Artikelilmiahs
Menampilkan 8.821-8.840 dari 48.907 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8821 | 10627 | H1K010003 | EKSPLORASI SENYAWA AKTIF DARI METABOLIT SEKUNDER KAPANG LAUT Emericella nidulans DAN UJI SITOTOKSITAS TERHADAP SEL KANKER WiDr | Emericella nidulans merupakan kapang yang berasal dari lingkungan laut yang diketahui memiliki senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkultur, mengkarakterisasi senyawa aktif yang dihasilkan broth dan mengetahui efek sitotoksik terhadap sel kanker WiDr. Kapang ini dikultivasi selama 5 minggu (statis) dalam media malt extract broth (MEB). Senyawa metabolit sekunder dari broth diekstraksi dengan etil asetat (2:1). Fraksinasi dilakukan menggunakan kromatografi kolom vakum SiO2. Senyawa aktif dielusidasi dengan menggunakan data spektroskopik FT-IR, LC-IT-Tof-MS, dan H-NMR. Efek sitotoksik terhadap sel kanker WiDr diuji dengan metode MTT. Berdasarkan hasil ekstraksi broth diperoleh berat ekstrak sebesar 1,21 g. Aktivitas sitotoksik pada konsentrasi 30 µg/mL menghasilkan mortalitas sel yang paling besar dengan nilai 25,72% terdapat pada fraksi F6, sedangkan aktivitas sitotoksik ekstrak broth fraksi F6 dengan uji MTT memiliki nilai IC50 sebesar 133,67 µg/mL. Berdasarkan karakterisasi hasil analisis profil KLT, FT-IR, LC-IT-Tof-MS, dan H-NMR bahwa fraksi teraktif (F6) kemungkinan besar merupakan senyawa aktif yang mengandung gugus aromatik, hidroksi, karbonil, keton, dan ester. | Emericella nidulans was known have bioactive compounds. This research aims to isolate and characterize active compounds resulting broth extract and determine of cytotoxic effects against cancer cells WiDr. This fungus were cultivated for 5 weeks (static) in malt extract broth (MEB) media. A secondary metabolites from broth was extracted with ethyl acetate (2:1). Fractionation was done by using vacuum column SiO2. Active compound was elucidated by FT-IR Spectroscopic Data, LC-IT-Tof-MS and H-NMR. Cytotoxic effects by WiDr against cancer cells was tested with MTT method. The broth weight result was 1.21 g. Cytotoxic activity at concentration of 30 ug/mL resulted cell mortality which the biggest with value 25.72% in fraction F6. While the cytotoxic activity of the F6 fraction’s broth extract with MTT test has IC50 value of 133.67 ug/mL. Based on the characterization results of TLC profile analysis, FT-IR, LC-IT-Tof-MS and H-NMR of the most active fraction (F6) likely the active compound was contained aromatic group, hydroxy, carbonyl, ketones, and esters. | |
| 8822 | 9147 | G1F010044 | PEMBUATAN NANOEMULSI MINYAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) MENGGUNAKAN KOMBINASI SURFAKTAN TWEEN 20 DAN SPAN 20 SECARA SNEDDS | Nigella sativa Linn merupakan tanaman obat yang dikenal di Indonesia dengan nama jintan hitam. Biji dan minyak biji jintan hitam telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanoemulsi minyak biji jintan hitam dengan menggunakan kombinasi surfaktan tween 20 dan span 20 secara SNEDDS (Self Nano-emulsifying Drug Delivery Systems) yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dari minyak biji jintan hitam. Nanoemulsi dibuat menjadi 9 formula dengan perbandingan konsentrasi surfaktan tween 20 dan span 20 serta kosurfaktan PEG (polietilen glikol) 400. Metode pembuatan nanoemulsi dilakukan secara spontan atau langsung tanpa bantuan alat yang disebut SNEDDS. Nanoemulsi kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji stabilitas termodinamik; self-emulsifikasi dan presipitasi; waktu emulsifikasi; serta dilakukan karakterisasi menggunakan transmission electron microscopy (TEM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 9 formula hanya 2 formula yang stabil yaitu formula 8 dan 9 dan menunjukkan waktu emulsifikasi yang cepat (≤2 detik). Dari dua formula terbaik kemudian dipilih formula yang sesuai dengan konsentrasi misel kritik (KMK) yaitu formula 8. Kemudian formula 8 dilakukan karakterisasi TEM yang menunjukkan bahwa terbentuk nanoemulsi dengan ukuran partikel 50-300 nm. Kesimpulannya formula 8 merupakan formula nanoemulsi yang optimum dengan perbandingan sistem:minyak yaitu 8:2 atau 4:1. | Nigella sativa Linn is a medicinal plant known in Indonesia as black cumin. Seed and black cumin seed oil has been widely used in traditional medicine. The aim of this study is to make nanoemulsion black cumin seed oil by using a combination of surfactant tween 20 and span 20 with SNEDDS (Self Nano-emulsifying Drug Delivery Systems) which expected could improve the effectiveness of black cumin seed oil. Nanoemulsion made into nine formulas with a ratio concentration of surfactant tween 20 and span 20 and cosurfactant PEG (polyethylene glycol) 400. Methods of making nanoemulsion done spontaneously or directly without help of a tool called SNEDDS. Then the evaluated of nanoemulsion include thermodynamic stability test; self-emulsification and precipitation; emulsification time; and characterization using transmission electron microscopy (TEM). The results showed that only two stable formulas (formula 8 and 9) from nine formulas and showed rapid emulsification time (≤ 2 seconds). The best of the two formulas then selected according to a formula that critics micelle concentration (CMC) is the formula 8. Then formula 8 TEM characterization showing that formed nanoemulsion with particle size 50-300 nm. In conclusion formula 8 is a formula with optimum nanoemulsion comparison system:oil is 8:2 or 4:1. | |
| 8823 | 9140 | E1A008059 | PENERAPAN REMUNERASI BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 77 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DILINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Remunerasi pemerintahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan reformasi birokrasi. Dilatar belakangi oleh kesadaran sekaligus komitmen pemerintah untuk mewujudkan clean and good governance. Namun pada tataran pelaksanaannya, perubahan dan pembaharuan yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa tersebut tidak mungkin dilaksanakan dengan baik dan efektif tanpa kesejahteraan yang layak dari pegawai yang mewakilinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Remunerasi/Tunjangan Kinerja di Kementerian Dalam Negeri sudah diterapkan sesuai Pasal 2 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2013 Tentang Tunjangan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini sesuai kebijakan reformasi birokrasi. Pemberian tunjangan kinerja di kementerian dalam negeri di berikan 100 % jika pegawai negeri melakukan tugasnya secara penuh sesuai dengan kontrak kerja yang telah di berikan. Tetapi dalam kenyataanya pegawai negeri tidak mencapai kontrak yang diberikan, sehingga remunerasi yang didapatkan hanya sesuai dengan kinerja yang di capai setiap bulannya. | Remuneration governance is an integral part of the policy of bureaucratic reform. Background by awareness at the same time the government's commitment to bring clean and good governance. But at the level of implementation, change and renewal are implemented in order to realize a clean governance and the authority may not be implemented properly and effectively without proper welfare of the employees they represent. The research method used in this study are normative approach, the specification of the research is descriptive research, analytical method used was a qualitative analysis of the normative model of systematic and grammatical interpretation. Remuneration / Benefit Performance at the Ministry of the Interior has been applied in accordance with Article 2 of Regulation of the President of the Republic of Indonesia Number 77 Year 2013 About Benefit Performance Officer at Environment Ministry of the Interior. It is at the discretion of bureaucratic reform. Allowances in the interior ministry performance given 100% if civil servants perform their duties in full compliance with the employment contract that has been given. But in fact public servants do not reach a given contract, so the remuneration obtained only in accordance with the performance achieved every month. | |
