Artikelilmiahs
Menampilkan 8.081-8.100 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8081 | 10471 | A1M010051 | KOMPARASI ASPEK TEKNOLOGIS DAN FINANSIAL PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL; STUDI KASUS DI DESA BOJONG, ADIARSA DAN BRAKAS KABUPATEN PURBALINGGA. | Purbalingga merupakan salah satu daerah penghasil gula kelapa terbesar di Jawa Tengah selain Banyumas dan Banjarnegara. IKM gula kelapa di Purbalingga mencapai sekitar 18.197 unit. Sampai saat ini informasi penting yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan usaha tani seperti informasi tentang teknis pembuatan gula, total biaya produksi dan tingkat keuntungan usaha gula kelapa masih belum banyak diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan gula kelapa kristal di Desa Bojong, Desa Adiarsa dan Desa Brakas. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bersifat deskriptif komparatif. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi. Usaha tani gula kelapa kristal yang dikaji di Kabupaten Purbalingga berjumlah tiga unit ditentukan secara purposive. Jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan. Hasil dari analisis teknis pengolahan gula kelapa kristal menunjukkan ketiga desa masih menggunakan laru organik. Total biaya produksi gula kelapa kristal per hari di Desa Bojong, Adiarsa dan Brakas memiliki perbedaan berturut-turut sebesar Rp. 76.886,87, Rp. 74.533,20, dan Rp. 79.113,00, sedangkan untuk biaya produksi per kilogramnya berturut-turut sebesar Rp. 8.638,97, Rp. 9.089,41, dan Rp. 7.192,09. Harga jual gula kelapa kristal di Desa Bojong, Adiarsa, dan Brakas adalah Rp. 11.500,00. Berdasarkan harga jual tersebut didapatkan keuntungan per hari untuk Desa Bojong, Adiarsa, dan Brakas berturut-turut sebesar Rp. 25.463,13, Rp. 19.766,80, dan Rp. 47.387,00. Keuntungan per kilogram dari Desa Bojong, Adiarsa, dan Brakas berturut-turut sebesar Rp 2.861,03, Rp 2.410,59 dan Rp 4.307,91. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Secara umum kondisi teknis pengrajin gula kelapa kristal di Desa Bojong, Adiarsa dan Brakas sudah cukup baik, sehingga gula kelapa yang dihasilkan dapat dijual di pasaran dengan harga jual yang normal. | Purbalingga district is the central of palm sugar in Central Java except Banyumas and Banjarnegara. Until now, the important information about sugar manifacturing, total cost, and profit that can be used by policymaker to improve the welfare of craftsmen is not widely known. The purposes of this study were to know about technical aspect, production cost, selling price and profit of crystal palm sugar in Bojong, Adiarsa, and Brakas Villages. This study was a descriptive comparative case study. It used evaluation method. There were three chosen crystals palm sugar craftsmen which had been studied in Purbalingga, it was chosed purposively. This study used primary and secondary data. The observed variables in this study were technical conditions, production cost, selling price and profit. Result of technic analysis crystal palm sugar processing shows are three villages still use organic laru. The results of technical analysis study of crystal palm sugar processing showed craftsmen in Bojong, Adiarsa, and Brakas Villages is good enough, so that the result of crystal palm sugar can be sold in a normal selling price. Total cost production of crystal palm sugar in Bojong, Adiarsa and Brakas Villages are Rp 76.886,87; Rp 74.533,20 and Rp 79.113,00 per day, while the cost production for every kilogram of crystal palm sugar were Rp 8.638,97; Rp 9.089,41; and Rp 7.192,09. The selling price of crystal palm sugar in Bojong, Adiarsa, and Brakas Villages are Rp 11.500,00. Profit for Bojong, Adiarsa, dan Brakas Villages were Rp 25.463,13; Rp 19.766,80 and Rp 47.387,00 per day. As for the profit for every kilogram, respectively were Rp 2.861,03; Rp 2.410,59 and Rp 4.307,91. The conclusion of this study is general technical conditions craftsmen coconut sugar crystals in Bojong, Adiarsa and Brakas is good enough, so the coconut sugar produced can be sold on the market at the normal selling price. | |
| 8082 | 10474 | C1L010001 | PERFORMANCE ANALYSIS OF REVOLVING FUND WOMEN SAVING AND LOAN GROUPS OF NATIONAL PROGRAM FOR (RURAL) SOCIETY EMPOWERMENT IN WANGON SUB-DISTRICT, BANYUMAS DISTRICT | The implementation of PNPM Mandiri in Indonesia is expected to further improve welfare of rural communities in economic and social terms. Through one of its program Women Saving and Loan / Simpan Pinjam Perempuan (SPP) it is expected to improve further the welfare of people, especially women. This study used comparative technique based mix method with research group SPP in Wangon Sub-District, Banyumas District as the object. The purpose of this study is to determine the significance of differences revenue (financial performance) and the welfare of the group before and after the SPP program of National Program for (Rural) Society Empowerment/ Program Nasional Pemberdayaan masyarakat Mandiri Perdesaan PNPM-MPd. Hypothesis is tested by using non-parametric test through wilcoxon test and in-depth interviews. The results showed that there is an increase in revenue and welfare level, which means there are differences in income and welfare level before and after join the SPP program. | The implementation of PNPM Mandiri in Indonesia is expected to further improve welfare of rural communities in economic and social terms. Through one of its program Women Saving and Loan / Simpan Pinjam Perempuan (SPP) it is expected to improve further the welfare of people, especially women. This study used comparative technique based mix method with research group SPP in Wangon Sub-District, Banyumas District as the object. The purpose of this study is to determine the significance of differences revenue (financial performance) and the welfare of the group before and after the SPP program of National Program for (Rural) Society Empowerment/ Program Nasional Pemberdayaan masyarakat Mandiri Perdesaan PNPM-MPd. Hypothesis is tested by using non-parametric test through wilcoxon test and in-depth interviews. The results showed that there is an increase in revenue and welfare level, which means there are differences in income and welfare level before and after join the SPP program. | |
| 8083 | 10473 | F1G010024 | ANALISIS KEJIWAAN TOKOH UTAMA NOVEL SUAMI PILIHAN SUAMIKU KARYA MIRA W | Skripsi ini berjudul “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Suami Pilihan Suamiku Karya Mira W”. Latar belakang penelitian adalah kejiwaan seorang wanita yang tangguh walaupun mendapatkan berbagai masalah semenjak kecil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur novel yang meliputi alur, tokoh/penokohan, dan latar serta menganalisis kejiwaan tokoh utama novel Suami Pilihan Suamiku karya Mira W. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini tentang analisis kejiwaan tokoh utama dalam novel Suami Pilihan Suamiku karya Mira W. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, menganalisis struktur novel yang digunakan sesuai dengan perumusan masalah dan menganalisis kejiwaan tokoh utama kemudian menyimpulkan hasil analisis berdasarkan perumusan masalah. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil analisis kejiwaan tokoh utama pada novel Suami Pilihan Suamiku karya Mira W dapat disimpulkan dalam novel Suami Pilihan Suamiku karya Mira W, alur yang digunakan adalah alur (plot) regresif yang disusun tengah-awal-akhir. Terdapat tokoh utama yaitu Kezia, kemudian tokoh pendukung seperti Ibu Ratna, Pak Dedy, Darius, Rava, dan Indra. Latar yang terdapat dalam novel Suami Pilihan Suamiku karya Mira W ini berada di Jakarta, Bali, Sukabumi dan Kroasia. Aspek psikologi sastra untuk menganalisis kejiwaan dalam novel Suami Pilihan Suamiku karya Mira W yaitu 1) kecemasan yang berupa kecemasan realistik, kecemasan neurotik dan kecemasan moral, 2) Emosi, antara lain rasa bersalah, kesedihan, kebencian, dan cinta, 3) konflik interpersonal dan neurotik dialami oleh tokoh utama Kezia karena ia mengalami kesulitan emosional sehingga membutuhkan kebutuhan neurotik, kebutuhan tersebut antara lain kebutuhan kasing sayang dan penerimaan, kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya, dan kebutuhan mencukupi diri sendiri dan indepedensi. | SUMMARY This research is entitled “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Suami Pilihan Suamiku Karya Mira W”. The background of this research is psychological of a strong woman despite getting various problems since children. The purpose of this study was to determine the structure of the novel that includes plots, characters/ characterization, and setting and analyze psychiatric of main character of novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W. This study is expected to be a connection in the development of science in the field of literature, especially the structural approach and able to help the reader to understanding of the psychological analysis of main character in the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W. The method used in this research is descriptive qualitative method. The focus of this study on the psychological analysis of the main character in the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W. Data collection techniques used are read, note, and classify. Data analysis techniques used are, analyzing the structure of the novel that used in accordance with the formulation of the problems and analyze psychiatric of the main character in the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W and then conclude the analysis result based on the formulation of the problems. The results of this study based on the psychological analysis of main character in the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W it can be concluded that there is a plot, character/ characterization and setting. In the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W, plot that is used is the regressive plot that arranged middle-beginning-final. There is a main character that is Kezia, then the supporting characters as Mrs. Ratna, Mr. Dedy, Darius, Rava, and Indra. Setting contained in the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W is in Jakarta, Bali, Sukabumi and Croatia. Literature psychological aspects to analyze the psychological in the novel Suami Pilihan Suamiku by Mira W is 1) anxiety in the form of realistic anxiety, neurotic anxiety and moral anxiety, 2) Emotion, among others guilt, sadness, hatred, and love, 3) interpersonal and neurotic conflicts experienced by the main character Kezia because she was experiencing emotional difficulties that need neurotic needs, the needs include the need for affection and acceptance, needs a partner who is willing to take over her life, and the need for self-sufficiency and independency. | |
| 8084 | 8747 | G1A009118 | HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI ESENSIAL DENGAN TEKANAN INTRA OKULAR PADA PASIEN DI KLINIK MATA RSUD.PROF.DR MARGONO SOEKARJO | Latar belakang: Hipertensi esensial ditemukan hingga 90-95% dari semua jenis hipertensi. Beberapa studi menunjukkan bahwa hipertensi berhubungan dengan peningkatan tekanan intraokular. Di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo, belum ada data atau publikasi tentang hubungan antara hipertensi dengan tekanan intra okular. Tujuan: Mengetahui hubungan antara hipertensi esensial dengan tekanan intra okular pada pasien di Klinik Mata RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 57pasien hipertensi esensial terdaftar di Klinik Mata RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo. Hasil:Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah sistolik dan tekanan intra okular dekstra (p=0,000, r=0,657), tekanan intra okular sinistra (p=0,000, r=0,684). Sedangkan analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah diastolik dan tekanan intra okular dekstra (p=0,000, r=0,720) dan sinistra (p=0,000, r=0,634). Kesimpulan: terdapat hubungan antara hipertensi esensial dengan tekanan intraokular pada pasien di Klinik MataRSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo. | Background: Essential hypertension is found up to90-95% of all types of hypertension. Several studies have shown that hypertension is associated with increased intra-ocular pressure. In Margono Soekarjo Hospital, there are no data or publications on the relationship between hypertension with intraocular pressure. Purpose: Examining the relationship between essential hypertension with intraocular pressure in patients at the Ophtalmology Clinicof In Margono Soekarjo Hospital. Method: This research was an observational analytic, cross-sectional study, in volving 57 essential hypertension patients which registered at the Eye Clinic of Public Hospital Margono Soekarjo. Result:The results of Pearson correlation analysis showed that there is a significant correlation between systolic blood pressure with the right intraocular pressure(p =0.000, r=0.657), and the left intraocular pressure(p =0.000, r=0.684). While the Spearman correlation analysis showed that there is significant correlation between diastolic blood pressure with the right intraocular pressure(p =0.000, r=0.720) and left intraocular pressure(p =0.000, r=0.634). Conclusionn: there is relationship between essential hypertension within traocular pressure in patients at the Ophtalmology Clinicof Margono Soekarjo Hospital. | |
| 8085 | 8748 | G1B010045 | Efektivitas Metode Diskusi Kelompok Dalam Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Safety Behavior Pada Pekerja Bulu Mata Palsu Desa Penaruban Kabupaten Purbalingga. | Risiko kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja dapat menimpa pada semua pekerja, termasuk pada pekerja bulu mata palsu. sebanyak 71,2 % pekerja mengeluh sakit dan 63,5 % pekerja mengalami kelelahan berat. Timbulnya gangguan kesehatan maupun kelelahan pada pekerja bulu mata tidak terlepas dari pengetahuan dan sikap pekerja mengenai safety behavior (perilaku aman) yang masih rendah. Berdasarkan hal ini, maka dibutuhkan suatu metode pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pekerja bulu mata palsu di bagian knitting mengenai safety behavior (perilaku aman) di lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas metode diskusi kelompok terhadap pengetahuan dan sikap safety behavior pada pekerja bulu mata palsu Desa Penaruban Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan non-randomized pre-test and post-test with control group design. Sampel penelitian kelompok perlakuan diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 34 orang dan kelompok pembanding sebanyak 34 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan ada perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan (p=0.000), ada perbedaan sikap yang signifikan antara sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan (p=0.000), dan dengan uji mann-whitney dapat diketahui ada perbedaan pengetahuan sesudah yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding (p=0.000) serta ada perbedaan sikap sesudah yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding (p=0.000). Dengan demikian, metode pendidikan diskusi kelompok dapat disarankan untuk peningkatan pengetahuan dan sikap safety behavior pada pekerja lainnya. | Risk of work accident and occupational disease can be happened to the all workers including of the synthetic eyelashes worker. As much 71.2 % workers complain of their pain and 63.5% workers get the heavy fatigue. Incidence of health disorder and fatigue of synthetic eyelashes worker is inseparable from knowledge and attitude about safety behavior of theirs were still low. Based on