Artikelilmiahs
Menampilkan 9.981-10.000 dari 48.948 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9981 | 11313 | C1C009076 | PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH | Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi pengaruh sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, menganalisa faktor paling dominan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan data primer kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 84kepala/sub bagian keuangan SKPD Kabupaten Banyumas dengan total sampel yang diambil sebanyak 46 SKPD dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur dan pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian adalah uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan secara paersial sistem pengendalian intern dan penerapan akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dan yang memiliki faktor paling dominan adalah penerapan sistem akuntansi keuangan daerah. Kata Kunci: Sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, kualitas laporan keuangan. | This study entitled : "The Effect of Internal Control Systems , Information Technology Utilization and Application of Regional Financial Accounting System on the Quality of Local Government Finance Report " . This study aims to analyze and identify the influence of the internal control system , use of information technology and application area of financial accounting system on the quality of local government financial reports , analyzing the most dominant factor of the quality of local government financial reports. This study uses quantitative primary data . Total population in this study was 84 head / financial subpart SKPDs Banyumas with total samples taken 46 SKPDs by using simple random sampling method . The analysis method used in this research is the analysis and hypothesis testing lines used in the study is t test and f test . The results showed that simultaneous system of internal control , utilization of information technology and application area of financial accounting system affect the quality of local government financial statements , whereas in paersial system of internal control and financial accounting application areas affect the quality of financial reporting and the local government has the most factors dominant is the application of local financial accounting system. Keywords : Internal control system, use of information technology, the implementation of regional financial accounting system, the quality of financial reporting. | |
| 9982 | 9815 | D1E010259 | PEMANFAATAN LIMBAH IKAN TONGKOL DIHIDROLISIS DENGAN ASAM ASETAT DAN POLLARD FERMENTASI SEBAGAI BAHAN BAKU KONSENTRAT DITINJAU DARI PRODUKSI TELUR DAN BOBOT TELUR PUYUH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah ikan tongkol dihidrolisis asam asetat dan pollard fermentasi terhadap produksi telur dan bobot telur puyuh. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 18 Juni sampai 18 Agustus 2014 di Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 100 ekor puyuh betina umur 14 minggu. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang 5 kali serta setiap ulangan terdiri atas 5 ekor puyuh. Perlakuan yang diujicobakan terdirii atas R0 (limbah ikan tongkol hidrolisis dan pollard fermentasi 0%), R1 (limbah ikan tongkol hidrolisis dan pollard fermentasi 10%), R2 (limbah ikan tongkol hidrolisis dan pollard fermentasi 20%), dan R3 (limbah ikan tongkol hidrolisis dan pollard fermentasi 35%). Data dianalisis dengan analisis variansi dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap produksi telur dan bobot telur puyuh. Rataan produksi telur dan bobot telur puyuh adalah 29,57±4,6 % dan 9,5319±0,47 gr. Kesimpulan, pemanfaatan limbah ikan tongkol dihidrolisis asam asetat dan pollard fermentasi sampai level 35% dapat digunakan sebagai pengganti konsentrat pabrik dengan menghasilkan produksi telur HDP 29,56 % dan bobot telur puyuh 9,52 gram/butir. | The aim of this research was to know the effect of tuna waste hydrolyzed by acetic acid and fermented pollard on egg product and weight of quail egg. The research was conducted from Juni 18th to August 18th 2014 at The Experimental Farm and Animal Feeding and Nutrition Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Material used were 100 female quails of four weeks old. This research was conducted by in vivo experimental method and used Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, each treatment was repeated 5 times, each replication consisted of 5 quails. Treatments used were R0 (tuna waste hydrolyzed by and fermented pollard 0%), R1 (tuna waste hydrolyzed by acetid acid and fermented pollard 10%), R2 (tuna waste hydrolyzed by acetic acid and fermented pollard 20%), and R3 (tuna waste hydrolizyd by acetid and fermented pollard 35%). Data were analyzed by analysis of variance and continued with honestly significant difference (HSD). The analysis of variance showed that there was non significant effect (P>0,05) of the treatments to egg production and weight of quail egg. The average result of egg product and weight of quail egg were 29,57±4,6 % dan 9,5319±0,47 gr. These result indicates that utilization of tuna waste hydrolyzed by acetic acid and fermented pollard until the level of 35% can replace factory concentrate produce the production of eggs hdp 29,56 % and weights eggs quail 9,52 gram of each. | |
| 9983 | 9811 | A1H010087 | UJI PERFORMANSI ALAT PENGADUK ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN BAHAN PEREKAT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET | Buah kelapa mempunyai hasil sampingan berupa tempurung yang dapat diolah menjadi briket arang. Bahan perekat yang biasa digunakan pada pembuatan briket adalah tapioka. Penambahan bahan perekat tersebut akan memberikan pengaruh terhadap sifat dan karakteristik briket yang akan dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja alat pengaduk arang mekanis dan kualitas adonan setelah proses pengadukan. Penelitian ini menggunakan 3 komposisi bahan perekat dari tapioka yaitu 2,5%, 5%, dan 7,5%. Metode uji kinerja alat meliputi uji fungsional, uji keandalan, uji kinerja tanpa beban, dan uji kinerja menggunakan beban. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu pengukuran kapasitas pengadukan, kualitas adonan, kebutuhan daya spesifik, kecepatan linier pulley, dan perhitungan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kapasitas pengadukan sebesar 160,663 kg/jam, kebutuhan daya spesifik0,030kW jam/kg, konsumsi bahan bakar 3,093 liter/jam, serta kecepatan linier pulley pada alat pengaduk 0,064 m/detik dan pada penggerak motor bensin 9,715 m/detik. Hasil pengukuran kadar air tertinggi pada komposisi 2,5% sebesar 26,283% sedangkan kadar air terendah pada komposisi 7,5% sebesar 24,060%. | Coconut shell has a byproduct that can be processed into charcoal briquette. Ussualy, adhesive that used in briquette manufacture is tapioca. Addition of the adhesive material will impact characteristic of the briquettes. The purpose of this study is to investigate the performance and quality of the charcoal mixed after the mixing process. This study used three adhesives from of mixer tapioca with composition of 2.5%, 5%, and 7.5%. The method of performance test are include functional testing, reliability testing, performance testing without load, and performance testing using load. The variables that observed in this study are the measurement of stirring capacity, mixtured quality, specific power requirements, linear speed pulley, and fuel consumption. The results showed the average capacity of stirring is 160.663 kg/h with 0.030kW h/kgspecific power requirement. The fuel consumption is 3.093 liters/h with the linear speed pulley on mixer0.064 m/s and in a the fuel consumption gasoline motor drives is 9.715 m/s. Water composition measurement showed that the highest, water content in composition of 2.5% is 26.283%, meanwhile the lowest water content in composition of 7.5% is 24.060%. | |
