so that egg up to the consumers with reasonable price, and marketing agencies involved are still able to run the marketing function properly. This study aimed to 1) determine the amount of chicken egg marketing margin on any marketing channel, 2) determine the amount of profit margin, 3) determine the amount of the farmer's share, and 4) determine which is the most efficient channel is technically and economically. The study was conducted in KWTT Wanita Karya, Karanggude Village, sub-district of Karanglewas, Banyumas in April-May 2014. The research method used was case study. The objective of this study is a member of KWTT and marketing agencies of free-range chicken eggs. Respondents in this study were members of KWTT and retailers. The analysis method is the analysis of marketing margin, profit margin, the farmer's share, and the technical and economic efficiency. The results of the analysis of the marketing margin, profit margin, the farmer's share, and operational efficiency (technical and economic) of this study indicate that all marketing channels eggs in KWTT Women work can be said to have been efficient. However, the most efficient technical- conomic efficiency is the channel II (KWTT - Member - Consumers). Second marketing channels is the most eficien of all because its have the smallest technical efficiency index and the biggest economical efficiency index. However, KWTT can not easily use the second channel because of limited marketability of the second channel is currently only about 17% of the total daily production and marketing of continuity is still low and is not guaranteed. Keywords: marketing efficiency, free-range chicken eggs, | |
| 10188 | 9947 | A1H009071 | MODEL PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG ATLANTIK SKALA DEMPLOT DENGAN VARIASI JENIS PUPUK DAN DOSIS ARANG | Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor dan merupakan sistem yang sangat kompleks menyangkut tanah, tanaman serta atmosfer. Oleh sebab itu, untuk memahami proses yang komplek tersebut, dibutuhkan penyederhanaan sistem tersebut agar dapat memahaminya antara lain melalui penyusunan model simulasi pertanian. Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Mengembangkan model pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang. (2) Mengetahui respon hasil tanaman terhadap kekurangan air. Penelitian ini menggunakan metode analisis sistem atau model simulasi tanaman yang didukung percobaan lapang. Perlakuan yang dicobakan pada penelitian ini dibedakan berdasarkan komposisi media tanam yang digunakan, yaitu pada perbedaan pupuk (organik dan anorganik), jenis arang (arang kayu dan arang sekam) dan dosis arang (5 ton/ha dan 10 ton/ha). Jumlah total unit percobaan ada 10 perlakuan. Setiap plot perlakuan terdiri dari 20 tanaman, sehingga total tanaman ada 200 tanaman. Variabel yang diamati adalah variabel pertumbuhan, variabel hasil benih kentang serta variabel iklim. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang pada perlakuan pupuk dapat dimodelkan berdasarkan nilai ILD dengan nilai error (RMSE) 0,25 pada perlakuan pupuk organik dan 0,37 pada perlakuan pupuk anorganik. Potensi kehilangan hasil dapat diprediksi berdasarkan perubahan nilai rasio evapotranspirasi aktual dan maksimum (Eta/Etm) serta faktor respon hasil (Ky) dimana nilainya rata-rata 1,08 pada perlakuan pupuk organik dan 1,04 pada perlakuan pupuk anorganik, ini berarti tanaman kentang tidak tahan terhadap defisit air atau sensitif terhadap kekurangan air. | Plant growth and development are influenced by many factors and is a very complex system involving soil, plant, and atmosphere. To understand the complex process, therefore it requires the simplification of the system in order to understand it, among others, through the development of a simulation model of agriculture. The aim of this study include: (1) To develop a model of growth and development of the potato plant. (2) To knowing the crop response to water shortages. This study used a method of analysis or simulation model plant system supported field trials. The treatments tested in this study are distinguished based on the composition of growing media used, ie the difference fertilizers (organic and inorganic), type of charcoal (wood charcoal and rice husk) and the dose of charcoal (5 ton / ha and 10 ton / ha). The total number of units there are 10 treatment trials. Each treatment plot consisted of 20 plants, so there are 200 total crop plants. The variables measured were the growth variable, the outcome variable and climatic variables. The results showed that the growth and development for potato plant with fertilizer treatments can be modeled based on the value of the ILD with the error (RMSE) value 0,25 for the treatment of organic fertilizer and 0,37 for the treatment of inorganic fertilizers. Potential yield loss can be predicted based on changes in the value of the ratio of the actual and maximum evapotranspiration (Eta / ETM) as well as the results of the response factor (Ky) where the average value of 1.08 on the treatment of organic fertilizer, and 1.04 in the treatment of inorganic fertilizer, this means potato plants not resistant to water deficit or sensitive to lack of water. | |
