Artikelilmiahs
Menampilkan 761-780 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 761 | 6746 | H1K009028 | KAJIAN MORFOMETRI UNTUK MENGETAHUI TINGKAT KEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU SCYLLA SERRATA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE TRITIH KULON CILACAP | Kepiting bakau (Scylla serrata) biasa dikenal juga dengan nama kepiting lumpur (mud crab). Kepitingbakausangat digemari oleh masyarakat dan termasuk satu diantara komoditas perikanan penting di wilayah Indo Pasifik. Di pasaran, kepiting umumnya dijual dalam kondisi segar, kepiting cangkang lunak (soft shell) dan kepiting bertelur. Di sisi lain, meningkatnya permintaan konsumen terutama di pasar internasional,menuntut produksi kepiting bakau dalam jumlah besar dan berkesinambungan.Sebagian besar produksi kepiting masih ditangkap dari alam, kendalanya belum banyak informasi khususnya berkaitan dengan ukuran kepiting yang matang telur atau tingkat kematangan gonad. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui morfometridan tingkat kematangan gonad kepiting bakau Scylla serrata, sertamengetahui hubungan morfometri dengan tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad kepiting bakau Scylla serrata.Metode yang digunakanadalah survey, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfometri (truss morphometrics) secara langsung tidak terdapat hubungan dengan tingkat kematangan gonad kepiting bakau, tetapi terdapat hubungan antara morfometri (truss morphometrics) dengan indeks kematangan gonad, yang ditunjukan oleh titik rasio jarak truss B1 (2,822) dan B4 (1,633) yang bersinggungan dengan titik indeks kematangan gonad (IKG). | Mangrove crab (Scylla serrata), commonly known also by the name of mud crab (mud crab). Mangrove crabs are very popular with the public and includes a commodity amongimportant fishery in the IndoPacific region. In the market, commonly crabs sold in fresh condition, soft shell crab and crab spawn. On the other hand, consumer demandincrease, especially in international market, would require mud crab sustainable production in large quantities. The most crab production was captured from wild, due to many obstacles, especially on information related to mature crab size bearing eggs. The purpose of this study was to determine mud crab Scylla serratamorphometry (using truss morphometrics) and maturity, and to determine the relationship betweenmorphomtery and gonad maturity and maturation index of mud crab. A surveymethod wasused with random sampling. The results showed that morphometry did not relate with gonad maturity level of mangrove crabs, but related with gonad maturity index.Point B1 of truss (2.822) and B4 (1.633) of truss were tangent to gonad maturity index. | |
| 762 | 6747 | P2CA10004 | ANALISIS POTENSI EKONOMI SEKTORAL BEBERAPA KABUPATEN / KOTA DI PROVINSI PAPUA | Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor basis dengan metode Location Quotient (LQ), 2) menganalisis sektor-sektor unggulan dalam perekonomian beberapa daerah di provinsi Papua menggunakan metode MRP, dan 3) menganalisis daerah yang dapat digunakan untuk memacu pengembangan pembangunan di beberapa daerah di Provinsi Papua menggunakan analisis Tipologi Klassen. lokasi penelitian ini adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Puncak Jaya. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa PDRB dari tahun 2007 sampai dengan 2010 dari subjek penelitian. Analisa data menggunakan metode Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan analisis Tipologi Klassen. Hasil dari penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: 1)Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa: a) Sektor pertanian merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Puncakjaya, b) Sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor basis di Kabupaten Mimika, c) Sektor industri merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, d) Sektor Listrik, gas dan air bersih merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, e) Sektor bangunan merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Puncakjaya dan Kota Jayapura, f) Sektor perdagangan, hotel dan restoran merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Puncakjaya dan Kota Jayapura, g) Sektor pengangkutan dan telekomunikasi merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, h) Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, i) Sektor jasa-jasa merupakan sektor basis di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Puncakjaya dan Kota Jayapura; 2) Hasil Analisis MRP menunjukkan tidak satu pun sektor basis di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Puncakjaya dan Kota Jayapura yang mempunyai potensi daya saing kompetitif dan komparatif di tingkat kabupaten/kota, dan pada kegiatan yang sama di tingkat Propinsi Papua; dan 3) Berdasarkan Tipologi Klassen, keempatnya masuk kategori daerah relatif tertinggal. | The purpose of this research are : 1) to analyze sektors which categorized as basic sektor with Location Quotient method ( LQ ) , 2) to analyze superior sektors in economy in some regions using GRM method, and 3) to analyze region that can be used to stimulate development in some regions in Papua province using Tipology Klassen analysis. Location of this research is Jayapura city, Jayapura regency, Mimika, and Puncak Jaya regency. Data used is secondary data, PDRB in year 2007 until 2010 from the subject of the research. Data analysis uses Location Quotient method (LQ), Growth Ratio Model ( GRM ), and Tipology Klassen analysis. The result of this research is: 1) LQ analysis result shows that a) agriculture sektor is basic sektor in Jayapura and Puncak Jaya regency. b) Mining sektor and drilling sektor are basic sektors in Mimika regency, c) industrial sektor is basic sektor in Jayapura regency and Jayapura city. d) electricity sektor, gas, and mineral water are basic sektors in Jayapura regency and Jayapura city , e) infrastructure sektor is basic sektor in Jayapura regency, Puncak Jaya regency, and Jayapura city. f) Trading sektor, hotel, and restaurant are basic sektors in Jayapura regency, Puncak Jaya regency, and Jayapura city. g) Transportation sektor and telecommunication are basic sektors in Jayapura regency and Jayapura city. i) Services sektor is basic sektor in Jayapura regency, Puncak Jaya regency, and Jayapura city. 2) The result of GRM used analysis shows that there are 2 regions potentially hold sektors with competitive and comparative bargaining power. Jayapura city has the most basic sektors as first priority to be developed. There are 6 basic sektors; and 3) Based on Tipology Klassen, there are four sektors categorized as region relatively left behind. | |
| 763 | 6750 | P2FB09010 | AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES | Permasalahan umum yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan desa diantaranya adalah masih banyak kendala dalam pengelolaan keuangan desa dan sumber daya desa masih rendah sehingga diperlukan peran pemerintah lokal dalam membantu ketersediaan dana pembangunan desa. Akuntabilitas pengelolaan ADD sangat berperan atas keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di tingkat Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penerapan akuntabilitas serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan ADD di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Untuk menguji penerapan akuntabilitas dalam pengelolaan ADD yang dikaji dalam penelitian ini menggunakan teori akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik yang terdiri atas beberapa dimensi, yaitu: 1) Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum. Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan. 2) Akuntabilitas proses. Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, dan prosedur administrasi. 3) Akuntabilitas program. Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak, dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yang memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4)Akuntabilitas kebijakan. Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban kebijakan yang telah dibuat terhadap masyarakat luas. Penelitian dilakukan di Kecamatan Bumiayu dengan mengikutsertakan beberapa desa sebagai sampel. Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa belum semua desa menerapkan akuntabilitas pengelolaan ADD, diantaranya ditunjukkan dengan masih adanya penyalahgunaan jabatan dan penyimpangan prosedur oleh oknum yang terlibat pengelolaan dana desa untuk memperoleh keuntungan tertentu bagi dirinya atau kelompok tertentu. Sebagai langkah prefentif untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan ADD, Pemerintah Kabupaten Brebes telah menyempurnakan mekanisme pengajuan RAPB pembangunan Desa, yaitu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dalam memberikan pengesahan dan memeriksa spesifikasi pembangunan dan besaran dana yang diajukan, serta untuk memperlancar proses pencairan dana ADD tahap selanjutnya tidak menerapkan sistem kolektif, tetapi rekomendasi Camat. Penerapan prinsip-prinsip transparan, akuntabel dan partisipatif memiliki keterkaitan dengan kualitas hasil pembangunan dan pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai sasaran program. Kendala utama yang dihadapi dalam mengelola ADD di Kecamatan Bumiayu diantaranya adalah: pembinaan aparat pemerintahan desa pengelolaan ADD belum efektif, Tim pengelola ADD) kurang menguasai spesifikasi pelaksanaan program, Koordinasi antara tim pengelola ADD kurang harmonis sehingga muncul persepsi negatif yang menyudutkan tim pelaksana ADD. | Common problems occured in developing village one other thing was low of resources. So that needed involvement of local government on providing village development fund. Accountability on managing Alocation of Village Development Fund (ADD) is very benefited on achivement of implement government administration, development and society at grass root level government. The research aims at reviewing and analyzing the implementing of accountability and constraint managing Alocation of ADD at SubDistrict Bumiayu Brebes. The research was conducted at Bumiayu SubDistrict with involving some village as sample. To find out objective the research using qualitative method and data analysis was employed by using interactive analysis model. The result shows that not yet including all village applying accountability in manage ADD, that shows the existing of misapplication function and un procedural conducted byperson in a certain capacity manage ADD to get certain benefit for him self or his category. As preventive approach to improve effectiveness and accountability managing ADD, Local Government of Brebes have improved on mecanism propose Village Development Plan, that is coordination with Board of General affair and City Plan on approval and verification of development and amount of budget proposed, and also to smooth next transfer process did not used collecting system but subdistrict head recommendation. Implementing principle of tranparency, accountability and participation have relevance with quality of development and utilization by societies as objective of program. Common constraint faced at managing ADD at Subdistrict Bumiayu were uneffective management development staff, uncomprehend on act programe, poor coordination appearing negative opinion that cornering implementer team of ADD. | |
| 764 | 6751 | F1D006055 | INTERAKSI AKTOR DALAM IMPLEMENTASI PERDA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2011-2031 (Studi Kasus Di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo) | Penelitian ini berjudul Interaksi Aktor Dalam Implementasi PERDA Kabupaten Wonosobo No 2 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Wonosobo 2011-2031 (Studi Kasus Di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo). Implementasi perda tersebut lintas sektoral sehingga peneliti begitu tertarik. Tujuan dari penelitin ini untuk memahami Interaksi yang dilakukan oleh para aktor di lingkup instansi pemerintahan Kabupaten Wonosobo Khusunya Desa Sikunang yang termasuk dalam Perda No 2 tahun 2011 sebagai kawasan lindung Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian kualitatif merupakan sebuah prosedur penelitian yang mengambil data berupa kata – kata tertulis ataupun lisan dari orang – orang dan perilaku yang dapat diamati. Sedangkan pendekatan yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, sebagai sebuah pendekatan fenomenologi adalah Studi yang ditujukan untuk mengungkap proses interpretasi yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari atau Tindakan manusia, ucapan dan segala sesuatu yang dilakukan atau dikerjakan merupakan hasil dari bagaimana ia mendefinisikan dunia di sekitarnya. Metode dan pendekatan ini digunakan untuk mengungkap fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat tersebut dan mendeskripsikannya kedalam hasil penelitian. Penelitian dilakukan di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa Kebijakan Perencanaan Tata Ruang Wilayah, dalam proses perencanaannya belum sepenuhnya melibatkan stakeholders termasuk masyarakat dan belum memprioritaskan pengelolaan kawasan lindung, implementasinya menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum efektif, karena hasil yang diharapkan belum tercapai dan belum mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Penelitian ini juga menguak faktor-faktor yang mendukung keberhasilan Perda No 2 tahun 2011 yang antusias dalam menyambut kebijakan ini, warga desa juga menginginkan solusi dari pemerintah yang mampu meng akomodir aspirasi warga. Beberapa Faktor penghambat seperti belum optimalnya imlementasi kebijakan, kurangnya kesepahaman antar setakeholdes dalam roses implementasi kurangnya kerjasama antar instansi. Terhadap pentingnya penataan ruang yang sangat memerlukan penyelenggaraan penataan ruang yang transparan, efektif, dan partisipatif, agar terwujud ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Disamping perlu pula untuk diketahui lebih lanjut interaksi aktor tersebut mempunyai posisi penting dibagian implementasi kebijakan, interaksi aktor ini mempengaruhi koordinasi antar instansi dan stakeholders. Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan dari satuan yang terpisah (unit-unit atau bagian-bagian) suatu instansi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Tanpa koordinasi individu-individu dan bagian-bagian akan kehilangan pandangan tentang peran mereka dalam organisasi, mereka akan mengejar kepentingannya masing-masing yang khas. | The study is titled Implementation PERDA interaction Actor In Wonosobo District No 2 of 2011 On Spatial Planning Wonosobo regency 2011-2031 (Case Study in Rural Sub Sikunang Kejajar Wonosobo regency). Implementation of the regulations across sectors so that researchers are so interested. The purpose of this research is to understand the interactions performed by the actors in the scope of Wonosobo regency government agencies Sikunang Especially Villages included in Regulation No 2 of 2011 as a protected area Wonosobo regency. The research method used was a qualitative research method is a research procedure that takes data form words - written or spoken words of people - men and observable behavior. The study was conducted in the Village Sikunang District Kejajar Wonosobo Based on the results, the obtained results that the Spatial Planning Policy, the planning process has not been fully involve stakeholders including the public and has not prioritized the management of protected areas, implementation shows that the policy has not been effective, because the expected results have not been achieved and have not been able to solve the problems that occur in the field. This study also reveals the factors that support the success of Bylaw No 2 of 2011 is enthusiastic in welcoming this policy, the villagers also wanted a solution that is capable of clicking the government accommodated the aspirations of citizens. Some factors inhibiting such implementation not optimal policies, the lack of understanding between the roses implementation stakeholders lack of interagency cooperation. The importance of spatial organization that is in need of a transparent spatial planning, effective, and participatory, in order to realize a safe, comfortable, productive, and sustainable. Besides, it is also necessary to know more about the actor interactions have important positions section of policy implementation, the actor interactions affect coordination among agencies and stakeholders. Coordination is the process of integrating the objectives and activities of separate units (the units or parts) of an agency to achieve organizational goals efficiently. Without the coordination of individuals and the parts will lose sight of their role in the organization, they will pursue their own interests are typical. | |
