Artikelilmiahs

Menampilkan 8.761-8.780 dari 48.907 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
87619114G1B010031EFEKTIVITAS METODE ELEKTROKOAGULASI DENGAN BERBAGAI
VARIASI WAKTU DALAM MENURUNKAN KADAR COD (Chemical
Oxygen Demand) PADA AIR LIMBAH BATIK DI BANYUMAS
Proses pembangunan industri yang sedang gencar dilaksanakan pemerintah, memberikan dampak buruk bagi lingkungan karena adanya limbah yang dihasilkan dalam proses produksinya. Salah satunya adalah industri batik, dengan karakteristik limbah memiliki warna yang pekat dan berbau menyengat serta memiliki suhu, keasaman (pH), Biological Ocygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand, Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. Elektrokoagulasi adalah salah satu metode pengolahan limbah yang bisa diterapkan, metode ini melibatkan fenomena kimia dan fisik dengan menggunakan elektroda untuk menghasilkan ion yang digunakan untuk mengolah air limbah. Penelitian ini menggunakan pasangan elektroda Al-Al. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),dengan variasi waktu kontak elektrokoagulasi selama 10, 15, 20, 25, dan 30 menit menggunakan elektroda alumunium dengan 4 kali pengulangan. Analisis yang digunakan adalah Paired t test, One Way Anova, LSD, Kruskal-Wallis, U-Mann Whitney dengan signifikansi α=0,05. Waktu kontak yang paling efektif dalam menurunkan kadar COD adalah selama 25 menit dengan penurunan sebesar 41,97 %, sedangkan pada menit ke 30 penurunannya sebesar 33,55%; menit ke 20 penurunannya sebesar 31,80 %; menit ke 15 penurunannya sebesar 26,44%; dan pada menit ke 10 penurunannya sebesar 10,09%. Kadar COD yang dihasilkan dalam metode ini belum memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 03 Tahun 2010.The process of industrial development which encouraged by the governments have a negative impact on the environment because of the wastes generated in the production process. One of the industries that contributed waste is batik industry, which has a characteristic dark color and pungent smell and has a high temperature, acidity (pH), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) danTotal Suspended Solid (TSS). Electrocoagulation is one of the waste treatment method that can be applied, this method involves chemical and physical phenomena by using electrodes to produce ions which are used to treat wastewater. This study uses the Al-Al electrode pair. The research design used a completely randomized design (CRD), the variation of contact time electrocoagulation for 10, 15, 20, 25, and 30 minutes using aluminum electrodes with 4 repetitions. The analysis used are Paired t test, One Way ANOVA, LSD, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney significance α = 0.05. The most effective contact time in lowering the levels of COD are for 25 minutes with a decrease of 41.97%, while the 30 minutes the decrease is 33.55%; 20 minutes the decrease is 31.80%; 15 minutes the decrease is 26.44%; and at 10 minutes the decrease is 10.09%. COD levels produced in this method has not met the quality standard based on the Regulation of the Minister of Environment No. 03 2010.
87629116C1C010085PENGARUH FINANCIAL LITERACY TERHADAP PENGGUNAAN AKUNTANSI PADA UMKM DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini merupakan studi empiris pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh financial literacy terhadap penggunaan akuntansi pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 87 dari 684 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dengan teknik quota sampling. Metode pengumpulan data adalah dengan penyebaran kuesioner. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa financial literacy berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan akuntansi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
This study is an empirical study on Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) in Purbalingga. The purpose of this study is to examine the effect of financial literacy on the use of accounting in the Micro, Small and Medium Enterprises. The sample in this study is 87 of 684 Micro, Small and Medium Enterprises with a quota sampling technique. The method of data collection is by distributing questionnaires. The data obtained were processed using simple linear regression analysis technique. The analysis showed that financial literacy has significant positive effect on the use of accounting in Micro, Small, and Medium Enterprises.
87639118F1A010029PENGARUH NILAI MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DAN PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SEHARI-HARI SISWA MAN PURWOKERTO 1Remaja banyak melakukan penyimpangan terhadap norma-norma. Sebagian besar dari mereka masih bersekolah. Dengan adanya permasalahan tersebut bahwa pengawasan orang tua dalam proses pembetukan perilaku anak sangat diperlukan. Selain peran lingkunan keluarga, lingkungan sekolah juga berperan sebagai faktor pendukung. Banyak mata pelajaran yang memuat tentang pendidikan moral guna membentuk kepribadian anak didik, salah satunya adalah mata pelajaran pendidikan agama islam. Namun, di dalam sekolah yang berbasis agama islam, terdapat sub mata pelajaran agama yang mempelajari tentang tata cara dalam berperilaku, yaitu aqidah akhlak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh nilai mata pelajaran aqidah akhlak dan pengawasan orang tua terhadap perilaku sehari-hari siswa MAN Purwokerto 1. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dan teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, tabel silang, uji regresi linier berganda, dan desain deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara nilai mata pelajaran aqidah akhlak dan pengawasan orang tua secara bersama-sama dengan perilaku sehari-hari siswa man purwokerto 1. Nilai mata pelajaran aqidah akhlak dan pengawasan orang tua hanya berkontribusi 6.7% dalam mempengaruhi perilaku sehari-hari siswa, terdapat faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti yang memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap perilaku sehari-hari siswa sebesar 93.3%. Namun, jika variabel diukur secara sendiri-sendiri, nilai mata pelajaran Aqidah Akhlak lebih berpengaruh terhadap perilaku sehari-hari siswa, dibandingkan dengan pengawasan orang tua. Teens do a lot of deviation from the norms. Most of them are still in school. Given these problems that parents control in the process of formation of the child's behavior are indispensable. In addition to the role of family, school environment also plays a role as a contributing factor. There are many subjects which contain moral education in order to form the personality of the students, one of which is the subject of Islamic religious education. However, in the Islamic religion-based schools, there are sub religious subjects learn about the way of behaving that is named Aqidah Akhlak. This study aims to determine how much influence the score of subject Aqidah Akhlak and parents control of the daily behavior of student of MAN Purwokerto 1. The study is done using a survey method and techniques of data analysis are using frequency distribution, cross tables, multiple linear regression, and qualitative descriptive design. The result of this study indicates that there is no relationship between the score of subject Aqidah Akhlak and parents control together with the daily behavior of student of MAN Purwokerto 1. The score of subject Aqidah Akhlak and parents control contribute only 6,7% in influencing students daily behavior, there are other factors beyond the studied variables that have stronger effect on the students daily behavior by 93.3%. However, if the variable is measured individually, the subjects Aqidah Akhlak is more influential on students daily behavior than parents control.
87649115C1C010073Pengaruh Pengalaman, Independensi, Akuntabilitas, Kompetensi dan Sensitivitas Etika Terhadap Kualitas Hasil Audit Pada Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan CilacapPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman, independensi, akuntabilitas, kompetensi dan sensitivitas etika terhadap kualitas hasil audit pada Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Cilacap.
Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Cilacap. Penentuan sampel menggunakan convenience sampling method. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 35 auditor. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi liniear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukan bahwa : (1) Pengalaman tidak berpengaruh terhadap kualitas hasil audit, (2) Independensi berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit, (3) Akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap kualitas hasil audit, (4) Kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit, (5) Sensitivitas etika tidak berpengaruh terhadap kualitas hasil audit.
Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu (1) Penelitian dilakukan terbatas hanya pada Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Cilacap, (2) Variabel yang diteliti terbatas pada pengalaman, independensi, akuntabilitas, kompetensi dan sensitivitas etika, (3) Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode survey hanya melalui kuesioner, (4) Data responden kurang mewakili jabatan, (5) Penggunaan kuesioner untuk variabel pengalaman kurang menjelaskan variabilitas.
Purpose –This study aimed to determine the influence of experience, independence, accountability, competence, ethical sensitivity partially toward the quality of audit result in the district inspectorate of Banyumas, Purbalingga and Cilacap.

