Artikelilmiahs
Menampilkan 8.841-8.860 dari 48.908 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8841 | 10641 | E1A011272 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI RAKYAT TERHADAP TINDAKAN PEMERINTAH BERDASARKAN KONSEP HUKUM ADMINISTRASI NEGARA (Studi Mengenai Gugatan Terhadap Pemerintah di Sidang Pengadilan Pada Putusan No. 73/Pdt.G/2013/PN.Pwt) | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI RAKYAT TERHADAP TINDAKAN PEMERINTAH BERDASARKAN KONSEP HUKUM ADMINISTRASI NEGARA (Studi Mengenai Gugatan Terhadap Pemerintah di Sidang Pengadilan Pada Putusan No. 73/Pdt.G/2013/PN.Pwt) Oleh : DANI HABIBI E1A011272 ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Terhadap Tindakan Pemerintah Berdasarkan Konsep Hukum Administrasi Negara (Studi Mengenai Gugatan Terhadap Pemerintah di Sidang Pengadilan Pada Putusan No. 73/Pdt.G/2013/PN.Pwt). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi rakyat terhadap tindakan pemerintah di bidang Hukum Administrasi Negara, untuk mengetahui penentuan kewenangan pengadilan untuk mengadili terhadap tindakan hukum pemerintah yang menimbulkan akibat hukum kepada rakyat, dan untuk mengetauhi pertimbangann hukum hakim dalam perkara No. 73/Pdt.G/2013/PN.Pwt dalam menentukan kewenangan mengadili sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep. Penelitian ini menjabarkan bahwa salah satu perlindungan hukum bagi rakyat yakni dengan cara menggugat pemerintah ke Pengadilan Negeri atas dasar PMH (Pasal 1365 KUHPerdata) yang dilakukan pemerintah, yang merugikan rakyat. Oleh karena yang digugat adalah pemerintah, maka akan bersinggungan dengan tindakan pemerintah yang diatur dalam HAN. Persinggungan hukum tersebut berpotensi pula menimbulkan persoalan yuridis mengenai kewenangan pengadilan. Sebagai bahan analisis penting dikemukakan konsep mengenai kedudukan hukum pemerintah dan konsep mengenai tindakan pemerintahan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlindungan hukum yang diberikan kepada rakyat dapat dilakukan dengan cara menggugat pemerintah ke Pengadilan sesuai dengan kewenangan masing-masing Pengadilan, dan harus memperhatikan konsep kedudukan hukum pemerintah dan konsep tindakan pemerintahan. Berdasarkan ke dua hal tersebut, pertimbangan hukum Hakim PN Purwokerto yang menyatakan tidak berwenang mengadili perkara a-quo, sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Tindakan Pemerintah, Hukum Administrasi Negara | LEGAL PROTECTION FOR THE PEOPLE'S ACTION AGAINST GOVERNMENT BASED ON CONCEPT OF STATE ADMINISTRATIVE LAW (Study Regarding Lawsuit Against Government in the Court of Session In Decision No. 73 / Pdt.G / 2013 / PN.Pwt) By : DANI HABIBI E1A011272 ABSTRACT This research, entitled "Legal Protection for the People's Action Against Government Based on Concept of State Administrative Law (Study Regarding Lawsuit Against Government in the Court of Session In Decision No. 73 / Pdt.G / 2013 / PN.Pwt). The purpose of this study is to determine the form of legal protection for people against the government's actions in the law of State Administration, to determine the determination of the court authority to adjudicate against government legal action, which arises the law consequences to people and for knowing the law consideration of judge in the case No. 73 / Pdt.G / 2013 / PN.Pwt in determining whether the jurisdiction used has suited with the applicable legislations or not. This study uses normative juridical approach to legislation and concepts. This research outlines that one of the legal protection for the people is the way to sue the government to the District Court based on PMH (Article 1365 of the Civil Code) by the government, which is detrimental to the people. Therefore, the accused party is the government, then it will intersect with the government's actions set out in the HAN. The law intersection also potentially causes problems on the authority of the court jurisdiction. The important analysis of this case is the concept of the legal position of the government and the concept of government action. The conclusion from this study is the legal protection given to the people can be done in a way to sue the government to court in accordance with the authority of each court, and must pay attention to the concept of the legal position of government and the concept of government action. Based on these two things, the consideration of Navan District Court law that states no authority to hear the case a quo, is in conformity with the relevant legislation Keywords: Protection Law, actions of the Government, the State Administration Law | |
| 8842 | 9156 | F1C007025 | Pola Komunikasi Homoseksual (Gay) Dalam Komunitasnya di Kota Purwokerto (Studi Fenomenologi Komunikasi Antarpribadi Komunitas Homoseksual di Kota Purwokerto Banyumas) | Keberadaan homoseksual saat ini mulai berkembang di kota Purwokerto. Hal ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai media jejaring sosial mengenai keberadaan mereka, baik dalam hal pengungkapan diri ataupun dalam mencari pasangan.proses pengungkapan jati diri bermula dari tahap perkenalan sampai pada akhirnya kaum homoseksual memutuskan untuk membina sebuah hubungan atau mungkin mengakhiri komunikasi karena tidak adanya kecocokan dengan pasangan sesama jenisnya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi yang digunakan oleh kaum homoseksual. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik. Mengacu kepada pendekatan antarpribadi menggunakan bahasa verbal dan non verbal yang dilakukan oleh kaum homoseksual yang ada di kota Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung kelapangan, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah empat orang pria metroseksual dengan latar belakang dan status yang berbeda. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling (teknik sampel bertujuan) dimana sampel diambil dengan melalui pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Sebelum melakukan wawancara, peneliti terlebih dahulu menyusun pertanyaan wawancara sesuai dengan apa yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa permainan mata, gerakan tubuh dan tindakan yang mengundang perhatian itu adalah sebagai ciri keberadaan kaum homoseksual. Bahasa yang digunakan termasuk ke dalam bahasa argot, dimana penggunaan bahasa hampir mirip dengan bahasa waria. Pola komunikasi homoseksual dilakukan dengan tahap-tahap pendekatan layaknya pertemanan heteroseksual. Mulai dari tahap interaksi awal sampai keputusan. Tahap-tahap yang dilakukan homoseksual tidak terlepas dari interaksi simbolik yang dihasilkan dalam berinteraksi. | The existence of homosexuals is now starting to develop in Purwokerto. It can easily be found i various social networking media about their existence whether in terms of performing self-disclosure or even in seeking partner. The proccess of self-disclosure starts from introduction phase untill the homosexual decides to build a relationship or to end the communication because of the absence of relationships compatibility with their same sex-partner. The purpose of this study is to find out the communication patterns used by the homosexuals in their self-disclosure. Theory used in this research is symbolic interaction theory referring to the interpersonal approaches using verbal and non verbal language used by the homosexuals in Purwokerto. The methode used in this research is qualitative research. Collection of data was performed with in-depth interviews, direct observation of spaciousness, and documentation. The informants were four people on the figure of man metrosexual with different status an educational background. The technique used was purposive sampling (sample techniques intended) where the samples were taken by means of spesific considerations in according to the purposes of research. Before interviews, researcher set of interview questions in according to what would be researched. Research results show the flirtatious eye-contact, body movements, and any actions that invite attention believed to be features of their existence. The language used is a language of argot which is similar to the language used by transvestite. Communication pattern used by homosexual in terms of attracting another homosexual are similar to heterosexual friendship ways, starting from interaction phase untill making-decision phase. The phases carried out by homosexual cannot be separated from the symbolic interaction generated during the interaction itself. | |