| 10189 | 9948 | E1A010210 | PEMBUKTIAN TERHADAP PELAKU PASIF ATAS HARTA KEKAYAAN DALAM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (Tinjauan Yuridis Putusan No.603/Pid.Sus/2013/PN.Sda) | Beberapa tahun terakhir ini, sering kita mendengar dalam pemberitaan media-media mengenai tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh pejabat-pejabat negara atau biasa disebut dengan penjahat kerah putih. Seiring dengan perkembangan, pencucian uang sekarang ini juga sudah dilakukan oleh masyarakat biasa yang bukan berlatar belakang pejabat. Di mana uang hasil dari kejahatan ini selanjutnya disimpan di lembaga keuangan seperti bank. Penyimpanan uang ini bertujuan agar uang hasil dari kejahatan itu menjadi legal. Pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dalam perkembangannya tidak hanya fokus kepada pelaku aktifnya saja, tetapi juga penegakkan hukumnya fokus ke pelaku pasifnya. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaimana proses pembuktian terhadap pelaku pasif dan Untuk mengetahui gambaran mengenai dasar pertimbangan hukum Hakim dalam membuat Putusan pemidanaan terhadap pelaku pasif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif, yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan terhadap Putusan No.603/Pid.Sus/2013/PN.Sda diperoleh hasil sebagai berikut : Beban pembuktian terbalik dapat diterapkan kepada pelaku pasif pencucian uang. Terdakwa harusnya mengetahui telah menerima uang transferan dari hasil bisnis narkotika suaminya bersama rekannya yang ditransfer melalui rekening Terdakwa. Sehingga Terdakwa telah melanggar Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang No.8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Kata Kunci : Pembuktian, pelaku pasif, tindak pidana pencucian uang. | These last few years, often we hear in the news about money laundering that committed by state officials or commonly called the white-collar criminals (white collar crime). Nowadays, money laundering has also been done by ordinary people who don’t have a background as state officials. Where the proceeds of crime is then stored in a financial institution such as a bank. Storage of money is intended to make the proceeds of the crime becomes legal. Prevention and combating of money laundering nowadays not only focus on the active actors, but also focus on law inforcement to passive actors. This study aims to determine how the process of proving to the passive actors and to find a description of the legal considerations in making the verdict by judges against passive actors. This study uses normative juridical approach to examine library materials (secondary data) that exist. The method used in this study is a qualitative normative, that is to process and interpret based on decisions and legislation relating to the research. Research conducted on Verdict No.603/Pid.Sus/2013/PN.Sda obtained as follows: The burden of proof can be applied to passive actors of money laundering. The defendant should have known that she had received money transfer from the result of narcotics business of her husband with his colleagues that were transferred through the defendant's account. So that the defendant has violated Article 5 paragraph (1) of the Act 8 of 2010 Concerning the Prevention and Combating of Money Laundering. Keywords: Evidence, passive actors, money laundering. | |
| 10190 | 10892 | C1B011108 | Analisis Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Kebijakan Dividen, Times Interest Earned dan Total Assets Turnover Terhadap Struktur Modal | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Return on Asset (ROA) , Current Ratio, Dividend Payout Ratio (DPR), Times Interest Earned dan Total Assets Turnover terhadap Debt to Equity Ratio (DER) . Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2013. Metode penelitian ini adalah purposive sampling, dengan total 42 perusahaan manufaktur yang digunakan sebagai data observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Asset (ROA), Current Ratio, Dividend Payout Ratio (DPR) dan Total Assets Turnover memiliki pengaruh pada Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan Times Interest Earned tidak berpengaruh pada Debt to Equity Ratio (DER). | The purpose of this research was to analyze the influence of Return on Assets (ROA), Current Ratio, Dividend Payout Ratio (DPR), Times Interest Earned and Total Assets Turnover towards Debt to Equity Ratio (DER). The population of this research were Manufacturing companies that were listed in Bursa Efek Indonesia (BEI) from 2011-2013. The method of this research was purposive sampling, with a total of 42 manufacturing companies used as an observation data. The technique of data analysis used was linier multiple regression with classical assumption. The results indicated that Return on Assets (ROA), Current Ratio, Dividend Payout Ratio (DPR) and Total Assets Turnover have effects on Debt to Equity Ratio (DER), while Times Interest Earned have no effect on Debt to Equity Ratio (DER). | |