Metodology – The population of this study is auditors in the district inspectorate of Banyumas, Purbalingga and Cilacap. Sample determining is using convenience sampling method. The respondents consist of 35 auditors. Hypotheses testing of this study use multiple linear regression analysist.

Findings – Based on the research result and data analysis using multiple linear regression analysist show that : (1) Experience has not influence to the quality of audit result, (2) Independence has positive influence to the quality of audit result, (3) Accountability has not influence to the quality of audit result, (4) Competence has positive influence to the quality of audit result, (5) Ethical sensitivity has not influence to the quality of audit result.

Limitation – The limitation of this study are (1) District inspectorate only focus in Banyumas, Purbalingga and Cilacap, (2) Independent variables only focus on experience, independence, accountability, competence and ethical sensitivity, (3) Data collection with survey method and only use questionaires, (4) The rsepondents’ data could not really represent the position, (5) The use of questionaires for variable of experience do not really explain the variabillity.
876511077P2BA11018DINAMIKA POPULASI MIKROBA PADA FERMENTASI PLIEK U DAN KEMAMPUANNYA DALAM MENGHAMBAT
BAKTERI PATOGEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dinamika populasi mikroba dan kemampuan ekstrak dalam menghambat bakteri patogen. Kelapa sebagai substrat dan mikroba indigenous fermentasi tahap I, didatangkan dari desa Pangah, kabupaten Aceh Jaya, Nangroe Aceh Darussalam. Fermentasi tahap II dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Kelapa dikukur dan difermentasi selama 9 hari sehingga dihasilkan pliek u. Selama proses fermentasi pengamatan suhu dan pH substrat dilakukan setiap hari, dan dilakukan pengujian proksimat substrat (protein, lemak, air, abu, serat kasar dan karbohidrat by difference). Pengamatan mikrobiologi dilakukan meliputi penentuan total bakteri, jamur, khamir dan BAL. Identifikasi mikroba ditekankan pada BAL dengan identifikasi cepat menggunakan API 50 CH dan API 50 CHL. Pliek u di ekstraksi menggunakan pelarut khlororoform dan etanol 96% dengan perbandingan 2:1. Ekstrak yang diperoleh di uji asam lauratnya dan di uji aktivitas antibakteri menggunakan kertas cakram. Pengujian antibakteri menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah zona hambat dan bakteri uji yaitu Escherichia coli dan Staphyloccocus aureus. Faktor ke dua adalah 5 perlakuan dengan konsentrasi ekstrak 0 µg.ml-1, 5 µg.ml-1, 10 µg.ml-1, 15 µg.ml-1, 20 µg.ml-1, 25 µg.ml-1 dan hari fermentasi. Parameter zona hambat terhadap konsentrasi ekstrak, waktu fermentasi dan bakteri uji dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil pengukuran suhu, pH, protein, lemak, air, abu, serat kasar dan karbohidrat dengan analisis deskriptif.
Hasil identifikasi cepat API 50 CHL menunjukkan bahwa BAL yang berperan pada fermentasi pliek u adalah isolat (A) Leuconostoc mesenteroides ssp cremoris, isolat (B); Lactobacillus lindneri, isolat (C), Pediococcus damnosus, isolat (D); Lactobacillus delbrueckii ssp delbrueckii dan isolat (E); Lactobacillus acidophilus 3.
Pada fermentasi hari ke-5 nilai pH terendah yaitu 4,56, suhu tertinggi 35oC dan jumlah total BAL 1,24 x 108 cfu.g-1. Analisa proksimat substrat menunjukkan protein tertinggi pada fermentasi hari ke-5 yaitu 33,71%, kadar lemak tertinggi pada fermentasi hari ke-2 yaitu 24,38%, kadar air tertinggi pada fermentasi hari ke-1 yaitu; 15,31%, kadar abu tertinggi pada fermentasi hari ke-5 yaitu; 6,18%, kadar serat kasar terendah pada fermentasi hari ke-9 yaitu; 10,54%, kadar karbohidrat terendah pada fermentasi hari ke-5 yaitu; 22,51% dan kadar asam laurat antara 48,36-53,14%.
Hasil analisis sidik ragam terhadap zona hambat pada bakteri E.coli dan S.aureus dengan konsentrasi ekstrak dan waktu fermentasi menunjukkan pengaruh yang nyata. Hasil ekstrak pliek u mempunyai spektrum antibakteri yang luas karena mampu menghambat bakteri E.coli dan S.aureus. Zona hambat tertinggi pada konsentrasi 25 µg.ml-1 (6,75 mm ± 4,72) dan fermentasi hari ke-8 (9,2 mm ± 4,72). Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ekstrak, waktu fermentasi dan bakteri uji dapat mempengaruhi zona hambat. Penelitian ini membuktikan bahwa bakteri BAL pada fermentasi pliek u, konsentrasi ekstrak, waktu fermentasi dan jenis bakteri uji mempengaruhi zona hambat.
This research was purposed to evaluate the population dynamics of microbes and the ability to inhibit pathogenic bacteria. The coconut as a substrate and indegenous microbes which acted at stage I fermentation, were brought in from Pangah village, Aceh Jaya district, Nanggroe Aceh Darussalam. Stage II fermentation was carried out in the Microbiology Laboratory of the University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. Coconut was gratered and fermented for 9 days to produce pliek u. Observation of substrate temperature, pH and substrate proximate analysis (protein, fat, water, ash, crude fiber and carbohydrates by difference) were conducted daily. Microbiological analysis was to determine the total bacteria, fungi, yeast and LAB. BAL identification used the rapid identification test using API 50 CH and API 50 CHL. Solvent extraction of Pliek u using khloroform and 96% ethanol at a ratio of 2:1 produced extract which indicated lauric acid product and antibacterial activity. The research used experimental methods with Completely Randomized Design in factorial pattern. The first factor was tested bacteria namely Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The second factor was 5 treatments with different concentrations of the extract i.e. 0, 5, 10, 15, 20, 25 µg.ml-1 respectively, and length of fermentation. Parameters measured was analysed using ANOVA which included diameter of inhibition zone against fermentation extract at various concentration, fermentation time and tested bacteria. Result of examination toward temperature, pH, protein, fat, water, ash, crude fiber and carbohydrates was analyzed discriptively. The results of the rapid identification of API 50 CHL indicated that (A), Leuconostoc mesenteroides ssp cremoris, (B), Lactobacillus lindneri, (C), Pediococcus damnosus, isolat (D), Lactobacillus delbrueckii ssp delbrueckii and (E), Lactobacillus acidophilus 3 were roled in the fermentation. On the 5th day of fermentation the lowest pH was 4.56, the highest temperature was 35 oC and the total number of LAB was 1.24 x 108 cfu.g-1. Proximate analysis indicated the highest protein fermentation on the 5th day was 33.71%, The highest fat content was 24.38% on the 2nd day of fermentation, the highest water content on day 1 fermentation was 15.31%, the highest ash content on the 5th day of fermentation was 6.18%, the lowest crude fiber content on the 9th day of fermentation, was: 10,54%, the lowest carbohydrate levels on the 5th day of fermentation was 22.51% and lauric acid levels was between 48.36 to 53.14%. Analysis of variance of inhibition zone developed in fermentation extract to E.coli and S.aureus indicated that extract concentrations and fermentation time had significant effect. Results showed that pliek u extract has a broad spectrum antibacteria indicated by the inhibition to the growth of E.coli and S.aureus. The largest inhibition zone was developed at a concentration of 25 mg.ml-1 (6.75 ± 4.72 mm) and at the 8th day fermentation (9.2 ± 4.72 mm). This study proved that the LAB bacterial, extract concentration, fermentation time of pliek u fermentation had affected the growth of tested bacteria.