| 8843 | 9157 | E1A007022 | Pembatasan Kegiatan Pegawai Negeri dalam Usaha Swasta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1974 Di Universitas Jenderal Soedirman | Berdasarkan suatu kajian praktis dalam penyelenggaraan pemerintahan, banyak ditemukan permasalahan yang harus segera diselesaikan. Permasalahan kepegawaian diantaranya dapat dilihat dengan banyaknya kasus pelanggaran terhadap peraturan Pegawai Negeri Sipil, seperti kasus PNS berbisnis karena dikawatirkan modal bisnis yang digeluti PNS berasal dari hasil korupsi, atau pencucian uang, hal ini tentunya akan menimbulkan suatu masalah terhadap penegakan hukumnya. Faktor dominan yang menjadi penyebab permasalahan jalannya pemerintahan di Indonesia terletak pada kurangnya kesadaran akan disiplin kerja dari para pegawai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1974 tentang Pembatasan Kegiatan Pegawai Negeri dalam Usaha Swasta di Universitas Jenderal Soedirman pada dasarnya belum diterapkan seperti apa yang diatur dalam peraturan yang berlaku. Pada prakteknya, peraturan untuk Pegawai Negeri Sipil golongan I/a sampai golongan III/d yang melakukan kegiatan usaha swasta aturan belum diterapkan seperti apa yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1974, tetapi di Universitas Jenderal Soedirman Pegawai Negeri Sipil golongan I/a sampai golongan III/d dilakukan tanpa melalui proses izin. | Based on a practical study in governance, found many problems that must be resolved. Staffing problems which can be seen by the many cases of violation of Civil Service rules, such as the case of civil servants to do business because it feared the business capital that was involved civil servants from the proceeds of corruption, or the laundering of money, it is certainly going to cause a problem to law enforcement. The dominant factors that cause problems running of the government in Indonesia lies in the lack of awareness of the work discipline of employees. The research method used in this study are normative approach, the specification of the research is descriptive research, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary, legal materials collection method in this study is done with an inventory of legislation, documentation and literature study , method of presentation of legal materials presented in the form of narrative text, and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model. Government Regulation No. 6 of 1974 on Civil Activity Restrictions in Private Business at the University General Sudirman basically what has not been applied as stipulated in applicable regulations. In practice, the regulations for the Civil Service Class I / A to group III / d conducting private business rule has not been applied as what is stated in Government Regulation No. 6 of 1974, but in the University General Sudirman Civil Service Class I / A to group III / d done without going through the process permission. | |
| 8844 | 5324 | F0A009031 | Proses Penyusunan Berita Pada Surat Kabar Suara Merdeka Perwakilan Purwokerto | RINGKASAN Laporan praktik kerja ini membahas tentang penyusunan berita pada surat kabar harian Suara Merdeka. Tujuan dari diadakannya praktik kerja ini adalah untuk mengetahui proses atau tahapan penyusunan berita dengan cara pengamatan secara langsung pada ruang redaksi Suara Merdeka perwakilan Purwokerto. Suara Merdeka merupakan surat kabar harian yang mampu menjadi leading market surat kabar di wilayah Jawa Tengah. Surat kabar yang berpusat di Semarang ini berdiri sejak 1950 dan menjadi perekat komunitas Jawa Tengah. Ini memiliki arti bahwa melalui media Suara Merdeka, masyarakat luas khususnya masyarakat Jawa Tengah dapat saling berbagi informasi dan kabar. Selain itu, harian suara merdeka juga memiliki beberapa halaman khusus yang membahas tentang berita pada setiap karesidenan secara spesifik. Dari hasil pembahasan, penulis mengamati dan melaporkan kegiatan tahap demi tahap yang dilakukan tiap divisi dalam menjalankan tugasnya untuk menyusun sebuah berita. Adapun tahap – tahap penyusunan berita pada surat kabar Suara Merdeka adalah sebagai berikut: 1. Reportase, yaitu wartawan mencari bahan berita dengan cara turun ke lapangan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan wartawan untuk mencari bahan berita, yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dan menggali data / fakta dari sumber sekunder terkait. 2. Penulisan berita, yaitu penulisan bahan berita yang merupakan hasil dari reportase yang dilakukan wartawan ke dalam bentuk naskah. Dalam penulisan berita ini, wartawan mula – mula menentukan sudut berita (angle), judul berita, dan membuat alinea pembuka (lead) sebelum menuju ke inti (body) berita. 3. Penyusunan hasil liputan, yaitu proses yang dilakukan wartawan Suara Merdeka untuk menyusun inti berita (body) dan mengirimkannya ke komputer server yang ada di kantor pusat Suara Merdeka melalui koneksi internet. 4. Penyuntingan, yaitu proses yang dilakukan oleh redaktur pelaksana untuk menyempurnakan penulisan naskah. Penyempurnaan ini dapat menyangkut masalah ejaan, gaya bahasa, kelengkapan data, dan juga efektivitas kalimat. 5. Layout dan Cetak, pengaturan tata letak perwajahan atau tampilan halaman dengan menyesuaikan kategori berita yang telah diklasifikasikan oleh redaktur. Setelah proses berakhir di bagian layout, kemudian hasil perwajahan tersebut akan diserahkan kepada bagian percetakan. Di bagian cetak ini, keseluruhannya akan diselesaikan ke dalam bentuk surat kabar atau koran. Melihat pemaparan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa adanya beberapa kegiatan yang harus dilakukan tiap divisi untuk menyusun sebuah berita. Pembagian wilayah kerja yang luas, terkadang membuat kesalahpahaman antar divisi. Selain itu, tuntutan bagi seorang wartawan untuk memperoleh empat berita dalam sehari berbanding terbalik dengan pembagian wilayah kerja yang kurang spesifik. Hal ini menimbulkan dapat dijumpainya beberapa wartawan menulis berita yang sama tentang suatu kejadian tertentu. Berdasarkan alasan di atas, diperlukan adanya peningkatan kerjasama pada masing – masing divisi karena seluruh divisi yang ada di Suara Merdeka saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Jika proses terputus pada salah satu divisi, maka surat kabar tidak akan pernah sampai pada tangan pembaca. Selain itu, diperlukan koordinasi antar wartawan serta pembagian wilayah kerja yang lebih spesifik agar tidak dijumpai beberapa wartawan menulis berita yang sama. | SUMMARY This job training report discusses about the process of news making in Suara Merdeka daily newspaper. The purpose of this work is to understand the process or stages of news making at Suara Merdeka daily newspaper by doing direct observation in the newsroom of Suara Merdeka Purwokerto. Suara Merdeka is a daily newspaper that becomes the leading market newspaper in Central Java. The headquarter which is located in Semarang was established in 1950 and it becomes the core of Central Java community. This means that by Suara Merdeka, the public, especially Javanese community is able to share the information and news. In addition, Suara Merdeka daily newspaper also has some special pages that discuss the news on each specific regency. From the result of the discussion, the observer observes and reports the activities that are carried out step by step in each division in their duty to produce news. As for the phase of news in the newspaper Suara Merdeka is as follows: 1. Reporting, the reporters find news items by coming to some locations. There are several steps for the reporters to find news material, by doing observation, interviews, and by exploring the data / facts of relevant secondary sources. 2. News writing, the writing of news material that is the result of reporting process by reporters in manuscript form. In writing this news, the reporter determine the news angle, news headlines, and makes the opening paragraph (lead) before heading to the core (body) of news. 3. Arranging the reporting results, the process is needed to write the news core (body) by developing the data which is the result of reporting. After that, the reporters have to send it to the databases on computer server at the head quarter of Suara Merdeka by internet connection. 4. Editing, It is the process carried out by the managing editor to improve the script draft. These improvements may involve spelling, style, completeness of data, and also the effectiveness of the sentence. 5. Layout and Print, setting the layout or interface of page views by adjusting the news categories that have been classified by the editors. Once the process ends in the layout, then the results will be submitted to the final interface of the printing section. On the print side, the whole raw documents will be completed in the form of newspapers. Based on the discussion above, the observer summarized that there are some activities which are carried out step by step in each division in their duty to produce news. However, the large mapping of working areas leads to miscommunication among each divisions. Besides, we can find some reporters who write the same news in one time because there is no spesification of work areas for them. Based of that reasons, the division and reporters in the Suara Merdeka should increase the cooperation on the each division to prevent misunderstanding and miscommunication among each other. If the process on the division is interrupted, the newspaper will never reach the hands of readers. Besides, the reporters need to have a good cooperation and clear job distribution so that they can avoid the problem of having the same reporting result at the same time. | |
