Artikelilmiahs

Menampilkan 8.101-8.120 dari 48.903 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
810110478A1H010067KARAKTERISTIK PENETRASI CAHAYA PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN BERBAGAI PANJANG GELOMBANGPepaya merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak digemari masyarakat untuk konsumsi langsung karena memiliki kandungan nutrisinya yang sangat banyak. Kandungan nutrisi dan mutu suatu buah dapat diketahui dengan mempelajari karakteristik optiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penetrasi cahaya dengan berbagai panjang gelombang dan juga untuk mengetahui hubungan penetrasi cahaya dengan berbagai parameter mutu buah pepaya. Penelitian ini dilakukan dengan membagi buah pepaya kedalam 5 ketebalan, untuk melihat karakteristik optiknya pada Double Integrating Sphere selama 5 hari penyimpanan dengan menggunakan sumber cahaya berbagai panjang gelombang (white light, 540 dan 650 nm). Variabel yang diamati meliputi nilai resistansi reflektansi dan transmitansi sensor LDR, tingkat kekerasan, nilai total padatan terlarut dan perubahan warna kulit dan daging buah pepaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik penetrasi cahaya pada buah pepaya dengan berbagai panjang gelombang untuk setiap ketebalannya tidak berbeda nyata baik secara transmitansi maupun reflektansi. Sementara hubungan karakteristik optik buah pepaya selama penyimpanan memiliki kedekatan yang paling erat dengan tingkat kekerasan dan nilai a* pada warna kulit buah dan nilai L* pada warna daging buah.Papaya is the one of horticultural product would many people like to directly consumption cause of many nutrition in there. Nutrition compound and quality can known by studying their optical characteristic. This research aims is to determine light penetration characteristic with multiple wavelength and to know correlation of light penetration with various parameter quality of papaya fruit. This Research were did by divided papaya fruit in 5 thickness to see their optical characteristic using Double Integrating Sphere along 5 days storage with using light sources in multiple wavelength (white light, 540 and 650 nm). The observed variables include resistance of LDR’s sensors, fruit hardness, total soluble solid and changing color of peel and flesh of papaya fruit. This reseach results showed that light penetration characteristic in papaya fruit with multiple wavelength in every thickness, not different on sensor’s location as transmittance and reflectance. Meanwhile, the relation between optical characteristic papaya fruit during storage have closest relationship with hardness and a* value of peel fruit and L* value of flesh fruit.
810211585H1D009024KARAKTERISTIK LEKATAN ANTARA TULANGAN BAJA DAN BAMBU DALAM BETON YANG MENGANDUNG AGREGAT KASAR RINGAN DARI PLASTIK PP-PET PADA FAS 0,28 BERDASARKAN UJI PULL-OUTBeton merupakan elemen struktur bangunan yang telah dikenal dan banyak dimanfaatkan sampai saat ini. Melihat kondisi yang seperti ini, permodelan teknologi alternatif beton dapat divariasikan dengan menggunakan berbagai agregat campuran yang ringan. Seperti beton yang berbahan campuran plastik. Plastik yang memiliki berat jenis yang cukup ringan, dapat diaplikasikan sebagai agregat kasar pengganti batu kerikil yang memiliki berat yang cukup besar. Salah satu persyaratan dalam beton bertulang ialah adanya lekatan antara tulangan dan betonnya. Hilangnya lekatan antara beton dengan tulangan pada struktur mengakibatkan keruntuhan total pada beton. Untuk menghindari hal tersebut perlu ditinjau nilai tegangan lekat beton terhadap tulangan agar diperoleh keseimbangan gaya antara tulangan dengan beton. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kuat lekatan pada beton yang beragregat plastik dan beton yang beragregat kerikil dengan menggunakan fas 0.28.
Benda uji dibuat silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Untuk benda uji kuat lekat menggunakan tulangan baja dan bambu D8 mm panjang 30 cm. Tulangan ditanam didalam beton sepanjang 20 cm dan lebihnya untuk dijepit pada saat pengujian tarik (pull-out). Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lekatan beton beragregat plastik memiliki nilai lekatan lebih besar dibandingkan dengan beton beragregat kerikil. Nilai rata-rata kuat lekat beton beragregat plastik abu sekam (0%) yaitu 6.81 MPa kemudian abu sekam (10%) 7.96 MPa. Sedangkan nilai rata-rata lekatan beton beragregat kerikil abu sekam (0%) 3.94 MPa dan abu sekam (10%) 4.4 MPa. Kemudian beton yang ditanam dengan tulangan bambu memiliki nilai kuat lekat lebih rendah dibandingkan dengan tulangan baja. Dengan nilai rata-rata 0.25 MPa untuk agregrat kerikil abu sekam(0%), 0.35 MPa agregat kerikil abu sekam(10%), dan 0.76 MPa agregat plastik abu sekam (0%), 1.005 MPa agregat plastik abu sekam (10%).
There are a large number of plastic waste in Indonesia which cannot be utilized. Thus, the researcher sees an opportunity to utilize plastic waste as coarse aggregate in concrete construction. On the other hand, the utilization of plastic waste into coarse aggregate is to construct concrete in the category of lightweight concrete. One of the requirements in reinforced concrete structure is the bond between reinforcement and concrete. The loss of bond between concrete and reinforcement in the structure resulted in the total collapse of the concrete. To avoid that condition, it needs to be reviewed bond tension value of concrete on reinforcement in order to obtain the balance of force between reinforcement and concrete.
This research was conducted by comparing between the strength of the bond on concrete with a plastic aggregate and concrete with gravel aggregate. By using fas 0,28, it was expected to increase the quality of concrete and affected in increasing of bond strength. This research was an experimental research by making a cylindrical concrete specimen with a size of 10 cm x 20 cm and used steel reinforcement and bamboo with the size of D8 mm and 30 cm length. The reinforcement was embedded in the 20 cm length of concrete and the remaining length was pinned during pull-out test. The test was carried out during 28 days-old test specimen with using Universal Testing Machine.
The result indicated that concrete bond with plastic aggregate had greater bond value than concrete with gravel aggregate. The average value of concrete bond strength with plastic aggregate and husk ash (0%) was 6,81 MPa, then husk ash (10%) was 7,96 MPa. While the average value of concrete bond with gravel aggregate and husk ash (0%) was 3,94 MPa and husk ash (10%) was 4,4 MPa. Then, concrete embedded with bamboo reinforcement had lower bond strength value than steel reinforcement with the average value of 0,25 MPa for gravel aggregate and husk ash (0%), gravel aggregate and husk ash (10%) was 0,35 MPa and plastic aggregate and husk ash (0%) was 0,76 MPa, plastic aggregate and husk ash (10%) was 1,005 MPa.