| 765 | 6752 | C1C008081 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA KEUANGAN PADA UMKM MILIK EKS TENAGA KERJA INDONESIA (Survey pada Paguyuban eks TKI “Seruni” Kabupaten Banyumas) | UMKM memegang peranan penting dalam pembangunan di Indonesia. Banyak orang Indonesia yang menjadi TKI dengan tujuan mengumpulkan remitensi sebagai modal masa depan untuk membentuk modal UMKM, tidak banyak yang meneliti tentang hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara remitensi dan faktor-faktor lainnya terhadap kinerja keuangan pada UMKM milik eks TKI. Penelitian ini menggunakan metode campuran, metode kuantitatif dilakukan terlebih dahulu kemudian diteruskan dengan kualitatif. Yang pertama, penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji pengaruh remitensi pada modal, pengalaman bekerja di luar negeri, tingkat pendidikan pengelola, umur usaha dan ukuran usaha terhadap kinerja keuangan. Sampel yang diambil pada penelitian ini yaitu 32 UKM yang dimiliki eks TKI di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan pemilihan sampel secara purposive. Hipotesis diukur menggunakan analisis regresi berganda dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh remitensi pada modal dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan, akan tetapi pengalaman bekerja di luar negeri, tingkat pendidikan pengelola dan umur usaha memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan Yang kedua, penelitian kualitatif yang dilakukan dengan wawancara secara mendalam menunjukkan alasan dari hasil penelitian kuantitatif. Dan hasilnya adalah eks TKI yang mendirikan usaha tidak yakin meminjam uang untuk memperluas usahanya walaupun memiliki peluang, hal ini menyebabkan kinerja keuangan tidak meningkat. Di sisi lain, banyak dari mereka yang tidak menyiapkan dan tidak membuat perhitungan antara penerimaan dan pengeluaran, sehingga mereka kesulitan untuk mengetahui yang berapa besar yang dihasilkan dan biayanya. | SMEs plays important role in Indonesian economic development. Many Indonesian people becoming migrant worker outside the country in order to collect remittances as future capital for funding their SME, but not many research about them. This aims of this research is to find out the relation between remittance and the other factors on financial performance of SMEs owned by ex migrant workers. Mix method research is applied in this research, first by doing quantitative method then continued by qualitative. First, quantitative research are tested the influence of remittance on SMEs capital, overseas work experience, business manager education, firm age and firm size on financial performance. The sample of this research is 32 SMEs owned by ex migrant workers in Banyumas selected using use purposive method. Hypothesis testing was done by the multiple regression analysis and the result shows that there is no influence of remittance on SMEs capital and firm size on financial performance but overseas work experience, business manager education and firm age has influence on financial performance. Second, qualitative method through in depth interview shows the reason behind quantitative analysis results. It implied that ex Indonesian migrant workers not confidence to borrow money for expanding the business even had a chance so financial performance not increased. Other side, most of them are not prepared and not make any real calculation about their assets or revenue and cost, so it’s difficult to realize how much exactly they can earn and their cost. | |
| 766 | 6753 | A1G006039 | EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN KREDIT PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) DI DESA BANJARSARI KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES PROVINSI JAWA TENGAH | Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalah bagian dari pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-M) melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui efektivitas pelaksanaan Program PUAP di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, 2) Mengetahui peningkatan dana bergulir Program PUAP di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Variabel yang diamati meliputi hasil produksi (produk), biaya produksi, harga jual produk, penerimaan, pendapatan bersih, tingkat pertumbuhan dan efektivitas. Analisis efektivitas program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) menggunakan analisis pendapatan, R/C ratio (Revenue Cost Ratio). Peningkatan dana bergulir PUAP dianalisis menggunakan analisis ARIMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan Program PUAP di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes sudah efektif, 2) Dana bergulir Program PUAP di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes mengalami peningkatan. | Rural Agribusiness Development (PUAP) is part of the implementation of the National Program for Community Empowerment (PNPM-M) with the help of venture capital in developing agribusiness in accordance with the agricultural potential of the target villages. This study aims to: 1). Examine the effectiveness of the implementation of the program in the Village Banjarsari PUAP Bantarkawung Brebes district, 2). Knowing PUAP improvement revolving fund program in the Village District Banjarsari Bantarkawung Brebes. The research method used was a survey method. Variables observed were the result of production (products), production costs, selling prices, revenues, net income, growth rate and effectiveness. Analysis of the effectiveness of rural agribusiness development program (PUAP) using analysis of revenue, R / C ratio (Revenue Cost Ratio). Improvement revolving fund PUAP analyzed using ARIMA analysis. The results showed that 1). Implementation of the program in the Village Banjarsari PUAP District Bantarkawung Brebes is effective, 2). PUAP revolving fund program in the Village District Banjarsari Bantarkawung Brebes increased. | |
| 767 | 6759 | P2AA11057 | ANALISIS SIKAP PETANI CABAI TERHADAP PELAYANAN KOPERASI SERBA USAHA SEJAHTERA ABADI DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi merupakan lembaga yang didirikannya untuk menangani masalah pemasaran terutama cabai di daerah Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut pelayanan, mengetahui tingkat kepentingan atribut pelayanan, menganalisis sikap petani cabai terhadap pelayanan koperasi, dan menganalisis hubungan antar atribut pelayanan dengan sikap petani cabai di Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi. Penelitian dilakukan di Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel petani cabai menggunakan cluster random sampling, sedangkan penggambilan sampel anggota dan mitra dilakukan secara simple random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 76 orang. Metode analisis untuk pengukuran atribut pelayanan, sikap petani cabai, dan hubungan antara atribut pelayanan terhadap sikap petani meliputi masing-masing: metode Cochran Q Test, model Multiatribut Fishbein, dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua atribut menjadi pertimbangan petani cabai dalam mendapatkan pelayanan, yaitu: pinjaman modal, pemasaran hasil, pinjaman sarana dan produksi pertanian, bimbingan teknis budidaya, dan kualitas pelayanan. Tingkat kepentingan atribut secara berurutan adalah pinjaman modal, pemasaran hasil, bimbingan teknis budidaya, kualitas pelayanan dan pinjaman sarana dan produksi pertanian. Sikap petani cabai terhadap pelayanan koperasi adalah baik. Pelayanan dalam pemasaran hasil berhubungan kuat dengan sikap petani cabai di Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi | Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi is an institute established to take in hand marketing problems, especially chilli in Purbalingga region. The purpose of this research is to identify the service attribute, to know the service attribute importance level, to analyze the chilli farmers attitude towards the cooperative service, and to analyze the correlation between service attributes and the chilli farmers attitude in Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi. The research was conducted in Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi, Kutabawa Village, Subdistrict of Karangreja, Purbalingga Regency. The research method used was survey method. The chilli farmers was selected using cluster random sampling, while the sampling of the members and partners was selected using simple random sampling. The samples of the research were 76 people. The analysis methods in measuring the service attributes, the chilli farmers attitude, and the correlation between service attributes and farmers attitude each were Cochran Q Test method, Fishbein Multiattribute model, and rank Spearman correlation test. The analysis result of the chilli farmers consideration in getting the service in Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi were capital loan, products marketing, equipment loan and farming production, farming technical guidance, and service quality. The attributes importance level alternately were capital loan, products marketing, farming technical guidance, service quality equipment, and loan and farming production. The chilli farmers attitude with the cooperative service was good. The service in products marketing were also in strong correlation with the chilli farmers attitude in Koperasi Serba Usaha Sejahtera Abadi | |
