Artikelilmiahs
Menampilkan 741-760 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 741 | 6728 | G1B009051 | BEBERAPA DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS PARU PADA PEKERJA PENGRAJIN KERAMIK BAGIAN PENGAMPELASAN DI KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK BANJARNEGARA | Dampak dari pencemaran industri keramik dapat mengganggu kesehatan pekerja dan pencemaran udara. Bahan pencemar tersebut berasal dari debu yang dihasilkan dari proses pengampelasan keramik. Debu dapat menimbulkan efek berupa gangguan fungsi paru apabila melebihi kadar ambang batas dan paparan yang cukup lama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh antara umur, masa kerja, status gizi dan pemakaian masker dengan kapasitas paru pada pekerja pengrajin keramik bagian pengampelasan di Kecamatan Purwareja Klampok. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Data dianalisis dengan menggunakan uji Regresi ganda. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 24 orang dengan jenis kelamin perempuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah spirometer dan PDS (Personal Dust Sampler). Hasil analisis bivariat dengan uji regresi linier dengan nilai R < R tabel regresi (0,404) yang berarti bahwa tidak ada pengaruh umur dengan kapasitas fungsi paru, tidak ada pengaruh masa kerja dengan kapasitas fungsi paru, Sedangkan frekuensi pemakaian masker dan status gizi pada diperoleh nilai R > R tabel regresi (0,404) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh status gizi terhadap kapasitas paru, ada hubungan frekuensi pemakaian masker dengan kapasitas fungsi paru . Di sarankan kepada pemilik perusahaan agar mengharuskan pekerja memakai masker saat bekerja, sedangkan pada tenaga kerja harus disiplin memakai masker, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang serta menjaga berat badan. | The impact of industrial pollution may disrupt workers' health ceramics and air pollution. The pollutants come from dust generated from the sanding process ceramics. Dust can cause effects such as impaired lung function when exceeding a threshold level and a long exposure. The purpose of this study was to analyze the effect of age, years of service, nutritional status and the use of a mask with a lung capacity of potters working part sanding in sub-district PurwarejaKlampoksanding.This research is explanatory research with cross sectional approach. Data were analyzed using multiple regression test. The population consists of 24 people with the female gender. Instrument in this study is a spirometer and PDS (Personal Dust Sampler). Results of the bivariate analysis are R value <R table regression (0.404) which means that there is no effect of age with a capacity of lung function, there is no influence tenure with lung function capacity , while the frequency of use of masks and nutritional status R value> R table regression (0.404) it can be concluded that no effect of nutritional status on lung capacity, there is a relationship with the frequency of the use of masks lung function capacity. Are suggested to the owner of the company that requires workers to wear masks while working.while the employee should be disciplined to wear a mask, eating a nutritious and balanced diet and maintain a healthy weight. | |
| 742 | 6729 | H1G009041 | TINGKAT KESUBURAN PERAIRAN (EUTROFIKASI) SITU GEDE KOTA TASIKMALAYA JAWA BARAT | Penelitian ini berjudul “Tingkat Kesuburan Perairan (Eutrofikasi) Situ Gede Kota Tasikmalaya Jawa Barat”. Berbagai aktivitas masyarakat seperti pariwisata, perikanan, pertanian dan permukiman di sekitar perairan menyebabkan peningkatan kesuburan perairan (eutrofikasi). Dampak eutrofikasi terhadap perairan adalah pendangkalan pada perairan dan blooming fitoplankton sehingga menyebabkan fungsi danau menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi faktor penentu kesuburan (N-Total dan P-Total, Penetrasi cahaya, dan Produktivitas primer) serta mengetahui tingkat kesuburan Situ Gede Tasikmalaya Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan “Purposive Random Sampling”. Lokasi penelitian dibagi menjadi 5 stasiun dengan pengambilan sampel selama 4 kali (interval 1 minggu). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan rata-rata unsur hara Situ Gede N-total 1,81 - 2,81 dan P-total 0,14 - 0,37; nilai rata-rata Penetrasi cahaya 24,0 - 26,8; dan nilai rata-rata Produktivitas Primer berkisar antara 75,78 - 116,80. Tingkat kesuburan Situ Gede Tasikmalaya Jawa Barat berada pada tingkat mesotrofik sampai hipereutrofik. | The research entitled "The Productivity of Waters (Eutrophication) In Situ Gede Tasikmalaya West Java". Various community activities such as tourism, fisheries, agriculture and settlements around the waters lead to increased fertility waters (eutrophication). Impact of eutrophication in the waters is precipitation and blooming phytoplankton causing decrease function of lake. The study aimed to determine the nutrient levels (N- and P-Total, light penetration, and primary productivity) as well as determine the productivity level of Situ Gede Tasikmalaya, West Java. Five sampling sites had been choosen based on purposive random sampling technique in quadruplicates (a week interval) . The results showed that the average nutrients level in Situ Gede were N-Total 1.81 to 2.81 mg/L and P-total 0.14 to 0.37 mg/L. Light penetration varied between 24.0-26.8, and Primary Productivity ranged from 75.78 to 116.80. The water eutrophication levels in Situ Gede Tasikmalaya West Java were classified as mesotrophic to hypereutrophic. | |
| 743 | 6730 | E1A008053 | PUTUSAN TENTANG REHABILITASI MEDIS TERHADAP KASUS PENYALAHGUNA NARKOTIKA (Studi Putusan Perkara Nomer : 56/Pid.Sus/2012/PN.Pwt) | ABSTRAK Pasal 1 butir 6 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika yang merumuskan bahwa Rehabilitasi Medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan Narkotika. Peranan pemberian rehabilitasi bagi pengguna narkotika merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pemenuhan hak asasi manusia khususnya mendapatkan akses kesehatan dan sebagai wujud perlindungan hak tersangka dan terdakwa. Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juga tidak memberikan pengaturan mengenai jaminan rehabilitasi bagi pengguna narkotika selama menjalani proses hukum, rehabilitasi baru bisa didapatkan pengguna narkotika setelah mendapatkan putusan atau penetapan majelis hakim yang memeriksa perkara. Putusan Perkara Nomor : 56/Pid.Sus/2012/Pn.Pwt menyatakan bahwa terdakwa AW terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri. Dalam hal penyalah guna narkotika (terdakwa) diberikan putusan rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Prof.dr.Soeroyo Magelang selama 1 (satu) tahun. Syarat seorang Penyalah Guna kasus narkotika dapat diberikan rehabilitasi medis, yaitu: - Tertangkap tangan; - Ada barang bukti yang beratnya tidak melebihi ketetapan surat edaran.Untuk sabu tidak lebih dari 1 gram, ectasy 2,4 gram, heroin 1,8 gram, kokain 1,8 gram, ganja 5 gram; - Dilakukan tes laboratorium; - Didatangkan psikiater untuk membuktikan bahwa pemakai benar-benar pecandu; - tidak ditemukan bukti bahwa yang bersangkutan terlibat sindikat jaringan narkoba; Adapun akibat hukum terhadap seorang Penyalah Guna kasus narkotika yang diberikan rehabilitasi medis dalam Putusan Nomor : 56/Pid.Sus/2012/PN.Pwt yaitu hanya menjalani rehabilitasi medis di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soeroyo Magelang selama 1 (satu) tahun dan diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman serta dibebankan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.1000,- (seribu rupiah). Kata kunci : Narkotika, Penyalahguna Narkotika, Rehabilitasi, Rehabilitasi Medis, | ABSTRACT Article 1 paragraph 6 of Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 25 Year 2011 on the Implementation of the Narcotic Addict Obligation Report formulate that the Medical rehabilitation is a process of integrated treatment to liberate addicts from narcotics addiction. The role of providing rehabilitation for drug users is a form of state responsibility for human rights compliance