Artikelilmiahs

Menampilkan 821-840 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
8216813F1A008068PERBANDINGAN PARTISIPASI ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA LESMANA KECAMATAN AJIBARANG DAN KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARAPenelitian ini lebih jauh mengenai tingkat partisiasi orang tua di dalam Pendidikan Anak Usia Dini, sangat penting untuk dilakukan khususnya diwilayah Kecamatan Ajibarang yakni Desa Lesmana dan Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan partisipasi orang tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini pada masyarakat pedesaan yaitu di Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang dengan masyarakat kota di wilayah Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara.
Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara partisipasi orangtua di Desa Lesman Kecamatan Ajibarang dengan Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriftip kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa PAUD Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang berjumlah 38 responden yang tersebar dalam 2 PAUD dan Kelurahan Gerendeng Purwokerto Utara berjumlah 53 responden yang tersebar dalam 3 PAUD. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu teknik penentuan dengan seluruh populasi sebagai responden atau sampel (sugiono 2009), populasi yang ada dengan jumlah 91 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Pada penelitian ini, analisis data menggunakan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga thit adalah sebesar 2,142. Untuk menguji signifikan nilai tersebut harus dikonsultasikan pada tabel nilai-nilai distribusi t. Nilai ttabel dengan nilai df = 37 pada taraf signifikan 5% adalah 2,019. Jadi, nilai thit =2,142 di atas nilai ttabel = 2,019. Artinya, ada perbedaan yang signifikan antara partisipasi orangtua di Desa Lesman Kecamatan Ajibarang dengan Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara dinyatakan diterima. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari keikutsertaan, peran serta atau keterlibatan, proses atau alur tahapan program dan pengawasannya, mulai dari tahap sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian kegiatan dengan memberikan sumbangan tenaga, pikiran, atau dalam bentuk materil, dalam pendidikan anak usia dini di Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang dan Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara.
Kata kunci: partisipasi, orang tua, PAUD
This research is more about the level of parents participation in early childhood education, a very important thing to do especially in the region of Ajibarang District which is village of Lesmana and Grendeng Sub District in North Purwokerto.
The purpose of this research is to know the ratio of parents participation in early childhood education within rural society which is in village of Lesmana, Ajibarang Sub District; with city people in the region of Grendeng District, North Purwokerto Sub District.
The hypothesis of this research was that a significant difference existed between parents participation in village of Lesmana, Ajibarang Sub District with the region of Grendeng District, North Purwokerto Sub District.
This research is included as the kind of quantitative – descriptive research. The population in this reasearch was all parents of early childhood education children in village of Lesmana, Ajibarang Sub District, with the amount of respondents were 38 spread in two early childhood education and the region of Grendeng District, North Purwokerto Sub District with 53 respondents spread in three early childhood education. The sample – taking method in this research used the total sampling technic, which is a determination of whole population as respondents or sample (Sugiono 2009), the existed population was 91 respondents. The data collection method used in this research is questionnaire method. In this research, data analysis used the t test.
The result of this reasearch shows that the price of tcounted is 2,142. To test the significancy of that value should be consulted with the distributed values of t table. The value of ttable with value of df = 37 on a significancy level 5% is 2,109. So, the value of tcounted = 2,142 above the value of ttable = 2,109. It means that there is a significant difference between parents participation in village of Lesmana, Ajibarang Sub District with the region of Grendeng District, North Purwokerto Sub District, which is acceptable. That difference can be seen from the espousal, participation or involvement, process or the program stages groove and the supervision, start from the socialization level, planning, implementation, and preservation of the activity with giving contribution of energy, thought, or material form, in early childhood education in village of Lesmana, Ajibarang Sub District with the region of Grendeng District, North Purwokerto Sub District.
Keywords : participation, parents, early childhood education
8226911F1D006048KEPELOPORAN FORUM SLAMET DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA ERUPSI GUNUNG BERAPI DI KABUPATEN BANYUMASArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kepeloporan Forum Slamet dan faktor-faktor pendukung dan penghambat Forum Slamet dalam upaya pengurangan risiko bencana erupsi gunung berapi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, paradigma non positivism, khususnya konstruktivisme dan perspektif pascastrukturalime melalui pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini membuktikan jika Forum Slamet merupakan pelopor dalam pengarusutamaan isu penanggulangan bencana, khususnya bencana dari erupsi gunung berapi di Kabupaten Banyumas. Hal itu terlihat dengan jelas karena sebelum adanya Forum Slamet, belum ada lembaga yang secara khusus bergerak dan bertanggung jawab dalam upaya pengurangan risiko bencana di kawasan Gunung Slamet. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa kepeloporan Forum Slamet merupakan representasi gerakan sosial yang dilakukan oleh aliansi masyarakat karena tidak adanya kebijakan pemerintah daerah yang sesuai dalam pengarusutamaan isu penanggulangan bencana. Representasi gerakan sosial dari Forum Slamet tersebut terlihat dari keanggotaan di Forum Slamet yang berasal dari para pemangku kepentingan (Stakeholders), –baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah di sekitar kawasan Gunung Slamet. Hal tersebut merupakan salah satu strategi gerakan sosial yang dilakukan Forum Slamet dalam mendesak pemerintah daerah untuk membentuk sebuah regulasi dan/atau kebijakan yang jelas, memberikan perlindungan secara penuh kepada masyarakat, menginternalisasi upaya pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam rencana pembangunan daerah, serta membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam upaya pengurangan risiko bencana erupsi gunung berapi di Kabupaten Banyumas.This research-based paper aims to explaining and describing the pioneering Forums Slamet and what are the factors that encourage and inhibit Forum Slamet in disaster risk reduction volcanic eruption in Banyumas. This study uses a qualitative, non-positivism paradigm, particularly constructivism and pascastrukturalime perspective through a case study approach.The results of this study prove that Slamet Forum is a pioneer in mainstreaming disaster management issues, particularly catastrophic eruption of the volcano in Banyumas. It was seen clearly because prior to the Forum Slamet, no agency specifically engaged and responsible for disaster risk reduction efforts in the area of Mount Slamet.In addition, the results of this study also concluded that the pioneering Forums Slamet is a representation of social movements made by the alliance in the absence of appropriate government policies in mainstreaming disaster management issues. Representation of social movements can be seen from Slamet Forums Forums Slamet membership from stakeholders (stakeholders),-both governmental and non-governmental organizations around the area of Mount Slamet. This is one of the strategies of social movements performed Forum Slamet in urging governments to establish a regulatory and / or a clear policy, provide full protection to the people, internalize the disaster risk reduction (DRR) into the local development plan, as well as forming Regional Disaster Management Agency (BPBD) in disaster risk reduction volcanic eruption in Banyumas.

