Artikelilmiahs
Menampilkan 8.161-8.180 dari 48.903 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8161 | 8785 | D1F011001 | KEEMPUKAN, SUSUT MASAK DAN PENILAIAN ORGANOLEPTIK SOSIS DENGAN SUBSTITUSI HATI PADA PEMBUATAN SOSIS DAGING SAPI | Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 20 sampai 25 Maret 2014 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keempukan dan susut masak sosis yang disubstitusi dengan hati sapi serta mengetahui kesukaan panelis terhadap sosis yang disubstitusi dengan hati sapi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk keempukan dan susut masak, sedangkan untuk penilaian organoleptik menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 20 panelis semi terlatih sebagai kelompok. Perlakuan substitusi hati taraf 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dan setiap perlakuan diulang lima kali. Peubah yang diukur adalah keempukan (mm/gr/dtk) dan susut masak (%) serta organoleptik yaitu rasa dan tekstur (dalam skor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi hati sapi pada pembuatan sosis berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan dan susut masak sosis dan penilaian organoleptik substitusi hati pada sosis daging sapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan rasa. Panelis memberikan penilaian pada tekstur sosis dengan skor 3,25-3,5 (biasa-suka) dan rasa sosis dengan skor 2,9-3,4 (tidak suka-suka). Kesimpulannya yaitu substitusi hati sampai taraf 20% pada pembuatan sosis daging sapi tidak mempengaruhi keempukan dan susut masak sosis serta memiliki tekstur dan rasa yang tidak berbeda dengan sosis tanpa substitusi hati. | The research has been conducted on 20th to 25th March 2014 at Livestock Result Technology Laboratory, Fakulty of Animal Science, Jendral Soedirman University, Purwokerto. This research to knew tenderness and cooking losses sausage that substituted by liver and to knew panelists favorite againts sausage that substituted by liver. Research design was used Completely Randomized Design for tenderness and cooking losses, whereas for organoleptic valuation was used Complete Block Randomized Design with 20 panelistses semi skilled as a group. Treatments of subsitution liver level 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and every treatments were repeated 5 times. Variables were measured is tenderness (mm/gr/s), cooking losses (%) then organoleptic taste and texture (score). Beef liver subsitution in manufacture of sausage was no significant effect (P>0,05) against tenderness and cooking losses and organoleptic valuation liver substitution in beef sauge no real influence (P>0,05) for texture and taste. The panelistses gave valuation against sausage texture range 3,25-3,5 (netral-like) and sausage taste range 2,9-3,4 (dislike-like). Conclusions from this research, liver subsitution until 20% level on produce of sausage didn’t effect tenderness, cooking losses and had not differented texture and taste with sausage without liver subsitution. | |
| 8162 | 11468 | H1D010046 | Kekuatan Dinding Panel Beton Tulangan Bambu Dengan Variasi Jarak Antar Tulangan dan Bahan Tambah Abu Sekam 5% | Kajian ini didasari oleh kebutuhan bahan material yang semakin menipis seperti halnya baja yang bersifat tidak dapat diperbaharui. Waktu pelaksanaan pekerjaan beton yang cukup lama juga menjadi permasalahan tersendiri. Untuk itu diperlukan inovasi baru dengan cara pembuatan dinding panel tulangan bambu dengan penambahan abu sekam 5%. Pada kajian ini dilakukan pengujian dinding panel beton menggunakan variasi tulangan bambu dan bahan tambah abu sekam 5%. Pengujian ini dilakukan dengan membuat dinding panel beton berukuran 320 mm x 620 mm x 15 mm menggunakan variasi jarak tulangan bambu 5 cm ; 7,5 cm ; 10 cm dan 15 cm. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kekuatan lentur dari dinding panel beton dan pola keretakannya. Hasil pengujian tekan diperoleh nilai kuat tekan yang lebih tinggi dari perencanaan yang menggunakan mix design K-175, yaitu mencapai kekuatan 182,83 kg/cm2. Untuk pengujian lentur diperoleh bahwa dinding panel dengan jarak tulangan 5cm; 7,5cm dan 15cm memiliki kekuatan yang dapat melampaui GFRC (Glass Fibre Reinforce Cement) dan Gypsum Board.yang memiliki kekuatan sebesar 26,67 kg dengan rasio masing-masing 1,13; 1,58 dan 1,35. Kekuatan lentur dinding panel dengan jarak antar tulangan 10cm tidak melampaui kekuatan pembanding dengan rasio sebesar 0,90. Pola keretakan yang terjadi dikategorikan sebagai retak lentur karena retak tipikal terjadi hampir tegak lurus pada sumbu struktur dan terjadi pada daerah momen lentur yang terbesar. | This research based on materials resources that continuously decrease such an unsustainable steel. Concrete discharge time that had long enough makes another problem. Bamboo reinforced concrete wall panel with 5% rice husk ash become solution of problems and might could increasing the strength.In this research we did flexure test of concrete wall pannel use bamboo reinforcrced and rice husk ash 5% as an additional material. The test use concrete wall panel with 320 mm x 620 mm x 15 mm seize and tested to the space of variation as 5 cm; 7,5cm; 10cm; 15cm. The testing parameters are wall panel flexural strength and their pattern collapse.The compressed test had higher result than K-175 mix design, it reached 182,83 kg/cm2 strength. The flexure test of 5cm; 7,5cm dan 15cm variation space got higher result than GFRC (Glass Fibre Reinforce Cement) and Gypsum that had 26,67 kg/cm2 strength with ratio as 1,13; 1,58 and 1,35. The flexture strength of concrete wall pannel with 10 cm space variation didn’t got higher result as the third before than GFRC and Gypsum as a comparator with ratio as 0,90. The pattern collapse is categorized as a typical crack caused almost perpendicular to the structure axis and occurred in the largest bending moment area. | |
| 8163 | 8786 | D1F012015 | EVALUASI MUTU GENETIK SAPI PERAH FRIES HOLLAND MENGGUNAKAN CATATAN PRODUKSI SUSU HARIAN DAN TIGA MINGGUAN DI BBPTU-HPT BATURRADEN | Penelitian bertempat di BBPTU-HPT Baturraden menggunakan 311 catatan produksi susu laktasi pertama periode 2006-2013. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui deviasi penggunaan catatan tiga mingguan dalam penaksiran total produksi susu sapi perah berdasarkan metode TIM dibandingkan dengan total produksi susu harian (2) mengetahui peringkat genetik ternak sapi perah berdasarkan Nilai Pemuliaan, dan (3) mengetahui perubahan peringkat individu dari hasil evaluasi mutu genetik berdasarkan catatan produksi susu harian dengan catatan tiga mingguan. Rata-rata produksi harian 3.827,31 ± 1.300,3 kg dan taksiran TIM 4.075,46 ± 1.405,95 kg. Rata-rata umur beranak 794,36 ± 106,74 hari dengan rata-rata JHP 296,26 ± 71,59 hari. Secara kumulatif, 73,31% hasil taksiran produksi susu TIM menunjukkan deviasi positif atau taksiran produksi susu lebih tinggi dibanding produksi susu harian. Evaluasi mutu genetik sapi perah menggunakan Nilai Pemuliaan (NP), kemudian disusun peringkatnya. Keeratan hubungan antara peringkat NP berdasarkan catatan produksi susu nyata harian dan NP berdasarkan catatan produksi susu metode TIM ditunjukkan oleh nilai korelasi rank Spearman sebesar 0,933 (P < 0,01). Kesimpulan penelitian adalah (1) penggunaan catatan tiga mingguan dalam penaksiran total produksi susu sapi perah berdasarkan metode TIM dibanding total produksi susu harian memiliki deviasi bernilai positif, dan (2) evaluasi mutu genetik sapi perah berdasarkan nilai pemuliaan menggunakan catatan produksi susu harian dan tiga mingguan menghasilkan peringkat yang sama. | The researh took place at BBPTU-HPT Baturraden using 311 first lactating milk production record in 2006-2013. The research’s purposes are to know (1) the deviation between the total milk production estimated by three weekly milk record in dairy cattle based on TIM compared to total daily milk yield, (2) the animal rank based on individual breeding value, and (3) the changes of individual genetic rank estimated from daily milk record and three weekly milk record. The average of milk production was 3.827,31 ± 1.300,3 kg and TIM 4.075,46 ± 1.405,95 kg. The average age of littered was 794,36 ± 106,74 days and 296,26 ± 71,59 days of milking day. Cumulatively, 73.31% of the estimated milk production of TIM shows a positive deviation or tends the estimated milk production higher than the daily milk production. Genetic evaluation was using breeding value and were ranked. The proximity correlation of breeding value ranking between daily milk production record and three weekly milk production record was shown by rank Spearman correlation, 0,933 (P < 0,01). The findings are (1) the usage three weekly recording in the assessment of the total milk production of dairy cows by TIM method compared to the total daily milk production has a positive deviation, and (2) the genetic evaluation of dairy cows based on breeding value using dairy milk yield record and three weekly milk yield record has the same rank. | |
