Artikelilmiahs

Menampilkan 9.981-10.000 dari 50.310 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
99819817A1H010080KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KADAR AIR SLONDOK GORENG PASIR PADA BERBAGAI SUHU DENGAN ALAT PENGGORENGAN TIPE HSF D50 MANUALSlondok merupakan salah satu camilan yang berbahan dasar singkong dan digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak. Akan tetapi, akhir-akhir ini timbul kewaspadaan terhadap produk hasil gorengan yang menggunakan minyak, terutama minyak yang digunakan secara berulang, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui perubahan kadar air dan tingkat kerenyahan pada slondok yang digoreng menggunakan media pasir pada berbagai suhu, serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap slondok yang dihasilkan dari penggorengan dengan menggunakan media pasir melalui uji organoleptik. Hasil uji organoleptik slondok goreng pasir untuk warna adalah terdapat pada kisaran warna agak kecoklatan sampai putih, tekstur agak renyah sampai renyah, dan rasa yang agak enak sampai enak. Sedangkan hasil pengukuran kerenyahan pada suhu 170,50C selama 150 detik, suhu 190,50C selama 120 detik dan suhu 210,50C selama 90 detik berturut-turut adalah 0,123 N/mm2, 0,106 N/mm2 dan 0,098N/mm2. Hal ini menunjukkan hasil penggorengan slondok dengan media pasir menggunakan tiga variasi suhu dan waktu optimum penggorengan yang berbeda-beda pada tiap perlakuan suhu adalah sangat renyah. Nilai prediksi perubahan kadar air slondok selama penggorengan dengan pasir dapat dirumuskan dengan pemodelan matematika yaitu Mθ=Mi.exp{(-2,494) (exp((-2413)/(T kelvin))) θ}, dengan nilai tingkat kesalahan rata-rata yaitu 12,46%. Berdasarkan hasil pengujian organoleptik slondok yang digoreng menggunakan pasir dapat diterima oleh konsumen.Slondok is one snack that made from cassava and fryed with a lot of oil. However, lately people knew about a bad effect of snack that processed by oil, especially by using oil repeatedly. Because the oil that used repeatedly can causes health problems. Therefore this study conducted to determine changes in water content and level of crispness in fried slondok using sand media at various temperatures, and determine the level of panelists preference by slondok generated from the frying pan using sand media by organoleptic tests. The results of organoleptic tests showed that sand-fried slondok has brownish to white color, slightly crunchy to crunchy texture, and well to good taste. While the results of measurement of crispness at temperatures 170,50C for 150 seconds, 190,50C for 120 seconds and 210,50C for 90 seconds, are 0,123 N/mm2; 0,106 N/mm2 and 0,098N/mm2. It show that the sand-fried slondok with sand as frying medium using 3 variations of temperature with different optimum time in each temperature treatment is very crisp. Predictive value of water content changes during frying slondok with sand can be formulated by mathematical modeling Mθ = Mi.exp {(-2,494)(exp( (-2413)/(T kelvin))) θ}, with the value of the error rate of average 12,46%. Based on organoleptic test of sand-fried slondok can be accepted by consumers.
99829819A1L010005Sebaran Salinitas Tanah pada Lahan Sawah di Sebagian Wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap
Pengembangan usaha pertanian di wilayah pesisir merupakan salah satu bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu pusat produksi beras di Jawa Tengah. Sebagian besar sawahnya terletak di sepanjang pesisir selatan Jawa dan dipengaruhi oleh salinitas. Di bawah kondisi salinitas tinggi, produktivitas padi akan menurun secara signifikan. Kajian ini bertujuan menganalisa dan memetakan sebaran salinitas tanah pada lahan sawah di sebagian wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei tanah semi-detail dengan skala 1 : 50.000. Penentuan titik sampel dilakukan dengan membuat Peta Satuan Lahan Homogen (SLH). Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) dibuat dengan menumpangsusunkan (Overlay) Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Penggunaan Lahan dan Peta Curah Hujan. Pengambilan sampel tanah dilakukan untuk diukur salinitasnya. Penelitian dilakukan di tujuh desa di wilayah Kecamatan Kroya dari November 2013 – Januari 2014. Nilai salinitas diukur dengan cara mengambil sampel tanah sebanyak 22 titik sampel pengamatan yang tersebar dari Utara ke Selatan dan, dianalisis di laboratorium menggunakan EC meter.
Hasil penelitian menunjukan tingkat salinitas di daerah studi dikatagorikan sangat rendah (SR) atau non salin. Titik sampel yang memiliki Daya Hantar Listrik tertinggi adalah sampel 5 (Sikampuh) dengan 59.6 µS dan yang terendah adalah sampel 19 (Ayam alas) dengan 54.3 µS. Wilayah dengan salinitas tertinggi di Desa Kedawung sebesar 187.075 µS. Wilayah dengan tingkat salinitas paling rendah di Desa Bajing Kulon dengan 89.45 µS. Hasil produksi padi di daerah penelitian tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi salinitas yang ada. Hasil produksi padi di daerah penelitian dapat dikatakan cukup tinggi (6 – 7 ton/ha).
The increasing number of inhabitants from time to time, then the rice yield enhancement efforts should continue to be done so that food security can be achieved and maintained. The development of agricultural enterprises in the coastal areas is one part of the Government's policy to increase national food production. Cilacap Regency is one of the center of rice production in Central Java. Most of it is located along the southern coast of Java and is affected by salinity problem. Under high salinity condition, yield of rice will decrease significantly. This study aims to analyze and mapping the distribution of salinity soil in rice field in district of Kroya Cilacap Regency.
Research carried out using land survey method of semi-detail with a scale of 1: 50,000. Determination of the point of the sample is done by first creating a Homogeneous Land Units Map. Homogeneous Land Units Map is made by way of overlay administrative map, soil map, land use map and rain fall map. Then the soil sampling was conducted to measure the salinity of the soil. Research conducted in seven villages in district Kroya from November 2013 – January 2014. Salinity value measured by taking soil samples as much as 22 points of the sample observations are scattered from North to South and then analyzed in the laboratory using an EC meter.
Results of the study showed the levels of salinity in the research area categorized very low. The sample point has the highest Electrical Conductivity is a sampel 5 (Sikampuh) with 59.6 µS and the lowest is the sampel 19 (Ayam alas) with 54.3 µS. The region with the highest salinity level is Kedawung village of 187.075 µS. The region with lowest level of salinity is Bajing Kulon village with 89.45 µS. Rice yield results in the area of research not too affected by the salinity conditions exist. Rice yield results in research area is quite high (6 – 7 ton/ha).
99836409F1F008126THE ANALYSIS OF PERSUASIVE TECHNIQUES OF COSMETIC
PRODUCT ADVERTISEMENTS IN WOMEN’S MAGAZINE ‘ELLE’
(Edition of May-August 2012)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mencari struktur teks iklan yang
direfleksikan pada masing-masing iklan produk kosmetik di majalah Elle, dan 2)
mencari jenis teknik persuasi yang digunakan dalam iklan produk kosmetik di
majalah Elle. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif
kualitatif karena data penelitian ini adalah dalam bentuk teks atau tulisan, yang tidak
dianalisis secara statistik. Dalam hal ini, penelitian menggunakan pendekatan
Semiotic karena peneliti ingin mengetahui bagaimana bahasa yang digunakan untuk
mempengaruhi orang lain dalam aspek iklan yang dikategorikan berdasarkan teori
Peirce meliputi ikon, indeks, dan simbol, serta teori Larson yang digunakan untuk
menganalisa teknik persuasi. Penelitian ini menggunakan purposive sampling karena
pemilihan sampel berdasarkan kebutuhan penelitian. Dari hasil analisa data, peneliti
menemukan hasil bahwa jenis struktur teks iklan ada enam struktur: Headline-
Subhead-Body copy-Caption-Slogan, Headline-Subhead-Body copy, Headline-Body
copy-Caption-Slogan, Headline-Body copy, Headline-Caption, and Subhead-Body
copy-Caption. Penggunaan tanda dalam bentuk ikon, indeks dan symbol telah
berhasil menyampaikan pesan dengan baik Selanjtunya, Iklan-iklan produk kosmetik
tersebut menggunakan tiga teknik berdasarkan teori Larson untuk mempengaruhi
konsumen. Teknik -teknik ini adalah: card stacking, transfer, dan glittering
generalities. Peneliti berharap penelitian ini dapat mendorong peneliti lain yang
tertarik dalam karya sastra untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dalam
penelitian ini.
