Artikelilmiahs
Menampilkan 8.661-8.680 dari 50.276 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8661 | 11286 | C1K011005 | THE INFLUENCES OF SIZE, LEVERAGE, PROFITABILITY AND LIQUIDITY ON VALUE OF STOCK BONUS | The main objective of this study was to analyze the effect of size, leverage, profitability, and liquidity on the value of stock bonus of companies listed in the Indonesian Stock Exchange during 2011 - 2014. The population used in this research was the all companies listed in the Indonesian Stock Exchange. Sampling technique used was purposive sampling. Technique of data analysis used was multiple regression. Based on the results of research that has been discussed, then a conclusion can be drawn as follows: Size has positive and significant effect on value of stock bonus, Leverage has no significant effect on value of stock bonus, Profitability has positive and significant effect on value of stock bonus, and Liquidity has no significant effect on value of stock bonus. | The main objective of this study was to analyze the effect of size, leverage, profitability, and liquidity on the value of stock bonus of companies listed in the Indonesian Stock Exchange during 2011 - 2014. The population used in this research was the all companies listed in the Indonesian Stock Exchange. Sampling technique used was purposive sampling. Technique of data analysis used was multiple regression. Based on the results of research that has been discussed, then a conclusion can be drawn as follows: Size has positive and significant effect on value of stock bonus, Leverage has no significant effect on value of stock bonus, Profitability has positive and significant effect on value of stock bonus, and Liquidity has no significant effect on value of stock bonus. | |
| 8662 | 9060 | D1E010173 | KECERNAAN DAN NERACA ENERGI BERBAGAI BANGSA SAPI POTONG LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan dan neraca energi bangsa sapi lokal yang diberi pakan jerami padi amoniasi dan konsentrat. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan bangsa sapi sebagai perlakuan. Ada 4 macam bangsa sapi lokal yaitu, P1 (Crossing), P2 (Madura), P3 (Bali) dan P4 (Peranakan Ongole) berjumlah 20 ekor (masing-masing 5 ekor) dengan kisaran umur 1,5-2 tahun dan bobot badan awal 200-280 kg (=2.5). Sapi tersebut ditempatkan pada kandang individual dan diberi pakan yang sama yaitu jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan bahan kering (BK) 40:60. Konsumsi bahan kering tiap individu sapi adalah 3,3 % dari bobot hidup. Pemberian pakan dilakukan dengan metode component feeding dengan frekuensi pemberian jerami padi amoniasi sebanyak 4 kali dan konsentrat 2 kali. Peubah yang diukur adalah kecernaan dan neraca energi dengan metode koleksi total. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan dan neraca energi. Uji BNJ menunjukkan bahwa kecernaan dan neraca energi sapi Madura lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan sapi Crossing, sapi Bali, sapi PO. Akan tetapi antara sapi Crossing, sapi Bali, dan sapi PO tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil penelitian disimpulkan bahwa kecernaan dan neraca energi dipengaruhi oleh bangsa sapi dan bangsa sapi Madura menunjukan nilai kecernaan dan neraca energi terendah dibandingkan bangsa sapi lokal lain. | The objective of the research was to determine the digestibilty and energy balance of local beef cattle breeds fed ammoniated rice straw and concentrate. The research designed used Completely Randomized Design (CRD) and local beef cattle breeds were used as treatments. There were four local beef cattle breeds of Crossbred cattles (T1), Madura cattles (T2), Bali cattles (T3) and Ongole Grade (T4) with the age range of 1.5-2 years old, initial body weight was of 200-280 kg (=2.5). The cattles were housed in individual cages and fed ammoniated rice straw and concentrates with a dry matter ratio of 40:60. Dry matter intake was 3.3 % from body weight. The frequency of feeding was 4 times for ammoniated rice straw and 2 times for concentrates. The variable observed were digestibilty and energy balance with total collection method. The results of variance analysis showed that the treatments affected significant (P<0,05) on digestibilty and energy balance. HSD test showed that the lowest digestibility and energy balance was Madura cattle compared to Crossbred, Bali, and Ongole Grade, however between Crossbred, Bali, and Ongole Cross were not significantly different (P>0.05). The results of the study concludes that digestibilty and energy balance is influenced by local beef cattle breeds and Madura cattle shows the lowest value of digestibilty and energy balance compared to other local beef cattle breeds. | |
| 8663 | 9177 | G1B008134 | ASPEK YANG MEMPENGARUHI PASIEN BEROBAT DIPENGOBATAN ALTERNATIF KLINIK ATFG-8 PURWOKERTO | Penggunaan tempat pengobatan tradisional masih menjadi pilihan seseorang yang mengalami masalah kesehatan. Sebanyak 30,67% penduduk indonensia memanfaatkan pengobatan alternatif sebagai usaha penyembuhan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek yang melatarbelakangi pasien berobat di klinik pengobatan alternatif ATFG-8 Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kerentanan yang dirasakan meliputi ancaman kesehatan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung, penyebab penyakit karena gaya hidup, dan lama menderita penyakit tergolong kronis. Faktor keseriusan yang dirasakan berupa pasien menganggap serius penyakitnya, dan dampak yang ditimbulkan yaitu adanya komplikasi. Faktor manfaat dan rintangan yaitu sebagai alternatif pengobatan, telah terbukti keberhasilan pengobatannya, biaya terjangkau, dan rintangan yang dirasa adalah jarak jauh. Faktor isyarat untuk bertindak karena adanya gejala penyakit dan informasi dari media dan orang terdekat. | People have to choice alternative treatment as their health problem experience. There are 30,67% indonesian people used alternative treatment to healing their illnes. The purpose of this study is to determine aspect that influencing patient to take alternative treatment in ATFG-8 clinic Purwokerto. This study is qualitative approach. Data collection used indepth interviews, observation techniques and documentation. Validity test are using triangulation method. The results showed that perceived susceptibility factors are consist of hypertention, stroke, heart illnes, it was cause by unhealth life behavior. Their health problems belong to cronic illnes. Perceived seriousness factors determine that, serious illnes perception, and complication impact. Perceived benefit and barier factors consist of alternative treatment, succes healing evidence, cheap cost, and the barier is distance. Cues factor consist of symptom of illnes, and information from media and family. | |