876610633C1C011018PENGARUH WORKLOAD, TENURE AUDITOR, AUDITOR SPESIALIS, DAN UKURAN KAP TERHADAP AUDIT REPORT LAGPENGARUH WORKLOAD, TENURE AUDITOR, AUDITOR SPESIALIS, DAN UKURAN KAP TERHADAP AUDIT REPORT LAGTHE EFFECT OF WORKLOAD, TENURE AUDITOR, SPECIALIST AUDITOR, AND SIZE OF PUBLIC ACCOUNTANT FIRM
87679117F1G010049TINDAK ILOKUSI DALAM RUBRIK NGRESULA
HARIAN RADAR TEGAL
ABSTRAK

Penelitian ini yang berjudul “Tindak Ilokusi dalam Rubrik Ngresula Harian Radar Tegal”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak ilokusi yang terdapat pada rubrik Ngresula harian Radar Tegal dan mendeskripsikan fungsi tindak ilokusi yang terdapat pada rubrik Ngresula harian Radar Tegal.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa wacana tulis dari tuturan yang didalamnya mengandung tindak ilokusi dalam rubrik Ngresula dalam harian Radar Tegal edisi Januari 2014. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar kemudian teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Metode analisis data menggunakan metode padan. Metode padan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis. Metode padan pragmatis diwujudkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutannya. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan formal dan informal.
Berdasarkan analisis penelitian ditemukan jenis tindak tutur representatif, direktif, dan ekspresif. Tindak tutur representatif meliputi menyatakan, melaporkan, mengusulkan. Tindak tutur direktif meliputi meminta, menyuruh, mengajak, mengharap, menghimbau, melarang, memohon, menyarankan, mempertanyakan, dan memperingatkan. Tindak tutur ekspresif meliputi mengeluh, menyindir, mengungkapkan rasa heran, mengungkapkan rasa prihatin, mengungkapkan rasa salut, mengungkapkan rasa kecewa, mendukung, memuji, mengucapkan terima kasih, menyetujui, dan menolak. Adapun fungsi tindak ilokusi yaitu fungsi kompetitif, menyenangkan, dan bekerja sama. Fungsi kompetitif meliputi, meminta, menyuruh, menghimbau, melarang, memohon, mempertanyakan, memperingatkan, mengeluh, menyindir, mengungkapkan rasa heran, mengungkapkan rasa prihatin, mengungkapkan rasa prihatin, dan menolak. Fungsi menyenangkan meliputi mengajak, mengharap, menyarankan, mendukung, memuji, mengucapkan terima kasih, mengungkapakan rasa salut, dan menyetujui. Fungsi bekerja sama meliputi, menyatakan dan melaporkan. Tuturan Rubrik Ngresula harian Radar Tegal mempunyai maksud tertentu bagi lawan tuturnya atau pihak yang terkait, tetapi penutur terkadang tidak mementingkan perilaku yang sopan dan terhormat dalam bertutur bagi lawan tutur atau pihak yang terkait untuk melakukan sesuatu yang disampaikan oleh penutur.


Title of this study is "Ilocutions in Ngresula Rubric in Daily Radar Tegal Newspaper". This purpose of this study was to describe the type of illocutions contained in Ngresula Rubric daily Radar Tegal Newspaper and describe the function of the follow illocutions contained in Ngresula rubric in daily Radar Tegal Newspaper.
The form of this research is descriptive qualitative. The data in this study research by using the research source data from Sort Message Service rubric Ngresula in daily Radar Tegal Newspaper edition January 2014. Data collection metods applied are observation and methods using taped and indirect interview techniques and then carried by noted techniques. Data analysis method is pragmatic identity methode with selecting, differentiating, and equalizing technique. The result of data analysis is presented by formal and informal method.
Based on the research analysis, the researcher found representative, directive, and expressive of speech acts. There are also found competitive, fun, and work together illocutions function acts. Representative speech acts include states, reported, suggested. Directive speech acts include requesting, ordering, asking, expecting, appealing, prohibiting, pleading, suggesting, questioning, and warnings. Expressive speech acts include complaining, sarcastic, revealing a sense of wonder, expressing the concern, expressing the salute, expressing disappointment, supporting, praising, saying thank, approving, and rejecting. Competitive functions include asking, telling, satirical, and begging. Fun functions include praising, saying thanking, supporting, and inviting. Work together functions includes stating and reporting. Found competitve include requesting, ordering, appealing, prohibiting, pleading, suggesting, questioning, warnings, complaining, sarcastic, revealing a sense of wonder, expressing the concern, expressing the salute, expressing disappointment and rejecting. Found fun include asking, expecting, suggesting, supporting, praising, saying thank, and approving. Found work together include states, and reported. Rubric Ngresula Radar daily speech Tegal has a specific purpose for the opponent he said or a related party, but sometimes it is not concerned with the behavior of speakers of polite and respectable in speech or speak to the opposite parties concerned to do something that is conveyed by the speaker.
876810632A1L010106UJI KEMEMPANAN EMPAT ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT KARAT KACANG TANAHPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui isolat Trichoderma sp. yang paling baik dalam mengendalikan penyakit karat daun kacang tanah, (2) Mengetahui pengaruh empat isolat Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2014 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 16 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas Kontrol, fungisida, aplikasi Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat nenas, Trichoderma sp. isolat pisang, Trichoderma sp. isolat bawang merah dan kombinasinya. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit karat, selisih tinggi tanaman, panjang akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, berbunga pertama, jumlah polong, bobot polong segar, analisis kandungan senyawa fenol secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Perlakuan Trichoderma sp. belum mampu menekan intensitas penyakit karat kacang tanah. Perlakuan Trichoderma sp. belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan dan hasil pada tanaman kacang tanah.The aims of this research were to (1) know the best isolates of Trichoderma sp. in overcoming ground nut leaf rust disease, (2) know the effect of four isolates of Trichoderma sp. on growth and yield of ground nut. The research was conducted from May to August 2014 at the Laboratory of Plant Protection and experimental field of Agriculture Faculty, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. This research used Randomized Block Design with 16 treatments and 4 replications. Treatment consists of control, fungicides, aplication of Trichoderma sp. ginger isolates, Trichoderma sp. pineapple isolates, Trichoderma sp. banana isolates, Trichoderma sp. shallot isolates and their combinations. Variables observed include the incubation period, intensity of rust disease, the difference in plant height, root length, fresh root weight, dry root weight, plant fresh weight, dry weight of the plant, time of first flowering, number of pods, weight of fresh pods, and qualitative analysis of the content of phenolic compounds. The results showed that treatment Trichoderma sp. was not able to suppress the intensity of ground nut rust disease and not able to improve the growth and ground nut production.
876911075H1D009071PENGARUH PERUBAHAN BATIMETRI TERHADAP POLA ARUS DI LAGUNA SEGARA ANAKAN CILACAP JAWA TENGAHLaju sedimentasi di Laguna Segara Anakan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat Sungai Citanduy dan Cibeureum serta sungai-sungai kecil disekitarnya menjadi penyumbang sedimen terbesar dalam kurun waktu 7 tahun (2006-2013) dengan rata-rata laju sedimentasi di Laguna Segara Anakan mencapai hampir satu juta meter kubik per tahun. Besarnya laju sedimentasi tersebut berimbas langsung pada tingginya laju pengendapan sehingga menyebabkan berubahnya kedalaman dasar (batimetri) laguna bahkan terbentuk zona-zona baru akibat sedimen berupa pulau-pulau baru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan batimetri di Laguna Segara Anakan sejak tahun 2006 hingga tahun 2013 sangat mempengaruhi pola arus. Zona yang mengalami pendangkalan yakni zona Pelawangan Barat, zona muara Sungai Citanduy dan zona Tirang Kesik hingga Muara Dua. Dengan mensimulasikan pola arus menggunakan software Surfer V10, ketiga zona tersebut mengalami perubahan pola arus yang signifikan. Sementara di beberapa lokasi lain diperkirakan mengalami stagnasi atau kemandekan aliran.
The rate of sedimentation in Segara Anakan is increasing year to year. This recorded that Citanduy river , Cibeureum river and the creeks arround them become the biggest contriutor of sediment in 7 years (2006-2013) with an rate average of sedimentation in Segara Anakan Lagoon achieve nearly one million cubic meters per year. The magnitude rate of sedimentation is balanced directly on the high rate of precipitation, so that it is caused changing depth (bathymetry) of the lagoon and even it is formed new zones due to the sediment in the form of new islands
The research results show that changes in the bathymetry Segara Anakan from 2006 until 2013 greatly affect the flow. The zones that came through the silting were West Pelawangan zone, Citanduy river creek zone and Tirang Kesik to Muara Dua. By simulating the current flow using Surfer V10 software, the three zones that came through a significant change in the current flow. While in some other locations are expected become stagnation.
87709019F1C009019MAKNA KESENIAN “EMBEG” (KUDA KEPANG)
DI DESA PEKAUMAN KECAMATAN MADUKARA
KABUPATEN BANJARNEGARA
ABSTRAKSI

Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
2014
Baskoro Ardila
F1C009019
“Makna Kesenian Embeg (Kuda Kepang) di Desa Pekauman Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara”
Penelitian yang berjudul “Makna Kesenian Embeg (Kuda Kepang) di Desa Pekauman Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara” ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa kesenian embeg masih dilaksanakan dan dipentaskan di Desa Pekauman Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara dan untuk mengetahui makna kesenian embeg serta bagaimana pelaku kesenian embeg dan masyarakat memaknai kesenian embeg tersebut.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yaitu menggambarkan kegiatan, ucapan, tingkah laku yang diamati oleh peneliti. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dan interaksi simbolik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan model interaktif. Untuk memperoleh keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi data.

Dalam penelitian ini didapatkan hasil dan kesimpulan bahwa kesenian embeg merupakan salah satu kesenian yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa secara umum, dan khususnya oleh anggota kelompok embeg Ngesti Laras Desa Pekauman Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara, yang merupakan keturunan Ki Cipto. Kesenian embeg ditanggap/dipentaskan pada waktu-waktu yang fleksible yaitu apabila ada hajatan pernikahan, khitanan, pentas kesenian, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara, acara tutup ruwah (dipentaskan satu minggu sebelum bulan Ramadhan) dan sebagainya. Ritual embeg antara lain sehari sebelum pentas pada pukul 12 malam para pemain embeg mandi di Sendang Srikandi yaitu salah satu mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Pekauman, kemudian minum air yang berasal dari Sendang Srikandi yang sebelumnya sudah dibacakan doa oleh Ki Cipto.

Kesenian embeg memiliki makna yang diwarisakna turun-temurun. Setiap pelaku kesenian embeg memiliki makna atas ritual yang mereka ikuti sebagai hasil interaksi antar pelaku kesenian embeg. Makna yang muncul bukan hanya makna atas ritual tetapi juga atas sesaji yang digunakan dalam kesenian embeg. Setiap sesaji mengandung makna masing-masing yang sudah diyakini dari dahulu hingga sekarang.
ABSTRACT
University Jenderal Soedirman
Faculty of Social and Political Sciences
Department of Communication Studies
2014
Baskoro Ardila
F1C009019
“The meaning of the arts Embeg (Kuda Kepang) in the village of Pekauman town in Madukara Banjarnegara district.”

