Artikelilmiahs
Menampilkan 10.121-10.140 dari 50.313 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10121 | 9909 | A1H010056 | RANCANGBANGUN SISTEM PENGAPIAN GAS LPG (LIQUIFIED PETROLEUM GAS) DENGAN CAMPURAN UDARA UNTUK KOMPOR SEMAWAR | Kompor semawar merupakan kompor bertekanan yang menghasilkan nyala api yang lebih besar jika dibandingkan dengan kompor pada umumnya yang digunakan di rumah tangga. Penelitian ini memodifikasi kompor dengan tambahan campuran udara pada bahan bakarnya yaitu dengan gas LPG, jadi pada penelitian ini total ada 3 jenis kompor, yaitu kompor standar yang tidak dimodifikasi untuk perbandingan, dan 2 kompor dengan tambahan campuran udara pada bahan bakar dengan komposisi yang berbeda tiap perlakuan. Ketiga kompor diberi nama kompor SM, SM-01 dan SM-02. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsumsi bahan bakar LPG pada kompor semawar, mengetahui nilai efisiensi dari ketiga jenis kompor. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi dari Kompor SM ketika memasak air 6 liter hingga suhu air 71oC adalah 45% dengan waktu rata-rata 13 menit, nilai efisiensi dari Kompor SM-01 ketika memasak air 6 liter hingga suhu air 71oC sebesar 48,2% dalam waktu rata-rata 12 menit, dan nilai efisiensi pada kompor SM-02 ketika mencapai suhu 71oC sebesar 49,6% dalam waktu rata-rata 19 menit | ABSTRACT High pressure stove or semawar is pressurized stove that producing flame bigger than compared to stoves generally used in the household. This research modifies the stove with additional fuel that mixes air and Liquified Petroleum Gas, so in these research there were three stoves, normally stove for comparison and two stoves with additional fuel air of different composition every types of stoves. The stoves was named SM, SM-01, and SM-02. The aim of this research is to know the fuel consumption stove semawar, to know the efficiency of the three types of stoves. The result of this research is obtained average efficiency from SM stove when cooking 6 liters water until the water temperature 71oC is 45% with an average time 13 minutes, the efficienty of SM-01 when cooking 6 liters water until the water temperature 71oC is 48,2% with an average time 12 minutes, and the efficieny of SM-02 until the water temperature 71oC is 49,6% with an average time is 19 minutes.. | |
| 10122 | 9910 | A1L010048 | PEMANFAATAN LIMBAH CAIR NILAM UNTUK PENGENDALIAN WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA PERTANAMAN PADI | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui kemempanan limbah cair nilam terhadap populasi wereng batang cokelat (WBC) di pertanaman padi, 2) mengetahui pengaruh limbah cair nilam terhadap populasi musuh alami WBC di pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan Maret-Juni 2014 di pertanaman padi milik kelompok tani Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Banyumas. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan berpasangan yang terdiri dari dua perlakuan dan duapuluh kali ulangan. Limbah cair nilam mampu menurunkan populasi WBC seperti halnya insektisida imidakloprid. Namun demikian, limbah cair nilam tidak menurunkan populasi musuh alami. Musuh alami yang ada ialah laba-laba dengan populasi terbanyak 2,29 ekor per rumpun dan kumbang stafilinid dengan populasi terbanyak 0,35 ekor per rumpun. | This research was aimed to: 1) find out the effectiveness of patchouli liquid waste in controlling the brown plant hopper (BPH) population, 2) find out the effect of patchouli liquid waste on the population of natural enemies BPH. This research was conducted on March-June 2014 in the rice field Pandak Village, Baturraden, Banyumas. This research used a paired experimental design consisted of two treatments and twenty times replications. Patchouli liquid waste was able to suppress BHP population, as well as imidacloprid insecticide. However, patchouli liquid waste didn’t decrease the natural enemies of BHP. The natural enemies consisted of spiders, 2.29 individu per tillers and staphylinid beetle, 0.35 individu per tillers. | |
| 10123 | 10871 | F1C011006 | Hubungan Antara Intensitas Menonton Tayangan Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala dengan Sikap Permisif Tentang Berpacaran Pada Remaja SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto | Masa Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Remaja dengan karakteristiknya yang cenderung ingin tahu dikhawatirkan dapat terpengaruh dari lingkungannya, sehingga mereka cenderung lebih permisif terhadap aktifitas berpacaran. Teori yang mendukung dalam penelitian ini yaitu teori tindakan beralasan yang menyatakan sikap dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara Intensitas Menonton Tayangan Sinetron Ganteng – Ganteng Serigala dengan Sikap Permisif tentang Berpacaran Pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan jumlah 112 siswa secara purposive sampling. Analisa data menggunakan teknik univariat dan teknik korelasi. Hasil penelitian frekuensi siswa-siswi sebanyak 112 orang bahwa tingkat intensitas menonton sinetron tinggi adalah 12% dengan jumlah 14 orang sedangkan intensitas sedang dengan jumlah 49 orang dengan prosentase 44% dan intensitas rendah 49 orang dengan prosentase 44%. Frekuensi tingginya tingkat permisif seseorang mengenai berpacaran adalah 0% dengan jumlah 0 orang sedangkan intensitas sedang dengan jumlah 68 orang dengan prosentase 60 % dan intensitas rendah 44 orang dengan prosentase 40%. Terdapat korelasi positif signifikan yaitu t hitung 0,355 > 1,658 t tabel yang menunjukkan hubungan positif signifikan. Maka terdapat hubungan antara intensitas menonton sinetron ganteng-ganteng serigala dengan sikap permisif tentang berpacaran pada remaja SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. | Adolescence is a period of transition from childhood into adulthood. Teens with characteristics that tend to want to know feared to be affected from the environment, so they tend to be more permissive to relationship activities. The theory behind this research is the theory of reasoned action that expressed attitudes can affect a person's behavior. The purpose of this study to determine how much the relationship between the intensity of Drama Ganteng-Ganteng Serigala with permissiveness of In a relationship In The students of SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. This study uses quantitative methods to do at SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto the number of 112 students by random sampling. Data analysis used univariate techniques and correlation techniques. The results of the study the frequency of the students were 112 people that viewing high intensity level is 12% with 14 people while the number of moderate intensity with the number 49 with the percentage of 44% and a low intensity of 49 people with a percentage of 44%. The frequency of the high level of permissiveness someone about dating is 0% with 0 people, while the number of moderate intensity with the number of 68 people with a percentage of 60% and a low intensity of 44 people with a percentage of 40%. There is a significant positive correlation t count 0.355> 1.658 t table which shows a significant positive correlation. So there is a relationship between the intensity of to watch shows Drama Ganteng-Ganteng Serigala with permissive attitudes about adolescents relationship at SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. | |
