Artikelilmiahs

Menampilkan 9.901-9.920 dari 48.948 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
990111607C1A011041KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA WANAWISATA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Kajian Strategi Pengembangan Pariwisata Wanawisata Baturraden Kabupaten Banyumas”. Tujuan Penelitian ini untuk memformulasikan strategi pengembangan yang tepat yang harus dilakukan oleh pengelola obyek wisata Wanawisata Baturraden untuk meningkatkan jumlah pengunjung obyek wisata Wanawisata Baturraden.
Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara, kuisioner dan hasil publikasi.Alat analisis yang digunakan adalah SWOT untuk merumuskan suatu strategi.Analisis SWOT didasarkan pada logika untuk memaksimalkan Kekuatan dan Peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan Kelemahan dan Ancaman.
Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi internal Wanawisata Baturraden ditemukan enam faktor kekuatan dan enam faktor kelemahan.Sedangkan kondisi eksternal Wanawisata Baturraden ditemukan sepuluh faktor peluang dan empat faktor ancaman. Dengan menggunakan analisis matriks IFE didapatkan nilai 3,68571435dan analisis matriks EFE didapatkan nilai 3,54166658. Matriks IE digunakan untuk menganalisis keseluruhan nilai total dan hasilnya menunjukkan bahwa Wanawisata dapat menggunakan strategi tumbuh dan kembangkan yang berupa strategi intensif atau strategi integratif. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT terdapat enam strategi SO, empat strategi WO, tiga strategi ST, dan tiga strategi WT.
Implikasi dari penelitian ini adalah Wanawisata Baturraden sudah cukup baik. Peningkatan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung harus dilakukan demi kenyamanan pengunjung yang nantinya akan menaikkan jumlah pengunjung. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan.Perbaikan jalan menuju lokasi Wanawisata dan pembuatan petunjuk arah dari jalan utama menuju Wanawisata perlu dilakukan, dan menyediakan petugas yang berjaga di wahana-wahana yang ada agar pengunjung dapat menikmati semua wahana.
This research entitled“ Study of tourism development strategy of Baturraden Natural Tourism Banyumas district”. The Purposeof thisresearch istoformulate appropriate development strategies should be done by tourism managers of Baturraden Natural Tourism to increase the number of visitors Baturraden Natural Tourism.
This research uses primary and secondary data obtained from interviews , questionnaires and results publication. The analysis tool used is SWOT to formulate a strategy. SWOT analysis is based on the logic to maximize strengths and opportunities , but simultaneously to minimize Weaknesses and Threats.
Based on the results show that the internal conditions of Baturraden Natural Tourism found six factors strengths and weaknesses of the six factors . While external conditions of Baturraden Natural Tourism found ten factors of opportunities and four factors of threats. By using matrix analysis IFE obtained value 3,68571435and matrix analysis EFE got value 3.54166658. IE matrix is used to analyze the overall value of the total and the results showed that Baturraden Natural Tourismcan use the strategy to grow and develop in the form of an intensive strategy or integrative strategies . Based on the results of SWOT matrix analysis there are six strategies SO, four strategies WO , three strategies ST , and three strategies WT.
The implication of this research is Baturraden Natural Tourism is already quite good. Improved infrastructure and support facilities should be made for the convenience of visitors who will raise the number of visitors. In addition , improving the quality of human resources must be made. Road repair to the location Wanawisata directions from the main road towards Wanawisata needs to be done , and provide the officer on guard at the existing rides so that visitors can enjoy all the rides.
990211609C1A011074ANALISIS SUB SEKTOR POTENSIAL INDUSTRI PENGOLAHAN
NON MIGAS DI KOTA BANDUNG
RINGKASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub sektor industri pengolahan non migas yang termasuk ke dalam sektor basis serta memiliki potensi untuk dapat dijadikan sub sektor dominan di Kota Bandung agar dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Periode yang digunakan pada penelitian ini adalah 2009-2013.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP), analisis Overlay dan analisis Klaassen Typology. Untuk melakukan pengolahan data, dalam penelitian ini digunakan software Microsoft Excel 2007.
Hasil dari penelitian ini adalah sub sektor yang termasuk ke dalam sektor basis berdasarkan hasil dari alat analisis Location Quotient (LQ) adalah industri tekstil, barang kulit dan alas kaki, industri barang kayu dan hasil hutan lainnya serta industri barang lainnya, sementara itu sub sektor yang memliki potensi untuk dapat dijadikan sub sektor dominan di Kota Bandung berdasarkan hasil analisis Overlay adalah industri makanan, minuman dan tembakau, industri kertas dan barang cetakan, industri semen dan barang galian bukan logam, industri logam dasar dan baja serta industri alat angkutan, mesin dan peralatannya. Klasifikasi pertumbuhan sub sektor industri pengolahan non migas di Kota Bandung yang termasuk ke dalam kategori 1 yaitu sektor dominan berdasarkan analisis Klaassen Typology adalah industri barang kayu dan hasil hutan lainnya serta industri barang lainnya.
Sebagai implikasi, pemerintah Kota Bandung dibantu dinas terkait dapat menentukan strategi pengembangan sub sektor yang berpotensi tersebut menjadi sub sektor yang dominan dalam pembangunan daerah di Kota Bandung seperti pemberdayaan UMKM pada sub sektor potensial tersebut sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang stabil.
SUMMARY

The purpose of this research is to perceive the sub-sectors of non-oil processing industries that are included into the basic sectors and also have a potential to be the dominant sectors in Bandung, in order to accelerate the economic growth of the regions. Meanwhile, the period of time of this research is 2009-2013.
The analytical methods that have been used for this research are the Location Quotient (LQ) analysis, the Growth Ratio Model (GRM) analysis, the Overlay analysis and the Klaassen Typology analysis. The software to process the data is Microsoft Excel 2007.
The result of this research are that based on the Location Quotient analytical method the sub-sectors of the basic sectors are textiles, leather and footwear products industry, the logging industries and other kinds of wood products and other manufacturing industrial products. Meanwhile, the sub-sectors that have the possibilities to be made as the dominant sub-sector in Bandung based on the results of Overlay analytical method are foods, beverages, tobacco industries, paper and printing industries, cement and non-metals industries, iron and steel industries, and also the manufactures and transportations industries. The classifications of the sub-sectors of non-oil processing industries growth in Bandung that is included into the dominant sector, based on the Klaassen Typology analytical methods are wood products and other wood products industry and other manufacturing products industry.