The purpose of the research is 1) to find out the text structures reflected in
each cosmetic product advertisements of Elle magazine, 2) to find out the kinds of
persuasive techniques used in cosmetic product advertisements in Elle magazine.
Concerning the topic, this study focused on the persuasive technique used in cosmetic
product advertisements in Elle magazine. This research was designed by using
descriptive qualitative method because the data of this research were in the form of
text or written, which were not statistically analyzed. In this case, this study used
Semiotic approach because the researcher wanted to know how language used to
persuade another in advertising area which are classified using Peirce’s theory in
icon, index, and symbol, and Larson’s theory is used for persuasive techniques. This
research uses purposive sampling because of selecting sample based on the need of
the research. From the data analysis, the researcher found the result that
advertisement text’s structures are six structures: Headline-Subhead-Body copy-
Caption-Slogan, Headline-Subhead-Body copy, Headline-Body copy-Caption-
Slogan, Headline-Body copy, Headline-Caption, and Subhead-Body copy-Caption.
The using of the sign in the form of icon, index and symbol has succeeded in sending
the message well. The advertisements of cosmetic product used three techniques of
Larson’s theory to persuade the target markets. These techniques are: card stacking,
transfer, and glittering generalities technique. The researcher expects this research
can stimulate other researchers who are interested in literary works to get better
knowledge on this study.
998410862H1B010033APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM TSUKAMOTO DALAM PENILAIAN KUALITAS SUSU SEGARFuzzy Inference System atau FIS Tsukamoto merupakan sistem penalaran yang didasarkan pada teknik implikasi fuzzy. Pada penelitian ini FIS Tsukamoto diaplikasikan untuk menilai kualitas susu segar di Farm Limpakuwus berdasarkan empat variabel input yaitu kadar lemak, kadar protein, kadar BKTL, dan kadar laktosa. Tahapan FIS Tsukamoto meliputi fuzzifikasi, pemberian aturan dasar fuzzy, dan proses defuzzifikasi. Fuzzifikasi dilakukan dengan mengubah variabel input yang benilai tegas ke dalam himpunan fuzzy. Pada variabel input yang telah bernilai fuzzy diberikan aturan dasar fuzzy yang berbentuk implikasi fuzzy. Output yang bernilai fuzzy lalu didefuzzifikasi dengan menggunakan rumus rata-rata terbobot agar diperoleh output yang bernilai tegas. Untuk mempermudah proses perhitungan FIS Tsukamoto dibuat program menggunakan software Matlab 7 R2010b. Dari hasil pengujian kualitas susu di Farm Limpakuwus pada bulan Desember 2014 diperoleh sapi dengan ear tag 4491 memiliki kandungan susu terbaik dan sapi dengan ear tag 4302 memiliki kandungan susu terburuk.Fuzzy inference system or FIS Tsukamoto is a reasoning system which is based on the technique of fuzzy implications. In this study FIS Tsukamoto applied to assess the quality of fresh milk produced by Farm Limpakuwus using four input variables, fat content, protein content, levels of BKTL, and level of lactose. The steps FIS Tsukamoto include fuzzification, giving basic rules of fuzzy, and defuzzification process. Fuzzification is done by transforming the crips variables into fuzzy sets. Then, basic rules of fuzzy implication are applied to the fuzzy input variable. To get the crips output, the fuzzificaton is applied to the fuzzy output variables using the weighted average method. To simplify the calculation process of FIS Tsukamoto, it has been composed a code program using Matlab 7 R2010b. Based on the testing result of milk quality at Farm Limpakuwus on December 2014, it is obtained that a cow with ear tag 4491 contains the best milk and a cow with ear tag 4302 contains the worst milk.
Keywords : Tsukamoto Fuzzy Inference System, fresh milk.
99859820A1L010027KORELASI ANTARA KOMPONEN HASIL DAN HASIL PADA EMPAT BELAS GENOTIP PADI GOGO DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui korelasi antara karakter komponen hasil dan hasil pada genotip padi gogo dan mengetahui daya hasil genotip padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di di lahan pertanaman padi gogo Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 14 genotip dan 4 kali ulangan, data dianalisis menggunakan annova dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) serta uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, presentase gabah isi dan bobot 1000 biji merupakan variabel yang memiiki korelasi positif atau hubungan searah terhadap hasil sehingga peningkatan searah dengan hasil. Jumlah anakan total, umur berbunga dan umur panen merupakan variabel yang memiliki korelasi negative atau hubungan berlawanan arah dengan hasil. The aims of this research are: determining correlation between yield component and yield and determining yield of 14 genotypes of upland rice. This research was taken in upland rice plant field in Majatengah village, Kemangkon sub district, Purbalingga. Randomized block design (RBD) was used with 14 genotypes and four times replication. 14 genotypes of upland rice analyzed using Annova test and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) and correlation test. The results show that plant’s height, tassel’s length, amount of filled grain, percentage of filled grain and weight 1000 seeds have positive correlation. A amount of total bud, age of flower and harvest age have negative correlation
99869818A1C010105KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI MINA PADI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DAN MOTIVASINYA DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASMina padi merupakan sistem usahatani padi dan ikan yang dibudidayakan secara bersama-sama dalam satu lahan sawah. Usahatani tersebut dilaksanakan oleh petani guna mengoptimalkan produktivitas suatu lahan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan memberikan kontribusi bagi pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sistem usahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas (2) Menghitung kontribusi pendapatan usahatani mina padi terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas (3) Menganalisis tingkat motivasi petani dalam melaksanakan usahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan data dilaksanakan dari tanggal 2 Juni 2014 sampai dengan 28 Juni 2014, dengan sasaran penelitian petani mina padi untuk musim tanam bulan April sampai dengan September tahun 2013 di Desa Pasir Lor, Pasir Kulon dan Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif, Analisis Kontribusi Pendapatan (Income Share), Skala Likert, dan Method Successive Interval (MSI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Usahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dilakukan dengan dua sistem yaitu penyelang dan tumpangsari. Jenis ikan yang dibudidayakan yaitu Mujaer, Melem, Tawes, Nila, dan Mas. Varietas padi yang digunakan yaitu Situbagendit, Muncul, IR-64, dan Cisadane. Lama pemeliharaaan sistem penyelang maupun tumpangsari masing-masing antara 20 sampai 35 hari. Benih ikan yang ditebar sebagian besar ukuran 1 sampai 2 cm dan dipanen ukuran 3 sampai 5 cm (2) Kontribusi pendapatan usahatani mina padi terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas yaitu sebesar 17,92 persen (3) Motivasi petani untuk berusahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas rendah karena di bawah nilai median.