81038757H1D009040ANALISIS OPTIMASI OPERASIONAL KOLAM TANDO HARIAN
UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR
(Studi Kasus Kolam Tando Harian Muntu, PLTA Ketenger, Baturaden)
Kolam Tando Harian (KTH) Muntu yang terletak di Desa Melung, Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, mendapat pasokan air dari Sungai Banjaran dan Sungai Sorobadag. KTH Muntu merupakan sumber air untuk memutar turbin pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Ketenger dan sebagai pengendali sedimen. Pada awal bekerja, PLTA Ketenger mampu menghasilkan daya listrik sebesar 8,5 MegaWatt (MW). Daya listrik yang dihasilkan mampu menambah pemasokan kebutuhan beban puncak daya listrik untuk Pembangkit Jawa Bali (PJB). Karena pertambahan penduduk dan aktivitas manusia, banyak terjadi perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai (DAS) Banjaran dan DAS Sorobadag. Adapun dampak yang terjadi pada KTH Muntu akibat dari perubahan tata guna lahan tersebut, yaitu terjadinya perbedaan besar debit inflow pada musim penghujan dan musim kemarau sehingga debit outflow yang dikeluarkan untuk PLTA berubah-ubah dan mengakibatkan daya listrik yang dihasilkan PLTA Ketenger berkurang. Penurunan daya listrik terbesar PLTA Ketenger mencapai 82% dari 8,5 MW menjadi 1,5 MW dengan hanya 2 turbin dan generator yang bekerja pada musim kemarau. Oleh karena itu perlu adanya suatu studi mengenai optimasi KTH Muntu untuk pembangkit listrik tenaga air.
Dalam studi ini, dilakukan analisis debit andalan untuk PLTA dengan menggunakan tiga cara yaitu debit andalan berdasar debit tahunan, debit andalan berdasar debit bulanan, dan debit andalan berdasar perhitungan menggunakan rumus daya listrik. Kemudian dilakukan pula analisis menggunakan tabel water balance atau kesetimbangan air dimana jumlah air yang masuk dikurangi dengan jumlah air yang keluar dari sistem tersebut harus sama dengan storage yang tersimpan dalam sistem.
Output dari perhitungan ini ialah daya listrik yang dihasilkan PLTA Ketenger, serta tabel dan grafik perbandingan antara daya setelah optimasi dengan daya PLTA saat ini. Dari analisis dan perhitungan diperoleh bahwa daya yang dihasilkan lebih meningkat dibandingkan daya saat ini 5.791,563 kW, yaitu dengan debit andalan 83,33% berdasar debit tahunan sebesar 6.458,886 kW, dengan debit andalan 83,33% berdasar debit bulanan sebesar 7.144,2 kW, dan dengan debit andalan berdasar perhitungan menggunakan rumus daya listrik sebesar 7.144,2 kW.
Kata kunci : kolam tando harian, PLTA, debit andalan, water balance, daya listrik
The Daily Reservoir (Kolam Tando Harian = KTH) is located in Muntu, Melung Village, Kedung Banteng, Banyumas, Central Java, it gets water supply from the river of Sorobadag and the river of Banjaran. Daily Reservoir is a source of water to turn on the turbines of hydroelectric power in Ketenger and work as a sediment control. In the early establishment, Hydropower in Ketenger is used to generate electric power of 8.5 MegaWatts (MW). The generated electric power is able to increase the supply load of demand for the electric power in Java-Bali (Pembangkitan Jawa Bali). Because of population growth and human activities, many changes of the use of land maintenance in the watershed of Banjaran and Sorobadag. The impact of those changes occurred at the Daily Reservoir Muntu which resulted in the big difference inflow discharge in the rainy season and the dry season, which furthermore, the outflow discharge issued for hydropower vary and lead to the reduction of electrical power produced by hydroelectric in Ketenger. The largest decrease of hydroelectric power in Ketenger reach up to 82% from 8.5 MW to 1.5 MW with only two turbines and generators are working in the dry season. To this, there should be a study on how to optimize the Daily Reservoir in Muntu for the hydroelectric power.
In this study, it is conducted analysis dependable for hydropower discharge by using three methods, namely, dependable discharge based on annual discharge, dependable discharge based on monthly discharge, and dependable discharge based on calculations using formulas of electrical power. Then it was performed an analysis of using tables of water balance or water balance where the amount of entering water were reduced by the amount of water which is coming out of the system must be resulted the same as that stored in the storage system.
The output of this calculation is the electric power generated in Ketenger hydropower, as well as the tables and graphs comparison between the powers after optimizing with the current hydroelectric power. From the analysis and calculation above shows that the generated power increases more than 5,791.563 kW of power compared to current time, which the dependable discharge reach into 83.33% based on the total annual discharge 6,458.886 kW, with 83.33% dependable discharge based on monthly discharge for 7,144.2 kW, and the dependable discharge based on calculations using the formulas of 7,144.2 kW of electrical power.
Keywords: daily reservoir, the hydroelectric power, dependable discharge, water balance, electrical power
810412023A1C010086FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETANI DALAM USAHATANI KEDELAI DI KELURAHAN URUG KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYAProduksi kedelai domestik cenderung turun dari tahun ke tahun. Hal ini terkait dengan rendahnya partisipasi petani dalam usahatani tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui profil usahatani kedelai di Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani dalam usahatani kedelai di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya pada bulan September sampai dengan November 2014, dengan metode pengambilan sampel simple random sampling, responden pada penelitian ini sejumlah 51 petani. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil sosial ekonomi petani kedelai di Kelurahan Urug secara umum yaitu rata-rata umur petani berada dalam kelompok umur produktif yaitu antara umur 15 sampai 64 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah dasar (SD), tanggungan kelurga rata-rata sebanyak 1 sampai 3 orang. Rata-rata kepemilikan lahan yaitu sebesar 0,14 ha dengan status lahan adalah lahan bagi hasil dan rata-rata pengalaman berusahatani adalah 5 sampai 10 tahun. Penerimaan rata-rata per hektar petani kedelai di Kelurahan Urug bardasarkan asumsi lahan sewa dalam satu kali musim tanam adalah sebesar Rp7.720.000,00 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp3.885.500,00 sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp3.834.500,00. Variabel harga kedelai, biaya produksi, risiko gagal dan hasil produksi secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap minat petani namun risiko gagal dan biaya produksi memiliki hubungan yang negatif, sedangkan secara parsial hanya variabel biaya produksi yang berpengaruh terhadap minat petani dalam usahatani kedelai di Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.
Domestic soybean production tended to decrease year by year. This is related to the low participation of farmers in soybean farming. The aims of this research are to know: (1) the profile of soybean farming ( 2) Analyze the factors that affect to the farmers interests in soybean farming in Tasikmalaya. This research placed in Urug Village, Kawalu, Tasikmalaya City on September to November 2014 by Simlpe Random Sampling methodwith 51 respondents. This reseach using Multiple Linear Regression analysis. The result of the soybean farmers in socio-economic profile showed the age of the farmers it is mean that the age is in producvtive group between 15 to 64 years old the last isprimary school (SD), must of them have 1 to 3 person. The average of land ownership are 0,14 hectare with profit sharing system and the experience to farm is amound 5 to 10 years. The results of the research showed that average revenues per hectar in soybean farming in Urug Village with assumption of lease land in one growing se ason is Rp7.720.000,00 and the average cost of production per hectare is Rp6.552.200,00 so the profits that is received is Rp1.167.800,00. The soybean prices, the variable cost, the risk of failing and the production togettoher have soybean farming as variables give affects to the farmers intrest, but the risk of failing and the variable cost have negative relationship, while partially only variable cost of production affect the interest of farmers in soybean farming in the Village Urug, Kawalu, Tasikmalaya City.
