Artikelilmiahs

Menampilkan 8.901-8.920 dari 48.942 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
89019186E1A007145PERLINDUNGAN HUKUM RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN (RSGMP) PURWOKERTO DALAM PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK ANTARA RUMAH SAKIT DENGAN PASIENABSTRAK


Rumah sakit merupakan salah satu sarana untuk memperoleh pelayanan kesehatan karena terdapat tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai untuk melakukan tindakan medik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang sahnya persetujuan tindakan medik yang dilakukan antara RSGMP dengan pasien dan untuk mengetahui perlindungan hukumnya.
Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan tipe penelitian menemukan hukum in concreto. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Metode pengolahan dan penyajian data menggunakan metode reduksi data yang dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persetujuan tindakan medik antara RSGMP dengan pasien telah terjadi dengan adanya persetujuan dari pasien/keluarganya, karena persetujuan tindakan medik adalah perjanjian konsensuil yang untuk terjadinya cukup dengan kesepakatan diantara para pihak, dan telah sah berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata. Persetujuan tindakan medik antara RSGMP dengan pasien yang dilaksanakan sesuai dengan Pasal 50 UU No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran akan memberikan perlindungan hukum kepada RSGMP. Jika persetujuan tindakan medik tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan tersebut, maka pasien dapat melakukan gugatan kepada RSGMP.




Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Persetujuan Tindakan Medik, Hubungan Rumah Sakit dengan Pasien
ABSTRACT

Hospital is one of main public services to get health care because it has medical staffs and good facilities to do medical treatment. The research is aimed to find out the legality of medical treatment agreement between RSGMP and the patients and its law protection.
The research used normative jurisdictional method with concert law discovery. Data that are used in this research are secondary data consist of primary, secondary, and tertiary law material. The method of processing and presenting data used in this research is reduction method that is analyzed by normative qualitative method.
The result of research shows that medical treatment agreement between RSGMP and the patientshas been agreed with existence of agreement from the patients or their families since medical treatment agreement is consensual agreement that only needs deal from both parties and it is legal based on Article 1320 KUHPerdata. The medical treatment agreement between RSGMP and the patients can be done based on Article 50 Act Number 29 year 2004 about Medical Practice which gives law protection to RSGMP. However, if the agreement cannot be done appropriately, the patient can sue RSGMP.

Keywords : Law Protection, Medical Treatment Agreement, Hospital and Patients’ Relationship.
89029193G1B010052HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA
DI PT SUTANTO ARIFCHANDRA ELECTRONIC SOKARAJA
BANYUMAS TAHUN 2014
Pekerjaan merupakan bagian yang memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Pada
2012, di Jakarta Selatan jumlah penderita stres yang terjaring mencapai 89 orang. Beban
kerja merupakan salah satu faktor penyebab stres dalam pekerjaan. PT. Sutanto Arifchandra
Elektronic merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak dalam bidang produksi
kabel audio video yang bertempat di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Kondisi
lingkungan di PT. SAE dapat memengaruhi terjadinya beban kerja yang merupakan salah
satu faktor instrinsik dari stres kerja. Metode yang digunakann dalam penelitian ini adalah
obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian
ini sebanyak 58 responden yang diperoleh dengan teknik simple random sampling.
Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada
hubuungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja. Nilai uji (P) = 0,001 < nilai alpa 0,05. Pengaturan ulang tugas-tugas pekerja sehingga pekerjaan yang diberikan tidak melebihi
beban kerja pekerja
Kata Kunci: Beban Kerja, Stres Kerja, Pekerja

Kata Kunci: Beban Kerja, Stres Kerja, Pekerja
The work is part plays an important role in human life. In 2012, in Jakarta Selatan, the
number of patients who netted stress reached 89 people. The workload is one of the causes of
stress at work. PT. Sutanto Arifchandra Elektronic (PT. SAE). is one of the industrial
company engaged in the production of audio-video cables are located in the district of
Sokaraja Banyumas. Environmental conditions in the PT. SAE can affect the workload is one
of the intrinsic factors of work stress. Method in this study is observational analytic cross
sectional approach. The number of samples in this study were 58 respondents were obtained
by simple random sampling technique. Analysis of the data used is the Chi-square test. The
results showed relationship workload with work stress on workers. Test value = ,001 < alpha value = 0,05. The rearrangement of the tasks of workers so that the work does not
exceed a given workload of workers
Keywords: Workload, Work Stress, Workers
890310656D1C007016POTENSI JERAMI PADI UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA Di KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi jerami padi yang ada di Kabupaten Banyumas dan kemampuan wilayah menampung ternak ruminasia di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survey melalui pengambilan data serta pengambilan sampel di lahan petani melalui cara mengubin pada jerami padi. Variabel yang diamati adalah luas wilayah Kabupaten Banyumas, luas lahan pertanian dan jumlah ternak ruminansia.Hasil penelitianmenunjukan bahwa luas wilayah Kabupaten Banyumas pada tahun 2013 seluas 132.758 Ha.Luas panen padi sawah sebesar 64.812 Ha. Jumlah ternak ruminansia di Kabupaten Banyumas sebanyak 55.036,56 UT. Produksi jerami padi berdasarkan BK sebanyak 36.750,69 ton , PK sebanyak 1.653,78 ton, dan berdasarkan TDN sebanyak 711,126 ton. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah produksi jerami padi berdasarkan Bahan Kering (BK), Protein Kasar (PK), dan Total Digestible Nutrients (TDN) dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak ruminansia di Kabupaten Banyumas pada tahun 2013.

Kata kunci: jerami padi, bahan pakan, ternak ruminansia, daya tampung.
ABSTRACT
The purposes of this research were to determine the potential of rice straw in Banyumas District and the ability of rural areas to accommodate ruminant livestock in Banyumas District. The research method used was survey by data collection and sampling of farmer’s land by tile way in rice traw. Observed variables were area of Banyumas District, agricultural land, and total population of ruminant. The results of the experiment showed that area of Banyumas District in 2013 is 132.758 Ha. Paddy rice harvested area is 64.812 tons. Total population of ruminant livestock in Banyumas District is 55.036,56 UT. Production of rice straw based on dry matter (DM) is 33.750,69 tons, production of rice straw based on crude protein (CP) is 1.653,78 tons, and production of rice straw based on total digestible nutrient (TDN) is 711,126 tons. It can be concluded that total production of rice straw basen on dry matter (DM), crude protein (CP), and total digestible protein (TDN) can meet the needs of ruminant feed in Banyumas Regency in 2013.