The research, entitled “The meaning of the Arts Embeg (Kuda Kepang) in the village of Pekauman district of Banjarnegara district Madukara. This research is aims to find out the reason why the art of embeg are still performed and staged in the village of Pekauman town in Madukara Banjarnegara district and to know the meaning of the art of embeg as well as how the perpetrator art embeg and art embeg the community to interpret.
This research uses qualitative research methods that produce descriptive data that describe the activities, speech, behaviour observed by the researcher. The approach used in this study was the symbolic interaction and phenomenological approach. The Data obtained through in-depth interviews, observation, and documentation, and data analysis using the interactive model. To obtain the validity of the data the researchers used the technique of triangulation of the data.
In this study the results obtained and the conclusions that the arts embeg arts is one that is still held by the Javanese people in General, and in particular by members of the Group embeg Ngesti Madukara District Pekauman Village Barrel Banjarnegara district, which is a descendant of Ki Cipto. Embeg was the only art/staged at flexible times that when there is a celebration of marriage, circumcision, performing arts, the birthday of the Republic of Indonesia, ruwah lid event (staged one week before the month of Ramadan) and so on. Embeg Ritual among others the day before performances on the night from 12 players embeg bathing in Sendang Srikandi, one of the springs which are sacred by the people of the village of Pekauman, then drink water that comes from the previously already Srikandi Sendang recited prayers by Ki Cipto.
Art embeg has a meaning that is passed down from generation to generation. Every performer embeg art has meaning of rituals they follow as a result of interactions between actors embeg arts. Meaning that arises not only the meaning of the ritual but also over the offerings that are used in the art of embeg. Each of the offerings contain the meaning of each is already believed to be from the past to the present.
87719121E1A109087KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE DALAM TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Putusan Nomor : 49/Pid.Sus/2012/PN.Pwt)
Tersangka atau terdakwa mempunyai hak untuk membela diri dengan diberi kesempatan untuk mengajukan seorang saksi A De Charge yang dianggap dapat meringankan atau membela dirinya sebagai upaya untuk melemahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, sehingga keterangan saksi A De Charge dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan sehingga menjunjung tinggi kebenaran materiil. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul : KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE DALAM TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS ( Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 49/Pid.Sus/2012/PN.PWT )
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, Bagaimanakah kekuatan pembuktian keterangan saksi A De Charge dalam tindak pidana kecelakaan lalu lintas dalam Putusan Nomor: 49/Pid.Sus/2012/PN.PWT ? Kedua, bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap Putusan Nomor: 49/Pid.Sus/2012/PN.PWT ?
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan pembuktian saksi A De Charge dalam persidangan dan juga untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi A De Charge dalam Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas merupakan alat bukti yang sah dan hakim bebas untuk menerima atau menyingkirkan isi keterangan saksi A De Charge yang diberikan dipersidangan untuk dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan pidana penjara 3 (tiga) bulan, dan pidana denda sebesar Rp. 500.000,-- (lima ratus ribu rupiah) terhadap terdakwa karena telah memenuhi asas batas minimum pembuktian yang dirumuskan dalam Pasal 183 KUHAP.
Kata kunci : Pembuktian, Saki A De Charge, Kecelakaan Lalu Lintas
The suspect or defendant has the right to defend himself by having the given the opportunity to propose a witness A De Charge which is considered to relieve or defend him in an attempt to weaken the Prosecution accusations that the witness A De Charge can be used as a consideraton for the judges in talking decisions that uphold the truth of the material. Based on these descriptions, the author is interested in making the research and making thesis entitled: THE POWER OF A DE CHARGE WITNESS AS THE EVIDENCE ON THE CRIMINAL ACT OF TRAFFIC ACCIDENTS (Judicial Review Decision Number: 49 / Pid.Sus / 2012 / PN.PWT)
Based on the above, the problem can be formulated first, How does the strength of evidence A De Charge witness testimony in criminal acts of traffic accidents in Decision No. 49 / Pid.Sus / 2012 / PN.PWT? Second, how the basic legal of judge considerations in a criminal passed a decision to Decision Number: 49 / Pid.Sus / 2012 / PN.PWT?
The aims of this study are to determine the strength of evidence A De Charge witness in the trial and also to know the legal considerations of judges in takes decisions. Based on research results obtained the conclusion that the Strength of Evidence Testimony of Witness A De Charge in Traffic Accident Criminal Acts is legal evidence and the judge is be free to accept or get rid of the contents of A De Charge witness testimony given in trial for consideration of the legal basis for the judge in passed a decision of criminal prison of 3 (three) months, and criminal fine of Rp. 500.000, - (five hundred thousand rupiah) to the defendant because it has met the minimum threshold of proof principle formulated in the Article 183 of KUHAP.
Key Word: Evidence, A De Charge Witness, Traffict Accident.
87725029E1A009059Pelaksanaan Perlindungan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Pekerja Di PT Setia Wira Wahana PurbalinggaPekerja merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan, karena tanpa adanya pekerja tidak akan mungkin suatu perusahaan dapat berjalan dan berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan. Namun demikian, di sisi lain pekerja dipandang sebelah mata oleh para pengusaha, karena secara sosiologis kedudukan pekerja lebih rendah dibandingkan dengan pengusaha sebagai pemilik perusahaan. Oleh karenanya, pekerja membutuhkan perlindungan dari negara atas kemungkinan adanya tindakan yang sewenang-wenang dari pengusaha. Perlindungan terhadap pekerja dimaksudkan untuk menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha.
Salah satu perlindungan terhadap pekerja yang di atur dalam Pasal 86 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja di atur secara terperinci dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja yang juga mengatur mengenai masalah kesehatan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi.
Workers are very important factor for the company, because without the workers, company would not run and participate in carrying out the development. However, workers often underestimated by the entrepreneurs, because the sociological position of workers is lower than the entrepreneur as the owner of the company. Therefore, workers need protection from the government over the possibility of arbitrary action of entrepreneurs. Protection of workers intend to guarantee the basic rights of workers and ensure equal opportunity and treatment without discrimination for the welfare of workers and their families with regard to the progress of the business world’s development.
One of the workers protections regulated in Article 86 of Act No. 13 of 2003 on Labor is the Occupational Safety and Health. Occupational Safety and Health in the set are detailed in the Act No. 1 of 1970 About Occupational Safety which also regulates occupational health problems. Safety and health aim to provide assurance of safety and improve the health of workers by preventing accidents and diseases in work, control of hazards in the workplace, health promotion, cure, and rehabilitation.
87739120E1A008207Tinjauan Yuridis Pengelolaan Bank Sampah Mandiri di Perum Bumi Ketapang Damai Kelurahan Kebonmanis Kecamatan Cilacap UtaraSampah merupakan masalah bagi lingkungan hidup yang seharusnya dapat ditanggulangi oleh pemerintah. Kabupaten Cilacap mengalami permasalahan yaitu banyaknya sampah yang tidak terangkut. Fenomena menarik untuk dikaji adalah pengelolaan Bank Sampah Mandiri Kebonmanis Cilacap Utara yang melakukan kegiatan pengelolaan sampah. Kabupaten Cilacap memiliki Perda Kabupaten Cilacap Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah dan restribusi Pelayanan Sampah di Kabupaten Cilacap.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan Bank Sampah Bumi Ketapang Damai Kelurahan Kebon Manis Kecamatan Cilacap Utara. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian diadakan di Bank Sampah Kebonmanis Cilacap Utara, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Kabupaten Cilacap
Kegiatan pengelolaan Bank Sampah Mandiri Kebonmanis Cilacap Utara tidak bertantangan dengan Pasal-Pasal yang yang terdapat dalam Perda Kabupaten Cilacap Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah dan restribusi Pelayanan Sampah di Kabupaten Cilacap. Bank Sampah Mandiri justru sangat membantu dalam kegiatan pengurangan dan penangan sampah.

Garbage is a problem for the environment that should be addressed by government. Cilacap district experiencing problems, namely the amount of garbage that is not transported. The phenomenon is interesting to study the management of Bank Mandiri Garbage Kebonmanis North Cilacap conducting waste management activities. Cilacap District has Cilacap District Regulation No. 3 of 2011 on Garbage Management and Garbage Services levy in Cilacap district.
The purpose of this study is to investigate the management of Garbage Bank Bumi Ketapang village Kebun Damai Manis Northern District of Cilacap. The method used is normative, descriptive study with specifications. Locations Bank study conducted in North Cilacap Kebonmanis Garbage, the Environment Agency and the Cilacap District Office of Human Settlements and Spatial Cilacap regency.
Bank Mandiri Garbage management activities Kebonmanis North Cilacap not conflict with the clauses contained in Cilacap Regency Regulation No. 3 of 2011 on Garbage Management and Garbage Services restribusi in Cilacap district. Garbage Bank Mandiri actually very helpful in the reduction and waste handlers.