| 8664 | 9064 | H1F009076 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH WATUKELIR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH | Secara geografis lokasi penelitian berada pada 7.698230LS-7.734210LS dan 109.4770BT-109.440BT tepatnya di Desa Watukelir, Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah dengan luas daerah penelitian 5x5 km2. Secara fisiografi daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Pegunungan Serayu selatan dan sangat erat kaitannya dengan desakan lempeng tektonik Hindia-Australia yang bergerak relatif ke utara dan menunjam di bawah lempeng benua Eurasia. Penelitian dilakukan dengan kegiatan lapangan dan juga didukung oleh analisis laboratorium . Berdasarkan penelitian lapangan dan hasil analisis laboratorium, daerah penelitian memiliki lima satuan batuan, yakni satuan breksi, satuan lava andesit, satuan intrusi andesit, satuan batugamping, dan satuan endapan aluvial. Sedangkan untuk satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan yaitu satuan geomorfologi dataran alluvial (F2), satuan geomorfologi perbukitan kars (K1) dan satuan geomorfologi perbukitan struktural (S3). Struktur yang terdapat pada daerah penelitian berarah Timurlaut-Baratdaya pada Kala Miosen Awal yang menghasilkan sesar geser kiri menurun. Dan berarah Baratlaut-Tenggara pada Kala Miosen Tengah yang menghasilkan sesar turun mengiri. Berdasarkan hasil analisis PIMA dan petrografi diketahui zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona kuarsa+kalsit+klorit (Zona Propilitik) yang terbentuk pada kisaran suhu 1200C-3000C, zona kuarsa +illit +kaolin yang terbentuk pada kisaran suhu 1800C-2000C (Zona Argilik) dan zona kuarsa +serisit +klorit yang terbentuk pada kisaran suhu 1200-3000C (Zona Filik). | Geographic location of the study are at 7.698230-7.734210south latitude and 109.4770-109.440 east longitude of Watukelir and surrounding area, Ayah District, Kebumen regency, Central Java Province with an area of 5x5 km2 area of research. In physiographic regions included in the study Zone Serayu Mountains south and is closely associated with the insistence of the Indian-Australian tectonic plates are moving relative to the north and plunging under the Eurasian continental shelf. The study was conducted with field activities and also supported by laboratory analysis. Based on field research and laboratory analysis, the study area has five rock units, they are breccia units, lava andesit unit of, unit of andesite intrusion unit of , limestones unit of alluvial deposits. As for the unit geomorphology study area is divided into three units namely alluvial plains Geomorphology unit (F2), karst hills geomorphology unit (K1) and hills of the structural geomorphology unit (S3). Structure contained in the NE-SW trending research on Kala Early Miocene fault which resulted in the normal left slip fault. And NW-SE trending on Kala Middle Miocene fault which resulted in left lag slip fault. Based on the petrographic and PIMA analysis known alteration zone study area is divided into three zones, that are quartz + calcite + chlorite (propylitic zone)the range temperature is 1200C-3000; quartz + illite + kaolinite (Argillic zone) zone the range temperature is 1800C-2000C and quartz + sericite + chlorite (Fillic zone) zone the range temperature is 1200C-3000C. | |
| 8665 | 9061 | E1A010042 | PERAN KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL (KOMPOLNAS) DALAM PENGAWASAN PERKARA PIDANA DI TINGKAT PENYIDIKAN | Dewasa ini kinerja para aparatur penegak hukum khususnya dalam hal ini lembaga kepolisian makin banyak disorot dan menjadi perhatian publik akibat kinerjanya yang buruk. Sebagai lembaga pengawas eksternal Polri Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut berkewajiban untuk memperbaiki kinerja Polri sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan hambatan yang dialami oleh Kompolnas dalam melaksanakan pengawasan perkara pidana khususnya di tingkat penyidikan. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mempunyai dua peran pokok dalam melaksanakan pengawasan perkara pidana di tingkat penyidikan yang tertuang dalam Perpres Nomor 17 Tahun 2011 yaitu sebagai lembaga pengawas eksternal Polri dan sebagai penerima Saran dan keluhan dari Masyarakat (SKM). Terdapat 3 kendala yang dialami Kompolnas dalam melaksanakan peranya tersebut. Kendala internal Kompolnas yang pertama adalah kurangnya sumber daya berupa man power dan wewenang punitif yang tidak dimiliki Kompolnas. Kendala internal kedua Kompolnas adalah kurangnya kecepatan waktu yang dibutuhkan oleh Polda untuk membalas surat permohonan klarifikasi yang dikirimkan oleh Kompolnas. Kendala eksternal Kompolnas dalam melaksanakan tugasnya adalah kesediaan untuk diawasi dan kesediaan untuk berubah anggota Polri yang melakukan pelanggaran. | Nowadays the perfomance of law enforcement especially police institution take more attention from the society because their bad performance. As external supervision institution National Police Comission (Kompolnas) have obligation to repair performance of Polri so, the goal of this research to know the role and the obstacles which have by Kompolnas on control criminal case especially at investigation level. To reach the goal, the method of this research is normative juridicial prescriptive. National Police Comission (Kompolnas) has two roles on the supervising criminal case at investigation level which regulated in Perpres number 17 of 2011. The roles are : as external supervisory institution for Polri and as receiver advice and lamentation from society (SKM). There are 3 obstacles which hold by Kompolnas on their roles. First Internal obstacle of Kompolnas is man power less and Kompolnas doesn’t has punitive authority. Second Internal Obstacle of Kompolnas is Polda doesn’t has enough much time to reply appeal for clarification which send by Kompolnas. External obstacles on their roles is there is no willingness to supervised and also there is nowillingness to be better for Polri who did violations. | |
| 8666 | 9062 | H1K009010 | Ekhinodermata Potential di Ekosistem Terumbu Karang, Pantai Karapyak | Sumberdaya Ekhinodermata yang berlimpah di Indonesia merupakan sumberdaya hayati yang belum banyak dimanfaatkan dan diketahui potensinya, sehingga perlu dilakukan penggalian potensi. Penelitian mengenai Ekhinodermata Potensial di Ekosistem Terumbu karang telah dilaksanakan di Pantai Karapyak, Jawa Barat pada bulan Maret 2014, dengan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah jenis, kelimpahan, distribusi ukuran Ekhinodermata, Ekhinodermata potensial dan juga mengetahui persentase penutupan Terumbu karang. Metode transek kuadrat digunakan untuk meneliti komunitas Ekhinodermata di perairan dan untuk mengetahui persentase penutupan Terumbu karang digunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Jumlah jenis yang ditemukan sebanyak 3 jenis, yaitu Diadema setosum, Holothuria atra dan Ophiocoma sclopendrina. Kelimpahan Ekhinodermata tertinggi adalah Ophiocoma sclopendrina (500 ind/100m2), distribusi ukuran Ekhinodermata terbanyak termasuk kategori dewasa, persentase penutupan Terumbu karang kategori pada kondisi rusak/buruk (6,5%) hingga sedang (28,6%). Potensi Ekhinodermata yang ditemukan adalah sebagai bahan pangan, hiasan dan ramuan racun ikan. | Echinoderms are one of the most abundant marine resources in Indonesia. Unfortunately their potential has not investigated yet, it is necessary to potential. Study on Potential of Echinoderms in the Coral reef Ecosystem carried out in Karapyak Beach, West Java in March 2014. The purpose of this study was to determine the number of species, abundance, size distribution, potential of Echinoderms and also determine the coverage percentage of Coral reef. Quadrat transect method was used to examine the Echinoderms community in water sand, Line Intercept Transect (LIT) method was used to determine the coverage percentage of Coral reef . three species were found, namely Diadema setosum, Holothuria atra and Ophiocoma sclopendrina. The highest abundance of Echinoderms was Ophiocoma sclopendrina (500ind/100m2), based on Echinoderms size distribution, most of Echinoderms most was classified as adult category, the coverage percentage pf Coral reef were categorized damaged/bad (6,5%) to moderate (28,6%). Potential of Echinoderms as food, ornament sand fish poison formula can be developed. | |
