Artikelilmiahs

Menampilkan 10.101-10.120 dari 48.949 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
101019893A1C010037EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMASSalah satu permasalahan yang dihadapi petani padi organik di Banyumas adalah jumlah produksi yang kurang maksimal. Upaya meningkatkan produksi padi organik dapat dilakukan dengan menggunakan faktor-faktor produksi secara efisien, sehingga menghasilkan produksi yang maksimal dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diterima petani dalam usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani padi org anik terhadap produksi padi organik di Kabupaten Banyumas 3) Mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sumbang, Kedungbanteng, Baturraden dan Pekuncen pada bulan Juni-Juli 2014. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan kecamatan tersebut merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan padi organik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan sensus, terhadap 35 responden. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara dengan menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis 1) Biaya dan pendapatan 2) Fungsi produksi Cobb Douglas dan 3) Efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani padi organik di Kabupaten Banyumas adalah Rp21.631.222 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp9.694.066, sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp11.937.156 per hektar. Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada produksi padi organik di Kabupaten Banyumas adalah luas lahan, sedangkan faktor produksi benih, pupuk organik,pupuk anorganik, pestisida organik, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi padi organik.Penggunaan faktor produksi luas lahan belum efisien karena nilai NPMXi/PXi lebih besar dari satu.
One of the problems that faced the organic rice farmers in Banyumas Regency is the production quantities are less than the maximum. Efforts to increase the production of organic rice can be done by using the factors of production efficiently, resulting in maximum production and increase farmer’s income. Based on those, This study aims to. 1) know earnings and expens 2) know effect of using organic rice production factors towards organic rice production 3) know efficiency of using production factor on organic rice farm in Banyumas Regency.
The research was conducted at Sumbang, Kedungbanteng and Baturraden District on Banyumas Regency in Juni- July 2014.This research area is choseen purposively because that district is potencial area for organic rice growth. The method which was used of this research was survey. Sampling is done by sensus, then retrieved 35 samples. Data is collected by observation and interview techniques by used a questionnaire. The Analytical methods used were 1) Analysis of costs and revenues 2) Analysis of Cobb Douglas production function 3) Efficiency of production factors.
Results of the research showed average gain per Hectare of organic rice farmers in Banyumas Regency is Rp21.631.222 and average production cost per hectare is Rp9.694.066 so the profit is Rp11.937.156 per hectare. Production factors that influence organic rice farming in Banyumas Regency was the broad of land area, but for seeds organic fertilizer, anorganic fertilizers, pesticides and labor did not affect the production of organic rice. The usage of broad of land area had not efficient because the value of NPMXi/PXi more than one.


1010211169A1C010046ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI
PADI ORGANIK METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATIONS DENGAN METODE KONVENSIONAL DI DESA MEKARWANGI
KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA
ABSTRAK

System of Rice Intensifications (SRI) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan produksi padi. Desa Mekarwangi merupakan salah satu desa di Tasikmalaya yang menerapkan metode ini. Metode SRI dapat menghemat penggunaan input dengan produksi padi yang dihasilkan lebih tinggi dari metode konvensional, selain itu produk padi organik metode SRI memiliki harga jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui besarnya perbedaan biaya pada usahatani padi organik metode SRI dan padi konvensional, 2) Mengetahui besarnya perbedaan pendapatan usahatani padi organik SRI dan padi konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan rancangan pengambilan sampel yaitu Cluster Random Sampling, diperoleh sebanyak 16 petani SRI dan 35 petani konvensional. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, dan uji beda nyata (uji z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan total biaya usahatani padi organik metode SRI dan konvensional sebesar Rp2.497.615,71 per hektar. Penerimaan usahatani padi organik metode SRI adalah Rp30.226.883,56 per hektar, sedangkan penerimaan usahatani padi konvensional adalah Rp16.451.730,42 per hektar. Perbedaan pendapatan usahatani padi organik metode SRI dan usahatani padi konvensional sebesar Rp11.277.537,43 per hektar. R/C rasio usahatani padi organik metode SRI adalah 1,96 sedangkan R/C rasio usahatani padi konvensional adalah 1,27 sehingga usahatani metode SRI lebih menguntungkan dibandingkan metode konvensional. Hasil uji z terhadap biaya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara biaya usahatani padi organik metode SRI dengan metode konvensional. Perhitungan statistik terhadap biaya memperlihatkan zhitung = 1,06 dan ztabel = -1,96 pada α = 5% maka zhitung berada di daerah penerimaan H0, sedangkan hasil uji z terhadap pendapatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan usahatani padi organik metode SRI dengan metode konvensional. Perhitungan statistik terhadap pendapatan memperlihatkan zhitung = 4,77 dan ztabel = 1,96 pada α = 5% maka zhitung berada di daerah penolakan H0.
ABSTRACT

System of Rice Intensifications (SRI) is one of the methods used to increase rice production. Mekarwangi village is one of the village in Tasikmalaya that apply this method. SRI method can save input using by producing more rice than conventional method and make it possible to get high selling price. This study aims to 1) Determine the amount of cost difference in farming organic rice using SRI method and using conventional method, 2) Determine the amount of income difference in farming organic rice using SRI method and using conventional method. The method used for this research is designing the survey sample collection by Cluster Random Sampling method, involving 16 of SRI farmers and 35 of conventional farmers. Technique for collecting the data is through observation, interview, and the literature study. The data were analyzed using descriptive analysis, analysis of costs and revenues, and Z test. The result of this research shows that the difference in total cost of cultivation for organic rice using SRI method and conventional method of Rp2.497.615,71 per hectare. The revenue of cultivation for organic rice using SRI method is Rp30.226.883,56 per hectare, while revenues of cultivation for organic rice using conventional method is Rp16.451.730,42 per hectare. The difference in income of cultivation for organic rice using SRI method and conventional method Rp11.277.537,43 per hectare. R/C Ratio of the cultivation for organic rice using SRI method is 1,96 while R/C Ratio of cultivation for organic rice using conventional method is 1.27. In conclusion, the cultivation for organic rice using SRI method is more favorable and worthy to be undertaken than the one with cosnventional method. The result from z test to cost shows that there is not any significan differences in cultivation for organic rice using SRI method and conventional method. The result from statistic calculation also show that zcount = 1,06 and ztable = -1,96 is in α = 5% so zcount is in range of H0 reception, while the result from z test to income shows that there is any significan differences in cultivation for organic rice using SRI method and conventional method. The result from statistic calculation also show that zcount =4,77 and ztable =1,96 is in α = 5% so zcount is in range of H0 rejection.
101039894E1A010061PENERAPAN TINDAK PIDANA DI PENGADILAN NEGERI CILACAP (Studi Kasus Terhadap Perkara No.111/Pid.Sus/2011/PN.Clp.)Tujuan penulis dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan unsur-unsur dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (money laundering) pada Putusan Perkara No.111/Pid.Sus/2011/PN.Clp. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) digunakan karena yang akan diteliti adalah aturan hukum yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang tentang Pencucian Uang. Pendekatan kasus (Case Approach) digunakan karena yang akan diteliti adalah kasus yang telah diputus oleh hakim Pengadilan Negeri Cilacap.