8236817C1C008112Pengaruh Sumber Daya Manusia Dan Pemanfaatan E-Government Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah BanyumasPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sumber daya manusia dan pemanfaatan e-government, dalam upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas dari pelaporan keuangan daerahnya. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan salah satu aspek penting dalam upaya mewujudkan visi dan misi dari suatu organisasi. Penerapan e-government sendiri merupakan wujud dari berkembangnya teknologi informasi yang ada saat ini. Dengan memaksimalkan kedua faktor tersebut diharapkan pemerintah dapat mengasilkan laporan keuangan yang lebih berkualitas.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan meregresikan kedua variabel bebas yang diteliti yaitu sdm dan pemanfaatan e-government terhadap variabel terikatnya yaitu kualitas pelaporan keuangan. Pengambilan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada kepala dan staff subbagian akuntansi di masing-masing SKPD. Jumlah sampel yang dijadikan responden dalam penelitian ini sebanyak 45 sampel.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai F sebesar 11,152 dimana hasil ini lebih besar daripada nilai F tabelnya yaitu 4,067 sehingga kedua variabel yang diteliti secara simultan berpengaruh terhadap kualitas pelaporan keuangan. Sedangkan untuk pengujian secara parsialnya diperoleh hasil sumber daya manusia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan pemerintah daerah dan e-government berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan daerah.
The background of this research based on the importance of human resources and e-government implementation in an attempt to increase the quality of the local government financial report. The quality of human resources is one of the most important way to achieve the goals of an organization and implementation of e-government is a form of development information technology in local government, by maximizing both of them we expected the local government financial report will be qualified.
Analytical techniques used in this research is multiple linear regression analysis that regressing the human resources and implementation of e-government as a independent variable against the quality of financial reporting as a dependent variable. Data collection is done by spreading the question sheet to accounting division in local government work unit. The number of samples in this research are 45 sample.
Based on the result, the value of F is 11,152 bigger than the value of F table, so both of the variable independent in this research is influential simultaneously to dependent variable. At the same time the result of partial test, only implementation of government that have significant influential to local government reporting quality.
8246818C1C008120PENGARUH KOMPETENSI DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(Survei pada Auditor Internal Bank yang Beroperasi di Wilayah Kota Purwokerto)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis signifikansi pengaruh kompetensi sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas audit serta untuk mengetahui dan menganalisis signifikansi pengaruh etika auditor dalam memoderasi hubungan antara kompetensi sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi informasi dengan kualitas audit.
Jenis penelitian ini adalah survei terhadap auditor internal bank yang beroperasi di wilayah Kota Purwokerto. Jumlah sampel penelitian ini adalah 43 responden yang ditentukan berdasarkan rumus Slovin, sedengankan teknik analisis yang digunakan adalah regresi moderasi. Berdasarkan hasil analisis regresi moderasi diperoleh nilai t hitung variabel kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, variabel moderasi_1 maupun nilai t hitung variabel moderasi_2 masing-masing lebih besar dari nilai t tabel. Dengan demikian, maka hipotesis pertama, kedua, ketiga dan keempat dapat diterima.
Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kompetensi sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, etika auditor memoderasi secara signifikan pengaruh kompetensi sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas audit pada perbankan yang beroperasi di wilayah Kota Purwokerto.
This research is entitled “The Effect of Competence and Utilization of Information Technology on Audit Quality with Auditor Ethics as Moderating Variable (Survey on Bank Internal Auditing Operates in Purwokerto City)”. The aims of research are to find out and to analyze the significant effect of human resources competency as well as utilization of information technology on audit quality, and so to find out and to analyze the moderating role of auditor ethics in the effect of human resources competency as well as utilization of information technology on audit quality.
The proposed hypotheses of research are:
1. Competence of human resources has significant effect on audit quality.
2. Utilization of information technology has significant effect on audit quality.
3. Auditor ethics moderates the effect of human resources competency on audit quality.
4. Auditor ethics moderates the effect of utilization of information technology on audit quality.
The method of research is survey with technique data analysis is moderated regression analysis. Based on the results of moderated regression analysis, it has got the t statistic value of human resources competency as well as utilization of information technology each is greater than the value of ttable, t statistic value of first moderating as well as second moderating variable each is greater than the value of ttable. Therefore, the first, second, third and fourth hypotheses can be accepted.
Based on the result of data analysis, it can be concluded that competence of human resources as well as utilization of information technology have significant effect on audit quality, and so the auditor ethics significantly moderates the effect of human resources competency as well as utilization of information technology on audit quality.
Based on the conclusions, then can be implied that the management of banks operating in Purwokerto city need to improve the intelligence capabilities, the ability to create a good imagination skill, to create the creative attitude and innovation, implementing the system-based organizations working on the optimal use of information technology, creating a work culture that supports improved attitudes and behavior ethic of the employees, especially the internal auditors.
8256820C1A009063EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI
SALAK PONDOH DI DESA GRIPIT KECAMATAN BANJARMANGU
KABUPATEN BANJARNEGARA
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Salak Pondoh”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi yakni bibit, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi salak pondoh di Desa Gripit serta untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi tersebut terhadap produksi salak pondoh di Desa Gripit Kecamatan banjarmangu Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan menggunakan analisis data primer. Data diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuisioner. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sample. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Logaritma Natural Berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan Uji t dan secara bersama-sama menggunakan Uji F. Untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini di gunakan Uji Multikolinearitas, Uji Autokorelasi, Uji Heteroskedastisitas. Untuk mengetahui tingkat Efisiensi menggunakan Pengujian Efisiensi Alokatif.
