Artikelilmiahs
Menampilkan 781-800 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 781 | 6768 | E1A008135 | PERTIMBANGAN HAKIM PADA PERBARENGAN PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No.159/Pid.B/2012/PN.PWT) | ABSTRAKSI PERTIMBANGAN HAKIM PADA PERBARENGAN PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No.159/Pid.B/2012/PN.PWT) OLEH CHANDRA SIMANJUNTAK E1A008135 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak menentukan batas minimum anak yang masuk kategori anak nakal ketika melakukan tindak pidana adalah 8 (delapan) tahun dan maksimum 18 (delapan belas) tahun”. Dalam Undang-Undang ini seorang anak yang melakukan tindak pidana disebut sebagai anak nakal, dalam hal pemberian hukuman terhadap anak nakal, sanksi yang dijatuhkan sebagai akibat dari perbuatannya berbeda dengan sanksi yang diberikan kepada pelaku tindak pidana yang telah dewasa. Dalam Undang- Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak sanksi yang dapat diberikan kepada anak nakal terdiri dari sanksi pidana dan sanksi tindakan. Sanksi tindakan diatur dalam Pasal 24 Undang- Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak, yang terdiri dari tindakan di kembalikan kepada orang tua, diserahkan kepada negara, dan diserahkan kepada departemen sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No.159/Pid.B/2012/PN.PWT dapat diketahui bahwa seorang anak yang melakukan tindak pidana perbarengan pencurian dalam keadaan memberatkan telah diberikan sanksi tindakan oleh hakim. Kata kunci : Pengadilan Anak, Anak Nakal, Sanksi Tindakan. | ABSTRACT THE JUDGE CONSIDERATION TO THE THEFT AS TOGETHER IN THE AGGRAVATING CIRCUMSTANCE THAT WAS CONDUCTED BY CHILDREN (Juridical Review in the Public Court Decision in Purwokerto No.159/Pid.B/2012/PN.PWT) By: CHANDRA SIMANJUNTAK E1A008135 The ordinance Number 3 in 1997 About the Juvenile Justice decides the minimum limit for the children that are categorized as the naughty children when conduct the criminal act it is 8 (eight) years old and maximum is 18 (eighteen) years old”. In this ordinance, a child who conducts the criminal act it is called as the naughty child, in the giving of punishment to the naughty child, the sanction that is taken as the consequence from their act is difference with the sanction that is given to the criminal act for adult people. In the Ordinance Number 3 in 1997 About the Juvenile Justice which the sanction that can be given to the naughty child consist of punishment sanction and action sanction. Action sanction is regulated in the Article 24 Ordinance Number 3 in 1997 about the Juvenile Justice, that is consisted of the action to bring back to their parent, given to the government, and given to the social department. This research uses the method of normative juridical with the specification of prescriptive research. Data in this research uses the secondary data. Based on the result of research in the Public Court Decision Purwokerto No.159/Pid.B/2012/PN.PWT can be known that a child who conduct the criminal act as together with theft in the aggregating circumstance has been given the action sanction by judge. Keywords: Juvenile Justice , naughty Child, Action Sanction | |
| 782 | 6770 | H1G009025 | PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LOGAM BERAT Cd TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI Rhizophora apiculata | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Berbagai Konsentrasi Logam Berat Cd Terhadap Pertumbuhan Semai Rhizophora apiculata”. Logam berat Cd tergolong zat yang sulit terurai melalui proses biologis (non biodegradable), memiliki kemampuan untuk terakumulasi dan menetap (persisten) dalam lingkungan, serta bersifat toksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi logam Cd terhadap pertumbuhan dan daya tahan hidup semai mangrove R. apiculata. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu 0 ppm (kontrol), 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan 40 ppm serta setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian ini melihat beberapa parameter pertumbuhan pada semai seperti pertambahan biomassa akar, biomassa total, tinggi semai, panjang daun, lebar daun, tebal daun dan menghitung prosentase daya tahan hidup semai dalam 8 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F. Hasil Penelitian menunjukan semakin tinggi pemaparan konsentrasi logam berat Cd yang diberikan maka semakin rendah pertumbuhan pertambahan semai mangrove R. apiculata pada setiap parameternya. Semakin tinggi konsentrasi logam berat Cd yang dipaparkan maka semakin tinggi juga pengaruhnya terhadap daya tahan hidup semai mangrove R. apiculata. | A research entitled "The Effect of Different Concentrations of heavy metals Cd on growth of Rhizophora apiculata seedling". Cd heavy metals, quite difficult to decompose through biological processes (non-biodegradable), has ability to accumulate and to settle (persistent) in environment, and also toxic. An experimental method applied completely randomized design (CRD) of 5 treatments i.e. 0 (control), 10, 20, 30, and 40 ppm, in quintuplicates. The research dealt with several aspects of seedling growth as the increase in root biomass, total biomass, height, leaf length, leaf width, leaf thickness and to calculate seedling mortality (%) within 2 months. Data were F-tested. The results showed that higher concentrations of Cd heavy metals exposure gave lower growth of mangrove seedlings accretion R. apiculata on each parameter. The higher concentration of Cd heavy metals the higher the effect on survival of mangrove seedlings R. apiculata. | |
| 783 | 6772 | H1G009002 | PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LOGAM BERAT Hg TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI Rhizophora apiculata | Logam berat Hg merupakan salah satu logam non essensial atau logam yang peranannya belum diketahui atau tidak dibutuhkan oleh tubuh makhluk hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi logam Hg 10, 20, 30 dan 40 ppm terhadap pertumbuhan dan daya tahan hidup semai R. apiculata. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini melihat beberapa aspek pertumbuhan pada semai seperti pertambahan biomassa total, biomassa akar, tinggi, panjang daun, lebar daun, tebal daun dan menghitung prosentase kematian semai dalam 2 bulan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Perlakuan 0 ppm atau kontrol dengan nilai pertambahan tertinggi. Pada biomassa total semai bernilai 60,2+2,608, biomassa akar 30,8+1,140, tinggi semai 11,5+0,650, panjang daun 2,0+0,155, lebar daun 0,9+0,084 dan tebal daun 0,3+0,044. Sedangkan pada perlakuan 40 ppm nilai pertambahannya paling rendah diantara perlakuan lainnya. Pada biomassa total bernilai 18,4+1,517, biomassa akar 10,2+0,837, tinggi semai 1,0+0,329, panjang daun 0,4+0,083, lebar daun 0,2+1,86E-16 dan tebal daun 0,1+0,004. Pada pengamatan daya tahan hidup perlakuan 0 ppm memiliki prosentase daya tahan hidup yang tinggi sebesar 100% sedangkan terendah terdapat pada perlakuan 30 dan 40 ppm dengan daya tahan hidup 0%. Pertumbuhan semai R.apiculata semakin menurun sejalan dengan meningkatnya konsentrasi logam berat Hg. Semakin besar konsentrasi logam berat Hg yang dipaparkan semakin besar pula pengaruhnya terhadap daya tahan hidup. | Hg heavy metals is one of non- essential metal or metal. However, its role is not yet known or not needed by the body of living organism. The research aimed to find effect of various concentrations of Hg 10 , 20 , 30 and 40 ppm on the growth and survival of seedlings R. apiculata . An experimental method used completely randomized design. Several aspects of seedling growth were observed, such as total biomass, root biomass, height, leaf length, leaf width, leaf thickness, and percentage of seedling mortality (%) within 2 months. Data were F-tested . Research results showed that treatment with 0 ppm or control the highest added value . On total biomass 60.2+2.608 , root biomass 30.8+1.140, height 11.5+0.650 , leaf length 2.0+0.155, leaf width 0.9+0.084 and leaf thickness 0.3+0.044. While on treatment of 40 ppm of increase lowest value among other treatments. On total biomass 18.4+1.517 , root biomass 10.2+0.837, height 1.0+0.329, leaf length 0.4+0.083, leaf width 0.2+1.86E-16 and thick leaves 0,1 +0,004 . In percentage of seedling mortality (%) 0 ppm treatment had survival percentages were higher by 100 % while the lowest was on 30 and 40 ppm treatment with 0 % survival . Results showed that seedling growth of R.apiculata decreased with increasing concentrations of heavy metals Hg . The greater concentration of heavy metal Hg the greater influence on survival rate. | |
