Artikelilmiahs

Menampilkan 861-880 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
8616853H1B007013FUZZY INFERENCE SYSTEM METODE TSUKAMOTO
UNTUK MENCARI NILAI PERCEPATAN TANAH MASKIMUM DI PULAU JAWA
Pulau Jawa berada di pertemuan dua lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia yang berpotensi besar menyebabkan gempabumi. Tingkat risiko gempabumi yang cukup tinggi membuat usaha mitigasi bencana gempabumi sangat dibutuhkan. Salah satu usaha mitigasi bencana adalah dengan memperkirakan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) pada suatu wilayah. Metode yang diharapkan dapat digunakan untuk memperoleh nilai PGA adalah FIS metode Tsukamoto. Variabel input yang digunakan dalam FIS metode Tsukamoto adalah kedalaman, magnitudo, posisi lintang, posisi bujur dan menghasilkan output nilai PGA. FIS metode Tsukamoto dibuat pada program Matlab Guide dalam Matlab 7.0.1. Terdapat 55 hasil perhitungan yang memenuhi rentang nilai PGA dari peta PGA, 9 nilai yang tidak diketahui perbandingannya karena berada di perairan, serta 6 nilai yang tidak memenuhi rentang nilai PGA dari peta hazard gempabumi. Java Island that located at two tectonic plates summit, Eurasian plate and Indo-Australian plate has potential causes earthquakes. Earthquake disaster mitigation effort needed causes the level of earthquake risk is high. One of mitigation effort is estimating the value of Peak Ground Acceleration (PGA) in some region. Methods expected used to obtain the value of PGA is FIS Tsukamoto method. Input variables used in FIS Tsukamoto method is depth, magnitude, latitude, longitude and PGA values in output. FIS Tsukamoto method programed in Matlab Guide, Matlab 7.0.1. There are 55 results approach calculation valuesof PGA map, 9 unknown value comparison because it’s located at the ocean, and 6 values out from the ranges of PGA earthquake hazard maps.
8626854F1F008043ANTISOCIAL PERSONALITY DISORDER OF
DR. HANNIBAL LECTER IN THOMAS HARRIS’ HANNIBAL
Penelitian yang berjudul “Antisocial Personality Disorder of Dr. Hannibal Lecter in Thomas Harris’ Hannibal” ini bertujuan untuk mencari tahu gejala-gejala kelainan kepribadian antisosial Dr. Hannibal Lecter dan bagaimana Dr. Hannibal mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh kelainan kepribadiannya tersebut yang terdapat dalam novel Hannibal karya Thomas Harris. Data utama dari penelitian ini adalah novel Hannibal yang dianalisis melalui peran utama yaitu Dr. Hannibal Lecter. Selanjutnya, untuk menjelaskan mengenai gejala-gejala kelainan kepribadian antisosial yang terjadi pada Dr. Hannibal Lecter, dan cara-cara Dr. Hannibal Lecter dalam mengatasi permasalahan - permasalahan yang diakibatkan oleh gejala tersebut, peneliti menggunakan teori psikoanalisis dan teori kelainan kepribadian yang berfokus pada antisosial dan teori mekanisme pertahanan diri. Teori – teori tersebut digunakan untuk menganalisis keadaan psikologi yang terjadi pada kehidupan Dr. Hannibal Lecter. Kemudian analisis tersebut dijabarkan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penemuan tersebut menunjukkan bahwa (1) Dr Hannibal Lecter memiliki beberapa gejala kelainan kejiwaan antisosial, seperti, ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan norma sosial, penuh tipu daya, mudah marah dan agresif, dan tidak memiliki perasaan sesal. (2) Dr. Hannibal Lecter mengatasi masalahnya yang disebabkan oleh kelainan kepribadiannya tersebut menggunakan mekanisme pertahanan diri, seperti pengalihan emosi, bersifat keras terhadap pihak lain, dan intelektualisasi.
The research entitled “Antisocial Personality Disorder of Dr. Hannibal Lecter in Thomas Harris’ Hannibal” is aimed to find out the symptoms of Dr. Hannibal Lecter’s antisocial personality disorder and Dr. Hannibal Lecter’s ways to solve his problems caused by his antisocial personality disorder reflected in the Hannibal novel by Thomas Harris. The primary source is a novel entitled Hannibal which is analyzed through the main character, Dr. Hannibal Lecter. Furthermore, for explaining the symptoms of Dr. Hannibal Lecter’s antisocial personality disorder and Dr. Hannibal Lecter’s way to face the problems caused by his personality disorder, the researcher uses psychoanalysis and psychology theory which is focused on antisocial and defense mechanism. Those theories are used to analyze the psychological condition that happens to Dr. Hannibal Lecter’s life. Then, the analysis was presented by using qualitative method. The finding shows that (1) Dr Hannibal Lecter has some symptoms of antisocial personality disorder like failure to conform to social norms, deceitfulness, irritability and aggressiveness, and lack of remorse. (2) Dr. Hannibal Lecter faces his problems caused by his personality disorder by defense mechanisms like displacement, aggression, and intellectualization.
8636855F1C008092Strategi Marketing Public Relations (MPR) PT Citilink Indonesia Dalam Membangun Pengetahuan Produk (Product Knowledge) Untuk Calon KonsumenMarketing Public Relation (MPR) merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan dalam memberikan informasi mengenai produk kepada konsumen. Dengan mengambil judul Setrategi Marketing Public Relations (MPR) PT Citilink Indonesia Dalam Membangun Pengetahuan Produk (Product Knowledge) Untuk Calon Konsumen maka permasalahan yang diteliti adalah bagaimana PT Citilink melakukan kegiatan (MPR) dalam upaya membentuk product knowledge khalyak tentang Citilink sebagai maskapai perbangan berbasis low cost carrier. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan MPR yang dilakukan dalam membentuk product knowledge dan mengetahui product knowledge khalayak terhadap jasa penerbangan yang ditawarkan oleh PT Citilink Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan pembicaraan, isyarat dan tindakan sosial lainnya. Sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang bermaksud untuk memaparkan secara sistematis, akurat, factual mengenai fakta-fakta yang ada. Yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah individu dengan teknik wawancara mendalam.
Fakta – fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan MPR yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada khalayak-nya adalah special event, sponsorship, awarding,exhibits, hotline, news release, road shows, seminar, video news release dan website. Citilink lebih menekankan publisitas dalam memberikan informasi. Pengetahuan khalayak digolongkan berdasarkan tiga jenis pengetahuan akan produk yakni pengetahuan bahwa Citilink merupakan maskapai penerbangan berbasis low cost carrier, pengetahuan tentang apa itu low cost carrier dan pengetahuan tentang objek-objek wisata nusantara.
