Artikelilmiahs

Menampilkan 10.121-10.140 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1012110877H1D008042ANALISIS KINERJA DAN TINGKAT PELAYANAN TERMINAL BULU PITU PURWOKERTO JAWA TENGAH Terminal Bulu Pitu Purwokerto merupakan terminal yang memiliki kedudukan strategis karena merupakan salah satu pintu gerbang dari Jawa Barat ke Jawa tengah. Sehingga membuat terminal Bulu Pitu Purwokerto menjadi terminal tipe A. Namun menurut pengamatan penulis, saat ini kinerja terminal Bulu Pitu saat ini masih kurang optimal. Sehingga perlu dilakukan penelitian guna meningkatkan pelayanan dan kinerja terminal Bulu Pitu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja terminal Bulu Pitu Purwokerto ditinjau dari time headway, waktu tunggu dan luasan fasilitas pendukung terminal.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa Time headway kedatangan dan keberangkatan angkutan penumpang serta tingkat pelayanan yang ada dalam terminal Bulu Pitu berdasarkan hasil analisa data adalah :Time headway kedatangan Angkot adalah 12 menit 42 detik, tingkat pelayanan (tingkat pelyanan B) dan time headway keberangkatan 12 menit 11 detik ( tingkat pelayanan B). Time headway kedatangan Angkudes adalah 8 menit 58 detik (tingkat pelayanan A) dan time headway keberangkatan Angkudes adalah 9 menit 2 detik (tingkat pelayanan B). Time headway kedatangan Microbus ( AKDP dengan kapasitas penumpang 16 tempat duduk) adalah 8 menit 57 detik (tingkat pelayanan B) dan time headway keberangkatan Microbus adalah 9 menit 51 detik (tingkat pelayanan B). Time headway kedatangan AKDP dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 16 penumpang adalah 19 menit 44 detik (tingkat pelayanan C) dan time headway keberangkatan AKDP adalah 20 menit 26 detik (tingkat pelayanan C). Time headway AKAP adalah 23 menit 17 detik ( tingkat pelayanan C) dan time headway keberangkatan adalah 22 menit 55 detik (tingkat pelayanan C).
Waktu tunggu rata-rata kendaraan angkutan penumpang umum jenis Angkot adalah 7 menit 36 detik. Angkudes adalah 45 menit 51 detik. Microbus adalah 3 menit 44 detik. AKDP adalah 13 menit 7 detik. AKAP adalah 12 menit 57 detik. untuk luasan fasilitas pendukung didapat bahwa terminal Bulu Pitu Purwokerto masih belum memiliki beberapa fasilitas yang harusnya dimiliki oleh terminal kelas A. Beberapa fasilitas yang belum dimiliki terminal Bulu Pitu seperti Ruang servis, Pomp Bensin, Bengkel dan Peron. Selain itu masih terdapat beberapa fasilitas pendukung terminal yang luasannya belum memenuhi standar seperti Tempat istirahat dan ruang tunggu, namun kapasitas parkir kendaraan angkutan penumpang umum di terminal Bulu Pitu saat ini sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan ada.

Kata Kunci : Terminal, Kinerja,Tingkat Pelayanan, Bulu Pitu Purwokerto

Terminal Bulu Pitu Pitu Purwokerto is a terminal that has a strategic position because it is one of the gates between West Java and Central Java. This making the terminal Bulu Pitu Purwokerto be terminal type A. However, according to the author's observation, the current terminal performance Bulu Pitu is still less than optimal. So it is necessary to study in order to improve services and terminal performance Bulu Pitu. The study aims to determine the terminal performance Bulu Pitu Purwokerto headway in terms of time, waiting time and the extent of terminal support facilities. From the results of this study found that Time headway passenger arrivals and departures as well as the level of service available in Bulu Pitu terminal based on the results of the data analysis are: Time headway arrival public transportation is 12 minutes 42 seconds, the service level (level of service B) and time headway of departure 12 minutes 11 seconds (level of service B). Time headway arrival Angkudes is 8 minutes 58 seconds (level of service A) and time headway departure Angkudes is 9 minutes 2 seconds (level of service B). Time headway arrival Microbus (AKDP with a seating capacity of 16 passengers) is 8 minutes 57 seconds (level of service B) and time headway departure Microbus is 9 minutes 51 seconds (level of service B). Time headway arrival AKDP with a seating capacity of more than 16 passengers is 19 minutes 44 seconds (level of service C) and time headway AKDP departure is 20 minutes 26 seconds (level of service C). Time headway AKAP is 23 minutes 17 seconds (level of service C) and time headway of departure is 22 minutes 55 seconds (level of service C). The average waiting time of passenger transport vehicles with common types of public transportation is 7 minutes 36 seconds. Angkudes is 45 minutes 51 seconds. Microbus is 3 minutes 44 seconds. Descending is 13 minutes 7 seconds. AKAP is 12 minutes 57 seconds. to the extent of support facilities found that the terminal Bulu Pitu Purwokerto still have some facilities that should be owned by the terminal class A. Some facilities are not owned terminals such as room service Fur Pitu, Pomp Petrol, Workshops and Peron. In addition there are several support facilities terminal luasannya not meet the standards such as place of rest and waiting rooms, but the capacity of public passenger transport vehicles parked at the terminal Bulu Pitu current is sufficient for there needs.

Key Word : Terminal, Performance, Service Level, Bulu Pitu Purwokerto
1012210873F1C011001STUDI DIFUSI INOVASI PROGRAM REDUCE, REUSE, RECYCLE (3R) BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BANYUMAS DI KELURAHAN SOKANEGARA PURWOKERTOPenelitian ini mengambil judul “Studi Difusi Inovasi Program Reduce, Reuse, Recycle (3R) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Di Kelurahan Sokanegara Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana difusi inovasi Program 3R yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas pada kelompok swadaya masyarakat Soka Satria, serta mengetahui hambatan dalam difusi inovasi Program 3R.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah Badan Lingkungan Hidup dan Kelompok Swadaya Masyarakat Soka Satria, selanjutnya pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data dengan membandingkan data hasil penelitian dengan hasil wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang bersangkutan.
Hasil dari penelitian ini adalah, proses penyebaran Program 3R oleh BLH Kabupaten Banyumas dilakukan melalui pembentukan kader lingkungan, pemanfaatan forum warga, pengadaan pelatihan bagi masyarakat, pembentukan bank sampah, dan pemanfaatan media cetak. Adopsi inovasi dilakukan melalui empat tahap yaitu pengetahuan, percobaan, pelaksanaan, dan konfirmasi. Lalu hambatan komunikasi yang terjadi dalam difusi Program 3R meliputi hambatan manusia, hambatan mekanika pesan, dan hambatan teknis.

Kata kunci: difusi inovasi, program 3r, hambatan komunikasi
The tittle of this research is “The Diffusion of Innovations In Programmes of Reduce, Reuse, Recycle (3R) The Environmental Agency Of Banyumas Regency In Sokanegara Village Purwokerto”. The aims of this research is to describe how the diffusion of innovations programmes of 3R that is done by The Environmental Agency of Banyumas Regency of the society group “Soka Satria”. Also to know the difficulties in the diffusion of innovations programmes of 3R.