| 8164 | 8787 | G1A010108 | PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT DESA PAMIJEN DAN KELURAHAN KARANGPUCUNG | Latar Belakang. Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, seseorang yang merasa sakit akan melakukan upaya agar memperoleh kesehatannya kembali. Upaya yang dilakukan dapat dengan berobat ke dokter atau mengobati diri sendiri. Menurut data dari Riskesdas 2013 menyebutkan bahwa masyarakat provinsi Jawa Tengah termasuk yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu sebesar 78%. Tujuan. Mengetahui perbedaan pengetahuan dan rasionalitas penggunaan obat swamedikasi pada masyarakat Desa Pamijen dan Kelurahan Karangpucung. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Peniliti mewancarai 55 subjek masing-masing dari masyarakat Desa Pamijen dan masyarakat Kelurahan Karangpucung. Responden diambil dengan menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Pengetahuan dan Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi diperoleh melalui kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square (x2). Hasil dan Pembahasan. Hasil uji chi square pengetahuan penggunaan obat swamedikasi ini adalah p=<0,001 dan rasionalitas penggunaan obat swamedikasi p=0,017 Kesimpulan. Terdapat perbedaan pengetahuan dan rasionalitas penggunaan obat swamedikasi pada masyarakat Desa Pamijen dan Kelurahan Karangpucung. | Background. Health is very important in human life, persons who feel ill will make efforts to gain their health back. The efforts may could made with go to the doctor or treat by themself. According to data from Riskesdas at 2013 states that Central Java’s society is the most society that do self-medication and its equal to 78%. Purpose. The purpose of this study is to determine the differences in knowledge and rationality of self-medication’s drug use on society in Pamijen Village and Karangpucung Ward. Methods. The design on this study is observational analytic cross sectional approach. Researchers had interviewed 55 subjects of each community and society in Pamijen Village and Karangpucung Ward. Respondents were taken by using a non-probability sampling with consecutive sampling method. Knowledge and Rationality of Self-medication’s Drug Use obtained through questionnaires. Results. Bivariate analysis performed by chi-square test (x2). The results of chi square test showed that the knowledge of self-medication’s drug use is p=<0.001 and the rationality of self-medication’s drug use is p=0.017. Conclusions. There are differences in knowledge and rationality of self-medication’s drug use on society in Pamijen Village and Karangpucung Ward. | |
| 8165 | 8792 | F1C010023 | HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN EMPLOYEE RELATIONS DENGAN KEPUASAN KOMUNIKASI KARYAWAN HOTEL SANTIKA PURWOKERTO | Hotel Santika Purwokerto merupakan salah satu hotel berbintang tiga dengan sistem manajemen grup yang berdiri di Purwokerto. Ketika penelitian ini dilakukan, masa operasi hotel tersebut baru satu tahun. Kondisi demikian menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana kegiatan employee relations di sana berpengaruh terhadap kepuasan komunikasi karyawannya yang relatif baru. Untuk itulah penelitian ini dilakukan dengan maksud mengetahui ada-tidaknya hubungan antara kegiatan employee relations dengan kepuasan komunikasi karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pemilihan informan stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan korelasi Pearson’s Product Moment untuk mengetahui hubungan antara kegiatan employee relations dengan kepuasan komunikasi karyawan di Hotel Santika Purwokerto. Berdasarkan perhitungan statistik, diperolah koefisien korelasi (rhitung) sebesar 0,739 pada taraf signifikansi 5% (alpha = 0,05 ) dan tingkat kepercayaan 95% dengan jumlah responden 44. Koefisien korelasi yang ditemukan sebesar 0,739 tersebut dimaknai bahwa variabel kegiatan employee relations dengan kepuasan komunikasi karyawan di Hotel Santika Purwokerto memiliki hubungan yang kuat, positif dan signifikan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, kegiatan employee relations memiliki hubungan berbanding lurus baik secara langsung maupun tidak langsung dengan kepuasan komunikasi karyawan Hotel Santika Purwokerto. | Hotel Santika Purwokerto is three star rated hotel with group management system which stood in Purwokerto. When this research was conducted, the operation of these new hotel is just reach a year. These conditions led to more questions about how the activities of the employee relations there affect the satisfaction of a relatively new employee communications. Therefore this research was conducted with the intention of knowing is there any relationships between the activities of the employee relations with employees communications satistication. The method used in this research is a survey method and the sampling technique is stratified random sampling. This research use Pearson’s Product Moment Correlation due to know the relationship between the activities of the employee relations with communication satisfaction on employees at the Hotel Santika Purwokerto. Based on the calculation, the correlation coefficients (counted r) obtained by the statistics result at the number of 0,739 and with 5% significance level (alpha = 0.05%), and 95% of confidence level with 44 number of the respondents. The correlation coefficient was found for the variable at 0,739 which meant that the activities of the employee relations communication satisfaction with employees at the Hotel Santika Purwokerto have strong, positive and significant relationships. The conclusion that can be drawn from this study is that the activities of the employee relations has a proportional relationship either directly or indirectly with the satisfaction of employees communication at Hotel Santika Purwokerto. | |
| 8166 | 10493 | C1A009051 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN BURUH PENGRAJIN SAPU GLAGAH (STUDI KASUS DI DESA SIRAU KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA) | Penelitian ini Berjudul Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendapatan Pengrajin Sapu Glagah di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curahan waktu kerja, usia, pengalaman bekerja dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan buruh pengrajin sapu glagah di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga baik secara parsial maupun bersama-sama dan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan buruh pengrajin sapu glagah. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan alat analisis regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa variabel usia, pengalaman bekerja dan curahan waktu kerja, secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan buruh pengrajin, sedangkan tingkat pendidikan secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan pengrajin. Secara bersama-sama variabel usia, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja dan curahan waktu kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan buruh pengrajin sapu gelagah di Desa Sirau Curahan waktu kerja merupakan variabel yang berpengaruh paling besar terhadap tingkat pendapatan buruh pengrajin sapu glagah di Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk bekerja, maka semakin banyak sapu glagah yang dihasilkan dan akan mempengaruhi pendapatan yang diterima. | The tittle of this research is the factors that affect labor income of artisans glagah broom in the Sirau village, karangmoncol subdistrict, district Purbalingga. This srudy aimed to analyze the influence of working hours, age, work experience and educational lever of the labor income of artisan glagah broom in the Sirau village, karangmoncol subdistrict, district Purbalingga, either partially or jointly and to determine the factors that most influence on labor income of artisan glagah broom based on the result of calculation using a multiple linear regression analysis that the variable working hours, age, work experience and education is partially positive but not significant effect on labor income artisan. Jointly variable working hours, age, work experience and education levels had a significant effect on labor income artisan glagah broom in the Sirau village. Working hours are variables that effect most to level of labor income of artisan glagah broom in Sirau village Karangmoncol subdistrict Purbalingga district. The more time spent on work, the more glagah broom produced affect the revenue received. | |