| 784 | 6769 | F1G009060 | NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI : TRANSFORMASI DARI NOVEL KE FILM | Skripsi ini berjudul Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi : Transformasi dari Novel ke film. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan tokoh dan penokohan, alur, latar, gaya bahasa pada novel dan film Negeri 5 Menara serta mendeskripsikan perubahan unsur penceritaan pada transformasi novel Negeri 5 Menara ke film Negeri 5 Menara karya Affandi Abdul Rachman.Metode yang digunakan untuk analisis adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara menentukan objek penelitian, membaca dan menyimak baik novel maupun film, mencatat bagian-bagian yang penting dalam novel, mentranskripsikan bahasa audiovisual film Negeri 5 Menara, menginventarisasi dan mengklasifikasikan data dalam novel dan film Negeri 5 Menara, serta mengumpulkan data-data dari berbagai sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menghilangkan hal-hal yang tidak relevan, mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah, menyajikan data persamaan serta perbandingan antar novel dan film, menganalisis perbandingan film dan novel serta menyimpulkan data yang telah diperoleh sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi adalah novel nilai kehidupan dan perjuangan hidup. Nilai yang terkandung dalam novel ini adalah nilai persahabatan. Selain memaparkan nilai kehidupan, novel ini juga memaparkan bagaimana perjuangan dalam menjalani hidup tanpa kenal putus asa dengan kesulitan yang dihadapi. Semangat juang yang tinggi menjadikan mimpi yang sulit untuk dicapai dapat diraih meskipun dengan perjuangan yang tidak mudah. Dalam novel dan film Negeri 5 Menara, dipaparkan persamaan dan perbedaan tokoh dan penokohandi antaranya Alif Fikri, Randai, Amak, Ayah, Baso Salahuddin, Atang, Raja Lubis, Dulmajid, Said Jufri, Kiai Rais, Ustad Salman. Alur, latar, gaya bahasa sertaperubahan unsur penceritaan.Pengambilan intisari cerita dari novel baik berupa pengurangan dan penambahan cerita tidak membuat film tersebut menjadi kehilangan cerita dari keasliannya, tetapi hal yang terpenting adalah nilai yang disampaikan menjadikan lebih menarik walau melalui media yang berbeda tanpa mengurangi keindahannya. | The tittle of this thesis is Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi: Transformation from Novel to Movie. The purpose of this research is to describe the equal and the different characters, groove, the background, style of the novel and movie Negeri 5 Menara and also to describe the changes story unsure of the transformation novel Negeri 5 Menara to movie Negeri 5 Menara by Affandi Abdul Rachman. The method that used was descriptive qualitative. The technic of collecting the data is to determine the objects of this research, reading, comprehending the novel and also the movie, make a note for something important in the novel, then transkrip it into audiovisual language movie Negeri 5 Menara, inventarisasi and clarifies the data in the novel and movie Negeri 5 Menara and also collecting the data from many sources. The technic for analyzing was done by omitting the unrelevan things that describing the data that according to the problem, presenting the equal and the comparison between the novel and the movie, analyzing the comparison of movie and novel and also concluding the data had been obtained according to the research focus. The result of this research is in novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi is the novel that a lot of values of life and struggling of life. The value that exists in the novel is friendship. Besides describe about the value of life, this novel also describe how to struggle to live this life without giving up of this life. The high spirit that makes the dream comes true although it is hard to make it happen. In the novel and movie of Negeri 5 Menara, described the equal and the differentiate between the characters they areAlif Fikri, Randai, Amak, Ayah, Baso Salahuddin, Atang, Raja Lubis, Dulmajid, Said Jufri, Kiai Rais, Ustad Salman. Groove, the background, style and also the changes story unsure. The summary of the story in this novel had been took for the movie didn’t make the story of the movie become lost the real story from the novel, but the most important is the value that delivered make the story more interesting although the different media. | |
| 785 | 6771 | F1B008095 | IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI DESA LANGSE KECAMATAN KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Di Desa Langse Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan di Desa Langse. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan merupakan kebijakan dalam bidang pengentasan kemiskinan untuk semua kecamatan dengan memberikan bantuan dalam bentuk modal sebesar 100 juta yang digulirkan kepada kelompok tani yang terorganisir dalam organisasi kelompok tani yaitu Gapoktan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Langse Kecamatan Karangsambung. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PUAP di Desa Langse sudah cukup baik, dana program PUAP dialokasikan untuk usaha agribisnis, simpan pinjam anggota dalam suatu LKM. Tujuan yang diharapkan sebagian besar tercapai, namun masih ditemukan kendala macet dalam hal pengembalian uang pinjaman dari para petani yang menganggap hibah dan masyarakat baru memanfaatkan untuk menutupi biaya produksi dan memenuhi modal pada masa tanam dan musim panen, mereka belum sepenuhnya menjadikan pinjaman modal ini sebagai bentuk dana bergulir sehingga perkembangan dana yang terjadi belum dikatakan berkembang. Dalam program PUAP ini lebih mengutamakan pada pemberdayaan masyarakat untuk mengelola.. Pertemuan rutin salah satunya sebagai media dalam melaporkan dan menyampaikan perkembangan dana kepada masyarakat, sehingga hal ini menunjukkan kemampuan aparat pelaksana program mampu mengelola program dengan baik dan mampu mengatasi permasalahan yang muncul serta transparansi lebih diutamakan dalam pelaksanaan program. | The research is titled "Implementation of Rural Agribusiness Development Program (PUAP) In the Village District Langse Karangsambung Kebumen". This study aims to determine how the implementation of Rural Agribusiness Development Program in Rural Langse. Rural Agribusiness Development Program is a policy in the field of poverty reduction to all districts by providing assistance in the form of a capital of 100 million were transferred to the farmer groups organized farmer groups within the organization ie Gapoktan. This research uses descriptive qualitative study sites in the Village District Langse Karangsambung. Selection techniques informants in this study was done by using purposive sampling and accidental sampling. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. The analysis technique used is interactive analysis of Milles and Huberman. The results showed that the implementation of the program in the Village Langse PUAP is good enough , the funds allocated for the program PUAP agribusiness , savings and loan members in an MFI . The expected goal largely achieved , but still found obstacles jammed in terms of return on money borrowed from the farmers who consider utilizing grants and new communities to cover the costs of production and capital meet during planting and harvest seasons , they have not fully made this as a form of loan capital revolving fund so that development funds have not been told growing happens . In this PUAP program more emphasis on empowering people to manage .. Regular meeting one of them as the media in reporting and deliver to the community development fund , which shows the ability of the program implementing agency to manage the program well and is able to overcome the problem as well as transparency in the implementation of the program are prevered. | |