in particular gain access to health and as a form of protection rights of suspects and defendants. Act - Act No. 35 of 2009 on Narcotics also does not provide assurance regarding rehabilitation settings for drug users undergoing legal process, rehabilitation can only be obtained after the drug users get the verdict or determination of the panel of judges to investigate the case. Decision on Case No.: 56/Pid.Sus/2012/Pn.Pwt AW stated that the defendant legally and convincingly proven guilty of abusing narcotics offenses Category I for myself.In terms of drug abuse (defendant) was given the verdict rehabilitation in Magelang Prof.dr.Soeroyo Mental Hospital for 1 (one) year. Terms of abusing a narcotics cases can given medical rehabilitation, namely: - Caught red-handed; -There is evidence that weight does not exceed. the provisions of the circular. To shabu no more than 1 gram, ectasy 2.4 grams, 1.8 grams of heroin, 1.8 grams of cocaine, 5 grams of marijuana; -Laboratory tests -Brought in a psychiatrist to prove that the user is really an addict; -found no evidence that the relevant syndicate involved in the drug ring; As a result of a law against abusing narcotics cases given medical rehabilitation in Decision Number: 56/Pid.Sus/2012/PN.Pwt that is just undergoing medical rehabilitation in Mental Hospital Prof. Dr.. Soeroyo Magelang for 1 (one) year and taken into account as well as serving time period charged to pay court costs of Rp.1000, - (one thousand dollars). Keywords: Narcotics, Narcotics abusers, Rehabilitation, Medical Rehabilitation, | |
| 744 | 6740 | E1A008130 | PUTUSAN VERSTEK DALAM PERKARA HUTANG PIUTANG (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 30/Pdt.G/2008/PN.Pwt) | ABSTRAK Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 30/Pdt.G/2008/PN.Pwt memaparkan telah terjadi perjanjian hutang piutang antara Agus Sumarsono (Penggugat) dengan Bambang Sutopo (Tergugat I) dan Afifah Andri Astuti, S.H (Tergugat II). Penggugat telah berusaha untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan namun tidak berhasil, sehingga Penggugat berinisiatif menyelesaikan permasalahan ini ke Pengadilan. Pada hari sidang pertama, Para Tergugat tidak hadir dan tidak pula mengirimkan wakilnya walaupun telah dipanggil secara patut oleh pengadilan, begitu pula pada pemanggilan yang kedua dan ketiga. Sesuai dengan ketentuan Pasal 125 / Pasal 78 Rv hakim dapat memutus secara verstek (diluar hadirnya tergugat). Pembuktian di persidangan, Penggugat mengajukan alat bukti surat berupa akta di bawah tangan yaitu fotokopi kwitansi dan fotokopi surat pernyatan. Dari bukti surat yang Penggugat ajukan, hakim menilai bahwa benar telah terjadi hutang piutang di antara Penggugat dengan Tergugat, dan Tergugat wanprestasi. Petitum tidak melawan hak dan beralasan sehingga gugatan Penggugat dikabulkan sebagian. Akibat hukum dengan adanya Putusan Nomor 30/Pdt.G/2008/PN.Pwt Tergugat diputus secara verstek, maka Tergugat berhak mengajukan upaya hukum perlawanan (verzet) dalam waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak putusan verstek diberitahukan kepada Tergugat. Kata kunci : hutang piutang, verstek, pembuktian | ABSTRACT Decision of Purwoketo District Court Number: 30/Pdt.G/2008/PN.Pwt explained there has been an agreement of accounts payable between Agus Sumarsono (Plaintiff) with Bambang Sutopo (Defendant I) and Andri Afifah Astuti, SH (Defendant II). Plaintiffs have tried to resolve this problem amicably but was not successful, so the Plaintiff took the initiative to resolve this matter into the Court. On the first day of trial, the Defendants did not attend and did not send their representatives although it has been called by the court worthy, as well as in the second and the third. In accordance with the provisions of Article 125 / Article 78 Rv judge may decide in verstek (outside the presence of the defendant). Evidence at the trial, the Plaintiff filed a proof at trial documentary evidence in the form of certificate under the hand of the copier photocopy receipts and statements. Of evidence that Plaintiff submit a letter, the judge considered that it has occurred in the accounts payable between Plaintiff with the Defendant, and the Defendant in default. Petition is not against the rights and reasoned that Plaintiff's claim is granted in part. Legal effect to the Decision No. verstek 30/Pdt.G/2008/PN.Pwt Defendants terminated, then the defendant has the right to legal remedy resistance (verzet) within 14 (fourteen) days from the judgment to the Defendant notified verstek. Keyword :accounts payable, verstek, verification | |
| 745 | 6731 | H1G009026 | BIOSORPSI LOGAM BERAT Cd PADA BERBAGAI KONSENTRASI AWAL DAN TINGKAT PERTUMBUHAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) | Penelitian berjudul “Biosorpsi Logam Berat Cd Pada Berbagai Konsentrasi Awal dan Tingkat Pertumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)” telah dilakukan pada bulan Juli 2013. Biosorpsi dengan memanfaatkan tumbuhan air merupakan metode alternatif untuk menanggulangi dampak pencemaran perairan. Pencemaran perairan oleh logam berat menimbulkan efek negatif bagi kualitas air, biota air, dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penyerapan, konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan optimum serta kadar logam berat Cd oleh eceng gondok dan untuk membandingkan hasil biosorpsi dengan baku mutu yang berlaku. Penelitian biosorpsi logam Cd oleh eceng gondok ini telah dilakukan pada variasi konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan eceng gondok. Perlakuan berupa pencampuran 200 g eceng gondok ke dalam larutan CdNO3 pada konsentrasi logam 2,5; 5; 7,5; dan 10 mg/L serta tingkat pertumbuhan muda, sedang, dan tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorpsi logam Cd oleh eceng gondok dipengaruhi oleh konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan eceng gondok. Penyerapan logam Cd oleh eceng gondok sebesar 66,41% pada konsentrasi logam 2,5 mg/L dan tingkat pertumbuhan muda. Konsentrasi logam Cd hasil absorpsi (0,409 ppm) melebihi baku mutu. Eceng gondok dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah mengandung logam berat Cd sebelum memasuki perairan dengan metode biosorpsi. | A study, entitled "Biosorption of Cadmium In Various Initial Concentrations and Growth Rate of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes)" was held on July 2013. Biosorpsi utilizing aquatic plants is an alternative method to mitigate the impact of water pollution. Water pollution by heavy metals causes negative effects on water quality, aquatic biota, and humans. This study aims to determine absorption level, initial concentration and optimum growth rates and Cd heavy metals by water hyacinth and to compare the results with standards. This study has been done on various initial concentrations of the metal and water hyacinth growth rate. Treatments were 200 g of water hyacinth mixed in CdNO3 solution in concentration of 2.5, 5, 7.5, and 10 mg/L as well as the growth rate of young, medium, and old. The results showed that Cd biosorption by water hyacinth was influenced by initial concentration of metal and the water hyacinth growth rate. Cd absorption of 66.41% by water hyacinth in 2.5 mg/L concentration of metal and young growth rate. Cd absorbed concentrations results (0.409 ppm) exceeded quality standard. In conclusion, water hyacinth could be used as an alternative reducing waste containing Cd before releasing to waters by biosorption method. | |