This research employes the descriptive qualitative method. The subject of this research is The Environmental Agency and The society group “Soka Satria”, then the selection of the informant is done by the purposive sampling technique. The method of the collection data in this research is used the observation, interview and documentation. The data that is used are the primary data and secondary data. The analysis is done by interactive analysis model throught the reduction, the serving of data, and drawing a conclusion. The Validity of data in this research uses triangulation technique with comparing the result of research data with the result of interview, and comparing the result of interview with the document that is concerned.
The result of this study is about the process of spreading the 3R programmes that is done with the establishment of a cadre of environmental, community forums utilization, procurement training for the community, the establishment of waste banks, and the utilization of print media. Adoption is done by knowledge, trial, implementation, and confirmation. Then, the commununication barriers consist of human barriers, mechaniscs messages, and technical barriers.

Key words : diffussion of innovations, 3r programmes, communication barriers
101239908A1L008036PENGARUH DAYA HANTAR LISTRIK DUA MACAM LARUTAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
SELADA (Lactuca sativa L.) PADA HIDROPONIK RAKIT APUNG
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman selada hidroponik menggunakan larutan kompos dibandingkan dengan larutan AB Mix, (2) Mengetahui pengaruh macam larutan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil selada dan (3) Mengetahui pengaruh DHL larutan kompos berbahan baku kotoran ayam dan sapi terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Purwokerto (± 110 m dpl). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 7 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali, setiap unit perlakuan terdiri dari 5 tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman adalah 105 tanaman. Perlakuannya adalah selada yang dipupuk larutan AB Mix dengan taraf 2 mS/cm (K0), larutan kompos berbahan baku kotoran ayam dengan taraf 1 mS/cm (A1), 2 mS/cm (A2), 3 mS/cm (A3) dan larutan kompos berbahan baku kotoran sapi dengan taraf 2 mS/cm (S1), 3 mS/cm (S2), 4 mS/cm (S3). Bibit selada ditanam pada media cair larutan kompos dan AB Mix menggunakan styrofoam sebagai penyangganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan macam larutan kompos berpengaruh terhadap jumlah daun, bobot segar tajuk dan bobot segar akar, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Larutan kompos terbaik adalah berbahan baku kotoran ayam dengan nilai DHL optimal 1,86 mS/cm.The purpose of this study were (1) Knowing the growth and yield of hydroponic lettuce using compost solution compared to the solution AB Mix, (2) Knowing the kind of chicken and cow compost on the growth and yield of lettuce and (3) Knowing the influence of solvent EC of chicken and cow manure on the growth and yield of lettuce. The experiment was conducted in the village of Karangsalam, Kedungbanteng, Purwokerto (± 110 m asl). The experiment was done by Complete Randomized Block Design (RCBD) with 7 treatments. Each treatments was repeated 3 times, each unit consisting of 5 plants so that the total number of plants was 105 plants. The treatments were AB Mix solution with level of 2 mS / cm (K0), a solution of compost made from chicken manure compost with level of 1 mS / cm (A1); 2 mS / cm (A2); 3 mS / cm (A3) and solution made from cow dung compost with level of 2 mS / cm (S1); 3 mS / cm (S2); 4 mS / cm (S3). Lettuce seedlings grown in liquid medium and AB Mix compost solution using styrofoam as a buffer. The results showed that the kind of compost solution affected the number of leaves, fresh weight of crown and root fresh weight, but had no effect on plant height, root length, dry weight and root dry weight crown. The best solution is made from composted chicken manure with EC value of 1.86 mS / cm.
101246578F1C009013MEDIA INTERNAL DALAM PERUSAHAAN
(Studi Kasus Pemanfaatan Media Internal SIMOP Dalam Menjalin Komunikasi Internal Karyawan PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap)
Penelitian ini merupakan penelitian Public Relations tahap defining public relations problems model penelitian PR, dimana tahap ini diawali dengan mengumpulkan informasi yang bisa menjelaskan sekaligus mengantisipasi kemungkinan timbulnya persoalan Public Relation. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif selain itu, penelitian ini termasuk ke dalam proses PR. Laporan penelitian ini berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. Data primer penelitian ini diperoleh dari wawanacara dan Forum Discussion Group (FGD) yang dilakukan penulis dengan pihak penggunan dan pengelolan media SIMOP di lingkungan PT.Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. Sedangkan informasi mengenai data sekunder diperoleh dari sumber lain seperti, literature, buku, leaflet dan informasi penunjang penelitian seperti dokumen, agenda atau catatan kebijaksanaan perusahaan serta bahan-bahan tertulis lainnya sebagai dasar penulisan.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa media internal dalam bentuk media intranet merupakan media yang efektif dalam kegiatan komunikasi internal, hanya karyawan kurang optimal dalam menggali informasi internal perusahaan. Sebagai media internal PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, SIMOP mampu memenuhi fungsinya sebagai media internal hanya saja kurang berhasil dalam menarik perhatian karyawan dalam memanfaatkan SIMOP.
This research is classified in the stage process of PR (Pubic Relation) with defining public relations problems. Research model of PR, where this stage is started with collecting the information that can explain and anticipate the possibility of emerge of the Public Relation problem. This research is the study case research by using the approach of qualitative beside that this research. The report of research contains about the data quotations to give the description about the applicant of report. Primary data in this research is obtained from interview and Forum Discussion Group (FGD) that is conducted by the writer and user and the management media of SIMOP in the environment of PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. And the information about the secondary data is obtained from the other sources like literature, book, leaflet and additional information of research like document, agenda or policy notes of company and the other written materials as the basic of writing.
Result of research describes that the internal media in the form of intranet media is the effective media in doing the internal communication activities, only the employees is lack of optimal in digging the internal media. As the internal media at PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, SIMOP can afford to fulfill its function as the internal media just,SIMOP able to fulfill its function as a medium internal only less successful in attracting the attention of employees in utilizing SIMOP.
101259909A1H010056RANCANGBANGUN SISTEM PENGAPIAN GAS LPG (LIQUIFIED PETROLEUM GAS) DENGAN CAMPURAN UDARA UNTUK KOMPOR SEMAWARKompor semawar merupakan kompor bertekanan yang menghasilkan nyala api yang lebih besar jika dibandingkan dengan kompor pada umumnya yang digunakan di rumah tangga. Penelitian ini memodifikasi kompor dengan tambahan campuran udara pada bahan bakarnya yaitu dengan gas LPG, jadi pada penelitian ini total ada 3 jenis kompor, yaitu kompor standar yang tidak dimodifikasi untuk perbandingan, dan 2 kompor dengan tambahan campuran udara pada bahan bakar dengan komposisi yang berbeda tiap perlakuan. Ketiga kompor diberi nama kompor SM, SM-01 dan SM-02. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsumsi bahan bakar LPG pada kompor semawar, mengetahui nilai efisiensi dari ketiga jenis kompor.
