Artikelilmiahs

Menampilkan 10.161-10.180 dari 50.313 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1016110867F1A009064“Trend High Heels di Kalangan Remaja Putri di Purwokerto”
“The Trend of High Heels Shoes in Female Teenagers of Purwokerto”
Remaja putri pada umumnya senang berdandan dan menjadi pusat perhatian orang-orang di sekililingnya. Perhatian akan urusan penampilan ini menjadikan sepatu sebagai penunjang kecantikan. Jenis sepatu yang kini banyak digemari remaja putri yaitu high heels. Sepatu ini mempunyai hak yang tinggi disertai bermacam model dan warna. Meskipun dapat menimbulkan bahaya, high heels tetap banyak diminati remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian dalam perubahan sosial serta memberikan referensi mengenai gejala-gejala baru yang sedang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai, alasan, peran peer group dan citra diri yang dibentuk terhadap penggunaan sepatu high heels dikalangan remaja putri di Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Milles Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.
Trend sepatu high heels dikalangan remaja putri di purwokerto menunjukan kenaikan. Sepatu high heels yang dipilih memiliki warna yang terang seperti merah, hijau toska, warna pastel, jelly. Sedangkan tinggi sepatu menyesuaikan dengan kenyaman antara 10-20cm. Penggunaan sepatu high heels dapat menyempurnakan penampilan fisik dan meningkatkan rasa percaya diri. Ada dua peranan yang dilakukan peer group terhadap remaja putri yaitu sebagai konformitas dan referensi. Citra diri yang dibentuk dari penggunaan sepatu high heels yaitu persuasi bertubuh ideal.
Outlook is first priority for teenager, especially girl , they love to put make up and be the centered of people around. Attention will be matters of appearance makes the shoe as supporting beauty. These types of shoes are now much-loved female teenagers are high heels. This shoe has a high right along with various models and colors. Although may present a danger, high heels still mostly used. This research is expected to enrich the study of social change and provide references to new symptoms developing in society. The research aim to know the description of Trends, motivation, the role of the peer group and the body image of the use of high heels.
This research use qualitative method. This research informants determination technique uses accidental sampling technique.To analyze the data, analyze it use interative models of Milles Huberman, which consist of reduction data, data presentation and conclution. Triangulation of source to test used to test the data. Validity, which are done by comparing and checking behind the degree of confident any information acquired through time and defferent tools in qualitative method.
The result of the research express high heels use among teenager girls in Purwokerto showed an increase. Selected high heels have bright colors like red, turquoise, pastel colors, jelly. While high comfort shoe adjusts to between 10-20 cm. High heels are a form of expression beautify the body shape. The use of high heels can improve physical appearance and boost self-confidence. There are two roles that made peer group for teenage girls is as conformity and references. Self-image is formed from the use of high heels is an ideal stature persuasion.
1016211173C1B011081Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kebijakan Dividen Dengan Kinerja Profitabilitas Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek IndonesiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemilikan saham institusional, komisaris independen, komite audit terhadap dividend payout ratio dan return on assets sebagai variabel mediasi. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2009-2013 dan secara konsisten memberikan dividen. Metode penelitian menggunakan purposive sampling dengan total 22 perusahaan yang digunakan sebagai objek penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi variabel mediasi dengan uji asumsi klasik. Hasil menyatakan bahwa kepemilikan saham institusional dan return on assets mempunyai pengaruh terhadap dividend payout ratio, sedangkan komisaris independen dan komite audit tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Return on assets memediasi kepemilikan saham institusional terhadap dividend payout ratio. The purpose of this research was to analyze the influence of institusional ownership structure, independent commissioners, and audit comittee towards Dividend Payout Ratio (DPR) and return on assets as intervening . The population of this research were LQ45 companies listed in Bursa Efek Indonesia (BEI) from 2009-2013 and consistenly provided their Dividend Payout Ratio (DPR). The method of this research was purposive sampling, with a total of 22 companies used as an observation data. The technique of data analysis used was linier regression intervening variable with classical assumption. The results indicated that institusional ownership structure and return on assets have effects on Dividend Payout Ratio (DPR), while independent comissioners and audit comittee have no effects on Dividend Payout Ratio (DPR). Return on assets mediates institusional ownership structure toward Dividend Payout Ratio (DPR).


1016311322G1A011057Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Kualitas Hidup
pada Pasien Wanita Lansia Osteoartritis
di Klinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2015
Latar Belakang. Osteoartritis adalah penyakit degeneratif sendi kronik yang memiliki progresivitas lambat dan paling sering ditemui pada wanita lansia. Indeks massa tubuh merupakan faktor resiko osteoartritis yang paling mudah untuk dimodifikasi. Indeks massa tubuh yang abnormal akan meningkatkan gangguan mobilitas yang akan mempengaruhi kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup merupakan salah satu tujuan dari terapi penyakit kronik.
Tujuan. Mengetahui korelasi indeks massa tubuh dengan kualitas hidup pada pasien wanita osteoartritis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 20 subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis bivariabel uji korelasi Pearson dan Spearman.
Hasil. Tidak terdapat korelasi bermakna antara indeks massa tubuh dengan kualitas hidup (p>0,05), namun terdapat korelasi bermakna antara indeks massa tubuh dengan salah satu domain kualitas hidup yaitu fungsi fisik (r=-0,597, p=0,005).
Kesimpulan. Indeks massa tubuh tidak berhubungan dengan kualitas hidup pasien wanita lansia osteoartritis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.


Background. Osteoarthritis is a chronic degenerative joint disease that have a slow progression and the most common in elderly women. Body mass index is the most modifiable risk factor for osteoarthritis. Abnormalities of body mass index will increase mobility impairment that will affect the quality of life. Improvement of quality of life is one of the purposes on chronic disease therapy.
Objective. Determine the correlation of body mass index and quality of life in elderly women with osteoarthritis in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Design. The design of this study was analytical observational with cross-sectional approach and was participated by 20 subjects. Pearson and Spearman correlation test was used for bivariate analysis.
Results: There was no significant correlation between body mass index and quality of life (p>0,05) but there was significant correlation between body mass index with one of the domains of quality of life, physical function (r=-0,597, p=0,005).
Conclusion. Body mass index does not correspond with quality of life in elderly women with osteoarthritis in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