| 8824 | 9149 | F1D008022 | Dekonstruksi Jender dalam Lirik Lagu “Cita-citaku” karya Grup Musik The Panas Dalam: Representasi dan Resistensi Kaum Waria sebagai Kelompok Marjinal di Indonesia | jender mendapat sambutan meriah bagi perkembangnya ilmu sosial di Indonesia. jender merupakan hasil dari kontruksi sosial, dimana peran perempuan dan laki-laki sudah ditentukan secara biologis. Namun, berapa dekade muncul konsep against gender yang menentang kontruksi jender. Against gender berbicara tentang bagaimana mengubah stigma jender dimasyarakat yang hanya melihat peran perempuan dan laki-laki secara biologis saja. Relasi antara against gender dan norma jender dalam problema heteroseksual masih menjadi friksi di Indonesia, hal ini menjadi begitu penting karena juga menyangkut eksitensi kaum waria yang merupakan warga Negara Indonesia. Untuk membongkar masalah yang menimpa kaum waria sebagai kelompok marjinal dapat menggunakan sebuah lirik lagu yang dikaji lebih dalam mengunakan teori semiotika. Lirik lagu yang digunakan dalam artikel ini adalah lirik lagu miliki The Panas Dalam Band yang berjudul “Cita-citaku”. Dalam lirik lagu “Cita-citaku”, menceritakan sebuah keinginan seorang lelaki yang ingin mengikuti kata hati dengan menjadi seorang wanita tetapi dia terhenti dengan menyadari bahwa fisiknya adalah seorang lelaki. Dengan demikian, dalam lirik lagu ini tersirat makna bahwa kaum waria yang hidup di masyarakat ingin sekali diterima layaknya manusia normal dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Heteronormativitas, Against Gender, Kaum Waria, Lirik Lagu | Gender got a great acceptance for the social sciences development in Indonesia. Gender is the result of social construction, in which the roles of women and men are biologically predetermined. However, several decades appears the concept of against gender that resist the gender construction. Against Gender talks about how to change the stigma of gender in the society who only see the role of women and men are biologically alone. The relation between against gender and gender norms in heterosexual problems still become a friction in Indonesia. It becomes so important because it also involves the existence of transvestites who are Indonesian citizen. To disassemble the problems that afflicting to transvestite as marginalized groups can use a song lyric that was studied in using the theory of semiotics. Lyrics of the song used in this article are the song lyrics by The Panas Dalam entitled “Cita-Citaku”. The lyrics of “Cita-Citaku” tell about the desire of a man who wants to follow his heart to be a woman but he was stopped by realizing that physically he is a man. Thus, the implied meaning of the lyrics of this song that the transvestites who live in the community want to be accepted like a normal human being in everyday life. Keywords: Heteronormativitas, Against Gender, Transvestites, Song Lyrics | |
| 8825 | 9150 | G1F010065 | EVALUASI PENGGUNAAN ANTIEMETIK PADA PASIEN KANKER OVARIUM YANG MENDAPATKAN TERAPI CISPLATIN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Cisplatin adalah agen terapi anti kanker golongan alkilator memiliki salah satu efek samping yang paling sering terjadi yaitu mual dan muntah. Ketidakmampuan pasien dalam mengontrol mual dan muntah dapat menyebabkan putusnya pasien dalam menjalan kemoterapi ketahap berikutnya . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antiemetik pada pasien kanker ovarium yang mendapatkan terapi cisplatin di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan metode pengumpulan data secara retrospektif melalui data rekam medik periode Januari – Maret 2014. Evaluasi meliputi kesesuaian obat dan dosis menurut protokol guideline NCCN tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cisplatin pada pasien kanker ovarium di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto paling banyak dikombinasikan dengan doksorubisin dan siklofosfamid yaitu sebanyak 48 resep (82%). Untuk penggunaan antiemetik kombinasi yang paling banyak digunakan adalah ranitidin dan ondansetron (49,82%). Evaluasi kesesuaian obat antiemetik dari 141 kali kemoterapi, sebanyak 9 kali kemoterapi (6%) yang sesuai dengan guideline dan 132 kali kemoterapi (94%) yang tidak sesuai dengan guideline. Untuk kesesuaian dosis antiemetik dari 141 kali kemoterapi, sebanyak 141 kali kemoterapi (100%) memiliki kesesuaian dengan guideline NCCN tahun 2012. | Cisplatin is an anti-cancer therapeutic agents alkilator group which common side effects are nausea and vomiting occur. Patients inability to control nausea and vomiting can affect the quality of life of patients that may impact patients' reluctance to complete the treatment, or undergo subsequent chemotherapy. The aim of this study is to determine the suitability of antiemetics utilization in patients with ovarian cancer that receive cisplatin therapy in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. This research is observational descriptive study with retrospective data collection methods through medical record data in January - March 2014. The evaluation consists of drug and dose suitability according to the protocol of the NCCN guidelines in 2012. The results showed that most of cisplatin utilization in ovarian cancer patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital was combined with doxorubicin and cyclophosphamide as much as 48 prescriptions (83%). the most widely used antiemetics combination is ranitidine and ondansetron (49.82%).Evaluation of antiemetic drug suitability of 141 cycles of chemotherapy drugs, 9 (6%) were appropriate with guidelines and 132 (94%) were not appropriate with the guidelines. For antiemetic dose suitability of 141 cycles of chemotherapy drugs, 141 (100%) were appropirate with NCCN guidelines in 2012. | |
| 8826 | 5089 | E1A005179 | PERANAN PONDOK REMAJA INABAH PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA JAWA BARAT DALAM USAHA PENYEMBUHAN, PERAWATAN DAN REHABILITASI PECANDU NARKOTIKA | ABSTRAK Masalah penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (narkoba) sudah menjadi masalah global yang harus ditanggulangi sesegera mungkin, hal ini dilihat dari semakin meningkatnya penggunaan narkoba baik secara kualitas maupun kuantitas. Keberagamaan dan modal sosial meliputi kelembagaan, nilai – nilai dan norma – norma keagamaan dan budaya lokal, termasuk nilai – nilai keimanan dan nilai – nilai luhur warisan para leluhur perlu dikuatkan. Sikap itu membuat masyarakat menghargai hidup dan kehidupan, menghormati orang tua, menghargai diri, menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan atau orang lain dan masyarakat, saling berbagi perhatian dan kepedulian, empati dan kasih sayang terhadap sesama. Hidup hemat, kejujuran, kerja keras dan sebagainya merupakan strategi tidak langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencegah dan memerangi serta membangun ketahanan terhadap bahaya narkoba. Masalah pokok penelitian ini, adalah alasan masyarakat yang memilih Pondok Pesantren sebagai lembaga informal dalam rehabilitasi korban penyalah gunaan narkotika, faktor – faktor apa sajakah yang menjadi penyebab, dampak penyalahgunaan narkoba dan bagaimana solusinya yang mendukung terhadap upaya penyembuhan, perawatan dan rehabilitasi pecandu narkotika serta bagaimana mengenai metode therapy Inabah yang digunakan di Pondok Pesantren Suryalaya untuk rehabilitasi korban narkotika. Berdasarkan masalah tersebut diatas, dilakukan penelitian hukum kualitatif, dengan tujuan agar dapat menggali lebih mendalam mengenai proses perehabilitasian terhadap korban penyalah gunaan narkotika yang terjadi di lapangan sebab pemantauan dilapangan secara langsung akan mengakumulasi data lebih akurat, tajam dan relevan dalam menjawab permasalahan yang timbul. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, yaitu menelaah kenyataan – kenyataan hukum di masyarakat dan membandingkan fakta hukum yang ada serta menggunakan metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis yaitu pendekatan yang mengkonstruksikan hukum sebagai refleksi kehidupan masyarakat itu sendiri yang menekankan pada pencarian – pencarian, keajegan empirik dengan konsekuensi selain mengacu pada hukum tertulis juga mengadakan observasi terhadap tingkah laku yang benar – benar terjadi. Pemberdayaan masyarakat agar bebas narkoba perlu dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh serta membutuhkan kesabaran tinggi maka, dalam memerangi bahaya narkoba perlu digunakan strategi pemberdayaan masyarakat untuk melawan penyalah gunaan dan perdagangan gelap narkoba. Strategi pemberdayaan masyarakat dalam memerangi bahaya narkoba perlu dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, mencakup semua aspek kehidupan dan penghidupan, baik politik, ekonomi, sosial – budaya, keamanan, maupun penegakan hukum. Baik langsung maupun tidak langsung, pemerintah, bersama – sama dengan LSM, masyarakat dan dunia usaha akan mampu menahan laju pertumbuhan penyalah gunaan narkoba dan peredarannya. Dengan asumsi, masyarakat yang makmur, sejahtera, berkeadilan, dan stabil akan mempunyai ketahanan terhadap ancaman bahaya narkoba, tindak kejahatan dan permasalahan sosial lainnya dan memiliki keberdayaan memeranginya. Sasaran pemberdayaan masyarakat dalam memerangi bahaya narkoba dapat diarahkan secara langsung kepada keluarga, orang tua, kelompok masyarakat, remaja dan pemuda. Pemberdayaan secara tidak langsung melalui pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan serta peningkatan budaya dan penegakan hukum pasti akan membebas masyarakat dari bahaya narkoba. | ABSTRACT Problem of substance abuse, psychotropic and other addictive substances (drugs) has become a global problem that must be addressed as soon as possible, it is seen from the increasing use of drugs both in quality and quantity. Diversity and social capital includes the institutions, values - values and norms - local cultural and religious norms, including the value - the value of faith and values - the value of the noble heritage of the ancestors need to be strengthened. Attitudes that make people appreciate life and living, respect for parents, respect themselves, to avoid actions that harm themselves or others and the community, sharing the attention and concern, empathy and compassion for others. Thrift, honesty, hard work and so is an indirect strategy in an effort to empower communities to prevent and fight and build resilience against the dangers of drugs. The subject matter of this study, is the reason people who choose boarding school as informal institutions in the rehabilitation of victims of drug abuse, a factor - what are the factors that cause, the impact of drug abuse and how the solution that supports the efforts of healing, treatment and rehabilitation of drug addicts as well as how the method used in therapy Inabah Boarding School for the rehabilitation of victims of narcotics Suryalaya. Based on the above issues, conducted a qualitative study of law, in order to dig more deeply about the process of rehabilitation of victims of drug abuse that occurred in the field for direct monitoring of the field will accumulate the data more accurate, sharp and relevant in answering the problems that arise. This type of research using the methods of empirical legal research, which examines the reality - the reality of law in society and to compare the existing legal facts and using the approach used is a juridical approach to the sociological approach to constructing the law as a reflection of society itself, which emphasizes the search - the search , the empirical regularity with consequences in addition to the written law also refers to the observation of behavior held true - really happened. Empowering people to be free of drugs need to be comprehensive and thorough and it requires patience, in combating the dangers of drugs need to use the strategy of empowering people to fight abuse and illicit drug trafficking. Community empowerment strategy in combating the dangers of drugs need to be comprehensive and thorough, covering all aspects of life and livelihood, whether political, economic, social - cultural, security or law enforcement. Either directly or indirectly, the government, together - together with NGOs, communities and businesses will be able to put a halt to the growth of drug abuse and its circulation. Assuming, of a prosperous society, prosperous, equitable, and stable will have a resistance to the threat of the dangers of drugs, crime and other social problems and has empowerment of the fight. Objectives of community empowerment in the fight against the dangers of drugs can be directed directly to the families, parents, community groups, adolescents and youth. Indirect empowerment through economic development, increased prosperity, job creation, improving the quality of education and increasing cultural and law enforcement would have freed the people from the dangers of drugs. | |
| 8827 | 11527 | F1F009063 | An Analysis of the Translation of Cultural Terms in Ahmad Tohari’s Novel Ronggeng Dukuh Paruk Into English Version The Dancer | ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah tentang kategori istilah kebudayaan yang ditemukan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk. Istilah – istilah tersebut digunakan untuk mencari tekhnik – tekhnik penerjemahan yang dipakai oleh penerjemah Novel Ronggeng Dukuh Paruk ke versi Ingrisnya yaitu The Dancer.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode mencatat. Teknik populasi dan contoh sampel juga digunakan dalam penelitian ini. Metode deskripsi kualitatif digunakan dalam menganalisa data yang diambil.Dalam pnelitian ini ditemukan tiga kategori istilah budaya. Dan dari seluruh kategori dapat dipisahkan menjadi delapan (8) istilah kebudayaan yang termasuk dalam material culture. Dua (2) istilah masuk ke dalam sosial culture dan satu (1) istilah masuk ke dalam kategori activities and procedure. Dalam penelitian ini juga ditemukan enam (6) tekhnik penerjemahan. Ke enam tekhnik penerjemahan itu adalah Calque, Borrowing, Amplification, Compensation, Description dan Generlization. Berdasarkan latar belakang dan sasaran dari penelitian, diharapkan penelitian ini bisa memiliki kontribusi yang signifikan baik secara teoretis maupun praktek. Secara teoretis, penelitian ini dapat menambahkan informasi tentang istilah – istilah kebudayaan. Secara prakteknya, penelitian ini bisa berguna sebagai referensi untuk peneliti lain untuk melakukan penelitian mengenai penerjemahan. | ABSTRACT The objectives of this study are to categorize the cultural terms related to Javanese culture found in Ronggeng Dukuh Paruk, to identify the techniques of translation applied in the translation of cultural terms related to Javanese culture in Ronggeng Dukuh Paruk found in The Dancer.The method of collecting data in this study was through observing by note taking technique. Population and Sampling technique is also used in this thesis. The collected data were analyzed descriptively using qualitative method.There were three categories of cultural terms identified in the novel. Most of the terms found in the novel belong to eight (8) terms related to material culture. There are two (2) terms related to social culture and one (1) term related to activities and procedures. There are six (6) translation techniques that are found in The Dancer; Notes for Momma. The six translation tecniques are Calque, Borrowing, Amplification, Compensation, Description and Generalization. Regarding the background and the objectives of the research, it was expected that this research contributes a great significance both theoritically and practically. Theoritically, the research findings will give additional information to translation researchers dealing with cultural terms. Practically, the research may be useful as references for other researchers to conduct translation research. | |
