Artikelilmiahs

Menampilkan 8.721-8.740 dari 48.906 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
872110622D1E010087PENGARUH STIMULASI SUPEROVULASI MENGGUNAKAN HORMON GONADOTROPHIN (FSH DAN HCG) TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS EMBRIO SAPI LIMOUSINTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh hormon gonadotrophin terhadap kualitas dan kuantitas embrio sapi Limousin. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah data produksi embrio sapi Limousin pada tahun 2013. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey dengan Uji chi square. Terdapat 2 perlakuan pada penelitan kali ini, yaitu P1 = Ternak yang diprogram superovulasi tanpa diinduksi HCG, P2 = Ternak yang diprogram superovulasi dengan diinduksi HCG. Hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan nyata (p<0,05) terhadap kuantitas embrio akan tetapi berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap kualitas embrio yang dihasilkan. Pemberian HCG pada program superovulasi hanya berpengaruh nyata terhadap kuantitas embrio, meskipun demikian. Pemberian HCG pada program superovulasi menghasilkan embrio layak transfer dan embrio total lebih banyak dari pada perlakuan superovulasi tanpa HCG.
The purpose of this study was to determine the effect of gonadotrophin hormones on the quality and quantity of embryos in Limousin cattle. The materials used in this study are the data Limousin cattle embryo production in 2013. The study was conducted using a survey method with chi-square test. There are 2 treatments in this research, namely P1 = Livestock programmed induced superovulation without HCG, P2 = Livestock programmed induced superovulation with HCG. The results stated there were significant differences (p<0.05) against quantity of embryo but not significant (p>0.05) on the quality of embryos. HCG in superovulation programs only significantly affect the quantity of embryos, however. Giving HCG in superovulation programs produce embryos and embryo transfer total of more than superovulation treatment without HCG.
87229094E1A007203KEKUATAN PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM DALAM TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK KANDUNG (INCEST)
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/ 2009/PN. Bms)
Kasus perkosaan terhadap anak kandung yang dilakukan oleh seorang bapak ternyata bukan hanya fenomena perkotaan, tapi juga fenomena kejahatan di daerah. Di Kabupaten Banyumas tepatnya di Desa Tanggeran RT 06 RW 01 Tuslam Turyadi melakukan perkosaan terhadap satu anak tirinya dan satu anak kandungnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis diperlukannya Visum et Repertum dalam tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung (Incest). Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui akibat hukum dari Putusan pemidanaan dalam dalam Putusan Nomor : 124/Pid.Sus/2009/PN.Bms. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa,diperlukannya Visum Et Repertum Dalam Tindak Pidana Perkosaan Terhadap Anak Kandung (Incest) pada dasarnya untuk membuktikan unsur “melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang orang lain” pada Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Keterangan saksi pada dasarnya kurang cukup untuk dapat memberikan keyakinan hakim bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan Incest terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Visum et Repertum dalam Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/ 2009/PN. Bms bukan alat bukti yang mempunyai kekuatan mengikat. Pada alat bukti surat ini tidak melekat kekuatan pembuktian yang mengikat. Nilai kekuatan pembuktian alat bukti surat sama halnya dengan nilai kekuatan pembuktian keterangan saksi dan alat bukti keterangan ahli, sama-sama mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang bersifat bebas. Dalam Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/ 2009/PN. Bms Visum et Repertum RSUD Banyumas No.440/1082/X/2009 dan visum et Repertum RSUD Banyumas No.440/1081/X/2009 yang masing-masing ditandatangani oleh dr.Amrizal, Sp.Og tanggal 7 Oktober 2009 dipertimbangkan oleh Majelis Hakim sebagai dasar untuk membuktikan adanya persetubuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Cases of rape against children committed by a father turns out to be not just an urban phenomenon, but also the phenomenon of crime in the area. Banyumas Regency at Tanggeran Village RT 01 RW 06 Tuslam Turyadi do rape against one his stepdaughter and one his children. This research was conducted with the aim to analyse the need for Visum et Repertum in criminal acts of rape against children (Incest). In addition it is intended also to know the legal consequences of a criminal Verdict in the award number: 124/Pid. Sus/2009/PN.Bms. in order to achieve these goals then this research was conducted by using the juridical normative approach. Secondary Data are collected and then processed, presented, and analysed qualitatively with the presentation of narrative text data.
Results of the study stated that, it needs Visum Et Repertum In criminal acts of Rape Against Children (Incest) basically to prove the element of "doing violence or threats of violence to force children perform coitus with him or with others" in section 81 subsection (1) of Act No. 23 of 2002 on child protection. Witnesses are essentially lacking enough confidence to give judges that the defendant has committed acts of Incest against a child as set forth in article 81, paragraph (1) of Act No. 23 of 2002 on child protection. Visum et Repertum award number: 124Pid. Sus 2009PN. Bms is not evidence, which has the force of law. On the evidence of these letters are not attached to the power of proof which is binding. Rating the strength of evidence proving the letter as well as the value of the strength of witnesses and proof evidence expert description, equally has the power of proof are free. The award number: 124Pid. 2009PN Sus. Visum et Repertum Bms HOSPITALS Banyumas No. visum et Repertum and 4401082X2009 HOSPITALS Banyumas No. 4401081X2009 who each signed by dr.Amrizal, SP. Og 7 October 2009 considered by Tribunal Judges as the basis to prove the existence of promiscuity as provided for in article 81, paragraph (1) of Act No. 23 of 2002 on child protection.
87239095A1M010007Pengaruh Jenis dan Proporsi Ekstrak Rempah Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Sensori Minuman Konsentrat Nira Konsentrat nira merupakan produk pekatan nira dengan konsentrasi padatan terlarut berkisar 25-68 ºBrix. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara jenis ekstrak rempah dan proporsi ekstrak rempah dengan nira yang menghasilkan minuman konsentrat nira rempah dengan karakteristik terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 faktor, yaitu: jenis ekstrak rempah (E) yang terdiri dari ekstrak jahe (E1), kencur (E2), temulawak (E3) dan proporsi ekstrak rempah terhadap nira (v/v, K) yang terdiri dari proporsi 2,5 : 97,5 (K1), 5 : 95 (K2), 7,5 : 92,5 (K3). Variabel yang diamati adalah sifat fisik, kimia dan sensori meliputi viskositas, kadar air, total padatan terlarut, kadar sukrosa, kadar gula reduksi, tingkat kemanisan, rasa khas rempah-rempah dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan ekstrak jahe dengan nira 5 : 95 menghasilkan konsentrat nira rempah dengan karakteristik terbaik, yaitu tingkat kesukaan suka (skor 2,54), rasa khas rempah-rempah terasa (skor 2,94), tingkat kemanisan manis (skor 2,98), kadar sukrosa 66,32 %bb, kadar air 21,39 %bb, viskositas 2719,7 Cps, total padatan terlarut 81,33 ºBrix dan kadar gula reduksi 6,213 %bb. Coconut sap concentrate is a product of sap processed that is concentrated with total soluble solids concentration ranging 25-68 ºBrix. This research aims to determine the best treatment combination between the type and proportion of spice extract that produces spices coconut sap drink concentrate with the best characteristic. This research was an experimental research with a randomized block design (RBD). The treatments tested consisted of two factors, the type of spices extracts (E) consisting of a ginger extract (E1), galingale (E2), turmeric (E3) and the proportion of spices extracts accord sap (v / v, K) consisting the proportion of 2.5: 97.5 (K1), 5: 95 (K2), 7.5: 92.5 (K3). The variables measured were physical, chemical and sensory include viscosity, water content, total dissolved solids, sucrose content, reducing sugar, sweetness level, typical spice flavor and preference level. The results showed that the combination of ginger extract and coconut sap 5 : 95 produces spices coconut sap concentrate with the best characteristics, preference level is preferred (score 2.54), typical spice flavor that feels (score 2.94), sweetness level is sweet (score 2.98), sucrose content is 66.32% wb, water content is 21.39% wb, viscosity at 2719.7 Cps, total dissolved solids is 81.33ºBrix and reducing sugar is 6.213% wb.
87249096F1D007061POLA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG, BANYUMAS TAHUN 2002-2012Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pola kepemimpinan Kepala Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas Tahun 2002-2012. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya dan modal sosial bagi seorang pemimpin sangatlah penting, walaupun terjun dalam dunia politik namun janganlah berpikir mengenai aspek politiknya, tapi berpikirlah mengenai aspek sosialnya. Agung Budi Satrio selaku Kepala Desa Melung tahun 2002-2012 selalu mengutamakan musyawarah bersama warga desa dan perangkat desa untuk merumuskan suatu kebijakan desa agar nantinya kebijakan itu benar-benar efektif dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Kejujuran adalah hal utama dan merubah sistem budaya masyarakat dalam budaya wuwur di setiap pemilihan Kepala Desa adalah hal yang berhasil dilakukan oleh Agung Budi Satrio. Masyarakat desa Melung benar-benar merasakan perubahan yang besar dibawah pimpinan Pak Budi, pembangunan infrastruktur dan SDM desa merupakan hal yang utama dan paling mencolok atas perubahan yang terjadi.This study uses descriptive qualitative research method that aims to identify patterns of leadership Melung Village Head, District Kedungbanteng, Banyumas Year 2002-2012. The results of this study revealed that the style and social capital is very important for a leader, despite entering the world of politics but do not think about the political aspect, but think about the social aspect. Agung Budi Satrio years as the Head of the Village 2002-2012 Melung always put consultation with villagers and village to village in order to formulate a policy that the policy will actually be effective and beneficial to the people of the village. Honesty is the main thing and change the wuwur (money politic) culture within the cultural system in every election Village Head is successfully done by Agung Budi Satrio. Villagers Melung really feel the great changes under the leadership of Mr Budi, rural infrastructure development and human resource is the main thing and the most striking of the changes occurred.