Bedasarkan pada hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa Citilink menggunakan kegiatan MPR untuk memberikan informasi dan edukasi kepada khalayak mengenai low cost carrier. Customer profile memegang peranan penting dalam menentukan kegiatan MPR.
Marketing Public Relations (MPR) is one of the activities that can be used to providing information about the product to the customer. Become a problem in this research is how the PT Citilink Indonesia doing activities (MPR) in an effort to shape public knowledge about Citilink is the low cost carrier airlines. Goal of this reserearch to know MPR’s activities to informed product knowledge.
Type of research is qualitative approach with collecting talk, cues and social action. The nature of research used is descriptive to be explain . Which is the unit of analysis in this research is the individual with the technical depth interviews.
From the data, that the MPR is used to provide knowledge to the audience it is special event, sponsorship, the award, exhibits, hotline, news releases, road shows, seminars, video news releases and website. Citilink emphasize more publicity in providing information. Public knowledge can be classified according to three types of knowledge products that will be public knowledge about the Citilink is low cost carrier airlines, low cost carrier airlines education.
Conclusions obtained in this research is to use a Citilink of MPR to provide information and education to the audience about low cost carrier airlines. Customer profile is important role in determining activity.
8646856C1C009097ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI SMS BANKING DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemanfaatan, kemudahan, dan kenyamanan terhadap minat penggunaan SMS Banking dan pengaruh minat penggunaan SMS Banking terhadap penggunaan aktual SMS Banking di Kabupaten Banyumas. Metode penentuan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Pengumpulan data primer dengan dua bentuk kuesioner, yaitu: hardcopy dan online dengan jumlah responden sebanyak 102. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS dan SPSS 21 sebagai alat analisisnya.
Penelitian ini menghasilkan (1) kemanfaatan dan kenyamanan yang tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan SMS Banking, sedangkan kemudahan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat penggunaan SMS Banking dan (2) minat penggunaan SMS Banking yang berpengaruh terhadap penggunaan aktual SMS Banking secara positif dan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pihak bank dapat: meningkatkan kemudahan layanan melalui peningkatan sosialisasi tentang penggunaan SMS Banking, dan meningkatkan minat penggunaan dengan cara meningkatkan sistem security (keamanan) SMS Banking.
This research was aimed to know the influence of perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived enjoyment to behavioral intention to use SMS Banking andthe influence of behavioral intention to use SMS Banking to actual system usage in Banyumas Recency. The sampling method for this research was accidental sampling. The collecting of primary datausing two types of questionnaire: hardcopy and online with total respondent was 102.The analysis model was used in this research was Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS and SPSS as the analysis tools.
This research resulted (1) perceived usefulness and perceived enjoyment did not give any impact on behavioral intention to use SMS Banking, while perceived ease of use had positive and significant effect on behavioral intention to use SMS Banking and (2) behavioral intention to use had positive and significant effect on actual system usage SMS Banking. Based on these results, the bank was expected to: improve the ease of use of service through increased dissemination of the used of SMS Bankingand increase behavioral intention to use by increase security system.
8657033G1B009017FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA DI WELDING DEPARTMENT PT. X PURWAKARTA JAWA BARATKecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula atau tidak dikehendaki, yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian, baik korban manusia maupun harta benda. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan terhadap kecelakaan kerja di welding department PT. X Purwakarta Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian adalah 30 tenaga kerja dari bagian welding small, welding medium, welding bus, dan welding press up dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Analisis data meliputi univariat dan bivariat (Chi Square). Hasil penelitian adalah ada hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kecelakaan kerja (p = 0,045). Variabel yang tidak berhubungan dengan kecelakaan kerja yaitu pengetahuan, masa kerja, beban kerja, kebisingan, dan pencahayaan. Disarankan penggunaan APD secara lengkap, pembentukan pengawas, penggantian APD secara berkala, dan perbaikan tata letak exhaust.Occupational accident is an occurrence that is unexpected or undiserable , which confound the processes that have governed of an activity and could result in losses, both human sacrifices and material possessions. Research purposes is knowing factors that related of occupational accident in welding deparment PT. X Purwakarata West Java. This research is observational analytic with cross sectional-approach method. Sample are 30 labor from welding small, welding medium, welding bus, and welding press up with Purposive Sampling method. Data analysis include univariate and bivariate (Chi Square). The result is that have relation between the use of personal protective equipment (PPE) with occupational accident (p = 0,045). Variable that haven’t relation with occupational accident are knowledge, working period, work load, lighting, and noise. Suggested to use all of PPE, formation of controller, periodic replacement of PPE, and improved exhaust layout.
8666858F1A009022RESPON MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
PLTU KARANGKANDRI KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui pelaksanaan program CSR PLTU Karangkandri (2) mengetahui dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dari pelaksanaan CSR di PLTU Karangkandri, Kesugihan, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Sasaran utama adalah masyarakat dan tokoh masyarakat Desa Karangkandri serta sasaran pendukungnya adalah manajer atau pegawai PT. S2P dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Cilacap. Lokasi penelitian dilakukan di PLTU Karangkandri Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap untuk program CSR tahun 2012. Metode analisis data menggunakan Analisis Interaktif Miles dan Huberman dan validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberadaan perusahaan PLTU PT. Sumber Segara Primadaya (S2P) di Kabupaten Cilacap khususnya di Desa Karangkandri yang merupakan salah satu daerah terdekat membawa dampak, yaitu dampak negatif dari segi lingkungan, seperti debu, kebisingan, jalan rusak dan kualitas air serta udara menurun. Sedangkan dari segi sosial ekonomi masyarakat, seperti kecemburuan sosial, perekonomian belum stabil dan kehidupan masyarakat masih bersifat tradisional serta adanya pengaruh budaya negatif yang dibawa masuk oleh para pendatang seperti berfoya-foya. Dampak positifnya, seperti peluang kerja, peluang usaha dan perubahan pendapatan dan harga tanah menjadi naik. Masyarakat menilai bahwa CSR yang dilaksanakan PLTU mendapat tanggapan positif. Namun, masih banyak yang menilai bahwa CSR yang dilaksanakan belum tepat sasaran dan tepat guna karena bantuan yang diberikan tidak merata di daerah terdekat yaitu Desa Karangkandri. Implikasinya bahwa PLTU masih perlu mendapatkan perbaikan dan kontrol pengawasan, baik itu dari pihak pemeritah desa atau dari pihak BLH. Semua pelaksanaan CSR harus melibatkan masyarakat agar tercipta keharmonisasian dan pembangunan yang berkelanjutan yang akan memberikan citra yang positif dari stakeholders.The purpose of this research is to: (1) find out the program implementation of CSR PLTU Karangkandri (2) find out the impact to the environment and prosperity of society from the implementation of CSR in PLTU Karangkandri, Kesugihan, Cilacap. This research uses the research method of descriptive qualitative by technique of informant selection it is the technique of purposive sampling and technique of data collection uses in depth interview, observation and documentation. main target is the society and public figure in the village of Karangkandri and supporting target is the manager or official of PT. S2P and Life Environment Board (BLH) in Cilacap. Research location is conducted at PLTU Karangkandri, Sub district of Kesugihan in the Regency of Cilacap for the program of CSR in 2012. Method of data analysis uses the Interactive Analysis Miles and Huberman and data validity uses the technique of triangulation. The result of research shows that the existence of the company at PLTU PT. Sumber Segara Primadaya (S2P) in the Regency of Cilacap especially in the Village of Karangkandri that is one of the closest place with the impact, it is the negative impact from the environment side such as dust, noise, damage road, and air and water quality decrease. And from the social and economy side of society still has traditional characteristic and there is the negative culture influence that are brought by the new comer like having fun act. The positive impact is such as job chance, business chance, and the income change and high of land value. The society asses that CSR in the PLTU give the positive respond. But, there still many of society who asses that CSR in PLTU has not achieved the main target and effectively because the assistance is not entirely distributed well in the closest area in Village of Karangkandri. Its implication that PLTU still needs to obtain the repairmen and controlling whether from the side of village government or BLH side. All the implementation of CSR must involves the society to create the harmony and sustainability development that will give the positive image from stakeholders.