Mina padi is a rice and fish planting system which both rice and fish cultivated in a single rice field. That mina padi farming is carried out by the farmers in order to optimize the productivity of a rice field that which expected to increase the income and also giving a contribution to the household income of the farmers. This research aimed (1) To knowing the system of mina padi in Karanglewas, Banyumas Regency. (2) To count the contribution of mina padi farming income toward the income of farmer’s household in Karanglewas, Banyumas Regency. (3) To analize farmer’s motivation level in implementing mina padi farming in Karanglewas, Banyumas Regency.
This research used a suvey method. The data were collected from June 2nd, 2014 until June 28, 2014. The target of the research was minapadi farmer for growing season in April until September 2013 in Pasir Lor Village, Pasir Kulon Village, and Singasari Village Karanglewas, Banyumas Regency. The sample collection was done based on Simple Random Sampling method and the total sample that was collected is 30 samples. The analytical methods in the research are Descriptive Analysis, Income Contribution Analysis (Income Share), Likert Scale, and Interval Successive Method (MSI).
The research result shows that (1) Mina padi farming in Karanglewas, Banyumas Regecy is done in two systems which are penyelang and tumpangsari. The cultivated kind of fish are Mujaer, Melem, Tawes, Nila, dan Mas. The rice varieties which are used are Situbagendit, Muncul, IR-64, and Cisadane. The maintainance time of penyelang system and tumpangsari is 20 until 35 days. The size of the fish seeds are 1 cm until 2 cm and 3 cm until 5 cm after being harvested. (2) The income contribution of mina padi farming toward farmer’s household income in Karanglewas, Banyumas Regency is 17,92%. (3) The farmer motivation in mina padi farming in Karanglewas, Banyumas Regency is low because the value is under of median.
99879821A1C010076PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM PERLUASAN AREAL TANAM (PAT) KEDELAI DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMASKedelai merupakan salah satu tanaman palawija mengandung protein 30-50%, lemak 15-25% dan beberapa bahan gizi penting lain (Irwan, 2005). Permintaan akan kedelai nasional perlu diimbangi dengan produksi kedelai agar tujuan Indonesia untuk swasembada kedelai dapat tercapai. Upaya swasembada kedelai melalui program Perluasan Areal Tanam (PAT). Tujuan penelitian yaitu: (1) mengkaji persepsi petani terhadap program Perluasan Areal Tanam (PAT). (2) mengukur keeratan hubungan faktor-faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap program Perluasan Areal Tanam (PAT). (3) menganalisis usahatani kedelai dari aspek finansial.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2014 sampai 21 Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah petani kedelai yang menjadi responden dalam penelitian sebesar 34 petani. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis persepsi menggunakan metode Likert Summated Ratings (LSR), Korelasi Rank Spearman dan analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi petani kedelai terhadap program PAT tergolong tinggi dengan komponen keinginan, kesediaan petani, manfaat program dan aspek teknis dari program tergolong tinggi, komponen penilaian program, solusi dampak negatif yang diterima petani dan tindak lanjut program tergolong rendah (2) terdapat korelasi antara variabel tingkat pendidikan petani dan interaksi antara penyuluh dengan persepsi petani terhadap program, variabel jumlah tanggungan keluarga, pengalaman, penguasaan lahan, pendapatan, kemudahan mendapatkan pembeli dan informasi pasar tidak berkorelasi dengan persepsi petani (3) hasil analisis finansial usahatani yang dijalankan respoden sudah efisien dan menguntungkan.
Soybean is one of palawija contain protein 30-50%, fat 15-25% and other important nutrients (Irwan, 2005). Demand of soybean in national need to balanced by supply of production availability that Indonesia’s purpose for soybean self-sufficiency can be achieved. Achieving soybean self-sufficiency through Extensification Crop Field (PAT) program. Research was aimed to (1) Assessing the perception of farmers towards Extensification Crop Field (PAT) program. (2) Measure the closeness of the relation of factors forming perceptions with farmer’s perception towards Extensification Crop Field (PAT) program. (3) Analyze the financial aspects of soybean production.
Research was conducted in Wangon District, Banyumas Regency from May 21st – June 21st 2014. Research method is survey method obtained 34 soybean farmers as respondents. Data was obtained by observation, interview and literature. Data analysis method that used is perception analysis using Likert Summated Ratings (LSR), Rank Spearman Correlation and Revenue Cost Ratio (R/C Ratio).
Research results showed (1) farmers' perceptions of soybean with PAT program is high with components of desire, the willingness of farmers to plant soybean, program benefits and technical aspect of the program is high; assessment program component, solution for negative impact to farmer and program execution is low(2) there is correlation between variable level of education of farmer and interaction between the instructor with farmers’ perception towards government’s program while variable number of dependents, land tenure, experience, income, the ease of getting buyers and market information there is no correlation with farmers’ perception (3) financial analysis results respondents have been farming run efficiently and profitably.
99886414P2CB11012PENGARUH GAYA MANAJEMEN PARTISIPATIF, IKLIM ORGANISASI, IMPLEMENTASI STRATEGI TERHADAP KINERJA PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN KEBUMENKinerja merupakan tujuan dari setiap organisasi. Penerapan model manajemen strategi memperlihatkan bahwa pengukuran kinerja berawal dari hasil implementasi strategi organisasi tersebut. Implementasi strategi memerlukan partisipasi dari karyawan. Partisipasi karyawan dapat ditimbulkan apabila manajer dalam mengelola perusahaan menggunakan gaya manajemen partisipatif. Gaya manajemen partisipatif akan menimbulkan keadaan iklim organisasi yang kondusif. Iklim organisasi yang baik juga mempengaruhi kinerja dari organisasi. Permasalahan adalah adanya penelitian terdahulu yang menyatakan implementasi strategi tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja berdasarkan ukuran organisasi. Pengembangan penelitian dengan menambahkan iklim organisasi dari penelitian terdahulu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan 1) Pengaruh gaya manajemen partisipatif terhadap implementasi strategi. 2) Pengaruh gaya manajemen partisipatif dengan iklim organisasi. 3) Pengaruh gaya manajemen partisipatif terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 4) Pengaruh iklim organisasi terhadap implementasi strategi. 5) Pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 7) Pengaruh implementasi strategi terhadap kinerja pelayanan kesehatan.
Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kebumen dengan responden unit pelayanan kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah survey (survey research). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan gabungan proposional purposive random sampling. Sampel penelitian sebanyak 40 unit pelayanan kesehatan dihitung menggunakan rumus slovin dari populasi sebanyak 45. Analisis data menggunakan SEM (Structur Equation Modeling) dengan bantuan program SmartPLS 2.0.
Hasil analisis menghasilkan kesimpulan: 1) Gaya manajemen berpengaruh positif terhadap implementasi strategi. 2) Gaya manajemen partisipatif berpengaruh positif dengan iklim organisasi. 3) Gaya manajemen partisipatif berhubungan positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 4) Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap implementasi strategi. 5) Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 6) Implementasi strategi berpengaruh positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan
Performance was the goal of every organization. Implementation of strategy management model shows that the performance measurement results originated from the implementation of the organizational strategy. Implementation of the strategy requires the participation of employees. Employee participation can be caused if the manager in managing the company uses a participatory management style. Participative management style will create a conducive organizational climate circumstances. Good organizational climate also affect the performance of the organization. The problem is the presence of previous research that states the strategy's implementation does not give effect to the performance based on the size of the organization. Development by adding organizational climate research from previous research.
