Artikelilmiahs

Menampilkan 9.901-9.920 dari 50.313 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
99019770H1G010028POTENSI LESTARI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) YANG DITANGKAP MENGGUNAKAN JARING INSANG DI PERAIRAN WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRIIkan patin (Pangasius hypophthalmus) merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi dan menjadi target tangkapan nelayan di Waduk Gajah Mungkur (WGM). Pengkajian stok ikan patin diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya ikan patin di WGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai MSY, fMSY, Y/R, dan laju eksploitasi (E) ikan patin di WGM. Penelitan dilakukan dengan metode survei melalui observasi dan wawancara pada bulan Juni-Juli 2014 dengan jumlah responden 25 nelayan. Data produksi dan upaya tahun 2009-2013 diperoleh dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wonogiri. Sampel ikan patin yang didapat selama penelitian sebanyak 300 ekor, panjang ikan patin diukur dengan ketelitian 0,1 cm dan ditimbang beratnya dengan ketelitian 1 gr. Data produksi dan upaya dianalisis dengan model produksi surplus Schaefer dan Fox. Mortalitas total (Z) dianalisis dengan Beverton & Holt, mortalitas alami (M) dan penangkapan (F) dianalisis dengan rumus empiris Pauly, Y/R dianalisis dengan metode Beverton & Holt. Hasil penelitian ini menunjukkan CPUE ikan patin yang masih berkembang sehingga nilai MSY belum dapat diketahui. Nilai L∞= 91,77 cm, K= 0,89 per tahun, M = 0,85 per tahun, F= 0,81 per tahun, Z = 1,66 per tahun, E = 0,49 per tahun, Y/R= 0,1629 gr/rekrut dan t0 = 0,13 dengan persamaan kurva pertumbuhan von Bertalanffy Lt = 91,77[1-exp-0,89(t-0,13)]. Berdasarkan tren CPUE dan laju eksploitasi, perikanan ikan patin di Waduk Gajah Mungkur dalam kategori mendekati eksploitasi maksimum.Catfish (Pangasius hypophthalmus) has high economic value and it has being targeted by fishermen in Gajah Mungkur Reservoir (WGR). Catfish stock assessment was needed as a basic information for catfish resource management in WGR. This research aims to determine MSY, fMSY, Y/R, and exploitation rate (E) of catfish in WGR. The research was conducted with survey method by observation and interview in June-July 2014 with total respondents 25 fishermen. Catch and effort data from 2009-2013 was obtained from Department of Animal husbandry, Fisheries and Marine, Wonogiri regency. 300 samples of Pangasius hypophthalmus was collected during observation, catfish length was measured to the nearest 0,1 cm and weighted to the nearest 1 g. Catch and effort data were analyzed by Schaefer and Fox surplus production model. The total mortality (Z) was analyzed by Beverton & Holt model, natural mortality (M) and fishing mortality (F) were analyzed by Pauly’s empirical formula, and Y/R was analyzed by Beverton & Holt method. The research showed that CPUE of Pangasius hypophthalmus was still in growth phase, so that MSY value can not be predicted. L∞= 91,77 cm, K= 0,89 by the year, M= 0,85 by the year, F=0,81 by the year, Z= 1,66 by the year, E= 0,49 by the year, Y/R= 0,1629 g/rekrut and t0= 0,13 with von Bertalanffy growth curva equation Lt = 91,77[1-exp-0,89(t-0,13)]. Based on CPUE trend and exploitation rate catfish fishery in GMR was categorize as maximum exploited.
99029771H1H010034FREKUENSI MOLTING DAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus ) YANG DIBERI PAKAN SUPLEMEN BERBEDA DENGAN
SISTEM PEMELIHARAAN INDIVIDU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi molting dan pertumbuhan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) yang dipelihara dengan sistem individu dengan pemberian pakan suplemen berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, hewan uji memiliki berat rata – rata 4,9 ± 0,51 g dan panjang awal rata-rata 5 ± 0,25 cm. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan A (Pellet 100%), B (Pellet 75% + Wortel 25%), C (Pellet 75% + Kecambah kacang hijau 25%), dan D (Pellet 75% + Singkong 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan suplemen berbeda berpengaruh signifikan terhadap frekuensi molting, laju pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, dan laju pertumbuhan spesifik (p<0,05). Dari hasil penelitian ini, Pakan C (Pellet 75% + Kecambah kacang hijau 25%) memberikan frekuensi molting dan pertumbuhan terbaik lobster air tawar dalam pemeliharaan sistem individuThe objective of the research was to study the frequency of molting and growth Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) reared by individual systems with different supplement feeding. The research was conducted for 60 days, tested animals weighed 4,9 ± 0,51 g and initial length 5 ± 0.25 cm, in average. The experimental design used Complete Randomized Design (CRD) with four treatments and five replications.Treatment A (Pellet 100%), B (Pellet 75% + Carrot 25%), C (Pellet 75% + Mung bean sprouts 25%), and D (Pellet 75% + Cassava 25%). The results showed that the supplement of different feeding a significant effect on the frequency of molting, the absolute growth rate, daily growth rate, and specific growth rate (p <0.05). From these results, treatment C (Pellet 75% + 25% Mung bean sprouts) gives the best frequency of molting and growth of freshwater crayfish in the maintenance of individual systems.