Keywords: Corporate Social Responsibility, Social Environment, Society Prosperity, PLTU Karangkandri
8676859H1B009019MODEL PREDATOR-PREY DENGAN PEMANENAN PADA PREY DEWASAInteraksi antar makhluk hidup, seperti predasi dapat dimodelkan secara matematis ke dalam model predator-prey. Pada penelitian ini dibahas model predator-prey dengan membagi populasi prey menjadi dua tahap usia, muda dan dewasa, serta dilakukan pemanenan pada populasi prey dewasa dengan laju pemanenan proporsional. Berdasarkan model tersebut, diperoleh dua titik kesetimbangan yang bernilai positif. Kedua titik kesetimbangan tersebut bersifat stabil asimtotis bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan mengubah-ubah tingkat pemanenan, tetap menghasilkan titik kesetimbangan stabil asimtotis. Hal ini berarti, untuk jangka waktu yang lama jumlah prey muda, prey dewasa, dan predator akan menuju suatu nilai tertentu. Selain itu, diperoleh hasil bahwa semakin besar tingkat pemanenan, maka untuk jangka waktu yang lama ketiga populasi, yaitu prey muda, prey dewasa, dan predator akan mengalami kepunahan.The interactions between organisms, such as predation can be modeled mathematically into a predator prey model. This research discussed about predator prey model which is the population of prey are divided into two age stages, immature and mature, and influenced by a proportional harvesting rate on population of mature prey. The model has two positive equilibrium points. These equilibrium points are asymptotically stable depend on the value of the parameters that are used. The simulation shows that by varying the rate of harvesting, still produce asymptotically stable equilibrium point. It means that for long periods of time the number of immature prey, mature prey, and predator are going towards a certain value. Furthermore, the result shows that the greater rate of harvesting, then the three populations, which immature prey, mature prey, and predator will became extinct.
8686860E1A006287Kedudukan Pegawai Komisi Pemilihan Umum (Studi Di Kabupaten Banyumas)Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Kepegawaian Negara mengatur secara tegas netralitas pegawai dalam pemerintahan. Pasal 3 UU No 43/1999 mengatur, (1) Pegawai negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan, dan pembangunan; (2) Dalam kedudukan dan tugas sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1), pegawai negeri harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Bahan hukum, Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota adalah terdiri dari Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum dan Pegawai Negeri Sipil yang dipekerjakan dari instansi lain
Law No. 43 Year 1999 on State Personnel expressly set neutrality in government officials . Article 3 of Law No. 43/1999 set , ( 1 ) The civil service position as elements of the state apparatus that served to provide services to the community in a professional , honest , fair , and equitable in the administration of state duties , administration , and development , (2 ) in position and duties referred to in paragraph ( 1 ) , public servants should be neutral from the influence of all groups and political parties , and does not discriminate in providing services to the public .
The method used in this study is a normative juridical approach , the specification of research is the study Prescriptive , Source Material law , primary legal materials , secondary and tertiary , legal materials collection method in this study with an inventory of legislation , documentation and studies literature , methods of presentation of legal materials presented in the form of narrative text , and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model .
Civil Servants in the Secretariat General of the National Election Commission , Election Commission Secretariat -General and the Secretariat General of the Provincial Election Commission Regency / City is made ​​up of Civil Servants Election Commission Secretariat General and Civil Servants are hired from other agencies
8696861H1B009055Penyelesaian Pemrograman Konveks Dengan Metode Syarat Karush-Kuhn-Tucker (Studi Kasus Pada Optimasi Portofolio)Pemrograman konveks merupakan salah satu jenis optimasi pemrograman non linier yang meminimumkan fungsi konveks atau memaksimumkan fungsi konkaf. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperoleh penyelesaian optimum dari pemrograman konveks adalah metode syarat Karush-Kuhn-Tucker (KKT). Pada penelitian ini penyelesaian optimum diselesaikan dengan menggunakan metode syarat KKT dengan memeriksa semua kemungkinan kombinasi penyelesaian. Studi kasus pada penelitian ini yaitu mengenai optimasi portofolio. Pada penelitian ini, seorang investor ingin memaksimumkan pengembalian yang diharapkan dari investasinya (portofolio) dengan menjamin bahwa resiko dari portofolionya kecil. Hasil analisis menunjukkan investor dapat memaksimumkan pengembalian yang diharapkan dengan cara meminimumkan varians atau resiko sebesar $79,38949937. Keputusan yang hendaknya diambil investor dalam menginvestasikan dana pada portofolio tersebut adalah $11,84371184 ke dalam saham ke-1, $8,058608059 ke dalam saham ke-2, dan $80,09768010 ke dalam saham ke-3. Analisis sensitivitas dilakukan pada kendala pertidaksamaan dan persamaan. Untuk kendala pertidaksamaan, penambahan sumber daya sebesar akan menghasilkan kenaikan dari nilai optimum sebesar . Pada umumnya, aturan perubahan nilai optimum tidak berlaku untuk kendala persamaan. Convex programming is one of kinds of non linear programming optimization that minimize a convex functions or maximize a concave function. One method that can be used to obtain the optimum solution of convex programming is Karush - Kuhn - Tucker ( KKT ) condition. In this research, the optimum solution solved by using KKT condition, by examining all of possible combinations. A case study in this research is the portofolio optimization. In this research, the investor wants to maximize the expected return from his investments (portofolio) while simultaneously ensuring the risk of his portofolio is small. The result of this research showed that the investor can maximize the expected returns by minimizing the variance or risk was $79,38949937. The decisions should be taken by investors in this portofolio is $11,84371184 into the stock-1, $8,058608059 to the stock-2, and $80,09768010 shares into the stock-3. The sensitivity analysis to the inequality and equality constraints is carried out. For the inequality constraints, additional resources of will result an increase on the optimum value of . In general, the rule of changes on the optimum value does not apply to the equality constraint.
