Artikelilmiahs

Menampilkan 801-820 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
8016791F1G009051KONSEP KESEMPURNAAN HIDUP PRIYAYI JAWA
DALAM JALAN MENIKUNG: PARA PRIYAYI 2
KARYA UMAR KAYAM

Concept of Javanese Upper Class Life Perfection in Jalan Menikung by Umar Kayam
Penelitian ini berjudul “Konsep Kesempurnaan Hidup Priyayi Jawa dalam Jalan Menikung: Para Priyayi 2 karya Umar Kayam”.Novel karya Umar Kayam ini menceritakan tentang kehidupan sosial budaya masyarakat Jawa, khususnya tentang konsep kesempurnaan hidup priyayi Jawa.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep kesempurnaan hidup priyayi Jawa dalam “Jalan Menikung: Para Priyayi 2”.
Manfaat penelitian secara teoritis yaitu sebagai penerapan analisis sastra, terutama tentang antropologi sastra yang berhubungan dengan unsur pembangun karya sastra seperti latar dan penokohan. Manfaat praktis dalam penelitian ini adalah referensi untuk penelitian selanjutnya, terutama penelitian yang berfokus pada konsep kesempurnaan hidup priyayi Jawa serta menambah wawasan pengetahuan terhadap peneliti serta pembaca.
Metode yang digunakan untuk analisis adalah deskriptif analisis. Deskriptif analisis yaitu mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik karya fiksi, kemudian disusul dengan analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropologi sastra.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kesempurnaan hidup yang dimiliki priyayi Jawa dalam Jalan Menikung: Para Priyayi 2 yaitu turangga (tunggangan atau kendaraan), garwa (istri), kukila (kegemaran atau hobi), curiga (pusaka), wisma (rumah), serta ritual dan gaya hidup. Ada dua konsep kesempurnaan hidup yang dianut oleh tokoh-tokoh dalam cerita. Tokoh Harimurti dan Tommi merupakan tokoh yamg menganut konsep lama atau tradisional. Keduanya hanya meneruskan konsep yang sudah ada. Tokoh Eko dan Lantip merupakan tokoh yang menganut konsep kesempurnaan hidup baru. Konsep yang mereka anut menyimpang dari pakem lama, sehingga dikatakan “menikung”. Kedua tokoh ini mendukung gagasan utama novel Jalan Menikung: Para Priyayi 2.
The title of this research is “Konsep Kesempurnaan Hidup Priyayi Jawa dalam Jalan Menikung: Para Priyayi 2 karya Umar Kayam”. The novel written by Umar Kayam tells about the Javanese social culture life style, especially the concept of Javanese upper class life perfection. This research aimed to describe the concept of Javanese upper class life perfection written on the novel titeld “Konsep Kesempurnaan Hidup Priyayi Jawa dalam Jalan Menikung: Para Priyayi 2 karya Umar Kayam”
Teoritically, this research used as literature analysis application, especially literature anthropology related to the construction parts of literary work such as background and characterization meanwhile, the practical use of this research, being the next reference, especially the research focusing on the concept of Javanese upper class life perfection, also improving the knowledge of the reasercher and readers.
The analysis method of this research is descriptive analysis method. Descriptive analysis is method describing the internal part of a fictional work first, then it’s continued by analysis. This research uses literature anthropology approach.
The research result show that the concept of Javanese upper class life perfection written on “Jalan Menikung: Para Priyayi 2” are turangga (vehicles), garwa (wife), kukila (hobbies), curiga (weapon), wisma (house), ritual and life style. There are two concept of life perfection believed by the characters of the story. Harimurti and Tommi are the characters believing the traditional concept. They continue the existing concept. Meanwhile, Eko and Lantip are the characters who believe in a new life perfection. Their concept deviate from the ad rule, therefore it’s called a deviation. These two characters support the main idea of the novel Jalan Menikung: Para Priyayi 2 karya Umar Kayam”
8026796E1A006416Aspek Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam Perjanjian Kerja (Studi terhadap Pasal 55 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri) Salah satu cara mengurangi tindak kejahatan bagi tenaga kerja di Kabupaten Banyumas ialah dengan mewajibkan adanya perjanjian kerja kepada penyalur tenaga kerja Indonesia ke luar negeri baik Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas maupun Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Terkait dengan hak dan kewajiban, perjanjian kerja merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia. Tanpa perjanjian kerja, tenaga kerja di Kabupaten Banyumas akan memperoleh perlakuan cara kerja yang tidak manusiawi, salah satunya adalah bekerja lebih dari 12 Jam sehari.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Bahan hukum, Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Aspek Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam Perjanjian Kerja berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri di Kabupuaten Banyumas dilaksanakan dengan Melarang PJTKI menempatkan TKI yang tidak sesuai dengan pekerjaan sebagaimana dalam perjanjian kerja yang disepakati dan ditandatangani TKI yang bersangkutan, PJTKI dilarang menempatkan TKI pada jabatan selain jabatan yang tercantum dalam perjanjian kerja, PJKTI/PPTKIS di Kabupaten Banyumas wajib membuat dan menandatangani perjanjian penempatan dengan Calon TKI yang memenuhi syarat administrasi diketahui oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DINSOSNAKERTRANS) Kabupaten Banyumas.
One way of reducing crime for workers in Banyumas is by requiring the agreement to the Indonesian labor suppliers abroad either Social Affairs , Manpower and Transmigration Banyumas and Indonesian Manpower Services Company ( agency) . Related to the rights and obligations , employment agreement is a requirement that must be met by the Department of Social Welfare , Manpower and Manpower Services Company Indonesia. Without a labor agreement , labor in Banyumas will obtain treatment inhumane way of working , one of which is working over 12 hours a day .
The method used in this study is a normative juridical approach , the specification of research is the study Prescriptive , Source Material law , primary legal materials , secondary and tertiary , legal materials collection method in this study with an inventory of legislation , documentation and studies literature , methods of presentation of legal materials presented in the form of narrative text , and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model .
Aspects of Legal Protection of Indonesian Workers ( TKI ) in the Employment Agreement pursuant to Article 55 of Law Number 39 Year 2004 on the Placement and Protection of Indonesian Workers Abroad in Banyumas Kabupuaten conducted by recruitment agency placing Prohibit workers who do not fit the job as the work agreement agreed and signed by the concerned workers , recruitment agencies are prohibited from placing workers in positions other than positions listed in the employment agreement , PJKTI / PPTKIS in Banyumas district shall prepare and sign a placement agreement with workers who are eligible candidates known to the Social Service administration , Manpower and Transmigration ( Dinsosnakertrans ) Banyumas .