81058758F1C007052PRESS RELATION DALAM PERSPEKTIF HUMAS DAN WARTAWAN
(Studi Kasus Humas PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Ambon)

PERSPECTIVE PRESS RELATION FOR PUBLIC RELATION OFFICER AND JOURNALIST
(Cause Study in Public Relation Officer of PT TASPEN (Persero) Branch Office Ambon)
ABSTRAKS
Tujuan utama dari Press Relations adalah menciptakan publisitas guna membentuk citra positif dari lembaga yang diwakili. Humas akan menjalin kerja sama dengan pers dimana dari hasil kerja sama inilah diharapkan akan tercipta suatu opini publik yang positif sekaligus memperoleh citra yang baik pula dari publik sebagai khalayak sasaran dan masyarakat luas lainnya.
Penelitian ini membahas Bagaimana Humas PT TASPEN Ambon menjalin hubungan kerja dengan wartawan serta bagaimana cara pandang mereka mengenai press relations. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kerja antara Humas PT TASPEN Ambon dengan wartawan, dan juga untuk mengetahui cara pandang press relations bagi Humas PT TASPEN Ambon dan wartawan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pertama, Hubungan baik antara Humas sebuah instansi dan Wartawan sangatlah penting. Humas membutuhkan wartawan untuk pemberitaan yang baik tentang instansinya, dan wartawan butuh berita dan Isue untuk pemberitaan. Kedua, Hubungan personal antara Humas dan Wartawan akan lebih mendukung pemberitaan yang baik. Ketiga, Perbedaan makna dan persepesi antara Humas dan Wartawan itu sebuah kewajaran, dimana Humas sebuah Instansi menginginkan sebuah pemberitaan yang selalu positif, tetapi wartawan menginginkan sebuah Isue negatif dari sebuah Instansi agar beritanya lebih menarik. Keempat, Press Rilis yang dikeluarkan oleh Humas dapat digunakan untuk meminimalisir adanya perbedaan pandangan mengenai suatu pemberitaan yang akan diberitakan oleh wartawan. Kelima, Masih ada wartawan yang menginginkan uang dari sebuah Instansi demi untuk syarat pemberitaan positif tentang Instansi tersebut.
Kata kunci: Press Relations, Cara Pandang, Humas, Wartawan
ABSTRACT
The main purpose of the press relations is to create publicity in order to form a positive image of the institutions represented. PR will cooperate with the press of a collaboration where it is expected to create a positive public opinion at the same time obtain a good image of the public as well as the target audience and the wider community.
This study discusses How PT TASPEN Ambon Public Relations working relationships with journalists and how they view the press relations. The purpose of this study was to determine the employment relationship between PT TASPEN Ambon Public Relations and journalists, and also to find out how to view the press relations for the Public Relations of PT TASPEN Ambon and journalists.
conclusion of this study is, first, a good correlation between PR agencies and journalists is very important. Public Relations needs a news reporter for the good of the institution, and news reporters and pervasive need for news. Second, the personal relationship between Public Relations and news reporter would be a good support. Third, the meaning and the difference between Public Relations and Journalist persepesi that a reasonableness, where a Public Relations agency that wants a news always positive, but the reporter wants a pervasive negative of an institution that is more interesting news. Fourth, Press Release issued by Public Relations can be used to minimize the difference in views about the news that will be reported by journalists. Fifth, There is still a journalist who wants money from an institution for the sake of positive news about the condition of the institution.
Keywords: Press Relations, Perspective, Public Relations, Journalist
810611578C1A011106PENGARUH CAR, NIM, LDR, BOPO, DAN NPL TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM (STUDI KASUS PADA 9 BANK UMUM DENGAN ASSET TERBESAR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2004 – 2013)Penelitian ini berjudul “Pengaruh CAR, NIM, LDR, BOPO, dan NPL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Umum (Studi Kasus Pada 9 Bank Umum Dengan Asset Terbesar Yang Terdaftar di Bei Tahun 2004 – 2013)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CAR, NIM, LDR, NOPO, dan NPL terhadap profitabilitas pada bank umum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder menggunakan analisis regresi data panel pada 9 bank umum yaitu Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, CIMB Niaga, Bank Permata, BII, BTN, dan Bank OCBC NISP tahun 2004-2013.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa CAR, NIM, LDR, BOPO, dan NPL secara bersama-sama berpengaruh terhadap profitabilitas pada Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, CIMB Niaga, Bank Permata, BII, BTN, dan Bank OCBC NISP tahun 2004-2013. Secara parsial, variabel CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. BOPO merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap profitabilitas pada Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, CIMB Niaga, Bank Permata, BII, BTN, dan Bank OCBC NISP tahun 2004-2013.
Implikasi dari penelitian ini adalah Bank perlu meningkatkan NIM agar profitabilitas meningkat. NIM harus cukup besar agar dapat meng-cover kerugian-kerugian pinjaman, kerugian-kerugian sekuritas dan pajak. Rasio BOPO dan NPL harus ditekan sekecil mungkin agar profitabilitas yang diukur dengan ROA semakin baik. Dalam upaya meningkatkan profitabilitas secara maksimal, bank hendaknya lebih memberikan perhatian khusus pada rasio BOPO, karena BOPO memiliki pengaruh paling besar terhadap profitabilitas. Rasio BOPO dapat ditekan dengan mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank.
This research was entitled “The Effect of CAR, NIM, LDR, BOPO, and NPL Against Profitability In Commercial Bank (Case Study at 9 Commercial Banks With The Largest Asset Listed on the IDX Year 2004 to 2013)”. The purpose of this research was to know the effect of CAR, NIM, LDR, BOPO, and NPL against profitability on commercial banks. This research was a quantitative descriptive with secondary data and used panel data regression analysis on nine commercial banks are Mandiri Bank, BRI, BCA, BNI, CIMB Niaga Bank, Permata Bank, BII, BTN, and OCBC NISP Bank years 2004-2013.
The results of this research showed that CAR, NIM, LDR, BOPO, and NPL simultanously had an effect on profitability of Mandiri Bank, BRI, BCA, BNI, CIMB Niaga Bank, Permata Bank, BII, BTN, and OCBC NISP Bank years 2004-2013. Partially, CAR had no significant effect on profitability, NIM had positive and significant effect on profitability, LDR had no significant effect on profitability, BOPO had negative and significant effect on poverty, NPL had negative and significant effect on profitability. BOPO was the most influential variable on profitability of Mandiri Bank, BRI, BCA, BNI, CIMB Niaga Bank, Permata Bank, BII, BTN, and OCBC NISP Bank years 2004-2013.
The implication of this research is bank needs to increase NIM in order to increase profitability. NIM should be large enough to cover loan losses, securities losses, and taxes. BOPO and NPL ratio should be pressed as small as possible so that profitability which is measured by ROA will be better. In an effort to increase profitability, bank should be paying special attention to BOPO ratio, because BOPO is the most influential variable on profitability. BOPO ratio can be pressed by reducing the operational cost issued by the bank.