Key word: rice straw, feed ingredients, ruminant, capacity
890411082F1B008042KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI BAPENDIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED bertujuan menjadi salah satu fakultas unggulan dengan menguasai, mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tujuan Pembangunan Nasional sehingga pada tahun 2015 setiap mahasiswa FISIP UNSOED menguasai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkompetisi dalam era globalisasi. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerjasama antara mahasiswa, dosen, dan segenap kepegawaian yang ada di FISIP. Khususnya pada bagian kependidikan yang akan selalu dijumpai oleh setiap mahasiswa dikarenakan keperluan administrasi pendidikan sejak mahasiswa masuk kuliah di tahun pertama sampai lulusnya mahasiswa. Pelayanan yang berkualitas adalah pelayanan yang mudah, cepat, dan sederhana. Sebab selama ini gambaran yang ada pada mahasiswa bahwa birokrasi merupakan proses yang rumit dan sulit. Dalam hal ini kualitas pelayanan yang baik dari bagian kependidikan dianggap penting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan pada Bapendik FISIP UNSOED melalui pelayanan yang selama ini dialami mahasiswa adalah penyerahan KRS (Kartu Rencana Studi), menyusun jadwal kuliah dan ujian, pembagian KHS (Kartu Hasil Studi), pembuatan transkrip sementara, pembuatan surat permohonan izin pra survey dan surat permohonan izin penelitian skripsi, surat keterangan masih kuliah, pembuatan kartu seminar, dan buku konsultasi tugas akhir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Sasaran penelitian ini adalah pegawai bagian kependidikan dan mahasiswa FISIP UNSOED dengan menggunakan teknik simple random sampling didasarkan pada kemudahan, sample penelitian ini adalah mahasiswa aktif angkatan 2008 – 2010 yang berasal dari empat jurusan yaitu jurusan Administrasi Negara, Sosiologi, Komunikasi, dan Politik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bapendik menunjukan kategori baik. Hal ini dibuktikan bahwa kategori Sangat Buruk memiliki nilai 7,41%, kategori Buruk 31,48%, kategori Baik 40,74%, dan kategori Sangat baik 20,37%. Dengan begitu kategori Baik memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dari kategori yang lainnya. Jadi, kualitas pelayanan Bapendik dapat disimpulkan memiliki kualitas pelayanan yang Baik. Adapun analisa kuantitatif yang digunakan untuk mengukur hasil penelitian adalah skor baku atau nilai Z. Dengan rumus Z = xi-x
SD
Kata kunci : kualitas pelayanan bapendik
Faculty of Social and Political Sciences UNSOED has a goal to become one of the excellent faculty by controlling , developing and utilizing science which are relevant to the purpose of national development. So that, by 2015 every student in FISIP UNSOED can be mastering knowledge and having skills that needed to compete in this era of globalization. Cooperation between students, lecturers, and all of FISIP’s emplyoees is needed.More specifically on educational staff’s part who will always be met by all students because educational administration purposes since students entering college in the first year until graduation day. Educational staff role is to help creating aspired students. To get good quality of services is the right of every student. Services that based on the rights of the students to get the service that they should be get. Easy, fast, and simple service will produce students who feel comfortable with provided services and more convenient to each requirements in terms of the administration of education. So far, the picture on the student that the bureaucracy is a complex and difficult process. In this case the good quality of service is considered an important part of education.
This study aims to identify and analyze the quality of service on Bapendik FISIP UNSOED through the ministry of a letter of pre-survey permit application. The method used is quantitative method with a survey approach.The target of this research are educational employees and student in FISIP UNSOED using simple random sampling technique because of its easiness, the study sample is active student class of 2008 - 2010 are derived from the four departments of the Department of Public Administration, Sociology, Communications, and Politics.
The results showed that the quality of bapendik’s service is a good category. It is proved that the Very Bad category has a value of 7.41%, 31.48% for Poor category, Good category is 40.74%, and 20.37% for Very Good category. Because Good category have higher values than anothers, it can be concluded that Bapendik’s service quality is good.

Keywords : quality of bapendik’s service
890511291C1A010094PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 1994 – 2013Penelitian ini berjudul “Pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah Tahun 1994 – 2013”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, listrik, air bersih (PDAM) dan kesehatan secara parsial maupun simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Jawa Tengah tahun 1994 hingga 2013.
Periode penelitian selama 20 tahun dari tahun 1994 hingga 2013 menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), panjang jalan (km), bongkar muat bandara (kg), bongkar muat pelabuhan (ton), penjualan listrik (kWh), air PDAM yang disalurkan (m3) dan jumlah tempat tidur di provinsi Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan dengan metode analisa data sekunder menggunakan data – data yang bersifat time series dan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta berbagai jurnal penelitian sebagai pendukung. Metode analisa data yang digunakan adalah regresi linier berganda
Dari perhitungan analisis regresi linier berganda disimpulkan bahwa variabel jalan, bandara, listrik dan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel pelabuhan dan air tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel jalan, bandara, listrik, dan kesehatan memiliki hubungan inelastis. Variabel yang memiliki nilai elastisitas paling besar yaitu variabel kesehatan.
Implikasi dari penelitian ini yaitu, dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan pelabuhan merupakan hal sangat penting dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan daya saing pelabuhan, terutama pelabuhan provinsi di Jawa Tengah. Dengan pembangunan fasilitas air bersih dan peningkatan pelayanan air disetiap daerah maka akan menghasilkan kapasitas air yang mencukupi dan kualitas air yang baik, sehingga masyarakat akan beralih dari air sungai ke air PDAM.. Untuk penelitian tentang infrastruktur selanjutnya, diharapkan menggunakan metode time lag, agar hasil dari elastisitas penelitian lebih baik.
This research entitled "The Influence of Infrastructure to Economic Growth in Central Java Province 1994 - 2013". This study aims to determine how the influence of infrastructure roads, airports, ports, electricity, water (PDAM) and health either partially or simultaneously to economic growth in Central Java 1994 - 2013.
During the study period of 20 years from 1994 to 2013 using the data Gross Domestic Reginal Product (PDRB), roads length (km), unloaded and loaded airport (kg), unloaded and loaded port (ton), selling of electricity (kWh), distribution water (m3) and total beds in Central Java Province. Data were collected by secondary data analysis using the available data that is the time series which were obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) and various research journals as support data. Data analysis method used is multiple liniear regression.
From the calculation of multiple linear regression analysis concluded that the variable roads, airports, electricity and health have positive and significant impact on economic growth, while the port and water variables have not affect on economic growth. Variable roads, airports, ports, electricity, water, and health have inelastic relationship. The variable that have the greatest elasticity value is health.