| 8845 | 9158 | H1B010009 | Penyelesaian Persamaan mKdV dengan Menggunakan Metode Pseudospektral | ABSTRACT. Modified Korteweg-de Vries (mKdV) equation for nonlinear shallow water is derived from Boussinesq-type equation by using unidirectionalization process. Boussinesq-type equation which has an exact dispersion. In this research, the solution of mKdV equation is found numerically by using pseudospectral methods. The parameter is choosen according to the parameter using MARIN hydrodynamic laboratory. This is aimed to get a result which can be applied to investigate the wave propagation in MARIN hydrodynamics laboratory. The result shows that the evolution of mKdV equation with monochromatics signal is a linear waves. Furthermore, the evolution of mKdV equation with signal from MARIN’s data and bichromatics signal has same profil and height when the position is 10 meters, meanwhile at the position of 40, 60, and 80 meters the evolution has the same height but differ in height. | ABSTRAK. Persamaan mKdV (modified-Korteweg de Vries) untuk persamaan gelombang air dangkal diperoleh dari proses unidireksionalisasi pesamaan bertipe Boussinesq dengan dispersi eksak. Pada skripsi ini, penyelesaian persamaan mKdV dicari secara numerik dengan menggunakan metode pseudospektral. Parameter yang digunakan disesuaikan dengan kondisi pada Laboratorium Hidrodinamika MARIN (Maritime Research Institute Netherland) sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memperlajari proses evolusi gelombang pada laboratorium tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi persamaan mKdV untuk sinyal gelombang monokromatik berupa gelombang linier. Lebih lanjut, sinyal dari data MARIN dan sinyal gelombang bikromatik menunjukkan evolusi dengan profil dan ketinggian yang sama pada 10 meter, dan dengan profil yang sama tetapi ketinggian yang berbeda pada posisi 40, 60 , dan 80 meter. | |
| 8846 | 11080 | P2BA11022 | POTENTIAL OF CHEMOLITOTROPHIC BACTERIA FROM GOLD MINING AREA TO SULFUR OXIDATION | Gold in nature is covered by rocks which contain sulfide minerals such as pyrite, chalcopyrite, arsenopyrite, and others sulfide minerals. Conventional minning uses the toxic chemical such as cyanide to separate gold from the sulfide mineral. Chemolitotrophic bacteria have the ability to oxidation of sulfur compounds. This capability can be used in the process of releasing gold from carrier rocks which contain sulfide minerals. The aim of this research was to explore the potential of chemolitotrophic bacteria from gold mining areas for sulfur oxidation and to identification that bacteria. The methode for this research was exploration the potential of bacteria in sulfur oxidation and describe the variety of bacteria that is isolated from gold mining areas by 16s rRNA identification. The result shown that there was six isolates from isolation on Starkey solid medium, i.e. Bl-1 isolate similar with Paenibacillus sp. G1, Bl-2 isolate similar with Enterobacter ludwigii strain E8-13 and isolate Bl-3 has similarity with uncultured Burkholderia sp. Bl-4 isolate (uncultured bacterium clone N4.5). Bl-5 isolate similar with Bacillus subtilis strain CICC 10023 and Bacterium enrichment culture clone 02 has similarity with isolate Bl-6. Treatment with Bl-3 isolate showed the increase of sulfate compound amount 8.04% at 649.55 ppm in the medium and 2.67 % with mix culture. | Gold in nature is covered by rocks which contain sulfide minerals such as pyrite, chalcopyrite, arsenopyrite, and others sulfide minerals. Conventional minning uses the toxic chemical such as cyanide to separate gold from the sulfide mineral. Chemolitotrophic bacteria have the ability to oxidation of sulfur compounds. This capability can be used in the process of releasing gold from carrier rocks which contain sulfide minerals. The aim of this research was to explore the potential of chemolitotrophic bacteria from gold mining areas for sulfur oxidation and to identification that bacteria. The methode for this research was exploration the potential of bacteria in sulfur oxidation and describe the variety of bacteria that is isolated from gold mining areas by 16s rRNA identification. The result shown that there was six isolates from isolation on Starkey solid medium, i.e. Bl-1 isolate similar with Paenibacillus sp. G1, Bl-2 isolate similar with Enterobacter ludwigii strain E8-13 and isolate Bl-3 has similarity with uncultured Burkholderia sp. Bl-4 isolate (uncultured bacterium clone N4.5). Bl-5 isolate similar with Bacillus subtilis strain CICC 10023 and Bacterium enrichment culture clone 02 has similarity with isolate Bl-6. Treatment with Bl-3 isolate showed the increase of sulfate compound amount 8.04% at 649.55 ppm in the medium and 2.67 % with mix culture. | |
| 8847 | 11492 | B1J011028 | Kadar Lemak dan Protein Ikan Sidat (Anguilla bicolor) yang Diinduksi Hormon GnRH-analog | Ikan sidat (Anguilla bicolor) yang diperoleh baik dari alam ataupun budidaya yang telah berkembang baik gonadnya, ternyata tidak dapat mengalami matang gonad dan ovulasi di bawah lingkungan budidaya. Hormon analog salmon Gonadotrophin Releaing Hormon (sGnRH-a) berfungsi merangsang gonadothropin pada tubuh ikan dalam mempercepat proses pematangan gonad yang dapat mempengaruhi komposisi biokimia protein dan lemak dalam jaringan tubuh yang berbeda termasuk hati dan bagian tubuh. Penelitian bertujuan mengetahui perubahan kadar lemak dan protein ikan sidat (Anguilla bicolor) yang diinduksi hormon. Penelitian menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dosis hormon yaitu kontrol, dosis 0.5 ml/kg, dan 1 ml/kg. Parameter yang diukur yaitu kadar lemak dan protein hati dan tubuh ikan sidat. Ikan diinduksi setelah 4 minggu secara intramuscular setiap 2 minggu sebanyak 4 kali. Pengukuran kadar lemak menggunakan metode soxhlet dan kadar protein dengan metode mikro Kjehdal. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Kadar lemak hati ikan sidat menunjukkan hasil nonsignifikan (P>0.05), sedangkan kadar protein hati menunjukkan hasil signifikan (P<0.05). Kadar protein hati pada ikan yang diinduksi GnRH-analog dosis 1 ml/kg BB 44% lebih rendah dari dosis 0.5 ml/kg BB 45.03% dan kontrol 51.45%. Kadar lemak tubuh ikan sidat menunjukkan hasil yang signifikan (P<0.05). Kadar lemak tubuh ikan yang diinduksi GnRH-analog dosis 0.5 ml/kg BB 25.39% dan dosis 1 ml/kg BB 30.37% lebih tinggi dibandingkan pada ikan kontrol yaitu 21.24%. Kadar protein tubuh ikan sidat menunjukkan hasil yang signifikan (P<0.05). Kadar protein tubuh ikan yang diinduksi GnRH-analog dosis 1 ml/kg BB 56.97% lebih rendah dibandingkan pada dosis 0.5 ml/kg BB 64.21% dan kontrol 63.09%. Kesimpulannya bahwa induksi GnRH-analog menyebabkan perubahan kadar lemak dan protein hati dan tubuh ikan sidat. Dosis GnRH-analog yang paling berpengaruh terhadap peningkatan lemak dan penurunan protein. | Eel (Anguilla bicolor) derived either from natural or cultivation has well developed gonads, it was not able to gonads mature and ovulation under cultivation environment. Hormone analogue of salmon Gonadotrophin Releasing Hormon (sGnRH-a) to stimulate in accelerating the process of gonadal maturation that impact for the composition of biochemical protein and lipid in different body tissues. This research aims to determine of the changes of lipid level and protein of eel (Anguilla bicolor) induced hormone. This research uses an experimental method completely randomized design (RAL) with three doses of hormones are control treatment, a dose of 0.5 ml/kg, and 1 ml/kg. Eel induced after 4 weeks intramuscularly every two weeks as much as 4 times. Measurement of lipid and protein content used Soxhlet’s and micro Kjehdal’s method. Data were analyzed using ANOVA at confidence level is 95%. Results of research on content of eels liver lipid showed a nonsignificant (P>0.05), while the content of liver protein showed a significant (P<0.05). The content of liver protein in dose of 1 ml/kg body weight 44% lower than 0.5 ml/kg 45.03% and control 51.45%. The content of body lipid eels showed significant (P<0.05). The content of body lipid in a dose of 0.5 ml/kg 25.39% and 1 ml/kg body weight 30.37% higher than in the control is 21.24%. The content of body protein eels showed significant (P<0.05). The content of body protein in a dose of 1 ml/kg 56.97% lower than the dose of 0.5 ml/kg 64.21% and control 63.09%. It can be concluded that the induction of GnRH-analogues cause changes in the levels of lipid and protein liver and the body's eel. The doses of GnRH-analog that most influence on lipid and protein changes is 1 ml/kg body weight. | |