810711586E1A010091TUGAS, FUNGSI, DAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN NARKOTIKA NASIONALBadan Narkotika Nasional merupakan salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Badan Narkotika Nasional pada awalnya bernama Badan Koordinasi Narkotika Nasional yang merupakan lembaga non-struktural. Badan Narkotika Nasional adalah lembaga non-struktural yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengetahui tugas, fungsi, dan susunan organisasi Badan Narkotika Nasional sebagai lembaga pemerintah non kementerian dalam membantu tugas dan kinerja Presiden.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sedangkan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Badan Narkotika Nasional dipimpin oleh seorang Kepala BNN yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Badan Narkotika Nasional berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Kepala Badan Narkotika Nasional dibantu oleh seorang Sekretaris Utama, Inspektur Utama, dan 5 (lima) Deputi.
Tugas Badan Narkotika Nasional adalah melakukan koordinasi dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan dibekali dengan kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Fungsi Badan Narkotika Nasional adalah melakukan koordinasi dan operasional dalam pengelolaan Narkotika dan Prekursor Narkotika, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
National Narcotics Agency is one of the Non-Government Institute. It was originally named the National Narcotics Coordinating Board which is a non-structural institute. National Narcotics Agency is a non-structural institute under and responsible directly to the President. Accordingly, this research aims to explore and determine the duties, functions and organizational structure of the National Narcotics Agency as a non-ministerial government institutes in helping the duties and performance of the President.
The method used is a normative juridical approach to legislation (statute approach), the specification of research is analytical descriptive, while the source material of law used is the primary legal materials and secondary legal materials collected through the identification and inventory of legislation and literature books and analyzed by qualitative normative method.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the National Narcotics Agency is led by a chief of BNN who is appointed and dismissed by the President. National Narcotics Agency under and responsible to the President. The Chief of the National Narcotics Agency is assisted by a Principal Secretary, Prime Inspector, and 5 (five) Deputies.
The task of National Narcotics Agency is to coordinate in the fight against the abuse and illicit traffic in Narcotic Drugs and equipped with the authority to conduct investigations and inquiries. The functions of the National Narcotics Agency is to coordinate and operational management of Narcotics and Narcotics Precursor, prevention and eradication of abuse and illicit traffic of Narcotics and Narcotics Precursor.
810811266H1L011049SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MINAT JURUSAN MENGGUNAKAN METODE AHP BERBASIS WEB
(Studi Kasus : Prodi Teknik Informatika UNSOED)
Teknik Informatika merupakan salah satu program studi yang terdapat pada Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Pada saat ini Teknik Informatika memiliki 3 bidang kajian (jurusan) yaitu Sistem Informasi dan Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Sistem Cerdas. Ketiga bidang kajian tersebut harus dipilih mahasiswa pada semester 4 menjelang 5, dalam penentuan pemilihan minat bidang kajian tersebut dirasakan oleh sebagian Mahasiswa Teknik Informatika masih sangat membingungkan. Oleh karena itu dibangunlah sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mempertimbangkan pilihannya. Sistem pendukung keputusan ini menggunakan salah satu metode dari Multiple Attribute Decision Making (MADM) yaitu Analytic Hirarchy Process (AHP) sebagai alat bantu (proses) dalam pengambilan keputusan. Sistem dibangun menggunakan metode Waterfall dalam perancangannya dan menggunakan Bahasa Pemrograman Web dengan basisdata menggunakan MySQL dalam pembuatan sistemnya.Informatics is one of the courses that are on the Faculty of Engineering, University of Jenderal Soedirman. At this time, Informatics has 3 fiels of study (majors), they are Information System and Multimedia, Software Engineering, and Intelligent Systems. The third field of study must be chosen by student in 4th semester toward 5th, in determining the selection of majors perceived by some students of Informatics is still very confusing. Therefore, constructing a Decision Support System (DSS) to facilitate students in considering the options. This Decision Support System using one of the method from Multiple Atribute Decision Making (MADM) that is Analytic Hirarchy Process (AHP) as a tool (process) in decision-making. In its design the system will use the Waterfall method, and using a web programming language with MySQL database in the manufacturing system.
81098759C1A010021ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OMZET PENJUALAN AKIBAT ADANYA PROGRAM PINJAMAN DANA BERGULIR PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PERIODE 2012-2013
(Studi Kasus Pada Anggota Paguyuban Pedagang Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini berjudul “ Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Omzet Penjualan Akibat Adanya Program Pinjaman Dana Bergulir Pada UMKM Period 2012-2013 dengan Studi Kasus Pada Paguyuban Pedagang Wisata Baturaden di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perolehan omzet pedagang setelah menerima pinjaman dana bergulir dari pemerintah daerah.
Jenis penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dalam penghitungannya menggunakan alat analisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dengan jenis multivariat karena variabel yang digunakan lebih dari tiga.
Metode penelitian yang dilakukan adalah sensus sampel yang diambil seluruh populasi yaitu 40 orang anggota PPWB yang telah mendapatkan pinjaman dana bergulir. Sampel terbagi dua kelompok yaitu UMKM 1 untuk anggota PPWB yang mendapatkan pinjaman dana bergulir pada tahun 2012 sebanyak 20 orang dan UMKM 2 untuk anggota PPWB yang mendapatkan pinjaman dana bergulir pada tahun 2012 sebanyak 20.
Alat analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dan uji t beda dua rata-rata sampel berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) faktor-faktor yang mempengaruhi omzet penjualan yaitu modal yang disertai pinjaman dana bergulir, lama usaha dan jam kerja, (2) ada perbedan perolehan omzet penjualan sebelum dan sesudah menerima pinjaman dana bergulir baik UMKM 1 maupun UMKM 2.
Implikasi dari hasil penelitian adalah : (1) Apabila pedagang ingin meningkatkan omzet penjualan maka pedagang dapat menambah modal, (2) Untuk UMKM yang belum mendapatkan pinjaman modal pinjaman dana bergulir dapat mengetahui adanya program pinjaman modal pinjaman dana bergulir ini.
This research entitles “Analysis of the factors affecting Turnover due to the Revolving
Fund Loans On Program micro, small and medium period of 2012-2013 with a case study on Association of traders in the Regency of Banyumas Baturaden Tourism“. This research aims to know the acquisition turnover of traders after funds receiving loan rolling.
This type of research using quantitative data analysis a quantitative approach and in its calculations using analysis tools. On this research using multivariate analysis of quantitative with type as a variable that is used for more than three. Research methods the census does is where sampels taken entire population of as many as 40 members of the PPWB has obtained loan funds rolling. For sampels are divided into two groups, the SMEC 1 for members of the PPWB Revolving Fund loans earning in 2012 as many as 20 people and SMEC 2 to the PPWB members get a rolling fund loans in 2012 as many as 20. Analysis tools that use the analysis multiple linear regression and t test average of two different sampel pairs.
Based on the research, it can be found out that: (1) the factors affecting turnover faktor
is capital Revolving Fund loans, accompanied by long hours of work and effort, (2) there is a differents acquisition of turnover before and after receiving loan funds rolling good Small Medium Enterprises 1 or 2.