| 9984 | 9816 | E1A009017 | FASAKH KARENA MURTAD DALAM CERAI GUGAT (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor: 0789/Pdt.G/2014/PA.Skh) | Putusnya perkawinan bisa terjadi karena perceraian atau pembatalan perkawinan. Putusnya perkawinan karena fasakh termasuk dalam pembatalan perkawinan, sedangkan Cerai Gugat termasuk dalam putusnya perkawinan karena perceraian yang diajukan oleh isteri. Pada Putusan Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor: 0789/Pdt.G/2014/PA.Skh, perkara mengenai Cerai Gugat yang disebabkan perselisihan terus menerus karena suaminya murtad, tapi oleh Hakim diputus dengan menggunakan fasakh. Metode Pendekatan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, kemudian data yang diperoleh disajikan secara naratif yang dianalisis secara kualitatif. Hakim dalam pemikiran yuridisnya menerapkan 2 pertimbangan hukum yang digunakan dalam memfasakh perkawinan Penggugat dan Tergugat, yaitu :berdasarkan Pasal 116 huruf (h) Kompilasi Hukum Islam, dan berdasarkan dalil kitab fiqh al-sunnah juz 2 halaman 389 mengenai perceraian yang di ibaratkan fasakh. Seharusnya Hakim dalam pertimbangan hukumnya membedakan antara fasakh dengan perceraian, dan mengabulkan Cerai Gugat sesuai dengan Passal 116 huruf (h) Kompilasi Hukum Islam. Hakim seharusnya konsisten dalam memeriksa perkara Cerai Gugat dengan kontruksi hukum Cerai Gugat dan bukan mengkontruksi hukum fasakh. | The breakdown of marriage could be occured, because of divorce or annulment of marriage. The breakdown of marriage as fasakh including the cancellation of marriage, while Divorced sues included in the breakdown of marriage through divorce filed by the wife. On the Religious Court Decision Sukoharjo Number: 0789 / Pdt.G / 2014 / PA.Skh, Divorced Sues case of dispute caused continuously since her husband's apostasy, but the judge cut off by using fasakh. Methods The research approach used in this study using the approach of legislation, then the data obtained are presented in a narrative that is analyzed qualitatively. Judge in juridical reasoning apply two legal reasoning used in marriage the Plaintiff and Defendant to fasakh, namely: under Article 116 letter (h) Compilation of Islamic Law, and based on the argument of the book Fiqh al-Sunnah juz 2 pages 389 fasakh divorce. Supposed to judge the legal considerations distinguish between fasakh with divorce, and granted Divorced sues in accordance with of Article 116 letter (h) Compilation of Islamic Law. Judges should be consistent in examining the case with construction law sues and fasakh construction. | |
| 9985 | 9817 | A1H010080 | KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KADAR AIR SLONDOK GORENG PASIR PADA BERBAGAI SUHU DENGAN ALAT PENGGORENGAN TIPE HSF D50 MANUAL | Slondok merupakan salah satu camilan yang berbahan dasar singkong dan digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak. Akan tetapi, akhir-akhir ini timbul kewaspadaan terhadap produk hasil gorengan yang menggunakan minyak, terutama minyak yang digunakan secara berulang, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui perubahan kadar air dan tingkat kerenyahan pada slondok yang digoreng menggunakan media pasir pada berbagai suhu, serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap slondok yang dihasilkan dari penggorengan dengan menggunakan media pasir melalui uji organoleptik. Hasil uji organoleptik slondok goreng pasir untuk warna adalah terdapat pada kisaran warna agak kecoklatan sampai putih, tekstur agak renyah sampai renyah, dan rasa yang agak enak sampai enak. Sedangkan hasil pengukuran kerenyahan pada suhu 170,50C selama 150 detik, suhu 190,50C selama 120 detik dan suhu 210,50C selama 90 detik berturut-turut adalah 0,123 N/mm2, 0,106 N/mm2 dan 0,098N/mm2. Hal ini menunjukkan hasil penggorengan slondok dengan media pasir menggunakan tiga variasi suhu dan waktu optimum penggorengan yang berbeda-beda pada tiap perlakuan suhu adalah sangat renyah. Nilai prediksi perubahan kadar air slondok selama penggorengan dengan pasir dapat dirumuskan dengan pemodelan matematika yaitu Mθ=Mi.exp{(-2,494) (exp((-2413)/(T kelvin))) θ}, dengan nilai tingkat kesalahan rata-rata yaitu 12,46%. Berdasarkan hasil pengujian organoleptik slondok yang digoreng menggunakan pasir dapat diterima oleh konsumen. | Slondok is one snack that made from cassava and fryed with a lot of oil. However, lately people knew about a bad effect of snack that processed by oil, especially by using oil repeatedly. Because the oil that used repeatedly can causes health problems. Therefore this study conducted to determine changes in water content and level of crispness in fried slondok using sand media at various temperatures, and determine the level of panelists preference by slondok generated from the frying pan using sand media by organoleptic tests. The results of organoleptic tests showed that sand-fried slondok has brownish to white color, slightly crunchy to crunchy texture, and well to good taste. While the results of measurement of crispness at temperatures 170,50C for 150 seconds, 190,50C for 120 seconds and 210,50C for 90 seconds, are 0,123 N/mm2; 0,106 N/mm2 and 0,098N/mm2. It show that the sand-fried slondok with sand as frying medium using 3 variations of temperature with different optimum time in each temperature treatment is very crisp. Predictive value of water content changes during frying slondok with sand can be formulated by mathematical modeling Mθ = Mi.exp {(-2,494)(exp( (-2413)/(T kelvin))) θ}, with the value of the error rate of average 12,46%. Based on organoleptic test of sand-fried slondok can be accepted by consumers. | |
| 9986 | 9819 | A1L010005 | Sebaran Salinitas Tanah pada Lahan Sawah di Sebagian Wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap | Pengembangan usaha pertanian di wilayah pesisir merupakan salah satu bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu pusat produksi beras di Jawa Tengah. Sebagian besar sawahnya terletak di sepanjang pesisir selatan Jawa dan dipengaruhi oleh salinitas. Di bawah kondisi salinitas tinggi, produktivitas padi akan menurun secara signifikan. Kajian ini bertujuan menganalisa dan memetakan sebaran salinitas tanah pada lahan sawah di sebagian wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei tanah semi-detail dengan skala 1 : 50.000. Penentuan titik sampel dilakukan dengan membuat Peta Satuan Lahan Homogen (SLH). Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) dibuat dengan menumpangsusunkan (Overlay) Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Penggunaan Lahan dan Peta Curah Hujan. Pengambilan sampel tanah dilakukan untuk diukur salinitasnya. Penelitian dilakukan di tujuh desa di wilayah Kecamatan Kroya dari November 2013 – Januari 2014. Nilai salinitas diukur dengan cara mengambil sampel tanah sebanyak 22 titik sampel pengamatan yang tersebar dari Utara ke Selatan dan, dianalisis di laboratorium menggunakan EC meter. Hasil penelitian menunjukan tingkat salinitas di daerah studi dikatagorikan sangat rendah (SR) atau non salin. Titik sampel yang memiliki Daya Hantar Listrik tertinggi adalah sampel 5 (Sikampuh) dengan 59.6 µS dan yang terendah adalah sampel 19 (Ayam alas) dengan 54.3 µS. Wilayah dengan salinitas tertinggi di Desa Kedawung sebesar 187.075 µS. Wilayah dengan tingkat salinitas paling rendah di Desa Bajing Kulon dengan 89.45 µS. Hasil produksi padi di daerah penelitian tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi salinitas yang ada. Hasil produksi padi di daerah penelitian dapat dikatakan cukup tinggi (6 – 7 ton/ha). | The increasing number of inhabitants from time to time, then the rice yield enhancement efforts should continue to be done so that food security can be achieved and maintained. The development of agricultural enterprises in the coastal areas is one part of the Government's policy to increase national food production. Cilacap Regency is one of the center of rice production in Central Java. Most of it is located along the southern coast of Java and is affected by salinity problem. Under high salinity condition, yield