| 8667 | 9063 | E1A010167 | KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI CCTV DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENYEBABKAN LUKA (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR : 2040/Pid.B/2012/PN. JKT.PST.) | Proses pembuktian didalam persidangan diperlukan adanya suatu alat bukti baik didalam Pasal 184 KUHAP atau diluar KUHAP. Salah satunya dengan pengakuan alat bukti elektronik didalam hukum pidana Indonesia, alat bukti elektronik belum ada pengaturannya pada hukum acara pidana Indonesia tetapi telah ada pada Undang-UndangNo. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, walaupun tidak diterangkan secara jelas dimana pasal yang mengatur mengenai CCTV. Berdasarkan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menjelaskan mengenai perluasan alat bukti yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia. Namun, CCTV tidak dapat begitu saja diterapkan sebagai alat bukti yang sah karena harus memenuhi beberapa syarat-syarat yang dapat menjadikan sebuah alat bukti elektronik itu menjadi sah dimata hukum. Dalam proses pembuktian kasus tindak pidana kekerasan yang menyebabkan luka dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 2040/Pid.B/2012/PN.JKT.PST., terdapat sebuah alat bukti elektronik yakni rekaman video CCTV yang memuat kejadian yang terjadi. Menunjuk pada Putusan tersebut terdapat rekaman video CCTV yang menjadi alat bukti sah sesuai dengan pertimbangan hakim dan alat bukti sah lainnya, yaitu keterangan saksi. | The authentication of evidences are needed in the court for both inside or outside “ (regulation) Pasal 184 KUHAP”. One of the them is an electronic evidence in Indonesian criminal case. There is not a regulation law of this evidence, but it is stated on Indonesion Constitution (UU) No. 11 Year of 2008 about Information and Electronic Transaction. Based on “pasal” (regulation) 5 ayat 2 UU No 11 Year of 2008 about Information and Electronic Transaction explains about the broadening of legal evidence in Indonesia. However, CCTV can not be used as a legal eveidence without some terms and regulations of Indonesian Law. In the authentication process of violence caused injury criminal case in the final finding of State Court Number 2040/Pid.B/2012/PN.JKT.PST., stated that there is an electronic evidence of recorded CCTV. Considering to the final finding statement that there is a recorded CCTV as a legal eveidence considering to the Judge, the other legal evidence and the witness. | |
| 8668 | 10615 | E1A110012 | KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI KETERANGAN AHLI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 10/Pid.sus/2013/PN. Jbi) | Hukum Pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sedangkan hukum pidana formiil diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yurudis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriftif analitis, Sumber Data, Bahan hukum Primer, Sekunder dan tersier, Metode Analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif yaitu dengan menjabarkan data yang diperoleh berdasarkan norma-norma hukum atau kaidah yang relevan dengan pokok permasalahan. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara pada Putusan Nomor 10/Pid.sus/2013/PN. Jbi., adalah berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, keterangan saksi, keterangan ahli dan keterangan terdakwa serta adanya barang bukti yang mendukung dan berkesesuaian dengan alat-alat bukti. Kekuatan alat bukti keterangan ahli pada Putusan Nomor 10/Pid.sus/2013/PN. Jbi., memiliki kekuatan pembuktian sebagai alat bukti yang sah karena telah memenuhi syarat formil dan syarat materil, alat bukti keterangan ahli bersifat bebas, kekuatan pembuktian keterangan ahli sama dengan alat bukti yang sah dalam Pasal 184 KUHAP. Kata Kunci: Hukum Acara Pidana, Alat Bukti Keterangan Ahli. | Criminal law is part of public law. Criminal law is divided into two sections, material criminal law and formal criminal law. Material criminal law stipulated in the Criminal Justice Act (Criminal Code), whereas criminal law formal stipulated in the Code of Criminal Procedure (Code of Criminal Procedure). The method used in this research is normative juridical approach, specification of research is Prescriptive analytical research, Data Sources, Materials law Primary, Secondary and Tertiary, the analysis method used is qualitative normative analysis is to describe the data obtained by the norms laws or rules that is relevant to the subject matter. Basic considerations in deciding the case law judge in Decision No. 10 / Pid.sus / 2013 / PN. JBI., is a based on the facts revealed in court, witness testimony, the expert testimony and the testimony of the defendant and the existence of evidence that support and compatibility with evidence. The strength of evidence statements of experts in Decision No. 10 / Pid.sus / 2013 / PN. JBI. Has the strength of evidence as a tool valid evidence because it has met formal requirements and material requirements, the evidence is free expert testimony, expert testimony strength of evidence the same with valid evidence in Article 184 Criminal Procedure Code. Keywords: Criminal Procedure, Evidence Description Expert. | |
| 8669 | 9277 | G1B010028 | Studi Penggunaan Register Kohort Ibu Sebagai Upaya Deteksi Komplikasi Obstetri Oleh Bidan Desa Di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas | Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan bersalin, serta keadaan atau resiko yang dipunyai ibu. Berdasarkan survey pemdahuluan hanya 1 dari 5 bidan desa yang mengisi register kohort dengan lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan, pengetahuan, beban kerja, sikap dan motivasi bidan desa dalam mengunakan register kohort ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Informan utama yaitu bidan desa dan informan pendukung yaitu ibu hamil ANC ke bidan desa, bidan koordinator/puskesmas. Hasil penelitian menunjukan bidan desa sudah mengisi register kohort ibu namun ada bidan desa yang belum mengisi secara lengkap. Bidan desa sudah memahami register kohort ibu namun ada bidan desa yang belum memahami manfaat dan waktu pengisian register kohort ibu. Ada bidan desa merasa kurang senang dengan register kohort ibu dan merasa register kohort ibu menambah beban kerja. Hal yang memotivasi bidan desa dalam mengisi register kohort ibu yaitu