8036792C1C006055PENGARUH EARNINGS MANAGEMENT, REPUTASI UNDERWRITER DAN KINERJA PERUSAHAAN TERHADAP INITIAL RETURN PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN KEBIJAKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO)Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variabel secara simultan dan parsial manajemen laba, reputasi underwriter, return on investment, return on equity terhadap return saham awal.
Hipotesis ini pertama kali diusulkan, manajemen laba variabel, reputasi underwriter, return on investment, return on equity secara simultan mempengaruhi return saham awal. Kedua hipotesis kelima bahwa variabel manajemen laba, reputasi underwriter, return on investment, return on equity secara parsial berpengaruh terhadap return saham awal.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan variabel manajemen, reputasi underwriter, return on investment, return on equity secara simultan mempengaruhi return saham awal. Variabel reputasi underwriter dan laba atas investasi secara parsial berpengaruh terhadap return saham awal. Sedangkan variabel manajemen laba dan return on equity yang ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian saham awal.
The research objective was to determine the effect of partial variables simultaneously and earnings management, underwriter reputation, return on investment, return on equity on initial stock returns.
The hypothesis was first proposed, the variable earnings management, underwriter reputation, return on investment, return on equity simultaneously affect the initial stock returns. Second to fifth hypothesis that earnings management variables, underwriter reputation, return on investment, return on equity is partially an effect on the initial stock returns.
Based on the results of this study concluded that the earnings management variables, underwriter reputation, return on investment, return on equity simultaneously affect the initial stock returns. Underwriter reputation variables and the return on investment is partially an effect on the initial stock returns. While variable earnings management and return on equity were found not to have significant effect on the initial stock returns.
8046794P2AA11022PENGARUH EKSTRAK BAWANG TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET PISANG CAVENDISH DAN TOKSIN ASAM FUSARAT PENYEBAB LAYU FUSARIUMPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan planlet pisang Cavendish dan toksin asam fusarat penyebab layu fusarium. Planlet pisang Cavendish yang digunakan sebanyak empat puluh delapan planlet atau empat puluh delapan unit percobaan. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan factorial (4x4) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ektrak bawang merah (B0 = 0 ml/l; B1 = 10 ml/l; B2 = 20 ml/l dan B3 = 30 ml/l konsentrasi ekstrak bawang merah) dan faktor kedua konsentrasi asam fusarat (F0 = 0 mg/l; F1 = 60 mg/l; F2 = 80 mg/l dan F3 = 100 mg/l asam fusarat), sehingga terdapat 48 unit percobaan dan masing-masing unit terdiri atas 1 planlet pisang Cavendish. Pengamatan di lakukan selama 8 minggu. Parameter yang diamati adalah tinggi dan jumlah daun planlet pisang Cavendish, tingkat keparahan penyakit pada daun dan keparahan penyakit pada akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F (uji anova) dan uji lanjut dengan uji BNT pada tingkat kepercayaan 95 % (α = 5 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh yang nyata terhadap tinggi planlet Cavendish pada perlakuan pemberian ekstrak bawang merah 0 ml/l, 10 ml/l, 20 ml/l dan 30 ml/l, namun pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata pada jumlah daun pada perlakuan pemberian ekstrak bawang merah 10 ml/l pada minggu ke- 2 dan ke- 3. Perlakuan pemberian asam fusarat menujukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi dan jumlah daun pada planlet pisang Cavendish, semakin tinggi konsentrasi asam fusarat pertumbuhan planlet semakin terhambat dan jumlah daun semakin sedikit. Pemberian asam fusarat pada konsentrasi 60 mg/l, 80 mg/l, dan 100 mg/l meningkatkan keparahan penyakit baik pada daun maupun pada akar. semakin tinggi konsentrasi asam fusarat yang aplikasikan pada media semakin tinggi tingkat keparahan penyakit sehingga dapat menyebabkan kematian pada planlet pisang Cavendish.
This study aimed to assess the effect of shallot extract on the growth of Cavendish banana plantlets and toxin fusaric acid causes Fusarium wilt . Cavendish banana plantlets were used as much as forty- eight or forty- eight plantlets experimental unit . The design used was a randomized block design ( RBD) with factorial treatment ( 4x4 ) with three replications . The first factor is the concentration of shallot extract were ( B0 = 0 ml/l ; B1 = 10 ml/l, B2 = 20 ml/l and B3 = 30 ml/l concentration of shallot extract ) and the second factor fusaric acid concentration were ( F0 = 0 mg/l ; F1 = 60 mg/l ; F2 = 80 mg/l and F3 = 100 mg/l fusaric acid ) , so there are 48 experimental units and each unit consists of 1 Cavendish banana plantlets . Observations on doing for 8 weeks. Parameters measured were height and number of leaves Cavendish banana plantlets , the severity of disease and severity of disease on the leaves to the roots . Data were analyzed using the F test ( ANOVA test ) and test advanced by LSD test at 95% confidence level ( α = 5 % ) . The results showed that no significant effect on the treatment of high plantlets Cavendish shallot extract were 0 ml/l , 10 ml/l , 20 ml/l and 30 ml/l , but the shallot extract significant effect on the number of leaves on treatment of extract of red shallot 10 ml/l at week 2 and 3 . Provision of fusaric acid treatment showed significant effect on the height and number of leaves at the Cavendish banana plantlets , the higher the concentration of fusaric acid inhibited the growth of plantlets and leaves the less . Fusaric acid the treatment at a concentrations 60 mg/l , 80 mg/l , and 100 mg/l increase both disease severity on leaves and on roots . the higher the concentration of fusaric acid is applied to the media the higher the severity of the disease that can cause death in Cavendish banana plantlets.
8056795E1A006180PENIPUAN SYARAT PERKAWINAN SEBAGAI ALASAN PEMBATALAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto
Nomor 0829/Pdt.G/2012/PA.Pwt)
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim mengenai alasan pembatalan karena adanya unsure penipuan syarat perkawinan dalam memutus perkara nomor 0829/Pdt.G/2012/PA.Pwt. Karena dalam kasus tersebut telah terjadi penipuan syarat perkawinan yang dilakukan oleh termohon I dalam upayanya melangsungkan perkawinan dengan termohon II. Sebagaimana diketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial dan hidup bermasyarakat sudah menjadi kodrat manusia. Untuk meneruskan eksistensinya, manusia melangsungkan perkawinan agar memperoleh keturunan. Namun untuk memperoleh keabsahan dalam perkawinan dibutuhkan suatu lembaga resmi dan peraturan-peraturan. Keabsahan perkawinan terdiri dari berbagai macam syarat agar terciptanya ketertiban dalam perkawinan.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Yuridis Normatif, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Untuk menunjang penulisan, digunakan pendekatan masalah berupa pendekatan perundang-undangan dan pendekaan analisis. Bahan hukum diperoleh dengan cara metode kepustakaan dan metode dokumenter. Bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif yang diinterpretasikan dalam bentuk kualitatif. Analisis bahan hukum dalam penelitian ini akan menggunakan metode analisis logika deduktif dilengkapi dengan metode analisis normative kualitatif.