The implication of this study is, to increase the facilities and services is a very important port done by the Government to improve the competitiveness of the port, especially in the province of Central Java port. With the construction of water facilities and improvement of water services in each area it will generate sufficient water capacity and good water quality, so that people will switch from river water to PDAM water. For further research on infrastructure, is expected to use the method of time lag, so that the results of research elasticity are better.
890611475E1A010080TINDAK PIDANA MENJADIKAN ORANG LAIN SEBAGAI OBYEK ATAU MODEL YANG MENGANDUNG MUATAN PORNOGRAFI (Studi Putusan Nomor 05/Pid.Sus/2014/PN.Pwt) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 35 Undang-Undang No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi dalam Putusan No. 5/Pid.Sus/2014/PN.Pwt tentang tindak pidana Menjadikan Orang Lain Sebagai Objek atau Model yang Mengandung Muatan Pornografi dan pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara No. No. 5/Pid.Sus/2014/PN.Pwt. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian terhadap sinkronisasi hukum. Metode penyajian data dalam bentuk uraian yang dibentuk secara sistematis.
Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang tindak pidana menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi adalah 1) Penerapan unsur-unsur Pasal 35 Undang-Undang No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi dalam Putusan No. 5/Pid.Sus/2014/PN.Pwt telah sesuai dimana perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur a) Setiap orang dalam hal ini adalah siapa saja selaku subyek hukum yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, b) menjadikan orang lain sebagai obyek atau model yaitu objek orang atau model yang akan dijadikan sebagai model video yang mengandung muatan pornografi, c) Mengandung muatan pornografi, yaitu video tersebut memuat gambar bergerak, percakapan, gerak tubuh yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat sehingga dengan demikian unsure ketiga terpenuhi, dan 2). Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana tentang tindak pidana Menjadikan Orang Lain Sebagai Objek atau Model yang Mengandung Muatan Pornografi pada kasus Putusan Nomor : 5/Pid.Sus/2014/PN.Pwt., yaitu: a. Pertimbangan Yuridis : terpenuhinya unsur-unsur Pasal 35 UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan didasarkan pada ketentuan Pasal 183 dan Pasal 184 KUHAP, b) Pertimbangan Sosiologis : Hal-hal yang memberatkan yaitu: Terdakwa sebagai orangtua asuh seharusnya mengasuh dan mendidik serta memberkan taulan yang baik kepada anak asuhnya tetapi terdakwa justru menjadikan anak asuhnya sebagai obyek pornografi. Hal-hal yang meringankan yaitu: Terdakwa bersikap sopan, jujur dan berterus terang serta mengakui kesalahannya sehingga memperlancar jalannya persidangan; Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
The purpose of this research is investigation the application elements of article 35 Ruler No. 44 / 2008 about Pornography in The Court ruling No. 5/Pid. Sus/2014/PN. Pwt about criminal acts of making other people as objects or models that Contain Pornographic Content. Normative juridical approach using methods. Specification of research is used to law synchronize. Method of presenting data in the form of a systematically formed description.
The conclusions of the study results and discussion of the crime makes other people as objects or models that contain pornographic content are 1) application of the elements of article 35 of law No. 44 of 2008 about Pornography in court ruling No. 5/Pid. Sus/2014/PN Pwt have been met, as follow a) every body in this case is anyone as a subject of law which may account for his deeds, whether singly or jointly b) make the other person as an object or person or object model is a model that will serve as a model for video containing pornographic content c) Contain pornographic content, that is the video contains motion pictures, conversations, gestures that contain obscenity or sexual exploitation violates the norms of morality in society, then 2). Legal consideration of judges in meting out criminal against criminal acts of a criminal offence Making other people as objects or models that Contain Pornographic Content in case court rulings: 5/Number Pid. Sus/2014/PN.Pwt., are : a. Juridical considerations: satisfy the elements of article 35 of ACT No. 44 of 2008 about pornography and is based on the provisions of article 183 and 184 Code of Criminal Procedure,
b) Sociological considerations: damning things such as defendant as foster was supposed to nurture and educate as well as giving a good provide to foster but the defendant thus making child pornography as an object foster.
Things that relieve the defendant, namely: be polite, honest and admitting his mistake and come clean so as to facilitate the course of the proceedings; The accused regretted his actions and promised won't repeat again what he had done.
89079198F1F007070THE IMAGINARY SOURCES OF THE DRAGON CHARACTERS AND ERAGON CHARACTER IN CHRISTOPHER PAOLINI’S INHERITANCEPenelitian ini berjudul “The Imaginary Sources of the Dragon Characters and Eragon character in Christopher Paolini’s Inheritance” yang bertujuan untuk menganalisa karakteristik karakter naga dan Eragon dan mencari sumber asli dari perumpamaan karakter naga dan Eragon dalam novel Inheritance yang ditulis oleh Christopher Paolini.
Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data dari novel. Sumber data dari penelitian ini adalah novel Inheritance yang akan di analisa menggunakan teori imaginasi dan pendekatan ekspressif. Ada beberapa tahap yang digunakan dalam menganalisa novel dan untuk menemukan jawaban dari rumusan masalah. Tahap pertama adalah membaca dan memahami isi novel. Tahap kedua adalah menemukan data yang akan di analisa, tentang karakteristik karakter naga dan Eragon. Tahap ketiga adalah menganalisa data tersebut sesuai dengan rumusan masalah tentang perumpamaan karakter naga dan Eragon, lalu mencoba menyimpulkan sumber asli dari perumpamaan karakter tersebut. Tahap keempat adalah menganalisa data tersebut mengkaitkan dengan imajinasi teori. Tahap terakhir adalah menyimpulkan.
Dari penelitian ini, peneliti menemukan ada banyak karakteristik dari karakter naga dan Eragon. Pada ciri fisik, peneliti menemukan warna naga, anggota tubuh naga, dan ukuran naga tersebut; sedangkan dari ciri non fisik peneliti menemukan personifikasi naga, kebiasaan dan perilaku naga, dan cara orang-orang memperlakukan naga. Peneliti menyimpulkan bahwa sumber asli dari karakter naga adalah beberapa jenis binatang didunia dan bebrapa karakter dalam buku kesenangan penulis. Dalam ciri fisik perumpamaan dari Eragon adalah umurnya dan penampilan fisik dari diri Eragon. Penulis menyimpulkan bahwa secara fisik, sumber asli dari perumpamaan karakter Eragon adalah mengacu dari diri penulis sendiri. Secara non fisik Eragon memiliki kesamaan dengan karakter Frodo dan Aragon dari novel Lord of the Rings yang merupakan buku kesukaan penulis. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa sumber asli dari perumpaman karakter Eragon adalah karakter Frodo dan Pangeran Aragon dari novel Lord of the Rings, jika dilihat dari ciri non fisik.
