Artikel Ilmiah : A1C010037 a.n. DEIS ANISTIA

Kembali Update Delete

NIMA1C010037
NamamhsDEIS ANISTIA
Judul ArtikelEFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu permasalahan yang dihadapi petani padi organik di Banyumas adalah jumlah produksi yang kurang maksimal. Upaya meningkatkan produksi padi organik dapat dilakukan dengan menggunakan faktor-faktor produksi secara efisien, sehingga menghasilkan produksi yang maksimal dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diterima petani dalam usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani padi org anik terhadap produksi padi organik di Kabupaten Banyumas 3) Mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani padi organik di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sumbang, Kedungbanteng, Baturraden dan Pekuncen pada bulan Juni-Juli 2014. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan kecamatan tersebut merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan padi organik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan sensus, terhadap 35 responden. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara dengan menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis 1) Biaya dan pendapatan 2) Fungsi produksi Cobb Douglas dan 3) Efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani padi organik di Kabupaten Banyumas adalah Rp21.631.222 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp9.694.066, sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp11.937.156 per hektar. Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada produksi padi organik di Kabupaten Banyumas adalah luas lahan, sedangkan faktor produksi benih, pupuk organik,pupuk anorganik, pestisida organik, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi padi organik.Penggunaan faktor produksi luas lahan belum efisien karena nilai NPMXi/PXi lebih besar dari satu.
Abtrak (Bhs. Inggris)One of the problems that faced the organic rice farmers in Banyumas Regency is the production quantities are less than the maximum. Efforts to increase the production of organic rice can be done by using the factors of production efficiently, resulting in maximum production and increase farmer’s income. Based on those, This study aims to. 1) know earnings and expens 2) know effect of using organic rice production factors towards organic rice production 3) know efficiency of using production factor on organic rice farm in Banyumas Regency.
The research was conducted at Sumbang, Kedungbanteng and Baturraden District on Banyumas Regency in Juni- July 2014.This research area is choseen purposively because that district is potencial area for organic rice growth. The method which was used of this research was survey. Sampling is done by sensus, then retrieved 35 samples. Data is collected by observation and interview techniques by used a questionnaire. The Analytical methods used were 1) Analysis of costs and revenues 2) Analysis of Cobb Douglas production function 3) Efficiency of production factors.
Results of the research showed average gain per Hectare of organic rice farmers in Banyumas Regency is Rp21.631.222 and average production cost per hectare is Rp9.694.066 so the profit is Rp11.937.156 per hectare. Production factors that influence organic rice farming in Banyumas Regency was the broad of land area, but for seeds organic fertilizer, anorganic fertilizers, pesticides and labor did not affect the production of organic rice. The usage of broad of land area had not efficient because the value of NPMXi/PXi more than one.


Kata kunciefisiensi, Cobb Douglas, padi organik
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Anny Hartati, S.U.
Pembimbing 2Alpha Nadeira M., S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2014-11-15 17:46:48.681384
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.