| 10191 | 9954 | A1L109024 | KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annum L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ULTISOL | Tanaman paprika (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan banyak manfaatnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian berbagai jenis pupuk kandang, jenis pupuk organik cair, dan kombinasi dari jenis pupuk kandang dan pupuk organik cair yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paprika. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang mempunyai ketinggian 110 mdpl. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan pada bulan Februari 2014 sampai bulan Juni 2014. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok lengkap faktorial yang terdiri atas 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 tanaman, sehingga jumlah tanaman adalah 72 tanaman. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari tanpa pupuk kandang, pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah jenis pupuk organik cair yang terdiri dari tanpa pupuk organik cair, pupuk organik cair Herbafarm, pupuk organik cair Suburi. Variabel yang diamati adalah variabel pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar, sedangkan pada variabel hasil meliputi jumlah bunga pertanaman, jumlah buah pertanaman, persentase bunga jadi, persentase buah jadi, dan bobot segar buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan pupuk kandang kambing hanya berpengaruh pada pertumbuhan tanaman paprika pada tanah ultisol. Pupuk organik cair Suburi dapat meningkatkan persentase bunga jadi sebesar 19,25% dibandingkan dengan persentase bunga jadi tanaman paprika pada tanah ultisol dengan pupuk organik cair Herbafarm. Tidak terdapat kombinasi terbaik antara jenis pupuk kandang dan pupuk organik cair. | Sweet pepper (Capsicum annuum L.) is a plant that is easily cultivated plants and useful. The research is aimed to determine the effect of giving various types of animal manure fertilizer, liquid organic fertilizer and the combination of the type of animal manure fertilizer and liquid organic fertilizer best in improving growth and yield of sweet pepper. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, Screen House of Jendral Soedirman University which altitude of 110 meter above sea level. Research carried out for 5 months in February 2014 to June 2014. The research used an experimental method with a factorial complete randomized block design which consists of 12 treatment combinations were repeated three times in order to obtain 36 experimental units. Each experimental unit consisted of two plants, so that the number of plants are 72 plants. The first factor is the type of animal manure fertilizer consisting of without animal manure fertilizer, chicken manure fertilizer, cow manure fertilizer and goat manure fertilizer. The second factor is the type of liquid organic fertilizer consisting of without liquid organic fertilizer, liquid organic fertilizer Herbafarm, liquid organic fertilizer Suburi. The variables observed were growth in terms of height, amount of leaves, leaf area, fresh and dry weight of plant, fresh and dry root weight, while the outcome variables include the amount of planting flowers, the amount of fruit planting, percentage of flowers, percentage of fruits, and the fresh weight of the fruit planting. The results showed that goat manure fertilizer only affect the growth of sweet peppers in ultisol soil. Liquid organic fertilizer Suburi can increase the percentage of flowers by 19.25% compared to the percentage of flowers the sweet peppers in ultisol soil with liquid organic fertilizer Herbafarm. There is not the best combination of the type of animal manure fertilizer and liquid organic fertilizer. | |
| 10192 | 9949 | A1L010240 | PERBANDINGAN PENAMBAHAN ASAM HUMAT DAN LIMBAH CAIR TAPIOKA TERHADAP SERAPAN P DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH ULTISOL | Pelarutan fosfat dalam tanah merupakan salah satu faktor penting agar P dapat diserap tanaman kedelai. Telah diketahui bahwa asam organik dapat meningkatkan kelarutan fosfat dalam tanah. Sumber asam organik yang dapat dimanfaatkan adalah asam humat dan limbah cair tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan serapan P tertinggi terhadap penambahan asam humat, (2) menentukan serapan P tertinggi terhadap penambahan limbah cair tapioka, serta (3) menentukan dosis asam humat dan limbah cair tapioka optimal untuk memperoleh hasil kedelai yang tinggi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial tidak lengkap dengan lima kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah K (tanpa penambahan asam humat dan limbah cair tapioka), A1 (asam humat dosis 15 L/Ha dengan pengenceran 200 kali setara dengan 15 ml/polybag), A2 (asam humat dosis 20 L/Ha dengan pengenceran 200 kali setara dengan 20 ml/polybag), T1 (limbah cair tapioka dosis 5.000 L/Ha setara dengan 25 ml/polybag), dan T2 (limbah cair tapioka dosis 10.000 L/Ha setara dengan 50 ml/polybag). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan asam humat dan limbah cair tapioka dapat meningkatkan pada semua variabel pengamatan. Limbah cair tapioka dapat menggantikan pemberian asam humat. Aplikasi pemberian asam humat terbaik pada dosis 20 ml/polybag, sedangkan penambahan limbah cair tapioka terbaik pada dosis 50 ml/polybag. | Solubilition of phosphate in soil is a necessary prerequisite for the phosphorous to absorbed by soybean plants. It is well known that organic acids can enhance the solubility of phosphate in the soils. Sources of organic acid that could be used is humat acid and liquid waste of tapioca The purpose of this research is to (1) determine the absorbtion of Phosphorous maximum giving of humic acid, (2) determine the absorbtion of Phosphorous maximum of liquid waste of tapioca, (3) determine dosage humic acid and liquid waste of tapioca. The research used a randomized block design (RBD) factorial non complited with is repeated five times. The factor tried is K (without the provision of humic acid and liquid waste of tapioca), A1 (humic acid dosage of 15 L/ha with dilution 200 times the equivalent of 15 mL/polybag), A2 (humic acid a dose of 20 L/ha with dilution 200 times the equivalent of 20 mL/polybag ), T1 (liquid waste of tapioca doses 5.000 L/ha equivalent of 25 mL/polybag ), and T2 (liquid waste of tapioca doses 10.000 L/ha equivalent of 50 mL/polybag). Results of this research showed that the applied of humic acid liquid and the tapioca liquid can improved in all variable observation. Tapioca liquid of waste can replaced the aplication of humic acid. The best aplication of humic acid at dose of 20 mL/polybag, while the best application of tapioca liquid of waste at a dose of 50 mL/ polybag. | |