of rice will decrease significantly. This study aims to analyze and mapping the distribution of salinity soil in rice field in district of Kroya Cilacap Regency. Research carried out using land survey method of semi-detail with a scale of 1: 50,000. Determination of the point of the sample is done by first creating a Homogeneous Land Units Map. Homogeneous Land Units Map is made by way of overlay administrative map, soil map, land use map and rain fall map. Then the soil sampling was conducted to measure the salinity of the soil. Research conducted in seven villages in district Kroya from November 2013 – January 2014. Salinity value measured by taking soil samples as much as 22 points of the sample observations are scattered from North to South and then analyzed in the laboratory using an EC meter. Results of the study showed the levels of salinity in the research area categorized very low. The sample point has the highest Electrical Conductivity is a sampel 5 (Sikampuh) with 59.6 µS and the lowest is the sampel 19 (Ayam alas) with 54.3 µS. The region with the highest salinity level is Kedawung village of 187.075 µS. The region with lowest level of salinity is Bajing Kulon village with 89.45 µS. Rice yield results in the area of research not too affected by the salinity conditions exist. Rice yield results in research area is quite high (6 – 7 ton/ha). | |
| 9987 | 6409 | F1F008126 | THE ANALYSIS OF PERSUASIVE TECHNIQUES OF COSMETIC PRODUCT ADVERTISEMENTS IN WOMEN’S MAGAZINE ‘ELLE’ (Edition of May-August 2012) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mencari struktur teks iklan yang direfleksikan pada masing-masing iklan produk kosmetik di majalah Elle, dan 2) mencari jenis teknik persuasi yang digunakan dalam iklan produk kosmetik di majalah Elle. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data penelitian ini adalah dalam bentuk teks atau tulisan, yang tidak dianalisis secara statistik. Dalam hal ini, penelitian menggunakan pendekatan Semiotic karena peneliti ingin mengetahui bagaimana bahasa yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain dalam aspek iklan yang dikategorikan berdasarkan teori Peirce meliputi ikon, indeks, dan simbol, serta teori Larson yang digunakan untuk menganalisa teknik persuasi. Penelitian ini menggunakan purposive sampling karena pemilihan sampel berdasarkan kebutuhan penelitian. Dari hasil analisa data, peneliti menemukan hasil bahwa jenis struktur teks iklan ada enam struktur: Headline- Subhead-Body copy-Caption-Slogan, Headline-Subhead-Body copy, Headline-Body copy-Caption-Slogan, Headline-Body copy, Headline-Caption, and Subhead-Body copy-Caption. Penggunaan tanda dalam bentuk ikon, indeks dan symbol telah berhasil menyampaikan pesan dengan baik Selanjtunya, Iklan-iklan produk kosmetik tersebut menggunakan tiga teknik berdasarkan teori Larson untuk mempengaruhi konsumen. Teknik -teknik ini adalah: card stacking, transfer, dan glittering generalities. Peneliti berharap penelitian ini dapat mendorong peneliti lain yang tertarik dalam karya sastra untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dalam penelitian ini. | The purpose of the research is 1) to find out the text structures reflected in each cosmetic product advertisements of Elle magazine, 2) to find out the kinds of persuasive techniques used in cosmetic product advertisements in Elle magazine. Concerning the topic, this study focused on the persuasive technique used in cosmetic product advertisements in Elle magazine. This research was designed by using descriptive qualitative method because the data of this research were in the form of text or written, which were not statistically analyzed. In this case, this study used Semiotic approach because the researcher wanted to know how language used to persuade another in advertising area which are classified using Peirce’s theory in icon, index, and symbol, and Larson’s theory is used for persuasive techniques. This research uses purposive sampling because of selecting sample based on the need of the research. From the data analysis, the researcher found the result that advertisement text’s structures are six structures: Headline-Subhead-Body copy- Caption-Slogan, Headline-Subhead-Body copy, Headline-Body copy-Caption- Slogan, Headline-Body copy, Headline-Caption, and Subhead-Body copy-Caption. The using of the sign in the form of icon, index and symbol has succeeded in sending the message well. The advertisements of cosmetic product used three techniques of Larson’s theory to persuade the target markets. These techniques are: card stacking, transfer, and glittering generalities technique. The researcher expects this research can stimulate other researchers who are interested in literary works to get better knowledge on this study. | |
| 9988 | 10862 | H1B010033 | APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM TSUKAMOTO DALAM PENILAIAN KUALITAS SUSU SEGAR | Fuzzy Inference System atau FIS Tsukamoto merupakan sistem penalaran yang didasarkan pada teknik implikasi fuzzy. Pada penelitian ini FIS Tsukamoto diaplikasikan untuk menilai kualitas susu segar di Farm Limpakuwus berdasarkan empat variabel input yaitu kadar lemak, kadar protein, kadar BKTL, dan kadar laktosa. Tahapan FIS Tsukamoto meliputi fuzzifikasi, pemberian aturan dasar fuzzy, dan proses defuzzifikasi. Fuzzifikasi dilakukan dengan mengubah variabel input yang benilai tegas ke dalam himpunan fuzzy. Pada variabel input yang telah bernilai fuzzy diberikan aturan dasar fuzzy yang berbentuk implikasi fuzzy. Output yang bernilai fuzzy lalu didefuzzifikasi dengan menggunakan rumus rata-rata terbobot agar diperoleh output yang bernilai tegas. Untuk mempermudah proses perhitungan FIS Tsukamoto dibuat program menggunakan software Matlab 7 R2010b. Dari hasil pengujian kualitas susu di Farm Limpakuwus pada bulan Desember 2014 diperoleh sapi dengan ear tag 4491 memiliki kandungan susu terbaik dan sapi dengan ear tag 4302 memiliki kandungan susu terburuk. | Fuzzy inference system or FIS Tsukamoto is a reasoning system which is based on the technique of fuzzy implications. In this study FIS Tsukamoto applied to assess the quality of fresh milk produced by Farm Limpakuwus using four input variables, fat content, protein content, levels of BKTL, and level of lactose. The steps FIS Tsukamoto include fuzzification, giving basic rules of fuzzy, and defuzzification process. Fuzzification is done by transforming the crips variables into fuzzy sets. Then, basic rules of fuzzy implication are applied to the fuzzy input variable. To get the crips output, the fuzzificaton is applied to the fuzzy output variables using the weighted average method. To simplify the calculation process of FIS Tsukamoto, it has been composed a code program using Matlab 7 R2010b. Based on the testing result of milk quality at Farm Limpakuwus on December 2014, it is obtained that a cow with ear tag 4491 contains the best milk and a cow with ear tag 4302 contains the worst milk. Keywords : Tsukamoto Fuzzy Inference System, fresh milk. | |
| 9989 | 9820 | A1L010027 | KORELASI ANTARA KOMPONEN HASIL DAN HASIL PADA EMPAT BELAS GENOTIP PADI GOGO DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui korelasi antara karakter komponen hasil dan hasil pada genotip padi gogo dan mengetahui daya hasil genotip padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di di lahan pertanaman padi gogo Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 14 genotip dan 4 kali ulangan, data dianalisis menggunakan annova dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) serta uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, presentase gabah isi dan bobot 1000 biji merupakan variabel yang memiiki korelasi positif atau hubungan searah terhadap hasil sehingga peningkatan searah dengan hasil. Jumlah anakan total, umur berbunga dan umur panen merupakan variabel yang memiliki korelasi negative atau hubungan berlawanan arah dengan hasil. | The aims of this research are: determining correlation between yield component and yield and determining yield of 14 genotypes of upland rice. This research was taken in upland rice plant field in Majatengah village, Kemangkon sub district, Purbalingga. Randomized block design (RBD) was used with 14 genotypes and four times replication. 14 genotypes of upland rice analyzed using Annova test and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) and correlation test. The results show that plant’s height, tassel’s length, amount of filled grain, percentage of filled grain and weight 1000 seeds have positive correlation. A amount of total bud, age of flower and harvest age have negative correlation | |