Hasil menunjukkan bahwa efisiensi dari Kompor SM ketika memasak air 6 liter hingga suhu air 71oC adalah 45% dengan waktu rata-rata 13 menit, nilai efisiensi dari Kompor SM-01 ketika memasak air 6 liter hingga suhu air 71oC sebesar 48,2% dalam waktu rata-rata 12 menit, dan nilai efisiensi pada kompor SM-02 ketika mencapai suhu 71oC sebesar 49,6% dalam waktu rata-rata 19 menit
ABSTRACT
High pressure stove or semawar is pressurized stove that producing flame bigger than compared to stoves generally used in the household. This research modifies the stove with additional fuel that mixes air and Liquified Petroleum Gas, so in these research there were three stoves, normally stove for comparison and two stoves with additional fuel air of different composition every types of stoves. The stoves was named SM, SM-01, and SM-02. The aim of this research is to know the fuel consumption stove semawar, to know the efficiency of the three types of stoves.
The result of this research is obtained average efficiency from SM stove when cooking 6 liters water until the water temperature 71oC is 45% with an average time 13 minutes, the efficienty of SM-01 when cooking 6 liters water until the water temperature 71oC is 48,2% with an average time 12 minutes, and the efficieny of SM-02 until the water temperature 71oC is 49,6% with an average time is 19 minutes..
101269910A1L010048PEMANFAATAN LIMBAH CAIR NILAM UNTUK PENGENDALIAN WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA PERTANAMAN PADI
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui kemempanan limbah cair nilam terhadap populasi wereng batang cokelat (WBC) di pertanaman padi, 2) mengetahui pengaruh limbah cair nilam terhadap populasi musuh alami WBC di pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan Maret-Juni 2014 di pertanaman padi milik kelompok tani Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan berpasangan yang terdiri dari dua perlakuan dan duapuluh kali ulangan. Limbah cair nilam mampu menurunkan populasi WBC seperti halnya insektisida imidakloprid. Namun demikian, limbah cair nilam tidak menurunkan populasi musuh alami. Musuh alami yang ada ialah laba-laba dengan populasi terbanyak 2,29 ekor per rumpun dan kumbang stafilinid dengan populasi terbanyak 0,35 ekor per rumpun. This research was aimed to: 1) find out the effectiveness of patchouli liquid waste in controlling the brown plant hopper (BPH) population, 2) find out the effect of patchouli liquid waste on the population of natural enemies BPH. This research was conducted on March-June 2014 in the rice field Pandak Village, Baturraden, Banyumas. This research used a paired experimental design consisted of two treatments and twenty times replications. Patchouli liquid waste was able to suppress BHP population, as well as imidacloprid insecticide. However, patchouli liquid waste didn’t decrease the natural enemies of BHP. The natural enemies consisted of spiders, 2.29 individu per tillers and staphylinid beetle, 0.35 individu per tillers.
1012710871F1C011006Hubungan Antara Intensitas Menonton Tayangan Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala dengan Sikap Permisif Tentang Berpacaran Pada Remaja SMA Muhammadiyah 1 PurwokertoMasa Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Remaja dengan karakteristiknya yang cenderung ingin tahu dikhawatirkan dapat terpengaruh dari lingkungannya, sehingga mereka cenderung lebih permisif terhadap aktifitas berpacaran. Teori yang mendukung dalam penelitian ini yaitu teori tindakan beralasan yang menyatakan sikap dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara Intensitas Menonton Tayangan Sinetron Ganteng – Ganteng Serigala dengan Sikap Permisif tentang Berpacaran Pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan jumlah 112 siswa secara purposive sampling. Analisa data menggunakan teknik univariat dan teknik korelasi.
Hasil penelitian frekuensi siswa-siswi sebanyak 112 orang bahwa tingkat intensitas menonton sinetron tinggi adalah 12% dengan jumlah 14 orang sedangkan intensitas sedang dengan jumlah 49 orang dengan prosentase 44% dan intensitas rendah 49 orang dengan prosentase 44%. Frekuensi tingginya tingkat permisif seseorang mengenai berpacaran adalah 0% dengan jumlah 0 orang sedangkan intensitas sedang dengan jumlah 68 orang dengan prosentase 60 % dan intensitas rendah 44 orang dengan prosentase 40%. Terdapat korelasi positif signifikan yaitu t hitung 0,355 > 1,658 t tabel yang menunjukkan hubungan positif signifikan. Maka terdapat hubungan antara intensitas menonton sinetron ganteng-ganteng serigala dengan sikap permisif tentang berpacaran pada remaja SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto.
Adolescence is a period of transition from childhood into adulthood. Teens with characteristics that tend to want to know feared to be affected from the environment, so they tend to be more permissive to relationship activities. The theory behind this research is the theory of reasoned action that expressed attitudes can affect a person's behavior. The purpose of this study to determine how much the relationship between the intensity of Drama Ganteng-Ganteng Serigala with permissiveness of In a relationship In The students of SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. This study uses quantitative methods to do at SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto the number of 112 students by random sampling. Data analysis used univariate techniques and correlation techniques.
The results of the study the frequency of the students were 112 people that viewing high intensity level is 12% with 14 people while the number of moderate intensity with the number 49 with the percentage of 44% and a low intensity of 49 people with a percentage of 44%. The frequency of the high level of permissiveness someone about dating is 0% with 0 people, while the number of moderate intensity with the number of 68 people with a percentage of 60% and a low intensity of 44 people with a percentage of 40%. There is a significant positive correlation t count 0.355> 1.658 t table which shows a significant positive correlation. So there is a relationship between the intensity of to watch shows Drama Ganteng-Ganteng Serigala with permissive attitudes about adolescents relationship at SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto.
101289911A1H010069RANCANG BANGUN DAN UJI PERFORMANSI RAPID GRAIN MOISTURE CONTENT MEASUREMENT UNTUK PENGUKURAN KADAR AIR BIJI KEDELAIKualitas biji kedelai (Glycine Max L) sangat dipengaruhi oleh kadar air. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk merancang dan mengevaluasi kinerja alat pengukur kadar air biji-bijian secara cepat yang didasarkan pada karakteristik optik (refleksi cahaya) untuk biji kedelai. Dalam penelitian ini, dibuat tiga jenis alat ukur untuk satu biji, statis dan curah. Kinerja perangkat ini berdasarkan karakteristik respon sensor LDR yang digunakan untuk mendeteksi cahaya yang dipantulkan oleh biji kedelai dengan berbagai variasi kadar air.Untuk tujuan percobaan, biji kedelai direndam dalam air dan dikeringkan, setelah itu menyediakan biji kedelai dengan berbagai variasi kadar air. Cahaya yang dipantulkan dari biji kedelai diukur menggunakan sensor LDR dan optical density. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk mengembangkan persamaan matematis untuk memprediksi kadar air biji kedelai. Kinerja perangkat ini ditentukan berdasarkan kesalahan prediksi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin rendah kadar air biji kedelai, semakin besar luaran resistansinya. Hasil percobaan menunjukan bahwa pemantulan cahaya pada 650 nm memiliki korelasi yang kuat dengan kadar air biji kedelai sedangkan 940 nm memiliki nilai korelasi yang lemah. Penggunaan multiple wavelength memberikan eror yang lebih kecil dari prediksi dibandingkan dengan single wavelength.Quality of soybean (Glycine Max L) is highly influenced by moisture content. It is therefore, the research was focused for designing and evaluating performance of rapid grain moisture content measuring device based on optical characteristic (light reflectance) of the soybean. In this research, three type of seed arrangements were made for one seed, static and bulk measurements. Performance of the device was assessed based on characteristic of LDR sensor responses which used in the device for sensing reflected light by the soybean with various moisture contents.For experimental purpose, soybean grain was soaked in water and dried afterwards for providing soybean grain with various moisture content. Reflected light from the soybean was measured in term of resistance of the LDR and optical density. Results of measurement were then be used for developing mathematical equation to predict soybean moisture content. Performance of the device based on was determined error prediction. This research was carried out in the Laboratory of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, University of General Soedirman. The results showed that the lower the value of soybean grain moisture content, the greater output resistance. Result of the experiments indicated that reflected light at 650 nm have high correlation whit soybean moisture content while 940 nm scored low correlation. Used of multiple wavelengths gave smaller error of prediction then that of single wavelength.