| 10193 | 9950 | H1G010038 | LAJU PERTUMBUHAN SOTONG (Sepia aculeata) DI PERAIRAN GEBANG MEKAR, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT | Penangkapan Sepia aculeata di perairan Gebang Mekar dilakukan dengan menggunakan jaring apollo (mini trawl) yang bersifat tidak selektif. Penelitian tentang laju pertumbuhan diperlukan untuk mengelola S. aculeata agar terjaga kelestariannya. Parameter pertumbuhan dan laju pertumbuhan diperlukan sebagai dasar tindakan pengelolaan sotong secara berkelanjutan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui parameter pertumbuhan von Bertalanffy dan laju pertumbuhan S. aculeata. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus dan September di Gebang Mekar, Cirebon, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survey, pengambilan sampel S. aculeata dilakukan dengan metode simple random sampling. Total jumlah sampel yang diperoleh selama 2 bulan penelitian sebanyak 1200 ekor. Analisis data panjang-berat S. aculeata menggunakan model von Bertalanffy yang diolah dengan bantuan software FISAT II. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter pertumbuhan Von Bertalanffy S. aculeata di perairan Gebang Mekar masing-masing adalah L∞ = 21,12 cm, K = 0,91/tahun, t0 = 0,19 tahun, dan persamaan kurva von Bertalanffy S. aculeata adalah L_t=21,12 {(1-〖exp〗^(-0,91(t-0,19309) )). Laju pertumbuhan S. aculeata di Perairan Gebang Mekar termasuk kategori cepat. | Cuttlefish (Sepia aculeata) in Gebang Mekar adjustment waters has been exploited using un-selective apollo nets (mini trawl). Management and conservation of S. aculeata require information about S.aculeata growth rate. This research aimed to determine growth parameters and von Bertalanffy growth rate of S. aculeata. The study was conducted in August and September at Gebang Mekar, Cirebon, West Java using survey method. Sampling method of S. aculeata was simple random sampling. Total number of 1200 S. acuelata were collected in two months. Length-weight data were analyzed using von Bertalanffy models and processed with software FISAT II. Von Bertalanffy growth parameters of S. aculeata in the Gebang Mekar were L∞ = 21.12 cm, K = 0.91/years, t0 = 0.19 year and similarity curve von Bertalanffy growth of S. aculeate is L_t=21,12 {(1-〖exp〗^(-0,91(t-0,19309) )). Growth rate category of S. aculeate at Gebang Mekar is fast. | |
| 10194 | 9951 | A1C008091 | Kelayakan Usaha Keripik Dampleng di Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara Feasibility Dampleng Chips in the Sirkandi Village District Purwareja Klampok, Banjarnegara | Industri pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu subsektor yang sangat penting untuk dikembangkan sebagai pendukung pembangunan pertanian. Pembuatan keripik dampleng merupakan salah satu usaha pengolahan hasil pertanian, yaitu pengolaha ubikayu untuk menghasilkan suatu produk yang relatif awet dengan tujuan untuk menambah jenis produk yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui usaha pengolahan keripik dampleng di Desa Sirandi sudah layak untuk diusahakan atau belum. Penelitian dilaksanakan di Desa Sirkandi, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, dengan responden perajin keripik dampleng di Desa Sirkandi, dan jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 12 perajin. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, break even point (BEP), dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha pengolahan keripik dampleng di Desa Sirkandi sudah layak dan efisien untuk dijalankan. Hal ini dilihat dari besarnya biaya total rata-rata selama satu bulan adalah sebesar Rp1.402.300,00, penerimaan rata-rata sebesar Rp1.507.616,67, pendapatan rata-rata sebesar Rp105.300,00, dan nilai BEP (baik BEP unit maupun BEP rupiah) berada dibawah jumlah produksi dan penerimaan usaha, serta nilai R/C ratio usaha lebih dari 1. | Agro-processing industryis one of themost important sub-sector to be developed as supporting agricultural development. Making dampleng chips is one of the agro-processing enterprises, namely cassava processing to produce a product that is relatively durable with the aim to increase the types of products produced. The study aims to determine the processing chips dampleng in the Sirkandi Village been worth the effort or not. The experiment was conducted in the village of Sirkandi, District Purwareja Klampok, Banjarnegara, with respondents dampleng chips artisans in the Sirkandi Village, and the number of samples studied were as many as 12 craftsmen. Data analysis methods used is the analysis of costs and revenues, the Break Even Point (BEP), and the R/C ratio. The results showed that the processing dampleng chips in the Sirkandi Village is feasible and efficient to run. It is seen from the magnitude of the average total cost for one month is Rp1.402.300,00, receiving an average of Rp1.507.616,67, the average income of Rp105.300,00, and the value of BEP (BEP both units and BEP dollars) is below the amount of the production and reception of business, as well as the value of R/C ratio of more than 1 attempt. | |