99039697H1G010024EFEKTIVITAS PENURUNAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN SISTEM TRICKLING FILTER DENGAN WAKTU TINGGAL YANG BERBEDALimbah cair domestik merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat karena peningkatan volume limbah yang disebabkan banyaknya air yang digunakan oleh masyarakat. Peningkatan tersebut selalu diiringi dengan peningkatan kandungan bahan organik dan anorganik yang tersuspensi ataupun terlarut sehingga butuh pengolahan. Salah satu pengolahan yang efektif dan efisien yaitu menggunakan sistem trickling filter. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penurunan kandungan limbah cair domestik dengan menggunakan sistem trickling filter, mengetahui waktu tinggal yang terbaik dari sistem trickling filter dan mengetahui effluent dari sistem trickling filter apakah sesuai standar baku mutu limbah cair domestik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan tujuh perlakuan waktu tinggal (0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam dan 144 jam) dan tiga kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem trickling filter mampu menurunkan kandungan BOD dan TSS masing-masing sebesar 266,67 mg/L (80,89%) dan 207,94 mg/L (70,75%) selama 24 jam. Nilai tersebut sudah memenuhi standar baku mutu limbah cair domestik untuk dibuang dalam badan perairan (Kepmen. LH No. 112 Tahun 2003).filter, mengetahui waktu tinggal yang terbaik dari sistem trickling filter dan mengetahui effluent dari sistem trickling filter apakah sesuai standar baku mutu limbah cair domestik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan tujuh perlakuan waktu tinggal (0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam dan 144 jam) dan tiga kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem trickling filter mampu menurunkan kandungan bahan organik (BOD dan TSS) masing-masing sebesar 266,67 mg/L (80,89%) dan 207,94 mg/L (70,75%) selama 24 jam. Nilai tersebut sudah memenuhi standar baku mutu limbah cair domestik untuk dibuang dalam badan perairan (Kepmen. LH No. 112 Tahun 2003).

The domestic liquid waste is one of problem which faced by people because many waters used by them. It is make raising volume waters that followed by amount of organic and anorganic which suspended or dissolved so it needs processing. One of processing that effective and efficient is using trickling filter system that use best retention time. This research has purposes to knowing reduction of organic matters using trickling filter system, knowing retention time of that system and knowing effluent that system. The method in this research is experimental method using seven treatment (0 hour, 24 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours, 120 hours dan 144 hours) and three times repetition using Rancangan Acak Lengkap (RAL) and Beda Nyata Jujur (BNJ). The result of this research showed that system can reduce content of BOD and TSS each is 266,67 mg/L (80,89%) and 207,94 mg/L (70,75%) for 24 hours. It is show that the values in according with quality standard of Kepmen. LH. No. 112 Tahun 2003 to discharged into body waters.
99049772F1F007165An Analysis of Code-Switching Produced by the Teacher in Speaking Class of the Second Year Students of SMA Negeri 1 MajenangFokus penelitian adalah alih-kode. Alih-kode adalah suatu peralihan penggunaan dari satu bahasa ke bahasa lain. Dalam penelitian ini, alih-kode dilakukan oleh guru dalam kelas keterampilan speaking khususnya dalam menyampaikan materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluasan alih-kode yang dilakukan oleh guru, dan sikap siswa terhadap alih-kode yang dilakukan guru dalam kelas berbicara baik mereka setuju maupun tidak setuju. Data penelitian ini adalah 39 siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Majenang. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa alih-kode yang dilakukan oleh guru dalam kelas berbicara bahasa Inggris dipengaruhi oleh kompetensi siswa dan guru dalam penguasaan bahasa Inggris. Kebanyakan siswa dalam kelas tersebut ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka sehingga mereka ingin agar guru mengurangi alih-kode dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia pada saat menerangkan materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa alih-kode yang dilakukan oleh guru dipengaruhi oleh kompetensi guru dan siswa dalam penguasaan bahasa Inggris dan siswa ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka sehingga mereka ingin agar guru mengurangi alih-kode dalam kelas berbicara bahasa Inggris.This research focuses on code-switching. Code- switching is a switching
of the use of one language to other language. In this research, code-switching is
produced by the teacher in speaking class when he is delivering the subject
material. The purposes of this research are to find out the extent of code-switching
produced by the teacher in speaking class, and the students’ attitudes towards
code-switching produced by the teacher in speaking class whether they agree on
not. Data of this research is 39 students in the speaking class of the second year
students of SMA Negeri 1 Majenang. After the researcher conducted this
research, he find out the result that code-switching produced by the teacher in
speaking class was influenced by teacher’s and students’ competence in English.
The students want to increase their ability in English, therefore they want the
teacher to minimize code-switching from English to Indonesian in delivering
subject material. Based on the result of this research, the researcher concluded that
code-switching produced by the teacher in speaking class was influenced by the
teacher’s and students’ competence in English. The students want to increase their
competence in English, thus they want their teacher to minimize code-switching
in speaking class.
99059773H1K009001STATUS PENCEMARAN PERAIRAN BERDASARKAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND AND CHEMICAL OXYGEN DEMAND DI MUARA SUNGAI LOJI KOTA PEKALONGANPenelitian ini berjudul Status Pencemaran Perairan Berdasarkan Biological Oxygen Demand dan Chemical Oxygen Demand di Muara Sungai Loji Kota Pekalongan. Limbah Bahan Organik merupakan sumber utama pencemaran yang terjadi Muara Sungai Loji Kota Pekalongan. Berbagai aktivitas di lokasi Muara Sungai Loji adanya pembuangan limbah domestik, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), bongkar muat kapal, dan lain sebagainya, berpotensi menghasilkan limbah yang dapat masuk ke dalam perairan pesisir. Masuknya limbah dari kegiatan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran pesisir, bilamana tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan BOD, kandungan COD dan status pencemaran di Muara Sungai Loji Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan BOD berkisar 2,06- 3,94 mg/L dan kandungan COD berkisar 38,67 – 62,67 mg/L. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa stasiun pengamatan di Muara Sungai Loji Kota Pekalongan tidak tercemar.This study entitled Water Pollution Status Based on Biological Oxygen Demand and Chemical Oxygen Demand in Loji estuary, Pekalongan. Organic waste material is a major source of pollution that occurred in Loji Estuary, Pekalongan. Various activities at the site such as the Loji estuary domestic se wage, Fish Public Market Place (Tempat Pelelangan Ikan), loading and unloading ships, and so forth, which can potentially generate waste into coastal waters. Inclusion of waste from these activities can lead to coastal pollution, when without any prior processing. This study aims to determine the content of BOD and COD and assesing status of pollution in Loji estuary, Pekalongan. The method used was a survey method with purposive random sampling technique. The results showed that the BOD loadings range from 2,06- 3,94 mg/L and COD content ranged from 38,67 – 62,67 mg/L. The results indicated that Loji estuary, Pekalongan and its surrounding waters were considered unpolluted.
