Artikel Ilmiah : H1K010023 a.n. MUHAMMAD NUR ROHMAN

Kembali Update Delete

NIMH1K010023
NamamhsMUHAMMAD NUR ROHMAN
Judul ArtikelAKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AGAR
Gracilaria verrucosa YANG DIEKSTRAKSI DENGAN ASAM BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Rumput laut merupakan sumber daya penting dan komersial yang diperuntukkan sebagai sumber senyawa antioksidan. Penggunaan antioksidan sintetik dalam jangka panjang bersifat karsinogenik dan menimbulkan kerusakan hati. Polisakarida dari rumput laut banyak diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan. Agar merupakan suatu bentuk polisakarida. G. verrucosa tergolong dalam Rhodopyceae yang merupakan salah satu penghasil agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase rendemen polisakarida agar yang diekstraksi dengan asam berbeda yaitu asam asetat (CH3COOH) dan asam sulfat (H2SO4), serta mengetahui aktivitas senyawa antioksidan pada polisakarida agar tersebut. Uji aktivitas antioksidan pada polisakarida agar dilakukan dengan menggunakan metode DPPH secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil rendemen polisakarida agar menggunakan pelarut asam asetat sebesar 22,78 % ± 2 dan asam sulfat sebesar 19,85 % ± 1, sedangkan uji DPPH secara kualitatif tidak terjadi perubahan warna pada DPPH setelah ditambah ekstrak polisakarida agar. Berdasarkan uji kuantitatif menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan polisakarida agar terbaik diperoleh dengan menggunakan pelarut asam sulfat dengan inhibition concentration sebesar 10,73 %, sedangkan asam asetat hanya mencapai 8,38 %. Estimasi inhibition concentration 50 (IC 50) pada pelarut asam asetat dapat dicapai pada konsentrasi 9048,03 ppm, sedangkan pada pelarut asam sulfat dapat dicapai pada konsentrasi 7706,66 ppm.
Kata kunci : Antioksidan, Polisakarida, DPPH, Inhibition concentration
Abtrak (Bhs. Inggris)Seaweed is an important resource and has commercial value as a source of antioxidant compounds. The use of synthetic antioxidants in the long term bring carcinogenic and cause liver damage. Most of polysaccharides from seaweed is known potentially antioxidant activity. Agar is a form of polysaccharides from G. verrucosa of Rhodophyceae which known as one of agar producers. This study aims to determine the percentage of yield polysaccharides which extracted by two different acid namely acetic acid (CH3COOH) and sulfuric acid (H2SO4), and determine the polysaccharides antioxidant activity. The antioxidant activity of polysaccharides was tested by using the DPPH method,qualitatively and quantitatively. The results of rendemen polysaccharides of acetic acid solvent was 22,78 % ± 2 and sulfuric acid was 19,85 % ± 1, meanwhile the DPPH result qualitative did not give colour change after added by polysaccharides extracts and based on DPPH quantitative result showed that the best antioxidant activity of polysaccharides agar was obtained by using sulfuric acid solvent with an inhibitory concentration of 10,73 %, on the other hand acetic acid only 8,38 %. Estimation of inhibition concentration 50 (IC 50) in acetic acid solvent could be accomplished at concentration 9048,03 ppm, meanwhile in sulfuric acid could be accomplished at concentration 7706,66 ppm.
Keywords: Antioxidant, Polysaccharidess, DPPH, inhibition concentration
Kata kunciKata kunci : Antioksidan, Polisakarida, DPPH, Inhibition concentration
Pembimbing 1Dyahruri Sanjayasari S.Pt, M.Si
Pembimbing 2Rose Dewi S.kel, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2014-11-14 08:44:41.97808
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.