Hasil analisis Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya menyebutkan bahwa perkawinan para termohon dibatalkan karena adanya penipuan syarat perkawinan. Penipuan syarat perkawinan yang dilakukan oleh termohon I yaitu terikatnya dengan perkawinan sebelumnya dan dilanggarnya masa tunggu. Berdasarkan dua pelanggaran yang dilakukan oleh termohon I maka Hakim menetapkan pembatalan perkawinan terhadap perkawinan para termohon. Namun berdasarkan hasil penelitian, penulis menjumpai adanya ketidakcermatan Hakim dalam menerapkan peraturan perundang-undangan yang dijadikan sebagai tolak ukur untuk menetapkan putusan tersebut, hal inilah yang menjadikan penulis kurang sependapat dengan pertimbangan hokum Majelis Hakim.
ABSTRACT

This thesis aims to identify and analyze the legal reasoning the judge about the reasons for cancellation because of the terms of marriage fraud element in deciding the case number 0829/Pdt.G/2012/PA.Pwt . Because in such cases there has been a requirement of marriage fraud committed by the first respondent in its efforts to establish a second marriage with the defendant . As we know that human beings are social creatures and live in a society has become human nature . To continue its existence , humans hold marriage in order to obtain offspring . But to gain legitimacy in the institution of marriage requires a formal and regulations . The validity of the marriage consists of a variety of conditions in order to create order in the marriage .
The method used in this study are normative juridical , the research that focused on reviewing the application of the rules or norms of positive law . To support the writing , the approach used to approach the problem in the form of legislation and pendekaan analysis . Legal materials obtained by methods of literature and documentary methods . Legal materials presented in the form of narrative text that is interpreted in qualitative terms . Analysis of legal materials in this study will use deductive logic analysis method comes with a normative analysis of qualitative methods .
Judge the results of the analysis in consideration of marriage the law states that the defendant was canceled due to the conditions of marriage fraud . Terms of marriage fraud committed by the first respondent is bound by a previous marriage and a violation of the waiting period . Based on two violations committed by the first respondent Judge set the annulment of marriage against the defendant marriage . However, based on the results of the study , the authors find the Ketidakcermatan Judge in implementing legislation which is used as a benchmark to establish the decision , this is how the author disagrees with judges legal considerations .
8066797E1A008057Prosedur Izin Pembuatan Pembatas Kecepatan di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga Pemerintah daerah sebagai alat Administrasi Negara berhak membuat ketetapan dan keputusan sebagai bentuk campur tangan dalam kehidupan masyarakat. Bentuk ketetapan dan keputusan yang sering digunakan adalah perizinan. Pelaksanaan perizinan didasarkan pada Peraturan Daerah sebagai landasannya. Penyesuaian pembuatan pembatas kecepatan harus dilakukan oleh setiap orang/kelompok masyarakat yang akan mendirikan pembatas kecepatan karena memang peraturan perundang-undangan mengatur demikian.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Bahan hukum, Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Pelanggaran-pelanggaran yang tidak memakai prosedur Izin Pembuatan Pembatas Kecepatan yang dilakukan oleh pembuat pembatas baik perseorangan atau badan dapat dikenai sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh para pembuat pembatas tersebut. Sanksi terhadap pelanggaran Izin Pembuatan Pembatas Kecepatan tersebut dapat berupa pembekuan, pencabutan Izin Pembuatan Pembatas Kecepatan sampai pembongkaran pembatas. Pelaksanaan sanksi di dalam penegakkan hukum bagi pelanggaran-pelanggaran Izin Pembuatan Pembatas Kecepatan, sesuai dengan Pasal 39 Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan.
Local government as a tool of the State Administration reserves the right to make rules and decisions as a form of intervention in people's lives . Form of statutes and decisions often used is licensing . Implementation of licensing based on local regulation as its foundation . Adjustment of speed limiting manufacturing to be done by any person / group of people that will establish speed limiting because of legislation such set .
The method used in this study is a normative juridical approach , the specification of research is the study Prescriptive , Source Material law , primary legal materials , secondary and tertiary , legal materials collection method in this study with an inventory of legislation , documentation and studies literature , methods of presentation of legal materials presented in the form of narrative text , and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model .
The violations were not wearing Development Permit procedures performed by Speed ​​Delimiter delimiter makers either individuals or entities subject to sanctions in accordance with the violations committed by the makers of the barrier . Sanctions for violations of the Speed ​​Barrier Development Permit may be freezing , Manufacture License revocation until demolition Speed ​​Delimiter delimiter . Implementation of sanctions in the law enforcement for violations of permit Making Speed ​​Barrier , in accordance with Article 39 of the Decree of the Minister of Transportation No. 3 of 1994 on Control Tool and Road User Safety .
8076799C1B008028PENGARUH BUDAYA ORGANISASI KEPUASAN KERJA DAN
KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP INTENSI MENINGGALKAN ORGANISASI (STUDI PADA KARYAWAN GRAND PRIX DI PURWOKERTO)
Penelitian ini berjudul: PENGARUH BUDAYA ORGANISASI KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP INTENSI MENINGGALKAN ORGANISASI (STUDI PADA KARYAWAN GRAND PRIX DI PURWOKERTO). Tujuan penelitian adalah Untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap intensi meninggalkan organisasi. Juga untuk menganalisis variabel yang memberikan pengaruh paling besar diantara budaya organisasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap intensi meninggalkan organisasi.
Hipotesis yang diajukan adalah budaya organisasi mempunyai pengaruh negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi, kepuasan kerja mempunyai pengaruh negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi, komitmen organisasi mempunyai pengaruh negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi dan kepuasan kerja memberikan pengaruh paling besar terhadap intensi meninggalkan organisasi.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji F, uji t dan uji elastisitas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Budaya organisasi, Kepuasan kerja dan Komitmen organisasi berpengaruh negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi. Kepuasan kerja berpengaruh paling besar terhadap intensi meninggalkan organisasi dibanding budaya organisasi dan komitmen organisasi.
Implikasi dari penelitian ini adalah Intensi meninggalkan organisasi pada karyawan Grand Prix Purwokerto dapat terus ditekan menerapkan budaya organisasi, meningkatkan kepuasan kerja dan mengembangkan komitmen organisasi karyawan. Kepuasan kerja karyawan hendaknya mendapatkan perhatian lebih dari manajemen karena ini terbukti yang paling berpengaruh terhadap berkurangnya niat karyawan untuk meninggalkan organisasi.
