Artikelilmiahs
Menampilkan 8.881-8.900 dari 48.907 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8881 | 10652 | F1F009052 | READERS’ ENDING OF SHORT STORY WAS IT HEAVEN OR HELL WRITTEN BY MARK TWAIN (A READER RESPONSE STUDY) | ABSTRAK Nur Aini, Mustika. 2015. Reader’s Ending of Short Story Was It Heaven or Hell by Mark Twain. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Urusan Ilmu Budaya. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jendral Soedirman. Dosen Pembimbing: Rosyid Dodiyanto.SS.M.Hum., Ririn Kurnia Trisnawati.MA., and Dian Adiarti, S.Pd. M.Hum. Kata Kunci: Pembaca, Respon Pembaca, Phenomenologi, Cerita Pendek, Cerita Pendek Was it Heaven or Hell, Sastra. Penelitian ini berjudul “Reader’s Ending of Short Story Was It Heaven or Hell by Mark Twain”. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu akhir cerita yang dibuat responden setelah membaca cerita pendek ini dan alasan mengapa mereka membuat akhir cerita demikian. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akhir cerita yang dibuat oleh para responden nampak berbeda – beda walaupun mereka membaca dari cerita pendek yang sama. Arina, Ayu, dan Kevin menuliskan akhir cerita mereka dengan Hannah dan Hester masuk ke surga. Sementara Resy dan Uwi mengakhiri cerita mereka dengan menuliskan bahwa Hannah dan Hester masuk ke neraka. Suci menulis akhir cerita dengan membuat Hannah dan Hester masuk ke neraka terlebih dahulu. Setelah dosa – dosa mereka dihapuskan oleh api neraka, Suci memasukan mereka ke dalam surga. Berbeda dengan Bias, Binar dan Imah, mereka menulis akhir cerita mereka dengan akhir yang menggantung. Gabriel, menuliskan akhir cerita nya dengan membuat Hannah dan Hester masih tetap hidup. Akhir cerita merekapun dibuat dari alasan yang berbeda. Mulai dari agama, pengalaman hidup, proses membaca, dan pengetahuan yang mereka miliki. | ABSTRACT Nur Aini, Mustika. 2015. Reader’s Ending of Short Story Was It Heaven or Hell by Mark Twain. Thesis. English Language and Literature Program. Department of Humanities. Faculty of Humanities. Jendral Soedirman University. Supervisors: Rosyid Dodiyanto, SS.,M.Hum., Ririn Kurnia Trisnawati, MA., and Dian Adiarti, S.Pd.,M.Hum. Keywords: Reader, Readers Response, Phenomenology, Short Story, Was it Heaven or Hell short story, Literature. The research entitled “Reader’s Ending of Short Story Was It Heaven or Hell by Mark Twain’ aims to find out the reader’s ending and also the reason why the readers make such an ending. This research uses Abraham’s approach and also reader response focused on phenomenological theory. More over the analysis is described by using qualitative method. Based on the analysis, the researcher finds out that every respondents made a different ending from the same short story. Arina, Ayu and Kevin wrote in their ending that Hannah and Hester went to heaven. In other hand, Reisy and Uwie ended their ending with Hannah and Hester went to hell. Suci wrote that Hannah and Hester went to the hell first then after their sin were cleared, they went to heaven. Different with Bias, Binar and Imah, they made their ending with an open ending. Last, Gabriel wrote that Hannah and Hester were still alive. The reason why the respondents made such an ending are variants. Life experience, reading process, religion and knowledge are the reasons why they made a different ending. | |
| 8882 | 5412 | G1D009031 | PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH PADA LANSIA DI PANTI WREDA CATUR NUGRAHA KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak: Asam urat adalah produk akhir dari hasil metabolisme purin. Jumlah asam urat dalam darah dipengaruhi oleh makanan tinggi purin dan atau terganggunya pengeluaran asam urat melalui ginjal. Akupresur merupakan salah satu intervensi keperawatan dengan memberikan tekanan pada titik tertentu di permukaan tubuh menggunakan jari. Sudah banyak penelitian mengenai efektivitas terapi akupresur, namun belum ada yang meneliti efek terapi akupresur terhadap asam urat darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi akupresur terhadap kadar asam urat darah pada lansia di Panti Wreda Catur Nugraha Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment dengan pendekatan pre test-post test without control design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besarnya sampel adalah 11 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji statistik paired t test. Rata-rata kadar asam urat darah sebelum dilakukan terapi akupresur adalah 5,99 mg/dl dan rata-rata kadar asam urat setelah dilakukan terapi akupresur adalah 4,04 mg/dl. Hasil uji paired t test didapatkan hasil t hitung = 2,441 (t hitung > dari t tabel) dan nilai p = 0,035 (p value<α = 0,05). Penurunan ini disebabkan adanya perbaikan fungsi ginjal dalam mensekresi asam urat dan penurunan produksi purin dari glikolisis otot yang terjadi akibat stres. Terdapat pengaruh yang signifikan terapi akupresur terhadap kadar asam urat darah pada lansia di Panti Wreda Catur Nugraha Kabupaten Banyumas. Terapi akupresur dapat menurunkan kadar asam urat darah pada lansia di Panti Wreda Catur Nugraha Kabupaten Banyumas. | Abstract: Uric acid is the last product of purin metabolism. The amount of uric acid in blood influenced by food high purines and or impairement of uric acid excretion in kidney. Accupressure is one of nursing intervention by giving a pressure on specific point. There was many research about accupressure efectivity, but none did research about the effect of accupressure therapy on blood uric acid level. This study aimed to find out the effect of accupressure therapy on blood uric acid level towads elderly at Panti Wreda Catur Nugraha Kabupaten Banyumas.This study used pre experiment design with pre test- post test without control approach design and total sampling technique. The amount of sample was 11 respondent which had fulfill the inclution and exclution criteria. Data analysis used by statistical paired t test. The average of uric acid level before accupressure therapy was 5.99 mg/dl and uric acid level after accupressure therapy was 4.04 mg/dl. The result of paired t test was obtained t= 2.441 (obtained t > table t) and value of p=0.035 (p<α=0,05). The decrease of average blood uric acid level occured by kidney improvement in uric acid secretion and reduction of purin from muscle glicolisis as a consequence of stress. There was a significant effect of accupressure therapy on blood uric acid level in elderly at Panti Wreda Catur Nugraha Kabupaten Banyumas. Accupressure therapy could decrease blood uric acid level on elderly at Panti Wreda Catur Nugraha Kabupaten Banyumas. | |
| 8883 | 11085 | H1D009055 | ANALISIS SISTEM JARINGAN PIPA AIR BERSIH PADA KAWASAN PT.HOLCIM INDONESIA PABRIK CILACAP MENGGUNAKAN SOFTWARE WATERNET 2.2 | Air bersih merupakan salah satu sumber kehidupan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Setiap harinya penggunaan air bersih semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan pemenuhan kebutuhan di bidang industri.PT.Holcim Indonesia adalahsalah satuperusahaan semen besar di dunia. Holcim merupakan produsen semen, beton segar (readymix) dan batu pecah (agregat). Dalam proses produksi semen, air memegang peranan penting sebagai air proses (air pendingin) yang digunakan untuk mendinginkan suhu semen setelah pembakarandan digunakan sebagai keperluan domestik seperti minum, kamar mandi dan sebagainya. Untuk menganalisis jaringan pipa pada PT.Holcim Indonesia Cilacap digunakan alat bantusoftware WaterNet versi 2.2. Software waternet ini berfungsi untuk mensimulasikan jaringan pipa sehingga dapat diketahui debit, headloss, tekanan air dan lainnya.Data masukan yang digunakan adalah jaringan pipa, debit pada tiap node, elevasi, diameter, jenis material pipa, data pompa dan reservoir. Dalam penelitian ini, digunakan jaringan pipa air bersih yang terdapat pada PT.Holcim Indonesia cabang Cilacap. Setelah dilakukan analisis menggunakan Software WaterNet versi 2.2 diperoleh hasil nilai Head loss tertinggi sebesar 39,97 m, sedangkan yang terkecil 0,01 m.Sebanyak 60% kecepatan aliran dalam pipa memiliki nilai kecepatan diatas 0,3 m/det yang berarti sudah sesuai dengan kecepatan yang dianjurkan. Dari hasil optimasi pipa, sebanyak 