The implications of this research are: (1) When traders want to increase turnover then
the treaders can increase capital, (2) for the Group of Small Medium Enterprises that have get the loan capital loan funds rolling can be aware of any loan program Revolving Fund loan capital to deal with the problem of Small Medium Enterprises in order to develop capital.
811010480D1E010015PERBEDAAN WAKTU ASPIRASI TERHADAP KUALITAS OOSIT SAPI BRAHMAN CROSS SECARA IN VITROPenelitian Perbedaan Waktu Aspirasi Terhadap Kualitas Oosit Sapi Brahman Cross Secara In Vitro telah dilakukan di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor. Materi penelitian adalah catatan produksi embrio invitro dari 10 ekor sapi Brahman Cross betina bulan Juli sampai bulan September 2011 di BET Cipelang Bogor. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh perbedaan waktu aspirasi terhadap jumlah oosit dengan grade A, B, C dan D secara in vitro, mengetahui waktu aspirasi yang tepat untuk menghasilkan kualitas oosit yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas baik (A dan B) yang diperoleh dari aspirasi 2 – 4 jam adalah 127.00 ± 22.80 buah, lebih tinggi jika dibandingkan dengan perlakuan aspirasi 5 – 8 jam yaitu hanya 60.00 ± 37.92 buah. Jumlah oosit dengan kualitas jelek (C dan D) pada perlakuan aspirasi 2 - 4 jam setelah penyembelihan adalah 62.40 ± 14.33 buah, sedangkan pada perlakuan aspirasi 5 – 8 jam setelah penyembelihan jumlah oosit adalah 128.80 ± 33.40 buah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aspirasi lebih dari 4 jam kualitas oosit mengalami penurunan. Oleh karena itu aspirasi lebih dari 4 jam tidak dianjurkan.The research of difference time of aspiration of Brahman Cross cattle oocyte on the quality of in vitro embrio has been conducted at the Central Animal Embrio Cipelang Bogor. The research materials is data of 10 heads of Brahman Cross cattle in vitro embrio production records (July – September 2011) at the BET Cipelang Bogor. The purpose of the research is to assess the effect of the time difference to the number of oocyte aspiration with grade A, B, C and D in vitro, and to know the exact time of aspiration to produce good quality oocytes. The results showed that good quality (A and B) were obtained from 2 – 4 hours aspiration was 127.00 ± 22.80 pieces, higher than 5 – 8 hours aspiration is only 60.00 ± 37.92 pieces. The number of oocytes with poor quality (C and D) in the treatment of 2 – 4 hours aspiration after slaughter was 62.40 ± 14:33 peaces, while on treatment 5 – 8 hours aspiration after slaughter number of oocytes was 128.80 ± 33.40 peaces. The conclusion of this study indicate that the aspirations of more than 4 hours of oocyte quality has decreased. Therefore, the aspirations of more than 4 hours is not recommended.
811111021G1A011011PERBEDAAN JUMLAH SEL LEYDIG PASCA PEMBERIAN EKSTRAK AKAR PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk)
Studi Eksperimental pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Dipaparkan Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation (PSD)
Latar Belakang: Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) merupakan salah satu model stres yang dapat menimbulkan stres kerja pada tikus putih. Stres PSD dapat menyebabkan reaksi stres oksidatif yang berdampak buruk pada organ reproduksi, khususnya sel Leydig. Zat aktif yang terkandung dalam ekstrak akar purwoceng (eurikomalakton, amarolinda, flavonoid,dan tannin) diharapkan mampu memperbaiki dan memberikan efek protektif terhadap jumlah sel Leydig.
Tujuan:Mengetahui perbedaan jumlah sel Leydig pasca pemberian ekstrak akar purwoceng pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang dipaparkan model stres PSD.
Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan post-test only with control group design. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi enam kelompok: kelompok kontrol negatif (I), kelompok kontrol PSD dengan sleep recovery (KII) dan tanpa sleep recovery (KIII), serta kelompok PSD yang diberi ekstrak akar purwoceng dengan dosis berturut-turut 16,65 mg; 33,30 mg; dan 50,25 mg/200 gramBB/hari (KIV, KV, dan KVI). Paparan model stres PSD dilakukan selama 96 jam, dilanjutkan dengan pemberian sleep recovery dan perlakuan pada 7 hari setelahnya. Penghitungan jumlah sel Leydig dilakukan pada 50 lapang pandang per testis kemudian dirata-ratakan.
Hasil: Jumlah sel Leydig pada kelompok I menunjukkan hasil tertinggi (11,96±3,81), diikuti KVI (10,82±1,36), KIII (10,70±2,70), KV (10,12±3,25), KIV (9,62±0,71), dan KII (8,94±2,94). Uji Annova menunjukkan nilai p > 0,05
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan jumlah sel Leydig pasca pemberian ekstrak akar purwoceng pada kelompok tikus putih yang dipaparkan model stres PSD.
Background: Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) is a kind of modality of stress which can induce work stress in rats. Stress resulted from PSD can lead to oxidative stres reaction which causing bad effect inreproduction system, espescially Leydig cells. Active substances that is contained in purwoceng roots extract (eurikomalacton, amarolinda, flavonoid, and tannin) are expected to be repairing and giving protection toward Leydig cell count.
Objective: To know the difference of Leydig cell count post administration of purwoceng roots extract in white male rats (Rattus norvegicus) wistar strain which had been exposed by PSD.
Method: This research was experimental using post-test only with control group design. Thirty rats were randomly divided into six groups: negative control group (KI), PSD control group with sleep recovery (KII) and also without sleep recovery (KIII), groups of rats with PSD given purwoceng roots extract 16,65 mg; 33,30 mg; and 50,25 mg/200gramsBW/day respectively (KIV, KV, and KVI). Ninety six hours of PSD was exposed, followed by seven days of sleep recovery and treatments. Leydig cells enumeration was done at 50 eye fields per testes followed by transformation to meanscore.
Result: Leydig cell count of the first group was shown to be the highest (11,96±3,81), followed by KVI (10,82±1,36), KIII (10,70±2,70), KV (10,12±3,25), KIV (9,62±0,71), and KII (8,94±2,94). Annova test showed p > 0,05.
Conclusion: There wereno significant differences on Leydig cell count after administration of purwoceng roots extract in groups of rats that had been exposed by PSD.

Keywords:Leydig cell, Paradoxical Sleep Deprivation, Purwoceng, Oxidative stress


811211589G1D011035PENGARUH PEMBERIAN TERAPI BERMAIN KARTU KUARTET TERHADAP SKOR KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PASIEN ANAK TALASEMIA
DI RSUD BANYUMAS
ABSTRAK


Latar Belakang: Anak penderita Thalasemia harus melakukan transfusi darah secara rutin di rumah sakit, selain itu kondisi fisik yang berubah pada penderita membuat anak menjadi malu dan tidak percaya diri, sehingga interaksi dengan teman sepergaulan dan lingkungannya akan terganggu. Proses interaksi sosial yang terganggu akan berdampak pada kemampuan sosialisasi pada anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skor kemampuan interaksi sosial anak penderita thalasemia yang menjalani transfusi darah dengan pemberian terapi bermain kartu kuartet di RSUD Banyumas.