8706925B1J009158Potensi Ekstrak Etanol dan N-heksan Miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 Terhadap Sel Kanker MCF-7.Jamur Ganoderma sp. memiliki banyak aktivitas farmakologi seperti antikanker payudara. Hal ini disebabkan komponen fitokimia yang terdapat dalam seluruh bagian tubuh, termasuk miseliumnya. Miselium dapat diperbanyak dengan menggunakan medium cair PDYB yang diinkubasi selama 28 hari menggunakan shaker orbital. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 sebagai antikanker payudara MCF-7 dan mengetahui jenis pelarut yang memiliki efek sitotoksis lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental melalui uji sitotoksisitas (MTT assay) dengan 6 taraf konsentrasi (1000; 500; 250; 125; 62,50 dan 31,25 μg/ml). Ekstraksi miselium dilakukan menggunakan pelarut etanol dan n-heksan. Bobot ekstrak yang diperoleh dari 7,50 g miselium untuk pelarut etanol dan n- heksan masing-masing sebesar 0,282 g dan 0,130 g. Hasil uji sitotoksisitas dengan metode MTT assay menunjukan bahwa ekstrak etanol dan n- heksan miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 memiliki nilai IC50 sebesar 631 μg/ml (ekstrak etanol) dan 349 μg/ml (n- heksan). Berdasarkan hasil uji double staining, salah satu mekanisme penghambatan ektrak etanol dan n-heksan miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 pada sel kanker MCF-7 adalah melalui induksi apoptosis. Nilai IC50 semua ekstrak miselium terhadap sel kanker payudara MCF-7 >100 μg/ml. Berdasarkan National Cancer Institute (NCI), nilai ini menunjukkan aktivitas antikanker ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 yang lemah terhadap sel MCF-7.Ganoderma sp. has many pharmacological activity such as anticancer. This is due to phytochemical compounds that are contained in mycelium of fruit body. Mycelium can be reproduced by using a PDYB medium liquid in shaker for 28 days. The aims for this studies was to determining the potential of Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 againts MCF – 7 breast cancer and to knowing the solvent which has a higher cytotoxic effect. This research used experimental method by cytotoxicity method (MTT assay) with 6 concentration level ( 1000; 500; 250; 125; 62,50 and 31,25 μg/ ml). Mycelium was extracted by ethanol and n-hexane solvents. The weight of extraction was obtained from 7,5 g of mycelia for each solvent etanol and n-hexane is 0,282 g and 0,130 g. The results of the cytotoxicity test with MTT assay showed that the ethanol and n - hexane mycelium extract of Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 have values of IC50 are 631 μg / ml ( ethanol extract ) and 349 μg / ml (n – hexane extract). Based on the double staining test results, one of the inhibitory mechanism from ethanol and n - hexane mycelium extract of Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 in MCF - 7 cancer cells is using by apoptosis induction. The values of IC50 from mycelia extract inhibited the breast cancer cells MCF - 7 is < 100 ug / ml . Based on the National Cancer Institute ( NCI ), this value showed a weak anticancer activity of mycelium extract of Ganoderma sp. isolat Banyumas 1.
8716862F1A009007Peran Suami dalam Pengambilan Keputusan Isteri Tidak Mengikuti Program KB di Desa Tambaksogra (Wilayah Cakupan Puskesmas Sumbang I Kabupaten Banyumas)
Husband's Role For Wife in Taking Decision For Not Participating The Program of KB In Tambaksogra Village (The Converage Area of Puskesmas Sumbang I, Banyumas Regency)
Data PLKB Kecamatan Sumbang menunjukkan Desa Tambaksogra merupakan termasuk salah satu desa yang memiliki persentase tertinggi dalam hal ketidakikutsertaan program KB. Manfaat Keluarga Berencana (KB) itu sendiri bukan hanya sekedar menekan tingkat (laju) pertumbuhan penduduk, tetapi ke arah pendekatan kesehatan reproduksi. Tanggung jawab kesehatan reproduksi perempuan bukan hanya pada isteri, tetapi juga melibatkan peran suami sebagai pengambil keputusan di dalam keluarga. Alasan isteri tidak mengikuti program KB yaitu suami tidak setuju isteri mengikuti program KB. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh suami dan isteri di Desa Tambaksogra, sebaiknya melalui musyawarah dengan tujuan mempertimbangkan dan mengutamakan kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran suami mengenai pengambilan keputusan isteri tidak mengikuti program KB. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang. Sasaran utama yaitu suami yang isterinya tidak mengikuti program KB dan berusia 30-49 tahun serta memiliki dua anak atau lebih, sedangkan sasaran pendukung yaitu isteri, bidan dan PPKBD Desa Tambaksogra. Hasil penelitian di Desa Tambaksogra wilayah cakupan Puskesmas Sumbang I menunjukkan peran suami dalam pengambilan keputusan isteri tidak mengikuti program KB yaitu suami berperan sebagai kepala keluarga dengan sikap otoriter, demokratis dan bebas dalam mengatasi masalah KB. Suami denga sikap otoriter yaitu suami benar-benar tidak setuju isteri mengikuti program KB, keputusan berada ditangan suami sepenuhnya. Suami dengan sikap demokratis yaitu suami melarang isteri untuk menggunakan alat kontrasepsi karena isteri memiliki penyakit, sehingga suami mau mengalah menggunakan alat kontrasepsi seperti menggunakan kondom atau sistem alamiah. Suami dengan sikap bebas artinya suami setuju jika isteri memutuskan untuk berhenti menggunakan alat kontrasepsi.Data PLKB of in Sub district of Sumbang shows that the Village of Tambaksogra is one the village that has the highest percentage in the participation of the program of KB. The usage of Planning Family (KB) is not just to reduce the level of the growth of society, but it tends to move to the approach of reproduction health. The responsibility of the women reproduction health is not just for the wife, but it also involves the husband role as the decision maker in family. The reason of wife does not participate in the program of KB which the husband does not agree for wife to participate in the program of KB. Taking decision that is conducted by husband and wife in the Village of Tambagsogra, it would be better to use taking decision together with the purpose to consider and prioritize the health of mother. This research aims to describe the husband’s role about the taking decision of wife who does not participate the program of KB. Method of research uses the descriptive qualitative. Location of research in the Village of Tambaksogra in Sub district of Sumbang. Main target is the husband who his wife does not participate in the program of KB and she has 30-49 years old age and has two children or more, and the support target is the wife, midwife and PPKBD in the Village of Tambaksogra. The result of research in the Village of Tambaksogra in the coverage area at Puskesmas Sumbang I shows that the husband’s role in taking decision of wife does not participate the program of KB, the husband has role as the head of family with the authoritative attitude, democracy, and free to solve the problem of KB. Husband with the authoritative attitude that is the husband absolutely does not agree his wife to participate in the program of KB, the decision is in the hand of her husband. The husband with the democracy attitude that is the husband forbids his wife to use the contraception tool because his wife has the disease so the husband is willing to use the contraception tool such as using condom or natural system ways. The husband with the independence attitude it means the husband agree if his wife decides to stop using the contraception tool.
