Home
Login.
Artikelilmiahs
9821
Update
JOVITA SPIRITIA
NIM
Judul Artikel
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM PERLUASAN AREAL TANAM (PAT) KEDELAI DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kedelai merupakan salah satu tanaman palawija mengandung protein 30-50%, lemak 15-25% dan beberapa bahan gizi penting lain (Irwan, 2005). Permintaan akan kedelai nasional perlu diimbangi dengan produksi kedelai agar tujuan Indonesia untuk swasembada kedelai dapat tercapai. Upaya swasembada kedelai melalui program Perluasan Areal Tanam (PAT). Tujuan penelitian yaitu: (1) mengkaji persepsi petani terhadap program Perluasan Areal Tanam (PAT). (2) mengukur keeratan hubungan faktor-faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap program Perluasan Areal Tanam (PAT). (3) menganalisis usahatani kedelai dari aspek finansial. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2014 sampai 21 Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah petani kedelai yang menjadi responden dalam penelitian sebesar 34 petani. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis persepsi menggunakan metode Likert Summated Ratings (LSR), Korelasi Rank Spearman dan analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi petani kedelai terhadap program PAT tergolong tinggi dengan komponen keinginan, kesediaan petani, manfaat program dan aspek teknis dari program tergolong tinggi, komponen penilaian program, solusi dampak negatif yang diterima petani dan tindak lanjut program tergolong rendah (2) terdapat korelasi antara variabel tingkat pendidikan petani dan interaksi antara penyuluh dengan persepsi petani terhadap program, variabel jumlah tanggungan keluarga, pengalaman, penguasaan lahan, pendapatan, kemudahan mendapatkan pembeli dan informasi pasar tidak berkorelasi dengan persepsi petani (3) hasil analisis finansial usahatani yang dijalankan respoden sudah efisien dan menguntungkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soybean is one of palawija contain protein 30-50%, fat 15-25% and other important nutrients (Irwan, 2005). Demand of soybean in national need to balanced by supply of production availability that Indonesia’s purpose for soybean self-sufficiency can be achieved. Achieving soybean self-sufficiency through Extensification Crop Field (PAT) program. Research was aimed to (1) Assessing the perception of farmers towards Extensification Crop Field (PAT) program. (2) Measure the closeness of the relation of factors forming perceptions with farmer’s perception towards Extensification Crop Field (PAT) program. (3) Analyze the financial aspects of soybean production. Research was conducted in Wangon District, Banyumas Regency from May 21st – June 21st 2014. Research method is survey method obtained 34 soybean farmers as respondents. Data was obtained by observation, interview and literature. Data analysis method that used is perception analysis using Likert Summated Ratings (LSR), Rank Spearman Correlation and Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Research results showed (1) farmers' perceptions of soybean with PAT program is high with components of desire, the willingness of farmers to plant soybean, program benefits and technical aspect of the program is high; assessment program component, solution for negative impact to farmer and program execution is low(2) there is correlation between variable level of education of farmer and interaction between the instructor with farmers’ perception towards government’s program while variable number of dependents, land tenure, experience, income, the ease of getting buyers and market information there is no correlation with farmers’ perception (3) financial analysis results respondents have been farming run efficiently and profitably.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save