Berdasarkan hasil penelitan dan pembahasan, Penerapan Unsur-unsur Tindak Pidana Pencucian Uang (Money Laundering) pada Perkara No. 111/Pid.Sus/2011/PN.Clp. Dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan diketahui bahwa terpenuhi unsur-unsur dalam dakwaan Keempat telah terpenuhi melanggar Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 10 Undang-undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, sehingga terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam bentuk “Turut Serta Melakukan Pembantuan, atau Permufakatan Jahat Untuk Melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang, Telah Menerima atau Menguasai Penempatan, Pentransferan, Pembayaran Hibah, Sumbang, Penitipan, Penukaran, atau Menggunakan Harta Kekayaan Yang Diketahuinya atau Patut Diduganya Merupakan Hasil Tindak Pidana Narkotika”. Dalam Putusan Perkara No. 111/Pid.Sus/2011/PN.Clp., Hakim Pengadilan Negeri Cilacap telah sesuai menerapkan unsur-unsurnya. Dasar pertimbangan hukum Hakim dalam penjatuhan pidana bagi terdakwa sudah tepat, semua fakta yuridis yang terungkap di persidangan telah sesuai dan terbukti benarnya memenuhi unsur-unsur dalam dakwaan Keempat, dengan demikian telah membuat keyakinan Hakim sebagai dasar dalam memutus perkara.
Kata kunci : tindak pidana pencucian uang, unsur-unsur dakwaan, dan pertimbangan hakim.
The purpose of the authors in this study is to determine the application of the elements and to determine the legal reasoning of judges in imposing a criminal defendant Money Laundering (money laundering) in Case Decision 111 / Pid.Sus / 2011 / PN.Clp. The method used in this research is by using the method of normative juridical approach legislation (Statute Approach) and the approach of the case (Case Approach). Approach legislation (Statute Approach) is used because that will be examined is the rule of law is the Code of Penal (Penal Code) and the Law on Money Laundering. Approach cases is used because that will be examined is the case that has been decided by the District Court of Cilacap.
Based on the research results and discussion, the application of element of money laundering in case No, 111/Pid.Sus/2011/PN.Clp. From facts revealed at conference it showed that any element in fourth accusation was fulfilled, break section 5 verse (1) jo paragraph 10 law No. 8 year 2010 about prevention and eradication of money laundering, so that defendant proved validly and conviced guilty do doing an justice result “Doing Participate Assistance, or conspiracy to commit money laundering, or Mastering Received Placement, Transferring, Grant Payments, Donate, Custody, exchange, or Using The Assets known or reasonably suspected Represents results Narcotics Crime”. In case decision No. 111/Pid.Sus/2011/PN.Clp. Judge of district court Cilacap appropriate apply elements. Base judge law deliberation in drop criminal to defendent correct, all juridical facts revealed at conference appropriate andproved the true fulfil element in fourth accusation, there by make judge confidence as base in decide case.
Keywords : money laundering, the elements of the charges, and the consideration of the judges.
1010410874C1C010069PERBANDINGAN INDEKS INTERNET FINANCIAL REPORTING PADA PERUSAHAAN YANG TERMASUK DALAM INDEKS LQ45 DAN NON LQ45Penelitian ini merupakan studi empiris pada website perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 dan Non LQ45 yang masuk dalam indeks Kompas100. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas Indeks Internet Financial Reporting (IFR) pada kedua kategori perusahaan tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 72 perusahaan dari 88 perusahaan yang telah menerapkan IFR. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai/kualitas pada kedua kelompok tersebut, dan perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ45 memiliki nilai indeks IFR yang lebih tinggi.This study is an empirical study on the company's website that listed in LQ45 and Non LQ45 Index that concludes in KOMPAS100 index. Aims in this study is to determine the differences in the quality of the Internet Index Financial Reporting (IFR) in both categories of companies. The sample in this studi is 72 companies from 88 companies that have implemented IFR. Methods of data collection in this study is documentary study. The data obtained then processed using independent sample t-test. The analysis shows that there are differences in the value / quality in both groups, and companies that included in LQ45 index have a higher IFR index.
1010511168C1B011071Analisis Pengaruh Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan Terhadap Komitmen dan Turnover IntentionTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan terhadap komitmen dan komitmen terhadap turnover intention. Objek penelitian saya adalah Perusahaan Daerah BKK Banjarnegara. Populasi dalam penelitian saya adalah seluruh karyawan PD BKK Banjarnegara sebanyak 74 karyawan. Sedangkan untuk menghitung sampel minimal saya menggunakan rumus Slovin didapat sampel minimal sebanyak 63 karyawan dan untuk teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah simpel randoom sampling. Teknik analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik individu, karakteristik pekerjaan berpengaruh positif terhadap komitmen, dan komitmen perpengaruh negatif terhadao turnover intention.The aim of this study was to determine and analyze the influence of individual characteristics variables, job characteristics on commitment and commitment on the turnover intention in BKK Banjarnegara Regional Company. The population in this research were all employees of PD BKK Banjarnegara many as 74 employees. This research used Slovin formula to calculate the minimum samples obtained 63 employees and this research used simple randoom sampling. The analysis techniques were multiple regression analysis and simple regression analysis. These results showed that individual characteristics and job characteristics have positive influence on commitment, and commitment has negative influence on turnover intention.
1010611170G1A011031PENGARUH PENAMBAHAN LATIHAN MCKENZIE PADA TERAPI SHORT WAVE DIATHERMY (SWD) DAN TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DALAM MENURUNKAN NYERI PASIEN LOW BACK PAIN KRONIK DI RSUD MARGONO SOEKARJO Low back pain mempunyai insidensi dan prevalensi yang cukup tinggi di dunia. Pemulihan low back pain kronik masih rendah, sehingga perlu dilakukan pengobatan komprehensif yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penurunan nyeri pada pasien low back pain kronik yang mendapatkan terapi Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan McKenzie dengan pasien yang hanya mendapatkan terapi Short Wave Diathermy (SWD) dan Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, pre and post test with control group design, dengan teknik sampling purposive sampling telah dilakukan matching usia dan jenis kelamin. Subyek penelitian berjumlah 12 orang pada masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol mendapatkan terapi SWD dan TENS, sedangkan kelompok perlakuan mendapatkan terapi SWD, TENS dan Latihan McKenzie. Analisis data univariabel disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, kemudian analisis bivariabel menggunakan uji statistik Mann Whitney. Hasil uji statistik p=0,044. Kesimpulan penelitian terdapat perbedaan penurunan nyeri pada pasien low back pain kronik yang mendapatkan terapi SWD, TENS dan latihan McKenzie dengan pasien yang hanya mendapatkan terapi SWD dan TENS saja di RSUD Margono Soekarjo.Low back pain has a relatively high incidence and prevalence in the world. The recovery possibility of chronic low back pain is still low and better comprehensive treatment is needed. This study aimed to analyze the differences in pain relief of chronic low back pain patients receiving Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) and McKenzie Exercise compared to patients who only get Short Wave Diathermy (SWD) and Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) therapy. This study used experimental method pre and post-test with control group design, the sampling technique is purposive sampling with matching in age and sex. The study involved 12 subjects in each control and treatment group. The control group received SWD and TENS therapy while the treatment group received SWD, TENS and McKenzie exercise. Univariable analysis presented in frequency distribution table then bivariate analysis using Mann Whitney statistical test. The result of the statistical test p=0,044. Conclusion of the study there are differences in pain relief of chronic low back pain patients who received SWD, TENS and McKenzie exercise with patients who only get SWD and TENS in Margono Soekarjo Hospital.
