Artikelilmiahs

Menampilkan 8.861-8.880 dari 48.907 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
88619168F1A010085Profil Mantan Buruh Migran Banyumas yang BerwirausahaKabupaten Banyumas merupakan salah satu pengirim buruh migran di Provinsi Jawa Tengah, dan diantara BMI asal Banyumas terdapat buruh migran yang memanfaatkan remiten untuk kewirausahaan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil mantan buruh migran Banyumas yang berwirausaha dilihat dari negara tujuan, tingkat pendidikan, aktivitas di luar negeri, latar belakang berwirausaha dan pemanfaatan remiten. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil mantan buruh migran Banyumas yang berwirausaha terdiri dari usaha ternak ayam, perikanan, sandal, kontrakan, rental PS, alat rumah tangga, penggilingan padi, jual beli mobil, bengkel, pertanian holtikultur, material, penyewaan tarub, perkayuaan, warung, kue, foto copy, cash kredit funiture dan elektronik, bebek dan miyak cengkeh. Bentuk kepemilikan usaha perorangan dan persekutuan. Jenis industri terdiri dari industri rumah tangga hingga industri kecil. Mayoritas kewirausahaan buruh migran masuk dalam home - based new ventures. Profil mantan buruh migran Banyumas yang berwirausaha dilihat dari negara tujuan terdiri dari mantan BMI Korea Selatan, Singapura, Hongkong, Malaysia, Taiwan, dan Arab Saudi. Berdasarkan latar belakang pendidikan, buruh migran Banyumas yang berwirausaha terdiri dari SD, SMP sederajat, SMA sederajat dan perguruan tinggi. Dilihat dari aktivitas ketika di luar negeri yaitu BMI asal Banyumas melakukan berbagai aktivitas selain bekerja seperti kumpul bersama teman, mengikuti perkumpulan atau paguyuban, olahraga, dan pembelajaran. Latar belakang buruh migran Banyumas berwirausaha karena kebutuhan akan kekuasaan, alasan pemenuhan diri dan alasan keuangan. Buruh migran Banyumas yang berwirausaha dilihat dari pemanfaatan remiten terdapat pemanfaatan remiten ekonomi dan sosial, mayoritas untuk berwirausaha, membangun rumah, membeli sawah, dan membeli tanah.
Kata kunci: profil, mantan buruh migran Banyumas, berwirausaha
Banyumas is one of the senders of migrant workers in the province of Central Java. And among BMI there are some workers who utilize remittances for entrepreneurial. So the aim of this research to know the profile of former migrant who entrepreneurial seen from destination country, education level, activities a board, the background of the entrepreneurial and the untilize of remittances. The results indicate that the profile of former migrant workers who were entrepreneurial in Banyumas consisting of chicken farming, fishing, sandals, Play Station rental, selling household appliance, rice milling, buying and selling cars, mechanic, horticulture farming, selling material, Tarub rental, carpenting, stalls, cakes, photo copy, electronic and funiture on cash or credit, keeping ducks and making clove oil. The form of ownership is individual businesses and fellowship. The types of industris consist of home industries to small industries. The majority of migrant workers entering the entrepreneurial home - based new ventures. The profile of former migrant workers who were entrepreneurial in Banyumas seen from the destination countris consist of the former migrant workers from South Korea, Singapore, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, and Saudi Arabia. Based of the education background of former migrant workers who were entrepreneurial in Banyumas seen from the educational level is elementary, junior high school or equivalent, senior high school or equivalent and college. Seen of their activities when they overseas that they do a variety of activities besides working, as gathering with friends, follow the association, doing sports, and learning. Banyumas migrant workers background in entrepreneurship as the need of power, self-fulfillment reasons and financial reasons. The former migrant workers who were entrepreneurial in Banyumas seen from the utilization of remittances there are economic and social remittances, the majority for entrepreneurship, to build a house, buy a ricefield, and buy land.
Keywords: Profile, former migrant workers Banyumas, Entrepreneurship
88629169H1B010023MODEL DINAMIK PENGOBATAN TUMOR MENGGUNAKAN VIRUS ONCOLYTIC TANPA PERANAN SISTEM IMUNTumor (neoplasma) merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena kelainan gen di dalam sel normal yang mengakibatkan adanya pertumbuhan sel secara tidak normal. Kelainan gen tersebut akan tetap ada meskipun penyebabnya telah dihilangkan. Pengobatan tumor menggunakan virus oncolytic yang dilakukan dengan menghilangkan peranan sistem imun dapat dimodelkan secara matematis. Model tersebut mempunyai tiga titik kesetimbangan, yaitu TE1, TE2, dan TE3. Berdasarkan analisis kestabilannya, titik kesetimbangan TE1, TE2, danTE3 dapat bersifat tidak stabil atau stabil asimtotis bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Jika titik kesetimbangan TE1, TE2, atau TE3 bersifat stabil asimtotis, maka pengobatan tumor menggunakan virus oncolytic akan mengalami kegagalan. Sebaliknya, jika setiap titik kesetimbangan TE1, TE2, dan TE3 bersifat tidak stabil, maka pengobatan tumor menggunakan virus oncolytic akan berhasil.Tumor is a disease that caused by genetic abnormalities in normal cell which is causing the abnormal cell’s growth. That genetic abnormalities will be remain there, althought the initial causes is disappeared.The tumor therapy by oncolytic viruses without role of immune system can be modeled mathematically. The model has three equilibrium points, they are TE1, TE2, and TE3. Based on the analysis of stability, equilibrium point and can be unstable or asymptotically stable, depend on the value of used parameter. If the equilibrium point TE1, orTE2, or TE3 are asymptotically stable, the tumor therapy by oncolytic viruses will be failed. Meanwhile, if every equilibrium point TE1, TE2, and TE3 are unstable, the tumor therapy by oncolytic viruses will be successful.
886310647A1L010003PENGARUH POSISI DOMPOL TERHADAP HASIL DUA VARIETAS DURIAN Produksi buah durian dipengaruhi oleh varietas, setiap varietas mempunyai potensi produksi dan respon terhadap lingkungan yang berbeda. Selain itu, produksi buah durian per pohon dipengaruhi oleh produksi per dompol. Produksi per dompol diperkirakan dipengaruhi oleh posisi dompol dari bagian atas sampai bagian bawah tajuk pohon durian. Untuk itu dilakukan penelitian pengaruh posisi dompol terhadap hasil dua varietas durian. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Membandingkan hasil durian antara varietas Otong dan Kani 2) Mengetahui pengaruh posisi dompol terhadap hasil durian, dan 3) Mengetahui pengaruh interaksi antara varietas durian dan posisi dompol terhadap hasil. Penelitian dilaksanakan di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan ketinggian tempat 70 m dpl. Penelitian dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan Maret 2014. Metode penelitian adalah survei yang bersifat deskriptif eksploratif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Perlakuan dalam penelitian ini adalah varietas (Otong dan Kani); dan posisi dompol (atas, tengah, dan bawah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Otong mempunyai jumlah bunga kuncup per dompol (9,28) dan panjang buah dipanen per dompol (25,79 cm) lebih tinggi dibandingkan varietas Kani. Posisi dompol tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Dompol yang mempunyai jumlah bunga mekar tertinggi (4,15) pada varietas Otong berada pada cabang tengah namun pada verietas Kani hal ini terjadi pada dompol yang berada pada posisi cabang atas (5,21).
