Artikel Ilmiah : E1A007203 a.n. DHIMAS PANDU PUTRA
| NIM | E1A007203 |
|---|---|
| Namamhs | DHIMAS PANDU PUTRA |
| Judul Artikel | KEKUATAN PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM DALAM TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK KANDUNG (INCEST) (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/ 2009/PN. Bms) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kasus perkosaan terhadap anak kandung yang dilakukan oleh seorang bapak ternyata bukan hanya fenomena perkotaan, tapi juga fenomena kejahatan di daerah. Di Kabupaten Banyumas tepatnya di Desa Tanggeran RT 06 RW 01 Tuslam Turyadi melakukan perkosaan terhadap satu anak tirinya dan satu anak kandungnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis diperlukannya Visum et Repertum dalam tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung (Incest). Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui akibat hukum dari Putusan pemidanaan dalam dalam Putusan Nomor : 124/Pid.Sus/2009/PN.Bms. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa,diperlukannya Visum Et Repertum Dalam Tindak Pidana Perkosaan Terhadap Anak Kandung (Incest) pada dasarnya untuk membuktikan unsur “melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang orang lain” pada Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Keterangan saksi pada dasarnya kurang cukup untuk dapat memberikan keyakinan hakim bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan Incest terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Visum et Repertum dalam Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/ 2009/PN. Bms bukan alat bukti yang mempunyai kekuatan mengikat. Pada alat bukti surat ini tidak melekat kekuatan pembuktian yang mengikat. Nilai kekuatan pembuktian alat bukti surat sama halnya dengan nilai kekuatan pembuktian keterangan saksi dan alat bukti keterangan ahli, sama-sama mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang bersifat bebas. Dalam Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/ 2009/PN. Bms Visum et Repertum RSUD Banyumas No.440/1082/X/2009 dan visum et Repertum RSUD Banyumas No.440/1081/X/2009 yang masing-masing ditandatangani oleh dr.Amrizal, Sp.Og tanggal 7 Oktober 2009 dipertimbangkan oleh Majelis Hakim sebagai dasar untuk membuktikan adanya persetubuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cases of rape against children committed by a father turns out to be not just an urban phenomenon, but also the phenomenon of crime in the area. Banyumas Regency at Tanggeran Village RT 01 RW 06 Tuslam Turyadi do rape against one his stepdaughter and one his children. This research was conducted with the aim to analyse the need for Visum et Repertum in criminal acts of rape against children (Incest). In addition it is intended also to know the legal consequences of a criminal Verdict in the award number: 124/Pid. Sus/2009/PN.Bms. in order to achieve these goals then this research was conducted by using the juridical normative approach. Secondary Data are collected and then processed, presented, and analysed qualitatively with the presentation of narrative text data. Results of the study stated that, it needs Visum Et Repertum In criminal acts of Rape Against Children (Incest) basically to prove the element of "doing violence or threats of violence to force children perform coitus with him or with others" in section 81 subsection (1) of Act No. 23 of 2002 on child protection. Witnesses are essentially lacking enough confidence to give judges that the defendant has committed acts of Incest against a child as set forth in article 81, paragraph (1) of Act No. 23 of 2002 on child protection. Visum et Repertum award number: 124Pid. Sus 2009PN. Bms is not evidence, which has the force of law. On the evidence of these letters are not attached to the power of proof which is binding. Rating the strength of evidence proving the letter as well as the value of the strength of witnesses and proof evidence expert description, equally has the power of proof are free. The award number: 124Pid. 2009PN Sus. Visum et Repertum Bms HOSPITALS Banyumas No. visum et Repertum and 4401082X2009 HOSPITALS Banyumas No. 4401081X2009 who each signed by dr.Amrizal, SP. Og 7 October 2009 considered by Tribunal Judges as the basis to prove the existence of promiscuity as provided for in article 81, paragraph (1) of Act No. 23 of 2002 on child protection. |
| Kata kunci | Visum dan Incest |
| Pembimbing 1 | Dr. Hibnu Nugroho, S.H.,M.H. |
| Pembimbing 2 | Pranoto, S.H.,M.H. |
| Pembimbing 3 | Handri Wirastuti Sawitri, S.H.,M.H. |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2014-08-19 15:22:30.155437 |