Artikel Ilmiah : A1L008159 a.n. AZHAR RIYADI FIRDAUS

Kembali Update Delete

NIMA1L008159
NamamhsAZHAR RIYADI FIRDAUS
Judul ArtikelRESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN DAN SAWI TERHADAP DOSIS PUPUK UREA DAN JARAK TANAM DALAM SISTEM TUMPANGSARI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tumpangsari adalah penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan dan waktu yang sama. Tumpangsari dilakukan untuk mengurangi risiko kegagalan panen, memperbaiki kesuburan lahan, stabilitas biologis dan sumber gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menentukan dosis optimal pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun dan sawi dalam tumpangsari, 2) Menentukan jarak tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun dan sawi dalam tumpangsari, 3) Menentukan jarak tanam terbaik dan pemberian dosis urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun dan sawi dalam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian lebih kurang 580 m di atas permukaan laut pada bulan Februari sampai Mei 2014. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba yaitu jarak tanam: J1 (20 x 20) cm; J2 (20 x 30) cm dan dosis pupuk urea 84; 168; 252; 336 gram/petak. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis urea berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman bawang daun. Perlakuan jarak tanam tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel bawang daun dan sawi. Terdapat interaksi antara dosis urea dan jarak tanam terhadap beberapa variabel pengamatan.

Abtrak (Bhs. Inggris)Intercropping is the planting of more than one crop in a field and the same time. Intercropping is done to reduce the risk of crop failure, improve soil fertility, biological stability and nutrient source community. This research aims to: 1) Determine the optimal dose of fertilizer urea on growth and yield of scallion and mustard in intercropping, 2) Determine the best plant spacing on the growth and yield scallion and mustard in intercropping, 3) Determine the best plant spacing and dosing of urea on growth and yield scallion and mustard in intercropping. This research was carried out on the grounds of the experiment in the village of Melung, district Kedung banteng of Banyumas Regency, with elevation of the approximately 580 m above sea level from February to May 2014. The experimental design used was randomized blok design (RBD). Factors were tried plant spacing: J1 (20 x 20) cm; J2 (20 x 30) cm and fertilizer urea dose 84; 168; 252; 336 grams / plot. Data were analyzed using the F test, if there is a treatment effect followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at 5% error level. The results showed that the treatment of urea very significant effect on plant height scallion. Treatment spacing gives no effect on all the variables of growth and yield of scallion and mustard. Interaction between the dose of urea fertilizer and plant spacing significantly different with some observations of variables.


Kata kunciTumpang sari, Pupuk urea, Jarak tanam
Pembimbing 1Dr. Ir. Tamad, M.Si.
Pembimbing 2Ir. Sobardini Mardin, M.S
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman58
Tgl. Entri2014-11-16 18:39:53.494741
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.