Berdasarkan hasil perhitungan Uji F dapat diketahui bahwa variabel Bibit, Tenaga kerja, dan Pupuk secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi salak pondoh di Desa Gripit. Sedangkan berdasarkan Uji t dapat diketahui bahwa variabel Bibit dan Pupuk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani salak pondoh di Desa Gripitp, namun variabel Tenaga kerjaa tidak berpengaruh signifikan. Variabel Tenaga Kerja merupakan variabel yang tidak efisien terhadap hasil produksi salak pondoh di Desa Gripit menurut hasil perhitungan Pengujian Efisiensi Alokatif. Sedangkan secara keseluruhan penggunaan variabel Bibit, Tenaga Kerja, dan pupuk sudah efisien terhadap produksi salak pondoh di Desa Gripit.
Implikasi dari penelitian ini adalah para petani salak pondoh perlu memperhatikan faktor bibit dan pupuk dalam proses produksi usahatani salak pondoh. Karena variabel bibit dan pupuk merupakan variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan produksi usahatani salak pondoh. Hal yang perlu dilakukan oleh para petani untuk meningkatkan produksi salak pondoh yaitu dengan menambah penggunaan bibit dan pupuk serta melakukan pemilihan bibit dan pupuk yang berkualitas. Mengingat faktor produksi tenaga kerja yang belum efisien. Maka para petani salak pondoh perlu menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan luas lahan yang digunakan agar penggunaan faktor produksi tenaga kerja efisien.
SUMMARY

The title of this research is “The Efficiency of the Production Factor Usage of Salak Pondoh Farm Business.” The purpose of this research is to find out the effect of the production factor usage that is seed, employees, and fertilizer to the production of Salak Pondoh in the Gripit Village and to find out the efficiency level of production factor usage to the production of Salak Pondoh in the Gripit Village in Sub district of Banjarmangu in the Banjarnegara Regency.
This research was conducted by using the method of survey and by using the primary data analysis. The Data was obtained from the result of interview and questioner distribution. Technique of sample determination that is used in this research is the Simple Random sample. Analysis device used the Double Natural Logarithm Regression by using the model of statistic for the test of partial by using the test t and the jointly testing used the test f. To find out the deviation classical assumption it used Multicollinearity test, Autocorrelation test,Heteroscedasticity test. To find out the efficiency level it used the test of Allocative Efficiency.
Based on the result of the test F calculation it can be seen that variable of seed, employees, and fertilizer together give the significant effect to the production of Salak Pondoh in the Gripit Village. And based on test t it can be seen that variable of Seed and Fertilizer partially give the significant effect to the Salak Pondoh farming production in the Gripit Village, but variable of employees does not give the significant effect. Variable of employees is not effective variable for the production result of Salak Pondoh in the Gripit Village according to the calculation of Allocative Efficiency testing. Andoverall the usage of seed variable, Employees, and Fertilizer are had been efficient enough to the production of Salak Pondoh in the Gripit Village.
Implication from this research that the farmers of Salak Pondoh need to concern to the factor of seed and fertilizer in the production process of the Salak Pondoh farming. Because variable of seed and fertilizer is the variable that give the significant effect to the enhancement of the salak pondoh farming production. The things that needs to be conducted by farmers to increase the production of Salak Pondoh is by adding the usage of seed and fertilizer and doing the selection of qualified seed and fertilizer. Because the production factor that has not being efficient, so the farmers of Salak Pondoh need to adapt with the number of employees and land area that are used in order to the usage of the production factor is being efficient.
8266819H1B009028ANALISIS STABILITAS DAN OPTIMAL KONTROL PADA MODEL PENYEBARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DENGAN VAKSINASIPenyebaran TBC (Tuberculosis) dapat dikontrol dengan pemberian vaksin, seperti BCG (Bacille Calmette Guarin) kepada populasi yang rentan. Pada penelitian ini, sebuah model matematika dari penyebaran dan kontrol dipelajari. Model ini merupakan pengembangan dari model SIR (Susceptible-Infectious-Recovery) dengan menambahkan parameter kontrol u yang merupakan efektifitas dari vaksin yang diberikan. Kontrol bertujuan untuk memaksimalkan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi rentan pada setiap waktu meningkat seiring dengan meningkatnya efektivitas dari vaksin.The spread of TBC (Tuberculosis) maybe controled by giving a vaccine such as BCG (Bacille Calmette Guarin) to susceptible population. In this research a mathematical model of disease spread and control of TBC is studied. The model is an extansion of SIR (Susceptible-Infectious-Recovery) model by introducing a control parameter u which is the effectiveness of the given vaccine. The objective the control is to maximize . The result of study show that the number of susceptible in any time is increasing by the increase of the effectiveness of the vaccine.
8276790E1A006162KEWENANGAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENERBITKAN AKTA KELAHIRAN
(Studi Kewenangan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Paska Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013)
KEWENANGAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENERBITKAN AKTA KELAHIRAN
(Studi Kewenangan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Paska Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013)”
Oleh :
FAJAR IRWANSYAH
E1A006162

ABSTRAK

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan dan hambatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas dalam menerbitkan akta kelahiran di Kabupaten Banyumas paska Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013.
Diterbitkannya Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013 terdapat perubahan kewenangan dalam menerbitkan akta kelahiran yang melebihi 60 hari sampai dengan 1 tahun, hal ini terbukti dengan adanya pengajuan Legal Standing, yang dalam permohonannya berisi tentang pengujian Pasal 32 ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan terhadap Undang – undang Dasar 1945.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu metode yang menggunakan pendekatan perindang-undangan dan metode pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode interpretasi
Hasil penelitian menyatakan bahwa, Penerbitan akta kelahiran di Kabupaten Banyumas mengenai akta yang terlambat 61 hari sampai 1 tahun sebelum adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013 menjadi kewenangan Dinas Kependudukan dan Catatan sipil tetapi harus melalui penetapan dari Pengadilan Negeri terlebih dahulu, sedangkan paska Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XI/2013, kewenangan penerbitan akta yang telat 61 hari sampai 1 tahun tetap menjadi kewenangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, tetapi tanpa harus di dahului penetapan Pengadilan Negeri.
Hambatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas dalam menerbitkan akta kelahiran adalah menumpuknya berkas permohonan yang diajukan masyarakat, sedangkan sarana dan prasarana kurang memadai untuk mendukung kualitas kerja dan pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil Kabupaten Banyumas.










Kata kunci : Kewenangan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Penerbitan akta kelahiran, Hambatan.
AUTHORITY DEPARTMENT OF POPULATION AND CIVIL DISTRICT NOTES BIRTH CERTIFICATE ISSUE IN BANYUMAS
(Authority of the Department of Population Studies and Post-Civil Constitutional Court Decision No. 18/PUU-XI/2013)
by:
FAJAR IRWANSYAH
E1A006162

ABSTRACT


This thesis aims to determine the powers and constraints of Population and Civil Registration Banyumas in issuing birth certificates in Banyumas post Constitutional Court Decision No. 18/PUU-XI/2013.
The publication of the Constitutional Court Decision No. 18/PUU-XI/2013 there is a change of authority in issuing birth certificates in excess of 60 days to 1 year, this is evidenced by the filing of the Legal Standing, that the petition contains the test of Article 32 paragraph 2 of UU No. 23 of 2006 concerning Population Administration of the Act 1945.
The method used in this study is a normative juridical, a method that uses shade-invitation approach and the case method approach. The analytical method used was qualitative interpretation using.
The study states that, issuance of birth certificates in the certificate that Banyumas late 61 days to 1 year before the Constitutional Court Decision No. 18/PUU-XI/2013 the authority of the Department of Population and civilians but to go through the General Court decision in advance, while the post-Constitutional Court Decision No. 18/PUU-XI/2013, certificate issuing authority is late 61 days to 1 year remains under the authority of the Department of Population and Civil Registry, but without having preceded the determination of the District Court.
Barriers of Population and Civil Registration Banyumas in issuing birth certificates are stacked files petition filed communities, while the infrastructure is inadequate to support the quality of work and service of the Office of Population and Civil calendar notes Banyumas.













Keywords: Authority, Office of Civil Registration, Issuance of birth certificates, Barriers.
8286821H1B009053KEPLANARAN DAN CONNECTIVITY PADA GRAF FULLERENEGraf Fullerene adalah graf terhubung, reguler berderajat 3 yang mempunyai face berbentuk pentagonal dan face lainnya berbentuk heksagonal. Graf Fullerene memiliki jumlah titik n, n ≥ 20, n ≠ 22, n adalah bilangan genap. Pada skripsi ini dibahas sifat-sifat dasar pada graf Fullerene yaitu mengenai keplanaran, vertex connectivity, dan cyclic edge connectivity. Suatu graf dikatakan planar jika graf tersebut dapat digambarkan di bidang datar sedemikian sehingga sisi-sisinya tidak ada yang saling berpotongan. Vertex connectivity adalah minimal banyaknya titik yang dihapus dari suatu graf terhubung sedemikian sehingga graf menjadi tidak terhubung. Suatu graf adalah cyclic edge connectivity jika terdapat minimal sisi yang harus dihapus dari suatu graf terhubung sedemikian sehingga graf terbagi menjadi dua komponen yang setiap komponennya memuat sikel. Graf Fullerene adalah graf planar dan mempunyai vertex connectivity sebanyak 3. Cyclic edge connectivity dari graf Fullerene adalah 5.A Fullerene graph is connected graph, regular of degree 3 have pentagonal face and other hexagonal face. Fullerene graph has n vertices, n ≥ 20, n ≠ 22, n is odd number. In this research it is studied the properties of the Fullerene graph is about planarity, vertex connectivity, cyclic edge connectivity. A graph is said to be planar if the graph can be drawn in the plane so that no sides are intersecting. Vertex connectivity is the minimum number of points are removed from a connected graph so that the graph becomes not connected. A graf is cyclic edge connected if at least edges must be removed to disconnect it into two components that each contains cycle. Fullerene graph is a planar graph has a vertex connectivity of Fullerene graph is 3. Cyclic edge connectivity of fullerene graphs is 5.
8296822E1A008225PERAN KOPASSUS DALAM MENJAGA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 34 TAHUN 2004 TENTANG TENTARA NASIONAL INDONESIANegara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik yang merupakan negara hukum dan terdiri dari beribu-ribu pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai macam ancaman dari dalam maupun luar negeri, maka perlu adanya lembaga yang bertugas menjaga kedaulatan negara tersebut. Tentara Nasional Indonesia merupakan lembaga negara yang berfungsi sebagai alat pertahanan negara berdasarkan UUD 1945. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menjaga kedaulatan NKRI, negara mengaturnya dalam Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia. Dalam perkembangannya sampai saat ini banyak gerakan-gerakan kelompok tertentu yang ingin memisahkan diri dari NKRI yang mengancam kedaulatan bangsa. Dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia membentuk satuan khusus untuk mengatasi ancaman tersebut. Kopassus merupakan bagian integral dari TNI Angkatan Darat yang bertugas untuk melaksanakan operasi khusus yang ditujukan terhadap sasaran yang bersifat strategis dan terpilih. Kopassus memiliki fungsi untuk penanganan aksi terorisme, sabotase, pembebasan sandera, mengatasi pergerakan separatis, dan pengumpulan informasi intelijen dalam rangka mendukung tugas pokok Tentara Nasional Indonesi
Unitary Republic of Indonesia is a unitary state is a republic which is composed of state law and thousands of islands stretching from Sabang to Merauke . To defend the sovereignty of the Unitary Republic of Indonesia from a variety of threats from within and outside the country , it is necessary to keep the institution in charge of the country's sovereignty . Indonesian National Army is a state agency that serves as a tool of national defense under the Constitution of Republic Indonesia UUD 1945. In carrying out the duties and functions in maintaining the sovereignty of the Republic of Indonesia , the country set in the Law Number 34 Year 2004 of the Indonesian National Army . In the progress to date a lot of the movements of certain groups who want to separate themselves from the Homeland which threatens the sovereignty of the nation. In defending the sovereignty of the Republic of Indonesia of the threat of separatist movements that want to secede from the Republic of Indonesia , Indonesian National Army formed a special unit to tackle the threat. Kopassus is an integral part of the Army is tasked to carry out a special operation aimed against strategic targets and selected . Kopassus has a function for handling terrorism , sabotage , hostage , overcome separatist movements , and intelligence gathering in support of the Indonesian military duties.