101079895A1C010020TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PD. MOCHI KASWARI “LAMPION” DI KOTA SUKABUMIMochi merupakan makanan khas dari Kota Sukabumi. Salah satu mochi yang terkenal di Kota Sukabumi adalah mochi yang di produksi oleh PD. Mochi Kaswari “Lampion”. Keberadaan beberapa usaha sejenis menyebabkan tingginya persaingan antar produsen mochi di Kota Sukabumi. Hal ini menyebabkan PD. Mochi Kaswari “Lampion” harus mempunyai cara agar konsumen tetap setiap terhadap produknya. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melihat kepuasan konsumen dan strategi untuk mempertahankan kepuasan konsumennya, karena konsumen menjadi hal yang sangat penting untuk jalannya suatu usaha. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui tingkat kepuasan konsumen PD. Mochi Kaswari “Lampion” (2) mengetahui indikator yang belum dan telah memenuhi harapan konsumen (3) mengetahui strategi pemasaran.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling dengan jumlah sampel penelitian adalah 100 responden. Alat analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen adalah Customer Satisfaction Index sedangkan alat analisis yang digunakan untuk mengetahahui indikator yang belum dan telah memenuhi harapan konsumen adalah Important Performance Analysis. Besarnya tingkat kepuasan konsumen adalah 72 persen yang berada pada kategori “puas”. Indikator yang belum memenuhi harapan konsumen dan termasuk ke dalam prioritas utama perbaikan adalah kejelasan tanggal kadaluarsa dan keluasan serta kenyamanan areal parkir, sedangan indikator yang belum memenuhi harapan konsumen dan termasuk ke dalam prioritas rendah dalam perbaikan adalah aroma mochi, kestrategisan lokasi dan mudah dijangkau serta tersedianya kritik dan saran terhadap keluhan konsumen. Indikator yang sudah memenuhi harapan konsumen adalah cita rasa, variasi rasa, suasana kenyamanan tempat, adanya pendingin ruangan (AC), kecepatan melayani transaksi, komposisi kue mochi, ketersediaan produk, kesigapan karyawan dalam menanggapi pesanan, kebersihan tempat usaha, penampilan karyawan (rapih, bersih, berseragam), kejelasan penulisan izin Dinas Kesehatan, kejelasan jaminan halal, keramahan dan kesopanan karyawan terhadap konsumen. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, PD. Mochi Kaswari “Lampion” menghadapi beberapa persoalan adanya indikator yang belum memenuhi harapan konsumennya. Oleh karena itu, PD. Mochi Kaswari “Lampion” harus menentukan strategi pemasaran. Pertama adalah strategi produk yang dilakukan oleh PD. Mochi Kaswari “Lampion” adalah dengan mengeluarkan inovasi variasi rasa mochi dan kemasan. Kedua adalah strategi harga yang
dilakukan PD. Mochi Kaswari “Lampion” adalah dengan menjual mochi lebih murah daripada pesaing. Ketiga adalah strategi tempat yang dilakukan PD. Mochi Kaswari “Lampion” adalah dengan memindahkan outlet yang sebelumnya berada di ujung jalan Gang Kaswari II ke bagian depan jalan Gang Kaswari II. Keempat adalah strategi promosi yang dilakukan oleh PD. Mochi Kaswari “Lampion” adalah dengan promosi ”mulut ke mulut”, memasang spanduk dan petunjuk arah di jalan dan melalui media elektronik seperti internet.
Mochi is special food from Sukabumi. One of the famous mochi in Sukabumi is produced by PD. Mochi Kaswari “Lampion”. There are many similar competitors which makes the high competitions between mochi producers in Sukabumi. This causes PD. Mochi Kaswari “Lampion” must have a way for consumers to keep buying their products. The way must to do is by knowing consumer satisfaction and strategy to retain or keep the cunsumers, because consumers are the important factor for the survival of a business. The purposes of this study are (1) knowing overall customers satisfaction PD. Mochi Kaswari “Lampion” (2) knowing indicators that already and yet achieve consumer expectation (3) knowing marketing strategy. Sampling was conducted using accidental sampling and obtained 100 respondents. Data analysis used knowing overall customers satisfaction is Customer Satisfaction Index whereas to knowing indicators that already and yet achieve consumer expectation is Important Performance Analysis. Level of customers satisfaction is 72 percent and it is at the level of satisfaction “puas”. Indicators that have not meet the expectation of consumers and include in high priority improvement are description expiration date and spacious and comfortably parking area, whereas indicators that have not meet the expectation of consumers and include in low priority improvement are aroma, strategic location and easy to find and reach, availability of critisms and suggestion from the consumers. Indicators that meet the expectation of consumers are flavour, flavours variation, atmosphere and outlet confenience, air conditioner, fast service transaction, mochi composition/ingridients, avaliability of products, order accurary in taking care of employees, cleanliness of the store, employee performance (clean, neat, uniform), business license information from Dinas Kesehatan, warranty halal statement, employees were polite and hospitality to consumers. Based on the analysis has been aplied, PD. Mochi Kaswari “Lampion” face some problem measured indicators not meet consumers expectations. Therefore pd must define the marketing strategy. First, product strategy that must been apply by PD. Mochi Kaswari “Lampion” are make a variety of flavours and packaging innovation. Second, price strategy that must be apply by PD. Mochi Kaswari “Lampion” are sell mochi cheaper than the competitors. Third, place strategy that must be apply by PD. Mochi Kaswari “Lampion” are moving outlet from the inside Gang Kaswari II to the outside of Gang Kaswari II. Fourth, promotion strategy that must be apply by PD. Mochi Kaswari “Lampion” are “mouth to mouth” promotion, put banners and direction of the road, through electronic media such as the internet.
101089897A1G010025ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA KERIPIK TEMPE DI DESA SINDANGRAJA KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYAAbstrak
Agroindustri merupakan sektor penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi ke Tiga di Kabupaten Tasikmalaya. Industri keripik tempe sebagai salah satu agroindustri merupakan industri yang mengolah keripik tempe sehingga dapat meningkatkan daya tahan keripik tempe sampai kurang lebih 21 Hari. Industri keripik tempe di Desa Sindangraja Kecamatan Singaparna Tasikmalaya cukup menjanjikan karena dapat mengurangi tingkat pengangguran dan keuntungan yang dihasilkan dapat menunjang perekonomian. Keuntungan diperoleh jika harga jual diperhitungkan dengan tepat berdasarkan analisis biaya dan pendapatan usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan bersih industri rumah tangga keripik tempe yang dilakukan di Desa Sindangraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu observasi langsung, kuisoner dan pencatatan. Sasaran penelitian adalah empat perajin keripik tempe yang sedang berkembang di Desa Sindangraja. Alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan perajin industri keripik tempe di Desa Sindangraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya rata-rata sebesar Rp5.852.048,00 per bulan. Total biaya produksi per bulan ini terdiri atas biaya tetap Rp2.713,00 dan biaya variabel, yang meliputi biaya bahan baku rata-rata Rp886.585,00, biaya tenaga kerja langsung rata-rata Rp801.250,00 dan biaya overhead rata-rata sebesar Rp4.161.500,00. Pendapatan bersih rata-rata yang diterima sebesar Rp3.991.701,00 per bulan.
.