manfaat dari register kohort ibu, keluarga, lingkungan kerja, penghargaan, supervisi dan pimpinan. Disarankan bidan desa perlu meningkatkan kelengkapan pengisian register kohort ibu. Bagi pihak puskesmas perlu adanya pengarahan tata cara pengisian pencatatan dan pelaporan register kohort ibu, penilaian beban kerja bidan desa, supervisi rutin dan pemberian penghargaan atas kinerja bidan desa. | The Register data are the source of cohort of service of pregnant women and maternity, as well as the State or risk to the mother. Based on studies of only 1 of 6 village midwives who fill the register with full cohort. The purpose of this research was to describe the use of the register as well as describe the knowledge capital cohort, workload, attitudes and motivation in the village midwife to use register cohort mother. Research methods using qualitative approach with selected informants based on purposive sampling technique. The main informant i.e. midwives and village support the informant expectant mothers who checked into the village midwife, midwives and midwife clinic Coordinator. Research results showed the village midwife already fill the register capital cohort but there is a village midwife who have yet to fill in completely. Village midwives already understand mother cohort but there are registers midwives who have not understood the benefits and charging time register cohort mother. There are village midwives feel less happy with the register the register and feel mother cohort cohort mother adds to the workload. Things that motivate the village midwife in charge register the benefit of mother cohort register cohort of mothers, families, work environment, respect, leadership and supervision. The village midwife suggested is necessary to increase the completeness of the register cohort charging mothers. On behalf of the public health need for briefing an Ordinance charging record-keeping and reporting of cohort register mother, an assessment of the workload of routine supervision of midwives, village, and the granting of awards for performance of midwives, village. | |
| 8670 | 9066 | E1A010031 | KETERANGAN SAKSI VIDEO CONFERENCE PADA KASUS CEBONGAN YOGYAKARTA (Tinjauan Yuridis Putusan No.48-K/PM II-11/AD/VI/2013) | Dewasa ini, teknologi berkembang sangat pesat dan mempengaruhi kehidupan manusia, termasuk dalam dunia hukum. Salah satu bentuk kecanggihan teknologi dalam bidang hukum adalah dalam proses pemeriksaan saksi yang menggunakan sarana video conference. Contoh kasus yang menggunakan video conference dalam pemeriksaan saksinya yaitu kasus penembakan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Yogyakarta. Sebenarnya masih terjadi perdebatan penggunaan video conference dalam pemeriksaan saksi pada kasus tersebut. Oleh karena itu penggunaan video conference sebagai sarana pemeriksaan saksi perlu dikaji di dalam hukum positif Indonesia. | These days, technology develops rapidly and iffluences human beings, including in the world of law. One of some modern tecnologies in the world of law is the process of witnesses investigation which uses video conference as the medium. The case example of using video conference in the medium. The case example of using video conference in the witnesses investigation is the case of shooting which happens in Cebongan Jail, Yogyakarta. Actually, there is still a debate about the use of video conference in investigating the witnesses in that case. Therefore, the use of video conference as a witnesses investigation medium needs to be reviewed in the Indonesian Positive Law. | |
| 8671 | 9065 | F1B008016 | KUALITAS PELAYANAN PADA PENGGUNAAN PROGRAM APLIKASI IZYLIB DI UPT PERPUSTAKAAN UNSOED PURWOKERTO | Ringkasan UPT Perpustakaan Unsoed merupakan salah satu organisasi publik yang memberikan pelayanan di bidang pendidikan dan informasi, Sebagai organisasi publik, UPT Perpustakaan Unsoed dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik sehingga kepuasan pengguna jasa dapat terpenuhi. Kualitas pelayanan tersebut dapat dilihat dari bukti fisik, tingkat keandalan, tingkat ketanggapan, tingkat empati, dan jaminan pelayanan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan UPT Perpustakaan Unsoed dan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan dalam program aplikasi Izylib di UPT Perpustakaan Unsoed. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan aksidental, sedangkan sasaran penelitiannya adalah para mahasiswa sebagai pengguna jasa UPT Perpustakaan Unsoed. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis survey dengan menggunakan perhitungan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Berdasarkan hasil analisis statistik distribusi frekuensi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan baik dengan pengguna aplikasi Izylib di UPT Perpustakaan Unsoed. 2. 80 % responden menyatakan bahwa bukti fisik yang dimiliki sudah lengkap atau kategori baik. 3. 57 % responden menyatakan bahwa tingkat keandalan izylib dalam kategori baik. 4. 40 % responden menyatakan bahwa tingkat ketanggapan izylib kurang baik. 5. 55 % responden menyatakan bahwa tingkat empati dalam kategori baik. 6. 70% responden menyatakan bahwa jaminan dalam kategori baik. Berdasarkan uraian diatas maka hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan adalah baik,dan program aplikasi izylib yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan semuanya terpenuhi. | Summary UPT : Unit Pelaksana Teknis (Operational Technical Unit) of Unsoed Library is one of the public organization that was given service on education and information, as supporter element for the operationalization of teaching and university research. As a public organization, UPT of Unsoed Library has responsibility to give a good quality service, so that satisfaction of user can be met. The quality service can be measured from tangibles, level of reliability, level of responsiveness, level of empathy, assurance and service procedure that were used. The purpose of this research were to know how quality service of UPT Unsoed Library and to know how the big quality service influence (together and partial) towards satisfaction of user. This research used a survey method, to support this method technique random sampling was applied, while target of research are member of UPT Unsoed Library. This research was analysis quantitative method, specially statistic descriptive.. The result of this research showed that: 1. Based on frekuences distribuition showed that there was a significant influence between quality service (together and partial) with the application Izylib of programme in UPT Unsoed Library. 2. 80 percent of respondent showed that tangibles on library have complete but less be adequate. 3. 57 percent of respondent showed that level of reliability was relatively good. 4. 40 percent of respondent showed that level of responsiveness was unfavourable. 5. 55 percent of respondent showed that level of empathy was relatively good. 6. 70 percent of respondent showed that assurance was relatively good. This research concluded that the quality service of UPT of Unsoed Library was relatively good, but satisfaction of user influenced by quality service altogether fullfiled. | |