As the implications, the government of Bandung assisted with the related public services, has the ability to determine the strategy of development to the sub-sectors which are potential to be the dominant sub-sector in the development of many regions in Bandung such as the empowerment to Small and Medium-sized Enterprises (SMEs) so the stability of economic growth will occur.
990311610F1G011020DISTRIBUSI ADVERBIA KUALITATIF DALAM BAHASA INDONESIA (KAJIAN SINTAKSIS)Penelitian yang berjudul ‘Distribusi Adverbia Kualitatif dalam Bahasa Indonesia (Kajian Sintaksis)’ ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi adverbia kualitatif dalam konstruksi sintaksis bahasa Indonesia yang berupa kalimat serta peran adverbia kualitatif di dalam konstruksi tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa data tulis yang terdapat dalam koran dan majalah berbahasa Indonesia. Pada tahap pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode agih dengan teknik dasar berupa teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap, teknik perluas, dan teknik balik. Pada tahap penyajian data digunakan teknik informal dan teknik formal. Berdasarkan analisis distribusi adverbia kualitatif dalam bahasa Indonesia, adverbia kualitatif bahasa Indonesia terbagi dua, yaitu adverbia kualitatif intraklausal dan adverbia kualitatif ekstraklausal. Adverbia kualitatif intraklausal berdistribusi mendampingi atau menerangkan kata dari kelas kata tertentu, seperti nomina, verba, ajektiva, numeralia, adverbia, dan preposisi, yang kemudian membentuk sebuah frase. Peran yang diemban oleh adverbia kualitatif intraklausal pun bergantung pada kata yang diterangkannya karena kata yang diterangkannya itulah yang merupakan inti frase. Peran yang dimaksud dapat berupa keadaan, tindakan aktif, tindakan pasif, waktu, agentif, objektif, eventif, lokatif, kausal, dan pasientif. Sebaliknya, adverbia kualitatif ekstraklausal tidak bergantung pada kata yang diterangkannya untuk menduduki sebuah peran dalam suatu konstruksi sintaksis yang berupa klausa atau kalimat. Adverbia kualitatif ekstraklausal secara mandiri dapat menduduki sebuah peran sintaksis, yaitu peran keadaan, dan kualitatif. Yang termasuk adverbia kualitatif intraklausal ialah adverbia sangat, amat, paling, lebih, kurang, agak, hampir, nyaris, lebih-lebih, sekali, dan terlalu, sedangkan yang termasuk adverbia kualitatif ekstraklausal ialah adverbia paling-paling, dan besar-besaran.This study, entitled ‘The Distribution of Qualitative Adverbs in the Indonesian Language (A Syntax Analysis)’, is aimed at describing the distribution of qualitative adverbs in the Indonesian language syntax that is the sentences and the role of the qualitative adverbs. It is a qualitative descriptive study by collecting written data from the Indonesian-written newspapers as well as magazines. The data was collected by a close observation through recording and note-taking. Then, it was analyzed by a method of distribution through a basic technique, namely direct division technique, and comprehensive technique namely lapse technique, extension technique, and reverse technique. For the data display, the informal and formal technique are used. The result, based on the qualitative adverbs distribution analysis in the Indonesian language, shows that the qualitative adverbs are divided into intraclause and extraclause qualitative adverbs. The intraclause qualitative adverbs are distributed to follow or explain words from certain word classes, such as nouns, verbs, adjectives, numerals, adverbs, and prepositions, that form a phrase. The role, then, depends on the words which are explained because they become the main pharse. The role can be situations, active and passive action, time, agent, object, event, location, and causal elements. On the contrary, the extraclause qualitative adverbs do not depend on the explaining words to be the role in a syntax construction of clauses or sentences. The adverbs can independently function as syntactic roles, that are situations and qualitative roles. The words that belong to the intraclause qualitative adverbs are sangat, amat, paling, lebih, kurang, agak, hampir besar-besaran, nyaris, lebih-lebih, sekali, and terlalu; whereas the extraclause qualitative adverbs are paling-paling, and besar-besaran.
99049769H1G010012POTENSI LESTARI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRIPenelitian tentang potensi lestari terhadap Ikan Nila di WGM. Penelitian potensi lestari Ikan Nila di WGM perlu dilakukan untuk memberikan informasi dasar pengelolaan sumberdaya Ikan Nila secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai MSY, fMSY, Y/R relatif dan E Ikan Nila di WGM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2014 di WGM dengan metode survei. Data sekunder berupa data produksi dan upaya penangkapan Ikan Nila tahun 2009-2013 diperoleh dari DISNAKPERLA Wonogiri. Data primer berupa data pengukuran panjang (ketelitian 0,1 cm), berat dan tinggi (ketelitian 1 g) dari 486 ekor Ikan Nila. Data produksi dan upaya dianalisis dengan metode produksi surplus. Hubungan panjang-berat Ikan Nila dianalisis dengan model regresi linier sederhana. Analisis data estimasi parameter pertumbuhan menggunakan program FISAT II dengan mengikuti persamaan von Bertalanffy Lt=L∞(1-e-K(t-t0)). Mortalitas alami (M), mortalitas penangkapan (F) diduga dengan rumus empiris Pauly. Mortalitas total (Z), hasil per rekrut (Y/R) relatif dengan menggunakan model Beverton dan Holt. Nilai MSY model Schaefer 684,9221 ton/tahun, MSY model Fox 1852,6896 ton/tahun dan fMSY model Schaefer 1308 unit kapal, fMSY model Fox 6141 unit kapal. Pola pertumbuhan ikan nila adalah isometrik (b=3,013). Nilai estimasi parameter pertumbuhan (L∞)=33,7 cm, (K)=1,4 per tahun, (M)=0,2775 per tahun, (F)=1,5207 pertahun dan (Z)=1,7962. Laju eksploitasi (E)=0,8466 dan nilai Y/R=0,4527. Berdasarkan nilai MSY dan E, ikan Nila di WGM telah mengalami overfishing.Research on the sustainable potential of Tilapia (Oreochromis niloticus) in WGM. Research for sustainable Tilapia in WGM is needed to provide basic information resource management Tilapia sustainably. This research aims to determine the value of MSY, fMSY, Y/R relative and E of Tilapia in WGM. Research was held on June 2014 in WGMwith survey method. Secondary data (catch and effort of Tilapia in 2009-2013) was obtained from Animal Husbandry Fisheries and Marine Department regency. 486 samples of Tilapia were measured to the nearest 0,1 cm, and weighted to the nearest 1 g. Catch and effort data were analysed using surplus production model. Growth pattern was analysed using simple linear regretion model. Growth parameters estimation were analysed using FISAT II software by following the von Bertalanffy equation Lt=L∞(1-e-K(t-t0)). Natural mortality (M), fishing mortality (F) were analysed Pauly empirical model. Total mortality (Z), yield per recruit (Y/R) relative was analysed using Beverton and Holt model. The value of MSY of Schaefer model was 684,9221 tons/year, MSY of Fox model was 1852,6896 tons/year and fMSY of Schaefer model was 1308 ships, fMSY of Fox model was 6141 ships. Growth rate of Tilapia was categorized as isometric (b=3,013). The value of growth parameters estimation (L∞)=33,7 cm, (K)=1,4 per year, (M)=0,2775 per year, (F)=1,5207 per year and (Z)=1,7962. The value of eksploitation rate (E) and yield per recruit relative (Y/R) were 0,8466 and 0,4527 respectively. Based of the value MSY and E, Tilapia fishery in WGM has been overfishing.