this, it needs an educational method to improve the knowledge and attitude about safety behavior of synthetic eyelashes worker. The purpose of this research was to know the effectiveness of group discussion method on knowledge and attitudes about safety behavior in synthetic eyelashes worker in Countryside of Penaruban, Purbalingga’s Regency. The method was a quasi experimental with non-randomized pre-test and post-test with control group design. The sampel of treatment groups which were 34 people obtained by using total sampling technique and the others (34 people) were comparator groups. The data analysis used the Wilcoxon test. The result of this test showed, in treatment groups, there was significant difference on knowledge between pre and post (p=0.000), and there was significant difference on attitudes between pre and post (p=0.000) and the result of mann-whitney test showed that, there was significant difference post of knowledge between treatment groups and comparator groups (p=0.000) and there was significant difference post of attitudes between treatment groups and comparator groups (p=0.000). Thus, the method of group discussion can be suggested to increase knowledge and attitude about safety behavior to the other worker. | |
| 8086 | 8749 | D1E009036 | BOBOT BADAN AYAM PELUNG PADA BEBERAPA KELOMPOK DI KABUPATEN CIANJUR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot badan ayam Pelung antar kelompok peternak, umur (2 bulan, 5 bulan, dewasa jantan dan betina) dan antar jenis kelamin. Penelitian dilaksanakan tanggal 13 juli 2013 sampai dengan 3 agustus 2013 di enam kecamatan, yaitu Kecamtan Pacet, Kecamatan Cipanas, Kecamtan Cianjur, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Campaka dan Kecamatan Warung Kondang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam Pelung yang dipelihara oleh para peternak yang tergabung dalam kelompok anggota Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPPAPI) di enam Kecamatan di Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan yaitu Nested Classification sebagai fixed effect adalah kelompok dan ulangan jumlah peternak. Peubah yang akan diuji yaitu bobot badan ayam Pelung jantan dan betina umur 2 bulan (lepas sapih), bobot badan ayam Pelung jantan dan betina umur 5 bulan (dewasa kelamin), bobot badan ayam Pelung jantan dan betina dewasa (sudah produksi). Hasil rataan bobot badan ayam Pelung umur 2 bulan yaitu 1.461,53 ± 171,76 g untuk jantan dan 1.445,25 ± 336,13 g untuk betina. Hasil rataan bobot badan ayam Pelung umur 5 bulan yaitu 2.902,68 ± 590,03 g untuk jantan dan 2.254,10 ± 213,80 g untuk betina. Hasil rataan bobot badan ayam Pelung dewasa yaitu 3.698,52 ± 215,78 g untuk jantan dan 2.996,40 ± 260,63 g untuk betina. Hasil analisis menunjukkan bahwa strata dan kelompok dalam strata berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot badan. Disimpulkan bahwa berdasarkan hasil penelitian bahwa bobot badan ayam Pelung umur 2 bulan, 5 bulan dan dewasa tidak terdapat perbedaan bobot badan. | This study purpose to determine differences in body weight between groups Pelung chicken farmer, age (2 months, 5 months, adult males and females) and between the sexes. The experiment was conducted on 13 July 2013 to 3 August 2013 in six districts, namely Pacet district, Cipanas district, Cianjur district, Cibeber district, Campaka district, Warung Kondang district. The material used in this study are Pelung chickens reared by farmers who are members of the group members and the Farmer Association Chicken Enthusiasts Pelung Indonesia (HIPPAPI) in six Districts in Cianjur. The method used is the Nested Classification as a fixed effect and is the group replicates the number of farmers. The parameters to be tested are Pelung chicken body weight of males and females aged 2 months (weaning), body weight of male and female chickens Pelung 5 months of age (sexual maturity), Pelung chicken body weight of male and female adults (already production). The results of the average body weight of chicken Pelung age 2 months is 1461.53 ± 171.76 g to 1445.25 ± 336.13 g males and for females. The results of the average body weight of chicken Pelung age of 5 months is 2902.68 ± 590.03 g to 2254.10 ± 213.80 g males and for females. The results of the average body weight of chicken Pelung adults is 3698.52 ± 215.78 g to 2996.40 ± 260.63 g males and for females. The analysis showed that the strata and groups in strata effect is not significant (P> 0.05) on body weight. It was concluded that based on the findings that the chicken body weight Pelung age 2 months, 5 months and not body weight differences. | |
| 8087 | 8750 | A1H007008 | ANALISIS SEBARAN SUHU DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PENGERING JAMUR TIPE RAK DENGAN OPTIMASI SIRIP PEMBAGI UDARA PANAS | Pengeringan merupakan bagian dari pengolahan bahan makanan yang penting. Pengering tipe rak adalah alternatif dari pengeringan bahan makanan. Dalam penelitian ini akan dikaji sebuah unit pengering tipe rak menggunakan sistem kontrol suhu berbahan bakargas elpiji yang nantinya akan digunakan untuk pengeringan jamur. Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui sebaran suhu pada alat pengering jamur tipe rak tanpa beban, 2) mengetahui jumlah kebutuhan energi, pindah panas yang terjadi, dan kehilangan panas pada sistem pengering, dan 3) mengetahui jumlah sirip, jarak antar sirip, dan posisi sirip selama proses pengujian berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama proses pengujian berlangsung, rancangan sirip yang menghasilkan sebaran suhu cukup merata adalah sirip dengan jumlah 9 buah dengan posisi isolator panas menghadap keatas dan konduktor panas menghadap kebawah dengan suhu 40,44 OC. Jumlah energi terbesar yang digunakan adalah 3,4.104 kJ dan yang terkecil adalah 1,9.104 kJ | Drying is the most important part of the food processing. Dryer rack type is an alternative type of drying. In this study will be assessed a dryer rack type with a temperature control system, it used LPG which will be used for drying mushrooms. The purpose of the study is 1) to find out temperature distribution in mushroom dryer rack type without load, 2) to determine amount of energy demand, heat transfer, and heat loss on drying system, and 3) to determine number of fins, distance between fins, and fin position during the testing process progresses. The results of this study indicate that fin design which produce quite evenly temperature distribution is fin has 9 pieces with heat insulator position facing up and heat conductor facing down. This design produces 40,44 OC. The largest energy used is 3,4.104 kJ and the smallest is 1,9.104 kJ | |
