Artikelilmiahs
Menampilkan 8.741-8.760 dari 48.908 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8741 | 9104 | G1B010015 | FAKTOR INDIVIDU YANG MEMPENGARUHILOW BACKPAIN PADA PEKERJA DI HOME INDUSTRY BATIK SOKARAJA | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 INTISARI NINDYA LINA RIYANTIKA FAKTOR INDIVIDU YANG MEMPENGARUHI LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DI HOMEINDUSTRY BATIK SOKARAJA Low back pain merupakan nyeri sekunder akibat terlalu sering menggunakan struktur anatomi normal, trauma atau cacat struktur anatomi. Menurut Borenstein, hampir dari 80% penduduk pernah mengalami low back pain dalam siklus kehidupannya dan low backpain merupakan keluhan nomor dua yang sering muncul setelah keluhan pada sistem pernafasan (Borenstein et al, 2004). Faktor individu yang berkaitan dengan low back pain menurut Armstrong dan Chaffin (1979) adalah usia, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, jenis kelamin, tinggi badan, obesitas, masa kerja, waktu kerja, sikap kerja, dan beban kerja. Pembatik rmerupakan salah satu pekerjaan yang dapat beresiko mengalami low back pain.Banyumas merupakan salah satu kabupaten penghasil batik.Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor individu yang mempengaruhilowback pain pada pekerja di Home Industry Batik Sokaraja. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhpekerja di Home Industry Batik Sokaraja dengan jumlah pembatik 65 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang terbukti mempengaruhi low back pain pada pekerja adalah kebiasaan olahraga dan masa kerja dengan p value 0,000. Sedangkan faktor individu yang tidak mempengaruhi adalah umur, kebiasaan merokok, tinggi badan, waktu kerja dan beban kerja. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu variabel yang mempengaruhi low back pain di Kecamatan Sokaraja adalah kebiasaan olahraga dan masa kerja. Saran dalam penelitian ini adalah Pembatik sebaiknya tidak bekerja secara monoton, yaitu melakukan gerak ringan seperti jalan-jalan, berdiri, menggerak-gerakkan tangan, kaki, dan punggung di sela-sela mereka bekerja. Kata kunci : Low Back Pain, Faktor Individu, Pekerja Batik Pustaka : 38 (1996-2013) | DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCE JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO 2014 ABSTRACT NINDYA LINA RIYANTIKA INDIVIDUAL FACTORS RELATED TO LOW BACK PAIN ON EMPLOYEES IN BATIK SOKARAJA HOME INDUSTRY Low back pain is secondary pain caused of overuse of normal anatomical structure, trauma or dissability. According Borenstein, nearly 80% of people population had low back pain experienced complaints in their life cycle, and low back pain is the second complaints came after the respiratory system complaints. According Armstrong and Chaffin (1979), the individual factors wich associated with low back pain are age, smoking habits, exercise habits, gender, height, obesity, job tenure, work time, work attitude, and work load.Batik workers is one of jobs which has low back pain risk. Banyumas is one of batik regency production. The purpose of this study is to determine the individual factors that affect the batik worker with low back pain in Batik Sokaraja Home Industry. The populations in this research are the number of batik workers in Batik Sokaraja Home Industry. The sampling technique is total sampling. The result of this research shows that exercise habits and job tenure are the individual factor which related with low back pain on batik workers in Batik Sokaraja Home Industry with p value 0,000.The individual factors that have not effect are age, smoking habbits, height, working time, and workload. The suggestion in this research is the batik workers should not be monotonous work, they must have movements such as walking, standing, moving legs, arms, and back. Keywords : Low Back Pain, Individual Factors, Batik Employees Reading list : 38 (1996-2013) | |
| 8742 | 9106 | F1C007071 | OBJEKTIVITAS PEWARTA FOTO DI LEMBAGA KANTOR BERITA NASIONAL (LKBN) ANTARA DALAM MENENTUKAN SUDUT PANDANG (ANGLE) SUATU FOTO BERITA | Penelitian ini mengambil judul “Objektivitas Pewarta Foto di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dalam menentukan Sudut Pandang (Angle) Suatu Foto Berita”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebuah objektivitas pewarta foto berpengaruh pada sudut pengambilan atau angle suatu foto berita. Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara merupakan lembaga pemerintah yang selalu menampilkan foto berita yang objektif. Peneliti ingin mengetahui dari tiga informan yaitu dua pewarta foto dan satu redaktur foto di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mengenai dimensi truth atau factualitas pewarta foto dalam menentukan sudut pandang (angle) suatu foto berita, relevansi aspek-aspek fakta yang diberitakan dengan standar jurnalistik pewarta foto dalam menentukan sudut pandang (angle) suatu foto berita dan objektivitas pewarta foto dalam menentukan sudut pandang (Angle) Suatu Foto Berita. Untuk dapat menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode deskriptif (descriptive research). Penelitian ini dilakukan di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Foto Jakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam terhadap semua informan secara tatap muka. Peneliti juga melakukan pencarian data melalui sumber-sumber tertulis untuk memperoleh informasi mengenai objek penelitian ini, sebagai data skunder. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa faktualitas atau dimensi truth sebuah berita tergambar dari sebuah foto berita yang diambil oleh pewarta foto yang kemudian dipilih oleh redaktur dengan referensi dari fakta berita tersebut dilihat dari opini umum. Harus terdapat relevansi antara foto berita dengan unsur-unsur jurnalistik. Sebagai sebuah lembaga yang dikelola pemerintah, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mencoba dan terus berusaha untuk menjaga objektivitas dalam setiap produk foto mereka. | The title of this research " Objectivity Photojurnalist in Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara in determining Viewpoint ( Angle) A News Photograph ". This research done to know how an objectivity photojurnalist haves an in with angle of retrieval or angle a news photograph. Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara is government instituting always presents objective news photograph. Researcher wish to know out of three informens that is two pewarta photograph and one photograph editors in Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara about dimensions truth or factuality pewarta photograph in determining viewpoint ( angle) a news photograph, relevansi fact aspects reported on with journalistic standard pewarta photograph in determining viewpoint ( angle) a news photograph and objectivity pewarta photograph in determining viewpoint ( Angle) A News Photograph. To be able to find answer from the question is researcher applies descriptive method ( descriptive research). This research done in Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Jakarta. Data collecting technique applied is with in-depth interview to all informens in looks in the face. Researcher also does seeking of data through sources written to obtain information about this research object, as data secondary. From result of the research it is found that faktuality or dimension truth a news drawn from a news photograph taken by pewarta photograph that is then selected by editor with reference from the news fact seen from public opinion. Have to be there relevansi between news photographs with journalistic elements. As a institute managed by government Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara tries and always tries to take care of objectivity in every their photograph product. | |