| 786 | 6773 | C1C009062 | PENGARUH IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL DAN EFEKTIVITAS FUNGSI PENGAWASAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Survei pada Pegawai Bagian Keuangan/Akuntansi Pemerintah Daerah Kota Tegal) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pengaruh Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual dan Efektivitas Fungsi Pengawasan Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Survei pada Pegawai Bagian Keuangan/Akuntansi Pemerintah Daerah Kota Tegal)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual dan efektivitas fungsi pengawasan secara bersama-sama terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah, diantara implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual dan efektivitas fungsi pengawasan. Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual dan efektivitas fungsi pengawasan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah, sedangkan hipotesis keduanya adalah efektivitas fungsi pengawasan mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah dibandingkan dengan implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Jenis penelitian ini adalah survei dengan teknik analisis regresi berganda dan elastisitas koefisien regresi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual dan efektivitas fungsi pengawasan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah dan efektivitas fungsi pengawasan mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah jika dibandingkan dengan implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Dengan demikian, hipotesis pertama dan kedua dalam penelitian ini dapat diterima. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa pihak Pemerintah Daerah Kota Tegal perlu meningkatkan implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual dan efektivitas fungsi pengawasan, dengan cara meningkatkan dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui peningkatan jumlah dan meningkatkan keahlian, kompetensi dan pengalaman para staf pegawai satuan kerja dalam menerapkan standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual. | SUMMARY This research is entitled “The Effect of Accrual Based Implementation of Governmental Accounting Standard and Effectiveness of Supervisory Function on Financial Performance of Local Government (Survey on Finance/Accounting Employees at Local Government of Tegal City)”. The aims of research are to find out the significant simultaneously effect of accrual based implementation of governmental accounting standard and effectiveness of supervisory function on financial performance of local government, and so to find out the variable that have dominant effect on financial performance between accrual based implementation of governmental accounting standard and effectiveness of supervisory function. First hypothesis of this research is accrual based implementation of governmental accounting standard and effectiveness of supervisory function has significant simultaneously effect on financial performance, while the second hypothesis is effectiveness of supervisory function has dominant effect on financial performance compared with accrual based implementation of governmental accounting standard. The type of research is survey with technique data analysis uses multiple regression analysis and elasticity of regression coefficient. Based on the analysis results, it can be concluded that accrual based implementation of governmental accounting standard and effectiveness of supervisory function has significant simultaneously effect on financial performance and the effectiveness of supervisory function has dominant effect on financial performance compared with accrual based implementation of governmental accounting standard. Therefore, the first and second hypotheses of this research can be accepted. Based on the conclusion, then it can be implied that the Local Government of Tegal City need to improve the accrual based implementation of governmental accounting standard and effectiveness of supervisory function. The ways to do by increasing and developing human resource capacity through increasing the number and improving the skills, competencies and employee’s experience of the local government unit in implementing the accrual based of governmental accounting standard. | |
| 787 | 6774 | H1G009014 | PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb TERHADAP PERTUMBUHANSEMAI Avicennia alba | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Berbagai Konsentrasi Logam Berat Pb Terhadap Pertumbuhan Semai Avicennia alba”. Logam berat Pb merupakan salah satu polutan anorganik dapat memberikan efek buruk untuk semai mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Pb terhadap pertumbuhan dan persentase hidup A. alba. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Konsentrasi Pb dalam penelitian ini adalah 0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, dan 40 ppm. Penelitian ini dilakukan pada Juli-September. Data dalam penelitian ini meliputi biomassa akar, biomassa total, tinggi semai, panjang daun, lebar daun, tebal daun, dan daya tahan hidup semai. Data pertumbuhan dianalisis dengan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Pb menyebabkan pertumbuhan A. alba menurun dan persen daya tahan hidup A. alba menurun tetapi A. alba dapat hidup hingga 40 ppm. | A study entitled effect of various Pb concentrations on Avicennia alba seedling growth. Pb heavy metal is inorganic pollutant causing serious mangrove seedling growth. This study aimed to determine effect of Pb concertation on survival and growth of A. alba (%). An experimental design applied completely randomized design to examine Pb concentrations i.e. 0, 10, 20, 30, and 40 ppm, during July-September. Research variables included root biomass, total biomass, seedling height, leaf length, leaf width, leaf thickness, and seedling survival. Growth were F-tested. The results showed that increasing Pb concentration depressed A. alba growth and survival rates. However, A. alba was still survive until 40 ppm. Keywords : Pb heavy metals, Avicennia alba, around growth, survival. | |