Kata kunci: keripik tempe, analisis biaya pendapatan

Abstract
Agro-industry is the third highest contributor of Gross Domestic Product (GDP) at Tasikmalaya Regency. Tempe chips industry, as one of agro-industry, is the industry that turn tempe in to new product that have resilience up to 21 days. Tempe chips industry at Sindangraja village, Singaparna district, Tasikmalaya Regency, is quite promosing because it can decrease unemployment rate and the obtained profit can support the household economy. Profit can be obtained if the selling price are appropriately calculated based on the analysis of cost and revenue. The purpose of this research is to determine the amount of cost and net revenue of tempe chips industry that held at Sindangraja village, Singaparna district, Tasikmalaya Regency. Three approaching method were used at this research, i. e. questioner, interview and recording. The target of this research are four tempe chips craftsmens which have the best progress in the tempe chips industry. The Analysis tool that used is the analysis of cost and revenue. The result of this research show the average total cost that used by the tempe chips craftmens at Sindangraja village, Singaparna district, Tasikmalaya Regency are Rp5,852,048.00 per month. This monthly average total cost is consist of the average fixed cost at Rp2,713.00 and the variable cost, including the average cost of raw material at Rp886,585.00, the average direct labor cost at Rp801,250.00 and the average overhead cost at Rp4,161,500.00. The net revenue that obtained are Rp3,991.701.00 per month


Keywords: tempe chips, analysis of cost and revenue

101099898A1H010001PENGARUH PENGGUNAAN ALOE VERA COATING PADA BUAH STROBERI (FRAGARIA spp.) SELAMA PENYIMPANAN DINGINGel lidah buaya berpotensi untuk diaplikasikan dalam teknologi edible coating, karena gel tersebut terdiri dari polisakarida yang mampu menghambat transfer gas CO2 dan O2, serta mengandung banyak komponen fungsional yang mampu menghambat kerusakan produk pascapanen yang berfungsi sebagai antimikroba. Carboxymethylcellulose (CMC) merupakan turunan selulosa yang mudah larut dalam air. CMC mampu membentuk ikatan peptida dengan kasein dan mencegah terjadinya ikatan hidrogen antara kasein yang bermuatan negatif dan asam laktat yang bermuatan positif pada kondisi suasana asam, mengakibatkan protein terkoagulasi dan menurunkan daya ikat air serta memacu terjadinya sineresis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan aloe vera coating tehadap kadar air, susut bobot, perubahan warna, kekerasan dan uji organoleptik selama penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data kemudian dianalisis secara grafis dan uji anova taraf 1%. Stroberi diberikan berbagai perlakuan yaitu tanpa aloe vera coating non kemas (P0X1), tanpa aloe vera coating kemas (P0X2), aloe vera coating dengan konsentrasi CMC 1% non kemas (P1X1), aloe vera coating dengan konsentrasi CMC 1% kemas (P1X2), aloe vera coating dengan konsentrasi CMC 1,5% non kemas (P2X1), aloe vera coating dengan konsentrasi CMC 1,5% kemas (P2X2), aloe vera coating dengan konsentrasi CMC 2% non kemas (P3X1), dan aloe vera coating dengan konsentrasi CMC 2% kemas (P3X2). Variabel mutu yang diamati yaitu kadar air, susut bobot, kekerasan, warna (Lab), dan uji organoleptik meliputi (warna, tekstur, rasa, dan aroma) yang diamati 2 hari sekali selama10 hari. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan aloe vera coating berpengaruh nyata terhadap kadar air, susut bobot, kekerasan, warna (L, a+). Perlakuan terbaik didapat pada nilai kadar air P3X2; susut bobot P1X1; kekerasan P1X1; L pada P2X1; nilai a(+) pada P1X2; uji organoleptik warna P2X1; tekstur P3X1; rasa P3X2; aroma P3X2.Aloe vera gel has the potential to be applied in the edible coating technology, because the gel is composed of polysaccharides that can inhibit the transfer of CO2 and O2, and contains many functional components that could inhibit postharvest damage products that function as antimicrobial. Carboxymethylcellulose (CMC) is a cellulose derivative which is soluble in water. CMC is able to form a peptide bond with casein and prevent the occurrence of hydrogen bonding between negatively charged casein and lactic acid positively charged on acidic conditions, resulted in coagulated protein and lowering water holding capacity and boost occurrence of syneresis. The purpose of this research is knowing the influence of using aloe vera coating to moisture, weight loss, change in color, hardness and organoleptic test during storage.The research was conducted using a Fully Randomized Design. The measured data were analyzed statistically using F-test 1%. Strawberries is initially coated by aloe vera coating with CMC 1% non-boxed (P0X1), CMC 1% boxed (P0X2), CMC 1,5% non-boxed (P2X1), CMC 1,5% boxed (P2X2), CMC 2% non-boxed (P3X1), and CMC 2% boxed (P3X2). A number of observed variables, namely moisture content, weight loss, hardness, color (Lab) and organoleptic test (color, texture, flavor, and aroma) were observed 2 day once along 10 days. The results showed that the aloe vera coating had very significant affect on moisture, weight loss, hardness, color (L, a+). The best treatment is obtained in moisture value with P3X2; weight loss P1X1; hardness P1X1; L with P2X1; value of a(+) with P1X2; organoleptic test color P2X1; texture P3X1; taste P3X2; flavor P3X2.
101109899A1C110014KELAYAKAN AGROINDUSTRI TEPUNG TAPIOKA "SARI BUMI KARYA" DI DESA PENICAN KECAMATAN KEMANGKONKABUPATEN PURBALINGGAKabupaten Purbalingga mempunyai potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian, khususnya tanaman ubi kayu yang merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka, hal itu menjadi alasan produsen “Sari Bumi Karya” untuk mendirikan usaha agroindustri tepung tapioka di Desa Penican Kecamatan Kemangkon. Pengembangan suatu usaha layak atau tidak diusahakan,dapat dinilai dengan melihat arus, skala usaha, serta keuntungan yang diperoleh dari usahanya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui cash flow usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya”di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. (2) Mengetahui skala usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya” di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga berdasarkan parameter penggunaan lahan, bahan baku, bahan penolong, dan tenaga kerja. (3) Mengetahui kelayakan agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya” Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga berdasarkan kriteria NPV, IRR, dan Net B/C. Penelitian ini dilakukan pada usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya” di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.
Penelitian dilakukan di agroindustri “Sari Bumi Karya” di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga pada bulan April sampai dengan Mei 2014. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis aliran kas masuk bersih; analisis biaya, penerimaan dan pendapatan; analisis kelayakan usaha menggunakan perhitungan kriteria investasi (NPV, IRR, Net B/C).
Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Cash flow usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya”di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga yaitu pada tahun 2009 sampai 2013 mempunyai arus kas masuk rata- rata sebesar Rp9.804.265.230,00dengan rata-rata biaya total Rp9.014.371.734,00, laba bersih (pendapatan) rata-rata sebesar Rp789.893.496,00, dan diperoleh arus kas bersih dengan rata-rata sebesar Rp843.803.463,00. (2) Usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya” di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga merupakan usaha tepung tapioka yang berskala besar berdasarkan parameter penggunaan lahan, bahan baku, bahan penolong dan tenaga kerja. (3) Hasil analisis kelayakan usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya” di Desa Penican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga menunjukkan bahwa NPV sebesar Rp1.367.225.782,00, IRR sebesar 57,41 persen, Net B/C sebesar 1,41, maka usaha agroindustri tepung tapioka “Sari Bumi Karya” layak untuk terus dilanjutkan.
Purbalingga Regency have considerable potential in the field of agricultur, particulary cassava plant which is raw material for making tapioca flour. This is the reason manufacturers“Sari Bumi Karya”to establish agroindustry enterprises tapioca flour in the Penican Village, Kemangkon Sub-District. Development of viable business or not cultivated can be assessed by looking at the cash flow, the scale of business, as well as the benefitsof these efforts. This research was aimed to: (1)Knowing cash flow tapioca flour agroindustry”Sari Bumi Karya”in the Penican Village Kemangkon Sub-District Purbalingga Regency. (2)Knowing the business scale tapioca flour agroindustry“Sari Bumi Karya” in the Penican Village Kemangkon Sub-District in the Purbalingga Regency of parameters based on land use, raw material, auxiliary materials, and labor. (3)Knowing the feasibility of agroindustry tapioca flour “Sari Bumi Karya” in the Penican Village Kemangkon Sub-District Purbalingga Regency based on the criteria of NPV, IRR and Net B/C. the research was conducted on agroindustry tapioca flour “Sari Bumi Karya” in the Penican Village Kemangkon Sub-District Purbalingga Regency.