| 9990 | 9818 | A1C010105 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI MINA PADI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DAN MOTIVASINYA DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Mina padi merupakan sistem usahatani padi dan ikan yang dibudidayakan secara bersama-sama dalam satu lahan sawah. Usahatani tersebut dilaksanakan oleh petani guna mengoptimalkan produktivitas suatu lahan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan memberikan kontribusi bagi pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sistem usahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas (2) Menghitung kontribusi pendapatan usahatani mina padi terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas (3) Menganalisis tingkat motivasi petani dalam melaksanakan usahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan data dilaksanakan dari tanggal 2 Juni 2014 sampai dengan 28 Juni 2014, dengan sasaran penelitian petani mina padi untuk musim tanam bulan April sampai dengan September tahun 2013 di Desa Pasir Lor, Pasir Kulon dan Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif, Analisis Kontribusi Pendapatan (Income Share), Skala Likert, dan Method Successive Interval (MSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Usahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dilakukan dengan dua sistem yaitu penyelang dan tumpangsari. Jenis ikan yang dibudidayakan yaitu Mujaer, Melem, Tawes, Nila, dan Mas. Varietas padi yang digunakan yaitu Situbagendit, Muncul, IR-64, dan Cisadane. Lama pemeliharaaan sistem penyelang maupun tumpangsari masing-masing antara 20 sampai 35 hari. Benih ikan yang ditebar sebagian besar ukuran 1 sampai 2 cm dan dipanen ukuran 3 sampai 5 cm (2) Kontribusi pendapatan usahatani mina padi terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas yaitu sebesar 17,92 persen (3) Motivasi petani untuk berusahatani mina padi di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas rendah karena di bawah nilai median. | Mina padi is a rice and fish planting system which both rice and fish cultivated in a single rice field. That mina padi farming is carried out by the farmers in order to optimize the productivity of a rice field that which expected to increase the income and also giving a contribution to the household income of the farmers. This research aimed (1) To knowing the system of mina padi in Karanglewas, Banyumas Regency. (2) To count the contribution of mina padi farming income toward the income of farmer’s household in Karanglewas, Banyumas Regency. (3) To analize farmer’s motivation level in implementing mina padi farming in Karanglewas, Banyumas Regency. This research used a suvey method. The data were collected from June 2nd, 2014 until June 28, 2014. The target of the research was minapadi farmer for growing season in April until September 2013 in Pasir Lor Village, Pasir Kulon Village, and Singasari Village Karanglewas, Banyumas Regency. The sample collection was done based on Simple Random Sampling method and the total sample that was collected is 30 samples. The analytical methods in the research are Descriptive Analysis, Income Contribution Analysis (Income Share), Likert Scale, and Interval Successive Method (MSI). The research result shows that (1) Mina padi farming in Karanglewas, Banyumas Regecy is done in two systems which are penyelang and tumpangsari. The cultivated kind of fish are Mujaer, Melem, Tawes, Nila, dan Mas. The rice varieties which are used are Situbagendit, Muncul, IR-64, and Cisadane. The maintainance time of penyelang system and tumpangsari is 20 until 35 days. The size of the fish seeds are 1 cm until 2 cm and 3 cm until 5 cm after being harvested. (2) The income contribution of mina padi farming toward farmer’s household income in Karanglewas, Banyumas Regency is 17,92%. (3) The farmer motivation in mina padi farming in Karanglewas, Banyumas Regency is low because the value is under of median. | |
| 9991 | 9821 | A1C010076 | PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM PERLUASAN AREAL TANAM (PAT) KEDELAI DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS | Kedelai merupakan salah satu tanaman palawija mengandung protein 30-50%, lemak 15-25% dan beberapa bahan gizi penting lain (Irwan, 2005). Permintaan akan kedelai nasional perlu diimbangi dengan produksi kedelai agar tujuan Indonesia untuk swasembada kedelai dapat tercapai. Upaya swasembada kedelai melalui program Perluasan Areal Tanam (PAT). Tujuan penelitian yaitu: (1) mengkaji persepsi petani terhadap program Perluasan Areal Tanam (PAT). (2) mengukur keeratan hubungan faktor-faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap program Perluasan Areal Tanam (PAT). (3) menganalisis usahatani kedelai dari aspek finansial. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2014 sampai 21 Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah petani kedelai yang menjadi responden dalam penelitian sebesar 34 petani. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis persepsi menggunakan metode Likert Summated Ratings (LSR), Korelasi Rank Spearman dan analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi petani kedelai terhadap program PAT tergolong tinggi dengan komponen keinginan, kesediaan petani, manfaat program dan aspek teknis dari program tergolong tinggi, komponen penilaian program, solusi dampak negatif yang diterima petani dan tindak lanjut program tergolong rendah (2) terdapat korelasi antara variabel tingkat pendidikan petani dan interaksi antara penyuluh dengan persepsi petani terhadap program, variabel jumlah tanggungan keluarga, pengalaman, penguasaan lahan, pendapatan, kemudahan mendapatkan pembeli dan informasi pasar tidak berkorelasi dengan persepsi petani (3) hasil analisis finansial usahatani yang dijalankan respoden sudah efisien dan menguntungkan. | Soybean is one of palawija contain protein 30-50%, fat 15-25% and other important nutrients (Irwan, 2005). Demand of soybean in national need to balanced by supply of production availability that Indonesia’s purpose for soybean self-sufficiency can be achieved. Achieving soybean self-sufficiency through Extensification Crop Field (PAT) program. Research was aimed to (1) Assessing the perception of farmers towards Extensification Crop Field (PAT) program. (2) Measure the closeness of the relation of factors forming perceptions with farmer’s perception towards Extensification Crop Field (PAT) program. (3) Analyze the financial aspects of soybean production. Research was conducted in Wangon District, Banyumas Regency from May 21st – June 21st 2014. Research method is survey method obtained 34 soybean farmers as respondents. Data was obtained by observation, interview and literature. Data analysis method that used is perception analysis using Likert Summated Ratings (LSR), Rank Spearman Correlation and Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Research results showed (1) farmers' perceptions of soybean with PAT program is high with components of desire, the willingness of farmers to plant soybean, program benefits and technical aspect of the program is high; assessment program component, solution for negative impact to farmer and program execution is low(2) there is correlation between variable level of education of farmer and interaction between the instructor with farmers’ perception towards government’s program while variable number of dependents, land tenure, experience, income, the ease of getting buyers and market information there is no correlation with farmers’ perception (3) financial analysis results respondents have been farming run efficiently and profitably. | |