The development of auto repair shops in Navan town during this more and more, giving rise to competition between the workshop. Grandprix workshop Purwokerto have a reliable workforce that is its advantage compared to other workshops. A great loss if the employee leaves the company. Companies must pay attention to organizational culture and employee satisfaction to improve employee morale and commitment to continue to join the company. The purpose of this study was to analyze the influence of organizational culture, job satisfaction and organizational commitment on intention to leave the organization and to analyze the variables that provide the greatest influence among organizational culture, job satisfaction and organizational commitment on intention to leave the organization.
This study was not conducted withdrawal sample (sampling), but by using saturated sample (census) the entire population sampled. Dalah analysis tools used multiple linear regression F test and t test and regression coefficient of elasticity calculations.
The results showed that the organizational culture, job satisfaction and organizational commitment negatively affect intention to leave the organization. Greatest influence job satisfaction on intentions to leave the organization than organizational culture and organizational commitment.
8086800F1D008048PERAN PEMERINTAH KOTA TEGAL DALAM MEREVITALISASI KESENIAN WAYANG GOLEK CEPAK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA TEGALPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah Kota Tegal dalam merevitalisasi kesenian wayang golek cepak sebagai identitas budaya Tegal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling.
Hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian ini adalah peran pemerintah Kota Tegal dalam merevitalisasi kesenian wayang golek cepak sebagai identitas budaya Tegal masih sangat kurang. Hal ini bisa dilihat dari belum adanya peraturan daerah yang khusus mengatur tentang pelestarian kesenian wayang golek cepak Tegalan sehingga birokrasi tidak menganggap hal ini sangat penting dan hanya memberikan anggaran dan bantuan sarana prasarana yang ala kadarnya saja untuk memperlihatkan bahwa pemerintah Kota Tegal ikut andil dalam pelestarian produk kebudayaan. Selain itu, ada pemahaman yang berbeda dalam memaknai pelestarian produk kebudayaan antara pelaku seni dan pemerintah serta kepentingan yang berbeda di antara kedua aktor tersebut. Oleh karena itu, jika pun pemerintah membantu dalam pelestarian budaya sebatas ala kadarnya sehingga para pelaku seni kemudian mencari jalannya sendiri untuk melestarikan wayang golek cepak karena kecintaan terhadap seni wayang golek cepak dan kepentingan para pelaku seni itu sendiri. Ini mengindikasikan bahwa para pelaku seni wayang golek cepak bisa mandiri tanpa bantuan pemerintah. Dalam pelestarian kebudayaan wayang golek cepak, ada faktor pendukung dan penghambatnya. Faktor pendukungnya antara lain: inovasi yang dilakukan para pelaku budaya dalam mengenalkan kesenian wayang terhadap generasi muda dan masih adanya penatah wayang yang membuat wayang golek cepak tegalan. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain keterbatasan anggaran pemerintah, terbatasnya jumlah pelaku seni wayang golek cepak, klaim kabupaten dan kota terkait dengan kepemilikan wayang golek cepak tegalan, kurang adanya dukungan masyarakat, terbatasnya ruang publik dan sulitnya mendapatkan bahan baku.

This study aims to describe the role of Government in the city of Tegal is revitalizing the art of wayang golek cepak puppets as Tegal cultural identity. Research methods used in this research is qualitative research methods by using a case study approach, sampling in this study using a purposive sampling technique and snowball sampling.
The Research and discussion of the results of this research is the role of Government in the city of Tegal is revitalizing the art of wayang golek cepak puppets as Tegal cultural identity is still very lacking. It can be seen from any local regulations that have not been specifically set about preserving the art of wayang golek cepak puppets Moor so that red tape does not consider it is very important and only give aid and infrastructure budgets are perfunctory to Tegal City Government shows that participate in the preservation of cultural products. In addition, there are different understandings in the preservation of cultural products between interpret the perpetrators of art and the Government as well as different interests between the two actors. Therefore, if any Government help in the preservation of culture was limited to perfunctory so that the perpetrators of art then find his way to preserve the wayang golek cepak puppets because of the love of the art of wayang golek cepak puppets and the interests of the perpetrator then seek his art to preserve the wayang golek cepak puppets because of the love of the art of wayang golek cepak puppets and the interests of the perpetrators of art itself. This indicates that the perpetrators of wayang golek cepak puppets art could be self-sustaining without government assistance. Cultural preservation in the wayang golek cepak puppets, there are supporters and penghambatnya. Supporting factors, among others: innovations that made the actors introduce culture in younger generations against the puppet and the puppet Carver still make wayang golek cepak puppets Moor. While the penghambatnya factor, among others, Government budget constraints, the limited number of perpetrators of wayang golek cepak puppets art, claims the County and cities associated with the ownership of the wayang golek cepak puppets Moor, lack of community support, the limited public spaces and the difficulty of getting raw materials.
8096801F1F007159DYSTHYMIA AND ITS EFFECTS TOWARD LAURA BROWN IN MICHAEL CUNNINGHAM’S THE HOURSDistimia adalah salah satu dari dua gangguan depresi. Distimia termasuk gangguan kronis karena terjadi sepanjang hari. Penderita distimia terkadang sulit terdeteksi karena penderita hanya terlihat seperti gangguan suasana hati (mood). Gejala distimia juga tidak separah depresi mayor tetapi gejala penyakit distimia bisa lebih lama. Setidaknya terdapat 6 gejala yang terlihat dari penderita distimia, yaitu: rendahnya selera makan atau terlalu banyak makan; insomnia atau terlalu banyak tidur; kelelahan; rendahnya kepercayaan diri; kekurangan konsentrasi; dan perasaan putus asa.

Penelitian ini memfokuskan pada sebab, gejala dan efek yang timbul dari dari salah satu tokoh utama dalam novel The Hours yaitu Laura Brown yang menderita gangguan depresi distimia. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penelitian ini menjelaskan fakta dan analisa sistematis dengan tujuan untuk mempermudah peneliti dalam menyimpulkan penelitian. Terdapat 4 langkah dalam menganalisa data, yaitu: mengumpulkan data; memilih data yang penting (reduksi data); menampilkan data; dan menarik kesimpulan.

Dari analisa data, peneliti, menemukan bahwa terdapat dua jenis sebab yaitu faktor sosial yang terbagi lagi menjadi dua yaitu Laura Brown terpaksa menikah dengan Dan dan tingkah laku Richie (anaknya yang berumur 3 tahun). Sedangkan karena sebab genetik hanya disebabkan oleh kepribadian & karakter Laura sendiri. Terdapat lima gejala distimia yang diderita Laura Brown, yaitu: insomnia; kelelahan; rendahnya kepercayaan diri; kekurangan konsentrasi; dan perasaan putus asa. Dan efek Laura Brown adalah pemikiran bunuh diri dan pergi meninggalkan keluarganya. Sedangkan efek untuk orang lain adalah mempengaruhi karya sastra Richie saat dia dewasa.