50% pipa diperbesar diameternya, dan 45% pipa diperkecil diameternya untuk bisa melayani ke semua pelanggan. | Clean water is a source that needed for human life. Every day the use of fresh water is increasing in line with population growth and the needs of industry. PT.Holcim Indonesia is one of large cement company in the world. Holcim is a manufacturer of cement, fresh concrete (Readymix) and crushed stone (aggregate). In the cement production process, water plays an important role as process water (cooling water) that is used to cool the temperature of the cement after combustion and used as domestic purposes such as drinking, bathroom and so on. To analyze the pipeline in Indonesia PT.Holcim Cilacap Indonesia using Waternet software version 2.2. Waternet software simulate the network so that it can be seen the pipe discharge, headloss, water pressure, etc. Input data that used in the simulation is the pipeline,discharge of node, elevation,diameter, material of pipe, the data pump and reservoir.In this study, use clean water pipelines contained in PT.Holcim Cilacap Indonesia. After analysis using Waternet Software version 2.2,There are the highest headloss is 39.97 m, while the smallest is 0.01 m. 60% the velocity of flow are above 0.3 m / s which mean are in accordance with the recommended velocity. From the results of pipeline optimization,there ares 50% that need to be enlarged the diameter, and 45% of the pipe is reduced the diameter so it can be able to serve to all customers. | |
| 8884 | 11086 | F1A010023 | SELF DISCLOSURE DALAM CUITAN SEBAGAI CITRA DIRI PENGGUNA JEJARING SOSIAL TWITTER DIKALANGAN SISWA SMAN 1 DAN 2 DI MAJALENGKA | Jejaring sosial Twitter, pengungkapan diri dan citra diri menjadi kajian pokok pembahasan dalam skripsi ini. Seiring perkembangannya jejaring sosial Twitter dimanfaatkan sebagai salah satu ruang pengungkapan diri. Penggunanya bebas menuangkan segala macam hal mengenai situasi dan keadaan dirinya. Disadari atau tidak dari pengungkapan diri yang diungkapkan melalui Twitter tersebut dapat menunjukan kepribadiannya dari berbagai segi hal mengenai karakteristik si pemilik akun. Sehingga hal tersebut dapat menunjukan berbagai citra diri yang dipertunjukan oleh setiap penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan citra diri dalam penggunaaan jejaring sosial Twitter dikalangan Siswa SMAN 1 dan 2 di Majalengka ketika Twitter digunakan sebagai ruang self disclosure. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan mengcapture teks cuitan self disclosure di Twitter. Data yang berhasil dikumpulkan dan dipaparkan secara kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukan bahwa para remaja khususnya Siswa SMAN 1 dan 2 di Majalengka lebih condong menggunakan Twitter sebagai ruang pengungkapan diri yang berhasil mempertunjukan citra diri dari masing-masing penggunanya. Dalam setiap cuitan pengungkapan diri terungkap citra diri virtual yang dipertunjukan mulai dari sosok percaya diri, gaul, humoris, emosional, religius, pemberani, bahkan kritis. Dalam jejaring sosial Twitter, seseorang bisa menjadi siapapun atau apa saja yang diinginkannya, itulah pencitraan diri secara virtual yang terbentuk melaui pengungkapan diri dalam Twitter. Peneliti juga mengungkap bahwa dalam perkembangan dunia maya saat ini, kehadiran individu sebagai objek diwakili dengan animasi (avatar) sesuai dengan keinginan individu. Hubungan antar individu telah diwakili oleh perangkat teknologi komunikasi. Hal tersebut menunjukan adanya ketidakpahaman remaja dalam penggunaan tekhnologi Twitter sehingga pemanfaatanya menjadi bebas dan tidak tepat guna. Maka pengguna jejaring sosial Twitter khususnya para remaja harus menyadari bahwa jejaring sosial merupakan dunia hiperrealitas, sehinnga penggunaannya dapat sesuai dengan fungsi dari jejaring sosial tersebut khususnya Twitter. Dalam implikasinya, kebebasan remaja dalam hal membuat cuitan pengungkapan diri bersifat privat yang dipublisnya menunjukan pula bahwa remaja tersebut dalam keadaan labil. Keadaan labil tersebut dapat menimbulkan masalah yang fatal misalnya ketika menjadi incaran kejahatan ataupun adanya penilaian dari dari orang lain sehingga timbulnya penolakan. | Social media Twitter, self disclosure, and self image become main discussions in this thesis. Twitter has also been utilized as one of self enclosure space. The users are free to show their own situation and condition, whether it is. Twitter can show their users. It can show their self image. The purpose of this research is to describe self image of particularly twitter users among the student of state senior high school 1 and 2 in Majalengka, when Twitter used as self disclosure place. Methodology of this research is qualitative descriptive, data collected by captured text of self disclosure in Twitter I analyzed the collected data by qualitative descriptive with semiotic analysis. The result show that teenagers especially state senior high school 1 and 2 in Majalengka tend to use Twitter as a place of self disclosure which can show self image from every single users. Every tweet of self disclosure revealed virtual self image which shows a confident self, sociable, funny, religious, brave, even critical. Twitter, someone can be everyone or anything they want, that is virtually self image which is formed by self enclosure in Twitter. Researcher also show that there are virtual world development, individual as object represented by animation (avatar) as what they want. The relation between individuals has been represented by communication are less understand technology. It shows that teenagers who use of Twitter technology so that its utilization are free and not efficient. Then Twitter users especially teenagers have to realized that social media is a hiperreal world, so that every users can use the function of social media accordingly. It is implicated, that teens freedom to tweet about self disclosure shows that teenager are unstable. Unstable condition can create fatal problem, for example: become crime target, other people valuation, or rejection. | |
| 8885 | 11388 | C1B011004 | PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE, FIRM SIZE DAN SALES GROWTH TERHADAP KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI | Penelitian ini berjudul "Pengaruh corporate governance, firm size and sales growth terhadap kondisi financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI". Selama periode 2009 sampai dengan 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komite audit, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan pada kesulitan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Regresi logistik digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran komite audit dan sales growth berpengaruh terhadap financial distress. sedangkan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan firm size tidak berpengaruh terhadap financial distress. Implikasi penelitian yaitu, 1) Dalam memprediksi kondisi financial distress, manajemen perusahaan yang terdaftar dalam sektor manufaktur sangat perlu untuk memperhatikan faktor penetapan ukuran komite audit dan saels gowth perusahaan, karena faktor tersebut terbukti berpengaruh. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap financial distress perusahaan akan membantu perusahaan menentukan proporsi yang tepat dan efektif untuk menghindarkan perusahaan dari masalah financial distress. 2) Ukuran komite audit dan sales growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kondisi financial distress. Maka pihak perusahaan hendaknya menambah jumlah komite audit dan menaikkan penjualan perusahaan sehingga akan mengurangi risiko akan terjadinya kondisi financial distress pada perusahaan. | SUMMARY This research is entitled “ The effect of corporate governance, firm size and sales growth on financial distress of manufacturing companies listed in the Indonesian Stock Exchange (IDX) during 2009-2013”. The purpose of this research is to analyze the effect of institutional ownership, managerial ownership, audit committee, firm size and sales growth on financial distress of the manufacturing companies listed in IDX. This study use secondary data from ICMD (Indonesian Capital Market Directory) . The method of the research is purposive sampling. Logistic regression is used to analyze the data. Results of this study shows that variables audit committee and sales growth have effect on financial distress. while institutional ownership, managerial ownership and firm size not have effect on financial distress. Implications of research that 1) management of listed companies in the manufacturing sector is very necessary to take into account the establishment of an audit committee size and growth of sales, because these factors proved influential. The factors which effect on financial distress of the company will help companies determine the right proportion and effective to avoid companies from financial distress problems. 2)The size of the audit committee and sales growth and a significant negative effect on financial distress. Then the company should be increase the number of audit committee and raise the sales companies that will reduce the risk of the occurrence of financial distress in the companies. | |