Results of the analysis lead to the conclusion: 1) management style was employed positive effect on the implementation of the strategy. 2) participative management style positively affect the organizational climate. 3) participative management style is positively related to the performance of health services. 4) Organizational climate has a positive effect on the implementation of the strategy. 5) Organizational climate has a positive effect on the performance of health services. 6) Implementation of the strategy has a positive effect on the performance of health services
99899822H1K010023AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AGAR
Gracilaria verrucosa YANG DIEKSTRAKSI DENGAN ASAM BERBEDA
Rumput laut merupakan sumber daya penting dan komersial yang diperuntukkan sebagai sumber senyawa antioksidan. Penggunaan antioksidan sintetik dalam jangka panjang bersifat karsinogenik dan menimbulkan kerusakan hati. Polisakarida dari rumput laut banyak diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan. Agar merupakan suatu bentuk polisakarida. G. verrucosa tergolong dalam Rhodopyceae yang merupakan salah satu penghasil agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase rendemen polisakarida agar yang diekstraksi dengan asam berbeda yaitu asam asetat (CH3COOH) dan asam sulfat (H2SO4), serta mengetahui aktivitas senyawa antioksidan pada polisakarida agar tersebut. Uji aktivitas antioksidan pada polisakarida agar dilakukan dengan menggunakan metode DPPH secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil rendemen polisakarida agar menggunakan pelarut asam asetat sebesar 22,78 % ± 2 dan asam sulfat sebesar 19,85 % ± 1, sedangkan uji DPPH secara kualitatif tidak terjadi perubahan warna pada DPPH setelah ditambah ekstrak polisakarida agar. Berdasarkan uji kuantitatif menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan polisakarida agar terbaik diperoleh dengan menggunakan pelarut asam sulfat dengan inhibition concentration sebesar 10,73 %, sedangkan asam asetat hanya mencapai 8,38 %. Estimasi inhibition concentration 50 (IC 50) pada pelarut asam asetat dapat dicapai pada konsentrasi 9048,03 ppm, sedangkan pada pelarut asam sulfat dapat dicapai pada konsentrasi 7706,66 ppm.
Kata kunci : Antioksidan, Polisakarida, DPPH, Inhibition concentration
Seaweed is an important resource and has commercial value as a source of antioxidant compounds. The use of synthetic antioxidants in the long term bring carcinogenic and cause liver damage. Most of polysaccharides from seaweed is known potentially antioxidant activity. Agar is a form of polysaccharides from G. verrucosa of Rhodophyceae which known as one of agar producers. This study aims to determine the percentage of yield polysaccharides which extracted by two different acid namely acetic acid (CH3COOH) and sulfuric acid (H2SO4), and determine the polysaccharides antioxidant activity. The antioxidant activity of polysaccharides was tested by using the DPPH method,qualitatively and quantitatively. The results of rendemen polysaccharides of acetic acid solvent was 22,78 % ± 2 and sulfuric acid was 19,85 % ± 1, meanwhile the DPPH result qualitative did not give colour change after added by polysaccharides extracts and based on DPPH quantitative result showed that the best antioxidant activity of polysaccharides agar was obtained by using sulfuric acid solvent with an inhibitory concentration of 10,73 %, on the other hand acetic acid only 8,38 %. Estimation of inhibition concentration 50 (IC 50) in acetic acid solvent could be accomplished at concentration 9048,03 ppm, meanwhile in sulfuric acid could be accomplished at concentration 7706,66 ppm.
Keywords: Antioxidant, Polysaccharidess, DPPH, inhibition concentration
999011314F1C011008Customer Relationship Management Sebagai Strategi Kehumasan Dalam Meningkatkan Citra Aston Imperium Hotel PurwokertoPenelitian ini mengambil judul “Customer Relationship Management Sebagai Strategi Kehumasan Dalam Meningkatkan Citra Aston Imperium Hotel Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis serta mendeskripsikan ‘Customer Relationship Management (CRM)’ sebagai strategi kehumasan dalam upaya meningkatkan citra Hotel Aston Purwokerto dan mengetahui secara mendalam mengenai peran public relations dalam meningkatkan citra hotel melalui strategi kehumasan ‘Customer Relationship Management (CRM)’ di Hotel Aston Purwokerto. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kepuasan pelanggan serta keberhasilan Hotel Aston Purwokerto terhadap penerapan strategi ‘Customer Relationship Management (CRM)’.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah Aston Imperium Hotel Purwokerto. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu para pegawai juga para customer Hotel Aston Purwokerto. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa strategi Customer Relationship Management yang dilakukan Aston Imperium Hotel cukup berhasil menarik dan memuaskan customer serta meningkatkan citra hotel. Program serta strategi CRM yang dilakukan adalah strategi pemasaran (marketing relationship strategy) dan strategi pengelolaan hubungan customer (customer relationship management). Pelaksanaan program dilakukan melalui performance image hotel, pelayanan prima (excellence service) dan pengelolaan hubungan dengan customer (customer relationship).
This research titles Customer Relationship Management as Public Relations Strategy in Enhancing Image Aston Imperium Hotel Purwokerto. Its purpose is to know, analyze, and describe ‘Customer Relationship Management (CRM)’ as public relations strategy in enhancing image on Hotel Aston Purwokerto also to know more on public relations role in enhancing hotel image through public relations strategy. This research also is done to know customer satisfaction and success Aston Hotel Purwokerto in application customer relationship management strategy.
This research uses decriptive qualitative method. Its subject is Aston Imperium Hotel Purwokerto. Informant in this research is done by purposive sampling technique that is staf and customer of Hotel Aston Purwokerto. The method of the collection data in this research is used the observation, interview and document. Data collecting method use primary and secondary data. Data analysis is done by interactive analysis model through data collecting, data reduction, data showing, and drawing conclusion. Data validity in this research uses source triangulation technique.
This research shows that Customer Relationship Management (CRM) strategy on Aston Imperium Hotel can attract and satisfy customer succesfully. It also enhance its image. Program and strategy that has been done is using marketing relationship strategy and customer relationship management. The application of the program is done through performance image hotel, excellence service and customer relationship.
999110850F1B010089Implementasi Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kabupaten PemalangPendidikan merupakan hal yang penting bagi warga negera. Dengan adanya kualitas pendidikan yang baik diharapkan dapat menghasilkan output yang berkualitas. Oleh karena itu salah satu faktor yang mempengarihu kualitas pendidikan yaitu sarana dan prasarana yang memadai agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, sehingga materi yang di berikan guru kepada muridnya bisa diterima dengan baik pula.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi pemenuhan Standar Nasional Pendidikan khususnya di bidang Sarana dan Prasarana di tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah mengenai implementasi permendiknas Nomer 24 Tahun 2007 tetang standar sarana dan prasarana sekolah Menengah Pertama Negeri yang terdiri dari beberapa aspek yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses implementasi prihal sarana dan prasarana Sekolah Menengah PertamaNegeri di Kabupaten Pemalang belum berjalan dengan baik. Dibuktikan dengan masih banyaknya Sekolah Menengah Pertama Negeri yang sarana dan prasarana sekolahnnya masih jauh dari standar nasional. Hal ini disebabkan karena kurangnya dana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mencukupi kegiatan pemenuhan sarana dan prasarana Sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama Negeri.
Education is important for the citizens of the country. With the good education quality it is expected to produce qualified output. Therefore, one of the factors that affect the quality of education, that is adequate facilities and infrastructure in order to the learning process can run well, and so that the material given by the teachers will be well received too.
The purpose of this study was to describe the process of implementation of the National Standards compliance, especially in the field of Facilities and Infrastructures at the Junior High School in Pemalang. The method that used is descriptive qualitative. The focus of this research is on the implementation of Permendiknas Number 24 Year 2007 regarding the standard of facilities and infrastructure on junior high school that consists of several aspects such as communication, resources, disposition, and bureaucratic structure.