| 10124 | 9911 | A1H010069 | RANCANG BANGUN DAN UJI PERFORMANSI RAPID GRAIN MOISTURE CONTENT MEASUREMENT UNTUK PENGUKURAN KADAR AIR BIJI KEDELAI | Kualitas biji kedelai (Glycine Max L) sangat dipengaruhi oleh kadar air. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk merancang dan mengevaluasi kinerja alat pengukur kadar air biji-bijian secara cepat yang didasarkan pada karakteristik optik (refleksi cahaya) untuk biji kedelai. Dalam penelitian ini, dibuat tiga jenis alat ukur untuk satu biji, statis dan curah. Kinerja perangkat ini berdasarkan karakteristik respon sensor LDR yang digunakan untuk mendeteksi cahaya yang dipantulkan oleh biji kedelai dengan berbagai variasi kadar air.Untuk tujuan percobaan, biji kedelai direndam dalam air dan dikeringkan, setelah itu menyediakan biji kedelai dengan berbagai variasi kadar air. Cahaya yang dipantulkan dari biji kedelai diukur menggunakan sensor LDR dan optical density. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk mengembangkan persamaan matematis untuk memprediksi kadar air biji kedelai. Kinerja perangkat ini ditentukan berdasarkan kesalahan prediksi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin rendah kadar air biji kedelai, semakin besar luaran resistansinya. Hasil percobaan menunjukan bahwa pemantulan cahaya pada 650 nm memiliki korelasi yang kuat dengan kadar air biji kedelai sedangkan 940 nm memiliki nilai korelasi yang lemah. Penggunaan multiple wavelength memberikan eror yang lebih kecil dari prediksi dibandingkan dengan single wavelength. | Quality of soybean (Glycine Max L) is highly influenced by moisture content. It is therefore, the research was focused for designing and evaluating performance of rapid grain moisture content measuring device based on optical characteristic (light reflectance) of the soybean. In this research, three type of seed arrangements were made for one seed, static and bulk measurements. Performance of the device was assessed based on characteristic of LDR sensor responses which used in the device for sensing reflected light by the soybean with various moisture contents.For experimental purpose, soybean grain was soaked in water and dried afterwards for providing soybean grain with various moisture content. Reflected light from the soybean was measured in term of resistance of the LDR and optical density. Results of measurement were then be used for developing mathematical equation to predict soybean moisture content. Performance of the device based on was determined error prediction. This research was carried out in the Laboratory of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, University of General Soedirman. The results showed that the lower the value of soybean grain moisture content, the greater output resistance. Result of the experiments indicated that reflected light at 650 nm have high correlation whit soybean moisture content while 940 nm scored low correlation. Used of multiple wavelengths gave smaller error of prediction then that of single wavelength. | |
| 10125 | 9913 | A1L010188 | KEEFEKTIFAN BAKTERI Serratia ENDOSIMBION WBC TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) DI LABORATORIUM | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri Serratia Endosimbion WBC terhadap mortalitas larva S. litura; 2) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri tersebut terhadap tingkat konsumsi S. litura; 3) Mengetahui pengaruh perlakuan bakteri tersebut terhadap perkembangan serangga; 4) Mengkaji sifat biokimia bakteri. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi BBPOPT Jatisari Karawang, pada bulan Maret sampai Juli 2014. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, menggunakan rancangan acak terpisah dengan perlakuan bakteri sebagai main plot dan konsentrasi sebagai sub plot. Variabel yang diamati adalah mortalitas, tingkat konsumsi larva, dan perkembangan larva. Hasil penelitian menunjukkan bakteri tidak menimbulkan kematian pada serangga uji, tidak berbeda nyata pada daya konsumsi larva, dan tidak berpengaruh nyata terhadap persentasi larva yang menjadi pupa. Bakteri Serratia menurunkan secara nyata terhadap berat pupa dan persentasi pupa menjadi imago. Bakteri Serratia tidak menimbulkan zona hambat dan zona bening. | This goals of research were to: 1) Find out the effect of Serratia endosymbiont WBC bacteria on mortality of S. litura larvae; 2) Find out the effect of the bacteria on consumption rate of S. litura; 3) Find out the effect of the bacteria on insect development; 4) Study on biochemical characteristic of the bacteria. The research was conducted at the Laboratory of Entomology, BBPOPT Jatisari Karawang, from March to July 2014. The study was conducted with an experimental method, using a split-plot design with bacteria as main plot and concentration as subplot. The variables measured were mortality, consumption rate of the larvae, and insect development. Result of the research showed that the bacteria did not cause mortality of the larvae, did not affect consumption rate of the larvae, and did not significantly affect the percentage of the larvae become pupae. The bacteria decreased pupal weight and the percentage of pupae that become imago significantly. The bacteria did not form inhibition and clear zone. | |
| 10126 | 9912 | A1H009056 | ANALISIS MUTU BRIKET ARANG KAYU NIPAH SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF | Berbagai energi alternatif telah banyak dikembangkan salah satunya energi biomassa. Energi biomassa merupakan sumber energi alternatif yang perlu mendapat prioritas dalam pengembangannya, karena Indonesia adalah negara agraris yang banyak menghasilkan limbah pertanian dan perkebunan. Biomassa hasil pertanian merupakan bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk membuat biobriket, salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah kayu nipah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari briket arang kayu nipah dan kombinasi terbaik briket yang komposisinya berupa kayu nipah, perekat tepung tapioka dan serbuk kertas, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang lebih bermanfaat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan sebanyak 4 variasi dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Faktor perlakuan yang digunakan yaitu faktor penambahan kertas dan faktor persentase perekat yaitu 5% dan 10%. Variabel yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan DMRT taraf 5%. Hasil pengujian kualitas briket arang kayu nipah yaitu nilai kadar air 8,031%-9,445%, kadar abu 14,134%-15,119%, volatile matter 24,280%-26,572%, fixed carbon 48,864%-53,554%, dan nilai kalor 3254,947 kal/g-3625,113 kal/g. Komposisi bahan dan persentase perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor. | Various alternative energy has been developed, one of which is biomass energy. Biomass energy is an alternative energy source that needs to be given priority in the development, because Indonesia is an agricultural country that produces a lot of agricultural and forestry wastes. Biomass from agricultural raw materials can be used to make biobriquette, one that is nipah (Nypa fruticans) wood. The study aims to determine the quality of nipah wood charcoal briquette and the best combination of the composition briquette of nipah wood, tapioca flour adhesive and powdered paper, so can be used as a more useful alternative energy. The research used Completely Randomized Design (CRD) with 4 variations of combination treatment and 3 replicates in order to obtain 12 experimental units. Treatment factor used are the addition of a paper factor and the percentage of adhesive factor are 5% and 10%. Observed variables include moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon and calorific value. Data were analyzed using the F test and DMRT 5% level. The results of testing the quality of nipah wood charcoal briquette are water content 8.031% -9.445%, ash content of 14.134% -15.119%, volatile matter 24.280% -26.572%, fixed carbon 48.864% -53.554%, and calorific value 3254.947 cal/g-3625.113 cal/g. Material and adhesive composition significantly affected the percentage of moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, and calorific value. | |