990611154H1B011038Model Kompetisi untuk Tiga Spesies Makhluk HidupModel matematika yang menggambarkan kompetisi antar makhluk hidup disebut dengan model kompetisi. Penelitian ini mengkaji model kompetisi yang terdiri dari tiga spesies hewan. Model kompetisi untuk tiga spesies makhluk hidup merupakan sistem persamaan diferensial yang terdiri dari tiga persamaan diferensial nonlinier dan diselesaikan secara kualitatif. Model kompetisi ini memiliki delapan titik kesetimbangan yang terdiri dari satu titik kesetimbangan tidak stabil dan tujuh titik kesetimbangan lainnya bersifat stabil asimtotis bergantung pada nilai parameter yang ditentukan. Dari delapan titik kesetimbangan yang diperoleh, enam diantaranya memenuhi prinsip competitive exclusion. Prinsip competitive exclusion merupakan prinsip kompetisi dimana spesies yang kalah dalam kompetisi akan mengalami kepunahan sedangkan spesies yang menang akan terus tumbuh menuju ke suatu nilai tertentu. Simulasi model dilakukan pada titik kesetimbangan yang stabil asimtotis. Selanjutnya, berdasarkan simulasi model diketahui bahwa dalam kompetisi tiga spesies, spesies yang memenangkan kompetisi adalah spesies yang memiliki daya dukung lingkungan terbesar. Ketika ketiga spesies memiliki daya dukung lingkungan yang hampir sama, maka hal ini mengakibatkan kompetisi yang terjadi antara ketiga spesies semakin kuat. Sementara itu, laju pertumbuhan dan tingkat interaksi hanya mempengaruhi perilaku model untuk jangka waktu singkat. A mathematical model describing the competition among living things is competition model. This research examine competition model that consists three species of animals. Principle of competitive exclusion is principle of competition that the lost species will become extinct whereas the win species will grow leading to a certain value. Competition model to three species is formulated by differential equations system which consist of three nonlinier differential equations and solved by qualitative methods. This model has eight equilibrium points that consists one equilibrium point which are unstable and seven other are asymptotically stable depend on the parameter values. Among eight of equilibrium points, six of them is principle of competitive exclusion. The simulation was done on equilibrium points which are asymptotically stable. Furthermore, the result of simulation model show that on the competition of three species, the winning species is a species that has the greatest carrying capacity. When the three species have almost the same of carrying capacity, competition that occurs among three species is getting stronger. Meanwhile, the rate of growth and the level of interaction only affects the behavior of the model for a brief period.
990711417H1L010037RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN
DENGAN FASILITAS BARCODE DAN SMS
(STUDI KASUS PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 1 KUTASARI)
Perpustakaan merupakan bagian penting dari suatu instansi pendidikan. Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber ilmu di instansi pendidikan menyediakan bahan bacaan bagi warga sekolah terutama peserta didik dan guru. Perpustakaan SMA Negeri 1 Kutasari menyediakan berbagai macam bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah dan dikelola oleh pustakawan. Pengelolaan perpustakaan di SMA Negeri 1 Kutasari meliputi pengelolaan pustakawan, pengelolaan anggota, pengelolaan buku, pengelolaan peminjaman dan pengembalian buku, pengelolaan pengunjung, serta pengelolaan laporan. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi barcode dan SMS, maka dirancang dan dibangunlah sistem informasi perpustakaan dengan fasilitas barcode dan SMS. Sistem informasi ini dirancang dan dibangun untuk membantu pustakawan dalam mengelola perpustakaan dan anggota dalam memanfaatkan perpustakaan. Keluaran yang diberikan sistem berupa laporan data buku, data anggota, data pengunjung, dan data denda.The Library is important part of education institute. The school library as knowledge resource of education intitute supply literature for school citizen especially for student and teacher. SMA Negeri Kutasari library supply various literature that can be by school citizen and manage by librarian. Library management of SMA Negeri 1 Kutasari include librarian, member, book, book borrowing and returning, visitor and report management. By using the barcode and sms technology, this research designed and development of library information system with barcode and sms facilities. This information systems designed and developed to help the librarian manage the library and help the member to use the library facilities. System has facilities which are book, member, visitor, and fine report.
990811404H1G010044STUDI AWAL ICHTHYO FAUNA DI MUARA SUNGAI CIBEUREUM, SEGARA ANAKAN, KABUPATEN CILACAPIchthyo fauna merupakan segala macam jenis hewan yang secara genetis mempunyai sirip dan insang, serta hidup di periode dan daerah tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis, keragaman dan indeks kelimpahan ikan di muara Sungai Cibeureum, Segara Anakan, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian menggunakan metode purposive random sampling dengan berdasarkan perbedaan jarak/tipe habitat. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 419 ekor yaitu 18 spesies ikan yang tergolong ke dalam 17 famili. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah spesies ikan tertinggi sebanyak 18 spesies pada daerah mangrove sedangkan terendah ditemukan 7 spesies pada daerah persawahan. Nilai kelimpahan ikan berkisar antara antara 9-42 ind./1000 m³, kelimpahan tertinggi terdapat di daerah mangrove dengan kisaran antara 29-42 ind./1000 m³ dan terendah terdapat di daerah persawahan dengan kisaran antara 9-21 ind./1000 m³. Indeks keragaman ikan (H’) berkisar antar 1,33-2,42 dengan katagori sedang, Keragaman tertinggi terdapat di daerah mangrove dengan rata-rata sebesar 2,23 dan terendah terdapat di daerah persawahan dengan rata-rata sebesar 1,52.Ichthyofauna are all kinds of animals that are genetically have fins and gills, and live in a certain period and area. The purpose of this study to determine the species, the diversity and abundance indices of fish in the river estuary Cibeureum, Segara Anakan, Cilacap. The research method used purposive random sampling method based on the difference in the distance / habitat types. The number of samples obtained by tail 419 is 18 species of fish are classified into 17 families. The analysis showed that the highest number of species of fish as much as 18 species in the mangrove area while the lowest was found 7 species in the rice fields. Fish abundance values ranging between 9-42 ind. / 1000 m³, the highest abundance found in the mangrove area in the range of 29-42 ind. / 1000 m³ and the lowest in rice fields in the range of 9-21 ind. / 1000 m³. Fish diversity index (H ') ranged between 1.33 to 2.42 with the category of being, diversity is highest in the mangrove area with an average of 2.23 and the lowest in rice fields with an average of 1.52.
