Artikelilmiahs

Menampilkan 10.021-10.040 dari 50.310 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
100219839H1I012002EFISIENSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN Cherax quadricarinatus YANG DIPELIHARA DENGAN PERBEDAAN TEMPERATUR DAN PERSENTASE PROTEIN PAKAN YANG BERBEDALobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan hewan poikiloterm, Lobster air tawar memerlukan pakan dengan kandungan protein yang tinggi untuk menunjang pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan temperatur dan persentase protein pakan yang berbeda terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan C. quadricarinatus, mengetahui efisiensi pakan dan pertumbuhan terbaik pada C. quadricarinatus yang dipelihara dengan perbedaan temperatur dan persentase protein pakan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan RAL pola faktorial 4X3X2. Hasil analisis variansi yang diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan lobster air tawar (p>0.05). Lobster air tawar yang dipelihara dengan perbedaan temperatur dan persentase protein pakan yang berbeda menghasilkan pertumbuhan mutlak 0,64-3,5g, laju pertumbuhan harian 0,0107-0,0583g/hari, dan efisiensi pakan 6,25-35,28%. Kualitas air pada penelitian ini masih berada dalam kondisi optimal.Cherax quadricarinatus is a poikiloterm animal. It need feed with high protein content to support growth. The aims of this research to know influence temperatures different and feed protein different against feed efficiency and growth C. quadricarinatus, and for know feed efficiency and the best growth C. quadricarinatus preserved with temperatures different and percentage feed protein different. The research was held in experimental with RAL factorials pattern 4X3X2. The result of ANAVA are no significant differences on absolute growth, feed efficiency and daily growth rate of C. quadricarinatus (p>0.05). The result of absolute growth at ranges 0,64-3,5g, daily growth rate at ranges 0,0107-0,05839 and feed efficiency at ranges 6,25-35,28%. The result of water quality are optimal condition C. quadricarinatus.
100223956P2BA11023KAJIAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK SINTETIK DENGAN PENAMBAHAN MIKORIZA DAN KHAMIR RIZOSFER BAMBU TERHADAP HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)RINGKASAN



Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang termasuk sayuran rempah yang mempunyai fungsi dan manfaat yang luas. Peningkatan permintaan terhadap bawang tidak diimbangi dengan ketersediaan komoditas yang terbatas. Petani bawang merah pada umumnya menggunakan pupuk dan pestisida sintetik dengan dosis dan frekuensi yang sangat tinggi dalam jangka waktu panjang dapat menurunkan produktivitas lahan. Penggunaan pupuk hayati mikoriza dan khamir rizosfer bambu merupakan suatu inovasi yang perlu dikembangkan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah sehingga dapat mengatasi permasalahan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza dan khamir rizosfer bambu dengan pengurangan dosis pupuk sintetik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penelitian telah dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian UNSOED, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan ketinggian 110 m dpl. Tanah yang digunakan adalah jenis tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan selama 60 hari mulai 21 Oktober 2010 sampai 20 Desember 2010. Penelitian bawang merah menggunakan polibag yang menggunakan rancangan percobaan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Faktor yang dicoba adalah kombinasi sumber khamir dari berbagai jenis rizosfer bambu dan mikoriza yang terdiri dari 5 taraf dan pengurangan pupuk sintetik yang terdiri dari 3 taraf. Pengurangan dosis pupuk sintetik terdiri dari 3 taraf yaitu dosis sesuai anjuran, pengurangan dosis pupuk 25% dan pengurangan dosis pupuk 50%. Penambahan mikoriza dikombinasi khamir rizosfer bambu terdiri dari 5 taraf yaitu hanya mikoriza, mikoriza dan khamir rizosfer bambu ampel, mikoriza dan khamir rizosfer bambu gading, mikoriza dan khamir rizosfer bambu petung, mikoriza dan khamir rizosfer bambu wulung. Kombinasi perlakuan terdiri dari 15 macam dengan masing-masing 3 ulangan. Variabel yang diamati terdiri dari: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per umpun, bobor segar tanaman, bobot kering tanaman tanpa umbi, jumlah umbi per umpun, bobot segar umbi, bobot umbi kering simpan dan volume umbi per umpun .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan dosis pupuk sintetik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penambahan mikoriza yang dikombinasikan dengan khamir rizosfer bambu tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Kombinasi terjadi antara pengurangan dosis pupuk sintetik dan penambahan mikoriza dan khamir rizosfer bambu pada variabel jumlah daun.
SUMMARY
Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity included spices vegetable. Shallot has a broad functionality and benefits to people, such as vegetable, spice, and traditional medicine. Increased demand for shallot was not matched by production. Shallot farmers generally use synthetic fertilizers and pesticides with the high dosage and frequency that cause cost per hectare reached 30-50% of the total production cost. The use of mycorrhizal biofertilizer and bamboo rhizosphere yeast is an innovation that may play important role in improving the quality and quantity of shallot production. This research has purpose to know influence of mycorrhizal and Yeast bamboo rhizosphere with reduction of synthetic fertilizer.
Research was conducted in a screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, Central Java with a height of 110 m above sea level. Inceptisol soil was used in this research. Research was conducted for 60 days starting October 21th 2010 until December 20th 2010. Shallot research used polybags. Experimental design was Completely Randomized Block Design (RCBD) with three replications. Experimental Factors were combination of mycorrhizal and yeast bamboo rhizosphere consists of 5 levels and reduction of synthetic fertilizer that was consists of 3 levels. Reducing the dose of synthetic fertilizer consists of 3 levels: the recommended dosage, 25% reduction and 50% reduction. The use of mycorrhizal and Yeast bamboo rhizosphere consisted of 5 levels: only mycorrhizal, mycorrhizal and yeast bamboo Ampel’s rhizosphere, mycorrhizal and yeast bamboo Gading’s rhizosphere, mycorrhizal and yeast bamboo Petung rhizosphere, mycorrhizal and yeast bamboo wulung’s rhizosphere. The observed variables were: plant height per clump (cm), number of leaves per clump, number of offspring, plant fresh weight, plants dry weight without tubers, number of tuber, tuber fresh weight, tuber dry saving weight and tuber volume.
The results showed that the reduction use of synthetic fertilizer had no significant effect on growth and yield of shallot. The addition of mycorrhizal in combination with yeast bamboo rhizosphere did not give significant effect on the growth and yield of onion. Combination between the reduction dose of synthetic fertilizers and the addition of mycorrhizal and yeast bamboo rhizosphere on a variable number of leaves.