101646673A1C008023KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI STROBERI (Fragaria sp.)
TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI STROBERI
DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA
KABUPATEN PURBALINGGA
Stroberi merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga bisa
meningkatkan keuntungan dan pendapatan bagi petani di Desa Serang Kecamatan Karangreja
Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan mengetahui kontribusi
input (factor share) , kontribusi pendapatan (income share) sumber pendapatan yang paling
menguntungkan dan peranan usahatani stroberi yang diusahakan terhadap pendapatan rumah
tangga petani. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Febrari hingga Oktober 2012. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode survai. Sampel diambil secara Simple Ramdom
Sampling, berdasarkan luas kepemilikan lahan masing-masing petani stroberi yang cenderung
homogen. Hasizl penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi input (factor share) residual
dari usahatani stroberi yaitu sebesar 56,27 persen, paling besar dibanding usahatani komoditas
lainnya yaitu usahatani kubis, sawi, caesim, wortel dan jagung, itu berarti usahatani stroberi yang
paling menguntungkan dibandingkan usahatani lainnya. Besarnya kontribusi pendapatan (income
share) usahatani stroberi terhadap pendapatan rumah tangga petani stroberi di Desa Serang
Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga adalah sebesar 52 persen, paling besar jika
dibandingkan sumber pendapatan lainnya, baik dari usahatani non stroberi maupun non usahatani.
Berdasarkan besarnya kontribusi, usahatani stroberi berperan sebagai matapencaharian utama
dalam sumber pendapatan rumah tangga.
Strawberry is a commodity that has high economic value so it could be increase profit
and income for the farmers in Serang village, Karangreja district, Purbalingga regency. The
research aims to know factor share, income share and category of strawberry farming income on
household income. The research was started on February till October 2012. Research method that
used was survey. Samples were took by Simple Random Sampling method, based on width of
strawberry farmer’s land that almost homogeny. The research result showed that the of residual
factor shares of strawberry farming is 56,27 percents, it is the biggest than the others, they are
cabbage, mustard, caesim, carrot and corn it means that strawberry farming is gives most of
profits than the other. Amount of income share of strawberry farming on total income for the
strawberry farmers in Serang village, Karangreja district, Purbalingga regency is 52 percents, it
is also the biggest than the other incoming resources, even if it is non strawberry farming or non
farm. Based on amount of strawberry farming’s income share, it is act as the main incoming
resource category of household income.
101659932A1L010239EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES SEBAGAI ARAHAN PERTANIAN BERKELANJUTANPenelitian ini mengkaji tentang evaluasi kemampuan lahan di Kecamatan Bumiayu untuk mendukung arahan pertanian berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kelas kemampuan lahan serta faktor penghambat penggunaan lahan untuk pertanian berkelanjutan di wilayah Kecamatan Bumiayu. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai Mei sampai Juli 2014. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan adalah metode survei tanah dan pendekatan interpretasi citra, variabel yang diamati adalah: tekstur tanah (t), lereng permukaan (l), kedalaman efektif (k), drainase tanah (d), tingkat erosi (e), batuan permukaan (b), ancaman banjir (O). Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) kelas kemampuan lahan di Kecamatan Bumiayu terdiri atas Kelas II-d, memiliki luas 1626,409 ha , kelas III-dl seluas 3008,356 ha, kelas IV-el seluas 142,791 ha, 2) kelas II-d dengan faktor penghambat berupa drainase (d) tersebar di Desa Jatisawit, Desa Kaliwadas, Desa Kalilangkap, dan Desa Pruwatan, kelas III-dl dengan faktor penghambat berupa tingkat drainase (d) dan kemiringan lereng (l) tersebar di Desa Kalilangkap, Desa Pruwatan, Desa Kaliwadas, Desa Jatisawit, Desa Kalierang dan Desa Dukuhturi, kelas IV- el dengan faktor penghambat berupa tingkat erosi (e) dan kemiringan lereng (l) terdapat di Desa Pruwatan. 3) penyalahgunaan lahan yang tidak sesuai yaitu kebun, pemukiman dengan luas 157,931 ha atau 1,96 % dari luas Kecamatan Bumiayu.This research study about land capability evaluation in Bumiayu District, Brebes Region as continous sustainability agriculture. Purpose of this research is to determining land capability evaluation and its spread for continous agriculture in Bumiayu District. This research was done in 3 month started Mei to July 2014. Soil and land analisys has been at Soil Science Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The research methods land survey method with image interpretation approach are used to complete this research, observed variabel: soil texture (t), slope (l), effective soil depth (k), soil drainage (d), erosion level (e), surface rock (b), flood hazard (O). The result from this research show that : 1) the land capability classification of Bumiayu District consist of class II-d 1626,409 ha wide land, spread among Jatisawit, Kaliwadas, Kalilangkap and Pruwatan village, class III-dl 3008,356 ha wide land spread among Kalilangkap, Pruwatan, Kaliwadas, Jatisawit, Kalierang, and Dukuhturi village, and class IV-el 142,791 ha wide land, 2) class II-d for drainage factor (d), class III-dl for drainage factor (d) and slope ressisting factor (l), and class IV-el for erosion resisting (e) and slope resisting factor (l) spread on Pruwatan village.3) The unsuitable land usage which are garden and settlement 157,931 ha or 1,96 % from Bumiayu District area.
101669934A1L008189Keberadaan Hama Penyakit, Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rappa L) Pada Sistem Budidaya Secara Organik dan Non OrganikSayuran merupakan komoditas yang dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Salah satu sayuran yang mempunyai nilai kandungan gizi yang cukup lengkap adalah sayur pakcoy. Pakcoy (Brassica rappa L) merupakan tanaman sayuran daun yang banyak dikenal di masyarakat. Jenis sayuran ini mengandung zat-zat gizi lengkap . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, dan berat basah tanaman pakcoy secara organik dan non organik, membandingkan intensitas serangan hama tanaman pakcoy secara organik dan non organik, membandingkan jenis musuh alami hama tanaman pakcoy (predator) secara organik dan non organik, dan membandingkan hasil panen pakcoy secara organik dan non organik.
Penelitian dilaksanakan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Waktu pelaksanaan 2 bulan dari bulan Mei sampai Juli 2013. Analisis data yang digunakan adalah Uji T dengan taraf 5 %. Variabel yang diamati adalah populasi hama, intensitas serangan hama, jenis dan populasi musuh alami (predator), jenis dan populasi penyakit, jumlah daun, tinggi, panjang akar,dan berat basah tanaman pakcoy.
Hasil penelitian menunjukan jenis-jenis hama yang ditemukan di lahan penelitian diantaranya adalah ulat kilan (Hypodidea infixaria), ulat bulu (Family : Lymantridae), ulat tritip/ulat daun kubis (Plutella xylostella L), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Cell), ulat grayak (Spodoptera litura F), ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn), kumbang daun (Phyllotreta vittata F), jangkrik (Gryllus mitratus) dan belalang (Locusta migratoria manilensis). Intensitas serangan hama pada tanaman pakcoy organik lebih rendah dibandingkan pada tanaman pakcoy non organik. Jenis predator yang ditemukan di lahan penelitian adalah Cecopet (Euborellia annulata) dan Laba-laba Serigala (Pardosa pseudoannulata). Populasi predator pada tanaman pakcoy organik lebih tinggi dibandingkan pada tanaman pakcoy non organik. Banyaknya populasi predator pada tanaman pakcoy organik menyebabkan menurunnya populasi hama dan intensitas serangan hama. Jenis penyakit yang ditemukan pada lahan penelitian adalah penyakit Busuk daun (Phytophthora infestans) dan penyakit Akar gada (Plasmodiophora brassicae Wor). Intensitas serangan penyakit busuk daun pada pakcoy organik lebih tinggi dibandingkan pada pakcoy non organik. Sedangkan intensitas serangan penyakit akar gada pada pakcoy organik lebih rendah dibandingkan pada pakcoy non organik. Jumlah daun, panjang akar, tinggi tanaman, dan berat basah pada pakcoy organik lebih besar dibandingkan pada pakcoy non organik.
The vegetables are commodities that are needed daily, and demand tends to increase. One vegetable that has a value of complete nutrient content is pakcoy mustard vegetable. Pakcoy mustard (Brassica rappa L) is a leaf vegetable crops widely known in the community. These vegetables contain complete.nutrients This study aimed to compare the number of leaves, plant height, root length, and fresh weight of plants pakcoy mustard organic and non-organic, comparing the intensity of pest plants pakcoy mustard organic and non-organic, comparing types of natural enemies (predators) of crop pests pakcoy organically and non-organic, and compare the yields pakcoy mustard organic and non-organic.
The experiment was conducted in the village of Serang District of Karangreja Purbalingga. The experiment was held about 2 months from May to July 2013. The data obtained is T test with a level of 5%. The variables measured were the pest population, the intensity of pests, species and populations of natural enemies (predators), the type and disease populations, number of leaves, height, root length, and fresh weight of plants B. rappa L.
The results showed the types of pests that are found in the study area include caterpillars span (Hypodidea infixaria), caterpillar Lymantridae Family , caterpillar tritip/diamondback moth (Plutella xylostella L), caterpillar growing point (Crocidolomia binotalis Cell), armyworm (Spodoptera litura F), soil worm (Agrotis ipsilon Hufn), leaf beetles (Phyllotreta vittata F), crickets (Gryllus mitratus) and locusts (Locusta migratoria manilensis). The intensity of pest attacks on organic pakcoy crops lower than in non-organic pakcoy crops. Predators found in the study area are Euborellia annulata and wolf spiders (Pardosa pseudoannulata). Predator populations on organic pakcoy crops is higher than in non-organic pakcoy crops. A large population of predators on organic pakcoy crop led to decrease the pest population and intensity of pest attack. Type of disease found in the study area are late blight disease (Phytophthora infestans) and Club Root disease (Plasmodiophora brassicae Wor). The intensity of the attack of late blight (Phytophthora infestans) in organic pakcoy crop higher than in non-organic pakcoy crop. While the intensity of Club root diseases (Plasmodiophora brassicae Wor) on organic pakcoy crop lower than in non-organic pakcoy crop. Number of leaves, long of roots, tall of crops, and a heavy wetness in organic pakcoy crop greater than in non-organic pakcoy crop.
101679935E1A008055PERBANDINGAN PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA PADA KASUS AFRIANI SUSANTI DENGAN RASYID AMRULLAH RAJASAKecelakaan telah banyak menimbulkan kerugian baik harta maupun nyawa, sehingga dibutuhkan penegakan hukum yang cukup ampuh dalam penanggulangan kecelakaan baik bersifat preventif maupun represif. Dalam penegakan hukum seharusnya tidak ada penegakan hukum yang tebang pilih seperti halnya kasus Afriani Susanti dengan Rasyid Amrullah Rajasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan dalam Kasus Afriani Susanti dan Rasyid Amrullah Rajasa. Selain itu ditujukan untuk menganalisis implikasi restitusi yang dilakukan oleh pelaku dalam Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas Terhadap Putusan Hakim pada Kasus Afriani Susanti dan Rasyid Amrullah Rajasa. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, perbandingan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan dalam kasus Afriani Susanti dan Rasyid Amrullah Rajasa terdapat dalam persamaan dan perbedaan. Pada Kasus Afriani Susanti dan Rasyid Amrullah Rajasa sama-sama kasus kecelakaan yang menimbulkan luka atau matinya orang lain. Selain itu pada Kasus Afriani Susanti dan Rasyid Amrullah Rajasa sama-sama memberkan restitusi. Perbedaannya adalah terdapat unsur pemberatan dalam kasus Afriani Susanti yaitu unsur mengkonsumsi narkotika, dakwaan Penuntut Umum pada kasus Afriani Susanti berbeda dengan dakwaan M. Rasyid Amrullah Rajasa, perbedaan penuntutuan, Hakim mempertimbangkan kualifikasi kasus Afriani Susanti sebagai kesengajaan, sedangkan dalam kasus Rasyid Amrullah Rajasa adalah kealpaan. Hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun pada kasus Afriani Susanti dan pidana penjara 5 (lima) bulan dan denda sebesar Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) dengan masa percobaan pada kasus Rasyid Amrullah Rajasa. Restitusi yang dilakukan oleh pelaku dalam tindak pidana kecelakaan lalu lintas terhadap putusan hakim pada kasus Afriani Susanti dan Rasyid Amrullah Rajasa memiliki implikasi yang berbeda.