| 8828 | 9269 | H1D009061 | PENGARUH PENAMBAHAN PIN TERHADAP KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU APUS PADA BETON MUTU K-200 | Kebutuhan akan penggunaan baja sebagai tulangan dalam struktur beton bertulang semakin meningkat. Ketersediaan bahan dasar dalam pembuatan baja (biji besi) semakin berkurang bahkan diprediksi akan habis karena merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Bambu merupakan alternatif pengganti penggunaan tulangan baja pada beton bertulang. Bambu apus memiliki populasi yang banyak di Indonesia. Selain itu kuat tarik bambu yang tinggi dapat dipersaingkan dengan baja. Sifat kembang susut yang dimilliki bambu merupakan kelemahan jika digunakan sebagai tulangan beton bertulang. Untuk mengantisipasi kelemahan tersebut penggunaan pin baja sebagai perbaikan tulangan bambu akibat susut merupakan alternatif yang dipilih. Pin baja dengan diameter 3 mm akan ditanam pada tulangan bambu dengan arah lateral (arah x dan y). Eksperimen yang dilakukan adalah uji Pull-out, dengan variasi diameter tulangan bambu disetarai dengan tulangan baja diameter 6 mm dan 8 mm, masing-masing diameter menggunakan variasi jumlah pin yang ditanam sebanyak 0, 2, 3 dan 4 buah. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa uji Pull-out tulangan bambu setara baja diameter 6 mm dengan jumlah pin sebanyak 3 Pin (BB1-P3) dapat menyetarai kapasitas pull-out baja diameter 6 mm. Sedangkan uji pull-out tulangan bambu setara baja diameter 8 mm dengan 4 pin (BB2-P4) dapat menyetarai kekuatan kapasitas pull-out baja diameter 8 mm. Nilai rata-rata uji Pull-out yang dihasilkan dari masing-masing tulangan bambu sebesar 4366,67 N untuk BB1-P3 dan 5900 N untuk BB2-P4. | The need of steel as reinforcement in reinforced concrete has increased. Availability of basic materials in steel manufacture decrease, even then it predicted to be lose because it is a nonrenewable mining product. In other to solve this problem, bamboo could be used as an alternative to replace reinforcing steel in reinforced concrete. Apus bamboo has many populations in Indonesia. Beside that, the high tensile strength of bamboo is comparable to steel. The nature of swell and shrinkage of bamboo is a weaknesess when it used as reinforcement of reinforced concrete. To anticipate its weaknesess, the use of steel pins as improvement of bamboo reinforcement for its shrinkage could be choose as an alternative. Steel pin with a diameter of 3 mm will be plugged on bamboo reinforcement in the lateral direction (x and y directions). The experiment is conducted pull-out test, with variations in diameter bamboo reinforcement equated with diameter 6 mm and 8 mm of steel reinforcement, for each diameters use 0, 2, 3 and 4 variations pin to be plugged. The result of its experiment show us that pull-out test of bamboo reinforcement in diameter of 6 mm with 3 steel pins (BB1-P3) can be suited with the pull-out capacity of steel reinforcement in 6 mm diameters. Whereas, pull out test of bamboo reinforcement in diameter of 8 mm with 3 steel pins (BB2-P4) can be suited with the pull-out capacity of steel reinforcement in 8 mm diameters. The average value of Pull-out tests from each bamboo reinforcement is 4366.67 N on BB1-P3 and 5900 N on BB2-P4. | |
| 8829 | 9151 | H1C010032 | Analisa Perhitungan Unjuk Kerja Existing System Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) Surya-Angin Pandansimo, Bantul, Yogyakarta | Pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) atau sistem hibrida (hybrid system) adalah suatu sistem pembangkit listrik yang memadukan beberapa sumber energi baru dan terbarukan. Pada sistem pembangkit ini terdapat subsisttem yang terdiri dari pembangkitan, penyimpanan, pengkonversi, dan pembebanan. Unjuk kerja dari keseluruhan sistem PLTH merupakan hal yang penting untuk diketahui sehingga dapat dievaluasi kinerja dari PLTH saat ini dan dapat menjadi bahan acuan untuk mengoptimasi PLTH kedepannya.objek penelitian pada penelitian ini adalah PLTH Pandansimo yang berada di Bantul, Yogyakarta, dimana pada penelitian ini dilakukan perhitungan unjuk kerja dari PLTH yang meliputi potensi energi angin dan matahari, pola beban harian, unjuk kerja PV, ujuk kerja turbin angin, dan unjuk kerja inverter. Berdasarkan data yang didapat dari Nasa Surface Meteorology and Solar Energy diketahui daerah Pandansimo mempunyai potensi energi angin dan matahari yang cukup besar dimana rata-rata kecepatan angin setahun mencapai 3.67 m/s pada ketinggian 15 m dan insolasi radiasi matahari rata-rata setahun mencapai 4.8 kwh/m2/hari . berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pola beban harian PLTH Pandansimo pada hari senin-sabtu (weekdays) cenderung konstan berkisar antara 1000 watt-1500 watt sedangkan pada hari minggu (weekend) cnderung fluktualif dan lebih besar dibandingkan pada hari biasa yang berkisar antara 1500 watt-2500 watt. Hasil analisis unjuk kerja PV menunjukkan bahwa performance ratio terendah adalah PV pada subsistem KKP yang berkisar antara 29%-48% dengan quality faktor yang cenderung mengalami penurunan pada siang hari sedangkan Performance ratio PV paling baik adalah PV pada subsistem 120 V barat dengan nilai performance ratio berkisar antara 45%-73% dengan quality faktor yang cenderung konstan pada siang hari dan nilai performance ratio PV pada susistem PV 240 V adalah berkisar antara 51%-65% dengan quality factor cenderung konstan pada siang hari. Sedangkan untuk turbin angin hasil analisis menunjukkan bahwa turbin angin dengan rating daya output 400 watt, 1kW, dan 2kW berada dibawah performasi daya output berdasarkan kecepatan angin pada spesifikasi turbin angin dengan rating dan jumlah sudu yang sama, hanya turbin angin 5kw dan 10 kw yang grafik daya outputnya mendekati spesifikasi grafik daya output bedasarkan kecepatan angin pada turbin angin dengan rating dan jumlah sudu yang sama. Dan untuk hasil analisis pada inverter didapatkan bahwa efisiensi pada sinus modified inverter lebih baik dibandingkan dengan sinus inverter dengan nilai efisiensi pada sinus modified inverter berkisar antara 59%-96% sedangkan pada sinus inverter hanya berkisar antara 33%-80%. | Hybrid power plant or hybrid system is a power generation plant that combines multiple sources of new and renewable energy. in this generation the subsystem consisting of generation, storage, converter, and load. The performance of overall hybrid system is important to know for evaluating of the performance of existing system and can be a reference for optimizing hybrid power plant. Research object in this study is Pandansimo hybrid power plant where located in Bantul, Yogyakarta. The research was conducted calculation of the performance of hybrid system which included wind and solar energy potential, patterns of daily load, PV performance, wind turbines performance, and inverter performance. Based on the data that obtained from the NASA Surface Meteorology and Solar Energy, Pandansimo region known have a good enough of wind and solar energy potentials with the average of wind speed in one year reaches 3.67 m/s at a height of 15 m and the average of solar radiation in one year at 4.8 kwh /m2/ days. based on the results of the study showed that the daily load pattern of Pandansimo hybrid system on Monday-Saturday (weekdays) tends to a constant, in range from 1000 watts-1500 watts and while on Sunday (weekend) tend to fluktuatif and larger than weekdays in the range of 1500 watt-2500 watts. The results of the analysis showed to that the the lowest performance of PV is in the KKP subsystem in ranges from 29% -48% with a quality factor tends to decrease during the day and the best PV Performance ratio is 120 V PV west subsystem with the value performance ratio ranged between 45% -73% with a quality factor tends to a constant value during the day and the performance ratio of 240 V east PV is ranged between 51% -65% with a quality factor tends to be constant during the day. As for the wind turbine analysis results indicate that the wind turbine with output power rating 400 watts,1kW, and 2kW the output power under performance based on the power output curve specifications of the wind turbine with the same rating power output and same number of blades, only 5kw and 10 kw wind turbine that almost approached output power like in the specification of output power curve based on the wind turbine at the same rating and the same number of blades. And last results of the analysis showed that the efficiency of the modified sine inverter is better than sine inverter. The value of eficiency modified sine inverter in the ranges between 59% -96% and the sine inverter in ranges between 33% -80%. | |