8306873G1A009116PERBANDINGAN LUAS LESI PADA FOTO RONSEN TORAKS ANTARA PASIEN TUBERKULOSIS PARU KASUS BARU BTA POSITIF DENGAN BTA NEGATIF
STUDI BELAH LINTANG DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Sejak tahun 2009, Indonesia merupakan peringkat kelima di dunia yang memiliki kasus tuberkulosis terbanyak. Jawa Tengah memiliki Case Detection Rate (CDR) sebesar 49,24% pada tahun 2011. Dan pada tahun 2012 – Agustus 2013, prevalensi di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto sebanyak 474 pasien. Foto ronsen toraks merupakan pemeriksaan penunjang pertama untuk menegakan diagnosis TB paru. Tujuan: Mengetahui perbedaan luas lesi pada foto ronsen toraks antara pasien TB paru kasus baru BTA positif dengan BTA negatif .Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan studi belah lintang yang dilakukan pada 22 pasien TB paru BTA positif dan 22 pasien TB paru BTA negatif di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data dianalisis menggunakan analisi univariat, dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukan jumlah responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 25 orang (56,8%), dan kelompok usia terbanyak pada usia 15-25 tahun yaitu sebanyak 12 orang (27,3%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,011 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan luas lesi pada foto ronsen toraks antara pasien Tb paru kasus baru BTA positif dengan BTA negatif.Background: Pulmonary tuberculosis (Pulmonary TB) infected one third of the world population. Since 2009, Indonesia was the fifth in the world that had the highest tuberculosis case. In 2011, Case Detection Rate (CDR) of Central Java was 49,24%. The prevalence of pulmonary TB in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto was 472 patients in 2012 until August 2013. Chest x-ray was the first investigation to diagnose pulmonary TB. Objective: Knowing the differences of lesion area on chest x-ray between new cases of pulmonary TB patient with AFB smear positive and AFB smear negative. Methods: Observational analytic with cross-sectional study, conducted 22 pulmonary TB patients with AFB smear positive and 22 pulmonary TB patients with AFB smear negative in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data were analyzed by Chi-square with significance level of p<0,05. Results: Univariate analysis showed that the highest number of respondents were male (56,8%), and the highest of the age group was 15-25 years old group (27,3%). Bivariate analysis using Chi-square was obtained p= 0,011 (p<0,05). Conclusion: There were differences lesion area on chest x-ray between new cases of pulmonary TB patient with AFB smear positive and AFB smear negative.
8316892H1C009007STUDI UNJUK KERJA VARIABLE SPEED DRIVE MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN METODE KONTROL VARIABLE-CURRENT VARIABLE-FREQUENCY (VCVF) MENGGUNAKAN CURRENT SOURCE INVERTER (CSI) TIGA FASA DENGAN TEKNIK CARRIER BASED PULSE WIDTH MODULATION.Motor induksi memiliki dua komponen utama yaitu stator dan rotor. Berdasarkan unjuk kerja variable speed drive pada motor induksi terdapat sistem pengendalian menggunakan sebuah inverter. Inverter merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi mengubah sinyal DC menjadi sinyal AC sehingga dapat mengendalikan motor induksi. Sistem pengendalian unjuk kerja variable speed drive pada motor induksi menggunakan inverter sumber arus (CSI) dinamakan metode variable-current variable-frequency (VCVF) dengan membandingkan nilai arus pada inverter dan nilai frekuensi pada sinyal referensi untuk dapat mengendalikan kecepatan dan torsi pada motor induksi. Teknik modulasi yang dipakai oleh CSI menggunakan teknik carrier based pulse width modulation. Pengaturan arus dan frekuensi harus dilakukan secara bersama-sama untuk menghindari kondisi yang dapat menyebabkan motor induksi melemah maupun terbakar. Besarnya kecepatan, tegangan keluaran, arus inverter, dan efisiensi motor berbanding lurus dengan pengaturan arus dan frekuensi. Nilai efisiensi motor akan semakin baik jika nilainya mendekati frekuensi rating motor (50 Hz). Untuk nilai magnetisasi motor sudah mendekati konstan tergantung pada nilai efisiensi motor yang dihasilkan. Nilai kecepatan stator (ns) harus lebih besar dari kecepatan rotor (nr) agar tegangan ggl dapat terinduksi dan arus dapat mengalir pada rotor serta dapat menghasilkan slip untuk mengatasi kemungkinan adanya gesekan antara stator dan rotor.Induction motor has two main components , there are stator and rotor. Based on performance of variable speed drives in induction motor using an inverter control. Inverter is an electronic component that converting DC signals into AC signals which controlling AC induction motor. Performance control system of variable speed drive in induction motor using current source inverter (CSI) method is called variable-current variable-frequency(VCVF) by comparing the current value of the inverter and the frequency value at the reference signal to controlling the speed and torque of the induction motor. Modulation technique used by CSI using carrier based pulse width modulation. Current and frequency setting should be done jointly to avoid conditions that speed of induction motor is weak or motor is burned down. Speed, output voltage, current inverter, and efficiency of induction motor are directly proportional to the current and frequency setting. Efficiency of the motor is good condition if motor rating in frequency 50 Hz. Magnetization of motor is nearly constant depends on the efficiency of the motor is generated. Value of stator speed (ns) must be greater than the speed of the rotor (nr) that can be induced emf voltage and current can flow on the rotor that can result in slip to overcome possibility of friction between stator and rotor.