99099774C1B010069Pengaruh Motivasi dan Kerja Stress Loyalitas Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada unit kerja operator di PLTGU UBP Priok (Studi Pada PT Indonesia Power, Jakarta)Penelitian ini berjudul: "Pengaruh Motivasi dan Kerja Stress Loyalitas Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada unit kerja operator di PLTGU UBP Priok (Studi Pada PT Indonesia Power, Jakarta)". Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari motivasi dan stres kerja. Motivasi diukur dengan teori motivasi Maslow dengan indikator yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan, cinta dan memiliki, harga diri, aktualisasi diri. Stress kerja menggunakan dua indikator: skala kesan stres dan skala stres individu. Sementara kepuasan kerja menggunakan empat indikator yaitu promosi, kepuasan gaji, kondisi kerja, dan hubungan dengan pekerja lainnya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah loyalitas karyawan dengan indikator yaitu adanya karyawan, pengetahuan abaout perusahaan, karyawan sebagai aset pendukung, peran karyawan dalam setiap kegiatan perusahaan, karyawan kebanggaan perusahaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh motivasi, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan di unit operator di PT Indonesia Power UBP Priok. Populasi dalam penelitian ini adalah unit operator PT Indonesia Power UBP Priok. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berjumlah 100 karyawan.
Berdasarkan penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja kerja operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (2) Stress Kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja kerja operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (3) Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (4) Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (5) Stress kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (6) Kepuasan kerja memediasi pengaruh motivasi terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (7) Kepuasan kerja memediasi pengaruh stres kerja terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok.
This research titled: "The Effect of Motivation and Job Stress to Employee Loyalty with Job Satisfaction as Mediating Variables in the operator unit in PLTGU UBP Priok (Study at PT Indonesia Power, Jakarta)". The independent variable in this study consisted of motivation and job stress. Motivation was measured by Maslow's theory of motivation which consists of physiological needs, safety needs, love and belonging, self-esteem, self-actualization. Job stress using two indicators: the impression scale stress and individual stress scale. While job satisfaction using four indicators, promotion, salary satisfaction, working conditions, and relationships with other workers. And the dependent variable in this study is an indicator of employee loyalty to the presence of employees, knowledge abaout companies, employees as assets supporting the role of every employee in the company's activities, employee pride in the company, The purpose of this study was to describe the influence of motivation, job stress and job satisfaction on employee loyalty in the unit operator in PT Indonesia Power UBP Priok. The population in this study is the unit operator PT Indonesia Power UBP Priok. Respondents in this study were all employees totaling 100 employees. Based on research and analysis of data by using multiple regression showed that: (1) Motivation significant positive effect on job satisfaction of the operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (2) Job Stress significant negative effect on job satisfaction of the operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (3) Job satisfaction significant positive effect on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (4) Motivation significant positive effect on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (5) Job stress significant negative effect on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (6) Job satisfaction mediates the effect of motivation on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (7) Job satisfaction mediates the effect of job stress on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok.
99109775F1F007123MITCH’S MOTIVE IN PURSUING A SUCCESS AS REFLECTED IN JOHN GRISHAM’S THE FIRMUtami. Triana Wahyu. 2014. Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Tahun Akademik 2014/2015. Di bimbing oleh Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum., Rizki Februansyah, S.S., M.A., M. Taufiqurrohman, M.Hum.

Kata Kunci: Mimpi, Motivasi, Diagram Kebutuhan oleh Maslow, Sukses.

Penelitian ini berjudul “Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm”. Penelitian ini menjelaskan motivasi karakter utama bernama Mitchell Y. McDeere dalam mencapai kesuksesan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan bagaimana mimpi dapat menjadi motivasi bagi karakter utama dan untuk menemukan jenis kebutuhan yang telah dipenuhi oleh karakter utama dalam proses mencapai kesuksesan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel The Firm karangan John Grisham yang unsur sastranya dianalisis menggunakan pendekatan psikologi dan teori motivasi manusia oleh Abraham Maslow. Dalam teori motivasi manusia, peneliti mencari data tentang motivasi yang tercermin pada diri karakter utama kemudian menganalisisnya dan memberikan penjelasan tentang kebutuhan yang telah dipenuhi oleh karakter utama menggunakan Diagram Kebutuhan Maslow.
Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menemukan bahwa latar belakang miskin dan berasal dari keluarga yang broken home tidak membuktikan bahwa Mitch akan mempunyai masa depan yang buruk. Dengan motivasi, kerja keras dan beberapa usaha, Mitch akhirnya dapat merubah takdirnya untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik. Dalam penelitian ini, terdapat tujuh macam kebutuhan yang telah dipenuhi oleh Mitch selama perjalanannya mencapai kesuksesan. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kemudahan pada pengajar Bahasa Inggris, mahasiswa, dan pembaca yang ingin melakukan penelitian di bidang sastra.
Utami, Triana Wahyu. 2014. Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm. Thesis, English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Politicial Sciences, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2013/2014. Supervised by Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum., Rizki Februansyah, S.S., M.A., M. Taufiqurrohman, M.Hum

Keywords: Dream, Motivation, Hierarchy of Needs by Maslow, Success.

The research is entitled “Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm”. It describes the motivation of the main character, Mitchell Y. McDeere, to pursue his success. The purpose of this research is to give more information how his dream can be a motivation of the main character and to find out kinds of needs fulfilled by the main character in the process of pursuing a success.
This researched used a qualitative method. The data source of this study is John Grisham’s The Firm in which the literary elements are analyzed by psychological approach and a theory of human motivation by Abraham Maslow. In the theory of human motivation, the researcher collects data about motivation as reflected in the main character then analyzes and give explanation the needs fulfilled by the main character using Hierarchy of Needs’ Maslow.
After conducting the research, the researcher concludes that being a poor and broken home kid does not mean that Mitch will have a dark future. With his motivation, hard work and some efforts, he finally able to change his fate to have a better life. In this research, there are seven kinds of needs fulfilled by Mitch in his life journey in pursuing his American Dream. This research is expected to give benefit to the English teachers, students, and the reader who are interested in conducting the research in the field of literature.