872511067P2EA12052EFEKTIVITAS PEMBATASAN IZIN TEMPAT PRAKTIK DOKTER ATAU DOKTER GIGI BERDASAR UU NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DI KABUPATEN BANYUMAS
UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran menyatakan pengaturan praktik kedokteran bertujuan memberikan perlindungan kepada pasien, mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan dokter (dokter dan dokter spesialis) serta dokter gigi (dokter gigi dan dokter gigi spesialis), memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter dan dokter gigi. Ada beberapa hal yang diatur dalam undang-undang tersebut, salah satunya Pasal 37 ayat 2 “Surat izin praktik dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan untuk paling banyak 3 (tiga) tempat”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: Pertama, efektivitas pembatasan izin praktik dokter atau dokter gigi berdasarkan UU No 29 tahun 2004. Kedua, penegakkan hukum terhadap pelanggaran izin praktik dokter yang melebihi tiga tempat praktik.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis. Data hasil penelitian diperoleh dari wawancara dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Kepala Bidang Pelayanan kesehatan dan dokter yang praktik di 3 (tiga) tempat dan yang lebih dari 3 (tiga) tempat. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Pembatasan izin praktik dokter atau dokter gigi berdasarkan Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran di Kabupaten Banyumas masih belum dapat berjalan efektif, karena belum semua dokter dan dokter gigi memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga tujuan pembatasan izin praktik 3 tempat belum tercapai. Kedua, penegakan hukum belum sesuai dengan tujuan pasal 37(2) UU 29/2004 tentang pembatasan izin praktik dokter, hal ini ada 2 faktor yaitu, faktor stuktur karena Kepala Dinas Kesehatan belum menjalankan fungsinya; faktor substansi karena adanya ketentuan yang memberikan wewenang kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk memberikan surat tugas kepada dokter dan dokter gigi untuk melaksanakan praktik lebih dari 3 tempat.
Law no. 29/2004 regarding Medical Practice states medical practice setting aims to provide protection to patients, maintain and improve the quality of medical services of physicians (doctors and specialists) and dentists (dentists and dental specialists), provide legal certainty to the community , doctors and dentists. There are a few things that set in the law, one of which Article 37, paragraph 2 "license practice doctor or dentist referred to in paragraph (1) is given only to the most 3 (three) places".
This study aims to examine: First, the effectiveness of license restrictions doctor or dentist practice based on Law No. 29/2004. Second, the rule of law against the practice permit violations exceeding three doctors' offices.
This study uses socio-juridical method. Data were obtained from interviews with the Chief Medical Officer of Banyumas and Head of health services and physicians who practice in three (3) place and that more than three (3) places. Data were analyzed using qualitative normative method.
Based on the results of research and discussion can be concluded as follows : First , barring permission doctor or dentist practice based on Law No. 29 of 2004 on the Practice of Medicine in Banyumas is still not able to run effectively , because not all doctors and dentists meet the applicable provisions , so that the purpose limitation practice license has not been achieved 3rd places . Second , law enforcement is not in accordance with the purposes of section 37 ( 2 ) of Law 29/2004 on the limitation of the doctor's permission , it is there are two factors , namely , factor structure as Chief Medical Officer has not run ; factor of the substance because of the provision that authorizes the Chief Medical Officer to provide a letter of assignment to the doctor and dentist to carry out the practice more than 3 places .
872611066P2EA12043TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk. DAN AKAD MURABAHAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH (Persero) Tbk. CABANG PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan Akad Murabahah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah (Persero) Tbk. Cabang Purwokerto yang bertujuan untuk menganalisis perbandingan klausul, dasar hukum dan tujuan serta menganalisis sistem pengawasan terkait prinsip kehati-hatian bank pemilikan pemilikan rumah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan akad murabahah pada pembiayaan pemilikan rumah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah (Persero) Tbk. Kantor Cabang Purwokerto.
Metode Penelitian dalam penulisan tesis ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam penelitian tesis ini, maka hasil penelitian ini adalah dengan menganalisis perbandingan klausul, dasar hukum dan tujuan pada perjanjian kredit Bank BRI dengan akad murabahah Bank BRIS, maka dapat ditemukan persamaan dan perbedaan. Sedangkan pada sistem pengawasan ekstern pada perbankan (konvensional dan syariah) dilakukan oleh BI, OJK, dan khusus bank-bank syariah terdapat pengawasan dari DPS. Ada 2 sistem pengawasan yang dilakukan oleh BI yaitu pengawasan berdasarkan kepatuhan, pengawasan berdasarkan resiko. Ketentuan pengawasan dari Bank Indonesia sejak berlakunya kewenangan OJK tanggal 31 Desember 2013 telah dibatasi hanya pada pengawasan makroprudential sebagaimana pengawasan microprudential telah beralih kepada OJK, namun antara BI dan OJK tetap saling melakukan korespondensi. Pengawasan dari DPS kepada bank syariah sangat penting dalam menjaga dan mengawasai agar perbankan syariah dalam menjalankan kegiatan usahanya tetap sesuai dengan prinsip syariah.
This study titled "Judicial Review Of Housing Loan Agreement with PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. and Murabaha Agreement with PT. Sharia Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Purwokerto branch which aims to analyze the comparative clause, the legal basis and purpose, and analyze relevant surveillance systems precautionary principle homeownership bank ownership in PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. and murabaha agreement on the financing of home ownership in PT. Sharia Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch offices Purwokerto.
Research methods in this thesis using normative juridical approach. Based on the results of research and discussion on the subject matter presented in this thesis research, the results of this study is to analyze the comparative clause, the legal basis and purpose of the loan agreement with Bank BRI Bank BRIS murabaha contract, it can be found similarities and differences. While the banking system on the external control (conventional and sharia) conducted by BI, OJK, and specifically Islamic banks are supervision of DPS. There are 2 monitoring system conducted by BI is based compliance monitoring, risk-based supervision. Conditions of supervision of Bank Indonesia since the enactment of authority OJK dated December 31, 2013 has been restricted to macroprudential supervision as microprudential supervision was transferred to the OJK, but between BI and the OJK remains mutual correspondence. Supervision of DPS to Islamic banks is very important in maintaining and mengawasai that Islamic banking in running its operations remain in accordance with Islamic principles.
87279097F1G010038Analisis Tematik Novel Dian Yang Tak Kunjung Padam Karya Sutan Takdir AlisjahbanaSkripsi ini berjudul "Analisis Tematik Novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana". Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang tematik novel Dian Yang Tak Kunjung Padam. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktur yang terdiri dari alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, sudut pandang dan amanat. Manfaat penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangan bagi ilmu sastra mengenai analisis tematik novel, diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang tematik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan struktur novel karya fiksi kemudian menganalisis untuk menunjang analisis tematik. Sumber data yang digunakan adalah novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah mendeskripsikan dan menganalisis struktur novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana.
Novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana bercerita tentang perjuangan tokoh Yasin untuk mendapatkan cinta sejati yang hubungannya terhalang oleh adat istiadat di Palembang. Alur pada novel Dian Yang Tak Kunjung Padam adalah alur maju. Tokoh utama dalam novel ini adalah tokoh Yasin dan Molek, dibantu oleh beberapa tokoh untuk membangun sebuah cerita, seperti Ibunda Yasin, Cek Sitti, Muluk, Raden Mahmud, Zubaidah, Sayid Mustafa, Raden Muhammad Yusuf, Pesirah Thalib. Latar pada Dian Yang Tak Kunjung Padam terbagi menjadi tiga, yaitu latar fisik, latar sosial, dan latar waktu. Latar fisik dalam novel adalah Sungai Musi, Pasar Enambelas Ilir, Palembang, Perahu, Gunung Megang, Penanggiran, Kuburan. Latar sosial dalam novel tentang perbedaan adat di Palembang dan Gunung Megang. Latar waktu terjadi pada pagi, siang, sore, malam, hari, bulan, tahun. Amanat yang digambarkan adalah penyampaian amanat tentang percintaan arti tanggung jawab dan kesetiaan yang dilakukan oleh tokoh utama Yasin, serta amanat kritik sosial yang ditujukan kepada keturunan bangsawan yang sering kali bertindak semena-mena.
Novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana ini menggunakan sudut pandang first person peripheral atau “aku” tokoh tambahan. Sudut pandang ini, tokoh"aku" hanya menjadi pembantu atau pengantar tokoh lain yang lebih penting. Setelah dilakukan analisis terhadap struktur alur, tokoh dan penokohan, latar, amanat, dan sudut pandang dalam novel Dian Yang Tak Kunjung Padam, dapat ditemukan tema yang terkandung dalam novel tersebut. Tema dibagi menjadi lima jenis yaitu: (a) tema jasmaniah, (b) tema organik, (c) tema sosial, (d) tema egoik, (e) tema ketuhanan.