99059770H1G010028POTENSI LESTARI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) YANG DITANGKAP MENGGUNAKAN JARING INSANG DI PERAIRAN WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRIIkan patin (Pangasius hypophthalmus) merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi dan menjadi target tangkapan nelayan di Waduk Gajah Mungkur (WGM). Pengkajian stok ikan patin diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya ikan patin di WGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai MSY, fMSY, Y/R, dan laju eksploitasi (E) ikan patin di WGM. Penelitan dilakukan dengan metode survei melalui observasi dan wawancara pada bulan Juni-Juli 2014 dengan jumlah responden 25 nelayan. Data produksi dan upaya tahun 2009-2013 diperoleh dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wonogiri. Sampel ikan patin yang didapat selama penelitian sebanyak 300 ekor, panjang ikan patin diukur dengan ketelitian 0,1 cm dan ditimbang beratnya dengan ketelitian 1 gr. Data produksi dan upaya dianalisis dengan model produksi surplus Schaefer dan Fox. Mortalitas total (Z) dianalisis dengan Beverton & Holt, mortalitas alami (M) dan penangkapan (F) dianalisis dengan rumus empiris Pauly, Y/R dianalisis dengan metode Beverton & Holt. Hasil penelitian ini menunjukkan CPUE ikan patin yang masih berkembang sehingga nilai MSY belum dapat diketahui. Nilai L∞= 91,77 cm, K= 0,89 per tahun, M = 0,85 per tahun, F= 0,81 per tahun, Z = 1,66 per tahun, E = 0,49 per tahun, Y/R= 0,1629 gr/rekrut dan t0 = 0,13 dengan persamaan kurva pertumbuhan von Bertalanffy Lt = 91,77[1-exp-0,89(t-0,13)]. Berdasarkan tren CPUE dan laju eksploitasi, perikanan ikan patin di Waduk Gajah Mungkur dalam kategori mendekati eksploitasi maksimum.Catfish (Pangasius hypophthalmus) has high economic value and it has being targeted by fishermen in Gajah Mungkur Reservoir (WGR). Catfish stock assessment was needed as a basic information for catfish resource management in WGR. This research aims to determine MSY, fMSY, Y/R, and exploitation rate (E) of catfish in WGR. The research was conducted with survey method by observation and interview in June-July 2014 with total respondents 25 fishermen. Catch and effort data from 2009-2013 was obtained from Department of Animal husbandry, Fisheries and Marine, Wonogiri regency. 300 samples of Pangasius hypophthalmus was collected during observation, catfish length was measured to the nearest 0,1 cm and weighted to the nearest 1 g. Catch and effort data were analyzed by Schaefer and Fox surplus production model. The total mortality (Z) was analyzed by Beverton & Holt model, natural mortality (M) and fishing mortality (F) were analyzed by Pauly’s empirical formula, and Y/R was analyzed by Beverton & Holt method. The research showed that CPUE of Pangasius hypophthalmus was still in growth phase, so that MSY value can not be predicted. L∞= 91,77 cm, K= 0,89 by the year, M= 0,85 by the year, F=0,81 by the year, Z= 1,66 by the year, E= 0,49 by the year, Y/R= 0,1629 g/rekrut and t0= 0,13 with von Bertalanffy growth curva equation Lt = 91,77[1-exp-0,89(t-0,13)]. Based on CPUE trend and exploitation rate catfish fishery in GMR was categorize as maximum exploited.
99069771H1H010034FREKUENSI MOLTING DAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus ) YANG DIBERI PAKAN SUPLEMEN BERBEDA DENGAN
SISTEM PEMELIHARAAN INDIVIDU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi molting dan pertumbuhan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) yang dipelihara dengan sistem individu dengan pemberian pakan suplemen berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, hewan uji memiliki berat rata – rata 4,9 ± 0,51 g dan panjang awal rata-rata 5 ± 0,25 cm. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan A (Pellet 100%), B (Pellet 75% + Wortel 25%), C (Pellet 75% + Kecambah kacang hijau 25%), dan D (Pellet 75% + Singkong 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan suplemen berbeda berpengaruh signifikan terhadap frekuensi molting, laju pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, dan laju pertumbuhan spesifik (p<0,05). Dari hasil penelitian ini, Pakan C (Pellet 75% + Kecambah kacang hijau 25%) memberikan frekuensi molting dan pertumbuhan terbaik lobster air tawar dalam pemeliharaan sistem individuThe objective of the research was to study the frequency of molting and growth Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) reared by individual systems with different supplement feeding. The research was conducted for 60 days, tested animals weighed 4,9 ± 0,51 g and initial length 5 ± 0.25 cm, in average. The experimental design used Complete Randomized Design (CRD) with four treatments and five replications.Treatment A (Pellet 100%), B (Pellet 75% + Carrot 25%), C (Pellet 75% + Mung bean sprouts 25%), and D (Pellet 75% + Cassava 25%). The results showed that the supplement of different feeding a significant effect on the frequency of molting, the absolute growth rate, daily growth rate, and specific growth rate (p <0.05). From these results, treatment C (Pellet 75% + 25% Mung bean sprouts) gives the best frequency of molting and growth of freshwater crayfish in the maintenance of individual systems.
