Home
Login.
Artikelilmiahs
11083
Update
BAYU HANDOKO, S.P
NIM
Judul Artikel
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah penghasil kentang (Solanum tuberosum L.) di Jawa Tengah, khususnya di Kecamatan Paguyangan dan Sirampog. Paguyangan dan Sirampog merupakan daerah dataran tinggi yang sangat potensial untuk syarat tumbuh tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Menganalisis produktivitas kentang; (2). Menganalisis pendapatan petani kentang; dan (3). Menyusun prioritas strategi pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden petani menggunakan metode Cluster Random Sampling diperoleh sebanyak 100 responden dan responden pakar dengan metode Purposive Sampling diperoleh 14 responden. Metode analisis produktivitas digunakan untuk mengetahui produktivitas kentang per musim, analisis usahatani untuk mengetahui pendapatan usahatani kentang dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menyusun prioritas strategi pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Brebes. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1). Rata-rata produktivitas kentang di Kabupaten Brebes pada musim tanam pertama sebesar 14 ton/ha, musim tanam ke dua sebesar 19,5 ton/ha dengan produktivitas pertahun 33,5 ton/ha. Produktivitas permusim di Kabupaten Brebes masih tergolong rendah dari potensi hasil varietas Granola yaitu 26,5 ton/ha, rendahnya produktivitas kentang dipengaruhi antara lain oleh masih terbatasnya penggunaan benih unggul oleh petani, kualitas benih kentang yang digunakan, musim, keharaan tanah dan serangan penyakit; (2). Pendapatan per hektar usahatani kentang di Kabupaten Brebes pada musim tanam pertama sebesar Rp9.216.372,00/ha, musim tanam ke dua sebesar Rp31.495.610,00/ha dengan rata-rata pendapatan pertahun sebesar Rp40.711.983,00/ha/tahun; (3). Prioritas strategi pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Brebes meliputi: 1). Subsistem penyediaan sarana produksi yaitu subkriteria asal benih, dan sub-sub kriteria penangkar; 2). Subsistem pemasaran yaitu subkriteria potensi permintaan pasar, dan pertumbuhan penduduk; 3). Subsistem lingkungan yaitu subkriteria biotik, dan sub-sub kriteria penyakit; dan 4). Subsistem budidaya yaitu subkriteria pemilihan benih berkualitas, dan sub-sub kriteria G3 (generasi vegetatif ketiga). Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disarankan sebagai berikut: (1). Perlunya mendorong petani untuk menggunakan benih unggul bersertifikat dari penangkar benih yang mendapatkan pengawasan dari balai benih, dan meningkatkan benih tanam yang digunakan dari benih G4 ke generasi diatasnya seperti G3 maupun G2; (2). Perlu mendorong munculnya penangkar-penangkar benih bermutu di Kabupaten Brebes dengan bekerjasama dengan Balai benih, supaya kebutuhan benih bermutu dapat terpenuhi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Brebes Regency is one of potato producers in Central Java, especially in Paguyangan and Sirampog Subdistrict which has a high potential upland to grow potato. This study aimed to : (1) analyze the potato productivity; (2) analyze potato farmers income; and (3) arrange the priority of potato cultivation development in Brebes Regency. Survey method is used in this study. While Cluster Random Sampling is used to consider the first 100 respondents and Purposive Sampling method is used to consider 14 expert respondents. Productivity analysis method is also used to know the potato productivity in a every season, farm analysis to know the potato farm income and Analytical Hierarchy Process (AHP) to arrange the priority of potato cultivation development in Brebes Regency. The result of this study indicated that (1) the average of potato productivity in Brebes Regency on the first growing season was 14 ton/ha, while the second growing season was 19,5 ton/ha with annual productivity range of 33,5 ton/ha. It was relatively lower than the potential of Granola variety that was 26,5 ton/ha, the low productivity of potato was affected by the limited usage of high quality seeds, potato seeds quality, climate, soil nutrients, and plant disease; (2) The average income of potato farm in Brebes Regency on the first growing season was Rp9.216.372,00/ha, while on the second growing season was Rp31.495.610,00/ha with the annual average income of Rp40.711.983,00/ha/year; (3) the priority of potato cultivation development strategy in Brebes Regency included : 1) the productions tools supply subsystem was sub criteria of seeds origin, and other sub criterias of captivity; 2) the marketing subsystem was sub criteria of market demands potential, and population growth; 3) the environment subsystem was biotic sub criteria, and other sub criterias of illness; and 4) the cultivation subsystem was sub criteria of high quality seeds selection, and other sub criterias G. (third vegetative generation). Based on the study, there are some advices as follow: (1). The need to encourage farmers to use improved seed from certified seed that getting control of breeding centers, and increasing the use of seed planting seed generation G4 to G3 and G2 as above; (2). it is needed to encourage the farmers in captivity high quality seeds in Brebes Regency by cooperating with the seed center in order to fulfill the high quality seeds needs.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save