100239841B1J010013Persentase Penyakit Cendawan pada Tanaman Pepaya (Carica papaya var. california) di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar-Jawa BaratBeberapa jenis penyakit pada tanaman pepaya disebabkan oleh cendawan (Phytophthora, Colletotrichum dan Pythium).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit cendawan pada tanaman pepaya, penyakit cendawan yang paling banyak muncul dan persentase penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling pada tiga lokasi berbeda di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar-Jawa Barat. Sampel tanaman diidentifikasi penyakitnya berdasarkan gejala dan tanda yang ditunjukkan, kemudian dicocokkan dengan buku Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, Diseases of Tropical Fruit Crops dan Ilmu Penyakit Tumbuhan, dilanjutkan dengan menghitung persentase penyakitnya. Sampel bagian tanaman yang terserang cendawan patogen, kemudian diisolasi dan diidentifikasi dengan menggunakan buku Illustrated Genera of Imperfect Fungi, Compendium of Soil Fungi dan Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi. Hasil penelitian ini diperoleh dua jenis penyakit pada tanaman pepaya yaitu penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Corynespora sp. dan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. Penyakit yang paling banyak muncul yaitu penyakit bercak daun dengan persentase penyakit 100%, sedangkan persentase penyakit antraknosa sebesar 16,39%.
Some kinds of papaya disease were caused by fungi (Phytophthora, Colletotrichum and Pythium) resulting in the decrease of its production. This study was aimed to find out the kinds of fungi on papaya plants, fungal disease that appears most, and also the percentage of diseases caused by fungi. Survey method and simple random sampling were used in this study. The samples were taken in three different spots at Waringinsari Village, Langensari Regency, Banjar, West Java. The sample’s diseases were identified by the symptoms, then those were matched with several preferences such as Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, Diseases of Tropical Fruit Crops dan Ilmu Penyakit Tumbuhan, followed with counting the percentage of disease. Samples of the plants' parts which were attacked by fungi pathogens were isolated and identified with the guidance of Illustrated Genera of Imperfect Fungi, Compendium of Soil Fungi and Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi. Based on this study, it proved that there were two kinds of disease on Papaya plants. Those were leaf spot disease caused by Corynespora sp. and anthracnose caused by Colletotrichum sp. However, it was mostly attacked by leaf spot disease with the percentage of 100%, while anthracnose was only 16,39%.
1002410864H1B010045PENERAPAN REGRESI LINIER TRIVARIAT SEDERHANA PADA DATA SIMULASIPenelitian ini membahas permasalahan regresi linier trivariat sederhana yang diaplikasikan pada data simulasi dengan variabel yang dibahas adalah tiga variabel respon dan satu variabel prediktor. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hampir setiap asumsi regresi linier trivariat sederhana terpenuhi dan hanya satu asumsi saja yang dilanggar, yaitu asumsi residual identik. Jadi regresi linier trivariat sederhana kurang tepat untuk data ini. This research discusses a trivariate simple linear regression which is applied on simulated data with three response variables and single predictor variables. This research shows there is an assumption of identical residual is not appropriate. Thus, it can be summed the trivariate simple regression linear is not precise for this data.
1002511790A1M011082APLIKASI PATI RESISTEN GARUT TIPE III PADA FLAKES BERSUPLEMEN TEPUNG KACANG MERAH DAN KALDU KEPALA UDANG SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN FUNGSIONALPati garut mengandung amilosa 29,67-31,34% (bk) yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan pati resisten tipe III (RS III). RS III adalah fraksi pati yang tahan terhadap hidrolisis enzim pencernaan. Flakes dengan penambahan RS III garut dan tepung kacang merah serta kaldu kepala udang merupakan produk pangan fungsional kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan proporsi RS III garut dan tepung kacang merah yang optimum untuk menghasilkan flakes dengan kadar serat tinggi; menetapkan konsentrasi kaldu kepala udang yang optimum untuk menghasilkan flakes dengan flavor yang enak; dan mengkaji karakteristik kimia dan sensori flakes dengan kisaran proporsi optimum pati resisten, tepung kacang merah, dan kaldu kepala udang. Penelitian ini menggunakan RSM (Response Surface Methodology). Formula optimum flakes adalah 71,06% RS III garut berbanding 28,94% tepung kacang merah dengan konsentrasi optimum kaldu kepala udang sebesar 45,14% . Formula optimum menghasilkan produk dengan 2,90% bb kadar air; 5,52% bk kadar abu; 7,60% bk protein total; 0,43% bk lemak total; 84,84% bk karbohidrat; 22,83% bk pati resisten; warna cokelat cerah (3,56); tekstur renyah (4,04); aroma aroma kaldu udang agak kuat (2,52); flavor agak enak hingga enak (3,61); disukai secara keseluruhan (4,04).Arrowroot starch contains amylose 29,67-31,34% db that having potency as a raw material of resistant starch type III. Resistant starch type III is a starch fraction which is resistant to hydrolysis of human digestion enzyme. Flakes with addition of arrowroot resistant starch type III, red bean flour, and shrimp head’s broth is a high fiber functional food product. The purpose of this experimentally research are: 1) to determine the optimum proportion of arrowroot resistant starch type III and red bean flour to produce flakes with high fiber, demanded sensory characteristics, and crispy texture as its commercial flakes. 2) to determine the optimum concentration of shrimp head’s broth to produce nice brown color flakes with savory flavor. 3) to define the chemistry and sensory characteristics of flakes with optimum range proportion of resistant starch, red bean flour, and shrimp head’s broth. The optimum formula of flakes are 71,06% : 28,94% for proportion of arrowroot resistant starch type III : red bean flour and 45,14% for concentration of shrimp head’s broth. The optimum formula has been produced flakes with composition of 2,90% wb water content; 5,52% db ash content; 7,60% db protein; 0,43% db fat; 84,84% db carbohydrate; 22,83% db resistant starch; 3,56 for bright brown; 4,04 crispy texture; 2,52 less-mid shrimp head’s broth odor; 3,61 neutral – like flavor; and 4,04 overall acceptance.