| 10127 | 9914 | A1C109006 | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PEMBESARAN IKAN GURAME DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Kembaran merupakan salah satu daerah sentra budidaya ikan gurame di Kabupaten Banyumas. Petani pembesaran ikan gurame di kecamatan kembaran umumnya belum memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksinaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani gurame di kecamatan kembaran, mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani pembesaran ikan gurame terhadap produksi gurame di kecamatan kembaran, dan mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani pembesaran ikan gurame di kecamatan kembaran. Metode penelitian berupa survey dengan teknik pengambilan data dilakukan secara sensus sebanyak 43 petani pembesaran ikan gurame. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Faktor produksi yang di teliti adalah luas kolam, benih, pakan daun sente, pakan pellet, obat cair, obat bubuk dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rata-rata sebesar Rp.62.818.604,65 dan biaya produksi rata-rata sebesar Rp.45.487.474,61, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp. 17.331.130,04. Hasil penelitian menyimpulkan jumlah produksi ikan gurame di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dipengaruhi oleh luas kolam, benih dan pakan daun sente dan penggunaan faktor produksi dalam budidaya ikan gurame di Kecamatan Kembaran belum efisien. | Kembaran district is one of the carp cultivation center in Banyumas region. Enlargement Farmers of carp in Kembaran districts generally have not noticed the use of factors of production. The aim of this study is to determine the amount of costs and income which earned by carp farmers in Kembaran district, the effect of using production factors in carp enlargement farming, and the efficiency of utilization of production factors in carp enlargement farming. A method use in this research is a survey. Collection of samples conducted in sensus from 43 gouramy farming cultivation. Data analysis use in this research in analysis of costs and revenues, the analysis of Cobb-Douglas production funtion and analysis of the efficiency of using production factors. The production factors that will be analyzed are the pool suze, seeds, sente leaves feed, pellet feed, liquid medicine, drug powder and labor. The results showed that the average revenues is Rp. 62.818.604,65 and the average cost of production amounted to Rp. 45.487.474,61 so the profit received is Rp. 17.331.130,04. The result of this research has concluded that the number of carp production in Kembaran district of Banyumas region is affected by the size of the pool, seeds and sente leaves feed yet the use of production factors in gouramy cultivation is not efficient. | |
| 10128 | 9851 | B1J010141 | HUBUNGAN ANTARA TUMBUHAN RIPARIAN DENGAN MATERIAL TERSUSPENSI DAN TERLARUT (TSS DAN TDS) SERTA STRUKTUR KOMUNITAS MAKROBENTHOS DI SUNGAI BANJARAN BANYUMAS,JAWA TENGAH | Daerah riparian adalah daerah transisi antara ekosistem darat dan sungai, berperan sebagai penyambung dan penyeimbang ekosistem darat dan sungai dalam mengontrol masukan TSS (Total Suspended Solids) dan TDS (Total Dissolved Solids) ke sungai. Tumbuhan riparian berperan dalam menghalangi curah hujan yang jatuh langsung ke permukaan tanah, menghambat aliran air permukaan, meningkatkan penyerapan air permukaan dan dapat menstabilkan ekosistem perairan sungai. TSS adalah material tersuspensi yang dapat berupa bahan organik sebagai sumber energi yang dapat langsung digunakan oleh makrobenthos. TSS juga dapat berupa lumpur yang akan merubah komposisi substrat dasar sungai sebagai habitat makrobenthos. Kandungan TDS dapat berupa nutrien perairan yang dapat dimanfaatkan oleh produser primer perairan seperti fitoplankton dan alga. Makrobenthos adalah organisme konsumer tingkat pertama atau kedua dalam rantai makanan. Tumbuhan riparian di sepanjang Sungai Banjaran sangat beragam, didominasi oleh tumbuhan bawah seperti rerumputan (Cyperaceae), Cocos nucifera L., Musa acuminate, Bambussa spp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kandungan TSS dan TDS serta struktur komunitas makrobenthos pada persentase tutupan riparian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survey dan teknik stratified random sampling. Data dianalisa dengan ANOVA dan hubungan antara persentase tutupan riparian dengan kandungan TSS, TDS dan komunitas makrobenthos dianalisa dengan PCA (Principal Component Analysis). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan persentase tutupan riparian diikuti dengan penurunan kandungan TSS sebesar 19,43 % dan TDS sebesar 8,45 %. Selain itu temperatur air menurun hingga 20,48 % dan kandungan BOD menurun hingga 29,15 %. Begitu pula dengan penurunan jumlah spesies hingga 6,12 % dan kelimpahan individu makrobenthos hingga 31,08 %. Hasil PCA menggambarkan jumlah spesies dan kelimpahan individu makrobenthos lebih dipengaruhi oleh kandungan TSS dan TDS dibandingkan dengan persentase tutupan riparian di Sungai Banjaran. | Riparian areas are transitional areas between terrestrial and river ecosystems. Riparian roles as a connector and balancer between terrestrial and river ecosystem, by controlling of TSS and TDS input into the river. These roles run by blocking the precipitation, inhibiting the flow of run-off, increasing of soil water absorption and stabilizing the river ecosystem. TSS is a suspended organic materials as a source nutrient for macro benthic organisms. Beside the organic matter, TSS also consist silt that will change the composition of substrates. TDS contains nutrient that can be consumpted by primary producers such as phytoplankton and algae. Macro benthic organisms are first and second consumer in food web. Riparian plants are diverse along the Banjaran River, it dominated by Grasses (Cyperaceae), Cocos nucifera L., Musa acuminate, Bambussa spp. The purpose of this research is to examine TSS (Total Suspended Solids), TDS (Total Dissolved Solids), community structure of macro benthic organisms in areas with different percentage cover of riparian. Survey and stratified random sampling were applied in this research. Data were analyzed by ANOVA and correlations between them was analyzed by PCA. The result proved that the increasing of percentage cover of riparian was followed by the decreasing of TSS, TDS, temperature and BOD up to, 19,43 %, 8,45 %, 20,48 %, 29,15 % respectively. The number of species and the abundance of macro benthic were also decreased up to 6,12%, 31,08 % respectively. PCA demonstrated that the number of species and the abundance of macro benthic were more affected by the content of TSS and TDS rather than percentage of riparian cover in Banjaran River. | |
| 10129 | 9915 | A1L010178 | KAJIAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BUAH-BUAHAN PADA LAHAN PEKARANGAN DI TIGA DESA YANG BERBATASAN DENGAN KAWASAN WISATA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keanekaragaman jenis tanaman buah-buahan yang dibudidayakan di lahan pekarangan (2) mengetahui kendala yang dijumpai dalam membudidayakan tanaman buah-buahan di lahan pekarangan, dan (3) mengetahui persepsi pemilik lahan pekarangan tentang manfaat lahan yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik sampling yang digunakan ialah clustered purposive sampling. Variabel yang diamati meliputi jenis dan jumlah tanaman yang dibudidayakan di lahan perkarangan, produktivitas tanaman buah-buahan yang ada di pekarangan, aspek budidaya tanaman buah-buahan, dan kendala yang dijumpai dalam memanfaatkan lahan perkarangan. Hasil menunjukkan bahwa jenis tanaman buah-buahan di Kecamatan Baturraden setiap wilayahnya di pekarangan rumah responden, antara lain: pisang, mangga, nangka, jambu biji, jambu air, belimbing, alpukat, nanas, sawo, durian, rambutan, jeruk, papaya, srikaya, delima, duku, kelengkeng, dan sirsak. Kendala yang dijumpai, antara lain: pengetahuan responden tentang budidaya tanaman buah-buahan, dan jaminan pasar untuk produksi buah-buahan responden belum baik, serta persepsi pemilik lahan yang memanfaatkan