This thesis entitled “The Imaginary sources of the Dragon Characters and Eragon in Christopher Paolini’s Inheritance” is aimed to analyze the characteristics and the real Imaginary sources of dragon characters and Eragon character in Inheritance novel by Christopher Paolini.
In this research, descriptive qualitative method was used to analyze the data from the novel. The data source of this study is the novel Inheritance which was analyzed by using Imagination theory and Expressive approach. There were some steps done in extracting and analyzing the novel as the answer to the research questions. The first was reading and understanding the novel. The second was finding the data to be analyzed, Characteristics of dragon characters and Eragon character. The third was analyzing them dealing with the research questions about the characteristics of dragon characters and Eragon character and then tries to conclude the real Imaginary sources of these characters. The fourth was analyzing the data by connecting them to the imagination theory. The last step was concluding.
From the research, the researcher finds there is many characteristics of dragon characters Eragon character. In physical characteristics, the researcher finds the dragon’s color, dragon’s part body, and dragon’s size; and in non-physical characteristics the researcher finds dragon’s personification, dragon’s habit or behavior, and people’s way of treating dragon characters. The researcher found the real imaginary sources of dragon characters are many animal and character of the writer’s favorite books. In physical characteristics of Eragon are Eragon’s age and his body appearance. The researcher concludes that physically the real Imaginary sources of Eragon character are referring to writer characteristics. Non-physically Eragon has many similarities with character Frodo and Prince Aragon in Lord of the Rings novel as the writer’s favorite books. Therefore the researcher concludes that the real imaginary sources of Eragon character are Christopher Paolini as the writer, Frodo of book Lord of the Rings, and Prince Aragon of book Lord of the Rings.
89089189H1B010032PEMODELAN REGRESI DATA PANEL RANDOM EFFECT TIDAK SEIMBANG UNTUK DATA KEBUTUHAN TRANSFUSI DARAH PADA PENDERITA THALASEMIA MAYOR DI BANYUMAS
Data panel merupakan data pengamatan terhadap sejumlah individu yang dikumpulkan secara berkala selama periode waktu tertentu. Apabila selama periode pengamatan, terdapat individu yang datanya tidak lengkap maka data panel tersebut dikatakan data panel tidak seimbang. Salah satu model regresi yang dapat digunakan untuk memodelkan data panel tidak seimbang adalah model random effect tidak seimbang. Pada penelitian ini, pemodelan tersebut diaplikasikan untuk data kebutuhan transfusi darah penderita thalasemia mayor di Banyumas. Adapun, variabel bebas yang diduga berpengaruh adalah usia, berat badan, dan kadar hemoglobin. Pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa semua variabel bebas secara signifikan berpengaruh pada taraf signifikan 0,01. Pengaruh positif diberikan oleh usia dan berat badan, sedangkan pengaruh negatif diberikan oleh kadar hemoglobin. Koefisien determinasi sebesar 77,94% menunjukkan bahwa variasi kebutuhan transfusi darah thalasemia mayor yang dapat dijelaskan oleh variabel usia, berat badan, dan kadar hemoglobin adalah sebesar 77,94%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya. Panel data is observational data on the number of individuals collected at regular intervals over a given period. If during a observation period, there is an individual having an incomplete data, then the panel data is called unbalanced panel data. One of the regression models that can be used to model unbalanced panel data is unbalanced random effect model. In this research, the model was applied to the data transfusion needed by patients of thalassemia major in Banyumas. The independent variables which are indicated to be affected are age, weight, and hemoglobin level. The results showed that all independent variables are significantly affect on the level of 0.01. Positive influence given by age and body weight, whereas the negative influence given by hemoglobin levels. A determination coefficient of 77.94% indicates that the variation in blood transfusion requirements thalassemia major which can be explained by the variables of age, weight, and hemoglobin level is at 77.94%, while the rest is explained by other variables.
89099188F1C010025KOMUNIKASI ORGANISASI
DALAM PELAYANAN TAMU LUAR NEGERI DI BAGIAN PROTOKOL SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI (SETJEN DPR RI)
Penelitian ini berjudul Komunikasi Organisasi dalam Pelayanan Tamu Luar Negeri di Bagian Protokol Sekretariat Jenderal DPR RI (Setjen DPR RI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi organisasi, tugas dan fungsi bagian protokol, serta hambatan Bagian Protokol Sekretariat Jenderal DPR RI dalam melakukan pelayanan terhadap tamu luar negeri.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan enam orang informan secara purposive sampling atau sampel bertujuan dengan karakteristik tertentu. Karakteristik informan yang dipilih merupakan orang yang mengetahui proses penerimaan tamu luar negeri, berperan dalam melakukan komunikasi organisasi, ikut terjun ke lapangan dalam pelaksanaan penerimaan tamu luar negeri di Bagian Protokol Setjen DPR RI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi organisasi yang terjadi di Bagian Protokol Setjen DPR RI dalam pelayanan tamu luar negeri yang terjadi masih mengalami beberapa kendala seperti miss coordination dan miscomunication. Selain itu kendala yang dialami oleh Bagian Protokol Setjen DPR RI dalam melayani tamu luar negeri ialah minimnya skill berbahasa asing sumber daya manusia yang dimiliki bagian protokol tersebut.
This research titled Organizational Communication in Protocol Department at Protocol Affairs Activity when Carrying out the Guest of Foreign Parliament Delegates in the Secretariat of the House by the communication process, the job descriptions and the function of protocol department, and the obstacles.
Descriptive qualitative is used as a method. The data were gathered through observational study, documentation and in-depth interview with six persons of sources in purposive sampling informant techniques. The persons who selected as an informant have a certain characteristic. The selected informant are people who known the process of protocol affairs activity when carrying out the guest of foreign parliament delegates, have organizational communication role, and involves in protocol affairs activity in Protocol Department of Secretariat of the House.
The result of this research has revealed that organizational communication which is happened in Protocol Department in the Secretariat of the House when carrying out the foreign parliament delegates who came to Indonesia Parliament, miscommunication and miss coordination still happened have been approximately exercised. But there were still any miscommunications happened. The main obstacle of this department is about the lower human resources, most of the employee can’t use foreign language well especially in English.