Kata kunci : struktur, tematik.
This thesis is entitled “Analisis Tematik Novel Dian Yang Tak Kunjung Padam Karya Sutan Takdir Alisjahbana”. The purpose of this thesis is to find out themes of Dian Yang Tak Kunjung Padam. This thesis also uses structuralis approach which consist of plot, chacacter, setting, point of view and moral message. The significance of this thesis is to give contribution to literary study about thematic novel analysis in Dian Yang Tak Kunjung Padam written by Sutan Takdir Alisjahbana.
This research applies descriptive analysis method which describe novel structure of fiction genre, and then, analyzes those structure to support the thematic analysis. The source of data in this research is a novel named Dian Yang Tak Kunjung Padam by Sutan Takdir Alisjahbana. Tecnique to collect the data is reading and note taking techique. While, describing and analyzing Dian Yang Tak Kunjung Padam by Sutan Takdir Alisjahbana are tecniques to analyzis the data.
The novel Dian Yang Tak Kunjung Padam tell about Yasin, a main chacacter in the novel, who fight for his true love because of culture in Palembang. The plot in this novel is proggresive plot. The main character in the novel are Yasin and Molek, and there are also some supporting character, for example, Yasin’s mother, Cek Sitti, Muluk, Raden Mahmud, Zubaidah, Sayid Mustafa, Raden Muhammad Yusuf, Pesirah Thalib. The setting in Dian Yang Tak Kunjung Padam is divided into physical settings, social settings, and time settings. The physical settings in the novel are Musi river, Pasar Enam belas Ilir, palembang, Perahu, Gunung Megang, Penanggiran, and cemetary. Sosial setting in the novel are the different culture in Palembang, and Gunung Megang. Then, time setting in the novel are in the morning, in the afternoon, after lohor, in the evening, at night, at days, months and years. The Moral message performed in the novel are about love, responsibilty, and loyalty done by the main character, Yasin and criticsm toward the royal who always conducted unfair treatment.
The novel Dian Yang Tak Kunjung Padam which is written by Sutan Takdir Alisjahbana, uses first person peripheral or “I” point of view. This point of view works by assisting other character who are more important in the story. After the analysis is conducted toward plot, character and characterization, moral message, and point of view in Dian Yang Tak Kunjung Padam, themes are found. These themes are separated into: (a) physical theme, (b) organic theme, (c) social theme, (d) egoistic theme, (e) divine theme.