hasil pekarangan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri saja. | This research was aimed: (1) to know the diversity of species fruiterer plant cultivated in land yard (2) to know the obstacle be found in domesticating plant fruits in land yard , and (3) to know perception land owner yard on the benefit land stations. Research methods used is a method of surveying with sampling techniques used: clustered purposive sampling. Variable observed covering the kind and number plant cultivated in land yard, the aspect of the cultivation of plants fruits, productivity plant fruit of the land yard, and obstacles encountered in exploiting land yard. The results show that the type of plant fruits in district Baturraden of each area in the land yard house respondents, include: bananas, mangoes, jackfruits, guavas, jamboos, star fruit, avocado, pineapple, sapodilla fruit, rambutan, durian, oranges, papaya, custard apples, pomegranates, lanzone, longan, and soursop. Obstacles encountered, among others: knowledge of respondents about the cultivation of fruits, and a guaranteed market for the production of fruits of the respondents have not been good, as well as the perception of landholders who utilize the results of the yard for the fulfillment of its own needs only. | |
| 10130 | 10879 | H1B010054 | MODEL PENYEBARAN DAN PENGENDALIAN FLU BURUNG | Flu burung merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus H5N1 dan bersifat zoonosis (jenis penyakit yang bisa menulari manusia). Pencegahan penyebaran penyakit flu burung dapat dilakukan dengan mengisolasi ayam yang positif terinfeksi. Dinamika penyebaran penyakit flu burung dapat dikonstruksikan dalam bentuk model matematika. Karakteristik dari model dapat dipelajari darititikkesetimbangan danangkarasio reproduksidasar. Terdapat dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik, dimana keduanya bersifat stabil asimtotis. Angka reproduksi dasar dapat digunakan untuk mengetahui suatu kemungkinan terjadinya epidemic penyakit dalam suatu populasi pada masa mendatang. Berdasarkan model, angka reproduksi dasar dipengaruhi beberapa faktor, seperti tingkat interaksi ayam rentan dengan ayam terinfeksi, tingkat perlakuan isolasi, tingkat kelahiran ayam, tingkat konsumsi daging ayam, tingkat kematian alami ayam, dan tingkat kematian ayam terinfeksi. Hasil analisis angka reproduksi dasar didapatkan proporsi perlakuan isolasi yang tepat adalah q> 0,61 untuk meminimalisasikan terjadinya endemik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa apabila ingin memaksimumkan jumlah ayam rentan dan manusia rentan, maka perlu perlakuan isolasi yang tepat pada ayam terinfeksi. | Avian influenza is an infectious disease caused by H5N1 virus and it is zoonoses (diseases that can infect humans). Prevention of avian influenza outbreaks can be done by isolating positive infectious chickens. Avian influenza outbreaks can be represented in the mathematical model. The dynamic of the model can be explained by equilibrium points and basic reproduction number. The equilibrium points are disease-free equilibrium and endemic equilibrium point, where both of them are asymptotically stable. Basic reproduction numbers can be used to know the possibility of epidemic disease on a population in the future. Based on the model, the basic reproduction numbers can be affected by several factors, such as the level of interaction susceptible chickens with chicken infected, treatment-level isolation, chicken birth rate, the level of consumption of chicken, chicken natural mortality rates, and mortality of infected chickens. The results of basic reproduction number’s analysis be obtained a proper proportion isolation treatment, that is q > 0,61 to minimize the occurrence of endemic. Therefore, we have conclude that if you want to maximize the number of chickens and humans susceptible, it needs proper isolation treatment in infected chickens. | |
| 10131 | 10881 | H1D008063 | ANALISIS DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KLAWING DENGAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTESIS (HSS) ITB (Studi Kasus Bendung Slinga) | Sungai Klawing merupakan salah satu sungai di Kabupaten Purbalingga yang sering terjdi banjir pada musim penghujan, sehingga diperlukannya analisis debit banjir pada DAS Klawing. Metode hidrograf satuan sintetis adalah metode yang sangat populer digunakan dan memainkan peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumberdaya air khususnya dalam analisis debit banjir DAS . Oleh karena itu, metode ini berguna untuk mensimulasikan aliran dari DAS tidak terukur dan daerah DAS yang tidak terukur. Metode ini sangat sederhana, karena hanya membutuhkan data data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa kasus dapat juga mencakup karakteristik lahan. Perhitungan debit banjir merupakan hasil dari perhitungan hujan efektif menggunakan metode SCS dan analisis frekuensi. Debit banjir menggunakan metode analisis frekuensi memiliki debit puncak yang bervariasi sesuai kala ulang yang direncanakan, dan dipergunakan untuk suatu perencanaan yang ekonomis. Metode analisis frekuensi pada penelitian ini berdasarkan data hujan harian 10 tahun terakhir (2004-2013). Hasil dari penelitian ini adalah HSS ITB dengan time lag metode Snyder/Standar lebih cocok digunakan pada daerah aliran sungai Dari hasil analisis perhitungan debit banjir rencana menggunakan Hidrograf satuan sintetis (HSS) ITB-1 diperoleh debit puncak sebesar 9,384 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam sedangkan untuk ITB-2 diperoleh debit puncak sebesar 11,786 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam. Kata kunci: Klawing, debit banjir, Hidrograf Satuan Sintetis, HSS ITB-1, HSS ITB-2, daerah aliran sungai. ABSTRAK Sungai Klawing merupakan salah satu sungai di Kabupaten Purbalingga yang sering terjdi banjir pada musim penghujan, sehingga diperlukannya analisis debit banjir pada DAS Klawing. Metode hidrograf satuan sintetis adalah metode yang sangat populer digunakan dan memainkan peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumberdaya air khususnya dalam analisis debit banjir DAS . Oleh karena itu, metode ini berguna untuk mensimulasikan aliran dari DAS tidak terukur dan daerah DAS yang tidak terukur. Metode ini sangat sederhana, karena hanya membutuhkan data data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa kasus dapat juga mencakup karakteristik lahan. Perhitungan debit banjir merupakan hasil dari perhitungan hujan efektif menggunakan metode SCS dan analisis frekuensi. Debit banjir menggunakan metode analisis frekuensi memiliki debit puncak yang bervariasi sesuai kala ulang yang direncanakan, dan dipergunakan untuk suatu perencanaan yang ekonomis. Metode analisis frekuensi pada penelitian ini berdasarkan data hujan harian 10 tahun terakhir (2004-2013). Hasil dari penelitian ini adalah HSS ITB dengan time lag metode Snyder/Standar lebih cocok digunakan pada daerah aliran sungai Dari hasil analisis perhitungan debit banjir rencana menggunakan Hidrograf satuan sintetis (HSS) ITB-1 diperoleh debit puncak sebesar 9,384 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam sedangkan untuk ITB-2 diperoleh debit puncak sebesar 11,786 m³/s dengan time lag sebesar 8,5 jam. Kata kunci: Klawing, debit banjir, Hidrograf Satuan Sintetis, HSS ITB-1, HSS ITB-2, daerah aliran sungai. | Klawing river is a river in purbalingga flood often occur in the rainy season. So, it is necessary to analyze the flood discharge. Synthetic unit hydrograph methods are popular and play an important role in many water resources design especially in the analysis of flood discharge of ungagged watersheds. These methods are simple, requiring only watershed characteristics such as area and river length and in some cases it may also include land use characteristics. Therefore, these methods serve as useful tools to stimulate runoff from ungagged watersheds and watersheds undergoing land use change. The calculation of flood discharge is the result of the calculation of effective rainfall using SCS method and frequency analysis. This method is very simple because it only requires characteristics of the watershed. Flood discharge using frequency analysis has peak discharge that varies according to the planned return period and used for an economic planning. Frequency analysis method in this analysis is based on daily rainfall data last 10 years ago (2004-2013) . The result of this study are HSS ITB with a time lag Snyder is more suitable for use in the watershed of the results of the analysis of flood discharge plan obtained using synthetic unit hydrograph peak discharge of 9,384 m³/s with time lag of 8,5 hours, while for ITB-2 obtained peak discharge of 11,786 m³/s with a time lag of 8 hours. Keywords : Klawing, Flood hidrograf, Synthetic Unit Hydrograph (SUH), ITB-1 SUH and ITB-2 SUH, flood hidrograf,watershed. | |