| 8167 | 10494 | F1A010016 | Pengaruh Keberadaan Industri Bulu Mata Palsu dan Konstruksi Sosial tentang Perempuan terhadap Beban Ganda Ibu Rumah Tangga yang menjadi Buruh di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. | Industri bulu mata palsu merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Purbalingga, Jawa Tengah. Sejak tahun 1980 hingga sekarang terdapat sekitar 28 perusahaan bula mata dan rambut palsu dengan jumlah karyawan mencapai 15.698 orang. Dari sekian banyak perusahaan, terdapat beberapa perusahaan yang membuka cabang di desa-desa atau yang kerap disebut plasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Keberadaan Industri Bulu Mata Palsu dan Konstruksi Sosial tentang Perempuan terhadap Beban Ganda Ibu Rumah Tangga yang menjadi Buruh di Plasma Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian survei - eksplanatif. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 100 orang dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Metode analisis yang digunakan adalah tabel distribusi frekuensi, tabel silang bivariat, dan korelasi tau kendall β. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Tidak terdapat Pengaruh Keberadaan Industri Bulu Mata Palsu terhadap Beban Ganda Ibu Rumah Tangga yang menjadi Buruh di Plasma. (2). Tidak terdapat Pengaruh Konstruksi Sosial tentang Perempuan terhadap Beban Ganda Ibu Rumah Tangga yang menjadi Buruh di Plasma. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa memberi pengetahuan kepada keluarga yang istrinya menjadi buruh di plasma agar lebih memperhatikan beban yang diterima buruh tersebut dan berbagi pekerjaan untuk meringankan beban. Selain itu, penelitian ini juga bisa menjadi referensi untuk penelitian yang terkait agar memilih variabel lain yang memiliki persentase pengaruh yang lebih tinggi. | False eyelashes industry is one of the rapidly growing industries in Purbalingga, Central Java. Since 1980 until now there are about 28 companies of false eyelashes and wigs by the number of employee reached 15.689 peoples. Of the many companies, there are several companies that open branches in villages called plasma. The purpose of this research was to determine the effect of the existence of false eyelash industry and the social construction of women against double burden housewife who became laborers in the plasma of Cendana, Kutasari, Purbalingga. The target of this research is a housewife who became laborers in the plasma. This research is an explanatory survey. The population of this research is 100 people with total sample of 80 people by using the Slovin’s formula with the standard error of five percent. The used sample of this research is using probability sampling techniques kind of simple random sampling. The analytical method used is the frequency distribution table, cross table bivariate and Kendall Tau β correlation.The result of this research indicates that (1). There is no influence on the presence of false eyelashes industry to double burden housewife who became laborers. (2). There is no influence on the social construction of women to double burden housewife who became laborers in the plasma. | |
| 8168 | 11469 | F1C011016 | Strategi Komunikasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu Sabah Malaysia dalam Sosialisasi Citizen Service terhadap Tenaga Kerja Indonesia | Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu Sabah Malaysia dalam Sosialisasi Citizen Service terhadap Tenaga Kerja Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia dalam sosialisasi program citizen service terhadap Tenaga Kerja Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pejabat atau pegawai Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam, Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu dalam sosialisasi citizen service terhadap Tenaga Kerja Indonesia adalah melalui sinergitas dengan kegiatan yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia, komunikasi antarpersona antara local staff dengan Tenaga Kerja Indonesia, kerjasama dengan pihak eksternal, menjalin relasi dan kedekatan dengan Tenaga Kerja Indonesia melalui kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal, serta pemanfaatan media melalui papan pengumuman, website, media sosial, surat dan SMS, leaflet dan buku saku informasi, serta siaran radio. Hambatan yang mucul adalah luasnya jangkauan wilayah dan jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang besar. Tanggapan Tenaga Kerja Indonesia terhadap sosialisasi citizen service adalah cara yang dilakukan tidak efektif dan mereka masih banyak yang tidak mengetahui adanya program tersebut. | This research entitled Communication Strategy on Consulate General of Republic Indonesia Kota Kinabalu Sabah Malaysia in Socializing Citizen Service to Indonesian Migrant Worker. It has purpose to know communication strategy has been done by Consulate General of Republic Indonesia Kota Kinabalu in socializing citizen service to Indonesian migrant worker. This is a qualitative research with descriptive methods. To collect data, it uses observation and in-depth interview. Informants come from functionaries and staff of Consulate General of Republic Indonesia Kota Kinabalu also Indonesian Migrant Worker using purposive sampling. Data analysis is done by interactive analysis through data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity in this research is source triangulation. This research conclude that communication strategy has been used by Consulate General of Republic Indonesia Kota Kinabalu is make a synergy with activities by Consulate General of Republic Indonesia Kota Kinabalu, interpersonal communication between local staff and Indonesian migrant worker, cooperation with external parties, make a closer relation with Indonesian migrant worker through formal or non formal activities, and using several medias such as announcement board, website, social media, letter and SMS, leaflet and information pocket book, also radio broadcast. The obstacles are a wider region and bigger number of Indonesian Migrant Worker. Indonesian Migrant Worker feel that those strategies are not effective enough and most of them still do not know about citizen service programme. | |
