Artikelilmiahs
Menampilkan 8.181-8.200 dari 48.903 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8181 | 11717 | G1F010038 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI TIDAK LARUT KLOROFORM EKSTRAK ETANOLIK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP Salmonella typhi | Daun pegagan (Centella asiatica) terbukti dapat digunakan sebagai antibakteri yang telah dilakukan pengujian terhadap bakteri Escherichia coli (Gram negatif), Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis (Gram positif). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri fraksi tidak larut kloroform ekstrak etanolik daun pegagan terhadap Salmonella typhi, serta mengetahui golongan metabolit sekunder yang dimilikinya. Ekstrak daun pegagan dipreparasi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% dengan rasio simplisia dan pelarut 1:5. Selanjutnya ekstrak dipartisi (ekstraksi cair-cair) menggunakan kloroform. Sediaan uji yang digunakan sebagai sampel adalah fraksi tidak larut kloroform ekstrak etanolik daun pegagan. Fraksi tidak larut kloroform yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi agar. Data hasil uji daya hambat antibakteri diperoleh dengan mengukur diameter daerah hambat. Analisis data menggunakan persamaan regresi y = a + bx. Persentase daya hambat pertumbuhan bakteri S. typhi dianalisis menggunakan analisis probit untuk mengetahui IC50 (Inhibitory Concentration). Hasil identifikasi kandungan kimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid dan polifenol pada fraksi tidak larut kloroform ekstrak etanolik daun pegagan. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin besar pula daya hambat terhadap bakteri uji. Aktivitas antibakteri fraksi tidak larut kloroform ekstrak etanolik daun pegagan dapat menghambat 50% (IC50) pertumbuhan S. typhi pada konsentrasi 40,5% (b/v). | Pegagan leaves (Centella asiatica) could be used as an antibacterial that has been tested against bacteria Escherichia coli (Gram negative), Staphylococcus aureus and Bacillus subtilis (Gram positive). This study aimed to examine the antibacterial activity of chloroform insoluble fraction ethanolic extract of C. asiatica leaf against Salmonella typhi, and to determine it’s secondary metabolites. C. asiatica leaf extract prepared by maceration using ethanol 96% with botanicals and solvent ratio of 1: 5. Furthermore was fractionated extract (liquid-liquid extraction) using chloroform. Test preparations were used as a sample is not soluble fraction ethanolic chloroform extract of C. asiatica leaf. Chloroform insoluble fraction was tested antibacterial activity using agar diffusion method. Data antibacterial inhibition test results obtained by measuring the diameter of the inhibition area. Data analysis using regression equation y = a + bx. The percentage of inhibition of bacterial growth of S. typhi analyzed using probit analysis to determine the IC50 (Inhibitory Concentration). Results identification of chemical constituents showed flavonoids and polyphenols in chloroform insoluble fraction ethanolic extract of C. asiatica leaf. Antibacterial activity test results showed that the higher the concentration of the extract, the greater the inhibition against test bacteria. Antibacterial activity of chloroform insoluble fraction ethanolic extract of C. asiatica leaf can inhibit 50% growth (IC50) of S. typhi at a concentration of 40.5% (w / v). | |
| 8182 | 8796 | H1L010074 | PERANCANGAN SISTEM INFORMASI STUDI AKHIR MENGGUNAKAN VISUAL PARADIGM (STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) | Studi akhir merupakan kegiatan yang terdiri dari kerja praktik dan tugas akhir sebagai syarat kelulusan mahasiswa di Jurusan Teknik Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Visual Paradigm for UML (VP – UML) merupakan sebuah UML CASE Tool UML 2, SysML dan Bussiness Process Modeling Notation (BPMN) dari Object Management Group (OMG). Sistem informasi studi akhir dirancang dengan menggunakan teknologi object oriented, didalam perancangan dihasilkan diagram usecase diagram, sequence diagram, collaboration diagram serta class diagram. Dari hasil penelitian penggunaan Visual paradigm dapat memudahkan analis dalam merancang sistem berbasis object oriented serta membantu didalam mendokumentasikan diagram yang diperlukan. | Final study is an activity consisting of practical work and final project as a graduation requirement in the Engineering Department Faculty of Science and Engineering Jenderal Soedirman University. Visual Paradigm for UML (VP - UML) is a UML CASE tool UML 2, SysML and Bussiness Process Modeling Notation (BPMN) from the Object Management Group (OMG). The study of information systems designed using object-oriented technology, resulting in the design of usecase diagrams, sequence diagrams, collaboration diagrams and class diagrams. From the research, the use of Visual paradigm can facilitate the analyst in designing object-oriented based system as well as assist in documenting the necessary diagrams. | |