100269842A1C010103Kontribusi Pendapatan Anggota Kelompok Wanita Tani terhadap Pendapatan Rumah Tangganya (Studi Kasus pada KWT Mekar
Mina Sari dan KWT Kismosari di Desa Beji Kecamatan
Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)
Partisipasi wanita saat ini bukan sekedar menuntut persamaan hak (gender) tetapi juga menyatakan kontribusinya bagi pembangunan dalam masyarakat di Indonesia. Perempuan merupakan sumber daya manusia yang cukup nyata berpartisipasi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dalam rumah tangga bersama dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung besarnya kontribusi pendapatan wanita tani terhadap pendapatan rumah tangganya, 2) menghitung curahan jam kerja wanita tani tiap hari, 3) mengetahui hubungan antara kontribusi pendapatan yang diberikan oleh wanita tani terhadap pendapatan rumah tangga, 4) mengetahui pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan wanita tani. Sasaran penelitian ini adalah anggota KWT Mekar Mina Sari dan KWT Kismosari di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Rancangan penentuan responden menggunakan metode sensus dengan dengan jumlah anggota 45 orang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2014 sampai Juli 2014 dan mengambil data wanita tani bulan Juni 2014. Variabel yang diamati adalah pendapatan wanita tani, kontribusi pendapatan wanita tani, pendapatan rumah tangga, umur wanita tani, pendidikan wanita tani, curahan jam kerja wanita tani tiap hari dan jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan wanita tani dari kegiatan sektor pertanian dan selain sektor pertanian terhadap pendapatan rumah tangganya di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng pada bulan Juni cukup kecil yakni hanya sebesar 18,97 persen. Wanita tani memiliki curahan jam kerja tiap hari pada bulan Juni 2014 yang cukup rendah karena telah bekerja kurang dari 8 jam yaitu 6,16 jam tiap hari selama rata-rata 23,28 hari pada sektor non pertanian dan telah bekerja 2,45 jam tiap hari selama rata-rata 17,15 hari pada sektor pertanian. Korelasi antara kontribusi pendapatan wanita tani dengan pendapatan rumah tangga bernilai negatif. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan wanita tani adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, dan jam kerja wanita tani tiap hari.Women participation is not only about strives equal right (gender) but it also contribution for Indonesian society development. Women are human resource that has participated in real life, especially in fulfilling economic needs of the family in the household together with men. The purpose of this research are 1) accounting the contribution of women farm toward household income, 2) accounting the amount of women farm work time per day, 3) know the relation between women farm income contribution with the total farmer household income, 4) know the factors that influence income contribution that is given by women farm. Objective of this research is members Kelompok Wanita Tani Mekar Mina Sari and Kelompok Wanita Tani Kismosari in Beji village, Kedungbanteng District Banyumas Regency.The draft determination using the method of census responden by the number of members as many as 45 people. This research is done since June 2014 until July 2014 using women farm data of June 2014. The variable of this research are women farm income, women farm income contribution, household income, women farm age, women farm education, work time amount and total person in household. The result of this research shows that women farm income contribution from activity toward household income in Beji village Kedungbanteng District in June is small enough, that is only 18,97 percent. Women farm have low per day work time in June 2014 because they work less than 8 hours, 6,16 hours per day during 23,28 days in the non agricultural sector and 2,45 hours per day during 17,15 day in agricultural sector. The correlation between women farm income contribution with household income is negative. The factors that influence in real toward women farm income level are household income, total person in household and work time amount.
100279866A1H010030RANCANG BANGUN DAN ANALISIS EFISIENSI ALAT PEMERAS PARUTAN KELAPA UNTUK PERBAIKAN PRODUKSI VCO (Virgin Coconut Oil) DI DESA PETANAHAN, KEBUMEN, JAWA TENGAHMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali dan tanpa bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain alat yang dibutuhkan agar mencapai hasil optimal. Mekanisasi proses pemerasan perlu dilakukan karena proses pemerasan kelapa parut yang dilakukan dengan cara tradisional selain pemborosan waktu, tenaga, juga ditinjau dari segi kebersihan tidak memenuhi standar kesehatan. Selain itu, kadar air pada produk yang dihasilkan juga masih cukup tinggi karena penggunaan air yang cukup banyak pada saat proses pemerasan. Mekanisasi pemeras kelapa memiliki berbagai tipe diantaranya tipe ulir tekan, tipe silinder dan tipe extruder. Namun desain alat yang dirasa cocok untuk industri menengah seperti di Desa Petanahan yaitu metode ulir tekan karena memiliki kelebihan seperti mudah dioperasikan, perawatan mudah dan dengan modifikasi pada bagian penyimpanan dapat meningkatkan hasil produksi. Mesin pemeras kelapa sistem ulir tekan ini dapat memeras kelapa parut menjadi santan sebanyak 53.2 kg/jam. Itu artinya terdapat peningkatan produksi sebesar 8 kali dari proses sebelumnyaCooking oil is one of the basic human needs. Pure coconut oil or virgin coconut oil ( VCO ) is coconut oil made from fresh coconut raw materials, processed with a controlled heating or without heating at all and without chemicals. Making regular coconut oil is traditionally done by boiling coconut milk continuously until the coconut oil is obtained. This study aims to determine the design of the tools needed in order to achieve optimal results. Mechanization process is necessary because the process of extortion extortion grated coconut made in the traditional way other than a waste of time, effort, also in terms of cleanliness did not meet health standards. In addition , the water content of the resulting product is still quite high due to the use of enough water during the process of extortion. Mechanization coconut squeezer has a variety of types including screw type press, cylinder type and the type of extruder. However, the design of tools were deemed suitable for medium industries such as in the Petanahan village is screw press method has advantages such as easyli operated , easy maintenance and modifications to the storage section increases yield. Oil Squeezer machine with screw press system can squeeze as much grated coconut into coconut milk 53.2 kg/h. That means there is an increased production by 8 times from the previous process
100289784F1A008057PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEBERADAAN RESIMEN MAHASISWA DI DALAM PERGURUAN TINGGIPenelitian ini berjudul “Persepsi Mahasiswa Tentang Keberadaan Resimen Mahasiswa di dalam Perguruan Tinggi”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi mahasiswa tentang keberadaan Resimen Mahasiswa di dalam perguruan tinggi. Lokasi penelitian ini adalah Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan sasaran penelitian adalah mahasiswa umum Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indeph interview), dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan model analisis interaktif sedangkan untuk validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah persepsi mahasiswa tentang keberadaan Resimen Mahasiswa di dalam perguruan tinggi masih penting karena sebagai komponen cadangan militer, menambah kemampuan mahasiswa dalam keprajuritan dan intelektual, dan dapat melatih mahasiswa memanajemen waktu.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa tentang Resimen Mahasiswa adalah Resimen Mahasiswa bukan militer tapi mahasiswa. Persepsi mahasiswa tentang kegiatan Resimen Mahasiswa adalah kegiatan yang sering dilakukan adalah kegiatan pengamanan. Persepsi mahasiswa tentang peranan Resimen Mahasiswa adalah Menwa lebih banyak melakukan peranan yang berhubungan dengan rektorat atau kampus dibandingkan mahasiswa umum. Persepsi mahasiswa tentang Resimen Mahasiswa adalah keberadaan Resimen Mahasiswa penting karena selain untuk pengamanan juga dapat meningkatkan kedisiplinan warga perguruan tinggi atau universitas dan memberikan pemahaman tentang wawasan bela negara dan kebangsaan.