99079697H1G010024EFEKTIVITAS PENURUNAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN SISTEM TRICKLING FILTER DENGAN WAKTU TINGGAL YANG BERBEDALimbah cair domestik merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat karena peningkatan volume limbah yang disebabkan banyaknya air yang digunakan oleh masyarakat. Peningkatan tersebut selalu diiringi dengan peningkatan kandungan bahan organik dan anorganik yang tersuspensi ataupun terlarut sehingga butuh pengolahan. Salah satu pengolahan yang efektif dan efisien yaitu menggunakan sistem trickling filter. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penurunan kandungan limbah cair domestik dengan menggunakan sistem trickling filter, mengetahui waktu tinggal yang terbaik dari sistem trickling filter dan mengetahui effluent dari sistem trickling filter apakah sesuai standar baku mutu limbah cair domestik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan tujuh perlakuan waktu tinggal (0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam dan 144 jam) dan tiga kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem trickling filter mampu menurunkan kandungan BOD dan TSS masing-masing sebesar 266,67 mg/L (80,89%) dan 207,94 mg/L (70,75%) selama 24 jam. Nilai tersebut sudah memenuhi standar baku mutu limbah cair domestik untuk dibuang dalam badan perairan (Kepmen. LH No. 112 Tahun 2003).filter, mengetahui waktu tinggal yang terbaik dari sistem trickling filter dan mengetahui effluent dari sistem trickling filter apakah sesuai standar baku mutu limbah cair domestik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan tujuh perlakuan waktu tinggal (0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam dan 144 jam) dan tiga kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem trickling filter mampu menurunkan kandungan bahan organik (BOD dan TSS) masing-masing sebesar 266,67 mg/L (80,89%) dan 207,94 mg/L (70,75%) selama 24 jam. Nilai tersebut sudah memenuhi standar baku mutu limbah cair domestik untuk dibuang dalam badan perairan (Kepmen. LH No. 112 Tahun 2003).

The domestic liquid waste is one of problem which faced by people because many waters used by them. It is make raising volume waters that followed by amount of organic and anorganic which suspended or dissolved so it needs processing. One of processing that effective and efficient is using trickling filter system that use best retention time. This research has purposes to knowing reduction of organic matters using trickling filter system, knowing retention time of that system and knowing effluent that system. The method in this research is experimental method using seven treatment (0 hour, 24 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours, 120 hours dan 144 hours) and three times repetition using Rancangan Acak Lengkap (RAL) and Beda Nyata Jujur (BNJ). The result of this research showed that system can reduce content of BOD and TSS each is 266,67 mg/L (80,89%) and 207,94 mg/L (70,75%) for 24 hours. It is show that the values in according with quality standard of Kepmen. LH. No. 112 Tahun 2003 to discharged into body waters.
99089772F1F007165An Analysis of Code-Switching Produced by the Teacher in Speaking Class of the Second Year Students of SMA Negeri 1 MajenangFokus penelitian adalah alih-kode. Alih-kode adalah suatu peralihan penggunaan dari satu bahasa ke bahasa lain. Dalam penelitian ini, alih-kode dilakukan oleh guru dalam kelas keterampilan speaking khususnya dalam menyampaikan materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluasan alih-kode yang dilakukan oleh guru, dan sikap siswa terhadap alih-kode yang dilakukan guru dalam kelas berbicara baik mereka setuju maupun tidak setuju. Data penelitian ini adalah 39 siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Majenang. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa alih-kode yang dilakukan oleh guru dalam kelas berbicara bahasa Inggris dipengaruhi oleh kompetensi siswa dan guru dalam penguasaan bahasa Inggris. Kebanyakan siswa dalam kelas tersebut ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka sehingga mereka ingin agar guru mengurangi alih-kode dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia pada saat menerangkan materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa alih-kode yang dilakukan oleh guru dipengaruhi oleh kompetensi guru dan siswa dalam penguasaan bahasa Inggris dan siswa ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka sehingga mereka ingin agar guru mengurangi alih-kode dalam kelas berbicara bahasa Inggris.This research focuses on code-switching. Code- switching is a switching
of the use of one language to other language. In this research, code-switching is
produced by the teacher in speaking class when he is delivering the subject
material. The purposes of this research are to find out the extent of code-switching
produced by the teacher in speaking class, and the students’ attitudes towards
code-switching produced by the teacher in speaking class whether they agree on
not. Data of this research is 39 students in the speaking class of the second year
students of SMA Negeri 1 Majenang. After the researcher conducted this
research, he find out the result that code-switching produced by the teacher in
speaking class was influenced by teacher’s and students’ competence in English.
The students want to increase their ability in English, therefore they want the
teacher to minimize code-switching from English to Indonesian in delivering
subject material. Based on the result of this research, the researcher concluded that
code-switching produced by the teacher in speaking class was influenced by the
teacher’s and students’ competence in English. The students want to increase their
competence in English, thus they want their teacher to minimize code-switching
in speaking class.
99099773H1K009001STATUS PENCEMARAN PERAIRAN BERDASARKAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND AND CHEMICAL OXYGEN DEMAND DI MUARA SUNGAI LOJI KOTA PEKALONGANPenelitian ini berjudul Status Pencemaran Perairan Berdasarkan Biological Oxygen Demand dan Chemical Oxygen Demand di Muara Sungai Loji Kota Pekalongan. Limbah Bahan Organik merupakan sumber utama pencemaran yang terjadi Muara Sungai Loji Kota Pekalongan. Berbagai aktivitas di lokasi Muara Sungai Loji adanya pembuangan limbah domestik, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), bongkar muat kapal, dan lain sebagainya, berpotensi menghasilkan limbah yang dapat masuk ke dalam perairan pesisir. Masuknya limbah dari kegiatan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran pesisir, bilamana tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan BOD, kandungan COD dan status pencemaran di Muara Sungai Loji Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan BOD berkisar 2,06- 3,94 mg/L dan kandungan COD berkisar 38,67 – 62,67 mg/L. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa stasiun pengamatan di Muara Sungai Loji Kota Pekalongan tidak tercemar.This study entitled Water Pollution Status Based on Biological Oxygen Demand and Chemical Oxygen Demand in Loji estuary, Pekalongan. Organic waste material is a major source of pollution that occurred in Loji Estuary, Pekalongan. Various activities at the site such as the Loji estuary domestic se wage, Fish Public Market Place (Tempat Pelelangan Ikan), loading and unloading ships, and so forth, which can potentially generate waste into coastal waters. Inclusion of waste from these activities can lead to coastal pollution, when without any prior processing. This study aims to determine the content of BOD and COD and assesing status of pollution in Loji estuary, Pekalongan. The method used was a survey method with purposive random sampling technique. The results showed that the BOD loadings range from 2,06- 3,94 mg/L and COD content ranged from 38,67 – 62,67 mg/L. The results indicated that Loji estuary, Pekalongan and its surrounding waters were considered unpolluted.