99119776D1E010012PENGARUH METODE RONTOK BULU PAKSA TERHADAP
KUALITAS EKSTERIOR TELUR AYAM NIAGA PETELUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas eksterior telur yang meliputi bobot telur , volume telur, tebal kerabang telur, indeks telur ayam niaga petelur pasca rontok bulu paksa dengan menggunakan metode kontrol, California Force Molting Program, Washington Force Molting Program,danConventional Force Molting Program. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam niaga petelur tipe medium umur 96 minggu. Lama perlakuan adalah 60 hari dilanjutkan dengan 30 hari pengamatan pasca rontok bulu paksa. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan rontok bulu paksa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, volume telur, tebal kerabang telur, indeks telur. Bobot telur dan Volume telur yang paling tinggi adalah metode Conventional Force Molting Pogram dengan masing-masing hasil sebesar 66,94 g dan 61,68 ml3 lebih tinggi dari kontrol dengan volume telur selama pengamatan 57,7 ml3. Tebal kerabang dan indeks telur selama pengamatan yang paling tinggi ditunjukan oleh metode Washington Force Molting Pogram dengan masing-masing hasil 0, 437 mm dan 77,7 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tiga metode rontok bulu paksa bisa diterapkan di peternakan karena hasil penelitian cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak dilakukan rontok bulu paksa terhadap kualitas eksterior telur.This study aimed to determine the exterior quality of egg inchided egg weight, egg volume, eggshell thickness, and index of commercial egg of laying chicken after forced molting using a control method, Calif Force Molting Programs, Washington Force Molting Programs, and Conventional Force Molting Program. The materials used in this study were commercial medium type chickens laying of 96 weeks of age. The treatment lasted for 60 days followed by 30 days of observation after the force molting. Data were analyzed using analysis of variance. The results of variance analysis showed that the treatments of forced molting did not significanly (P> 0.05) affter egg weight, egg volume, eggshell thickness, and egg index. Highest egg weight and volume was the Conventional Force Molting method pogram, 66.94 g and 61.68 ml3, higher results than the control, 57.7 ml3. Eggshell thickness and egg index for the highest observation methods shown by Washington Force Molting pogram with each results 0, 437 mm and 77.7%. The conclusion of this study is the loss of three methods of forced molting can be applied in a forced fur farms where research tends to be higher than those who did not do forced molting against the exterior egg quality.
99126311G1D008020DURASI PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAKLatar belakang: Hospitalisasi merupakan suatu proses oleh suatu alasan yang terencana atau darurat, sehingga anak harus dirawat di rumah sakit yang dapat menyebabkan anak mengalami kecemasan. Untuk mengatasi kecemasan dapat diberikan penatalaksanaan psikoterapi, salah satunya adalah dengan musik klasik Mozart.
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh durasi pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di RSUD Banyumas.
Metode: Jenis penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Menggunakan teknik purposive sampling, yang berjumlah 30 anak dan dianalisis dengan Mann-Whitney dan Wilcoxon.
Hasil: Hasil analisis didapatkan p value sebesar 0,025, nilai p value < α (0,025<0,05). Sehingga terdapat perbedaan pengaruh durasi pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di RSUD Banyumas.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh durasi pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di RSUD Banyumas.
Background: Hospitalization is a process by which a planned or emergency reasons, so the children being hospitalized and it cause children to experience anxiety. In order to reduce the anxiety can be given psychotherapy. The music therapy is a form of psychotherapy , one of which is Mozart classical music.
Purpose: The research was to determine the differences effect of duration Mozart classical music therapy in reducing anxiety level of hospitalized children during examination of vital signs in RSUD Banyumas.
Methods: The type of research was quasy experiment with pretest-posttest with control group design approach. Using a purposive sampling technique, whose sample of 30 children and were analyzed with Mann-Whitney and Wilcoxon.
Result: Result of analysis obtained p value of 0,025, so p value < α (0,025<0,05), so that there was different effect of duration Mozart classical music therapy of 45 minutes in reducing anxiety level of hospitalized children during examination of vital signs in RSUD Banyumas.
Conclusion: There was a different effect of duration Mozart classical music therapy in reducing anxiety level of hospitalized children during examination of vital signs in RSUD Banyumas.
99136327G1B009032PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MANTAN PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) PARU SEBAGAI
PENGAWAS MINUM OBAT (PMO)
( Studi di Wilayah Kerja Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas)
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kegagalan pengobatan (drop out) penderita adalah peran Pengawas Minum Obat (PMO) yang kurang maksimal. Permasalahan yang timbul adalah kurangnya pemahaman PMO mengenai tugas dan fungsinya. Alternatif PMO yang digunakan dapat berasal dari mantan penderita Tuberculosis (TB) Paru yang sudah sembuh. Perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengawas minum obat dalam melakukan pendampingan pada penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan PMO dan keterampilan cara pendampingan PMO di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 26 PMO dari mantan penderita TB yang sudah sembuh dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji pair T-test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan antara sebelum dan sesudah pelatihan serta antara sebelum dan jarak 1 minggu sesudah pelatihan.Ada perbedaan pengetahuan antara sesudah dan jarak 1 minggu sesudah pelatihan akan tetapi tidak ada perbedaan pada keterampilan. Pelatihan pengawas minum obat hendaknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga PMO mampu melakukan pendampingan terhadap penderita baru TB Parun dengan baik.One of the factors contributing to the failure of the petient treatment (drop out) is caused by supervisors taking medication or PMO’role function not realy maximum. The problem that arises is the lack of understanding PMO about theirs tasks and functions. Alternative PMO used from ex-Pulmonary Tuberculosis patient. Training needs to be done to increase the knowledge and skills of supervisors for patients assisting medication. Determine the effect of training to increase knowledge and skills of ex- Pulmonary Tuberculosis patient as a supervisors taking medication in the Kembaran II Comunity Health Center of Banyumas district. The method was used quasy experimental with one group pretest and posttest design. The number of samples this research as many as 26 PMO from ex- Pulmonary Tuberculosis patient was cured by the use of technical purposive of sampling. The analysis of the data was used pair T-test and wilcoxon. There was a significant difference on knowledge and skill between before and after training and between before and one week after training. There was a significant difference knowledge between after training and one week after training but no difference in skill. Training must be continue to increase the knowledge and skills of the supervisor taking medications for assisting the new Pulmonary TB patient.