Kata Kunci: Perbandingan, Pertimbangan Hakim, dan Kasus Afriani Susanti Dengan Rasyid Amrullah Rajasa
The accident has been many get loss to property and lives, so that needed by law enforcement to powerfull enough in either accident prevention preventive or repressive. Law enforcement must have selective such as Afriani Susanti and Rasyid Amrullah Rajassa Cases. This research purpose for analyze legal considerations judge into criminal decisions in cases Afriani Susanti and Rasyid Amrullah Rajasa. Moreover , these cases aimed to analyze Implications restitution made by the offender in the crime of traffic accident verdict against judge in case Afriani susanti and Rasyid Amrullah Rajasa. To achieve that goal then this research performed using normative juridicial approach. Secondary data were collected and processed presented and analyzed qualitatively with the peresentation of narrative text data.
The Research states that, comparative legal considerations in decesions sentencing judge in the case Afriani Susanti and Rasyid Amrullah Rajasa contained in the similarities and differences. In case Afriani Susanti and Rasyid Amrullah Rajasa equally acciddents that cause injury or death of another person. In addition to the case Afriani Susanti and Rasyid Amrullah Rajasa equally provide restitution. The difference is that there are elements in the case Afriani Susanti Weightingthat is, elements consume narcotics, prosecutor charges on different Afriani Susanti Cases with charges of Rasyid Amrullah Rajasa, the difference presecution, Judge considers qualified as a deliberate case Susanti Afriani, Whereas in the case of Rasyid Amrullah Rajasa is negligence. Judge Convict against the defendant to imprisonment for fifteen (15) years in the case of Afriani Susanti and imprisonment of five (5) months and a fine of Rp 12.000.000,- with probation in the case of Rasyid Amrullah Rajasa. Restitution made by the offender in the crime of traffic accident on the judge’s ruling on the case Afriani Susanti and Rasyid Amrullah Rajasa has different implications.



101686638A1L009092PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN Plant Growth Promoting Rhizobacter TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY SECARA HIDROPONIKPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui konsentrasi pupuk organik cair berbasis bahan kotoran ternak yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman pakchoy pada sistem hidroponik, 2) mengetahui konsentrasi PGPR yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman pakcoy, 3) mengetahui kombinasi konsentrasi pupuk organik cair dan penambahan PGPR yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan laut mulai bulan Januari sampai Mei 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi konsentrasi pupuk organik cair terdiri atas 60, 120 dan 180 ml/L; konsentrasi PGPR terdiri atas 10, 20 dan 30 ml/l. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah akar, bobot kering akar, panjang akar, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk. Data dianalisis dengan analisis varian dilanjutkan dengan DMRT jika nyata. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 180 ml/l adalah kosentrasi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. PGPR terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yaitu 10 ml/l. Interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dengan PGPR ditemukan pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun dan bobot segar tajuk. Bobot segar tajuk terbaik dicapai pada kombinasi konsentrasi pupuk organik cair sebesar 180 ml/l dan PGPR 10 ml/l.This research was aimed to 1) know the concentration of liquid organic fertilizer manure-based materials that are most suitable for growth of pakchoy in hydroponic system, 2) know the most suitable of the concentration of PGPR for growth of pakchoy, 3) know the combination of concentration liquid organic fertilizer and PGPR that most suitable for the growth of pakchoy. The research was carried out in the screen house of the Agriculture Faculty, Jenderal Sudirman University, Purwokerto district at 110 meters above sea level from January to May 2013. This experiment used RCBD (Randomized Complete Block Design) which consisted of 9 treatment and 3 replicates. The treatments tested were concentration of liquid organic fertilizer consisting of 60, 120 and 180 ml/l;and PGPR concentration consists of 10, 20 and 30 ml/l. Variables observed were plant height, leaf number, leaf area, root fresh weight, root dry weight, root length, fresh weight and dry weight of crown canopy. Data were analyzed with analysis of variance and followed by DMRT when significant. The results showed, liquid organic fertilizer with a concentration of 180 ml/l is the best concentration for the growth and yield of pakchoy. The best concentration of PGPR for growth and yield was 10 ml/l. Interaction between POC and PGPR concentrations found in plant height, leaf number, leaf area and fresh weight on crown canopy. The best of weight on crown canopy achieved on 180 ml/l of POC concentration and 10 ml/l of PGPR.