| 8830 | 10602 | A1L010231 | PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ANORGANIK, ORGANIK, HAYATI DAN PERBEDAAN SAAT TANAM PADA TANAH ULTISOL SOMAGEDE, BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh dosis kombinasi pupuk terhadap hasil tanaman jagung pada tanah ultisol. 2) mengetahui pengaruh saat tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah ultisol. 3) mengetahui dosis kombinasi pupuk dan saat tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di tanah ultisol milik petani Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNSOED Purwokerto. Penelitian ini berlangsung selama enam bulan dan dilaksanakan dari awal bulan April sampai akhir September 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan kombinasi pupuk (pupuk organik, anorganik dan hayati) yang terdiri dari lima taraf yaitu: 0% (D0), 50% (D1), 100% (D2), 150% (D3), dan 200% paket perlakuan (D4). Faktor kedua ialah perbedaan saat tanam yang terdiri atas tiga taraf yaitu: T1= satu minggu setelah pemupukan, T2= dua minggu setelah pemupukan dan T3= tiga minggu setelah pemupukan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, berat basah tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol dengan kelobot, berat basah tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat biji kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kombinasi pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh variabel yang diamati. Saat tanam tidak berpengaruh nyata, kecuali pada variabel tinggi tanaman berpengaruh sangat nyata. Tidak terdapat interaksi antara saat tanam dengan dosis kombinasi pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. | The purpose of this research is: 1) find out the effect of a combination fertilizer dose to yield of corn at Ultisol soil. 2) find out the effect of time planting to grwth and yield of corn at Ultisol soil. 3) find out the combination offertilizer dose and time planting to growth and yield of corn at Ultisol soil. This research conducted in the farmers’s Ultisol was located in Tanggeran Village, Somagede Distic, Banyumas and in the science of soil Laboratory at Faculty of Agriculture, UNSOED Purwokerto. The study lasted six month and cconducted in April until Semptember 2014. The design of the experiment applied is the factorial Randomized Complete Blok Design (RCBD) which is 2 factor and repeated 3 times. The first factor tried is the fertilizer treatment (organic fertilizer, anorganic fertilizer, and biological fertilizer) consisted of five level there is: 0% (D1), 50 % (D2),100% (D3), 150% (D4), and 200% (D5). The second factor is the difference when planting season that consists of three standard that is: T1= one week after fertilization, T2= two weeks after fertilization and T3= three weeks after fertilization. The variables observed consist of the plant height, plant wet weight, plant dry weight, corn knob with corn husk wet weight, corn knob with corn husk dry weight, corn knob without corn husk wet weight, corn knob without corn husk dry weight, seed dry weight per plant. The result of the experiment shows that the effect of combination fertilizer dose give significant effect to the all observed variables. The planting time gives not significant effect. The composition of the planting time and combination fertilizer dose give not significant effect to growth and yield of corn. | |
| 8831 | 10599 | G1F011007 | AKTIVITAS FRAKSI TIDAK LARUT n-HEKSANA BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa) DALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT MENCIT Balb/C YANG DIINDUKSI POTASIUM OKSONAT | Ekstrak etanol batang brotowali (T.crispa) berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan analgesik. Kandungan senyawa dalam batang brotowali antara lain alkaloid kuarterner, polifenol, glikosida, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi tidak larut n-heksana (FTLH) batang brotowali dalam menurunkan kadar asam urat secara in vivo dan kandungan metabolit sekunder di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni. FTLH akan diidentifikasi kandungan flavonoid dan alkaloidnya. Uji in vivo dilakukan dengan membagi 24 ekor mencit menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok I (Na-CMC 0,5% per oral), II (potasium oksonat 250mg/KgBB), III (allopurinol 10mg/KgBB per oral), kelompok IV-VI (FTLH 50mg/KgBB, 100mg/KgBB, dan 200mg/KgBB per oral), dengan kelompok II sampai VI diinduksi potassium oksonat secara intraperitoneal 1 jam setelah pemberian sediaan uji dan darah diambil dari sinus orbital mata 2 jam setelah induksi potasium oksonat. Yang diamati adalah kadar asam urat darah. Data yang diperoleh diuji statistik dengan Kolmogorov-Smirnov dan ANOVA satu arah (CI 95%) kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Berdasarkan uji KLT, FTLH mengandung flavonoid dan alkaloid. Persen penurunan kadar asam urat dari FTLH pada dosis 50, 100, dan 200mg/KgBB adalah 48,784±5,183%, 78,059±16,341% dan 73,167±12,017%. FTLH dosis 100mg/KgBB memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar asam urat yang paling tinggi. | Brotowali (T.crispa) stem ethanolic extract has potential as antioxidant, anti-inflammatory, and analgetic. This plant contains alkaloids, glycosides, polyphenol, and flavonoids. The last study reported that flavonoids could reduce uric acid level by inhibiting the xanthine oxydase enzyme. This study aims to examine in vivo antihyperuricemic activity of n-hexane insoluble fraction of T. crispa stem and identify the secondary metabolites content. This is an experimental study. The alkaloids and flavonoids contents in n-hexane insoluble fraction would be identified. In vivo test was done by divided 24 white mice in 6 group, they are Na-CMC 0,5% (orally), potassium oxonate 250mg/kgBW, allopurinol 10mg/kgBW (orally), n-hexane insoluble fraction doses 50, 100, and 200mg/kgBW (orally), which group II until VI was injected by potassium oxonate intraperitoneally 1 hour after the test material was given and blood draw done through eye orbital sinus within 2 hours after induction of hyperuricemia. Finally, the uric acid levels and reduction percentage in uric acid levels will be determined with statistical analysis of Kolmogorov Smirnov and One Way ANOVA (CI 95%) then continued with LSD test. The n-hexane insoluble fraction showed the existences of alkaloids and flavonoids based on the TLC profile. The percentage of reduction in uric acid level in n-hexane insoluble fraction treatment at dose 50, 100 and 200mg/kgBW were 48,784±5,183%, 78,059±16,341% and 73,167±12,017% respectively. The n-hexane insoluble fraction at dose of 100mg/kgBW has the highest potential in reducing the uric acid levels | |
| 8832 | 10971 | B1J010160 | VARIASI MORFOLOGI BAMBU TALI (Gigantochloa apus (Schult.f.) Kurz.) PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI PELUS | Penelitian yang berjudul “Variasi Morfologi Bambu Tali (Gigantochloa apus (Schult.f.) Kurz) pada Berbagai Ketinggian Tempat” telah dilaksanakan di sub daerah aliran sungai Pelus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai variasi morfologi bambu tali di sub daerah aliran sungai Pelus pada berbagai ketinggian tempat di atas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Variabel yang diamati adalah morfologi bambu tali sebagai variabel terikat dan faktor lingkungan sebagai variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat di atas permukaan laut berpengaruh terhadap beberapa karakter morfologi bambu tali di sub daerah aliran sungai Pelus. Hasil analisis varians (ANOVA) menunjukkan bahwa karakter morfologi bambu tali yang dipengaruhi oleh ketinggian tempat antara lain diameter buluh, panjang ruas buluh, panjang pelepah buluh, lebar pelepah buluh, panjang daun pelepah buluh, lebar daun pelepah buluh, panjang daun, dan lebar daun. Kedelapan karakter morfologi tersebut tumbuh optimal pada ketinggian 400-499 m dpl. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa antara ketinggian tempat di atas permukaan laut memiliki hubungan yang relatif erat dengan beberapa karakter morfologi bambu tali. | A study, entitled "Morphological Variation Tali Bamboo (Gigantochloa apus (Schult.f.) Kurz) at Various Altitude in Sub Watershed Pelus" has been conducted in Banyumas, Central Java. This study aims to determine the morphological variations of tali bamboo in sub watersheds Pelus at various altitudes above sea levels. The method used is the method of survey with stratified random sampling. The variables measured were morphology of tali bamboo as dependent variable and environmental factors as independent variables. This study indicated that the altitudinal difference effect some morphological characteristics of tali bamboo in the sub watershed Pelus. The result using analysis of variance (ANOVA) indicated that morphological characters of tali bamboo are effected by altitude include diameter of culm, length of the culm internodes, length of the culm sheath, width of the culm sheath, length of the blade ovate-triangular, width of the blade ovate-triangular, length of the leaf blade, and width of the leaf blade. Eighth morphological characters that grows optimally at an altitude of 400 to 499 m asl. The results of regression analysis showed that the altitude has a relatively close correlation with somes of morphological character of tali bamboo. | |