| 10195 | 9952 | A1H010050 | KAJIAN KARAKTERISTIK MUTU DAN ANALISIS FINANSIAL PADA PENGGORENGAN KERUPUK UDANG DENGAN MEDIA PASIR MENGGUNAKAN ALAT HSF D-50 (Hot Sand Frier D-50cm). | Kerupuk udang merupakan bahan pangan yang banyak disukai konsumen dengan harga jualnya relatif mahal. Penggorengan kerupuk udang biasanya dilakukan dengan menggunakan minyak goreng. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir diketahui bahwa penggunaan minyak goreng dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji metode penggorengan dengan pasir. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui lama waktu proses penggorengan, karakteristik mutu, perubahan kadar air, dan analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk udang dengan media pasir menggunakan alat HSF D-50 (Hot Sand Frier D-50). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pada bulan Agustus - Oktober 2014 dengan melakukan penggorengan kerupuk udang pada tiga rentang suhu yang berbeda yaitu 171°C-190°C , 191°C -210°C , dan 211°C -230°C. Variabel pengamatannya adalah lama waktu penggorengan, rasio pengembangan, tingkat kekerasan, perubahan kadar air, uji organoleptik, dan analisis finansial. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pengamatan variabel berturut-turut untuk tiga rentang suhu yang digunakan adalah 45s, 60s, dan 75s; 5,25; 5,75; dan 6; 0,115 N/mm2; 0,124 N/mm2; dan 0,116 N/mm2; 3,36%(bb); 3,61%(bb); dan 3,51 %(bb). Nilai kadar air kerupuk udang dapat diprediksi dengan menggunakan pemodelan matematik yaitu Mθ = Mi.exp{(-2,49. exp((-2462,3)/Tkelvin).θ)}. Hasil uji organoleptik kerupuk udang pada ketiga rentang suhu adalah warna putih kecokelatan, rasa agak enak - enak, tekstur renyah - sangat renyah, dan agak disukai - disukai oleh panelis. Sedangkan berdasarkan analisis finansial diperoleh nilai BEP 44,11 jam/thn (221,3 kg/thn); 33,4 jam/thn (200,4 kg/thn); dan 22,91 jam/thn (183,3 kg/thn), dengan nilai rasio R/C > 1 (1,264; 1,279; 1,34) sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan. | Shrimp cracker is a food that much liked by consumers and the selling price is relatively expensive. The processing of fried shrimp crackers usually using by cooking oil. But, in recent years are relevealed that, the use of cooking oil can be gived bad effect to human health. To respecting the problem that, This research focused to assess a method of frying pan by sand. The research objective were determine the lenght of frying pan process, caracteristic of quality , and appropriate business of shrimp crackers frying pan with medium sand used a HSF D-50 (Hot Sand Frier D-50). This research on august – october 2014 was done at agricultural technology laboratory, faculty agricultural, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, with frying the shrimp crackers on three different range of temperatures are 171°C-190°C , 191°C -210°C, and 211°C -230°C . The research variables included length of frying pan time, ratio of segregation, level of firmness, level of water content, consumers acceptance and financial analysis. It was indicated that for three tempereratures of range were 45s; 60s; and 75s; 5.25; 5.75; and 6; 0.115 N/mm2; 0.124 N/mm2; and 0.116 N/mm2; and 3.36%(bb); 3.61%(bb); and 3.51 %(bb). To predictive value of water content shrimp crackers on frying pan procces with sand can be predicted by mathematic modeling Mθ = Mi.exp{(-2,49. exp((-2462,3)/Tkelvin).θ)}. Organoleptic test for shrimp carcker on three temperatures of range are obtained the white tanned of colour, good taste, crispy to very crispy texture, and enough favored to favored examiners. The result of financial analysis was obtained BEP value 46.11 hour/year (221.3 kg/year); 33.4 hour/year (200.4 kg/year); dan 22.91 hour/year (183.3 kg/year), with value of R/C ratio is > 1 (1.264; 1.279; 1.34), so the effort is appropriate to do. | |
| 10196 | 9643 | H1F010042 | GEOLOGI DAN ANALISIS PENGARUH TINGKAT PELAPUKAN PADA GERAKAN TANAH DAERAH PEKANDANGAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BANJARMANGU, KABUPATEN BANJARENGARA, JAWA TENGAH | Zona lemah yang didalamnya terdapat bidang gelincir merupakan zonasi yang menjadi penyebab terjadinya longsoran karena pada bidang tersebut terdapat titik lemah pada lereng. Titik- titik tersebut menyatu menjadi suatu bidang gelincir. Zona lemah (weak zone) seringkali menjadi fokus penelitian dalam memprediksi suatu lokasi yang berpotensi longsor, terutama potensi longsoran jenis luncuran (sliding). Fokus penelitian adalah mengenai karakteristik bidang gelincir dan profil hasil pelapukan batuan breksi berumur Quarter (Qjo). Penelitian meliputi dua metode, yaitu metode observasi lapangan dan metode laboratorium. Metode observasi lapangan meliputi kegiatan identifikasi, deskripsi longsoran, dan pengukuran penampang profil tingkat pelapukan. Kegiatan laboratorium meliputi analisis kuat geser dan berat isi tanah untuk menganalisis faktor keamanan di lokasi penelitian. Pada hasil akhir yang merupakan penggabungan antara hasil pelapukan dengan hasil pengamatan bidang gelincir. Hasil penggabungan tersebut memberikan interpretasi mengenai terbentuknya bidang gelincir dikaitkan dengan profil tingkat