| 8169 | 8788 | F1A007015 | STUDI MENGENAI MAKNA INTER CLUB INDONESIA (ICI) REGIONAL PURWOKERTO BAGI MEMBERNYA | ICI Regional Purwokerto merupakan sebuah organisasi perkumpulan penggemar klub bola Inter Milan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggila klub bola asal Italia tersebut.Hal ini yang menyebabkan banyak diantara mereka memutuskan untuk bergabung menjadi member.Keputusan individu untuk melakukan sesuatu berkaitan erat dengan pemaknaan yang mereka miliki terhadap objek yang bersangkutan sehingga inti penting dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna ICI Regional Purwokerto bagi masing-masing membernya. Tujuan dilakukannya penelitian ini antara lain untuk mengetahui makna ICI Regional Purwokerto bagi membernya baik saat sebelum maupun sesudah mereka menjadi member. Selain itu juga untuk mengetahui proses yang dialami hingga akhirnya menjadi member serta ingin mengetahui keuntungan dan kerugian menjadi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, di mana data yang dihasilkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis melalui deskripsi kata-kata. Adapun teknik penentuan sasaran penelitiannya menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa secara umum makna yang dimiliki member terhadap ICI Regional Purwokerto adalah positif, baik sebelum maupun sesudah mereka menjadi member. Positif maksudnya mereka memaknai ICI Regional Purwokerto sebagai suatu hal yang baik. Keputusan dan tindakan individu menjadi member tidak terjadi secara instan, melainkan melalui beberapa proses. Proses pertama yakni stimulus dari teman dan anggota keluarga, setelah itu mengalami pembentukan image dan perenungan hingga akhirnya mengambil keputusan/tindakan untuk bergabung menjadi member(konsumsi). Keuntungan yang didapat member setelah bergabung dengan ICI Regional Purwokerto adalah bisa memperluas pergaulan dan menjadi tempat bertukar pengalaman sesama member. Adapun kerugiannya adalah kegiatan malam yang sering mengganggu aktifitas member di pagi hari. Saran yang dapat peneliti berikan dari penelitian ini pertama bahwa ICI Regional Purwokerto merupakan organisasi yang bersifat positif, sehingga perlu terus dipertahankan dan selalu memperbaiki sistemnya. Point kedua adalah perlu adanya base camp untuk memudahkan kegiatan-kegiatan seperti nonton bareng dan lain-lain. Pointterakhir perlu diperbanyak kegiatan sosial, sehingga ICI Regional Purwokerto tidak hanya bernilai plus bagi membernya, tapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat umum. Kata Kunci :ICI, Member, Interaksi Simbolik, Penggemar | Abstract ICI is an organization of Purwokerto Regional association football club Inter Milan fans who have a special attraction for the enthusiast of the Italian football club. This is why many of them decided to join a member. Individual decision to do something that is closely related to the meaning they have for the object in question so that the essential core of this study is to determine the meaning of ICI Regional Navan for each of its members. The purpose of this study are to determine the meaning of ICI Regional Navan for both current members before and after they become a member. In addition, to know the process that ended up becoming a member and would like to know the advantages And disadvantages to become a member. The method used in this research is descriptive qualitative method, where data generated through interviews, observation and document analysis through the description of words. The research targeting techniques using purposive sampling technique. The results of the research that has been done is that the general meaning of which is owned member of the ICI Regional Navan is positive, both before and after they become a member. Positive meaning they interpret ICI Regional Rurwokerto as a good thing. Decisions and actions of individuals become a member does not occur instantaneously, but rather through some process. The first process of the stimulus from friends and family members, after it experienced a image formation and reflection to finally take action (consumption). Benefits members after joining ICI Regional Navan is able to expand relationships and a place to exchange experiences among members. The disadvantage is that nighttime activities often debilitating members in the morning. Suggestions from this study provide the first that ICI regional organization of Purwokerto is positive, so it needs to be maintained and always fix the system. The second point is the need for a base camp to facilitate activities such as watching together etc.. Last point needs to be augmented social activities, so that ICI Regional Purwokerto not only valuable plus for membenya, but also can be useful for the general public. Keyword :ICI, Members, Interaksi Simbolik, Fans | |
| 8170 | 8783 | G1A009019 | Hubungan Jenis Kelamin Dengan Demensia Vaskuler Pasca Stroke Non Hemoragik di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | Latar belakang: Demensia vaskuler disebabkan oleh berbagai faktor risiko dan mekanisme vaskuler. Salah satu penyebab utama demensia vaskuler adalah stroke. Beberapa studi menunjukkan hasil yang beragam mengenai hubungan jenis kelamin dengan demensia vaskuler terhadap pasien pasca stroke. Tujuan: Mengetahui hubungan perbedaan jenis kelamin terhadap kejadian demensia vaskuler pasca stroke non hemoragik di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 59 pasien stroke non hemoragik di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Hasil: Penelitian membagi sampel manjadi 2 grup, yaitu pria dan wanita. Proporsi pada kelompok pria lebih tinggi (81,48%) pada kejadian demensia vaskuler pasca stroke dibandingkan kelompok wanita (78,13%). Hasil analisis hubungan jenis kelamin dengan menggunakan Chi-square menunjukkan nilai p=0,750 (p>0,05). Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dan kejadian demensia vaskuler pasca stroke non hemoragik di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Kesimpulan: Pasien pasca stroke non hemoragik memiliki risiko tinggi untuk menderita demensia vaskuler pasca stroke. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan demensia vaskuler pasca stroke non hemoragik di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | Background: Vascular dementia is caused by various risk factor and vascular mechanism. Stroke is one of the major cause of vascular dementia. Most of studies have different result about gender differences in vascular dementia post non hemorrhagic stroke. Objective: To determine gender differences in vascular dementia post non hemorrhagic stroke at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Neurological Clinic. Methods: This study is a analytic observational cross-sectional study, involving 59 patients diagnosed with non hemorrhagic stroke at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Neurological Clinic. Results: Sample in this study is divided into 2 groups, male and female. Male group has a higher proportion (81,48%) than female group (78,13%) in vascular dementia post non hemorrhagic stroke. The analyzed result with Chi-square test show p value=0,750 (p>0,05). The result shows there is no significant differences in gender with vascular dementia post non hemorrhagic stroke at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Neurological Clinic. Conclusion: Non hemorrhagic stroke patients have higher risk to develop vascular dementia post stroke. There is no gender differences in vascular dementia post non hemorrhagic stroke at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Neurological Clinic. | |
| 8171 | 8789 | F1F008113 | The Relevance of Reading Section in the English Textbook “Bahasa Inggris” Published by Intan Pariwara to the Syllabus of English in the School-Based Curriculum (A Descriptive Study in the XII Grade of MAN Cilacap Academic Year 2012/2013) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul The Relevant of Reading Section in the English Textbook “Bahasa Inggris” by Intan Pariwara and the Syllabus of English of the School-Based Curriculum (A Descriptive Study in the XII Grade of MAN Cilacap Academic Year 2012/2013). Penelitian ini mengenai relevansi sebuah buku teks terhadap silabusnya pada bagian kemampuan membaca dan tindakan guru untuk mengatasi poin dan kriteria yang tidak relevan. Berdasarkan aturan, setiap sekolah semestinya memakai buku teks dalam kegiatan belajar dan mengajar bahasa Inggris, buku teks harus relevan dengan silabus, dan pengembangan silabus dan buku teks adalah kewajiban guru. Perhatian utama penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui relevansi buku teks “Bahasa Inggris” dari Intan Pariwara dengan silabus bahasa Inggris, dan (2) untuk mengetahui usaha para guru untuk mengatasi poin dan kriteria yang tidak relevan. Data penelitian ini berdasarkan dokumen studi, kuesioner, dan interviu. Dokumen studi dipakai untuk menganalisa relevansi buku text terhadap silabusnya. Kuesioner dipakai untuk menganalisa usaha-usaha para guru untuk mengatasi sejumlah point dan criteria yang tidak relevan. Kemudian interviu dipakai untuk membantu