| 8183 | 10498 | G1F011024 | TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas) TERHADAP FUNGSI GINJAL TIKUS WISTAR | Daun jarak pagar (Jatropha curcas) terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi. Uji toksisitas akut menunjukkan bahwa daun J. curcas aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas subkronik daun J. curcas terhadap kondisi klinis, kadar kreatinin serum dan gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar. Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan Post Test Only Controlled Group. Subjek uji 40 ekor tikus Wistar jantan dan betina dibagi acak menjadi 4 kelompok. Kelompok I adalah kontrol Na-CMC 1%. Kelompok II, III, dan IV diberikan ekstrak etanol daun J. curcas dengan dosis masing-masing 150, 300, dan 600 mg/kgBB secara peroral sekali sehari selama 30 hari. Hasil pengamatan gejala toksik klinis dianalisis deskriptif. Data kadar kreatinin serum dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA. Sedangkan gambaran histopatologi ginjal setelah nekropsi hari ke-31 dianalisis deskriptif dan semikuantitatif dengan sistem skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun J. curcas pada dosis 150, 300 dan 600 mg/kgBB tidak menyebabkan kematian maupun gangguan sistem SSP-somatomotor hewan uji, namun menimbulkan efek toksik pada saluran cerna berupa tinja hitam dan berlendir. Ekstrak dosis 150 mg/kgBB dinilai aman karena menimbulkan gejala toksik tinja hitam paling singkat dibandingkan kelompok kontrol. Ekstrak dosis 150 mg/kgBB juga terbukti aman terhadap organ ginjal karena tidak meningkatkan kadar kreatinin serum hewan uji diluar rentang nilai normal serta hanya menimbulkan perubahan struktur ginjal yang reversible berupa degenerasi parenkimatosa. Ekstrak dosis 300 dan 600 mg/kgBB tidak meningkatkan kadar kreatinin serum hewan uji hingga nilai yang menunjukkan gangguan fungsi ginjal, namun ditemukan kongesti dan nekrosis yang telah mengindikasikan terjadinya toksisitas ginjal secara struktural. | Jatropha curcas leaves have been proven as anti-inflammatory agent. The Acute toxicity test showed that J. curcas leaves was safe to use. This study aimed to determine the subchronic toxicity effect of J. curcas leaves extract on clinical condition, serum creatinine level and kidneys histopathology appearances of Wistar rats. This research was an experimental study using the post test only controlled group design. Samples were 40 male and female Wistar rat, randomly divided into 4 groups. Group I was control with Na-CMC 1%, Group II, III, and IV were given ethanolic extract of J. curcas leaves with dose of 150, 300 and 600 mg/kgBW, respectively, while the extract was given orally once a day for 30 days. Clinical sign of toxicity were analyzed descriptively. Serum creatinine level was analyzed using one-way ANOVA test. While histopathology examination from necropsy on day 31 were analyzed descriptively followed by scoring system analysis. The result showed that J. curcas leaves ethanolic extract with dose of 150, 300 and 600 mg/kgBW didn’t caused a mortality and disorder in SSP-Somatomotor system, but it caused a gastrointestinal toxic symptoms such a dark and watery stool in animal test. The extract at 150 mg/kgBW was safe to use since it caused slightest dark-stool toxic symptoms compared to control group. Extract at 150 mg/kgBW also safe to the kidneys since it not made any alteration in serum creatinine level and just made a reversible lesion such a parenkimatosa degeneration on a kidneys histopatology. Extract at 300 and 600 mg/kgBW didn’t make any increasement in serum creatinine level which indicate the kidneys impairment, but the histopatological examination shows a congestion and necrosis that indicate already a kidneys toxicity. | |