Saran dari penelitian ini adalah Anggota kelembagaan Resimen Mahasiswa memberikan pengetahuan dan informasi tentang Menwa dan waswasan bela negara kepada mahasiswa umum sehingga Menwa sebagai mahasiswa dan bukan militer dapat lebih dipahami oleh mahasiswa umum. Kelembagaan Resimen Mahasiswa dalam melakukan kegiatan harus seimbang jangan hanya kegiatan yang berhubungan dengan kampus saja, tetapi juga berhubungan dengan mahasiswa tanpa meninggalkan tugas mereka sebagai keamanan. Menwa harus berperan aktif dalam peranannya dalam memberikan wawasan bela negara, kebangsaan, dan meningkatkan kedisiplinan kepada seluruh warga universitas sehingga peranannya lebih merata. sedangkan Menwa harus mampu manambah dan menumbuhkan sikap disiplin, wawasan bela negara, kebangsaan dan melatih jiwa kepemimpinan bagi seluruh warga universitas.
This research entitled “Collegian Perceptions about the Existence of Student Regiment Inside the Varsity”. This research aims for identifying collegian perceptions about the existence of Student Regiment inside the college. This researchis located in Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) with the target research are collegian of Universitas Jenderal Soedirman. The research uses descriptive qualitative method with purposive sampling technique. The technique for collecting data is done through in-depth interviews, documentation, and observation. Analysis method which used is qualitative analysis method with interactive analysis, while for the validity of data uses triangulation resourcing of data technique. Result of from this research is perception of student about existence of Resimen Student in college still important because as military reserve component, adding ability of student in soldier and is intellectual, and can train time management student.

The conclusion of the research regarding with collegian perceptions’ about Student Regiment is that, Students Regiment are not military, but they all are students. Collegian perceptions’ about Student Regiment related with their activities, collegian only knows that Student Regiment are often carried out security activities. Their perceptions about the role of regiment shows that regiment is doing more roles which associated with the rector or college rather than common student. Collegian also give perceptions that the existence of Student Regiment is very important because in addition toward empowering security, Student Regiment also can improve the form of discipline toward collegian or university civilians and giving moral understanding about self-nation and nationalism.
Suggestion from this research could be, As well as the members of that regiment supposed to share knowledge and information toward common students so that Student Regiment, who rolled as a student and not a part military member, can be more understand with activities of regiment in campus as security. Mean while, institutional Students Regiment in the term of conducting activities must be proportional and do not only tend to academicals activities only, but also can have a relation with another student without leaving their roles as security. Students Regiment’s role in the term of giving knowledge about nationalism, self-nation, and improving self-discipline toward civic academician, so that their roles can be well spread. Students Regiment to improve and create self-discipline, insight of nation-defense, nationalism, and trains leadership values for civilian academia.
100299845H1G010015ANALISIS PENDUGAAN POTENSI KARBON MANGROVE DAN HUBUNGANNYA DENGAN KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI KAWASAN SUNGAI DONAN SEGARA ANAKAN CILACAPMangrove memiliki fungsi yang berpotensi dalam menyimpan karbon. Mangrove dibatasi suplai unsur hara seperti nitrat dan fosfat berfungsi sebagai energi untuk fotosintesis dan pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrat dan fosfat, potensi karbon yang tersimpan, dan hubungan antara kandungan nitrat dan fosfat terhadap potensi karbon mangrove. Lokasi penelitian terdiri atas 4 stasiun, lokasi penelitian bertempat di Kawasan Sungai Donan Segara Anakan, Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan line transek, teknik pengambilan sampel statifield sampling. Parameter lingkungan yang diukur yaitu suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, tekstur tanah, nitrat, dan fosfat. Data dianalisis dan dibandingkan secara deskriptif komparatif serta melihat hubungan korelasi dan regresi. Jenis mangrove yang terdapat pada lokasi penelitian seperti jenis Aegiceras corniculatum, Avicennia marina, Bruguiera sexagula, Ceriops tagal, Nypa sp, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia cassiolaris. Kandungan nitrat berkisar 8-38,8 mg/kg, fosfat berkisar 3-6,34 ppm, dan totaal karbon berkisar 46,16-140,63 ton/ha. Hubungan kandungan nitrat dan fosfat sedimen memiliki keeratan yang nyata terhadap potensi karbon mangrove yang tersimpan. Mangroves have many functions including to sequestrate carbon as carbon sink. Mangrove has limited supplier of nutrient such as nitrate and phosphate, which has function as energy to photosynthesize and grow. This research is aimed to know nitrate and phosphate contents, carbon sink and relationship between nitrate and phosphate with carbon mangrove. This research area was devided into four stations, which included Donan River, Segara Anakan Lagoon, Cilacap. The methods of this research was stratified sampling. Environmental variables were temperature, salinity, pH, Dissolved Oxygen, soil texture, nitrate and phosphate. Data were analysed and compared by comparative descriptive correlation and regression. Mangrove species were found in research location were Aegiceras corniculatum, Avicennia marina, Brugueira sexagula, Ceiops rtagal, Nypa sp, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Sonneratia cassiolaris. Nitrate content in location ranged from 8 to 38.8 mg/kg, phosphate range from 3 to 6.34 ppm, and carbon total ranged from 46.16 to 140.63 ton/are. The relationship between nitrate and phosphate of the sediments had significant carbon sink.