| 8743 | 9107 | H1L010006 | RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA UNTUK ANAK – ANAK BERBASIS ADOBE AIR UNTUK ANDROID (STUDI KASUS SD NEGERI 2 SOKANEGARA PURWOKERTO) | Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan bahasa daerah. Bahasa jawa sebagai salah satu bahasa daerah yang banyak digunakan di Indonesia saat ini sudah mulai berkurang penggunanya terutama di daerah perkotaan. Pemerintah berupaya menjaga penggunaan bahasa daerah dengan memasukan pelajaran bahasa jawa sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah. Kurangnya inovasi pembelajaran membuat pelajaran bahasa jawa menjadi kurang menarik untuk siswa. Siswa lebih tertarik untuk bermain game di rumah daripada membaca buku pelajaran. Aplikasi pembelejaran bahasa jawa dapat membantu siswa dalam mempelajari mata pelajaran bahasa jawa di sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 3. Dalam perancangan aplikasi ini penulis menggunakan metode waterfall sebagai metode pengembangan aplikasi dan sistem operasi android sebagai sasaran pengguna aplikasi. Empat materi utama yang ada dalam aplikasi ini yaitu belajar aksara jawa, belajar anak hewan, belajar tanaman, dan belajar pewayangan. Aplikasi pembelajaran bahasa jawa berbasis adobe air untuk android ini dibuat dengan bahasa pemrograman action script 3. | Indonesia is a country which have many culture and language of the region. The Java language as a regional language that is widely used in Indonesia at this time had begun to diminish its users are mainly in urban areas. The Government tried to keep the use of local languages in place of the Java language lessons as subjects at the school level. The lack of innovation learning makes the Java language lessons became less attractive to students. Students are more interested in playing games at home instead of reading textbooks. This Applications can help students in learning the Java language subjects at primary schools in grade 1 to grade 3. In designing this application authors using the waterfall as a method of application development and the android operating system as the target users of the application. Four main materials that exist in the application, namely learn aksara jawa, learn animals children, learn plants, and learn to study wayang. Learning the Java language-based applications adobe air for android was created by action script 3 programming language. | |
| 8744 | 10626 | E1A010071 | TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN SECARA BERLANJUT (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI CILACAP NO.210/Pid.B/2013/PN.Clp) | ABSTRAK Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara berlanjut dalam putusan perkara Nomor : 210/Pid.B/2013/PN.Clp, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim untuk menjatuhkan pidana dalam putusan perkara Nomor : 210/Pid.B/2013/PN.Clp. Dengan menggunakan metode pendekatan yang bersifat yuridis normatif, dan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis, menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku leteratur, dokumen dan arsip atau hasil penelitian terdahulu serta Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Perkara Nomor : 210/Pid.B/2013/PN.Clp, Data yang diperoleh selanjutnya disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, dan dianalisis secara normatif kualitatif, dihasilkan simpulan sebagai berikut : Penerapan unsur-unsur tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara berlanjut dalam putusan perkara Nomor : 210/Pid.B/2013/PN.Clp. Majelis hakim telah menjatuhkan putusan dengan benar dan tepat penjatuhan pidana tersebut dengan didasarkan pada pertimbangan dan fakta hukum yang terungkap dipersidangan. Majelis hakim telah menerapkan semua unsur-unsur dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 531 ayat (1) KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Semua unsur telah terpenuhi, maka terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Dasar pertimbangan hakim untuk menjatuhkan pidana dalam putusan perkara Nomor : 210/Pid.B/2013/PN.Clp. yaitu berupa: keterangan saksi, barang bukti, surat, dan keterangan terdakwa, alat bukti tersebut saling berhubungan, pertimbangan hukum hakim tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Majelis juga telah mempertimbangkan ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Karena tidak ditemukan adanya hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cilacap telah menjatuhkan putusan kepada terdakwa, karena terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penganiayaan yang dilakukan secara berlanjut”, dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan); pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali dikemudian hari atas putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 6 (enam) bulan. | ABSTRACT Writing this Skripsi aim to to know applying maltreatment doing an injustice elements by continueing in Number verdict : 210/Pid.B/2013/PN.Clp, and to know judge consideration base to drop crime in Number verdict : 210/Pid.B/2013/PN.Clp. By using method approaches has juridical normatif, and research specification have the character of descriptively analysis use secondary data that is got with study law and regulation, books leteratur, document and archives or earlier watchfulness result with court Decision Country Cilacap Number Case: 210/Pid. B/2013/PN. Clp, data that got furthermore presented in the form of explanation that composed systematically, and analyzed according to normatif qualitative, yielded the as follows: Mistreatment doing an injustice elements applications that done according to continue in number verdict: 210/Pid. B/2013/PN. Clp. Judge assembly has dropped decision truly and correct fallout. criminal with based in deliberation and law fact revealed conference. Judge assembly has applied all elements in publik procecutor accusation, defendant deed as regulated and threatened criminal in paragraph 531 verses (1) KUHP jo. paragraph 64 verses (1) KUHP. all elements has been fulfilled, so defendant has been declared proved validly and convince to do doing an injustice as asserted in publik procecutor accusation. Base judge deliberation to drop criminal in number verdict: 210/Pid. B/2013/PN. Clp. that is shaped: witness explanation, proof goods, mail, and defendant explanation, proof tool mutual connected, judge law deliberation pursuant to paragraph 184 verses (1) KUHAP. Also considering rule as that regulated in paragraph 197 verses (1) font f KUHAP that is about matters that stress and unburden defendant. Because can not be found the existence of things able to abolish crime responsibility, good as reason of correctness and or reason of forgiveful, hence defendant have to justify its deed. Judge of district court assembly Cilacap drop decision to defendant, because proved validly and convince guilty do doing an injustice" mistreatment that done according to continue" , with crime serve a sentence during 3 ( three) month; the crime needn't experience except later on day to the judge decision determining to be punished caused by other to doing an injustice before probation during 6 (six) month. | |