Every varieties have and the potential production in response to the different environment. Besides, production of durian fruit per tree is influenced by per panicle production per panicle. The production is estimated to be influenced by position of panicle from the upper part until the bottom of editorial durian tree. There fore it is conducted research on influence panicle position on yield of two durian varieties. This research aimed to 1) compare the yield of durian between Otong and Kani varieties 2) know influence of panicle position, and 3) know influence interaction between varieties and panicle positions on yield of durian. The research was conducted from September 2013 to March 2014 in the Pageralang Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, Central Java with altitude of 70 meters above sea level (m asl). The research method was descriptive exploratory survey. The sampling technique used in this study was a random sampling. The treatments in this study were two varieties (Otong and Kani); and panicle positions (top, middle, and bottom). The results showed that Otong had higher number of flower buds per panicle (9.28) and length of fruit harvested per panicle (25.79 cm) higher compared with Kani. Panicle position did not affect on all observed variables. Panicle that had the highest blooming flower in otong variety was central panicle (4.15), but in kani variety it has happened at panicle in the top position (5.21).
886411084H1D009068ANALISIS SISTEM JARINGAN PIPA AIR PRODUKSI YANG BERSUMBER PADA KOLAM PENAMPUNG AIR HUJAN PT. HOLCIM INDONESIA PABRIK CILACAP MENGGUNAKAN WATERNET 2.2Air merupakan bagian kebutuhan dasar dari kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan penduduk yang begitu cepat, maka air perlu mendapat prioritas dalam penanganan dalam pemenuhannya. Salah satunya untuk memenuhi dalam bidang industri. PT. Holcim Indonesia dikenal sebagai salah satu dari pelopor dan inovator di sektor industri semen yang tercatat sebagai sektor pendukung yang tumbuh pesat seiring pertumbuhan pasar perumahan, bangunan umum dan infrastruktur. Pada pabrik semen, air berfungsi sebagai pendingin alat dan mesin produksi serta penyemprot pada pendinginan gas panas. Oleh karena itu, kekurangan dalam hal kuantitas dan kontinuitas air akan mempengaruhi proses produksi.
Atas dasar pertimbangan tersebut maka dilaksanakan analisis jaringan pipa dengan menggunakan alat bantu software WaterNet versi 2.2. Software Waternet membutuhkan masukan data berupa data pipa, data pompa, reservoir dan ketinggian elevasi, dan dapat mensimulasikan jaringan perpipaan sehingga dapat diketahui nilai debit, headloss, tekanan air dan lainnya.
Dalam penelitian ini, digunakan jaringan pipa air produksi yang ada di PT. Holcim Indonesia cabang Cilacap. Setelah dilakukan analisis menggunakan Software WaterNet versi 2.2 diperoleh hasil nilai Head loss tertinggi sebesar 7,66 m, sedangkan yang terkecil 0,01 m. Sebanyak 70,59% kecepatan aliran dalam pipa memiliki nilai kecepatan antara 0,3 m/det dan 6 m/det yang berarti sudah sesuai dengan kecepatan yang dianjurkan. Sedangkan dari hasil optimasi pipa, sebanyak dan 58,82% pipa diperkecil diameternya untuk bisa melayani secara optimal.

Water is a basic requirement for humans. By the development inhabitant, water need to be priority in the handling and fulfillment. PT. Holcim Indonesia is known as one of the pioneers and innovators in the cement sector were recorded as the sector that supports as the housing market, public buildings and infrastructure. In cement plants, water serves as a cooling machine tool production and spraying water on the hot gas cooling. Therefore, the quantity and continuity of water will affect the production process.
Waternet software version 2.2 tools is used to make it easier to analyze the existing pipeline network in PT.Holcim Indonesia. Software Waternet require input data in the form i.e data pipeline, pump pressure, reservoir and elevation .Waternet software simulate the pipeline, and the result are discharge, headloss, water pressure and others.
This research is using water pipelines production on PT. Holcim Indonesia Cilacap branch. After analysis using Waternet Software version 2.2, head loss results obtained the highest score is 7,66 m, while the smallest is 0.01 m. There are 70,59% velocity has range of velocity 0,3 m/s and 6 m/s, which means it's in accordance with the recommended velocity. From the results of pipeline optimization, as much as 58,82% reduced diameter pipe to serve to all customers.
886511323H1K009003HUBUNGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DENGAN NITRAT DAN FOSFAT DIPESISIR KOTA CIREBONJudul Skripsi ini untuk mengetahui kandungan Nitrat dan Fosfat di Pesisir Kota Cirebon serta pengaruhnya terhadap kelimpahan Fitoplankton. Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2014. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak kandungan nitrat dan fosfat, serta mengetahui hubungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di pesisir kota Cirebon, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode random sampling. Parameter yang diamati adalah nitrat, fosfat, kelimpahan fitoplankton, suhu, TSS, pH, DO. Hasil dari penelitian ini adalah kandungan nitrat tertinggi pada titik 5 yaitu sebesar 0.1356, kandungan fosfat tertinggi pada titik 4 yaitu sebesar 0.0532, kelimpahan fitoplankton tertinggi pada dititik 5 yaitu sebesar 8.538 ind/l.Hubungan nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton adalah berkorelasi positif.This research is to determine the content of Nitrate and Phosphate in the coastal of Cirebon, influence on abundance phytoplankton. The research activities conducted on August, 2014. The Goal is to find out how much nitrate and phosphate, and determine the relationship of nitrate and phosphate with the abundance of phytoplankton. The method used is random sampling method. Parameters measured were nitrate, phosphat, phytoplankton abundance, temperature, TSS, pH, and DO. The results of this study are the highest nitrate content at point 5 is equal to 0.1356 mg/L, highest phosphat content at point 4 is equal to 0.0532 mg/L and the highest abundance of phytoplankton is in point 5 is equal to 8.538 ind/l. Relationship nitrate and phosphate on phytoplankton abundance was positively correlated.