89109190C1B010003Pengaruh Kelompok Referensi, Gaya Hidup, Motivasi, Persepsi, dan Sikap Konsumen, Terhadap Keputusan Pembelian Pasta Gigi Merek Pepsodent (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi pengaruh kelompok referensi, gaya hidup, motivasi, persepsi, dan sikap terhadap keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Untuk menentukan sampel digunakan purposive sampling dengan beberapa kriteria yang ditetapkan peneliti untuk dapat dijadikan sampel. Untuk menganalisis data digunakan path analisis, dengan menggunakan program IBM SPSS v.16. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa kelompok referensi, gaya hidup, motivasi, persepsi, dan sikap memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen. Sikap merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.The purpose of this research was to analyze the effect of reference group, life style, motivation, perception, and attitude to purchase decision. This research is an empirical study was conducted at the Economic Faculty of Jenderal Soedirman University. Sampels were selected by using purposive sampling method. The technique of data analysis used path analysis, with the help of IBM SPSS 16.00 program. The results of this study indicated that reference group, life style, motivation, perception, and attitude have positive influence and significant toward purchase decision. And attitude is variable that has the most impact on purchase decision.
89119191G1B010004HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG PERAN TENAGA KESEHATAN DAN TINGKAT KEPATUHAN MEMINUM OBAT DENGAN KESEMBUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KECAMATAN SOKARAJARendahnya penemuan kasus (Case Detection Rate) TB Paru dan masih adanya kasus default di Pukesmas I dan II Sokaraja, dimungkinkan karena kinerja petugas yang belum optimal. Masih adanya kasus default (putus berobat) menjadi masalah karena pasien tidak mencapai kesembuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi pasien tentang peran tenaga kesehatan dan tingkat kepatuhan meminum obat dengan kesembuhan penderita Tuberkulosis Paru di Kecamatan Sokaraja. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel berjumlah 49 orang dengan menggunakan total sampling yang didasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuisioner, dan dianalisis dengan uji Chi Square.Berdasarkan analisis bivariat, tidak ada hubungan antara persepsi pasien tentang peran tenaga kesehatan (p=0,451)dan kepatuhan meminum obat (p=0,248) dengan kesembuhan penderita TB Paru. Saran bagi petugas kesehatan adalah terus meningkatkan pelayanan kepada pasien TB seperti melakukan kunjungan rumah, melengkapi laporan form TB, dan meningkatkan pemeriksaan dahak. Saran bagi penderita TB yang sembuh untuk bisa memotivasi penderita lainnya agar terus patuh dalam menyelesaikan pengobatan.
The lack of the Case Detection Rate of Pulmonary tuberculosis (TB) and there was still found default cases in Puskesmas I and II Sokaraja, caused by the health worker’s role haven’t yet optimal. Defaults cases can influence the result of TB treatment because patient will be not reach the cure status. The purpose of this study is for knowing the correlation of patient’s perception about health worker’s role and the level of taking medicine adherence with cure of tuberkulosis patient in Sokaraja Subdistrict.This study used an analytical observational with crossectional approach. Samples amount 49 obtained by total sampling based on inclusion and exclusion criterion. Data taken by interview with quitionare and used Chi-Square test to analyze. Based on bivariate analysis the results are no correlation between patient perception about health worker’s role (p=0,451) and the adherence to take the medicine (p=0,248) with cure of tuberculosis patient. Suggestions to health workers are to increase the service TB patients such as home visiting, complete the form of TB report, and increase the sputum test. And the suggestion for TB Patient that have been cure is to motivate the others to keep right on taking medicine to complete the treatment.

89129192C1L010003THE EFFECTS OF GOOD GOVERNANCE, QUALITATIVE CHARACTERISTICS OF FINANCIAL REPORT AND GOVERNMENT INTERNAL CONTROL STRUCTURE ON FINANCIAL ACCOUNTABILITY WITH ORGANIZATION COMMITMENT AS MODERATING VARIABLEAction Plan yang telah disetujui oleh lima kabupaten (BARLINGMASCAKEB) merubah orientasi dinas-dinas pemerintah dalam menghadapi permasalahan akuntabilitas keuangan yang sedang dihadapi pada kabupaten-kabupaten tersebut. Penilaian BPK juga menekankan bahwa dibutuhkannya komitmen pada semua aspek dalam dinas pemerintah untuk bertanggung jawab pada publik dengan memperbaiki prosedur, standar dan pengendalian atas kegiatan keuangan dan non-keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh good governance, karakteristik kualitatif laporan keuangan dan struktur pengendalian intern pemerintah pada akuntabilitas keuangan dan komitmen organisasi dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk memperoleh data. Populasi dalam penelitian ini adalah dinas-dinas pemerintahan yang ada di BARLINGMASCAKEB. Terdapa 38 dinas yang terpilih sebagai responden penelitian. Penelitian ini menggunakan purposive sampling method. teknik analisis data menggunakan SmartPLS. Hasil dari pengujian hipotesis meliputi: 1) Hanya akuntabilitas, komparabilitas dan kontrol pengendalian yang memiliki pengaruh signifikan pada akuntabilitas keuangan, 2) Komitmen organisasi hanya memperkuat hubungan pengaruh positif akuntabilitas dan komparabilitas pada tingkat yang signifikan terhadap akuntabilitas keuangan. The action plan that has been approved by the five regencies (BARLINGMASCAKEB) changed the orientation of government agencies to deal with financial accountability issues that currently faced by those districts. Moreover, BPK examination also emphasized the need of commitment in all aspect of government agencies to be accountable to public by remanaging its procedure, standard and control over financial and non-financial activities. This research is intended to find out the influence of good governance, qualitative characteristics of financial report and government internal control structure on financial accountability and organization commitment in effecting those relation. This research was using a questionnaire to obtain the data. Population in this research is government agencies around BARLINGMASCAKEB. There were 38 government agencies chosen as respondents. This research used purposive sampling method. Data analysis method used SmartPLS. The result of hypothesis testing conclude that: 1) Only accountability, comparability and control activities that have a significant influences on financial accountability, 2) organization commitment only strengthens the positive influenced of accountability and comparability at a significant level on financial accountability.