| 10132 | 10882 | G1G010027 | PENGARUH COENZYME Q10 DAN SELENIUM TERHADAP KADAR MATRIX METALLOPROTEINASE-9 TIKUS MODEL (Rattus norvegicus galur Sprague dawley) POST OVARIEKTOMI DENGAN PERIODONTITIS | Pada perempuan menopause terjadi penurunan kadar estrogen yang menyebabkan meningkatnya risiko periodontitis. Kadar matrix metalloproteinase-9 lebih tinggi pada kondisi periodontitis. Konsumsi dari antioksidan seperti coenzyme q10 dan selenium dapat mengurangi kedalaman poket periodontal dan memperbaiki penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coenzyme q10 dan selenium terhadap kadar matrix metalloproteinase-9 tikus model (Rattus norvegicus galur Sprague dawley) post ovariektomi dengan periodontitis. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan penelitian pretest-posttest control group design. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 28 ekor tikus dan diperiksa kadar matrix metalloproteinase-9 yang terdapat pada gingival crevicular fluid dan pengukuran kadar matrix metalloproteinase-9 menggunakan ELISA Reader. Terdapat penurunan kadar matrix metalloproteinase-9 pada setiap kelompok dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan nilai p < 0,05. Uji beda menggunakan Kruskal-Wallis diperoleh hasil p = 0,033 menunjukkan terdapat perbedaan bermakna setidaknya pada dua kelompok (p < 0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna terdapat pada kelompok kontrol-coenzyme q10, kontrol-selenium, dan kontrol-kombinasi. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh coenzyme q10, selenium, dan kombinasi coenzyme q10 dan selenium terhadap penurunan kadar matrix metalloproteinase-9 dan penurunan terbesar pada kelompok kombinasi coenzyme q10 dan selenium. | In postmenopausal woman, there was a decreased level of estrogen which caused the increasing of periodontitis risk. The level of matrix metalloproteinase-9 was higher in periodontitis condition. Consumption of antioxidants such as coenzyme q10 and selenium could reduce periodontal pocket depth and repair the periodontal disease. The aims of the study was to determine the effect of coenzyme q10 and selenium to matrix metalloproteinase-9 level in rat model (Rattus norvegicus galur Sprague dawley) post ovariectomy with periodontitis. This research was true experimental that used pretest-posttest control group design. The study carried out on total 28 rats as samples which has been examined matrix metalloproteinase-9 level from gingival crevicular fluid and measurement of matrix metalloproteinase-9 level used ELISA Reader. Matrix metalloproteinase-9 level decreased in each group with Wilcoxon result showed significant differences with p value < 0,05. The different test using Kruskal-Wallis resulted value p = 0,033 that showed significant differences of two group (p < 0,05). The Mann-Whitney test showed that there was a significant different in control-coenzyme q10, control-selenium, and control-combination group. The conclusion of this research there was the effect of coenzyme q10, selenium, and combination coenzyme q10 and selenium to decrease matrix metalloproteinase level and the biggest drop in combination coenzyme q10 and selenium group. | |
| 10133 | 9916 | A1C010075 | Kajian Aspek Finansial Usahatani Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga | Kecamatan Padamara merupakan salah satu daerah sentra penghasil ikan nila di Kabupaten Purbalingga, namun sebagian besar petani ikan di Kecamatan Padamara hanya menjadikan usaha pembesaran ikan nila sebagai usaha sampingan sehingga tidak terlalu fokus dalam upaya pengembangannya. Sebagian besar petani ikan nila belum mengetahui apakah secara finansial usaha pembesaran ikan nila yang dijalankan sudah menguntungkan atau belum dan berapa tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui gambaran umum usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara, 2) Mengetahui biaya dan pendapatan usaha pembesaran ikan nila, 3) Mengetahui titik impas pada usaha pembesaran ikan nila, 4) Mengetahui tingkat efisiensi usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara. Penelitian dilaksanakan di Desa Gemuruh dan Desa Purbayasa Kecamatan Padamara pada bulan Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan jumlah responden sebanyak 23 petani pembesaran ikan nila yang diperoleh dari metode Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis Break Even Point, dan analisis rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang dibudidayakan sebagaian besar adalah jenis nila gift. Benih yang digunakan adalah benih ukuran 7-9 cm dengan lama produksi 5 bulan. Kegiatan pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara meliputi: persiapan kolam, penebaran benih, pemeliharaan, dan pemanenan. Persiapan kolam meliputi: pengurasan kolam, perbaikan kolam, pengeringan kolam, pengapuran, pemupukan dan pengisian air kolam. Hasil panen ikan pada umumnya dijual ke tengkulak di daerah Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan kajian finansial, dapat dikatakan bahwa usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padamara sudah menguntungkan dan sudah dijalankan secara efisien. Hal ini dilihat dari rata-rata pendapatan satu kali proses produksi (5 bulan) dengan luas kolam 193,87 m² sebesar Rp1.430.138,48. Jumlah rata-rata produksi yaitu 382,74 kg dan rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp6.159.802,25 berada di atas nilai BEP sebesar 75,77 kg dan penerimaan pada saat BEP sebesar Rp997.787,21. Nilai R/C lebih dari satu yaitu 1,30 serta rentabilitas 30,24 persen lebih besar dari 0. | Padamara Subdistrict is one of the central areas of tilapia producers in Purbalingga, but most of the fish farmers in Padamara just make this business as a sideline so they do not focus in its fish farming development efforts. In general, it is because of the lack of knowledge about how much this business is profitable financially. This study aims to: 1) Determine the general picture of tilapia rearing business in the District Padamara, 2) Knowing the costs and revenues of tilapia rearing, 3) determine the breakeven point on tilapia rearing efforts, 4) determine the level of tilapia rearing business efficiency in Padamara Subdistrict. The experiment was conducted in Gemuruh Village and Purbayasa Village in Padamara District in May 2014. The method used is survey to respondents with a total of 23 farmers rearing tilapia obtained from simple random sampling method. The analytical method used is descriptive analysis, analysis of costs and revenues, the analysis of R/C, Break Even Point analysis, and profitability analysis. The results showed that tilapia business in the District mostly for tilapia gift species. The seeds used were 7-9 cm sized seed with 5 months production time. Tilapia rearing activities in the District Padamara include: pond preparation, stocking, maintenance, and harvesting. Pool preparation include: draining pool, pool repair, liming, fertilizing and water filling the pool. Fish yields are generally sold to middlemen in Purbalingga area. Based on a financial review, it can be said that the tilapia rearing business in District Padamara already profitable and has been run efficiently. It is seen from the average income of the production process (5 months) with an area of 193,87 m² for Rp1.430.138,48. The average number of production is 382,74 kg and the average revenue from operations is Rp6.159.802,25. It is above the BEP value of 75,77 kg and revenues at the time is Rp997.787,21 BEP. Value R/C is bigger than 1 (one), which is 1,30 and the rentability is 30,24 percent, which is greater than 0 (null). | |