101299913A1L010188KEEFEKTIFAN BAKTERI Serratia ENDOSIMBION WBC TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) DI LABORATORIUM
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri Serratia Endosimbion WBC terhadap mortalitas larva S. litura; 2) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri tersebut terhadap tingkat konsumsi S. litura; 3) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri tersebut terhadap perkembangan serangga; 4) Mengkaji sifat biokimia bakteri. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi BBPOPT Jatisari Karawang, pada bulan Maret sampai Juli 2014. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, menggunakan rancangan acak terpisah dengan perlakuan bakteri sebagai main plot dan konsentrasi sebagai sub plot. Variabel yang diamati adalah mortalitas, tingkat konsumsi larva, dan perkembangan larva. Hasil penelitian menunjukkan bakteri tidak menimbulkan kematian pada serangga uji, tidak berbeda nyata pada daya konsumsi larva, dan tidak berpengaruh nyata terhadap persentasi larva yang menjadi pupa. Bakteri Serratia menurunkan secara nyata terhadap berat pupa dan persentasi pupa menjadi imago. Bakteri Serratia tidak menimbulkan zona hambat dan zona bening.This goals of research were to: 1) Find out the effect of Serratia endosymbiont WBC bacteria on mortality of S. litura larvae; 2) Find out the effect of the bacteria on consumption rate of S. litura; 3) Find out the effect of the bacteria on insect development; 4) Study on biochemical characteristic of the bacteria. The research was conducted at the Laboratory of Entomology, BBPOPT Jatisari Karawang, from March to July 2014. The study was conducted with an experimental method, using a split-plot design with bacteria as main plot and concentration as subplot. The variables measured were mortality, consumption rate of the larvae, and insect development. Result of the research showed that the bacteria did not cause mortality of the larvae, did not affect consumption rate of the larvae, and did not significantly affect the percentage of the larvae become pupae. The bacteria decreased pupal weight and the percentage of pupae that become imago significantly. The bacteria did not form inhibition and clear zone.
101309912A1H009056ANALISIS MUTU BRIKET ARANG KAYU NIPAH SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIFBerbagai energi alternatif telah banyak dikembangkan salah satunya energi biomassa. Energi biomassa merupakan sumber energi alternatif yang perlu mendapat prioritas dalam pengembangannya, karena Indonesia adalah negara agraris yang banyak menghasilkan limbah pertanian dan perkebunan. Biomassa hasil pertanian merupakan bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk membuat biobriket, salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah kayu nipah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari briket arang kayu nipah dan kombinasi terbaik briket yang komposisinya berupa kayu nipah, perekat tepung tapioka dan serbuk kertas, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang lebih bermanfaat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan sebanyak 4 variasi dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Faktor perlakuan yang digunakan yaitu faktor penambahan kertas dan faktor persentase perekat yaitu 5% dan 10%. Variabel yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan DMRT taraf 5%. Hasil pengujian kualitas briket arang kayu nipah yaitu nilai kadar air 8,031%-9,445%, kadar abu 14,134%-15,119%, volatile matter 24,280%-26,572%, fixed carbon 48,864%-53,554%, dan nilai kalor 3254,947 kal/g-3625,113 kal/g. Komposisi bahan dan persentase perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor.Various alternative energy has been developed, one of which is biomass energy. Biomass energy is an alternative energy source that needs to be given priority in the development, because Indonesia is an agricultural country that produces a lot of agricultural and forestry wastes. Biomass from agricultural raw materials can be used to make biobriquette, one that is nipah (Nypa fruticans) wood. The study aims to determine the quality of nipah wood charcoal briquette and the best combination of the composition briquette of nipah wood, tapioca flour adhesive and powdered paper, so can be used as a more useful alternative energy. The research used Completely Randomized Design (CRD) with 4 variations of combination treatment and 3 replicates in order to obtain 12 experimental units. Treatment factor used are the addition of a paper factor and the percentage of adhesive factor are 5% and 10%. Observed variables include moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon and calorific value. Data were analyzed using the F test and DMRT 5% level. The results of testing the quality of nipah wood charcoal briquette are water content 8.031% -9.445%, ash content of 14.134% -15.119%, volatile matter 24.280% -26.572%, fixed carbon 48.864% -53.554%, and calorific value 3254.947 cal/g-3625.113 cal/g. Material and adhesive composition significantly affected the percentage of moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, and calorific value.

101319914A1C109006EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PEMBESARAN IKAN
GURAME DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Kecamatan Kembaran merupakan salah satu daerah sentra budidaya ikan gurame di
Kabupaten Banyumas. Petani pembesaran ikan gurame di kecamatan kembaran umumnya belum
memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksinaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani gurame di kecamatan
kembaran, mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani pembesaran
ikan gurame terhadap produksi gurame di kecamatan kembaran, dan mengetahui efisiensi
penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani pembesaran ikan gurame di kecamatan
kembaran. Metode penelitian berupa survey dengan teknik pengambilan data dilakukan secara
sensus sebanyak 43 petani pembesaran ikan gurame. Analisis data yang digunakan yaitu analisis
biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi penggunaan
faktor produksi. Faktor produksi yang di teliti adalah luas kolam, benih, pakan daun sente, pakan
pellet, obat cair, obat bubuk dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan
rata-rata sebesar Rp.62.818.604,65 dan biaya produksi rata-rata sebesar Rp.45.487.474,61,
sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp. 17.331.130,04. Hasil penelitian menyimpulkan
jumlah produksi ikan gurame di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dipengaruhi oleh
luas kolam, benih dan pakan daun sente dan penggunaan faktor produksi dalam budidaya ikan
gurame di Kecamatan Kembaran belum efisien.