Dysthymia is one of two depressive disorders. Dysthymia includes chronic disorder because it occurs throughout the day. Patients of dysthymia sometimes feel difficult to notice because patients look like only having mood disorder. Dysthymia is also less severe symptoms of major depression , but the symptoms of the disease could last longer. At least there are 6 visible symptoms of dysthymia, such as low appetite or overeating; insomnia or hypersomnia; fatigue; low self-esteem; less concentration; and feelings of hopelessness .

This research focuses on the causes , symptoms and effects arising from one of the main characters in the novel, The Hours, Laura Brown, who is suffers from depressive disorders dysthymia. Researcher uses descriptive qualitative method for this study to explain the facts and systematic analysis. There are 4 steps in analyzing the data , they are: data collection; data reduction (choosing the most important data); data display; and data conclusion.

From the data analysis , the researcher found that there are two causes, they are social factors that are divided into two: Laura Brown was forced to marry Dan and Richie’s behavior (her 3-years-old son). While because of genetic is only because of Laura’s personality and character. There are five symptoms of Laura Brown’s dysthymia, they are: insomnia; fatigue; low self-esteem; less concentration; and feelings of hopelessness. And the effects toward Laura Brown are suicidal idea and escaping from her family. Whereas the effect for others is the influence of Richie’s (Laura Brown’s son) literary works when he was adult.
8106802E1A009153PERIZINAN USAHA TEMPAT INDEKOS DI KABUPATEN BANYUMAS (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG USAHA HOTEL DAN PENGINAPAN)ABSTRAK
Perizinan merupakan salah satu bentuk dari keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai pejabat Tata Usaha Negara.Perizinan adalah bentuk pelaksanaan fungsi pengaturan dan lebih bersifat suatu pengendalian yang dimiliki oleh pemerintah terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.Hal pokok pada izin bahwa suatu tindakan dilarang kecuali diperkenankan dengan tujuan dalam ketentuan-ketentuan yang bersangkutan dilakukan cara tertentu. Salah satunya dalam hal izin usaha tempat indekos.Pasal 1 angka 8 Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Usaha Hotel dan Penginapan bahwa Usaha tempat indekos adalah usaha penyediaan tempat tinggal bagi seseorang atau beberapa orang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan seluruh/sebagian rumah tinggal atau bangunan khusus untuk usaha tersebut.
Perizinan usaha tempat indekos harus memenuhi semua tahapan yang ada dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2009 tentang Usaha Hotel dan Penginapan. Apabila tahapan pertama tidak terpenuhi maka dalam hal permohonan izin tidak bisa dikabulkan. Selain itu, dalam perizinan usaha tempat indekos juga memiliki hambatan-hambatan normatif.

Kata Kunci: Perizinan,Peraturan Daerah,Usaha Tempat Indekos, Tempat indekos.

ABSTRACT
Licensing is one form of a decree issued by the government as the official Administrative Negara.Licensing is a form of implementation of regulatory functions and is more of a control which is owned by the government on the activities undertaken by the community. The primary issue in the permit that an action is prohibited unless permitted by a goal in the relevant provisions do certain way. One of them in terms of business license place number 8 indekos. Article 1 Banyumas Regency Regulation No. 3 of 2009 on Business Hotel and Lodging that business is an establishment where a boarding home for someone or some people in a certain period of time using all / most homes stay or a special building for the business.
Place of business licensing lodger must meet all of the stages that exist in Banyumas Regency Regulation No. 3 of 2009 on Business Hotel and Lodge. If the first stage is not met, then the case for a license can not be granted. In addition, the business licensing homestay place also has normative constraints.
Keywords: Licensing, Regulation, Business Place Homestays, The lodger.
8116836H1B009035KUASA DAN UKURAN UJI PADA MODEL REGRESI SEDERHANAKesimpulan mengenai parameter populasi yang ditarik dari data sampel dapat ditingkatkan menggunakan non-sample prior information (NSPI). Terdapat tiga uji terkait NSPI, yaitu unrestricted test (UT), restricted test (RT), dan pre-test test (PTT). Kuasa dan ukuran dari ketiga statistik uji tersebut dihitung dan digambarkan dengan software R. Berdasarkan hasil analisis grafik yang didukung dengan analisis analitik, maka NSPI menurunkan nilai kuasa dan ukuran uji RT dan PTT, sehingga PTT belum menjadi alternatif pemilihan uji.Inferences about population parameters are drawn from the sample data. They can be improved using non-sample prior information (NSPI). There are three tests related to NSPI, namely unrestricted test (UT), restricted test (RT), and pre-test test (PTT). Power and size tests are calculated and figured with R package. Based on the graphical analysis which is supported by analytical analysis, we conclude that NSPI reduce of the power and size of the tests (RT and PTT), so PTT have not been an alternative of the test.
8126803F1C006090KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS REMAJA di DESA KEBOCORAN KEC KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASMunculnya perilaku seks di kalangan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas dari pengaruh Era Globalisasi yang di anggap sebagai bentuk modernitas bagi sebagian remaja. Era Globalisasi telah berimbas pada keterbukaan informasi dengan ditandai semakin mudahnya orang mengakses berbagai informasi termasuk tentang seksologi sehingga berimplikasi pada terjadinya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Perilaku seks dapat menimbulkan serangkaian akibat seperti terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), penyakit kelamin termasuk AIDS. Percampuran budaya tersebut diperkuat dengan adanya informasi yang dapat di akses dengan mudah melalui berbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Adanya akses internet yang mudah juga merupakan faktor penunjang remaja Desa Kebocoran, Kec. Kedungbanteng untuk melakukan perilaku seks. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Terhadap Perilaku Seks Bebas Remaja di Desa Kebocoran Kec Kedungbanteng Kabupaten Banyumas”.
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian korelasional digunakan untuk meneliti hubungan diantara variabel-variabel, dan hubungan dari variabel-variabel itu disebut sebagai korelasi. Populasi sampel dalam penelitian ini remaja umur 15 – 19 tahun sebanyak 708. Tekhnik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling. Dari keseluruhan populasi ini diambil sampel dengan rumus slovin, dari perhitungan rumus slovin ini angka yang dihasilkan sebanyak 87, jadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner.
Hasil koefisien korelasinya sebesar -0,511 yang mengandung arti Hubungan yang sedang dan bernilai positif ini berarti semakin baik komunikasi orang tua dengan anak maka perilaku seks bebas remaja juga cenderung semakin menurun, dan sebaliknya.