886611340A1H011021KAJIAN MOTIVASI PETANI DALAM MENGAPLIKASIKAN PROGRAM SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI KABUPATEN PURBALINGGA DENGAN PENDEKATAN MEANS-END CHAIN (MEC)Program SRI merupakan program penting di Kabupaten Purbalingga untuk mendukung program nasional surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hierarki motivasi, motivasi petani dalam mengaplikasikan SRI, sosial-demografi petani pelaksana SRI, dan kategori kebutuhan petani SRI berdasarkan teori hierarki Maslow. Penelitian ini dilakukan secara survai dengan multistage random sampling di Kecamatan Kutasari dan Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada bulan November 2014-Februari 2015. Variabel pengukuran dalam penelitian ini adalah abstractness ratio dan centrality index yang dianalisis menggunakan software Means-End Chain (MEC), sebuah metode penelitian yang mempekerjakan teknik wawancara laddering dan ditampilkan dengan Hierarchical Value Map (HVM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani melaksanakan program SRI karena hemat biaya dan kebahagiaan. Dari hasil MEC Analysist, terdapat dua hubungan keterlibatan utama atau hierarki motivasi antara atribut, konsekuensi dan nilai: 1) tanggung jawab sebagai kepala keluarga untuk pemenuhan kebutuhan keluarga, 2) keberlanjutan usaha tani seimbang antara produksi dengan pengembangan diri. Kedua hubungan keterlibatan tersebut mengarah ke nilai yang sama, yaitu bahagia. Berdasarkan centrality index, mencukupi kebutuhan keluarga (0,17) dan peningkatan pendapatan (0,12) adalah motivasi yang paling dominan. Sedangkan mengikuti program pemerintah (0,01), memperbaiki kesuburan tanah (0,01) dan harga jual tinggi (0,01) merupakan yang paling sedikit disebutkan. Petani di Kabupaten Purbalingga dikategorikan pada level kelima teori hierarki Maslow yaitu aktualisasi diri karena mereka memiliki keinginan kuat untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggungjawab dan orangtua yang sukses dalam menyejahterakan keluarganya. SRI program is an important program in Purbalingga to support surplus national programs of 10 million tons of rice in 2014. This research was aimed to reveal the hierarchy of motivation, motivation of farmers in applying SRI, social-demographics of farmers, and the category of SRI’s farmer needs based on Maslow’s hierarchy theory. The research was carried out using survey method. A multistage random sampling was employed to collect respondent in Bukateja and Kutasari district, Purbalingga Regency from November 2014 to February 2015. Measurement variables of this research are the abstractness ratio and centrality index that was analyzed using MEC software. Hierarchical value Map (HVM) were generated by using laddering technique. Result of the research showed that the main farmers motivation to apply SRI program because of cost-effectiveness and their happiness. From the results of MEC Analysist, there are two main topics or hierarchies of motivation between attribute, consequence, and value: 1) responsibilities as head of their family to provide family needs, 2) sustainability of farming balance between production and self-development. Both of linkages leads to the same value, happiness. From centrality index, ‘provide for their family’ (0.17) and ‘increased the income’ (0.12) is the most dominant motivation. While ‘the follow government program’ (0.01), ‘improve soil fertility’ (0.01) and ‘higher selling prices’ (0.01) is the least mentioned. Farmers in Purbalingga categorized on the fifth level of Maslow's hierarchy theory that self-actualization because they have a strong desire to be a responsible head of their family and successful parents for their family prosperity.
88679170F1A007056Pendidikan Karakter Dalam Novel
(Kajian Sosiologis Tentang Pendidikan Karakter Pada Tokoh Utama Dalam Novel “Sepatu Dahlan”)
Ringkasan

Penelitian dengan judul Pendidikan Karakter Dalam Novel (Kajian Sosiologis Tentang Pendidikan Karakter Pada Tokoh Utama Dalam Novel “Sepatu Dahlan” Karya Khrisna Pabhicara) ini bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan, dan menggambarkan tentang pendidikan karakter pada tokoh utama dalam novel “Sepatu Dahlan” karya Khrisna Pabhicara dan relevansinya dalam kehidupan masyarakat. Novel “Sepatu Dahlan” merupakan obyek dalam penelitian ini. penelitian studi pustaka dengan menggunakan metode analisis hermeneutika, Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa novel “Sepatu Dahlan” karya Khrisna Pabhicara ini mengandung unsur pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter yang terdapat pada tokoh utama dalam novel tersebut yakni (1) peduli lingkungan, (2) bersahabat/komunikatif, (3) rasa ingintahu, (4) mandiri, (5) kerja keras, (6) disiplin, (7) toleransi, (8) religius. Seperti diketahui bahwa para remaja saat ini yang terjadi diberbagai belahan dunia termasuk di Indonesia sangat memprihatinkan, banyak yang mengalami degradasi moral Oleh karena itu peran serta institusi pendidikan sangat diperlukan untuk mencegah hal ini agar jangan sampai terjadi. dan dari novel “Sepatu Dahlan” karya dapat, di ambil pelajaran dan hikmah oleh generasi muda bangsa selain berilmu pengetahuan juga berakhlak mulia demi pembangunan, kemajuan, dan menyelamatkan moral bangsa.
SUMMARY

The study with the title Character Education In Novels (Sociological Study About Education Characters On The Main Character In A Novel “Shoes Dahlan” Works Khrisna Pabhicara) is intended to explain, described, and describe about education characters on the main character in a novel “Shoes Dahlan” works Khrisna Pabhicara and it’s relevance in people’s lives. A novel “Shoes Dahlan” is the object of this research. Through research studies library by using the method of analysis hermeneutics.
The result of this research is that novel “Shoes Dahlan” works Khrisna Pabhicara it contains some element of education character. The character education that are found on the main character in the novel: ( 1 ) care of this environment, ( 2 ) friendly / communicative, (3) the curiosity, ( 4 ) independent, ( 5 ) hard work, ( 6 ) discipline, ( 7 ) tolerance, ( 8 ) religious. It is known that teenagers are currently going on in various parts of the world including in Indonesia is alarming, many of which degraded morals. Education in the social life of a nation is holding a very crucial role., and from novel “Shoes Dahlan” Khrisna Pabichara works, characters that can be exemplified Dahlan, take lessons and wisdom by the nation's younger generation in addition to the adopting noble also knowledge learned for the sake of development, progress, and save a moral nation.
Keyword: Novel, Shoes Dahlan, Character Education.
88689171G1B010012EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN
AKHIR (TPA) GUNUNG TUGEL KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2014
Pesatnya pertumbuhan penduduk khususnya di kota-kota besar di Indonesia selain membawa keuntungan, juga dampak negatif bagi kemunduran kualitas lingkungan. Sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Saat ini hampir seluruh pengelolaan sampah berakhir di TPA sehingga menyebabkan beban TPA menjadi sangat berat. Oleh karena itu dirasa perlu untuk melakukan evaluasi mengenai aspek-aspek pengelolaan sampah dengan Perda Kabupaten Banyumas Nomor 6 Tahun 2012 untuk menghindari volume sampah yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah Mengevaluasi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Tugel Kabupaten Banyumas tahun 2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1 orang sebagai informan utama dan 3 orang sebagai informan pendukung. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa evaluasi pengelolaan sampah di TPA Gunung Tugel belum semua aspek pengelolaan sampah sesuai dengan Peraturan seperti aspek persyaratan huku, teknis operasional, dan peran serta masyarakat, sehingga menimbulkan hambatan dalam proses pengelolaan sampahnya, selain itu juga menimbulkan dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa TPA Gunung Tugel masih menggunakan sistem open dumping. Saran bagi TPA Gunung Tugel harus meninggalkan sistem open dumping dan secara perlahan menuju sistem controlled landfill.Rapid population growth, especially large city in Indonesia besides bringing profits, also gives negative impacts decrease of quality environment. Most people keep consider that waste as the rest of the useless stuff, not as a resource that can be utilized. Nowadays, almost all end up in the landfill waste TPA and that being a great duty that must landfill do. Therefore it's necessary there are evaluation aspects of waste management refers to Banyumas Regulation No. 6 of 2012 to hold increasing waste uncontrolled. The aim of this study is to evaluate the waste management at Gunung Tugel, Landfill Waste (TPA) Banyumas Regency by using descriptive qualitative method. Subject get by 4 people, which is one person as informants and the other 3 as a supported informants. Data collecting by interviews, observation, document analysis, and documentation. The result of all this study showed that the evaluation of the waste management at Gunung Tugel Landfill Waste hasn't been run with existing regulations, so it caused problems for waste management, and the other hand it's also gives social, economic, and environment. Conclusion of this research is that Gunung Tugel Landfill Waste still use open dumping system. Gunung Tugel's Landfill should be changed the Open Dumping system with Controlled Landfill system as suggestion.