Kembaran district is one of the carp cultivation center in Banyumas region. Enlargement
Farmers of carp in Kembaran districts generally have not noticed the use of factors of production.
The aim of this study is to determine the amount of costs and income which earned by carp
farmers in Kembaran district, the effect of using production factors in carp enlargement farming,
and the efficiency of utilization of production factors in carp enlargement farming. A method use
in this research is a survey. Collection of samples conducted in sensus from 43 gouramy farming
cultivation. Data analysis use in this research in analysis of costs and revenues, the analysis of
Cobb-Douglas production funtion and analysis of the efficiency of using production factors. The
production factors that will be analyzed are the pool suze, seeds, sente leaves feed, pellet feed,
liquid medicine, drug powder and labor. The results showed that the average revenues is Rp.
62.818.604,65 and the average cost of production amounted to Rp. 45.487.474,61 so the profit
received is Rp. 17.331.130,04. The result of this research has concluded that the number of carp
production in Kembaran district of Banyumas region is affected by the size of the pool, seeds and
sente leaves feed yet the use of production factors in gouramy cultivation is not efficient.
101329851B1J010141HUBUNGAN ANTARA TUMBUHAN RIPARIAN DENGAN MATERIAL TERSUSPENSI DAN TERLARUT (TSS DAN TDS) SERTA STRUKTUR KOMUNITAS MAKROBENTHOS DI SUNGAI BANJARAN BANYUMAS,JAWA TENGAHDaerah riparian adalah daerah transisi antara ekosistem darat dan sungai, berperan sebagai penyambung dan penyeimbang ekosistem darat dan sungai dalam mengontrol masukan TSS (Total Suspended Solids) dan TDS (Total Dissolved Solids) ke sungai. Tumbuhan riparian berperan dalam menghalangi curah hujan yang jatuh langsung ke permukaan tanah, menghambat aliran air permukaan, meningkatkan penyerapan air permukaan dan dapat menstabilkan ekosistem perairan sungai. TSS adalah material tersuspensi yang dapat berupa bahan organik sebagai sumber energi yang dapat langsung digunakan oleh makrobenthos. TSS juga dapat berupa lumpur yang akan merubah komposisi substrat dasar sungai sebagai habitat makrobenthos. Kandungan TDS dapat berupa nutrien perairan yang dapat dimanfaatkan oleh produser primer perairan seperti fitoplankton dan alga. Makrobenthos adalah organisme konsumer tingkat pertama atau kedua dalam rantai makanan.
Tumbuhan riparian di sepanjang Sungai Banjaran sangat beragam, didominasi oleh tumbuhan bawah seperti rerumputan (Cyperaceae), Cocos nucifera L., Musa acuminate, Bambussa spp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kandungan TSS dan TDS serta struktur komunitas makrobenthos pada persentase tutupan riparian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survey dan teknik stratified random sampling. Data dianalisa dengan ANOVA dan hubungan antara persentase tutupan riparian dengan kandungan TSS, TDS dan komunitas makrobenthos dianalisa dengan PCA (Principal Component Analysis). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan persentase tutupan riparian diikuti dengan penurunan kandungan TSS sebesar 19,43 % dan TDS sebesar 8,45 %. Selain itu temperatur air menurun hingga 20,48 % dan kandungan BOD menurun hingga 29,15 %. Begitu pula dengan penurunan jumlah spesies hingga 6,12 % dan kelimpahan individu makrobenthos hingga 31,08 %. Hasil PCA menggambarkan jumlah spesies dan kelimpahan individu makrobenthos lebih dipengaruhi oleh kandungan TSS dan TDS dibandingkan dengan persentase tutupan riparian di Sungai Banjaran.
Riparian areas are transitional areas between terrestrial and river ecosystems. Riparian roles as a connector and balancer between terrestrial and river ecosystem, by controlling of TSS and TDS input into the river. These roles run by blocking the precipitation, inhibiting the flow of run-off, increasing of soil water absorption and stabilizing the river ecosystem. TSS is a suspended organic materials as a source nutrient for macro benthic organisms. Beside the organic matter, TSS also consist silt that will change the composition of substrates. TDS contains nutrient that can be consumpted by primary producers such as phytoplankton and algae. Macro benthic organisms are first and second consumer in food web.
Riparian plants are diverse along the Banjaran River, it dominated by Grasses (Cyperaceae), Cocos nucifera L., Musa acuminate, Bambussa spp. The purpose of this research is to examine TSS (Total Suspended Solids), TDS (Total Dissolved Solids), community structure of macro benthic organisms in areas with different percentage cover of riparian. Survey and stratified random sampling were applied in this research. Data were analyzed by ANOVA and correlations between them was analyzed by PCA. The result proved that the increasing of percentage cover of riparian was followed by the decreasing of TSS, TDS, temperature and BOD up to, 19,43 %, 8,45 %, 20,48 %, 29,15 % respectively. The number of species and the abundance of macro benthic were also decreased up to 6,12%, 31,08 % respectively. PCA demonstrated that the number of species and the abundance of macro benthic were more affected by the content of TSS and TDS rather than percentage of riparian cover in Banjaran River.
101339915A1L010178KAJIAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BUAH-BUAHAN PADA LAHAN PEKARANGAN DI TIGA DESA YANG BERBATASAN DENGAN KAWASAN WISATA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keanekaragaman jenis tanaman buah-buahan yang dibudidayakan di lahan pekarangan (2) mengetahui kendala yang dijumpai dalam membudidayakan tanaman buah-buahan di lahan pekarangan, dan (3) mengetahui persepsi pemilik lahan pekarangan tentang manfaat lahan yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik sampling yang digunakan ialah clustered purposive sampling. Variabel yang diamati meliputi jenis dan jumlah tanaman yang dibudidayakan di lahan perkarangan, produktivitas tanaman buah-buahan yang ada di pekarangan, aspek budidaya tanaman buah-buahan, dan kendala yang dijumpai dalam memanfaatkan lahan perkarangan. Hasil menunjukkan bahwa jenis tanaman buah-buahan di Kecamatan Baturraden setiap wilayahnya di pekarangan rumah responden, antara lain: pisang, mangga, nangka, jambu biji, jambu air, belimbing, alpukat, nanas, sawo, durian, rambutan, jeruk, papaya, srikaya, delima, duku, kelengkeng, dan sirsak. Kendala yang dijumpai, antara lain: pengetahuan responden tentang budidaya tanaman buah-buahan, dan jaminan pasar untuk produksi buah-buahan responden belum baik, serta persepsi pemilik lahan yang memanfaatkan hasil pekarangan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri saja.This research was aimed: (1) to know the diversity of species fruiterer plant cultivated in land yard (2) to know the obstacle be found in domesticating plant fruits in land yard , and (3) to know perception land owner yard on the benefit land stations. Research methods used is a method of surveying with sampling techniques used: clustered purposive sampling. Variable observed covering the kind and number plant cultivated in land yard, the aspect of the cultivation of plants fruits, productivity plant fruit of the land yard, and obstacles encountered in exploiting land yard. The results show that the type of plant fruits in district Baturraden of each area in the land yard house respondents, include: bananas, mangoes, jackfruits, guavas, jamboos, star fruit, avocado, pineapple, sapodilla fruit, rambutan, durian, oranges, papaya, custard apples, pomegranates, lanzone, longan, and soursop. Obstacles encountered, among others: knowledge of respondents about the cultivation of fruits, and a guaranteed market for the production of fruits of the respondents have not been good, as well as the perception of landholders who utilize the results of the yard for the fulfillment of its own needs only.