87749122E1A009019DISPENSASI PERKAWINAN KARENA HAMIL
(Studi Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 0075/Pdt.P/2013/PA.Pwt)
ABSTRAK
Penelitian ini menjawab mengenai metode interpretasi yang digunakan hakim Pengadilan Agama Purwokerto dalam memahami maksud dan isi Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang mengatur ketentuan mengenai dispensasi perkawinan terhadap permohonan dispensasi perkawinan Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 0075/Pdt.P/2013/PA.Pwt .
Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini meliputi data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah dengan cara studi kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan menggunakan cara teknik analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan, hakim dalam menetapkan putusan permohonan dispensasi perkawinan pada perkara Nomor: 0075/Pdt.P/2013/PA tidak hanya menggunakan pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagai dasar hukumnya, tetapi juga menggunakan ketentuan sumber hukum Islam yang lainya, yakni dengan menghubungkan antara pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dengan pasal 39 Kompilasi Hukum Islam yang mengatur ketentuan mengenai larangan kawin, selain itu hakim juga berpegang kepada ketentuan Kaidah Fiqh dalam kitab Al-Ashbah Wan-nadhoir. dalam mengabulkan dispensasi perkawinan hakim menggunakan interpretasi terhadap kaidah hukum dengan menghubungkan beberapa pasal dalam satu Undang-Undang atau beberapa Undang-Undang. Metode interpretasi ini dirasa perlu digunakan hakim mengingat Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tidak mengatur lebih lanjut mengenai dispensasi perkawinan, dan ketentuan yang mengatur mengenai dispensasi perkawinan tidak diatur lebih lanjut dalam Peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah untuk pertimbangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya, memberikan gambaran pada instansi yang bergerak di bidang perkawinan, memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diteliti serta dapat dipergunakan sebagai bahan masukan terhadap para pihak yang mengalami dan terlibat langsung dengan judul ini.

Kata kunci : putusan, dispensasi, perkawinan, hamil
ABSTRACT
This research entitled Study of Verdict Study of Religious Court Purwokerto Numbers: 0075/Pdt. P/2013/PA.Pwt). This research purposes to answer about methods of interpretation of religious court’s judge Purwokerto in understanding the purpose and the contents of article 7 clause ( 2 ) legislation number 1 year 1974 regulate the provision regarding to marriage dispensation by the request of marriage dispensation of religious court verdict number: 0075 / pdt.p / 2013 / pa.pwt.
This research categorized as juridical normative research that is descriptive. This research includes the data on secondary data. Secondary data is the data that is retrieved from the library research. Data collection techniques are library study. Then the obtained data is being analyzed with qualitative analysis techniques.
The result of the research shows that the judge in vindicating the marriage dispensations on the application of case number: 0075/Pdt. P/2013/PA not only use article 7, paragraph (2) of Act No. 1 of 1974 as its legal basis, but also use the provisions of Islamic law sources, namely the other link between article 7, paragraph (2) of Act No. 1 of 1974 with article 39 compilation of Islamic law regulates the provisions on prohibiting the marriage. Otherwise, the judge also stands to the provisions of rules of Fiqh in Al-Ashbah Wan-nadhoir in granting the marriage dispensation, the judge uses interpretations of legal use by connecting multiple articles in one or some legislations. This interpretation is used by judge regarding to article 7 clause ( 2 ) the legislation number 1 in 1974 does not regulate marriage dispensation in detail and regulation which regulate the marriage dispensation does not order subsequently government rule number 9 in 1975 about the act of marriage. The benefits of this research can be obtained for science consideration in general and law in particular, the science of law gives a description for instancy in marriage division, provide the answer to the research question and also it can be used as suggestion for the parties which experience and involve with this title directly.

interpretation, dispensation, marriage, pregnant




877510630E1A009082DINASTI POLITIK DALAM SISTEM KEPARTAIAN DI INDONESIA (Analisis Tentang Rekruitmen Politik Pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Demokrat)Negara Republik Indonesia adalah negara hukum, dimana adanya pembatasan kekuasaan yang dilakukan oleh hukum. Kekuasaan akan lembaga negara secara teori dibagi menjadi tiga kekuasaan yaitu, eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pengisian akan ketiga jabatan kekuasaan ini diisi oleh partai politik. Bahwasanya dalam sistem rekrutmen untuk pengisian jabatan ini yang dilakukan oleh partai politik memunculkan adanya peran elit politik dalam menentukan siapa-siapa saja yang akan dipilih untuk mengisi jabatan ini. Peran elit politik ini menimbulkan adanya sebuah dinasti politik dalam pengisian jabatan tersebut, dimana partai politik cenderung merekrut keluarga atau kerabat terdekatnya.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa berpengaruh dinasti politik dalam sistem kepartaian. Serta mengetahui bagaiman sisem rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Demokrat. Untuk membahasnya maka digunakan metode penelitan dengan tipe yuridis normatif (normative law research).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor elit politik sangat mempengaruhi dalam rekrutmen dan pencalonan pengisian jabatan kekuasaan negara hanya dari keluarga atau orang-orang terdekat elit politik itu sendiri. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik bahwa tidak adanya penjelasan lebih lanjut terkait dengan rekrutmen partai politik mengenai batasan-batasan hubungan keluarga.
Sistem rekrutmen partai dibagi dalam 3 proses yaitu : penerimaan pendaftaran bakal calon legislatif, seleksi tahap I (seleksi berkas), dan seleksi tahap II. Bahwa secara proses rekrutmen tersebut menerapkan rekrutmen dengan prosedur terbuka dengan jalur rekrutmen kaderisasi. Tetapi pada praktiknya partai politik menggunakan jalur rekrutmen berdasarkan ikatan primodial.
The Republic of Indonesia is a state law, where there is an existence of power limitation which is conducted by law. The power of state institutions is theoretically divided into three which is, executive, legislative, and judicial. Charging of these three departments is filled by political parties. The recruitment system for filling the positions which is being conducted by the political parties bring out the political elite in determining whoever which will be chosen for filling the positions. The role of this political elite bring out the political dynasty in filling the positions whereas political parties are tend to recruit their families or fellow relatives.
This study was conducted with the objective of indentifying and analyzing how big the effect of this political dynasty in political system. And also to know how the recruitment system which is conducted by the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) and Democratic Party. The type of research was normative law research
The result of study shows that political elite factors is greatly affecting the recruitment system and proposing the candidate to filling the positions is only from families or fellow relatives of the political elite itself. Under constitution Number 2 year 2011 about the changing of constitution Number 2 year 2008 about Political Parties which is there is no further explanation about political party recruitment in terms of family relation restrictions.
Party recruitment systems divided into three processes, which is; the registration of legislative candidates, first step selection (file selection), and second step selection. in terms of process, they implement an open procedure recruitment in way of regeneration recruitment. But in practice, political party is using a primordial recruitment system.
877611073P2CA11014EVALUASI PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS)
(Studi Komparatif di Desa Sudimara dan Desa Kasegeran Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Pamsimas is a government program of the provision of clean water and sanitation that is administered by the community in the village level. Pamsimas takes a significant amount of funds and it is very beneficial for the people so that its sustainability is highly important.
Sudimara and Kasegeran were in high shortage of clean water. Therefore, in 2011 both villages received pamsimas. Being located in the same area, these villages have the same condition; however, the level of the sustainability of the pamsimas in these two villages is different. Based on the evaluation on such aspects as access to clean water, availability of sanitation, community empowerment, the improvement in healthy lifestyle by washing hands before meals and defecation in a privy and the availability of sanitation facilities in schools, pamsimas in Sudimara village has been more successful than that in Kasegeran village.
SWOT analysis of program management shows that pamsimas in Sudimara village should adopt the defensive strategy. Pamsimas in Sudimara village has been well managed. However, it is facing the threat of management fatigue. Pamsimas in Kasegeran village should adopt turn around strategy. Despite its failure, pamsimas in Kasegeran village has a large opportunity because in addition to improved health and quality of life, it also provides economic benefits for the beneficiaries.
Pamsimas is a government program of the provision of clean water and sanitation that is administered by the community in the village level. Pamsimas takes a significant amount of funds and it is very beneficial for the people so that its sustainability is highly important.
Sudimara and Kasegeran were in high shortage of clean water. Therefore, in 2011 both villages received pamsimas. Being located in the same area, these villages have the same condition; however, the level of the sustainability of the pamsimas in these two villages is different. Based on the evaluation on such aspects as access to clean water, availability of sanitation, community empowerment, the improvement in healthy lifestyle by washing hands before meals and defecation in a privy and the availability of sanitation facilities in schools, pamsimas in Sudimara village has been more successful than that in Kasegeran village.
SWOT analysis of program management shows that pamsimas in Sudimara village should adopt the defensive strategy. Pamsimas in Sudimara village has been well managed. However, it is facing the threat of management fatigue. Pamsimas in Kasegeran village should adopt turn around strategy. Despite its failure, pamsimas in Kasegeran village has a large opportunity because in addition to improved health and quality of life, it also provides economic benefits for the beneficiaries.
877711074P2AA10011KEMAJUAN SELEKSI PADI PROTEIN TINGGI PADA POPULASI F5 PERSILANGAN MENTIK WANGI×G39 DAN G39×CIHERANGEvaluasi tanaman pada populasi F5 dapat dilakukan dengan mengukur kemajuan seleksi. Kemajuan seleksi merupakan parameter genetik dalam proses seleksi. Estimasi parameter genetik dapat membantu dalam memilih metode seleksi, memahami aksi gen dan variasi genetik pada tanaman. Jumlah dan aksi gen dapat diketahui dengan menghitung nilai skewness dan kurtosis.
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh nilai kemajuan seleksi padi populasi F5 berdasarkan bobot biji per rumpun, dan mengetahui aksi gen yang mengendalikan kandungan protein dan komponen hasil. Seleksi dilakukan pada dua populasi (Mentik Wangi×G39 dan G39×Ciherang) generasi F4 dan F5 dengan rancangan augmented design. Kemajuan seleksi dievaluasi berdasarkan kandungan protein dan komponen hasil (jumlah anakan produktif, panjang malai, persentase gabah isi, tinggi tanaman, bobot 1000 biji, dan bobot biji per rumpun). Nilai skewness dan kurtosis dianalisis menggunakan program analisis R.
Hasil penelitian menunjukkan kemajuan seleksi positif 0,55 terjadi pada kandungan protein persilangan Mentik Wangi×G39, sebaliknya pada persilangan G39×Ciherang menunjukkan kemajuan seleksi negatif 0,57. Kandungan protein persilangan Mentik Wangi×G39 dikendalikan oleh aksi gen aditif dan ada interaksi gen, sedangkan persilangan G39×Ciherang juga dikendalikan oleh aksi gen aditif tetapi tidak ada interaksi gen. Karakter komponen hasil dikendalikan oleh aksi gen aditif dan tidak ada interaksi gen.