| 8886 | 10660 | E1A109058 | Penilaian SKP (Sasaran Kerja Pegawai) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Universitas Jenderal Soedirman | Melihat banyaknya kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem penilaian PNS dalam bentuk DP3 tersebut, sekaligus sebagai pengejawantahan pasal 75Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, maka pemerintah mencoba membuat cara baru dalam menilai prestasi kerja PNS yaitu dengan menggunakan pendekatan metode Penilaian Prestasi Kerja. Pasal 76Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negaramengamanatkan bahwa tujuan dari penilaian prestasi kerja adalah untuk lebih menjamin objektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Penilaian SKP di Universitas Jenderal Soedirman sudah dilaksanakan setiap akhir tahun anggaran (31 Desember) dengan membandingkan capaian dan target yang telah diperjanjikan diawal tahun/kontrak kerja dan ditambahkan dengan tugas-tugas tambahan lainnya. Implementasi Penilaian prestasi kerja di Universitas Jenderal Soedirman masih perlu dibenahi agar lebih efektif karena sistem penilaiannya masih menggunakan metode lama, yang seharusnya dalam sistem penilaian menggunakan sistem 360 derajat. | Seeing the many weaknesses that exist in the assessment system of civil servants in the form of DP3 , as well as the embodiment article 75Undang - Law No. 5 of 2014 on Civil Administrative State , the government tried to create a new way to assess the performance of civil servants by using the approach method Performance Assessment work . Article 76Undang - Law No. 5 of 2014 on Civil Administrative that the purpose of performance appraisal is to further ensure objectivity in considering the appointment in the office and promotion The method used in this research is normative juridical approach , the method of analysis used is qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation models . SKP Assessment in General Sudirman University has implemented the end of each fiscal year ( December 31 ) by comparing the achievements and targets that were agreed at the beginning of the year / contract employment and added with other additional tasks . Implementation Assessment job performance at the University of General Sudirman still need to be addressed in order to be more effective because the assessment system is still using the old method , which should have been in the system using a system of 360 -degree assessment . | |
| 8887 | 9178 | F1D007076 | PERAN KEPEMIMPINAN BUPATI TERPILIH DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM GERBANG DESA PERIODE 2011-2015 DI KABUPATEN TASIKMALAYA | Penelitian ini membahas tentang Peran Kepemimpinan Bupati Terpilih Dalam Program Gerbang Desa (Gerakan Membangun Desa) di Kabupaten Tasikmalaya Periode Tahun 2011-2015. Dengan memperhatikan kondisi potensi dan permasalahan yang ada, Bupati dan Wakil Bupati merencanakan program pembangunan prioritas yang berpihak kepada masyarakat perdesaan melalui suatu “ Gerakan Bangun Desa (Gerbang Desa)” Kabupaten Tasikmalaya. Perwujudan program tersebut pada hakekatnya menginnginkan kemandirian masyarakat dan desa. Kemandirian yang tidak hanya bersifat lahir tetapi juga batin. Hal yang ditujukan dengan ukuran terbentuknya efisien dan efektifitas pembiayaan pembangunan sesuai dengan kondisi dan keperluan desa untuk berprakrsa memanfaatkan potensi desa dan kawasan pedesaan yang melingkupinya. Dengan program Gerbang Desa ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Tasikmalaya akan kembali pulang ke desa untuk membangun desa, dalam arti memprioritaskan pembangunan perdesaan untuk menjadi Kabupaten Tasikmalaya yang maju dan sejahtera. Metode Penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Bupati Terpilih Program Gerbang Desa dan mengetahui stategi dan model kepemimpinan yang dipakai oleh Bupati terpilih periode 2011-2015. Hasil dari penelitian ini Peran Bupati Dalam Melaksanakan Progam Gerbang desa adalah ikut melibatkan setiap elemen masyarakat dalam perancangan progam Gerbang Desa, model kepemimpinan yang dipakai oleh Bupati terpilih dalam melaksanakan Program Gerbang Desa dan memimpin pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya adalah metode kepemimpinan Demokratis. Kesimpulan Program Gerbang Desa yang menjadi prioritas program Bupati terpilih belum sepenuhnya berhasil, bahkan masih banyak kendala yang dihadapi dalam mewujudkan program Gerbang Desa. Namun secara keseluruhan Progam Gerbang Desa Sudah memberikan efek yang positif kepada masyarakat. Kata kunci : Program Gerbang Desa, Model kepemimpinan | This study discusses the Leadership role elected regent In Program Regent Village Gate ( Movement of Rural Building ) in Tasikmalaya Regency Period 2011-2015 . By considering the condition and potential of the existing problems , the Regent and Vice Regent planning priority development programs that favor rural communities through a " Movement Wake Village ( Village Gate ) " Tasikmalaya regency . Embodiments of the program is essentially wanted independence and rural communities . Independence is not only born but also mental . It is intended to measure the formation of an efficient and effective development financing in accordance with the conditions and needs of the village to initiative exploit the potential of the village and surrounding rural areas . With this program the Village Gate is expected that all stakeholders in the Tasikmalaya district will return home to the village to build a village , in the sense of prioritizing rural development to be Tasikmalaya district developed and prosperous . Qualitative Research Methods with a case study approach . The objective of this study aims to determine the role of the Elected Regent Village Gate program and determine strategy and leadership models used by elected Regent 2011-2015 . The results of this study the Leadership role elected regent In Program Regent Village Gate ( Movement of Rural Building ) in Tasikmalaya Regency Period 2011-2015 was any element of this involves the community in the design of programs Gate Village , leadership models used by elected Regent Village Gate in implementing the program and led the government in Tasikmalaya district has been Democratic leadership methods . Conclusion The Village Gate Program was a priority program has not been entirely successful elected Regent , even still many obstacles faced in realizing the Village Gate program . But overall progam Gate Village It gives a positive effect to society . Keywords : Village Gate Program , The Leadership Model | |