| 8088 | 11020 | B1J008132 | KERAGAMAN GENETIK Mystus gulio DI DAS SERAYU DENGAN TEKNIK RAPD | Pengetahuan mengenai keragaman genetik pada populasi ikan sangat penting sebagai landasan dalam usaha menjaga kelestarian populasi ikan tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap keanekaragaman Mystus gulio di DAS Serayu. Sepuluh sampel insang ikan lundu dikoleksi sebagai sumber DNA. DNA genomik total diisolasi menggunakan Chelex 5 %. Variabel yang diamati adalah pola pita dan jumlah fragmen DNA hasil amplifikasi. Penentuan primer terpilih dilakukan secara deskriptif berdasarkan ada tidaknya pita DNA spesifik pada gel agarosa. Keanekaragaman genetik akan dianalisis secara statistik menggunakan molecular diversity indices yang terdapat dalam software Arlequin (versi 3.0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh primer tersebut hanya dua primer yang dapat menghasilkan marka RAPD yang konsisten dan polimorfik pada beberapa strain ikan lundu, yaitu OPA-9 dan OPAC-14. Dengan ukuran pasangan basa 900 pada OPA-9 dan 935, 1250, dan 1380 pada OPAC-14. Heterozigositas lokus RAPD Mystus gulio di DAS Serayu sebesar 16 % (0.16), dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai keragaman genetik Mystus gulio di DAS Serayu bernilai rendah. | Knowledge on genetic diversity is very important for fish population preservation. This study aimed to reveal the genetic diversity within population of Mystus gulio in Serayu watershed. The ten gill tissue samples were collected as a source of DNA. Total genomic DNA was isolated using Chelex 5%. The variables measured were banding pattern and the member of RAPD bands fragments amplification product. Determination of selected prime descriptively based on the presence or absence of specific DNA bands on an agarose gel. Genetic diversity will be statistically analyzed using molecular diversity indices contained in the Arlequin software (version 3.0). The results showed that from ten primes only two could produce consistent RAPD markers and polymorphic in some strains of the fish, the OPA-9 and OPAC-14. With a size of 900 base pairs in OPA-9 and 935, 1250, and 1380 in OPAC-14. RAPD locus heterozygosity of Mystus gulio Serayu watershed was 16% (0.16), it was concluded that the value of genetic diversity in the watershed Serayu Mystus gulio was low. | |
| 8089 | 8751 | K1A006014 | HUBUNGAN KAPASITAS VITAL PARU DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNSOED ANGKATAN 2010-2012 | Abstrak Latar Belakang: Indeks massa tubuh (IMT) merupakan cara sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan (obesitas). Salah satu efek yang ditimbulkan oleh obesitas adalah gangguan mekanika pernafasan yang pada akhirnya menyebabkan nilai abnormal pada tes fungsi paru, termasuk kapasitas vital paru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2010-2012. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dimana besar sampel sebanyak 60 responden. Data dianalisis menggunakan uji pearson. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan Kapasitas Vital Paru pada mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK Unsoed angkatan 2010-2012 (p = 0,000). Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kapasitas Vital Paru kuat dengan arah negatif (r = -0,668). Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh maka semakin rendah nilai Kapasitas Vital Paru. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kapasitas vital paru. Semakin meningkat indeks massa tubuh akan semakin menurun pula kapasitas vital paru. | Abstract Background: Body mass index (BMI) is a parameter of measuring the nutritional status. One of the effects of obesity is the mechanics disturbance led to abnormality on pulmonary functions test, including vital capacity. Objective: The purpose of this study was know the relation of body mass index with vital capacity in medical student of Jenderal Soedirman University 2010-2012 period. Method: This is a cross sectional, study the technique of the sample uses the technique consecutive sampling, with 60 of respondents. Data were analyzed using Pearson test. Result: There is a significant relationship between body mass index with Vital Capacity of the medical students FKIK Unsoed 2010-2012 (p = 0.000). The relationship between body mass index with vital capacity is strong with the negative direction (r = -0.668). The higher the body mass index, the lower the value of vital capacity. Conclusion: This indicates that there is a significant relationship between body mass index with vital capacity. Increasing body mass index values, will also be followed by the decreasing vital capacity. | |
| 8090 | 10475 | D1E010163 | MORTALITAS DAN RASIO HETEROFIL-LIMFOSIT BERBAGAI JENIS AYAM SENTUL PERIODE AWAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mortalitas dan rasio heterofil-limfosit pada berbagai jenis ayam Sentul periode awal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Sentul umur sehari terdiri atas ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas, ayam Sentul Geni masing-masing 40 ekor. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang di uji terdiri atas ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas dan ayam Sentul Geni. Setiap perlakuan diulang lima kali dan setiap unit percobaan terdiri atas delapan ekor. Peubah yang diamati adalah mortalitas dan rasio heterofil-limfosit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa jenis ayam Sentul berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap mortalitas dan rasio heterofil-limfosit. Rataan nilai mortalitas ayam Sentul yang diperoleh selama penelitian untuk masing-masing perlakuan ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas dan ayam Sentul Geni berturut-turut adalah 0.00±0.00; 5.00±6.85; 7.50±11.18; 0.00±0.00 dan 2.50±5.59 persen. Rataan nilai rasio H-L ayam Sentul yang diperoleh selama penelitian untuk masing-masing perlakuan ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas dan ayam Sentul Geni berturut-turut adalah 0.982±0.723; 1.432±0.861; 2.218±1.621; 1.949±1.420 dan 1.149±0.269. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mortalitas dan rasio heterofil-limfosit pada berbagai jenis ayam Sentul relatif sama. | The purpose of the experiment was to study the differences of mortality and heterophile/lymphocyte ratio of various Sentul chicken of starting period. The materials used in the research was day-old chicks of Sentul chicken, consisted of Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas, and Sentul Geni each consisted of 40 birds. This research was conducted by experimental method, used Completely Randomized Design (CRD). The treatments were Sentul chickens consisted of Sentul Abu chicken, Sentul Batu chicken, Sentul Debu chicken, Sentul Emas chicken and Sentul Geni chicken. Each treatment was repeated five times, each experiment units consisted of eight birds. Variables measured were mortality and heterophile-lymphocyte ratio. Data were analyzed by analysis of variance. The analysis of variance showed that various kinds of Sentul chicken did not significantly affect (P>0.05) on mortality and heterophile-lymphocyte ratio. The averages of mortality of Sentul Abu chicken, Sentul Batu chicken, Sentul Debu chicken, Sentul Emas chicken and Sentul Geni chicken in sequence were 0.00±0.00; 5.00±6.85; 7.50±11.18; 0.00±0.00 and 2.50±5.59 percents. The averages of heterophile-lymphocyte ratio of Sentul Abu chicken, Sentul Batu chicken, Sentul Debu chicken, Sentul Emas chicken and Sentul Geni chicken in sequence were 0.982±0.723; 1.432±0.861; 2.218±1.621; 1.949±1.420 and 1.149±0.269. It could be concluded that the mortality and heterophile-lymphocyte ratio of various kinds of Sentul chicken were relatively similar. | |
| 8091 | 10648 | E1A010045 | TINDAK PIDANA MENYURUH MEMBUAT KETERANGAN PALSU KEDALAM SUATU AKTA OTENTIK (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cilacap No. 58//Pid.B/2010/PN.Clp) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana menyuruh membuat keterangan palsu kedalam suatu akta otentik dalam putusan Hakim Pengadilan Negeri Cilacap perkara Nomor : 58/Pid.B/2010/PN.Clp, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor : 58/Pid.B/2010/PN.Clp. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normative, dengan data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan buku-buku literatur, dokumen atau arsip atau hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan pokok permasalahan yang diteliti serta Putusan Pengadilan. Data yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara uraian normatif kualitatif yang akhirnya ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan, maka dapat diketahui bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana menyuruh membuat keterangan palsu kedalam suatu akta otentik dalam putusan Hakim Pengadilan Negeri Cilacap perkara Nomor : 58/Pid.B/2010/PN.Clp sebagai berikut : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam menerapkan unsur-unsur dakwaan Kesatu : Pasal 266 ayat (1) KUHP adalah sudah tepat, hal tersebut didasarkan pada fakta hukum yang terungkap selama proses persidangan dan juga telah terpenuhinya semua unsur-unsur dalam dakwaan Kesatu, selanjutnya dijadikan sebagai dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Oleh karena semua unsur telah terbukti, maka terdakwa harus dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor : 58/Pid.B/2010/PN.Clp, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam menjatuhkan pidana mendasarkan pada alat-alat bukti yang sah serta dilihat dari hubungan dan sangkut pautnya antara alat bukti yang satu dengan yang lain saling berhubungan, mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi diri terdakwa, mendasarkan pada fakta hukum yang terungkap di persidangan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP. Majelis Hakim dalam perkara ini menjatuhkan kepada terdakwa Hasim Bin Alm. Hadi Pawiro karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : Menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, dengan maksud akan menggunakan akta itu seolah-olah keterangannya cocok dengan yang sebenarnya, dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan, pidana tersebut tidak perlu dijalankan kecuali pada kemudian hari ada perintah laindengan keputusan hakim terdakwa dilanggar karena melakukan tindak pidana sebelum masa percobaan selama 10 (sepuluh) bulan. | ABSTRACT This research aims to detect doing an injustice elements applications orders to make faked explanation intoes a authentic deed in judge of District Court Cilacap decision number case: 58/Pid.B/2010/PN.Clp, and to detect Judge of District Court Cilacap consideration base in giving crime Number case : 58/Pid.B/2010/PN.Clp. This research is done by using method approach normative yuridis, with secondary data cover law and regulation going into effect, and literature book, archives or document or former research result related to accurate problems fundamental and also Decision Justice. Gathered to be data to be processed, to be presented, and analysed breakdown ofly normatif qualitative which finally pulled node. Based on research and discussion, so knowable that doing an injustice elements applications order to make faked explanation intoes a authentic deed in judge of District Court Cilacap decision number case: 58/Pid.B/2010/PN.Clp as follows : Judge of District Court Cilacap in apply accusation elements first: article 266 part (1) KUHP correct, the mentioned is based in law fact revealed during conference process and also fufilled all elements in accusations first. hereinafter made as consideration base punish judge in dropping crime to defendant. Because of all element have proven, hence defendant have to be expressed proven validly and guilty convince as in procecutor Consideration Judge of District Court Cilacap base in dropping crime Number case : 58/Pid.B/2010/PN.Clp, Judge of District Court Cilacap in dropping crime rely on valid evidence appliance and also seen from relation and in respect of clinging of between evidence appliance which is one with is other interaction, considering things weighing against and lightening to defendant self, relying on expressed law fact conference that deed defendant have fulfilled element in article 266 part (1) KUHP. Judge in this case drops to defendant Hasim Bin Alm. Hadi Pawiro because have proven validly and assure validly and convince guilty do doing an injustice : Ordering to place spurious boldness into a authentic act, for the purpose of will use that act impressing its boldness fitt in with which in fact, with prison criminal during 5 (five) months, criminal unnecessary run except to then day there command other with decision defendant judge breacheds because do doing an injustice before probation during 10 (ten) months. . | |
| 8092 | 11019 | B1J008039 | KEANEKARAGAMAN GENETIK Mystus nigriceps DI DAS SERAYU BERDASARKAN Random Amplified Polymorphic DNA | Keanekaragaman genetik merupakan hal penting untuk menjaga kelestarian jangka panjang bagi sebuah spesies bahkan suatu populasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap keanekaragaman genetik pada populasi Mystus nigriceps di DAS Serayu. Sejumlah 10 sampel insang dikoleksi sebagai sumber DNA. Genom DNA diisolasi dengan metode Chelex 5%. Lokus RAPD (Random Amplyfied Pholymorphic DNA) diamplifikasi dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 45 siklus dengan suhu anneling 45oC. Hasil penelitian menunjukkan dari 10 primer yang digunakan, 3 primer dapat mengamplifikasi marka RAPD. Ukuran berkisar 931 bp sampai 1482 bp. Heterozigositas lokus RAPD Mystus nigriceps di DAS Serayu sebesar 38 % (0.38). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai keanekaragaman genetik M. nigricep di DAS Serayu tergolong rendah. | Genetic diversity is important for long-term preservation of a species even a population. This study aimed to uncover the genetic diversity in the population of Mystus nigriceps in the Serayu watershed. A number of 10 samples were collected as a source of gills DNA. Genome DNA was isolated by 5% Chelex method. RAPD Loci (Random Amplyfied Pholymorphic DNA) were amplified by PCR (Polymerase Chain Reaction). 3 out of 10 primers could amplify RAPD markers. The fraghmens ranged from 931 bp to 1482 bp. RAPD loci heterozygosity of M. nigriceps in Serayu watershed was 38% (0.38). It could be concluded that the value of genetic diversity in Serayu watershed of M. nigricep wos low. | |
| 8093 | 8752 | H1D007014 | KAJIAN SUMUR RESAPAN DALAM MEREDUKSI DEBIT BANJIR PADA KAWASAN PERUMAHAN (Studi Kasus di Perumahan Puri Teluk, Purwokerto) | Pertumbuhan permukiman khususnya perumahan terjadi sangant cepat di kota Purwokerto khususnya di desa Teluk. Pesatnya pembangunan perumahan tersebut menyebabkan perubahan alih fungsi lahan secara signifikan yaitu tanah yang sebelumnya adalah perkebunan dan pertanian warga berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk. Mengingat pertumbuhan pemukiman di kawasan tersebut sangat tinggi dan rendahnya elevasi perumahan Puri Teluk dari jalan raya maka akibat yang timbul bagi konservasi air dan lingkungan adalah sering terjadinya banjir di kawasan perumahan ini. Perlunya diteliti dengan seksama agar menghasilkan solusi penyelesaian terpadu dan menyeluruh, yaitu pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui kajian sumur resapan dalam mereduksi debit banjir pada kawasan perumahan. Langkah awal yang dilakukan adalah survey kondisi eksisting Perumahan Puri Teluk Purwokerto dan melakukan uji peresapan dengan membuat sumur uji dimensi panjang 30 cm, lebar 30 cm, dan kedalaman 70cm (Siswanto 2001) untuk mengetahui nilai koefisien permeabilitas tanah di lokasi Perumahan Puri Teluk. Data sekunder diperoleh di Balai PSDA Serayu Citanduy Purwokerto berupa data curah hujan sepuluh tahun terakhir Stasiun Kranji yaitu tahun 2004-2013 untuk mencari intensitas curah hujan di lokasi Perumahan Puri Teluk. Dari hasil analisis didapat nilai koefisien permeabilitas tanah adalah 0,0106 cm/detik. Intensitas curah hujan dengan durasi 1 jam dan PUH 2 tahun didapat 66,946 mm/jam. Didapatkan desain sumur resapan berbentuk lingkaran dengan diameter 1 m, kedalaman 1,50 m dan debit masukkan rencana adalah 6,36 x 〖10〗^(-4) m^3/detik, sehingga untuk 57 unit rumah dapat menghasilkan debit masukan 0,0362 m^3/detik. Reduksi debit banjir 6,36 x 〖10〗^(-4) m^3/detik untuk setiap unit rumah. Dengan kata lain terjadi efisiensi sumur resapan sebesar 87,72 % dari total debit banjir (7,25 x 〖10〗^(-4) m^3/detik) yang dihasilkan 1 unit rumah. Debit banjir total sebelum direncanakan sumur resapan sebesar 0,084 m^3/detik, setelah ada sumur resapan berkurang menjadi 0,0480 m^3/detik atau terjadi pengurangan limpasan sebesar 43,15 % dari debit banjir total | The growth of settlements, in