| 8833 | 11079 | P2BA11051 | EFEKTIVITAS INDUKSI TETRAPLOIDISASI IKAN NILEM (Osteochilus hasselti Valenciennes 1842) KEJUT TEMPERATUR PANAS 400C DENGAN LAMA WAKTU KEJUT BERBEDA | Bioteknologi reproduksi tetraploidisasi alternatif solusi meningkatkan produktivitas ikan. Kejut temperatur panas 40oC selama 90 menit dilaporkan efektif menghasilkan triploid dan tetraploid nilem. Tujuan penelitian mengkaji efektivitas tetraploidisasi lama kejut 40oC berbeda : 60, 90, dan 120 detik. Telur dan spermatozoa segar (induk diinduksi GnRH-analog dan anti dopamin domperindon (Syndel, Vancauver, Canada)), difertilisasi, lalu pada 20 atau 25 menit pasca fertilisasi, dikejut 40oC selama 60, 90 atau 120 detik, kemudian dikultur dengan sistem kultur berairasi seragam untuk semua perlakuan. Pada umur 30 hari, kepadatan kultur diseragamkan. Hasil rerata persentase fertilitas (terendah 90%) berbeda sangat nyata (P<0,01) antar perlakuan. Rerata persentase penetasan antar perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), demikian juga persentase sintasan benih nilem umur 60 hari. Rerata persentase sintasan benih nilem tetraploid tertinggi 73,33±15,28%, kontrol/diploidnya 53%. Dimensi sel darah merah (sdm) benih benih membuktikan keberhasilan tetraploidisasi, yaitu sdm tetraploid lebih besar secara sangat nyata (P<0,01), rerata panjang sdm tetraploid =7,08µm, kontrolnya=3,62µm; lebar sdm tetraploid=4,77µm, diploidnya 3,6µm; luas sdm tetraploid 26,67µm2 kontrolnya 7,57µm2 dan volume sdm tetraploid = 85,66µm3 dibanding kontrolnya 14,7µm3. Pertumbuhan panjang relatif tetraploid umur 60 hari, tertingginya 14,2mm/hari, dari kelompok perlakuan kejut pada 20 menit lama kejut 120 detik, kontrol diploidnya 8,4mm/hari, berbeda sangat nyata (P<0.01) antar perlakuan. Pertumbuhan spesifik benih tetraploid umur 60 hari, tertinggi 165,7mg/hari dari perlakuan kejut pada 20 menit lama kejut 60 detik, kontrol diploidnya 121,5mg/hari, juga berbeda sangat nyata (P<0,01) antar perlakuan. Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan bahwa lama kejut 60 detik atau 120 detik pada 20 menit pasca fertilisasi, efektif menghasilkan tetraploid, dan dapat digunakan sebagai acuan pengembangan bioteknologi reproduksi ikan untuk diterapkan dalam skala yang lebih besar dalam rangka meningkatkan produktivitas ikan nilem (Osteochilus hasselti Valenciennes 1842). | Bioteknologi reproduksi tetraploidisasi alternatif solusi meningkatkan produktivitas ikan. Kejut temperatur panas 40oC selama 90 menit dilaporkan efektif menghasilkan triploid dan tetraploid nilem. Tujuan penelitian mengkaji efektivitas tetraploidisasi lama kejut 40oC berbeda : 60, 90, dan 120 detik. Telur dan spermatozoa segar (induk diinduksi GnRH-analog dan anti dopamin domperindon (Syndel, Vancauver, Canada)), difertilisasi, lalu pada 20 atau 25 menit pasca fertilisasi, dikejut 40oC selama 60, 90 atau 120 detik, kemudian dikultur dengan sistem kultur berairasi seragam untuk semua perlakuan. Pada umur 30 hari, kepadatan kultur diseragamkan. Hasil rerata persentase fertilitas (terendah 90%) berbeda sangat nyata (P<0,01) antar perlakuan. Rerata persentase penetasan antar perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), demikian juga persentase sintasan benih nilem umur 60 hari. Rerata persentase sintasan benih nilem tetraploid tertinggi 73,33±15,28%, kontrol/diploidnya 53%. Dimensi sel darah merah (sdm) benih benih membuktikan keberhasilan tetraploidisasi, yaitu sdm tetraploid lebih besar secara sangat nyata (P<0,01), rerata panjang sdm tetraploid =7,08µm, kontrolnya=3,62µm; lebar sdm tetraploid=4,77µm, diploidnya 3,6µm; luas sdm tetraploid 26,67µm2 kontrolnya 7,57µm2 dan volume sdm tetraploid = 85,66µm3 dibanding kontrolnya 14,7µm3. Pertumbuhan panjang relatif tetraploid umur 60 hari, tertingginya 14,2mm/hari, dari kelompok perlakuan kejut pada 20 menit lama kejut 120 detik, kontrol diploidnya 8,4mm/hari, berbeda sangat nyata (P<0.01) antar perlakuan. Pertumbuhan spesifik benih tetraploid umur 60 hari, tertinggi 165,7mg/hari dari perlakuan kejut pada 20 menit lama kejut 60 detik, kontrol diploidnya 121,5mg/hari, juga berbeda sangat nyata (P<0,01) antar perlakuan. Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan bahwa lama kejut 60 detik atau 120 detik pada 20 menit pasca fertilisasi, efektif menghasilkan tetraploid, dan dapat digunakan sebagai acuan pengembangan bioteknologi reproduksi ikan untuk diterapkan dalam skala yang lebih besar dalam rangka meningkatkan produktivitas ikan nilem (Osteochilus hasselti Valenciennes 1842). | |
| 8834 | 9152 | C1C009088 | PENGARUH KUALITAS LAYANAN DRIVE THRU, SIKAP WAJIB PAJAK PADA PELAKSANAAN SANKSI, DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survei Wajib Pajak pada Samsat Drive Thru Purwokerto) | Penelitian ini berjudul Pengaruh Kualitas Layanan Drive Thru, Sikap Wajib Pajak pada Pelaksanaan Sanksi, dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survei Wajib Pajak pada Samsat Drive Thru Purwokerto). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan drive thru, sikap wajib pajak pada pelaksanaan sanksi, dan kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak Kepatuhan wajib pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktornya antara lain pengaruh kualitas layanan drive thru, sikap wajib pajak pada pelaksanaan sanksi PKB, dan kesadaran wajib pajak. Dengan meningkatkan kualitas dan memperbanyak sosialisasi melalui berbagai media diharapkan akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak itu sendiri. Setelah melakukan Penelitian diketahui kualitas layanan drive thru, sikap wajib pajak pada pelaksanaan sanksi PKB, dan kesadaran wajib pajak mempunyai pengaruh yang positif signifikan secara simultan dan parsial terhadap kepatuhan wajib pajak. Sedangkan sikap wajib pajak pada pelaksanaan sanksi PKB merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan pajak. | This study entitled Effect of Quality of Service Drive Thru, Taxpayer Attitudes on Sanctions Implementation, and Taxpayer’s Awareness toward Taxpayer’s Compliance (Taxpayer Survey on SAMSAT Drive Thru Purwokerto). The purpose of this study was to determine the effect of drive-thru service quality, the attitude of the taxpayer on the implementation of sanctions, and awareness of taxpayer’s toward tax compliance. Tax compliance, particularly motor vehicle tax is influenced by various factors. The factors include the influence of drive-thru service quality, the attitude of the taxpayer on the implementation of sanctions motor vehicle tax, and taxpayer awareness. By improving the quality and increase dissemination through various media is expected to increase taxpayer compliance itself. After doing research known drive-thru service quality, the attitude of the taxpayer on the implementation of sanctions motor vehicle tax, and awareness taxpayer has a significant positive effect simultaneously and partially on tax compliance. While the attitude of the taxpayer on the implementation of sanctions motor vehicle tax is the most influential factor on tax compliance. | |