8726863E1A006403Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Studi di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)Pertimbangan untuk mengaitkan insentif atau berbagai bentuk tunjangan PNS dengan kinerja masih merupakan persoalan pokok dalam sistem penggajian di Indonesia. Tunjangan masih diberikan bukan berdasarkan prestasi atau kinerja, tetapi hanya sekadar jumlah anaknya, masa kerja, atau hal-hal lain yang tidak selalu terkait dengan tantangan pekerjaan yang harus dihadapi atau kinerja yang dituntut pada jenis pekerjaan tertentu.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Bahan hukum, Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan Bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian Bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Pemerintah harus segera membuat regulasi Tunjangan berbasis kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta menhapus honorarium yang memberatkan anggaran negara agar sejalan dengan revisi PP tentang Sistem Penggajian, dan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Gaji dan Pensiun
Considerations for linking various forms of incentives or benefits to the performance of civil servants is still a key issue in the payroll system in Indonesia. Allowance is granted not based on merit or performance , but just the sheer number of children , employment, or other things that are not always associated with the challenges that must be overcome or work performance required in certain occupations .
The method used in this study is a normative juridical approach , the specification of research is the study Prescriptive , Source Material law , primary legal materials , secondary and tertiary , legal materials collection method in this study with an inventory of legislation , documentation and studies literature , methods of presentation of legal materials presented in the form of narrative text , and analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model .
The Government should immediately make performance -based regulatory allowance Ministry of Education and Culture and the honorarium removes burdensome state budget in line with the revised Regulation on Payroll System , and as mandated by Government Regulation No. 46 Year 2011 on Salaries and Pensions
8736864G1B005022ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL TAMAN API
KARYA YONATHAN RAHARDJO
Skripsi ini berjudul “Analisis Unsur Intrinsik Novel Taman Api Karya
Yonathan Raharjo” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur
intrinsik dalam novel Taman Api. Taman Api adalah sebuah novel yang
mengangkat tema tentang realita kehidupan waria. Novel karya Yonathan
Raharjdo ini merupakan salah satu novel pemenang sayembara DKJ yang banyak
menginspirasi para pembaca. Membaca novel Taman Api sama seperti melihat
kehidupan nyata di luar sana. Kehidupan para waria dan konflik-konflik yang
diceritakan terlihat hidup.
Manfaat penelitian secara teoritis diharapkan dapat membantu
mengembangkan teori sastra khususnya tentang unsur-unsur intrinsik. Adapun
manfaat praktis dalam penelitian ini, yaitu dapat memberikan referensi untuk
penelitian selanjutnya serta menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca
tentang analisis unsur intrinsik pada karya sastra yang lain.
Metode yang digunakan untuk analisis adalah deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data dengan cara menentukan objek penelitian, membaca serta
mengumpulkan data-data dari hasil bacaan, kemudian mencatat bagian-bagian
yang penting dalam novel, mengklasifikasi data dalam novel Taman Api, serta
mengumpulkan data-data dari berbagai sumber. Teknik analisis data dilakukan
dengan cara mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi alur, tokoh, latar,tema
dan amanat, menganalisis unsur intrinsik serta menyimpulkan data yang telah
diperoleh sesuai dengan fokus penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Taman Api karya
Yonathan Rahadjo merupakan novel menguak kehidupan waria yang sangat
komplek, termasuk praktek ilegal yang menempatkan waria sebagai objek derita
dengan misi rahasia berkedok agama untuk melenyapkan waria melalui bisnis
gelap bedah kelamin, berikut teknologinya. Di negeri bernama negeri Tanah Air,
gerakan bersaudara membangun konspirasi memberantas sikap banci segala
bidang waria kelas atas dipaksa operasi kelamin, lalu dimasukan chip anti banci.
Chip waria kelas bawah dibantai satpol PP dan kelompok jubah putih. Waria
diperjual belikan, sekaligus objek ilegal kedokteran.
This research is entitled “Analisis Unsur Intrinsik Novel Taman Api Karya
Yonathan Raharjo” (An Analysis of Intrinsic Aspects of “Taman Sari” Novel by
Yonathan Raharjo). The research objective is mainly to describe intrinsic aspects
in the novel. “Taman Api” is a novel which contains real social phenomenon
about transgender true-life story. The novel was one of the novel which
successfully won DKJ literary competition that had been inspiring a lot of readers.
By reading this novel is like seeing real life out there. The transgender life is
vividly portrayed together with its conflicts.
The significance of the research is theoretically expected to be able to give
a contribution in advancing literary theory, chiefly, intrinsic aspects. Yet, there is
also practical significance; the research will be able to provide useful reference for
the next researches. In addition, it also enriches knowledge for the researcher and
the reader about intrinsic aspects in the other literary works.
The applied method for the analysis is descriptive-qualitative. The data
collection technique uses determining the object of the research, reading and
collecting the data, jotting the important parts and classifying the data (internally
and externally) from various sources. The techniques use describing intrinsic
aspects which encompass plot, characters, setting, theme, and values or merits.
The method is driven to infer out the conclusion coherently with the focus of the
research.
The result showed that the work in the garden Yonathan Rahardjo uncover
the novel is very konfleks, including llegal pratices that put the drag queen as an
bject factory with a secret mission to wipe out the drag queen impresonate religion
throught the sark business genital surgery, with the technology. In the country
called the land of the fatherland movement, to build a conspiracy eradicate all
areas of sissy transuestites attitual in genital surgery, and then forced the enter
chip anti pansy. Chip transvestites murdered underclass satpol PP and white
robes. Transsexual in selling illegal objects, where sold in the as well as the
hundreds of medicine.