Population F5 of rice can be evaluated by response selection. Response selection is genetic parameter in selection. Estimation of genetic parameter used for pick out the method selection, known gene action, and genetic variation in plant. Total gene and gene action can be analyzed by skewness and kurtosis.
This study aim to get response selection value analysis in F5 population based on grain weight in clumps of rice and find out action gene that control protein content and yield component. Selection F4 and F5 generation in two populations (Mentik Wangi×G39 and G39×Ciherang) used augmented design. Evaluation response selection based on grain protein content and yield components (number of productive tillering, panicle length, percentage filled grain in panicle, plant height, 1000-grain weight, and grain weight in clumps of rice). Skewness and kurtosis analyzed use R analysis program.
The result showed there is 0,55 response selection positive in grain protein content Mentik Wangi×G39, otherwise G39×Ciherang showed response selection negative 0,57. Protein content in Mentik Wangi×G39 controlled by additive gene action and had interaction genes, whereas in G39×Ciherang also controlled by additive gene action but absent gene interactions. Yield components controlled by additive gene action and absent gene interactions.
877811076P2CC12034FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIDAN DALAM KONSELING GIZI IBU HAMIL
DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2014
Indikator derajat kesehatan suatu negara dapat dinilai dari angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI), umur harapan hidup dan angka kematian balita. Kinerja bidan di pengaruhi faktor umur, lama kerja, pelatihan, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam konseling gizi ibu hamil di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan potong lintang (Cross Sectional). Jenis data adalah data primer dengan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan SPSS dan uji statistik dengan menggunakan chi square dan analisis regresi logistik ganda.
Hasil penelitian menunjukkan dari 86 Bidan yang berumur < 34 tahun sebesar 50,0%, lama kerja 6 – 15 tahun sebesar 66,3%, pendidikan D III Kebidanan sebesar 81,4%, tidak pernah mengikuti pelatihan konseling gizi sebesar 91,9%, pengetahuan yang baik sebesar 65,1% dan kinerja yang baik sebesar 64,0%. Hubungan antara umur dengan kinerja menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan p value 0,492. Hubungan antara lama kerja dengan kinerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p value 0,001. Hubungan antara pendidikan dengan kinerja menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan p value 0,211. Hubungan antara pelatihan dengan kinerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p value 0,038. Hubungan antara pengetahuan dengan kinerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p value 0,031 < 0,05. Variabel yang paling dominan adalah lama kerja dan pengetahuan. Diantara faktor tersebut yang paling menentukan kinerja bidan adalah lama kerja.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur dan pendidikan dengan kinerja. Ada hubungan antara lama kerja, pelatihan dan pengetahuan dengan kinerja. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja bidan dalam konseling gizi ibu hamil adalah lama kerja.
Indikator derajat kesehatan suatu negara dapat dinilai dari angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI), umur harapan hidup dan angka kematian balita. Kinerja bidan di pengaruhi faktor umur, lama kerja, pelatihan, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam konseling gizi ibu hamil di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan potong lintang (Cross Sectional). Jenis data adalah data primer dengan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan SPSS dan uji statistik dengan menggunakan chi square dan analisis regresi logistik ganda.
Hasil penelitian menunjukkan dari 86 Bidan yang berumur < 34 tahun sebesar 50,0%, lama kerja 6 – 15 tahun sebesar 66,3%, pendidikan D III Kebidanan sebesar 81,4%, tidak pernah mengikuti pelatihan konseling gizi sebesar 91,9%, pengetahuan yang baik sebesar 65,1% dan kinerja yang baik sebesar 64,0%. Hubungan antara umur dengan kinerja menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan p value 0,492. Hubungan antara lama kerja dengan kinerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p value 0,001. Hubungan antara pendidikan dengan kinerja menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan p value 0,211. Hubungan antara pelatihan dengan kinerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p value 0,038. Hubungan antara pengetahuan dengan kinerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p value 0,031 < 0,05. Variabel yang paling dominan adalah lama kerja dan pengetahuan. Diantara faktor tersebut yang paling menentukan kinerja bidan adalah lama kerja.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur dan pendidikan dengan kinerja. Ada hubungan antara lama kerja, pelatihan dan pengetahuan dengan kinerja. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja bidan dalam konseling gizi ibu hamil adalah lama kerja.
87799124C1C010026ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini merupakan penelitian survey pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan pemakai, pendidikan dan pelatihan pemakai, dukungan manajemen puncak, dan kemampuan teknik personal pemakai terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas.
Data utama penelitian bersumber dari 39 orang responden karyawan pemakai sistem informasi akuntansi (SIA) PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas. Data penelitian dianalisis dengan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemakai, pendidikan dan pelatihan pemakai, dukungan manajemen puncak, dan kemampuan teknik personal pemakai secara simultan berpengaruh terhadap kinerja SIA ditinjau dari kepuasan pemakai maupun dari pemakaian. Dukungan manajemen puncak dan kemampuan teknik personal pemakai secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi baik ditinjau dari kepuasan pemakai maupun dari pemakaian.
Implikasi penelitian. Peningkatan kinerja SIA baik ditinjau dari kepuasan pemakai maupun dari pemakaian dapat diupayakan dengan : (a) meningkatkan keterampilan manajemen puncak dalam menggunakan sistem informasi akuntansi yang ada; (b) manajemen puncak memberikan peran aktif melalui keterlibatannya dalam perencanaan operasi sistem informasi akuntansi di perusahaan; (c) menyelenggarakan diklat secara rutin tentang cara pemakaian SIA yang benar dikoordinasikan oleh subbagian pengolah data.