Key words : structure, thematic.
872811287C1A010064KONTRIBUSI PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PENYADAP DAMAR DI RPH BATURADEN, BKPH GUNUNG SLAMET BARAT KPH BANYUMAS TIMURPenelitian ini berjudul “KONTRIBUSI PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PENYADAP DAMAR DI RPH BATURADEN, BKPH GUNUNG SLAMET BARAT, KPH BANYUMAS TIMUR”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendapatan PHBM terhadap pendapatan rumah tangga penyadap damar dan tingkat pemenuhan kebutuhan hidup layak. Penelitian ini menggunakan alat analisis Tabulasi dengan menggunakan microsoft excel 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penyadap damar di RPH Baturaden yang berjumlah 33 orang, yang tersebar pada 3 desa yang berada di Kecamatan Baturaden.
PHBM Banyumas membuat program penyadapan damar untuk menarik minat masyarakat sekitar hutan untuk berpartisipasi dalam melestarikan dan melindungi hutan, tetapi minat masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan pihak Perhutani. Melihat minat masyarakat yang rendah, maka perlu diketahui penyebab rendahnya minat masyarakat. Kecilnya pendapatan penyadapan damar diduga mengurangi minat masyarakat berpartisipasi terhadap program PHBM. Berdasarkan masalah tersebut dibandingkan antara pendapatan PHBM dan non PHBM penyadap damar terhadap pendapatan rumah tangga, apakah memenuhi kebutuhan hidup layak.
Berdasarkan hasil analisis tabulasi, pendapatan penyadap damar dari program PHBM masih jauh dikatakan mampu menanggung pendapatan rumah tangga penyadap secara penuh, sebab kontribusi pendapatan dari program PHBM penyadapan damar rata-rata hanya memenuhi 25 persen dari pendapatan rumah tangga penyadap. Sebanyak 22 orang dari total responden didapati bahwa persentase pendapatan per kapita penyadap damar terhadap KHL Banyumas, yaitu sebesar Rp1.060.518,00 hanya dapat memenuhi antara 1 sampai 25 persen atau dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp157.391,81. Hal ini membuktikan pendapatan dari program PHBM masih jauh dari kata hidup layak.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah penyadap butuh penambahan pendapatan karena pendapatan semua penyadap damar masih dibawah KHL, maka perlu adanya suatu inovasi seperti dibuatnya kegiatan pelatihan keterampilan. Kegiatan keterampilan yang dibutuhkan seperti keterampilan membuat pernak-pernik yang bisa dijual. Karena lokasi penelitian dekat dengan daerah wisata, maka hasil keterampilan tersebut dapat dijual di sekitar tempat wisata. Kegiatan pelatihan keterampilan ini dimaksudkan agar pendapatan rumah tangga penyadap bertambah sehingga meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup penyadap.
This study entitled "CONTRIBUTION PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) OF HOUSEHOLD INCOME TAPPER RESIN IN RPH BATURADEN, BKPH SLAMET MOUNTAIN WEST, KPH EAST BANYUMAS". The purpose of this study was to determine the contribution of PHBM on household income resin tappers and decent subsistence level. This study using tabulation analysis using Microsoft Excel 2010. The population in this study are all resin tappers at RPH Baturaden totaling 33 people, scattered in three villages in the District of Baturaden.
PHBM Banyumas make resin wiretapping program to attract people around the forest to participate in conserving and protect forests, but the public interest is not in accordance with the expected Perhutani. Seeing the low public interest, it is important to know the cause of the low interest of the community. The small income resin tapping allegedly reduce the public interest to participate to the PHBM program. Based on the comparison between revenue problem PHBM and non PHBM resin tappers on household income, whether it meets the needs of a decent life.
Based on the results of the tabulation analysis, resin tappers income of PHBM program is still far is said to bear the household income of tappers in full, because the revenue contribution of PHBM program resin tapping on average only meet 25 percent of household income tapper. A total of 22 people from a total of respondents found that the percentage of per capita income of the KHL Banyumas resin tappers, amounting Rp1.060.518,00 can only meet between 1 to 25 percent, with an average income of Rp157.391,81. This proves the income of PHBM program is still far from a decent life.
The implications of the above conclusion is bugging need additional revenue because all income resin tappers still below this level, hence the need for an innovation like made skills training activities. Skills required activities such as skills make trinkets that can be sold. Because of the location close to the tourist area of research, the results of these skills can be sold around the sights. These skills training activities intended to increase household income tapper thus increasing subsistence tapper.
872910623E1A109012KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan No :54 / Pid.Sus/2013/PN.Clp)









ABSTRAK

Penelitian ini mengambil judul Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi Anak dalam Tindak Pidana Pencabulan (tinjauan yuridis terhadap putusan no: 54 / Pid.Sus/2013/PN.Clp).

Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana kekuatan pembuktian saksi anak dalam Tindak Pidana Pencabulan serta apa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana.

Untuk membahas permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan sumber data berupa data primer dan sumber data sekunder. Data disajikan dalam bentuk uraian yang di susun secara sistematis dengan analisis kualitatif.

Hasil Penelitian ini adalah kekuatan pembuktian keterangan saksi Anak dalam tindak Pidana Pencabulan dalam Putusan Nomor: 54/Pid.Sus/2013/PN.Clp. Keterangan saksi anak dalam Putusan Nomor: 54/Pid.Sus/2013/PN.Clp. tidak mempunyai kekuatan pembuktian atau tidak mempunyai nilai pembuktian karena tidak memenuhi syarat formil yaitu tidak mengangkat sumpah. Dasar Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana dalam Putusan Nomor: 54/Pid.Sus/2013/PN.Clp, sudah adanya minimal dua alat bukti yaitu adanya keterangan saksi dan keterangan terdakwa serta adanya barang bukti lain. sehingga hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa sebagai pelaku tindak pidana serta Majelis Hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terhadap terdakwa.
This study took the title Strength of Evidence Description Witness Children in Crime molestation (judicial review of the decision no: 54 / Pid.Sus / 2013 / PN.Clp).

The problem in this research is how the strength of evidence in Crime child witnesses of abuse and what the basic consideration in imposing criminal judge.

To address these problems, the method used is a normative juridical, with the source data in the form of primary data and secondary data sources. Data presented in the form of descriptions in systematically collated with qualitative analysis.

The result of this research is the strength of evidence statements of witnesses Children in criminal acts of abuse in the Decision No. 54 / Pid.Sus / 2013 / PN.Clp. Child witness testimony in Decision No. 54 / Pid.Sus / 2013 / PN.Clp. do not have or do not have the strength of evidence probative value because it does not meet the formal requirements that do not take an oath. Dropping Basic Considerations in Criminal Justice in Decision No. 54 / Pid.Sus / 2013 / PN.Clp, had the presence of at least two items of evidence, namely the testimony of witnesses and the testimony of the defendant and any other evidence. so that judges gain confidence that the defendant as the perpetrator of the offense and the judges also consider the aggravating and relieve against the defendant
873011068P2CB12024ANTESEDEN KEPUASAN TERHADAP POSITIVE WORD OF MOUTH PADA TOKO ONLINEThis research analized the antecedent of satisfaction to positive word of mouth on the online shop. This research was taken on 163 female customers in Karangwangkal Purwokerto Utara. This instrument which is used in this research is SEM.This research shows that usability give positive influences to satisfaction and positive word of mouth. Satisfaction gives positive influence to positive word of mouth. Trust gives positive influence to satisfaction and positive word of mouth. Satisfaction mediated usability to positive word of mouth. Satisfaction doesn’t mediated trust to positive word of mouth.This research analized the antecedent of satisfaction to positive word of mouth on the online shop. This research was taken on 163 female customers in Karangwangkal Purwokerto Utara. This instrument which is used in this research is SEM.This research shows that usability give positive influences to satisfaction and positive word of mouth. Satisfaction gives positive influence to positive word of mouth. Trust gives positive influence to satisfaction and positive word of mouth. Satisfaction mediated usability to positive word of mouth. Satisfaction doesn’t mediated trust to positive word of mouth.
87319098E1A010163EFEKTIFITAS PROGRAM PENYALAAN LAMPU UTAMA (DAYTIME RUNNING LIGHTS) DI SIANG HARI PADA SEPEDA MOTOR DI JALAN RAYA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KETERTIBAN LALULINTAS
(Studi di Polres Tegal)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas program penyalaan lampu utama (Daytime Running Lights) di siang hari pada sepeda motor dan untuk mengetahui faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap efektifitas program penyalaan lampu utama (Daytime Running Lights) di siang hari pada sepeda motor di Polres Tegal.
Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian yuridis empirik terutama kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Dalam mendukung pendekatan tersebut, penelitian ini menggunakan metode survei, kepustakaan dan dokumenter, dengan spesifikasi penelitian yang menekankan pada penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Pakembaran dengan populasi sasaran individu-individu masyarakat di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal khususnya Desa Pakembaran. Sampel yang diambil dalam penelitian ini purposive sebanyak 100 (100%) responden. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan metode angket, interview dan dokumenter. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding data, editing data dan tabulasi data yang secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel-tabel terutama tabel distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi serta dalam bentuk deskriptif. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan kuantitatif dengan model distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi untuk data yang bersifat kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif digunakan model content analysis dan comparative analysis. Teknik analisis menggunakan metode teoritical interpretation dengan cara mendiskusikan data disatu pihak dan teori dilain pihak.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa program penyalaan lampu utama (Daytime Running Lights) di siang hari pada sepeda motor adalah relatif efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan indikator pengetahuan masyarakat pengguna jalan dan kompetensi aparat keamanan. Di samping itu, diperoleh juga faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap program penyalaan lampu utama (Daytime Running Lights) di siang hari pada sepeda motor adalah faktor peran kepolisian, pribadi, fasilitas, dan ekonomi.