| 788 | 6775 | C1A006091 | Nilai Ekonomi Total Kawasan Karst Gombong Selatan Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen | Penelitian ini berjudul “Nilai Ekonomi Total Kawasan Karst Gombong Selatan Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik potensi sumberdaya yang ada dan menganalisis besarnya potensi nilai ekonomi total sumberdaya kawasan karst Gombong Selatan Desa Candirenggo Kecamatan Ayah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kontingensi (Contingent Valuation Method/CVM) serta metode deskriptif untuk mengetahui potensi sumberdaya serta mendapatkan besaran nilai guna dan nilai bukan guna. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer serta data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Nilai ekonomi total kawasan karst Gombong selatan Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen adalah Rp. 54.438.220.846.136. Nilai ini terdiri dari nilai guna langsung sebesar Rp. 27.218.826.594.087, nilai guna tidak langsung sebesar Rp.283.828.981, nilai guna pilihan sebesar Rp. 27.219.065.479.168. Nilai guna warisan dari estetika dan keindahan gua adalah karst Gombong selatan Desa Candirenggo memiliki potensi keindahan dari ornament gua (speleothem) yang banyak dengan proses waktu pembentukan ornament (speleothem) yang sangat lama, maka penjagaan akan kelestarian dari keindahan – keindahan ornament gua harus tetap terjaga demi keberlangsungan di masa yang akan datang. Nilai keberadaan dari keanekaragaman fauna gua adalah karst Gombong selatan Desa Candirenggo memiliki keanekaragaman fauna gua yang melimpah dan unik serta berbeda dengan fauna di luar gua. Dengan berbedanya fauna ini maka fauna – fauna di dalam gua perlu dijaga serta dilestarikan keberlangsungannya. | The study is titled "Total Economic Value South Gombong Karst Area Candirenggo Village Ayah Kebumen". The purpose of this study was to identify the characteristics of potential resources and analyze the potential economic value of the total resource karst South Gombong Village District Candirenggo ayah. The method used is the method of contingency (Contingent Valuation Method / CVM) as well as descriptive method to determine the resource potential and to get the value and use value instead. The data used in this study of primary data and secondary data. The sampling method used in this research is purposive sampling. Total economic value of the karst region south Gombong Candirenggo Village District Kebumen Ayah is Rp. 54,438,220,846,136. This value consists of direct use value of Rp. 27,218,826,594,087, indirect use value of Rp.283.828.981, use value of Rp 27,219,065,479,168. Value to the legacy of aesthetics and beauty of karst cave is south Gombong Candirenggo village has the potential beauty of the cave ornament (speleothem) that a lot of the time the process of the formation of ornament (speleothem) which is very long, then secure the preservation of the beauty - the beauty of the cave ornament must be maintained for sustainability in the future. Where the value of diversity is a cave fauna karst Gombong southern Candirenggo village has a diversity of cave fauna are abundant and unique and different from the outside of the cave fauna. With the different fauna fauna - in the cave fauna needs to be maintained and preserved its continuity. | |
| 789 | 6776 | F1A009057 | Fenomena Munculnya Perempuan Pengemis Jalanan Pada Bulan Ramadhan di Purwokerto | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena pengemis musiman di Purwokerto dan menjelaskan masalah adanya motivasi pengemis, karakteristik sosial ekonomi, dan mekanisme percaloan pengemis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Analisis Interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya pengemis musiman disebabkan adanya motivasi mengemis disebabkan oleh keterbatasan ekonomi, akan tetapi juga timbulnya tuntutan ekonomi yang tidak pernah berhenti (keinginan hidup berkecukupan), dan adanya mekanisme pencaloan pengemis mudah mencari uang, tidak harus bekerja keras, tidak harus mempunyai skil namun pendapatan lumayan banyak Pencaloan ini muncul dari kerabat dekat, seperti orang tua, suami, dan teman. Sebelum menjadi pengemis diajak oleh teman dan dorongan dari suami. Juga dilihat dari segi sosial ekonomi memang dikatakan rendah/ miskin. Karena mereka tidak mau bekerja lebih keras lagi, alasanya yang kuat hanya mempunyai ijazah lulusan Sekolah Dasar, ada juga yang tidak mengenal sekali bangku sekolah. Kehidupan pengemis itu sendiri juga tidak terlepas dari hubungan sosial para pengemis itu sendiri dengan orang disekitarnya baik antar pengemis, maupun orang-orang di sekitar tempat para pengemis bekerja dan tetangga-tetangga disekitar tempat tinggal pengemis. Kata kunci: perempuan pengemis, karakteristik sosial ekonomi, motivasi mengemis, percaloan pengemis | Abstract This study to describe the phenomenon of seasonal beggars in Purwokerto and explain the problem of the motivation of beggars, socioeconomic characteristics, and brokering mechanisme. Used descriptive qualitative, the collection used, namely, observation, in-depth interviews, and documentation. Methode of data analysis using Interactive Analysis. The results this study indicate that number of seasonal begging to motivation economic constraints, but also the emergence of economic demands never stop (the desire to live well off), and the brokering mechanisme to make money, not have work hard, do not have to have quite a lot of skill but the brokering from close relatives, such as parents , husband , and friend. Before becoming a beggar invited friends and encouragement from husband. Also in terms of socio- economics said to be low/ poor. Because do not want work even harder, the reason was strong only have primary school diploma graduates, some are not all familiar with school. Life can not be from the social relations the with the people, the beggars, and around the beggars work and around the residence beggar. Keywords: beggar woman, socioeconomic characteristics, motivation begging, beggars brokering | |
| 790 | 6778 | F1G009045 | TINJAUAN TEMA DALAM NOVEL ROJAK KARYA FIRA BASUKI | Penelitian yang berjudul “Tinjauan Tema dalam Novel Rojak Karya Fira Basuki” bertujuan untuk mendeskripsikan tema. Selain itu, sebelum mendeskripsikan tema, terlebih dahulu peneliti mendeskripsikan alur, tokah, dan latar yang terdapat dalam novel tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, metode yang digunakan metode deskriptif analitik dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta yang kemudian disusul dengan analisis, dan fokus penelitian ini adalah meneliti tema melalui alur, tokoh dan latar. Penulis menggunakan beberapa tahapan dalam melakukan penelitian. Tahapan penelitian tersebut adalah teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca, setelah itu mencatat bagian-bagian penting dari novel tersebut yang berhubungan dengan alur, tokoh, dan latar yang terdapat dalam novel tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis ketiga unsur tersebut sebagai langkah awal penelitian ini. Setelah menganalisis alur, tokoh, dan latar, selanjutnya penelitian ini akan menganalisis tema yang terdapat dalam novel tersebut. Selanjutnya teknik yang ketiga adalah teknik penyajian data, yaitu bab I pendahuluan, bab II tinjauan pustaka, bab III metodologi penelitian, bab IV pembahasan alur, tokoh, dan latar. bab V pembahasan tema, bab VI kesimpulan. Berdasarkan analisis unsur intrinsik yang penulis teliti. Alur yang digunakan adalah alur awal, tengah, dan akhir. Tokoh utama dalam novel ini adalah Janice Wong. Adapun tokoh bawahan adalah Bernice, Mas Setyo, Ipah, Ibu, Ma dan Eric. Latar tempat pada novel Rojak adalah Singapura tepatnya di apartement Janice. Latar waktu terjadi pada pagi hari dan siang hari. Latar sosial mencangkup beragam budaya yang berada di Singapura, seperti budaya Jawa, Cina, dan kaum peranakan yang tinggal di Singapura Dalam novel Rojak karya Fira Basuki terdapat tema utama tentang perkawinan antarbangsa. Selain itu, ada juga tema tambahan atau percabangan dari tema utama seperti tema tentang menantu yang tidak suka dengan ibu mertua, tema tentang perselingkuhan pasangan suami istri, tema tentang problem ekonomi dalam keluarga, tema tentang upaya konservasi terhadap tradisi leluhur, dan tema tentang dilematika keberadaan pembantu dalam keluarga. | This research is entitled “The Analysis of Theme in Rojak Novel by Fira Basuki” which aims at describing the theme of the novel. The focus of the research is to study the theme by analyzing the plot, characters and setting. Before describing the theme, the researcher described the plot, characters and setting of the novel. It is a descriptive research using analytical descriptive method which described the facts and then analyzed them. The research is conducted through a procedure, i.e. collecting data, analyzing data and displaying data. The technique of data collection comprises of reading the novel and recording important parts related to the plot, characters and setting of the novel. The analysis of data is started by analyzing the three elements, i.e. plot, characters and setting. After that the researcher analyzes the theme of the novel. The last step is displaying data, in which the researcher presents the introduction, theoretical review, methodology, discussion on plot, characters and setting, discussion on theme and conclusion in chapter I, II, III, IV, V and VI respectively. The result of analysis on the main elements reveals that the plot consists of the beginning, middle and ending. The main character is Janice Wong, while the supporting ones are Bernice, Mas Setyo, Ipa, Mother, Ma and Eric. The setting of place is Singapore, particularly Janice’s apartment, while the setting of time is morning and day. The social setting includes various cultures in Singapore, i.e. Javanese, Chinese, and mixed-blood. The main theme of Rojak by Fira Basuki is interracial marriage, with additional subthemes such as dislike between in-laws, adultery of husband and wife, economic problem in family, conservation of old tradition, and the existence of a maid in the family. | |