| 9992 | 6414 | P2CB11012 | PENGARUH GAYA MANAJEMEN PARTISIPATIF, IKLIM ORGANISASI, IMPLEMENTASI STRATEGI TERHADAP KINERJA PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN KEBUMEN | Kinerja merupakan tujuan dari setiap organisasi. Penerapan model manajemen strategi memperlihatkan bahwa pengukuran kinerja berawal dari hasil implementasi strategi organisasi tersebut. Implementasi strategi memerlukan partisipasi dari karyawan. Partisipasi karyawan dapat ditimbulkan apabila manajer dalam mengelola perusahaan menggunakan gaya manajemen partisipatif. Gaya manajemen partisipatif akan menimbulkan keadaan iklim organisasi yang kondusif. Iklim organisasi yang baik juga mempengaruhi kinerja dari organisasi. Permasalahan adalah adanya penelitian terdahulu yang menyatakan implementasi strategi tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja berdasarkan ukuran organisasi. Pengembangan penelitian dengan menambahkan iklim organisasi dari penelitian terdahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan 1) Pengaruh gaya manajemen partisipatif terhadap implementasi strategi. 2) Pengaruh gaya manajemen partisipatif dengan iklim organisasi. 3) Pengaruh gaya manajemen partisipatif terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 4) Pengaruh iklim organisasi terhadap implementasi strategi. 5) Pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 7) Pengaruh implementasi strategi terhadap kinerja pelayanan kesehatan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kebumen dengan responden unit pelayanan kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah survey (survey research). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan gabungan proposional purposive random sampling. Sampel penelitian sebanyak 40 unit pelayanan kesehatan dihitung menggunakan rumus slovin dari populasi sebanyak 45. Analisis data menggunakan SEM (Structur Equation Modeling) dengan bantuan program SmartPLS 2.0. Hasil analisis menghasilkan kesimpulan: 1) Gaya manajemen berpengaruh positif terhadap implementasi strategi. 2) Gaya manajemen partisipatif berpengaruh positif dengan iklim organisasi. 3) Gaya manajemen partisipatif berhubungan positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 4) Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap implementasi strategi. 5) Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan. 6) Implementasi strategi berpengaruh positif terhadap kinerja pelayanan kesehatan | Performance was the goal of every organization. Implementation of strategy management model shows that the performance measurement results originated from the implementation of the organizational strategy. Implementation of the strategy requires the participation of employees. Employee participation can be caused if the manager in managing the company uses a participatory management style. Participative management style will create a conducive organizational climate circumstances. Good organizational climate also affect the performance of the organization. The problem is the presence of previous research that states the strategy's implementation does not give effect to the performance based on the size of the organization. Development by adding organizational climate research from previous research. Results of the analysis lead to the conclusion: 1) management style was employed positive effect on the implementation of the strategy. 2) participative management style positively affect the organizational climate. 3) participative management style is positively related to the performance of health services. 4) Organizational climate has a positive effect on the implementation of the strategy. 5) Organizational climate has a positive effect on the performance of health services. 6) Implementation of the strategy has a positive effect on the performance of health services | |
| 9993 | 9822 | H1K010023 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AGAR Gracilaria verrucosa YANG DIEKSTRAKSI DENGAN ASAM BERBEDA | Rumput laut merupakan sumber daya penting dan komersial yang diperuntukkan sebagai sumber senyawa antioksidan. Penggunaan antioksidan sintetik dalam jangka panjang bersifat karsinogenik dan menimbulkan kerusakan hati. Polisakarida dari rumput laut banyak diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan. Agar merupakan suatu bentuk polisakarida. G. verrucosa tergolong dalam Rhodopyceae yang merupakan salah satu penghasil agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase rendemen polisakarida agar yang diekstraksi dengan asam berbeda yaitu asam asetat (CH3COOH) dan asam sulfat (H2SO4), serta mengetahui aktivitas senyawa antioksidan pada polisakarida agar tersebut. Uji aktivitas antioksidan pada polisakarida agar dilakukan dengan menggunakan metode DPPH secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil rendemen polisakarida agar menggunakan pelarut asam asetat sebesar 22,78 % ± 2 dan asam sulfat sebesar 19,85 % ± 1, sedangkan uji DPPH secara kualitatif tidak terjadi perubahan warna pada DPPH setelah ditambah ekstrak polisakarida agar. Berdasarkan uji kuantitatif menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan polisakarida agar terbaik diperoleh dengan menggunakan pelarut asam sulfat dengan inhibition concentration sebesar 10,73 %, sedangkan asam asetat hanya mencapai 8,38 %. Estimasi inhibition concentration 50 (IC 50) pada pelarut asam asetat dapat dicapai pada konsentrasi 9048,03 ppm, sedangkan pada pelarut asam sulfat dapat dicapai pada konsentrasi 7706,66 ppm. Kata kunci : Antioksidan, Polisakarida, DPPH, Inhibition concentration | Seaweed is an important resource and has commercial value as a source of antioxidant compounds. The use of synthetic antioxidants in the long term bring carcinogenic and cause liver damage. Most of polysaccharides from seaweed is known potentially antioxidant activity. Agar is a form of polysaccharides from G. verrucosa of Rhodophyceae which known as one of agar producers. This study aims to determine the percentage of yield polysaccharides which extracted by two different acid namely acetic acid (CH3COOH) and sulfuric acid (H2SO4), and determine the polysaccharides antioxidant activity. The antioxidant activity of polysaccharides was tested by using the DPPH method,qualitatively and quantitatively. The results of rendemen polysaccharides of acetic acid solvent was 22,78 % ± 2 and sulfuric acid was 19,85 % ± 1, meanwhile the DPPH result qualitative did not give colour change after added by polysaccharides extracts and based on DPPH quantitative result showed that the best antioxidant activity of polysaccharides agar was obtained by using sulfuric acid solvent with an inhibitory concentration of 10,73 %, on the other hand acetic acid only 8,38 %. Estimation of inhibition concentration 50 (IC 50) in acetic acid solvent could be accomplished at concentration 9048,03 ppm, meanwhile in sulfuric acid could be accomplished at concentration 7706,66 ppm. Keywords: Antioxidant, Polysaccharidess, DPPH, inhibition concentration | |