8746865B1J009140DAMPAK PENCEMARAN Pb TERHADAP JUMLAH DAN UKURAN STOMATA SERTA KANDUNGAN KLOROFIL DAUN KIRAI PAYUNG (Filicium decipiens) SEBAGAI PENEDUH JALAN DI PURWOKERTO
Timbal (Pb) dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Tumbuhan peneduh jalan yang memiliki kemampuan sebagai agen bioremediasi (fitoremediasi) diperlukan guna mereduksi polutan Pb di udara. Kirai Payung (Filicium decipiens Thw.) ditanam dan dijadikan peneduh jalan di hampir seluruh kota di Indonesia termasuk Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon jumlah dan ukuran stomata serta kandungan klorofil tumbuhan F. decipiens terhadap pencemaran Pb. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survei. Sampel daun tumbuhan F. decipiens sebagai peneduh jalan diambil secara purposive sampling dari empat jalan yang berbeda kepadatan lalu lintasnya. Variabel bebas dalam penelitian berupa kandungan Pb di udara dan Pb pada daun, sedangkan variabel tergantung berupa jumlah dan ukuran stomata serta kandungan klorofil daun F. decipiens. Parameter utama yang diamati adalah kandungan Pb udara ambien, Pb pada daun, jumlah dan ukuran stomata serta kandungan klorofil daun F. decipiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Pb Jalan Dr. Soeparno sebesar 0,0048 µg/m3, Jalan H. R. Bunyamin 0,0131 µg/m3, Jalan Jenderal Soedirman 0,0147 µg/m3 dan Jalan Gerilya sebesar 0,1020 µg/m3, masih berada di bawah ambang batas baku mutu udara ambien di Propinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 2 µg/m3. Daun F. decipiens sebagai peneduh jalan di Purwokerto mampu mengakumulasi Pb mencapai 0,3560 – 0,3890 ppm. Kandungan Pb yang terakumulasi pada daun F. decipiens menyebabkan penurunan panjang stomata pada daun F. decipiens sebagai tumbuhan peneduh jalan di Purwokerto, namun tidak menyebabkan penurunan pada jumlah stomata, lebar stomata, serta kandungan klorofil.Lead (Pb) can cause pollution of the environment. Herbs as shade road having capacity bioremediasi agent (phytoremediation) necessary for reduction pollutants of Pb in air. Kirai Payung (Filicium decipiens Thw.) planted and made as a shade roads in almost all cities in Indonesia including Purwokerto. This research aims to know the response number and size of stomata and chlorophyll content of F. decipiens against pollution of Pb. The method of research is a conducted the survey method. Samples of the plant leaf F. decipiens as a shade roads taken in purposive sampling of four different densities of road traffic. Free of variables in the research are content of Pb in the air and Pb in leaves, whereas variables depending on the form of the number and size of stomata and chlorophyll content of leaves F. decipiens. The main parameters of the observed is content of Pb in the air ambient, Pb on the leaves, number and size of stomata and leaf chlorophyll content F. decipiens. Result of research are content of Pb in Dr. Soeparno street content of 0,0048 µg/m3, H. R. Bunyamin street of 0,0131 µg/m3, Jenderal Soedirman street 0,0147 µg/m3 and Gerilya street of 0,1020 µg/m3, still under the threshold of the raw quality of ambient air in Central Java, that of 2 µg/m3. Leaves of F. decipiens as shade road in Purwokerto able to accumulate Pb reach 0,3560 – 0,3890 ppm. Content of accumulated Pb on leaves of F. decipiens is able causing to decrease on the length of stomata on leaves of F. decipiens as herbs shade road in Purwokerto, but was unable causing to decrease on the number of stomata, the width of stomata and the chlorophyll content.
8756867F1B009082KELEMBAGAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) ERA OTONOMI DAERAH KABUPATEN BANYUMAS
INSTITUTIONAL FAMILY PLANNING PROGRAM (KB) BANYUMAS DISTRICT DECENTRALIZATION
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang memiliki badan/lembaga yang menjalankan tugas pokok dan fungsi program Keluarga Berencana (KB) yang bergabung dengan bidang lain dan tidak berdiri sendiri secara utuh, selain itu nilai TFR (Total Fertility Rate) kabupaten Banyumas termasuk cukup tinggi di Jawa Tengah. Hal ini mengindikasikan bahwa program KB di Kabupaten Banyumas belum sepenuhnya mencapai keberhasilan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat konsisi akhir sejauh mana nilai-nilai KB di kabupaten Banyumas telah diterima dan didukung oleh masyarakat seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah saat ini. Lokasi penelitian ini berada di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas yakni kecamatan Purwokerto Timur, Kecamatan Kembaran dan Kecamatan Sumbang. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Sasaran penelitian adalah pejabat yang terkait dalam pembentukan Bapermas PKB, pejabat Bapermas PKB bidang KB, masyarakat serta tokoh masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian dari aspek kemampuan teknis menunjukan bahwa tugas pokok dan fungsi yang dijalankan pejabat bidang KB sudah cukup baik, akan tetapi jumlah anggotanya kurang. Dari aspek komitmen normatif kepercayaan dari para pejabat cukup baik untuk mewujudkan tujuan bersama. Dari aspek dorongan inovatif penentuan program dan sasaran program cukup baik. Dari aspek citra lingkungan tampak bahwa usaha yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan telah diupayakan. Dari segi efek sebaran masyarakat sudah cukup tahu dan bisa memahami program KB.
Untuk itu direkomendasikan untuk terus mengupayakan pembentukan badan KB secara utuh, penentuan program dan sasaran harus tepat, pengomtimalan para kader KB, serta penyuluhan KB dengan materi yang jelas dan mudah dipahami.
Banyumas regency is one who has a body / agency that performs duties and functions of the family planning program ( KB ) are joined by other fields and not stand alone as a whole, in addition to the value of TFR ( Total Fertility Rate ) Banyumas district, including quite high in Central Java. This indicates that the family planning program in Banyumas not fully achieve success.
The purpose of this study is to see how far konsisi end values of KB in Banyumas regency has been accepted and supported by the community in line with the implementation of regional autonomy. Research sites are located in three districts in the Banyumas Purwokerto district East, District and Sub Contribute twins. The method used is descriptive qualitative. Informant selection techniques using purposive sampling and snowball sampling. Research objectives were officials involved in the formation of Bapermas PKB, PKB Bapermas official family planning, community and community leaders. The data obtained through interviews, observation and documentatio . Data were analyzed using interactive data analysis Miles and Huberman.
The results of the technical viability showed that the duties and functions of the field of family planning officials who run well enough, but the number of members is less. From the aspect of normative commitment confidence of officials well enough to achieve a common goal. Encouragement of the innovative aspects of the program and the determination of the target program is quite good. From the aspect of environmental image it appears that the efforts made to achieve the objectives have been pursued. In terms of the distribution of effects is enough to know and understand the family planning program.
It is recommended to continue to pursue the establishment of family planning as a whole entity, the determination of the target program and to be precise, the cadres pengomtimalan KB, as well as family planning counseling with material that is clear and easy to understand.