1003010865F1D009004Konflik Politik Agraria Antara Kelompok Keagamaan “Nurul Yakin” dengan Perum Perhutani Banyumas Timur di Desa Penawangan
Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konflik yang terjadi antara kelompok keagamaan “Nurul Yakin” dengan Perum Perhutani Banyumas Timur di Desa Penawangan Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menunjukan bahwa konflik yang terjadi antara kelompok keagamaan “Nurul Yakin” dengan Perum Perhutani Banyumas Timur merupakan gambaran dari ketidakselarasan antara negara dengan masyarakat. Konflik ini berbasis pada objek agraria yang membenturkan kepentingan yang berbeda antara negara (Perum Perhutani Banyumas Timur) dengan masyarakat (Kelompok Keagamaan “Nurul Yakin”). Kepentingan sosial dan ekonomi adalah hal yang di bawa oleh kelompok keagamaan “Nurul Yakin” dalam pembangunan makam di atas tanah Perhutani, sedangkan kepentingan politik adalah hal yang menonjol dari Perum Perhutani Banyumas Timur di dalam kasus konflik tersebut. Dengan demikian, landasan teori yang digunakan adalah teori konflik agraria dan teori manajemen konflik.ABSTRACT
This study aims to describe the conflict between religious groups "Nurul Yakin" with Perum Perhutani Banyumas Timur in Penawangan Village Sub Madukara Banjarnegara District. This study shows that the conflict between religious groups "Nurul Yakin" with Perum Perhutani Banyumas Timur is a picture of discord between state and society. This conflict is based on the object banging agrarian different interests between countries (Perum Perhutani Banyumas Timur) with communities (Religious Goups "Nurul Yakin"). Social and economic interests are the things that was brought by religious groups "Nurul Yakin" in the construction of graveyards above Perhutani’s forest area, while political interest is the thing that stands out from Perum Perhutani Banyumas Timur in case of conflict. Therefore, the basic theory used is the theory of agrarian conflict and conflict management theory.
1003111434C1B011062Pengaruh Kinerja Keuangan dan Faktor Eksternal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di LQ45RINGKASAN
Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dilakukan pada sektor manufaktur di LQ45 pada periode 2009-2013. Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan dan Faktor Eksternal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di LQ45”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas, profitabilitas, aktivitas, leverage, inflasi dan suku bunga terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di LQ45 tahun 2009-2013.
Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di LQ45 dari tahun 2009 sampai tahun 2013 yaitu sejumlah 14 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Namun sampel akhir dalam penelitian ini hanya berjumlah 9 perusahaan saja, karena dalam dalam perhitungan uji asumsi klasik data mengalami gejala heteroskedastisitas dan autokorelasi, sehingga dilakukan beberapa cara untuk mengobati gejala tersebut salah satunya adalah mengurangi jumlah sampel perusahaan yang memiliki data ekstrim.
Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2)Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (3)total Asset turnvover tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (4) leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, 5) inflasi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, dan 6) suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari kesimpulan diatas antara lain: (1) Investor hendaknya memperhatikan berbagai faktr yang dapat mempengaruhi nilai perusahaans seperti likuiditas, profitabilitas, leverage dan inflasi, (2) Perusahaan yang listing di LQ45 hendaknya juga memperhatikan faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan agar return yang didapat sesuai dan dalam pelaksanaannya saling menguntungkan antara pihak perusahaan dan investor, (3) Bagi pihak perusahaan sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu tingkat inflasi, karena adanya inflasi yang tinggi dapat menyebabkan turunnya nilai perusahaan, sehingga pihak manajemen harus bijak mengelola internal dan eksternal perusahaan.
SUMMARY
This research is an explanatory research conducted on manufacture sector in Indonesia Stock Exchange during 2009-2013. The research entitled "Analysis The Influence of Financial Performance and External Firm Factor towards Firm Values in Manufacture Companies Listed in LQ45”. The purpose of this research is to analyze the influence of likuidity, profitability, activity, leverage, inflation rate, and interest rate on firm value manufacture cmpanies in LQ45..
This research uses multiple regression analysis as model to test the hypothesis. The population in this research are all manufacture companies listed in LQ45 from 2009 until 2013 with the total 14 companies. The samples were taken by using purposive sampling However, the final samples in this research are 9 companies, because the classical assumption test find that the data have symptoms of heteroskedasticity and autocorrelation. The symptoms are solved by reducing the amount of sample companies that have extreme data.
The result showed: 1) Likuidity has positive effect on firm value, 2)profitability has positive effect on firm value, 3) total asset turn over had no significant effect on firm value, 4) debt equity ratio has positive effect on firm value, 5) inflation has negative effect on firm value, and 6)interest rate had no significant effect on firm value.
The implications of conclusions above are: (1) investors should be more focus and pay more attention to likuidity, profitabiliy, leverage and inflation rate because the results of this research prove its impact on firm value,(2) the management manufacture company should pay attention to likuidity, profitability, leverage and inflation that have been proven by quantitative calculations affect firm value and in order to return the mutually beneficial between investor and company, (3) the manufacture companies should pay attention to inflation rate because increasing inflation rate can decrease firm value, so management must manage internal and external factor company carefully.
1003211164G1G010053EKSPRESI SYNDECAN-1 (CD138) PADA AMELOBLASTOMA TIPE FOLIKULER DAN PLEKSIFORMABSTRAK

Ameloblastoma merupakan tumor jinak yang berasal dari lamina dentalis dan sering berhubungan dengan gigi yang impaksi. Tumor ini tumbuh lambat, lokal, invasif dan memiliki kecenderungan rekurensi. Syndecan-1 (CD138) merupakan syndecan utama yang paling banyak terdapat dalam epitel. Syndecan-1 berperan penting dalam perkembangan embrio, menurunkan regulasi tumor dan penyembuhan serta perbaikan luka. Tujuan penelitian mendeskripsikan ekspresi syndecan-1 pada ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform. Jenis penelitian adalah analisis deksripsi dengan subjek penelitian sebanyak masing-masing 8 sampel ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform, dan 3 sampel pada kontrol. Hasil diinterpretasikan dengan menggunakan skor histologis. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji validitas data pengamatan dengan Korelasi Pearson, uji normalitas data dengan Saphiro-Wilk, dan uji beda data ekspresi syndecan-1 dengan One way Anova. Hasil uji statistik didapatkan nilai rerata ekspresi syndecan-1 pada ameloblastoma tipe folikuler 7,25 ± 1,581, tipe pleksiform 5 ±1,851, dan epitel normal 5,33 ± 1,155. Hasil dari uji one way ANOVA didapatkan nilai sig 0,059 (nilai p>0,05) menunjukan tidak terdapat perbedaan antara kelompok kontrol, ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform. Pada uji LSD menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar epitel normal dengan ameloblastoma tipe folikuler (p= 0,118), epitel normal dan ameloblatoma tipe pleksiform (p= 0,860). Terdapat perbedaan antara ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform (p= 0,025). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekpresi syndecan-1 pada ameloblastoma tipe folikuler menunjukan nilai skor imunosupresi yang sedang, sehingga memiliki prognosis yang lebih mengarah ke baik dan keagresifan tumor yang lebih mengarah ke rendah. Ekspresi syndecan-1 pada ameloblastoma tipe pleksiform menunjukan nilai skor imunosupresi yang sedang, sehingga memiliki prognosis yang lebih mengarah ke buruk dan keagresifan tumor yang lebih mengarah ke tinggi. Ekspresi syndecan-1 pada epitel normal menunjukan nilai skor lemah. Hal ini dapat dikarenakan jumlah sampel yang sedikit.