| 8745 | 11069 | P2BA12030 | DETEKSI KONVENSIONAL DAN MOLEKULER BAKTERI Escherichia coli PADA AIR HASIL OLAHAN PERUSAHAAN AIR MINUM DI KOTA AMBON | Kualitas air minum merupakan sesuatu hal yang harus mendapat perhatian lebih, terutama bagi penyedia air minum. Perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan air minum bagi beberapa daerah di Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Air minum yang disalurkan ke masyarakat harus sesuai dengan PERMENKES RI NO 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, salah satu parameter adalah bebas dari bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli merupakan indikator pencemaran air. Oleh karena itu apabila dalam air minum ditemukan bakteri Escherichia coli, maka air minum tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli adalah diare. Metode untuk mendeteksi bakteri Escherichia coli dapat digunakan metode konvensional dan molekuler (PCR). Metode PCR merupakan metode molekuler yang dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sensitivitas metode konvensional dan metode molekuler dalam mendeteksi bakteri Escherichia coli pada air hasil olahan perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon. Sampel dalam penelitian ini adalah air hasil olahan perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon yang terdapat di bak penampung atau reservoir dank ran-kran pelanggan yang berjumlah 10 sampel. Sampel diambil pada tiga lokasi yaitu Kebun Cengkeh, Galunggung dan Karang Panjang. Keadaan sampel pada saat pengambilan dalam keadaan netral tanpa klorinasi. Hasil penelitian menunjukan pada metode konvensional hanya 7 sampel yang terdeteksi bakteri Escherichia coli sedangkan pada metode molekuler (PCR) semua sampel terdeteksi bakteri Escherichia coli pada air hasil olahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode molekuler (PCR) memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional dalam mendeteksi bakteri Escherichia coli pada air hasil olahan perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon. | Kualitas air minum merupakan sesuatu hal yang harus mendapat perhatian lebih, terutama bagi penyedia air minum. Perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan air minum bagi beberapa daerah di Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Air minum yang disalurkan ke masyarakat harus sesuai dengan PERMENKES RI NO 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, salah satu parameter adalah bebas dari bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli merupakan indikator pencemaran air. Oleh karena itu apabila dalam air minum ditemukan bakteri Escherichia coli, maka air minum tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli adalah diare. Metode untuk mendeteksi bakteri Escherichia coli dapat digunakan metode konvensional dan molekuler (PCR). Metode PCR merupakan metode molekuler yang dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sensitivitas metode konvensional dan metode molekuler dalam mendeteksi bakteri Escherichia coli pada air hasil olahan perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon. Sampel dalam penelitian ini adalah air hasil olahan perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon yang terdapat di bak penampung atau reservoir dank ran-kran pelanggan yang berjumlah 10 sampel. Sampel diambil pada tiga lokasi yaitu Kebun Cengkeh, Galunggung dan Karang Panjang. Keadaan sampel pada saat pengambilan dalam keadaan netral tanpa klorinasi. Hasil penelitian menunjukan pada metode konvensional hanya 7 sampel yang terdeteksi bakteri Escherichia coli sedangkan pada metode molekuler (PCR) semua sampel terdeteksi bakteri Escherichia coli pada air hasil olahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode molekuler (PCR) memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional dalam mendeteksi bakteri Escherichia coli pada air hasil olahan perusahaan air minum PT Dream Sukses Airindo (DSA) di Kota Ambon. | |
| 8746 | 10628 | F1G011025 | Citra Perempuan pada Tokoh Utama dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami | Penelitian ini berjudul “Citra Perempuan pada Tokoh Utama dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami”. Penelitian ini dilatarbelakangi pendapat bahwa pada era tahun 2000-an, pengarang perempuan Indonesia dalam menciptakan sebuah karya sastra semakin berkembang. Pengarang perempuan Indonesia pada tahun ini, melakukan pendobrakan baru dalam menciptakan sebuah karya sastra dengan cara melepaskan stereotipe-stereotipe yang merendahkan perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemikiran, sikap, dan posisi tokoh A tentang dirinya sebagai perempuan, juga mendeskripsikan pemikiran, sikap, dan posisi tokoh A tentang laki-lak, dan pemikiran, sikap, dan posisi tokoh A tentang pengalamannya sebagai wanita dalam novel Si Parasit lajang karya Ayu Utami. Penelitian ini mempunyai manfaat teoritis, yaitu dapat membantu mengembangkan teori kritik sastra feminis dalam karya sastra, sedangkan manfaat praktis, yaitu dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya khususnya yang ingin melakukan penelitian feminisme dalam suatu karya sastra. Metode yang digunakan untuk analisis adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara menentukan objek penelitian, membaca dan menyimak novel, mencatat bagian-bagian yang penting dalam novel, mengumpulkan data-data dari berbagai sumber, serta mengklasifikasikan data-data yang didapat dengan permasalahan yang akan diteliti. Analisis data yang akan dilakukan melalui pendekatan perspektif feminis. Dari penelitian ini ditemukan bahwa novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami memiliki tokoh utama bernama A merupakan perempuan muda urban yang kuat, berani, berpendidikan, bekerja, mandiri, dan memiliki kehidupan yang bebas. Kebebasan yang menjadi hak semua orang, tidak terkecuali seorang perempuan. A sebagai seorang perempuan yang beraliran feminisme radikal-liberatarian ini ingin membebaskan diri dari eksplotasi seks terhadap laki-laki yang memandang perempuan sebagai objek seks. Hal tersebut mendorong A ingin membungkam budaya patriarki mengenai suatu bentuk ketidakadilan bagi perempuan yang menginginkan kebebasan. | This research is entitled “The Image of Woman from the Main Character of Ayu Utami’s Si Parasit Lajang”. The background of this research is derived from the fact that in 2000s Indonesia female authors’ ability was getting more developed. This year, the Indonesia female authors have successfully revealed the new trend in creating literary works that is by free-releasing the stereotypes that have demeaned women. Also, this research aims at describing the thoughts, behaviors, and the A character’s position about herself as a woman, and also describing thoughts, behaviors, and the A character’s position toward men, as well as describing thoughts, behavior, and the A character’s position toward her own experiences as a woman embedded in Ayu Utami’s Si Parasit Lajang. Theoretically, this research is expected to help developing the feminism literary theory to be applied in the literary studies; meanwhile, practically, this research is expected to be a further reference for the following researches, especially the feminism literary research applied in literary. The method employed in this analysis is descriptive qualitative method. Data collection technique is deciding the object of the research, reading the novel, collecting other dara from various resources, and classifyig the data obtained with the issues to be investigated. Analysis of the data will be made through a feminist perspective. Based on the research result, it can be found that there is a main character named A in Ayu Utami’s Si Parasit Lajang. She is an urban young woman who is strong, brave, well-educated, hard-working, and independent, and she also has a free lifestyle. This freedom is everyone’s right including for a woman. The character of A whose principle is based on radical-liberatarian feminism wants to free herself from the sex exploitation from those men who consider woman as sexual objects. This encourages A to silent the patriarchal culture as a from of injustice condition for women who really want to have freedom. | |
