Artikel Ilmiah : F1D008048 a.n. AGUS WASIAT

Kembali Update Delete

NIMF1D008048
NamamhsAGUS WASIAT
Judul ArtikelPERAN PEMERINTAH KOTA TEGAL DALAM MEREVITALISASI KESENIAN WAYANG GOLEK CEPAK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah Kota Tegal dalam merevitalisasi kesenian wayang golek cepak sebagai identitas budaya Tegal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling.
Hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian ini adalah peran pemerintah Kota Tegal dalam merevitalisasi kesenian wayang golek cepak sebagai identitas budaya Tegal masih sangat kurang. Hal ini bisa dilihat dari belum adanya peraturan daerah yang khusus mengatur tentang pelestarian kesenian wayang golek cepak Tegalan sehingga birokrasi tidak menganggap hal ini sangat penting dan hanya memberikan anggaran dan bantuan sarana prasarana yang ala kadarnya saja untuk memperlihatkan bahwa pemerintah Kota Tegal ikut andil dalam pelestarian produk kebudayaan. Selain itu, ada pemahaman yang berbeda dalam memaknai pelestarian produk kebudayaan antara pelaku seni dan pemerintah serta kepentingan yang berbeda di antara kedua aktor tersebut. Oleh karena itu, jika pun pemerintah membantu dalam pelestarian budaya sebatas ala kadarnya sehingga para pelaku seni kemudian mencari jalannya sendiri untuk melestarikan wayang golek cepak karena kecintaan terhadap seni wayang golek cepak dan kepentingan para pelaku seni itu sendiri. Ini mengindikasikan bahwa para pelaku seni wayang golek cepak bisa mandiri tanpa bantuan pemerintah. Dalam pelestarian kebudayaan wayang golek cepak, ada faktor pendukung dan penghambatnya. Faktor pendukungnya antara lain: inovasi yang dilakukan para pelaku budaya dalam mengenalkan kesenian wayang terhadap generasi muda dan masih adanya penatah wayang yang membuat wayang golek cepak tegalan. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain keterbatasan anggaran pemerintah, terbatasnya jumlah pelaku seni wayang golek cepak, klaim kabupaten dan kota terkait dengan kepemilikan wayang golek cepak tegalan, kurang adanya dukungan masyarakat, terbatasnya ruang publik dan sulitnya mendapatkan bahan baku.

Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to describe the role of Government in the city of Tegal is revitalizing the art of wayang golek cepak puppets as Tegal cultural identity. Research methods used in this research is qualitative research methods by using a case study approach, sampling in this study using a purposive sampling technique and snowball sampling.
The Research and discussion of the results of this research is the role of Government in the city of Tegal is revitalizing the art of wayang golek cepak puppets as Tegal cultural identity is still very lacking. It can be seen from any local regulations that have not been specifically set about preserving the art of wayang golek cepak puppets Moor so that red tape does not consider it is very important and only give aid and infrastructure budgets are perfunctory to Tegal City Government shows that participate in the preservation of cultural products. In addition, there are different understandings in the preservation of cultural products between interpret the perpetrators of art and the Government as well as different interests between the two actors. Therefore, if any Government help in the preservation of culture was limited to perfunctory so that the perpetrators of art then find his way to preserve the wayang golek cepak puppets because of the love of the art of wayang golek cepak puppets and the interests of the perpetrator then seek his art to preserve the wayang golek cepak puppets because of the love of the art of wayang golek cepak puppets and the interests of the perpetrators of art itself. This indicates that the perpetrators of wayang golek cepak puppets art could be self-sustaining without government assistance. Cultural preservation in the wayang golek cepak puppets, there are supporters and penghambatnya. Supporting factors, among others: innovations that made the actors introduce culture in younger generations against the puppet and the puppet Carver still make wayang golek cepak puppets Moor. While the penghambatnya factor, among others, Government budget constraints, the limited number of perpetrators of wayang golek cepak puppets art, claims the County and cities associated with the ownership of the wayang golek cepak puppets Moor, lack of community support, the limited public spaces and the difficulty of getting raw materials.
Kata kunciIdentitas, Peran, Pemerintah, Revitalisasi, Wayang
Pembimbing 1Okatafiani Catur P, S.IP.,MA.
Pembimbing 2Drs. Bambang Suswanto, M.Si
Pembimbing 3Dr. Sofa Marwah, M.Si
Tahun2013
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.