Artikel Ilmiah : B1J010062 a.n. MARSEKAL MUHAMMAD KARANA

Kembali Update Delete

NIMB1J010062
NamamhsMARSEKAL MUHAMMAD KARANA
Judul ArtikelKERAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA HUTAN DAMAR DAN PINUS DI DESA SERANG, PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Serangga tanah meliputi serangga yang hidup di permukaan tanah maupun yang di dalam tanah. Salah satu serangga tanah adalah dari familia Formicidae (semut). Semut sangat peka terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungannya sehingga semut bisa digunakan sebagai bioindikator. Salah satu habitat semut adalah hutan. Hutan merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial dalam mendukung keanekaragaman flora dan fauna. Jenis-jenis hutan di Indonesia meliputi hutan bakau, hutan rawa, sabana, hutan musim dan hutan hujan tropis. Di antara hutan hujan tropis adalah adalah Hutan Pinus dan Hutan Damar yang di antaranya yang berada di lereng kaki Gunung Slamet Kabupaten Purbalingga. Kedua Hutan itu memiliki struktur yang berbeda yang memungkinkan dapat mempengaruhi kelimpahan dan keragaman semut pada kedua hutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman semut pada kedua hutan produksi tersebut di wilayah lereng timur Gunung Slamet Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel purposif menggunakan garis transek. Variabel tidak tergantung dalam penelitian ini adalah Hutan Damar dan Hutan Pinus, Suhu, pH tanah. Variabel tergantung penelitian ini adalah kelimpahan dan keragaman semut. Parameter yang diamati adalah jumlah semut, kandungan C, N, rasio C/N serta bahan organik yang terkandung di dalam tanah pada hutan pinus dan hutan damar. Data dianalisis menggunakan Indeks Keragaman berdasarkan Magurran (1985), yaitu Indeks Shannon-Wiener, Indeks Simpson dan Indeks Kesamaan Morishita-Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Hutan Damar terdapat 36 individu dari 2 subfamilia dan pada Hutan Pinus terdapat 56 individu dari 3 subfamilia. Berdasarkan indeks Shannon-Wienner didapat hasil Hutan Damar (1,64) dan Hutan Pinus (1,76). Indeks Simpson pada Hutan Damar sebesar (0,238) dan pada Hutan Pinus (0,210) yang masuk kategori memiliki dominansi yang rendah dengan tingkat kesamaan pada Indeks Morshita-Horn (91%).

Kata Kunci: Semut, Hutan Pinus, Hutan Damar
Abtrak (Bhs. Inggris)Soil Insects include insects that live on the surface of the ground or under the ground. One group of the soil insects are those that belong to the family of Formicidae (ants). Ants are very sensitive to changes that occur in the environment so it can be used as a bioindicator. One of the habitat of the Ants is forest. Forests have natural resources which are potential in supporting flora and fauna diversities. Many kinds of forest in Indonesia include mangrove, swamp, savannas and tropical rain forest. Among the tropical rain forest is a Pine forest and Damar Forests which are located on the slopes of the foothills of Mount Slamet Purbalingga. Both forests have a different structure and may be able to influence the abundance and diversity of ants both forests. The purpose of this research was to understand the diversity of ants in both production forests on the eastern slope of Mount Slamet Purbalingga. The methods used in this research was survey, with purposif sampling techniques using transects. Independent variable in this research were Damar forests and Pine forests, temperature, and soil pH. Dependent variable of this research are the abundance and diversity of ants. The observed parameters are the number of ants, the content of C, N, and c/n ratio in the organic material contained in the ground in a pine forest and forest resin. Data were analyzed index diversity based on Magurran (1985), namely Shannon-Wiener index, Simpson index and Morishita-Horn index of similarity. The results showed that on Damar forest there are 36 an individu of 2 subfamilia and in Pine forest there are 56 an individu of 3 subfamilia. Index based on Shannon-Wienner obtained Damar forest (1,64) and the Pine forest (1,76). Simpson Index on Damar forest of (0,238) and in Pine forest (0,210) in the dominion having low to level of congruency in Morishita-Horn index of similarity (91%).

Key Words: Ants, Pine Forests, Damar Forests
Kata kunciKata Kunci: Semut, Hutan Pinus, Hutan Damar
Pembimbing 1 Drs. Edi Basuki, Ph.D.
Pembimbing 2Drs. Hery Pratiknyo, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2014-08-20 12:55:05.499141
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.