| 8848 | 9159 | F1C008084 | KOMUNIKASI ORGANISASI PADA INDUSTRI LEGEN ARDI RAHARJA DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS | Industri Legen Ardi Raharja selalu berupaya agar komunikasi organisasi berjalan dengan baik, karena pembentukan komunikasi organisasi yang baik dipandang oleh industri ini sebagai upaya untuk memberikan kelancaran dalam proses komunikasi yang berlangsung. Atas dasar itulah penelitian yang berjudul ”Komunikasi Organisasi Pada Industri Legen Ardi Raharja Di Desa Karanggintung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk mengkaji komunikasi organisasi yang terjadi pada Industri Legen Ardi Raharja di Desa Karanggintung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian ini adalah pekerja warga Desa Karanggintung Kecamatan Kemranjen, yang bekerja di Industri Legen Ardi Raharja. Pengambilan sampelnya adalah dengan cara purposive sampling, kriteria informan yang peneliti tetapkan sebagai informan utama adalah informan yang dipilih telah lama bekerja di Industri tersebut, serta lebih berpengalaman. Dalam penelitian ini, data dianalisis dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa komunikasi organisasi yang terjadi di Industri Legen Ardi Raharja sudah berjalan dengan baik dan lancar sehingga menimbulkan rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama pekerja maupun pekerja dengan pemiliknya. Ada tiga model komunikasi yang diterapkan dalam organisasi, yaitu komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas dan komunikasi diagonal. Komunikasi ke bawah pihak pimpinan lebih mendominasi, mengingat alur perintah kerja lebih banyak dilakukan dlama pola komunikasi ini. Untuk komunikasi ke atas lebih banyak berupa penyampaian hasil kerja maupun bentuk koordinasi antara pekerja dengan pimpinan. Sementara itu untuk komunikasi diagonal dilakukan antar bagian yang saling berkoordinasi untuk mengetahui informasi bagian lain yang berguna untuk proses kerja bagian tertentu. Media komunikasi yang digunakan lebih banyak berupa komunikasi personal terutama rapat yang sifatnya rutin guna menyelaraskan kegiatan produksi maupun pemasaran. Komunikasi yang efektif akan sangat membantu proses produksi di Industri Legen Ardi Raharja sehingga diupayakan untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi, melalui pemanfaatan media komunikasi yang dimiliki oleh semua pekerja. Karena itulah pimpinan industri perlu memperhatikan pengadaan/kepemilikan media komunikasi sehingga ke depannya komunikasi dapat berjalan lancar. Bagi Industri Legen Ardi Raharja komunikasi organisasi didalamnya harus dijaga dengan baik sampai di masa yang akan datang sehingga proses produksi dapat terus meningkat. Bagi pemerintah daerah diharapkan memberikan pembinaan untuk para petani gula kelapa agar bisa memotivasi dalam pemroduksian gula kelapa dengan berbagai inovasi. Kata kunci: Komunikasi Organisasi. | Legen Ardi Raharja industry organization ensures that the communication goes well, due to the formation of organizational communication that is well regarded by the industry as an attempt to provide smooth communication process that takes place. Based on that study, entitled "Communications Industry Organizations In Legen Ardi Prog In Karanggintung Village District of Banyumas Kemranjen" aims to study organizational communication that occurs on Prog Ardi Legen Industry in Rural Karanggintung Kemranjen District of Banyumas. The target of this research is working Karanggintung villagers Subdistrict Kemranjen, who works in the industry Legen Ardi Prog. Sample collection is by purposive sampling, researchers specified criteria informants as key informants were selected informants has long worked in the industry was, as well as the more experienced. In this study, the data were analyzed with the interactive analysis. The results of the study explained that communication is happening in industry organizations Legen Ardi Prog has been going well and smoothly, giving rise to a sense of solidarity with fellow workers and workers with their owners. There are three models of communication are applied in the organization, namely downward communication, upward communication and communication diagonal. Communication under the leadership of the more dominate, given the flow of work orders more done dlama this communication pattern. For more upward communication in the form of delivery of the work and forms of coordination between workers and management. Meanwhile, the communication is done between the diagonal coordinate with each other to determine which parts of other useful information for certain parts of the work process. Communication media used more particularly in the form of personal communication that are meeting regularly to align production and marketing activities. Effective communication will greatly assist the process of production in industry Prog Legen Ardi thus strived to continuously improve the quality of communication, through the use of communication media that is shared by all workers. That's why industry leaders need to pay attention to the procurement / ownership of communications media so that the future communications can be run smoothly. For Legen Industry Ardi Prog communication inside the organization must be maintained properly to in the future so that the process can continue to increase production. For local government is expected to provide guidance for palm sugar farmers in order to motivate the pemroduksian palm sugar with a range of innovative Keywords: Organizational Communication. | |
| 8849 | 10645 | D1E010209 | BOBOT DAN PERSENTASE TULANG DAN DAGING DALAM KARKAS PADA BERBAGAI AYAM SENTUL JANTAN UMUR DELAPAN MINGGU | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot dan persentase daging dan tulang dalam karkas berbagai ayam Sentul jantan umur delapan minggu.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Sentul jantan umur sehari terdiri atas ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas, ayam Sentul Geni.Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas dan ayam Sentul Geni. Setiap perlakuan diulang 5 kali dan setiap unit percobaan terdiri atas 10 ekor.Peubah yang diamati adalah bobot dan persentase daging dan bobot dan persentase tulang.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa berbagai ayam Sentul jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase daging dalam karkas dan berbagai ayam Sentul jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase tulang dalam karkas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa berbagai ayam Sentul jantan tidak menyebabkan perbedaan terhadap bobot dan persentase daging dan tulang dalam karkas. | The purpose of the experiment was to study the differences of mortality and heterophile/lymphocyte ratio of various male Sentul chicken of starter period. The materials used in the research was day-old chicks of male Sentul chicken, consisted of Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas, and Sentul Geni. This research was conducted by experimental method and used Completely Randomized Design (CRD). The treatments were Sentul chickens consisted of Sentul Abu chicken, Sentul Batu chicken, Sentul Debu chicken, Sentul Emas chicken and Sentul Geni chicken. Each treatment was repeated five times, each experiment units consisted of eight birds. Each treatment was repeated five times, each experiment unit consisted of ten birds. Variables measured were weight and percentage of bone and meat in the carcass. Data were analyzed by analysis of variance. The results of analysis of variance showed that various male sentul chicken not significant (P>0.05) effect on the weight and percentage of meat and variance showed that various male sentul chicken not significant (P>0.05) on the weight and percentage of bone.The results of this study cocludes that of chicken Sentul does not cause differences of the weights and percentage of meat and bones in the carcass. | |
| 8850 | 11083 | P2AA11050 | STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KABUPATEN BREBES | Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah penghasil kentang (Solanum tuberosum L.) di Jawa Tengah, khususnya di Kecamatan Paguyangan dan Sirampog. Paguyangan dan Sirampog merupakan daerah dataran tinggi yang sangat potensial untuk syarat tumbuh tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Menganalisis produktivitas kentang; (2). Menganalisis pendapatan petani kentang; dan (3). Menyusun prioritas strategi pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden petani menggunakan metode Cluster Random Sampling diperoleh sebanyak 100 responden dan responden pakar dengan metode Purposive Sampling diperoleh 14 responden. Metode analisis produktivitas digunakan untuk mengetahui produktivitas kentang per musim, analisis usahatani untuk mengetahui pendapatan usahatani kentang dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menyusun prioritas strategi pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Brebes. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1). Rata-rata produktivitas kentang di Kabupaten Brebes pada musim tanam pertama sebesar 14 ton/ha, musim tanam ke dua sebesar 19,5 ton/ha dengan produktivitas pertahun 33,5 ton/ha. Produktivitas permusim di Kabupaten Brebes masih tergolong rendah dari potensi hasil varietas Granola yaitu 26,5 ton/ha, rendahnya produktivitas kentang dipengaruhi antara lain oleh masih terbatasnya penggunaan benih unggul oleh petani, kualitas benih kentang yang digunakan, musim, keharaan tanah dan serangan penyakit; (2). Pendapatan per hektar usahatani kentang di Kabupaten Brebes pada musim tanam pertama sebesar Rp9.216.372,00/ha, musim tanam ke dua sebesar Rp31.495.610,00/ha dengan rata-rata pendapatan pertahun sebesar Rp40.711.983,00/ha/tahun; (3). Prioritas strategi pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Brebes meliputi: 1). Subsistem penyediaan sarana produksi yaitu subkriteria asal benih, dan sub-sub kriteria penangkar; 2). Subsistem pemasaran yaitu subkriteria potensi permintaan pasar, dan pertumbuhan penduduk; 3). Subsistem lingkungan yaitu subkriteria biotik, dan sub-sub kriteria penyakit; dan 4). Subsistem budidaya yaitu subkriteria pemilihan benih berkualitas, dan sub-sub kriteria G3 (generasi vegetatif ketiga). Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disarankan sebagai berikut: (1). Perlunya mendorong petani untuk menggunakan benih unggul bersertifikat dari penangkar benih yang mendapatkan pengawasan dari balai benih, dan meningkatkan benih tanam yang digunakan dari benih G4 ke generasi diatasnya seperti G3 maupun G2; (2). Perlu mendorong munculnya penangkar-penangkar benih bermutu di Kabupaten Brebes dengan bekerjasama dengan Balai benih, supaya kebutuhan benih bermutu dapat terpenuhi. | Brebes Regency is one of potato producers in Central Java, especially in Paguyangan and Sirampog Subdistrict which has a high potential upland to grow potato. This study aimed to : (1) analyze the potato productivity; (2) analyze potato farmers income; and (3) arrange the priority of potato cultivation development in Brebes Regency. Survey method is used in this study. While Cluster Random Sampling is used to consider the first 100 respondents and Purposive Sampling method is used to consider 14 expert respondents. Productivity analysis method is also used to know the potato productivity in a every season, farm analysis to know the potato farm income and Analytical Hierarchy Process (AHP) to arrange the priority of potato cultivation development in Brebes Regency. The result of this study indicated that (1) the average of potato productivity in Brebes Regency on the first growing season was 14 ton/ha, while the second growing season was 19,5 ton/ha with annual productivity range of 33,5 ton/ha. It was relatively lower than the potential of Granola variety that was 26,5 ton/ha, the low productivity of potato was affected by the limited usage of high quality seeds, potato seeds quality, climate, soil nutrients, and plant disease; (2) The average income of potato farm in Brebes Regency on the first growing season was Rp9.216.372,00/ha, while on the second growing season was Rp31.495.610,00/ha with the annual average income of Rp40.711.983,00/ha/year; (3) the priority of potato cultivation development strategy in Brebes Regency included : 1) the productions tools supply subsystem was sub criteria of seeds origin, and other sub criterias of captivity; 2) the marketing subsystem was sub criteria of market demands potential, and population growth; 3) the environment subsystem was biotic sub criteria, and other sub criterias of illness; and 4) the cultivation subsystem was sub criteria of high quality seeds selection, and other sub criterias G. (third vegetative generation). Based on the study, there are some advices as follow: (1). The need to encourage farmers to use improved seed from certified seed that getting control of breeding centers, and increasing the use of seed planting seed generation G4 to G3 and G2 as above; (2). it is needed to encourage the farmers in captivity high quality seeds in Brebes Regency by cooperating with the seed center in order to fulfill the high quality seeds needs. | |
| 8851 | 9160 | H1E008031 | KARAKTERISASI SIFAT OPTIK LAPISAN TITANIUM DIOKSIDA DENGAN DOPING SENSITIZED EKSTRAK PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB DAN CAPSICUM ANNUM | Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi sifat optik dan listrik lapisan Titanium Dioksida dengan doping pewarna alami ekstrak daun pandan dan buah cabai merah. Pada sifat optik, lapisan tipis TiO2 didoping dengan kedua dye yang berpori ukuran nano partikel dan disintesis menggunakan metode spin coating. Sedangkan untuk karakterisasi sifat listrik menggunakan metode doctor Blade. Hasil pengujian absorbsi cahaya dengan menggunakan UV-Vis untuk daun pandan perendaman 3 hari mempunyai puncak serapan 1 pada panjang gelombang 650 nm dengan energi foton 1,91 eV. Untuk daun pandan perendaman 5 hari mempunyai puncak serapan 1 pada panjang gelombang 350 nm dengan energi foton 3,55 eV. Sedangkan untuk dye buah cabe merah, perendaman 3 hari mempunyai puncak serapan 1 pada panjang gelombang 700 nm dengan energi foton 1,77 eV. Untuk perendaman 5 hari mempunyai puncak absorbansi 1 pada panjang gelombang 350 nm dengan energi foton 3,55 eV. Adapun arus listrik dan tegangan yang dihasilkan, untuk ekstrak daun pandan perendaman 3 hari sebesar 5,1x10-6 mA dan 0,36 mV, untuk ekstrak daun pandan perendaman 5 hari sebesar 15,6x10-6 mA dan 0,57 mV, untuk ekstrak buah cabe merah perendaman 3 hari sebesar 8,3x10-6 mA dan 1,17 mV serta untuk ekstrak buah cabe merah perendaman 5 hari sebesar 19,3x10-6 mA dan 0,65 mV. Sedangkan daya dan efisiensi konversi energi matahari menjadi energi listrik untuk dye daun pandan perendaman 3 hari sebesar 1,9x10-3mW dan 0,56%, untuk dye daun pandan perendaman 5 hari yaitu 8,97x10-3 mW dan 2,5%, untuk dye buah cabai merah perendaman 3 hari yaitu 8,06x10-3 mW dan 2,98%, untuk ekstrak buah cabai merah perendaman 5 hari yaitu 11,8x10-3 mW dan 4,37%. Jadi dapat disimpulkan bahwa dye daun pandan dan dye buah cabe merah mampu menyerap cahaya sehingga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan DSSC. | This research has been done on the characterization of the optical and electrical properties of Titanium Dioxide layer with doping natural dyes pandan leaf extract and red chilies. On the optical properties, TiO2 thin film doped with both dyes are porous nano-size particles and synthesized using the spin coating method. As for the characterization of electrical properties using the doctor blade method. The results of testing the absorption of light by using UV-Vis for 3 days immersion pandan leaves have one absorption peak at a wavelength of 650 nm with a photon energy of 1.91 eV. For the 5-day immersion pandan leaves have one absorption peak at a wavelength of 350 nm with a photon energy of 3.55 eV. As for the dye red chilies, 3-day immersion has one absorption peak at a wavelength of 700 nm with a photon energy of 1.77 eV. For the 5-day immersion has a peak absorbance at a wavelength of 1 350 nm with a photon energy of 3.55 eV. The electric current and voltage generated, to extract pandanus leaves 3 days immersion of 5.1 x10-6 mA and 0.36 mV, to extract pandanus leaves 5 day immersion of 15.6 x10-6 mA and 0.57 mV. for red pepper fruit extract 3 day immersion of 8.3 x10-6 mA and 1.17 mV and red pepper fruit extract for 5 days immersion of 19.3 x10-6 mA and 0.65 mV. While the power and efficiency of conversion of solar energy into electrical energy to dye immersion pandan leaves 3 days for 1,9x10-3mW and 0.56%, pandan leaves to dye the 5-day immersion 8,97x10-3 mW and 2.5%, for immersion dye red chilies 3 days ie 8,06x10-3 mW and 2.98%, to extract red chilies 5-day immersion is 11,8x10-3 mW and 4.37%. So it can be concluded that the dye pandan leaves and red chilies dye capable of absorbing light so it can be used as materials for DSSC. | |
| 8852 | 9161 | E1A109005 | FUNGSI NASKAH AKADEMIK DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH BERDASARKAN UU NO. 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN | ABSTRAK Penyusunan naskah akademik di suatu daerah, didasari oleh kebutuhan akan hadirnya produk hukum daerah yang partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan kepentingan umum di daearah yang bersangkutan. Proses penyusunan naskah akademik dalam pembentukan Peraturan Daerah menunjukkan proses kepekaan yang timbul di masyarakat, kepekaan ini ditunjukkan dalam sebuah riset (penelitian) terhadap permasalahan yang timbul, mengindentifikasi, menganalisa, dan mencarikan alternatif solusi, jalan keluar dari permasalahan tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi naskah akademik dalam pembentukan Peraturan Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sedangkan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa naskah akademik berfungsi sebagai bahan dasar bagi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah yang memuat gagasan-gagasan tentang urgensi pendekatan, luas lingkup dan materi muatan suatu Peraturan Daerah. Naskah akademik memaparkan alasan-alasan, fakta-fakta atau latar belakang tentang hal-hal yang mendorong disusunnya suatu masalah atau urusuan sehingga sangat penting dan mendesak diatur dalam Peraturan Daerah. | ABSTRACT Academic papers in an area, based on the need for the presence of local regulations that participatory and responsive to community needs and public interest in affluent concerned. The process of academic papers in the formation of local regulation shows the sensitivity that arise in the community, the sensitivity was demonstrated in a study (research) to the problems that arise, identify, analyze, and find an alternative solution, a way out of these problems. Under these conditions, the purpose of this study is to analyze the function of an academic paper in the formation of regional regulations based on Law Number 12 Year 2011 on the Establishment of Legislation. This study uses the normative juridical approach legislation (statute approach), the specification is descriptive analytical research, while the sources of legal materials used is the primary legal materials and secondary legal materials collected through the identification and inventory of laws and books literature and analyzed with qualitative normative method. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the academic paper serves as a base material for the preparation of draft local regulation that includes ideas about the urgency of the approach, the scope and substance of a regional regulation. Academic paper describing the reasons, the facts or background about the things that drive the formulation of a problem or urusuan so it is very important and urgent on the local regulation. | |