| 9994 | 11314 | F1C011008 | Customer Relationship Management Sebagai Strategi Kehumasan Dalam Meningkatkan Citra Aston Imperium Hotel Purwokerto | Penelitian ini mengambil judul “Customer Relationship Management Sebagai Strategi Kehumasan Dalam Meningkatkan Citra Aston Imperium Hotel Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis serta mendeskripsikan ‘Customer Relationship Management (CRM)’ sebagai strategi kehumasan dalam upaya meningkatkan citra Hotel Aston Purwokerto dan mengetahui secara mendalam mengenai peran public relations dalam meningkatkan citra hotel melalui strategi kehumasan ‘Customer Relationship Management (CRM)’ di Hotel Aston Purwokerto. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kepuasan pelanggan serta keberhasilan Hotel Aston Purwokerto terhadap penerapan strategi ‘Customer Relationship Management (CRM)’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah Aston Imperium Hotel Purwokerto. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu para pegawai juga para customer Hotel Aston Purwokerto. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa strategi Customer Relationship Management yang dilakukan Aston Imperium Hotel cukup berhasil menarik dan memuaskan customer serta meningkatkan citra hotel. Program serta strategi CRM yang dilakukan adalah strategi pemasaran (marketing relationship strategy) dan strategi pengelolaan hubungan customer (customer relationship management). Pelaksanaan program dilakukan melalui performance image hotel, pelayanan prima (excellence service) dan pengelolaan hubungan dengan customer (customer relationship). | This research titles Customer Relationship Management as Public Relations Strategy in Enhancing Image Aston Imperium Hotel Purwokerto. Its purpose is to know, analyze, and describe ‘Customer Relationship Management (CRM)’ as public relations strategy in enhancing image on Hotel Aston Purwokerto also to know more on public relations role in enhancing hotel image through public relations strategy. This research also is done to know customer satisfaction and success Aston Hotel Purwokerto in application customer relationship management strategy. This research uses decriptive qualitative method. Its subject is Aston Imperium Hotel Purwokerto. Informant in this research is done by purposive sampling technique that is staf and customer of Hotel Aston Purwokerto. The method of the collection data in this research is used the observation, interview and document. Data collecting method use primary and secondary data. Data analysis is done by interactive analysis model through data collecting, data reduction, data showing, and drawing conclusion. Data validity in this research uses source triangulation technique. This research shows that Customer Relationship Management (CRM) strategy on Aston Imperium Hotel can attract and satisfy customer succesfully. It also enhance its image. Program and strategy that has been done is using marketing relationship strategy and customer relationship management. The application of the program is done through performance image hotel, excellence service and customer relationship. | |
| 9995 | 10850 | F1B010089 | Implementasi Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kabupaten Pemalang | Pendidikan merupakan hal yang penting bagi warga negera. Dengan adanya kualitas pendidikan yang baik diharapkan dapat menghasilkan output yang berkualitas. Oleh karena itu salah satu faktor yang mempengarihu kualitas pendidikan yaitu sarana dan prasarana yang memadai agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, sehingga materi yang di berikan guru kepada muridnya bisa diterima dengan baik pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi pemenuhan Standar Nasional Pendidikan khususnya di bidang Sarana dan Prasarana di tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah mengenai implementasi permendiknas Nomer 24 Tahun 2007 tetang standar sarana dan prasarana sekolah Menengah Pertama Negeri yang terdiri dari beberapa aspek yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses implementasi prihal sarana dan prasarana Sekolah Menengah PertamaNegeri di Kabupaten Pemalang belum berjalan dengan baik. Dibuktikan dengan masih banyaknya Sekolah Menengah Pertama Negeri yang sarana dan prasarana sekolahnnya masih jauh dari standar nasional. Hal ini disebabkan karena kurangnya dana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mencukupi kegiatan pemenuhan sarana dan prasarana Sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama Negeri. | Education is important for the citizens of the country. With the good education quality it is expected to produce qualified output. Therefore, one of the factors that affect the quality of education, that is adequate facilities and infrastructure in order to the learning process can run well, and so that the material given by the teachers will be well received too. The purpose of this study was to describe the process of implementation of the National Standards compliance, especially in the field of Facilities and Infrastructures at the Junior High School in Pemalang. The method that used is descriptive qualitative. The focus of this research is on the implementation of Permendiknas Number 24 Year 2007 regarding the standard of facilities and infrastructure on junior high school that consists of several aspects such as communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The result showed that the implementation process regarding facilities and infrastructure of Junior High School in Pemalang did not run well. Evidenced by there are still many junior high schools that the facilities and infrastructure are still far away from the national standard. This is caused by lack of funding from central government to local governments that insufficient fulfillment of facilities and infrastructure school activites, especially on Junior High School. | |
| 9996 | 11315 | G1A011022 | HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DOKTER UMUM DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN KARSINOMA NASOFARING | Karsinoma nasofaring (KNF) salah satu dari 5 keganasan tertinggi di Indonesia dan sering terdiagnosis dalam stadium lanjut. Gejala dan tanda karsinoma nasofaring tidak khas sehingga dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan dokter yang baik dalam diagnosis dini penyakit ini. Pengetahuan dokter tentang KNF dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik sosiodemografi berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, demografi wilayah kerja, pendidikan, dan perilaku membaca jurnal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dokter umum di Puskesmas Kabupaten Banyumas dengan tingkat pengetahuan KNF. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode total subject sampling. Jumlah sampel 87 dokter di Puskesmas seluruh Kabupaten Banyumas tahun 2015 dan berusia 24 – 60 tahun. Data diperoleh dari hasil kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan . uji Fisher Exact Test. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografi kurikulum pendidikan (p= 0,02), keikutsertaan seminar KNF (p= 0,03), wilayah kerja puskesmas (p=0,03) dan hubungan yang tidak signifikan antara karakteristik sosiodemografi usia (p=0,22), jenis kelamin (p=0,39), lama kerja (p=0,06), akreditasi institusi (p=0,64), frekuensi membaca jurnal (p=0,78) dengan tingkat pengetahuan KNF dokter umum di Puskesmas Kabupaten Banyumas. | Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is one of the 5th highest malignancy in Indonesia and often diagnosed at late stage. Symptoms and signs of nasopharyngeal carcinoma are not typical, so doctors should have good skill and knowledge for early diagnosis. Doctor’s knowledge of KNF is influenced by several factors: socio-demographic characteristics such as age, gender, occupation, demographic work, education, and reading jurnal frequency. The aim of this research is knowing the correlation between sociodemographic characteristics of general practitioner at Puskesmas in Banyumas District with knowledge level of nasopharyngeal carcinoma. Analytic method used was Observational analysis with Cross-Sectional approach. The sampling technique was Total Subject Sampling. Number of samples were 87 doctors in health centers (Puskesmas) through Banyumas year 2015 and aged 24-60 years. Data sources were from the questionnaire. The statistical analysis used was Chi Square test and Fisher Exact Test. The analysis results showed significant association between sociodemographic characteristics of curriculum (p=.02), NPC seminar participation (p=0.03), Puskesmas working area (p=0.03) and not significant association between sociodemographic characteristics of age ( p=0.22), sex (p= 0.39), length of work (p=0.06), the accreditation of the institution (p=0.64), journal reading frequency (p=0.78) with NPC knowledge level of general practitioners at Puskesmas in Banyumas District. | |