| 8747 | 11070 | G1A010041 | HUBUNGAN PERILAKU TIPE A DAN TIPE B TERHADAP DERAJAT HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO | Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering terjadi dan penyakit ini berhubungan dengan tipe perilaku individu itu sendiri. Tipe perilaku ada 2 yaitu perilaku tipe A dan tipe B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku tipe A dan tipe B terhadap kejadian hipertensi di RSUD Margono Soekarjo. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi yang memeriksakan diri di Poliklinik penyakit dalam di Rumah Sakit Margono Soekarjo dan sudah didiagnosis menderita hipertensi oleh dokter ahli penyakit dalam dengan jumlah sampel total 59 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat berupa tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariate dengan Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara perilaku tipe A dan B terhadap kejadian hipertensi di Rumah Sakit Margono Soekarjo (P<0,005). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk perkembangan penelitian lain mengenai Tipe perilaku A dan B | Background: Hypertension is one of the degenerative disease and the most common type of the disease is associated with the individual's own behavior. There are 2 types of behavior that the behavior of type A and type B. This study aims to determine the relationship of the behavior of type A and type B on the incidence of hypertension in hospitals Margono Soekarjo. Methods: The research method is analytical observation with cross sectional approach. Subjects were patients with hypertension who checked into the clinic internal medicine at the Hospital Margono Soekarjo and has been diagnosed with hypertension by a specialist in internal medicine with a total sample of 59 respondents. Analysis of the data used is the univariate analysis in the form of a frequency distribution table and bivariate analysis with Chi-Square. Results: Results showed no significant relationship between the behavior of type A and B on the incidence of hypertension in Margono Tanuwijaya Soekarjo (P <0.005). This study is expected to be a reference for the development of other studies on the behavior of Type A and B | |
| 8748 | 8861 | G1B010054 | HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN NIAT SUAMI DENGAN PERILAKU SUAMI DALAM PERAWATAN KEHAMILAN ISTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I AJIBARANG | Jawa Tengah merupakan penyumbang angka kematian ibu yang tinggi di Indonesia sebesar 118,62 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Kabupaten Banyumas pada tahun 2013 menduduki posisi AKI yang tinggi di Jawa Tengah. Puskesmas I Ajibarang sebagai 8penyumbang angka kematian ibu yang tinggi di Kabupaten Banyumas. Kematian ibu dikarenakan eklampsi, perdarahan postpartum dan komplikasi jantung. AKI dapat ditekan dengan perawatan kehamilan yang didorong oleh keikutsertaan suami dalam perawatan kehamilan istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan niat suami dengan perilaku suami dalam perawatan kehamilan istri di wilayah kerja Puskesmas I Ajibarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 88 orang suami yang memiliki ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Uji hipotesis menggunakan uji Chi Square. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat suami berhubungan dengan perilaku suami dalam perawatan kehamilan istri (p value = 0,034), sedangkan pengetahuan dan sikap suami tidak berhubungan dengan perilaku suami dalam perawatan kehamilan istri (p value = 1,000) dan (p value = 0,132). Saran yang diberikan adalah pemberian dukungan sumber daya berupa media tentang Suami Siaga. | Central Java was high contributor of Maternal Mortality Rate in Indonesia was 118,62 per 100,000 life childbirths in 2013. In 2013, Banyumas District was high position of Maternal Mortality Rate in Central Java. Ajibarang 1 Primary Health Center was one of a high contributor of Maternal Mortality Rate in Banyumas District. This maternal mortality was caused by eclampsia, postpartum hemorrhage and cardiac complication. Maternal mortality can be reduced by husband’s participation in the pregnancy care. The aim of this research was to identify the correlation between husband’s knowledge, attitude, intention and husband’s behavior in wife's pregnancy care in Ajibarang 1 Primary Health Center Area. This research was cross sectional approach. The sample was 88 husbands who have pregnant women with the sampling technique was used simple random sampling. Hypothesis test used the Chi-Square test. The data was analyzed by univariate and bivariate analysis. The results of research shown that husband’s intention had significant correlation with husband's behavior in wife's pregnancy care (p value = 0,034), whereas husband’s knowledge and attitude did not have significant correlation with husband's behavior in wife's pregnancy care (p value = 1,000) and (p value = 0,132). It is suggested resources support providing of media about Siaga Husband. | |
| 8749 | 9108 | C1L010007 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE IMPLEMENTATION OF COMPUTER-BASED ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM ON SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (Case Study on Dieng–Mart Swalayan Banyumas) | The objective of the research is to examine some factors that influence implementation computer-based accounting information system on Small and Medium Enterprises (SMEs); a case study on Dieng-Mart Swalayan in Banyumas Regency. The study is based on the model proposed by Davis (1989), they are perceived usefulness, perceived ease of use, attitudes toward using, intention in use and actual usage that includes in Technology Acceptance Model (TAM) theory. Computer-based accounting information system in this study was measured by usage of Point of Sales (POS) system. This study used data obtained from individual perception of information system user in Dieng-Mart Swalayan collected from 33 questionnaires. The data were analyzed by regression use SPSS 16.0 software. Study result shows that perceived ease of use influences attitude toward using computer-based accounting information system but perceived usefulness does not. Attitude toward using influences intention in use but intention in use does not influence actual usage of computer-based accounting information system. So, it can be concluded that the implementation of Computer-based accounting information system is influenced by perceived ease of use and attitude toward using which are included in TAM theory. | The objective of the research is to examine some factors that influence implementation computer-based accounting information system on Small and Medium Enterprises (SMEs); a case study on Dieng-Mart Swalayan in Banyumas Regency. The study is based on the model proposed by Davis (1989), they are perceived usefulness, perceived ease of use, attitudes toward using, intention in use and actual usage that includes in Technology Acceptance Model (TAM) theory. Computer-based accounting information system in this study was measured by usage of Point of Sales (POS) system. This study used data obtained from individual perception of information system user in Dieng-Mart Swalayan collected from 33 questionnaires. The data were analyzed by regression use SPSS 16.0 software. Study result shows that perceived ease of use influences attitude toward using computer-based accounting information system but perceived usefulness does not. Attitude toward using influences intention in use but intention in use does not influence actual usage of computer-based accounting information system. So, it can be concluded that the implementation of Computer-based accounting information system is influenced by perceived ease of use and attitude toward using which are included in TAM theory. | |