This research is a survey in Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria of Banyumas Regency. The aims of this research are to know the effect of user involvement, user education and training, top management support and user technique personal capability toward the performance of accounting information system in Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria of Banyumas Regency.
Main data of this research is collected from 39 respondents. They are employees as users of accounting information system (AIS) in PDAM Tirta Satriaof Banyumas Regency. Data’s were analyzed with multiple linear regression.
The result of the research showed that user involvement, user education and training, top management support and user technique personal capability simultaneously affect to the performance of AIS in terms of user satisfaction and usage. Top management support and user technique personal capability, partially have significant effect to the performance of accounting information system both in terms of user satisfaction and usage.
The implication of research. Performance of AIS improvement in terms user satisfaction and usage can be tried by : (a) improve the skills of top management in using the existing accounting information systems; (b) give top management an active role through its involvement in the planning of the operation of accounting information systems in the enterprise; (c) conducting regular training on how to use accounting information system correctly coordinated by subsections of the data processing.
87809125H1D009022ANALISIS DIFRAKSI GELOMBANG PELABUHAN PENDARATAN IKAN (PPI) LOGENDING KABUPATEN KEBUMENPantai Logending merupakan pantai yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Kebumen. Pada tahun 2012, proyek pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Pantai Logending dilanjutkan kembali setelah hampir 10 tahun terkatung-katung. Keberadaan pelabuhan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perikanan laut perairan selatan Kebumen yang saat ini baru tergali sekitar 2 persen. Gelombang merupakan faktor utama di dalam penentuan tata letak (layout) pelabuhan, alur pelayaran, perencanaan bangunan pantai dan sebagainya. Gelombang dapat menimbulkan energi untuk membentuk pantai, menimbukan arus dan transpor sedimen serta menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan pantai. Perairan pelabuhan harus tenang terhadap gangguan gelombang supaya kapal dapat melakukan kegiatan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. Pengetahuan tentang difraksi gelombang penting di dalam perencanaan pelabuhan dan pemecah gelombang sebagai pelindung pantai.
Difraksi gelombang terjadi apabila gelombang datang terhalang oleh suatu rintangan seperti pemecah gelombang atau pulau, maka gelombang tersebut akan membelok di sekitar ujung rintangan dan masuk di daerah terlindung di belakangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi gelombang di sepanjang perairan pelabuhan berdasarkan analisis difraksi gelombang yang terjadi pada perairan PPI Logending.
Distribusi angin tahun 2013 menunjukkan bahwa arah angin dominan berasal dari arah tenggara dengan prosentase 38,356%. Panjang fetch Pantai Logending berkisar 31,2 km sampai pada nilai tak hingga yang berarti sebagian besar wilayah Pantai Logending tidak dikelilingi daratan. Oleh karena itu maka dilakukan analisis sensitivitas fetch. Peramalan gelombang berdasarkan data angin tahun 2013 dilakukan dengan menggunakan rumus. Hasilnya menunjukkan bahwa gelombang tertinggi dari semua arah yaitu 4,37 meter dengan periode 10,4 detik; gelombang signifikan sebesar 1,87 meter dengan periode 7,4 detik; dan ketinggian gelombang rata-rata sebesar 1,02 meter dengan periode gelombang 6 detik. Arah gelombang datang di laut dalam berasal dari arah selatan dan membentuk sudut 30° terhadap bathimetri pantai Logending. Hasil analisis refraksi gelombang menghasilkan arah sudut datang gelombang di laut dangkal antara 12°-20° terhadap bathimetri pantai Logending. Dari hasil analisis difraksi gelombang, secara umum keadaan kolam pelabuhan PPI Logending sudah tenang dan aman untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Keadaan kolam pelabuhan PPI Logending tenang pada gelombang signifikan dan rerata namun tidak tenang untuk gelombang maksimum.
Logending Beach is a beach in southern of Kebumen. In 2012, the construction of Logending fishing port resumed after 10 years delayed. The existence of this port is to optimize the potential of fishery resources in southern sea of Kebumen that currently only about 2 percent absorbed. The wave is a major factor in determining the layout of port, shipping lanes, and planning of coastal structures. Waves bring energy to forming the beach, making the flow and sediment transport, and making the forces on coastal structures. The port basin must be calm and protected from incoming waves, so the boat can loading and unloading of goods and passengers. Knowledge of wave diffraction is important in the planning of the harbor and breakwaters as coastal protection.
Wave diffraction occurs when coming waves is obstructed by an obstacle such as a breakwater or island, then the wave will turn around at the tip of the obstacle and coming in a protected area behind. This study aims to determine the wave height along the harbor waters (shipping lanes and port basin) based on analysis of wave diffraction that occur in the waters of Logending fishing port.
Distribution of wind in 2013 shows that the dominant wind coming from the southeast with 38.356% of wind. Fetch in Logending Beach have length from 31.2 kilometer to the unlimited value, which means most areas of Logending Beach is not surrounded by other land. Therefore, so executed by sensitivity analysis of fetch. Forecasting of wave based on the data of wind in 2013 and done by using the formula. The results showed that the highest waves from all directions about 4.37 meters with a wave period about 10.4 seconds; significant wave about 1.87 meters with a period about 7.4 seconds; and an average wave height about 1.02 meters with a period about 6 seconds. Direction of wave in the deep waters zone comes from the south and forming an angle about 30° to the bathymetry of Logending Beach. Analysis of wave refraction resulting incoming angle direction wave about 12° - 20° to bathymetry in the shallow waters zone of Logending Beach. From analysis of wave diffraction, in the general condition at basin of PPI Logending port already calm and safe for loading and unloading activities of ship. The condition at basin of Logending Fishing Port already calm and safe from significant wave and average wave, but not for maximum wave.