| 746 | 6732 | C1B010016 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, RISIKO, LIKUIDITAS DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN PEMBAYARAN DIVIDEN TUNAI (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di LQ45 Periode 2008-2011) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Risiko, dan Investment Opportunity Set terhadap Kebijakan Dividen Tunai Pada Perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 pada 2013. Dengan purposive sampling, penelitian ini menggunakan 19 perusahaan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda sebagai metode. Hasil penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Profitabilitas dan Likuiditas secara parsial memberikan pengaruh yang signifikan positif terhadap Kebijakan Dividen Tunai, tapi Risiko dan Investment Opportunity Set secara parsial memberikan pengaruh signifikan negatif terhadap Kebijakan Dividen Tunai. | The purpose of the research is to analyze the influence of Profitability, Liquidity, Risk, and Investment Opportunity Set to Cash Dividend Policy in Companies listed on the LQ45 index. The population was the entire companies that listed on LQ45 index in 2013. By purposive sampling, this research uses 19 companies as sample. This study used multiple linear regression analysis as the method. The result of this research can be drawn as follows: Profitability and Liquidity partially gives positive significant influence on Cash Dividend Policy, but Risk and Investment Opportunity Set partially gives negative significant influence on Cash Dividend Policy. | |
| 747 | 6715 | E1A009194 | Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi Korban Dalam Tindak Pidana Kekerasan Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan ( Studi Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Dengan Nomor Perkara 45/Pid.B/2013/PN.Sbg) | Semakin berkembanganya suatu masyarakat maka berkembang pula kemungkinan tindak pidana dalam kelompok masyarakat tersebut. Tindak pidana dapat terjadi dimanapun, kapanpun dan terhadap siapapun termasuk perempuan dan anak- anak. Hal ini dikarenakan perempuan dan anak- anak rentan menjadi korban tindak pidana. Tindak pidana yang selalu mengintai perempuan dan anak- anak adalah tindak pidana asusila. Kekuatan pembuktian keterangan saksi anak sebagai korban dapat digunakan ataupun dikesampingkan oleh hakim sebagai suatu alat bukti. Penanganan yang tidak dapat dapat menghambat ataupun menimbulkan kendala-kendala dalam proses peradilan pidana terutama pada tahap persidangan. Adanya perbadaan penilaian kekuatan pembuktian bagi hakim membuat pencapaian tujuan hukum acara pidana pun terkendala. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode yuridis normatif. Dengan demikian, dibutuhkan sejauh mana kekuatan pembuktian keterangan yang diberikan saksi anak yang menjadi korban pada tindak pidana asusila dipersidangan pada setiap kasus yang ada. Berdasarkan Putusan Perkara Nomor 45/Pid.B/2013/PN.SBG bahwa saksi NA yang menjadi korban tindak pidana kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain masih berusia 2 (dua) tahun. Hal tersebut menunjukan bahwa keterangan yang diberikan oleh saksi korban di persidangan tidak mempunyai kekuatan pembuktian. Keterangan yang diberikan oleh saksi korban dapat menambahkan keyakinan hakim atau menjadi alat bukti petunjuk bagi hakim dalam menjatuhi putusan. | The continued development of a community then develops the possibility of crime in the community . Crime can happen anywhere, anytime and against anyone, including women and children . This is because women and children are vulnerable to becoming victims of crime . The offenses are always lurking women and children is immoral crime . Probative force as the child witness or victim can be excluded by the judge as evidence . Handling that can not be inhibited or pose obstacles in the process of criminal justice , especially at this stage of the trial . Any assessment perbadaan judge the strength of evidence for making the achievement of the criminal procedure law was constrained . The method used in this research is normative method . Thus , the extent to which the strength of evidence needed given the witness testimony of child victims in sexual offense in any court cases. Based Decision Case No. NA 45/Pid.B/2013/PN.SBG that witnesses who are victims of crimes of violence or the threat of violence to force the child had intercourse with her or with other people as young as two (2 ) years . It shows that the testimony given by witnesses in the trial did not have the strength of evidence . Testimony given by the witnesses or the judge may add faith to guide evidence for the judge in sentencing . | |
| 748 | 6737 | H1K009049 | DETEKSI GEN NRPS (NON-RIBOSOMAL PEPTIDE SYNTHETASE) AKTINOMISETES LAUT PENGHASIL SENYAWA ANTIOKSIDAN | Aktinomisetes laut merupakan penghasil metabolit bioaktif baru yang potensial untuk dikembangkan dalam dunia pengobatan. Penelitian yang banyak dilakukan hanya sebatas mengetahui kandungan senyawa bioaktif dari aktinomisetes saja, tetapi penelitian mendalam yang berbasis molekuler belum banyak dilakukan. Penelitian berbasis molekuler lebih efektif dan efisien dalam penelitian kandungan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dari isolat aktinomisetes yang bersimbiosis dengan rumput laut, soft coral dan lamun menggunakan analisis gen NRPS (Non-ribosomal peptide synthetase). Penelitian dilakukan dengan mengisolasi DNA isolat aktinomisetes dan dilakukan PCR gen NRPS. Isolat untuk deteksi gen NRPS dipilih berdasarkan kekerabatan genetik menggunakan analisa dendogram dari hasil rep-PCR. Dua isolat terdeteksi yang memiliki gen NRPS adalah RL5 50 dan RL6 107. Kurva pertumbuhan menunjukkan bahwa fase stasioner untuk RL5 50 dan RL6 107 adalah hari ke 11. Kultur cair untuk produksi metabolit sekunder dilakukan selama 11 hari menggunakan media starch nitrat. Ekstrak dari RL5 50 yang berwarna orange dan RL 107 yang berwarna kuning digunakan untuk uji DPPH. Metabolit sekunder dari ekstrak berpotensi dalam melawan DPPH. Dua isolat tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai metabolit bioaktif baru dalam melawan radikal bebas. | Marine actinomycetes are potential producers of novel bioactive metabolite for drug developments. Limited research of actinomycetes was only to limited determine bioactive compounds from actinomycetes, but studies of molecular-based have not been carried out. Molecular-based research was more effective and efficient in antioxidant research. The aim of present study was to evaluate antioxidant activity of actinomycetes symbiont of seaweed, soft coral and seagrass coupled with analysis of the NRPS (Non ribosomal peptide synthetase) gene. The study was carried out by conducting PCR-based screening among actinomycetes isolates for detecting the NRPS genes. Isolate for the detection of NRPS genes selected using by genetic kinship analysis dendogram of rep-PCR. Two isolates detected with NRPS gene were RL5 50 and RL6 107. Growth curve of actinomycetes RL5 50 and RL6 107 showed the stasionary phase were 11 days. The culture of actinomycetes for production of secondary metabolit for 11 day in starch nitrate broth. The orange and yellow pigmented extracts of RL5 50 and RL6 107 obtained were screened for DPPH radical scavenging acivity. It was shown that the two extracts revealed the biological activity against DPPH radical scavenging test. The isolates can be a potential candidate for development of novel bioactive metabolite against free radicals. | |
| 749 | 6733 | D1E009209 | PENGGUNAAN MINYAK IKAN LEMURU DALAM RANSUM AYAM ARAB SEBAGAI SUMBER OMEGA – 3 TERHADAP HAUGH UNIT ( HU) DAN INDEKS TELUR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan fungsional yang mengandung omega - 3. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pakan fungsional dengan R0 (tanpa pemberian minyak ikan lemuru), R1 (pemberian minyak ikan lemuru, 1,5%), R2 (pemberian minyak ikan lemuru, 3%), dan R3 (pemberian minyak ikan lemuru, 4,5% ). Peubah yang diukur adalah Haugh Unit dan Indeks telur. Data di analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan fungsional dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap Haugh Unit dan Indeks telur ayam arab. Penggunaan pakan fungsional yang mengandung minyak ikan lemuru sebagai sumber omega - 3 sampai dengan 4,5 % menghasilkan Haugh Unit dan indeks telur yang sama. | The objectives of this research were to determine the effect of the use of functional feed that containing omega - 3. The study was conducted using experimental methods in vivo and using completely randomized design (CRD) with thetreatment numbers were four with five replications and each replication consisted of 3 chicken. The tested treatments were R0 ( without manhaden fish oli), R1 ( use manhaden fish oil, 1,5%), R2 (use manhaden fish oil, 3%), R3 (use manhaden fish oil, 4,5%). Variables that were recorded and observed were the haugh unit and eggs indeks. Data were analyzed using analysis of variance. Results of analysis of variance showed that the use of functional feed in the ration did not affect significantly (P> 0.05) on Haugh Unit and eggs indeks of Arabian chicken. The rescarch conclusion that Use of functional feed that containing menhaden fish oil as a sources omega – 3 at the level up to 4,5 % produce Haugh Unit and eggs indeks the same. | |