| 8184 | 10849 | C1L011008 | REVIEW OF THE CAMPAIGN FUND AUDIT OF POLITICAL PARTIES BY PUBLIC ACCOUNTING FIRM, IN 2014 LEGISLATIVE ELECTION | Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang pemilu legislatif dan sesuai PKPU No. 17 Tahun 2013, sebagaimana telah diubah dalam PKPU No. 1 Tahun 2014 tentang pedoman pelaporan dana kampanye legislatif peserta pemilu, menegaskan tentang perlunya pelaksanaan audit atas pengelolaan Dana Kampanye untuk pemilihan umum calon legislatif oleh akuntan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah dan membandingkan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye partai politik dengan PKPU No.17 Tahun 2013 pada pemilu legislative 2014.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dengan narasumber terpercaya dan dokumentasi dalam teknik pengumpulan data atas laporan dana kampanye partai politik terhadap akuntan publik tempat dilakukannya penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih ditemukan adanya penyimpangan dalam laporan dana kampanye partai politik pada pemilu legislatif. Penyimpangan terbesar cenderung terjadi pada penerimaan laporan dana kampanye yang diperoleh dari besarnya jumlah sumbangan yang diberikan kepada partai politik peserta pemilu, dan pada dana pengeluaran dana kampanye ditemukan penyimpangan pada ketidaklengkapan bukti pendukung terhadap pengeluaran dana kampanye peserta pemilu. Sedangkan hasil penelitian dalam audit kepatuhan menunjukan masih ditemukannya unsur ketidak patuhan pada salah satu partai tersebut. | Law No. 8 of 2012 about the legislative elections and the corresponding PKPU No. 17 of 2013, as amended in PKPU No. 1 of 2014 about the guidelines for reporting of Campaign Fund of the legislative elections participants insists about the needs of audit implementation on the Campaign Fund Reports for legislative election candidates by public accounting firm (KAP). The purpose of this study is to review and compare the campaign fund report of political parties with PKPU 17 of 2013 in 2014 legislative election. This research was conducted using qualitative method which performing the interview with reliable informants and documentation of data collecting to the political parties campaign fund report at the public accounting firm. Research result showed that there are still found any irregularities in campaign fund report. The largest irregularities tends to occur in campaign fund receipts reports obtained from the large amount of contribution which provided to political parties, the amount of contribution which received by participants candidates and for the campaign fund expenditures reports the irregularities still exist on the incompleteness of the supporting evidence to the election participants campaign fund expenditures. While the research in the Compliance Audit of Campaign Fund Reports showed that still found any non-compliance elements in one of the third parties. | |
| 8185 | 11805 | F1C011010 | KESENJANGAN KEPUASAN MASYARAKAT KELURAHAN PONDOK BAMBU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI DAN HIBURAN TERHADAP PROGRAM INI TALKSHOW DI NET.TV | Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa televisi merupakan media primadona dikalangan masyarakat. Hal ini karena daya tariknya yang bersifat audiovisual dan mampu menayangkan beragam acara untuk menghibur pemirsa. Salah satu program acara televisi yang populer dan banyak diminati oleh pemirsa adalah program talkhsow, salah satunya adalah program talkshow berbasis komedi Ini Talkshow di NET TV. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratification. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesenjangan kepuasan masyarakat kelurahan Pondok Bambu dalam pemenuhan kebutuhan informasi dan hiburan terhadap program acara Ini Talkshow. Penelitian ini adalah metode kuantitatif dan survey. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian masyarakat di kelurahan Pondok Bambu sebesar 100 orang. Analisis data menggunakan uji t dan rumus discrepancy yang dioperasionalkan dengan perhitungan tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kepuasan yang dicari dengan kepuasan yang diperoleh dalam pemenuhan kebutuhan informasi dan hiburan terhadap program Ini Talkshow. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung (2,848) lebih besar dari t tabel (1,942). Dengan demikian Ha yang menyatakan terdapat perbedaan rata-rata antara kepuasan yang dicari dengan kepuasan yang diperoleh dalam pemenuhan kebutuhan informasi dan hiburan terhadap program Ini Talkshow, diterima. | We cannot deny that television as favorite media among the community. This is because, the television has udiovisual character and capable to show variety programs to entertain viewers. Moreover, one of the most popular program that interested by audience is talk show program. Furthermore, NET.TV has a talk show program based on comedy talk show named “Ini Talkshow”. This research uses Uses and Gratification theory. The aim of this research is to know the gratification discrepancy from viewers, who live in Pondok Bambu village to fulfilling the needs of information and entertainment of “Ini Talkshow” program by NET.TV. In addition, this research was quantitative and survey method. The sample of this research was the people who lived in Pondok Bambu village, totaling 100 people. Data analysis had used t test and discrepancy formula were operationalized with cross tabulation. Lastly, the results shows that there was a difference between the average gratification sought with gratification obtained in compliance information and entertainment needs of Ini Talkshow’s program. This has been evidenced by the t test results of 2,848 greater than t table 1,942. Thus Ha stating, there is a difference between the average gratification sought by the gratification obtained in compliance information and entertainment needs of Ini Talkshow’s program, is accepted. | |