| 768 | 6754 | F1C008020 | TAYANGAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI UJUNG TOMBAK STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BANYUMAS TV | Perkembangan media televisi kini semakin pesat hal ini dapat dilihat dari tumbuhnya televisi lokal yang mulai ada, persaingan pun mulai terlihat dengan mereka berlomba memberikan program yang menarik dan terbaik di dalam mencari penonton atau pengiklan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh ialah dengan menggunakan strategi komunikasi pemasaran yang tepat, seperti Banyumas TV yang menekankan pada penggunaan program yang berbasis muatan lokal dalam strategi komunikasi pemasarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana budaya lokal digunakan sebagai ujung tombak setrategi komunikasi pemasaran Banyumas TV. Lokasi penelitian ini dilakukan di Banyumas TV. Sasaran penelitian ini adalah manajer marketing dan produksi program. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Uji validitas data dengan menggunakan triangulasi sumber, untuk analisis data menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Banyumas TV menggunakan budaya lokal dalam sebuah programnya, budaya lokal dalam Banyumas TV memiliki tempat tersendiri seperti jam prime time dan waktu tayang yang lebih banyak, ini digunakan sebagai ujung tombak dalam mencari pengiklan dan penonton. Acara yang menggunakan unsur budaya lokal antara lain : Cekakak, Lagon Banyumasan, Campur Ngelaras, Kartun Banyumasan, Ndopok Dablongan, Angkringan dan nasional atau umum seperti Seputar MASBARLINGCAKEB, Dialog Interaktif, Sekilas Banyumas dll. 2) Budaya lokal dianggap memliki daya tarik dan komoditas tersendiri. Budaya lokal Banyumasan yang ditampilkan merupakan budaya yang sudah dikenal oleh masyarakat luas seperti “basa ngapak” penggunaan budaya lokal digunakan dalam program yang menampilkan program yang sifatnya menghibur, seperti acara lawak dan talkshow budaya lokal lainnya yang ditampilkan adalah kesenian musik dengan menggunakan bahasa asli Banyumas dan juga pertunjukan seni musik tradisional. 3) kendala yang dihadapi oleh Banyumas TV adalah kurangnya pemain atau talent dalam mengisi acara yang bermuatan lokal. | The development of television media is increasingly rapidly this can be seen from the growth of local television started there, the competition began to be seen by them compete to provide attractive and best programs in the search for an audience or advertisers. One effort that can be achieved is by using the right marketing communication strategies, such as emphasizing Banyumas TV program based on the use of local content in its marketing communications strategy. The purpose of this study is to investigate and explain how the local culture is used as the spearhead of marketing communications strategy Banyumas TV. Location of the study was conducted in Banyumas TV. Target of this research is the program manager of marketing and production. This research belong to qualitative research methods. The research used in-depth interviews, and documentation to collect the data. The selection of informants is purposive sampling. Data validity used a sources triangulation model, for data analysis used interactive data analysis. These results of the research showed that: 1) Banyumas TV use in a program of local culture, local culture in Banyumas TV has its place as prime time and more air-time, is used as a focal point for advertisers and audience among others: Cekakak, Lagon Banyumasan, Campur Ngelaras, Kartun Banyumasan, Ndopok Dablongan, Angkringan and national programs Seputar MASBARLINGCAKEB, Dialog Interaktif, Sekilas Banyumas etc. 2) Local cultures possess a charm and is considered a commodity. Local culture is a culture Banyumasan shown that well known by the public as "basa ngapak" use of local cultures used in the program that displays programs that are entertaining, such as comedy shows and other local cultural talkshow shown is art music using native language Banyumas and also traditional music performances. Event that uses elements of local culture. 3) Obstacles faced by banyumas tv is the lack of a player or talent in filling program that charged local. | |
| 769 | 6755 | E1A009232 | KEBIJAKAN PENATAAN DAN PENGELOLAAN TEMPAT REKREASI (Studi Di Kabupaten Banyumas) | ABSTRAK Judul : KEBIJAKAN PENATAAN DAN PENGELOLAAN TEMPAT REKREASI (Studi Di Kabupaten Banyumas) Nama : ARDIYONO NIM : E1A009232 Judul dalam penelitian ini adalah “ Kebijakan penataan dan pengelolaan tempat rekreasi (Studi di Kabupaten Banyumas)”. Penelitian ini dilakukan karena banyaknya tempat rekreasi di banyumas, namun kurang mendukung pendapatan asli daerah. Penelitian ini merupakan studi pustaka dan dokumen yang dilakukan di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan penataan tempat rekreasi dan bagaimana kebijakan pengelolaan tempat rekreasi di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan penataan tempat rekreasi dan menganalisis kebijakan pengelolaan tempat rekreasi di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normatif dan bersifat preskriptif. Metode analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kebijakan penataan tempat rekreasi dilakukan dengan menata tempat sebelum adanya tempat rekreasi yaitu dengan melakukan penataan tata ruang dan setelah adanya tempat rekreasi dilakukan dengan menata fasilitas, wahana atau hiburan, pedagang dalam tempat rekreasi serta menata peraturan-peraturan yang mendukung kegiatan rekreasi. Kebijakan pengelolaan dilakukan dengan mengelola sarana dan prasarana, pengelolaan sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam. Kata Kunci : Kebijakan, Penataan, Pengelolaan, Tempat Rekreasi | ABSTRACT Title : THE POLICY ARRANGEMENT AND MANAGEMENT RECREATION AREAS (Study in Banyumas Regency) Name : ARDIYONO NIM : E1A009232 The title in this study is “ The Policy Arrangement and Management Recreation Areas (Study in Banyumas Regency). This study was conducted because of the many recreation areas in Banyumas, but less support revenue. This research is a study of literature study and documents, that do in Department of Youth, Sports, Culture and Tourism Banyumas Regency. The problem in this study is how the arrangement of recreation policy and how policy management of recreation areas in Banyumas Regency. The purpose of study was to determine the policy arrangement of recreation areas and recreation management policy analysis in Banyumas Regency. The method used in this research is normative juridical and prescriptive. The analytical methods is qualitative normative. The result of research and discussion can be concluded that policy arrangement is done by arringing recreation place before the recreation areas by performing the spartial arrangement and after the recreation done by managing the facility, rides or amusement, merchants in recreation areas as well as regulations that support recreation activities. Policy management can be done by managing facilities and infrastucture, humam resource management and natural resource management. Key Word: Policy, Arrangement, Management, Recreation Areas | |