| 8750 | 9109 | H1C010007 | PENGUKURAN KECEPATAN KENDARAAN DENGAN MENGGUNAKAN IMAGE PROCESSING BERBASIS VIDEO TRACKING | Tingkat angka kecelakaan lalu lintas semakin meningkat akibat pengemudi yang mengendarai kendaraannya di atas kecepatan aman, banyak sekali usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk menekannya salah satunya adalah penempatan kamera pengawas di setiap sudut jalan raya dan memasang sensor kecepatan, untuk itu dalam penelitian ini peneliti memaksimalkan fungsi dari kamera pengawas, tidak hanya menangkap objek tetapi juga dapat melacak objek untuk mengetahui kecepatan objek tersebut. Peneliti mendeteksi kecepatan objek kendaraan dengan menggunakan image processing. Metode yang digunakan untuk mendeteksi objek adalah background subtraction dan image segmentation. Setelah objek terdeteksi maka selanjutnya objek dilacak dengan menggunakan bounding box, sehingga kita akan mendapatkan nilai titik tengah atau centroids. Nilai centroids ini digunakan untuk menentukan nilai jarak perpindahan objek antar frame, setelah mendapatkan nilai jarak maka nilai tersebut dibagi dengan waktu tiap frame, sehingga kita mendapatkan nilai kecepatan dari objek tersebut, hasil yang didapat pada penelitian ini memiliki akurasi rata-rata 79.22 % dalam mengukur kecepatan objek menggunakan image processing. | Traffic accident rate has increased due to the driver who drives a vehicle over safe speed, A lot of effort that has been done the government to suppress it, one of these was the placement of surveillance cameras in every corner of the highway and install speed sensors. For that in this research researchers maximize function of surveillance cameras, not catching only objects but also can track object to know speed that object, Researchers detected the speed of vehicle object by using image processing, The methods used to detect objects was background subtraction and image segmentation, After the object detected then afterward object traced by using bounding boxes, so that we would get a the middle point or centroids, The value of centroids was used to determined the value of the distance between the frames displacement of an object, After got a value and those values, every frame divided by time so we got a speed of the object, the results obtained in this study had an average accuracy of 79.22% in measuring the velocity of the object using image processing. | |
| 8751 | 7011 | H1F007052 | GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMORFOLOGI UNTUK KELAYAKAN GUNA LAHAN DAERAH TAMBAKNEGARA DAN SEKITARNYA KECAMATAN RAWALO, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH | Daerah Tambaknegara, Kecamatan rawalo merupakan daerah perbukitan yang masuk kedalam fisiografi Pegunungan Serayu Selatan. Geologi daerah ini terdiri dari dari Formasi Halang dan Anggota Formasi Halang dengan litologi berupa Breksi, Batupasir-Batulempung, Batulempung dan Endapan Alluvial. Struktur geologi yang berkembang adalah Sesar Geser Tambaknegara dan Sesar Geser Kiri Sidamulih. Daerah yang sebagin besar merupakan perbukitan menjadi hal penting untuk dikaji peruntukannya dengan analisis kelayakan guna lahan. Faktor pendukung yang digunakan meliputi analisis persen lereng, kedalaman muka air tanah, sumber daya batuan, potensi longsor dan struktur geologi. Hasil akhir dari analisis ini berupa lembaran peta tematik yang selanjutnya akan ditumpang susun kan untuk mendapatkan kawasan dengan criteria tertentu sesuai dengan peruntukannya. Rekomendasi kelayakan guna lahan daerah Tambaknegara dibagi menjadi 5 kawasan, yaitu: Kawasan Pemukiman, Kawasan Persawahan Irigasi, Kawasan Perkebunan, Kawasan Hutan, Kawasan Rawan Banjir. | Tambaknegara area, District rawalo a hilly area that goes into the mountains physiographic South Serayu. Geology of the area consists of Halang Formation and Formation Members Halang with a breccia lithology, sandstone-mudstone, claystone and Alluvial Deposition. Geological structure that develops is Tambaknegara Left Normal Slip Fault and SIdamulih Normal Left Slip Fault. Most of the work area is hilly be important to assess the feasibility analysis for the allotment of land. Supporting factors used include analysis of percent slope, depth of water table, rock resources, the potential for landslides and geological structure. The end result of this analysis in the form of thematic map sheet which will further stacking ditumpang right to obtain a region with certain criteria as intended. Recommendation feasibility Tambaknegara land area is divided into 5 regions, namely: Settlement Region, Region Irrigation Rice Field, Metro Estates, Forest Area, Flood Prone Region. | |
| 8752 | 8942 | E1A009108 | Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor.92/PUU-X/2012) | Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan salah satu lembaga negara yang merupakan wujud dari pemisahan kekuasaan dari ajaran trias politica Montesquieu dimana kekuasaan terpecah menjadi 3 cabang kekuasaan negara (separation of powers) yaitu eksekutif yang bertugas untuk menjalankan pemerintahan, legislatif yang berfungsi sebagai pembuat undang-undang dan judikatif sebagai lembaga pelaksana undang-undang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis fungsi legislasi DPD dalam sistem ketatanegaraan RI. fungsi legislasi yang akan dijelaskan dan analisis Pra dan Pasca dikeluarkannya putusan MK Nomor 92/PUU-X/2012. Selanjutnya, dari penelitian ini akan dijelaskan dan dianalisis juga mengenai perbandingan fungsi legislasi DPD sebagai lembaga parlemen dengan negara-negara lain. Hasil penelitian ini menggambarkan secara jelas mengenai DPD terkait dengan fungsi legislasi pra dan pasca dikeluarkannya Putusan MK tersebut dan fungsi legislasi DPD dapat dilihat dari proses penyusunan prolegnas, proses pengajuan RUU, proses pembahasan RUU sampai proses penyepakatan RUU. DPD merupakan lembaga negara yang diatur dalam Pasal 22D UUD 1945. Pengaturan mengenai fungsi legislasi tersebut sering mengalami kendala yang dihadapi oleh DPD diantaranya yaitu mengenai pengaturan yang ada sekarang ini yaitu dalam Pasal 22D Ayat (1) dan (2), setelah keluarnya putusan MK tersebut terjadi perubahan dalam sistem ketatanegaraan RI dan akan di jabarkan secara gamblang dalam kesimpulan nanti. | Regional Representatives Council (DPD) is one of the state agency that is a form of separation of powers of Montesquieu's trias politica doctrine which power is split into three branches of state power (separation of powers) is the executive in charge for running the government, which serves as a maker legislative enactment legislation and the judiciary as a law enforcement agency. This study aims to describe and analyze the function of legislation in the state system of DPD RI. legislative function which will be explained and the analysis of pre and post issuance of the decision of the Constitutional Court No. 92 / PUU-X / 2012. Furthermore, this research will be described and analyzed also the comparison of legislative function of the DPD as a parliamentary institution with other countries. The results of this study clearly illustrate the DPD legislation relating to the functioning of pre and post issuance of the Constitutional Court and the legislative function of the DPD can be seen from the process of drafting national legislation, the process of filing the bill, the bill until the bill make a deal. DPD is a state institution under Article 22D of the 1945 Constitution. Setting the legislative function is often experienced problems faced by DPD among which the existing arrangements which in Article 22D paragraph (1) and (2), after the decision of the Constitutional Court a change in the system of constitutional law and will clearly describe in conclusion later. | |
| 8753 | 9110 | E1A007023 | MEKANISME PENGAWASAN LEMBAGA NEGARA BANTU KOMISI OMBUDSMAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN MENGENAI PROBLEMATIKA PEMBUATAN E-KTP | Program nasional e-KTP merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pembuatan e-KTP yang berbasis pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara nasional. Program nasional e-KTP tersebut pada awal pelaksanaannya diduga telah terjadi maladministrasi. Atas dugaan terjadinya maladministrasi tersebut, maka Komisi Ombudsman dapat mengambil posisi sesuai dengan kewenangannya dalam rangka pengawasan terhadap pelayanan publik, Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini berusaha untuk menganalisis kewenangan Komisi Ombudsman dalam penanganan masalah pelayanan pembuatan e-KTP dan menganalisis mekanisme pengawasannya. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach). Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sumber bahan hukum tersebut dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan, selanjutnya dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dalam program e-KTP tersebut telah terjadi maladministrasi, yang merupakan kewenangan dari Komisi Ombudsman untuk melakukan pemeriksaan. Maladministrasi terjadi dalam pelaksanaan tender e-KTP, yaitu: Perbuatan melawan hukum, bahwa Kemendagri telah melakukan tindakan post-binding dan melakukan penandatanganan kontrak dalam masa sanggah banding. Atas perbuatan melawan hukum tersebut, telah menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil yang ditanggung oleh Konsorsium Telkom dan Konsorsium Lintas Bumi Lestari. Sedangkan mekanisme pengawasan oleh Ombudsman atas pelayanan pembuatan e-KTP pada dasarnya sama dengan mekanisme pengawasan pada pelayanan publik lainnya, yaitu mulai dari tahap penerimaan dan pemeriksaan laporan Pelapor, pemeriksaan Terlapor, kesimpulan hasil pemeriksaan laporan, rekomendasi Ombudsman, dan kewajiban Terlapor dan atasan Terlapor melaksanakan rekomendasi Ombudsman. | National e-ID Program is a form of public service which provides services to the community in the creation of e-ID CARD based on the parent Population Number (NIK) nationally. National e-ID Program is at the beginning of its implementation are alleged to have happened to mal administration. The alleged mal administration Commission, then the Ombudsman can take a position in accordance with its surveillance in the framework of the public service, based on such matters, then this study seeks to analyse the Commission's authority Ombudsman in handling the issue of the e-ID CARD creation service and analyzing the mechanism of supervision. The method in this research approach is the approach of legislation (the statute approach). The source of the legal materials in use are the primary legal materials and legal secondary materials. The source of the legal materials collected through the identification and inventory of the book and library legislation, further analyzed with normative qualitative methods. Based on the research results obtained by the conclusion that in the e-ID CARD program has been mal adminitration, which is the authority of the Ombudsman Commission to conduct the review. Mal adminitration occur in the execution of the tender e-ID card, namely: tort law, that Kemendagri had committed actions post-bindings and did a signing a contract in time-appeal. Top of the tort, has caused losses of material danatau immateriil incurred by the Consortium the Consortium and TRANS-Earth Telkom Lestari. While the mechanism of supervision by the Ombudsman Service for the creation of e-ID CARDS are basically the same with the mechanism of supervision on other public services, i.e. starting from the stage of receipt and inspection reports, the Rapporteur Reported inspection inspection results, conclusions of the report, the recommendations of the Ombudsperson, and Reported obligation and superiors Reported carrying out recommendations of the Ombudsman. | |
| 8754 | 9111 | E1A007235 | PENERAPAN SISTEM DEKLARATIF BERDASARKAN PASAL 35 AYAT (4) JO PASAL 36 UNDANG-UNDANG NO 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 658/K/PDT.SUS/2012 | Setiap orang mempunyai ide atau gagasan dari setiap karya yang diciptakan. Suatu ciptaan tersebut berhak untuk mendapatkan perlindungan, baik dari segi moral maupun ekonominya. Perlindungan yang diberikan oleh Undang-Undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta diberikan pada saat ciptaan tersebut lahir atau selesai diciptakan, berdasarkan pada sistem deklaratif yang dianut oleh hak cipta bahwa perlindungan hak cipta lahir secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan, karena siapa yang menciptakan ciptaan terlebih dahulu maka dialah sebagai penciptanya (first to born). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 35 ayat (4) jo Pasal 36 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dalam putusan nomor 658/K/PDT.SUS/2012. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa sistem deklaratif dalam hak cipta bersifat fakultatifyaitu seseorang boleh mendaftarkan ciptaannya atau tidak tergantung dari penciptanya, karena pendaftaran berakibat bahwa orang yang mendaftarkannya dianggap sebagai pihak yang memiliki hak eksklusif berdasarkan pada Pasal 35 (4) Undang-Undang nomor 19 tahun 2002. Sistem deklaratif dalam hak cipta hanya mengakui seolah-olah yang mendaftarkan sebagai pemiliknya, selama belum terbukti sebaliknya. Sistem deklaratif dalam hak cipta juga mempunyai sifat pendaftaran secara pasif, karena perlindungan ada tanpa harus didaftarkan, sehingga sejalan dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta bahwa Ditjen HKI tidak bertanggung jawab atas isi, maksud, bentuk ciptaan yang didaftarkan. Hal tersebut sudah terdapat dalam putusan mahkamah agung sehingga putusan makamah agung sudah menerapkan sistem deklaratif dalam hak cipta. | Every people have an idea or concept for every creation that have been created. An invention have a right to get protection, both of morality right or economy right. The protection that give from Law no. 19 year 2002 about copyright is given when invention has been born or completed, based on declaratie system adopted by the copyright, that copyright protection born automatically after the creation has been completed, because who creates the creation first then he is the creator. This study aims to determine the application of Article 35, paragraph 4 jo article 36 of law no. 19 year 2002 about copyright in the Supreme Court decision number 658/K/PDT.SUS/2012. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridical approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The result suggest that, declarative system in copyright is facultative that is somebody may register the creation or not depent on the creator it self, because registration result that people who register are considered as having the exclusive right based on Article 35, paragraph 4 of law no. 19 year 2002. Declarative system in copyright only recognize as if the register as owner, as long as not proven otherwise. Declarative system in copyright also have a passive registration, because there is no need to be registered for have the protection, thus in line with Article 36 of law no. 19 year 2002 about copyright that Directorate Generel of HKI is not responsible for the content, purpose, and form creation that have been registered. It is already contained in thedecision of the Supreme Court that the decision of the Supreme Court has implemented a declarative system in copyright. | |
| 8755 | 9004 | H1L010053 | SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN DUTA WISATA KOTA TEGAL BERBASIS WEB DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TEGAL) | Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kota Tegal bidang pariwisata adalah sebuah instansi yang menangani semua kegiatan tentang pariwisata yang berada di Kota Tegal. Salah satu kegiatan pariwisata tersebut adalah pemilihan duta wisata Kota Tegal. Banyaknya jumlah pendaftar dan kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi duta wisata membuat Dinporabudpar mengalami kesulitan untuk mengolah data dan pengambilan keputusan. Sistem Pendukung Keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis web adalah suatu sistem yang diharapkan dapat menyediakan pilihan solusi dalam pemecahan masalah tersebut. Sistem ini mencakup pendaftaran, penilaian dan hasil keputusan calon yang lolos pada tahap pertama. | Department of Youth Sports Culture and Tourism in Tegal is a tourism instancion that handles all the tourism activities in the city of Tegal. One of those activities is ambassador selection in Tegal. A large number of applicants and the criterias make it difficult to process the data and make decision for selecting the tourism ambassador in Tegal. Web Based Decision Support System using Analytical Hierarchy Process (AHP) is a system that can provide several choice of solutions in solving the problem. This system includes registration, assessment and decision outcomes of candidates who qualify in the first selection. | |