pelapukan, karakteristik teknik, dan kondisi dinamis yang berperan. Perhitungan faktor keamanan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi saat lereng kritis Pada hasil akhir menunjukkan bidang gelincir terdapat pada tingkat pelapukan sedang (moderately weathered). Interpretasi kualitatif dari hasil tersebut adalah terjadinya zona bidang gelincir pada daerah pelapukan sedang dikarenakan pada zona ini merupakan zona yang mempunyai komposisi lempung cukup banyak, kemudian di daerah pelapukan ini terdapat akumulasi air yang tinggi pada saat musim hujan. Akumulasi air tidak dapat menembus litologi breksi segar di bawah lapisan pelapukan sedang karena kondisi lapisan yang kedap air sehingga air akan terkonsentrasi pada lapisan ini. Kata Kunci : longsoran, zona lemah, breksi, bidang gelincir, pelapukan sedang. | Weak zone in which slip zone is exist, causes landslide because there are some points of weak area on slope. The points merges into a slip zone . Weak zone often become focus of research to predict the landslide potential location, especially sliding type of landslide. This research focus on the characteristics of slip zone and the result profile of rock breccia quarter (Qjo) weathering. The study includes two methods, which are field observation method and laboratory method. Field observation method involves identification and description of landslide. then measuring the cross-sectional of weathering level profile. Laboratory activities include analysis of shear strength and unit weight of the soil to analyze the safety factor at the study site. The final result is combination between the weathering result with field observations of slide zone. The combination result provide interpretation of emerging slide zone associated with weathering level profile, technical characteristic, and dynamic condition which has contribution. Safety factor calculation also performed to determine the current condition of critical slopes. The final result showed slip zone exist in moderately weathered. In qualitative interpretation, slip zone exist in moderately weathered because this level has much composition of clay. Also, the accumulation of water in moderately weathered is high during rainy season. Accumulated water can not penetrate fresh breccia lithology below the moderately weathered layer because of impermeable condition so that the water will be concentrated in this layer. Keywords: landslide, weak zone, breccia, slip zone , moderately weathered. | |
| 10197 | 11180 | C1A011090 | PENGARUH DPK, SUKU BUNGA, INFLASI, DAN NPL TERHADAP PENYALURAN KREDIT UMKM BANK UMUM DI KABUPATEN BANYUMASPENGARUH DPK, SUKU BUNGA, INFLASI, DAN NPL TERHADAP PENYALURAN KREDIT UMKM BANK UMUM DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Pengaruh DPK, Suku Bunga, Inflasi, dan NPL Terhadap Penyaluran Kredit UMKM Bank Umum di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meneliti pengaruh variabel-variabel terhadap kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas selama periode Januari 2011 sampai April 2014. Penelitian ini meenggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder selama periode Januari 2011 sampai April 2014. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan data time series. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa secara parsial variabel DPK dan NPL signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas, sedangkan variabel suku bunga dan inflasi tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas. Secara simultan variabel DPK, suku bunga, inflasi dan NPL memiliki pengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM bank umum di Kabupaten Banyumas. Implikasi pada penelitian ini adalah perbankan perlu memperhatikan dana pihak ketiga dan non performing loan agar sesuai dengan batasan yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia dan Bank Indonesia selaku otoritas moneter hendaknya mengendalikan dan menjaga stabilitas inflasi, karena inflasi nantinya dapat mempengaruhi tingkat suku bunga kredit. Serta perlunya menerapkan prinsip kehati-hatian dan selektif dalam penyaluran kredit. | This study is entitled “The Effect of Third Party Funds (TPF), Interest Rates, Inflation, and NPL on SMEs Credit of Commercial Bank in Banyumas District. The purposes of this study is to research the influence of SMEs credit variables of commercial bank in Banyumas District from January 2011 until April 2014. This study is descriptive quantitative analysis with the secondary data from January 2011 until April 2014. The analysis used multiple linear regressions to observe the influence of SMEs credit variables of commercial bank in Banyumas District by using time series data. Based on the the result the study showed that TPF and NPL variables are partially significant to the SMEs Credit of Commercial Bank in Banyumas District, meanwhile, the interest rates and inflation have no effect on the distribution of SMEs credit. In simultaneously, TPF, interest rates, inflation and NPL are significant to the SMEs Credit of Commercial Bank in Banyumas District. The implication of this study are the banks need to consider TPF and NPL to conform the limits defined by the Bank of Indonesia, and Bank of Indonesia as the monetary authority should do controlling and maintain the stability of inflation for inflation that may affect the level of the interest rate of credit and it need also to apply the precautionary principle and selective in lending. | |