| 770 | 6756 | A1L008196 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI (Brassica juncea L.) TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK VERMIKOMPOS DAN PENGURANGAN PUPUK N,P,K | Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian dosis pupuk vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, 2) pengurangan dosis pupuk N, P, K yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil sawi, 3) pengaruh kombinasi pemberian dosis pupuk vermikompos dan pengurangan dosis pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan kombinasi 3 taraf dosis pupuk vermikompos (5 ton/ha, 10 ton/ha dan 15 ton/ha) dan 3taraf dosis pupuk N, P, K yaitu dosis rekomendasi (Urea 220 kg/ha, SP-36 73 kg/ha dan KCl 73 kg/ha), 75 % dari dosis rekomendasi (Urea 165 kg/ha, SP-36 54,75 kg/ha dan KCl 54,75 kg/ha) dan 50 % dari dosis rekomendasi (Urea 110 kg/ha, SP-36 36,5 kg/ha dan KCl 36,5 kg/ha). Hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (uji F) dan dilanjutkan dengan uji Rentang Ganda Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukan 1) pemberian dosis pupuk vermikompos 15 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun sebesar 10,264 helai , bobot tanaman segar sebesar 98,168 g, bobot tajuk segar sebesar 87,171 g dan bobot tajuk kering sebesar sebesar 4,878 g, 2) dosis pupuk N, P, K 50% dari dosis rekomendasi tidak menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, 3) kombinasi dosis pupuk vermikompos dan pengurangan dosis pupuk N, P, K tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. | The experiment aims to find out (1) effect of vermicompost dosages on the growth and yield of green mustard (2) dosage reduction of N, P, K fertilizer for optimum growth and yield of green mustard (3) combination effect of vermicompost dosage and dosage reduction of N, P, K fertilizer on growth and yield of green mustard. The experiment used a Completely Randomized Block Design (CRBD). The treatment were combinations 3 levels of vermicompost dosage 5, 10 and 15 tons/ha and 3 levels of N, P, K fertilizer including the recommended dosage (220 kg/ha Urea, 73 kg/ha SP-36 and 73 kg/ha KCl), 75 % from recommended dosage (165 kg/ha Urea, 54,75 kg/ha SP-36 and 54,75 kg/ha KCl) and 50 % from recommended dosage (110 kg/ha Urea, 36,5 kg/ha SP-36 and 36,5 kg/ha KCl). The data were analyzed by analysis of variance (F test) and continued further with DMRT (Duncan Multiple Range Test) 5%. The results showed that vermicompost dosage 15 ton/ha gave the highest number of leaves (10.264 leaves), fresh plant weight (98.168 g), fresh shoot weight (87.171 g) and dry shoot weight (4.878 g). Dosage of N, P, K fertilizer 50% from recommended dosage didn’t degrade the growth and yield of green mustard. Combination of vermicompost dosage and dosage reduction of N, P, K fertilizer didn’t effect the growth and yield of green mustard. | |
| 771 | 6757 | E1A007246 | Perizinan Usaha Bioskop di Kabupaten Banyumas (Studi di Rajawali 4 Theatres) | ABSTRAK Perizinan Usaha Bioskop di Kabupaten Banyumas (Studi di Rajawali 4 Theatres) Oleh : INDRA ARI SAPUTRA E1A007246 Mulai berkembangnya objek-objek wisata di Kabupaten Banyumas membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2008 tentang Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum, serta Peraturan Bupati Banyumas Nomor 4 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2008 tentang Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum. Salah satu Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum di Kabupaten Banyumas adalah Rajawali 4 Theatres. Rajawali 4 Theatres menarik karena merupakan bioskop yang masih dapat bertahan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian Izin Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum di bioskop khususnya di Rajawali 4 Theatres. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis, hasil penelitian disajikan dalam uraian secara sistematis. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perizinan usaha bioskop Rajawali 4 Theatres tidak sesuai dengan penamaan dalam Surat Izin Usaha yang dikeluarkan oleh BPMPP. Ketidaksesuaian nama usaha bioskop tersebut adalah nama Rajawali 4 Theatres yang terdapat di bangunan bioskop tersebut berbeda dengan nama usaha bioskop yang terdapat di dalam Surat Izin Usaha No. 503/1240/BPM/2008 dan juga di dalam No. TDB (Tanda Daftar Perusahaan) : 11.07.5.92.03893, dimana Rajawali 4 Theatres didaftarkan sebagai Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum dengan nama Cineplex Rajawali. Kata Kunci : Izin, Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum, Rajawali 4 Theatres. | ABSTRACT Business Licenses of Cinema in Banyumas Regency (Studies in Rajawali 4 Theatres) By INDRA ARI SAPUTRA E1A007246 The grows of tourism objects in Banyumas District make the Local Government has to producted District Regulation of Banyumas Number 3 Year 2008 about Recreation Business and Public Entertainment, also regent regulation of Banyumas Number 4 Year 2011 about implementation guidelines District Regulation of Banyumas Number 3 Year 2008 about Recreation Business and Public Entertainment. One of the Recreation Business and Public Entertainment in Banyumas is Rajawali 4 Theatres. Rajawali 4 Theatres is interesting because it is the the cinema can stiil survive in Banyumas regency. This research aims to identify about licensing for recreation business and public entertainment at settlement area especially Rajawali 4 Theatres. This research use jurisdictional normative method with regulation approach and analitycal approach. Result of research present in systematical description. The result of this research can be seen that the cinema business licensing for Rajawali 4 theatres are not in accordance with the naming of the business permit issued by BPMPP. Mismatch name of the cinema business name is the name Rajawali 4 Theatres contained in the cinema building is different from the name of the cinema business contained in the Business License Document Number. 503/1240/BPM/2008 and also at the Number of Company Registration : 11.07.5.92.03893, where the Rajawali 4 Theatres registered as a Recreation Business and Public Entertainment with the name of Cineplex Rajawali. Keyword : License, Recreation Business and Public Entertainment, Rajawali 4 Theatres. | |
| 772 | 6758 | A1L009184 | Pengaruh Dosis Pupuk Vermikompos dan Pupuk N terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica parachinensis L) | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) pengaruh dosis vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, 2) pengaruh dosis pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim dan 3) dosis vermikompos dan pupuk N yang optimal terhadap bobot segar tanaman caisim. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dengan ketinggian tempat 110 meter diatas permukaan laut (mdpl) selama bulan Maret 2013 sampai Mei 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan empat taraf dosis vermikompos (0, 20, 40, 60 g/polibag) dan empat taraf dosis pupuk N ((0; 0,1; 0,2; 0,3 g N/polibag) dan tiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (uji F) dan jika terdapat pengaruh yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Rentang Ganda Duncan dengan p=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis vermikompos 20 g/polibag meningkatkan hasil dan menunjukkan hasil paling tinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun, sedangkan pada panjang akar primer, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar menunjukkan hasil paling tinggi pada pemberian dosis pupuk vermikompos sebesar 60 g/polibag, pemberian pupuk N 0,3 g/polibag meningkatkan luas daun dan bobot kering tajuk, sedangkan bobot segar tajuk, bobot segar akar dan bobot kering akar menunjukkan hasil optimalnya pada pemberian dosis pupuk N sebesar 0,2 g/polibag, dan belum diketahuinya dosis vermikompos yang optimal terhadap bobot segar tajuk tanaman caisim sedangkan pada dosis pupuk N, yang optimal yaitu pada dosis 0,2 g/polibag. | The objectives of this study were to determine: 1) the effect of vermicompost dose on growth and yield of caisim, 2) the effect of N fertilizer on the growth and yield of caisim and 3) Optimum doses of vermicompost and N fertilizer on plant fresh weight of caisim. The study was conducted in screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, with altitude of 110 meters above sea level (mdpl) during March 2013 to May 2013. Completely Randomized Block Design (CRBD) was applied with four levels dose of vermicompost (0, 20, 40, 60 g/polybag) and four levels of N fertilizer (0, 0.1, 0.2, 0.3 g N/polybag) and repeated three times. Variables observed were plant height, number of leaf, leaf area, primary root length, fresh weight of shoot, dry weight of shoot, fresh weight of root, and dry weight of root. Results were analyzed by analysis of variance (F test) and if there was different effects, continued by Duncan's Multiple Range Test at p=0.05. The results showed that vermicompost dose of 20 g/polybag improve the results and show the highest results on plant height, amount of leaves and leaf area, while the primary root length, fresh weight of canopy, dry weight of shoot, fresh weight of root and dry weight of root showed the highest results in the vermicompost dose of 60 g/polybag, N fertilizer dose of 0.3 g/polybag increase leaf area and dry weight of shoot, meanwhile fresh weight of shoot, fresh weight of root and dry weight of root showing optimal results in N fertilizer dose of 0.2 g/polybag, and did not already know the optimal dose of vermicompost on fresh weight of shoot of caisim while the dose of N fertilizer, which is in the optimal dose of 0.2 g/polybag. | |