891310657H1G010037PENGARUH KONSENTRASI LOGAM BERAT HgI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DAYA TAHAN ANAKAN MANGROVE Rhizophora apiculata DAN Bruguiera gymnorrhizaLogam berat HgI menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan daya tahan hidup anakan Rhizophora apiculata dan Bruguiera gymnorrhiza. Penelitian ini dilakukan di Kutawaru, Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi 0, 2, 4, 8, 16, dan 32 ppm terhadap pertumbuhan dan daya tahan hidup anakan R.apiculata dan B.gymnorrhiza. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian adalah tinggi anakan, panjang daun, lebar daun, tebal daun dan menghitung persentase kematian anakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan kedua data dibandingkan dengan uji T. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 0 ppm atau kontrol memiliki nilai pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan anakan R.apiculata dan B.gymnorrhiza semakin menurun sejalan dengan meningkatnya konsentrasi logam berat HgI. Heavy metals HgI can decreasing growth and survival rate of Rhizophora apiculata and Bruguiera gymnorrhiza seedlings. This research was done in Kutawaru, Cilacap. This study aimed to determine the effect of concentration 0, 2, 4, 8, 16, and 32 ppm toward growth and survival rate of R.apiculata and B.gymnorrhiza seedlings. This study used experimental design with Completely Randomized Design (CRD). Research variables were of high growth, leaf length, leaf width, leaf thickness and the mortality percentage of seedling. The data were analyzed by F test and both of data were compared by T test. The result of this research showed that concentration 0 ppm or control treatment gave highest of growth rate. The increasing of HgI concentration caused decreasing of growth both B.gymnorrhiza and R.apiculata seedlings.
89149194G1B010005STUDI PELAKSANAAN PERAN PUSKESMAS SEBAGAI GATEKEEPER PADA SISTEM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014Pemerintah melakukan strategi untuk meningkatkan pelayanan primer sebagai salah satu prinsip pelayanan kesehatan yang berjenjang pada Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Strategi pelayanan primer tersebut melalui gatekeeper concept. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran Puskesmas sebagai gatekeeper pada sistem JKN di wilayah Kabupaten Banyumas. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas sebagai subyek penelitian utama dan sebagai subyek penelitian pendukung yaitu dokter Puskesmas, staf Puskesmas dan pasien. Wawancara mendalam dilakukan pada delapan Kepala Puskesmas, masing-masing dokter dan staf Puskesmas sebanyak delapan orang dan tujuh orang pasien. Peran gatekeeper dilihat dari fungsi kontak pertama pelayanan, fungsi pelayanan berkelanjutan, fungsi pelayanan paripurna, dan fungsi koordinasi pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi koordinasi pelayanan telah sesuai dengan yang diharapkan pada sistem JKN, sedangkan tiga fungsi lainnya masih ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dan diupayakan kembali sehingga dapat memenuhi kriteria yang telah diatur. Beberapa aspek yang mendorong pelaksanaan peran gatekeeper antara lain koordinasi antar petugas kuat, sistem komputerisasi yang sudah berjalan, dan kerjasama antara pasien dengan petugas sedangkan aspek-aspek yang menghambat yaitu, kebiasaan dan persepsi masyarakat, sarana prasarana, dan jumlah pasien yang terlalu banyak. Temuan ini dapat menjadi bahan masukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Puskesmas untuk melakukan pelatihan kompetensi dan kemampuan petugas dan melengkapi sarana prasarana yang masih dirasa belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.The government tries to optimalize the primary health service in the National Health Insurance (NHI) system through gatekeeper concept. The aim of this research was to describe the implementation of the primary health care role as gatekeeper on the NHI system in the Banyumas regency. The design of this research used descriptive qualitative methods through in-depth interviews with the head of the PHC as major research subjects and supported by physician, PHC’s staff and patients. In-depth interviews were conducted to eight head of the PHC, eight physician and eight PHC’s staff and seven patients. Gatekeeper role was viewed from the first contact function service, continuous service function, complete service function, and the function of coordination services. The results showed that the function of coordination services has been as expected in NHI system, while the three other functions were remind need to be improve. Some aspects that encourage the implementation of a gatekeeper role were a strong coordination among health officers, a computerized system has been running, and cooperation between patients with officers while inhibiting aspects were habits and perceptions by patients, health infrastructure, and the number of patients is too much. This research suggest to Banyumas regency District Health Office (DHO) and PHC to improve the competence and ability of their health staff as well as and complete the health infrastructure.
89159195H1E009021RANCANG BANGUN PENGUKUR CURAH HUJAN TIPE TIPPING-BUCKET DENGAN PIEZOELEKTRIK SEBAGAI PENSAKLAR
Perancangan dan pembuatan pengukur curah hujan tipe (tipping-bucket) dengan piezoelektrik sebagai saklar telah direalisasikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat pengukur curah hujan yang sederhana dan murah. Penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi rancangan pengukur curah hujan tipe tipping-bucket yang sudah ada di pasaran dengan mengganti bentuk tipping-bucketnya dan mengganti sistem pensaklarannya dengan menggunakan sensor piezoelektrik. Perhitungan nilai curah hujan pada alat dilakukan oleh mikrokontroler yang diprogram menggunakan bahasa basic. Alat ukur curah hujan yang berhasil dibuat memiliki kestabilan yang baik, karena memiliki nilai deviasi 0 dan presisi sebesar 100 %dengan nilai pengukuran terkecil sebesar 0,009 mm/menit dan nilai pengukuran tertinggi adalah 0,5 mm/menit, sensitifitasnya 0,009 mm/menit.Design and building of rainfall gauge tipping-bucket type whith piezoelectric as switch has been realized. The purpose of this research are designing and creating simple and cheap rainfall gauges. This research is done by modifying the design of measuring rainfall tipping-bucket type that already exists in the market by replacing form tipping-bucket and replace the switch system using piezoelectric sensors. Calculation value of rainfall done by microcontroller which programed by basic languange. The rainfall measurement tool which successfully created has a good stability, due to the deviation has value 0, and precision of 100% to the value of the smallest measurement of 0,009 mm/min and the highest measurement value is 0.5 mm/min, and have a sensitivity 0,009 mm/min.