| 8672 | 11486 | F1F009050 | AN ANALYSIS OF PRESUPPOSITION USED BY RED IN “THE SHAWSHANK REDEMPTION” MOVIE | Penelitian ini ditujukan untuk memaparkan tipe praanggapan yang digunakan oleh Red, karakter utama pembantu, di film The Shawshank Redemption dan untuk mengetahui pemicu pranggapan yang mengindikasikan keberadaan praanggapan itu dalam sebuah ujaran dan menggunakan metode deskriptif kualiatif karena datanya berbentuk kata tertulis dan peneliti mengklasifikasikan dan mendeskripsikan data. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari semua ujaran yang ada di film The Shawshank Redemption karya Frank Darabont. Data sekunder diambil dari skrip film The Shawshank Redemption dari dailyscript.com. Lalu, peneliti menganalisis ujaran tersebut berdasarkan teori dari Yule mengenai jenis praanggapan dan Levinson mengenai pemicu praanggapan. Hasilnya menunjukkan bahwa ditemukan 30 data yang merupakan praanggapan. Analisis tipe praanggapan menunjukkan bahwa peneliti menemukan enam tipe praanggapan yang digunakan di film The Shawshank Redemption: existential presupposition (8 data), factive presupposition (7 data), structural presupposition (5 data), lexical presupposition (8 data), non-factive presupposition (1 datum), and counterfactual presupposition (1 datum). Pemicu praanggapan yang menunjukan keberadaan praanggapan itu sendiri ditemukan 11 triggers: definite descriptions, factive verbs, implicative verbs, change of state verbs, verb of judging, expressions of repetition, expression of temporal relations, cleft sentences, non-restrictive relative clauses, counterfactual conditions and questions. Tidak ada data yang termasuk dalam stressed constituents and comparisons and contrast. | This research was conducted to find out the types of presupposition that is used by Red, the second main character, in The Shawshank Redemption movie and to find out presupposition trigger that indicates the existence of presupposition and used descriptive qualitative method since the data were in the form of written words and the researcher classified and described the data. This research used two kinds of data: primary and secondary data. Primary data were taken from all the utterances in The Shawshank Redemption movie by Frank Darabont. The secondary data were taken from movie script of The Shawshank Redemption movie by dailyscript.com. Then, the researcher analyzes the utterance based on Yule’s theory of types of presupposition and Levinson’s theory of presupposition trigger. The result shows that there are 30 data which belong to presupposition. The analysis of types of presupposition shows six types of presupposition used in The Shawshank Redemption movie: existential presupposition (8 data), factive presupposition (7 data), structural presupposition (5 data), lexical presupposition (8 data), non-factive presupposition (1 datum), and counterfactual presupposition (1 datum). The presupposition trigger to show the existence of presupposition are 11 triggers: definite descriptions, factive verbs, implicative verbs, change of state verbs, expressions of repetition, verb of judging, expression of temporal relations, cleft sentences, non-restrictive relative clauses, counterfactual conditions and questions. There are no data that belongs to stressed constituents and comparisons and contrasts. | |
| 8673 | 11718 | G1B008092 | EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMKA) BERDASARKAN METODE PIECES DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2014 | Evaluasi sistem informasi diperlukan untuk memperbaiki kualitasnya atau melakukan perubahan sesuai kebutuhan organisasi. Metode PIECES merupakan kerangka kerja untuk evaluasi sistem informasi yang mengevaluasi performa, informasi, aspek ekonomi, aspek keamanan, aspek efisiensi serta aspek pelayanan. Tujuan penelitian mengetahui evaluasi berdasarkan penampilan, informasi, aspek ekonomi, aspek keamanan, aspek efisiensi serta aspek pelayanan Jenis Penelitian adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif. Sebanyak 71,4% responden menilai aspek penampilan (performance) masuk pada kategori baik. Sebanyak 60,7% responden menilai aspek informasi/data (information/data) SIMKA masuk pada kategori baik. Sebanyak 53,6% responden menilai aspek aspek ekonomi (economic) SIMKA masuk pada masuk pada kategori tidak baik. Sebanyak 53,6% responden menilai aspek kontrol/ keamanan (control/security) SIMKA sudah baik. Sebanyak 57,1% responden menilai aspek efisiensi (efficiency) pada SIMKA sudah baik. Sebanyak 57,1% responden menilai aspek pelayanan (service) pada SIMKA masuk pada kategori tidak baik. Dinas perlu memberikan tambahan pengetahuan kepada pegawai terkait SIMKA. Puskesmas maupun Dinas harus meningkatkan anggaran alokasi khusus untuk perawatan SIMKA baik untuk software, hardware maupun sarana penunjang SIMKA lainnya.Dinas perlu bekerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini pengembang/vendor untuk mengembangkan aplikasi dengan meningkatkan sensitivitas software terhadap kesalahan-kesalahan baik pada saat meninput maupun mengouput data atau informasi, dan penambah menu bantuan/petunjuk pada aplikasi untuk mengetahui dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi. | Information system evaluation necessary to improve the quality or make changes according to the needs of the organization. A method of pieces is a framework for the evaluation of information system that evaluates the performance , information, the economic aspect, security aspects, the aspect of efficiency and the aspect of service. The purpose of research know evaluation based on appearance, information, the economic aspect, security aspects, the aspect of efficiency and the services the type of research is research descriptive evaluative with the approach of cross sectional with a method of quantitative research. As many as 71,4% of respondents felt aspect entered in the performance category either. As many as 60,7 % of respondents felt aspects information data SIMKA entrance on good category. As many as 53,6% of respondents felt the aspect of the economic aspect SIMKA enters at the entrance on the category of no good. As many as 53,6% of respondents felt aspect control/security SIMKA already good. As many as 57,1% of respondents felt efficiency aspects on SIMKA already good. As many as 57,1% of respondents felt aspects on SIMKA service entrance on the category of no good. The need to give additional knowledge related to officials SIMKA. The official and the Puskesmas have to increase the budget allocation for special treatment SIMKA good for software, hardware and facilities SIMKA. The official need to cooperate with third parties in this developer/vendor for developing applications software to improve sensitivity against mistakes and good at input/ouput data or information and adder a manual on aid-application to know and correct the mistakes happen. | |