| 8853 | 9162 | B1J010062 | KERAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA HUTAN DAMAR DAN PINUS DI DESA SERANG, PURBALINGGA | Serangga tanah meliputi serangga yang hidup di permukaan tanah maupun yang di dalam tanah. Salah satu serangga tanah adalah dari familia Formicidae (semut). Semut sangat peka terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungannya sehingga semut bisa digunakan sebagai bioindikator. Salah satu habitat semut adalah hutan. Hutan merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial dalam mendukung keanekaragaman flora dan fauna. Jenis-jenis hutan di Indonesia meliputi hutan bakau, hutan rawa, sabana, hutan musim dan hutan hujan tropis. Di antara hutan hujan tropis adalah adalah Hutan Pinus dan Hutan Damar yang di antaranya yang berada di lereng kaki Gunung Slamet Kabupaten Purbalingga. Kedua Hutan itu memiliki struktur yang berbeda yang memungkinkan dapat mempengaruhi kelimpahan dan keragaman semut pada kedua hutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman semut pada kedua hutan produksi tersebut di wilayah lereng timur Gunung Slamet Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel purposif menggunakan garis transek. Variabel tidak tergantung dalam penelitian ini adalah Hutan Damar dan Hutan Pinus, Suhu, pH tanah. Variabel tergantung penelitian ini adalah kelimpahan dan keragaman semut. Parameter yang diamati adalah jumlah semut, kandungan C, N, rasio C/N serta bahan organik yang terkandung di dalam tanah pada hutan pinus dan hutan damar. Data dianalisis menggunakan Indeks Keragaman berdasarkan Magurran (1985), yaitu Indeks Shannon-Wiener, Indeks Simpson dan Indeks Kesamaan Morishita-Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Hutan Damar terdapat 36 individu dari 2 subfamilia dan pada Hutan Pinus terdapat 56 individu dari 3 subfamilia. Berdasarkan indeks Shannon-Wienner didapat hasil Hutan Damar (1,64) dan Hutan Pinus (1,76). Indeks Simpson pada Hutan Damar sebesar (0,238) dan pada Hutan Pinus (0,210) yang masuk kategori memiliki dominansi yang rendah dengan tingkat kesamaan pada Indeks Morshita-Horn (91%). Kata Kunci: Semut, Hutan Pinus, Hutan Damar | Soil Insects include insects that live on the surface of the ground or under the ground. One group of the soil insects are those that belong to the family of Formicidae (ants). Ants are very sensitive to changes that occur in the environment so it can be used as a bioindicator. One of the habitat of the Ants is forest. Forests have natural resources which are potential in supporting flora and fauna diversities. Many kinds of forest in Indonesia include mangrove, swamp, savannas and tropical rain forest. Among the tropical rain forest is a Pine forest and Damar Forests which are located on the slopes of the foothills of Mount Slamet Purbalingga. Both forests have a different structure and may be able to influence the abundance and diversity of ants both forests. The purpose of this research was to understand the diversity of ants in both production forests on the eastern slope of Mount Slamet Purbalingga. The methods used in this research was survey, with purposif sampling techniques using transects. Independent variable in this research were Damar forests and Pine forests, temperature, and soil pH. Dependent variable of this research are the abundance and diversity of ants. The observed parameters are the number of ants, the content of C, N, and c/n ratio in the organic material contained in the ground in a pine forest and forest resin. Data were analyzed index diversity based on Magurran (1985), namely Shannon-Wiener index, Simpson index and Morishita-Horn index of similarity. The results showed that on Damar forest there are 36 an individu of 2 subfamilia and in Pine forest there are 56 an individu of 3 subfamilia. Index based on Shannon-Wienner obtained Damar forest (1,64) and the Pine forest (1,76). Simpson Index on Damar forest of (0,238) and in Pine forest (0,210) in the dominion having low to level of congruency in Morishita-Horn index of similarity (91%). Key Words: Ants, Pine Forests, Damar Forests | |
| 8854 | 9163 | E1A007035 | PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PENELITIAN KEMASYARAKATAN DALAM PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK (Studi Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. : 255/Pid.Sus/2011/PN.YK.) | ABSTRAK PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PENELITIAN KEMASYARAKATAN DALAM PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK (Studi Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. : 255/Pid.Sus/2011/PN.YK.) Oleh : YOHANES BOYKE ARMANDO E1A007035 Hasil utama dari pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan dalam perkara anak nakal adalah laporan hasil penelitian kemasyarakatan. Salah satu putusan Hakim yang mempertimbangkan Penelitian Kemasyarakatan yang diajukan oleh Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam penjatuhan pidana terhadap anak adalah Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No.: 255/Pid.Sus/2011/PN.YK. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah pertimbangan hakim terhadap Penelitian Kemasyarakatan dalam penjatuhan pidana terhadap anak dan bagaimanakah penjatuhan pidana oleh hakim terhadap anak pada Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No.: 255/Pid.Sus/2011/PN.YK.? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan sumber data adalah data sekunder, yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Adapun metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode kepustakaan dan metode dokumenter. Data penelitian kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa Laporan Penelitan Kemasyarakatan menjadi salah satu bahan pertimbangan non yuridis hakim dalam menjatuhkan putusan pidana penjara terhadap Terdakwa. Penjatuhan pidana penjara tersebut menurut hemat Hakim adalah cukup adil dan bijaksana, bila pidana penjara nantinya dijalani terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan Anak agar supaya mendapat pembinaan dan bimbingan secara intensif. Penjatuhan pidana oleh hakim terhadap anak pada Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No.: 255/Pid.Sus/2011/PN.YK. didasarkan pada pertimbangan yuridis dan non yuridis. Pertimbangan yuridis meliputi: umur terdakwa, dakwaan Jaksa Penuntut Umum, keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa, barang bukti, terpenuhinya unsur-unsur Pasal 365 ayat (1) jo. Pasal 53 ayat (1) KUHP dan memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Sedangkan pertimbangan non yuridis meliputi: hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan.Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Hakim menjatuhkan pidana penjara bukan penjatuhan hukuman tindakan terhadap Terdakwa. Penjatuhan pidana penjara tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi Terdakwa agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Kata kunci: pertimbangan hakim, penelitian kemasyarakatan, penjatuhan pidana | ABSTRACT CONSIDERATION OF RESEARCH COMMUNITY JUDGE The sentences PENALTY AGAINST CHILDREN (Study of Yogyakarta District Court Decision No.: 255 / Pid.Sus / 2011 / PN.YK.) by: Yohanes Boyke Armando E1A007035 The main result of the implementation of the Community Advisor task in the case of a hellion is a community research report One of the Judge's decision that considers the research proposed by the Community Correctional Center (BAPAS) in criminal punishment against children is the Yogyakarta District Court Decision No.: 255/Pid.Sus/2011/PN.YK. Based on this, the problem posed in this study are: how consideration of the Research Society judges in criminal punishment against children and how sentences by judges against children in Yogyakarta District Court Decision No. .: 255 / Pid.Sus / 2011 / PN.YK.? This study uses a normative approach, the specification of descriptive research and data sources are secondary data, which includes primary legal materials and secondary legal materials. The data collection method is by using the methods of literature and documentary methods. The data were analyzed qualitatively normatively. Based on the results of research and discussion, it was concluded that the Community Research Report into consideration one of the judges in a non-judicial imprisonment verdict against the defendant. The imposition of the imprisonment of Justice opinion, is quite fair and wise, when the defendant endured imprisonment later in Child Penitentiary in order to receive intensive coaching and guidance. Sentences by judges against children in Yogyakarta District Court Decision No. .: 255 / Pid.Sus / 2011 / PN.YK. based on considerations of judicial and non-judicial. Juridical considerations include: the age of the accused, the Prosecutor's indictment, witnesses, defendant testimony, evidence, fulfilled the elements of Article 365 paragraph (1) jo. Article 53 paragraph (1) of the Criminal Code and meet the elements of a criminal offense. While the non-judicial considerations include: the things that burden and the things that meringankan.Berdasarkan these considerations, Judge impose imprisonment not condemnation action against the defendant. The imposition of imprisonment is expected to be a lesson for the defendant not to repeat his actions. Keywords: consideration of the judge, the research community, the imposition of criminal | |