1013410879H1B010054MODEL PENYEBARAN DAN PENGENDALIAN FLU BURUNGFlu burung merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus H5N1 dan bersifat zoonosis (jenis penyakit yang bisa menulari manusia). Pencegahan penyebaran penyakit flu burung dapat dilakukan dengan mengisolasi ayam yang positif terinfeksi. Dinamika penyebaran penyakit flu burung dapat dikonstruksikan dalam bentuk model matematika. Karakteristik dari model dapat dipelajari darititikkesetimbangan danangkarasio reproduksidasar. Terdapat dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik, dimana keduanya bersifat stabil asimtotis. Angka reproduksi dasar dapat digunakan untuk mengetahui suatu kemungkinan terjadinya epidemic penyakit dalam suatu populasi pada masa mendatang. Berdasarkan model, angka reproduksi dasar dipengaruhi beberapa faktor, seperti tingkat interaksi ayam rentan dengan ayam terinfeksi, tingkat perlakuan isolasi, tingkat kelahiran ayam, tingkat konsumsi daging ayam, tingkat kematian alami ayam, dan tingkat kematian ayam terinfeksi. Hasil analisis angka reproduksi dasar didapatkan proporsi perlakuan isolasi yang tepat adalah q> 0,61 untuk meminimalisasikan terjadinya endemik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa apabila ingin memaksimumkan jumlah ayam rentan dan manusia rentan, maka perlu perlakuan isolasi yang tepat pada ayam terinfeksi.Avian influenza is an infectious disease caused by H5N1 virus and it is zoonoses (diseases that can infect humans). Prevention of avian influenza outbreaks can be done by isolating positive infectious chickens. Avian influenza outbreaks can be represented in the mathematical model. The dynamic of the model can be explained by equilibrium points and basic reproduction number. The equilibrium points are disease-free equilibrium and endemic equilibrium point, where both of them are asymptotically stable. Basic reproduction numbers can be used to know the possibility of epidemic disease on a population in the future. Based on the model, the basic reproduction numbers can be affected by several factors, such as the level of interaction susceptible chickens with chicken infected, treatment-level isolation, chicken birth rate, the level of consumption of chicken, chicken natural mortality rates, and mortality of infected chickens. The results of basic reproduction number’s analysis be obtained a proper proportion isolation treatment, that is q > 0,61 to minimize the occurrence of endemic. Therefore, we have conclude that if you want to maximize the number of chickens and humans susceptible, it needs proper isolation treatment in infected chickens.
1013510881H1D008063ANALISIS DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KLAWING DENGAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (HSS) ITB
(Studi Kasus Bendung Slinga)
Sungai Klawing merupakan salah satu sungai di Kabupaten Purbalingga yang sering terjdi banjir pada musim penghujan, sehingga diperlukannya analisis debit banjir pada DAS Klawing. Metode hidrograf satuan sintetis adalah metode yang sangat populer digunakan dan memainkan peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumberdaya air khususnya dalam analisis debit banjir DAS . Oleh karena itu, metode ini berguna untuk mensimulasikan aliran dari DAS tidak terukur dan daerah DAS yang tidak terukur. Metode ini sangat sederhana, karena hanya membutuhkan data data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa kasus dapat juga mencakup karakteristik lahan.
Perhitungan debit banjir merupakan hasil dari perhitungan hujan efektif menggunakan metode SCS dan analisis frekuensi. Debit banjir menggunakan metode analisis frekuensi memiliki debit puncak yang bervariasi sesuai kala ulang yang direncanakan, dan dipergunakan untuk suatu perencanaan yang ekonomis. Metode analisis frekuensi pada penelitian ini berdasarkan data hujan harian 10 tahun terakhir (2004-2013).
Hasil dari penelitian ini adalah HSS ITB dengan time lag metode Snyder/Standar lebih cocok digunakan pada daerah aliran sungai Dari hasil analisis perhitungan debit banjir rencana menggunakan Hidrograf satuan sintetis (HSS) ITB-1 diperoleh debit puncak sebesar 9,384 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam sedangkan untuk ITB-2 diperoleh debit puncak sebesar 11,786 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam.


Kata kunci: Klawing, debit banjir, Hidrograf Satuan Sintetis, HSS ITB-1, HSS ITB-2, daerah aliran sungai.

ABSTRAK

Sungai Klawing merupakan salah satu sungai di Kabupaten Purbalingga yang sering terjdi banjir pada musim penghujan, sehingga diperlukannya analisis debit banjir pada DAS Klawing. Metode hidrograf satuan sintetis adalah metode yang sangat populer digunakan dan memainkan peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumberdaya air khususnya dalam analisis debit banjir DAS . Oleh karena itu, metode ini berguna untuk mensimulasikan aliran dari DAS tidak terukur dan daerah DAS yang tidak terukur. Metode ini sangat sederhana, karena hanya membutuhkan data data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa kasus dapat juga mencakup karakteristik lahan.
Perhitungan debit banjir merupakan hasil dari perhitungan hujan efektif menggunakan metode SCS dan analisis frekuensi. Debit banjir menggunakan metode analisis frekuensi memiliki debit puncak yang bervariasi sesuai kala ulang yang direncanakan, dan dipergunakan untuk suatu perencanaan yang ekonomis. Metode analisis frekuensi pada penelitian ini berdasarkan data hujan harian 10 tahun terakhir (2004-2013).
Hasil dari penelitian ini adalah HSS ITB dengan time lag metode Snyder/Standar lebih cocok digunakan pada daerah aliran sungai Dari hasil analisis perhitungan debit banjir rencana menggunakan Hidrograf satuan sintetis (HSS) ITB-1 diperoleh debit puncak sebesar 9,384 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam sedangkan untuk ITB-2 diperoleh debit puncak sebesar 11,786 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam.


Kata kunci: Klawing, debit banjir, Hidrograf Satuan Sintetis, HSS ITB-1, HSS ITB-2, daerah aliran sungai.







Klawing river is a river in purbalingga flood often occur in the rainy season. So, it is necessary to analyze the flood discharge. Synthetic unit hydrograph methods are popular and play an important role in many water resources design especially in the analysis of flood discharge of ungagged watersheds. These methods are simple, requiring only watershed characteristics such as area and river length and in some cases it may also include land use characteristics. Therefore, these methods serve as useful tools to stimulate runoff from ungagged watersheds and watersheds undergoing land use change.