| 8674 | 11064 | P2CB10007 | PENGARUH KUALITAS LAYANAN DALAM MEMBENTUK LOYALITAS PELANGGAN MELALUI KEPUASAN PELANGGAN JASA KERETA API PADA PT. KAI DAOP V PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dalam membentuk loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan jasa kereta api pada PT, KAI Daop V Purwokerto. Lokasi penelitian ini di Purwokerto. Populasi adalah seluruh pelanggan kereta api pada Daop V Purwokerto. Sampel adalah pelanggan kereta api yang telah menggunakan kereta api yang sama 2 kali atau lebih dalam satu tahun terakhir, dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitas. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) sebagian besar responden puas terhadap layanan PT. KAI Daop V Purwokerto; (2) Kualitas Layanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan pelanggan (3) Kualitas Layanan juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (4) Kepuasan Pelanggan berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas pelanggan. | This research is conducted to determine the influence of service quality to customer loyalty, through customer satisfaction at PT KAI Daop V Purwokerto. The research site is in Purwokerto. Population means all customer in Daop V Purwokerto. Sample means the customers who have been using the same train at least twice or more during the last year. Accidental sampling technique has been applied to gather the sample. The data is analysed using Structural Equation Modeling (ESM) which has been tested of its validity and reliability. From the research, we can conclude that: 1) most of the customers feels satisfied of the service of PT. KAI Daop V Purwokerto; 2) service quality has influenced significantly towards customers' satisfaction; 3) the customers' satisfaction is also influential in building customer loyalty. | |
| 8675 | 9067 | C1A009024 | PENGARUH TINGKAT INFLASI, BI RATE, KURS, DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2009-2013 | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tingkat Inflasi, BI Rate, Kurs, dan Jumlah Uang Beredar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2009-2013”. Adapun latar belakang penelitian ini adalah pergerakan IHSG yang tingkat volatilitasnya tinggi. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menjadi sangat penting bagi Indonesia karena IHSG merupakan salah satu cerminan perekonomian dan bagi investor untuk menentukan langkah berinvestasi. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tingkat inflasi, BI rate, kurs, dan jumlah uang beredar (jub) terhadap IHSG. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, Uji Asumsi klasik, dan Uji Statistik. Sebagai variabel dependen yang digunakan adalah (IHSG), dan sebagai variabel independen yaitu inflasi, BI rate, kurs, dan jumlah uang beredar (jub). Implikasi penelitian ini adalah Bank Indonesia sebagai otoritas moneter harus menjaga agar inflasi, BI rate, kurs dan jub tetap stabil yaitu dengan mengelola likuiditas pasar uang agar tetap terkendali sehingga tingkat inflasi dan jumlah uang beredar tetap pada angka yang ditargetkan sehingga dapat membantu para investor dalam menentukan sikap di pasar modal Indonesia. | The study is titled "the effect of the inflation, BI rate, exchange rate, and money supply to the Indonesian Composite Index (ICI) in Indonesia Stock Exchange (IDX) (2009-2013)". The background of this research is IDX high volatility. ICI is very important for Indonesia as a reflection of the economy and for investors to make a decision to invest. The purpose of this study was to examine the effect of the inflation rate, the BI rate, exchange rate, and money supply to ICI. The method used in this study is Multiple Linear Regression, Assuming classical Test, and Statistic Test.with dependent variable used the Indonesian Composite Index (ICI) and independent variables are the inflation, BI rate, exchange rate and, money supply. The implication of this study is the Bank Indonesia as the monetary authority should keep the stability the BI rate, exchange rate and money supply. With managing money market liquidity in order to keep under control so that the level of inflation rate and the money supply remains at a targeted rate that can assist investors in determining the stance of the Indonesian capital market. | |
| 8676 | 10616 | E1A011284 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENUMPANG YANG MENDERITA KERUGIAN AKIBAT DARI SUATU PERISTIWA KECELAKAAN DI PO TRIKUSUMA TRAVEL PURWOKERTO | Saat ini pengangkutan khususnya pengangkutan penumpang dilakukan oleh banyak pihak, salah satu di antaranya adalah PO Tri Kusuma Travel Purwokerto yang memberi pelayanan angkutan antar jemput yang trayeknya meliputi Purwokerto - Semarang, Purwoerto - Solo, Purwokerto - Yogyakarta, Purwokerto – Bandung. Dalam praktek masalah yang muncul penyebabnya bisa dari berbagai macam faktor, baik interen maupun eksteren. Peristiwa yang terjadi yang disebabkan oleh pihak eksteren pernah menimpa PO Tri Kusuma Travel Purwokerto kira-kira bulan Desember tahun 2013 yang mengakibatkan penumpangnya antara lain H. Ridwan, umur 63 tahun mengalami luka-luka. Pihak PO Tri Kusuma Travel Purwokerto telah menunjukkan tanggung jawabnya dengan memberi ganti rugi hanya sebanyak 5 juta rupiah untuk biaya pengobatan.Terkait dengan peristiwa yang terjadi di PO Tri Kusuma Purwokerto tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan permsalahan bagaimanakah perlindungan hukum bagi penumpang yang menderita kerugian akibat dari suatu peristiwa kecelakaan di PO Tri Kusuma Travel Purwoker Metode yang dipakai dalam hal ini adalah pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan yang menggunakan konsep legal positif. Konsep ini memandang hukum sebagai norma yang tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pajabat yang berwenang dan konsep yang melihat hukum sebagai sistim normatif yang otonom tertutup terlepas dari kehidupan dan mengabaikan norma selain norma hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum PO Trikusuma Travel Purwokerto terhadap penumpang yang menderita kerugian akibat dari suatu peristiwa kecelakaan adalah perlindungan terhadap haknya penumpang untuk mendapatkan tanggung jawabnya pengangkut dalam bentuk pembayaran ganti rugi. Adapun tanggung jawabnya PO Trikusuma Travel Purwokerto dalam bentuk pembayaran ganti rugi kepada penumpang yang menderita kerugian Bahwa PO Trikusuma Travel Purwokertyo sebagai pengangkut juga mengikuti program asuransi kecelakaan sebagai wujud tanggung jawabnya atas jaminan asuransi bagi penumpangnya yang menjadi korban kecelakaan. | Currently transport in particular the transport of passengers carried by many parties, one of which is PO Tri Kusuma Travel Purwokerto shuttle provides transportation services which includes route Purwokerto - Semarang, Purwoerto - Solo, Purwokerto - Yogyakarta, Purwokerto-Bandung. In practice can cause problems that arise from a variety of factors, both internal and eksteren. Events that occur are caused by the ever befall eksteren PO Tri Kusuma Purwokerto Travel approximately December of 2013 that resulted in passengers among others H. Ridwan, age 63 years were injured. Party PO Tri Kusuma Travel Purwokerto has demonstrated its responsibility to provide compensation only as much as 5 million dollars to the cost of related treatment with events that occur in the PO Tri Kusuma Purwokerto, the authors are interested in conducting research with issues how legal protection for passengers who suffer losses as a result of an accident at PO Tri Kusuma Travel Purwokerto The method used in this case is a normative juridical approach that uses the concept of positive legal. It saw the law as written norms are created and promulgated by the agency or authorized official and concepts see the law as an autonomous normative systems covered regardless of life and ignore the norms other than legal norms. The results showed that the legal protection PO Trikusuma Travel Purwokerto to passengers who suffer losses as a result of an accident is the protection of the rights of passengers to take responsibility carrier in the form of payment of compensation. The responsibility PO Trikusuma Travel Purwokerto in the form of payment of compensation to passengers who suffer losses that PO Trikusuma Travel Purwokertyo well as carrier accident insurance program as a form of responsibility for insurance cover for passengers who are victims of accidents. | |