| 8186 | 11857 | G1A011016 | PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang : Aktivitas merokok merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kejadian morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Adapun proporsi karyawan perokok cukup tinggi sebesar 34%. Aktivitas merokok menganggu kesehatan salah satunya dengan menurunkan kesanggupan kardiovaskular. Kesanggupan kardiovaskular yang buruk akan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas dan efisiensi kerja karyawan. Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 responden, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok karyawan pria perokok dan non perokok masing-masing sebesar 22 responden, kemudian dilakukan pengukuran kesanggupan kardiovaskular dengan protokol Kasch Step Test. Kesanggupan kardiovaskular dinilai dengan menghitung Recovery Heart Rate. Adapun analisis data digunakan uji Chi Square dan Mann-Whitney. Hasil : Rerata Recovery Heart Rate karyawan pria perokok secara signifikan lebih tinggi dibandingkan karyawan pria non perokok (p=0,029). Karyawan pria perokok memiliki kesanggupan kardiovaskular yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan karyawan pria non perokok (p=0,001). Adapun hasil perhitungan Relative Risk didapatkan bahwa karyawan pria perokok memiliki risiko penurunan kesanggupan kardiovaskular 2,8 kali lebih besar dibandingkan karyawan pria non perokok. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesanggupan kardiovaskular karyawan pria perokok lebih rendah dibanding karyawan pria non perokok. | Background : Smoking activity is one of the factors causing high incidence of morbidity and mortality of cardiovascular disease. As for the relatively high proportion workman smoker by 34%. Smoking activity disturb the health of one of them by lowering cardiovascular endurance. Poor cardiovascular ability will affect the decline in workman productivity and efficiency. Method : The study design was observational analytic with cross sectional approach. The number of samples examined by 44 respondents, divided into 2 groups: group workman smoker and non-smoker respectively by 22 respondents, then measuring cardiovascular endurance with Kasch Step Test protocol. Cardiovascular endurance was assessed by calculating Recovery Heart Rate. The data analysis used Chi Square and Mann-Whitney test. Result : Mean Recovery Heart Rate workman smoker was significantly higher than non-smoker male worker (p=0.029). Workman smoker have significantly lower of cardiovascular endurance than non-smoker (p=0.001). The Relative Risk calculation results showed that worker male smoker have an increased risk of cardiovascular endurance decline 2.8 times more likely than workman non-smoker. Conclusion : Based on these results we can conclude there are differences of cardiovascular endurance between workman smoker and non-smoker, in which the cardiovascular endurance lower at workman smoker. | |
| 8187 | 8797 | G1A007109 | EFEK PEMBERIAN CURCUMIN TERHADAP DERAJAT NYERI PENDERITA DISMENORE PRIMER PADA REMAJA USIA 18-20 TAHUN | ABSTRAK EFEK PEMBERIAN CURCUMIN TERHADAP DERAJAT NYERI PENDERITA DISMENORE PRIMER PADA REMAJA USIA 18-20 TAHUN Dismenore Primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata, yang timbul sebelum atau bersamaan dengan permulaan menstruasi dan berlangsung dalam beberapa jam. Derajat nyeri dismenore primer bisa berkurang salah satunya dengan mengkomsumsi produk-produk herbal. Salah satu produk herbal yang bisa dikomsumsi yang mengandung curcumin. Curcumin adalah metabolic sekunder yang termasuk golongan karanoid yaitu zat warna yang larut dalam lemak, dan dari beberapa penelitaian khasiat curcumin antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek curcumin terhadap derajat dismenore primer pada remaja usia 18-20 tahun yang dilakukan pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu jenis Quasi Experimental Design. dengan uji T-Tes berpasangan yang memilik rancangan dengan menggunakan pretest and posttest with control group design yang dilakukan pada subjek yang