ABSTRACT

Ameloblastoma is a benign tumor derived from the dental lamina and are often associated with impacted teeth. This tumor is locally invasive slow-growing odontogenic tumor that exhibit a high rate of recurrence. Syndecan-1 (CD138) is a major syndecan found mainly in epithelial cells. Syndecan-1 plays an important role in embryonic development, downregulated tumors, wound healing and repair. The aim of this study was to describe the syndecan-1 (CD138) expression in follicular and plexiform type ameloblastoma. The analytical-description method was implemented to each of 8 samples of the type of follicullar and plexiform ameloblastoma and 3 control group. The results were interpreted using histological scores. Statistical tests including Pearson (validity test), Saphiro-Wilk (normality test), and One-Way Anova (difference significance test) were used to analyze the data. Statistical test results obtained mean value of syndecan-1 expression in the follicular type ameloblastoma 7.25 ± 1.581, 1.851 ± 5 pleksiform type, and normal epithelial 5.33 ± 1.155. Results of one way ANOVA test obtained sig 0.059 (p <0.05) showed no difference between the control group, the type of follicular and pleksiform of ameloblastoma. Result of LSD test showed no significant difference between normal epithelium with follicular type ameloblastoma (p = 0.118), normal epithelium and ameloblatoma pleksiform type (p = 0.860). There was a difference between the type of follicular ameloblastoma and pleksiform (p = 0.025). These results can be concluded that the expression of syndecan-1 in follicular type ameloblastoma showed a score of immunosuppression that are, the prognosis is good and leads to tumor aggressiveness leads to lower. Syndecan-1 expression in ameloblastoma pleksiform types showed a score of immunosuppression that are, a prognosis worse and leads to tumor aggressiveness leads to high. Syndecan-1 expression in normal epithelium showed weak score value. This can be due to the small sample number.
1003311449E1A010164PENEGAKAN HUKUM ADMINISTRASI TERHADAP PRODUK TEMBAKAU DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan)Produk Tembakau adalah suatu produk berbahan dasar tembakau dimana telah ditetapkan sebagai bahan yang mengandung Zat Adiktif oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Rokok adalah salah satu barang konsumsi berbahan dasar tembakau. Untuk menghindarkan dampak negatif rokok terhadap kesehatan maka perlu ditetapkan pengaturannya, penyelengaraannya, berikut penegakan hukumnya.
Skripsi ini membahas mengenai bagaimana penegakan hukum administrasi terhadap Produk Tembakau di Kabupaten Banyumas berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual.
Penegakan hukum administrasi terhadap produk tembakau di Kabupaten Banyumas dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan penerapan sanksi. Pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dengan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya rokok bagi kesehatan, pembuatan iklan edukasi mengenai bahaya rokok, dan kawasan tanpa rokok di wilayah kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Pengawasan juga dilakukan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas melalui mekanisme perizinan terhadap izin penyelenggaraan reklame.
Penerapan sanksi administratif dikenakan terhadap pelanggaran penyelenggaraan reklame produk tembakau yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, berupa surat peringatan, pencabutan izin, pembongkaran atau pencopotan reklame atau dihilangkan fungsinya sebagai reklame sesuai dengan Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Reklame

Kata Kunci: Penegakan hukum, Produk Tembakau, Pengawasan, Penerapan Sanksi.
Tobacco products are a tobacco-based products which have been designated as material containing addictive substances by Law No. 36 Year 2009 on Health. Smoking is one of the consumer goods made from tobacco. To avoid the negative effects of smoking on health it is necessary to set the regulation, the execution, and the following law enforcement.
This research describes how the administrative law enforcement of the Tobacco Products in Banyumas based on Government Regulation No. 109 Year 2012 About Security Materials Containing addictive substances Form of Tobacco Products For Health. The method used in this research is a normative juridical approach using legislation and conceptual approaches.
Administrative law enforcement on tobacco products in Banyumas is done through the mechanism of supervision and the imposition of sanctions. Supervision is done by the Health Department Banyumas by conducting counseling about the dangers of smoking to health, ad creation education on the dangers of smoking, and non-smoking area in the office of the District Health Office of Banyumas. Supervision is also carried out by the Agency for Investment and Licensing Services Banyumas through licensing mechanisms to permit the implementation of the billboard.
Administrative sanction imposed for violation of the implementation of tobacco product advertisement that does not comply with the legislation, such as warning letters, license revocation, demolition or removal of billboards or eliminated its function as a billboard according to the Regional Regulation No. 14 Year 2014 on the Implementation of Advertising

Keywords: Law Enforcement, Tobacco Products, Monitoring, Implementation of Sanctions.
100349847P2CC12017ANALISIS PENGARUH SERVICESCAPES, WAITING EXPERIENCE, KUALITAS MAKANAN, DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBELIAN ULANG (STUDI EMPIRIS : CAFÉ & RESTO DI AJIBARANG)
Rendahnya daya tahan usaha Cafe & Resto di Ajibarang dibuktikan dengan sebuah fakta dimana dari enam usaha Cafe & Resto yang pernah berdiri di Ajibarang, hanya dua usaha Cafe & Resto yang masih bertahan hingga saat ini yaitu Putri Salju Cafe & Resto dan b-Cafe. Rendahnya daya tahan Cafe & Resto di Ajibarang mengindikasikan rendahnya tingkat pembelian ulang mengingat makanan merupakan produk yang memungkinkan untuk dikonsumsi secara berulang. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa prediktor utama pembelian ulang adalah kepuasan konsumen. Cafe & Resto di Ajibarang berupaya menciptakan kepuasan konsumen dengan menonjolkan servicescapes, waiting experience, kualitas makanan, dan harga.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh servicescapes, waiting experience, kualitas makanan, dan harga terhadap kepuasan konsumen dan dampaknya terhadap pembelian ulang pada Cafe & Resto di Ajibarang. Sampel penelitian ini menggunakan 100 responden dimana teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis korelasi dan analisis jalur dengan menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel servicescapes, waiting experience, kualitas makanan, harga, kepuasan konsumen dan pembelian ulang saling berhubungan positif dan signifikan. Variabel servicescapes, waiting experience, kualitas makanan, dan harga memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dan kepuasan konsumen berdampak positif terhadap pembelian ulang pada Cafe & Resto di Ajibarang.