| 8677 | 11063 | G1F007074 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN KOSMETIKA PEMUTIH WAJAH PADA SISWI SMA NEGERI DI KOTA TASIKMALAYA | Meluasnya pemakaian kosmetika akhir-akhir ini telah menyebabkan meningkatnya insidensi penyakit atau kelainan kulit akibat pemakaian kosmetika. Dengan adanya berbagai macam merek kosmetika pemutih yang beredar di pasaran telah menarik minat remaja putri untuk menggunakannya, maka mereka cenderung mencoba-coba dan berharap kulitnya menjadi putih dan cantik. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden remaja putri di SMA Negeri Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti. Kuesioner terdiri dari karakteristik responden, pengetahuan tentang kosmetika pemutih serta perilaku penggunaan kosmetika pemutih. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan uji korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Data hubungan variabel pengetahuan dengan variable perilaku penggunaan kosmetika pemutih dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan 68 responden yang mempunyai pengetahuan baik sebagian besar mempunyai perilaku cukup yaitu 53 orang (53,0%) dan pada 32 responden yang mempunyai pengetahuan buruk sebagian besar mempunyai perilaku cukup yaitu 28 orang (28,0%). Hasil uji korelasi dengan uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang sejalan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan kosmetika pemutih pada remaja putri SMA Negeri Kota Tasikmalaya (p≤0,001). Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengawasan dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan dan tenaga pendidik tentang penggunaan kosmetika pemutih untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam menggunakan kosmetika pemutih wajah. | Widespread use of cosmetics lately has led to increased incidence of diseases or disorders of the skin due to the use of cosmetics. The wide range of whitening cosmetics brands on the market has attracted young women to use it, then they tend to try and hope his skin became white and beautiful. The samples in this study were 100 respondents of senior high school girls in Tasikmalaya. This study used a cross-sectional method. Primary data were collected using a questionnaire designed by the researchers. The questionnaire consisted of the characteristics of the respondents, knowledge of cosmetic bleaching and whitening cosmetics usage behavior. Data were processed and analyzed descriptively and statistically. Validity and reliability of the questionnaire were done by Product Moment correlation and Cronbach Alpha. the relationship data between the knowledge and whitening cosmetic use behavior was analyzed using Chi Square The results showed 68 respondents who have a good knowledge largely behave well as many as 53 people (53.0%) and in 32 respondents who have poor knowledge largely behave well as many as 28 people (28.0%). The result of correlation test with Chi Square test showed there is a relationship between knowledge and whitening cosmetic use behavior in senior high school girls at Tasikmalaya (p = 0.000). Based on this research, the need for supervision and counseling by health workers and teachers about the use of whitening cosmetic to improve the understanding of the young women in using whitening cosmetics. | |
| 8678 | 9069 | C1A009089 | KELAYAKAN USAHATANI TEMBAKAU (Studi Kasus: Petani Tembakau Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung) | Penelitian ini berjudul “Kelayakan Usahatani Tembakau (Studi Kasus: Petani Tembakau Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani tembakau yang dijalankan petani tembakau Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung berdasarkan pertimbangan ekonominya. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Jumlah responden sebanyak 42 orang yang semuanya merupakan petani tembakau. Analisis yang digunakan adalah analisis kriteria kelayakan usaha yang meliputi Revenue Cost Ratio (RCR), Return On Investment (ROI), dan Break Even Point (BEP). Hasil dari analisis kriteria kelayakan usaha menunjukan bahwa usahatani tembakau layak dijalankan serta dikembangkan berdasarkan pertimbangan ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai RCR>1 dan besarnya nilai ROI>i (tingkat suku bunga yang berlaku). Dari Perhitungan BEP, secara keseluruhan usahatani tembakau sudah melewati titik BEP yang ditentukan sehingga usaha yang dijalankan tidak mengalami kerugian. Meskipun usaha yang dijalankan sudah memberikan keuntungan, petani diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari tembakau yang dihasilkan dengan cara mengoptimalkan setiap faktor produksi yang dimliki. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan yang diterima petani tembakau pada periode produksi selanjutnya. | This research is entitled “Validity of Tobacco Farming (Case study of Tobacco Farmer in Bonjor Village, Tretep District, Temanggung Regency)”. The aim of this research is to find out the validity of tobacco farming in Bonjor Village, Tretep District, Temanggung Regency that is based on its economic volume. The sampling method used is simple random sampling. There are 42 respondents who are tobacco farmers. The analysis uses economic criteria analysis which includes Revenue Cost Ratio (RCR), Return On Investment (ROI), and Break Even Point (BEP). The result of investment criteria calculation shows that tobacco farming is valid to run and develop based on economic volume. It can be proven by number of RCR>1 and ROI>i (rate of interest level which is valid). Calculation of BEP totally shows that tobacco farming has exceeded BEP value, so the farming does not get financial loss. Although the farming gets profit, the farmer would increase the quality and quantity of the production of tobacco by optimizing the production factors. It is aimed to increase tobacco farmer’s income and profit in the next period of production. | |
