Home
Login.
Artikelilmiahs
10497
Update
ACHMAD MUSTOFA
NIM
Judul Artikel
INVENTARISASI PARASIT METAZOAN PADA SALURAN PENCERNAAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DAN SIDAT (Anguilla sp.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Saluran pencernaan mempunyai peran yang sangat penting pada semua jenis hewan termasuk ikan, yang meliputi menjaga keseimbangan ion dan air, fungsi nutrisi, dan sebagai bagian dari daya tahan tubuh. Keberadaan parasit dapat mengganggu fungsi saluran pencernaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, prevalensi dan intensitas parasit metazoan yang ditemukan pada saluran pencernaan gurami (Oshpronemus gouramy) dan sidat (Anguilla sp.). Sampel saluran pencernaan gurami berasal dari daerah Banyumas dan sampel sidat dari daerah Kebumen dan Cilacap. Jenis parasit yang didapat pada sampel gurami adalah Camallanus sp. dan Echinocephalus sp., dengan prevalensi berturut-turut 21.15% dan 13.46% dengan nilai intensitas berkisar 1-12 parasit/individu dan 1-3 parasit/individu. Pada sidat ditemukan Camallanus sp. dengan prevalensi 4% (Kebumen) dan 5.20% (Cilacap). Selain itu pada sidat juga ditemukan Rhabdochona sp. dengan prevalensi 5% (Kebumen) dan 2.08% (Cilacap). Kedua parasit tersebut ditemukan dengan intensitas berkisar 1-8 parasit/individu. Keberadaan parasit tersebut dapat mengganggu budidaya gurami dan sidat. Untuk mengurangi resiko dari infeksi parasit metazoan dapat dilakukan dengan menerapkan cara budidaya ikan yang baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Digestive tract has very important roles in animals including fish, which include maintaining the balance of ions and water, nutritional function, and as part of the immune system. The existence of parasites may interfere the function of the digestive tract. The purpose of this study is to determine species, prevalence and intensity of metazoan parasites which were found in the digestive tract of gouramy (Oshpronemus gouramy) and eel (Anguilla sp.). Digestive tract sample of gouramy was obtained from Banyumas and sample of eel was collected from Kebumen and Cilacap. Camallanus sp. and Echinocephalus sp. were found to infect gouramy, with prevalence of 21,15% and 13,46% and intensity ranging from 1-12 parasites/individual and 1-3 parasites/individual, respectively. In eel sample, Camallanus sp. was found with prevalence of 4% (Kebumen) and 5,20% (Cilacap). In addition to the eel parasites, Rhabdochona sp. was also found with prevalence of 5% (Kebumen) and 2,08% (Cilacap). Both parasites were found with intensity ranging from 1-8 parasites/individual. The existence of these parasites might interfere the cultivation of gouramy and eel. Implementation of best management practices could reduce risks of metazoan parasites infection in fish farming.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save