8766868C1B009090PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA
PADA PERUSAHAAN FOOD & BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh current ratio, debt to equity ratio, gross profit margin, inventory turnover, net profit margin dan total asset turnover terhadap perubahan laba di perusahaan makanan dan minuman. Sampel penelitian ini adalah 16 perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2009 sampai 2012, mereka dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk membuktikan hipotesis, penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gross profit margin, inventory turnover dan net profit margin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba, sedangkan current ratio, debt to equity ratio dan perputaran total aset memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan laba.The purpose of this research is to analyze the influence of current ratio, debt to equity ratio, gross profit margin, inventory turnover, net profit margin and total asset turnover on change in earnings for food and beverage companies. The samples of this research were 16 companies listed at BEI during 2009 until 2012, they were selected using purposive sampling technique. To prove the hypothesis, this research was analyzed using Multiple Linier Regression Model. The result of research showed that gross profit margin, inventory turnover and net profit margin had no significant influence on changes in earnings, while current ratio, debt to equity ratio and total asset turnover had significant influence on changes in earnings.
8776869F1B009056EFEKTIVITAS PROGRAM PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH AKSEPTOR KB INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS Penelitian ini berjudul “Efektivitas Program Penyuluhan Keluarga Berencana dalam Meningkatkan Jumlah Akseptor KB Intra Uterine Device (IUD) di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas”. Judul tersebut dilatarbelakangi oleh pelaksanaan program penyuluhan KB di Kecamatan Kembaran yang belum optimal karena target atau PPM yang telah ditentukan belum dapat dicapai.
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji efektivitas program penyuluhan KB khususnya pada pencapaian akseptor KB IUD di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode penelitiannya ialah kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan snowball sampling serta untuk menjamin data/menguji keabsahan digunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model interaktif (Miles dan Huberman).
Hasil penelitian menunjukan ketepatan sasaran target penyuluhan KB belum tepat sasaran, BAPERMASPKB dan PLKB belum menentukan target tidak langsung seperti remaja dan calon PUS sehingga target penyuluhan hanya terbatas pada PUS saja. Tampak mekanisme penyuluhan KB sudah dilakukan rutin baik di tingkat kecamatan atau desa. penyuluh yang memberikan materi penyuluhan adalah PLKB yang dibantu IMP (PPKBD, Sub PPKBD, dan bidan setempat). Selain itu organisasi lintas sektoral juga kerap memberikan bantuan untuk pelaksanaan penyuluhan. Kesiapan masyarakat Kecamatan Kembaran dalam menerima penyuluhan cukup bak terlihat dari kesediaan mereka untuk mengikuti penyuluhan dan menggunakan atau melanjutkan untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD.
This fieldwork titled " Effectiveness of Family Planning Counseling Programme in Increase IUD’S Acceptors in Kembaran Districs Banyumas Regency”". The title is motivated by the implementation of the family planning program in the Kembaran district are not optimal for the target or predetermined PPM can not be achieved.
The purpose of this research is to determine how the effectiveness of family planning counseling program in particular the achievement of IUD acceptors in Kembaran. This research using descriptive qualitative method, and for informant selection techniques with purposive sampling. Data was collected through in-depth interviews, observation, documentation, and snowball sampling as well as to ensure the data / triangulation technique used to test the validity of the source. The method of analysis used in this study is interactive model (Miles and Huberman)
The results showed the accuracy of the target extension target KB is right on target. However BAPERMASPKB and field officers have not determined the indirect targets such as young and aspiring EFA so that the target extension is limited to only EFA. mechanisms seem routine counseling KB has done well in the sub-district or village. educators who provide education material is assisted PLKB IMP (PPKBD, Sub PPKBD, and local midwives). Besides cross-sectoral organizations also often provide assistance for the implementation of the extension. District community readiness in receiving counseling twin tub quite evident from their willingness to participate in counseling and use or continue to use the IUD contraceptives.

8786870F1D006009Perspektif Ekonomi Politik Peran Disperindakop Dalam Pengelolaan Pasar Segamas Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten PurbalinggaTujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran Disperindagkop dalam pengelolan Pasar Segamas di Kabupaten Purbalingga, dan menjelaskan faktor-faktor ekonomi politik yang dominan mendukung dan menghambat pengelolaan Pasar Segamas dalam peningkatan Penghasilan Asli Daerah Kabupaten Purbalingga Metode yang gunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini ialah kepala Disperindagkop Kabupaten Purbalingga, DPRD Komisi B, Tokoh Masyarakat, Paguyuban Pasar Segamas, Pedagang. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah dengan model analisis interaktif dengan keabsahan data diuji mengunakan Triagulasi Sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Disperindagkop dalam pengelolaan pasar segamas, yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah dan UPTD Pasar Segamas. Hubungan interaksi antara pemerintah daerah (Disperindagkop) dan UPTD Pasar Segamas tercipta hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan meningkatnya pendapatan asli daerah dari sektor pasar. Didasarkan analisa ekonomi politik (nilai, kepentingan, kekuasaan) peran Disperindagkop dalam hubunganya dengan aktor lain (UPTD Pasar Segamas) memiliki posisi dominan dan kuat dalam hubungan pengelolaan pasar segamas. Hal ini dikarenakan faktor pendukung lebih berpengaruh pada peran pemerintah daerah dalam mengelola pasar segamas. Adapun faktor pendukung memiliki legal formal, letak pasar segamas yang strategis, adanya dukungan masyarakat Purbalingga, pasar segamas sebagai sumber pendapatan daerah dan adanya otonomi daerah. Sedangkan faktor penghambat peran Disperindagkop dalam pengelolaan pasar segamas yaitu minimnya Sumber daya manusia dalam pengelolaan akiabatnya kurang maksiamal serta kurangnya fasiliats dalam pasar sehingga pengunjung kurang nyaman .

The purpose of this study is to understand the role in the management Disperindagkop Segamas Markets in Purbalingga , and explain the political economy factors that support and hinder dominant market management Segamas in regional real income increased Purbalingga method used descriptive qualitative research . Objectives of this study is to head Disperindagkop Purbalingga , Commission B DPRD , Community Leaders , Circle Segamas Market , Trader . Informant retrieval technique using purposive sampling and snowball sampling . Data was collected through in-depth interviews , observation , documentation . The analytical method used is to model the interactive analysis with the data validity was tested using Triagulasi sources .