89169196H1C010020PENINGKATAN KUALITAS CITRA DENGAN MENGGUNAKAN PERBANDINGAN METODE EKUALISASI HISTOGRAM PADA CITRA ULTRASONOGRAFI MEDIS (USG)Kemajuan teknologi pengolahan citra digital berkembang sangat pesat saat ini. Aplikasi pengolahan citra digital baik dalam bentuk piranti keras (hardware) maupun piranti lunak (software) tersedia dengan berbagai fitur sebagai bentuk keunggulannya. Ultrasonografi Medis (USG) adalah salah satu hasil dari teknologi pengolahan citra digital. Merupakan teknik diagnostik pencitraan dengan suara ultra (ultrasonic) yang digunakan untuk menghasilkan citra organ internal dan otot, ukuran, struktur, serta luka patologi, yang membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Namun citra hasil USG, khususnya citra USG 2D belum sepenuhnya menghasilkan informasi yang jelas. Dengan membandingkan metode ekualisasi histogram: Enhance Contrast Using Histogram Equalization (ECHE) dan Contrast-Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) didapatkan hasil terbaik menggunakan metode CLAHE dengan parameter Nbins bernilai 256 dan Distribution rayleigh dengan MSE 9744,80 serta PSNR 8.284150 yang berguna untuk meningkatkan kualitas citra.Advancement of digital image processing technology is growing very rapidly at this time. Application of digital image processing in hardware or software are available with various features as a form of superiority. Medical ultrasonography (USG) is one of the results of digital image processing technology. A diagnostic imaging technique with ultra sound (ultrasonic) used to produce images of internal organs and muscles, size, structure, and wound pathology, which makes this technique useful for examining organs. But the sonogram image, especially a 2D ultrasound image is not fully produce clear information. By comparing the histogram equalization method: Enhance Contrast Using Histogram Equalization (ECHE) and Contrast-Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) obtained the best results using CLAHE, the parameters Nbins 256 and Distribution rayleigh with MSE 9744.80 and PSNR 8.284150 useful to improve image quality.
89179197F1F007104RAY BRADBURY’S CRITICISM ON CENSORSHIP IN AMERICA
DURING 1945-1954 IN FAHRENHEIT 451
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara Ray Bradbury mengkritik penyensoran Amerika antara 1945-1954 di novel Fahrenheit 451. Fenomena McCartyism di Amerika memunculkan gerakan penyensoran komunisme di beberapa objek seperti buku, televisi, radio dan surat kabar. Gerakan ini berhubungan dengan pengalaman pengarang dimana pengarang pernah menjadi korban penyensoran. Melalui novel Fahrenheit 451, Ray Bradbury menunjukan kritik-kritiknya tentang penyensoran di buku dan televisi.
Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data utama: yaitu Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury. Pendekatan yang digunakan adalah ekspresif karena analisis berhubungan dengan latar belakang pengarang. Teori genetik strukturalisme oleh Lucient Goldmann yang menghubungkan elemen intrinsik dan ekstrinsik digunakan untuk meneliti data utama secara mendalam dalam bentuk deskripsi.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengarang menggunakan elemen tokoh di novel untuk mengkritik penyensoran. Tokoh-tokoh yang digunakan adalah Guy Montag, Captain Beatty, professor Faber, a burnt lady, dan Mildred. Melalui Guy Montag, Bradbury menekankan Montag sebagai pemadam kebakaran yang merupakan pelaku penyensoran. Dia juga digunakan untuk menunjukan penyensoran yang terjadi di media televisi. Sedangkan melalui tokoh Captain Beatty, pengarang menggambarkan pemerintah yang juga melakukan penyensoran halus melalui persuasi. Disisi lain, Profesor Faber mengungkapkan alasan-alasan mengapa buku dibenci dan dilarang. Sedangkan a burnt lady menunjukan sebuah protes bahwa tindakan penyensoran merupakan suatu tindakan yang keji. Terakhir, tokoh Mildred digunakan untuk menggambarkan efek-efek program televisi yang telah tersensor yang sangat merusak bagi masyarakat pada umumnya dan bagi Mildred khususnya.
This research is aimed to analyze the way Ray Bradbury criticize the American censorship during 1945-1954 in Fahrenheit 451. The phenomena McCarthyism in America spread the communism censorship actions in some objects like book, television, radio and newspaper. This action is related to the author Experience which has ever become the victim of censorship. Through novel Fahrenheit 451, Ray Bradbury shows his critics about censorship on books and television.
The researcher used descriptive qualitative method to analyze the main data, Fahrenheit 451, novel by Ray Bradbury. The approach is expressive approach since the analysis is related to the author’s background. Lucien Goldmann’s theory namely genetic structuralism theory which relates the intrinsic elements and extrinsic one is used to examine the main data deeply in form of description.
The result of the research shows that the author uses some characters in the novel to criticize the censorship. The characters are Guy Montag, Captain Beatty, professor Faber, a burnt lady, and Mildred. Through Guy Montag, Bradbury emphasizes Montag as fireman which is the executor of censor. He also used to show the censorship which happens in media television. Meanwhile, through character Captain Beatty, the author represents the government which also does censorship smoothly through persuasion. While, the professor Faber reveals the reason why books are hated and banned. Then a burnt lady is used to show the cruel of censorship action. The last is Mildred who is used by ray Bradbury to illustrate the effect of censored television program which is very destructive.
891810658E1A009088DASAR PERTIMBANGAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS SENGKETA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2014
(Studi Kasus Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014)
Dalam penyelenggaraan pemilu, bukan tidak mungkin terjadi pelanggaran terhadap asas-asas pemilu. Selain itu, terdapat berbagai macam bentuk pelanggaran serta timbulnya sengketa mengenai hasil Pemilu baik dari penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dianggap tidak sesuai oleh beberapa pihak diantaranya partai politik. Untuk itu diperlukan sebuah mekanisme hukum yang tegas serta ditentukan pula lembaga atau badan yang berwenang mengatasi persoalan tersebut. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam memutus sengketa hasil pemilihan Presiden tahun 2014 dan juga untuk menganalisis apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam memutus sengketa pemilihan Presiden tahun 2014. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara normatif kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk memutus sengketa perselisihan hasil pemilu dalam perkara Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014 berdasarkan ketentuan Pasal 24 C ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi dan Pasal 201 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Dalam menjatuhkan putusannya Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi mendasarkan pada penilaian fakta dan hukum. Majelis Hakim menyatakan, Eksepsi Termohon dan Eksepsi Pihak Terkait tidak beralasan menurut hukum dan Pokok Permohonan Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga dalam amar putusan menyatakan menolak Eksepsi Termohon dan Pihak Terkait serta menolak Permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

Kata kunci: Mahkamah Konstitusi, Pemilihan Umum Presiden 2014
Violation toward the principles of election is not an impossible thing to occur during the election. This violation often leads to dispute and controversy dealing with the vote counting results done by the General Elections Commission (KPU) which is considered inappropriate by some political parties. Therefore, a strict law mechanism and special institute and council are required to overcome those issues. This research aimed to analyze the authorities and considerations of the Constitutional Court’s Judgein solving the dispute and controversy occurred during the 2014 presidential election. In order to achieve the goal, normative juridical approach was applied in this research. The collected secondary data was then processed, presented, and analyzed in qualitative normative way with narrative text to present the data.