| 9997 | 11316 | G1A011050 | HUBUNGAN MIGREN DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | HUBUNGAN MIGREN DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO ABSTRAK Latar belakang : Gangguan sakit kepala, terutama migren, telah dihubungkan dengan beragam penyakit seperti stroke. Terdapat kontroversi hasil penelitian hubungan migren dengan stroke dan pentingnya identifikasi faktor risiko stroke. Tujuan : Mengetahui hubungan migren dengan kejadian stroke iskemik Metode : Metode penelitian ini menggunakan kasus control dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian adalah pasien yang memeriksakan diri di klinik saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yaitu sebanyak 43 pasien stroke iskemik dan 43 pasien nonstroke iskemik. Analisis univariabel menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariabel menggunakan metode Chi Square kemudian dilanjutkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara migren dengan kejadian stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p=0,235) dengan menganalisis variabel perancu berupa hipertensi, rokok, diabetes, obesitas, alkohol, dan kontrasepsi oral Didapati hasil bahwa variabel yang paling berpengaruh dalam menimbulkan stroke iskemik adalah hipertensi.. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara migren dengan kejadian stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kata Kunci : Migren, Stroke Iskemik | ASSOCIATION BETWEEN MIGRAINE AND ISCHAEMIC STROKE IN RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO ABSTRACT Backround : Headache especially the migraine type has been correlated with various disease, such as stroke. There are some controversies in studies that reported relationship between migraine and ischaemic stroke. Thus, study that identify stroke risk factor and also investigate the relationship between migrain and stroke is needed. Objective : To investigate relationship between migraine and ischaemic stroke. Method : This is a case control study with consecutive sampling. Research subjects are patients who came to RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto neurology clinic. Subjects consist of 43 ischaemic stroke patients and 43 non ischaemic stroke patients. Univariate analysis is presented using frequency distribution table. Bivariate analysis is calculated with Chi Square and logistic regression as multivariate analysis. Result : Study showed there is no statistically significant relationship between migraine and ischaemic stroke in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p=0,235). Analysis of confounding variables such as hypertension, smoking, diabetes, obesity, alcohol consumption, and oral contraceptive shows that hypertension is a predictor for stroke. Conclusion : there is no statiscally significant relationship between migraine and ischaemic stroke in neurology clinic patients of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Keywords : Migraine, Ischaemic Stroke | |
| 9998 | 11307 | E1A010088 | Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Hukum PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto Selaku Pengusaha Multimoda Apabila Terjadi Kerugian yang Disebabkan oleh kesalahan Moda Transportasi Lain | Dalam sistem pengangkutan tidak hanya mengangkut penumpang tetapi juga pengangkutan barang paket. Pelayanan paket di Indonesia dapat dilakukan melalui badan usaha angkutan multimoda nasional dengan menggunakan alat angkut sendiri dan/atau moda transportasi lain. Dalam penyelenggaraan pengangkutan kadang timbul kerugian, berupa barang hilang rusak atau terlambat, apabila terjadi kerugian yang disebabkan moda trasportasi lain maka timbul pertanyaan pihak mana yang harus bertanggung jawab sehingga dapat dirumuskan masalah berupa bagaimana tanggung jawab hukum PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto selaku pengusaha multimoda apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh kesalahan moda transportasi lain? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan legis positivis, spesifikasi deskriptif, lokasi penelitian di PT.TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto, data berupa data sekunder, metode analisa menggunakan metode normatif kualitatif yaitu data yang diperoleh dianalisa berdasarkan hukum yang relevan dengan masalah dan didukung dengan doktrin. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh jawaban masalah sebagai berikut: • PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir Purwokerto bertanggung jawab terhadap pengirim atas kerugian yang timbul akibat kesalahan PT. KAI hal ini sesuai penjelasan Pasal 1 PP Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda. • PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir memberikan ganti kerugian sebesar 10 kali biaya kirim, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 193 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 158 ayat (3) Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. • Jangka waktu mengajukan ganti kerugian yang diberikan PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir adalah 14 hari, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan pasal 95 ayat (1) KUHD . | Service package in Indonesia can be done through a national multimodal transport business entities. Multimodal transport in organizing transport can use their own means of transport and other modes of transportation. In the operation of the transport times of loss, in the form of damaged or lost goods too late, in the event of losses caused other modes of transportation, the question arises as to who should be responsible so that it can be formulated problem of how the legal responsibility of PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir Purwokerto as multimodal employers in the event of losses caused by errors in other modes? The method used in this research is normative juridical approach to legis positivist, descriptive specification, research sites in PT.TIKI Strip Ekakurir Purwokerto Nugraha, the data in the form of secondary data analysis method using qualitative normative method is data obtained were analyzed based on the relevant legal issues and supported by doctrine. From the results of research and discussion obtained answers the following issues: • PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir Purwokerto responsible shipper for losses incurred due to errors PT. KAI it is appropriate explanation of Article 1 of Regulation No. 8 of 2011 on Multimodal Transport which states multimodal transport agreement using a multimodal transport document, in this case is PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir as publisher document so that the sender can not claim damages directly against PT. KAI because there is no contractual relationship between the sender with PT. KAI. • PT. TIKI Line Nugraha Ekakurir provide compensation amounting to 10 times the cost of shipping, it is not in accordance with the provisions of Article 193 paragraph (2) of Law No. 22 of 2009 on Road Traffic and Road Transport Article 158 paragraph (3) of Law No. 23 Year 2007 on Railways which states should compensation be calculated based on the actual loss suffered. • Duration filed compensation given PT. TIKI Line Ekakurir Nugraha is 14 days, this is not in accordance with the provisions of Article 95 paragraph (1) KUHD the time limit to file compensation for 1 year. | |