| 8835 | 9153 | C1C009130 | PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, KEPUASAN KERJA, DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI PADA DPPKAD Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, motivasi, kepuasan kerja, dan pengendalian internal terhadap kinerja karyawan pada DPPKAD Barlingmascakeb. Responden meliputi pemimpin karyawan bagian akuntansi pada DPPKAD di lima kabupaten yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskrptif yang menggunakan data primer. Alat analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah kompensasi, motivasi, dan kepuasan kerja berpengaruh (signifikan) terhadap kinerja karyawan. Implikasi penelitian adalah memperhatikan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kompensasi, motivasi, kepuasan kerja, dan pengendalian internal baik secara keseluruhan maupun secara parsial. | This study aims to determine the effect of compensation, motivation, job satisfaction, and internal controls over employee performance on DPPKAD Barlingmascakeb. Respondents include leaders in the accounting department employees in five districts namely DPPKAD Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen. This study is a qualitative research that uses primary data deskrptif. Analysis tools using multiple regression analysis. The results of this study are compensation, motivation, and job satisfaction effect (significantly) on the performance of employees. Implications of the study is considering various policies relating to compensation, motivation, job satisfaction, and internal controls as a whole or partially. | |
| 8836 | 9154 | F1G009048 | TINJAUAN ATAS STRUKTUR NOVEL PEREMPUAN KEMBANG JEPUN KARYA LAN FANG | Skripsi ini berjudul “Tinjauan atas Struktur NovelPerempuan Kembang Jepun Karya Lan Fang”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur instrinsik yang meliputi: alur, penokohan, latar, tema dan amanat, sudut pandang, hubungan antarunsur, serta mengetahui keterjalinan antarunsur instrinsik dalam novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang. Penelitian ini termasuk deskriptif dengan fokus penelitian berupa keterjalinanantarunsur instrinsik.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca, kemudian mencatat data-data penting dari novel Perempuan Kembang Jepunyang berhubungan dengan unsur-unsur instrinsik. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teori struktural. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terdapat lima keterjalinan antar unsur dalam novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang yang meliputi: hubungan tokoh dan alur, hubungan latar dan penokohan, hubungan latar dan alur, hubungan latar dan tema, hubungan penokohan dan tema. | This thesis was titled Tinjauan atas Struktur NovelPerempuan Kembang Jepun Karya Lan Fang. Was aimed to know the intrinsic elements which included: plot, characterization, background, theme, and moral and also to know abaout the entanglement of inter-intrinsic elements. This was a descriptive research which focused on the entanglement of inter-intrinsic elements. Technique collecting data used in this research wa reading, and also writing the important parts of the novel related to the intrinsic elements. Next, the data was analyzed by using structural theory. Based on the result, there were fiveentanglements of inter-intrinsic elements in the novel which were: relation between the characters and the plot, relation between the background and the characterization, relation between the background and the plot, relation between the background and the theme, relation between the characterization and the theme. | |
| 8837 | 9155 | H1F009056 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI DAERAH PENGAREM DAN SEKITARNYA KECAMATAN TUKAK SADAI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | Lokasi daerah penelitian berada pada area penambangan PT. Timah, Tbk, dengan luasan sebesar 5 km2. Posisi geografis daerah penelitian terletak pada koordinat X= 686250 mE – 688750 mE dan Y= 9665290 mN – 9667330 mN, dan secara administrasi masuk kedalam wilayah Desa Pengarem, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Secara fisiografi daerah penelitian termasuk ke dalam Dataran Sunda. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dibagi menjadi dua satuan, yakni satuan dataran denudasional (D5) dan satuan perbukitan denudasional bergelombang kuat (D1). Satuan batuan daerah penelitian terdiri dari satu satuan batuan yaitu satuan batupasir yang disebandingkan dengan Formasi Tanjung Genting. Satuan ini terbentuk pada Permian Awal – Permian Akhir di lingkungan pengendapan laut dangkal. Berdasarkan hasil analisis PIMA dan petrografi diketahui zona himpunan mineral ubahan pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona kaolin+muskovit+montmorilonit, kemudian zona kuarsa+hematite+goetit dan zona kuarsa+limonit. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa rekahan – rekahan tensional yang secara umum memiliki dua arah yaitu; kelompok urat berarah Timur Laut-Barat Daya dengan kandungan mineral feldspar, dan kelompok urat berarah Baratlaut – Tenggara dengan asosiasi Kuarsa+Sulfida. | The research area is located at mining field of PT. Timah T.bk, with an area of 5 km2. Astronomically, it is located at UTM coordinates X= 686250 mE – 688750 mE and Y= 9665290 mN – 9667330 mN, which is in the Pengarem area, Tukak Sadai Sub district, South Bangka Regency, Bangka Belitung Archipelago Province. The research area is part of Sunda land. Geomorphology of the research area was divided into two geomorphological units namely denudasional plains unit (D5) and denudational hills unit (D1). Stratigraphic of the research area only have one lithological units, that is Sandstone Unit, it is equivalent to the Tanjung Genting Formation, formed in Permian and in the marine depsitional environment. Based on the petrographic and PIMA analysis known zone of mineral assemblage in research area consist of three zones, that are kaoline+muscovite+montmorilonite zone, quartz+hematite+goetite, and quartz+limonite zone. Structures geology of the research area is generally controlled by the fractures which generally trending Northeast-Southwest (feldspar vein) and Northwest-Southeast (quartz+sulphide vein) | |
| 8838 | 11081 | P2BA10001 | EKSPLORASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI MISELIUM Ganoderma lucidum (Fr. Karst) | Antioksidan merupakan suatu substansi yang mampu menghambat atau mencegah reaksi oksidasi. Salah satu jenis jamur yang mengandung antioksidan adalah Ganoderma lucidum. Penelitian dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan Ganoderma lucidum menggunakan tiga jenis pelarut yaitu pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dengan metode DPPH , mengetahui total fenol serta mengetahui kadar peroksidasi ekstrak miselium G. lucidum isolat 2 Cianjur. Identifikasi senyawa menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dilanjut dengan Fourier Transform InfraRed (FTIR) jenis gugus yang terkandung dalam senyawa ekstrak G. lucidum dan Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat pada ekstrak miselium G. lucidum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total fenol ekstrak heksana ( 1,11 mg/ g) > etil asetat (0,86 mg/ g) > ekstrak etanol (0,75 mg/ g). Nilai total fenol tertinggi didapatkan dari ekstrak n-heksan. Nilai IC50 dari ekstrak fraksi n-heksan, etanol dan etil asetat berturut-turut adalah 69,83 μg/mL, 135,83 μg/mL, 210,418 μg/mL. Golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak N-heksan adalah terpenoid dan steroid, sedangkan hasil uji FT-IR diketahui ekstrak miselium G. Lucidum mengandung gugus C=C, O-H, C-O dan cincin aromatik. Hasil uji GC-MS diketahui beberapa senyawa yang terkandung dalam ekstrak miselium G. Lucidum adalah 9,12 Octadecadienoic Acid, Hexadecanoic Acid, dan 1-Nonadecene | Antioxidant is subtance which in small concentration can significantly inhibit or prevent the oxidation of the substrate One type of fungus is efficacious as an antioxidant in is Ganoderma lucidum. The study was conducted to test the antioxidant activity of Ganoderma lucidum using three types of solvents, namely n-heksan solvent, ethyl acetate and ethanol. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity by DPPH method and determine the total phenolic, perokside levels in the extract of G. lucidum. Identification of compounds by TLC which continued with Fourier Transform InfraRed (FTIR) types of cluster compounds contained in the extract of G. lucidum and Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS) to determine the content of the compounds contained in G. lucidum mycelium extract isolates 2 Cianjur. The research method used was experimental use three solvent (hexane, ethyl acetate, and ethanol) The results showed that the value of the total phenol hexane extract (1.11 mg / g)> ethyl acetate (0.86 mg / g)> ethanol extract (0.75 mg / g). The highest value of total phenolic extracts obtained from n-hexane. IC 50 value of the extract fraction of N-hexane, ethanol and ethyl acetate in a row is 69.827 mg / mL, 135.832 mg / mL, 210.418 mg / mL. Class of compounds found in N-hexane extracts include terpenoids, steroids. While the results of FT-IR test is known that in the mycelium extract of G. lucidum group containing C = C, OH, CO and aromatic rings. The GC-MS test results are known several compounds in G. lucidum mycelium extract, among others, 9:12 octadecadienoic acid, hexadecanoic acid and 1-nonadecene | |