88699172H1D010064Kekuatan Pelat Pondasi Telapak Menggunakan Beton Mutu K-225 Dengan Variasi Tulangan BambuPenggunaan beton pada bangunan gedung maupun rumah tinggal banyak dilakukan pengembangan baik desain maupun metode pelaksanaannya. Salah satunya adalah penelitian mengenai bahan tulangan pada beton bertulang. Dikarenakan baja tulangan harganya semakin mahal, penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan pada beton mulai diteliti. Potensi bambu sebagai pengganti tulangan pada beton perlu diteliti karena bambu memiliki kuat tarik yang cukup baik sebagai tulangan. Sehingga kedepannya bambu diharapkan dapat menjadi solusi untuk pengganti baja tulangan pada beton.
Pada Penelitian ini dilakukan kajian pengaruh variasi diameter tulangan bambu yang dibandingkan dengan tulangan baja pada benda uji pelat pondasi telapak menggunakan mutu beton K-225. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kekuatan dari masing-masing variasi benda uji dalam menerima beban satu titik. Pondasi berfungsi menyalurkan beban terpusat dari kolom ke tanah. Parameter yang akan dibandingkan dari masing-masing benda uji adalah kapasitas beban serta lendutan pada plat pondasi. Penelitian dilakukan terhadap 4 variasi benda uji yaitu: (1) benda uji plat beton bertulangan baja polos diameter 8 milimeter (RC-8), (2) benda uji plat beton bertulangan bambu dimensi 8x8 milimeter (BRC-8), (3) benda uji plat beton bertulangan bambu dimensi 10x10 milimeter (BRC-10) dan (4) benda uji plat beton bertulangan bambu dimensi 12x12 milimeter (BRC-12). Pada setiap varian terdapat tiga buah sampel, sehingga total terdapat 12 sampel benda uji.
Dari hasil pengujian didapatkan data kekuatan plat pondasi telapak. Rata-rata benda uji RC-8 dapat menerima beban sebesar 33,53 KN, benda uji BRC-8 sebesar 27,15 KN, benda uji BRC-10 sebesar 30,05 KN dan benda uji BRC 12 sebesar 25,85 KN. Rasio beban maksimum adalah 0,9 untuk benda uji BRC 10 yang hampir menyamai kekuatan plat beton bertulangan baja. Pola retak yang terjadi dari kesemua benda uji dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur pondasi.
The use of concrete in buildings and residential development is mostly done both design and implementation methods. One is the study of reinforcement in reinforced concrete materials. Due to the more expensive price of steel reinforcement, the use of bamboo as reinforcement in concrete began substitute investigated. The potential of bamboo as a substitute for the reinforcement of concrete need to be investigated because bamboo has a tensile strength that is quite good as a reinforcement. So that future bamboo is expected to be a solution for the replacement of steel reinforcement in concrete.
This study conducted a study on the effect of variations in the dimension of the bamboo reinforcement were compared with steel reinforcement plate on the specimen using the palm of the quality of the concrete foundation of the K-225. This study aimed to explore the strength of each test specimen variation in the load receiving one point. The foundation serves to distribute concentrated loads from the column to the ground. Parameters to be compared from each specimen was load capacity and deflection at the plate foundation. Research conducted on four variations of the test object, namely: (1) steel reinforced concrete specimen plain steel plate diameter 8 mm (RC-8), (2) bamboo reinforced concrete specimen dimensions 8x8 millimeter (BRC-8), (3) bamboo reinforced concrete specimen dimensions 10x10 millimeter (BRC-10) and (4) bamboo reinforced concrete specimen dimensions 12x12 millimeter (BRC-12). In each variant there are three samples, so that a total of 12 samples of the test specimen.
From the test results obtained strength data plate foundation palms. Average specimen RC-8 can accept a load of 33.53 KN, BRC-8 specimen at 27.15 KN, BRC specimen of 30.05 KN-10 and BRC 12 test objects at 25.85 KN. The ratio of the maximum load is 0.9 for specimen BRC 10 which is almost equal to the strength of the steel reinforced concrete slab. The pattern of cracks that occur from all specimen types can be categorized flexible foundation collapse.
88709174H1L010072PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI KERJA PRAKTIK BERBASIS OBJECT ORIENTED PROGRAMMING (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)
Kerja Praktik merupakan salah satu syarat kelulusan yang harus ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Object Oriented Programming merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan pada objek yang dapat mempermudah menyelesaikan masalah pemrograman rumit. Pengembangan sistem berbasiskan objek meliputi pembuatan model, controller dan view yang mengacu pada UML(Unified Modeling Language) dari dokumen desain dan requirement yang telah dirancang sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan penggunaan konsep berbasis object oriented programming dapat mempermudah pengembangan aplikasi sistem informasi kerja praktik Jurusan Teknik Universitas Jenderal Soedirman.Practical work is one of the graduation criteria that have to be taken by student majoring in Department Engineering Jenderal Soedirman University. Object oriented programming is a programming paradigm oriented around object to simplify complex programming solution. Object oriented system development cover making model, controller and view that refers to UML from requirement and design document made beforehand. Research's result shows the use of object oriented programming concept ease the development of practical work system information application in Department of Engineering of Jenderal Soedirman University.