This research implemented in “Sari Bumi Karya” business in the Penican Village,Kemangkon Sub-District Purbalingga Regency on April until May, 2014. Research uses the case study method. The analytical method used is net cash flow analysis; analysis of costs, revenues, and operating income; analysis of the feasibility of using the calculation of the investment criteria (NPV,IRR,Net B/C).
The result of research showed that: (1)Cash flow tapioca flour agroindustry enterprises”Sari Bumi Karya” in the Penican Village Kemangkon Sub-District Purbalingga Regency that in 2009 until 2013 had a cash inflow amounting to Rp9.804.265.230,00 on average with an average total cost is Rp9.014.371.734,00 net profit (income) average is Rp789.893.496,00 and net cash flow obtained with an average is Rp843.803.463,00. (2)Agroindustry tapioca flour “Sari Bumi Karya” in the Penican Village Kemangkon Sub-District Purbalingga Regency is a business that large-scale based on parameters land use, raw materials, auxiliary materials and labor. (3)The results of a financial analysis of agroindustry tapioca flour “Sari Bumi Karya” in the Penican Village, Kemangkon Sub-District in the Purbalingga Regency indicate that the NPV is Rp1.367.225.782,00, an IRR is 57,41 percent, Net B/C is 1,41, Which means agroindustry tapioca flour “Sari Bumi Karya” viable to cultivated.
101119896A1C010111MOTIVASI PEMBELIAN SAYURAN ORGANIK PADA KONSUMEN RUMAH TANGGA DI KOTA PURWOKERTOSayuran organik semakin berkembang di negara maju maupun negara berkembang dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk ini. Masyarakat mulai menyadari bahaya memakan makanan yang mengandung bahan-bahan kimia sintetis. Masyarakat di Kota Purwokerto semakin bijak dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, salah satunya adalah sayuran organik. Masyarakat semakin termotivasi untuk membeli sayuran organik. Faktor-faktor yang mendorong mereka dalam pembelian sayuran organik diantaranya kesehatan, status sosial, gaya hidup, dan kelompok acuan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis motivasi konsumen dalam pembelian sayuran organik di Kota Purwokerto, (2) Mengidentifikasi karakteristik konsumen sayuran organik di Kota Purwokerto, (3) Menganalisis hubungan antara motivasi dan karakteristik konsumen sayuran organik di Kota Purwokerto.
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 21 Juni 2014 sampai 21 Juli 2014. Tempat atau lokasi penelitian yaitu di supermarket Moro, Cherry, dan Foodmart Matahari. Sasaran penelitian adalah konsumen rumah tangga yang membeli sayuran organik di wilayah Kota Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sebagian besar motivasi konsumen dalam pembelian sayuran organik di Kota Purwokerto berupa motivasi kesehatan, (2) Sebagian besar pendapatan konsumen sayuran organik di Kota Purwokerto yaitu sebesar > Rp 2.000.000 dengan usia  41 tahun, tingkat pendidikan S1, dan jumlah anggota keluarga sebanyak 4 orang, (3) Karakteristik konsumen sayuran organik di Kota Purwokerto yang memiliki korelasi dengan motivasi konsumen dalam pembelian sayuran organik, yaitu tingkat pendapatan, sedangkan usia, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga tidak memiliki korelasi dengan motivasi konsumen dalam pembelian sayuran organik.
Organic vegetables growing in developed and developing countries with increasing public demand for these products. People are starting to realize the dangers of eating foods that contain synthetic chemicals. People in Purwokerto wiser to choosing food that is safe for health and environment-friendly, one of them is organic vegetables. People are increasingly motivated to buy organic vegetables. The Factors that encourage them to purchasing organic vegetables, among others health, social status, lifestyle, and reference group. This research was aimed to: (1) Analyze consumer motivation in purchasing organic vegetables in Purwokerto City, (2) Identify consumer characteristics of organic vegetables in Purwokerto City, (3) Analyze the correlation between motivation and consumer characteristics of organic vegetables in Purwokerto City.
This research was conducted in Purwokerto City , Banyumas , Central Java on June 21st until July 21st 2014. Place or location of research was in Moro Supermarket, Cherry and Matahari Foodmart. Research target is household consumers who buy organic vegetables in the city of Purwokerto. Methods used in this research was survey with technique the sample accidental sampling. The analytical methods used was descriptive analysis and chi square test.
The results of this research shows that : (1) Consumer motivation in purchasing organic vegetables in Purwokerto City is health, (2) The most income of organic vegetable consumers in Purwokerto City is > Rp 2.000.000 with  41 years old, undergraduate education, and member of their family is 4 people, (3) Characteristics of consumers of organic vegetables in Purwokerto City which have a correlation with consumer motivation in purchasing organic vegetables are income, whereas age , education , and number of family members have no correlation with consumer motivation in purchasing organic vegetables.
101129900A1H010091RANCANG BANGUN AUTOMATIC SOLAR TRACKER SATU SUMBU ROTASI MENGGUNAKAN MIKRIKONTROLER ATMEGA 32
Energi merupakan komponen terpenting dalam kehidupan karena tidak ada aktivitas di dunia ini tanpa energi. Salah satu sumber energi yang besar adalah energi matahari. Sumber energi ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini dikarenakan pengaruh rotasi dan revolusi bumi. Optimalisasi pemanfaatan energi matahari ini
menjadi sangat penting sehingga munculah ide membuat sebuah automatic solar tracker (penjejak matahari) yang dapat mengikuti arah pergerakan matahari dari timur ke barat dengan menggunakan input astronomi. Data tersebut diperoleh dari posisi lintang dan bujur lokasi tersebut. Dalam penelitian ini menampilkan output berupa data pada
sudut datang matahari karena alat dirancang hanya untuk menjejak matahari dari timur ke barat. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun dan uji performansi sistem kendali gerak panel surya yang mengikuti peredaran matahari dari timur ke barat.
Penelitian ini menggunakan sistem pengendali berupa mikrokontroler ATMega 32 dengan input data berupa posisi lintang bujur lokasi dan RTC (Real Time Clock) dengan IC DS1307 dan output data berupa LCD 16 x 2, selain itu sistem juga dilengkapi dengan aktuator berupa motor servo.Variabel yang diukur adalah tegangan, arus dan daya pada sistem fixed maupun sistem penjejak. Berdasarkan pengukuran pada sistem automatic solar tracker tersebut berhasil memperoleh daya rata -rata sebesar 36,873 W, sedangkan sistem fixed berhasil memperoleh daya rata – rata sebesar 34,361 W. Sistem penggerak panel surya tersebut berhasil menambah energi sebesar 2,512 W dibandingkan sistem fixed.
Energy is the most important component in our life because there is no activity in the world without energy. One of the major sources of energy is solar energy. This energy source can not be utilized optimally, because the depend of the earth's rotation and revolution. Optimizing the utilization of solar energy is becoming very important so came the idea to make a solar tracker can follow the of the movement of the sun from east to west by using the data input in the form of astronomical . The data of latitude and longitude of the location of the sun. In the present study displays the output in the form of data on the incidence angle of the sun because the tool is designed only to track the sun from east to west . The purposes of this research is to design up and performance test the motion control system of solar panels that follow the course of the sun from east to west .