| 773 | 6798 | E1A008154 | Tanggung Jawab Pelaku Usaha Jasa Wisata Air Di Lokawisata Batur Agung Banyumas Terhadap Kerugian Yang Diderita Konsumen Atas Hilangnya Barang di Tempat Penitipan Barang berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. | Pengusaha Lokawisata selaku pelaku usaha harus memperhatikan kepentingan konsumennya, sehingga dapat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh konsumennya, dalam melaksanakan kegiatan usahanya Lokawisata harus bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang dapat merugikan konsumennya baik fisik maupun non fisik. Salah satunya adalah Lokawisata Batur Agung merupakan wahana bermain air yang mempunyai konsep alam tepatnya berlokasi di Desa Baseh Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Data, Data primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Data dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Data disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Bahwa pada dasarnya CV Setia Budi Utama sebagai Pengelola Lokawisata Batur Agung telah melaksanakan tanggung jawabnya. Tanggung jawab yang diberikan adalah dalam bentuk pembayaran ganti rugi berupa uang dan Handphone yang hilang, sedangkan surat-surat yang ada di dompet hanya dibantu untuk pengurusanya di instansi yang terkait. | Lokawisata entrepreneurs as entrepreneurs should pay attention to the interests of consumers , so as to maintain the trust placed by consumers , in carrying out its business activities lokawisata must be responsible for everything that can be detrimental to consumers both physical and non-physical . One is lokawisata Batur Agung is a vehicle for water play that has the concept of nature precisely located in the Village District Baseh Kedung Bull District Banyumas.Metode research used in this study is a normative juridical approach , the specification of research is the study Prescriptive , Source Data , Primary Data , secondary and tertiary methods of data collection in this study with an inventory of legislation , documentation and library research , data presentation methods presented in the form of narrative text , and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model . That basically CV Setia Budi Utama as your lokawisata Batur Agung has carried out its responsibilities . Responsibility is provided in the form of payment of compensation in the form of money and a mobile phone, which is lost , while the letters in the wallet only helped to pengurusanya in relevant agencies . | |
| 774 | 6866 | F1G009055 | PESAN MORAL DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pesan moral dalam novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi serta mengetahui unsur instrinsik yaitu alur, tokoh, setting, dan tema. Metode yang digunakan untuk analisis adalah analisis struktural, yang mengkaji struktur instrinsik dalam novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan pesan moral dalam novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi yang ditulis pada tahun 2012. Data primer untuk penelitian ini berasal dari novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi. Pesan moral yang terdapat dalam novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi adalah pertama, berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita dan impian. Kedua, patuh kepada ibu karena surga berada di bawah telapak kaki ibu, raihlah ridho Allah dan orangtua karena itulah yang akan mengantarkan kepada kesuksesan dunia dan akhirat. Ketiga, inti hidup adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa, dan tawakal. Semua pesan ini digambarkan dari keputusan Alif untuk mengikuti keinginan Amaknya, kerja kerasnya untuk tetap belajar di pondok, dan keikhlasannya untuk dididik oleh para ustad di Pondok Madani, sampai akhirnya ia berhasil menginjakkan kaki di negara impiannya, Amerika. Dengan kesungguhan dan ridho Allah serta orang tua telah mengantarkan Alif kepada kesuksesan. Kerja keras juga diperlihatkan dari anggota Sahibul Menara lainnya, di mana mereka juga berhasil meraih impiannya masing-masing. | The purpose of this study is to know the moral message of the novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi and know that is intrinsic element grooves, figure, settings, and themes. The method used for analysis is the structural analysis, the study of the novel intrinsic structure Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi. The focus of this research is the moral message of the novel describes Negeri 5 Menara Ahmad Fuadi paper written in 2012. The primary data for this study originated from Negeri 5 Menara Karya novel Ahmad Fuadi. The moral message of the novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi is first, to fight and work hard to create their ambitions and dreams. Second, adhere to the mother because heaven is under your feet mother, Reach Ridho God and parents because that is what will bring them to success in both worlds. Third, the essence of life is a combination of good faith, hard work, prayer, and trusts. All messages are reflected from Alif decision to follow Amaknya desire, hard work to continue to learn in a hut, and sincerity to be educated by the cleric in Pondok Madani, until finally it paid off dream set foot in the countr, America. With determination and God Ridho and the elderly have been delivered Alif to success. Hard work is also shown from other members Sahibul Tower, where they were also able to win their dream. | |
| 775 | 6760 | P2CB11013 | PENGARUH KEPUASAN DAN EFEKTIFITAS IKLAN PESAING TERHADAP KEINGINAN BERPINDAH DENGAN BIAYA PERALIHAN DAN PERILAKU MENCARI VARIASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PENGGUNA KARTU PRA BAYAR GSM | Penelitian ini dilaksanakan karena adanya perbedaan hasil penelitian tentang hubungan kepuasan pelanggan dengan perpindahan merek dimana penelitian yang satu menyatakan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh negatif terhadap keingi-nan perpindahan merek, sedangkan penelitian yang lain menemukan hasil bahwa sejumlah pelanggan yang mengekspresikan kepuasan masih berpindah merek. Penelitian ini juga merupakan penelitian pengembangan, karena penelitian sebe-lumnya terbatas hanya meneliti pengaruh faktor internal pelanggan terhadap per-pindahan merek sehingga penelitian ini, menganalisis pengaruh faktor ekternal yaitu efektifitas iklan pesaing. Kepuasan pelanggan, biaya peralihan, perilaku mencari variasi dan efektifitas iklan pesaing merupakan faktor-faktor internal maupun eksternal pelanggan yang berpengaruh terhadap keinginan perpindahan merek. Jumlah responden 120 orang. Metode pengambilan sampel dengan Metode Purposive Sampling. Responden yang dicari syaratnya pengguna kartu Prabayar GSM di Cilacap minimal 3 bulan, berumur 17 sampai 60 tahun dan sering mela-kukan perpindahan kartu prabayar GSM atau menggunakan beberapa kartu yang berbeda merek. Alat analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Pengujian hipotesis dengan hasil sebagai berikut : Kepuasan Pelanggan ber-pengaruh negatif terhadap keinginan perpindahan merek, Biaya peralihan tidak berpengaruh terhadap keinginan perpindahan merek, Biaya peralihan tidak memoderasi hubungan antara kepuasan dengan keinginan perpindahan merek, Perilaku mencari variasi tidak berpengaruh terhadap keinginan perpindahan merek, Perilaku mencari variasi memoderasi pengaruh kepuasan terhadap keinginan perpindahan merek, efektifitas iklan pesaing berpengaruh positif terhadap keinginan perpindahan merek dan perilaku mencari variasi memoderasi pengaruh efektifitas iklan pesaing terhadap keinginan perpindahan