| 10134 | 9917 | A1C010047 | HUBUNGAN PATRON KLIEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PINJAMAN PENGRAJIN GULA KELAPA TERHADAP PEDAGANG PENGUMPUL DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Gula kelapa merupakan agroindustri yang banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kehidupan perekonomian pengrajin gula kelapa pada umumnya terjerat sistem ijon dengan pedagang pengumpul yang mengakibatkan terjadinya hubungan ketergantungan yang pada akhirnya berubah menjadi hubungan patron klien. Hubungan patron klien ini dikarenakan pengrajin gula kelapa terikat pinjaman dengan pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pola hubungan antara pengrajin gula kelapa dengan pedagang pengumpul, dan 2) Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap besarnya pinjaman pengrajin terhadap pedagang pengumpul. Metode penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian dilaksanakan di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Responden yang diambil sebanyak 25 orang pengrajin gula kelapa. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 1) hubungan patron klien antara pengrajin gula kelapa dengan pedagang pengumpul terbina sejak awal dan sudah terjalin lama yang cenderung bersifat ekonomi. 2) Jumlah pinjaman pengrajin gula kelapa kepada pedagang pengumpul dipengaruhi oleh volume penjualan, harga gula kelapa dan pengalaman jual. | Coconut sugar agroindustry is mostly done by some people in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The maker of coconut sugar in general economic conditions bound in ijon system with wholesaler which resulted in a dependency relations that turned into a patron client relations. That patron client relations is because the maker of coconut sugar was loans tied to wholesaler. The research aims to 1) know relationship between the maker of coconut sugar and wholesaler, and 2) know factors which influence the amount of loans coconut sugar maker from wholesaler. The study uses purposive methods. The method of study analysis used linier regression methods and decriptive methods. The research was conducted in Susukan village. The result of research showed that 1) the relation of patron client between the maker of coconut sugar and wholesaler generally was strong and took for a long time. 2) the amount of loans coconut sugar maker to wholesaler influenced by sales volume, price of coconut sugar and experience selling. | |
| 10135 | 11171 | G1A011039 | Hubungan Durasi Pemberian ASI dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-11 Bulan di Puskesmas Baturaden I | Latar Belakang. Makanan utama yang diberikan pada bayi pada awal kehidupan adalah Air Susu Ibu (ASI). Bayi yang diberi ASI dapat membantu mekanisme pertahanan terhadap penyakit karena mengandung zat antibodi dan mampu menunjang pertumbuhan. Cakupan pemberian ASI di Kabupaten Banyumas tahun 2013 sebesar 55,8%. Bayi yang tidak mendapatkan ASI lebih memungkinkan untuk terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang bayi adalah diare. Kejadian diare di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan di tahun 2013 menjadi 30,95%. Tujuan. Mengetahui hubungan durasi pemberian ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Baturaden I. Metode. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah 42 ibu yang memiliki bayi yang berusia 6-11 bulan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden penelitian ini mengisi kuesioner yang termasuk lembar informed consent di dalamnya. Uji korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan durasi pemberian ASI dengan kejadian diare. Hasil. Terdapat hubungan yang signifikan durasi pemberian ASI dengan kejadian diare di Puskesmas Baturaden I (p=0,008) dengan (r=-0,407). Kesimpulan. Durasi pemberian ASI berhubungan dengan kejadian diare pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Baturaden I. Kata kunci : Durasi Pemberian ASI, Kejadian Diare, ASI | Background. The main food that given to infants in early life is breastmilk (ASI). Breastfeedingenhances a defense mechanism against disease because it contains antibodies and able to support the growth. Coverage of breastfeeding in Banyumas in 2013 approached to 55.8%. Babies who are not breastfed are more likely infected. One of the disease that often affect infants is diarrhea. The incidence of diarrhea in Banyumas increased in 2013 to 30,95%. Purpose. Determine the association between duration of breastfeeding with the incidence of diarrhea in 6-11 month old babies in Baturaden I Public Health Center. Method. This is a crosss sectional study. The respondents of this study were 42 mothers with babies aged 6-11 month who have fullfil the inclusion and exclusion criteria. The respondent fill the form including informed consent form. Spearman correlation test was used to determine the duration of breastfeeding relationship with the incidence of diarrhea. Results. There is a significant association between duration of breastfeeding with incidence of diarrhea in Baturaden I Public Health Center (p=0,008) with (r=-0,407). Conclusion. Duration of breastfeeding has an association with incidence of diarrhea in 6-11 month old babies in Baturaden I Public Health Center. Keywords: Duration of breastfeeding, Diarrhea, Breastfeeding | |
| 10136 | 9918 | C1K009015 | FACTORS AFFECTING ATTITUDE TOWARD ADVERTISING ON SOCIAL MEDIA (Perception of Young Consumer in Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek entertainment, informativeness, irritation, serta credibility terhadap advertising value dan attitude toward advertising on social media, untuk menganalisis efek dari advertising value, emotional feelings, serta advertisement content terhadap attitude toward advertising on social media. Pada akhirnya akan menganalisis pengaruh attitude toward advertising on social media pada purchase intention. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna media sosial di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 230 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equaltion Modelling (SEM). Mengacu pada hasil analisis SEM, dapat disimpulkan bahwa entertainment, informativeness, serta credibility berpengaruh positif terhadap advertising value dan attitude toward advertising sementara irritation berpengaruh negatif; advertising value, emotional feelings serta advertisement content berpengaruh positif terhadap attitude toward advertising dan attitude toward advertising berpengaruh positif terhadap purchase intention. | The purposes of research were to analyze the effects of entertainment, informativeness, irritation, as well as credibility on advertising value and attitude toward advertising on social media, to analyze the effects of advertising value, emotional feelings, as well as advertisement content on attitude toward advertising on social media. In the end, to analyze the effects of attitude toward advertising on purchase intention. Type of this research was a survey method. Population of this research was user of social media in Purwokerto. This research used 230 respondents. Sampling technique used was convenience sampling. The technique of data analysis used was Structural Equaltion Modelling (SEM) analysis. Refers to the result of SEM analysis, it can be concluded that entertainment, informativeness, as well as credibility have positive effect on advertising value and attitude toward advertising while irritation has negative effect; advertising value, emotional feelings as well as advertisement content have positive effect on attitude toward advertising and so attitude toward advertising has positive effect on purchase intention. | |