991011154H1B011038Model Kompetisi untuk Tiga Spesies Makhluk HidupModel matematika yang menggambarkan kompetisi antar makhluk hidup disebut dengan model kompetisi. Penelitian ini mengkaji model kompetisi yang terdiri dari tiga spesies hewan. Model kompetisi untuk tiga spesies makhluk hidup merupakan sistem persamaan diferensial yang terdiri dari tiga persamaan diferensial nonlinier dan diselesaikan secara kualitatif. Model kompetisi ini memiliki delapan titik kesetimbangan yang terdiri dari satu titik kesetimbangan tidak stabil dan tujuh titik kesetimbangan lainnya bersifat stabil asimtotis bergantung pada nilai parameter yang ditentukan. Dari delapan titik kesetimbangan yang diperoleh, enam diantaranya memenuhi prinsip competitive exclusion. Prinsip competitive exclusion merupakan prinsip kompetisi dimana spesies yang kalah dalam kompetisi akan mengalami kepunahan sedangkan spesies yang menang akan terus tumbuh menuju ke suatu nilai tertentu. Simulasi model dilakukan pada titik kesetimbangan yang stabil asimtotis. Selanjutnya, berdasarkan simulasi model diketahui bahwa dalam kompetisi tiga spesies, spesies yang memenangkan kompetisi adalah spesies yang memiliki daya dukung lingkungan terbesar. Ketika ketiga spesies memiliki daya dukung lingkungan yang hampir sama, maka hal ini mengakibatkan kompetisi yang terjadi antara ketiga spesies semakin kuat. Sementara itu, laju pertumbuhan dan tingkat interaksi hanya mempengaruhi perilaku model untuk jangka waktu singkat. A mathematical model describing the competition among living things is competition model. This research examine competition model that consists three species of animals. Principle of competitive exclusion is principle of competition that the lost species will become extinct whereas the win species will grow leading to a certain value. Competition model to three species is formulated by differential equations system which consist of three nonlinier differential equations and solved by qualitative methods. This model has eight equilibrium points that consists one equilibrium point which are unstable and seven other are asymptotically stable depend on the parameter values. Among eight of equilibrium points, six of them is principle of competitive exclusion. The simulation was done on equilibrium points which are asymptotically stable. Furthermore, the result of simulation model show that on the competition of three species, the winning species is a species that has the greatest carrying capacity. When the three species have almost the same of carrying capacity, competition that occurs among three species is getting stronger. Meanwhile, the rate of growth and the level of interaction only affects the behavior of the model for a brief period.
991111417H1L010037RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN
DENGAN FASILITAS BARCODE DAN SMS
(STUDI KASUS PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 1 KUTASARI)
Perpustakaan merupakan bagian penting dari suatu instansi pendidikan. Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber ilmu di instansi pendidikan menyediakan bahan bacaan bagi warga sekolah terutama peserta didik dan guru. Perpustakaan SMA Negeri 1 Kutasari menyediakan berbagai macam bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah dan dikelola oleh pustakawan. Pengelolaan perpustakaan di SMA Negeri 1 Kutasari meliputi pengelolaan pustakawan, pengelolaan anggota, pengelolaan buku, pengelolaan peminjaman dan pengembalian buku, pengelolaan pengunjung, serta pengelolaan laporan. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi barcode dan SMS, maka dirancang dan dibangunlah sistem informasi perpustakaan dengan fasilitas barcode dan SMS. Sistem informasi ini dirancang dan dibangun untuk membantu pustakawan dalam mengelola perpustakaan dan anggota dalam memanfaatkan perpustakaan. Keluaran yang diberikan sistem berupa laporan data buku, data anggota, data pengunjung, dan data denda.The Library is important part of education institute. The school library as knowledge resource of education intitute supply literature for school citizen especially for student and teacher. SMA Negeri Kutasari library supply various literature that can be by school citizen and manage by librarian. Library management of SMA Negeri 1 Kutasari include librarian, member, book, book borrowing and returning, visitor and report management. By using the barcode and sms technology, this research designed and development of library information system with barcode and sms facilities. This information systems designed and developed to help the librarian manage the library and help the member to use the library facilities. System has facilities which are book, member, visitor, and fine report.
991211404H1G010044STUDI AWAL ICHTHYO FAUNA DI MUARA SUNGAI CIBEUREUM, SEGARA ANAKAN, KABUPATEN CILACAPIchthyo fauna merupakan segala macam jenis hewan yang secara genetis mempunyai sirip dan insang, serta hidup di periode dan daerah tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis, keragaman dan indeks kelimpahan ikan di muara Sungai Cibeureum, Segara Anakan, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian menggunakan metode purposive random sampling dengan berdasarkan perbedaan jarak/tipe habitat. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 419 ekor yaitu 18 spesies ikan yang tergolong ke dalam 17 famili. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah spesies ikan tertinggi sebanyak 18 spesies pada daerah mangrove sedangkan terendah ditemukan 7 spesies pada daerah persawahan. Nilai kelimpahan ikan berkisar antara antara 9-42 ind./1000 m³, kelimpahan tertinggi terdapat di daerah mangrove dengan kisaran antara 29-42 ind./1000 m³ dan terendah terdapat di daerah persawahan dengan kisaran antara 9-21 ind./1000 m³. Indeks keragaman ikan (H’) berkisar antar 1,33-2,42 dengan katagori sedang, Keragaman tertinggi terdapat di daerah mangrove dengan rata-rata sebesar 2,23 dan terendah terdapat di daerah persawahan dengan rata-rata sebesar 1,52.Ichthyofauna are all kinds of animals that are genetically have fins and gills, and live in a certain period and area. The purpose of this study to determine the species, the diversity and abundance indices of fish in the river estuary Cibeureum, Segara Anakan, Cilacap. The research method used purposive random sampling method based on the difference in the distance / habitat types. The number of samples obtained by tail 419 is 18 species of fish are classified into 17 families. The analysis showed that the highest number of species of fish as much as 18 species in the mangrove area while the lowest was found 7 species in the rice fields. Fish abundance values ranging between 9-42 ind. / 1000 m³, the highest abundance found in the mangrove area in the range of 29-42 ind. / 1000 m³ and the lowest in rice fields in the range of 9-21 ind. / 1000 m³. Fish diversity index (H ') ranged between 1.33 to 2.42 with the category of being, diversity is highest in the mangrove area with an average of 2.23 and the lowest in rice fields with an average of 1.52.