8326823H1B009026PENGARUH TINGKAT PEMERIKSAAN PADA MODEL PENYEBARAN PENYAKIT SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME (SARS)
SARS adalah salah satu penyakit infeksi akut jenis baru yang berpotensi tinggi menular melalui kontak langsung. Penyebaran dan penularan penyakit SARS dapat direpresentasikan dalam model matematika, yaitu model SEIR yang berupa sistem persamaan diferensial non linier. Pada penelitian ini, model dikembangkan dengan melibatkan tiga kompartemen yaitu populasi individu rentan bahaya, terkarantina, dan terobati. Berdasarkan model tersebut, diperoleh titik kesetimbangan dan angka reproduksi dasar. Perilaku model dapat diketahui dengan menentukan kestabilan titik kesetimbangan, sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya epidemik dapat diketahui dari angka reproduksi dasar.. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa suatu populasi semakin lama akan menuju keadaan bebas penyakit jika tingkat pemeriksaan semakin tinggi. Sebaliknya, suatu populasi semakin lama akan menuju keadaan epidemik jika tingkat pemeriksaan semakin rendah. SARS is an acute infective disease which is high potentially transmitted by close contacts. Transmission and the spread of SARS can be represented in a mathematical model, that is SEIR model, a non linier system of differential equation. In this research, the model is developed by involving three new compartments which are dangerous susceptibles population, quarantined population and treated population. Based on the model, the equilibirium points and basic reproduction number can be determined. The behavior of the model can be identified by determining the stability of the equilibirium points, while the factor that cause epidemic can be seen from its basic reproduction number. Based on the simulation, it conclude that a population will be a free disease state if investigation rate is hig. On the other hand, a population will be an epidemic state if investigation rate is low.
8336824H1C008028ANALISIS KEHANDALAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK DI PT. PLN (PERSERO) UPJ WANGON DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAPIndeks yang digunakan untuk mengetahui tingkat keandalan suatu sistem distribusi adalah SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Penelitian kali ini bertujuan untuk meningkatkan kehandalan sistem dalam sebuah penyulang. Metode yang digunakan untuk menganalisa adalah dengan menghitung kehandalan sistem berdasarkan pada perhitungan SAIFI dan SAIDI, dan juga melalui simulasi dengan menggunakan software ETAP. Hasil yang didapat dari perhitungan adalah nilai indeks kehandalan penyulang di UPJ Wangon yaitu berupa indeks SAIFI = 3,46 kali/tahun dan SAIDI = 1,97 jam/tahun. Sedangkan hasil yang didapat dari running software ETAP adalah indeks SAIFI = 2,89 kali/tahun dan SAIDI = 9,42 jam/tahun. Solusi perbaikan yang dilakukan adalah dengan menambahkan recloser pada penyulang. Hasil yang didapat dari running software ETAP setelah ditambah recloser adalah nilai SAIFI = 2,71 kali/tahun dan SAIDI = 8,85 jam/tahun.Index’s used to determine the level of reliability system are SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Present study aims to improve the reliability of the system in a feeder. The methods used to analyze the reliability of the system is calculated based on the calculation of SAIFI and SAIDI, and also through simulation using ETAP. The results are value of reliability index feeder of UPJ Wangon SAIFI = 3.46 times/year and SAIDi = 1.97 hours/year. While the results obtained from running ETAP are SAIFI = 2.89 times/year and SAIDI = 9.42 hours/year. Solution for improvement is to adding a recloser in a feeder. The results of running ETAP after added a the recloser are SAIFI = 2.71 times/year and SAIDI = 8,85 hours / year.
8346825F1D009036ANALISIS KONSEPTUALISASI POLITIK PESANTREN TENTANG SIYASAH
ANTARA PONDOK PESANTREN SALAFI DI KABUPATEN CILACAP DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA AN-NAHDLIYAH DI KABUPATEN BANYUMAS

Konsep negara dan kekuasaan pada hasil penelitian ini dijabarkan dengan konsep kunci yaitu daulah, negara adalah satu kewilayahan yang menjadi alat untuk pelayan masyarakat, namun tidak terbatas kepada teritorial, ras, suku dan bangsa. Sedangkan pendapat lain memahami bahwa negara merupakan pelayan masyarakat yang terbatas oleh aturan dan hukum yang berlaku. Sedangkan dalam memahami konsep syura kedua pondok pesantren sepakat bahwa syura merupakan aturan baku yang murni berasal dari Islam guna menjalankan pemerintahan. Konsep kunci ke tiga adalah demokrasi, dalam memandang demokrasi kedua pondok pesantren senada bahwa demokrasi adalah sistem yang berasal bukan dari Islam. Namun pondok pesantren memiliki pandangan yang berbeda dalam memahami demokrasi, yaitu menolak demokrasi, kedua menerima dalam kondisi darurat untuk suksesi pemerintahan. Memahami hubungan agama, negara dan kekuasaan kedua pondok memiliki pandangan berbeda, Ponpes Salafi cenderung pada konsep integralisasi hubungan negara dan agama, sedangkan Ponpes Aswaja An Nahdiyah memilih menggunakan agama sebagai kode etik pelaksanaan kehidupan bernegaraThe result shows three concepts of seeing a state, rule, and religion. First, one pesantren thinks that the concept of state and power is clarified by a key concept, daulah, that a state is a district functioning as community service which does not limit to teritory, race, ethnic groups, and country; whereas the other believes that a state is a community service that is limited to rules and law. Second, in understanding the concept of syura, both pesantren agree with the idea that syura is a standard rule from Islam to lead a government. The third concept is democracy and both pesantren see it as a system that is not from Islam. However, they have different opinions in one point. One pesantren does not accept democracy while the other accepts it for the government’s importance. Furthermore, Pesantren Salafi tends to believe that a state integrates with the religion; whereas Pesantren Aswaja An Nahdliyahprefers to apply the religion as a code of ethics in a nation

8356826H1B009043Pemodelan Regresi pada Data PanelEkonometrika merupakan ilmu sosial yang menggunakan teori ekonomi, matematika dan statistika untuk analisis fenomena ekonomi. Salah satu jenis data yang dikaji dalam ekonometrika adalah data panel. Data panel adalah gabungan antara jenis data time series dan cross-section. Umumnya data panel dianalisis secara terpisah menurut waktu saja (time series) atau menurut cross-section. Padahal akan lebih menguntungkan apabila data panel dianalisis secara simultan dengan mempertimbangkan faktor waktu dan cross-section. Pada skripsi ini dibahas prosedur pemodelan regresi data panel. Pemodelan data panel, dapat dilakukan melalui empat tahap yaitu estimasi model, pemilihan model terbaik, uji signifikansi dan uji asumsi klasik.Econometrics is the social science which applies economic theory, mathematics and statistics to analyse economic phenomena. One of data types in econometrics is panel data. Panel data is the combination of time series data and a cross-sectional data. In general, panel data can be analyzed separately according to time or to cross-section. However, it would be beneficial if it is analyzed simultaneously by considering both of time and cross-section. This report of the final project discuss the procedure of regression modeling on panel data. The modeling consist of four stages: model estimation, selection the best model, test of statistical significance, and test of classical assumption.