The emergence of sexual behavior among teens is rampant these days is affected by the Globalization Era that is considered as a form of modernity for most teens . Era of Globalization has an impact on the disclosure of information to be marked more easily access a variety of information , including people on sexology so the implications for the occurrence of sexual behavior among adolescents . Sexual behavior can lead to such a result a series of unintended pregnancy ( KTD ) , sexually transmitted diseases including AIDS . Mixing of cultures is strengthened by the existence of information that can be accessed easily through a variety of print and electronic media . The existence of easy internet access is also a contributory factor Leakage village youth , district. Kedungbanteng to perform sexual behavior . This makes researchers interested in studying with the title " Communication With Parents Against Child Behavior Free Sex Teen in Village Leaks Kedungbanteng Banyumas district " .
Method in this research is correlational research with quantitative approach. Correlational studies are used to examine the relationship between the variables, and the relationship of these variables is referred to as correlation. The sample population in this study adolescents aged 15-19 years as much as 708. This research sampling techniques using purposive sampling. The overall population of the sample taken by the formula Slovin, Slovin formula of calculating the resulting numbers by 87, so the sample in this study were 87 respondents. Data collection techniques in this study using a questionnaire.
Results of the correlation coefficient of -0.511 which means the relationship is moderate and positive value means better communication with the parents the child's adolescent sexual behavior also tends to decrease, and vice versa.
8136804H1B009045Latis BooleLatis merupakan suatu himpunan tak kosong yang dilengkapi dengan dua operasi biner yang memenuhi sifat assosiatif, komutatif, absorpsi, dan setiap elemennya merupakan elemen idempoten serta dilengkapi dengan relasi urutan parsial. Skripsi ini mengkaji tentang pembentukan latis Boole dan sifat dasar pada latis Boole. Pembentukan latis Boole yang dikaji didasari oleh beberapa jenis latis yaitu latis terbatas, latis distributif dan latis berkomplemen. Latis terbatas merupakan suatu latis yang memiliki elemen zero dan elemen unit. Suatu latis yang operasinya bersifat distributif disebut latis distributif. Latis yang setiap elemennya memiliki komplemen yang tunggal disebut latis berkomplemen. Latis Boole merupakan suatu latis berkomplemen terbatas yang operasinya bersifat distributif. Pada latis Boole, terdapat beberapa sifat dasar diantaranya hukum De Morgan dan sifat dasar pada homomorfisme latis Boole.Lattice is a nonempty set with two binary operations and satisfy the properties associative, commutative, absorption and all element is idempotent, satisfy partial order relation. This thesis discuss about Boolean lattice’s form and basic properties of Boolean lattice. Boolean lattice’s form is based bounded lattice, distributive lattice and complementable lattice. Bounded lattice is lattice with a zero element and an unit element. Whereas, when the binary operations of lattice satisfy distributive properties, it called distributive lattice. Lattice that each element has a unique complement called compementable lattice. Boolean lattice is a bounded complementable lattice that is distributive. Boolean lattice satisfy some property such as De Morgan law and Boolean lattice homomorphism.
8146805F1F009065AN ANALYSIS OF THE PERSUASIVE TECHNIQUE USED IN THE MELBOURNE OFFICIAL VISITOR GUIDE (MOVG) ADVERTISEMENT
(A Study of Shopping Advertisements in MOVG Edition Autumn 2013)
Peneliti melaksanakan penelitian berjudul An Analysis of the Persuasive Technique Used in the Melbourne Official Visitor Guide (MOVG) Advertisement, (A Study of Shopping Advertisements in MOVG Edition Autumn 2013). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan penjelasan yang rinci mengenai teknik persuasif yang digunakan pada data yang terpilih. Penelitian ini difokuskan pada analisis teknik-teknik persuasif pada iklan. Penelitian ini terkait dengan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dan bagaimana seseorang memaknai pesan suatu bahasa.
Data dari penelitian ini adalah iklan-iklan MOVG yang diterbitkan pada musim gugur tahun 2013. Adapun data yang dipilih pada penelitian ini adalah semua pernyataan dari shopping advertisements yang mengandung banyak teknik persuasif dan cocok dengan teori yang digunakan oleh peneliti.
Setelah melakukan analisis, beberapa iklan menunjukkan lebih dari satu tipe teknik persuasif. Dari 19 iklan, terdapat 32 penggunaaan teknik persuasif. Tipe teknik persuasif yang muncul terbanyak adalah rationalization (10 iklan), dengan membuat pernyataan-pernyataan sebagai bukti dalam membenarkan kualitas produk. Kemudian diikuti dengan suggestion (9 iklan), dengan mengajak seseorang untuk menerima dan memberikan saran dengan kata-kata. Identification (5 iklan), dengan mengambil kondisi yang sama dan menganalisis latar belakang konsumen. Conformity (4 iklan), dengan memberikan pengaruh positif. Displacement (3 iklan), dengan menggantikan pandangan konsumen dari toko yang lain ke toko-toko yang diiklankan. Yang terakhir, compensation (1 iklan), dengan mempengaruhi seseorang agar mengganti produknya dan menunjukkan bahwa produk-produk yang diiklankan lebih baik dan dapat diterima.
The researcher conducted the analysis entitled an Analysis of the Persuasive Technique Used in the Melbourne Official Visitor Guide (MOVG) Advertisement, (A Study of Shopping Advertisements in MOVG Edition Autumn 2013). This aims to get an understanding and detailed explanation about the persuasive techniques used in the chosen data.This research focused on the analysis of the persuasive techniques in advertisement. It concerns with the language used for communication and how an addressee works in interpreting linguistic message. The data of this research are MOVG advertisements releases in autumn 2013. Meanwhile, the samples are all statements of shopping advertisements containing a lot of persuasive techniques and are suitable with the theory used by the researcher. After conducting the analysis, it showed there were several advertisements experiencing more than one type of persuasive techniques. From the 19 advertisements, there were 32 persuasive techniques in use. The most frequent type of persuasive technique is rationalization (10 advertisements). It is employed by making statements as a proof to justify the quality of products. Then, it is followed by suggestion (9 advertisements). It is used by directing people to accept and giving suggestions. Identification (5 advertisements), is used by taking same condition and analyzing consumers’ background. Conformity (4 advertisements), is employed by giving positive influence especially in consumers’ mind. Displacement (3 advertisements), is employed by displacing consumers’ mind from other galleries to the stores advertised in advertisements. Lastly, compensation (1 advertisement), is employed by influencing people to substitute and showing the advertised products are much better and acceptable.