The result showed that the implementation process regarding facilities and infrastructure of Junior High School in Pemalang did not run well. Evidenced by there are still many junior high schools that the facilities and infrastructure are still far away from the national standard. This is caused by lack of funding from central government to local governments that insufficient fulfillment of facilities and infrastructure school activites, especially on Junior High School.
999211315G1A011022HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DOKTER UMUM DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN KARSINOMA NASOFARING Karsinoma nasofaring (KNF) salah satu dari 5 keganasan tertinggi di Indonesia dan sering terdiagnosis dalam stadium lanjut. Gejala dan tanda karsinoma nasofaring tidak khas sehingga dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan dokter yang baik dalam diagnosis dini penyakit ini. Pengetahuan dokter tentang KNF dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik sosiodemografi berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, demografi wilayah kerja, pendidikan, dan perilaku membaca jurnal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dokter umum di Puskesmas Kabupaten Banyumas dengan tingkat pengetahuan KNF. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode total subject sampling. Jumlah sampel 87 dokter di Puskesmas seluruh Kabupaten Banyumas tahun 2015 dan berusia 24 – 60 tahun. Data diperoleh dari hasil kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan . uji Fisher Exact Test. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografi kurikulum pendidikan (p= 0,02), keikutsertaan seminar KNF (p= 0,03), wilayah kerja puskesmas (p=0,03) dan hubungan yang tidak signifikan antara karakteristik sosiodemografi usia (p=0,22), jenis kelamin (p=0,39), lama kerja (p=0,06), akreditasi institusi (p=0,64), frekuensi membaca jurnal (p=0,78) dengan tingkat pengetahuan KNF dokter umum di Puskesmas Kabupaten Banyumas. Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is one of the 5th highest malignancy in Indonesia and often diagnosed at late stage. Symptoms and signs of nasopharyngeal carcinoma are not typical, so doctors should have good skill and knowledge for early diagnosis. Doctor’s knowledge of KNF is influenced by several factors: socio-demographic characteristics such as age, gender, occupation, demographic work, education, and reading jurnal frequency. The aim of this research is knowing the correlation between sociodemographic characteristics of general practitioner at Puskesmas in Banyumas District with knowledge level of nasopharyngeal carcinoma. Analytic method used was Observational analysis with Cross-Sectional approach. The sampling technique was Total Subject Sampling. Number of samples were 87 doctors in health centers (Puskesmas) through Banyumas year 2015 and aged 24-60 years. Data sources were from the questionnaire. The statistical analysis used was Chi Square test and Fisher Exact Test. The analysis results showed significant association between sociodemographic characteristics of curriculum (p=.02), NPC seminar participation (p=0.03), Puskesmas working area (p=0.03) and not significant association between sociodemographic characteristics of age ( p=0.22), sex (p= 0.39), length of work (p=0.06), the accreditation of the institution (p=0.64), journal reading frequency (p=0.78) with NPC knowledge level of general practitioners at Puskesmas in Banyumas District.
999311316G1A011050HUBUNGAN MIGREN DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOHUBUNGAN MIGREN DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRAK

Latar belakang : Gangguan sakit kepala, terutama migren, telah dihubungkan dengan beragam penyakit seperti stroke. Terdapat kontroversi hasil penelitian hubungan migren dengan stroke dan pentingnya identifikasi faktor risiko stroke.
Tujuan : Mengetahui hubungan migren dengan kejadian stroke iskemik
Metode : Metode penelitian ini menggunakan kasus control dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian adalah pasien yang memeriksakan diri di klinik saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yaitu sebanyak 43 pasien stroke iskemik dan 43 pasien nonstroke iskemik. Analisis univariabel menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariabel menggunakan metode Chi Square kemudian dilanjutkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara migren dengan kejadian stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p=0,235) dengan menganalisis variabel perancu berupa hipertensi, rokok, diabetes, obesitas, alkohol, dan kontrasepsi oral Didapati hasil bahwa variabel yang paling berpengaruh dalam menimbulkan stroke iskemik adalah hipertensi..
Kesimpulan : tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara migren dengan kejadian stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Kata Kunci : Migren, Stroke Iskemik

ASSOCIATION BETWEEN MIGRAINE AND ISCHAEMIC STROKE IN RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRACT

Backround : Headache especially the migraine type has been correlated with various disease, such as stroke. There are some controversies in studies that reported relationship between migraine and ischaemic stroke. Thus, study that identify stroke risk factor and also investigate the relationship between migrain and stroke is needed.
Objective : To investigate relationship between migraine and ischaemic stroke.
Method : This is a case control study with consecutive sampling. Research subjects are patients who came to RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto neurology clinic. Subjects consist of 43 ischaemic stroke patients and 43 non ischaemic stroke patients. Univariate analysis is presented using frequency distribution table. Bivariate analysis is calculated with Chi Square and logistic regression as multivariate analysis.
Result : Study showed there is no statistically significant relationship between migraine and ischaemic stroke in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p=0,235). Analysis of confounding variables such as hypertension, smoking, diabetes, obesity, alcohol consumption, and oral contraceptive shows that hypertension is a predictor for stroke.
Conclusion : there is no statiscally significant relationship between migraine and ischaemic stroke in neurology clinic patients of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Keywords : Migraine, Ischaemic Stroke
999411307E1A010088Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Hukum PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto Selaku Pengusaha Multimoda Apabila Terjadi Kerugian yang Disebabkan oleh kesalahan Moda Transportasi LainDalam sistem pengangkutan tidak hanya mengangkut penumpang tetapi juga pengangkutan barang paket. Pelayanan paket di Indonesia dapat dilakukan melalui badan usaha angkutan multimoda nasional dengan menggunakan alat angkut sendiri dan/atau moda transportasi lain. Dalam penyelenggaraan pengangkutan kadang timbul kerugian, berupa barang hilang rusak atau terlambat, apabila terjadi kerugian yang disebabkan moda trasportasi lain maka timbul pertanyaan pihak mana yang harus bertanggung jawab sehingga dapat dirumuskan masalah berupa bagaimana tanggung jawab hukum PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto selaku pengusaha multimoda apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh kesalahan moda transportasi lain?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan legis positivis, spesifikasi deskriptif, lokasi penelitian di PT.TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto, data berupa data sekunder, metode analisa menggunakan metode normatif kualitatif yaitu data yang diperoleh dianalisa berdasarkan hukum yang relevan dengan masalah dan didukung dengan doktrin.
Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh jawaban masalah sebagai berikut:
• PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto bertanggung jawab terhadap pengirim atas kerugian yang timbul akibat kesalahan PT. KAI hal ini sesuai penjelasan Pasal 1 PP Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda.
• PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir memberikan ganti kerugian sebesar 10 kali biaya kirim, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 193 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 158 ayat (3) Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
• Jangka waktu mengajukan ganti kerugian yang diberikan PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir adalah 14 hari, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan pasal 95 ayat (1) KUHD .
Service package in Indonesia can be done through a national multimodal transport business entities. Multimodal transport in organizing transport can use their own means of transport and other modes of transportation. In the operation of the transport times of loss, in the form of damaged or lost goods too late, in the event of losses caused other modes of transportation, the question arises as to who should be responsible so that it can be formulated problem of how the legal responsibility of PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir Purwokerto as multimodal employers in the event of losses caused by errors in other modes?