The results showed that Disperindagkop role in the management of Segamas market , which is managed independently by local governments and UPTD Segamas Market . Interaction between local government ( Disperindagkop ) and UPTD Segamas Market created a mutually beneficial partnership with the increasing revenue of market sectors . Based analysis of political economy ( the value , importance , power ) Disperindagkop role in relation to the other actors ( UPTD Segamas Market ) has a dominant position in relationship management and strong Segamas market . This is because the supporting factors have more influence on local government's role in managing Segamas market . The contributing factors have formal legal Segamas strategic market location , the community support Purbalingga , Segamas market as a source of regional income and regional autonomy . While inhibiting factor Disperindagkop role in market management Segamas namely the lack of human resources in the management and lack akiabatnya less maksiamal fasiliats in the market so that visitors are less comfortable .
8796939F1A006020ANARKISME DALAM FILM V FOR VENDETTAFilm V For Vendetta sebagai bentuk adaptasi dari novel grafis Alan Moore yang berjudul sama, menawarkan sebuah perspektif anarkisme tentang negara dan tatanan masyarakat. Anarkisme sebagai sebuah konsep ilmu sosial maupun filsafat pada tahap tertentu seringkali disalah artikan sebagai suatu yang bernuansa destruktif, ketidakteraturan, brutal dan temperamental reaksioner. Anarkisme memahami bahwa esensi sebuah pemerintahan adalah tirani minoritas. Dengan itu, “kekuatan politik” yang berarti konsentrasi otoritas pada segelintir elit harus dimusnahkan.
Meskipun menentang negara, anarkisme tidaklah menentang pemerintahan dalam arti “administrasi sistem”. Anarkisme mendambakan pemerintahan swakelola yang dijalankan sukarela oleh warganya, bukan lewat paksaan aparatus hukum.
Skripsi ini mengkaji tentang operasionalitas wacana anarkisme dalam film V For Vendetta, karakteristik anarkisme yang digambarkan oleh film dan posisi Alan Moore terhadap anarkisme dalam Film V For Vendetta.
V For Vendetta’s film based graphic novel of the same name by Alan Moore, propose anarchism epistemology to intrepret the nation and civil society. Anarchism as a philoshpy have misconception. The concept usually intrepreted as destruction, violent, impudent and brutal. Besides the core of anarchism concept is define that nation and every governments are represent of tyranny. Thats why “political power” who just belong to few people must be fall down.
Although againts the nation, anarchism isn’t refuse the government as “public administrative system”. Anarchism trust aoutnomous government, rule by civil ethic and voluntary from its own, not ruled by nation apparatus and his agencies.
This thesis examines about operationalize anarchism word in V For Vendetta film, caharacteristic of anarchism word and mapping Alan Moore’s position on anarchism in V For Vendetta film.
8806871F1C006093POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI DALAM UPAYA MENGATASI DEPRESI SETELAH MELAHIRKAN (BABY BLUES SYNDROME)
(Fenomena pada Pasangan Remaja Hamil di Luar Nikah di Purbalingga)
Seorang ibu yang tidak siap menerima bayinya, muncul ketika seorang ibu tidak berhasil menyesuaikan diri terhadap perubahan pola kehidupan akibat kehamilan, proses kehamilan, persalinan, dan setelah persalinan. Penelitian ini penting karena seorang ibu yang tidak siap menerima bayinya dapat berkembang menjadi depresi setelah melahirkan bila tidak tertangani dengan baik sedangkan seorang ibu yang tidak siap menerima bayinya biasanya dianggap sebagai hal wajar karena aktivitas hormon sementara. Depresi setelah melahirkan memiliki durasi lebih lama dan intensitas lebih kuat akan memberikan dampak negatif bagi individu, perkembangan bayi, hubungan dengan suami dan keluarga. Peran suami dalam mengatasi depresi setelah melahirkan istri sangatlah dibutuhkan, dimana dalam aktifitas ini keterlibatan suami merupakan hal yang sangat penting. Bagaimana seorang suami berusaha membina hubungan berkomunikasi dengan penuh kesabaran, menemani istri memeriksakan ke bidan meskipun kesibukan pekerjaan menyita banyak waktu suami, sehingga peneliti mengambil judul “Pola komunikasi suami istri dalam upaya mengatasi depresi setelah melahirkan (Baby blues syndrome) (Fenomena pada pasangan remaja hamil diluar nikah di Purbalingga). Metode Penelitian yang digunakan bersifat kualitatif yang menggambarkankeadaan di lapangan secara deskriptif. Peneliti mencermati secara mendalam fenomena - fenomena komunikasi yang terjadi di dalam keluarga suami yang menggunakan pola komunikasi tertentu kepada istri di masa terkena depresi setelah melahirkan. Data penelitian diperoleh dari informan yang merupakan pasien dari Bidan di Purbalingga, dan data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan Membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil wawancara, data hasil pengamatan, data dokumen dengan data dokumen. Setelah di lakukan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pasangantersebut telah melakukan Komunikasi Antar Personal dengan effektif, karena di dalam melakukan komunikasi, pasangan – pasangan tersebut telah mencerminkan ciri – cirri komunikasi antar pribadi yang baik. Dari hasil penelitian didapat hambatan yang sering terjadi pada pasangan komunikasi suami istri adalah komunikator, media, komunikan, waktu, perekonomian dan bentuk pekerjaan suami.

Kata kunci : Pola komunikasi, suami istri, depresi setelah melahirkan.
A mother who is not ready to receive her baby, when a mother does not appear to have adjusted to the changing patterns of life due to pregnancy, pregnancy, childbirth, and after childbirth.This study is important because a mother is not ready to receive her baby can develop into depression after childbirth if not handled properly, while a mother is not ready to receive her baby is usually regarded as reasonable because temporary hormonal activity.Depression after childbirth has a longer duration and stronger intensity will adversely affect the individual, the development of the baby, with her ​​husband and family relationships.Husband's role in overcoming depression after his wife gave birth is needed, where the husband's involvement in these activities is very important.How does a husband trying to build relationships to communicate with patience, to accompany his wife checked midwife though time-consuming busy work husband, so the researchers took the title of "marital communication patterns in an effort to cope with postpartum depression (baby blues syndrome) (The phenomenon of teenage pregnancy in couples outside marriage in Purbalingga).The method is qualitative research that describes the situation on the ground descriptively.Researchers examine in depth the phenomenon - a phenomenon that occurs in communication within the family man who uses a particular communication pattern to his wife in time of depression after childbirth.Data were obtained from informants who are patients of Midwives in Purbalingga, and data were collected by observation, interview and documentation.Data validity was tested through triangulation techniques by comparing the observed data with data from interviews and Comparing data from interviews with the interview data, observation data, the data document with document data.After doing research, it can be concluded that the couple has made Inter Personal Communication with effective, because in doing communication, couple - the pair have reflected the characteristics - traits of good interpersonal communication.From the results obtained barriers that often occur in pairs of husband and wife is a communicator communications, media, communicant, the time, the economy and employment forms husbands.

Keywords: Patterns of communication, husband and wife, postpartum depression.