The low of resistance Cafe & Resto business in Ajibarang evidenced by the fact that from the six number of Cafe & Resto in Ajibarang, only two Cafe & Resto that still survive until now. That condition indicates the low of repurchase intention on Cafe & Resto business in Ajibarang because food and beverage allows to be consumed repeatedly. The various studies suggest that consumer satisfaction is often used as a predictor of repeat purchase. Satisfied customers have a higher likelihood of repeating purchases in time.
The purpose of this study is to determine the effect of servicescapes, waiting experience, food quality, and price on customer satisfaction and its impact on repeat purchase at Cafe & Resto in Ajibarang. This study use 100 respondents as the sample which sampling technique performed by accidental sampling method. Analysis tools use correlation analysis and path analysis using SPSS.
The results of this research show that servicescapes, waiting experience, food quality, price, customer satisfaction and repeat purchases interconnected positive and significant. Servicescapes, waiting experience, food quality, and prices give the positive influence on consumer satisfaction and consumer satisfaction have positive impact on repeat purchase at Cafe & Resto in Ajibarang.
100359848H1G010020JENIS DAN KELIMPAHAN IKAN PARI FAMILI DASYATIDAE HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONG LINE) DI PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARATSkripsi yang berjudul “Jenis dan Kelimpahan Ikan Pari Famili Dasyatidae Hasil Tangkapan Rawai Dasar (Bottom Long Line) di Pangandaran Kabupaten Pangandaran Jawa Barat" bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ikan pari yang tertangkap rawai dasar di Pangandaran Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Skripsi dilakukan dengan menggunakan metode survei melalui observasi dan wawancara dalam pengumpulan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus selama 15 hari sebanyak 15 kali pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil yang diperoleh menunjukkan terdapat 4 jenis ikan pari yang tertangkap di Pangandaran selama penelitian yaitu Dasyatis zugei, Dasyatis kuhlii, Himantura fai dan Mobula japanica dengan nilai kelimpahan masing-masing yaitu 29%, 19%, 33% dan 19%. Kelimpahan yang cenderung rendah dipengaruhi oleh faktor cuaca, upaya penangkapan dan kemampuan reproduksi.The entitled research is “The Type and Abundance of Stingray (Family Dasyatidae) Catch Rawai Basic (Bottom Long Line) in Pangandaran Regency, West Java”. The research aimed to determine the type and abundance stingray which caught using Bottom Long Line. Survey was used to observation and interview in the primary and secondary data collection. Sampling was carried out in August for 15 days as much as 15 times sampling with simple random sampling technique. Datas were analyzed descriptively in tables and graphs. The results showed that there were four kinds of rays which are caught in Pangandaran for research that Dasyatis zugei, Dasyatis kuhlii, Himantura fai and Mobula japanica the abundance of each value is 29%, 19%, 33% and 19%. It was rather low abundance influenced by weather, fishing effort and reproductive capacity.
100369849F1B010051UPAYA PEMBINAAN KARAKTER BANGSA
(Studi Kasus tentang sekolah Sekolah Pilot Project Pembinaan Karakter Bangsa di SMP Negeri 9 Purwokerto)
Penelitian ini berjudul "Upaya Pembinaan Karakter Bangsa Studi Kasus Tentang Sekolah Pilot Project Pendidikan Karakter Di SMP Negeri 9 Purwokerto". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam menangani krisis karakter bangsa melalui program pendidikan karakter, yang diakui sebagai jawaban mutlak atas merosotnya moral bangsa di kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana upaya pemerintah dan sekolah pilot project itu sendiri dalam melaksanakan program pendidikan karakter ini, khusunya di SMP Negeri 9 Purwokerto. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Perencanaan program pendidikan karakter sudah matang dalam dokumentasi, tetapi dalam proses perencanaan belum mampu melibatkan seluruh komponen pelaksana. Telah dibentuk organisasi khusus yakni tim pembina dan tim teknis baik tingkat kabupaten maupun di sekolah untuk melaksanakan pendidikan karakter, namun perannya masih belum kentara. Pengarahan dari tim kabupaten ke sekolah kurang intensif karena hanya terjadi ketika ada kegiatan yang melibatkan sekolah dan tim kabupaten saja. Sementara pengarahan di sekolah terjadi hampir setiap hari melalui briefing. Pengawasan dilakukan oleh tim teknis kabupaten bersama tim dari provinsi ke sekolah. Sementara pengawasan di tingkat sekolah dilakukan belum spesifik karena mengandalkan dokumen supervisi saja, serta pengawasan melalui briefing setiap hari, pada pagi dan siang hari.This research entitled “National character development training, case study of character building pilot project in SMP Negeri 9 Purwokerto”. The background of this research was the government effort in solving national character crisis through character development project, which is claimed to be an absolute answer to national moral crisis among students. This research aimed to describes how the government effort and the pilot-project school in implementing this character development project, especially in SMP Negeri 9 Purwokerto. The results of the research are, character development project was good in documentation, but in planning process, it was not yet able to involve all the components and practitioners. Special organization had been made which are advisory team and technical team in both district and school level to carry out the character development project, but still have not significant role of participation. The instruction from district to school was not intensive because it was conducted only when there were events involving district team and the school team. While instruction in school was conducted through daily briefing. Controlling was conducted by technical team from district with the team from regency to school. While the controlling in school was not specifically conducted because referred only to supervision document, and the controlling through daily briefing, in the morning and in the afternoon
100379846A1L010009PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI PADA BERBAGAI TARAF PUPUK ORGANIK DI TANAH INCEPTISOLPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui respons pertumbuhan dan hasil padi terhadap pemupukan organik, 2) Mengetahui dosis pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil, 3) Mengetahui interaksi varietas dan dosis pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Oktober 2013 sampai dengan April 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan faktor varietas Bawor, Z 29.3 dan Ciherang dan faktor dosis pupuk organik (0, 50, 100 gram/polibag), diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata pada jumlah anakan produktif dan panjang malai. Jumlah anakan produktif paling banyak tetapi panjang malai paling rendah. Untuk kajian hasil, pemberian pupuk organik berpengaruh nyata pada jumlah anakan total dan jumlah daun. Pemberian dosis 100 gram/polibag menunjukkan hasil tertinggi pada jumlah anakan total dan jumlah daun. Kajian pertumbuhan menunjukkan bahwa varietas yang paling baik adalah Ciherang dan dosis yang paling baik adalah 100 gram, sedangkan pada kajian hasil menunjukkan bahwa varietas yang paling baik adalah Bawor. The objective of study was to: 1) Identify response growth and development crops against organic fertilization, 2) Identify right dosage against growth and development crops, 3) Identify interaction of varieties and the right dosage against growth and development crops. A research was carried out in screen house at Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University. Research carried out for 6 moths, October 2013 until April 2014. The research was using a randomized block desaign (RBD) with factors of varieties Bawor, Z 29.3 and Ciherang and dosage factors of organic fertilizer. The results showed that there were significantly effects on productive tiller number and panicle length. The highest productive tiller number was followed by the lower panicle length. Organic ferltilizer showed significant effects on total tiller number and numbers of leaves. Dosage 100 gram/polybag showed the highest was total tiller number and numbers of leaves. Studies of growth shows that the best varieties was Ciherang and the best dosage was 100 gram/polybag. While studies of development crops shows that Bawor was the best varieties.