The method used in this research is normative juridical approach to legis positivist, descriptive specification, research sites in PT.TIKI Strip Ekakurir Purwokerto Nugraha, the data in the form of secondary data analysis method using qualitative normative method is data obtained were analyzed based on the relevant legal issues and supported by doctrine.
From the results of research and discussion obtained answers the following issues:
• PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir Purwokerto responsible shipper for losses incurred due to errors PT. KAI it is appropriate explanation of Article 1 of Regulation No. 8 of 2011 on Multimodal Transport which states multimodal transport agreement using a multimodal transport document, in this case is PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir as publisher document so that the sender can not claim damages directly against PT. KAI because there is no contractual relationship between the sender with PT. KAI.
• PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir provide compensation amounting to 10 times the cost of shipping, it is not in accordance with the provisions of Article 193 paragraph (2) of Law No. 22 of 2009 on Road Traffic and Road Transport Article 158 paragraph (3) of Law No. 23 Year 2007 on Railways which states should compensation be calculated based on the actual loss suffered.
• Duration filed compensation given PT. TIKI Line Ekakurir Nugraha is 14 days, this is not in accordance with the provisions of Article 95 paragraph (1) KUHD the time limit to file compensation for 1 year.
99959823A1C010112KAJIAN KOMPARATIF USAHATANI TUMPANGSARI CABAI MERAH-KETIMUN DAN TOMAT-SAWI PAK CHOY DI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASTumpangsari merupakan salah satu cara menambah pendapatan petani dengan cara penganekaragaman tanaman pada lahan pertanian yang terbatas. Di Desa Gandatapa terdapat kelompok tani yang melakukan usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dan tomat-sawi pak choy. Tujuan penelitian adalah : 1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dan tomat-sawi pak choy. 2) Mengetahui perbandingan pendapatan usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dengan tomat-sawi pak choy. 3) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor – faktor produksi (luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan pestisida) terhadap jumlah produksi pada usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dan tomat-sawi pak choy di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang. Penelitian dilaksanakan pada Gapoktan Ganda Arum Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus. Metode yang digunakan untuk mengambil data primer dan sekunder adalah metode wawancara, observasi, pencatatan, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan meliputi : analisis biaya, penerimaan, pendapatan, uji beda t, dan analisis fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya rata-rata per luas lahan 0,26 hektar usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun adalah Rp 12.633.868, sedangkan biaya rata-rata per luas lahan 0,19 hektar pada usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy adalah Rp 7.332.747. Penerimaan rata-rata per luas lahan 0,26 hektar usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun adalah Rp 19.652.000, sedangkan penerimaan rata-rata usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy per luas lahan 0,19 adalah Rp 19.057.500. Pendapatan rata-rata per luas lahan 0,26 hektar pada tumpangsari cabai merah-ketimun adalah Rp 7.018.132, sedangkan pendapatan rata-rata usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy adalah per luas lahan 0,19 hektar adalah Rp 11.724.753. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun adalah pupuk, sedangkan faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy adalah bibit.Intercropping is one way to increase the income of farmers by diversifying crops on agricultural land is limited. In Gandatapa village there farmer groups who do farming intercropping red chili-cucumber and tomato--mustard pak choy. The purpose of the study is: 1) Determine the amount of cost, revenue, and income from farming intercropping red chili-cucumber and tomato--mustard pak choy. 2) Determine the ratio of intercropping red chili-cucumber with tomato- mustard pak choy. 3) Determine the influence of the use of factors - factors of production (land, seed, labor, fertilizer, and pesticides) to the amount of production in farming intercropping red chili-cucumber and tomato--mustard pak choy in Gandatapa Village Sumbang District. The experiment was conducted at the Gandatapa Village Gapoktan Ganda Arum Sumbang District Banyumas Regency. The method used in the study is a case study. The method used to take the primary and secondary data were interviews, observation, recording, and literature. Analytical methods used include: analysis of costs, revenues, income, different test t, and analysis of the Cobb Douglas production function. The results showed that the magnitude of the average cost per acre of 0.26 acres of farm intercropped red chili-cucumber is Rp 12,633,868, while the average cost per acre to 0.19 acres on the farm intercropped tomato-mustard pak choy Rp7,332,747. Admission average of 0.26 hectares of land per farm intercropped red chili-cucumber is Rp19.652 million, while the average farm intercropping receipts tomato-mustard pak choy 0.19 per acre is Rp 19,057,500. Average income per land area of 0.26 acres on a red chili-cucumber intercropping is Rp 7,018,132, while the average income of farm intercropped tomato-mustard pak choy is 0.19 acres per land area is Rp 11,724,753. Production factors which significantly affect farm production intercropped red chili-cucumber is a fertilizer, while the production of factors that significantly affect farm production of tomato-mustard pak choy intercropping is seeds.
99969825A1C009042Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Padi Sawah Petani Peserta SLPTT dan Non SLPTT di Kecamatan Kalibagor Kabupaten BanyumasProgram peningkatan ketahanan pangan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri. Jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun harus diimbangi dengan upaya peningkatan produksi bahan pangan. Upaya peningkatan kebutuhan pangan khususnya beras serta peningkatan kesejahteraan petani padi, dapat dilakukan dengan pengembangan dan adopsi teknologi baru serta peningkatan efisiensi suatu usahatani. Program SLPTT bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui usaha peningkatan produksi pangan nasional. Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui pelaksanaan program SLPTT di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi padi sawah peserta SLPTT dan Non SLPTT, membandingkan hasil produksi padi antara petani yang menerapkan model PTT dan petani yang tidak menerapkan model PTT.
Metode penelitian yang dilakukan adalah survai. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalibagor, Desa Karang Dadap, Desa Kalicupak Kidul, dan Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah petani padi sawah yang mengikuti program SLPTT dan Non SLPTT pada musim tanam Oktober 2013 sampai Maret 2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Cobb-Douglas, dan analisis uji beda t (Independent Sample t-Test).
Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi strata 1 petani peserta SLPTT adalah tenaga kerja, dan petani non SLPTT adalah luas lahan dan pupuk organik. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi strata 2 petani peserta SLPTT adalah pupuk organik, dan petani non SLPTT adalah luas lahan. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi strata 3 petani peserta SLPTT adalah luas lahan, dan petani non SLPTT adalah pupuk NPK dan pupuk organik. Secara statistik terdapat perbedaan hasil produksi usahatani padi strata 2 antara petani SLPTT dan non SLPTT, namun pada strata 1 dan 3 hasil produksi usahatani padi tidak berbeda nyata antara petani peserta SLPTT dan non SLPTT.
Increasing foods security programs derected for supply society necessary in country. Population countinue to increased from year to year must be balance with increasing production food effort. The effort for supply society neccessary especially rice, increasing welfare rice farmers with technology development and new technology adoption and efficency to increase farming system. SLPTT programs aimed to increase independent food through increasing national production. As for this research aimed to determine implementation SLPTT programs in Kalibogor Subdistrict, Banyumas District, analyze applicaton impact factor of production about rice wetland production from farmers SLPTT programs and non SLPTT programs, compare the result of rice production with PPT models implementation and rice production with non PTT models implementations.
The research methods used survey. The research place in Kalibagor Village, Karang Dadap Village, Kali Cupak Kidul Village and Pajerukan Village, Kalibogor Subdistrict, Banyumas District. The research objectives are wetlandrice farmers take part of SLPTT programs and non SLPTT programs on growing season 2013 October until 2013 March. Technical sampling with Proporsional Stratified Random Sampling. The Analytics method that used are analysis of descriptive, analysis of Cobb Douglas and t test (Independent Sample t-Test).