| 750 | 6735 | A1H009064 | Life Cycle Asessment (LCA) Pada Industri Gondorukem Dan Terpentin (Studi Kasus Di Pabrik Gondorukem Dan Terpentin Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah) | Gondorukem dan terpentin digunakan sebagai bahan baku yang penting bagi industri-industri batik, kulit, sabun cuci, cat, isolator, kertas dan vernis. Perkembangan teknologi industri saat ini mempengaruhi konsumsi energi yang cukup signifikan dan berdampak pada perubahan yang dinamis terhadap keseimbangan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui jumlah konsumsi energi selama proses produksi gondorukem dan terpentin, Mengetahui pengaruh output (emisi) penggunaan energi terhadap lingkungan dilihat dari jumlah emisi terhadap udara dan emisi terhadap air, Membandingkan konsumsi energi produksi gondorukem dan terpentin di Paninggaran dengan produksi hasil hutan lainnya, Membandingkan besarnya emisi produksi gondorukem dan terpentin di Paninggaran dengan produksi hasil hutan lainnya. Konsumsi energi produksi gondorukem dan terpentin 6662,69 MJ/ 2000 kg getah pinus, energi bahan bakar merupakan tertinggi sebesar 4151,21 MJ (62%), dibanding energi tenaga manusia sebesar 1260,72 MJ (19%) dan energi listrik yang sebesar 1250,76 MJ (19%). Penggunaan energi dan bahan baku menghasilkan buangan yang dapat berdampak terhadap lingkungan, jika kapasitasnya melebihi ambang batas akan menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia, ekosistem perairan, dan terhadap estetika. Konsumsi energi pada proses produksi gondorukem dan terpentin yang sebesar 3333,38 MJ/1000kg getah pinus masih lebih rendah daripada energi yang dibutuhkan pada produksi karet 6020 MJ, kayu lapis 3818 MJ dan Oriented Strand Board di Amerika 4153 MJ, sedangkan penggunaan energi produksi OSB di Kanada lebih kecil yaitu 2622 MJ. Industri Gondorukem dan Terpentin yang emisi CO2 sebesar 280,47 kg CO2/ 1000 kg getah pinus masih tergolong 3 industri pembuang emisi CO2 terrendah bersama dengan industri karet di Thailand 162 kg CO2 dan kayu lapis di Kanada 225 kg CO2 dibandingkan dengan industri hasil hutan lainnya seperti karet di Malaysia 325 kg CO2, kayu lapis di Amerika 322 kg CO2, OSB di Kanada dan Amerika yang berturut turut sebesar 385 kg CO2 dan 623 kg CO2. | Rosin and turpentine are important raw materials for various industries such asbatik, leather, soap, paint, insulation, paper and varnish. Technology applied to produce Rosinsiginificantly effects energy consumption and has impacts on the dynamic changes of the environmental balance. The purpose of this research were Measure the amount of energy consumption during the production process of gum rosin and turpentine, Determine the effect of output (emission) of energy use on the environment seen from the amount of emissions to water and emissions to air,Comparing the energy consumption in the production of gum rosin and turpentine production Paninggaran with other forest products, Comparing the amount of emissions in the production of Gum Rosin and turpentine production Paninggaran with other forest products. The results showed that Energy consumption of gondorukem and turpentine production is 6662,69 MJ/ 2000 kg of pine sap. Energy fuel is the highest at 4151,21 MJ (62%), compared to the power of human energy at 1260,72 MJ (19%) and electrical energy at 1250,76 MJ (19%). Energy and raw materials utilized will cause disruption on human health, aquatic ecosystems, and the aesthetics if the capacity surpass the threshold. Energy consumption in Gum Rosin and turpentine production is 3333.38 MJ/1000 kg pine sap, lower than the energy required in the production of rubber (6020 MJ), 3818 MJ for plywood and Oriented Strand Board in US 4153 MJ. Energy usage in the production of OSB in Canada is smaller (2622 MJ). The CO2 emissions of gondorukem and turpentine industry is 280,47 kg CO2/ 1000 kg of pine sap, are of 3 industries with lowest CO2 emissions along with rubber industry in Thailand 162 kg of CO2 and plywood in Canada 225 kg of CO2 compared to other industries such as forest products rubber in Malaysia 325 kg of CO2, plywood in US 322 kg of CO2, OSB in Canada and the US are in a row of 385 kg of CO2 and 623 kg of CO2. | |
| 751 | 6734 | G1B008099 | HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAAN PASIEN PERSALINAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS PEKUNCEN TAHUN 2012 | Ketidakpuasan yang dirasakan pasien persalinan Jampersal karena ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataannya berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Persalinan Jampersal Di Puskesmas Pekuncen Kabupaten Banyumas Tahun 2012. Penelitian cross sectional ini dilakukan pada 60 ibu bersalin yang menjalani persalinan jampersal dan dipilih secara simple random sampling. Hasil analisis gap menunjukkan gap kenyataan dan harapan sebesar -7,26 dikategorikan dalam kepuasan sedang. Hasil regresi linier sederhana menunjukan semua dimensi kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan. Hasil regresi linier sederhana menunjukan dimensi tangible memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelayanan persalinan pengguna Jampersal di Kabupaten Banyumas sebesar 48,8% (p=0.000 dan 0.036). Dimensi kualitas pelayanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan pelayanan persalinan pengguna Jampersal adalah tangible. Berdasarkan hasil, penelitian ini menjawab tujuan, bahwa kepuasan pelayanan persalinan normal pengguna Jampersal di Kabupaten Pekuncen dipengaruhi oleh kualitas pelayanan baik secara parsial maupun bersama-sama. Dari hasil penelitian disarankan agar bidan desa meningkatkan kualitas pelayanan persalinan normal yang memuaskan supaya tingkat kepuasan meningkat. | Dissatisfaction felt that in the labor patiens Jampersal because a mismatch between expectations and reality is different. This study aimed to analyze the influence of service qualityon customer normal delivery assistance’s satisfaction of Jampersal service user in Pekuncen District Banyumas. This cross sectional study was conducted on 60 women who underwent normal delivery and selected by simple random sampling. Gap analysis results showed the reality and the expectation gap of -7,26. It was categorized as average satisfaction. Simple linear regression results showed that all service quality dimensions influenced the normal delivery assistance’s satisfaction partially. The results of simple linear regression showed Tangible a significant influence on Jampersal user satisfaction at Pekuncen District in Banyumas by 48.8% (p= 0.000 and 0.036). Service quality dimension that had dominant influence on Jampersal user of normal delivery satisfaction is tangible . Based on the results, this study had answered the purpose, that Jampersal user satisfaction at Pekuncen District in Banyumas influenced by the service quality of normal deliveries either partially or jointly. From the research results, it was suggested that the rural midwife improve service quality of satisfying normal delivery assistance in order to increase the level of satisfaction. | |