| 8756 | 9113 | H1C010034 | ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA SISTEM ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING PADA KANAL AWGN DAN RAYLEIGH FADING UNTUK TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION | Salah satu teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi yang semakin meningkat adalah Long Term Evolution (LTE). Pada teknologi LTE teknik transmisi yang digunakan dalam arah downlink yakni Orthogonal Frequency Division Modulation (OFDM). Penggunaan teknik tersebut dapat menghemat spektrum frekuensi karena setiap subcarrier pada OFDM memiliki frekuensi orthogonal sehingga memungkinkan kedua subcarrier saling overlap. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap kinerja OFDM pada kanal AWGN dan rayleigh fading menggunakan simulasi dengan bantuan Matlab 7.1 untuk mencari nilai Bit Error Rate (BER) yang serendah mungkin. Kanal AWGN merupakan kanal ideal yang ditambahkan noise saja sehingga BER yang dihasilkan dapat mencapai nilai yang cukup rendah bahkan dapat mencapai nilai nol. Sedangkan kanal rayleigh fading terdapat multipath fading yang dapat mengakibatkan fluktuasi amplitudo dan fasa pada sinyal sehingga BER yang terendah yang bisa dihasilkan hanya mencapai nilai 10-3. Selain itu dilakukan juga pengujian terhadap modulasi berbeda sesuai yang digunakan LTE yaitu QPSK, 16-QAM, dan 64-QAM. Urutan BER dari yang rendah ke yang tinggi yaitu QPSK<16-QAM<64-QAM. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi level modulasi maka semakin tinggi BER yang dihasilkan dengan jumlah data yang ditransmisikan juga semakin tinggi. Oleh karena itu, untuk mempertahankan reliabilitas link radio diperlukan modulasi adaptif agar saat kondisi kanal buruk digunakan QPSK sedangkan saat kanal baik digunakan 16-QAM. Dalam OFDM untuk mengurangi Intersymbol Interference (ISI) dapat menambahkan Guard Interval (GI) dan dalam penelitian ini menggunakan Cyclic prefix (CP) serta Zero padding (ZP). Dengan penambahan cyclic prefix dapat menambah signal power karena CP menyalin bagian akhir simbol ke awal simbol. Sedangkan zero padding dapat memperpanjang durasi simbol untuk menjaga agar simbol berjumlah 2^n. | One technology that can meet the needs of the community will be increasing communication services is Long Term Evolution (LTE). In LTE transmission technique used in the downlink direction Orthogonal Frequency Division Modulation (OFDM). The use of such techniques can save the frequency spectrum for each subcarrier in OFDM has orthogonal frequency allowing the second subcarrier overlap. In this research, an analysis of the performance of OFDM in AWGN and rayleigh fading channel using simulated with the help of Matlab 7.1 to find the value of Bit Error Rate (BER) as low as possible. AWGN channel is an ideal channel noise added only so that the resulting BER can reach a low enough score can even reach a value of zero. While rayleigh fading channels are multipath fading which can lead to fluctuations in signal amplitude and phase so that the lowest BER can be produced only reached a value of 10-3. In addition to the tests conducted also differ according to the used modulation LTE QPSK, 16-QAM and 64-QAM. BER sequence from low to high, QPSK <16-QAM <64-QAM. Because the higher the modulation level, the higher the BER produced and the amount of data transmitted is also higher. Therefore, to maintain the reliability of the radio link is needed adaptive modulation so that when bad channel conditions is used QPSK whereas the channel is currently well used 16-QAM. In OFDM to reduce the intersymbol interference (ISI) can add a Guard Interval (GI) and in this study using a Cyclic prefix (CP) and Zero padding (ZP). With the addition of cyclic prefix can increase the signal power due to CP copy of the beginning symbol to the end symbol. While zero padding may extend the duration of a symbol to keep the numbering symbol 2^n. | |
| 8757 | 10629 | E1A011265 | “PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG YANG DILAKUKAN LUTHFI HASAN ISHAAQ (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 38/Pid.Sus/TPK/2013/PN.Jkt.Pst)” | Seiring dengan perkembangan ilmu di bidang teknologi dan informasi menjadi salah satu alasan semakin berkembangnya faktor-faktor pendorong maraknya kejahatan, salah satunya kegiatan pencucian uang. Praktik pencucian uang sangat sering dilakukan terhadap uang yang diperoleh dari kejahatan korupsi dengan menyamarkan atau menyembunyikan asal usul harta kekayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan Luthfi Hasan Ishaq dituntut untuk dihukum tindak pidana pencucian uang dalam perkara kepengurusan kuota import daging sapi dan untuk mengetahui pembuktian dalam tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Luthfi Hasan Ishaaq. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif, yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan terhadap Putusan Nomor: 38/Pid.Sus/ TPK/2013/PN.Jkt.Pst. diperoleh hasil sebagai berikut: pembuktian terhadap Luhtfi Hasan Ishaaq menerapkan Pasal 184 KUHAP yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa serta pembuktian menurut Pasal 73 huruf (b) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yaitu alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau alat yang serupa optik dan dokumen. Sehingga Luhtfi Hasan Ishaaq dijatuhkan pidana penjara selama 16 tahun dan denda sebesar Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Kata Kunci : Pembuktian, Tindak Pidana Pencucian Uang, Luthfi Hasan Ishaaq | Along with development in science especially technology and information, a crucial problem has been arised. There is a significant grows in crime’s factors, and money laundering activity is one of them. Money laundering have oftenly done to money which comes from corruption crime by concealing or disguising his wealth where it comes from. This research was intended to know Luthfi Hasan Ishaaq’s reason to be convicted for money laundering criminal act in beef import quota case and to know the argumentation in money laundering criminal act which was done by Luthfi Hasan Ishaaq. This research is using Normatif Juridicial methodology with literature study (secondary data) available. The research method that used in this research is qualitative normative based on verdict and legislation which related to this research. Research conducted on Verdict Number: 38/PidSus/TPK/2013/PN.Jkt.Pst. the result as follows: evidence on Luthfi Hasan Ishaaq applied based on article 184 KUHAP which is correspondency, evidence, expert testimony, witness testimony also evidence based on Article 73 letter (b) Act Number 8 Year 2010 about money laundering Pervention and Eradication which is other evidence such as information that have been spoken, sent, received, or stored electronically or other optical tools or tools which is similiar with optical and document. Therefore, Luthfi Hasan Ishaaq imposed an imprisonment for 16 year or amercment Rp.1.000.000.000,00 (one billion rupias) Keyword: Evidence, Money Laundering Criminal Act, Luthfi Hasan Ishaaq | |