merek. | This study was conducted because of the differences in the results of previous research on the relationship between the customer satisfaction several research states that customer satisfaction negatively affect brand switching intention, whereas another study found results that a number of customers who express satisfaction still switch brands. This study is development from other research. Previous studies only examined a limited internal factors influence customers towards brand switching but that the study is also, analyzed the influence of competitors advertising effectiveness. Customer satisfaction, switching costs, variety-seeking behavior and effectiveness of competitors' ads are factors internal and external customers that influence brand switching intention. Number of respondents 120 people. The purposive sampling method used in this research. Respondents who sought condition GSM Pre-paid card users in Cilacap at least 3 months, aged 17 to 60 years and often their change GSM prepaid card or use a different card brands. Analysis tools using Structural Equation Modelling. Hypothesis testing results as follows: Customer Satisfaction negative influence brand switching intention, switching costs has no effect on brand switching, switching costs no moderate the relationship between satisfaction and intention of brand switching, variety seeking behavior has no effect on brand switching intention, variety seeking behavior moderate the relation betwen satisfaction brand switching intentions, competitor advertising effectiveness has a positive influence on brand switching intention and variation seeking behavior moderate Competitor Advertising Effectiveness on brand switching intention. | |
| 776 | 6761 | C1B006128 | PENGARUH KEBUTUHAN AKAN PENCAPAIAN, EFIKASI DIRI DAN KESIAPAN INSTRUMEN TERHADAP INTENSI KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN | penelitian ini berjudul pengaruh kebutuhan akan pencapaian, efikasi diri dan kesiapan instrumen terhadap intensi kewirausahaan pada mahasiswa universitas jenderal soedirman fakultas ekonomi jurusan manajemen. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kebutuhan akan pencapaian, efikasi diri dan kesiapan instrumen terhadap intensi kewirausahaan baik secara simultan maupun parsial. populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa reguler fakultas ekonomi universitas jenderal soedirman purwokerto tahun angkatan 2008, 2009 dan 2010. jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah insidental sampling. berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisi regresi berganda menunjukkan bahwa kebutuhan akan pencapian, efikasi diri dan kesiapan instrumen secara parsial maupun secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap intensi kewirausahaan. | This research entitled influence the need for achievement, self-efficacy and preparedness instrument for entrepreneurial intentions in General Sudirman university student majoring in economics faculty management. purpose of this study was to determine the effects of the need for achievement, self-efficacy and preparedness instrument for entrepreneurial intentions either simultaneously or partially. population in this study was a regular student of economic faculty of General Sudirman purwokerto year university class of 2008, 2009 and 2010. number of samples taken in this study of 100 respondents. methods used in this study is incidental sampling. based on the results of research and analysis of data by using multiple regression analysis showed that the need for pencapian, self-efficacy and readiness instruments partially or jointly significant effect on entrepreneurial intentions. | |
| 777 | 6762 | F1G009040 | Register Petani Melati di Desa Purwahamba Kabupaten Tegal | Penelitian yang berjudul “Register Petani Melati di Desa Purwahamba Kabupaten Tegal” merupakan penelitian yang membahas mengenai variasi bahasa dilihat dari pemakaiannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk register dan mengidentifikasi fungsi-fungsi sosialnya. Penelitian yang menitikberatkan pada pendekatan kualitatif ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengambilan data, penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap. Teknik dasar yang digunakan dalam metode simak yaitu teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap. Teknik dasar yang digunakan dalam metode cakap, yaitu teknik pancing dan teknik lanjutannya menggunakan teknik cakap semuka. Untuk menganalisis data yang sudah terkumpul, penelitian ini menggunakan metode padan. Metode padan yang digunakan yaitu padan translasional. Teknik dasar dalam metode padan adalah teknik pilah unsur penentu, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding memperbedakan. Selain itu, digunakan juga teknik rekam dan teknik catat sebagai penunjang penelitian register ini. Dalam menyajikan hasil analisis data, penelitian ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara formal dan informal. Bentuk register yang terdapat pada petani melati di Desa Purwahamba Kabupaten Tegal, yaitu berdasarkan satuan lingual terdapat kata; kata tunggal, dan kata kompleks; frase, dan klausa. Fungsi-fungsi sosial register yang teridentifikasi pada petani melati di Desa Purwahamba Kabupaten Tegal, yaitu fungsi referensial (fungsi menamai, fungsi menunjukkan ukuran, fungsi menunjukkan tempat, dan fungsi menunjukkan proses), fungsi kontekstual, dan fungsi emotif. | The research is entitled "The register of Jasmine-farmers in Purwahamba village, Tegal Regency" focused on the language variation based on its users. It aimed to know the registers and to identify their social functions. The research was a descriptive qualitative research. Data sampling was conducted by using observation method and interview method. The basic technique of observation was recording, and the further techniques were participated interview and non-participated interview. The basic techniques of interview were cross-question and face to face interview. To analyze the data, the researcher used identity method. The identity method used in this research was translational identity. The basic technique of identity method was conducted by choosing the determining elements and the further technique was differentiated comparative relation. In addition, the note-taking and recording were also used as the supporting methods in this research. In presenting the result of the analysis, the researcher used formal and informal methods. The registers used by the jasmine-farmers in Purwahamba village, Tegal regency based on the linguistic units were words: single word and complex word; phrase; and clause. The identified social functions of the registers used by jasmine-farmers were referential functions (naming, showing size, showing places, and showing process), contextual functions and emotive functions. | |
| 778 | 6764 | E1A008181 | PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PEMBUATAN DAN PENETAPAN PERATURAN DESA (Studi di Desa Banjarsari Kulon, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas) | ABSTRAK PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PEMBUATAN DAN PENETAPAN PERATURAN DESA (Studi di Desa Banjarsari Kulon, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas) Oleh : ENDI SETYO PRIBADI E1A008181 Badan Permusyawaratan Desa sebagai Badan Legislasi Desa mempunyai wewenang sebagaimana diatur didalam Pasal 11 Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2006 Tentang Badan Permusyawaratan Desa yaitu sebagai penggali, penampung, penghimpun, merumuskan dan penyalur aspirasi masyarakat yang kemudian tertuang didalam perumusan, pembuatan dan penetapan Peraturan Desa. Pembuatan Peraturan Desa sangat penting, karena Desa yang sudah terbentuk harus memiliki landasan hukum yang jelas tujuannya dan dapat mengikat masyarakat. Peraturan Desa yang dibuat harus berdasarkan permasalahan yang terjadi di Desa. Untuk itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang handal didalam struktur keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa dan diharapkan mampu untuk menjalankan tugasnya melaksanakan fungsi strategis sebagai legislator dan kontroling. Perumusan masalah yang dikaji didalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Peranan Badan Permusyawaratan Desa dalam Pembuatan dan Penetapan Peraturan Desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode Pendekatan yang digunakan adalah Yuridis