This study uses a system controller atmega 32 microcontroller input data in the form of latitude and longitude position and RTC (Real Time Clock) with IC DS1307 and LCD data output in the form of 16 x 2, otherwise the system is also equipped with actuators such as motors servo. Variabel measured is the voltage, current and power on the system fixed and tracking systems. Based on the research, the automatic solar tracker system successfully obtain average power is 36, 873 W, while the fixed system successfully obtain average power is 34,361 W. The average automatic solar tracker system further increased the energy of 2,512 W is compared to fixed systems.
101139902A1L010098KONSERVASI PARASITOID TELUR PENGGEREK BATANG PADI kUNING Trichogramma japonicum Ashmead DENGAN VARIETAS PADI DAN GULMA BERBUNGAAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh varietas padi dan gulma berbunga terhadap keberadaan hama PBPK, 2) pengaruh varietas padi dan gulma berbunga terhadap aktivitas parasitoid Trichogramma spp dalam memarasit telur PBPK, dan 3) pengaruh varietas padi dan gulma bunga terhadap intensitas serangan hama penggerek batang padi kuning (PBPK).Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret hingga Juli 2014. Rancangan dasar dari penelitian ini adalah menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) untuk setiap varietas dengan empat ulangan untuk selanjutnya dilakukan analisis ragam gabungan. Faktor yang diuji adalah varietas padi yang terdiri dari IR 64, Situbagendit, Cilamaya dan gulma berbunga yang terdiri Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, Echinochloa crussgali. Variabel yang diamati yaitu, intensitas serangan PBPK, telur PBPK, populasi ngengat PBPK, tingkat pemarasitan parasitoid, tinggi tanaman, jumlah batang dan hasil. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, kemudian dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur(BNJ) taraf 5%.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa populasi ngengat PBPK paling tinggi pada Varietas Cilamayasebesar 7,19 imago diikuti pada varietas Situ Bagendit sebesar 0,88 imago dan IR 64 sebesar 0,125 imago.Gulma berbunga tidak berpengaruh terhadap keberadaan ngengat PBPK. Parasitoid T. japonicum lebih tertarik pada pertanaman varietas Cilamaya yang dikelilingi gulma Cyperus rotundus.Intensitas serangan PBPK tertinggi pada varietas Situbagendit sebesar 1,77% diikuti pada varietas Cilamaya sebesar 0,66% dan varietas IR 64 sebesar 0,23%. Varietas padi dan gulma berbunga tidak berpengaruh terhadap hasil panen.
Abstract
The aims of this researchwere to: 1) The influence rice variety and flowering weeds to the pest YRSB, 2) The influence rice variety and flowering weeds to the activity of the parasitoid Trichogramma spp in parasitizing YRSB eggs, and 3) The influence rice variety and flowering weeds to the attack intensity of pest yellow rice stem borer (YRSB).The research was implemented at Kalisalak village, Kebasen sub-district, Banyumas Regency from March up to July 2014. It used a Random Design Complete (CRD) For every varieties with four replication to be analysis of various should. Factors tested was the presence of the parasitoid of the YRSB egg. Observed variables, were the attcak intensity of YRSB, the YRSBeggs, the YRSB moth populations, parisitism levels of the parasitoid, plant height, the number of stems and yield. Data was analyzed using the F test of 5%, it significant then continued with Least Significant Difference test (HSD) at 5% level.Results of the research the moth populationsYRSB high on the Cilamaya varieties of 7.19 moth, then continued withthe Situ Bagendit varieties of 0.88 moth and IR 64 varieties of 1.25 moth. The flowering weed cultivation did not effect on the YRSB moth. The parasitoid T. japonicummore interested on the plantingCilamaya varietiesthat is surrounded by weedCyperus rotundus. Attack instensity of the YRSBhigheston theSitubagendit varietiesof 1.77%then continued with the Cilamaya varietiesof 0.66% andIR 64 varietiesof 0.23%. Rice Variety andflowering weed cultivation did not effect on the yeald.
1011410876F1D008002KETOKOHAN WARDAH HAFIDZ DALAM PERJUANGAN RAKYAT MISKIN KOTA DI DKI JAKARTAArtikel dari hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang ketokohan Wardah Hafidz dalam perjuangan rakyat miskin kota di DKI Jakarta melalui sebuah penulisan biografi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan biografi dalam paradigma nonpositivisme, khususnya konstruktivisme. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Wardah Hafidz bergerak dengan idealismenya soal kemiskinan kota di DKI Jakarta. Artinya, Wardah Hafidz menilai kemiskinan kota adalah hasil dari kegagalan pemerintah dalam melakukan pembangunan yang selama ini digaungkan. Dalam hal ini, rakyat miskin kota adalah korban dari ketidaksiapan pemerintah dalam membangun sebuah tatanan kota yang ideal. Melalui UPC, Wardah Hafidz mendorong agar rakyat miskin kota mampu melawan ketidakadilan pemerintah DKI Jakarta. Melalui pemberian informasi secara jelas, Wardah Hafidz berhasil membangun kesadaran kritis rakyat miskin kota. Berbagai usulan solusi alternatif dibuat oleh Wardah Hafidz bersama aktivis sosial lainnya untuk menolak kebijakan pemerintah yang terkesan memusuhi rakyat miskin seperti penggusuran.This research-based paper aims at describing and explaining about the figure of Wardah Hafidz in the struggle of urban poor in Jakarta through a biography writing. By using a qualitative method and biography approach in nonpositivism paradigm, particularly constructivism. The results of the research reveals that Wardah Hafidz moves with her idealism about poverty in Jakarta. Wardah Hafidz assess urban poverty is the result of the government's failure to carry out the construction of which has been assessed. In this case, urban poor is the victim of a lack of government in order to build an ideal city. Through UPC, Wardah Hafidz encourages the urban poor to able to fight the injustice of the local government of DKI Jakarta. By giving the clear information, Wardah Hafidz has managed people to develop a critical awareness of the urban poor. Many ideas of alternative solution are made by Wardah Hafidz together with social activists to deny the government policies that seem to be against the urban poor, like evictions.
101159903A1L010093KONSERVASI PARASITOID WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal) PADA TIGA VARIETAS PADI DENGAN GULMA BERBUNGA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui pengaruh jenis gulma berbunga terhadap keberadaan parasitoid dan tingkat pemarasitan parasitoid wereng batang cokelat pada tiga varietas padi, (b) mengetahui pengaruh jenis gulma berbunga terhadap keberadaan parasitoid wereng batang cokelat (c) mengetahui keberadaan parasitoid wereng batang cokelat pada tiga varietas padi (d) mendapatkan varietas padi dan gulma berbunga yang dapat menekan intensitas serangan WBC.Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret hingga Juli 2014. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) untuk setiap varietas (IR 64, Situ Bagendit, dan Cilamaya) dan gulma berbunga(Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, dan Echynocloa crussgali).Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F taraf 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNJtaraf kesalahan 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi WBC, jumlah malai, jumlah batang, tinggi tanaman, dan produksi gabah perpetak dipengaruhi oleh varietas yang dicoba.Perbedaan tersebut tidak tergantung pada jenis gulma berbunga yang ditanam.Sementara itu untuk ketahanan relative, intensitas serangan WBC baik pada fase vegetatif maupun generatif dan populasi parasitoid tidak dipengaruhi oleh varietas yang dicoba.Jenis gulma berbunga berbunga tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati.Populasi WBC yang dipengaruh oleh varietas padi terjadi pada pengamatan 7, 14, 63, dan 91hst. Serangan tertinggi terjadi pada varietas Situ Bagendit.Varietas IR 64 mempunyai jumlah malai, jumlah batang terbanyak dan mempunyai tinggi tanaman paling tinggi.Penanaman gulma berbunga (Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, dan Echynochloa crussgali) dan varietas padi (IR 64, Situ Bagendit, dan Cilamaya) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat pemarasitan parasitoid WBC.