1016911177F1C011020KONSEP DIRI MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SEBAGAI PELAKU SELFIE DI FACEBOOKPenelitian ini berjudul Konsep Diri Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Sebagai Pelaku Selfie di Facebook. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep diri yang dimiliki oleh mahasiswa Unsoed yang melakukan selfie di Facebook.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Unsoed yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi data model sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang melakukan selfie lalu mengunggahnya ke Facebook memiliki dimensi pengetahuan yang berbeda-beda. Pada dimensi pengharapan menunjukkan bahwa ingin dilihat sebagai orang yang berpenampilan menarik dengan perubahan-perubahan yang baik (positif) pada penampilan mereka. Sedangkan, dimensi penilaian dikategorikan menjadi dua yaitu ketidaktertarikan terhadap diri dan penerimaan diri. Konsep diri mahasiswa Unsoed yang melakukan selfie di Facebook juga dipengaruhi oleh significant others. Jenis konsep diri yang dimiliki pun dikategorikan menjadi dua yaitu konsep diri positif dan negatif.
The title of this research is Self-Concept of Jenderal Soedirman University’s Students as A Selfie Actor in Facebook, however the purpose is to find the formed self-concept of the students who doing a selfie in facebook.
This research is a qualitative with descriptive method. The subject is the student of Unsoed that have been chosen by purposive sampling technique. The method of the collection data in this research is used the observation, interview and documentation. The analysis is done by interactive analysis model throught the reduction, the serving of data, and drawing a conclusion. The Validity of data in this research uses triangulation technique with comparing the result of research data with the result of interview, and comparing the result of interview with the document that is concerned.
The result showed that the student who did and posted his selfie to facebook have a different dimesion of knowledge. In dimension of hoping or ideal-self showed that they want to be looked as an attractive people and have a good transform by their performance. While dimension of self assessment is categorized by two that is unattractive toward their self and as well as self-acceptance. The self-concept of the student who did the selfie in facebook was influenced by the significant others. However the result detected that the self-concept was categorized to be positive and negative.
101709936B1J009164KERAPATAN TUNGAU PREDATOR Amblyseius deleoni PADA BEBERAPA KLON TANAMAN TEH DI PT PN IX SEMUGIH MOGA PEMALANG JAWA TENGAHTanaman teh (Camelia sinensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia. Perkebunan teh yang terdapat di Indonesia diantaranya adalah perkebunan teh yang terletak di Desa Semugih, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang di bawah naungan PT PN IX Semarang. Di perkebunan teh ini ditanam berbagai klon teh dan diketahui beberapa tungau hama menyerang tanaman teh. Pada tanaman teh terdapat tungau predator, salah satunya adalah tungau Amblyseius deleoni. Peran tungau predator yaitu sebagai pengendali alamiah tungau hama yang hidup pada daun teh. Besarnya kerapatan tungau predator A.deleoni akan dipengaruhi keberadaan tungau hama pada daun teh. Sedangkan keberadaan tungau hama sangat di tentukan oleh mikroklimat yang antara lain di tentukan oleh klon teh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kerapatan tungau predator A. deleoni pada beberapa klon tanaman teh di PT PN IX Semugih Pemalang Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tungau predator dari A. deleoni yang diperoleh dari beberapa klon tanaman teh di PT PN IX Semugih Pemalang Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel pada lokasi penelitian menggunakan metode diagonal. Sampel berupa daun teh diambil sebanyak 5 tangkai daun dari tiap titik di setiap sudut dan bagian tengah tanaman teh. Pengambilan sampel diulang sebanyak 4 kali, dengan interval waktu 1 minggu. Seluruh daun teh diperiksa dengan mikroskop stereo dan dihitung jumlah tungau A. deleoni yang ditemukan dalam daun tersebut. Data pendukung yang diamati antara lain temperatur, kelembaban, kerapatan, jenis klon dan curah hujan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) pada tingkat kesalahan 20%. Hasil penelitian ini menunjukan kerapatan tungau predator A. deleoni tidak dipengaruhi oleh klon yang dicobakan yaitu Gambung, Tri 2024 dan Assamica.The tea plant (Camellia sinensis) is one of the major commodities in Indonesia. Tea plantations found in Indonesia include tea plantations located in Semugih village, Moga District, Pemalang Regency under the PT PN IX Semarang. This tea is grown in plantations of various clones of tea and some mite pests are known to attack the tea plant. At the tea plant are predatory mites, one of which is mite Amblyseius deleoni. The role of the predatory mites is as natural control of pest mites that live on tea leaves. The magnitude of the density of predatory mites A.deleoni will affect the existence of pest mites on tea leaves. While the existence of pest mites was determined by microclimatic among other determined by clones of tea. The purpose of this study was to determine the density of predatory mites A. deleoni on several clones of tea plants in PT PN IX Semugih Pemalang, Central Java. The material used in this study are from the predatory mite A. deleoni obtained from multiple clones of tea plants in PT PN IX Semugih Pemalang, Central Java. The research used survey methods with a systematic sampling technique. Determination of sampling points in the study site used the diagonal method. Samples were taken as a tea leaf petiole 5 of each point in each corner and the center of the tea plant. Sampling was repeated 4 times, with intervals of 1 week. The whole leaf teas examined with a stereo microscope and counted the number of mites A. deleoni found in the leaves. Supporting data were observed, among others, temperature, humidity, density, and precipitation type clone. The data were then analyzed used analysis of variance (ANOVA) at the 20% error rate. The result showed the density of predatory mites A. deleoni not affected by the tested clones Gambung, Tri 2024, Assamica.
1017110888F1A010041MAKNA KEPERJAKAAN di KALANGAN MAHASISWA MUSLIM di UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Dewasa ini pergaulan bebas sudah mempengaruhi kehidupan remaja-remaja di Indonesia, baik yang sedang menduduki bangku sekolah maupun yang sudah masuk perguruan tinggi. Mahasiswa yang belajar di berbagai perguruan tinggi banyak yang jauh dari kontrol orang tua, sehingga pergaulannya lebih bebas yang lebih mengarah ke orientasi seksual. Kota Purwokerto, masih dalam lingkungan kampus Universitas Jenderal Soedirman pun marak terjadi pergaulan bebas di kalangan mahasiswanya.
Penelitian berjudul “Makna Keperjakaan Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Universitas Jenderal Soedirman” ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang makna keperjakaan dikalangan mahasiswa muslim di Universitas Jenderal Soedirman, dan untuk mengetahui faktor apa yang melatarbelakangi pemaknaan keperjakaan di kalangan mahasiswa muslim di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif, dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa mahasiswa muslim di Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto memaknai keperjakaan sebagai hal yang penting namun keperawanan dinilai lebih penting, di sisi lain keperjakaan dinilai lebih penting dari keperawanan, serta keperjakaan dan keperawanan dimaknai sebagai dua hal yang sama-sama pentingnya. Latar belakang pemaknaan terhadap keperjakaan tersebut dalam hasil penelitian ini bisa kita lihat terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu latar belakang pemaknaan dari sisi sosial, agama, serta kombinasi antara sisi sosial dan agama. Latar belakang lingkungan sosial dari masing-masing responden berpengaruh terhadap pemaknaan mereka terhadap keperjakaan.
Seharusnya keperjakaan dan keperawanan tidak menjadi satu tolok ukur tunggal dalam memandang baik atau buruknya seseorang, melainkan dapat kita lihat jika seseorang atau banyak dari anggota masyarakat dalam hal ini perempuan yang sudah tidak perawan, tentunya juga banyak dari anggota masyarakat dalam hal ini laki-laki yang juga tidak perjaka.
Mahasiswa sebagai agen perubahan hendaknya juga ikut serta dalam “mendidik” masyarakat kita agar ke depannya menjadi lebih baik lagi, sehingga anggapan masyarakat yang mendiskreditkan perempuan terutama yang sudah tidak perawan sebelum dia menikah ke depannya berubah ke arah yang lebih baik lagi dari yang sekarang.
Nowdays social intercourse has been influenced on teenagers life in Indonesia. Even student in school till student in university. Student who take study in university, many of them far away from their home and also from control of their parent, so that social intercourse tend to sex orientation. Purwokerto a city which there is Jenderal Soedirman University also being happened social intercourse in its students.
The research entitled “Makna Keperjakaan Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Universitas Jenderal Soedirman” have purposes there are to describe the mean of virginity in moslem student in Jenderal Soedirman University, and also to know what kind of factors that influence them about the meaning of virginity. This research use qualitative descriptive method, and fenomenology. Research located in Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The informan selected by purposive sampling technique, and data collected by in depth interview, observation, and documentation.
The result explain that moslem student in Jenderal Soedirman University, Purwokerto have meaning that virginity in men as the important thing but virginity in women more important than that, in other side virginity in men more important than virginity in women, then mean that both of virginity in men and women are important thing. The backround of meaning of virginity in men itself in this research can be visible divide on three category, there are in social side, religion side, and combination of social and religion side. Backround of social environtment from every single respondent influence toward the mean of them about virginity in men.
Wisely in society virginity in men and women should be not as the one parameter in see good or bad some people, however we can see if some people or many of them what we mean is women who are not virgin before marriade, the same thing become in men too.
Student as agent of change should be participate in educate people so that the impact on the future our society life become better, so that people assumption who discredit women chiefly who are not virgin before marriade in the future can change to the better right way.
1017210889E1A009175PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK MELALUI PENETAPAN HAKIM
(Tinjauan Yuridis Penetapan Nomor : 01/ Pdt. P/ 2014/ PN. Bms)

PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK MELALUI
PENETAPAN HAKIM
(Tinjauan Yuridis Penetapan Nomor: 01/Pdt.P/2014/PN.Bms)

Oleh: Benny Zuliansyah
E1A009175

Abstrak

Penetapan anak angkat atau pengangkatan anak dan pengesahan anak angkat menjadi kewenangan pengadilan agama dan pengadilan negeri .dan berdasar pasal 49 huruf a undang –undang no 3 th 2006 Tentang Perubahaha Atas Undang- undang No. 7 tahun 1989 Tentang Peradilan Agama yang menerangkan bahwa Pengadilan agama memiliki kewenangan untuk melakukan penetapan pengangkatan anak berdasarkan Hukum islam.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanan pengangkatan anak dari pemohon yang beragama islam di Pengadilan Negeri Banyumas studi terhadap nomor :01/PDT.P/ 2014/PN .BMS. Metode pendekatan yang di gunakan dalam pendekatan ini adalah Clinical Legal Research.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1. Prosedur pengajuan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri, didaftarkan dalam buku regristrasi, membayar perskot biaya perkara, Perkara permohonan termasuk dalam pengertian yurisdiksi voluntair Pengadilan, ditetapkan hari dan tanggal sidang, pelaksanaan sidang dibuka dan diperiksa oleh hakim segala bukti dan saksi, sekiranya pengajuan pemohon beralasan maka hakim akan mengabulkan permohonan pemohon dan sidang ditutup. 2. Dari aspek substansi normatifnya: a. Hakim memeriksa alasan permohonan, b. Hakim menemukan hukumnya, c. Hakim memeriksa bukti-bukti Pemohon, d. Hakim memberikan pertimbangan hukum, e. Hakim memberikan penilaian hukum terhadap fakta-fakta yang didalilkan dengan ketentuan hukum pengangkatan anak, dan f. Hakim memberikan putusan tambahan: 1) mengirimkan salinan penetapan ini kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk ditindak lanjuti pencatatannya pada Register Akta kelahiran dan Kutipan Akta Kelahiran, setelah Para Pemohon menunjukkan salinan Penetapan ini yang telah berkekuatan hukum tetap; 2) Hakim mengingatkan kepada Pemohon bahwa “pengangkat anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya”, “orang tua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal-usulnya dan orang tua kandungnya”. Selanjutnya disarankan bahwa sebaiknya pada bagian awal pertimbangan hukum pada penetapan hakim mempertimbangkan dulu kewenangan pengadilan untuk memeriksa dan mengadili perkara yang diperiksanya, sehingga kepastian hukumnya menjadi semakin jelas.

Kata Kunci: Pengangkatan Anak, Penetapan Hakim.
APPOINTMENT OF CHILDREN THROUGH
  DETERMINATION OF JUDGE
(Judicial Review Determination No. 01 / Pdt.P / 2014 / PN.Bms)

By: Benny Zuliansyah
E1A009175

Abstract

Determination of a foster child or adoption and ratification of adopted children under the authority of religious courts and state courts under Article 49 letter .and a law No. 3 2006 on change Top Law No. 7 1989 On the Religious Court explained that the religious court has the authority to make the determination of adoption under the laws Islam. Purpose this study to determine the conduct of the applicant's adoption of the religion of Islam in the District Court of Banyumas study of numbers: 01 / PDT.P / 2014 / PN .BMS. The approach used in this approach is the Clinical Legal Research.
The results obtained are: 1. The procedure for filing an application to the Chairman of the Court, registered in the book registrars, pay court fees, Case petition included in the definition voluntary jurisdiction of the Court, set the day and date of the hearing, the implementation of the trial opened and examined by the judge of all the evidence and witnesses, in case of filing the applicant argued that the judge will grant the petition of the applicant and the hearing was closed. 2. From the aspect of normative substance: a. Judges examine the reasons the request, b. The judge found the law, c. The judge examined the evidence of the Petitioner, d. Judge gives legal considerations, e. Judges give legal assessment of the facts argued by the law of adoption, and f. Judge gives additional award: 1) send a copy of this determination to the Head of the Department of Population and Civil Registration to follow up recording in the Register birth certificate and citation Birth Certificate, after the applicant to show a copy of this stipulation that has binding; 2) The judge reminded the Applicant that "lifting the child decides not blood relations between the adopted child and his biological parents", "foster parent shall notify the adopted son of the origins and biological parents". Furthermore, it is suggested that should be at the beginning of the legal considerations in the determination of the judge to consider first the authority of the court to examine and adjudicate cases examined, the legal outcomes becomes increasingly apparent.

Keywords: Adoption, Determination Judge.
1017311174G1G010038PENGARUH PEMBERIAN GEL PAPAIN 2%, 4%, 6%, DAN 8%
SEBAGAI AGEN CHEMO MECHANICAL CARIES REMOVAL (CMCR)
TERHADAP PEMBENTUKAN ODONTOBLAST LIKE CELL
PADA PERFORASI PULPA
(Studi pada Gigi Molar Tikus Putih Galur Wistar (Rattus Norvegicus))
ABSTRAK
Chemo mechanical caries removal (CMCR) merupakan cara untuk menghilangkan jaringan karies gigi secara non invasif dengan cara melunakkan jaringan menggunakan bahan kimia, kemudian diikuti dengan tindakan ekskavasi menggunakan instrumen manual. Ekskavasi karies yang dalam mempunyai risiko yang besar untuk menyebabkan perforasi rongga pulpa sehingga bahan CMCR yang digunakan dapat masuk ke dalam pulpa. Evaluasi sitotoksisitas gel papain secara in vitro pada kultur jaringan fibroblas pulpa telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian gel papain 2%, 4%, 6%, dan 8% sebagai agen chemo mechanical caries removal (CMCR) terhadap pembentukan odontoblast like cell pada perforasi pulpa. Dua puluh lima ekor tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok. Tikus dianestesi menggunakan ketamin, kemudian gigi molar rahang atas dipreparasi sampai pulpa terbuka dan diberi aplikasi bahan gel papain dan kalsium hidroksida. Tikus dikorbankan pada hari ke 28. Pemeriksaan histopatologi dilakukan untuk mengamati odontoblast like cell. Data jumlah odontoblast like cell dianalisis menggunakan uji statistik one way Anova dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata jumlah odontoblast like cell pada kelompok kontrol sebanyak 16 sel, gel papain 2% sebanyak 25 sel, gel papain 4% sebanyak 27 sel, gel papain 6% sebanyak 30 sel, dan gel papain 8% sebanyak 34 sel. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian gel papain 2%, 4%, 6%, dan 8% sebagai agen chemo mechanical caries removal (CMCR) terhadap pembentukan odontoblast like cell pada perforasi pulpa.