99149777C1C009105ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PELATIHAN AKUNTANSI, LAMA USAHA, DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Variabel dalam penelitian ini meliputi, pendidikan pemilik, pelatihan akuntansi, lama usaha, dan skala usaha.
Penelitian ini menggunakan metode survei, artinya peneliti melakukan penelitian langsung kepada subjek penelitian Analisis regresi berganda merupakan model penelitiannya.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pendidikan pemilik, pelatihan akuntansi, lama usaha, dan skala usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Skala usaha merupakan faktor yang paling berpengaruh pada penelitin ini, sedangkan lama usaha tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
This study aims to determine the use of accounting information on SMEs in Banyumas. The variables in this study included, owner education, accounting training, business age , and business scale .
This study used a survey method, meaning that researchers conduct research directly to the subject of study. The population in this study was a medium-sized SMEs in Banyumas. Multiple regression analysis is a model of research.
The results of this study explained that the owners of the education, accounting training, business age, and business scale has a significant influence on the use of accounting information on SMEs in Banyumas. The business scale is the most influential factor in this experiment, while the business age does not have a significant effect.
991511156H1B011031ALGORITMA C4.5 DALAM PEMBENTUKAN POHON KEPUTUSANAlgoritma C4.5 adalah algoritma klasifikasi data dengan teknik pohon keputusan. Penelitian ini membahas pembentukan pohon keputusan menggunakan algoritma C4.5. Algoritma C4.5 menggunakan nilai entropy dan nilai information gain sebagai kriteria dalam pembentukan pohon keputusan. Rumus entropy merupakan pengembangan dari metode maksimum likelihood untuk memaksimumkan peluang dari setiap atribut. Data pada penelitian ini diperoleh dari data simulasi monte carlo, kemudian dari proses perhitungan algoritma C4.5 dibentuk pohon keputusan dan beberapa aturan untuk membuat suatu program dengan bantuan software MATLAB. Program tersebut digunakan untuk menetukan calon nasabah apakah nantinya bermasalah dalam kredit.

C4.5 algorithm is data classification algorithm with decision tree technique. This research discussed the formation of a decision tree using C4.5 algorithm. C4.5 algorithm using the value of the entropy and information gain value as a criterion in the decision tree formation. Entropy formula is the development of maximum likelihood method to maximize the chances of each attribute. The data this research was obtained from monte carlo simulation data, then from the calculation algorithm C4.5 decision tree formed and some rules to create a program with the help of MATLAB software. The program is used to determine whether a borrower will have trouble credit.


991611155F1D010002PERILAKU PEMILIH NELAYAN DALAM PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2012 DI KECAMATAN KAMPUNG LAUTPenelitian ini berjudul “Perilaku Pemilih Nelayan dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2012 di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap.” Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perilaku pemilih nelayan dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati tahun 2012 di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap, serta mendeskripsikan faktor yang mendorong dan menghambat perilaku pemilih nelayan dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati tahun 2012 di Desa Ujung Alang dan Desa Ujung Gagak Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilih nelayan di kampung laut masuk dalam kategori pemilih tradisional yang memiliki orientasi ideologi yang sangat tinggi dan cenderung tidak terlalu melihat kebijakan partai politik sebagai sesuatu yang penting dalam pengambilan keputusan. Faktor yang mendorong perilaku pemilih nelayan masuk dalam kategori pemilih tradisional adalah karena mereka lebih melihat figur dan kepribadian dari kontestan pemilu sebagai preferensi utama mereka. Selain itu faktor pendukung yang menjadikan mereka sebagai pemilih tradisional adalah tingkat pendidikan mereka yang rendah. Sedangkan faktor yang menghambat para nelayan menjadi pemilih rasional adalah bahwa nelayan beranggapan bahwa mereka lebih memiliki kedekatan sosial-budaya dengan calon bupati dan wakil bupati No. 2 yaitu Tatto Suwarto Pamuji dan Akhmad Edi Susanto yang ditunjukkan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat nelayan dengan memperhatikan masalah-masalah yang ada di Kampung Laut misalnya masalah peningkatan kualitas pendidikan. Dengan melihat nelayan yang masih menjadi pemilih tradisional, maka penelitian ini merekomendasikan bahwa diperlukannya pendidikan politik bagi nelayan agar menjadi pemilih rasional.This research entitled “Fishermen Voters Behavior in the General Election of Regent and Vice Regent 2012 in Kampung Laut Sub-District Cilacap District.” The purpose of this research is to explain and describe the fishermen voters behavior in General Election of Regent and Vice Regent 2012 in Kampung Laut sub-district, Cilacap district as well as to describe factors that encourage and inhibit fishermen voters behavior in the General Election of Regent and Vice Regent 2012 in Ujung Alang and Ujung Gagak village, Kampung Laut Sub-District, Cilacap District. The research method used was qualitative method with a case study approach. The research result indicated that fishermen voters in Kampung Laut fell into the category of traditional voters who had a very high ideological orientation and less likely to see the policies of political party as something that is important in decision making. Factors that encouraged voting behavior to be in the category of traditional voters were because they tended to see figures and personalities of the electoral contestant as their main preference. In addition, the supporting factor that made them as traditional voters was their low education level. While the factor that inhibited the fishermen to be rational voters was that the fishermen thought that they had a socio-cultural closeness with the candidate No. 2 of Regent and Vice Regent that was Tatto Suwarto Pamuji and Akhmad Edi Susanto. It can be seen by observing the interest of fishermen and the problems existed in Kampung Laut, such as the problem of improving the quality of education. By seeing the fishermen who were still traditional voters, so this research recommends that political education was needed for the fishermen in order to be rational voters.