The result of this research show production factor effect on srata 1 farmers SLPTT programs is labor and non SLPTT progrmas are land area and organic fertilizer. Production factor effect on strata 2 farmers SLPTT programs is organic fertilizer and non SLPTT programs is land area. Production factor effect on strata 3 farmers SLPTT programs is land area and non SLPTT programs are NPK and organic fertilizer. There is a difference rice production strata 2 farmers SLPTT programs and non SLPTT programs, but rice production strata 1 and 3 not real difference farmers SLPTT programs and non SLPTT programs.
99979824A1C010044Kajian Finansial Usaha Industri Rumah Tangga Teh Rakyat (Studi Kasus di Desa Pagenteran dan Pulosari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah)Relatif sedikit petani teh yang memandang usaha perkebunan teh sebagai usaha yang menguntungkan, hal ini berkaitan dengan rendahnya kualitas pasar yang dimiliki petani teh. Selain itu, perkembangan industri teh tidak lepas dari keadaan sosial ekonomi petani teh yang masih kurang memadai. Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah terdapat industri rumah tangga teh rakyat yang masih aktif, paling banyak di Desa Pagenteran dan Pulosari. Banyaknya industri rumah tangga teh rakyat yang ada di Desa Pagenteran dan Pulosari, menyebabkan para pengolah teh harus bersaing dalam menawarkan produk teh yang disukai oleh konsumen. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui atribut mana yang menjadi pertimbangan utama konsumen dalam mengonsumsi teh rakyat berdasarkan persepsinya; dan untuk mengetahui keuntungan secara finansial industri rumah tangga teh rakyat di Desa Pagenteran dan Pulosari. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 28 Maret sampai 2 Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus terhadap industri rumah tangga teh rakyat di Desa Pagenteran dan Pulosari, dengan rancangan pengambilan sampel yaitu sensus kepada 39 produsen teh serta judgment sampling kepada 25 konsumen teh. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis deskriptif; analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan; dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen terhadap atribut teh rakyat, yang menjadi pilihan atau pertimbangan utama konsumen dalam mengonsumsi teh rakyat yaitu dari segi harga. Harga rata-rata teh rakyat di Kecamatan Pulosari Rp17.461,54 per kg, dinilai sangat terjangkau bagi para konsumen, namun secara finansial belum memberikan keuntungan bagi para pengolah. Kenyataan inilah yang menjadi perhatian industri rumah tangga teh rakyat teh di Desa Pagenteran dan Pulosari ketika menetapkan harga. Hasil kajian finansial menunjukkan bahwa usaha industri rumah tangga teh rakyat teh di Desa Pagenteran dan Pulosari tidak efisien. Hal ini dikarenakan pendapatan yang diperoleh negatif serta nilai R/C ratio yang diperoleh kurang dari 1.
Relatively few tea farmers who think the tea plantation business as a profitable business, it is due to the low quality of the market owned by tea farmers. In addition, the development of the tea industry can not be separated from the socio-economic situation of tea farmers who still inadequate. Pulosari District Pemalang Regency Central Java Province has home industry of “teh rakyat” which still active, most in the Pagenteran and Pulosari village. So many home industry of “teh rakyat” in the Pagenteran and Pulosari village, causing the tea producer must compete in offering tea products favored by consumers. This research was aimed to: know attributes which becomes consideration main consumers in people consuming tea based on perception and know the profit financially home industry of “teh rakyat” in Pagenteran and Pulosari village. Data obtaining was conducted on March 28th until May 2nd 2014. Research method is case study of home industry of “teh rakyat” in Pagenteran and Pulosari Village, while sampling which used is census to 39 tea producer, and judgment sampling to 25 tea consumer. Research analysis method is: descriptive analysis; cost analysis, revenue and income analysis; and R/C ratio analysis. Research results showed that consumers perceptions of the attributes of “teh rakyat , that becomes the main consideration or choice of the consumer in consumed the “teh rakyat” that is price. Price of the “teh rakyat” in the Pulosari district is Rp17.461,54 per kg, considered to be very affordable for consumers, but have not provide benefits financially for producer. This fact becomes concern for domestic home industry of the “teh rakyat” in the Pagenteran and Pulosari village when setting price. Financial results of the research showed that home industry of the “teh rakyat” in the Pulosari and Pagenteran village is inefficient. It because the obtained income is negative and the value of R/C is less than 1.
99989826A1C009075Pemanfaatan Lahan Marjinal dengan Ushatani Kacang Tanah di Kecamatan Kalibagor Kabupaten BanyumasLahan pertanian dibedakan menjadi lahan produktif dan lahan kurang produktif atau lahan marginal. Lahan marginal dijumpai baik pada lahan basah maupun lahan kering. Lahan kering merupakan lingkungan tumbuh utama kacang tanah. Kacang tanah merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Kecamatan Kalibagor mempunyai potensi yang cukup baik untuk pengembangan kacang tanah karena keadaan iklim dan tanah yang sesuai untuk pertumbuhan kacang tanah dan sebagian besar areal lahan di Kalibagor merupakan lahan kering yang belum dimanfaatkan secara optimal khususnya di Desa Suro dan Srowot. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan mengetahui efisiensi serta menganalisis pengaruh faktor produksi seperti luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap hasil produksi kacang tanah lahan marjinal di Kecamatan Kalibagor.
Metode Penelitian yang digunakan adalah survei. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling, pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 3 Mei sampai 31 Mei 2014, pada petani kacang tanah lahan marjinal Desa Suro dan Srowot Kecamatan Kalibagor. Jumlah petani yang menjadi responden dalam penelitian sebanyak 28 orang. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, pendapatan, R/C, dan fungsi produksi Cobb-Douglas
Berdasarkan perhitungan penerimaan rata-rata per hektar petani kacang tanah di Kecamatan Kalibagor adalah Rp10.572.083,70 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp4.625.668,27, sehingga keuntungan atau pendapatan yang diterima adalah Rp5.946.415,39. Usahatani kacang tanah lahan marjinal di Kecamatan Kalibagor sudah efisien karena R/C lebih besar dari 1 yaitu 2,2. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani kacang tanah lahan marjinal di Kecamatan Kalibagor adalah luas lahan dan pupuk urea, sedangkan faktor produksi pupuk kandang, pupuk SP-36, pupuk ponska, benih, pestisida, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap usahatani kacang tanah lahan marjinal.
Agricultural land is differentiated into productive land and the less-land productive or marginal land. Marginal land is found both in wetlands and dry land. Dry land is a major peanut growing environment. Peanut is one of the food crops that are potential to be developed because it has many benefits for human. Sub-district Kalibagor has good potential for the development of peanut because the climate and soil suitable for growing peanuts and most of the land area Kalibagor is a dry land that has not been used optimally, especially in the village of Suro and Srowot. The purpose of the study is to determine the costs, revenues, income and determine the efficiency as well as to analyze the influence of factors of production such as land, seed, fertilizer, pesticides and labor to the production of peanut in Kalibagor’s marginal land.
The research method that used in this research was a survey. The design of sampling used simple random sampling method, data collection was conducted from May 3 until May 31, 2014, on marginal lands peanut farmers in Suro and Srowot village. The number of farmers who were become respondents in the study were 28 people. Data were analyzed using analysis of costs, revenues, R / C, and the Cobb-Douglas production function.
Based on the calculation of the average revenues per hectare of peanut farmers in Kalibagor is Rp10.572.083,70 and the average cost of production per hectare of Rp4.625.668,27, so that gain or income received is Rp5.946.415,39. Peanut farming of marginal lands in the Kalibagor already efficient as the R / C is greater than 1 is 2.2. Factors that influence the production of peanut farming of marginal lands in Kalibagor are the large of land and urea, while the factors of production of manure, fertilizer SP-36, ponska’s fertilizers, seeds, pesticides, and labor did not significantly affect peanut farming marginal land.