8156806F1G007045PESAN MORAL DALAM NOVEL MUNAJAT CINTA 2 KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZYAbstrak
Penelitian yang berjudul “Pesan Moral dalam Novel Munajat Cinta 2 Karya Taufiqurrahman Al-Azizy” bertujuan untuk mendeskripsikan pesan moral. Selain itu, sebelum mendeskripsikan pesan moral, terlebih dahulu penelitian ini mendeskripsikan alur, tokoh, latar, dan tema yang terdapat dalam novel tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, metode yang digunakan metode deskriptif analitik dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta yang kemudian disusul dengan analisis, dan fokus penelitian ini adalah meneliti pesan moral melalui alur, tokoh, latar, dan tema.
Penulis menggunakan beberapa tahapan dalam melakukan penelitian. Tahapan penelitian tersebut adalah teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca, setelah itu mencatat bagian–bagian penting dari novel tersebut yang berhubungan dengan alur, tokoh, latar, dan tema, yang terdapat dalam novel tersebut.
Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis keempat unsur tersebut sebagai langkah awal penelitian ini. Setelah menganalisis alur, tokoh, latar, dan tema, selanjutnya penelitian ini akan menganalisis pesan moral yang terdapat dalam novel tersebut. Selanjutnya teknik yang ketiga adalah teknik penyajian data, yaitu bab I pendahuluan, bab II tinjauan pustaka, bab III metodologi penelitian, bab IV pembahasan alur, tokoh, latar, dan tema. bab V pembahasan pesan moral, bab VI kesimpulan.
Berdasarkan analisis unsur intrinsik yang penulis teliti, terdapat tema yang dijadikan sebagai dasar pengarang dalam membuat novel tersebut. Alur yang digunakan pada penelitian ini adalah alur awal, tengah, dan akhir. Tokoh utama dalam novel tersebut ada dua, sedangkan tokoh sederhana novel tersebut ada delapan. sedangkan latar pada umumnya terdapat di wonosobo di ,masjid,taman pasar. Tema yang terdapat dalam novel Munajat Cinta 2 adalah tema percintaan,keluarga dan agama,.
Pesan moral yang terdapat dalam novel Munajat Cinta 2 berhubungan dengan ketiga tema tersebut, yaitu permasalahan keluarga, percintaan dan permasalahan agama menjadi dasar dalam meneliti pesan moral
Abstact
The thesis which is titled “Pesan Moral dalam Novel Munajat Cinta 2 Karya Taufiqurrahman Al-Azizy” is to describe moral message. Beside that, before to describe moral message, first this thesis is describing plot, role, setting, and theme on that novel. This observation is descriptive observation and focus in moral message through, plot, role, setting, and theme.
The writer uses several step to do the observation. That steps are data collecting technique, data analizing technique and data display technique. Data collecting technique is riding technique, affter that write important part from the novel. Wich connect whit plot, role, setting, and theme, which include in the novel.
Data analize technique wich is used to analize that four of the part as first step in this observation. After analize plot, role, setting, and theme, next this observation will be analize message moral in the novel. The next, the third technique is data display technique such us chapter I is introduction, chapter II is study of literature, chapter III is observation metodology, chapter IV are study of plot, role, setting and theme, chapter V is study of message moral and the last chapter VI is consclusion.
Based an the analize of intrinsic part by the writer there is a theme which is used the as based the writer to write the novel. The plot which is used in this observation are first plot, middle and last plot. The main role in this novel are two, beside simple role in this novel are five. The common setting is in hospital, train and father’s house in Blora. The theme in Munajat Cinta 2 are family, religi and love.
The novel Munajat Cinta 2 moral message always related with that third theme, those are family problem love and religi problem being the background in observing moral message.
8166811H1F007070GEOLOGI DAN ANALISIS KARAKTERISTIK STRUKTUR GEOLOGI DAERAH SEMPOR DAN SEKITARNYA
KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN
JAWA TENGAH
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Sempor merupakan daerah yang berada di selatan Pulau Jawa yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi para pelaku dalam kegiatan ekplorasi di daerah tersebut.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan pengukuran penampang stratigrafi yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif.
Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 6 satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan 4 satuan batuan yang tiga diantaranya diendapkan di laut dalam dengan sistem pengendapan kipas bawah laut (sub marine fan) dan satu diantaranya diendapkan di laut dangkal. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar anjak, sesar mendatar dan antiklin dengan pemendekan regional berkisar 39,77% -42,66% dan kedalaman detachment berkisar 540 m – 8518,75m.

Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Sempor district is an area that located in southern of Java island that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology. That is why it becomes any challenge for explorer and practitioners in this area.
The nvestigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative.
Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 6 geomorphology units. Stratigraphy with 4 litology units, that 3 of them are deposited in submarine by submarine fan system and 1 of them is deposited in shallow marine. Geology structure of investigation area is thrust faut, transform fault and anticline with regional shortening is approximately 39,77% -42,66% and depth of detachment is approximately 540-8518,75m.

8176808C1C009080PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PEMAHAMAN SAP TERHADAP KETERANDALAN PELAPORAN KEUANGANPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pemahaman SAP Terhadap Keterandalan Pelaporan Keuangan (Studi Empiris Pada SKPD Kabupaten Purbalingga)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan pemahaman SAP terhadap keterandalan pelaporan keuangan. Penelitian ini menggunakan dua variabel penelitian, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen pada penelitian ini adalah kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan pemahaman SAP. Variabel dependen pada penelitian ini adalah keterandalan pelaporan keuangan. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer berupa data persepsi para pimpinan dan bagian keuangan pada 43 SKPD Kabupaten Purbalingga sebagai responden atas pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda menggunakan program SPSS 16 for Windows.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda, diperoleh hasil: (1) kapasitas sumber daya manusia tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan pelaporan keuangan, (2) pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan pelaporan keuangan, dan (3) pemahaman SAP berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan pelaporan keuangan,
This research is to analyze the influence of human resource capacity, the use of information technology and understanding SAP to reability financial reporting at SKPD of Purbalingga Regency. This research uses two variables, they are independent variables and dependent variable. Independent variables in this research are human resource capacity, the use of information technology and understanding SAP. While the dependent variable in this research is reability financial reporting.
The type of data in this research is primary data that sourced from the Leader and staff of financial department in 43 SKPD of Purbalingga regency as a respondent to the questions contained in the questionnaire. Analysis tools that used in this research is the multiple regression analysis using SPSS 16 for Windows Program.
Based on result of research and data analysis using multiple regression analysis it has got the conclusions: (1) the human resource capacity is not have a significant and a positive influence to reability government financial reporting, (2) the use of information technology is not have a significant and a positive influence to reability financial reporting, and (3) the understanding SAP have a significant and a positive influence to reability financial reporting.