| 10198 | 9953 | E1A110022 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERMENKES NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG PENCANTUMAN PERINGATAN KESEHATAN DAN INFORMASI KESEHATAN PADA KEMASAN PRODUK TEMBAKAU | Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 1 April 2013 telah menandatangani Permenkes No. 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau. Permenkes tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari PP No. Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 24 Desember 2012, didalam lampirannya terdapat 5 (lima) jenis peringatan kesehatan. Permenkes ini sangat menarik karena dengan ditetapkannya peraturan ini maka banyak polemik yang menyertainya dari penolakan sampai penundaan pelaksanaanya. Metode pendekatan yuridis normatif yang digunakan bertujuan untuk menganalisis pengaturan pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan pada kemasan produk tembakau berdasarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2013 dan menganalisis pencantuman peringatan kesehatan pada iklan rokok menurut Regulasi Periklanan di Indonesia. Permenkes No. 28 Tahun 2013 dibuat untuk menjalankan perintah Peraturan Perundang-undangan diatasnya terutama Pasal 16 PP No. 109 Tahun 2012, sedangkan pencantuman Peringatan Kesehatan pada iklan rokok merupakan perintah Pasal 27 huruf a pada PP yang sama, tetapi pada gambar peringatan kesehatan didalam gambar 2 terdapat gambar wujud rokok dan asap rokok kemudian pada gambar 4 terdapat gambar wujud rokok dan asap rokok serta gambar anak kecil hal ini bertentangan dengan ketentuan dalam regulasi iklan rokok di Indonesia yang semuanya melarang pencantuman, peragaan dan penggunaan rokok dalam bentuk apapun serta ekspoitasi anak dibawah umur. | Minister of Health of the Republic of Indonesia on April 1, 2013 has been signed Minister of Health Regulation No. 28 of 2013 concerning Inclusion of Health Warnings And Health Information on Tobacco Products Packaging. Regulation of the Minister of Health is an implementing regulation of Government Regulation No. 109 of 2013 concerning Control of Materials that Contain Addictive Substances in Tobacco Products in the Interests of Health issued and promulgated on December 24, 2012, in the annexes there are 5 (five) types of health warnings. Minister of Health Regulation is very interesting because of the enactment of this regulation then accompanying many polemics of refusal to delay its implementation. Normative juridical approach used aims to analyze the arrangement inclusion of Health Warnings And Health Information on Tobacco Products Packaging by Minister of Health Regulation No. 28 of 2013 and analyzes the inclusion of health warnings on cigarette advertising according to Advertising Regulations in Indonesia. Minister of Health Regulation No. 28 of 2013 was made to execute commands on top of legislations, particularly Article 16 Government Regulation No. 109 of 2012, while the inclusion of health warnings on cigarette advertising is the command of Article 27 letter a in the same Government Regulation, but the health warning picture in figure 2 shows the image of a form of cigarette and cigarette smoke and then in figure 4 shows the image of a form of cigarette and cigarette smoke as well as pictures small children it is contrary to the provisions in the cigarette advertising regulation in Indonesia all of which prohibits inclusion, demonstration and use of cigarette in any form and the exploitation of minors. | |
| 10199 | 10893 | C1B011093 | ANALISIS PENGARUH ROA, EPS, NPM, INFLASI DAN KURS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh ROA, EPS, NPM, Inflasi dan Kurs Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Return On Assets (ROA), Earning Per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Kurs dan Inflasi terhadap harga saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Populasi penelitian adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama tahun 2011-2013. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 12 perusahaan. Hipotesis penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh positif antara ROA terhadap harga saham, 2) Terdapat pengaruh positif antara EPS terhadap harga saham, 3) Terdapat pengaruh positif antara NPM terhadap harga saham, 4) Terdapat pengaruh positif antara Kurs terhadap harga saham, dan 5) Terdapat pengaruh negatif antara Inflasi terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif berupa analisis regresi berganda dengan syarat uji lolos asumsi klasik, yaitu: uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa ROA dan Inflasi tidak berpengaruh terhadap harga saham. Namun, EPS, NPM dan Kurs memiliki pengaruh yang positif terhadap harga saham. Kurs menjadi variable yang paling berpengaruh terhadap harga saham. | The title of this research is “Analysis the Effects of Return On Assets (ROA), Earning Per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Exchange Rate and Inflation towards stock price (Empirical Study on Food And Beverage Sector Companies listed in BEI)”. The purpose of this research is to analyze the influence of Return On Assets, Earning Per Share, Net Profit Margin, Exchange Rate and Inflation towards stock price. The population of this research is food and beverage sector companies that are listed in BEI during 2011-2013. The method used in this research is purposive sampling, with 12 companies used as the sample. The hypothesis are: 1) There is a positive effect of ROA towards stock price, 2) There is a positive effect of EPS towards stock price, 3) There is a positive effect of NPM towards stock price, 4) There is a positive effect of exchange rate towards stock price and 5) There is a negative effect of inflation towards stock price. This research used the method of quantitative analysis of multiple regression analysis with classical assumption tests, such as: normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test. The results show that ROA and inflation does not affect the stock price. However, EPS, NPM and exchange rate has a positive effect on stock prices. Exchange rate became the most influential variable on stock prices. | |