| 10137 | 10802 | F1B009022 | ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL DI BAWAH SATU ATAP (SAMSAT) PURWOKERTO | Tulisan ini mendiskusikan tentang organisasi publik yang bertugas melayani masyarakat dalam pembayaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), Penerbitan dan Perpanjangan STNK, SWDKLLJ, dan Mutasi.Sebagai organisasi publik kantor SAMSAT dapat memberikan kualitas layanan yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Kantor Bersama SAMSAT Purwokertoyang berlandaskan pada KepMen PAN No. 25 Tahun 2004. Sasaran penelitiannya adalah pengguna layanan di Kantor SAMSAT Purwokerto, responden terpilih 150 orang berdasarkan KepMenPAN No. 25 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, metode analisis menggunakan tabel frekuensi bertujuan untuk menghitung hasil dari masing-masing unsur berkaitan dengan kualitas pelayanan Kantor SAMSAT Purwokerto.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Indeks Kepuasan Masyarakat(IKM) pengguna layanan di Kantor Bersama SAMSAT Purwokerto adalah Baik yang menunjukan nilai konversi yang menghasilkan nilai sebesar 65,25 yaitu berada diantara 62,51-81,25 yang berarti bahwa kinerja pelayanan pada Kantor Bersama SAMSAT Purwokerto adalah B atau“Baik”, namun ada beberapa yang perlu ditingkatkan, diantaranya: 1) Keadilan mendapatkan pelayanan, diperlukan adanya sidak terhadap praktek diskriminasi dalam memberikan pelaynan. 2) Kesopanan dan keramahan petugas, diperlukan perbaikan sikap dari para petugas pemberi layanan. 3) Kepastian jadwal pelayanan, perlu adanya perbaikan berkaitan dengan kepastian waktu pelayanan (buka dan tutup). 4) Kewajaran biaya pelayanan, diperlukan pengawasan yang lebih baik berkaitan dengan biaya pelayanan. 5) kepastian biaya pelayanan, adanya reward buat pegawai yang berprestasi. Kata Kunci: Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Pelayanan Publik, Kepuasan Masyarakat. | This paper discusses the public organization prayers one that duty service society Payment hearts PKB, BBNKB, Mutation And Others. As a public organizations that SAMSAT should can provide quality services with what posted expected community,in the end will give you satisfaction that will increase their loyalty to SAMSAT an organization and public as the all services give.The purpose of research is to analyze and describe the satisfaction level of service community call centers on the minister of public agency decision Number 25/2004.Initial research using survey research from with descriptive quantitative approach.Results concluded that the Community Satisfaction Index.Service users in call centers is good all the indicates conversion value amounting to 65.25. 62.51 to 81.25 That is among which means that the boarding costs services Office together SAMSAT is B or " Good ", but there are some that should be improved, including: 1) Justice ministry gain, 2) Courtesy and friendliness officer, 3) Assurance services schedule, 4) Fairness includes the cost of service, 5) Certainty cover costs services. Keywords:Public Satisfaction, Public Satisfaction Index, Public Service | |
| 10138 | 9919 | A1C010077 | Analisis Saluran dan Marjin Pemasaran Komoditas Kelapa (Cocos nucivera L) di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen | Kecamatan Petanahan merupakan salah satu daerah sentra penghasil kelapa di Kabupaten Kebumen, pemasaran hasil produksi kelapa sebagian besar melalui beberapa lembaga pemasaran, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan harga di tingkat petani produsen kelapa dan tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengetahui saluran pemasaran komoditas kelapa di Kecamatan Petanahan, (2)Mengetahui lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran komoditas kelapa dan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan, (3)Menganalisis besarnya marjin pemasaran komoditas kelapa pada setiap saluran pemasaran, (4)Menganalisis besarnya biaya dan keuntungan pemasaran pada setiap saluran pemasaran, (5)Menganalisis besarnya farmer’s share pada setiap saluran pemasaran, (6)Menganalisis efisiensi pemasaran komoditas kelapa di Kecamatan Petanahan berdasarkan nilai rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen dengan metode survei. Rancangan pengambilan sampel yang digunakan yaitu two stage cluster sampling untuk sampel petani dan snowball sampling untuk sampel pedagang sehingga diperoleh sebanyak 34 petani dan 16 pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, analisis biaya dan keuntungan, farmer’s share serta rasio keuntungan dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Terdapat 5 saluran pemasaran kelapa di Kecamatan Petanahan. (2)Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran kelapa di Kecamatan Petanahan yaitu petani, pedagang pengumpul, agen penjualan, pedagang besar, dan pedagang pengecer, sedangkan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan adalah fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi penyediaan fasilitas. (3)Marjin pemasaran kelapa terkecil terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp450,00 per butir dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp812,50 per butir. (4)Total biaya pemasaran kelapa terkecil terdapat pada saluran 4 yaitu sebesar Rp317,00 per butir dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp478,00 per butir. Total keuntungan terkecil terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp119,00 dan terbesar terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar Rp334,00 per butir. (5)Farmer’s share kelapa terbesar terdapat pada saluran 2 yaitu sebesar 100 persen dan terkecil terdapat pada saluran 5 yaitu sebesar 66,32 persen (6)Terdapat 2 saluran yang belum efisien yaitu saluran 3 dan 4, dengan nilai rasio keuntungan terhadap biaya yang bervariasi antar lembaga pemasaran. | Petanahan District is one of coconut central producer area in Kebumen Regency, most of the marketing of coconut production doing through some marketing agencies, causing the price difference at coconut farmer’s level and consumer’s level. This research was aimed to: (1) Know the marketing channel of coconut commodity in Petanahan District, (2) Know the agencies which is involved in coconut commodity’s marketing and their function, (3) Analyze the amount of marketing margin of coconut commodity on each marketing channel, (4) Analyze the amount of cost and profit of marketing on each marketing channel, (5) Analyze the amount of farmer’s share on each marketing channel, (6) Analyze the marketing efficiency of coconut commodity in Petanahan District based on the value of the ratio of profit and marketing cost. Research was conducted in Petanahan District, Kebumen Regency using survey method. Sampling that used is two stage cluster sampling for farmer as sample and snowball sampling for seller as sample, obtained 34 farmers and 16 sellers. Data analysis method that used is descriptive analysis, marketing margin, cost and profit analysis, farmer’s share also ratio of profit and cost. Research results showed that: (1) There are 5 coconut marketing channels in Petanahan District. (2) Marketing agencies that involved in coconut marketing in Petanahan District are farmers, traders, sales agents, wholesalers, and retailers, while their marketing functions are exchange function, physical function, and function of providing facilities. (3) The least coconut marketing margin is on channel 1 as much as Rp450,00 per item and the greatest is on channel 5 as much as Rp812,50 per item. (4) The least total cost of coconut marketing is on channel 4 that is Rp317,00 per item and the greatest is on channel 5 that is Rp478,00 per item. The least total marketing profit is on channel 1 as much as Rp119,00 per item and the greatest is on channel 5 as much as Rp334,00 per item. (5) The greatest coconut farmer’s share is on channel 2 as much as 100 percent and the least is on channel 5 as much as 66,32 percent. (6) There is 2 channel which have not yet efficient that are channel 3 and 4, with the varied value of cost and profit ratio among marketing agencies. | |