Metode: Desain penelitian menggunakan one group pre and posttest design dan terdiri dari 24 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian di RSUD Banyumas. Skor interaksi sosial diuji dengan menggunakan Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai rerata kemampuan interaksi sosial sebelum terapi sebesar 4,82, setelah dilakukan terapi nilai reratanya meningkat menjadi 12,70. Hasil signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,005) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan skor kemampuan interaksi sosial sebelum dan setelah dilakukan terapi
Kesimpulan: Terapi bermain kartu kuartet dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak penderita thalasemia di RSUD Banyumas.

Kata Kunci: thalasemia, anak usia sekolah, interaksi sosial, bermain kartu kuartet
ABSTRACT


Background: Children with Thalassemia are should undergo a routine blood transfusion in the hospital and it makes them often absent from school. The blood transfusion also has side effects on physical condition, such as bronze skin color and changes on facial structure bones. Consequently, children with Thalassemia become shameful and not confidence enough to have a good social interaction with peers and their environment. If this condition continue, it will disturb their social life in the future.
Purpose: The aims of this research is to identify the effect of play therapy with quartet card to the social interaction score in children with Thalassemia at Banyumas District Hospital.
Method: This research used one group pre and posttest design and have 24 respondents were recruited using purposive sampling. Social interaction score measured by using questionnare and tested with Wilcoxon
Result: The test shows the average value of the ability score of social interaction before therapy is 4.82, after doing the therapy the average value increase to be 12.70. The result of significance is 0.000 (p < 0.005), so it can be concluded that there is a significant difference of social interaction ability score before and after quartet card play therapy.
Conclusion: Quartet card play therapy have a significant effect on social interaction ability score in children with thalassemia at Banyumas District Hospital.

Keywords: Thalassemia, children, social interaction ability, quartet card, play therapy.
81138760F1C009010PEMAKNAAN LIRIK DAN VIDEO KLIP LAGU WE WILL NOT GO DOWN (SONG FOR GAZA) KARYA MICHAEL HEART BERDASARKAN STUDI ANALISIS SEMIOTIKASetiap orang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai kesusasteraan atau literature, yaitu untuk menuangkan sebuah ekspresi perasaan dari kepribadian setiap orang yang didapat dari pengalaman, pemikiran, semangat dan kepercayaan maupun adat istiadat yang membentuk sebuah nilai yang memiliki nilai estetika. Salah satu hasil dari ekspresi perasaan itu adalah sebuah lagu yang berjudul We Will Not Go Down (Song for Gaza) karya Michael Heart yang didedikasikan untuk warga Palestina di Gaza pada tahun 2009 yang menjadi korban kekerasan militer Zionis Israel. Penelitian ini bertujuan mengetahui makna dan mitos yang terdapat dalam lirik dan video lip lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza) karya Michael Heart.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes, yang membagi dua tingkatan signifikasi yaitu denotasi pada tingkatan pertama dan konotasi pada tingkatan kedua. Signifikasi tingkatan pertama merupakan hubungan antara signifier (penanda) dan signified (petanda) disebut sebagai denotasi. Konotasi adalah istilah signifikasi tahap kedua yang digunakan untuk membentuk suatu mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi analisis. Data penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, studi pustaka dan sampel. Untuk menguji hasil penelitian analisis semiotika ini, peneliti menggunakan sembilan kaidah (formula) validasi data yang ditemukan oleh Andrik Purwasito, pakar ilmu komunikasi dari UNS.
Hasil penelitian ini pemaknaan terhadap lirik dan video klip lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza) karya Michael Heart ini adalah (1) Lagu ini bukanlah lagu yang menyuarakan suatu keyakinan atau agama tertentu tetapi lebih kepada kemanusiaan, cinta kasih, perdamaian dan Hak Azasi Manusia untuk rakyat Gaza di Palestina, (2) Konflik yang terjadi pun bukanlah konflik agama melainkan politik, (3) Munculnya suatu mitos dari lirik dan video klip yaitu bahwa Zionis Israel adalah negara agresor, (4) Masyarakat Palestina dan masyarakat di dunia menentang segala bentuk penjajahan, (5) Bukti nyata bantuan dari masyarakat Indonesia adalah dengan dibangunnya Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza.
Every single person has closeness with the literary values, it has a function to express a feeling based on the experience, thought, spirit, belief, and or the culture so that creates aesthetic values. One of result from the feeling expression is a song the titled is We Will Not Go Down (Song for Gaza) created by Michael Heart. That song is dedicated for Palestinian in Gaza as Israel military violence victims. The aim of this research is to know the meaning and myth that contain in the lyric and video clip of this song. In this research, the researcher uses semiotics theory by Roland Barthes, he classified two significant levels. Denotation is the first level and connotation is the second level. The first level significant has a correlation between signifier and signified, and it is called as denotation. Whereas, Connotation is a significant level two that use to formulate a myth.
This research use qualitative method and use analysis study approaching. The research data is took by observation, literature, and sampling. To examine the result of the analysis of semiotics, the researcher use nine data validation formulas by Andrik Purwasito, an communication expert from UNS.
The result of this research is to interpret the lyric and video clip of a song the titled We Will Not Go Down (Song for Gaza) created by Michael Heart that contain four resumes; (1) This song was not a religious song, because this song tells about humanity, love, peace, and human right for Palestinian in Gaza, (2) The conflict was not religious conflict, but that was conflict politics, (3) A myth that Israel is the aggressor state was emerge from this lyric and video clip, (4)Palestinian and common people in the world are against for every colonization, (5) The real aid from Indonesian is building the Islamic Hospital in Gaza.
811410481G1D009017HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEPATUHAN PENATALAKSANAAN DM PADA PASIEN DM
DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
LatarBelakang: DiabetesMellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi seluruh kehidupan penderitanya. Untuk mencegah terjadinya risiko komplikasi maka penderita DM harus mematuhi aturan hidup sehat yang disampaikan petugas kesehatan. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan atau terapi dapat meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan atau dapat memperpanjang maupun memperburuk penyakit yang dialami. Selain itu, ketidakpatuhan dalam penatalaksanaan dipengaruhi oleh faktor situasional yang lalu seperti stres.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kepatuhan penatalaksanaan DM pada pasien DM di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2014.
MetodePenelitian:Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan study korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel penelitian ini adalah seluruh penderita DM pada saat dilakukan penelitian di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan tahun 2014 sebanyak 50 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan analisa Chi-Square.
Hasil Penelitian: Didapatkan tingkat stres pada pasien DM sebagian besar adalah tidak distress sebanyak 27 responden (54%), kepatuhan penatalaksanaan DM pada pasien DM adalah patuh dan tidak patuh masing-masing sebanyak 25 responden (50%)dan ada hubungan antara tingkat stres dengan kepatuhan penatalaksanaan DM pada pasien DM di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2014 dengan nilai p value< α (0,011 < 0,05).
Kesimpulan:Ada hubungan antara tingkat stres dengan kepatuhan penatalaksanaan DM pada pasien DM di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2014.
Background:DM is a chronic disease that can affect the whole life of the sufferer. To prevent the occurrence of the risk of complications of the patients with DM have to abide by the rules of healthy living presented health workers. Non-compliance to treatment or therapy can increase the risk of the development of a health problem or disease worsen and can extend that. In addition, non-compliance in treatment is affected by factors such as past circumstantial stress.