ABSTRACT

Chemomechanical caries removal (CMCR) is a non invasive technique eliminating carries tissue based on dissolution chemical agent and followed by excavation using manual instruments. Deep caries excavation has a big risk to cause pulp cavity perforation so that the material of CMCR used can get into the pulp. The cytotoxicity papain gels on fibroblasts pulp tissue culture have been evaluated in vitro. The aim of the study was to determine the effect of 2%, 4%, 6%, and 8% papain gels as chemo mechanical caries removal (CMCR) agent on odontoblast like cell formation in pulp perforation. This study carried on total 25 Wistar rats. The rats were randomly divided into five groups. Ketamin was used to anesthetize the rats, the roofs of the pulp chambers of rats maxillary molars were perforated, and then papain gels and calcium hydroxide were applied into the pulp. Rats were sacrified on 28th day after treatment. Histopathological examination was performed to observe the odontoblast like cells. Statistical tests including one way ANOVA and Post-Hoc LSD used to analyze the data. The results showed that the average number of odontoblast like cells in the control group was 27 cells, 2% papain gel was 25 cells, 4% papain gel was 27 cells, 6% papain gel was 30 cells, and 8% papain gel was 34 cells. In conclusion, there is the effect of giving papain gel 2%, 4%, 6% and 8% as the agent chemomechanical caries removal (CMCR) on the formation of odontoblast like cells in pulp perforation.
1017411176C1A010006Analisis Strategi Penerimaan Retribusi Pasar Kelas I (Studi Pada Kabupaten Banyumas)Ringkasan
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana penerimaan retribusi pasar kelas I dan strategi yang tepat untuk diterapkan pada penarikan retribusi pasar kelas I di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan skunder yang diperoleh dari hasil Survei yang dilakukan di lingkungan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling (pedagang dan petugas pengelola pasar Kelas I Kabupaten Banyumas) dengan jumlah 47 orang.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menggambarkan kondisi pasar kelas I dan penerimaan retribusi pada tahun 2009 – 2013. Alur penerimaan retribusi pasar kelas I sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Dari analisis matriks SWOT diperoleh empat strategi yaitu, strategi SO adalah memanfaatkan unsur-unsur kekuatan yang dimiliki untuk sebesar-besarnya menangkap peluang yang ada. Strategi ST adalah memanfatkan unsur-unsur kekuatan yang dimiliki untuk memperkecil dan bila perlu menghilangkan ancaman yang akan dihadapi. Strategi WO adalah strategi yang disusun dalam upaya menyusun perencanaan untuk meminimalkan kelemahan yang dimiliki untuk menangkap peluang yang ada. Strategi WT yaitu strategi dalam upaya menyusun perencanaan untuk meminimalkan kelemahan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang akan datang.
Kinerja penerimaan retribusi pasar kelas I di Kabupaten Banyumas memiliki skor total rata-rata tertimbang IFE 3,16 artinya posisi internal Dinas Perindagkop Kabupaten Banyumas memiliki posisi kuat terhadap kekuatan dan kelemahan yang ada, sedangkan skor total rata-rata tertimbang EFE sebesar 2,75 yang menunjukkan bahwa faktor eksternal yang mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap peluang dan ancaman yaitu memiliki posisi yang sedang. Oleh karena itu, strategi yang cocok digunakan adalah strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan produk.
Summary
This research was intended to find out how retributions collection of first class markets and strategies proper applied to the withdrawal of the retributions collection to first class markets in Banyumas regency. The data used to this research is the primary data and secondary data obtained from a survey conducted by within the education office of industry trade and cooperatives Banyumas. A method of sampling in this research is purposive sampling (traders and officers market managers first class Banyumas) with the number of 47 people.
Based on the results of observations and interview described the conditions are first class markets and retributions collection in 2009 - 2013. And furrows retributions collection of first class markets also in accordance with existing regulations. From the analysis of SWOT matrix analysis, there are have four strategy, SO strategy is utilizing the power of the elements that belong to the maximum capture opportunities that exist. ST strategies are leveraging the power of elements belonging to minimize and eliminate threats that if necessary will be encountered. WO strategy is the strategy to laid out in an attempt to devise planning to minimize weaknesses that belong to capture opportunities that exist. WT strategy is strategy in an effort to draw up planning to minimize the weaknesses that have to address the threat to come.
The revenue performance of levy first class markets have a score in the district of Banyumas cuticular weighted average total 3.16, it means the position of internal department district of industry trade and cooperatives Banyumas having strong position on the strength and weakness there, the weighted average total score of EFE 2.75 shows that external factors which affect directly and indirectly on opportunities and threats which is having a position that was moderate. Because of it , the strategy of suitable used is the strategy of market penetration and product development strategy.
101759937A1H008053PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH KENTANG PADA SISTEM AEROPONIK
DENGAN PENDINGIN DAERAH PERAKARAN DAN VARIASI EC DI DATARAN
MEDIUM
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan variasi suhu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman
kentang yang ditanam secara aeroponik. Perlakuan suhu sebesar 21oC memberikan hasil yang lebih tinggi pada variabel
tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot basah tanaman. Berat kering tanaman, bobot umbi, ukuran panjang umbi,
ukuran lebar umbi mendapatkan hasil tertinggi pada perlakuan suhu 26oC. Sedangkan bobot umbi, ukuran panjang
umbi dan ukuran lebar umbi mencapai hasil tertinggi pada perlakuan suhu 23oC.perlakuan variasi tingkat EC
berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot kering tanaman, bobot umbi, ukuran panjang umbi, ukuran lebar umbi
diman hasil tertinggi pada EC 3-4 mS/cm. Pemberian variasi tingkat EC dan variasi suhu pada jumlah daun terbaik pada
EC 3-4 mS/cm dan suhu 21oC, sedangkan pada bobot umbi, ukuran panjang umbi dan ukuran lebar umbi terbaik pada
suhu 26oC dan EC 3-4 mS/cm.
The results showed that the treatment temperature variations significantly affect the growth of potato plants
which are plantedin aeroponic.Temperature treatmentat 21oC gavehig her resulton variable plant height, leaf number
and wet weight of the plant. Dry weight of the plant, tuber weight, tuber length, tuber widths get the highest resultsat
26oC temperature treatment. While the weight of tuber, tuber lengt hand width size tuber achieve the highest resultsat
23oC temperature treatment. EC level variation significantly affected the number of leaves, plant dry weight, tuber
weight, tuber length, width grass which the hig hest resultat EC3-4mS/cm. Providing varying levels of EC and
temperature variations on the growth of potato plant swhich are plantedin aeroponic. Providing varying levels of EC
and temperature variations in the amount of best leaves at EC's 3-4mS/cm and temperature of 21oC ,while the tuber
weight, tuber lengt hand tuber widths best at a temperature of 26oC and EC 3-4mS/cm.
101769938H1H010011RETENSI LEMAK DAN INDEKS HEPATOPANKREAS LOBSTER AIR TAWAR (Cherax
quadricarinatus) PADA BEBERAPA RENTANG TEMPERATUR PEMELIHARAAN DAN
KANDUNGAN PROTEIN PAKAN BERBEDA
Penelitian dengan judul Retensi Lemak dan Indeks Hepatopankreas Lobster Air Tawar (Cherax
quadricarinatus) Pada Beberapa Rentang Temperatur Pemeliharaan dan Kandungan Protein Pakan Berbeda