| 9999 | 9823 | A1C010112 | KAJIAN KOMPARATIF USAHATANI TUMPANGSARI CABAI MERAH-KETIMUN DAN TOMAT-SAWI PAK CHOY DI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Tumpangsari merupakan salah satu cara menambah pendapatan petani dengan cara penganekaragaman tanaman pada lahan pertanian yang terbatas. Di Desa Gandatapa terdapat kelompok tani yang melakukan usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dan tomat-sawi pak choy. Tujuan penelitian adalah : 1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dan tomat-sawi pak choy. 2) Mengetahui perbandingan pendapatan usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dengan tomat-sawi pak choy. 3) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor – faktor produksi (luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan pestisida) terhadap jumlah produksi pada usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun dan tomat-sawi pak choy di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang. Penelitian dilaksanakan pada Gapoktan Ganda Arum Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus. Metode yang digunakan untuk mengambil data primer dan sekunder adalah metode wawancara, observasi, pencatatan, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan meliputi : analisis biaya, penerimaan, pendapatan, uji beda t, dan analisis fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya rata-rata per luas lahan 0,26 hektar usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun adalah Rp 12.633.868, sedangkan biaya rata-rata per luas lahan 0,19 hektar pada usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy adalah Rp 7.332.747. Penerimaan rata-rata per luas lahan 0,26 hektar usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun adalah Rp 19.652.000, sedangkan penerimaan rata-rata usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy per luas lahan 0,19 adalah Rp 19.057.500. Pendapatan rata-rata per luas lahan 0,26 hektar pada tumpangsari cabai merah-ketimun adalah Rp 7.018.132, sedangkan pendapatan rata-rata usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy adalah per luas lahan 0,19 hektar adalah Rp 11.724.753. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tumpangsari cabai merah-ketimun adalah pupuk, sedangkan faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tumpangsari tomat-sawi pak choy adalah bibit. | Intercropping is one way to increase the income of farmers by diversifying crops on agricultural land is limited. In Gandatapa village there farmer groups who do farming intercropping red chili-cucumber and tomato--mustard pak choy. The purpose of the study is: 1) Determine the amount of cost, revenue, and income from farming intercropping red chili-cucumber and tomato--mustard pak choy. 2) Determine the ratio of intercropping red chili-cucumber with tomato- mustard pak choy. 3) Determine the influence of the use of factors - factors of production (land, seed, labor, fertilizer, and pesticides) to the amount of production in farming intercropping red chili-cucumber and tomato--mustard pak choy in Gandatapa Village Sumbang District. The experiment was conducted at the Gandatapa Village Gapoktan Ganda Arum Sumbang District Banyumas Regency. The method used in the study is a case study. The method used to take the primary and secondary data were interviews, observation, recording, and literature. Analytical methods used include: analysis of costs, revenues, income, different test t, and analysis of the Cobb Douglas production function. The results showed that the magnitude of the average cost per acre of 0.26 acres of farm intercropped red chili-cucumber is Rp 12,633,868, while the average cost per acre to 0.19 acres on the farm intercropped tomato-mustard pak choy Rp7,332,747. Admission average of 0.26 hectares of land per farm intercropped red chili-cucumber is Rp19.652 million, while the average farm intercropping receipts tomato-mustard pak choy 0.19 per acre is Rp 19,057,500. Average income per land area of 0.26 acres on a red chili-cucumber intercropping is Rp 7,018,132, while the average income of farm intercropped tomato-mustard pak choy is 0.19 acres per land area is Rp 11,724,753. Production factors which significantly affect farm production intercropped red chili-cucumber is a fertilizer, while the production of factors that significantly affect farm production of tomato-mustard pak choy intercropping is seeds. | |
| 10000 | 9825 | A1C009042 | Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Padi Sawah Petani Peserta SLPTT dan Non SLPTT di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas | Program peningkatan ketahanan pangan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri. Jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun harus diimbangi dengan upaya peningkatan produksi bahan pangan. Upaya peningkatan kebutuhan pangan khususnya beras serta peningkatan kesejahteraan petani padi, dapat dilakukan dengan pengembangan dan adopsi teknologi baru serta peningkatan efisiensi suatu usahatani. Program SLPTT bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui usaha peningkatan produksi pangan nasional. Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui pelaksanaan program SLPTT di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi padi sawah peserta SLPTT dan Non SLPTT, membandingkan hasil produksi padi antara petani yang menerapkan model PTT dan petani yang tidak menerapkan model PTT. Metode penelitian yang dilakukan adalah survai. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalibagor, Desa Karang Dadap, Desa Kalicupak Kidul, dan Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah petani padi sawah yang mengikuti program SLPTT dan Non SLPTT pada musim tanam Oktober 2013 sampai Maret 2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Cobb-Douglas, dan analisis uji beda t (Independent Sample t-Test). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi strata 1 petani peserta SLPTT adalah tenaga kerja, dan petani non SLPTT adalah luas lahan dan pupuk organik. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi strata 2 petani peserta SLPTT adalah pupuk organik, dan petani non SLPTT adalah luas lahan. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi strata 3 petani peserta SLPTT adalah luas lahan, dan petani non SLPTT adalah pupuk NPK dan pupuk organik. Secara statistik terdapat perbedaan hasil produksi usahatani padi strata 2 antara petani SLPTT dan non SLPTT, namun pada strata 1 dan 3 hasil produksi usahatani padi tidak berbeda nyata antara petani peserta SLPTT dan non SLPTT. | Increasing foods security programs derected for supply society necessary in country. Population countinue to increased from year to year must be balance with increasing production food effort. The effort for supply society neccessary especially rice, increasing welfare rice farmers with technology development and new technology adoption and efficency to increase farming system. SLPTT programs aimed to increase independent food through increasing national production. As for this research aimed to determine implementation SLPTT programs in Kalibogor Subdistrict, Banyumas District, analyze applicaton impact factor of production about rice wetland production from farmers SLPTT programs and non SLPTT programs, compare the result of rice production with PPT models implementation and rice production with non PTT models implementations. The research methods used survey. The research place in Kalibagor Village, Karang Dadap Village, Kali Cupak Kidul Village and Pajerukan Village, Kalibogor Subdistrict, Banyumas District. The research objectives are wetlandrice farmers take part of SLPTT programs and non SLPTT programs on growing season 2013 October until 2013 March. Technical sampling with Proporsional Stratified Random Sampling. The Analytics method that used are analysis of descriptive, analysis of Cobb Douglas and t test (Independent Sample t-Test). The result of this research show production factor effect on srata 1 farmers SLPTT programs is labor and non SLPTT progrmas are land area and organic fertilizer. Production factor effect on strata 2 farmers SLPTT programs is organic fertilizer and non SLPTT programs is land area. Production factor effect on strata 3 farmers SLPTT programs is land area and non SLPTT programs are NPK and organic fertilizer. There is a difference rice production strata 2 farmers SLPTT programs and non SLPTT programs, but rice production strata 1 and 3 not real difference farmers SLPTT programs and non SLPTT programs. |