| 10139 | 9739 | A1L010265 | PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH CAIR IKAN DIKOMBINASIKAN DENGAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis terhadap pemberian pupuk limbah cair ikan, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis terhadap pemberian pupuk nitrogen, mengetahui interaksi pemberian pupuk limbah cair ikan dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dan mengetahui takaran pupuk limbah cair ikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan peningkatan hasil tanaman jagung manis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama terdiri atas 4 aras takaran pupuk limbah cair ikan yaitu L0 (0 mL/polybag), L1 (150 mL/polybag + 0,89 g P2O5/polybag), L2 (300 mL/polybag + 0,71 g P2O5/polybag), dan L3 (450 mL/polybag + 0,53 g P2O5/polybag). Faktor kedua terdiri atas 3 aras takaran pupuk urea yaitu U0 (0 g N/polybag), U1 (0,68 g N/polybag), dan U2 (0,87 g N/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk limbah cair ikan pada takaran 450 mL/polybag (L3) paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan bobot basah tongkol jagung manis yaitu sebesar 182,11 cm dan 108,56 g/tanaman. Pemberian pupuk urea pada takaran 0,68 g N/polybag (U1) paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman yaitu sebesar 183,29 cm dan takaran 0,87 g N/polybag (U2) terhadap bobot basah tongkol jagung yaitu sebesar 134,23 g/tanaman. Kombinasi L2U1 dan L3U1 paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman yaitu mencapai 192,17 cm, sedang kombinasi L2U2 paling berpengaruh terhadap bobot basah tongkol jagung manis yaitu sebesar 144,12 g/tanaman. Pupuk limbah cair ikan pada takaran 300 mL/polybag (L2) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, sehingga diharapkan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk urea. | The purpose of this research is to determine the response of growth and yield of sweet corn on liquid waste of fish fertilizers application, determine the response of growth and yield of sweet corn on nitrogen fertilizer application, determine the ineteractions between of nitrogen fertilizer application and liquid waste of fish fertilizers on growth and yield of sweet corn, and determine the best dosage of liquid waste of fish fertilizers on growth and increasing yield of sweet corn. The research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisted of two factors. The first factor consisted of four levels of dosage liquid waste of fish fertilizers, which were L0 (0 mL/polybag), L1 (150 mL/polybag + 0.89 g P2O5/polybag), L2 (300 mL/polybag + 0.71 g P2O5/polybag), and L3 (450 mL/polybag + 0.53 g P2O5/polybag). The second factor consisted of three levels of dosage urea fertilizer, which were U0 (0 g N/polybag), U1 (0.68 g N/polybag), and U2 (0.87 g N/polybag). The results showed that application of liquid waste of fish fertilizers by dosage 450 mL/polybag (L3) the most influential for the plant lenght and the fresh weight of cob sweet corn namely 182.11 cm and 108.56 g/plant. The application of urea fertilizer by dosage 0.68 g N/polybag (U1) the most influential for the plant lenght namely 183.29 cm and dosage 0.87 g N/polybag (U2) for the fresh weight of cob sweet corn namely 134.23 g/plant. Combination treatment L3U1 and L2U1 are the most influential for the plant length of sweet corn is namely 192.17 cm, while combination treatment L2U2 is the most influential for the fresh weight of cob sweet corn namely 144.12 g/plant. The liquid waste of fish by dosage 300 mL/polybag (L2) extend the best influential for the growth and yield of sweet corn, with the result that excepted to reduce the use of urea fertilizer. | |
| 10140 | 9827 | A1L010076 | SEBARAN UNSUR HARA KALIUM PADA LAHAN SAWAH DI WILAYAH KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP | Kajian ini bertujuan mengetahui besarnya kandungan unsur hara kalium pada lahan sawah di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap dan memetakan sebaran hara kalium pada lahan sawah dengan skala 1 : 50.000 di wilayah Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Penentuan titik sampel dilakukan dengan membuat Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan menumpangsusunkan (Overlay) Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Penggunaan Lahan dan Peta Curah Hujan. Penelitian dilakukan di tujuh desa di wilayah Kecamatan Kroya dari November 2013 – Maret 2014. Kandungan unsur hara kalium pada tanah diukur dengan cara mengambil sampel tanah sebanyak 22 titik sampel pengamatan yang tersebar dari Utara ke Selatan dan kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui kadar hara K. Hasil penelitian menunjukan kandungan kalium (K) total tertinggi terdapat pada Satuan Lahan Homogen (SLH) Ae0 dengan nilai 0,0551095 %. Kandungan kalium (K) total terendah terdapat pada Satuan Lahan Homogen (SLH) Ac0 dengan nilai 0,0172836 %. Untuk kandungan kalium (K) tersedia, kadar K tersedia tertinggi pada Satuan Lahan Homgen (SLH) Ae0 dengan nilai rata-rata 0,77288874 me%. Terendah pada Bd0 sebesar 0,12209252 me%. Sebaran K total dan K tersedia pada lahan sawah tergolong Rendah (R) dan tidak memiliki korelasi yang nyata terhadap produksi padi tahun 2011 sampai 2013. Hal ini terlihat dari nilai korelasi K total terhadap produksi padi yang hanya sebesar r2 = 0.252 atau 25.2% sedangkan korelasi K tersedia terhadap produksi padi yang hanya sebesar r2 = 0.173 atau 17.3%. Hasil produksi padi di daerah penelitian tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi tersebut. Hasil produksi padi di daerah penelitian dapat dikatakan cukup tinggi (6 – 7 ton /ha). | This study aims to find out the magnitude of the potassium content of nutrient elements in paddy fields in District Kroya Cilacap Regency and mapped the distribution of potassium nutrient in paddy fields with a scale of 1: 50,000 in District Kroya, Cilacap Regency. Determination of the point of the sample is done by first creating a Homogeneous Land Units Map, which is made by way of overlay administrative map, soil map, land use map and precipitation map. The research was conducted in seven villages in the subdistrict Kroya from November 2013 - March 2014. The potassium content of nutrient elements in soil measured by taking soil samples as much as 22 points of the sample observations are scattered from North to South and then analyzed in a laboratory to determine nutrient levels K. Results of the study showed a Homogeneous Land Units Ae0 has the content of potassium (K) highest total in Homogeneous Land Units with 0.0551095%. The content of potassium (K) lowest total in Homogeneous Land Units Ac0 with a value of 0,0172836%. For the content of potassium (K) are available, the highest levels of available K in Homogeneous Land Units (SLH) Ae0 with an average value of 0.77288874 me%. Lowest on Bd0 by 0.12209252 me%. Distribution of total K and available K in paddy fields classified Low (R) and did not correlate significantly to rice production in 2011 through 2013. This is evident from the total value of the correlation of K on rice production is only amounted r2 = 0.252 or 25.2%, while the correlation of K available to rice production only amounted r2 = 0.173 or 17.3%. Rice production results in the area of research not too affected by the condition. Rice yield results in research area is quite high (6 – 7 ton/ha). |