100389850P2CD12019PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, SIZE DAN LEVERAGE PERUSAHAAN TERHADAP YIELD OBLIGASI DENGAN PERINGKAT OBLIGASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENINGPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas (ROA), likuiditas (QR), size (LnSize), dan leverage (DER) terhadap yield obligasi (YTM) dengan peringkat obligasi sebagai variabel intervening. Pupulasi dalam penelitian adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2008-2012 dan memiliki obligasi serta masih beredar pada tahun 2009-2013, obligasi tersebut dinilai oleh agen pemeringkat PT. Pefindo. Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis jalur, jalur satu digunakan untuk menguji pengaruh profitabilitas, likuiditas, size dan leverage terhadap peringkat obligasi. Jalur dua digunakan untuk menguji pengaruh profitabilitas, likuiditas, size, leverage dan peringkat obligasi terhadap yield obligasi. Sobel test digunakan untuk menguji pengaruh mediasi/intervening. Hasil pengujian jalur satu menunjukan profitabilitas dan size berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi sedangkan likuiditas berpengaruh negatif signifikan, leverage tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Hasil pengujian jalur dua menunjukan profitabilitas, likuiditas, size, leverage dan peringkat obligasi tidak berpengaruh terhadap yield obligasi. Dari Hasil sobel test peringkat obligasi tidak mampu memediasi pengaruh profitabilitas, likuiditas, size dan leverage terhadap yield obligasi. This Study aims to get empirical evidence on the influence of profitability (ROA), liquidity (QR), size (LnSize), and leverage (DER) on the bond yield (YTM) with bond rating as an intervening variable. The population in this study is all companies listed in Indonesian Stock Exchange (BEI) during 2008-2012 which has bonds in period 2009-2013.These bonds were assessed by rating agents of PT. Pefindo. Applying path analysis test, path one was used first one, used to test the influence of profitability, liquidity, size and leverage on bond rating. Second is used to test the influence of profitability, liquidity, size, leverage and bond rating on bond yield. Sobel test is used to test the mediating/intervening effect. The first test one showes that profitability and size had significant positive influence on bond rating while liquidity had significant negative influence, leverage had no influence on bond rating. The test second showes that profitability, liquidity, size, leverage and bond rating do not influence bond yield. Moreover sobel test showes that bond rating could not mediate the influence of profitability, liquidity, size and leverage on bond yield.
100399852A1L010021PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI PADA BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK DI TANAH INCEPTISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi, 2) jenis pupuk organik yang dapat mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman padi, dan 3) interaksi tiga varietas padi dan jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba terdiri atas: (1) tiga varietas padi yaitu Bawor 9 (V1), Z 29.3 (V2), dan Ciherang (V3); (2) Jenis pupuk organik yaitu bentuk granul (Gudril) (B1), curah (Gudril) (B2), dan granul (Petroganik) (B3). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan total (batang), jumlah anakan produktif (batang), indeks panen, panjang malai (cm), jumlah gabah per malai (biji), jumlah gabah isi per rumpun (biji), persentase gabah isi per malai (%), bobot gabah isi per rumpun (g), bobot gabah per rumpun (g), BSB: Bobot 1000 Biji (g), dan BGI: Bobot Gabah Isi (t/ha). Hasil penelitian pada pertumbuhan dan hasil yang optimal ditunjukkan oleh varietas Ciherang dengan jumlah anakan produktif 23,07 batang dan jumlah gabah ini per rumpun 1506,56 biji.This research was aimed to know: 1) growth and yield of three rice varieties, 2) type of organic fertilizer that can support the growth and yield of rice plants, and 3) the interaction of three rice varieties and type of organic fertilizer. The research had been conducted at screen house Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman from October 2013 to March 2014. The experimental design was factorial randomized block design (RBD) with three replications. Factors in the trial consisted of: 1) three rice varieties namely Bawor 9 (V1), Z 29.3 (V2), and Ciherang (V3); (2) types of organic fertilizer i.e. granule (Gudril) (B1), powder (Gudril) (B2), and granule (Petroganik) (B3). Observed variable consist of plant height (cm), number of leaves (strand), total number of seedlings (seedling), sum of productive seedlings (seedling), harvest index, panicle lenght (cm), number of grains per panicle (seed), number of filled grains per panicle (seed), the percentage of filled grains per panicle (%), weight of filled grains per panicle (g), grain weight per panicle (g), weight of 1000 seeds (seed), and filled grain weight (t/ha). The results showed that the optimal growth and yield by Ciherang with sum of productive seedlings 23,07 seedling and number of filled grains per panicle 1506,56 seed.
1004010866H1B010061Implementasi Konsep Fuzzy Inference System Metode Tsukamoto Pada Artificial Intelligence GameVideo game merupakan bagian dari software komputer yang berisi kumpulan kode-kode, grafis dan sound. Dalam pembuatannya, salah satu unsur yang berperan penting adalah Artificial Intelligence (AI). AI merupakan suatu sistem cerdas yang dapat melakukan pemecahan masalah, misalnya untuk pengambilan suatu keputusan. Pada skripsi ini dibahas mengenai Fuzzy Inference System (FIS) metode Tsukamoto yang diterapkan pada AI sebagai suatu metode pengambilan keputusan untuk menentukan suatu tindakan musuh dalam game. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan FIS metode Tsukamoto, penggambaran suatu tindakan musuh lebih mudah karena pembuatannya menggunakan bahasa manusia dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh musuh dapat berjalan atau aktif pada kondisi dan waktu yang tepat.Video game is part of the computer software that contains a collection of codes, graphic, and sound. In game development, one of the elements that play an important role is Artificial Intelligence (AI). AI is an intelligence system that can perform problem-solving for example, decision-making. This final project discussed about Fuzzy Inference System (FIS) with Tsukamoto method that is applied to AI as a method of decision-making to determine a course of enemy action in the game. Based on the results of simulation using FIS with Tsukamoto method, visualization of an enemy action is easier because using human languages and all of enemy action can be activated accurately.