| 791 | 6779 | C1A009003 | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI INDUSTRI KECIL GULA KELAPA CETAK DI DESA KEMAWI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | RINGKASAN Penelitian Ini Berjudul “Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Industri Kecil Gula Kelapa Cetak Di Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor produksi bahan baku (nira), jumlah pohon kelapa, lama bekerja (jam kerja) dan faktor yang mempengaruhi lama usaha, kepemilikan pohon dan umur pengrajin secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap produksi industri kecil gula kelapa cetak di Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Cobb-Douglas, Uji asumsi Klasik, Uji Statistik, Uji dan Efisiensi Alokatif Hasil penelitiian menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor produksi bahan baku (nira), jumlah pohon kelapa dan lama bekerja berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi gula kelapa cetak. Namum secara parsial hanya bahan baku (nira) yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi gula kelapa cetak, sedangkan jumlah pohon kelapa dan lama bekerja (jam kerja) tidak berpengaruh signifikan sedangkan faktor yang mempengaruhi lama usaha, kepemilikan pohon dan umur pengrajin menunjukkan secara bersama-sama dan secara parsial tidak berpengaruh signifikan. Hasil perhitungan efisiensi harga faktor produksi variabel bahan baku (nira), jumlah pohon kelapa dan lama bekerja penggunaannya sudah efisien. Implikasi dari penelitian ini adalah pengrajin gula kelapa cetak di Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas sebaiknya mampu meningkatkan faktor produksi dan faktor yang mempengaruhi industri kecil gula kelapa cetak yaitu dengan mengadakan pelatihan kepada pengrajin gula kelapa cetak agar keterampilan pengrajin lebih kreatif dan bekerja sama dengan pemerintah. | SUMMARY This research is entitled “The Efficiency of the Use of Production Factors in Small scale Industries Producing Palm Sugar inKemawi Village, Somagede District,Banyumas Regency”.This research aims to analyze the influences of production factors, such as raw material (sap), the number of coconut tree, work hours and factors influencing the industry survival, tree ownership system and maker age partially or simultaneously to thepalm sugar production of small scale industriesin Kemawi village, Somagede district, Banyumas regencyand tothe efficiency of the use of production factors. Questioner was used for data collection. Cobb-Douglas function, classic assumption test, statistic test, and allocativetest and efficiency were used to analyze the data. The result shows thatsimultaneously, raw material (sap), the number of coconut tree, work hours significantly influence the production of palm sugar.Meanwhile, partially, only raw material (sap) influences significantly to the production of palm sugar; the number of coconut tree and work hours do not influence significantly to the production of palm sugar. On the other hand, partially and simultaneously, tree ownership system, maker age, and factors influencing the industry survival do not have significant influence. The calculation result shows thatraw material (sap)worth efficiency, the number of coconut tree and work hourshave been efficient. The implication of this research is palm sugar makers in Kemawi village, Somagede district, Banyumas regencyhave to increase the production factors and factors influencing the industry survival by holding trainings in order to upgrade the makers’ creativity in molding palm sugar and to have corporation with local goverment. | |
| 792 | 6781 | H1G009034 | STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBELUM DAN SETELAH PENGERUKAN SEDIMEN DI MUARA SUNGAI LOJI PEKALONGAN | Penelitian “Struktur Komunitas Makrozoobentos Sebelum dan Setelah Pengerukan Sedimen di Muara Sungai Loji Pekalongan” bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas makrozoobentos sebelum dan setelah pengerukan sedimen; serta antar stasiun Muara Sungai Loji. Muara Sungai Loji mengalami sedimentasi akibat adanya erosi. Pemerintah melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan (DPPK) Kota Pekalongan berupaya melakukan pengerukan agar transportasi kapal disekitar Pelabuhan Perikanan dan Kelautan (PPNP) dapat berjalan dengan baik pada Muara Sungai Loji dan dampak banjir rob dapat berkurang. Namun di sisi lain, pengerukan dapat berdampak pada keberadaan organisme di Muara Sungai Loji, khususnya bagi makrozoobentos. Hal ini dapat berpengaruh lebih lanjut terhadap kestabilan ekosistem muara sungai terkait dengan peran dan fungsi makrozoobentos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpossive random sampling. Hasil penelitian menujukan tidak adanya perbedaan pada kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi pada saat sebelum dan setelah pengerukan sedimen di Muara Sungai Loji. Selain itu, tidak terdapat perbedaan struktur komunitas makrozoobentos antar stasiun pada indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi, tetapi ada perbedaan pada kepadatan makrozoobentos antar stasiun di Muara Sungai Loji. | A research, entitled "Macrozoobenthos Community Structure Before and After Sediment Dredging at Loji River Estuary, Pekalongan", aimed to know different macrozoobenthos community structure before and after dredging sediment, as well as among the stations in the Loji River Estuary. Sedimentation occurs in the estuary due to erosion. Government through Agriculture, Poultry and Marine Agency of Pekalongan City dredges the estuary to facilitate vessels entering Pekalongan National Fishing Port via the estuary and reducing tidal flood impact. In the other hand, the dredging may affect the presence of organisms in the estuary, especially macrozoobenthos. This affects estuary ecosystem stability in relation to necessary role and function of macrozoobenthos. A purposive random sampling was deployed. Based on the results, the density, diversity, evenness, and dominance indexes were not different before and after sediment dredging in the estuary. Community structures among the stations were not different as well in terms of diversity, evenness, and dominance indexes of macrozoobenthos, however density of macrozoobenthos differed among the stations in Loji River Estuary. | |