The result of this research showed that the authority of Constitutional Court in solving the issues dealing with the election in case number 1/PHPU.PRES-XII/2014 based on Article 24 C, Paragraph (1) 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Article 10 Paragraph (1) Constitution Number 42 2008 about presidential election. In imposing the decision, the Panel of Constitutional Court Judges based it to the judgment of fact and law. The Panel of Judges stated that the exceptions of the defendant and related parties also the Petition of the Petitioner were unreasonable in law, so the verdict said to reject the exception of the defendant and related parties also for the entire Petition of the Petitioner.

Keywords: Constitutional Court, 2014 Presidential Election
89199199F1A010048Ekspresi Kritik Dalam Musik Keras Ala EDANE : Studi Hermeneutik Tentang Ekspresi Kritik Terhadap Karya Grup Band EDANEMusik sebagai sarana kritik sosial merupakan hal penting dalam masyarakat. Edane grup band rock Indonesia, menjadi salah satu aktor yang membubuhi karyanya dengan kritik-kritik sosial. Tujuan penelitian ini adalah menggambaran ekspresi kritik yang disajikan Edane dalam tiap karyanya, kemudian mengkaitkannya dengan kondisi sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian ini dilakukan dengan, pertama pengumpulan data terkait dan relevan dengan proses penelitian ini, kemudian melakukan kategorisasi terhadap data, kemudian dianalisis secara sosiologis dengan metode pemahaman teks hermeneutik milik Gadamer. Hasil penelitian ini menunjukan relevansi kritik dengan kondisi sosial yang terjadi bertepatan pada waktu (masa produksi) karya tersebut. Dalam tiga kategorisasi waktu (akhir Orde Baru, Pasca Reformasi, Kekinian) terdapat pola perubahan kritik dalam karya Edane, hal ini menyangkut rezim yang berkuasa saat itu (represif dan demokrasi). Kritik terselubung ditampilkan pada karya (masa produksi) akhir Orde Baru. Pada pasca Reformasi kritik Edane lebih keras dan menyerang pihak-pihak terkait masalah yang diangkat dalam tema lagu tersebut. Sementara pada tiga kategorisasi berdasarkan tema kritik (sosial, politik, budaya), Edane cenderung menampilkan kritik yang mengarah pada sisi sosial-budaya. Pola yang terbentuk pada kategorisasi ini adalah dominasi kritik sosial-politik yang melemah pada masa produksi kekinian. Kritik Edane pada pasca reformasi yang cenderung menyerang berada pada lagu “Goblog”dan “Paraelite”. Pada lagu “Goblog”sasarannya adalah pemuda yang menjadikan konsumsi narkotika sebagai gaya hidup, sementara pada lagu “Paraelite” cenderung memojokkan praktisi politik yang tidak kompeten dalam menjalankan tugas dan amanahnya. Music as means of soscial criticism is important things in society. A rock band from Indonesia, Edane, become an actor of social criticism through their music. This research intend to describing the critique expression on every of their music, then correlated it with the social condition that become it’s background. This research was conducted by, first data collection related and relevant to this research process, then perform the categorization of the data, and then analyzed by the method of a sociological understanding of the text (hermeneuitic) belongs to Gadamer. These results indicate the relevance of social criticism with conditions that happen to coincide in time (the production) of Edane’s creations. In three categorization time (the end of the Orde Baru, Post-Reformasi, ‘Present’ ) there is a pattern of change in criticism of Edane’s criticism, it is concerned that the current regime in power (repressive and democratic). Veiled criticism featured in the work (production period) end of the Orde Baru. In post-Reformasi criticism, Edane presenting much harsh and offensive criticism related parties of the issues raised in the theme of the song. While the three categorization based on the theme of criticism (social, political, cultural), Edane tend to show critics that lead to socio-cultural side. Pattern formed in this categorization is the dominance of socio-political criticism that weakened during the ‘present’ production. Edane criticism in post-reform tends to be offensive on the song "goblog" and "Paraelite". In the song "goblog" target is the youth who make drug consumption as a lifestyle, while the song "Paraelite" tend to discredit political practitioners who are not competent in performing their duties and responsibilities.
89209200H1B010058 MODEL LINEAR GOAL PROGRAMMING UNTUK MENENTUKAN KAPASITAS TRAFIK BTS PADA SISTEM TELEKOMUNIKASI SELULER GSM
BTS (Base Transceiver Station) merupakan suatu elemen yang berperan penting sebagai pemancar dan penerima sinyal. Suatu permintaan sambungan dari telepon seluler secara otomatis akan terkoneksi ke telepon seluler lainnya jika terdapat kanal untuk akses percakapan. Sebuah BTS mempunyai kapasitas tetap sebesar 2.609,67 Erlang. Jika terjadi kelebihan muatan, maka dibutuhkan proses optimasi penggunaan kapasitas trafik. Pada penelitian ini, dikaji mengenai optimasi kapasitas trafik BTS pada telekomunikasi seluler GSM untuk empat wilayah di Surabaya. Permasalahan tersebut direpresentasikan ke dalam model matematika berupa preemptive linear goal programming. Model yang dibuat mempunyai dua buah tujuan optimasi yang ingin dicapai dengan tingkat prioritas Penyelesaian model menggunakan metode sequential goal programming. Berdasarkan penyelesaian model diketahui bahwa agar kapasitas trafik BTS yang tersedia dapat menampung semua permintaan trafik dari pengguna telepon seluler maka kapasitas trafik yang harus tersedia untuk wilayah A 131,58 Erlang, untuk wilayah B 1.425,45 Erlang, untuk wilayah C 351,4 Erlang, untuk wilayah D 619,57 Erlang. Total kapasitas trafik tidak melebihi total kapasitas yang dimiliki BTS, karena totalnya berkurang sebesar 81,67 Erlang Penelitian ini menujukkan bahwa perubahan urutan pada tujuan optimasi tidak dianjurkan.A BTS (Base Transceiver Station) is an element that has an important role as a receiver and transmitter of signals. A call request from a mobile phone to another through a BTS will be connected if there is a channel available. In the situation of overload, it is necessary to optimize the use of the bandwidth. This research consider the problem of optimizing the use of BTS’s bandwidth by users at four regions of Surabaya. The problem is represented as a mathematical model of the preemptive linear goal programming. The model has two optimization goals with the priority level. The method of sequential goal programming is used. Based on the solution, BTS traffic capacity can accommodate all the traffic demand from cellular phone users if the region A has 131,58 Erlang, region B has 1.425,45 Erlang, region C has 351,4 Erlang, and region D has 619,57 Erlang. The total capacity of traffic does not exceed the total capacity of BTS, because the total traffic capacity is decrease by 81,67 Erlang. The study also shows that a changing in the order of objective goal is not recommended.