887113224H1C011029RANCANG BANGUN GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL BENTUK SILINDRIS TANPA INTI MENGGUNAKAN MAGNET TIPE NEODYMIUM (NdFeB)Studi ini akan melakukan rancang bangun Generator Magnet Permanen. Generator yang dirancang merupakan generator jenis fluks aksial bentuk silindris tanpa inti. Generator ini menggunakan magnet permanen jenis Neodymium Ferrite Boron (NdFeB). Bagian rotor terdiri dari plat besi 1mm dan magnet permanen neodymium berdimensi 29mmx10mmx1mm dengan kerapatan fluks 3.5 sampai 4.5 mT. Untuk statornya terdiri dari mika acliric 2mm dan untuk kumparan menggunakan kawat email 0.45mm yang dililit sebanyak 525 kali, sedangkan untuk porosnya menggunakan besi silinder berukuran 8mm. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang generator sinkron magnet permanen satu fasa. Untuk mendapatkan tegangan nominal DC dibutuhkan rangkaian penyearah. Pada penelitian ini menggunakan rangkaian penyearah sistem jembatan yang dilengkadi dengan trafo sebagai penentu tegangan masukan dari rectifier. Sehingga generator ini dapat menghasilkan tegangan nominal 12 VDC yang dapat digunakan untuk kebutuhan peralatan elektronik DC. Dari hasil penelitian tanpa beban didapatkan tegangan 11,20 Volt dan frekuensi 49,42 Hz untuk putaran 500 rpm. Pada saat dibebani lampu AC 2,5watt didapatkan tegangan 8,70 volt dan frekuensi 48,09 Hz. Pada penelitian ini didapatkan presentase kesalahan rata 1,84 %.This study will do similar design Permanen Magnet Generator. Generator designed is flux axial cilindrical type without core. This generator applies permanent magnet type Neodymium Ferrite Boron (NdFeB). Part of rotor consisted of iron plate 1mm and permanent magnet neodymium dimension is 29mmx10mmx1mm with closeness of flux 35 to 45 mT. For its, the stator consisted of acliric 2mm and coil applies enamel strand of metal 0.45mm and rolled 525 times, while for its, the axis using fairish cylinder iron of 8mm. Purpose of this end duty is design permanent magnet synchronous generator one phases. To get nominal stress DC is required rectifier network. To this research applies full bridge rectifier network with transformer as input tension determinant from rectifier. So this generator can yield nominal stress 12 VDC which requirement of equipments applicable to of electronic DC. From result of research of no-load got tension 11,20 Volts and frequency 49,42 Hertzs for rotation 500 rpm. At the time of encumbered [by] lamp AC 2,5watt is got [by] tension 8,70 volts and frequency 48,09 Hertzs. At this research got presentase plane mistake 1,84 %.
88728970H1E009019PEMETAAN ENERGI GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN CILACAP DAN SEKITARNYA BERDASARKAN SEBARAN ENERGI GELOMBANG DENGAN METODE INTERPOLASI POLINOMIAL LAGRANGEPemetaan Energi Gelombang Laut di Perairan Cilacap dan sekitarnya Berdasarkan Sebaran Energi Gelombang dengan Metode Interpolasi Polinomial Lagrange telah dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk memetakan energi gelombang laut di perairan Cilacap dan sekitarnya yang mempunyai potensi untuk dieksplorasi menjadi pembangkit listrik tenaga gelombang laut berdasarkan sebaran energi gelombang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa tahap yaitu pembuatan program interpolasi, pengambilan data gelombang laut, pemetaan energi gelombang laut per satuan luas serta analisis peta. Pembuatan program Interpolasi dilakukan menggunakan Matlab 7.0.1. Pengambilan data dilakukan di BMKG Cilacap. Sebelumnya, membuat grid daerah penelitian menggunakan Google Earth. Grid terdiri atas 20 titik dengan matriks 4 × 5 (4 titik arah timur-barat dan 5 titik arah selatan–utara). Jarak dari satu titik ke titik terdekatnya yaitu 4,4 km. Titik-titik paling utara berada pada satu garis yang didefinisikan sebagai garis referensi. Pengambilan data dilakukan untuk tahun 2011 dan 2012. Data yang diperoleh berupa H tiap jam. Dengan persamaan A=H/2 diperoleh data A. Data A diambil yang terrendah untuk setiap bulannya. Nilai energi gelombang laut per satuan luas diperoleh dengan persamaanE=ρgA /2 . Nilai E dimasukkan ke program Interpolasi sehingga dihasilkan peta E. Nilai E selama 24 bulan dihitung E rata-rata supaya diketahui potensi energi gelombang laut rata-rata per satuan luas secara umum sehingga diketahui mana posisi yang bisa dimanfaatkan untuk PLTGL. Energi gelombang per satuan luas yang ≥ 313,6 J/m2 dibuat warna merah (berpotensi), sedangkan untuk energi gelombang per satuan luas < 313,6 J/m2 dibuat warna biru. Berdasarkan analisis peta tiap bulan, pembangunan PLTGL untuk bagian timur berjarak 7,6 km dari ujung barat selatan Nusakambangan dan bagian barat berjarak 7,9 km dari ujung pantai Pangandaran. Untuk analisis secara umum, PLTGL dapat dibangun pada jarak 3 km dari ujung barat selatan pulau Nusakambangan dan 3,3 km dari ujung pantai Pangandaran Jawa Barat.A research to Map Wave Energy of Cilacap Marine Area Using Lagrange Polinomyal Interpolation Method has been carried out. This research aims to map the ocean wave energy in Cilacap marine area that have the exploited for power generation. To achieve these objectives, some steps were followed interpolation program, take data of wave, mapping energy per unit area of wave and analysis of map. make interpolation program use Matlab 7.0.1. Take data of wave at BMKG Cilacap. Previous, make grid of research area use Google Earth. Grid consists of 20 point with matriks 4× 5(4 point at east-west and 5 point at north-south). The distance from one point to its nearest is 4.4 km. Most northern points are located on a line which is defined as the reference line. Data were collected for 2011 and 2012. Data obtained in the form of H per hour. With equation A=H/2 obtainable A data. A data retrieved are lowest for any month. Value of wave energy per unit area is obtained by the equation E=ρgA /2 . E value is inserted into the program so that the resulting map E. The value of E for 24 month to find the average in order to know the potential of wave energy on average per unit area in general to know which positions can be used for PLTGL. Wave energy per unit area ≥ 313.6 J/m2 made red (potentially), whereas for the wave energy per unit area <313.6 J/m2 made blue. Based on the analysis of the map of each month,the development PLTGL of the east is 7.6 km from the south of Nusakambangan and the west is 7.9 km from Pangandaran beach. For general analysis, PLTGL can be built at a distance of 3 km from the south of Nusakambangan and 3.3 km from Pangandaran beach of West Java.
887310649G1A010095PERBANDINGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN YANG DILAKUKAN ANESTESI UMUM DENGAN ANESTESI SUBARACHNOID (ANESTESI REGIONAL) DI RSMS PURWOKERTOPERBANDINGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN YANG DILAKUKAN ANESTESI UMUM DENGAN ANESTESI SUBARACHNOID (ANESTESI REGIONAL) DI RSMS PURWOKERTO
ABSTRAK
Latar belakang : Kadar gula yang tinggi dalam darah atau hiperglikemia akibat stres pembedahan dan stres anestesi bisa menimbulkan gangguan fungsi imun serta lebih rentan terkena infeksi, perburukan sistem kardiovaskular, penurunan aktivitas fibrinolitik plasma yang mengakibatkan trombosis, peningkatan inflamasi, disfungsi endotel, stres oksidatif, dan iskemik otak yang menyebabkan kerusakan otak. Teknik anestesi yang digunakan juga mempengaruhi perubahan kadar gula darah sebagai respon stress terhadap pembedahan. Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan perubahan kadar gula darah pada pasien yang dilakukan anestesi umum dengan anestesi subarachnoid di RS Margono Soekardjo Purwokerto.