| 8679 | 9070 | C1L010052 | Shifting Management Evaluation Of PBB P2 As The Local Tax From Aspects Of PBB Administration System, Policies and SOP Service, Human Resources Expertise and SISMIOP | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pengalihan pengelolaan PBB P2 sebagai pajak daerah dari masing-masing aspek dan untuk mengetahui faktor yang menghambat pelaksanaan PBB P2. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder seperti wawancara mendalam, kuisioner, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dan untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat yang telah dicapai yaitu menggunakan valuation list. Hasil dari penelitian ini adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas sudah sangat siap untuk mengimplementasikan pengelolaan PBB P2 sebagai Pajak Daerah yaitu dengan presentase rata-rata sebesar 95%. Kendala utama yang menjadi penghambat dalam pengelolaan PBB P2 adalah Sistem Administrasi PBB dan Keahlian SDM. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas telah melakukan evaluasi dengan melakukan beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor yang menjadi penghambat. Implikasi dari penelitian ini yaitu Pemerintah Banyumas harus lebih memantapkan basis data PBB P2 khususnya pada bidang pendataan, perekrutan SDM baru dengan melakukan pendidikan, latihan dan pemagangan, untuk menambah personil dalam setiap aspek guna memperlancar proses kinerja. | The objective of this research is to analyze the readiness of implementation of Land and Building Tax Rural Urban Sector (PBB P2) shifting management as local tax from each aspect and to know about factors which become constraints in the implementation of PBB P2. The data used were primary and secondary data, collected through in depth interview, questionnaire, observation, library research and documentation. And to measure the level of preparedness was by using valuation list. The result show the Local Government of Banyumas Regency is ready to implement the management of PBB P2 as the Local Tax with average percentage of 95%. The main problems in the management of PBB P2 are the PBB Administration System and Human Resource. Local Government of Banyumas Regency has evaluated these problems by performing several strategies. The research implies that the local government should emphasize more on the data base of PBB P2 especially in data collection department, recruit new human resource, with providing education, training and internship, add personnel for each aspect in order to make the work process may run well. | |
| 8680 | 9072 | C1A010056 | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI KUBIS DID DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG | Penelitian ini berjudul, “Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi Usahatani Kubis Desa Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang”. Tujuan penelitian ini untuk (a) menganalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi yang berupa luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk dan pestisida terhadap hasil produksi kubis di Desa Gombong, (b) menganalisis besarnya tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi yang berupa luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk dan pestisida pada usahatani kubis di Desa Gombong, (c) menganalisis besarnya pendapatan usahatani kubis di Desa Gombong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling sehingga diperoleh 50 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analysis regresi linier berganda dengan fungsi produksi Cobb Douglas, analisis alokatif efisiensi penggunaan faktor produksi, analisis pendapatan dan analisis efisiensi ekonomis R/C rasio. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenga kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi kubis. Secara parsial faktor produksi luas lahan, pupuk dan tenaga kerja berpengaruh positif signifikan, sedangkan benih dan pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis. Faktor produksi benih dan pupuk menurut analisis efisiensi sudah efisien dalam alokasi penggunaannya, sedangkan faktor produksi luas lahan, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien dalam alokasi penggunaannya pada usahatani kubis Desa Gombong. Rata-rata pendapatan usahatani kubis Desa Gombong sebesar Rp 13.471.992,00 per 5078 m2 atau 0,51 ha selama satu musim tanam. Hasil dari analisis R/C rasio diperoleh nilai sebesar 2,3 yang artinya nilai R/C rasio > 1 sehingga rata-rata usahatani kubis Desa Gombong menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Implikasi dari penelitian ini adalah petani kubis perlu memperhatikan penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk dan tenaga kerja, karena faktor produksi tersebut secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis. Petani perlu melakukan penyesuaian penggunaan faktor produksi yang tidak efisien agar dapat mencapai penggunaan yang efisien dan perlu dilakukan penyuluhan dari dinas terkait tentang alokasi penggunaan faktor produksi usahatani kubis yang efisien. Selanjutnya usahatani kubis Desa Gombong perlu untuk tetap dijalankan, karena menguntungkan dan mengingat pertanian merupakan pendapatan utama masyarakat Desa Gombong. | This research is titled “Efficiency of The Production Factors use of Cabbage Farming in Gombong Village Belik Subdistrict Pemalang Regency”. The purpose of this research are (a) Find out the effect of the use of production factors, that are land wide, manpower, seeds, fertilize and pesticide to cabbage production in Gombong Village, (b) Determine the efficiency level of the use of production factors that are land wide, manpower, seeds, fertilize and pesticide to cabbage farming in Gombong Village, (c) Find out the income of cabbage farming in Gombong Village. Research method that utilized is survey method, and to determine the sample utilize stratified random sampling so obtained 50 respondents. Analysis method that utilized is multiple linier regression analysis with Cobb Douglas production fungtion, alocatif analysis of efficency of the production factors use, income analysis and economical eficiency analysis R/C ratio. The result of the research show that production factors land wide, seed, fertilize, pesticide and manpower simultaniously have significant effect to cabbage production. Partially, production factors land wide, fertilize, and manpower have a positive signifficant effect, whereas, seed and pesticide have not a signifficant effect to cabbage production. Production factors seed and fertilize according to eficiency analysis is efficient yet, whereas production factors land wide, pesticide, and manpower have not efficient in alocation of cabbage farming in Gombong Village. The income average of cabbage farming is Rp13.471.992,00 per 5078 m square or 0,51 hectare in one planting season. The result of R/C ratio is 2,3 it means R/C ratio < 1 so the average of cabbage farming in Gombong Village is profitable and worth to do. The implication of this research are cabbage farming should pay attention to using of land wide, fertilize and manpower because these variable partially have a signifficant effect to cabbage production. Farmer should adjust of use of production factors that not efficient so farmer can raise efficient use of production factors and goverment should give an information to all of farmers about effiency of production factors use. Then, cabbage farming in Gombong Village still need to do because its profitable and agriculture is main income of Gombong Village people. |