| 752 | 6736 | F1A006017 | DETERMINAN PERILAKU TINDAK KEJAHATAN | RINGKASAN Kejahatan adalah perilaku menyimpang yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat secara moril maupun materil. Sanksi hukum yang diterima pelaku tindak kejahatan setelah melakukan tindak kejahatan berupa sanksi kurungan penjara bahkan hukuman mati. Seseorang yang sedang menjalani masa hukuman penjara disebut narapidana, dan pada perkembangannya narapidana berubah nama menjadi warga binaan. Warga binaan merupakan seseorang yang telah menjalani sanksi hukum atas tindak kejahatan yang dilakukannya pada masa lalu. Kejahatan yang dilakukan pada masa lalu disebabkan oleh beberapa faktor sosial, baik terjadi pada dirinya maupun dalam masyarakat. Hal ini yang mendorong penulis melakukan penelitian tentang determinan perilaku tindak kejahatan melalui seseorang yang pernah melakukan tindak kejahatan, yaitu warga binaan di Lapas Nusakambangan. Tujuannya agar penulis memperoleh deskripsi dan pemahaman tentang faktor- faktor sosial yang mendorong tumbuhnya tindak kejahatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif dengan tehnik analisis model interaktif. Informan ditentukan melalui simple random sampling. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dalam, observasi dan sekunder. Sedangkan lokasi yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah Lapas Permisan Kelas IIA Nusakambangan, karena di Lapas tersebut merupakan tempat untuk membina pelaku tindak kejahatan dengan hukuman berat dan penghuni Lapas Permisan adalah warga binaan dengan kasus kejahatan beragam tidak dikhususkan seperti Lapas Narkoba sehingga peneliti dapat menemukan informan dengan kasus kejahatan yang beragam pula. Terjadinya tindak kejahatan sebagai akibat dari interaksi yang tidak seimbang antara individu yang satu dengan individu yang lain atau individu yang lain dengan kelompok. Tindak kejahatan biasanya dipicu oleh beberapa faktor yang melatarbelakanginya yaitu faktor sosial, ekonomi, budaya, psikologis, dan kontrol sosial. Berbagai faktor ini sangat berkaitan satu sama lain. Seseorang dapat menjadi aktor atau pelaku tindak kejahatan karena ia memiliki masalah dan mengalami depresi atau tekanan dan frustasi dengan situasi yang mendesak dalam rumah tangga ataupun lingkungan, kemudian ia mencari penyelesaian dengan cara yang menyimpang. Usaha untuk mengatasi tindak kejahatan yaitu melalui kontrol diri dan kontrol sosial. Karena bagaimanapun juga bila seseorang dihadapkan pada suatu masalah maka ia harus bisa membawa masalah tersebut pada sebuah penyelesaian yang positif. Seseorang harus bisa mandiri, maju, dan berpendidikan agar bisa memotifasi dirinya untuk selalu berkarya dan berfikir positif. Kontrol sosial sangat penting dimana suatu masyarakat dengan kontrol sosial yang kuat maka tumbuh kembangnya kejahatan akan berkurang karena kontrol sosial secara tidak langsung menciptakan perilaku positif dengan pengendalian diri yang terbentuk di dalam masyarakat dengan kontrol sosial yang tinggi. | SUMMARY Crime is deviation and detrimental to the public in moral and material. Sanction of law received by offenders is, the detention period even the capital punishment. Person at the moment undergoing punishment called prisoners and on development prisoners changed its name to warga binaan. Warga binaan is person which has been undergoing law sanctions for crimes carried in the past. the crimes committed in the past be caused by a few social factors, that happened to him and in society encourages the writer doing to research on the determinants of criminal behavior through a person has committed the crime, that is wargabinaan lapas Nusakambangan. the author aims to obtain a description, and comprehension about social factors, which encourage the growth of crime This research uses descriptive qualitative research method with interactive models analysis techniques. informant specified by simple random sampling. Data used in the form, the primary data obtained through interviews observation, and documentation, the selected locations to doing research in Lapas Permisan Kelas II A Nusakambangan because in the prison a place to fostering criminals with severe penalties and the Lapas Permisan dwellers are prisoners with various of crimes, not specifically like a lapas narkoba, so that researchers were able to find the informant with a various criminal cases. Instances of abuse in crime, is as a result of the imbalance between individual interaction with each other or individual with group crime is usually triggered by some of background factors that is social factors, economics, education, psychology and social control. Many of these factors are related to each other. one can be an actor or criminals because he has a problem and experiencing depression or stress and frustrated from urgent situation in the household and their environment.and then he was seeking to resolve the problem to deviant act An attempt to overcome crimes is by self-control, however, because when a person confront a problem, he should be able to raise the matter to a positive resolution. Someone must be independent, advanced, and educated to motivate himself to be always strive and think positive for basic to lead normal lives without any deviation happened then lead to the crimes | |
| 753 | 6738 | A1L109009 | PENGARUH CAIRAN HASIL FERMENTASI LIMBAH UDANG TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL TANAMAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH CABAI MERAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cairan hasil fermentasi limbah udang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah dan mengetahui pengaruh cairan hasil fermentasi limbah udang terhadap pengendalian penyakit antraknosa pada buah cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Sokaraja Tengah, Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai Juli 2013. Penelitian ini dilakukan dengan 2 sub penelitian, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 12 perlakuan dan 4 kali ulangan. Penelitian pertama yaitu penelitian pengaruh cairan hasil fermentasi limbah udang terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman cabai merah, perlakuan terdiri dari perendaman benih dan penyemprotan tanaman dengan cairan hasil fermentasi limbah udang alami (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari), cairan hasil fermentasi limbah udang yang ditambahkan Bacillus sp. (lama fermentasi 0,7, 30, 60, 90 hari), fungisida atau air.Variabel yang diamati adalah daya kecambah benih, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, total bunga, total buah, bobot, panjang dan lingkar buah panen. Penelitian kedua yaitu pengaruh cairan hasil fermentasi limbah udang terhadap pengendalian penyakit antraknosa pada buah cabai merah. Perlakuan yang dilakukan sama dengan penelitian pertama. Variabel yang diamati adalah daya kecambah, kejadian penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, total bunga dan total buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi bibit dan jumlah cabang yang melalui perendaman benih dengan cairan hasil fermentasi limbah udang dengan Bacillus sp. B298 lama fermentasi 0 hari, kemudian tanaman yang disemprot dengan perlakuan yang sama memiliki nilai yang paling tinggi. Patogen penyebab antraknosa tidak dapat dikendalikan dengan penggunaan cairan hasil fementasi limbah udang atau pestisida selama musim hujan. | The aimed of this research were to determine the effect of liquid of fermented shrimp waste for growth and crop yields of red chili and to determine the effect of liquid of fermented shrimp waste to control anthracnose disease on chili fruit. This research was conducted in Sokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumas. The research was conducted from March to July 2013. This research consisted of with 2 sub- study, using a randomized complete block design (RCBD) consisting of 12 treatments and 4 replications. The first research that studies the influence of liquid of fermented shrimp waste for plant growth and crop yields of red chili, the treatments were soaking seeds in and spraying plants with liquid product of natural fermented shrimp waste (fermentation time 0, 7, 30, 60, 90 days), liquid product of Bacillus sp. B298 fermented shrimp waste (fermentation time 0, 7, 30, 60, 90 days), fungicide or water. The measured variables were seed germination, plant height, number of leaves, number of branches, total flower, total fruit, fruit weight, lenght, and circle harvested fruits. The second research is the influence of liquid product of fermented shrimp waste to control pathogen of anthracnose disease on red chilies the treatment were similiar to the first studies. Measured variables were seed germination, disease incidence, plant height, number of leaves, number of branches, total flower, and total fruit. The results showed that seedling height and number of branches of seeds that had been soaked in the liquid of 0 day Bacillus sp. B298 fermented shrimp, then the seedlings and plants were sprayed with similar treatment had the highest value. The pathogen of anthracnose disease could not be controled by applying the liquid product of fermented shrimp waste or fungicide during rainy season. | |
