Artikel Ilmiah : F1G010034 a.n. NUR RAKHMAN WAHYU WIDODO
| NIM | F1G010034 |
|---|---|
| Namamhs | NUR RAKHMAN WAHYU WIDODO |
| Judul Artikel | PARTIKEL FATIS BAHASA JAWA DIALEK BANYUMASAN DI DESA KARANGKOBAR KECAMATAN KARANGKOBAR KABUPATEN BANJARNEGARA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Partikel Fatis Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara”. Masyarakat Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu masyarakat pengguna bahasa Jawa dialek Banyumasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud partikel fatis di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara dan mendeskripsikan distribusi dan fungsi partikel fatis dalam kalimat tunggal dan majemuk bahasa Jawa dialek Banyumasan di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang digunakan oleh masyarakat penutur bahaas Jawa dialek Banyumasan (BJDB) di Desa Karangkobar, Kecamatan karangkobar, Kabupaten Banjarnegara yang mengandung partikel fatis. Sumber data penelitian ini adalah kalimat-kalimat dalam ragam lisan yang digunakan oleh masyarakat penutur BJDB di Desa Karangkobar. Metode pengumpulan data penelitian ini yang pertama, metode cakap dengan teknik cakap beretemu muka. Kedua, metode simak dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, dan teknik simak bebas libat cakap. Ketiga, teknik rekam dan teknik catat. Sementara itu, metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding membedakan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dengan teknik balik dan teknik baca markah. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data partikel fatis BJDB di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara ditemukan 18 bentuk partikel fatis. Sementara itu, 18 partikel fatis tersebut dapat berdistribusi dalam kalimat tunggal dan mejemuk. Namun, suatu partikel fatis tidak selalu dapat menempati tiga distribusi sekaligus. Secara umum, partikel fatis dapat menempati distribusi di akhir kalimat. Makna partikel fatis tergantung pada kegramatikalan unsur-unsur yang membangun kalimat. Fungsi partikel fatis umumnya sebagai partikel penegas, tanya, dan pelunak. Partikel fatis hanya dapat mengisi fungsi keterangan dan pelengkap. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SUMMARY This research is entitled “Partikel Fatis Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Desa Karangkobar Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara”. The society in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency is one of societies that uses Javanese Language with Banyumasan Dialect. The purpose of this research is to describe the distribution and the function of phatic particle in Javanese simple sentences and complex sentences using Banyumas Dialect in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency. This research is descriptive qualitative research. The data are sentences containing phatic particle used by speech society Javanese Language with Banyumasan Dialect (JLBD) in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency. The source methods of data in this research is sentences in spoken language used by speech society JLBD in Karangkobar Village Administration. The way to collect data of this research is conducted through several methods. The first method used in the research is speaking method with face to face technique. The second one is listening method with tap technique, implicated listening technique, and free implicated listening technique. The third is recording technique and noting technique. Meanwhile, the method used in the analysis is equal method with classifying determined element technique and differently comparing relation technique. Besides that, this research also uses evenly distributing method with dividing element direct technique with reversing technique and markedly reading technique. Finally, the result method of analyzing data is formal and informal method. Based on the research and analysis on phatic particle JLBD in Karangkobar Village Administration, Karangkobar Sub district, Banjarnegara Regency, it is found that there are 18 phatic particles. Meanwhile, those 18 phatic particles are distributed in simple and complex sentences. However, a phatic particle may not always take place in three distributions at once. Generally, phatic particle can be positioned in the end of a sentence. The meanings of phatic particle depend on construction of grammar in a sentence. Phatic particle, commonly, is as explicit, questionable, or soft particle. Finally, phatic particle may only function as adverb or complement. |
| Kata kunci | bentuk, distribusi, partikel fatis, bahasa jawa |
| Pembimbing 1 | Ashari Hidayat, M.A. |
| Pembimbing 2 | Etin Pujihastuti, M. Pd |
| Pembimbing 3 | Dra. Dyah Wiyawati, M. Pd. |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 174 |
| Tgl. Entri | 2014-08-19 17:55:44.764186 |