Kata Kunci: Efektifitas Program, Peran Kepolisian, Sumber Daya Manusia (SDM), Fasilitas, Ketertiban Lalu Lintas.


ABSTRACT
The objectives of this research are to find out the effectiveness of Daytime Running Lights program on motorbike and to find out the factors which tend to affect the Daytime Running Lights Program on motorbike in Polres Tegal.
To accomplish those objectives, empiric juridical research method was applied with sociologic juridical approach. In order to support that approach, this research applied survey method, literature and documentary with research specification which focus on descriptive research. This research was applied in Pakembaran which targets individual society in Pakembaran, Slawi, Tegal. The purposive samples consist of 100 (100%) respondents. Type and data resource are primary and secondary data which were collected through questionnaire, interview and documentation. Collected data were processed by coding data method, data editing and data tabulation which are all presented in the form of table, such as distribution frequency table and cross frequency table; and in the descriptive form. In this research, the data analysis applied quantitative method with frequency distribution model and cross frequency table for quantitative data. Therefore, the content analysis model and comparative analysis are used for qualitative data. The analysis technique applied is theoretical interpretation method by discussing the data for one side and the theory in another side.
The research findings show that the Daytime Running Lights Program on motorbike is relatively effective. It can be proved by the road user society knowledge and the police competency indicators. Moreover, it is also found that some factors that tend to affect the Daytime Running Lights Program on motorbike are the police role, personality, facilities and economic factor.

Keywords: The Effectiveness of the Program, the Police Role, Human Resources, Facilities, Traffic Discipline.



87329100F1G010048Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Novel Sang Penakluk Angin Karya Novanka RajaPenelitian ini berjudul “Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Novel Sang Penakluk Angin karya Novanka Raja”. Latar belakang dalam penelitian ini adalah tentang penggambaran tokoh dan penokohan yang ada dalam novel Sang Penakluk Angin karya Novanka Raja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggambaran tokoh dan penokohan yang ada dalam novel Sang Penakluk Angin karya Novanka Raja. Manfaat penelitian ini secara praktis diharapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti atau pembaca. Adapun manfaat teoritis penelitian ini diharapkan pembaca mampu mengembangkan keilmuan sastra khususnya tentang tokoh dan penokohan dalam karya sastra.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Fokus penelitian ini yaitu tokoh dan penokohan dalam novel Sang Penakluk Angin karya Novanka Raja. Teknik pengumpulan data yaitu membaca, mencatat dan mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yaitu mereduksi data yang tidak relevan dengan fokus penelitian. Menganalisis dan mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah serta menyimpulkan hasil analisis.
Hasil penelitian menunjukan gambaran tentang tokoh dan penokohan dalam novel Sang Penakluk Angin karya Novanka Raja. Berdasarkan peranannya tokoh dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh bawahan serta tokoh antagonis dan tokoh protagonis. Dalam menyajikan dan menentukan karakter (watak) para tokoh, pada umumnya pengarang menggunakan dua cara atau metode dalam karyanya yaitu metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing). Metode langsung meliputi karakterisasi melalui penggunaan nama tokoh, melalui penampilan tokoh, dan karakterisasi melalui tuturan pengarang sedangkan metode tidak langsung meliputi karakterisasi melalui dialog dan karakterisasi melalui tindakan para tokoh
This research is entitled “Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Novel Sang Penakluk Angin karya Novanka Raja”. The background of this research is about the description of the character and characterization in Sang Penakluk Angin written by Novanka Raja. Therefore, this research purpose is to figure out the description of the character and characterization in Sang Penakluk Angin by Novanka Raja. This significance of this research is practically as the reference for the next researchers and it is hoped that this research has significance to make the readers develop their knowledge of literary theories especially related to character and characterization.
This research uses descriptive analysis method. The focus of this research is the character and characterization in Sang Penakluk Angin written by Novanka Raja. The technique to collect the data is by reading, noting, and classifying data which is relevant to the research question. The data analysis technique is conducted through reducing irrelevant data which are not supporting the research question. Then, the next step is by analyzing and describing the relevant data which are supporting the research question. The last step is by drawing the conclusion.
The result of the research shows the description about the character and characterization in Sang Penakluk Angin by Novanka Raja. Based on the role, the character is divided into two, the major and minor character, and protagonist and antagonist character. The writer uses two ways or methods in his work to present an characterize his characters, and those are direct method by telling and indirect method by showing. The direct method is done by characterizing the characters through the name of the characters, the appearance of the characters, and the writer’s narration; while the indirect method is conducted by characterizing through the dialogue and action of the characters.
87339099F1G010050Penolakan Terhadap Pernikahan Adat Minangkabau pada Novel Memang Jodoh Karya Marah RusliSkripsi ini berjudul “Penolakan Terhadap Pernikahan Adat Minangkabau pada Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli”. Masalah dalam penelitian ini adalah penolakan terhadap pernikahan adat Minangkabau pada novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penolakan terhadap pernikahan adat Minangkabau pada novel Memang Jodoh.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Fokus dalam penelitian ini mengenai penolakan terhadap pernikahan adat Minangkabau pada novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu membaca, dan mencatat data yang berkaitan dengan adat Minangkabau, kemudian menganalisis data dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh gambaran tentang penolakan terhadap pernikahan adat Minangkabau yang diteliti dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Penolakan tersebut sebagai cerminan adat yang sedikit demi sedikit telah tergeser oleh perkembangan zaman.
Kehidupan masyarakat Minangkabau yang sejak dulu sangat dipengaruhi oleh adat istiadat dan budaya, kini telah mengalami perubahan dan perkembangan. Perkembangan zaman telah mengubah pola pikir masyarakat mengenai pernikahan adat Minangkabau, sehingga masyarakatnya memiliki pemikiran yang terbuka dan lebih modern.
This thesis is entitle “Penolakan Terhadap Pernikahan Adat Minangkabau pada Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli”. The problem of this research is the refusal on Minangkabau marriage custom in Memang Jodoh written by Marah Rusli. The purpose of this thesis is to describe the refusal on Minangkabau marriage custom in Memang Jodoh.
This research uses descriptive analysis method. The focus of the research is about the refusal on Minangkabau marriage custom in Memang Jodoh by Marah Rusli. Data collection technique is conducted by reading and noting data which are relevant with Minangkabau custom. Then, those data are analyzed using anthropology of literature approach.
Based on the research, it is found that there is refusal on Minangkabau marriage costom in Memang Jodoh by Marah Rusli. This refusal is the reflection of the custom which disappears slowly because of the development.
Previously, the society in Minangkabau lives by practicing their customs and cultures; however, now, this kind of life style has changed. The development has changed the society’s way of thinking on Minangkabau marriage custom; therefore, nowdays, the society has more open and modern thought.