menderita dismenore primer dengan jumlah 60 orang (30 subjek perlakuan dan 30 subjek kontrol). Data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas yang di dapatkan p=0.01 (p<0.05) yang berarti data bisa digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat efek curcumin terhadap derajat nyeri penderita dismenore primer pada remaja usia 18-20 tahun. Hasil uji T-Test berpasangan pada kelompok perlakuan sebelum pemberian curcumin 6.5567 dan pada kelompok kontrol 6.1333. Hasil pada kelompok perlakuan sesudah pemberian curcumin adalah 2.4333 dan pada kelompok kontrol 3.4667. Dapat disimpulkan terdapat penurunan derajat nyeri pada penderita dismenore primer secara bermakna setelah mengkomsumsi curcumin. | ABSTRACT The Effect Of Curcumin To Pain Degrees In Adolescent With Primary Dysmenorrhea, Age 18-20 Years Primary dysmenorrhea is menstrual pain without abnormalities in the genital, arising prior to or simultaneously with the onset of menstruation and lasts a few hours. The degree of primary dysmenorrhea pain can be reduced either by consuming herbal products. One of the product that can be consumed containing curcumin. Curcumin is a secondary metabolic substance, included in karanoid group, which is a fat soluble dye. Based on some study, curcumin has anti-inflammatory properties. This study aims to determine the effect of curcumin on the pain degree of primary dysmenorrhea in adolescents, aged 18-20 years, and were conducted on Medicine Department's student of General Sudirman University. This study used an experimental method, which is a Quasi Experimental Design with paired T-test. Study designed using pretest and posttest with control group design, which performed in 60 subjects with primary dysmenorrhea pain (30 subjects treated and 30 control subjects). Data firstly tested using normality test, resulted in p = 0.01 (p <0.05), which means that the data can be used. The results showed that curcumin has an effect on the pain degree of adolescent patients, aged 18-20 years, with primary dysmenorrhea. Paired T-Test value in treatment group before curcumin administration was 6.5567 and in control group was 6.1333. Paired T-test value in treatment group after curcumin administration was 2.4333 and 3.4667 in control group with placebo administration. It could be concluded that there was a significant reduction in degree of pain on adolescent patients with primary dysmenorrhea after consuming curcumin. | |
| 8188 | 8798 | H1F009048 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH LOKOP DAN SEKITARNYA KECAMATAN SERBEUJADI KABUPATEN ACEH TIMUR PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM | Daerah penelitian yang berada di daerah Lokop-Aceh Timur merupakan daerah kompleks dilihat tatanan tektonik nya. Akibat dari proses tektonik yang sangat kompleks tersebut membuat daerah ini berpotensi sebagai cebakan mineral ataupun potensi lainnya seperti panas bumi. Daerah lokop dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai daerah yang memiliki potensi sebagai penghasil timah hitam (Pb), padahal pada daerah tersebut terdapat sumber mata air panas yang menjadi indikasi sebagai potensi panas bumi. Selain itu, keterdapatan manifestasi panas bumi yang berada pada daerah non-volkanik menjadikan hal tersebut menarik untuk dikaji dan dipelajari. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan pemetaan pada daerah penelitian untuk dapat menentukan unit satuan batuan, dan didukung dengan pengolahaan data baik laboratorium maupun studio. Analisis laboratorium yang dilakukan diantaranya yaitu analisis petrografi, dimana analisis ini dilakukan dengan melihat batuan pada sayatan tipis yang dimaksudkan untuk melihat baik mineral primer atau ,mineral alterasi secara mikroskopis. Analisis laboratorium lain yang dilakukan yaitu analisis PIMA(Portable Infra-Red Mineral Analyzer) untuk mengetahui komposisi pada mineral lempung. Selain itu analisis lain yang digunakan yaitu analisis foraminifera untuk mengetahui umur unit batuan pada daerah penelitian. Analisis studio yang dilakukan yaitu analisis kelurusan serta shear fracture untuk mengetahui struktur yang berkembang pada daerah penelitian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, daerah penelitian dibagi menjadi 3 (tiga) satuan batuan, yaitu satuan batupasir, satuan batulanau, dan satuan alluvial. Struktur yang berkembang pada daerah tersebut berupa sesar normal dan sesar mendatar yang berarah relatif utara-selatan. Berdasarkan hasil analisis foraminifera didapatkan umur pada satuan batulanau yaitu miosen tengah-miosen akhir dengan lingkungan pengendapan neritik tengah (100-300m). Selain itu pada daerah ini juga terdapat manifestasi panas