| 8855 | 9165 | G1B009059 | GAMBARAN TUBERKULOSIS PARU PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON TAHUN 2014 | INTISARI Jumlah kasus Tuberkulosis balita per tahun adalah 5 % sampai 6 % dari total kasus Tuberkulosis. Di Jawa Barat tahun 2013 Prevalensi kasus Tuberkulosis 102 per 100.00 penduduk. Dan kasus tuberkulosis paru balita yang terbanyak pada tahun 2013 terdapat di kabupaten bandung yakni sebesar 157 kasus. Untuk di Kabupaten Cirebon Kasus Tuberkulosis balita pada tahun 2013 sebanyak 125 kasus dan yang terbanyak terdapat di Puskesmas Kedawung sebanyak 33 Kasus. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedawung Sampel pada penelitian ini adalah 33 pasien tuberkulosis balita yang pernah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon pada tahun 2013 sampai 2014 yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kedawung. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan variabel balita yaitu umur tertua 4 tahun dan umur termuda 1 tahun, diderita oleh anak perempuan (57,6%), status gizi kurang (90,9%) mempunyai riwayat imunisasi BCG tidak tepat waktu (3%) serta mempunyai riwayat penyakit infeksi lain (84,8%). Tidak ada riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis (54,5%). Berdasarkan variabel orang tua, tidak ada anggota lain yang menderita tuberkulosis (69,7%). pendidikan orang tua SMA atau SMK (39,4%) dan penghasilan orang tua rendah (≤ UMK Kabupaten Cirebon) (75,8%). Berdasarkan variabel waktu, riwayat Tuberkulosis balita baru pertama kali menderita (97%). Lama sakit yang diderita balita terlama 6 bulan (6,1%) terpendek 2 bulan (6,1%). Status pengobatan balita sebagian besar sedang dalam pengobatan (93,9%). Berdasarkan variabel tempat, kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kedawung tersebar di 1 kecamatan dengan 8 desa. Kasus tuberkulosis tertinggi terdapat di Desa Kedawung (21,2%). Berdasarkan variabel kondisi rumah, ventilasi rumah tidak memenuhi syarat (100%), kepadatan hunian rumah tidak memenuhi syarat (93,9%), jenis lantai rumah responden memenuhi syarat (100%). tidak membuka jendela pada siang hari 4 (72,7%). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya tuberkulosis balita adalah menjaga balita dari kontak langsung dengan penderita TB BTA positif dan meningkatkan status gizi balita, serta membuka jendela rumah pada siang hari agar bakteri tuberkulosis mati. Kata kunci : Deskriptif, Tuberkulosis Balita Kepustakaan : 101 (2000-2013) | ABSTRACT The number of tuberculosis cases per year toddler is 5% to 6% of the total cases of tuberculosis. In West Java in 2013 Prevalence of Tuberculosis cases 102 per 100.00 inhabitants. And cases of pulmonary tuberculosis that most toddlers in 2013 there were in the district of Bandung which amounted to 157 cases. For in Cirebon District Tuberculosis Case toddler in 2013 as many as 125 cases and that most are in PHC Kedawung total of 33 cases. The study was conducted at the Puskesmas Kedawung samples in this study were 33 patients who had had tuberculosis toddler checks in Cirebon Kedawung Health Center in 2013 to 2014 who live in the Puskesmas Kedawung. The results showed that infants variable based on the age of the oldest 4 years and the youngest age of 1 year, suffered by girls (57.6%), lack of nutritional status (90.9%) had a history of BCG immunization is not timely (3%) and has history of other infectious diseases (84.8%). There is no history of contact with tuberculosis patients (54.5%). Based on the parents variables, no other members who suffer from tuberculosis (69.7%). parental education or vocational high school (39.4%) and low income parents (MSEs ≤ Cirebon) (75.8%). Based on the time variable, a history of tuberculosis toddler suffered first-time (97%). Toddler suffered a long illness longest 6 months (6.1%) shortest 2 months (6.1%). Treatment status toddlers are mostly in treatment (93.9%). Based on a variable, cases of tuberculosis in Puskesmas Kedawung districts spread over 1 to 8 villages. Cases of tuberculosis was highest in Kedawung (21.2%). Based on the condition variable, home ventilation are not eligible (100%), the density of dwelling houses are not eligible (93.9%), type of home flooring eligible respondents (100%). do not open the windows during the day (72.7%). Efforts should be made to prevent the occurrence of tuberculosis toddler is keeping toddlers from direct contact with smear-positive TB patients and improve the nutritional status of children, as well as opening the windows of the house during the day so that tuberculosis bacteria die. Keywords: Descriptive, Tuberculosis Baby Bibliography: 101 (2000-2013) | |
| 8856 | 10644 | D1E010252 | PENGGUNAAN AZOLLA MICROPHYLLA DALAM PAKANI TIK PEKING JANTAN TERHADAP BOBOT AKHIR DAN ORGAN ACCESORY | Tujuan dari penelitian mengevaluasi penggunaan Azolla microphylla terhadap Bobot Akhir dan Organ Accesory dan mengkaji taraf Azolla microphylla yangoptimum dalam menurunkan konversi pakan itik Peking jantan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu : P0: tanpa penambahan Azolla microphylla, P1 : penambahan 7,5% Azolla microphylla, P2: penambahan 15% Azolla microphylla, dan P3: penambahan 22,5% Azolla microphylla.Setiap perlakuan dilakukan sebanyak 5 kali ulangan.Jumlah itik yang diteliti sebanyak 60 ekor.Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan Azolla microphylla berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Bobot Akhir dan Organ Accesory.Berdasarkan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ), perlakuan P0 dengan P1,P2, dan P3 menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata(P<0,01) demikian pula pada P1 dengan P2 dan P3 dan P2 serta antara P2 dan P3. Kesimpulan penggunaan Azolla microphylla dalam pakan itik Peking jantan sampai dengan taraf tertinggi 22,5% meningkatkan bobot akhir, bobot giblet dan bobot saluran pencernaan itik Peking jantan umur empat sampai umur delapan minggu. | The purpose of this study was to evaluate the use of Azolla microphyllaon the Final Weights and AccessoryOrgan and to review the optimum level of Azolla microphyllato lower feed conversion of the male Peking duck feed. The study used Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, P0:Without additionAzolla microphylla, P1: 7.5% Azolla microphylla, P2: 15% Azolla microphylla, dan P3: 22.5% Azolla microphylla. Each treatment was performed with 5 repetitions. The Number of ducks were examined as many as to heads. The results of analysis of variance showed that the use ofAzolla microphylla very significantly (P<0.01) affacted final weight and Accesoryorgan. Berdasarkan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ), perlakuan P0 dengan P1,P2, dan P3 menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata(P<0,01) demikian pula pada P1 dengan P2 dan P3 dan P2 serta antara P2 dan P3. Kesimpulan penggunaan Azolla microphylla dalam pakan itik Peking jantan sampai dengan taraf tertinggi 22,5% meningkat kan bobot akhir, bobot giblet dan bobot saluran pencernaan itik Peking jantan umur empat sampai umur delapan minggu. Rataan bobot akhir, bobot giblet, bobot saluran pencernaan perlakuan P3 lebih tinggi di bandingkan dengan perlakuan P0, P1 dan P2. | |
| 8857 | 10646 | E1A010134 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA GRATIFIKASI TERHADAP HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI AKIL MUCHTAR | ABSTRAK Tindak pidana korupsi di Indonesia sudah meluas dalam masyarakat. Salah satu perkembangan dari Tindak Pidana Korupsi adalah adanya Tindak Pidana Gratifikasi. Tindak pidana tersebut telah menjadi suatu kejahatan yang luar biasa. Begitu pula dalam upaya pemberantasannya tidak lagi dapat dilakukan secara biasa, tetapi dituntut dengan cara yang luar biasa Permasalahan dalam penelitian yang diambil antara lain: Menganalisis alat bukti yang menyebabkan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana Chasan terbukti melakukan Tindak Pidana Gratifikasi terhadap M Akil Muktar dan menganalisis bentuk pembuktian dan klasifikasi Gratifikasi Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder, Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat bukti yang menyebabkan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana Chasan terkena kasus gratifikasi adalah ; Alat bukti petunjuk elektronik, Alat bukti keterangan saksi yang memberatkan terdakwa, Alat bukti keterangan ahli yang menerangkan bahwa terdakwa telah melakukan unsur gratifikasi dengan maksud untuk merubah putusan perkara yang diserahkan kepada M. Akil Muchtar dan Alat bukti keterangan terdakwa berupa pengakuan delik yang didakwakan oleh Jaksa. Sedangkan bentuk pemberian yang dikategorikan sebagai gratifikasi dalam kasus ini adalah adanya unsur pemberian uang yang diberikan Wawan dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepada M Akil Muchtar untuk diadili dalam perkara hasil Pemilihan Umum Daerah Banten. Kata Kunci: Korupsi, Gratifikasi, Pembuktian | ABSTRACT Corruption in Indonesia is widespread in society. One of the developments