dilaksanakan pada bulan Juli-September 2014. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai retensi
lemak dan indek hepatopankreas lobster air tawar dengan beberapa rentang temperatur pemeliharaan dan
kandungan protein pakan bebeda. Hewan uji pada penelitian adalah lobster air tawar berjumlah 120 ekor
dengan panjang 5±0,25 cm dan berat 3±0,5 gr diperoleh dari Mitra Akuarium Purbalingga. Tempat
pemeliharaan berupa akuarium berjumlah 24 buah dengan ukuran 25×30×30 cm3. Metode penelitian adalah
eksperimental dengan rancangan percobaan pola faktorial 4×3 dengan dasar RAL dan diulang 2 kali. Data
yang diperoleh dianalisis dengan uji F. Pakan yang diberikan berupa pakan dengan kandungan protein 25%,
30% dan 35%. Rentang temperatur pemeliharaan mulai dari 0°C (27°C), 2°C (26-28°C), 4°C (25-29°C) dan
6°C (24-30°C). Hasil penelitian retensi lemak (lipid) berkisar -5±0,8-1,16±2,72, indek hepatopankreas
berkisar 0,07±4,2-0,12±2,1. Kedua faktor tersebut tidak terpengaruh nyata (p>0,05) oleh perbedaan rentang
temperatur pemeliharaan maupun kandungan protein pakan. Kualitas air pada penelitian ini masih berada
dalam standar untuk pemeliharaan lobster air tawar.
Experimental research entitled Fat Retention and hepatopancreas index of cryfish (Cherax
quadricarinatus) On Different Temperature Range of Rearing and Different Protein Content of Diet
conducted in July-September 2014. The purpose of this research wasto determine the value of fat retention
and hepatopancreas index ofcryfish with differenttemperature range of rearing and different protein
contentof diet. A number of 120 cryfish with a length of 5±0.25 cm and a weight of 3±0.5 g obtained from
Mitra Akuarium Purbalingga were analysed during this research. The cryfish reared in 24 pieces of
aquarium with a size of 25×30×30 cm3. The research cunducted using experimental method with 4x3
factorial design based on Completed Random Design and repeated 2 times. F test used to Analyzethe
results. Diets of feed designed with a25%, 30% and 35% protein content.. While the rearing system designed
to have temperature range from 0°C (27° C), 2°C (26-28° C), 4°C (25-29°C) and 6°C (24-30°C). The
results showed that retention of fat (crude fat) ranged from -5±0,8-1,16±2,72, hepatopancreas index from
0,07±4,2-0,12±2,1. Both of them were not significantly influenced (p>0,05) by differenttemperature range of
101779939H1H010035STUDI EKSPRESI GEN MHC Iα, MHC IIα, DAN DESKRIPSI KONDISI HEMATOLOGIS INDUK NILA MERAH (Oreochromis sp.) YANG TERINFEKSI Streptococcus agalactiaeStreptococcus agalactiae merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit streptococcosis, penyakit ini biasa dihadapi oleh pembudidaya dan dapat menyebabkan kematian 80% pada budidaya nila. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi hematologis dan mengetahui tingkat ekpresi gen MHC Iα dan IIα induk nila merah yang terinfeksi S.agalactiae. Induk diinjeksi bakteri S.agalactiae secara intraperitoneal dengan dosis1,5 ml konsentrasi 107 CFU/ml. Induk dipelihara selama 14 hari dan setiap 3 hari sekali dilakukan pengambilan darah untuk analisis hematologis. Sampling organ untuk ekspresi gen dilakukan setiap 3 hari sekali dari ikan mati, sekarat, dan hidup. Hasil penelitian menunjukkan induk nila merah jantan mempunyai jumlah eritrosit relatif lebih stabil jika dibanding dengan induk betina yang menurun selama percobaan. Kadar hemoglobin induk nila jantan dan betina terlihat fluktuatif, kadar tertinggi pada induk jantan 4,8 g/dl dan betina 6,6 g/dl sedangkan kadar terendah induk jantan 2,8 g/dl dan betina 2,8 g/dl. Kadar hematokrit induk nila jantan menurun pada hari ke-9 yaitu 6,6 % sedangkan betina terlihat lebih stabil berkisar 11,2% - 22,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa bakteri S.agalactiae yang mempengaruhi beberapa parameter hematologi induk ikan nila. Tidak ada perbedaan dalam tingkat ekspresi MHC 1α antara ikan hidup, sekarat, dan mati. Tingkat ekspresi MHC 2 tidak terdeteksi.Streptococcus agalactiae is a causative agent of streptococcosis, a common bacterial disease in freshwater aquaculture that could cause 80% of mortality in nile tilapia cultivation. The purpose of this study was to determine the hematological condition and expression level of MHC Iα and IIα genes in rednile tilapia broodstock infected with S.agalactiae. The fish was intraperitoneal injected with 1.5 ml of bacterial suspension of S.agalactiae at a concentration of 107 CFU / ml. The fish was reared for 14 days and every 3 days blood was sampled for haematological analysis. Sampling organ for genes expression was performed every 3 days from death, dying, and life fish Results showed that number of erythrocytes was relatively consistent in male fish and it was decreased in female fish during the experiment. In both male and female fish, hemoglobin level varied , the highest level of the male fish of 4.8 g / dl and female 6.6 g / dl, while the lowest levels of the male fish of 2.8 g / dl and female 2.8 g / dl. Male tilapia hematocrit level decreased at day 9th (6.6%) and it of female tilapia seemed more stable between 11.2% - 22.7%. These results indicated that S. agalactiae might affect several hematological parameters of tilapia broodstock. There was no difference in expression level of MHC 1α between life, moribund, and dead fish. Expression level of MHC IIα was not detected.
101789940A1C010043ANALISIS MARJIN TATANIAGA JAMUR TIRAM PUTIH DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
(Studi Kasus pada CV Ono Jamur, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya marjin tataniaga pada setiap saluran, 2) mengetahui besarnya keuntungan dari harga di tingkat konsumen dan 3) mengetahui besarnya persentase pendapatan yang diperoleh para pelaku tataniaga pada tiap saluran tataniaga. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei, dengan pemilihan lokasi secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif, marjin, farmer share dan profit marjin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Marjin total tataniaga saluran 1 yaitu sebesar Rp4.333,33 per kilogram dengan komponen marjin tataniaga CV Ono Jamur sebesar Rp1.000 per kilogram atau 23,07 persen dari marjin total tataniaga pada saluran 1 dan marjin tataniaga distributor sebesar Rp3.333,33 per kilogram atau 76,92 persen dari marjin total tataniaga pada saluran 1. Marjin total tataniaga pada saluran 2 yaitu sebesar Rp5.800 dengan komponen marjin tataniaga CV Ono Jamur sebesar Rp2.000 per kilogram atau 34,48 persen dari marjin total tataniaga pada saluran 2 dan marjin tataniaga pengecer sebesar Rp3.800 per kilogram atau 65,51 persen dari marjin total tataniaga pada saluran 2. Marjin total tataniaga pada saluran 3 yaitu sebesar Rp3.000 per kilogram dengan komponen marjin tataniaga CV Ono Jamur sebesar Rp3.000 per kilogram atau 100 persen dari marjin total tataniaga pada saluran 3. (2) Laba bersih total pada saluran 1 sebesar Rp2.981,93 per kilogram dengan perincian laba bersih CV Ono Jamur pada saluran 1 sebesar Rp573 per kilogram atau 19,22 persen dari laba bersih total saluran 1, laba bersih distributor sebesar Rp2.408,93 per kilogram atau 80,78 persen dari marjin total saluran 1. Laba bersih total pada saluran 2 yaitu sebesar Rp4.665,64 per kilogram dengan perincian laba bersih CV Ono Jamur sebesar Rp1.154 per kilogram atau 24,73 persen dari laba bersih total saluran 2 dan laba bersih pengecer sebesar Rp3.511,64 per kilogram atau 75,27 persen dari laba bersih total saluran 2. Laba bersih total pada saluran 3 yaitu sebesar Rp2.054 per kilogram dengan laba bersih CV Ono Jamur sebesar Rp2.054 per kilogram atau 100 persen dari laba bersih total saluran 3. (3) Profit marjin CV Ono jamur pada saluran 1 sebesar 5,73 persen, pada saluran 2 sebesar 10,49 persen dan pada saluran 3 sebesar 17,14 persen. Profit marjin distributor pada saluran 1 sebesar 17,28 persen dan profit marjin pengecer pada saluran 2 sebesar 23,67 persen.

