Home
Login.
Artikelilmiahs
9817
Update
DWIANA LESTARI
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KADAR AIR SLONDOK GORENG PASIR PADA BERBAGAI SUHU DENGAN ALAT PENGGORENGAN TIPE HSF D50 MANUAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Slondok merupakan salah satu camilan yang berbahan dasar singkong dan digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak. Akan tetapi, akhir-akhir ini timbul kewaspadaan terhadap produk hasil gorengan yang menggunakan minyak, terutama minyak yang digunakan secara berulang, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui perubahan kadar air dan tingkat kerenyahan pada slondok yang digoreng menggunakan media pasir pada berbagai suhu, serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap slondok yang dihasilkan dari penggorengan dengan menggunakan media pasir melalui uji organoleptik. Hasil uji organoleptik slondok goreng pasir untuk warna adalah terdapat pada kisaran warna agak kecoklatan sampai putih, tekstur agak renyah sampai renyah, dan rasa yang agak enak sampai enak. Sedangkan hasil pengukuran kerenyahan pada suhu 170,50C selama 150 detik, suhu 190,50C selama 120 detik dan suhu 210,50C selama 90 detik berturut-turut adalah 0,123 N/mm2, 0,106 N/mm2 dan 0,098N/mm2. Hal ini menunjukkan hasil penggorengan slondok dengan media pasir menggunakan tiga variasi suhu dan waktu optimum penggorengan yang berbeda-beda pada tiap perlakuan suhu adalah sangat renyah. Nilai prediksi perubahan kadar air slondok selama penggorengan dengan pasir dapat dirumuskan dengan pemodelan matematika yaitu Mθ=Mi.exp{(-2,494) (exp((-2413)/(T kelvin))) θ}, dengan nilai tingkat kesalahan rata-rata yaitu 12,46%. Berdasarkan hasil pengujian organoleptik slondok yang digoreng menggunakan pasir dapat diterima oleh konsumen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Slondok is one snack that made from cassava and fryed with a lot of oil. However, lately people knew about a bad effect of snack that processed by oil, especially by using oil repeatedly. Because the oil that used repeatedly can causes health problems. Therefore this study conducted to determine changes in water content and level of crispness in fried slondok using sand media at various temperatures, and determine the level of panelists preference by slondok generated from the frying pan using sand media by organoleptic tests. The results of organoleptic tests showed that sand-fried slondok has brownish to white color, slightly crunchy to crunchy texture, and well to good taste. While the results of measurement of crispness at temperatures 170,50C for 150 seconds, 190,50C for 120 seconds and 210,50C for 90 seconds, are 0,123 N/mm2; 0,106 N/mm2 and 0,098N/mm2. It show that the sand-fried slondok with sand as frying medium using 3 variations of temperature with different optimum time in each temperature treatment is very crisp. Predictive value of water content changes during frying slondok with sand can be formulated by mathematical modeling Mθ = Mi.exp {(-2,494)(exp( (-2413)/(T kelvin))) θ}, with the value of the error rate of average 12,46%. Based on organoleptic test of sand-fried slondok can be accepted by consumers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save