bumi berupa mata air panas dengan pH relative netral-basa dengan zona zona alterasi berupa zona serisit ± mika ± kuarsa (zona philik), zona illit ± smektit ± karbonat (zona argilik), Zona halosit ± smektit ± kuarsa (zona argilik). | Area of research is in the area Lokop - East Aceh is a complex area seen its tectonic structure. As a result of a very complex tectonic processes that make this area as a potential mineral deposits or other like geothermal potential. Lokop area known by local people as having potential as a producer of lead (Pb), whereas in the area there are hot springs are an indication of the potential of geothermal energy. In addition, geothermal manifestations located in non-volcanic areas makes it interesting to study and learn. Therefore further research is needed to review the existing geothermal potential research areas. The potential of the research method is done by mapping the areas of research to be able to determine the lithologies unit in the area and supported by the both laboratory and studio data. Laboratory analyzes were performed among which petrographic analysis , where the analysis is done by looking at the rocks in thin section is intended to look at either the primary or mineral , mineral alteration microscopically. Another laboratory analysis performed by an analysis of the PIMA (Portable Infra - Red Mineral Analyzer) to determine the composition of the clay minerals. In addition another analysis used the analysis of foraminifera to determine the age of rock units in the study area. The analysis is done of the studio as well as shear fracture lineament analysis to determine the structures that develop in the area of research. Based on the research that has been done, the study area is divided into three (3) rock units, units of sandstone, siltstone unit, and the alluvial unit. Structures that develop in the area formed by normal faults and strike slip fault with relative north-south trending. Based on the analysis of foraminifera found in the age siltstone unit is middle Miocene - late Miocene depositional environment neritik middle (100 - 300m). Also in this area there is also a manifestation of geothermal hot springs with neutral - alkaline pH relative to the zone of alteration zones form zones of quartz ± sericite ± mica (philik zone), zone of illite ± smectite ± carbonate (argillic zones) , Zone halosit ± smectite ± quartz (argillic zone). | |
| 8189 | 8799 | A1L010236 | UJI KEEFEKTIFAN BEBERAPA ISOLAT Trichoderma sp.DALAM FORMULA CAIR TERHADAP PENYAKIT MOLERPADA BAWANG MERAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa isolat Trichodermaspp.dalam menekan populasi Fusariumoxysporum, penyebab penyakit moler pada bawang merah, mengetahui isolat paling tepat dan membandingkan keefektifan antara fungisida dan jamur Trichoderma spp.dalam mengendalikan F. oxysporum.Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai April 2014, di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di lahan pertanian bawang merah di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, dengan ketinggian tempat 10 m di atas permukaan laut(dpl) dan jenis tanah aluvial. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, fungisida, serta penyemprotan Trichoderma sp.isolatjahe, kentang, pisang, dan bawang merah. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, kepadatan akhir patogen,bobot tanaman segar dan kering, jumlah tanaman perumpun, panjang tanaman, jumlah daun per umbi, bobot umbi per petak dan kandungan senyawa fenol secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa isolat Trichoderma sp.dalam formula cair dengan cara perendaman dan siram belum memberikan pengaruh dalam menekan intensitas penyakit. Isolat Trichoderma sp. terbaikterhadap pertumbuhan tanaman adalahisolat bawang merah karena mampu meningkatkan bobot umbi segar sebesar 64,35%.Aplikasi Trichoderma sp. dan fungisida belum efektif dalam mengendalikan penyakit moler pada bawang merah. | The aims of this research were to know the effect of some Trichoderma sp. isolates in suppresion of Fusarium oxysporum population, causal agent of shallot Fusarium wilt, to know the right Trichoderma sp. isolate, and to compare the effectivity of fungicide and the antagonist to control the fungus. The research was carried out from February up to April 2014 at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and the shallot plantation at Grinting Village, Bulakamba Subdistrict, Brebes Regency at altitude of 10 m above sea level and in aluvial soil. Randomized Bloc Design was used with six treatments and four replicates. The treatments were control, fungicide, and Trichoderma sp. ginger, potato, banana, and shallot isolates. Variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, pathogen late density, fresh and dry weight of crop, number of hills, crop length, number of leaves per crop, tuber weight per plot, and phenolic compound analysis qualitatively.Result of the research showed that application of some Trichoderma sp. isolates by means soaking and spraying did not reduce the disease intensity.The best Trichoderma sp. isolate on plant growth wasshallot isolate because of increasingtuber fresh weight of 64,35%.Application of Trichoderma sp. and fungicide were not effective in controlling the shallot disease. | |