8186809H1B009032METODE ASIMTOTIK UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN GERAKPersamaan gerak dapat diperoleh dari penurunan hukum Newton II dan hukum gravitasi Newton. Berdasarkan penurunan hukum Newton II dan hukum gravitasi Newton, persamaan gerak yang diperoleh berbentuk persamaan diferensial biasa non linier orde dua. Salah satu cara untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa non linier orde dua adalah menggunakan metode asimtotik, dimana penyelesaiannya berbentuk deret pangkat dalam . Pada penelitian ini, penyelesaian asimtotik untuk persamaan gerak adalah penyelesaian asimtotik orde ke-3.
Berdasarkan hasil simulasi, penyelesaian asimtotik orde ke-3 bergantung pada kecepatan awal. Semakin kecil kecepatan awal maka penyelesaian persamaan gerak adalah penyelesaian persamaan gerak vertikal ke atas. Sementara itu, semakin besar kecepatan awal maka penyelesaian persamaan gerak adalah penyelesaian persamaan gerak vertikal ke atas ditambah dengan suku orde ke-1, suku orde ke-2, dan suku orde orde ke-3 dari penyelesaian asimtotik.
Pada penelitian ini, penyelesaian persamaan gerak juga dilakukan secara numerik dengan metode Runge-Kutta untuk . Hasil perbandingan penyelesaian asimtotik dengan penyelesaian numerik menggunakan metode Runge-Kutta menunjukkan bahwa semakin kecil kecepatan awal maka penyelesaian asimtotik dan penyelesaian numerik menggunakan metode Runge-Kutta memiliki nilai penyelesaian yang sama.
A motion equation can be derived from Newton’s second law and Newton’s gravitational law. The motion equation which is obtained from Newton’s law and Newton’s gravitational law is the second order non linier ordinary differential equation. One of methods for solving the second order non linier ordinary differential equation is using asymptotic method that the solution of it is as a power series in the term of . In this research, the solution of motion equation is the third order solution of asymptotic method.
The third order solution of asypmtotic method is depend on the initial velocity based on the result of simulation. If the initial velocity value becomes smaller, then the solution of motion equation is the solution of vertically upward motion. Meanwhile, if the initial velocity value becomes greater, then the solution of motion equation is the solution of vertically upward motion with first order, second order, and the third order of asymptotic solution.
Furthermore in this research, the solution of motion equation was solved by using numerical method that is Runge-Kutta method for . Comparison from the solution of asymptotic method and Runge-Kutta method concludes that if the initial velocity value becomes smaller, then the both solution of asymptotic method and numerical method have a same solution.
8196810H1B009048KONSTANTA AJAIB PADA PELABELAN
TOTAL SISI AJAIB SUPER GRAF FIRECRACKER Fm,k
Misal G suatu graf dengan p titik dan q sisi. Pelabelan total sisi ajaib super pada graf G adalah suatu fungsi bijektif yang memetakan setiap titik dan sisi ke bilangan bulat positif dengan label titiknya merupakan bilangan bulat 1, 2, 3, . . ., p dan label sisinya merupakan bilangan bulat p+1, p+2, p+3, . . , p+q, sedemikian sehingga jumlah label setiap dua buah titik dan sisi yang bersisian dengan kedua titik tersebut adalah suatu konstanta c, selanjutnya c disebut konstanta ajaib. Graf yang dapat dilabeli secara total sisi ajaib super dinamakan graf total sisi ajaib super. Penelitian ini membahas tentang konstanta ajaib pada pelabelan total sisi ajaib super graf firecracker Fm,k. Hasil penelitian menunjukan bahwa konstanta ajaib pada pelabelan total sisi ajaib super graf firecracker Fm,k adalah c=k(5m/2)+1 untuk m bilangan genap dan c=k((5m-1)/2)+2 untuk m bilangan ganjil.Suppose G a graph with p vertices and q edges. The super edge magic total labeling on graph G is a bijective function that map each vertex and edge with the positive integers that for vertex label are integers 1, 2, 3,. . ., p and the edge label are integer p+1, p+2, p+3,. . , p+q, such that the number of labels every two vertex and an edge that incident with the two vertices is a c constant, then c is called the magic constant. Graph which can be labeled in super edge magic total labeling called the super edge magic total graph. This research discusses about the magic constants on the super edge magic total labeling of graph firecracker Fm,k. The results showed that the constant magic on the super edge magic total labeling of graph firecracker Fm,k is c=k(5m/2)+1 for m even number and c=k((5m-1)/2)+2 for m odd number.
8206812C1B008048PENGARUH DISTRIBUTIVE JUSTICE, PROCEDURAL JUSTICE DAN INTERACTIONAL JUSTICE TERHADAP KINERJA KARYAWAN RUMAH MAKAN PRINGJAJAR PEMALANG DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keadilan distributif , keadilan prosedural dan keadilan interaksional terhadap kinerja karyawan di Pringjajar Restaurant inPemalang dengan kepuasan kerja adalah mediasi jumlah variable.The responden yang diteliti adalah 52 karyawan . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan uji sobel .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keadilan distributif memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja , variabel keadilan prosedural memiliki dampak negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja , variabel keadilan interaksional memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja , variabel keadilan distributif memiliki negatif dan tidak signifikan berdampak pada kinerja karyawan , variabel keadilan prosedural memiliki dampak positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan , variabel keadilan interaksional memiliki dampak positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan , variabel kepuasan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan , variabel kepuasan kerja memiliki dampak variabel keadilan distributif dimediasi terhadap kinerja karyawan , variabel kepuasan kerja memiliki dimediasi prosedural keadilan variabel berdampak pada kinerja karyawan , variabel kepuasan kerja memiliki keadilan interaksional dampak variabel dimediasi terhadap kinerja karyawan
This study aimed to analyze the effect of distributive justice, procedural justice and interactional justice on the performance of employees at Pringjajar Restaurant inPemalang with job satisfaction are mediation variable.The number of respondents who researched was 52 employees. Data collection method used is by using questionnaires and analysis of the data used is multiple linear regression analysis and sobel test.
Research results show that the distributive justice variable has a positive and significant impact on job satisfaction, procedural justice variable has a negatively and not significantly impact on job satisfaction, interactional justice variable has a positive and significant impact on job satisfaction,distributive justice variable has a negatively and not significantly impact on employees performance, procedural justice variable has a positive and not significantly impact on employees performance, interactional justice variable has a positive and not significantly impact on employees performance, job satisfaction variable has a positive and significantly impact on employees performance, job satisfaction variable has a mediated distributive justice variable impact on employee performance,job satisfaction variable has a mediated procedural justice variable impact on employee performance, job satisfaction variable has a mediated interactional justice variable impact on employee performance