991711157A1C011015ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS DURIAN (Durio zibethinus) DAN DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH MENJELANG ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 DI KABUPATEN BANYUMASTahun 2015 akan diwujudkan ASEAN Economic Community (AEC), dengan salah satu elemen utamanya adalah arus bebas barang/produk pertanian. Hal ini menjadi tantangan dan peluang bagi Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara ASEAN. Durian merupakan salah satu komoditas asli ASEAN yang potensial untuk dikembangkan karena konsumsi dan harga jual durian dunia cenderung meningkat. Permasalahan utama durian nasional adalah kualitas dan produksi yang masih rendah. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menghasilkan durian berkualitas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing, dampak kebijakan pemerintah, dan pengaruh perubahan produktivitas, harga, dan kurs rupiah terhadap komoditas durian di Kabupaten Banyumas menjelang AEC 2015. Metode yang digunakan adalah Matriks Analisis Kebijakan (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan komoditas durian di Kabupaten Banyumas memiliki daya saing, karena nilai Rasio Biaya Privat (PCR) dan Rasio Biaya Sumber daya Domestik (DRC) kurang dari satu serta nilai keuntungan privat dan sosial yang positif. Secara keseluruhan dampak kebijakan pemerintah terhadap daya saing durian di Kabupaten Banyumas memberikan insentif bagi petani, kecuali di sisi ouput karena harga jual durian lebih rendah dibanding harga sosialnya. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa produktivitas, harga durian, dan kurs rupiah mempengaruhi daya saing durian di Kabupaten Banyumas. Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi dan kualitas durian perlu ditingkatkan agar petani durian di Kabupaten Banyumas mampu menghadapi AEC 2015.The 2015 year will be manifested ASEAN Economic Community (AEC), one of main elements is free trade of agricultural products/goods. This is a challenge and opportunity for Indonesia to compete with ASEAN countries. Durian is one of the original ASEAN commodity which potential to be developed because the world’s durian consumption and price increase year by year. However, the domestic durian facing various problems, especially quality and production is still low. Banyumas regency is one of areas in Indonesia that produces high quality durian, so this research aims to analyze of the competitiveness, the government policy effect, and the influence of changes in productivity, price, and rupiah exchange rate against durian commodity in there towards AEC 2015. The methods are Policy Analysis Matrix (PAM), and sensitivity analysis. The results is durian commodity in Banyumas Regency have competitiveness, because the value of Private Cost Ratio and Domestic Cost ratio less than one and the value of private and social benefits are positive. For all, the impact of government policy for durian commodity incentively to the farmer, except in output, because the private price durian is cheaper than social price durian. Sensitivity analysis indicates that productivity, the price of durian, and rupiah exchange rate affect the competitiveness of durian in Banyumas regency. The Government must be efforted to increase production and quality of durian, so the durian farmer’s will ready in face of ASEAN Economic Community 2015 in Banyumas regency.
99189785E1A010036KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP FUNGSI PENGAWASAN ORGANISASI PELARANGAN SENJATA KIMIA DALAM PENGGUNAAN SENJATA KIMIA OLEH NEGARA SURIAH TAHUN 2013Penggunaan senjata kimia dalam perang Dunia I dan II mengakibatkan dampak yang sangat mengerikan bagi para korbannya. Tahun 1992 tim ad hoc dalm Konferensi Perlucutan Senjata menyetujui teks Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention) mengatur mengenai pengembangan, produksi, penimbunan, penggunaan, serta pemusnahan senjata kimia. Saat ini KSK terdiri dari 191 Pihak, serta berfungsi sebagai pelaksanaaan KSK yaitu the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) atau Organisasi Pelarangan Senjata Kimia. Salah satu kasus mengenai penggunaan senjata kimia pada zaman modern ini adalah pada konflik di Suriah tahun 2013 antara pemerintah dengan pemberontak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi pengawasan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia terhadap negara-negara serta terhadap kasus penggunaan senjata kimia yang terjadi di Suriah.
Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan metode pendekatan kasus (case approach). Metode pendekatan perundang-undangan yaitu menelaah semua perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Metode pendekatan kasus yaitu pendekatan dengan cara menelaah kasus yang berkaitan dengan isu hokum yang berkaitan dengan penelitian. Kasus-kasus yang ditelaah merupakan kasus yang telah memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hokum tetap.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) diatur dalam Pasal VIII Konvensi Senjata Kimia. Fungsi pengawasan OPCW bertujuan untuk keamanan dan stabilitas global sesuai dengan Pasal III KSK, untuk perlucutan senjata sesuai dengan Pasal IV dan V KSK, dan untuk pembangunan global sesuai dengan Pasal XI KSK. Pada kasus di Suriah OPCW melakukan pengawasan terhadap Suriah atas perintah PBB karena Suriah belum menjadi anggota OPCW, setelah Suriah menjadi anggota OPCW maka semua proses terkait kasus Suriah berada di bawah tanggung jawab OPCW.

The use of Chemical Weapons during World War I and II resulted devastating impact for the victims. In 1992 the ad hoc committee submitte to the Conference on Disarmament the agreed text Convention on the Prohibition of the Development, Production, Stockpiling, and Use of Chemical Weapons, and on Their Destruction or Chemical Weapons Conventions (CWC). Currently, the CWC comprises 191 States Parties, as well as a fully functioning implementing Organization, the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW). The use of Chemical Weapons can be seen in Syria’s case between the government vs belligerent.
The purpose of this study is to determine the supervisory functions of the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons to all States and its application in Syria’s case.
The approach used in this study is statute approach and case approach. Statute approach is a method to analyze the legislation related to this study. Case approach is a method to analyze the case related to legal issue, especially from case that has been concluded.