| 8190 | 8891 | F1F007009 | CALLI’S SELECTIVE MUTISM AS DEPICTED IN HEATHER GUDENKAUF’S THE WEIGHT OF SILENCE | ABSTRAK Penelitian berjudul Calli’s Selective Mutism as Depicted in Heather Gudenkauf’s The Weight of Silence. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tanda-tanda, sebab dan akibat selective mutisme yang diderita oleh karakter utama dalam novel yaitu Calli Clark. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data. Data yang diperoleh dalam bentuk tertulis, yang dikumpulkan dari dialog dengan narasi di dalam novel yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Peneliti menggunakan teori psikoanalitik dan PTSD untuk menganalisa tanda-tanda dan sebab dan akibat selektif mutisme yang diderita Calli. Hasil penelitian mengatakan bahwa Calli Clark mempunyai dua tanda-tanda selektiv mutisme yaitu sulit berkomunikasi dan sulit bersosialisasi. Penyebab Calli menderita selektif mutisme yaitu karena peristiwa traumatik yang dialaminya sewaktu ia berusia empat tahun dan penganiyaan fisik dan emosi yang dilakukan ayahnya terhadap dirinya. | The research entitled Calli’s Selective Mutism as Depicted in Heather Gudenkauf’s The Weight of Silence is conducted to analyze symptoms, causes and effects of Selective mutism suffered by the main character in the novel, Calli Clark. In this research, descriptive qualitative method is applied to analyze the data. The obtained data which were in the written form, had been gathered from dialogues with the narration in the novel that had relationship with the purpose of the research. The researcher used psychoanalytic and post-traumatic stress disorder theory to analyze symptoms, causes and effects of selective mutism suffered by Calli. The result of the analysis shows that Calli Clark has two symptoms of selective mutism they are does not want to communicate and difficult to socialize. The causes of Calli’s selective mutism are because she experiences traumatic event, physical and emotional maltreatment by her father when she was four years old. | |
| 8191 | 8800 | A1L010214 | PENGARUH JARAK TANAM DAN KOMPOSISI PEMUPUKAN ANORGANIK TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN HASIL TANAMAN GARUT DI BAWAH TEGAKAN KAKAO | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui jarak tanam yang paling tepat terhadap serapan nitrogen dan hasil tanaman garut, (2) mengetahui komposisi pemupukan yang paling tepat terhadap serapan nitrogen dan hasil tanaman garut, dan (3) mengetahui komposisi pemupukan yang paling tepat terhadap serapan nitrogen dan hasil tanaman garut pada berbagai jarak tanam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama yang dicoba adalah jarak tanam 60 cm x 20 cm (J1), 60 cm x 30 cm (J2) dan 60 cm x 40 cm (J3). Faktor kedua adalah komposisi pemupukan anorganik 50 kg Urea/ha+100 kg SP36/ha+100 kg KCl/ha (P1), 100 kg Urea/ha+150 kg SP36/ha+150 kg KCl/ha (P2), 150 kg Urea/ha+200 kg SP36/ha+200 kg KCl/ha (P3), dan 200 kg Urea/ha+250 kg SP36/ha+250 kg KCl/ha (P4). Variabel yang diamati meliputi jumlah anakan per rumpun, bobot brangkasan kering, luas daun, laju asimilasi bersih, serapan nitrogen, kadar klorofil daun, bobot umbi per tanaman, volume umbi per tanaman, hasil umbi per hektar dan rendemen pati. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila hasil uji menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (DMRT) pada komposisi ketelitian 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam memberikan pengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan per rumpun. Jarak tanam 60 cm x 40 cm menunjukkan hasil terbaik. Komposisi pemberian pupuk anorganik tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan jarak tanam tidak tergantung pada komposisi pemupukan anorganik dalam mempengaruhi semua variabel pengamatan. | This research aims to: (1) find out the most appropriate plant spacing to nitrogen uptake and yield of arrowroot, (2) find out the most appropriate composition of the fertilization to nitrogen uptake and yield of arrowroot, and (3) find out the most appropriate composition of the fertilization