This research aimed to 1) determine the amount of marketing margin system on each channel, 2) determine the amount of profit from the price at the consumer level and 3) determine the percentage of income earned by businesses in each channel marketing system. The used method in this study was survey method by using the purposive sites selection. The sampling was done with a snowball sampling method. The used data analysis method was descriptive analysis, margin, farmer share, profit margin. The results showed that: (1) the total marketing margin system is equal to channel 1 Rp4.333,33 per kilogram with a margin component CV Ono Jamur Rp1.000 per kilogram or 23,07 percent of the total margin on channel 1 and the margin distributor by Rp3.333,33 per kilogram or 76,92 percent of the total margin on channel 1. The total margin on channel 2 is equal to Rp5.800 to the margin components CV Ono Jamur of Rp2.000 per kilogram or 34,48 percent of the total margin on channel 2 and the retailers margin is Rp 3.800 per kilogram or 65,51 percent of the total margin on channel 2. Total margin on channel 3 is equal to Rp3.000 per kilogram with a margin CV Ono Jamur of Rp3.000 per kilogram or 100 percent of the total margin on channel 3. (2) The total of net profit on channel 1 is Rp2.981,93 per kilogram of the components of net income CV Ono Jamur on channel 1 is Rp573 per kilogram, or 19,22 percent of the total net profit of channel 1, the net profit distributor of Rp2.408,93 per kilogram, or 80,78 percent of the total margin of channel 1. total net profit on channel 2 that is equal to the components of net income Rp4.665,64 CV Ono Jamur of Rp1.154 per kilogram, or 24,73 percent of the total net profit of channel 2, the retailer's net profit amounted to Rp3.511,64 per kilogram or 75,27 percent of the total margin line 2. Total net profit on channel 3 is equal to Rp2.054 with a net income CV Ono Jamur of Rp2.054 per kilogram or 100 percent of the total net profit of channel 3. (3) profit margin CV Ono on channel 1 is 5,73 percent, on channel 2 is 10,49 percent and on channel 3 is 17,14 percent. Profit margin of distributor on channel 1 is 17,28 percent and a profit margin of retailers on channel 2 is 23,67 percent.


101799941A1C010085faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian Kupedes (kredit umum pedesaan) pertanian di wilayah kerja PT. BRI (persero) Tbk. unit Sukadarma kecamatan sukatani kabupaten bekasiPT. BRI (Persero) Tbk dalam meminimalisir resiko penyaluran kreditnya khususnya Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) di bidang pertanian, harus mempunyai keyakinan yang tepat mengenai kemampuan serta kemauan calon debitur dalam melunasi kewajiban kreditnya sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana karakteristik debitur Kupedes Pertanian, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian Kupedes Pertanian, dan 3) mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian Kupedes Pertanian.
Penelitian dilaksanakan dengan metode sensus sebanyak 44 orang debitur Kupedes Pertanian di wilayah kerja PT. BRI (Persero) Tbk Unit Sukadarma Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2014. Metode analisis menggunakan analisis faktor dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 komponen faktor yang mempengaruhi pemberian Kupedes Pertanian di BRI Unit Sukadarma yaitu komponen faktor primer dan sekunder. Faktor primer terdiri dari variabel pendapatan utama, volume produksi, dan luas lahan garapan. Sedangkan faktor sekunder terdiri dari variabel pendapatan sampingan, pendidikan informal, dan banyaknya jenis usaha yang dimiliki. Secara berkelompok faktor primer memiliki pengaruh paling dominan, sedangkan secara parsial variabel pendapatan utama memiliki pengaruh paling dominan terhadap pemberian Kupedes Pertanian di BRI Unit Sukadarma.
PT. BRI (Persero) Tbk. in minimizing the risk of lending specially the lending for farming or agriculcure Kupedes, must be really sure about the ability and willingness of the debtor for paying their obligation according to the agreement that has been made. So that, this research aims 1) to know the characteristic of the debtors, 2) to analyzing the factors that influence the giving of Agriculture Kupedes, 3) to know the factors which have strongest influence.
The research was conduct on June 2014 by surveying all the debtor or census, that consist of 44 people in the work area of BRI Sukadarma. Analyzing method was using Factors Analyze by SPSS 16.0. The result said that there is 2 component factors that influencing the giving of Farming Kupedes in BRI Sukadarma which is primary factor and secondary factor. Primary factor consist of the main income, the holding capacity of production, and land area of farming. While the secondary factor consist of side income, informal education, and the number of businesses. According to the component factors, primary factor has the strongest influence in this case. Meanwhile partially, the main income has the strongest influence to the giving of Farming Kupedes in BRI Sukadarma.
1018011324H1K008020Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa TengahEkosistem mangrove memiliki peranan yang penting sebagai habitat Gastropoda. Gastropoda memiliki peranan yang penting didalam rantai makanan ekosistem mangrove. Penelitian ini berjudul Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Desa Mojo, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan kerapatan mangrove serta mengetahui struktur komunitas Gastropoda yang meliputi Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, dan Dominansi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode survey. Pengamatan mangrove menggunakan transek kuadrat 10x10 m2 dan pengamatan Gastropoda menggunakan transek 1x1 m2. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat 4 jenis mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Avicennia marina, dan Avicennia alba. Kondisi ekosistem mangrove termasuk dalam kategori baik dengan kerapatan 1800-2500 ind/ha2. Gastropoda yang ditemukan sebanyak 6 spesies yaitu Cassidula nucleus, Cassidula aurisfelis, Cerithidae anticipata, Cerithidae cingulata, Neritina violacea, dan Littorina undulata. Cassidula nucleus memiliki kelimpahan tertinggi (62 ind/m2) dan kelimpahan terendah yaitu Littorina undulata (14 ind/m2). Keanekaragaman Gastropoda tergolong rendah (0,68-1,55), Keseragaman tergolong tinggi (0,90-0,99), dan Dominansi tergolong rendah karena tidak terdapat spesies yang mendominasi (0,21-0,49). Kondisi ekosistem mangrove di Desa Mojo dilihat dari vegetasi mangrove dan Gastropoda termasuk kategori baik.Mangrove ecosystem has an important role for Gastropods Habitat. Gastropods it self has important role in food chain for mangrove ecosystem. This research entitled Gastropod Structure Community in Mojo Village, Ulujami sub-district, Pemalang Regency, Central Java. The purpose of this research is to know about the type and density also structure Gastropods community which includes Abundance, Diversity, Similarity, and Dominance. Method which used is using survey method. Mangrove observation using transect squares 10x10 m2 and gastropods observation using transect squares 1x1 m2. The research result showed there are 4 types of mangrove such as Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Avicennia marina, and Avicennia alba. Mangrove ecosystem condition included in good category with densities 1800-2500 ind/ha2. Gastropods which founded are 6 species such as Cassidula nucleus, Cassidula aurisfelis, Cerithidae anticipate, Cerithidae cingulata, Neritina violacea, and Littorina undulata. Cassidula nucleus has the highest abundance (62 ind/m2) and the lowest abudance is Littorina undulata (14 ind/m2). Gastropods diversity classified as low (0,68-1,55), Similarity classified high (0,90-0,99), and Dominance classified low because there is no species which dominate (0,21-0,49). Mangrove ecosystem condition in Mojo village seen from vegetation mangrove and Gastropods included in good Category.