Abstract
The aims of this research were to: (a) know the effect of flowering weeds types to parasitism level of brown planthopper in three rice varieties, (b) know the effect of flowering weeds types to the presence of brown planthopper parasitoid, (c) know the effect of brown planthopper parasitoid to three rice varieties, (d) get rice varieties an flowering weeds that could pressing the intensity of BPH’s attack.This research was implemented at Kalisalak village, Kebasen subdistrict, Banyumas at March up to July 2014. This Research usedCRD (Complete Random Desain) for each varieties (IR 64, there Bagendit, and Cilamaya) and weeds in bloom (Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, and Echynocloa crussgali). It was analized by F-Test in 5% level, if it different significantly continued by HSD –Test in 5% level.Showed the population of BPH’s, number of panicles, number of steam, plant height, and grain production of each plot influenced by different variety. That difference dosen’t depend on flowering weeds types be planted. Meanwhile, relative resilence, BPH attacks intensity both in the vegetative and generativephaseand population of parasitoid doesn’t influence to all variables. The population of BPH that influenced by rice variety occurs at observation 7,14,63, and 91 etc. The highest attack occurs in Situ Bagendit variety. IR 64’s variety have the highest number of panicles, stems, and plant height.Flowering weeds (Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, and Echynochloa crussgali) and rice variety (IR 64, Situ Bagendit, and Cilamaya) did not give any real influence over the level parasitism BPH parasitoid.
101169904H1G010001BIOAKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA KERANG TOTOK (Polymesoda erosa) DI PERAIRAN PLAWANGAN BARAT, SEGARA ANAKAN, CILACAPPerairan Plawangan Barat, Segara Anakan terletak di Pantai Selatan Pulau Jawa dan secara administratif masuk dalam wilayah kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Sungai-sungai yang bermuara ke Segara Anakan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan yang disebabkan oleh berbagai antropogenik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat kadmium pada sedimen dan kerang totok (Polymesoda erosa), serta perbedaannya antar stasiun di perairan Plawangan Barat, Cilacap, selain itu untuk mengetahui bioakumulasi logam berat Cd pada kerang totok dengan sedimen antar stasiun berdasarkan nilai Bioacumulation factor (BAF). Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Hasil dari penelitian menunjukan kandungan logam berat Cd pada sedimen tertinggi sebesar 1,0490 mg/kg dan terendah sebesar 0,7783 mg/kg, kandungan logam berat Cd tertinggi pada kerang totok sebesar 0,3802 mg/kg dan terendah sebesar 0,2706 mg/kg. Berdasarkan nilai BAF diperoleh kategori tergolong rendah. hubungan kandungan logam berat Cd antara sedimen dengan kerang totok berkorelasi negatif. Status pencemaran berdasarkan nilai Contaminant factor (CF) diperoleh kategori terkontaminasi ringan dan sedang.administratively included in Kampung Laut subdistrict Cilacap district. The rivers that accumulate into the lagoon could affect the water quality decline which by a variety of anthropogenic. The study aims to determine the heavy metal content of cadmium (Cd) in sediments and totok-shell (Polymesoda erosa), and the differences between stations in the waters of West Plawangan, Cilacap, in addition to know the bioaccumulation of Cd heavy metals in the sediment and totok-shell between stations based on the value of Bioacumulation factor (BAF). The method was used a survey method with purposive random sampling technique. The result showed that the highest heavy metals content of Cd in sediment was 1.0490 mg / kg and the lowest was 0.7783 mg / kg, in addition the highest of content heavy metals Cd in totok-shell was 0.3802 mg / kg and the lowest was 0.2706 mg / kg. the value BAF in totok-shell was categorize in low performance. The relationship between the content the Cd heavy metals in sediment with totok-shell showed negatively correlated. The pollution status based on CF value obtained showed low and average contaminated.
101179905A1L010245UJI KEMEMPANAN BEBERAPA AGENSIA HAYATI TERHADAP PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora Butl.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemempanan lima agensia hayati (Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, Trichoderma harzianum, Beauveria bassiana, dan Metarhizium anisopliae) dalam menghambat pertumbuhan jamur Phytophthora palmivora secara in vitro, dan mengendalikan penyakit busuk buah kakao. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Oktober 2014 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di kebun kakao PT. Rumpun Sari Antan IV Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas sembilan perlakuan dan dua ulangan. Antagonis yang digunakan adalah T. harzianum isolat jahe dan bawang merah, P. fluorescens isolat P60, P32, dan P8, B. subtilis isolat B11, M. anisopliae, dan B. bassiana. Penelitian lapang menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi kontrol, pemberian BIO P60, pemberian T. harzianum isolat jahe, pemberian T. harzianum isolat bawang merah, dan pemberian fungisida. Variabel yang diamati meliputi persentase penghambatan uji antagonisme, kejadian penyakit, intensitas penyakit, laju infeksi, serta kandungan senyawa fenol (tanin dan hidrokuinon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga antagonis memiliki angka yang tinggi pada uji kultur ganda, yaitu P. fluorescens isolat P60, T. harzianum isolat bawang merah, dan T. harzianum isolat jahe masing-masing sebesar 28,57, 57,14, dan 64,29%. Agensia hayati P. fluorescens P60 dan T. harzianum isolat jahe dan bawang merah mampu menekan perkembangan penyakit busuk buah kakao sampai 100%, menurunkan laju infeksi, serta meningkatkan pembentukan buah kakao.This research aimed at knowing the effectiveness of five biological agents (Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, Trichoderma harzianum, Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) in inhibiting the growth of the pathogen in vitro, and controlling the disease. The research was carried out on March to October 2014 at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and the cacao plantation of PT. Rumpun Sari Antan IV Darmakradenan Village, Ajibarang Subdistrict, Banyumas Regency. Completely Randomized Design was used in in vitro test with nine treatments and two replicates. The agents used were T. harzianum ginger and shallots isolates, P. fluorescens P60, P32, and P8 isolates, B. subtilis B11 isolate, M. anisopliae, and B. bassiana. Randomized Block Design was used in the field test with five treatments and five replicates. The treatments tested were control, application of Bio P60, T. harzianum ginger isolate, T. harzianum shallots isolate, and fungicide. Variables observed were inhibition percentage of the antagonism, disease incidence, disease intensity, infection rate, and phenolic compound contents (tannin and hydroquinone). Results of the research showed that three antagonists having high percentage at the dual culture test were P. fluorescens P60, T. harzianum shallots isolates, and T. harzianum ginger isolates as 28.57, 57.14, and 64.29% respectively. P. fluorescens P60 and T. harzianum ginger and shallots isolates could suppress the disease development 100%, decrease infection rate, and increase cacao pod formation.