Metode : Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan sampel darah tepi pasien (ASA I-II) yang berumur 18-50 tahun dan akan menjalani pembedahan mayor sedang-berat dengan anestesi umum atau anestesi subarachnoid. Pasien tidak mempunyai riwayat diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung dan menyetujui lembar Informed Consent. Pasien tidak dilibatkan dalam penelitian dengan kriteria alergi terhadap obat anestesi yang digunakan, sedang menggunakan kortikosteroid dalam jangka waktu lama, dan memiliki BMI lebih dari 30 kgm-2.
Hasil : Total pasien yang mengikuti penelitian ini adalah 40 orang. Terdapat 20 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi umum dan 20 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi subarachnoid. Rerata kadar gula darah pada pasien sebelum dilakukan anestesi umum sebesar 98,10±2,77 mg/dl dan meningkat menjadi 114,15±7,20 mg/dl setelah dilakukan anestesi umum. Pada pasien sebelum dilakukan anestesi subarachnoid rata-rata sebesar 98,45±2,91 mg/dl dan meningkat menjadi 104,65±3,51 mg/dl setelah dilakukan anestesi subarachnoid. Kadar gula darah pada kelompok pasien sebelum dilakukan anestesi umum dan anestesi subarachnoid tidak berbeda signifikan (p = 0,699). Perbedaan kadar gula darah pada kelompok pasien setelah dilakukan anestesi umum dan kelompok anestesi subarachnoid berbeda signifikan (p = 0,000).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan perubahan kadar gula darah yang bermakna pada pasien yang dilakukan anestesi umum dengan anestesi subarachnoid di RSMS Purwokerto. Anestesi subarachnoid mampu lebih menekan respon stress dibandingkan dengan anestesi umum.

Kata kunci : Gula darah, hiperglikemia, anestesi, anestesi umum, anestesi subarachnoid, operasi, pembedahan, respon stress.
COMPARISON OF BLOOD SUGAR CHANGES IN PATIENTS WITH GENERAL ANESTHESIA PERFORMED AND SUBARACHNOID ANESTHESIA (REGIONAL ANESTHESIA) IN RSMS PURWOKERTO
ABSTRACT
Background : High sugar levels in the blood (hyperglycemia) from the stress of postsurgery and postanesthesia can cause immune dysfunction and more susceptible to infection, worsening of the cardiovascular system, decrease in plasma fibrinolytic activity resulting in thrombosis, increased inflammation, endothelial dysfunction, oxidative stress, ischemic brain causing brain damage. Anesthetic technique used also affect blood sugar levels change in response to surgical stress. This study was to compare the changes in blood sugar levels in patients undergoing general anesthesia with subarachnoid anesthesia in RS Margono Soekardjo Purwokerto.
Methods : This study used analytic observational study with cross-sectional approach. Studies using peripheral blood samples of patients that will undergo major surgery with moderate - severe subarachnoid anesthesia and general anesthesia, classified as ASA I-II, aged 18-50 years. The patient had no medical records of diabetes mellitus, hypertension, heart disease and approved the Informed Consent sheet. Patients were excluded from the study criteria allergy to anesthetic drugs used, using corticosteroids for a long time, and have a BMI of more than 30 kgm-2.
Results : Total patients who follow the study was 40. There were 20 patients who underwent surgery with general anesthesia and 20 patients who underwent surgery with subarachnoid anesthesia. Mean blood sugar levels in patients prior to general anesthesia for 98.10 ± 2.77 mg/dl and increased to 114.15 ± 7.20 mg/dl after general anesthesia. In patients with subarachnoid anesthesia prior to an average of 98.45 ± 2.91 mg/dl and increased to 104.65 ± 3.51 mg/dl after subarachnoid anesthesia. Blood sugar levels in a group of patients prior to general anesthesia and subarachnoid anesthesia did not differ significantly ( p = 0.699 ). The difference in blood sugar levels in the group of patients after general anesthesia and subarachnoid anesthesia groups differed significantly ( p = 0.000 ).
Conclusions : There are differences in blood sugar levels change significantly in patients who underwent general anesthesia with subarachnoid anesthesia in RSMS Purwokerto. Subarachnoid anesthesia can more suppress the stress response compared with general anesthesia .


Keywords : Blood sugar, hyperglycemia, anesthesia, general anesthesia, subarachnoid anesthesia, surgery, stress response.
887410650A1C010082KAJIAN FINANSIAL USAHATANI SALAK PONDOH ORGANIK DI DESA SUKOHARJO KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN WONOSOBO
Desa Sukoharjo adalah salah satu desa di Kecamatan Sukoharjo yang membudidayakan salak pondoh secara organik. Usahatani salak pondoh organik sebagai bisnis yang memberikan manfaat di masa depan. Oleh karena itu, untuk menentukan kelayakan usahatani, perhitungan didasarkan pada kriteria investasi yang memperhitungkan nilai waktu dari uang. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukoharjo yang bertujuan untuk (1) menganalisis kelayakan finansial usahatani salak pondoh organik di Desa Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo; (2) mengkaji pengembalian investasi (Pay Back Period) usahatani salak pondoh organik di Desa Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo; (3) menganalisis sensitivitas usahatani salak pondoh organik di Desa Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo terhadap kenaikan biaya produksi dan penurunan harga produk. Metode penelitian menggunakan survei. Penentuan sampel petani salak pondoh organik menggunakan simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 32 responden. Analisis data yang digunakan Net Present Value (NPV), Net B / C, IRR, Pay Back Period (PBP), dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani salak pondoh organik layak untuk diusahakan, hal ini ditunjukkan dengan NPV pada batas minimum lebih besar dari nol, IRR lebih besar dari bunga bank yang berlaku saat pekerjaan penelitian dan Net B / C lebih besar dari satu. NPV adalah Rp142.013.618; Net B / C 2,1; IRR 73,2 persen; Pay Back Period 3 tahun 7 bulan 21 hari. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa usahatani salak pondoh organik masih layak dilaksanakan pada kondisi normal, biaya operasional naik 10%, biaya operasional naik 15%, dan harga produk turun 20%.Sukoharjo Village is one village in District Sukoharjo pondoh zalacca cultivated organically. The pondoh zalacca organic farming as a business that provides benefits in the future. Therefore, to determine the feasibility of farming, the calculation is based on investment criteria that take into account the time value of money. This research was conducted in Sukoharjo Village wich was aimed to (1) analyze the financial feasibility of organic farming in the village pondoh Sukoharjo Sukoharjo District of Wonosobo regency; (2) assess the return on investment (Pay Back Period) pondoh organic farm in the village of Sukoharjo Sukoharjo District of Wonosobo regency; (3) analyze the sensitivity of organic farming in the village pondoh Sukoharjo Sukoharjo District of Wonosobo to rising production costs and a decrease in the price of the product. The case study was used in this research by respondent with simple random sampling, totaling 32 pondoh organic farmers. Data analysis used Net Present Value (NPV), Net B/C, IRR, Pay Back Period (PBP), and sensitivity analysis. Research result showed that Pondoh Zalacca organik operation project observed from finance aspect to practice. this case showed by NPV value upon minimum limit is bigger than zero, IRR bigger than valid bank interest when research work and Net B/C bigger than one. NPV is Rp142.013.618; Net B/C 2,1; IRR 73,2 percent; Pay Back Period 3 year 7 month and 21 days. Sensitivity analysis showed that organic farming pondoh still feasible under normal conditions, operating costs rose 10%, operating costs rose 15%, and the price of the product fell 20%