| 10200 | 11179 | C1A011104 | STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Strategi Pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi lingkungan internal yang berupa faktor-faktor kekuatan dan kelemahan bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas, gambaran kondisi lingkungan eksternal yang berupa faktor-faktor peluang dan ancaman bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas, dan untuk mendapatkan alternatif-alternatif strategi yang dapat diberikan bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan alternatif-alternatif strategi ini dilakukan dengan dua tahap yaitu, tahap input dan tahap penggabungan. Setiap tahap memiliki metode analisis yang berbeda. Tahap pertama terdiri dari matriks IFE dan matriks EFE, tahap kedua terdiri dari analisis matriks IE dan matriks SWOT. Dari hasil analisis menggunakan matriks IFE dan matriks EFE dihasilkan nilai total matris IFE sebesar 3,7 dan nilai total matriks EFE sebesar 3,8. Kemudian kedua nilai total matriks tersebut dianalisis dengan menggunakan matriks IE dan matrisk SWOT. Pada matriks IE hasilnya didapatkan Obyek Wisata Baturraden berada pada sel-I, yang berarti bahwa Obyek Wisata Baturraden dapat melaksanakan strategi pertumbuhan dan pembangunan berupa strategi intenif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal). Dari hasil analisis dengan menggunakan matriks SWOT didapatkan empat strategi SO, empat strategi WO, dua strategi ST, dan dua strategi WT. Bardasarkan hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa pengelola Obyek Wisata Baturraden diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia agar pengelolaan di Obyek Wisata Baturraden dapat lebih baik dan profesional. Pihak pengelola juga harus selalu memperhatikan sarana dan prasarana serta fasilitas yang tersedia agar dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Obyek Wisata Baturaden diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik pihak swasta maupun Pemda agar program yang sudah direncanakan dapat terlaksana. UPT Lokawisata dapat melakukan strategi intensif dan integratif bagi pengembangan Obyek Wisata Baturraden. Strategi-strategi tersebut harus direncanakan dan dimatangkan lagi agar mendapatkan hasil yang optimal dan menekan/meminimalisir dampak negatif yang akan muncul. | This research entitled “The Development Strategies of Destinations Baturraden in Banyumas Regency”. The purpose of this research was to obtain an overview of internal environmental conditions in the form factors for the development of strengths and weaknesses Destinations Baturraden in Banyumas Regency, a picture of the external environment in the form factors of the opportunities and threats for the development of Tourism Object Baturraden Banyumas, and to obtain alternatives strategies that can be given to the development of Tourism Object Baturraden Banyumas. This research is descriptive qualitative and quantitative research. Determination of strategic alternatives is done in two stages, namely, the input stage and the stage of incorporation. Each stage has a different method of analysis. The first stage consists of a matrix of IFE and EFE matrix, a second phase consisting of IE matrix analysis and SWOT matrix. From the analysis using matrix IFE and EFE matrix generated a total value of 3.7 matris IFE and EFE matrix total value of 3.8. Then both the total value of the matrix is analyzed using IE and matrisk SWOT matrix. In IE matrix results are obtained Destinations Baturraden is in cell-I, which means that Tourism Object Baturraden can implement growth strategies and the development of such a strategy intenif (market penetration, market development, and product development) or integrative strategies (forward integration, integration into back, and horizontal integration). From the results of the analysis using the SWOT matrix obtained four strategies SO, WO four strategies, two strategies ST, and two strategies WT. Based on the results it can be implied that the manager Destinations Baturraden expected to improve the quality of natural resources and human resources for management in Destinations Baturraden can be better and more professional. The management also should always pay attention to infrastructure and facilities that are available in order to provide comfort for visitors. Baturaden Tourism Object expected to conduct cooperation with various parties, both the private sector and local government that the planned program can be implemented. UPT Lokawisata can perform intensive and integrative strategies for the development of Tourism Object Baturraden. These strategies should be planned and matured more in order to obtain optimal results and pressing / minimize the negative impacts that would arise. |