101189906A1C010062PENINGKATAN PENDAPATAN PERAJIN GULA SEMUT ORGANIK MELALUI KEMITRAAN DENGAN CV. PUSAT PENGEMBANGAN PRODUK RAKYAT DI DESA RANCAMAYA KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Gula semut (gula kristal) merupakan produk turunan dari gula kelapa biasa yang berbentuk serbuk. Kecamatan Cilongok merupakan salah satu kecamatan di Banyumas dengan produksi gula semut tertinggi. Salah satu desa perajin gula semut organik yaitu Desa Rancamaya. Permasalahan yang dialami oleh perajin diantaranya adalah perajin masih kurang memahami memproduksi gula semut dengan kualitas yang baik sehingga produk yang dihasilkan akan sulit bersaing dengan produk lain, selain itu konsumen masih merasa asing dengan gula semut sehingga perajin masih kesulitan dalam memasarkan produk ke konsumen. Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut adalah melalui kemitraan usaha dengan CV. Pusat Pengembangan Produk Rakyat (P3R). Hubungan kemitraan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perajin gula semut organik sehingga berbagai permasalahan yang ada dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengetahui kinerja kemitraan yang terjalin pada usaha industri gula semut organik, yaitu antara perajin gula semut organik dengan CV. P3R di Desa Rancamaya Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, (2)Mengetahui perbedaan pendapatan antara perajin mitra dan non mitra serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling, pengambilan sampel ditentukan secara proporsional dan diperoleh sampel 26 perajin mitra dan 18 perajin non mitra. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, dan Uji Z. Hasil analisis menunjukkan (1)Kinerja kemitraan antara perajin gula semut dengan CV. P3R meliputi kegiatan jual beli gula semut, pembinaan dan pelatihan, serta pemenuhan hak dan kewajiban perajin dengan CV. P3R (2)Terdapat perbedaan pendapatan secara nyata antara pendapatan per kilogram gula semut perajin mitra dengan perajin non mitra, yaitu perajin mitra sebesar Rp.5.154,43 dan perajin non mitra sebesar Rp.3.454,51. Perbedaan dipengaruhi oleh faktor harga jual gula semut per kilogram yaitu Rp.11.925 untuk perajin mitra dan Rp.9.597,78 untuk perajin non mitra.Palm sugar (granulated sugar) is a derivative of the common palm sugar with form of powder. Cilongok is one of the districts in Banyumas with the highest production of palm sugar. One of the village which producer organic palm sugar is Rancamaya Village. Problems faced by the producer are they lack understanding how produce palm sugar with a good quality so that the resulting product will be difficult to compete with other products, otherwise the consumers was unfamiliar with palm sugar so that producer are still difficulties in marketing their products to consumers. One of the effort to overcome these problems is through a business partnership with CV. Pusat Pengembangan Produk Rakyat (P3R). This partnership was expected to provide benefits to the producer of organic palm sugar so that various existing problems can be resolved. This study aims to 1) Determine the performance of the business partnership that exists in the organic palm sugar industry, which is among the producer organic palm sugar with CV. P3R in the Rancamaya Village, Cilongok District, Banyumas Regency, 2) Knowing the difference in income between partners and non-partners producer as well as the factors that influence it. The research method used was a survey. The sampling method in this study is simple random sampling, sampling is determined with proportional and the sample obtained 26 artisans and 18 crafters non partners partner. Data were analyzed using descriptive analysis, analysis of costs and revenues, and Z test. The result showed 1)Performance of the partnership between producer of palm sugar with CV. P3R partners include the trade of palm sugar, coaching and training, as well as the fulfillment of the rights and obligations of crafters with CV. P3R. 2)There are differences between income of palm sugar partners and non partners. This difference was influenced by the price of palm sugar that Rp.11.925 for partner producer and Rp.9.597,78 for non-partners producer.
101199907A1H008051EFISIENSI PENGGUNAAN AIR PADA BUDIDAYA BENIH KENTANG
SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT DAN AEROPONIK DI DATARAN MEDIUM
Efisiensi penggunaan air dibutuhkan dalam usaha mendukung peningkatan produksi benih kentang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui volume penggunaan air pada budidaya benih kentang dengan sistem hidroponik substrat dan aeroponik di dataran medium, (2) mengetahui efisensi air yang digunakan sistem hidroponik substrat dan aeroponik pada budidaya benih kentang di dataran medium, (3) mengetahui evapotranspirasi potensial yang terjadi antara sistem hidroponik substrat dan aeroponik dalam budidaya benih kentang di dataran medium. Hasil menunjukan bahwa pada budidaya tanaman kentang secara hidroponik dan aeroponik, volume air yang digunakan sistem aeroponik cenderung lebih hemat. Volume penggunaan air sistem hidoponik sebesar 924 liter dan sistem aeroponik sebesar 596 liter. Penggunaan air pada sistem aeroponik lebih efisien 35,49% dibandingkan sistem hidroponik substrat. Evapotranspirasi potensial pada sistem hidroponik substrat dalam budidaya benih kentang di dataran medium sebesar 4,03 mm/hari, dan untuk sistem aeroponik sebesar 3,62 mm/hari.Efficiency of water usage is needed for sustainable of seed potato production. The purpose of this research is (1) to know water volume usage for cultivation of seed potato make use hydroponisc substrate and aeroponics systems in medium land, (2) to know efficiency of water usage for cultivation of seed potato make use hydroponics substrate and aeroponics systems in medium land, (3) to know evapotranspiration potential of hydroponycs substrate and aeroponics systems on the cultivation of seed potato in medium land . The result shows water volume usage of aeroponic system is more economic. Water volume usage of hydroponic system is 924 liter and 596 liter for aeroponic system. Water usage of aeroponycs system is 35,49% more efficient than hydroponics substrate system. Potential evapotranpiration for hydroponics substrate system on the cultivation of seed potato is 4,03 mm/day, and for aeroponycs system is 3,62 mm/day.
1012011172G1A011014PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUBULUS GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI METOTREKSAT Latar Belakang: Metotreksat (MTX) dosis tinggi banyak digunakan untuk terapi berbagai macam kanker. Namun, MTX dosis tinggi mempunyai efek samping merusak organ ginjal. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) diduga mampu menanggulangi efek samping dari MTX dosis tinggi karena kandungan antioksidannya.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) terhadap gambaran histopatologi tubulus ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi MTX
Metode: Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimental post test only with control group design. Hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol sehat (A) yaitu kelompok yang diberikan aquades pada hari ke 1-8, kelompok kuratif (B) yaitu kelompok yang diberi metotreksat pada hari ke 1 dan ekstrak biji jintan hitam pada hari ke 2-8, kelompok preventif (C) yaitu kelompok yang ekstrak biji jintan hitam pada hari ke 1-7 dan metotreksat pada hari ke 8. Ginjal diambil kemudian dibuat preparat dengan pewarnaan HE.
Hasil: Uji statistik dengan Oneway Anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata skoring kerusakan tubulus ginjal antar kelompok A, B dan C (p>0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok tikus yang diberikan metotreksat dan ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) dengan kelompok tikus yang tidak diberikan keduanya (kontrol sehat). Pemberian ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) dapat memperbaiki gambaran histopatologi tubulus ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi metotreksat (MTX).
Background: High dose of Methotrexate (MTX) is widely used for the treatment of various cancer. However, it can cause side effects to the kidneys. Extract of black cumin seeds (Nigella sativa) is suspected as an therapy of the MTX side effect in kidney because of its antioxidant properties.
Objective: This study aimed to determine the effect of black cumin seeds (Nigella sativa) extract in tubules renal histopathology of male albino rat (Rattus norvegicus) induced by MTX
Method: This research was an experimental post test only with control group. Animals were divided into 3 groups. Control group was heathy albino rats (A) which were given distilled water on day 1-8, curative group (B) were given methotrexate on day 1 and black cumin seeds extract on day 2-8, preventive group (C) were given black cumin seeds extract on day 1-7 and methotrexate on day 8. Kidney samples from all group were collected and stained in Hematoxylin-Eosin.
Result: Statistical test with Oneway Anova showed no significant difference of renal tubular damage score beetwen groups A, B and C (p>0,05).
Conclusion: There was no significant difference between group were given methotrexate and black cumin seeds extract (preventive and curative group) with group were not given both (control group). Black cumin seeds (Nigella sativa) extract recoveried tubules renal histopathology of male albino rat (Rattus norvegicus) induced by methotrexate (MTX).