| 754 | 6496 | H1E009008 | PENENTUAN KOEFISIEN SERAP BUNYI MATERIAL ALTERNATIF DARI CAMPURAN FRAKSI LIMBAH KERTAS DAN SERBUK GERGAJI | Penentuan koefisien serap bunyi material alternatif dari campuran fraksi limbah kertas dan serbuk gergaji telah dilakukan. Tujuannya adalah mengetahui pengaruh variasi komposisi volume terhadap nilai koefisien serap bunyinya. Pada penelitian ini limbah kertas yang digunakan adalah kertas folio bekas. Kertas folio bekas dijadikan bubur kertas kemudian dicampur dengan serbuk gergaji. Sebanyak 9 sampel dibuat dengan variasi komposisi volume dan diberi nama dari A sampai I. Penentuan nilai koefisien serap bunyi dilakukan dengan menggunakan metode tabung impedansi dua mikrofon. Nilai koefisien serap bunyi yang diperoleh dari perhitungan kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi serbuk gergaji di dalam sampel, nilai koefisien serap bunyinya semakin meningkat. Nilai serapan terbesar dihasilkan dari sampel I dengan komposisi 10% limbah kertas : 90% serbuk gergaji. Nilai serapan bunyi sampel I ini ternyata juga sedikit lebih baik dari nilai serapan bunyi glasswool dan rockwool, sehingga limbah kertas dan serbuk gergaji dapat dijadikan material serap bunyi alternatif yang sangat baik. | The determination of sound absorption coefficient alternative material from the mixture of fraction waste paper and sawdust has been done. The aim was to determine the effect of variation in the volume composition against the sound absorption coefficient. In this study, the waste paper used was ex-folio paper. The ex-folio paper was made pulp and then mixed with sawdust. Total of 9 samples were made by the variation of volume composition and named from A to I. The determination of sound absorption coefficient was performed using the two microphones impedance tube method. The obtained value of sound absorption coefficient was then presented in graphical form. The result showed that the more composition of sawdust in the sample, the more the value of sound absorption coefficient. The best value of sound absorption coefficient was obtained from sample I, with the composition of 10 % waste paper : 90 % sawdust. The sound absorption coefficient value of this sample I was little bit better than the sound absorption coefficient value of glasswool and rockwool, so the waste paper and sawdust could become an excellent alternative sound absorbing material. | |
| 755 | 6741 | H1G008018 | STATUS REPRODUKSI BEBERAPA IKAN SPESIES ASLI (FAMILIA CYPRINIDAE) DI SUNGAI LOGAWA KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian Status Reproduksi Beberapa Ikan Spesies Asli (Familia Cyprinidae) di Sungai Logawa Kabupaten Banyumas dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2013 yang bertujuan untuk mengetahui Kelimpahan ikan spesies asli (Familia Cyprinidae) dan status reproduksi ikan spesies asli (Familia Cyprinidae) di Sungai Logawa Kabupaten Banyumas dilihat dari aspek fekunditas, Indeks Gonado Somatik (IGS), dan rasio kelamin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling di zona hulu, tengah dan hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskiptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sungai Logawa didapat 6 ikan spesies asli (Familia Cyprinidae) yaitu ikan lunjar, benteur, nilem, brek, palung, dan tawes. Kelimpahan ikan Tertinggi yaitu pada ikan lunjar (Rasbora argyrotaenia) dan kelimpahan terendah yaitu pada ikan tawes (Puntius javanicus). fekunditas ikan lunjar (340-1030), ikan benteur (330-523), dan ikan palung (281,881,6612). Indeks Gonado Somatik (IGS) seluruh ikan yang didapat di sungai logawa selama penelitian belum dapat memijah karena nilai IGS yang didapat < 6 %. Rasio kelamin ikan yang diamati menunjukan ikan betina relatif lebih banyak dibandingkan dengan ikan jantan. | Reproductive Status of the Research Several Native Species of Fish (Familia Cyprinidae) in Banyumas Regency Logawa river was conducted in February - March 2013, which aims to determine the abundance of native fish species (Familia Cyprinidae) and reproductive status of native fish species (Familia Cyprinidae) in Banyumas Regency Logawa viewed from the aspect of fecundity , Gonado somantic index (GSI),and sex ratio. The method used in this study is a survey by simple random sampling technique sampling in zones upstream, midstream, and downstream. Analysis of the data used is descriptive analysis . The results showed that in the river Logawa obtained 7 species native fish (Familia Cyprinidae) the fish yellow rasbora, spotted barb, bony lip barb, javanis barb, hampala barb, silver barb. Highest fish abundance in fish abundance yellow rasbora (Rasbora argyrotaenia) and lowest in fish silver barb (Puntius javanicus). The frequency of fish yellow rasbora (340-1030), the fish spotted barb (330-523), and the fish hampala barb (281,881.6612). Gonado semantic index (GSI) all fish in the river Logawa obtained during the study have not been able to sort out because of the results obtained GSI < 6 %. The observed sex ratio of fish showed relatively more female fish compared with male fish. | |
| 756 | 6742 | C1A006137 | Analisis Toko Ritel Tradisional di Kecamatan Purwokerto Utara | Penelitian ini berjudul “ Analisis Toko Ritel Tradisional di Kecamatan Purwokerto Utara “. Industri ritel merupakan salah satu industri yang strategis di Indonesia. Industri ini merupakan sektor kedua terbesar dalam hal penyerapan tenaga kerja, yaitu menyerap kurang lebih 18,9 juta orang, menempati urutan kedua setelah sektor pertanian yang mampu menyerap sekitar 41,8 juta orang. Sektor ritel ini sangat erat kaitannya dengan sektor perindustrian, yaitu sebagai distributor atau agen agar hasil produksi yang dihasilkan oleh produsen dapat sampai ke tangan konsumen. Pertumbuhan sektor ritel setiap tahunnya selalu mengalami pertumbuhan, selain itu laju pertumbuhan ritel-ritel modern dan bertambahnya perkembangan ritel tradisional yang semakin hari semakin pesat, hal ini perlu dicermati oleh pengusaha ritel itu sendiri agar mereka tetap mampu hidup dalam persaingan usaha yang semakin ketat. Berdasarkan alasan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisa scp (struktur, conduct, dan performance) dengan variabel dependen pcm (price-cost margin) dan variabel independen pangsa pasar, penentuan harga, dan x-effisien. Penelitian ini menggunakan data primer yang ditunjang juga oleh data sekunder. Data primer diperoleh dengan melekukan survey dengan melakukan wawancara langsung kepada responden. Ada tiga puluh lima responden toko ritel tradisional di kecamatan Purwokerto Utara yang menjadi sampel penelitian. Untuk mencapai tujuan, dalam penelitian ini menggunakan analisisregresi berganda dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil perhitungan daidapatkan bahwa pangsa pasar toko ritel tradisioanal di Kecamatan Purwokerto Utara tidak ada yang mencapai lebih dari 10% itu menandakan pangsa pasar toko ritel tradisioanl di Kecamatan Purwokerto Utara masuk dalam katagori pasar monopolistik, sedang penentuan harga antar toko berkisar antara 18,31% sampai 20,49 % , rank selisih hanya 2,18% hal ini menandakan bahwa penentuan harga antar toko ritel tradisioanal serupa, dan untuk tingkat x-effisien antar toko berada pada angka 6% sampai 20% hal ini menjukan bahwa tingkat x-effisien antar toko ritel mempunyai rank yang tak terlalu jauh hanya 14% dari yang terrendah hingga yang tertinggi Hasil analisis regresi linier berganda di dapatkan Pangsa pasar, penentuan harga, dan x-effisiensi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pcm ritel tradisioanl di Kecamatan Purwokerto Utara. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa pangsa pasar, penentuan harga, dan x-effisiensi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pcm ritel tradisional di Kecamata Purwokerto Utara diterima. Penenentuan harga dan x-effisiensi secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap pcm ritel tradisional, sedangkan pangsa pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap pcm ritel tradisiona. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa variabel Pangsa pasar, penentuan harga dan x-effisiensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pcm toko ritel tradisional di Kecamatan Purwokerto Utara ditolak karena ternyata dari hasil analisis diperoleh satu variabel independen yaitu pangsa pasar berpengaruh tidak secara signifikan atau memiliki pengaruh kecil terhadap pcm toko ritel tradisional di Kecamatan Purwokerto Utara. | This study is entitled "Analysis of Traditional Retail Stores in North Purwokerto Sub District". The retail industry is one of the strategic industries in Indonesia. This industry is the second largest sector in term of absorbing labor force, which absorbs approximately 18.9 million people and is the second rank behind agricultural sector which could absorb about 41.8 million of labour force. The retail sector is inherently attached with the industrial sector and it runs as distributor or agent to distribute company products to consumers . Retail sector growth is increasing annualy as always, moreover the number of modern and traditional retail are increasing rapidly day by day, these facts need to be understood by retailers to make them survive in facing the competition which is getting tight. Based upon those reasons this with analisiz scp approach ( structure, conduct and performance ) uses pcm as dependent variable (price - cost margin ) and the independent variable are market share, pricing, and x - efficiency. This study uses primary data and also supported by secondary data . Primary data obtained by survey and interview to the respondents. There are thirty five respondents traditional retail stores in North Purwokerto sub district as the sample of the study . To achieve the goal, this study uses multiple approaches regression analisys which is Ordinary Least Square ( OLS ) . The result of analisys shows that market share of traditional retail in North Purwokerto sub district is no more than 10 %, it indicates that the traditional retail stores in North Purwokerto sub district are classified as monopolistic, beside that pricing among traditional retail stores is about 18.31 % up to 20.49 %, the gap is only 2.18% and indicates that pricing among the tradisioanal retail stores is the same, and for the level of x - efficient among the traditional retail stores are in 6 % up to 20 % this shows that the level of x - efficient among the traditional retail stores which the rank is not too far just 14 % from the lowestto the highestone. The results of multiple linear regression analysis show that market share, pricing and x – efficiency are simultaneously significant affect to a traditional retail pcm in the North Purwokerto sub district. Thus the first hypothesis which states that the market share , pricing , and x - efficiency are simultaneously significant effect on traditional retail pcm in North Purwokerto sub district is accepted. Pricing and x - efficiency partially significant affect to traditional retail pcm, meanwhile the market does not significantly influence to the tradisional retail pcm . Thus the second hypothesis which states that the variable market share , pricing and x - efficiency partially significant affect to traditional retail pcm in the North Purwokerto sub district is rejected because it is found from the analysis that the market share as independent variable does not significantly affect or has an small impact to traditional retail stores pcm in the North Purwokerto sub district. | |
| 757 | 6748 | F1F007145 | An Analysis of Figure of Speech in The Simpsons Movie | Penelitian ini berjudul “Analisis Majas dalam Film The Simpsons Movie”. Penelitian ini menggunakan dua landasan teori, yaitu teori klasifikasi jenis – jenis majas dari Perrine (1992) dan teori tentang fungsi bahasa dari Leech (1974). Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan jenis - jenis dan fungsi – fungsi majas yang terdapat dalam film The Simpsons Movie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari teks bawah pada film The Simpsons Movie. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ucapan dari seluruh karakter dalam The Simpsons Movie. Sampel dari penelitian ini adalah ucapan – ucapan yang mengandung majas yang terdapat dalam teori klasifikasi majas oleh Perrine (1992). Selanjutnya peneliti menggunakan teori klasifikasi fungsi bahasa dari Leech untuk menganalisa fungsi bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah majas dan fungsinya dalam film The Simpsons Movie. Jumlah majas tersebut yaitu: personifikasi (2), apostrof (4), simile (5), metafora (5), sinekdok (1), metonimi (0), simbol (4), paradoks (0), alegori (1), hiperbola (16), litotes (4), dan ironi (5). Sementara itu, jumlah fungsi bahasa yang terdapat dalam film The Simpsons Movie yaitu: informasional (20), ekspresif (18), direktif (6), fatik (2), and estetik (1). Jumlah majas terbanyak adalah majas hiperbola. Karakter-karakter menggunakan hiperbola untuk mempertegas dan memperjelas isi pesan dan emosi mereka. Jumlah fungsi majas terbanyak adalah fungsi informasional. Karakter-karakter menggunakan beberapa jenis majas sebagai variasi bahasa dalam memberikan informasi dan menggambarkan sesuatu. Majas tidak hanya membuat kata-kata menjadi lebih indah, tetapi juga dapat membantu penutur kata lebih jelas dan kuat dalam mengekpresikan sesuatu. | This research is entitled “An Analysis of Figures of Speech in The Simpsons Movie”. The researcher employs two ground theories; theory of classification of types of figure of speech by Perrine (1992) and theory of language functions by Leech (1974). This research is aimed at describing and explaining the types of figures of speech and their function that occurred in The Simpsons Movie. The researcher employs a descriptive qualitative method. The researcher collects the data of this research from the subtitle of the film The Simpsons Movie. The population of the data is the entire utterances produced by the characters in the film The Simpsons Movie. The samples of this research are the utterances that contain types of figures of speech classified by Perrine (1992). Then, the researcher uses the theory of classification of language function by Leech (1974) to analyze the function of language. The result of this research shows a number of figures of speech and their function in the film The Simpsons Movie. They are: personification (2), apostrophe (4), simile (5), metaphor (5), synecdoche (1), metonymy (0), symbol (4), paradox (0), allegory (1), hyperbole (16), litotes (4), and irony (5). Meanwhile, the language function in this film are: informational (20), expressive (18), directive (6), phatic (2), and esthetic (1). The highest number of figures of speech is hyperbole. Hyperbole in this movie is used by the characters to strengthen the message and heighten their emotions. The highest number of the function of figure of speech is informational. The characters use some figures of speech as language variation to inform and describe something to the other characters. Figure of speech is not only to make words beautiful, but it also helps people to express something clearer and stronger. | |