887510651E1A010014Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Peran Polisi dalam mencegah dan menanggulangi Tindak Pidana Penadahan Hasil Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Banyumas. (Studi di Polres Banyumas)ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Peran Polisi dalam mencegah dan menanggulangi Tindak Pidana Penadahan Hasil Pencurian Kendaraan Bermotordi Wilayah Hukum Polres Banyumas. Kemudian penelitian ini juga di tujukan untuk mengetahui faktor apa saja yang menghambat dan mendorong Kepolisian dalam mencegah dan menanggulangi Tindak Pidana Penadahan Hasil Pencurian Kendaraan Bermotordi Wilayah Hukum Polres Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Data yang terkumpul baik primer maupun sekunder kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Peran Kepolisian Resort Banyumas dalam mencegah dan menanggulangi Tindak Pidana Penadahan Hasil Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Banyumas, dilakukan melalui 3 (tiga) upaya, upaya yang dilakukan Polres Banyumas mencakup: Upaya pre-emtif khususnya dilakukan oleh Satbinmas Polres Banyumas, dengan melakukan penyuluhan kamtibmas; Upaya preventif khususnya dilakukan oleh Satsabhara Polres Banyumas dengan cara melakukan patroli turjawali; Upaya represif khususnya dilakukan oleh Sat Reskrim antara lain melakukan penyelidikan, penindakan, penyidikan, sampai ke pemberkasan untuk selanjutnya diserahkan kepada penuntut umum. Faktor yang menghambat dan mendorong Kepolisian (Kepolisian Resort Banyumas) dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana penadahan, yaitu: a) Faktor yang mendorong (Sat Binmas) meningkatkan kinerja Kepolisian, (Satsabhara) meningkatkan peran Kepolisian terhadap masyarakat, (Satreskrim) Meminimalisir terjadinya tindak pidana pencurian motor, b) Faktor penghambat; (Sat Binmas) kurangnya peran serta dari masyarakat untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum sehingga menyulitkan pihak aparat dalam mengungkap kejahatan ini, (Sat Sabhara) Kurangnya personil dari pihak aparat Kepolisian sehingga terbatas dan membuat lambat penanganan langsung oleh aparat, (Sat Reskrim) Keberadaan Barang bukti yang jauh.
ABSTRACT

This research was conducted to determine the role of police in preventing and combating The Crime of Motor Vehicle Theft Fencing in Banyumas Police Resort Jurisdiction. Then, this research also aimed to determine the factors that inhibit and encourage the police to prevent and counter The Crime of Motor Vehicle Theft Fencing in Banyumas Police Resort Jurisdiction. This research used socio-juridical approach. Data that were collected both primary and secondary, were processed, presented and analyzed qualitatively by usingnarrative text.
The results of the research concluded that the role of Banyumas Police Resort in preventing and combating The Crime of Motor Vehicle Theft Fencing in Banyumas Police Resort Jurisdiction, conducted by three (3) ways, there are: pre-emptive efforts by Satbinmas of Banyumas Police Resort by giving counseling about Kamtibmas; preventive efforts by Satsabhara of Banyumas Police Resort by Turjawali Patrol; repressive efforts by Sat Reskrim such as investigating, prosecuting, and until filing thatwere submitted to the public prosecutor then. The factors that inhibit and encourage the Banyumas Police Resort in preventing and combating the fencing crime are: a) the encouraging factors (Sat Binmas) to improve the police performance, (Satsabhara) increasing the role of the police to the society, (Satreskrim) minimizing the motor theft, b) the inhibiting factors; (Sat Binmas) lack of public participation to provide information to the police and it makes the police hard toresolve the crime, (Sat Sabhara) lack of police personnel that makes the police slowin handling the problems, (Sat Reskrim) the locations of evidence were far.

88765032A1C008067KAJIAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR
(Studi Kasus pada CV. Sawung Sari di Desa Gandatapa
Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)
CV. Sawung Sari merupakan salah satu badan usaha yang bergerak di bidang peternakan
khususnya ayam ras petelur yang berlokasi di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten
Banyumas. Keuntungan usaha dipengaruhi oleh jumlah biaya yang dikeluarkan dan penerimaan
yang diperoleh. Keuntungan yang diperoleh berhubungan dengan tingkat sensitivitas harga input
dan output yang digunakan usaha tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa CV. Sawung Sari
menguntungkan dengan biaya total sebesar Rp8.151.250.017,01 dan penerimaan dari penjualan
telur sebesar Rp8.969.216.385,00 memperoleh pendapatan sebesar Rp817.966.367,99. Usaha
yang dijalankan sudah efisien dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,10 dan usaha tersebut sensitif
terhadap penurunan harga telur sebesar 10 persen. Aliran kas secara keseluruhan bernilai positif
dan mengalami 1 bulan aliran kas negatif, sehingga diperlukan rencana penambahan bibit ayam
yang sesuai guna memperbaiki kondisi keuangan pada periode berikutnya. Berdasarkan hasil
analisis cash flow diperoleh bahwa rencana penambahan yang paling baik adalah rencana
penambahan 2 bulan sekali.
CV. Sawung Sari is a kind of business engages in husbandry especially in layer chicken
poultry which is located at Gandatapa Village Sumbang District Banyumas Regency. The profit is
affected by the amount of both paid cost and earned revenue. The profit earned is correlated to the
sensitivity level of both input and output price which are used. Analysis results showed that CV.
Sawung Sari profited with total cost of Rp8,151,250,017.01 and eggs selling revenue of
Rp8,969,216,385.00 to collect income of Rp817,966,367.99. The business already financially
efficient with R/C Ratio value was 1,10 and had been sensitive to the declining of eggs price by 10
percent. Overall cash flow was positively marked and had a month of negative cash flow, which
needed an appropriate plan of adding chicken for fixing the financial condition in later period.
Based on cash flow analysis, the best increasing plan was plan of adding chicken once every two
months.