87349101F1G010011PESAN MORAL DALAM TRILOGI NOVEL NEGERI 5 MENARA, RANAH 3 WARNA, DAN RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADIPenelitian ini berjudul “Pesan Moral dalam Trilogi Novel Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi”. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unsur alur, latar, penokohan dan tema yang membangun dari dalam novel. Serta mendeskripsikan pesan moral yang ada dalam novel tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta yang kemudian disusul dengan analisis, dan fokus penelitian ini adalah meneliti pesan moral.
Penelitian ini menggunakan beberapa tahap. Tahapan penelitian tersebut adalah teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data. pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca. Setelah itu mencatat bagian-bagian penting dari novel-novel tersebut yang berhubungan dengan alur, latar, penokohan dan tema yang terdapat dalam novel-novel tersebut.
Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis unsur tersebut di atas sebagai langkah awal penelitian ini. Setelah menganalisis alur, latar, penokohan dan tema, selanjutnya penelitian ini menganalisis pesan moral yang terdapat dalam ketiga novel tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tema yang dijadikan sebagai dasar pengarang dalam membuat novel tersebut. Alur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alur awal, tengah dan akhir. Tokoh utama dalam novel tersebut ada satu, sedangkan tokoh tambahan ada tiga puluh. Adapun latar pada umumnya terdapat di rumah kos dan kampus. Novel-novel tersebut mendeskripsikan pesan moral yang terkandung dalam novel menggunakan pendekatan struktural. Ketiga novel ini memiliki pesan moral yang sama yaitu perjuangan mengejar impian.
This research is entitled “Moral Messages in Trilogi The Land of Five Towers, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara by Ahmad Fuadi”. This research aims at describing plot, setting, character and characterization, and theme building within the novel structure. In addition, it describes the moral messages found in the novel. This research is qualitative descriptive research done by describing facts and followed by analyzing and focusing this research on examining the moral messages.
The research employs several stages. The data collection is done by the reading technique proceeded by taking the important data from the novel which are related to the plot, setting, character and characterization, and the theme that indude from those three novels.
The data analysis employed in this research is by analyzing those four elements as the earlier step of this step. After analyzing plot, setting, character and characterization, and theme, the researcher studies the moral messages in the novel..
The research result shows that the theme of the novel becomes the author’s main concern. The plot is beginning, middle and ending. There is one main character, yet there are thirty additional characters. The last, the setting is in boarding house and at campus.
By employing the structural approach, the researcher is able to describe the moral messages within Trilogi. Those moral messages are related to those three elements namely chasing the dreams. The novels describe the moral message contained in the novel structural approach. The three novels has the same moral message that the struggle chasing dreams.
873510624F1G01100599 CAHAYA DI LANGIT EROPA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA : KAJIAN REPERTOIRE WOLFGANG ISERSkripsi ini berjudul 99 Cahaya Di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra : Kajian Repertoire Wolfgang Iser. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perwujudan repertoire yang meliputi background dan foreground dalam novel 99 Cahaya Di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Novel ini merupakan salah satu novel best seller yang banyak menginspirasi para pembaca. Membaca novel 99 Cahaya Di Langit Eropa ini seperti melihat kehidupan nyata, penggambaran mengenai sejarah Islam disajikan dengan begitu memikat dan menarik. Sehingga membuat para pembaca tidak pernah bosan.
Manfaat penelitian secara teoritis diharapkan dapat membantu mengembangkan ilmu sastra khususnya dengan pendekatan resepsi Wolfgang Iser yang berhubungan dengan repertoire yang digunakan oleh pengarang dalam menciptakan karya sastra. Manfaat praktis dalam penelitian ini, yaitu memberikan referensi untuk penelitian selanjutnya serta menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca tentang kajian repertoire Wolfgang Iser, khususnya novel 99 Cahaya Di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.
Metode yang digunakan untuk analisis adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara menentukan objek penelitian, membaca dan menyimak novel, mencatat bagian-bagian yang penting dalam novel, menginventarisasi dan mengklasifikasikan data dalam novel 99 Cahaya Di Langit Eropa, serta mengumpulkan data-data dari berbagai sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menghilangkan hal-hal yang tidak relevan, mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah, serta menyimpulkan data yang telah diperoleh sesuai dengan fokus penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam novel 99 Cahaya Di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra adalah novel perjalanan, yang mengandung nilai-nilai tentang sejarah peradaban Islam di Eropa. Nilai-nilai tersebut diambil berdasarkan bekal pengetahuan pengarang selama mereka hidup tiga tahun di Austria. Gudang pengetahuan inilah yang kemudian disebut sebagai repertoire. fakta-fakta yang hadir dalam novel tersebut diambil dari realitas. Namun meskipun diambil dari realita, fakta tersebut tidak bisa dikatakan sepenuhnya realita, karena sudah mengalami proses seleksi, reduksi, dan modifikasi, sehingga sudah dtarik dari konteks aslinya.
Dalam proses penafsiran perlu dilakukan pembacaan yang cermat dan diulang-ulang. Tentu bekal pengetahuan pembaca juga mempunyai pengaruh dalam penentuan makna teks karya sastra. Setelah dilakukan pembacaan cermat foreground yang mengarah pada makna teks dan disatukan dengan visi misi pengarang. Kebudayaan Eropa digunakan pengarang sebagai landasan kultural yang melingkupi keseluruhan teks. Masa kejayaan Islam serta sejarah-sejarah Islam yang pernah terjadi di Eropa menjadi norma historis yang menjadi tema besar novel ini.
This undergraduate final paper is entitled “99 Cahaya Di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra : Kajian Repertoire Wolfgang Iser”. This research aims at describing the existence of repertoire which includes the background and the foreground in 99 Cahaya Di Langit Eropa written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. This novel is one of the best seller novels that inspired many readers. Like seeing the reality of how the description of Islamic history has been interestingly presented. Therefore, it had made the readers never get bored reading it.
This research has brought both theoritical and practical benefits. Theoritically, this research is expected to advance the discussion of literary studies, particularly those studies that have applied the reception approach by Wolfgang Iser that is related to repertoire employed by authors in writing their literary works. Practically, this research is expected to provide further reference for the next researches and to provide wider knowledge for other reseachers and readers about the issue of repertoire study by Wolfgang Iser, mainly on the repertoire study on Hanum Salsabiela Rais’ and Rangga Almahendra’s 99 Cahaya Di Langit Eropa.
The method employed in this analysis is descriptive qualitative method. Data collection technique is deciding the object of the research, reading the novel, not-taking the important parts of the novel and classifying the data taken from Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra’s 99 Cahaya Di langit Eropa, and also collecting other data from various resources. Data analys technique is done by omitting the irrelevant data, describing the relevant data based on the research questions, and concluding the data derived from result of the research focuses.
The research result show that Hanum Salsabiela Rais’ and Rangga Almahendra’s 99 Cahaya Di Langit Eropa is a travelling novel which has values of history of Islamic civilization. Those values are taken based on the author’s life experiences during their stay in Austria dor three years. This knowledge storage is what so called as the repertoire. tha fact occuring within novel is taken from the reality. Although they are taken from the reality, those facts cannot be fully stated as the reality because they have undergone the selection, reduction, and modification processes, so they have been withdrawn from the real contexts.