99139774C1B010069Pengaruh Motivasi dan Kerja Stress Loyalitas Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada unit kerja operator di PLTGU UBP Priok (Studi Pada PT Indonesia Power, Jakarta)Penelitian ini berjudul: "Pengaruh Motivasi dan Kerja Stress Loyalitas Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada unit kerja operator di PLTGU UBP Priok (Studi Pada PT Indonesia Power, Jakarta)". Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari motivasi dan stres kerja. Motivasi diukur dengan teori motivasi Maslow dengan indikator yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan, cinta dan memiliki, harga diri, aktualisasi diri. Stress kerja menggunakan dua indikator: skala kesan stres dan skala stres individu. Sementara kepuasan kerja menggunakan empat indikator yaitu promosi, kepuasan gaji, kondisi kerja, dan hubungan dengan pekerja lainnya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah loyalitas karyawan dengan indikator yaitu adanya karyawan, pengetahuan abaout perusahaan, karyawan sebagai aset pendukung, peran karyawan dalam setiap kegiatan perusahaan, karyawan kebanggaan perusahaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh motivasi, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap loyalitas karyawan di unit operator di PT Indonesia Power UBP Priok. Populasi dalam penelitian ini adalah unit operator PT Indonesia Power UBP Priok. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berjumlah 100 karyawan.
Berdasarkan penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja kerja operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (2) Stress Kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja kerja operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (3) Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (4) Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (5) Stress kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (6) Kepuasan kerja memediasi pengaruh motivasi terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok. (7) Kepuasan kerja memediasi pengaruh stres kerja terhadap loyalitas karyawan operator di PT Indonesia Power UBP Priok.
This research titled: "The Effect of Motivation and Job Stress to Employee Loyalty with Job Satisfaction as Mediating Variables in the operator unit in PLTGU UBP Priok (Study at PT Indonesia Power, Jakarta)". The independent variable in this study consisted of motivation and job stress. Motivation was measured by Maslow's theory of motivation which consists of physiological needs, safety needs, love and belonging, self-esteem, self-actualization. Job stress using two indicators: the impression scale stress and individual stress scale. While job satisfaction using four indicators, promotion, salary satisfaction, working conditions, and relationships with other workers. And the dependent variable in this study is an indicator of employee loyalty to the presence of employees, knowledge abaout companies, employees as assets supporting the role of every employee in the company's activities, employee pride in the company, The purpose of this study was to describe the influence of motivation, job stress and job satisfaction on employee loyalty in the unit operator in PT Indonesia Power UBP Priok. The population in this study is the unit operator PT Indonesia Power UBP Priok. Respondents in this study were all employees totaling 100 employees. Based on research and analysis of data by using multiple regression showed that: (1) Motivation significant positive effect on job satisfaction of the operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (2) Job Stress significant negative effect on job satisfaction of the operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (3) Job satisfaction significant positive effect on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (4) Motivation significant positive effect on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (5) Job stress significant negative effect on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (6) Job satisfaction mediates the effect of motivation on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok. (7) Job satisfaction mediates the effect of job stress on employee loyalty operator in PT Indonesia Power UBP Priok.
99149775F1F007123MITCH’S MOTIVE IN PURSUING A SUCCESS AS REFLECTED IN JOHN GRISHAM’S THE FIRMUtami. Triana Wahyu. 2014. Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Tahun Akademik 2014/2015. Di bimbing oleh Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum., Rizki Februansyah, S.S., M.A., M. Taufiqurrohman, M.Hum.

Kata Kunci: Mimpi, Motivasi, Diagram Kebutuhan oleh Maslow, Sukses.

Penelitian ini berjudul “Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm”. Penelitian ini menjelaskan motivasi karakter utama bernama Mitchell Y. McDeere dalam mencapai kesuksesan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan bagaimana mimpi dapat menjadi motivasi bagi karakter utama dan untuk menemukan jenis kebutuhan yang telah dipenuhi oleh karakter utama dalam proses mencapai kesuksesan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel The Firm karangan John Grisham yang unsur sastranya dianalisis menggunakan pendekatan psikologi dan teori motivasi manusia oleh Abraham Maslow. Dalam teori motivasi manusia, peneliti mencari data tentang motivasi yang tercermin pada diri karakter utama kemudian menganalisisnya dan memberikan penjelasan tentang kebutuhan yang telah dipenuhi oleh karakter utama menggunakan Diagram Kebutuhan Maslow.
Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menemukan bahwa latar belakang miskin dan berasal dari keluarga yang broken home tidak membuktikan bahwa Mitch akan mempunyai masa depan yang buruk. Dengan motivasi, kerja keras dan beberapa usaha, Mitch akhirnya dapat merubah takdirnya untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik. Dalam penelitian ini, terdapat tujuh macam kebutuhan yang telah dipenuhi oleh Mitch selama perjalanannya mencapai kesuksesan. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kemudahan pada pengajar Bahasa Inggris, mahasiswa, dan pembaca yang ingin melakukan penelitian di bidang sastra.
Utami, Triana Wahyu. 2014. Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm. Thesis, English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Politicial Sciences, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2013/2014. Supervised by Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum., Rizki Februansyah, S.S., M.A., M. Taufiqurrohman, M.Hum

Keywords: Dream, Motivation, Hierarchy of Needs by Maslow, Success.

The research is entitled “Mitch’s Motive in Pursuing a Success as Reflected in John Grisham’s The Firm”. It describes the motivation of the main character, Mitchell Y. McDeere, to pursue his success. The purpose of this research is to give more information how his dream can be a motivation of the main character and to find out kinds of needs fulfilled by the main character in the process of pursuing a success.