99996423E1A006218REKOMENDASI OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
(STUDI KASUS PENERBITAN PERATURAN REKTOR NOMOR 408/P/SK/HT/2010 TENTANG PEMBERLAKUAN KARTU IDENTITAS KENDARAAN BERMOTOR (KIK) DI KAWASAN KAMPUS UGM)
Penelitian ini mengambil judul " Rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (Studi Kasus Penerbitan Peraturan Rektor Nomor 408/P/SK/HT/2010 Tentang Pemberlakuan Kartu Identitas Kendaraan Bermotor (KIK) di Kawasan Kampus UGM)”. Tujuan penelitian untuk mengetahui Rekomendasi Ombusman Republik Indonesia Terhadap Penerbitan Peraturan Rektor Nomor 408/P/SK/HT/2010 Tentang Pemberlakuan Kartu Identitas Kendaraan Bermotor (KIK) Di Kawasan Kampus Universitas Gajah Mada.
Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif atau legal research. Konsep ini mengungkapkan, bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Konsep ini, hukum melihat sebagai sistem normatif yang bersifat otonom, tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tanpa maksud untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan yang berlaku umum.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa, Penerbitan Peraturan Rektor Nomor 408/P/SK/HT/2010 tentang Pemberlakuan Kartu Identitas Kendaraan Bermotor (KIK) di Kawasan Kampus UGM merupakan tindakan maladministrasi dan melanggar Pasal 23 A UUD 1945. Pihak UGM juga menyalahi peraturan mengenai badan pendidikan karena sejak Maret 2010 hingga Desember 2012, UGM berada pada masa transisi perubahan sistem badan hukum, dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT-BHMN) menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka ORI telah memberikan surat rekomendasi kepada UGM berisi empat hal pokok yaitu agar pihak UGM :
1) Menata ulang sistem dan mekanisme pengendalian aksesibilitas publik untuk masuk-keluar lingkungan Universitas Gadjah Mada dengan basis pendekatan kendali pada orang, bukan kendaraan bermotor.
2) Menyiapkan sarana prasarana pendukung dan penyangga secara simultan bertahap seperti sepeda, kendaraan bermotor non emisi secara gratis areal parkir di luar lokasi kampus, sarana kebersihan.
3) Menghentikan pungutan disinsentif dan menggantinya dengan mekanisme identitas tunggal untuk civitas akademika, dan kartu identitas khusus untuk masyarakat umum yang akan masuk ke lingkungan Universitas Gadjah Mada.
4) Menyetorkan ke dalam Rekening Kas Negara Bendahara Umum Negara c.q Menteri Keuangan RI seluruh dana disinsentif yang selama ini dikumpulkan melalui pemberlakuan KIK, hal ini sesuai dengan Pasal 58 F angka (6) Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
This study took the title " Ombudsman of the Republic of Indonesia Recommendation (Case Study Rector Publishing Rule Number 408/P/SK/HT/2010 About Enforcement of Motor Vehicle Identity Card (CIC) at Gajah Mada University Area) ". Objective study to determine Ombusman Recommendations Against the Republic of Indonesia Rector Publishing Rule Number 408/P/SK/HT/2010 About Enforcement of Motor Vehicle Identity Card (CIC) at Gadjah Mada University Campus area .
Methods used approach is normative or legal research . This concept reveals, that the law is identical to the written norms are created and promulgated by agencies or officials of the state. This concept , see the law as a normative system of autonomous , closed and regardless of people's lives . Specifications research is descriptive analytical research that describes the state of the object to be examined and then analyzed based on legal theories and practices relating to the implementation of positive law issues without intent to draw conclusions that are commonly used.
Based on the results of research and discussion , it can be concluded that , Rector Publishing Rule 408/P/SK/HT/2010 Number of Motor Vehicle Enforcement of Identity Card (CIC) in the area of UGM is an act of maladministration and breach of Article 23 A of the 1945 Constitution. UGM also violates regulations because the education agency since March 2010 until December 2012, UGM is in transition system changes to legal entities, of Higher Education State Owned Legal Entity into the Public Service Agenc. In connection with the foregoing, the ORI has provided a letter of recommendation to the UGM contains four main points, namely that the UGM :
1. Resetting the system and controlling mechanisms for public accessibility of entry exit environment Gadjah Mada University on the basis of the control approach in people, not vehicles.
2. Setting up the supporting infrastructure and simultaneously buffer stages such as bicycles, motor vehicle emission free non parking area outside the campus location , facility cleanliness.
3. Stop the disincentive levy and replace it with a single identity mechanism for the academic community, and special identity cards to the general public will go to the University of Gadjah Mada .
4. Deposit into the State Treasury State Treasurer represented by the Minister of Finance during the entire funding disincentives KIK is collected through enforcement, this is in accordance with Article 58 of the F number (6) Government Regulation no. 66 Year 2010 on Amendment to Government Regulation No. 17 of 2010 Concerning the Management and Operation of Education .
100009828A1L010125Uji Kemempanan Isolat Trichoderma sp. Terhadap Nematoda Puru Akar TomatPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh empat isolat jamur Trichoderma sp.dan kombinasinya dalam menekan tingkat kerusakan akar pada tanaman tomat, 2) mengetahui pengaruh aplikasi empat isolat jamur Trichoderma sp. dan kombinasinya terhadap populasi nematoda puru akar tanaman tomat, dan 3) mengetahui pengaruh aplikasi empat isolat jamur Trichoderma sp. dan kombinasinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, 4) mengetahui pengaruh aplikasi empat isolat jamur Trichoderma sp. dan kombinasinya terhadap kandungan senyawa fenol (saponin, tanin, dan glikosida). Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai Juni 2014 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 16 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas aplikasi Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat nanas, Trichoderma sp. isolat pisang, Trichoderma sp. isolat bawang merah, dan kombinasinya serta nematisida dan kontrol. Variabel yang diamati adalah tingkat kerusakan akar, populasi nematoda, dan kepadatan akhir Trichoderma sp., tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, bobot kering akar, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi isolat Trichoderma sp. belum mampu menekan populasi nematoda serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Akan tetapi, aplikasi isolat Trichoderma sp. dapat menekan tingkat kerusakan akar dan meningkatkan kandungan senyawa glikosida.The aims of this research were to: 1) know the effect of four isolates Trichoderma sp. and its combination in reducing level of root damage, 2) know the effect of four isolates Trichoderma sp. and its combination in reducing root knot nematode populations, 3) know the effect of four isolates Trichoderma sp. and its combination on the growth and yield of tomato, and 4) know the effect of four isolates Trichoderma sp. and its combination on content of phenolic compound (saponin, tannin, and glicoside). The research was conducted from March to June 2014 in Plant Protection Laboratory and eksperimental field belongs to Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman Purwokerto. Variables observed were level of root damage, nematode population, plant height, plant fresh weight, root fresh weight, plant dry weight, root dry weight, number of fruit, and fruit weight. This research used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 16 treatments and 4 replications. The treatments consist of aplication of Trichoderma sp. ginger isolate, Trichoderma sp. pineapple isolate, Trichoderma sp. banana isolate, Trichoderma sp. shallot isolate and its combinations within nematicide and control. The results showed that application of Trichoderma sp. isolates was not able to reduce root knot nematode populations and improved growth and yield of tomato. However, application of Trichoderma sp. isolates could reduce the level of root damage and increase glicoside content.