particular housing going fast in the town of Purwokerto particularly in Teluk village. Rapid residential development also results in changes of the land use significantly i.e. land that was formerly agricultural estates changed functionality into settlement. Given the growth of settlements in the area are very high and low elevation of Puri Teluk Residential from the road so a result incurred for water conservation and environment is a frequent occurrence of floods in this residential area. The need for scrutinized in order to produce an integrated and comprehensive solutions, i.e. the development of insightful environment through study of the infiltration well in the reduction of flood discharge in the area of housing. The first step undertaken was to survey existing conditions of Puri Teluk Residential Purwokerto and infiltration testing by making the test wells dimensions length 30 cm, width 30 cm, and depth of 70 cm (Siswanto 2001) to find out the coefficient of permeability of the soil at the site of Puri Teluk Residential. Secondary Data is obtained by searching in PSDA Serayu Citanduy Office Purwokerto in the form of precipitation data for the last ten years the Kranji Station i.e. 2004-2013, to find the intensity of rainfall on site. From the results of the analysis of soil permeability coefficient obtained is 0,0106 cm/s. The intensity of rainfall with duration of 1 hours and got 2 years PUH 66,946 mm/hour. The design of the infiltration wells which is a circular with a diameter 1 m, depth 1.25 m and enter debit plan is 6,36 x 〖10〗^(-4) m^3/s. The reduction of flood discharge 6,36 x 〖10〗^(-4) m^3/s for each housing units. In other words occurring infiltration well efficiency of 87,72% of total discharge flood (7,25 x 〖10〗^(-4) m^3/s) generated 1 units house. The total flood discharge before infiltration well planned 0,084 mm^3/s, after there is a infiltration wells to 0,0480 m^3/s or a reduction in runoff is 43,15% of total flood discharge. | |
| 8094 | 10477 | A1M010057 | PENERAPAN BERBAGAI JENIS LARU DALAM PEMBUATAN GULA KELAPA CAIR : STUDI KASUS DI DESA SUSUKAN DAN GANDATAPA KABUPATEN BANYUMAS | Kelapa merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting bagi Indonesia disamping kakao, lada, dan vanili. Gula kelapa cair merupakan produk olahan yang berasal dari bahan utama nira kelapa. Nira kelapa mudah dirusak oleh mikroorganisme, salah satu cara untuk mencegah kerusakan tersebut adalah dengan menggunakan laru organik. laru alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah laru kapur-manggis, kapur-tatal nangka kapur-cengkeh, serta kapur. Tujuan penelitian ini antara lain: mengetahui pengaruh lokasi unit pengolahan gula kelapa cair, dan pengaruh jenis laru organik yang digunakan terhadap kualitas gula kelapa cair yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan rancangan faktorial tersarang. Faktor yang diuji adalah jenis laru yang digunakan dan perbedaan unit lokasi pengolahan gula kelapa cair. Jenis laru yang digunakan yaitu kapur-manggis, kapur-tatal nangka, kapur-cengkeh dan kapur dengan unit lokasi pengolahan gula kelapa cair yang berbeda yaitu pada desa Susukan dan Gandatapa serta ulangan yang dilakukan sebanyak tiga kali. Variabel fisikokimia yang diamati yaitu brix, gula reduksi, gula total, kadar abu kadar air, pH sukrosa, total padatan tidak terlarut, dan viskositas. Variabel organoleptik yang diamati meliputi warna, aroma khas gula kelapa, kekentalan, kemanisan, flavour, kesukaan warna, kesukaan flavor, kesukaan kekentalan, kesukaan aroma, ranking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis laru dapat menyebabkan perbedaan karakteristik gula kelapa cair yang dihasilkan, meliputi kadar air, warna, kekentalan, flavour, kesukaan flavour, dan ranking kesukaan. Secara umum gula kelapa cair yang dihasilkan di desa Gandatapa, dan desa Susukan memiliki karakteristik dan kualitas yang sama. Gula kelapa cair dengan menggunakan laru cengkeh, kapur, dan tatal nangka cenderung lebih disukai panelis, dibandingkan dengan gula kelapa cair yang menggunakan laru kulit manggis. | Coconut is one of plantation commodity that important for Indonesia other than cacao, peper, and vanili. Liquid coconut sugar is a diversification product based of sap. Sap is really easy to ruin by microbe, one of ways to prevent that thing is by using organic antimicrobial substance. Organic antimicrobial substances that used in this study is lime – mangosteen antimicrobial substance,lime - jackfruit chips antimicrobial substance, lime – clove antimicrobial substance, and lime antimicrobial substance. The aim of this research include: knowing the influence from a different processing unit locations and the influence from various types of antimicrobial substance concerning to the quality of liquid coconut sugar. This experiment is done by an experimental method by Nested Design. Factor tested were 1)Differences processing unit location of liquid coconut sugar, the processing unit location were located in Susukan village (W1) and Gandatapa village (W2), and 2) The type of antimicrobial substances. The type of antimicrobial substances that used in this study are lime – mangosteen (J1) , lime – jackfruit chips (J2), lime – clove (J3), and lime (J4). The treatment combination was repeated three times. Chemical variable that observed in this research include, sugar content, moisture content, pH, and brix degree. Sensory variable that observed in this research include color, viscosity, flavor, preferable flavor, and preferable rank. The result showed that 1) generally, liquid coconut sugar that produced in Gandatapa, and Susukan village has a same character, and quality. 2). The difference of antimicrobial substances give a difference in the characteristic of liquid coconut sugar, that include moisture content, color, viscosity, flavor, preferable flavor, and preferable rank. Liquid coconut sugar with lime – jackfruit chips antimicrobial substance, lime – clove antimicrobial substance, and lime is preferably by panelist, as compared to liquid coconut sugar with lime – mangosteen antimicrobial agent. | |
| 8095 | 8753 | H1E010049 | PENGARUH WAKTU PERENDAMAN LAPISAN TIPIS TITANIUM DIOKSIDA DOPING EKSTRAK DAUN Tectona grandis TERHADAP SIFAT OPTIK | Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh waktu perendaman ekstrak daun Tectona grandis sebagai doping dye terhadap lapisan tipis titanium dioksida milling 75 jam dan tanpa milling. Karakterisasi sifat optik dilakukan dengan spektrometer UV-Vis untuk mengetahui absorbansi, transmitansi, koefisien absorbsi, ketebalalan lapisan, energi foton dan celah pita energi. Serta karakterisasi menggunakan XRD untuk mengetahui struktur kristal lapisan tipis. Hasil analisis diperoleh absorbansi dengan milling 75 jam pada range 450-650 nm terbesar pada perendaman 1 dan 2 hari sebesar 0,216 a.u dan 0,339 a.u, titanium dioksida tanpa milling pada perendaman 2 dan 5 hari sebesar 0,117 a.u dan 0,115 a.u. Koefisien absorbsi dan ketebalan lapisan masing-masing untuk lapisan tipis dengan milling 75 jam sebesar 18,667 dan 280,838 nm. Energi foton untuk milling 75 jam dengan dan terbesar 2,19 eV dan 2,11 eV pada perendaman 1 hari dan 2 hari. Tanpa milling dan sebesar 2,36 eV dan 2,38 eV pada perendaman 2 hari dan 4 hari. Celah energi, untuk lapisan tipis milling 75 jam (direct gap) sebesar 3,14 eV dan (indirect gap) sebesar 2,69 eV sedangkan lapisan tipis tanpa milling (direct gap) sebesar 2,93 eV dan (indirect gap) sebesar 2,29 eV. Kata kunci : Titanium dioksida, dye, doping. | It had been done the research of the effect soaking time of Tectona grandis leaf extractas doping dye toward thin layer of dioxide-titan is using spin coating method. The research is completely experiment by doing leaf extraction of Tectona grandis until it is produced a dye. Then, we are