This researched used a qualitative method. The data source of this study is John Grisham’s The Firm in which the literary elements are analyzed by psychological approach and a theory of human motivation by Abraham Maslow. In the theory of human motivation, the researcher collects data about motivation as reflected in the main character then analyzes and give explanation the needs fulfilled by the main character using Hierarchy of Needs’ Maslow.
After conducting the research, the researcher concludes that being a poor and broken home kid does not mean that Mitch will have a dark future. With his motivation, hard work and some efforts, he finally able to change his fate to have a better life. In this research, there are seven kinds of needs fulfilled by Mitch in his life journey in pursuing his American Dream. This research is expected to give benefit to the English teachers, students, and the reader who are interested in conducting the research in the field of literature.
99159776D1E010012PENGARUH METODE RONTOK BULU PAKSA TERHADAP
KUALITAS EKSTERIOR TELUR AYAM NIAGA PETELUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas eksterior telur yang meliputi bobot telur , volume telur, tebal kerabang telur, indeks telur ayam niaga petelur pasca rontok bulu paksa dengan menggunakan metode kontrol, California Force Molting Program, Washington Force Molting Program,danConventional Force Molting Program. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam niaga petelur tipe medium umur 96 minggu. Lama perlakuan adalah 60 hari dilanjutkan dengan 30 hari pengamatan pasca rontok bulu paksa. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan rontok bulu paksa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, volume telur, tebal kerabang telur, indeks telur. Bobot telur dan Volume telur yang paling tinggi adalah metode Conventional Force Molting Pogram dengan masing-masing hasil sebesar 66,94 g dan 61,68 ml3 lebih tinggi dari kontrol dengan volume telur selama pengamatan 57,7 ml3. Tebal kerabang dan indeks telur selama pengamatan yang paling tinggi ditunjukan oleh metode Washington Force Molting Pogram dengan masing-masing hasil 0, 437 mm dan 77,7 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tiga metode rontok bulu paksa bisa diterapkan di peternakan karena hasil penelitian cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak dilakukan rontok bulu paksa terhadap kualitas eksterior telur.This study aimed to determine the exterior quality of egg inchided egg weight, egg volume, eggshell thickness, and index of commercial egg of laying chicken after forced molting using a control method, Calif Force Molting Programs, Washington Force Molting Programs, and Conventional Force Molting Program. The materials used in this study were commercial medium type chickens laying of 96 weeks of age. The treatment lasted for 60 days followed by 30 days of observation after the force molting. Data were analyzed using analysis of variance. The results of variance analysis showed that the treatments of forced molting did not significanly (P> 0.05) affter egg weight, egg volume, eggshell thickness, and egg index. Highest egg weight and volume was the Conventional Force Molting method pogram, 66.94 g and 61.68 ml3, higher results than the control, 57.7 ml3. Eggshell thickness and egg index for the highest observation methods shown by Washington Force Molting pogram with each results 0, 437 mm and 77.7%. The conclusion of this study is the loss of three methods of forced molting can be applied in a forced fur farms where research tends to be higher than those who did not do forced molting against the exterior egg quality.
99166311G1D008020DURASI PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAKLatar belakang: Hospitalisasi merupakan suatu proses oleh suatu alasan yang terencana atau darurat, sehingga anak harus dirawat di rumah sakit yang dapat menyebabkan anak mengalami kecemasan. Untuk mengatasi kecemasan dapat diberikan penatalaksanaan psikoterapi, salah satunya adalah dengan musik klasik Mozart.
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh durasi pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di RSUD Banyumas.
Metode: Jenis penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Menggunakan teknik purposive sampling, yang berjumlah 30 anak dan dianalisis dengan Mann-Whitney dan Wilcoxon.
Hasil: Hasil analisis didapatkan p value sebesar 0,025, nilai p value < α (0,025<0,05). Sehingga terdapat perbedaan pengaruh durasi pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di RSUD Banyumas.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh durasi pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di RSUD Banyumas.
Background: Hospitalization is a process by which a planned or emergency reasons, so the children being hospitalized and it cause children to experience anxiety. In order to reduce the anxiety can be given psychotherapy. The music therapy is a form of psychotherapy , one of which is Mozart classical music.
Purpose: The research was to determine the differences effect of duration Mozart classical music therapy in reducing anxiety level of hospitalized children during examination of vital signs in RSUD Banyumas.
Methods: The type of research was quasy experiment with pretest-posttest with control group design approach. Using a purposive sampling technique, whose sample of 30 children and were analyzed with Mann-Whitney and Wilcoxon.
Result: Result of analysis obtained p value of 0,025, so p value < α (0,025<0,05), so that there was different effect of duration Mozart classical music therapy of 45 minutes in reducing anxiety level of hospitalized children during examination of vital signs in RSUD Banyumas.
Conclusion: There was a different effect of duration Mozart classical music therapy in reducing anxiety level of hospitalized children during examination of vital signs in RSUD Banyumas.
99176327G1B009032PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MANTAN PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) PARU SEBAGAI
PENGAWAS MINUM OBAT (PMO)
( Studi di Wilayah Kerja Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas)
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kegagalan pengobatan (drop out) penderita adalah peran Pengawas Minum Obat (PMO) yang kurang maksimal. Permasalahan yang timbul adalah kurangnya pemahaman PMO mengenai tugas dan fungsinya. Alternatif PMO yang digunakan dapat berasal dari mantan penderita Tuberculosis (TB) Paru yang sudah sembuh. Perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengawas minum obat dalam melakukan pendampingan pada penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan PMO dan keterampilan cara pendampingan PMO di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 26 PMO dari mantan penderita TB yang sudah sembuh dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji pair T-test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan antara sebelum dan sesudah pelatihan serta antara sebelum dan jarak 1 minggu sesudah pelatihan.Ada perbedaan pengetahuan antara sesudah dan jarak 1 minggu sesudah pelatihan akan tetapi tidak ada perbedaan pada keterampilan. Pelatihan pengawas minum obat hendaknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga PMO mampu melakukan pendampingan terhadap penderita baru TB Parun dengan baik.One of the factors contributing to the failure of the petient treatment (drop out) is caused by supervisors taking medication or PMO’role function not realy maximum. The problem that arises is the lack of understanding PMO about theirs tasks and functions. Alternative PMO used from ex-Pulmonary Tuberculosis patient. Training needs to be done to increase the knowledge and skills of supervisors for patients assisting medication. Determine the effect of training to increase knowledge and skills of ex- Pulmonary Tuberculosis patient as a supervisors taking medication in the Kembaran II Comunity Health Center of Banyumas district. The method was used quasy experimental with one group pretest and posttest design. The number of samples this research as many as 26 PMO from ex- Pulmonary Tuberculosis patient was cured by the use of technical purposive of sampling. The analysis of the data was used pair T-test and wilcoxon. There was a significant difference on knowledge and skill between before and after training and between before and one week after training. There was a significant difference knowledge between after training and one week after training but no difference in skill. Training must be continue to increase the knowledge and skills of the supervisor taking medications for assisting the new Pulmonary TB patient.