validitas dokumen studi and untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul selama penelitian. Kemudian data analisis termuat melalui tiga alur: data reduksi, data display, dan kesimpulan/data verifikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Ini mendeskripsikan sebuah penyelidikan tentang relevansi buku teks dengan silabusnya dan tindakan-tindakan guru untuk mengatasi poin dan criteria yang tidak relevan. Peneliti menemukan bahwa buku teks terhadap silabus terdapat sejumlah poin dan kriteria yang tidak relevan pada bagian kemampuan membaca. Ketidakrelevanannya adalah tanpa latihan, tanpa aktivitas, tanpa pertanyaan, tidak muncul, tidak disebutkan, tidak dari sumber yang dianjurkan, dan tidak komplet. Dari penelitian ini dapat diketahui problem utamanya adalah Alokasi Waktu dan Sumber Belajar. Untuk mengatasinya, para guru bahasa Inggris kelas XII melakukan usaha-usaha untuk menutup kekurangan tersebut seperti menambahkan materi and mengganti materi yang tidak relevant dengan yang relevant. Kesimpulannya, dalam buku tersebut terdapat sejumlah poin dan kriteria yang tidak relevan, tapi ternyata tindakan guru untuk mengatasi hal tersebut sangatlah memuaskan. Ketidakrelevanan yang utama adalah Alokasi Waktu dan Sumber Belajar. Alokasi Waktu tidak disebutkan di dalam buku teks. Masalah ini membuat para guru mengalami kesusahan dalam menata waktu yang memang terbatas. Sumber Belajar tidak berasal dari sumber yang dikehendaki. Masalah ini membuat para guru harus mencari banyak sumber belajar ditengah waktu yang terbatas. Akan tetapi, hampir semua poin dan kriteria yang tidak relevan dapat diatasi oleh para guru terkecuali beberapa yang memang tidak esensial atau sudah diajarkan sebelumnya. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat bagi guru untuk lebih teliti baik memilih maupun mengadaptasi suatu buku teks dan bagi sekolah untuk lebih ketat saat supervisi pada guru dalam hal silabus dan buku ajar. | ABSTRACT The research is entitled The Relevance of Reading Section in the English Textbook “Bahasa Inggris” by Intan Pariwara to the Syllabus of English of the School-Based Curriculum (A Descriptive Study in the XII Grade of MAN Cilacap Academic Year 2012/2013). The research is about a relevance of a textbook to the syllabus of English in reading section and the teachers’ action to cover the irrelevant points and criteria. Based on the regulation, every school should use textbook in teaching and learning of English, the textbook has to be relevance to the syllabus, and the development both syllabus and textbook is teachers’ duty. The main concerns of this research are (1) to find out the relevance of the textbook “Bahasa Inggris” by Intan Pariwara to the syllabus of English, and (2) to find out the teachers’ attempts to cover the irrelevant points and criteria. The data is based on the documentary study, the questionnaire, and the interview. The documentary study is used to analyze the relevant of the textbook to the syllabus. The questionnaire is used to analyze the teachers’ attempts to cover the irrelevants points and criteria. While the interview is used to validate the documentry study and to answer any incidental questions during the research. Then, the data analisis is in the three flow: data reduction, data display, and conclusion/data verification. This research uses descriptive qualitative method. It describes a study that cast about the relevant of the textbook to the syllabus of English in reading section and the teachers’ attempts to cover the irrelevant points and criteria. After conducting the research, the researcher finds out that the textbook has many irrelevant points and criteria to the syllabus of English in reading section. The irrelevances are no sufficient exercise, no description of activity, no question demanded, not appear criterion, not mentioned, not from the required source, and not complete. The irrelevant points and criteria as the main problems are Time Allocation and Learning Sources. To solve the problems, the teachers do many attempts to cover such as adding material and replacing the irrelevant to the relevant one. In conclusion, there are many irrelevant points and criteria, but there are good covering by the teachers. The main irrelevances are Time Allocations and Learning Sources. The Time Allocations are not mentioned in the textbook. These problem makes the teachers are hard to arrange the times which are limited. The Learning sources are not taken from the required sources. These problem makes the teachers have to search the plenty sources in the limited times. However, almost all of the irrelevant points and criteria are covered except some which are not essential for the class or have been taught in the previous teaching and learning. This research is expected to give benefit to the teachers to be more careful on both selecting and adapting a textbook and to the school to be stricter in supervising the teachers in term syllabus and textbook. | |
| 8172 | 8767 | G1B010050 | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturraden | Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014 menetapkan target 70% rumah tangga sudah mempraktikkan PHBS pada tahun 2014. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013 diketahui bahwa proporsi nasional rumah tangga dengan PHBS baik adalah 32,3%. Rendahnya PHBS dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap sarana prasarana dan peran dari pihak yang terkait. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi PHBS pada tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas II Baturraden. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 90 kepala keluarga atau ibu rumah tangga, pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate simple random sampling. Kriteria inklusi adalah dapat berkomunikasi dengan baik dan memiliki bayi/balita usia 0-5 tahun. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pendapatan keluarga perbulan (p=0,036), sarana sanitasi (p=0,017) dan peran petugas kesehatan (p=0,031) dengan PHBS. Pendidikan, pengetahuan, sikap, peran kader kesehatan dan peran tokoh masyarakat tidak berhubungan dengan PHBS. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sarana sanitasi (p=0,031) merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi PHBS, sedangkan pendapatan keluarga dan peran petugas kesehatan tidak mempengaruhi PHBS ketika diuji secara bersama-sama. Pengadaan tempat pembuangan sampah sementara dan jamban sehat dengan bekerjasama berbagai pihak lintas program maupun lintas sektor perlu dilakukan untuk mendukung masyarakat dalam melakukan PHBS. | The Ministry of Health set a target 70% of households already practice the PHBS in 2014. Based on the results of the Riskesdas 2013 noted that national proportions ofhouseholds with good PHBS was 32.3% and Baturraden II Primary Health Center was 68,4. Low PHBS influenced by some factors such as education, family income, knowledge, attitudes, facilities and the role from the parties concerned. The purpose of this research was to determine the factors that affect PHBS order households in Baturraden II primary health center area. Type of this research was a cross-sectional. Total sample research was 90 family leader, technique of sampling used proportionate simple random sampling. Data analysis was done by univariate, bivariate (chi square) and multivariate (logistic regression). Results of bivariat analysis showed there was corellation between family income per month (p=0,036), sanitation facilities (p=0,017) and the role of health workers (p=0,031) with PHBS. Education, knowledge, attitudes, the role of health cadres and the role of community leader was not corellated with PHBS. Results of the multivariate analysis demonstrated that sanitation facilities (p=0,031) was the most dominant factor in affected PHBS, while the family income and the role of health workers was not affected the PHBS when tested together. Procurement of temporary landfills and latrines healthy in cooperation with various parties cross-program and cross-sectoral needs to be done to support the community in doing PHBS. | |