made a solution with a concentration of 6 %. Extract solution of dye Tectona grandis is used to soak the thin layer of dioxide-titan in milling 75 hours and thin layer of dioxide-titanium without milling in various soaking time 1–5 days. Characterization of optic feature is done with spectrometer UV-Vis 1800 that aims to know absorbance value, transmittance, absorbs coefficient, layer thickness, photon energy and space of tape energy. Then, the characterization use XRD to know crystal structure of dioxide-titan thin layer in milling 75 hours and without milling. Analysis result got the titanium-dioxide thin layer absorbance in milling 75 hours on range of wave length 450 – 650 nm is the biggest on 1 day soaking and 2 days are 0.216 a.u and 0.339 a.u, titanium-dioxide without mailing in 2 days soaking and 5 days soaking are 0.117 a.u and 0.115 a.u. The absorbs coefficient and each layer thickness of titanium-dioxide thin layer milling 75 hours are 18.667 and 280.838 nm. Photon energy for milling 75 hours with λ_(1 )and λ_(2 )got biggest photon energy of 2.19 eV and 2.11 eV on 1 day soaking and 2 days soaking. Without milling λ_(1 )and λ_(2 ) are 2.36 eV and 2.38 eV on 2 days and 4 days soaking. Space of energy for titanium-dioxide thin layer in milling 75 hours (direct gap) is 3.14 eV and (indirect gap) is 2.69 eV, titanium-dioxide thin layer without milling (direct gap) is 2.93 eV and (indirect gap) is 2.29 eV. Crystal structure analysis use XRD test got anatase in both of layer, with each the size of crystals are 22.34 nm for titanium-dioxide thin layer in milling 75 hours and 22.53 nm for dioxide-titan thin layer without milling. Keywords : Titanium-dioxide, dye, doping. | |
| 8096 | 8754 | H1E010029 | PENGARUH UKURAN PARTIKEL TiO2 DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN DALAM DYE Tectona grandis TERHADAP SIFAT LISTRIK SOLAR SEL | Pembuatan sel surya dengan menggunakan dye semakin banyak berkembang dan meningkat kegunaannya. Dengan kemajuan ilmu teknologi, dye yang banyak dikembangkan berasal dari hasil ekstrasi tumbuh-tumbuhan. Dalam penelitian ini digunakan dye dari ekstraksi daun Tectona grandis. Dye Tectona grandis sebagai penyerap energy di doping ke lapisan tipis TiO2 di atas kaca konduktif. Kemudian dilakukan karakterisasi XRD untuk mengetahui struktur kristal. Karakterisasi sifat listrik diukur secara langsung tanpa beban pada paparan sinar matahari. Hasil karakterisasi dengan XRD pada lapisan tipis TiO2 tanpa milling maupun di milling menunjukkan puncak difraksi yang tinggi dan tajam dengan struktur kristal anatase serta ukuran kristal range 23,39 nm sampai 48,75 nm. Selain itu kaca konduktif yang sudah dilapisi oleh pasta TiO2 dengan doping dye Tectona grandis ketika disinari dengan cahaya matahari, akan mengkonversi energi surya menjadi energi listrik. | The manufacture of solar cells by the use of dye the more developed and increases its uses.With the progress of technology, science dye derived from the results of many developed ekstrasi plants.In research is used dye from the extraction of leaves tectona grandis.Dye tectona grandis as an absorbent of energy in drug to a thin coating of tio2 on the glass conductive.Then will be characterization xrd to know the crystal structure.Characterization of the nature of electricity measured directly without a load on exposure to the rays of the sun.The result of characterization with xrd on a thin coating of tio2 without milling and milling show the top of the diffraction of high and sharply with the crystal structure of anatase as well as size crystalline range 23,39 nm until 48,75 nm.Besides that glass conductive that have been lined by paste doping tio2 with dye tectona grandis when irradiated with sunlight will converting solar energy into electrical energy. | |
| 8097 | 10479 | A1H010071 | KARAKTERISTIK OPTIK BUAH PISANG SELAMA PENYIMPANAN DENGAN MENGGUNAKAN DERET SENSOR LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) | Buah pisang memiliki potensi besar dalam menunjang peningkatan pendapatan petani. Produksi buah pisang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas buah. Salah satu pengujian kualitas mutu komoditas pertanian yaitu berbasis karakteristik optik. Karakteristik optik komoditas pertanian dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi mutu komoditas buah pisang. Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari perubahan karakteristik optik (transmitted light dan reflected light) buah pisang menggunakan deret sensor LDR, dan mengetahui hubungan karkteristik optik buah pisang dengan parameter mutu buah (perubahan warna buah, kekerasan dan total padatan terlarut). Peralatan yang digunakan dalam pengukuran adalah double integrating sphere, sensor LDR (Light Dependent Resistance), dan multimeter digital. Dalam penelitian ini, percobaan dilakukan dengan menjatuhkan berkas cahaya dengan berbagai panjang gelombang (450 nm, 650 nm, dan white light) pada permukaan potongan buah pisang dengan 5 ketebalan yang berbeda (20-24 mm, 15-19 mm, 10-14 mm, 5-9 mm dan 0-4 mm) untuk melihat karakteristik optiknya pada double integrating sphere. Variabel yang diamati meliputi nilai resistansi transmitansi dan reflektansi sensor LDR, perubahan warna kulit dan daging buah, tingkat kekerasan, dan nilai total padatan terlarut. Pengukuran dilakukan setiap hari selama 4 hari penyimpanan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa karakteristik optik buah pisang berubah selama penyimpanan. Perubahan karakteristik optik (transmitted light dan reflected light) mempunyai korelasi yang erat dengan perubahan warna kulit dan daging buah (nilai L , a+ kulit buah dan nilai b+ daging buah), kekerasan dan total padatan terlarut. | Banana furit has a great potentialy to make farmer life better and get more income. Banana fruit production must include with improved quality product. One of quality testing in agricultural commodities which are based on optical characteristic. Optical characteristic testing in agricultural commodities can be used for evaluating a product qualition of agricultrural commodities like banana fruit. Based on that argument this research has it own aim, this paper discusses about learning optical characteristics changes (transmitted light dan reflected light) of banana using series of LDR (Light Dependent Resistor) sensor and to know correlation of optical characteristics with various parameter quality of banana fruit (changes of colour of the fruit, firmness, and total soluble solid content). Instruments used in the measurement were double integrating sphere, LDR sensor, and multidigital meter. In this research, experiment was conducted by giving a light beam of several wavelengths (540 nm, 650 nm, and white light) on the surface of banana slices with 5 several thickness (20-24 mm, 15-19 mm, 10-14 mm, 5-9 mm dan 0-4 mm), to see their optical characteristic using double integrating sphere. The observed variables include resistance of LDR’s sensors, changes of colour of the fruit flesh and pulp, firmness and total soluble solid content. Measurement was made every day during 4 days storage of the fruit. Experiment results indicated that optical characteristic of the banana changes during storage. The changes of optical characteristics (transmitted and reflected light) showed a strong correlation with changes of colour of the fruit flesh and pulp (L, a+ value flesh fruit, and b+ value peel fruit), firmness, and total soluble solid content. | |