The calculation of flood discharge is the result of the calculation of effective rainfall using SCS method and frequency analysis. This method is very simple because it only requires characteristics of the watershed. Flood discharge using frequency analysis has peak discharge that varies according to the planned return period and used for an economic planning. Frequency analysis method in this analysis is based on daily rainfall data last 10 years ago (2004-2013) .
The result of this study are HSS ITB with a time lag Snyder is more suitable for use in the watershed of the results of the analysis of flood discharge plan obtained using synthetic unit hydrograph peak discharge of 9,384 m³/s with time lag of 8,5 hours, while for ITB-2 obtained peak discharge of 11,786 m³/s with a time lag of 8 hours.
Keywords : Klawing, Flood hidrograf, Synthetic Unit Hydrograph (SUH), ITB-1 SUH and ITB-2 SUH, flood hidrograf,watershed.
1013610882G1G010027PENGARUH COENZYME Q10 DAN SELENIUM TERHADAP KADAR MATRIX METALLOPROTEINASE-9 TIKUS MODEL (Rattus norvegicus galur Sprague dawley) POST OVARIEKTOMI DENGAN PERIODONTITIS Pada perempuan menopause terjadi penurunan kadar estrogen yang menyebabkan meningkatnya risiko periodontitis. Kadar matrix metalloproteinase-9 lebih tinggi pada kondisi periodontitis. Konsumsi dari antioksidan seperti coenzyme q10 dan selenium dapat mengurangi kedalaman poket periodontal dan memperbaiki penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coenzyme q10 dan selenium terhadap kadar matrix metalloproteinase-9 tikus model (Rattus norvegicus galur Sprague dawley) post ovariektomi dengan periodontitis. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan penelitian pretest-posttest control group design. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 28 ekor tikus dan diperiksa kadar matrix metalloproteinase-9 yang terdapat pada gingival crevicular fluid dan pengukuran kadar matrix metalloproteinase-9 menggunakan ELISA Reader. Terdapat penurunan kadar matrix metalloproteinase-9 pada setiap kelompok dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan nilai p < 0,05. Uji beda menggunakan Kruskal-Wallis diperoleh hasil p = 0,033 menunjukkan terdapat perbedaan bermakna setidaknya pada dua kelompok (p < 0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna terdapat pada kelompok kontrol-coenzyme q10, kontrol-selenium, dan kontrol-kombinasi. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh coenzyme q10, selenium, dan kombinasi coenzyme q10 dan selenium terhadap penurunan kadar matrix metalloproteinase-9 dan penurunan terbesar pada kelompok kombinasi coenzyme q10 dan selenium.In postmenopausal woman, there was a decreased level of estrogen which caused the increasing of periodontitis risk. The level of matrix metalloproteinase-9 was higher in periodontitis condition. Consumption of antioxidants such as coenzyme q10 and selenium could reduce periodontal pocket depth and repair the periodontal disease. The aims of the study was to determine the effect of coenzyme q10 and selenium to matrix metalloproteinase-9 level in rat model (Rattus norvegicus galur Sprague dawley) post ovariectomy with periodontitis. This research was true experimental that used pretest-posttest control group design. The study carried out on total 28 rats as samples which has been examined matrix metalloproteinase-9 level from gingival crevicular fluid and measurement of matrix metalloproteinase-9 level used ELISA Reader. Matrix metalloproteinase-9 level decreased in each group with Wilcoxon result showed significant differences with p value < 0,05. The different test using Kruskal-Wallis resulted value p = 0,033 that showed significant differences of two group (p < 0,05). The Mann-Whitney test showed that there was a significant different in control-coenzyme q10, control-selenium, and control-combination group. The conclusion of this research there was the effect of coenzyme q10, selenium, and combination coenzyme q10 and selenium to decrease matrix metalloproteinase level and the biggest drop in combination coenzyme q10 and selenium group.
101379916A1C010075Kajian Aspek Finansial Usahatani Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Kecamatan Padamara Kabupaten PurbalinggaKecamatan Padamara merupakan salah satu daerah sentra penghasil ikan nila di Kabupaten Purbalingga, namun sebagian besar petani ikan di Kecamatan Padamara hanya menjadikan usaha pembesaran ikan nila sebagai usaha sampingan sehingga tidak terlalu fokus dalam upaya pengembangannya. Sebagian besar petani ikan nila belum mengetahui apakah secara finansial usaha pembesaran ikan nila yang dijalankan sudah menguntungkan atau belum dan berapa tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui gambaran umum usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara, 2) Mengetahui biaya dan pendapatan usaha pembesaran ikan nila, 3) Mengetahui titik impas pada usaha pembesaran ikan nila, 4) Mengetahui tingkat efisiensi usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara.
Penelitian dilaksanakan di Desa Gemuruh dan Desa Purbayasa Kecamatan Padamara pada bulan Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan jumlah responden sebanyak 23 petani pembesaran ikan nila yang diperoleh dari metode Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis Break Even Point, dan analisis rentabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang dibudidayakan sebagaian besar adalah jenis nila gift. Benih yang digunakan adalah benih ukuran 7-9 cm dengan lama produksi 5 bulan. Kegiatan pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara meliputi: persiapan kolam, penebaran benih, pemeliharaan, dan pemanenan. Persiapan kolam meliputi: pengurasan kolam, perbaikan kolam, pengeringan kolam, pengapuran, pemupukan dan pengisian air kolam. Hasil panen ikan pada umumnya dijual ke tengkulak di daerah Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan kajian finansial, dapat dikatakan bahwa usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara sudah menguntungkan dan sudah dijalankan secara efisien. Hal ini dilihat dari rata-rata pendapatan satu kali proses produksi (5 bulan) dengan luas kolam 193,87 m² sebesar Rp1.430.138,48. Jumlah rata-rata produksi yaitu 382,74 kg dan rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp6.159.802,25 berada di atas nilai BEP sebesar 75,77 kg dan penerimaan pada saat BEP sebesar Rp997.787,21. Nilai R/C lebih dari satu yaitu 1,30 serta rentabilitas 30,24 persen lebih besar dari 0.
Padamara Subdistrict is one of the central areas of tilapia producers in Purbalingga, but most of the fish farmers in Padamara just make this business as a sideline so they do not focus in its fish farming development efforts. In general, it is because of the lack of knowledge about how much this business is profitable financially. This study aims to: 1) Determine the general picture of tilapia rearing business in the District Padamara, 2) Knowing the costs and revenues of tilapia rearing, 3) determine the breakeven point on tilapia rearing efforts, 4) determine the level of tilapia rearing business efficiency in Padamara Subdistrict.
The experiment was conducted in Gemuruh Village and Purbayasa Village in Padamara District in May 2014. The method used is survey to respondents with a total of 23 farmers rearing tilapia obtained from simple random sampling method. The analytical method used is descriptive analysis, analysis of costs and revenues, the analysis of R/C, Break Even Point analysis, and profitability analysis.