Purpose of the research: This research is to know the relationship between stress level and compliance management DM on DM patients in Wilayah PuskesmasPurwokerto Selatan year 2014.
Research Method: This research is a survey research with a study of correlation analytic, with cross sectional approach. The sample used was purposive sampling, the sample of this research is the entire people with DM at the time carried out research in Wilayah PuskesmasPurwokerto Selatan year 2014as many as 50 respondents. Data analysis using univariate analysis and bivariat with Chi-Square analysis.
Results: The research results obtained on the patient's stress level DM most is not distress as many as 27 respondents (54%), compliance management DM on DM patients was wayward and disobedient each of as many as 25 respondents (50%) and there is a relationship between stress level and compliance management DM on DM patients in the region South of Purwokerto of clinics by 2014 with the highest p value < α (0,011 < 0.05).
Conslusion: There is a relationship between stress level and compliance management DM on DM patients in Wilayah PuskesmasPurwokerto Selatan year 2014.
81158761A1L010056UJI KETAHANAN GALUR F7 PADA FASE VEGETATIF TERHADAP
HAMA WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.)
Uji ketahanan galur F7 terhadap wereng batang cokelat perlu dilakukan dalam pengembangan varietas umur genjah yang teridentifikasi ketahanan terhadap wereng batang cokelat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat serangan hama wereng batang cokelat pada galur-galur F7 padi gogo fase vegetatif; 2) siklus hama wereng batang cokelat pada galur-galur F7 padi gogo fase vegetatif; dan 3) ketahanan galur-galur F7 padi gogo terhadap wereng batang cokelat pada fase vegetatif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan dengan infestasi 10 nimfa wereng batang cokelat. Hasil penelitian menunjukan galur G50-3-1-2, G50-4-3-2 dan G69-2-4-4 merupakan galur yang memiliki ketahanan terhadap wereng batang cokelat yang dapat diuji lanjut berdasarkan pengujian intensitas serangan, skoring, indeks toleransi dan antibiosis. Siklus wereng batang cokelat menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata pada galur F7.Screening of rice lines F7 resistance to brown planthopper needs in the upland of the short harvesting age with identified varieties resistance to brown planthopper. Objective this research were: 1) the level of pest attack on brown planthopper of rice lines F7 vegetative phase; 2) cycles of brown planthopper on rice lines F7 vegetative phase; and 3) resistance rice lines F7 vegetative phase of brown planthopper. The research was carried out in the laboratory of plant protection, Faculty of Agriculture, General Soedirman University. The experimental design was Randomized Design Group of 8 treatments and 3 replicates with infestations 10 Brown planthopper nymphs. The results showed that the rice lines of G50-3-1-2, G50-4-3-2 and G69-4-4-2, rice lines has brown planthopper resistance and that could be tested further testing based on the intensity of the attacks, scoring, index of tolerance and antibiotic. Brown planthopper cycle showed results that is not significant on rice lines F7.
81168755H1E010001PENGARUH KONSENTRASI DOPING CARBON NANOTUBE PADA LAPISAN TIPIS TiO2 TERHADAP SIFAT LISTRIK DYE – SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC)

Telah dilakukan pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan menggunakan TiO2dopingcarbon nanotube (CNT). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh doping carbon nanotube terhadap kinerja DSSC. Fabrikasi DSSC diawali pembuatan lapisan tipis TiO2yang telah di doping CNT dengan konsentrasi 0,3%, 0,6% dan 0,9% dan Ruthenium N719 sebagai dye. Pada gelas kaca ITO sebagai katoda DSSC digunakan kaca ITO yang telah dilapisi grafit.
Hasil pengujian sifat listrik berupa pengukuran arus dan tegangan yang diperoleh bahwa DSSC telah di doping dengan CNT menghasilkan sifat listrik yang lebih baik.Doping CNT berpengaruh terhadap sifat listrik. Sifat listrik terbaik diperoleh menggunakan CNTdoping 0,6% efesiensi outdoorη =1,3%.
Dye sensitized Solar Cell (DSSC) have been fabricated using TiO2 doping carbonnanotubes (CNTs). This study investigated the effect of carbon nanotube doping on the performance of DSSC. Fabrication of DSSC begin with making a thin layer ofTiO2 that has been in doping CNTs with a concentration of 0.3%, 0.6% and 0.9% and Ruthenium as the N719 dye. ITO on glass beaker used as cathode DSSC ITO glass that has been coated graphite. The testing results of the electrical properties such as current and voltage measurement shows that theDSSC has been doped with CNTs producea better electrical properties.The optimum effeciency of electrical properties is best electrical η=1,3% which is gained from 0,6% doped of CNTs at outdoor measurement.
81178762H1L010050Rancang Bangun Sistem Informasi Perizinan Sarana Kesehatan Dengan Fasilitas SMS gateway(Studi Kasus pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas)Sarana kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang pembangunan kesehatan masyarakat. Permasalahan pada sistem informasi perizinan sarana kesehatan yang berlaku pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas saat ini adalah tidak ada pemberitahuan kepada pemohon yang bersangkutan ketika sertifikat izin sarana kesehatan sudah terbit atau sudah kadaluarsa dan sering kali pemohon harus antri selama berjam-jam untuk menunggu diproses ketika melakukan pendaftaran. Penelitian ini membangun sistem informasi perizinan sarana kesehatan yang memanfaatkan teknologi SMS Gateway agar pelayanan terhadap masyarakat menjadi lebih maksimal. Teknologi SMS Gateway memungkinkan admin melakukan penyebaran informasi secara massal, memberitahukan kepada pemohon bahwa masa berlaku sertifikat hampir kadaluarsa serta memberitahukan bahwa sertifikat sudah jadi serta beberapa layanan lain yang dapat dilakukan oleh pemohon seperti registrasi, cek masa berlaku atau cek status sertifikat.
Health services is one of the important components in conducting public health development. The problem of the former licensing information system of health services at Health Departement of Banyumas Regency are there’s no notification to applicants about expired certificate or when certificate is ready to be taken and also applicants have to keep queue in couple of hours to be processed by admin. This research is to develop health services licensing information system which take an advantage of SMS Gateway technology to do its bussiness process in order to maximize public service. With SMS Gateway technology admin can send a broadcast message to applicants in the same time, send a warning automatically about an expired certificate or when certificate is ready to be taken. Applicants can also register themselves, check the expired date or status of certificate only by send a message with certain determined format.

81188763G1F010060ANALISIS KETERAMPILAN KONSELING APOTEKER TENTANG KONTRASEPSI ORAL DENGAN METODE SIMULASI PASIEN DI KABUPATEN BANYUMAS
Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu upaya pencegahan kehamilan. Kurangnya pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam meminum pil kontrasepsi seringkali menjadi penyebab kegagalan kontrasepsi. Keberadaan apoteker dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memberikan informasi dan konseling terkait dengan kontrasepsi oral dan penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui secara langsung gambaran ketrampilan konseling apoteker kepada pasien tentang kontrasepsi oral di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan belah lintang. Pasien simulasi diperankan oleh peneliti dan instrumen penelitiannya mengunakan alat perekam audio visual. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 Apoteker yang telah diberikan edukasi mengenai kontrasepsi pada penelitian sebelumnya. Keterampilan konseling apoteker dinilai menggunakan dua form penilaian yaitu form penilaian proses konseling dan form penilaian keterampilan komunikasi untuk mengetahui gambaran keterampilan apoteker dalam melakukan konseling secara langsung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif.