| 793 | 6782 | E1A009149 | PERANAN CAMAT DALAM PELAKSANAAN DESENTRALISASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH (STUDI DI KECAMATAN RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA) | ABSTRAK PERANAN CAMAT DALAM PELAKSANAAN DESENTRALISASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH ( Studi Di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara ) Perubahan penerapan pola dari sentralisasi bergeser ke desentralisasi dilandasi dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, menggantikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. Perubahan konsep otonomi daerah ini berdampak pada kedudukan, peran dan fungsi Camat. Setelah berlakunya UU No 22/1999 dan kemudian UU No 32/2004, Camat tidak lagi menjadi kepala wilayah, melainkan sebagai perangkat daerah. Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Camat mendapatkan kewenangan delegatif ( Pasal 126 ayat 2) dan atributif (Pasal 126 ayat 3). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa peran yang dilakukan oleh Camat itu berdasarkan pendelegasian sebagian wewenang dari Bupati/Walikota. Sesuai dengan Pasal 126 ayat 2 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 bahwa Camat mendapatkan pelimpahan sebagian wewenang dari Bupati/Walikota untuk mengurus urusan pemerintahan daerah yang menjadi urusan rumah tangganya sendiri meliputi perizinan, rekomendasi, koordinasi, pembinaan, pengawasan, fasilitasi, penetapan, penyelenggaraan, dan kewenangan lain yang dilimpahkan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan peran dan fungsi kepemimpinan Camat di era otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 di Kecamatan Rakit, Camat dalam melaksanakan perannya sebagai pimpinan menjadi fasilitator dengan memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, memberi pelayanan yang optimal kepada masyarakat sesuai dengan urusan pemerintahan yang dilimpahkan dan mendorong masyarakat agar dapat lebih aktif dalam membantu penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dimiliki oleh Camat sesuai peraturan perundang-undangan. Kata Kunci : Peranan, Camat, dan Desentralisasi | ABSTRACT ROLE OF SUB-DISTRICT HEAD IN THE IMPLEMENTATION OF STATUTORY DECENTRALIZATION LAW NUMBER 32 OF 2004 ON REGIONAL GOVERNMENT ( Studies In Rakit District Banjarnegara Sub Province ) Changes in application patterns shift from centralized to decentralized based on the enactment of Law No. 32 Year 2004 on Regional Government , replacing Law No. 22 of 1999 and Law No. 5 of 1974 . Change these conceptions impact on the position, role and functions of sub-district head . After the enactment of Law No. 22/1999 and then Law 32/2004 , Head no longer be the head region , but as a local device . Based on Law Number 32 Year 2004 on Regional Government, Sub-District Head obtain discretionary authority ( Chapter 126 , paragraph 2 ) and attributive ( Chapter 126 , paragraph 3 ). Research method used is normative. Result of this research is hat the role which carriny by sub-regency chief authority by delegation some of Regent. In accordance with Chapter 126 paragraph 2 of Law No. 32 of 2004 that the Sub-District Head obtain partial delegation of authority from the Regent / Mayor to take care of the affairs of local government into the affairs of his own household includes licensing , advice , coordination , guidance , supervision , facilitation , establishment , implementation , and other delegated authority . This research purpose was conducted to determine the role of sub-district head in the implementation of decentralization based on Law No. 32 of 2004 in the Rakit district Banjarnegara sub province. Results of this research purpose indicate that changes in the role and function of leadership in the era of regional autonomy sub-regency chief by Act No. 32 of 2004 in the Rakit District , Sub-district head in carrying out its role as the leader of a facilitator by providing what is needed by the community , provide optimum service to the public in accordance with devolved government affairs and encouraging people to be more active in assisting the implementation of government affairs owned by the appropriate sub-district head legislation. Keywords : Role , Sub-District Head, and Decentralization | |
| 794 | 6783 | C1K006038 | THE INFLUENCE OF TARIFF, PERCEIVED QUALITY AND SWITCHING COSTON CUSTOMER LOYALTY TOWARD BLACKBERRY BRAND | Purpose – This study examine the influence of tariff, perceived quality and switching coston customer loyalty toward blackberry brand. Methodology/approach – The study used path analysis by analyzing 100 samples using questionnaire as its main data collection tool. Findings – The study resulted in accordance to the hypothesis which stated that tariff, perceived quality and switching cost has significant influence toward customer loyalty of blackberry users. Keywords: tariff, perceived quality, switching cost, customer loyalty, Blackberry. | Purpose – This study examine the influence of tariff, perceived quality and switching coston customer loyalty toward blackberry brand. Methodology/approach – The study used path analysis by analyzing 100 samples using questionnaire as its main data collection tool. Findings – The study resulted in accordance to the hypothesis which stated that tariff, perceived quality and switching cost has significant influence toward customer loyalty of blackberry users. Keywords: tariff, perceived quality, switching cost, customer loyalty, Blackberry. | |
| 795 | 6788 | P2CD10032 | ANALISIS PENGARUH AKAD PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK SYARIAH DENGAN FINANCING TO DEPOSIT RATIO SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh akad wadia dan akad mudharabah terhadap financing to deposit ratio, akad wadiah dan akad mudharabah dan FDR terhadap profitabilitas, FDR memediasi akad wadiah dan akad mudharabah dengan profitabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah bank syariah di Indonesia yang terdaftar di Bank Indonesia. Penentuan sampel yang digunakan dengan menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 3 bank umum syariah yang dianalisis dengan model regresi kausal step.Uji hipotesis dilakukan dengan regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akad wadiah berpengaruh terhadap financing to deposit ratio, akad mudharabah berpengaruh terhadap financing to deposit ratio, akad wadiah tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, akad mudharabah berpengaruh terhadap profitabilitat, kontribusi akad mudharabah dalam peningkatan profitabilitas lebih besar dibandingkan dengan akad wadiah, financing to deposit ratio tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, financing to deposit ratio memediasi hubungan dana pihak ketiga dengan profitabilitas secara parsial | This Research aim to analyze the influence of akad wadiah and mudaraba to financing to deposit ratio (FDR): akad wadiah, mudaraba, and financing to deposit ratio (FDR) to profitability; FDR mediate akad wadiah and mudaraba with profitability. The population in this study are islamic bank in Indonesia who registered at Bank Indonesia. Determination of the sample used by using purposive sampling, then obtain three banks were analyzed by kausal step analysis. The result of this study indicate that the akad wadiah influence on financing to deposit ratio, akad mudaraba influence on financing to deposit ratio, akad wadiah not influence on profitability, akad mudaraba influence to profitability, mudharabah contribution in improving profitability greater than wadiah, financing to deposit ratio has no effect on profitability, financing to deposit ratio mediates the relationship of third party funds with profitability partially H2b : Akad mudharabah positive influence on profitability. H2c: Mudharabah contribution in improving profitability greater than wadiah. H3 : Financing to deposit ratio positive influence on profitability. H4 : Financing to deposit ratio mediates the relationship third-party funds with profitability. | |