| 8888 | 9179 | C1B010086 | PENGARUH FITUR, APLIKASI, GAYA HIDUP, KELOMPOK REFERENSI, DAN TINGKAT PENDAPATAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID OS | Perkembangan teknologi yang semakin meningkat menciptakan produk smartphone berbasis android OS menjadi smartphone yang paling laris pada tahun 2013. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian smartphone diantaranya adalah fitur, aplikasi, gaya hidup, kelompok referensi dan tingkat pendapatan. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman yang menggunakan snartphone berbasis android OS, menggunakan sampel sebanyak 100 responden dengan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa fitur, aplikasi dan tingkat pendapatan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, sedangkan gaya hidup dan kelompok referensi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.Implikasi dari hasil penelitian di atas produsen smartphone sebaiknya: meningkatkan dan memperbaiki kualitas fitur yang telah ada pada smartphone, menambahkan dukungan aplikasi yang dapat di download pada smartphone, dapat bersaing pada harga dengan smartphone jenis lain dan memperbanyak informasi tentang smartphone dalam web resmi. | Increasing development of technology to create products based on Android OS smartphones become the best-selling smartphone in 2013. Consumers purchase decision affected by manny factors, between feature of smartphones, application, lifestyle, reference groups and income. The population in this study were students of the Faculty of Economics and Business Jenderal Soedirman University who use smartphone android, using a sample of 100 respondents with accidental sampling method. Analysis of data using multiple linear regression analysis.Based on the result of data analysis, it can be concluded the features, application and income had positive influence to purchasing decision, life style and reference group had no positive influence to purchasing decision. The implication of the above results the smartphone manufacturers should: enhance and improve the quality of existing features on a smartphone, add support applications that can be downloaded to the smartphone, can compete on price with other types of smartphones and reproduce information on the smartphone in the official web. | |
| 8889 | 9181 | F1A010043 | STRATEGI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI DI JALAN HR.BUNYAMIN PURWOKERTO | Pedagang kaki lima merupakan pekerjaan yang memilki peranan sebagai katup pengaman ekonomi dan pembangunan negara. Indonesia negara berkembang yang belum mampu mencukupi serta menyediakan ruang pekerjaan bagi penduduknya. Kondisi ini akhirnya mengantarkan masyarakat pada pilihan pekerjaan sektor informal. Keberadaannya bukan hanya mampu sebagai penyedia pekerjaan tetapi telah memberikan kontribusi bagi pemerintah dalam mengatasi gejolak ekonomi masyarakat akan kegelisahan terhadap pemenuhan kebutuhan hidup. Pada akhirnya pekerjaan PKL memiliki kontribusi berarti bagi penyangga kebutuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana strategi yang diterapkan PKL dalam menghadapi persaingan dagang, sehingga mereka mampu bertahan dan mengembangkan usahanya, permasalahan apa saja yang pernah dihadapi oleh PKL dan menjelaskan peran PKL dalam menciptakan kesempatan kerja di Purwokerto. Lokasi penelitian Jalan HR. Bunyamin dan Komplek Gor Satria. Metode Purposive Sampling yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu, yang sengaja ditetapkan.Sampel dalam penelitian ini ditetapkan yaitu PKL kualifikasi berjualan di atas 10 tahun. Hasil penelitian adalah PKL bukanlah pekerjaan rendah, karena pekerjaan tersebut banyak membantu masyarakat sektor ekonomi lemah dalam mendapatkan pekerjaan.Usaha PKL mempertahankan eksistensi di tengah persaingan menggunakan strategi, strategi dilakukan sebagai pertahanan dalam menghadapi persaingan usaha.Setelah bertahun-tahun mampu bertahan dalam persaingan, mereka memiliki pengalaman banyak dibidangnya. Pengalaman tersebut terlihat dari bagaimana cara untuk mengatasi berbagai macam kendala atau permasalahan dalam berdagang selama bertahun-tahun lamanya. Permasalahan ini berupa, modal, lokasi berjualan, persaingan internal dan external. Sudah saatnya pemerintah harus lebih memperhatikan keberlagsungan dan memperhatikan keberadaannya di Purwokerto untuk dibina serta memberikan dukungan yaitu memberikan modal usaha, pelatihan, pemberdayaan, sehingga pemanfaatannya dapat dimaksimalkan. | Street vendors is a job that has the role as a economic safety valve and country development. Indonesia as a developing countries are not able to sufficient and providing enough work space for all the population. This condition eventually leads the community into the informal sector employment. Informal sector is not only capable as a jobs provider but also has contributed to the government to solve the economic turmoil on the society and the anxiety toward subsistence. In the end, street vendors have significant contributions to support the economic needs of the community. The aims of this research is to determine how the strategy adopted in the face of trade vendors, so that they are able to survive and expand their business, any problems ever faced by street vendors and explain the role of street vendors in creating employment opportunities in Purwokerto. The location of this research is HR Bunyamin Street and GOR Satria. Author using Purposive sampling Method is based on certain considerations, which sample is deliberately decided in this study determined, that the street vendors was qualified over 10 years experience. The results of this research are street vendor worker is not a low job, because as the job, street vendor worker give much help especialy to the weak economy society to get a job. Street vendors maintaining existence in the middle of the competition using their strategy, the strategy carried out as a defense to face the competition. After years they keep survive in this competition, they have a lot of experience in their field. Experience can be seen from how they cope with a wide variety of obstacles or problems in the trade for many years. These problems are include capital, selling location, external and internal competition. This is time for the government to pay attention more to their existence and noticed their presence in Purwokerto to give them guidance and support, which is providing venture capital, training and empowerment, so the utilization can be maximized. | |
| 8890 | 9182 | F1C007086 | PERAN KOMUNIKASI ANTAR PERSONA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) KABUPATEN BANYUMAS DENGAN ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DALAM SESI KONSELING | Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Saudara-saudara kita yang terinfeksi oleh HIV/AIDS biasa disebut dengan istilah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Ada pula istilah Ohida yaitu Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS. Banyak Odha yang setelah mengetahui positif terinveksi HIV/AIDS mengalami penurunan dalam hidupnya, dikucilkan dari lingkungan sekitar dan ada juga yang dibuang dari keluarga. Di Indonesia terdapat sebuah lembaga independen yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi di Indonesia yaitu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Upaya konselor di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas yaitu menjadi motivator, sahabat bahkan keluarga bagi Odha yang membutuhkan teman bercerita, berkeluh-kesah bahkan memberi masukan ketika mereka memerlukan masukan. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran dari penelitian ini adalah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas, serta sasaran pendukungnya adalah Ohida di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah teknik purpose sampling atau sampel bertujuan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan metode deskriptif untuk data kasus. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat mengambil beberapa kesimpulan antara lain : Peran komunikasi antarpersona pada sesi konseling dalam upaya menjadikan hidupnya lebih baik lagi memang efektif kegunaanya jika diterapkan dalam menangani kasus tersebut. Hal itu karena formula kata-kata yang dikemas dalam suatu bentuk pesan berupa motifasi, terbukti dapat dengan sempurna mempersuasi pikiran pasien Odha untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik lagi. Melalui komunikasi antarpersona proses sesi konseling menjadi lebih efektif. Merubah sikap dan tingkah laku pasien, jika sebelumnya pasien memiliki kebiasaan negatif, maka dalam sesi konseling konselor bertugas untuk merubah semuanya dan selalu mengingatkan disaat pasien salah. Melalui komunikasi antarpersona yang terdapat didalam proses sesi konseling, konselor berusaha untuk membantu atau menolong pasien yang masih menutup dirinya dan merasa pesimis dengan kehidupannya, menjadi lebih berfikir panjang untuk kehidupan kedepannya sehingga dapat bermanfaat bagi orang disekitarnya dan dapat menjalani hidup lebih baik lagi. | In many case when someone positive have a HIV, HIV which live in there in body will broke the immune system. Our brothers who infected by HIV/AIDS, commonly referred to as ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) / (people with HIV/AIDS). There is also term Ohida, it is people which life with people who have a HIV/AIDS. Many Odha who after know that they positive infected by HIV/AIDS decreased in their life, exclude from their environment and there are also discarded from their family. In Indonesia there is a Independent Institution which aims to increase efforts preventin AIDS more intensive, comprehensive, integrated an coordinated, it is Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). The efforts of counselor in Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) in Banyumas district is be motivator, friend even family for Odha who need tell a friend, lamented even give an advice when their need it. Method in use in this research is Descrptive Qualitative Method. The target in this research is sufferer of HIV/AIDS in Banyumas district and the target supportest is Ohida in Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyumas district. The choice techniques in this research is Purpose Sampling Techniques or aims sample. Methods of data analysis in use in this research is Qualitative Analysis with descriptive method for case data. Based on research which has been done then researcher can get some conclucions, there are: role of communication interpersonal in counseling sessions in efforts to make their life better indeed effective usefulness if applied in handle that case. There is because formula of word that are packed in the form of messages the form of motivation proved perfectly can persuade the mind of the patient Odha to change their life better. Through communication interpersonal, process of counseling sessions be more effective. Changed the attitude and behavior of patient, if previous the patient have a negative custom, then in counseling sessions yhe counselor be on duty to change all and always remind when the patient have a mistakes. Through communication interpersonal which there in process counseling sessions, the counselor be on duty to help patient who still close her self and feel pessimistic about her life, be more think for future life, so can be useful people for other people and can do better life. | |
| 8891 | 9180 | G1B010043 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KUSTA TIPE MB (MULTIBASILER) DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013 | Kusta adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kabupaten Kebumen merupakan daerah endemik rendah kusta, namun kasus yang ditemukan setiap tahunnya tidak menunjukkan penurunan berarti. Penemuan kasus kusta sebagian besar tipe Multibasiler, sebagai indikator tingginya penularan penyakit tersebut karena sumber penularan dari penyakit kusta adalah penderita kusta Multibasiler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kusta tipe Multibasiler. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kasus kontrol. Kasus adalah penderita kusta Multibasiler sebanyak 22 orang dan kontrol adalah tetangga penderita yang telah diskrining oleh petugas kesehatan dan hasilnya negatif sebanyak 44 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian kusta Multibasiler adalah personal hygiene (p=0,000; OR=28,5; CI=7,142-113,725), riwayat kontak (p=0,000; OR=35,8; CI=4,162-308,542), kebiasaan mandi (p=0,034; OR=3,3; CI=2,277-4,828), jenis lantai (p=0,01; OR=3,4; CI=2,334-5,083) dan luas ventilasi (p=0,002; OR=6,5; CI=2,070-20,410). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kusta tipe MB di Kabupaten Kebumen tahun 2013 adalah personal hygiene, riwayat kontak, kebiasaan mandi, jenis lantai dan luas ventilasi. Saran yang diajukan adalah meningkatkan kebersihan perorangan dan meningkatkan fungsi ventilasi rumah. | Leprosy is communicable disease which have public health problem. Kebumen District was a low endemic area of leprosy, but this case which founds every years not show significantly decrease. Most discoveries of leprosy case was Multibacilarry leprosy, as an indicator of the high transmission of the disease because sources transmission of leprosy is Multibacillary leprosy patients. The purpose of this research was to know the factors that related to the type MB (Multibacillary) of leprosy disease. This research is an analytic case-control design. There were 22 peoples of Multibacillary leprosy patients as a cases and 44 peoples as a control, get from neighbor of patients which have screened by health officer. Data analyzed by univariate and bivariate analyze with Chi square test formula. The research result show that proved risk factors with Multibacillary leprosy disease are personal hygiene (p=0,000; OR=28,5; CI=7,142-113,725), contact history (p=0,000; OR=35,8; CI=4,162-308,542), bathing habits (p=0,034; OR=3,3; CI=2,277-4,828), type of floor (p=0,01; OR=3,4; CI=2,334-5,083) and extensive ventilation (p=0,002; OR=6,5; CI=2,070-20,410). Based on this research conclude that factors related to the type MB of leprosy disease at Kebumen District in 2013 were personal hygiene, contact history, bathing habits, type of floor and extensive ventilation.Suggestions submitted is to improve personal hygiene and improving home ventilation function. | |
| 8892 | 9050 | C1B010072 | PENGARUH PERSEPSI KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PT. KAI (PERSERO) DAOP V PURWOKERTO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi kepemimpinan serta kompensasi terhadap prestasi kerja dan untuk mengetahui pengaruh yang dominan antara persepsi kepemimpinan dan kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. KAI DAOP V Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan saturasi sampling (sensus). Berdasarkan jumlah karyawan PT. KAI DAOP V Purwokerto sebagai target populasi, diketahui bahwa ukuran sampel penelitian ini adalah 64 responden. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Mengacu pada hasil analisis jalur, itu telah mendapat bahwa nilai t statistik hubungan kausal antara persepsi kepemimpinan serta kompensasi terhadap prestasi kerja lebih besar dari nilai t tabel. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis jalur, itu diperoleh nilai koefisien jalur persepsi kepemimpinan (PYX1) lebih besar dari nilai koefisien jalur kompensasi (PYX2). Oleh karena itu, pertama, kedua dan ketiga hipotesis diterima. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa persepsi kepemimpinan serta kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja dan persepsi kepemimpinan memiliki pengaruh dominan terhadap prestasi kerja karyawan PT. KAI DAOP V Purwokerto, jika dibandingkan dengan kompensasi. | The aims of research are to find out the effect of perception of leadership as well as compensation on job achievement and to find out the dominant effect between perception of leadership and compensation on employees’ job achievement of PT. KAI DAOP V in Purwokerto. The method of research is survey with sampling technique uses non probability sampling by saturation sampling (census). Based on total employees of PT. KAI DAOP V in Purwokerto as target population, it is known that sample size of this research is 64 respondents. Furthermore, technique of data analysis that used in this study is path analysis. Refers to the path analysis results, it has got that t statistic value of the causal relationship between perception of leadership as well as compensation on job achievement is greater than the value of t table. Furthermore, based on path analysis result, it obtained that path coefficient value of perception of leadership (PYX1) is greater than path coefficient value of compensation (PYX2). Therefore, the first, second and third hypotheses are accepted. Based on the results of data analysis, it can be concluded that perception of leadership as well as compensation has a positive and significant effect on job achievement and perception of leadership has a dominant effect on employees’ job achievement of PT. KAI DAOP V in Purwokerto, if it compared with compensation. | |