Hasil analisis proses konseling apoteker termasuk dalam kategori cukup baik dengan presentase nilai rata-rata responden 41,36% dan keterampilan komunikasi apoteker termasuk kedalam kategori cukup baik dengan presentase nilai rata-rata 62,64% dari nilai maksimal. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi keterampilan konseling apoteker tentang kontrasepsi oral di Kabupaten Banyumas. Perlu dilakukan peningkatan keterampilan pelayanan apoteker dalam memberikan konseling khususnya tentang kontrasepsi oral di Kabupaten Banyumas.
The use of contraception is one of way to prevent the pregnancy. The lack of knowledge and the ignorance of patients might be the cause of contraception failure. The role of pharmacist might be a solution for this by giving them the information and right counseling related on oral contraception and how to use it. The aim of this research is to find out the pharmacist counseling skills to the patient directly about oral contraception in Banyumas region.
This research was use cross sectional approach. The researcher putted as the patient and uses audio visual instrument for recording. The samples that used in this research are 20 Pharmacist who’s given educational about contraception based on previous research. The pharmacist skills is scored by two forms which are; counseling process scoring and communication skills scoring that will find out the pharmacist counseling obviously. Data analysis is using descriptive analysis.
The result of pharmacist counseling is in good category with 41,36% of the average percentage of respondent while the pharmacist communication skills is in a good category with 62,64% of the average percentage from maximum value.
From this research it can be used as an evaluation of pharmacist counseling about oral contraception in Banyumas region. It needs to be a skills improvement of giving counseling about oral contraception in Banyumas especially.
81198883E1A010155STATUS HUKUM PEMILU 2014 PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14/PUU-XI/2013Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 timbul suatu permasalahan mengenai status hukum pemilu 2014. Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 dipilih berdasarkan undang-undang yang telah dinyatakan oleh Mahkamah Konstitusi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Hal ini berkaitan dengan adanya amar putusan yang menyebutkan bahwa pasal-pasal yang telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, namun baru berlaku untuk penyelenggaraan pemilihan umum 2019 dan seterusnya, sehingga putusan Mahkamah Konstitusi tersebut dirasa tidak mencerminkan sifat dari putusan Mahkamah Konstitusi yang final dan mengikat. Persoalan tersebut akan menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana status hukum terhadap pemilu 2014.
Hasil analisis menunjukkan bahwa status hukum pemilu 2014 adalah sah atau konstitusional, hal ini dikarenakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 yang menimbulkan sebuah konsekuensi bahwa pemilu legislatif dan pemilu eksekutif dilaksanakan secara serentak pada tahun 2019 dan seterusnya digolongkan dalam perkembangan putusan Mahkamah Konstitusi berupa penundaan keberlakuan putusan. Terhadap pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa pemilu serentak baru dapat dilaksanakan pada tahun 2019 dan seterusnya adalah beralasan, hal ini atas dasar pertimbangan teknis yang apabila dipaksakan diberlakukan pada 2014 akan mengakibatkan kekacauan, mengingat pelaksanaan pemilu hanya tersisa beberapa bulan lagi.
After the Decision of Constitution Court Number 14/PUU-XI/2013 emerges a problem about the status of election law in 2014. Election of President and Vice President in 2014 are elected that based on the Ordinance that has been explained by Constitution Court, it is contradiction with the Constitution 1945 and it does has not the abiding law power. This is related with the decision that states the articles that have stated previously where it does not has an abiding law power but it must new and it will be valid to hold the election in 2019 and so on, so the decision of Constitution Court is thought it will not reflect the characteristic from the final decision of Constitution Court and abiding. This dispute will emerge the question about how is the law status of the election in 2014.
The result of analysis shows that the law of election in 2014 is valid or constitutional, it is because the decision of Constitution Court Number 14/PUU-XI/2013 that triggers a consequence that the legislative and executive election are conducted contemporaneously in 2019 and subsequently it is classified into the decision development of Constitution Court as the cancelation of the decision validity. To the law consideration of Constitution Court that states the election contemporaneously can be conducted in 2019 and subsequently is reasonable, this is based on the technical consideration if it is conducted in 2014 it will cause the chaos because the implementation of election will be conducted only couples of month next.
812010483D1D007029ANALISIS KOMPARATIF KINERJA EKONOMI USAHA TERNAK KELINCI HIAS DAN USAHA TERNAK KELINCI PEDAGING DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efisiensi usaha ternak kelinci hias dan ternak kelinci pedaging serta, membandingkan pendapatan dan efisiensi antara usaha ternak kelinci hias dan pedaging di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Sasaran penelitian adalah usaha ternak kelinci hias dan kelinci pedaging di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel wilayah menggunakan metode purposive sampling yaitu kecamatan yang memiliki kelompok tani ternak kelinci di Kabupaten Banyumas, diperoleh Kecamatan Cilongok, Patikraja, Ajibarang, Tambak dan Kedungbanteng dengan total responden sebanyak 47 peternak kelinci. Pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus. Data diperoleh dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Variabel yang diamati adalah pendapatan dan efisiensi usaha.Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha ternak kelinci hias memiliki pendapatan sebesar Rp 2.101.538,00/tahun atau Rp 175.128/bulan dengan nilai efisieni usaha sebesar 3.75. Usaha ternak kelinci pedaging memiliki pendapatan sebesar Rp 1.331.222,00/tahun, 110.935/bulan dengan nilai efisiensi usaha 3.62.Uji statistika (t hitung > t tabel) menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal pendapatan maupun efisiensi usaha antara usaha kelinci hias dan pedaging. Selisih pendapatannya mencapai Rp 770.316,00, dan selisih efisiensi usaha mencapai 0.13. The study aims to determine the purpose of this study was to compare between the revenue and business efficiency between livestock enterprises of meat type rabbit to rabbit ornament in Banyumas. The research method used was a survey method. Target research is an ornamental rabbit breeders and rabbit meat in Banyumas. Sampling region using purposive sampling method that district that has a rabbit farmer group in Banyumas, in order to obtain the District Cilongok, Patikraja, Ajibarang, Tambak and Kedungbanteng with a total of 47 respondents rabbit breeders. Sampling of respondents using census method. Data obtained by using questionnaires and interviews. Observed variables are income and business efficiency. Results were obtained with decorative rabbit farming business efisieni value of 3.75 and broiler rabbit farming business efficiency value of 3.62. Operating revenues of livestock rabbit decoration of Rp 2,101,538.00 / year, while the farming of broiler rabbits of Rp 1,331,222.00 / year. Test statistics (t count> t table) shows that there is a difference between business income ornamental rabbits and rabbit meat in Banyumas difference in revenue of Rp 770,316.00, and business efficiency there is a difference between ornamental rabbits and rabbit meat in Banyumas with a difference 0,13 efficiency value.