| 796 | 6784 | F1C008091 | Strategi Badan KB Kabupaten Wonosobo dalam Kampanye Program Keluarga Berencana di Kabupaten Wonosobo | Penelitian ini berjudul Strategi Kampanye Badan KB Kabupaten Wonosobo dalam Kampanye Program Keluarga Berencana di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya penggunaan strategi yang tepat dalam suatu kegiatan kampanye program Keluarga Berencana sehingga tujuan dari kegiatan tersebut dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi kampanye Badan KB Kabupaten Wonosobo dalam kampanye program Keluarga Berencana. Penelitian ini berjudul Strategi Kampanye Badan KB Kabupaten Wonosobo dalam Kampanye Program KB di Kabupaten Wonosobo yang bertujuan ingin mengetahui strategi kampanye yang dilakukan oleh Badan KB Kabupaten Wonosobo dalam kampanye program KB di Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan utama dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling dan accidental sampling atau captive sampling (man-on-the-street) untuk teknik pemilihan informan pendukung. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Sasaran penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait dalam penetapan strategi kampanye program Keluarga Berencana Badan KB Kabupaten Wonosobo. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kampanye program Keluarga Berencana yang dilakukan oleh Badan KB Kabupaten Wonosobo yaitu dengan pemanfaatan berbagai media kampanye seperti spanduk, pamflet, leaflet, film, radio dan televisi, mengadakan Jambore PIK Remaja IV, dan dengan melibatkan tokoh masyarakat. | This study titled Strategy of Agency KB Wonosobo Regency in the Campaign of Family Planning Programs in Wonosobo Regency. Background of this research by the necessity of the use of appropiate strategies in an campaign activity of family planning programs so that the goal of these activities can be achieved. The purpose of this research is to find out how strategy of Agency KB Wonosobo Regency in the campaign of family planning programs. This study titled Strategy of Agency KB Wonosobo Regency in the Campaign of Family Planning Programs in Wonosobo Regency which aims to figure out a campaign strategy that is carried out by the Agency in KB program socialization in Wonosobo Regency. Research methods used are qualitative research methods with the descriptive approach. The main informant selection techniques of this research is purposive sampling and accidental sampling or sampling captive (man-on-the-street) for the selection of techniques supporting informant. Technique of data collection using in-depth interviews, documentation, and observation. The target of this research is that the parties involved in setting strategy for the campaign program of family planning strategy Agency KB Wonosobo Regency. This research concluded that the campaign strategy of family planning programme carried out by the Agency are Wonosobo Regency with for utilizing various media such as banners, pamphlets, leaflets, movies, radio and television, held a Youth Jamboree PIK IV, and by involving community leaders. | |
| 797 | 6882 | F1F007129 | DEXTER MORGAN AS A SERIAL KILLER IN JEFF LINDSAY’S DEARLY DEVOTED DEXTER | Penelitian ini berjudul“Dexter Morgan as a Serial Killer in Jeff Lindsay’s Dearly Devoted Dexter”. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menjelaskan karakteristik dari seorang pembunuh berantai bernama Dexter Morgan dan motivasinya dalam membunuh korban-korbannya. Dalam menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sebuah novel yang berjudul Dearly Devoted Dexter karya Jeff Lindsay yang dianalisis menggunakan teori serial killer dari Peter Vronsky dan teori motivasi teori ERG dari Clayton Paul Alderfer. Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa Dexter Morgan adalah seorang psychopath serial killer berdasarkan factor psikologi yang terdapat pada diri Dexter Morgan, yaitu: uninterested in sex, camouflage through deception and manipulation, extreme egocentric,dan narcissistic behavior. Disamping itu Dexter Morgan dikategorikan sebagai seorang missionary serial killer berdasarkan pada motifnya dalam membunuh korbannya yang pantas untuk dibunuh. Dia juga dikategorikan sebagai organized serial killer berdasarkan aksi kriminal yang dilakukan olehnya. Keinginan dasar Dexter Morgan untuk membunuh yang terdapat dalam dirinya merupakan bentuk eksistensi, oleh karena itu dibutuhkan orang lain untuk mendukung eksistensinya, sehingga dia dapat selalu memenuhi keinginannya untuk terus membunuh tanpa gangguan dari siapapun. Kata kunci: serial killer, motivasi, ERG teori | The research entitled “Dexter Morgan as a Serial Killer in Jeff Lindsay’s Dearly Devoted Dexter” is aimed to find out and explain characteristics of a serial killer named Dexter Morgan and his motivation in killing the victims.This research uses qualitative method to analyze the data which is mainly taken from Jeff Lindsay’s novel entitled Dearly Devoted Dexter. It is analyzed using serial killer theory by Peter Vronsky and ERG theory of motivation by Clayton Paul Alderfer.After conducting the research, the researcher concludes that Dexter Morgan is a psychopath serial killer based on the psychological factors. They are: uninterested in sex, camouflage through deception and manipulation, extreme egocentric and narcissistic behavior. Besides, Dexter Morgan is categorized as missionary serial killer based on his motives in killing his victim. He is also categorized as organized serial killer based on his criminal act. Then, Dexter Morgan’s inner need to kill is his existence. Thus, he makes relationship with other in order to support his existence to kill people who deserve to be killed without interruption from other. Keywords: serial killer, motivation, ERG theory | |
| 798 | 6785 | B1J009064 | PREVALENSI DAN TINGKAT SERANGAN RAYAP TANAH TERHADAP POHON PELINDUNG DI SEPANJANG JALAN AHMAD YANI KOTA PURWOKERTO | Rayap merupakan mesofauna tanah utama di kawasan tropis, dan berperan penting dalam proses dekomposisi dan perputaran unsur hara di dalam tanah. Rayap memakan zat selulosa di dalam kayu. Besar kecilnya tingkat kerusakan akibat serangan rayap ditentukan oleh jenis pohon dan kondisi lingkungan. Pohon pelindung di sepanjang jalan Ahmad Yani, kota Purwokerto terdiri atas berbagai jenis diantaranya pohon bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.), ketapang (Terminalia catappa L.), glodogan (Polyalthia longifolia L.), mahoni (Swietenia mahagoni L.), angsana (Pterocarpus indicus Willd.), flamboyan (Delonix regia Raf.), palem raja (Roystonea regia) dan beringin (Ficus benjamina L.) yang merupakan obyek serangan rayap tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis rayap tanah yang menyerang pohon pelindung sepanjang jalan Ahmad Yani kota Purwokerto, jenis pohon pelindung yang terserang oleh rayap tanah serta prevalensi dan tingkat serangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengumpanan menggunakan kayu albasia (Albizia falcata L.) ukuran 2 cm x 2 cm x 25 cm ditancapkan ke dalam tanah sedalam 20 cm didekat pohon. Data dianalisis secara deskriptif untuk identifikasi jenis pohon pelindung dan jenis rayap tanah yang didapat, sedangkan untuk perhitungan prevalensi dan tingkat serangan rayap menggunakan rumus prevalensi dan menggunakan kategori tingkat serangan rayap tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sepanjang jalan Ahmad Yani kota Purwokerto terdapat dua jenis rayap tanah yaitu Macrotermes gilvus Hagen dan Microtermes insperatus Kemner dengan jenis pohon pelindung yang terserang rayap tanah yaitu pohon angsana (Pterocarpus indicus Willd.) dan beringin (Ficus benjamina L.). Prevalensi serangan rayap tanah sebesar 14,28% dengan tingkat serangannya tergolong sangat ringan. | Termites are mesofauna in the tropics, the principal land and played an important role in the process of decomposition and the turn round element in the ground. Termites eat substance cellulose in the wood. The level of damage caused by big or small the re-invasion of termites determined by the type of trees and environmental conditions. Protective trees along Ahmad Yani street, Purwokerto consists of various species such as Bauhinia purpurea L., Terminalia catappa L., Polyalthia longifolia L., Swietenia mahagoni L., Pterocarpus indicus Willd. Delonix regia Raf., Roystonea regia and Ficus benjamina L., that is the object re-invasion of ground termites. The purpose of this research was to find out what kind of ground termites that attack protective trees along Ahmad Yani street town of Purwokerto, types of trees that are stricken by the ground termite as well as the prevalence and extent of this attack. The methods used in this research is a survey method by biting technique with wood albasia (Albizia falcata L.) size 2 cm x 2 cm x 25 cm thrust into the soil as deep as 20 cm near the tree. Data analysis in descriptive heading for identification kind of protective trees and kind of ground termites available, while for reckoning the prevalence of level and re-invasion of termites using formulas the prevalence and category level re-invasion of ground termites. The result showed that along Ahmad Yani street, Purwokerto there are two types of ground termites that are Macrotermes gilvus Hagen and Microtermes insperatus Kemner with a kind of protective trees of re-invasion of ground termite were two tree namely Pterocarpus indicus Willd. and Ficus benjamina L. The prevalence of re-invasion of ground termites of 14,28% with the level of its appertain very low. | |