| 8098 | 8756 | A1M010063 | Pengaruh Proporsi Gula Dan Kelapa Serta Konsentrasi Hidrokoloid Terhadap Karakteristik Permen Kelapa | Permen kelapa merupakan diversifikasi olahan buah kelapa muda yang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan meningkatkan prospek pasar yang baik. Penelitian tentang permen secara umum menggunakan gula pasir sebagai pemanis, namun pada penelitian ini menggunakan kombinasi antara gula pasir dan gula kelapa. Pada penelitian ini, hidrokoloid yang digunakan adalah agar dan karagenan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak kelompok yang melibatkan dua faktor, yaitu proporsi gula : kelapa (20:80, 25:75, 30:70) dan konsentrasi hidrokoloid (2% b/b, 3% b/b, 4% b/b). Hasil penelitian menunjukkan proporsi gula : kelapa yang tepat pada pembuatan permen kelapa yaitu proporsi gula:kelapa 30:70. Konsentrasi hidrokoloid yang tepat pada pembuatan permen kelapa adalah konsentrasi hidrokoloid 2%. Kombinasi perlakuan terbaik pada pembuatan permen kelapa yaitu proporsi gula:kelapa 30:70 dan konsentrasi hidrokoloid 2%. | Diversification of processed coconut candy is made of coconuts fruit to increase the economic value and improve the market prospects are good. Research on candy in general use sugar as a sweetener, but in this study using a combination of sugar and palm sugars. In this study, hydrocolloid agar and carrageenan are used. This study used a randomized block design experiment with involving two factors, namely proportion sugars: coconuts (20:80, 25:75, 30:70) and hydrocolloid concentration (2% w / w, 3% w / w, 4% w / w). The results showed proportion sugars: the right coconuts on the making of coconut candy is the proportion of sugars: coconuts 30:70. Appropriate hydrocolloid concentration on making coconut candy is 2% hydrocolloid concentration. The combination of the best treatment in the manufacture of coconut candy is the proportion of sugars:coconuts are 30:70 and hydrocolloid concentration of 2%. | |
| 8099 | 10476 | A1M010079 | PREFERENSI KONSUMEN PADA PRODUK GULA KELAPA ORGANIK STUDI KASUS TERHADAP PEMILIK RUMAH MAKAN DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Gula kelapa banyak mempunyai fungsi namun dalam proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional dan berhadapan dengan masalah keterbatasan dalam pemasaran. Analisis tingkat kesukaan konsumen terhadap suatu produk merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memahami keinginan konsumen yang berubah-ubah secara dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui jenis gula kelapa organik yang paling disukai konsumen; 2) Menentukan jenis kemasan produk gula kelapa organik yang paling disukai konsumen; 3) Menentukan jenis label kemasan produk gula kelapa organik yang paling disukai konsumen; 4) Mengetahui tempat pembelian produk gula kelapa organik yang paling disukai konsumen; 5) Menentukan jenis media promosi produk gula kelapa organik yang paling disukai konsumen; 6) Menentukan jenis ukuran produk gula kelapa organik yang paling disukai konsumen. Preferensi konsumen terhadap produk gula kelapa organik yaitu: (1) Gula kelapa cetak merupakan jenis produk yang paling disukai konsumen. (2) Kemasan PP 0,07 merupakan jenis kemasan yang paling disukai konsumen. (3) Label lengkap merupakan jenis label kemasan yang paling disukai konsumen. (4) Lokasi tempat pembelian produk gula kelapa organik di pasar desa dan warung besar merupakan lokasi yang paling disukai konsumen. (5) Brosur, spanduk, dan poster merupakan media promosi yang paling disukai konsumen. (6) Ukuran kemasan yang paling disukai konsumen adalah ukuran kemasan 1000 g dan 500 g. | Palm sugar has a lot of functionality, but in the manufacturing process is still using the traditional way and dealing with the problem of marketing access. Analysis of consumer preferences for a product is one of the ways in which to understand the consumers' desire which change dynamically to meet the needs and desires. The purpose of this study was to: 1) Determine the type of organic palm sugar which most preferred by customers; 2) Determine the type of packaging organic palm sugar products which most preferred by consumers; 3) Determine the type of product packaging label organic palm sugar which most preferred by consumers; 4) Knowing the place of purchase organic palm sugar products which most preferred by consumers; 5) Determine the type of media promotion of organic palm sugar products which most preferred by consumers; 6) Determine the type size organic palm sugar products which most preferred by consumers. The preferrence of consumers towards organic palm sugar products, namely: (1) Block palm sugar is the most preferred type of product. (2) Packaging type PP 0.07 is the most preferred type of packaging. (3) Complete label is the most preferred type of packaging label. (4) Location of purchase organic palm sugar in the large rural markets and the stalls are the most favored locations. (5) Brochures, banners, and posters are the most preferred promotional media consumers like to use. (6) The size of the most preferred consumer product is a product with size of 1000 g and 500 g. | |
| 8100 | 10484 | A1H010074 | KARAKTERISTIK OPTIK UMBI KENTANG SELAMA PENYIMPANAN DENGAN MENGGUNAKAN DERET SENSOR LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) | Ketersediaan informasi tentang mutu komoditas pertanian berdasarkan karakteristik optiknya mulai dari tahap pra panen sampai dimanfaatkan oleh konsumen akan memberikan kontribusi yang bermakna untuk meningkatkan metoda dan teknologi pengelolaannya baik pada tahap pra maupun pascapaennya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji karateristik optik (transmittance light dan reflectance light) umbi kentang menggunakan deret sensor LDR, mengetahui hubungan karateristik optik (transmittance light dan reflectance light) dengan indikator mutu kentang yang terdiri dari perubahan warna, tingkat kekerasan dan total padatan terlarut. Peralatan yang digunakan adalah double integrating sphere, sensor LDR (Light Dependent Resistor), dan multimeter. Percobaan dilakukan dengan menjatuhkan sumber cahaya laser dengan bebagai panjang gelombang (540 nm, 650 nm dan white light) pada umbi kentang yang telah dipotong dalam rentang ketebalan pemotongan (18-21 mm, 13-17 mm, 8-12 mm, 5-7 mm, dan 1-4 mm). Perubahan mutu kentang seperti kekerasan, total padatan terlarut dan warna diukur selama 4 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin lama waktu penyimpanan kentang, nilai resistansi reflektansi dan transmitansinya semakin menurun, perubahan karakteristik optik (transmitted dan reflected light) mempunyai korelasi yang kuat dengan perubahan kekerasan, total padatan terlarut, nilai a+ dan b+ pada warna kulit serta a- pada warna daging kentang. | Availability of information about the quality of agricultural commodities (based on optical characteristics) from the pre-harvest until used by consumers will make a meangingful contribution to the method and technology management both at the stage of pre or post-harvest. This research was to study optical characteristics (transmitted light and reflected light) of potato using series of LDR sensor, determine the relationship of the optical characteristics (transmitted light and reflected light) with potato quality indicators consisting of discoloration, firmness, and total soluble solid content. Instruments used in the measurement were double integrating sphere, LDR (Light Dependent Resistor) sensor, and multimeter. Experiment was conducted by giving a light beam of several wavelength (540 nm, 650 nm, and white light) on the surface of potato slices with several range thickness (18-21 mm, 13-17 mm, 8-12 mm, 5-7 mm, and 1-4 mm). Changes of the potato quality such as firmness, total soluble solid content and color were measured during 4 days of storage. Experiment results that the longer storage of potato, reflection and transmission resistance value decreases, the changes of optical characteristics (transmitted and reflected light) showed a strong correlation with changes of firmness, total soluble solid content, a+ and b+ value peel and a- value of flesh color of the potato. |