| 8758 | 11072 | P2BA12019 | KEMAMPUAN ZOO-TEKNIK LARVA IKAN GABUS SENTANI (Oxyeleotris heterodon Weber, 1908) DALAM UPAYA DOMESTIKASI | This study is conducted to determine the ability of fish larvae zooteknik Gabus Sentani with aspects such as volume and shrinkage yolk observed development of the mouth opening, the specific growth rate and mortality of larvae and feed suitable for fish of larval stage Gabus Sentani. The method used is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. Sampling fish eggs Gabus Sentani using purposive sampling technique in nature (lake) and then make observations and calculation of volume and shrinkage yolk, the development of the mouth opening, the specific growth rate, mortality of larvae and feed suitable for fish Gabus Sentani the larval stage. The treatments used were feeding in the form of (P1) egg yolk, (P2) Spirulina powder, (P3) biofloc, (P4) infusoria, (P5) Artemia Nauplii, and (P6) artificial feed (pellets). The results showed that 0 hours after hatching the larvae of fish Gabus Sentani have volume yolk (yolk) of 0,0444 mm³. Volume shrinkage yolk 24 hours after hatching into 0,0133 mm³, and 48 hours after hatching into 0,0043 mm³. Early development of the larval mouth opening occurs 24 hours after hatching the openings MH 45° and MH 90° reaches 0,13 mm and 0,24 mm. Specific growth rate showed the best results in the treatment of feed use spirulina powder that is the specific growth rate on day 6 reaches 0,006 mm and the specific growth rate on day 10 reached 0,019 mm, while the treatment using egg yolk specific growth rate on day 6 only achieve 0,002 mm and at day 12 reached 0,011 mm. Giving with 6 different types of feed can not be lowered mortality of fish larvae Gabus Sentani because all larvae died on the 13th day, but the larvae are fed spirulina powder can live up to 10 days and the larvae fed egg yolk can survive up to a day to 12. Type feed spirulina powder and egg yolks have suitable criteria as feed for larval stage. | This study is conducted to determine the ability of fish larvae zooteknik Gabus Sentani with aspects such as volume and shrinkage yolk observed development of the mouth opening, the specific growth rate and mortality of larvae and feed suitable for fish of larval stage Gabus Sentani. The method used is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. Sampling fish eggs Gabus Sentani using purposive sampling technique in nature (lake) and then make observations and calculation of volume and shrinkage yolk, the development of the mouth opening, the specific growth rate, mortality of larvae and feed suitable for fish Gabus Sentani the larval stage. The treatments used were feeding in the form of (P1) egg yolk, (P2) Spirulina powder, (P3) biofloc, (P4) infusoria, (P5) Artemia Nauplii, and (P6) artificial feed (pellets). The results showed that 0 hours after hatching the larvae of fish Gabus Sentani have volume yolk (yolk) of 0,0444 mm³. Volume shrinkage yolk 24 hours after hatching into 0,0133 mm³, and 48 hours after hatching into 0,0043 mm³. Early development of the larval mouth opening occurs 24 hours after hatching the openings MH 45° and MH 90° reaches 0,13 mm and 0,24 mm. Specific growth rate showed the best results in the treatment of feed use spirulina powder that is the specific growth rate on day 6 reaches 0,006 mm and the specific growth rate on day 10 reached 0,019 mm, while the treatment using egg yolk specific growth rate on day 6 only achieve 0,002 mm and at day 12 reached 0,011 mm. Giving with 6 different types of feed can not be lowered mortality of fish larvae Gabus Sentani because all larvae died on the 13th day, but the larvae are fed spirulina powder can live up to 10 days and the larvae fed egg yolk can survive up to a day to 12. Type feed spirulina powder and egg yolks have suitable criteria as feed for larval stage. | |
| 8759 | 11288 | F1D008028 | Politik Tata Ruang Kota Banjar Sebagai Daerah Pemekaran Baru di Jawa Barat | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik implementasi kebijakan tata ruang Kota Banjar dan mengetahui kontestasi kepentingan dalam tata ruang Kota Banjar. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini adalah implementasi kebijakan tata ruang Kota Banjar masih belum optimal, dilihat dari RTRW belum digunakan secara optimal sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah, hal tersebut dibuktikan dari penggunaan ruang untuk industri tidak sesuai RTRW yang di ada dalam Perda No. 6 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banjar. Kontestasi kepentingan dalam tata ruang Kota Banjar didominasi oleh keperluan untuk uang dan peningkatan ekonomi. Salah satu contoh studi kasus antara masyarakat penghuni perumahan Situbatu dan Pabrik Kayu di Kota Banjar bahwa ruangtidak hanya penting untuk tempat tinggal dan sumber mata pencaharian, melainkan jugauntuk melaksanakan kebutuhan sosial. Penggunaan ruang dalam lingkungan mereka dengan cara mengibiri eksistensi mereka adalah suatu bentuk ketidakadilan dan oleh sebab itu resistensi terhadap konflik. | This research was aimed to determine the spatial politics of implementation policy in Banjar and finding out contestation of interests in spatial Banjar. Research method is used qualitative method with case study approach. Informant choosing technique use purposive sampling. Data collective are depth interview, observations and documents with interactive model. The conclusions of the research are: The implementation of spatial planning is still not yet optimally. It can be seen from on their territory development policy. This is evidenced from the use of space is not appropriate for the industry as Regulation No. 6 of 2004 about Spatial Plan Banjar. Contestation of interests in spatial Banjar is dominated by the need for money and economic improvement. One example of a case study among residents of housing Situbatu and Wood Factory in Banjar. Function room for them to stay, source of livelihood and implement social needs. The use of space in a residential neighborhood to the factory is a injusticeform andcause resistance conflict. | |
| 8760 | 11290 | A1C011031 | Saluran Pemasaran Tembakau Rajangan di Desa Candisari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung | Kecamatan Bansari merupakan wilayah di Kabupaten Temanggung yang menjadi sentra produksi tanaman tembakau yang terkenal sebagai bahan baku rokok kretek dalam negeri. Salah satu Desa di Kecamatan Bansari yang merupakan salah satu daerah penghasil tembakau rajangan adalah Desa Candisari. Penelitian ini dilakukan di Desa Candisari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung dengan tujuan untuk 1) Menghitung margin pemasaran setiap saluran pemasaran di Desa Candisari; 2) Menghitung farmer’s share pada setiap saluran pemasaran di Desa Candisari; 3) Menganalisis efisiensi saluran pemasaran tembakau rajangan berdasarkan indeks efisiensi teknis dan ekonomis.Metode penelitian menggunakan metode survei.Rancangan penentuan petani responden menggunakan rancangan Simple Random Sampling dan rancangan pengambilan sampel pedagang ditentukan dengan Snowball Sampling. Analisis data yang digunakan adalah 1) Analisis margin pemasaran; 2) Analisis farmer’s share; 3) Analisis efisiensi teknis dan ekonomis.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga macam saluran pemasaran dan lima macam mutu tembakau rajangan di Desa Candisari. Saluran pemasaran yang paling efisien pada kelima mutu adalah saluran pemasaran I karena mempunyai margin pemasaran terkecil, farmer’s share yang paling besar, serta mempunyai nilai indeks efisiensi teknis paling kecil dan nilai indeks efisiensi ekonomis terbesar. | The Subdistrict of Bansari is a region in Temanggung Regency which becomes the famous tobacco production center as raw materials for making kretek cigarettes. One village in the District Bansari which is one of the chopped tobacco productions is Candisari. This research was conducted in Candisari District of Bansari Regency of Temanggung with the purposes 1) Calculating the margin marketing in each marketing channel in the Village Candisari; 2) Calculating the farmer's share in each marketing channel in the Village Candisari; 3) analyzing the efficiency of chopped tobacco marketing channels based on the technical and economic efficiency index. The research method used is survey method. The design of the determination of the respondent farmers using Simple Random Sampling and sampling design is determined by the Snowball Sampling merchant. The analysis of the data used are 1) Analysis of marketing margin; 2) Analysis of the farmer's share; 3) Analysis of the technical and economic efficiency. The results showed that there are three kinds of marketing channels and five kinds of quality in the Village of Candisari chopped tobacco. The most efficient marketing channel among the five quality channels is the first marketing channel because it has the smallest marketing margins, the highest farmer's share, and the smallest technical efficiency index value and the highest economical efficiency index value. |