| 8893 | 10653 | A1L010100 | UJI BEBERAPA SUBSTRAT PADAT ORGANIK TERHADAP PERKEMBANGAN EMPAT ISOLAT Trichoderma sp. DAN PENGARUHNYA PADA TANAMAN MENTIMUN | Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan jenis substrat padat organik yang paling baik terhadap perkembangan isolat Trichoderma sp., (2) mengetahui pengaruh pemberian substrat padat organik hasil pendekomposan jamur Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan yaitu Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Rumah Plastik, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berlangsung mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah kotoran sapi, kotoran ayam, orok-orok, dan kekacangan. Faktor kedua adalah tanpa isolat jamur, Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat nenas, Trichoderma sp. isolat pisang, dan Trichoderma sp. isolat bawang merah. Variabel yang diamati meliputi kepadatan konidium selama pendekomposan, kepadatan akhir konidium, nilai pH substrat dan medium tanam, tinggi tanaman, panjang akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah per tanaman, dan bobot per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat padat organik in vitro yaitu substrat orok-orok dan kotoran ayam karena mampu mencapai kepadatan konidium Trichoderma sp. tertinggi, masing-masing pada hari ke-4 dan hari ke-5 setelah inokulasi. Sementara itu, substrat padat organik yang paling baik pada perlakuan in planta yaitu kombinasi kotoran ayam dengan Trichodema sp. isolat nenas yang mampu meningkatkan bobot akar segar (65,57%), bobot akar kering (88,57%), dan kepadatan konidia akhir (233%). | development of Trichoderma sp. isolate, (2) know the effect of substrate organic solid processing out decomposition results by Trichoderma sp. on the growth and yield of cucumber crop. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the Plastic house the Faculty Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from May up to August 2014. Randomized block design with two factor was used. The first factor was cow dung, chicken litter, crotalaria, and legume wastes. The second one was control, Trichoderma sp. ginger, pineapple, banana, and shallot isolates. Variable observed was conidia density during decomposition, late conidia density, pH of the substrate and the media, crop height, root length, root fresh and dry weight, number of leaves, number of flowers, number of fruits, fruit weight per crop, and weight per fruit. Result of the research indicated that the best organic solid substrate in vitro was crotalaria waste and chicken litter because of in creasing conidia highly on day 4th and day 5th after inoculation, respectively. The best organic substrate in planta was chicken litter decomposted by Trichoderma sp. pineapple isolate by increasing root fresh and dry weight, and late conidia density as 65.57, 88.57, and 233%, respectively. | |
| 8894 | 10654 | G1A011051 | HUBUNGAN LAMA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN SENSORINEURAL HEARING LOSS DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Hipertensi memiliki prevalensi yang tinggi dan menimbulkan beberapa komplikasi. Salah satu komplikasinya adalah sensorineural hearing loss (SNHL). Faktor yang berhubungan dengan SNHL akibat hipertensi adalah lama menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita hipertensi dengan kejadian SNHL di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitiannya adalah 31 pasien yang menderita hipertensi ≤10 tahun dan 31 pasien yang menderita hipertensi >10 tahun di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data dianalisis univariabel berupa tabel distribusi frekuensi, kemudian analisis bivariabel menggunakan chi square, dan dilanjutkan dengan analisis multivariabel menggunakan Multiple Logistics Regresion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara lama menderita hipertensi dengan kejadian SNHL di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p=0,011) dengan mengontrol variabel perancu berupa usia dan jenis kelamin. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan kejadian SNHL pada pasien hipertensi (p=0,784). Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis usia dengan kejadian SNHL pada pasien hipertensi (p=0,01). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara lama menderita hipertensi dengan kejadian SNHL di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan mengontrol variabel perancu berupa usia dan jenis kelamin. | Hypertension has a high prevalence and can cause complication. One of hypertension complication is sensorineural hearing loss. Factor related SNHL cause hypertension is duration of hypertension. Objectives of research to determine relationship between duration of hypertension with sensorineural hearing loss in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study was using a cross sectional with consecutive sampling. There were 31 patient with duration of hypertension ≤10 years dan 31 patient with duration of hypertension >10 years in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Univariable analyse used distribution frequency tables, then bivariable analyse used chi square, and then multivariable analyse used Multiple Logistics Regresion. The result of research that there was a statistical significance relation between duration of hypertension with sensorineural hearing loss in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p=0,011) with controlled age and gender. There was no significant relation between gender with SNHL on patient hypertension (p=0,784). There was significantly age with SNHL on patient hypertension (p=0,01). The conclusion of this research there was a statistical significance relation between duration of hypertension with sensorineural hearing loss in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto with controlled age and gender. | |
| 8895 | 10655 | H1H010038 | Deteksi MHC I Alpha, MHC I Alpha, dan Deskripsi Perkembangan Gejala Klinis Pada Induk Ikan Nila Merah (Oreochromis sp) Yang Diinjeksi Bakteri Streptococcus agalactiae | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang gen Major Histocompatibility Complex (MHC) I Alpha dan MHC II Alpha sebagai marka molekuler induk ikan nila merah (Oreochromis sp) tahan Streptococcus agalactiae dan bagaimana gejala klinis penyakit tersebut. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Ikan diinjeksi dengan 1,5 mL suspensi bakteri dan sebagai kontrol sejumlah ikan diinjeksi dengan 1,5 mL PBS. Setelah diinjeksi ikan dipelihara selama 15 hari dan diberi pakan secara at satiation 3 kali sehari. Deteksi gen dilakukan pada ikan hidup, sekarat dan mati. Gejala klinis dan kematian ikan diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa MHC I Alpha dan II Alpha dapat dideteksi baik pada induk hidup, sekarat, dan mati. Hal ini menunjukkan bahwa gen MHC I Alpha dan MHC II Alpha yang dideteksi dengan PCR belum dapat digunakan sebagai marka molekuler. Ikan terinfeksi menunjukkan gejala klinis yang spesifik meliputi clear operculum, dan C Shape. Infeksi Streptococcus dalam penelitian ini mengakibatkan mortalitas sebesar 100% dan rerata waktu kematian pada hari ke 5. | This study aimed to determine possible use of Major Histocompatibility Complex (MHC) I Alpha and II Alpha as molecular marker of resistant red tilapia (Oreochromis sp) against Streptococcus agalactiae and how the clinical symptoms of the disease. This research was conducted at the Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Subang, West Java. Groups of male and female fish were infected with 1.5 ml of bacterial suspension and other groups of fish were infected with 1.5 ml of PBS as control. After treatment fish was maintained for 15 days and fed at satiation three times per day. MHC I Alpha and MHC II Alpha were detected from life, moribund and dead fish, and clinical symptoms and mortality were daily observed. Result showed that two immune related genes were detected in life, moribund or dead fish. That indicated the genes detection using PCR could not be used as molecular marker. Specific symptoms of Streptococcus were observed including clear operculum and C Shape. The bacterial infection induced 100% of mortality and 5 days of mean time to death. | |