During the interpreation process, extensive reading and repeated reading are highly needed. The reader’s knowledge storage also influences the process of shaping the meaning of the literary work. After extensive reading has been done, is is found that the foreground is directed to the text’s meaning, and it is united by the author’s vision and mision. The European Culture is employed by authors as the cultural base covering the whole text in the novel. The golden age of Islam and it’s historical moments happening in Europe have become the historical norm functioning as the theme of the novel.
87369105F1G010034PARTIKEL FATIS BAHASA JAWA DIALEK BANYUMASAN
DI DESA KARANGKOBAR KECAMATAN KARANGKOBAR KABUPATEN BANJARNEGARA
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Partikel Fatis Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara”. Masyarakat Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu masyarakat pengguna bahasa Jawa dialek Banyumasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud partikel fatis di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara dan mendeskripsikan distribusi dan fungsi partikel fatis dalam kalimat tunggal dan majemuk bahasa Jawa dialek Banyumasan di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang digunakan oleh masyarakat penutur bahaas Jawa dialek Banyumasan (BJDB) di Desa Karangkobar, Kecamatan karangkobar, Kabupaten Banjarnegara yang mengandung partikel fatis. Sumber data penelitian ini adalah kalimat-kalimat dalam ragam lisan yang digunakan oleh masyarakat penutur BJDB di Desa Karangkobar. Metode pengumpulan data penelitian ini yang pertama, metode cakap dengan teknik cakap beretemu muka. Kedua, metode simak dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, dan teknik simak bebas libat cakap. Ketiga, teknik rekam dan teknik catat. Sementara itu, metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding membedakan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dengan teknik balik dan teknik baca markah. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data partikel fatis BJDB di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara ditemukan 18 bentuk partikel fatis. Sementara itu, 18 partikel fatis tersebut dapat berdistribusi dalam kalimat tunggal dan mejemuk. Namun, suatu partikel fatis tidak selalu dapat menempati tiga distribusi sekaligus. Secara umum, partikel fatis dapat menempati distribusi di akhir kalimat. Makna partikel fatis tergantung pada kegramatikalan unsur-unsur yang membangun kalimat. Fungsi partikel fatis umumnya sebagai partikel penegas, tanya, dan pelunak. Partikel fatis hanya dapat mengisi fungsi keterangan dan pelengkap.
SUMMARY
This research is entitled “Partikel Fatis Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Desa Karangkobar Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara”. The society in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency is one of societies that uses Javanese Language with Banyumasan Dialect. The purpose of this research is to describe the distribution and the function of phatic particle in Javanese simple sentences and complex sentences using Banyumas Dialect in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency.
This research is descriptive qualitative research. The data are sentences containing phatic particle used by speech society Javanese Language with Banyumasan Dialect (JLBD) in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency. The source methods of data in this research is sentences in spoken language used by speech society JLBD in Karangkobar Village Administration. The way to collect data of this research is conducted through several methods. The first method used in the research is speaking method with face to face technique. The second one is listening method with tap technique, implicated listening technique, and free implicated listening technique. The third is recording technique and noting technique. Meanwhile, the method used in the analysis is equal method with classifying determined element technique and differently comparing relation technique. Besides that, this research also uses evenly distributing method with dividing element direct technique with reversing technique and markedly reading technique. Finally, the result method of analyzing data is formal and informal method.
Based on the research and analysis on phatic particle JLBD in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency, it is found that there are 18 phatic particles. Meanwhile, those 18 phatic particles are distributed in simple and complex sentences. However, a phatic particle may not always take place in three distributions at once. Generally, phatic particle can be positioned in the end of a sentence. The meanings of phatic particle depend on construction of grammar in a sentence. Phatic particle, commonly, is as explicit, questionable, or soft particle. Finally, phatic particle may only function as adverb or complement.
873710625H1K008009KELIMPAHANDiademaspp.(ECHINODERMATA) PADA
TERUMBU KARANG DI PANTAI TIMUR DAN BARAT PANGANDARAN
Penelitian yang dilakukan berjudul Perbedaan Kelimpahan Diadema spp. (Echinodermata) pada Terumbu Karang di Pantai Timur dan Barat Pangandaran.Metode penelitian menggunakan metode survey.Pengamatan Diadema spp. menggunakan metode transek kuadrat 1x1m, sedangkan pengukuran persentase penutupan terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transek (LIT).Lokasi terbagi 2 yaitu pantai Timur dan Barat dengan dilakukan 6 kali pengambilan sampel dan 6 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan Diadema spp. pada pantai Timur lebih rendah dibandingkan pantai Barat dengan pesen penutupan terumbu karang pantai Timur 38,62% dan pantai Barat 35,16%. Jenis Diadema spp. yang ditemukan yaitu Diadema antilarium, Echinothorix diadema dan Echinothorix calamaris.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara persentase penutupan terumbu karang dengan kelimpahan Diadema spp.Research conducted titled Differences Abundance Diadema spp. (Echinodermata) on Coral Reefs in East and West Coast Pangandaran. The research method used survey method. Observations Diadema spp. 1x1 m squares using transect method, while measuring the percentage cover of coral reefs using Line Intercept Transect (LIT). The locationis divided into two, namely the East and West coast to be 6 times the sampling and 6 repetitions. The results showed that the abundance of Diadema spp. on the East coast is lower than persen West coast to the East coast reefc losure 38.62% and 35.16% western coast. Type Diadema spp. found that Diadema antilarium, Echinothorix diadema and Echinothorix calamaris. The analysis showeda strong correlation between the percentage cover of coral reefs with an abundance of Diadema spp.
873811071P2BA12012UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) TERHADAP BAKTERI PATOGENAshitaba (Angelica keiskei) merupakan tanaman obat tradisional dari Jepang. Ekstrak daun ashitaba mengandung senyawa bioaktif golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid dan fenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun ashitaba terhadap atkitivas pertumbuhan bakteri patogen Gram positif dan Gram negatif, mengetahui perbedaan zona hambat diantara variasi konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri patogen Gram positif dan Gram negatif, mengetahui nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun ashitaba terhadap bakteri patogen Gram positif dan Gram negatif.
Penelitian bersifat eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap, analisis data dilakukan dengan uji One way anova dan uji lanjut Tukey. Perlakuan menggunakan 6 konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ashitaba (0,10; 0,08; 0,06; 0,04; 0,02 dan 0,01) g/mL diujikan terhadap bakteri patogen Gram positif yaitu Methicilin Resisten Staphylococcus aureus (MRSA) dan bakteri patogen Gram negatif Pseudomonas aeruginosa diukur diameter rata-rata zona hambat (mm) dengan ulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun ashitaba berpengaruh signifikan (p<0,05) dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri MRSA dan P. aeruginosa, terdapat perbedaan diameter rata-rata zona hambat diantara variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ashitaba pada bakteri MRSA dan P. aeruginosa. Nilai KHM bakteri MRSA adalah 0,10 g/mL dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 11,22 mm dan P. aeruginosa adalah 0,04 g/mL dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 8,04 mm.
Ashitaba is medicinal plant, it is originated from Japan, in Indonesia unknown is potential biology. The previous research results suggested that plants contain secondary metabolites with antibacterial such as alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, that are antimicrobial. Research of antibacterial activity test needs to determine the antibacterial activity potential of ethanol extract of ashitaba leaves that grow in Indonesia.