| 8173 | 10495 | H1D009003 | KAJIAN KESIAPAN KONTRAKTOR KECIL DALAM PELELANGAN SECARA ELEKTRONIK(e-tendering) DI KABUPATEN BANYUMAS | Kontraktor harus mampu beradaptasi terhadap perubahan sistem lelang pemerintah yang sebelumnya menggunakan cara konvensional menjadi online. Perubahan sistem ini meliputi semua tahapan lelang meliputi penyampaian dokumen dan evaluasi dokumen. Dampak dari perubahan metode lelang ini cukup dirasakan oleh kontraktor terutama kontraktor kecil yang berada di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman kontraktor kecil di Kabupaten Banyumas tentang persiapan dan pelaksanaan e-tendering. Guna mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengetahui pendapat responden. Adapun responden dalam penelitian ini adalah kontraktor kecil gedung kualifikasi K1, K2 dan K3. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pemahaman kontraktor kecil di Kabupaten Banyumas mengenai e-tendering sudah baik. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat keikutsertaan responden terhadap e-tendering yang mencapai 100% pada kualifikasi K1, K2 maupun K3 dengan tingkat keberhasilan dalam tender mencapai 90.9%. Dokumen penawaran adalah salah satu hal penting pada pelelangan. Sebesar 90.9% kontraktor kecil pernah mengalami kegagalan pada pelelangan karena data teknis pada dokumen penawaran, dengan penyebab kegagalan sebesar 54.4% terletak pada kurangnya kepemilikan sumber daya manusia yang bersertifikat keahlian kerja. Tingkat kepemilikan sertifikat keahlian kerja masing-masing kualifikasi 4.5% untuk K1, 41% untuk K2, dan 27.3% untuk K3. Kata kunci : kontraktor kecil, e-tendering, pelelangan. | A contractor should be able to adapt towards the change of government’s tendering system from the conventional way to online. This change covers all the phases of tender including document delivery and document evaluation. The impact of the change of tender method has been felt by the contractors especially the small contractors in a district. This research was aimed at knowing the understanding of the small contractors in Banyumas regency towards the preparation and the implementation of e-tendering. To achieve the objective, this research used questionnaire as the instrument to get the information about respondent’s opinion. The respondents in this research were the small contractors of building in qualification K1, K2, K3. The result of this research proved that the understanding of the small contractors in Banyumas regency about e-tendering was already good. This could be seen by the height of the level of respondents’ participation which achieved 100% in qualification K1, K2,and K3 with the success level in the tender which achieved 90.9 %. Bidding document is one of the important thing in tender. 90.9% of small contractor has experienced failur in a tendder due to the technical data in bidding and the cause of the failure 54.5% was the lack of the ownership of human resource of the certified expert resource. Level of the certified expert resource every qualification are 4.5% for K1,41% for K2, and 27.3% for K3. Keywords : small contractor, e-tendering, tender. | |
| 8174 | 8790 | D1E010126 | KADAR LEMAK DAN ASAM LEMAK BEBAS MAYONES DIBUAT DARI BERBAGAI JENIS KUNING TELUR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis kuning telur yang berbeda pada pembuatan mayones terhadap kadar lemak dan asam lemak bebas. Materi penelitian yang digunakan adalah telur ayam niaga petelur 78 butir, telur ayam arab 120 butir dan telur itik 60 butir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, selanjutnya dilakukan Analisis Variansi data dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan yang diberikan yaitu T1= mayones yang dibuat menggunakan kuning telur ayam niaga petelur, T2= mayones yang dibuat menggunakan kuning telur ayam arab, dan T3= mayones yang dibuat menggunakan kuning telur itik. Variabel yang diukur adalah kadar lemak dan asam lemak bebas mayones. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis kuning telur yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak dan asam lemak bebas mayones. Hasil uji beda nyata menunjukkan bahwa penggunaan jenis kuning telur berbeda nyata (P<0,05) kadar lemak dan asam lemak bebas mayones. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayones yang dibuat dari kuning telur itik memiliki kadar lemak terendah, tetapi mengandung kadar asam lemak bebas tertinggi. | The study aimed to determine the effect of the use of various types of egg yolk in the manufacture of mayonnaise on levels of fat adn fatty acid. The materials used were commercial egg of laying chicken as many as 78 grains, 120 grains of arabic chicken eggs and duck eggs, as many as 60 grains. The method used was an experimental method using completely randomized design with 3 treatments and 6 replications, further analysis using analysis of variance and followed with Honestly Significant Difference test. The treatments were T1= mayonnaise madeusing commercial laying chicken egg yolk, T2= mayonnaise made using arabic chicken egg yolk, and T3= mayonnaise made using duck egg yolk. The variables measured were the levels of fat and free fatty acid of the mayonnaise. The results showed that the use of different types of egg yolk was highly significant (P<0.01) affected fat content and free fatty acid of mayonnaise. Significant Difference test results indicated that the use of different types of egg yolk significantly (P <0.05) affected fat content and free fatty acid of mayonnaise. From the research it can be concluded that the mayonnaise that is made from duck egg yolk has the lowest fat content, but has the highest free fatty acid levels. | |
| 8175 | 10496 | A1L011052 | KAJIAN STATUS HARA P PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara P yaitu P-total dan P-tersedia tanah dan memetakan status hara P pada lahan sawah di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, serta mengetahui korelasi ketersediaan unsur hara P dengan produksi padi. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei tanah pada Oktober-Desember 2014. Metode penentuan titik sampel dilakukan dengan purposive random sampling yaitu 1 sampai 2 sampel tiap luasan 250 ha. Hasil penelitian menunjukkan P total di daerah penelitian sangat tinggi, yaitu pada SLH LatII 154 mg/100 g, AluII 160 mg/100 g, GruIII 63 mg/100 g, LatIII 62 mg/100 g, AluV 192 mg/100 g, dan LatV 175 mg/100 g. Sebaran hara P tersedia dengan harkat sangat rendah terdapat pada SLH GruIII dan LatIII yaitu sebesar 4 ppm, sedangkan harkat sangat tinggi terdapat pada SLH LatII, AluII, AluV, dan LatV, yaitu masing-masing sebesar 15,5 ppm, 15,3 ppm, 19 ppm, dan 17 ppm. Pengaruh P total dan P tersedia dengan produksi padi tidak menunjukkan hubungan yang kuat, dengan masing-masing nilai r sebesar -0,323 dan -0,285. Kata kunci: P total, P tersedia, produksi padi. | This research aim to know the soil total P and available P, map nutrient status P on paddy fields at Kalibening district Banjarnegara Regency, and to know the correlation between the available P and the paddy production. The research had been conducted using survey method since October up to December 2014. The determination of sample point used purposive random sampling, i.e 1 until 2 samples every 250 ha large. The result showed that the total P at the research area was very high, especially at SLH LatII 154 mg / 100 g, AluII 160 mg / 100 g, GruIII 63 mg / 100 g, LatIII 62 mg / 100 g, AluV 192 mg / 100 g, and LatV 175 mg / 100 g. The available P distribution with lowest degree located at SLH GruIII and LatIII was 4 ppm, whereas the highest degree located at SLH LatII, AluII, AluV, and LatV, i.e 15.5 ppm, 15.3 ppm, 19 ppm, and 17 ppm. The correlation between total P and avaliable P and production of paddy was not strong with r value i.e -0.323 and -0.285 respectively. Key word: P total, available P, paddy production. | |