The results showed that tilapia business in the District mostly for tilapia gift species. The seeds used were 7-9 cm sized seed with 5 months production time. Tilapia rearing activities in the District Padamara include: pond preparation, stocking, maintenance, and harvesting. Pool preparation include: draining pool, pool repair, liming, fertilizing and water filling the pool. Fish yields are generally sold to middlemen in Purbalingga area. Based on a financial review, it can be said that the tilapia rearing business in District Padamara already profitable and has been run efficiently. It is seen from the average income of the production process (5 months) with an area of 193,87 m² for Rp1.430.138,48. The average number of production is 382,74 kg and the average revenue from operations is Rp6.159.802,25. It is above the BEP value of 75,77 kg and revenues at the time is Rp997.787,21 BEP. Value R/C is bigger than 1 (one), which is 1,30 and the rentability is 30,24 percent, which is greater than 0 (null).
101389917A1C010047HUBUNGAN PATRON KLIEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PINJAMAN PENGRAJIN GULA KELAPA TERHADAP PEDAGANG PENGUMPUL DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASGula kelapa merupakan agroindustri yang banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kehidupan perekonomian pengrajin gula kelapa pada umumnya terjerat sistem ijon dengan pedagang pengumpul yang mengakibatkan terjadinya hubungan ketergantungan yang pada akhirnya berubah menjadi hubungan patron klien. Hubungan patron klien ini dikarenakan pengrajin gula kelapa terikat pinjaman dengan pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pola hubungan antara pengrajin gula kelapa dengan pedagang pengumpul, dan 2) Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap besarnya pinjaman pengrajin terhadap pedagang pengumpul. Metode penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian dilaksanakan di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Responden yang diambil sebanyak 25 orang pengrajin gula kelapa. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 1) hubungan patron klien antara pengrajin gula kelapa dengan pedagang pengumpul terbina sejak awal dan sudah terjalin lama yang cenderung bersifat ekonomi. 2) Jumlah pinjaman pengrajin gula kelapa kepada pedagang pengumpul dipengaruhi oleh volume penjualan, harga gula kelapa dan pengalaman jual.Coconut sugar agroindustry is mostly done by some people in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The maker of coconut sugar in general economic conditions bound in ijon system with wholesaler which resulted in a dependency relations that turned into a patron client relations. That patron client relations is because the maker of coconut sugar was loans tied to wholesaler. The research aims to 1) know relationship between the maker of coconut sugar and wholesaler, and 2) know factors which influence the amount of loans coconut sugar maker from wholesaler. The study uses purposive methods. The method of study analysis used linier regression methods and decriptive methods. The research was conducted in Susukan village. The result of research showed that 1) the relation of patron client between the maker of coconut sugar and wholesaler generally was strong and took for a long time. 2) the amount of loans coconut sugar maker to wholesaler influenced by sales volume, price of coconut sugar and experience selling.
1013911171G1A011039Hubungan Durasi Pemberian ASI dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-11 Bulan di Puskesmas Baturaden ILatar Belakang. Makanan utama yang diberikan pada bayi pada awal kehidupan adalah Air Susu Ibu (ASI). Bayi yang diberi ASI dapat membantu mekanisme pertahanan terhadap penyakit karena mengandung zat antibodi dan mampu menunjang pertumbuhan. Cakupan pemberian ASI di Kabupaten Banyumas tahun 2013 sebesar 55,8%. Bayi yang tidak mendapatkan ASI lebih memungkinkan untuk terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang bayi adalah diare. Kejadian diare di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan di tahun 2013 menjadi 30,95%.
Tujuan. Mengetahui hubungan durasi pemberian ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Baturaden I.
Metode. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah 42 ibu yang memiliki bayi yang berusia 6-11 bulan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden penelitian ini mengisi kuesioner yang termasuk lembar informed consent di dalamnya. Uji korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan durasi pemberian ASI dengan kejadian diare.
Hasil. Terdapat hubungan yang signifikan durasi pemberian ASI dengan kejadian diare di Puskesmas Baturaden I (p=0,008) dengan (r=-0,407).
Kesimpulan. Durasi pemberian ASI berhubungan dengan kejadian diare pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Baturaden I.
Kata kunci : Durasi Pemberian ASI, Kejadian Diare, ASI
Background. The main food that given to infants in early life is breastmilk (ASI). Breastfeedingenhances a defense mechanism against disease because it contains antibodies and able to support the growth. Coverage of breastfeeding in Banyumas in 2013 approached to 55.8%. Babies who are not breastfed are more likely infected. One of the disease that often affect infants is diarrhea. The incidence of diarrhea in Banyumas increased in 2013 to 30,95%.
Purpose. Determine the association between duration of breastfeeding with the incidence of diarrhea in 6-11 month old babies in Baturaden I Public Health Center.
Method. This is a crosss sectional study. The respondents of this study were 42 mothers with babies aged 6-11 month who have fullfil the inclusion and exclusion criteria. The respondent fill the form including informed consent form. Spearman correlation test was used to determine the duration of breastfeeding relationship with the incidence of diarrhea.
Results. There is a significant association between duration of breastfeeding with incidence of diarrhea in Baturaden I Public Health Center (p=0,008) with (r=-0,407).
Conclusion. Duration of breastfeeding has an association with incidence of diarrhea in 6-11 month old babies in Baturaden I Public Health Center.
Keywords: Duration of breastfeeding, Diarrhea, Breastfeeding
101409918C1K009015FACTORS AFFECTING ATTITUDE TOWARD ADVERTISING ON SOCIAL MEDIA (Perception of Young Consumer in Purwokerto)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek entertainment,
informativeness, irritation, serta credibility terhadap advertising value dan
attitude toward advertising on social media, untuk menganalisis efek dari
advertising value, emotional feelings, serta advertisement content terhadap
attitude toward advertising on social media. Pada akhirnya akan
menganalisis pengaruh attitude toward advertising on social media pada
purchase intention. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi
dari penelitian ini adalah pengguna media sosial di Purwokerto. Penelitian ini
menggunakan 230 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah
convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah
Structural Equaltion Modelling (SEM). Mengacu pada hasil analisis SEM,
dapat disimpulkan bahwa entertainment, informativeness, serta credibility
berpengaruh positif terhadap advertising value dan attitude toward
advertising sementara irritation berpengaruh negatif; advertising value,
emotional feelings serta advertisement content berpengaruh positif terhadap
attitude toward advertising dan attitude toward advertising berpengaruh
positif terhadap purchase intention.
The purposes of research were to analyze the effects of entertainment, informativeness, irritation, as well as credibility on advertising value and attitude toward advertising on social media, to analyze the effects of advertising value, emotional feelings, as well as advertisement content on attitude toward advertising on social media. In the end, to analyze the effects of attitude toward advertising on purchase intention. Type of this research was a survey method. Population of this research was user of social media in Purwokerto. This research used 230 respondents. Sampling technique used was convenience sampling. The technique of data analysis used was Structural Equaltion Modelling (SEM) analysis. Refers to the result of SEM analysis, it can be concluded that entertainment, informativeness, as well as credibility have positive effect on advertising value and attitude toward advertising while irritation has negative effect; advertising value, emotional feelings as well as advertisement content have positive effect on attitude toward advertising and so attitude toward advertising has positive effect on purchase intention.