of Corruption is the presence of Gratification. Such crime has become an extraordinary crime. So did in the eradication measures can no longer be done in ordinary, but is charged with an extraordinary way. Problems in research undertaken include: Analyze the evidence that led to the defendant Tubagus Chaeri Wardana Chasan guilty Gratuities to M Akil Muchtar and analyze forms of evidence and classification Gratification The approach used in this research is normative juridical. This research is done by examining the library materials are secondary data. The data obtained and analyzed qualitative descriptive method. Source of data used are primary data and secondary data Evidence which caused the defendant Tubagus Chaeri Wardhana Chasan exposed of gratification case is : Evidence-screen manual, tool witness testimony incriminating evidence the defendant, Evidence statements of experts who testified that the defendant has committed an element of gratification with the intent to change the decision of the case submitted to M. Akil Muchtar and Evidence testimony of the defendant in the form of recognition of the offense as indicted by Prosecutor, While categorized as a form of compensation in this case is the element of the provision of money given to Wawan with the intent to influence the decision of the case submitted to M Akil Muchtar to stand trial in the case of Banten provincial election results. Keywords: Corruption, Gratuities, Evidence | |
| 8858 | 9166 | C1L010022 | AN ANALYSIS ON THE MANAGEMENT OF INDIVIDUAL INPATIENT RECEIVABLE AT THE RSUD GUNUNG JATI CIREBON CITY | Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus di salah satu rumah sakit pemerintah di Cirebon, yaitu RSUD Gunung Jati Kota Crebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mengelola piutang mulai pendaftaran, pencatatan, verifikasi, penagihan dan penutupan piutang. Objek penelitian ini adalah piutang rawat inap individu. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini mengevaluasi faktor-faktor internal rumah sakit mempengaruhi total pembayaran piutang rawat inap individu. Hasil penelitian ini adalah kekurangan sumber daya manusia, kurangnya standar operasional, kurangnya sistem yang mengendalikan pengelolaan piutang, dan kurangnya pemeliharaan infrastruktur menyebabkan meningkatnya jumlah pasien rawat inap individu piutang. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit serius membutuhkan untuk mempersiapkan tindak lanjut polos tindakan terutama pada ketersediaan infrastruktur rumah sakit, analisis beban kerja, pelatihan, monitoring dan pedoman pembangunan. | This research is a qualitative descriptive using a case study approach in one of government hospital in Cirebon, namely RSUD Gunung Jati Cirebon City. This research aims to identify various constraints in managing account receivable starting registration, recording, verification, billing and closure of account receivable. This research object is the individual inpatient receivable. Techniques used in collecting data was interview, observation, and literature study. This research evaluates the internal factors of the hospital influence the total payment of individual inpatient receivable. The results of this research are a shortage of human resources, lack of the operational standard, lack of the system which controlling the management of receivable, and lack of maintenance of infrastructure cause the increasing an amount of individual inpatient receivable. Based on the results of this research showed that hospital management seriously requires to prepare a follow up plain of action especially on the availability of hospital infrastructure, workload analysis, training, monitoring and the development guidelines. | |
| 8859 | 9220 | B1J010227 | Pertumbuhan 4 (Empat) Isolat Trichoderma spp. pada Onggok dan Uji Senyawa Organiknya | Trichoderma merupakan fungi dari Filum Deuteromycota yang dapat diisolasi dari beberapa rhizosfer tanaman, di antaranya rhizosfer tanaman jahe, nenas, bawang merah dan pisang. Fungi Trichoderma spp. selain dikenal sebagai jamur antagonis, diketahui juga mampu tumbuh dan menurunkan kadar senyawa organik pada limbah agroindustri. Salah satu limbah agroindustri tersebut adalah limbah cair tapioka atau disebut onggok. Onggok memiliki karakteristik mengandung racun sianida, bahan organik yang ditandai dengan nilai COD, BOD dan TS yang ditinggi serta nilai pH yang rendah. Onggok yang dibuang ke lingkungan tanpa diolah dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan 4 isolat Trichoderma spp. pada onggok, serta mengetahui isolat Trichoderma spp. yang paling baik dalam mengubah senyawa organik pada onggok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 isolat Trichoderma spp. tidak mampu tumbuh pada onggok yang ditandai dengan menurunnya biomassa akhir. Penurunan biomassa akhir ini disebabkan kadar sianida sebagai faktor pembatas. Rata-rata persentase penurunan sianida tertinggi berasal dari Trichoderma isolat nenas yaitu 68,73%, Penurunan tersebut diduga bukan sepenuhnya disebabkan aktivitas Trichoderma spp., namun ada faktor lain yaitu penguapan. | Trichoderma spp. are fungi of Phylum Deuteromycota that can be isolated from several rhizospheres, such as rhizospheres of ginger, pineapple, shallot and banana. Trichoderma spp. are known as antagonist fungal, and also had the ability to grow and reduce organic compounds level in agroindustial waste. One of the agroindustrial waste is tapioca wastewater called cassava. Cassava has the characteristics of cyanide toxin; organic compouds that is characterized by the high level of COD, BOD and TS ; and low value of pH. Discharged cassava to the environment without being treated can lead to environmental pollution. The aims of this study were determining 4 isolates of Trichoderma spp.’s growth on cassava, as well as knowing the best isolates of Trichoderma spp. in changing the organic compounds in cassava. This study used the experimental with completely randomized design (CRD) method. The results showed that the 4 isolates of Trichoderma spp. were not able to grow on cassava, that is characterized by decreasing of final biomass. The decrease of final biomass was caused by high level of cyanide as a limiting factor. The highest average percentage of cyanide reduction was derived from pinneaple isolate of Trichoderma which was 68.73%. The reduction was not completely caused by Trichoderma activity, but there were other factors which was evaporation. | |
| 8860 | 9167 | E1A007268 | Perlindungan Hukum Terhadap Guru Wiyata Bhakti Sekolah Dasar (Studi Kasus di Kabupaten Purbalingga) | Judul dalam penelitian ini adalah “ Perlindungan Hukum terhadap Guru Wiyata Bhakti Sekolah Dasar ( Studi di Kabupaten Purbalingga )”. Penelitian ini dilakukan karena perlindungan hukum terhadap guru wiyata bhakti yang mendapatkan upah dibawah UMR ( Upah Minimum Regional ) dan belum adanya peraturan yang mengatur secara khusus tentang guru wiyata bhakti. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara, kuesioner dan studi kasus yang dilakukan di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Purbalingga dan Sekolah Dasar di Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana perlindungan hukum terhadap tenaga Guru Wiyata Bhakti Sekolah Dasar di Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap guru wiyata bhakti sekolah dasar yang mencakup hak dan kewajiban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis sosiologis dan bersifat deskriptif. Metode analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa belum adanya perlindungan hukum terhadap guru wiyata bhakti di Kabupaten Purbalingga, sehingga mereka belum mendapatkan hak-haknya seperti upah sesuai dengan UMR ( Upah Minimun Regional ), kesehatan dan kesejahteraan, serta belum adanya peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga yang mengatur tentang perlindungan hukum terhadap hak-hak dan kewajiban dari guru wiyata bhakti. | The title of this research is "Legal Protection against Wiyata Bhakti Elementary School Teachers (Study in Purbalingga)". This research was conducted as legal protection against Wiyata bhakti teacher who earn wages below the UMR (Regional Minimum Wage) and the lack of regulations that specifically regulate Wiyata bhakti teacher. The research was conducted by interviews, questionnaires and case studies conducted in Purbalingga Regional Employment Board and Elementary School in District Bobotsari Purbalingga. The problem in this study is How legal protection against power Wiyata Bhakti Elementary School Teachers in Purbalingga. The purpose of this study was to determine the form of legal protection against Wiyata bhakti elementary school teachers that includes the rights and obligations. The method used in this research is socio juridical and descriptive. Analysis method used is descriptive qualitative. The results of research and discussion, it can be concluded that the lack of legal protection against Wiyata bhakti teacher in Purbalingga, so they do not get their rights as wages in accordance with UMR (Regional Minimum Wage), health and welfare, as well as the lack of regulations and policies made by the Purbalingga Local Government about legal protection of the rights and obligations of Wiyata bhakti teacher. |