| 758 | 6743 | H1G009012 | ADSORPSI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) OLEH KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) PADA BERBAGAI VARIASI pH DAN WAKTU KONTAK | Penelitian berjudul Adsorpsi Logam Berat Timbal (Pb) oleh Kulit Singkong (Manihot utilissima) telah dilakukan pada berbagai variasi pH (3,4,5, dan 6) dan waktu kontak (20, 50, 80, dan 110 menit). Pb dianalisis menggunakan Atomic Absorpstion Spectrophotometry (AAS) dengan Flame ionization dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pH dan waktu kontak terbaik untuk kapasitas adsorpsi terbaik oleh kulit singkong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tertinggi adsorpsi pada pH 6 dan waktu kontak 110 menit (11,19-55,95%), namun pada waktu kontak 20 menit menunjukkan kapasitas adsorpsi terbaik sebesar 8,14 mg/g dan persentase adsorpsi sebesar 40,7%. | A research entitled The Adsorption of Heavy Metal (Pb) by Cassava Peel (Manihot utilissima) has been conducted at different pH levels (3, 4, 5, and 6) and contact times (20, 50, 80, and 110 minutes). Pb was analyzed using Atomic Absorpstion Spectrophotometry (AAS) with Flame ionization. An experimental design used completely randomized design for this purpose. The research aimed to determine the optimal pH and contact time for the best adsorption capacity of cassava peel. The results of research showed that reliable performance (11,19-55,95%) was detected at pH 6 and 110 minutes, while 20 minutes of contact time demonstrated the best adsorption capacity Ca. 8.14 mg/g (40.7% from initial consentration). | |
| 759 | 6744 | G1A006158 | RELIGIOUS CONSCIOUSNESS OF AMERICAN PEOPLE: FILM ANALYSIS ON “FACING THE GIANT” | Victor Philipus Chandra . 2013 Kesadaran Beragama Dari Orang Amerika : Analisis Film tentang " Menghadapi Raksasa " . Bahasa Inggris dan Program Sastra . Departemen kebudayaan , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Universitas Jenderal Soedirman , Purwokerto . Tahun Akademik 2012/2013 . Pembimbing Pertama : Rosyid Dodiyanto , SS , M.Hum , Dosen Pembimbing Kedua : Aidatul Chusna , SS , MA , Pemeriksa : Tribuana Sari , SS . M.Si Kata Kunci : Kesadaran Beragama , Budaya populer , Alkitab , pengalaman spiritual , Allah , Kehendak Tuhan. Penelitian ini yang berjudul " Kesadaran Beragama Dari Orang Amerika : Analisis Film tentang" Menghadapi Raksasa " , studi tentang isu-isu yang mencerminkan penurunan kesadaran beragama di Amerika . Budaya populer dan studi agama diterapkan dalam menganalisis kesadaran keagamaan rakyat Amerika .Metode penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif , yang menyangkut pada menggambarkan dan menganalisis fenomena yang terjadi pada orang Amerika . Data primer akan dikumpulkan dari Kendrick film Alex , menghadapi raksasa , sedangkan sedangkan data sekunder diambil dari sumber daya eksternal berkaitan dengan teori reflektif . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga Beberapa masalah yang mencerminkan penurunan agama di Amerika adalah pernikahan, ekonomi , dan pendidikan . Dalam pernikahan , pengintegrasikan iman Kristen dan hidup memiliki pengaruh penting pada hubungan pernikahan . Ketika ada komitmen yang tinggi dalam suatu hubungan , rasanya lebih aman dan bersedia untuk memberikan lebih banyak untuk hubungan untuk berhasil . Ekonomi , Amerika adalah negara kaya dan paling melimpah di dunia , tidak mengherankan bahwa banyak orang Amerika berpikir tentang kelaparan dan kemiskinan yang terjadi hanya di negara berkembang . Mereka hanya berpikir tentang uang dan semua yang mereka harus dipenuhi . Tuhan ingin agar kita memiliki hidup dan memiliki lebih berlimpah . Ini adalah keinginan -Nya bagi kita untuk hidup kaya dan dipenuhi . Pemenuhan dalam hidup hanya bisa terjadi ketika Anda berdampak pada kehidupan orang lain melalui service.Education tanpa pamrih , Pada saat itu , Alkitab adalah buku prinsip di sekolah , dan buku pelajaran lainnya menarik pada kebenaran untuk mendidik kaum muda . Saya pikir Amerika harus menanamkan nilai kesadaran religius . Meskipun ada tekanan hukum yang konstan untuk lebih menolak kebebasan ini , umat Allah harus rajin untuk melaksanakan kebebasan yang tersedia saat ini . | Victor Philipus Chandra. 2013 Religious Consciousness Of American People:Film Analysis on “Facing The Giant”. English Language and Literature Program. Department of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Academic Year 2012/2013. First Supervisor: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum, Second Supervisor: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Examiner: Tribuana Sari, SS. M.Si Keyword : Religious Consciousness, Popular culture, bible, spiritual experience, God, God Willing. This research which is entitled “Religious Consciousness Of American People: Film Analysis on “Facing The Giant”, studies about issues that reflect the decrease of religious consciousness in America. pop culture and religious study is applied in analyzing religious consciousness of American people. The method of this research will use the descriptive qualitative method, which concerns on describing and analyzing the phenomenon that happened in American people. The primary data will be collected from the Alex Kendrick movie, facing the giant, whereas whereas the secondary data are taken from external resources relates to the theory reflective. The result of this research shows that there are three Some issues that reflect the decrease of religion in America is marriage, economy, and education. In marriage, The integrating forces of Christian faith and living have a vital bearing on the marriage relationship. When there is a high commitment in a relationship, it feels safer and is willing to give more for the relationship to succeed. Economy, America is the wealthiest and most bountiful nation in the world, it is no surprise that many Americans think of hunger and poverty occurring only in developing countries. They just think about the money and all that they need to be fulfilled. God desires for us to have life and have it more abundantly. It is His desire for us to live a rich and fulfilled life. Fulfillment in life can only happen when you impact on the lives of others through selfless service.Education, At the time, the Bible was the principle textbook in schools, and other textbooks drew upon its truths to educate the young. I think America have to engraft the value of religious consciousness. While there is constant legal pressure to further resist these freedoms, God’s people must be diligent to exercise the liberties currently available. | |
| 760 | 6745 | A1L008099 | INVENTARISASI LAHAN KRITIS DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan dan mengetahui sebaran serta potensi kritis di Kecamatan Kedungbanteng. Penelitian dilaksanakan menggunakan metoda survei pada bulan Maret 2013 – Mei 2013 menggunakan instrumen pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG), yaitu pengolahan data spasial digunakan untuk interpertasi citra dan pengolahan data atribut untuk menganalisa tingkat kekritisan lahan. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling dalam skala peta tinjau mendalam yaitu 1: 75.000. Dalam 100 hektar diambil 1-5 sampel. Penelitian ini mengambil 60 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Kedungbanteng memiliki sebaran kriteria lahan kritis sebesar 2903 ha (51%,), Agak kritis sebesar 1626 ha (28%,), potensial kritis sebesar 326 ha (6%,), dan tidak kritis sebesar 66 ha (2%). Penyebab utama terjadinya lahan kritis karena topografi berbukit dan minimnya konservasi baik secara kimiawi, vegetatif, maupun mekanik. | This study aims to determine the critical level of land and the distribution and potential critical land in the District Kedungbanteng. The experiment had been conducted from March 2013 up to May 2013 using survey method. The data was analyzed using Geographic Information Systems (GIS), spatial data processing is used for image interpretation and processing of attribute data to analyze land critical level. Sampling methods Purposive Random Sampling in depth review the map scale is 1: 75.000. 100 acres in samples taken 1-5. This study took a sample of 60 points. The results showed the distribution criteria District Kedungbanteng has the critical land of 2903 ha (51%,), the semi critical 1626 ha (28%,), the critical potential of 326 ha (6%), and not critical of 66 ha (2% ). Major cause of degraded land due to the hilly topography and lack of conservation measures both chemically, vegetative, or mechanical. |