| 8839 | 10642 | B1J010238 | PERBEDAAN KOMPOSISI JENIS TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN JATI DAN TEGAKAN PINUS DI RPH CIMANGGU KPH BANYUMAS BARAT | Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuhan dan hewan yang hidup bersama-sama di suatu kawasan dan membentuk satu-kesatuan yang berada dalam keseimbangan klimaks hayati. Hutan jati (Tectona grandis L.f) dan hutan pinus (Pinus merkusii Jungh. et De Vriese) merupakan hutan tanaman industri yang pada umumnya terdiri dari lapisan tegakan dan tumbuhan bawah. Kestabilan tumbuhan bawah pada tegakan hutan jati dan tegakan hutan pinus terbentuk akibat adanya hubungan timbal balik antara tumbuhan bawah dengan tegakan utama (tegakan jati dan tegakan pinus) serta faktor-faktor biotik dan abiotik. Penelitian ini dilakukan di RPH Cimanggu yang merupakan wilayah KPH Banyumas Barat dengan dua perbedaan tegakan hutan jati dan tegakan hutan pinus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi jenis tumbuhan bawah yang terdapat pada tegakan jati dan tegakan pinus serta jenis tumbuhan bawah yang mendominasi di kedua tegakan, mengetahui perbedaan dan kesamaan jenis tumbuhan bawah yang terdapat pada hutan jati dan hutan pinus di RPH Cimanggu KPH Banyumas Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengumpulan data tumbuhan bawah dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat berpetak dengan pembuatan petak berukuran 2 m x 2 m. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan kerapatan absolut, kerapatan relatif, frekuensi absolut, frekuensi relatif, indeks nilai penting, indeks keragaman (index diversity of Shannon-Wiener) dan indeks kesamaan (index of similarity). Hasil yang diperoleh dari tegakan jati ditemukan 31 spesies dari 16 famili, lima diantaranya yang mendominasi adalah Digitaria adcendens, Imperata cylindrica, Melastoma polyanthum, Pteris ensiformis, dan Alpinia galanga. Sedangkan pada tegakan pinus ditemukan 33 spesies dari 16 famili, lima yang mendominasi adalah Paspalum conjugatum, Ottochloa nodosa, Cyclosorus aridus, Stachytarpheta jamaicensis, dan Ficus septica. Tingkat keanekaragaman jenis pada tegakan jati sebesar 2,85 (melimpah sedang), dan pada tegakan pinus sebesar 2,88 (melimpah sedang). Sementara itu, pada perhitungan tingkat kesamaan antar dua komunitas berdasarkan jumlah jenis dan kelimpahan individu setiap jenisnya tergolong berbeda (IS ≤ 75%), yaitu sebesar 43,75%. | Forest is a community of plants and animals that live together in a region and form a unit that inside of the climax of biological balance. Forest teak (Tectona grandis L.f) and pine forests (Pinus merkusii Jungh. et De Vriese) is an industrial plantations, which generally consists of a layer of stands and undergrowth. The stability of the undergrowth in the forest stands of teak and pine forest stands are formed as a result of the reciprocal relationship between plants under the main stand (stands of teak and pine stands) as well as factors of biotic and abiotic. This research was conducted at RPH Cimanggu which is a region of western KPH Banyumas with two different forest stands of teak and pine forest stands. The purpose of this study was to determine the composition of plant species under contained in teak stands and stands of pine and under the dominating species in both stands, knowing the differences and similarities under the plant species found in the teak forests and pine forests in the West KPH Banyumas RPH Cimanggu. The method used in this study is a survey. Under the plant data collection is done by using the method of least terraced by making plots measuring 2 mx 2 m. Data were analyzed using the calculation of absolute density, relative density, absolute frequency, relative frequency, importance value index, index of diversity (diversity index of Shannon-Wiener) and similarity index (index of similarity). Results obtained from teak stands found 31 species from 16 families, five of which is dominated by Digitaria adcendens, Imperata cylindrica, Melastoma polyanthum, Pteris ensiformis, and Alpinia galanga. While on the stand of pine found 33 species from 16 families, five is dominated by Paspalum conjugatum, Ottochloa nodosa, Cyclosorus aridus, Stachytarpheta jamaicensis, and Ficus septica. The level of species diversity in teak stands 2.85 (rich medium), and the pine stands at 2.88 (rich medium). Meanwhile, in the calculation of the degree of similarity between the two communities based on the number of species and abundance of individuals of each species belonging to different (IS ≤ 75%), amounting to 43.75%. | |
| 8840 | 10643 | D1E011041 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT BAWANG PUTIH PADA PAKAN KAMBING YANG TERCUKUPI MINERAL Se, Cr, Zn ORGANIK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN BOBOT LAHIR CEMPE | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh suplementasi tepung kulit bawang putih (Allium sativum) pada pakan kambing yang tercukupi mineral Se, Cr, dan Zn organik terhadap kadar glukosa darah dan bobot lahir cempe. Penelitian berlangsung selama 6 bulan, di stasiun percobaan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Ternak yang digunakan adalah 15 ekor induk kambing Jawarandu pada periode laktasi ke-2. Pakan basal yang diberikan berupa rumput gajah dan konsentrat. Ternak dikelompokkan kedalam 3 jenis perlakuan pemberian pakan, yaitu : a) R0 = pakan kontrol, b) R1 = pakan kontrol + tepung kulit bawang putih 30 ppm, dan c) R2 = pakan kontrol + tepung kulit bawang putih sebanyak 30 ppm + mineral 1,5 ppm Cr, 40 ppm Zn lysinat, 0,3 ppm Se organik. Pakan yang diberikan adalah sebanyak 4% dari bobot badan berdasarkan bahan kering. Peubah yang diukur adalah kadar glukosa darah dan bobot lahir cempe. Rataan glukosa darah yaitu R0, R1, dan R2 berturut 52,00; 48,80; dan 49,00 mg/dl dan bobot lahir cempe R0, R1, dan R2 berturut 2,22; 2,62; dan 2,76 Kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemetasi tepung kulit bawang putih pada pakan kambing yang tercukupi mineral organik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa darah dan bobot lahir cempe. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulakan bahwa suplementasi tepung kulit bawang putih dengan konsentrasi 30 ppm dan mineral organik dengan konsentrasi 1,5 ppm Cr, 40 ppm Zn lysinat, dan 0,3 ppm Se pada pakan kambing perah cenderung menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan bobot lahir cempe. | The purpose of this research was evaluated the effect of garlic husk powder supplementation (Allium sativum) on goat feed was adiquated Se, Cr, and Zn organic minerals on blood glucose levels and weight born of lamb. The research was done for 6 months at the Faculty of Animal Husbandry Experiment Station of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Livestock was used 15 jawarandu goats, second priode lactation. Feed used was elephant gross and concentrate. The treatments there were a) R0 = control feed; b) R1 = control feed + garlic husk powder 30 ppm; and c) R2 = control feed + garlic husk powder as much as 30 ppm + 1.5 ppm Cr minerals, 40 ppm Zn lysinat, 0.3 ppm organic Se. Feed was given as much as 4 % of body weight based on the dry matter. the average value of blood glucose levels R0, R1, and R2 respectively 52.00; 48.80; and 49.00 mg/dl and weight born of lamb with treatment R0, R1, and R2 respectively 2.22; 2,62; and 2.76 Kg. The results showed that garlic husk powder supplementation (Allium sativum) on goat weft was adiquated Se, Cr, and Zn organic minerals had not significant effect (P>0,05) for blood glucose levels and weight born of lamb. Based on this research could by conclused with the leather garlic husk powder with a concentration of 30 ppm and organic minerals with a concentration of 1.5 ppm Cr, 40 ppm Zn lysinat, and 0.3 ppm Se on weft dairy goats tend to reduced blood glucose levels and increased weight born of lamb. |