99189777C1C009105ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PELATIHAN AKUNTANSI, LAMA USAHA, DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Variabel dalam penelitian ini meliputi, pendidikan pemilik, pelatihan akuntansi, lama usaha, dan skala usaha.
Penelitian ini menggunakan metode survei, artinya peneliti melakukan penelitian langsung kepada subjek penelitian Analisis regresi berganda merupakan model penelitiannya.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pendidikan pemilik, pelatihan akuntansi, lama usaha, dan skala usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Skala usaha merupakan faktor yang paling berpengaruh pada penelitin ini, sedangkan lama usaha tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
This study aims to determine the use of accounting information on SMEs in Banyumas. The variables in this study included, owner education, accounting training, business age , and business scale .
This study used a survey method, meaning that researchers conduct research directly to the subject of study. The population in this study was a medium-sized SMEs in Banyumas. Multiple regression analysis is a model of research.
The results of this study explained that the owners of the education, accounting training, business age, and business scale has a significant influence on the use of accounting information on SMEs in Banyumas. The business scale is the most influential factor in this experiment, while the business age does not have a significant effect.
991911156H1B011031ALGORITMA C4.5 DALAM PEMBENTUKAN POHON KEPUTUSANAlgoritma C4.5 adalah algoritma klasifikasi data dengan teknik pohon keputusan. Penelitian ini membahas pembentukan pohon keputusan menggunakan algoritma C4.5. Algoritma C4.5 menggunakan nilai entropy dan nilai information gain sebagai kriteria dalam pembentukan pohon keputusan. Rumus entropy merupakan pengembangan dari metode maksimum likelihood untuk memaksimumkan peluang dari setiap atribut. Data pada penelitian ini diperoleh dari data simulasi monte carlo, kemudian dari proses perhitungan algoritma C4.5 dibentuk pohon keputusan dan beberapa aturan untuk membuat suatu program dengan bantuan software MATLAB. Program tersebut digunakan untuk menetukan calon nasabah apakah nantinya bermasalah dalam kredit.

C4.5 algorithm is data classification algorithm with decision tree technique. This research discussed the formation of a decision tree using C4.5 algorithm. C4.5 algorithm using the value of the entropy and information gain value as a criterion in the decision tree formation. Entropy formula is the development of maximum likelihood method to maximize the chances of each attribute. The data this research was obtained from monte carlo simulation data, then from the calculation algorithm C4.5 decision tree formed and some rules to create a program with the help of MATLAB software. The program is used to determine whether a borrower will have trouble credit.


992011155F1D010002PERILAKU PEMILIH NELAYAN DALAM PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2012 DI KECAMATAN KAMPUNG LAUTPenelitian ini berjudul “Perilaku Pemilih Nelayan dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2012 di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap.” Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perilaku pemilih nelayan dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati tahun 2012 di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap, serta mendeskripsikan faktor yang mendorong dan menghambat perilaku pemilih nelayan dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati tahun 2012 di Desa Ujung Alang dan Desa Ujung Gagak Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilih nelayan di kampung laut masuk dalam kategori pemilih tradisional yang memiliki orientasi ideologi yang sangat tinggi dan cenderung tidak terlalu melihat kebijakan partai politik sebagai sesuatu yang penting dalam pengambilan keputusan. Faktor yang mendorong perilaku pemilih nelayan masuk dalam kategori pemilih tradisional adalah karena mereka lebih melihat figur dan kepribadian dari kontestan pemilu sebagai preferensi utama mereka. Selain itu faktor pendukung yang menjadikan mereka sebagai pemilih tradisional adalah tingkat pendidikan mereka yang rendah. Sedangkan faktor yang menghambat para nelayan menjadi pemilih rasional adalah bahwa nelayan beranggapan bahwa mereka lebih memiliki kedekatan sosial-budaya dengan calon bupati dan wakil bupati No. 2 yaitu Tatto Suwarto Pamuji dan Akhmad Edi Susanto yang ditunjukkan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat nelayan dengan memperhatikan masalah-masalah yang ada di Kampung Laut misalnya masalah peningkatan kualitas pendidikan. Dengan melihat nelayan yang masih menjadi pemilih tradisional, maka penelitian ini merekomendasikan bahwa diperlukannya pendidikan politik bagi nelayan agar menjadi pemilih rasional.This research entitled “Fishermen Voters Behavior in the General Election of Regent and Vice Regent 2012 in Kampung Laut Sub-District Cilacap District.” The purpose of this research is to explain and describe the fishermen voters behavior in General Election of Regent and Vice Regent 2012 in Kampung Laut sub-district, Cilacap district as well as to describe factors that encourage and inhibit fishermen voters behavior in the General Election of Regent and Vice Regent 2012 in Ujung Alang and Ujung Gagak village, Kampung Laut Sub-District, Cilacap District. The research method used was qualitative method with a case study approach. The research result indicated that fishermen voters in Kampung Laut fell into the category of traditional voters who had a very high ideological orientation and less likely to see the policies of political party as something that is important in decision making. Factors that encouraged voting behavior to be in the category of traditional voters were because they tended to see figures and personalities of the electoral contestant as their main preference. In addition, the supporting factor that made them as traditional voters was their low education level. While the factor that inhibited the fishermen to be rational voters was that the fishermen thought that they had a socio-cultural closeness with the candidate No. 2 of Regent and Vice Regent that was Tatto Suwarto Pamuji and Akhmad Edi Susanto. It can be seen by observing the interest of fishermen and the problems existed in Kampung Laut, such as the problem of improving the quality of education. By seeing the fishermen who were still traditional voters, so this research recommends that political education was needed for the fishermen in order to be rational voters.