| 8176 | 10497 | H1H010014 | INVENTARISASI PARASIT METAZOAN PADA SALURAN PENCERNAAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DAN SIDAT (Anguilla sp.) | Saluran pencernaan mempunyai peran yang sangat penting pada semua jenis hewan termasuk ikan, yang meliputi menjaga keseimbangan ion dan air, fungsi nutrisi, dan sebagai bagian dari daya tahan tubuh. Keberadaan parasit dapat mengganggu fungsi saluran pencernaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, prevalensi dan intensitas parasit metazoan yang ditemukan pada saluran pencernaan gurami (Oshpronemus gouramy) dan sidat (Anguilla sp.). Sampel saluran pencernaan gurami berasal dari daerah Banyumas dan sampel sidat dari daerah Kebumen dan Cilacap. Jenis parasit yang didapat pada sampel gurami adalah Camallanus sp. dan Echinocephalus sp., dengan prevalensi berturut-turut 21.15% dan 13.46% dengan nilai intensitas berkisar 1-12 parasit/individu dan 1-3 parasit/individu. Pada sidat ditemukan Camallanus sp. dengan prevalensi 4% (Kebumen) dan 5.20% (Cilacap). Selain itu pada sidat juga ditemukan Rhabdochona sp. dengan prevalensi 5% (Kebumen) dan 2.08% (Cilacap). Kedua parasit tersebut ditemukan dengan intensitas berkisar 1-8 parasit/individu. Keberadaan parasit tersebut dapat mengganggu budidaya gurami dan sidat. Untuk mengurangi resiko dari infeksi parasit metazoan dapat dilakukan dengan menerapkan cara budidaya ikan yang baik. | Digestive tract has very important roles in animals including fish, which include maintaining the balance of ions and water, nutritional function, and as part of the immune system. The existence of parasites may interfere the function of the digestive tract. The purpose of this study is to determine species, prevalence and intensity of metazoan parasites which were found in the digestive tract of gouramy (Oshpronemus gouramy) and eel (Anguilla sp.). Digestive tract sample of gouramy was obtained from Banyumas and sample of eel was collected from Kebumen and Cilacap. Camallanus sp. and Echinocephalus sp. were found to infect gouramy, with prevalence of 21,15% and 13,46% and intensity ranging from 1-12 parasites/individual and 1-3 parasites/individual, respectively. In eel sample, Camallanus sp. was found with prevalence of 4% (Kebumen) and 5,20% (Cilacap). In addition to the eel parasites, Rhabdochona sp. was also found with prevalence of 5% (Kebumen) and 2,08% (Cilacap). Both parasites were found with intensity ranging from 1-8 parasites/individual. The existence of these parasites might interfere the cultivation of gouramy and eel. Implementation of best management practices could reduce risks of metazoan parasites infection in fish farming. | |
| 8177 | 8791 | H1C010017 | PERHITUNGAN DIAMETER LUAR SEL DARAH PUTIH MENGGUNAKAN OPERASI MORFOLOGI CITRA DIGITAL | Seiring berkembangnya teknologi saat ini menuntut kita untuk menciptakan inovasi baru di berbagai bidang, tidak terkecuali bidang medis seperti dalam hal metode identifikasi sel darah. Analisis yang dilakukan oleh dokter berdasarkan preparat darah ini tidak selalu sama antara dokter yang satu dengan dokter yang lain. Ketelitian dan konsentrasi dokter sangat menentukan hasil analisis. Proses secara keseluruhannya sampai akhirnya diputuskan jenis penyakit yang diderita memakan waktu sekitar kurang lebih tiga hari. Sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat melakukan identifikasi sel darah salah satunya berdasarkan morfologi yaitu menghitung panjang diameter sel darah putih menggunakan pengolahan citra digital. Sel darah tidak hanya mengandung sel darah putih, sehingga untuk mendapatkan bagian sel darah putihnya saja perlu dilakukan pendeteksian salah satunya menggunakan metode template matching. Selain itu untuk mendapatkan morfologi sel darah putih yang optimal diperlukan operasi morfologi untuk menghilangkan noise – noise di sekeliling sel darah putih. Diameter merupakan adalah jarak terpanjang antara dua titik dalam tepi objek. Sehingga untuk menghitungnya harus mencari kontur ekternal dari citra tersebut terlebih dahulu. | Along with the expansion of the current technology requires us to create new innovations in various fields, such as the medical field is no exception in terms of identification methods of blood cells. The doctor analysis based on blood preparations which this is not always gets the same results among doctors that one with another doctor. The doctor’s precision and concentration strongly determine the results of the analysis. The process as a whole until finally decided what kind of illnesses suffered takes about approximately three days. So it needed a system which can make identification of blood cells, one based on morphology to calculate the length of the diameter of the white blood cells using digital image processing. Blood cell not only contains white blood cells so to get the leukocyte only, used detection method such as using template matching and morphological operation to get the optimal leukocyte morphology. Because morphological operation is used to eliminate the noisesaround the leukocyte. Diameter is the longest is the distance between any two points within the object. So to calculate it should search for the image of the ekternal contour in advance. | |
| 8178 | 8794 | A1L010193 | PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU APKIR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum capsici) PADA CABAI BESAR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Konsentrasi ekstrak daun tembakau apkir yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum capsici secara in vitro, 2) Efektivitas ekstrak daun tembakau apkir untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar, dan 3) Pengaruh ekstrak daun tembakau apkir dalam menekan kehilangan hasil cabai besar yang disebabkan oleh penyakit antraknosa. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai April 2014 di Laboratorium dan screen house Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Karesidenan Kedu. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu secara in vitro dan in planta. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari Kontrol ( tanpa aplikasi fungisida), applikasi ekstrak daun tembakau apkir konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, serta Fungisida Mankozeb konsentrasi 0,2%. Pengujian in planta menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas Kontrol ( tanpa aplikasi fungisida), Aplikasi ekstrak daun tembakau apkir konsentrasi 25%, 30%, dan fungisida Mankozeb konsentrasi 0,2%. Variabel yang diamati meliputi: diameter koloni C. capsici, kepadatan konidium, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, keefektifan ekstrak daun tembakau apkir, dan bobot buah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ekstrak daun tembakau apkir konsentrasi 20%, 25%, dan 30% mampu menghambat pertumbuhan jamur C. capsici dalam kondisi in vitro. Konsentrasi 30% merupakan konsentrasi terbaik dengan penekanan pertumbuhan diameter koloni sebesar 40,61%, 2) Ekstrak daun tembakau apkir yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit antraknosa adalah konsentrasi 30% dengan nilai keefektifan sebesar 41%, dan 3) Aplikasi ekstrak daun tembakau apkir belum mampu menekan kehilangan hasil tanaman cabai besar yang disebabkan oleh penyakit antraknosa. | This research aimed at knowing: 1) the concentration of rejected tobacco leave extract that can inhibit the Colletotrichum capsici fungus growth in vitro, 2 the effectiveness of rejected tobacco leave extract to control the anthracnose disease on red chili pepper, 3 the influence of rejected tobacco leave extract to suppress the red chilli pepper yield losses due to anthracnose disease. This research was carried out from January up to April 2014 at the laboratory and screen huose of Plant Pests and Diseases Observation, Kedu residency. The research was conducted by two stage, in vitro and in planta test. The experimental design used in vitro test was Randomized Complete Design (RCD), The treatments tested include: control (without spraying fugicide), spraying rejected tobacco leave extract concentration 10%, 15%,20%, 25%, 30% and Fugicide Mancozeb concentration 0,2 %. In planta test used Randomized Complete Block Design (RCBD), the treatments tested include: control (without spraying fugicide), spraying rejected tobacco leave extract concentration 25%, 30% and Fugicide Mancozeb concentration 0,2 %. The variables observed consist of: diameter of colony C. capsici, density of conidium, incubation periode, the incidence of disease, the intensity of desease, the effectiveness of rejected tobacco leave extract , and the weight of fruit plants. The results showed: 1) The rejected tobacco leave extract of 20%, 25%, and 30% concentration ben able to inhibit the growth of C. capsici fungus in vitro. The 30% concentration was the best with emphasis diameter of colony 40,61%, 2) The rejected tobacco leave extract most effective to control the anthracnose disease was 30% concentration with effectiveness value 41%, 3) the aplication of rejected tobacco leave extract not been able yet to suppress the red chilli pepper yield losses due to anthracnose disease. | |