The aim of this reserach are 1) to know the effect of ashitaba leaves 70% ethanol extract in inhibiting pathogenic bacteria Gram (+) and pathogenic bacteria Gram (-), 2) to know efect in inibiting MRSA was isolated from diabetic ulcers 3) to know the difference of antibacterial activity in each variation of the concentration extract and 4) to know the minimum inhibitory concentration (MIC) of ethanol extract of ashitaba leaves in inhibiting the growth of pathogenic bacteria Gram (+) and pathogenic bacteria Gram (-) in vitro.
This research is an experimental design using completely random design (CRD). Antibacterial activity test carried out on six different treatments of concentration extract using diffusion method (Kirby Bauer). Preliminary test used concentration 0.1-1.0 g/mL. The next step is to the determine minimum inhibitory concentration by decrease the concentration 0.10; 0.08; 0.06; 0.04; 0.02, and 0.01 g/mL or increasing the concentration became 1.00; 2.00; 3.00; 4.00, and 5.00 g/mL. Antibacterial activity was analyzed through the test of honestly significant difference (HSD) using SPSS 18.
The results of the research showed ashitaba leaf ethanol extract treatment concentrations 0.1-1.0 g/mL have antibacterial activity in inhibiting pathogenic bacteria Gram (+) Staphylococcus aureus, MRSA and Gram (-) Pseudomonas aeruginosa but not showed antibacterial activity to the bacteria Gram (-) Salmonella typhi. The treatment concentration extracts 0.10-0.01 g/mL significant effect (p<0.05) against S. aureus, MRSA, P. aeruginosa. The treatment concentration extracts 1.00-5.00 g/mL have significant effect (p<0.05) against the bacterium S. typhi. The results of HSD test showed the differences of antibacterial activity beetwen the treatment to bacteria pathogenic Gram (+) and bacteria pathogenic Gram (-). The minimum inhibitory concentration (MIC) of ashitaba leave ethanol extracts on pathogenic bacteria Gram (+) S. aureus and MRSA is 0.10 g/mL, pathogenic bacteria Gram (-) S. typhi is 2.00 g/mL and P. aeruginosa is 0.04 g/mL.
The conclusion are ethanol extract 70% of ashitaba leaves that has infunced to inhibit the growth of pathogenic bacteria Gram (+) and pathogenic bacteria Gram (-). It this research showed the different avarage the inhibitor zone diameter on the treatment, MIC of pathogenic bacteria Gram (+) S. aureus and MRSA is 0.10 g/mL and pathogenic bacteria Gram (-) S. typhi is 2.00 g/mL, P aeruginosa is 0.04 g/mL.
873912077A1L011125PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI KENTANG (G0) (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI KETEBALAN MEDIA STERIL COCOPEAT DAN FREKUENSI PEMBERIAN LARUTAN NUTRISI SUNDSTROMPenelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan ketebalan media steril cocopeat yang terbaik bagi pertumbuhan dan produksi umbi kentang (G0), 2) mendapatkan frekuensi pemberian larutan nutrisi Sundstrom yang terbaik bagi pertumbuhan dan produksi umbi kentang (G0), dan 3) mendapatkan kombinasi perlakuan yang terbaik antara ketebalan media steril cocopeat dan frekuensi pemberian larutan nutrisi Sundstrom terhadap pertumbuhan dan produksi umbi kentang (G0). Penelitian ini dilakukan dalam screen house di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan dari bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah ketebalan media dengan tiga taraf, yakni 10 cm (K1), 15 cm (K2), dan 20 cm (K3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian nutrisi dengan dua taraf, yakni 3 hari sekali (F1) dan 6 hari sekali (F2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ketebalan media 20 cm memberikan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun tanaman dan dapat meningkatkan panjang akar hingga 23,67 %. 2) Frekuensi pemberian nutrisi 3 hari sekali memberikan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, dan hasil yang baik pada efektifitas stolon (49,84 %), bobot umbi segar (137,85 g), dan bobot umbi kering (21,55 g). 3) Kombinasi ketebalan media 20 cm dengan frekuensi pemberian nutrisi 3 hari sekali memberikan pertumbuhan yang baik pada panjang akar, jumlah akar, dan hasil umbi mencapai 144 knol/m2.This research purposes are to 1) get the best thickness of the sterile cocopeat media for potato tuber (G0) growth and production, 2) know how much frequency of Sundstrom nutrient solution giving which is good for potato tuber (G0) growth and production, and 3) get the best combination of treatment between the thickness of sterile cocopeat media and frequency Sundstrom nutrient solution giving to the growth and production of potato tuber (G0). The research was carried in the screen house in Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan from October 2014 until January 2015. The research used Randomized Complete Block Design with 2 factor and 3 repetitions. The first factor was the thickness of media with three levels; 10 cm (K1), 15 cm (K2), and 20 cm (K3). The second factor was the frequency of nutrient solution giving with two levels; once for three days (F1) and once for six days (F2). The results of the research showed 1) that the thickness of sterile cocopeat media 20 cm (K3) was good for plant height, total of leaves, wide of plant leaves, and improve the roots length 23,67 %. 2) frequency of nutrient solution giving once for three days (F1) was good for plant height, total of leaves, wide of plant leaves, weight of fresh plant, weight of dry plant and the result was good for stolon effectiveness (49,84%), weight of fresh tuber (137,85 g), and weight of dry tuber (21,55 g). 3) The combination of sterile cocopeat media 20 cm and frequency of Sundstrom nutrient solution giving once for three days (F1) was good for roots length, total of roots, and able to produce as much as 144 tubers/m2.
87409103F1G010032BAHASA PROKEM PADA KALANGAN REMAJA KELURAHAN MANGKUBUMI KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYAPenelitian ini berjudul “Bahasa Prokem pada Kalangan Remaja di Kelurahan Mangkubumi Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa prokem yang digunakan oleh remaja Tasikmalaya khususnya Kelurahan Mangkubumi berdasarkan proses pembentukan secara fonologis, morfologis, perubahan makna, dan faktor yang memengaruhi munculnya bahasa prokem.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan data yang bergantung pada konteks dan tuturan yang mengandung bahasa prokem yang digunakan kalangan remaja Mangkubumi.Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik dasar teknik sadap, teknik lanjutannya yaitu teknik simak bebas libat cakap dan simak libat cakap menggunakan metode wawancara kemudian mencatatnya.Metode analisis yang digunakan adalah metode padan, dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutannya.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.Pertama, proses pembentukan bahasa prokem secara fonologis meliputi diftongisasi, aferesis, apokop, dan metatesis.Pembentukan bahasa prokem secara morfologis meliputi afiksasi dan abreviasi yang berbentuk singkatan, penggalan, akronim, dan kontraksi.Adapun perubahan berdasarkan kelas kata yaitu verba menjadi nomina, verba menjadi adjektiva, verba menjadi pronomina, nomina menjadi verba, nomina menjadi adjektiva, adjektiva menjadi verba.Adapun perubahan makna meliputi perubahan makna dari makna denotasi ke makna konotasi.Kedua, faktor yang memengaruhi munculnya bahasa prokem: (1) faktor situasional dan faktor sosial, (2) fungsi atau tujuan tutur, (3) latar belakang kelompok, perkembangan budaya dan zaman.
This research is titled Slang of Youth in Urban District of Mangkubumi Mangkubumi Tasikmalaya. This study aimed to describe the slang used by teenagers in particular Tasikmalaya Village Mangkubumi by the formation of phonological, morphological, changes inmeaning, and thefactors thataffect the appearance ofslang.
Thisis aform ofdescriptive-qualitative study based on data that depend on the context and utterances that contain slang used among teenagers Mangkubumi. Data were collected through observation method refer to the basic techniques of tapping techniques, follow-up techniques that consider the techniques involved are free capably and ably involved consider using interviews and then write them down. The analytical method used is the identity method, the basic techniqueis the decisive element sorting technique and comparison correlation as acontinuation technique.
The results of this study are as follows. First, the process of formation of slang in phonological include diftongisation, aferesis, apokop, and metathesis. The formation of morphologically slang includes affixation and abbreviation shaped stands, fragment, acronyms, and contraction. The change is based on the word class of verbs into nouns, verbs become adjectives, verbs into pronouns, nouns into verbs, nouns into adjectives,verbs into adjectives. A change of meaning include from connotation into denotation meaning.Second, the factors that affect the appearance of slang, are (1) situational factors and social factors, (2) the function or purpose speech, (3) the background of the group, the development of the culture and era.