| 8896 | 9187 | B1J010171 | KEPADATAN DAN PAROUSITAS Aedes spp. SEBAGAI VEKTOR DBD DI KELURAHAN REJASARI PURWOKERTO BARAT | DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes spp. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan cukup serius di beberapa daerah di Purwokerto. Kelurahan Rejasari adalah salah satu daerah di Purwokerto yang pada tahun 2010 masih berstatus sporadis DBD, namun pada tahun 2011 telah berubah status menjadi endemik DBD. Atas dasar kondisi di Kelurahan Rejasari yang semula sporadis menjadi endemik, maka perlu diadakan survey kepadatan dan pemeriksaan ovarium nyamuk Aedes spp. untuk memprediksikan adanya resiko penularan DBD di Kelurahan Rejasari. Apabila nyamuk sudah pernah bertelur, maka nyamuk tersebut sudah pernah menghisap darah manusia dan dapat beresiko menularkan virus DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kepadatan dan parousitas nyamuk Aedes spp. vektor penyakit demam berdarah dengue di Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan teknik random sampling. Pengambilan sampel nyamuk dilakukan dengan dua kali ulangan. Variabel yang diamati adalah kepadatan dan parousitas Aedes spp. Parameter yang diamati adalah jumlah nyamuk (perjam dan perpengumpan) serta jumlah nyamuk yang parous. Metode analisis untuk menghitung kepadatan nyamuk dengan menggunakan rumus MHD (Man Hour Density), yaitu jumlah nyamuk tertangkap per spesies yang dibagi dengan jumlah jam penangkapan dikalikan jumlah pengumpan. Parousitas nyamuk diketahui dengan menggunakan rumus Parous rate, yaitu jumlah nyamuk parous dibagi seluruh nyamuk yang diamati dan dikalikan 100%. Hasil penelitian diperoleh nilai MHD yang rendah, pada indoor 0,18 dan outdoor 2,17. Perhitungan angka parousitas indoor sebanyak 23,87% dan outdoor sebanyak 58,28%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kelurahan Rejasari berpotensi rendah terhadap penularan DBD. | DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) is a disease caused by infection of dengue virus which is transmitted through mosquito vector Aedes spp. The disease is still a pretty serious health problems in some areas in Purwokerto. Rejasari (sub district) is one of the areas in Purwokerto, which in 2010 was still a sporadic DHF, but in 2011 has changed the status becoming endemic dengue. From the fact that the conditions in the Rejasari kelurahan is first previously sporadic become endemic, it is necessary to conduct the survey of the density and parousity of Aedes spp. to predict the risk of dengue transmission in Rejasari. If the mosquitoes had been laying eggs, indicate that the mosquitoes had been sucking human blood and it has a risk of transmitting dengue virus. The purpose of this study was to determine the density and parousity of Aedes spp. vector of dengue fever in Rejasari, West Purwokerto. The method used was a survey with a random sampling technique. Sampling was done in two replications. The variables measured were density and parousity of Aedes spp. Parameters observation are the number of mosquitoes (per hour and per bait or feeder arrest) and the number of mosquitoes that were parous. The analytical method for calculating the density of mosquitoes by using a formula MHD (Man Hour Density), namely the number of mosquitoes caught each spesies divided by the number of hours multiplied time the number of feeder arrest. Parousity was gained using the formula Parous rate, that was the number of mosquitoes parous divided mosquitoes numbers observed and multiplied by 100%. MHD and parousity value used to determine the potential for the spreading of dengue in the region. Result shows that the MHD was low, namely 0,18 (indoor) and 2,17 (outdoor). While parousity shows the mosquitoes caught from indoor lower (23,87%), then parousity from outdoor (58,28%). Based on the results, can be concluded that Rejasari potentially lower for transmission of dengue. | |
| 8897 | 9183 | F1C009046 | Studi Fenomenologi : Konsep Diri Biduan Dangdut Pantura di Kabupaten Cirebon | Studi Fenomenologi : Konsep Diri Biduan Dangdut Pantura di Kabupaten Cirebon Biduan dangdut merupakan profesi yang dicitrakan negatif oleh masyarakat. Citra negatif tersebut akan menjadi suatu penciptaan kesan bagi individu untuk menilai dan memandang diri biduan dangdut sendiri. Selanjutnya persepsi masyarakat dan motif individu membentuk konsep diri yang menjadi panduan bertindak pada biduan dangdut tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri biduan dangdut Pantura di Kabupaten Cirebon. Konsep diri ini dirumuskan melalui motif Schutz dan dimensi konsep diri Calhoun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teori konsep diri dan pendekatan fenomenologi. Keabsahan data dilakukan untuk membandingkan hasil penelitian dengan fakta di lapangan.Teknik-teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi peneliti, dan triangulasi teori. Dari motif yang terdapat pada biduan dangdut ditemukan lima konsep diri biduan dangdut Pantura di Kabupaten Cirebon. Pertama, konsep diri biduan dangdut sebagai tempat aktualisasi diri dan jalan mencapai prestasi. Kedua, konsep diri yang menjadikan profesi biduan dangdut sebagai ruang yang menawarkan kebebasan berekspresi. Ketiga, biduan dangdut sebagai tempat untuk mencari penghasilan.Keempat yaitu konsep diri biduan dangdut yang menganggap komunitas dangdut sebagai hal yang mengasyikkan. Kelima, konsep diri yang menjadikan profesi biduan dangdut sebagai jalan untuk menyelesaikan pendidikan. | Dangdut Singer is a profession which negatively-imaged by society. That negative image will be a impression-maker for each individual to judge and look bad at the Dangdut Singer itself. Furthermore, society perception and individual motives shaping a self-concept which become acting guides to Dangdut Singer. The aims of this research is to know the self-concept of Pantura’s Dangdut Singer in Cirebon Regency. This self-concept is defined through Schutz motives and Calhoun self-concept dimension. This study is a qualitative research using self-concept theory and phenomenological approach. The validity of the data has been done for comparing the study results and facts on the field. Techniques used for proving the validity of the data conducted through source triangulation, method triangulation, researcher triangulation, and theory triangulation. From Dangdut Singer motives, researcher found five self-concept of Pantura’s Dangdut Singer in Cirebon Regency. First, the self-concept of Dangdut Singer as a place of self-actualization and the way to reach achievement. Secondly, the self-concept which makes the profession as a Dangdut Singer who offer a space of freedom of expression. Third, dangdut singer as aplace to earn an income. Fourth is the self-concept Dangdut Singer who assume that dangdut community as it is exciting. Fifth, self-concept Dangdut Singer who made profession as a way to complete her education. | |
| 8898 | 9184 | E1A009051 | ALASAN POLIGAMI KARENA TIDAK DAPAT MENJALANKAN KEWAJIBAN BIOLOGIS (Studi Interpretasi Terhadap Pasal 4 Ayat 2 (a) Undang-Undang No.1 tahun 1974 terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor : 98/Pdt.G/2011/PA.Pwt) | Pada pasal 3 ayat ( 1 ) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menentukan bahwa perkawinan berasaskan monogami, yaitu seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri, dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Namun Pasal 3 ayat ( 2 ) Undang-Undang tersebut membuka kemungkinan perkawinan poligami asalkan tidak bertentangan dengan hukum agama yang dianutnya dan memenuhi alasan serta syarat-syarat yang di terapkan oleh Undang-Undang. Syarat-syarat yang harus dipenuhi seluruhnya oleh suami untuk melakukan poligami disebutkan dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 55 serta Pasal 58 Kompilasi Hukum Islam. Alasan-alasan untuk melakukan poligami memang sangatlah relatif sehingga banyak pengertian-pengertian yang muncul dari alasan-alasan tersebut diatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interpretasi yang di gunakan pada pertimbangan hakim dalam memberikan ijin poligami karena alasan tidak dapat menjalankan kewajiban biologis secara maksimal dalam putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 98/Pdt.G/2011/PA.Pwt. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah menemukan hukum pada suatu perkara in-concreto. Metode analisis bahan hukum adalah analisis kualitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang alasan poligami karena tidak dapat menjalankan kewajiban biologis bahwa hakim menggunakan interpretasi gramatikal. Interprestasi ini menafsirkan dengan menguraikan menurut bahasa yang digunakan sehari-hari. Bahasa merupakan hal yang penting bagi hukum suatu peraturan perundang-undangan untuk mengetahui makna dari undang-undang tersebut ditafsirkan dengan bahasa umum. Dalam hal ini hakim menafsirkan isteri tidak dapat melayani biologis secara maksimal bersifat relatif karena kata maksimal disini dapat diartikan isteri masih dapat melaksanakan kewajibanya sebagai isteri akan tetapi tidak maksimal karena ukuran maksimal tiap-tiap orang berbeda-beda. | In Article 3, paragraph (1) of Act No. 1 of 1974 specifies that marriage based on the principle of monogamy, that is a man should only have one wife, and so on. However, Article 3 paragraph (2) of the Act opens up the possibility of marriage polygamy when no contrary to the law of their religion, then enough the reasons and the conditions applied by the law. The requirements to be met entirely by the husband to practice polygamy is mentioned in Article 5 paragraph (1) of Act No. 1 of 1974, and Article 55 and 58 of the Compilation of Islamic Law. The reasons of polygamy are relatively so much understanding of the reasons. The purpose of the study to determine interpretation is used in consideration of the judge in giving permits polygamy, be reason unable to perform the maximum biological obligations of the Religious Court decision No. 98 / Pdt.G / 2011 / PA.Pwt. To achieve these objectives used normative juridical approach. Specifications of the research to finding out the law on inconcreto case. The method of analysis is legal qualitative materials. The conclusion of the research and discussion about the reasons for polygamy because can not biological perform. Interpretation used in the judge granted the permission for polygamy is grammatical interpretation. This interpretation outlines the everyday language. Language is important for a law legislation to determine the meaning of the law. In this case the judge interprets the wife can not serve maximum biological is relative. It mean that word of the maximum can be interpreted that the wife is still able to carry out him obligations. However this service have not optimal because the maximum size of each person is different. | |
| 8899 | 9185 | H1C010051 | DETEKSI KONTUR LUAR SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) DENGAN OPERASI MORFOLOGI | Salah satu parameter yang diperiksa pada tes hematologi adalah morfologi sel darah. Pemeriksaan tes hematologi secara manual dapat memberikan hasil dengan tingkat ketelitian dan keakuratan yang rendah karena adanya perbedaan identifikasi yang dilakukan oleh dokter ataupun petugas laboratorium kesehatan. Pada penelitian ini, diusulkan deteksi kontur luar sel darah putih (leukosit) menggunakan operasi morfologi. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kontur luar sel darah putih berdasarkan operasi morfologi. Penelitian ini menggunakan dua jenis data citra, yaitu 5 data citra mikrokopis sel darah putih dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan 5 data citra template, yang akan dikaji dengan GUI (Graphical User Interface) yang terdapat pada Matlab 2013a. Penelitian dilakukan secara bertahap, yaitu tahap pembacaan citra sel darah putih dan template, tahap template matching, tahap pengaturan nilai threshold, tahap operasi morfologi, dan tahap penyimpanan citra. Melalui ujicoba, diperoleh kesimpulan bahwa sistem user interface dapat mengidentifikasi kontur luar sel darah putih dengan operasi morfologi seperti operasi dilasi, erosi, opening, dan closing dimana setiap citra diberikan perlakuan operasi morfologi dengan jumlah perlakuan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan setiap citra sel darah putih tersebut. | One of the parameters of hematology test is morphology of the blood cell. The manual hematology test’s verification could provide results with low precision and accuracy, caused of the different identification by the doctor or by health laboratory worker. By this research, proposed the detection of outer contour of white blood cell (leukocyte) with morphological operation. The purpose of the study is to identify the outer contour of the white blood cells based on morphological operation. This research used two types of image data namely 5 image datas of the white blood cell from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo and 5 image datas of template that would be reviewed by GUI (Graphical User Interface) in Matlab 2013a. The research was doing by some hases, namely phase of reading the white blood cell images and template images, template matching, setting the threshold value, morphological operation, and image storage. Through the trial, concluded that the system user interface could identify the outer contour of the white blood cell with morphological operation such as dilation, erosion, opening, and closing with the different number threatment of each image, based to the need of each white blood cell’s image. | |
| 8900 | 9186 | E1A007145 | PERLINDUNGAN HUKUM RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN (RSGMP) PURWOKERTO DALAM PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK ANTARA RUMAH SAKIT DENGAN PASIEN | ABSTRAK Rumah sakit merupakan salah satu sarana untuk memperoleh pelayanan kesehatan karena terdapat tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai untuk melakukan tindakan medik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang sahnya persetujuan tindakan medik yang dilakukan antara RSGMP dengan pasien dan untuk mengetahui perlindungan hukumnya. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan tipe penelitian menemukan hukum in concreto. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Metode pengolahan dan penyajian data menggunakan metode reduksi data yang dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persetujuan tindakan medik antara RSGMP dengan pasien telah terjadi dengan adanya persetujuan dari pasien/keluarganya, karena persetujuan tindakan medik adalah perjanjian konsensuil yang untuk terjadinya cukup dengan kesepakatan diantara para pihak, dan telah sah berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata. Persetujuan tindakan medik antara RSGMP dengan pasien yang dilaksanakan sesuai dengan Pasal 50 UU No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran akan memberikan perlindungan hukum kepada RSGMP. Jika persetujuan tindakan medik tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan tersebut, maka pasien dapat melakukan gugatan kepada RSGMP. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Persetujuan Tindakan Medik, Hubungan Rumah Sakit dengan Pasien | ABSTRACT Hospital is one of main public services to get health care because it has medical staffs and good facilities to do medical treatment. The research is aimed to find out the legality of medical treatment agreement between RSGMP and the patients and its law protection. The research used normative jurisdictional method with concert law discovery. Data that are used in this research are secondary data consist of primary, secondary, and tertiary law material. The method of processing and presenting data used in this research is reduction method that is analyzed by normative qualitative method. The result of research shows that medical treatment agreement between RSGMP and the patientshas been agreed with existence of agreement from the patients or their families since medical treatment agreement is consensual agreement that only needs deal from both parties and it is legal based on Article 1320 KUHPerdata. The medical treatment agreement between RSGMP and the patients can be done based on Article 50 Act Number 29 year 2004 about Medical Practice which gives law protection to RSGMP. However, if the agreement cannot be done appropriately, the patient can sue RSGMP. Keywords : Law Protection, Medical Treatment Agreement, Hospital and Patients’ Relationship. |