8366814H1B009020KUASA DAN UKURAN UJI PADA MODEL REGRESI MULTIVARIAT SEDERHANAPenelitian ini membahas mengenai kuasa dan ukuran dari uji yang terkait non-sample prior information (NSPI), yaitu unrestricted test (UT), restricted test (RT), and pre-test test (PTT). Metode pemilihan uji dilakukan dengan memaksimumkan kuasa dan meminimumkan ukuran. Berdasarkan perbandingan grafik kuasa dan ukuran uji, diperoleh uji terbaik untuk kasus uji hipotesis satu arah kiri adalah PTT.This research studied about power and size of the tests that related to non-sample prior information (NSPI), namely unrestricted test (UT), restricted test (RT), and pre-test test (PTT). Method for choosing the best test is done by maximizes power and minimizes size. By comparing graphs of the power and size of the test, the results showed that the best test for left one-way hypothesis is PTT.
8376827H1B009033ALGEBRAIC CONNECTIVITY DARI GRAF LENGKAP Kn DAN GRAF 2Kn
Matriks Laplace pada suatu graf adalah pengurangan matriks diagonal dengan matriks ketetanggaan. Nilai eigen terkecil kedua dari matriks Laplace graf G berdasarkan urutannya disebut algebraic connectivity. Skripsi ini mengkaji algebraic connectivity pada graf lengkap Kn dan 2Kn (2-copy graf Kn). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa algebraic connectivity dari graf lengkap Kn adalah n, sedangkan algebraic connectivity dari graf 2-copy graf Kn adalah nol. Laplace matrix on a graph is a diagonal matrix reduction with adjacency matrix. Second smallest eigenvalues of the Laplace matrix based on the sequence graph G is called algebraic connectivity. This thesis examines algebraic connectivity on the complete graph Kn and 2Kn (2-copy graph Kn). For the results obtained by the algebraic connectivity of the complete graph Kn is n, while the algebraic connectivity of a graph 2-copy graph Kn is zero.
8386828F1D009021Representasi Pencitraan Joko Widodo Sebagai Pemimpin Populis dalam Permainan Interaktif “Selamatkan Jakarta”Penelitian yang berjudul “Representasi Pencitraan Joko Widodo Sebagai Pemimpin Populis dalam Permainan Interaktif Selamatkan Jakarta” merupakan penelitian yang membahas mengenai kepemimpinan populis yang dicitrakan melalui permainan interaktif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan representasi pencitraan Joko Widodo yang terdapat dalam permainan interaktif “Selamatkan Jakarta” melalui analisis simbol-simbol.
Penelitian yang menitikberatkan pada perspektif strukturalis ini menggunakan paradigma non-positivis, khususnya paradigma konstruktivis dalam melihat apakah pencitraan dalam permainan interaktif “Selamatkan Jakarta” merupakan representasi dari Joko Widodo. Berdasarkan paradigmanya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika yang digunakan adalah pendekatan semiotika Pierce. Penelitian ini memfokuskan pada pencitraan Joko Widodo dalam permainan interaktif “Selamatkan Jakarta”, sedangkan sasaran penelitiannya adalah simbol-simbol dan teks yang menunjukkan pemimpin populis dalam permainan “Selamatkan Jakarta”, yaitu “iklan” dan “permainan pada level 1-7”. Sumber data penelitian ini bersumber pada data-data dokumentasi yang berupa data primer dan data sekunder. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul, kemudian dianalisis dengan cara mendeskripsikan dan mengklasifikasikan tanda. Tahap selanjutnya adalah menentukan makna dalam permainan interaktif “Selamatkan Jakarta” dengan menggunakan teori segitiga semiotika Pierce, yaitu representamen, objek, dan interpretan sehingga diketahui makna apa yang ingin disampaikan. Untuk menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi dengan merujuk pada sumber dan data.
Unsur-unsur pencitraan Joko widodo sebagai seorang pemimpin populis yang ditampilkan pada permainan interaktif “Selamatkan Jakarta” dapat diuraikan sebagai berikut (1) Joko Widodo mencoba menggambarkan dirinya sebagai seorang pahlawan yang mampu menyelesaikan semua permasalahan umum yang ada di Jakarta; (2) Joko Widodo mampu mengatasi akar yang menimbulkan permasalahan di Jakarta dengan cara memusnahkan oknum pejabat yang tidak bekerja dengan baik; (3) Joko Widodo juga digambarkan mampu menyelesaikan masalah lain yaitu masalah sampah, masalah pengusaha hitam dan masalah preman; (4) Joko Widodo mencitrakan dirinya mampu merapikan pelayanan birokrasi, mampu mengatasi konflik dengan masyarakat tanpa kekerasan, mampu membangun alternative transportasi sehingga menghalau kemacetan, mau memperhatikan masyarakat pinggiran, dan juga ditekankan bahwa dia terbukti membela kepentingan rakyat.