88779175H1B010041MODEL MATEMATIKA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SECARA BIOLOGISABSTRAK. Kegiatan pengolahan limbah cair pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan bahan pencemar pada limbah cair agar tidak mencemari lingkungan. Proses pengolahan limbah cair dibagi ke dalam tiga golongan, yaitu proses pengolahan limbah secara fisika, kimia, dan biologis. Pengolahan limbah cair secara biologis adalah pengolahan yang didasarkan pada aktivitas mikroorganisme untuk mengabsorbsi senyawa kimia organik dalam limbah cair khususnya kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD). Pada penelitian ini dikaji model matematika dari pengolahan limbah cair secara biologis berupa sistem persamaan diferensial linier non homogen. Penyelesaian model diperoleh menggunakan transformasi Laplace. Selanjutnya, simulasi model dilakukan menggunakan data pada industri tahu yang terletak di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kabupaten Semarang dan industri batik yang terletak di Desa Banaran Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk mendapatkan limbah hasil pengolahan yang baik, pemberian bakteri EM4 untuk industri tahu adalah sebanyak 7 ml/l, sedangkan untuk industri batik cukup dengan 3 ml/l. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa laju kadar BOD limbah cair yang dihasilkan oleh suatu industri dapat digunakan untuk menentukan jumlah bakteri yang harus ditambahkan dalam pengolahan limbah cair secara biologis pada industri tersebut.ABSTRACT. Wastewater treatment activities basically aims to reduce or eliminate pollutants in the wastewater to avoid environmental pollution. Wastewater treatment process is divided into three categories, process in physical, chemical, and biological. Biological wastewater treatment is treatment that is based on the microorganisms activity to absorb organic chemical compounds in the wastewater especially levels of Biochemical Oxygen Demand (BOD). This research studied the mathematical models of biological wastewater treatment in the form of non-homogeneous linear differential equations systems. Completion of the model is done by using the Laplace transform. Furthermore, the model simulations performed using the data in the tofu industries that is located in Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kabupaten Semarang and batik industries located in Desa Banaran Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Simulation results show that to obtain a good waste processing results, then the number of bacterial EM4 should be given to tofu industries is as much as 7 ml/l, whereas for the batik industries enough with 3 ml/l. The simulation results also show that high or low BOD levels of wastewater that produced by an industry can be used to determine the amount of bacteria must be added into the biological treatment of wastewater in the industry.
88789176H1B009031MODEL PREDATOR-PREY DENGAN KOMPETISIModel matematika yang menggambarkan interaksi antara predator dan prey disebut model predator-prey. Penelitian ini mengkaji perilaku dinamik model predator-prey dengan dua predator yang saling berkompetisi dan satu prey. Model predator-prey dengan kompetisi memiliki delapan titik kesetimbangan. Empat dari titik kesetimbangan bukan coexistence points, sedangkan empat titik kesetimbangan yang lain merupakan coexistence points. Pada dua titik kesetimbangan yang merupakan coexistence points, untuk jangka waktu yang lama salah satu populasi predator mengalami kepunahan. Oleh karena itu, simulasi hanya dilakukan pada dua titik kesetimbangan yang lain. Dua titik kesetimbangan tersebut bersifat stabil asimtotis. Artinya untuk jangka waktu lama populasi predator dan prey akan menuju pada titik kesetimbangan tersebut. Selanjutnya, berdasarkan simulasi pada titik tersebut, dapat diketahui bahwa faktor terbesar yang menyebabkan penurunan populasi kedua predator yaitu adanya kompetisi dari kedua predator dalam memperebutkan prey. Semakin besar tingkat interaksi kompetisi yang dilakukan predator pertama terhadap predator kedua mengakibatkan semakin besar tingkat pengurangan predator kedua, dan sebaliknya. Jadi, predator kedua mengalami penurunan sedangkan predator pertama mengalami kenaikan, dan sebaliknya.
A mathematical model describing the interaction between predator and prey is a predator-prey model. This research examined the behavior of dynamical models of predator-prey with two mutually competing predator and one prey. This model has eight equilibrium points involve four of them are coexistence points. On these two coexistence point, one of predators extinct after a long time. Therefore, the simulation had only done on two other equilibrium points which are asymptotically stable. That for a long time, the population of predators and prey will toward to equilibrium points. Furthermore, the simulation result on this two points showed that the biggest factor of decreasing predator populations is the competition of the predators in getting the prey. The higher competition level of the first predator over the second predator, the higher decreasing level of the second predator, and vice versa. So, the second predator population is decrease meanwhile the first predator population is increase, and vice versa.

88799119F1G010033KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL PASUNG JIWA
KARYA OKKY MADASARI
Skripsi ini berjudul "Kritik Sosial Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari." Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur alur, latar, tokoh dan penokohan. Serta mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam novel tersebut.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan struktural dan sosiologi sastra untuk menganalisis kritik sosial dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yaitu mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik kemudian menganalisis kritik sosial novel Pasung Jiwa. Sumber data yang digunakan adalah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari.
Novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari menceritakan perjuangan tokoh Sasana dalam melawan ketidakadilan dan melepaskan diri dari segala pasungan untuk mendapatkan kebebasan dan keadilan. Pembahasan dimulai dengan mendeskripsikan unsur alur, latar, tokoh dan penokohan. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan, sehingga membuat inti (dasar) cerita dapat dipahami yaitu tentang kritik sosial. Pembahasan selanjutnya adalah mendeskripsikan kritik sosial yang meliputi, kritik terhadap pelanggaran norma sosial, kritik terhadap bidang pendidikan, dan kritik pandangan masyarakat terhadap kaum transgender.
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berguna terhadap pengembangan ilmu sastra khususnya tentang kritik sosial. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya dan menambah pengetahuan pembaca novel Pasung Jiwa sehingga lebih mudah memahami isi novel terutama mengenai kritik sosialnya.
This thesis entitled “Kritik Sosial Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari.” The purpose of this research is to describe plot, setting, characters and characterizations. Another purpose is also to describe the social criticism in the novel.
In this research, the writer uses structuralism and sociology approach to analyze the social criticism in the novel. This research also applies descriptive analysis method by describing intrinsic element then analyzing the social criticism in Pasung Jiwa. The main source used in this research is a novel entitled Pasung Jiwa written by Okky Madasari.
Pasung Jiwa by Okky Madasari talks about the struggle of Sasana, a character in the novel, to fight for injustice and liberate himself from any obstacles to get freedom and justice. This discussion is started by describing plot, setting, characters and characterizations. Those intrinsic elements are tied in; therefore the main story is easy to understand which is about social criticism. The next discussion is describing the social criticism, namely, criticism toward education, and society’s point of view on transgender.
Theoretically, is hoped that this research can give positive contribution to develop literary theories, especially, social criticism. While, practically, it is expected that this research can be reference for the next research and increase the knowledge of the Pasung Jiwa’s, readers, so they are easier to understand what the novel is about, mainly, its social criticism.
88809173H1B010013PEMODELAN SPATIAL AUTOREGRESSIVE PADA DATA JUMLAH RUMAH TANGGA MISKIN BERDASARKAN INDIKATOR-INDIKATOR PPLS 2011 DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2011
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model jumlah rumah tangga miskin dan sangat miskin berdasarkan 14 PPLS 2011 di Kabupaten Banyumas. Model yang digunakan adalah model spatial autoregressive (SAR). Model ini mengakomodasi keterkaitan antar lokasi yang tidak diperhatikan dalam regresi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah tumah tangga miskin dan sangat miskin hanya dipengaruhi oleh jumlah rumah tangga dengan sumber air minum yang tidak terlindung.This research was conducted of determine a model which explaines the number of poor household. Based on 14 indicators PPLS 2011 in Banyumas. The model used in this study is the spatial autoregressive or SAR model. The model could accommodates locations relationship that are not considered in classic regression. The result showed that the number of poor and very poor household only depend on the number of household having unprotected water sources.