| 8179 | 8795 | F1A010003 | “TENTARA MANUNGGAL MEMBANGUN DESA” (PARTISIPASI/KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM TMMD SENGKUYUNG DI DESA BANJARSARI, KECAMATAN BOBOTSARI, KABUPATEN PURBALINGGA) “TENTARA MANUNGGAL MEMBANGUN DESA ( COMMUNITY PARTICIPATION/INVOLVEMENT IN TMMD PROGRAM SENGKUYUNG, BANJARSARI VILLAGE, DISTRICT BOBOTSARI, PURBALINGGA) | ABSTRAK Program TMMD merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan dengan cara membangun infrastruktur dan sarana-prasarana desa serta mengadakan program sosialisasi dan penyuluhan guna memberdayakan masyarakat. Di samping itu program TMMD ini memiki potensi untuk mengembangkan masyarakat saat masyarakat berperan sebagai pelaksananya. Sedang topik –topik yang dianalisa dalam wawancara dan pengamatan adalah tentang bagaimana program TMMD tersebut dapat dijadikan sebagai sarana pemberdayaan bagi masyarakat, kemudian bagaimana keterlibatan/partisipasi masyarakat serta kendala-kendala yang dialami selama pelakasanaan program TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program TMMD sudah cukup mampu membantu dan memberdayakan masyarakat dengan adanya program pembangunan sarana-prasarana desa dan penyuluhan-penyuluhan yang diberikan dari pihak stakeholder yang terlibat seperti Dinas Pertanian, PDAM, Polri, BNN, dan KKN Unsoed. Masyarakat sudah melalui beberapa tahap partisipasi namun tidak semua tahap tercapai. Tidak semua masyarakat mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu, yakni pada tahap partisipasi dalam pelaksanaan operasional pembangunan karena beberapa alasan yang ditemukan pada masyarakat, terutama masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, buruh dan pegawai negeri/swasta. Selain itu terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program TMMD seperti cuaca yang kurang mendukung, kondisi geografis Desa Banjarsari adalah daerah dengan kondisi jalan tanah sempit, becek serta licin sehingga menyulitkan pendistrisbusian bahan material ke lokasi sasaran, serta kurangnya partisipasi dalam masyarakat. | ABSTRACT TMMD Program is one of government program aims to improve the welfare of people in rural areas by building rural infrastructure as well as conduct outreach pro grams and counseling to empower communities. Meanwhile, analized topics in the interview are about how TMMD Program could be applied as people empowerment, then how people involvement and it’s challenge in apllying TMMD Program Sengkuyung part II year 2013 in Desa Banjarsari, District Bobotsari, Purbalingga. These results indicate that the TMMD program is enough to help and empower the public with an infrastructure development program in villages and counseling of the involved stakeholders such as the Department of Agriculture, PDAM, Police, BNN, and KKN Unsoed. Then society has been through several stages of participation, but not all stages achieved. Where people did not all follow and participate in certain activities, namely the participation in the implementation phase of operations and development for several reasons which are found in the community, especially people who are subsistence farmers, workers and civil servants/private TMMD target processing time due to clash with the community working hours, so that less than the maximum participation.And there are some obstacles in the implementation of programs such TMMD bad weather, geographical conditions Banjarsari Village is an area with narrow dirt roads, muddy and slippery making it difficult for the distribution of materials to the target location, and lack of participation in society. | |
| 8180 | 8793 | A1L010198 | PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum sp.) PADA TANAMAN CABAI BESAR DENGAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Pengaruh asap cair terhadap pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. secara invitro. 2) Efektivitas asap cair asal tempurung kelapa untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar. 3) Pengaruh asap cair asal tempurung kelapa dalam menekan kehilangan hasil cabai besar oleh serangan jamur Colletotrichum sp. Perlakuan yang dicoba meliputi K0: Kontrol (tanpa inokulasi Colletotrichum sp., tanpa penyemprotan asap cair), K1: Kontrol (Inokulasi Colletotrichum sp., tanpa penyemprotan asap cair), K2: Inokulasi Colletotrichum sp. + Penyemprotan Fungisida Mankozeb 48% dengan dosis 2 gr/L (Bion-M), perlakuan dengan inokulasi Colletotrichum sp dan penyemprotan asap cair dibagi menjadi 4 taraf yang meliputi A1: Asap cair 1% (10cc/ L), A2: Asap cair 2% (20cc/ L), A3: Asap cair 3% (30cc/ L), A4: Asap cair 4% (40cc/ L). Rancangan percobaan yang digunakan dalam uji invitro dan uji inplanta adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat kali ulangan, namun pada uji invitro tidak menggunakan perlakuan K0: Kontrol (tanpa inokulasi Colletotrichum sp., tanpa penyemprotan asap cair). Variabel yang diamati pada uji invitro adalah diameter koloni. Variabel yang diamati pada uji inplanta meliputi; masa inkubasi, intensitas penyakit, kurva dibawah perkembangan penyakit (AUDPC), laju infeksi, kejadian penyakit, keefektifan asap cair tempurung kelapa, persentase buah sehat, dan bobot buah total. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicoba. Apabila berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% dan 4% mampu menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. secara invitro. Asap cair tempurung kelapa konsentrasi 4% efektif dalam mengendalikan serangan jamur Colletotrichum sp. Asap cair tempurung kelapa 4% mampu menekan kehilangan hasil buah cabai besar oleh serangan jamur Colletotrichum sp. | This research aimed at knowing: 1. The effect of liquid smoke of coconut shell to Collethotrichum sp. growth in vitro. 2) The effectiveness of liquid smoke of coconut shell to control anthracnose disease, 3) The effect of liquid smoke of coconut shell to supress the red chilli pepper yield losses. The experimental design used was Random Design Group (RAK) with four replicates. The treatments tested include K0: control (without inoculation of Colletotrichum sp., without spraying liquid smoke), K1: control (inoculation of Colletotrichum sp., without spraying liquid smoke), K2: inoculation of Colletotrichum sp. + Spraying Fungicidal Mankozeb 48% with a dose of 2 gr/L (Bion-M), the treatments with inoculation of Colletotrichum sp. and spraying liquid smoke is divided into 4 levels which include A1: liquid smoke 1% (10cc/L), A2: 2% liquid smoke (20cc/L)A3: liquid smoke, 3% (30cc/L), A4: 4% liquid smoke (40cc/L). Invitro test done using random design group (RAK), with preferential treatment as in roomy but treatment without test K0: control (without inoculation of Colletotrichum sp., without spraying liquid smoke). The observed variables include incubation period, the intensity of disease, disease progression curve (AUDPC), the rate of infection, the incidence of the disease, the effectiveness of coconut shell liquid smoke, fruit percentage and total weight of the fruit. The data gained was analized by the f test, to find out the effect of the treatment was tried. If the test result shows a significant difference, it will be unrecognised with orthogonal test of the contras. The result of the experiment showed that the liquid smoke of coconut shell with 1%, 2%, 3% and 4% concentration can press for the growth of Colletotrichum sp. fungus. The liquid smoke of coconut shell with a 4% concentration is effective to control the attack of Colletotrichum sp. fungus. The liquid smoke of coconut shell with a 4% concentration can press yield loss of the big chilli pepper by attack of the fungus Colletotrichum sp. |