The research entitled “Imagery Representation of Joko Widodo as Populist Leader in Interactive Game Selamatkan Jakarta” focused on the populist leadership on interactive game. It aimed to know the imagery of Joko Widodo through symbol analisys.
The research focused on structuralist perspetive using the non-positivist paradigm, especially constructivist paradigm to analyze wether imagery on interactive game “Selamatkan Jakarta” is representation of Joko Widodo. Based on its paradigm, the research used interpretative qualitative with semiotic approach. Semiotic approach used on the research is Peirce semiotic. The research focused on imagery of Joko Widodo in interactive game “Selamatkan Jakarta”, while the research target is symbols and text that reveal populist leader in “Selamatkan Jakarta” game, that is “advertising” and “the game itself at level 1 until 7”. The data resource in the research was based on primary and secondary data. The research used observation and documentation techniques to collect the data. After the data collected, then it’s analyzed by means of describing and classifying sign. The next step is determine means in interactive game “Selamatkan Jakarta” by using triangular theory of Peirce semiotic representament, object and interpretant to know what the meaning that it want to show. To test the data validity, the research used triangulasi technique by referring resource and data.
Imagery elements of Joko Widodo as populist leader who displayed on interactive game “Selamatkan Jakarta” can be described as follows (1) Joko Widodo tried to portray himself as a hero who is able to solve all the common problem in Jakarta; (2) Joko Widodo is able to overcome root cause problem in Jakarta with a way to destroy the official who didn’t work properly; (3) Joko Widodo is also illustrated able to resolve other problem such as waste problem, black enterpreneur, and thugs. (4) Joko Widodo identifies himself capable of tidying up of bureaucracy service, able to resolve conflict without violence, able to establish alternative transportation so as to drive out the congestion, will listen society fringe, and also emphasized that he proven fighting for the interest of the people.
8396829B1J009146PENYERAPAN LOGAM KROM (Cr) LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus DENGAN WAKTU KONTAK BERBEDALimbah cair batik berasal dari proses pewarnaan mengandung logam berat salah satunya yaitu kromium (Cr). Logam krom memiliki daya racun tinggi dan termasuk jenis logam bahan beracun dan berbahaya (B3). Pemanfaatan limbah baglog Pleurotus ostreatus dapat digunakan sebagai bahan penyerap untuk menurunkan kandungan Cr pada limbah cair batik karena limbah baglog P. ostreatus masih mengandung miselium P. ostreatus dan selulosa serbuk gergaji kayu. Miselium P. ostreatus berguna untuk menyerap ion logam berat dari limbah cair dan selulosa yang terkandung dalam serbuk gergaji kayu berpotensi sebagai bahan penjerap logam berat Cr. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatus dalam menyerap logam berat Cr, serta waktu kontak optimum limbah baglog P. ostreatus dalam menyerap logam Cr. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Data persentase penyerapan logam dianalisis menggunakan uji F yang kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan waktu kontak limbah baglog P. ostrearus berpengaruh sangat nyata terhadap penyerapan logam Cr. Waktu kontak paling baik dalam penyerapan logam Cr adalah 192 jam, dengan persentase sebesar 76%.Liquid batik waste from staining process contains heavy metal, such as Chromium (Cr). Chromium has a high toxicity level and including a toxic and hazardous materials. Pleurotus ostreatus baglog waste can be used as a absorbing material to decrease Cr consentration in liquid batik waste because it still contains P. ostreatus misselium and sawdust cellulose. P. ostreatus misselium is useful to absorb heavy metal ion from waste water and cellulose from sawdust has a potential to absorb Cr. This research aims to know the ability of P. ostreatus baglog waste to absorb Cr and optimum contact time of P. ostreatus in absorbing Cr. This research used experimental methode with random complete experimental design (RAL) with 9 treatment and 3 repeatition. Data of metal absorbtion precentage was analized using F test and continue to Honest Significant Difference Test (BNJ). Research result of P. ostreatus baglog waste contact time treatment was really taken effect to Cr metal absorbtion. The best contact time of Cr metal absorbtion was 192 hours, and the precentage of absorbtion was 76%.
8406830C1B009049ANALISIS PENGARUH MEREK, KUALITAS, HARGA DAN GAYA HIDUP
TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
DENGAN VARIABEL MODERASI JENIS KELAMIN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh merek, kualitas, harga dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian dengan jenis kelamin sebagai variabe moderasi, studi kasus pada mahasiswa reguler S1 Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman.
Sampel yang digunakan dipilih dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 90 sampel yang merupakan mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dan moderasi sub--group. Variabel penelitian yang digunakan adalah Merek, Kualitas, Harga, Gaya hidup, keputusan pembelian, dan jenis kelamin.
Dari penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa merek tidak mempengaruhi keputusan pembelian, dan kualitas, harga dan gaya hidup mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian. Dan jenis kelamin tidak memoderasi hubungan antara merek, kualitas dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian. Jenis kelamin memoderasi hubungan antara harga dan keputusan pembelian. Dan variabel yang paling besar mempengaruhi keputusan pembelian adalah harga.
The purpose of this research is to know how much influence the brand, quality, price and lifestyle with respect to purchase decision with gender as variabe moderation, case studies on regular students Undergraduate Faculty of Economics University of Jenderal Soedirman.
The sample used was chosen by purposive sampling technique. The number of samples that are used as much as 100 samples which is the Regular undergraduate student faculty of Economics University of Jenderal Soedirman. Analysis of the data used in this research are multiple regression and the moderation sub-group. Research variables used are brand, quality, price, lifestyle, purchasing decisions, and gender.
Of such research can be drawn the conclusion that the brand and quality does not affect purchasing decisions, and the prices and lifestyle influence a purchase decision making. Gender moderate the relationship between brand and purchasing decisions, quality and purchasing decisions, prices and purchasing decisions, lifestyle and purchasing decisions. And the greatest variable influencing purchasing decisions is price.