| 799 | 6786 | B1J009151 | KELIMPAHAN Polymesoda erosa PADA TIPE HABITAT MANGROVE YANG BERBEDA DI SEGARA ANAKAN, CILACAP | Segara Anakan merupakan laguna yang dikelilingi oleh hutan rawa-mangrove dan dataran berlumpur, terletak di Kabupaten Cilacap dan luas sekitar 34.018 ha. Mangrove memiliki karakter habitat diantaranya jenis tanah berlumpur, menerima pasokan air payau dan air asin sehingga terjadi perubahan salinitas yang besar. Hal tersebut memungkinkan mangrove memiliki perbedaan tipe habitat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Mangrove sebagai habitat bagi berbagai organisme khususnya Polymesoda erosa, memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidupnya. Namun, hingga saat ini kondisi mangrove di Segara Anakan mengalami tekanan besar yang dapat mengakibatkan kerusakan. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kelimpahan P. erosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan P.erosa pada masing-masing stasiun pengambilan sampel dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan P. erosa pada tipe habitat mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel dan penentuan stasiun menggunakan Purposive Sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis pengelompokan (Cluster Analysis) yang dilanjutkan dengan analisis Multi Dimensional Scalling (MDS), dan untuk mengetahui faktor lingkungan baik biotik maupun abiotik yang berpengaruh terhadap kelimpahan P. erosa menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polymesoda erosa ditemukan cukup melimpah di Segara Anakan bagian barat dan tengah yaitu pada stasiun B, D, E, dan F dengan kelimpahan berturut-turut 32 ind/m2, 34 ind/m2, 54 ind/m2, dan 24 ind/m2, sedangkan di Segara Anakan bagian barat dan bagian timur yaitu pada stasiun A, C, G, H, dan I tidak ditemukan adanya P. erosa. Kelimpahan P. erosa pada tipe habitat mangrove dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kerapatan vegetasi mangrove tingkat semai, tingkat anakan pohon, pH tanah, kandungan bahan organik, jenis dan tekstur tanah berpasir, serta salinitas. | Segara Anakan is a lagoon which is surrounded by mangrove forest. It is located in Cilacap and an area of approximately 34.018 hectares. Mangrove grwoth at muddy soils, receiving supplies of brackish water, and salt water, causing large changes in salinity. It allows to have difference type habitat affected by enviromental factors. Mangrove is a suitable habitat for various organisms as Polymesoda erosa which has an important role in the sustainability of it’s live. However, the current condition of mangrove in Segara Anakan was under great pressure, than can affecting to the abundance of P. erosa. The aim of this study are to know the abundance of P. erosa on each sampling station and to know the environmental factors that can be affecting the abundance of P. erosa on several mangrove habitat type in Segara Anakan, Cilacap. Survey method used with purposive sampling for the sampling technique. Data were analyzed by cluster analysis and continued with Multi Dimensional Scalling (MDS) analysis. Principal Component Analysis (PCA) was used to find out which environmental factors both biotic and abiotic would affect on abundance of P. erosa. The results of this study is Polymesoda erosa found relatively abundant in Segara Anakan western and central station is on B, D, E, and F with abundance 32 ind/m2, 54 ind/m2, 34 ind/m2, and 24 ind/m2, while in western and eastern part of Segara Anakan (stasions A, C, G, H, and I) did not find P. erosa. The abundance of P. erosa based on analysis PCA is affected by habitats type, escpecially on the environmental factor such as density of mangrove vegetation in seedling and sapling categories, soil pH, organic content, soil type and texture , and salinity. | |
| 800 | 6789 | F1A008058 | Faktor bertahannya Hubungan Patron klien di Masyarakat Pedesaan ( Studi tentang Hubungan antara Petani dengan Tengkulak di Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga). | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial antara petani dengan tengkulak dan mengetahui sistem hubungan patron klien antara petani dengan tengkulak masih dipertahankan walupun pada kenyatannya tengkulak yang lebih diuntungkan dari pada petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Metode analisis pada penelitian ini Analisis Interaktif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa bentuk interaksi petani dan tengkulak bermacam macam antara lain adanya sistem ngendong atau bertamu dan bertegur sapa saat bertemu, sedangkan yang mempengaruhi bertahannya hubungan patron klien antara petani dengan tengkulak yaitu: adanya hubungan keluarga, dimana ada anggapan bahwa hasil sedikit atau banyak yang penting sama sama di makan keluarga sendiri, adanya hubungan pertemanan yang erat, pertemanan akan menimbulkan rasa pakewuh , selanjutnya adanya balas jasa, hal ini terjadi pada petani yang memiliki hutang kepada tengkulak. Implikasinya yang diambil oleh penulis yaitu Hubungan yang selama terjalin antara tengkulak dan petani yang salami ini didasari oleh rasa kekeluargan, diharapakan rasa kekeluargaan tersebut tidak menimbulkan kerugian diantara petani maupun tengkulak atau berjalan sinergi, serta sikap tolong menolong tetap dipertahankan sebagai ciri masyarakat desa. | The researchers in this study aim was to determine what forms of social interaction between peasants and middlemen and to know why patron-client system relationship is still maintained by peasants eventhough in reality middlemen are better off than the peasants. The research method used was descriptive qualitative method, while the technique of collecting informants used purposive sampling technique. Data collection was carried out with in-depth interviews (indepth interview), observation and documentation. Methods of analysis in the study of interactive analysis. The results showed that the interaction of peasants and middlemen are very diverse, such as: ngendong system which are peasants usually go to middlemen house to chit-chatting. While the factors that affect the survival of patron-client relationships between peasants and middlemen, namely: the existence of a family relationship, where there is a presumption that the more or less results doesn’t important as if that was his own family meal; a close friendship, the friendship will lead to a sense pakewuh; then the fringe, this happens to peasants who have debts to middlemen. The implication being taken by the author on the relationship that exists between the middlemen and the peasants is constituted by kinship sense, and this sense is not expected to cause losses among peasants and middlemen, thus could running synergy. The attitude of helping each other is also retained as characteristic of rural communities. Middlemen and peasants could distinguish social and economic factors. |