Normatif, Metode Penelitian menggunakan Pendekatan Perundang-undangan dan pendekatan analisis, spesifikasi Penelitian Deskriptif, sehingga penulis dapat menggambarkan bagaimana Badan Permusyawaratan Desa dapat berjalan serta memahami permasalahan yang ada didalam Pemerintahan Desa Banjarsari Kulon. Hasil penelitian menunjukan bahwa Badan Permusyawaratan Desa ikut berperan didalam proses pembuatan dan penetapan Peraturan Desa hal tersebut terlihat didalam proses pembuatan Peraturan Desa yang melibatkan seluruh anggota BPD, Kepala Desa dan Masyarakat Desa. Dalam melaksanakan fungsi dan wewenang legislasinya, BPD belum dapat menjalankan secara maksimal hal ini ditunjukan dengan adanya peraturan yang masih bersifat kebiasaan atau kebudayaan. | ABSTRACT CONSULTATIVE VILLAGE BOARD ROLE IN MAKING RULES AND DETERMINING THE VILLAGE (Studies in Banjarsari Kulon Village, Sub-District Sumbang, Regency Banyumas) By : ENDI SETYO PRIBADI E1A008181 Village Consultative Body as Villages Legislation has authority as regulated in Article 11 of Regulation Banyumas 2006 on the Village Consultative Body as diggers, container, collector, and dealer formulate aspirations are then contained in the formulation, manufacture and establishment of village regulations. Rule-making is very important village, because the village has been formed must have a clear legal basis and purpose can bind society. Village regulations made should be based on issues raised in the village. That requires a reliable Human Resources in the Village Consultative Board membership structure and will be able to carry out their duties as legislators and strategic functions controling.Formulation of the problem is studied in this research is How the Role of Local Consultative Body in the Making and Regulation. The research was conducted in the village of Banjarsari Kulon, District Contribute, Banyumas. Method of approach is normative juridical, Research Methods using legislation approach and analytical approach, specification descriptive, study so I can describe how the Village Consultative Body to run and understand the problems that exist within the Village Administration Banjarsari Kulon. The results showed that the Village Consultative Body had a role in the regulation-making process and the establishment of the village it is seen in the village of Rule making process involving all members of the BPD, the village head and the village community. In carrying out the functions and powers of legislation, BPD has not been able to run optimally this is shown by the existence of laws that are still custom or culture. | |
| 779 | 6765 | F1C007063 | MAKNA PESAN PADA IKLAN PROVIDER XL SERBU ( SERBA SERIBU ) VERSI HALTE | Iklan bermunculan secara cepat, salah satunya adalah iklan media televisi produk provaider XL SERBU (Serba Seribu) versi halte. Peneliti tertarik untuk meneliti iklan tersebut, dengan judul Makna Pesan Pada Iklan Provider XL SERBU (serba seribu) versi halte. Ini yang merupakan salah satu iklan media televisi yang memiliki pemaknaan semiotik yang menarik dilihat dari aspek bahasanya, dan cerita yang di tampilkan dan menonjol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan pesan iklan Provaider XL versi SERBU “serba seribu”. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi yang dikemukakan oleh Saussure. Penelitian ini hanya memaparkan situasi atau wacana, tidak mencari hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Dalam analisis data, penulis menggunakan sistem Signifier (penanda) adalah bunyi atau coretan bermakna, dan signified adalah gambar mental, hubungan dari kedua hal tersebut tersebut dinamakan signification. Dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukan makna pesan dari iklan Provaider XL versi SERBU “serba seribu”adalah perusahaan provider XL memberikan pesan kepada masyarakat bahwa XL sangat peduli kepada masyarakat yaitu berupa layanan yang murah dengan membayar Rp 1000,00, masyarakat dapat menggunakan layanan SMS dan telepon mencapai 1000 sms atau pun 1000 menit untuk telepon. XL sebagai salah satu provider yang ada di Indonesia memberikan layanan yang spesial untuk masyarakat atau pelangganya yaitu memberikan layanan SMS atau telephone yang murah untuk dapat dinikmati oleh warga Indonesia dari kalangan bawah maupun kalangan atas, selain itu Iklan XL juga bertujuan mengangkat citra perusahaan berdasarkan program dan ide menarik dalam iklan. | Advertising quickly popping up, one of them is the product of media advertising television provaider XL SERBU (serba seribu) version Halte. Researchers were interested to scrutinize the ad, with the title of the meaning of a message in advertisements provider XL SERBU (serba seribu) version Halte. This is what is one of media advertising television having purport semiotik that attracts seen from the aspect of language, and the story in show and prominence. The purpose of this research is to know meaning and message advertising provaider XL version SERBU “serba seribu”. This type of research is a qualitative descriptive study with semiologi communication analysis approach expressed by Saussure. This research only exposes a situation or a discourse, not looking for a relationship, do not test the hypothesis or make predictions. In the data analysis, the authors used a Signifier system (marker) is the sound or the stroke of a meaningful, and mental images is signified, the relationship of the two it is called signification. Can be inferred of research results show the meaning of a message from advertising provaider XL version SERBU “serba seribu” is a company provider XL give a message to the society that XL was very care to the public in the form of a service cheap Rp.1000,00, by paying people could enjoy sms and telephone service to achieve 1000 sms text or anything 1000 minutes to the phone. XL as one provider in Indonesia provides a special service to the public or providing the SMS service pelangganya or a cheap phone to be able to be enjoyed by the citizens of Indonesia from the bottom as well as among the top Ad, besides XL also aims to raise the image of the company based on the programme and interesting ideas in advertising. | |
| 780 | 6767 | H1G008027 | Pendugaan Hasil Tangkapan Maksimum Lestari (MSY) Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp) dengan Model Gordon-Schaefer di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap | Sumberdaya ikan Tenggiri bersifat open acces menyebabkan kelestarian sumberdayanya terancam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganailisis aspek biologi (maximum sustainable yield), aspek ekonomi (maximum economic yield) dan upaya penangkapan optimum (Fopt) ikan Tenggiri yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap tahun 2000-2012. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2013. Materi penelitian adalah ikan Tenggiri, data produksi dan nilai produksi unit usaha perikanan penangkapan ikan Tenggiri. Metode penelitian adalah metode survei melalui observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah metode time series dan metode model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi optimal pada saat maximum sustainable yield adalah 44,771 ton/tahun, tingkat pemanfaatan ekonomis (maximum economic yield) adalah 41,82 ton/tahun, sedangkan tingkat upaya penangkapan optimum ikan Tenggiri pada kondisi MSY adalah 140 unit kapal/tahun, sedangkan pada kondisi MEY adalah 104 unit kapal/tahun. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa kondisi usaha penangkapan sudah melebihi batas lestari atau lebih tangkap | Mackerel fish resources are open access being risky to endangered condition. The purpose of this study was to analyze the biological aspects (maximum sustainable yield MSY), economic aspects (maximum economic yield MEY) and optimum fishing effort (Fopt) of mackerel landed to the Cilacap Oceanic Fishing Port. Data were analyzed from years of 2000-2012 collection. The research was conducted in June-August 2013. A survey method applied with observation and interviews. Analysis of time series and Gordon-Schaefer model were used. The results showed that optimal production of maximum sustainable yield was 44.771 tons/year. Maximum economic yield was 41.82 tons/year. Optimum level of Fopt on mackerel MSY was 140 ¬¬ships/year, while the condition of the vessel MEY is 104 unit shimps/year. It could be concluded that the fishing effort exceeded sustainable limits or catch. |