Based on survey result revealed that the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons set in Article VIII of the CWC. The supervisory function of OPCW aims to maintain the international security and stability in accordance with Article III of the CWC, for general and complete disarmament in accordance with Article IV&V of the CWC, for global economic development in accordance with Article XI of the CWC. In Syria’s case OPCW has no mandate to do their function because at the time Syria was not OPCW member, the investigation in Syria was carried out under a UN mandate. After Syria’s ratified the CWC, then all the processes related to Syria’s case is under the OPCW responbility
99199778A1L010012SEBARAN HARA FOSFAT PADA LAHAN SAWAH
DI KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara P yaitu P total dan P tersedia di sebagian wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap dan memetakan sebaran hara P pada lahan sawah dengan skala 1: 50.000 di sebagian wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei tanah pada bulan November 2013 – Maret 2014. Survei yang dilakukan adalah survei semi detail. Metode penentuan titik sampel dilakukan dengan porposional sampling yaitu 1 sampai 2 sampel tiap luasan 100 ha. Jenis sampel tanah berupa sampel tanah komposit, yang diambil pada tiap kedalaman 0–20 cm, 20–40 cm dan 40–60 cm. Hasil penelitian menunjukan P total di daerah penelitian, menghasilkan dua klasifikasi penilaian yaitu sangat tinggi dan tinggi, yang tergolong sangat tinggi seluas 1441,117 ha (88,88%) berada di SLH Ac0, Bb0, Ad0 dan Bd0 sebesar 0,084%, sedangkan P total yang tergolong tinggi seluas 180,257 ha (11,11%) berada pada SLH Bc0 dan Ae0 sebesar 0,052%. Sebaran hara P tersedia rata – rata tiap Satuan Lahan Homogen semuanya menunjukan harkat Sangat Rendah seluas 1621,374 ha (100%) dengan nilai P2O5 tersedia sebesar 1,824 ppm.

ABSTRACT
This research was meant to find out the content of an element P nutrient namely P total and P available in some areas of the regency in district Kroya, Cilacap regency and mapped to distribution of P nutrient on paddy fields with scale of 1: 50.000 in some areas of the of the regency in district Kroya. Research carried out by using the method land survey in November 2013 - March 2014. Survey conducted is survey spring detail. Method of the determination of the points of samples conducted with porposional of sampling 1 to 2 space a sample of every 100 ha. A kind of soil samples composite, in the form of the soil samples taken at every the depth of 0-20 cm, 20-40 cm and 40-60 cm. The results showed p total in the research area, producing two classification judgment that is very high and lofty, which is quite high by 2,539 1441,117 ha ( 88,88 % ) was in Homogeneous Land Units Ac0, Bb0, Ad0 and bd0 as much as 0,084 %, while p the total high by 2,539 180,257 ha ( 11,11 % ) is at Homogeneous Land Units Bc0 and Ae0 of 0,052 %. To scatter P nutrient available average every a Homogeneous Land Units everybody showed very low by 2,539 1621,374 ha (100 %) with P2O5 available as much as 1,824 ppm.


99209781P2CD12004ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PADA BADAN LAYANAN UMUM PENDIDIKAN MENURUT TEORI KONTINJENSI LUDER
Badan Layanan Umum (BLU) merupakan instansi pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan melakukan kegiatannya berdasar prinsip efisienssi dan produktivitas. Menurut peraturan yang berlaku, satuan kerja BLU memiliki kewajiban untuk menyusun dua laporan keuangan, yaitu laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). BLU memiliki karakteristik yang berbeda dari satuan kerja pemerintah pada umumnya. Oleh karenanya sudah sewajarnya akuntansi dan pelaporan keuangan BLU diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan khusus BLU.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis inplementasi pelaporan keuangan Badan Layanan Umum serta menganalisis kebutuhan Standar Akuntansi BLU ditinjau dari teori kontinjensi Luder. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada BLU Universitas Jenderal Soedirman dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan keuangan BLU Unsoed berdasarkan SAK dilakukan dengan berpedoman pada PMK Nomor 76/PMK.05/2008 tentang pedoman akuntansi dan pelaporan keuangan BLU. Hal ini disebabkan belum ada penjelasan secara spesifik SAK mana yang harus digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan bagi BLU. Implementasi pelaporan keuangan BLU Unsoed berdasarkan SAP secara umum telah sesuai dengan SAP Lampiran II.
Aplikasi dari model teori kontinjensi Luder (1992) yang disesuaikan terhadap kebutuhan PSAP tentang penyajian laporan keuangan BLU terdiri atas stimuli, variabel struktural produsen informasi, pengguna informasi serta hambatan informasi. Stimuli pada penelitian ini adalah adanya inefisiensi terhadap sumber daya BLU. Variabel struktural dari produsen informasi berupa pemahaman dan kepatuhan BLU terhadap peraturan serta kinerja BLU. Variabel struktural dari pengguna informasi berupa interpretasi laporan keuangan BLU. Hambatan yang mungkin muncul dalam pengimplementasian PSAP tersebut antara lain ketentuan pada PP Nomor 23 Tahun 2005 pasal 26 ayat (2), sistem dan aplikasi yang mengakomodir serta sosialisasi dan pelatihan bagi SDM pelaporan keuangan BLU.
Public Service Agency (BLU) is a nonprofit oriented government agency established to provide service society and its activity is based on efficiency and productivity principles. According to effective regulation, BLU unit is responsible for arranging two financial statements namely Government Accounting Standard (SAP)-based financial statements and Financial Accounting Standard (SAK)-based financial statements. BLU has different characteristics from other governmental units in general. Consequently, it is common that BLU accounting and financial statement is regulated in Governmental Accounting Standard statemen on BLU.
The research is aimed at analizing the implementation of BLU financial statement as well as analyzing the need of BLU Accounting Standard viewed from Luder Contingency Theory. It belongs to a case study research in BLU of Jenderal Soedirman University by appliying phenomenology approach. Techniques of data collection include observation, interviewed and library research.
The results show that SAK-based financial statement of BLU Unsoed is conducted in accordance with PMK No.76/PMK.05/2008 on the guide of accounting and BLU financial statement. It occurs since there is no spesific clarification which SAK to be used as a basis to arrange financial statement for BLU. The implementation of SAP-based financial statement of BLU Unsoed has generally been in accordance with SAP of appendix II.
The aplication of Luder Contongency Theory model (1992) which is adjusted to the need of PSAP on the presenting of BLU financial statements consist of stimuli, structural variables of information producer, information users an implementation barriers. Stimuli of this research are the inefficiencies on BLU resources. Structural variables of information producer comprises BLU understanding and obedience on regulation and BLU performance. Then, structural variables of information useris the interpretation of BLU financial statements. Potencial barriers in implementing the PSAP include the stipulation of PP No.23 Year 2005 article 26 sub section (2), accomodative system and application as well as socialization and training BLU financial statement human resources.