to nitrogen uptake and yield of arrowroot in a variety of plant spacing. The design of the experiment applied is the factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) which is repeated three times. The first factor tried is the plant spacing 60 cm x 20 cm (J1), 60 cm x 30 cm (J2) and 60 cm x 40 cm (J3). The second factor is composition of the inorganic fertilization 50 kg urea / ha +100 kg +100 kg SP36/ha KCl / ha (P1), 100 kg urea / ha +150 kg +150 kg SP36/ha KCl / ha (P2), 150 kg urea / SP36/ha +200 +200 kg ha kg KCl / ha (P3), and 200 kg urea / ha +250 kg +250 kg SP36/ha KCl / ha (P4). The variables observed consist of the number of branches per clump, plant dry weight, leaf area, net assimilation rate, nitrogen uptake, leaf chlorophyll content, weight of tubers per plant, volume of tubers per plant, tuber yield per hectare and the yield of starch. The data gained, is analyzed by using the F test, if the test result shows a significant difference between the treatments, it will be continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the composition of 95% accuracy. The result of the experiment shows that the plant spacing gives significant effect to the variable number of branches per clump. The plant spacing 60 cm x 40 cm shows the best results. The composition of inorganic fertilization has no effect on all observed variables. The plant spacing treatment does not depend on the composition of inorganic fertilization in affecting on all the observed variables. | |
| 8192 | 8801 | A1L010223 | OPTIMASI KEPADATAN POPULASI TANAMAN GARUT UNTUK BERPRODUKSI TINGGI DI BAWAH TEGAKAN KAKAO DENGAN PEMBERIAN PUPUK N, P, DAN K | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan kepadatan populasi tanaman garut yang tepat per satuan luas lahan terhadap hasil tanaman garut, (2) menentukan komposisi pemupukan N, P, dan K yang tepat terhadap hasil tanaman garut, (3) menentukan interaksi antara pemupukan N, P, dan K dan kepadatan populasi terbaik untuk mendapatkan hasil tanaman garut yang optimum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 blok. Faktor pertama adalah kepadatan populasi (D) yang terdiri atas: D1: 83334 populasi tanaman/ha, D2: 55556 populasi tanaman/ha, D3: 41667 populasi tanaman/ha. Faktor kedua adalah komposisi pemupukan N, P, K (P) yaitu P1 (23 kg/ha N+36 kg/ha P2O5+60 kg/ha K2O), P2 (46 kg/ha N+54 kg/ha P2O5+90 kg/ha K2O), P3 (69 kg/ha N+72 kg/ha P2O5+120 kg/ha K2O), dan P4 (92 kg/ha N+90 kg/ha P2O5+150 kg/ha K2O). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah anakan per rumpun, bobot brangkasan kering, bobot umbi per tanaman, volume umbi per tanaman, dan bobot umbi per hektar. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi tanaman untuk menghasilkan umbi garut terbanyak adalah 83334 populasi tanaman/ha. Komposisi pemupukan N, P, dan K untuk menghasilkan umbi garut terbanyak adalah 92 kg N/ha +90 kg P2O5/ha +150 kg K2O/ha. Kombinasi perlakuan yang terbaik untuk menghasilkan umbi garut terberat adalah populasi 83334 tanaman/ha dengan pemberian pupuk 92 kg N/ha +90 kg P2O5/ha +150 kg K2O/ha (D1P4). | This research was aimed to: (1) determine the proper population density of arrowroot per unit land area on arrowroot yield, (2) determine the proper composition of the fertilizer N, P, and K on arrowroot yield, (3) determine the interaction between fertilization of N, P, and K and best population density to get the optimum result on arrowroot yield. The experimental design in this research was used a Randomized Complete Block Design (RCBD)with two factors and 3 bloks. The first factor was population density (D), which consists of: D1: 83334 plant population/ha, D2: 55556 plant population/ha, D3: 41667 plant population/ha. The second one was the composition of the N, P, K fertilizer (P), which consists of P1 (23 kg N /ha 36 kg P2O5/ha 60 kg K2O /ha), P2 (46 kg N /ha 54 kg P2O5/ha 90 kg K2O /ha), P3 (69 kg N /ha 72 kg P2O5/ha 120 kg K2O /ha), and P4 (92 kg N /ha 90 kg P2O5/ha 150 kg K2O /ha). Variable observed were plant height, leaf area, number of plantlets per clump, plant dry weight, tuber weigh per plant, tuber volume per plant, and tuber weight per hectare. The data were analyzed by using the F test, when significant then continued by using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) of 5%. The result showed that the number of plant population to produce tubers arowroot the most was 83334 plant population/ha (D1). The composition of N,P, and K fertilizer to produce tuber arowroot the most was 92 kg N/ha +90 kg P2O5/ha +150 kg K2O/ha. The best treatment combinations to produce tubers arrowroot the most was population 83334 plants/ha with 92 kg/ha N 90 kg/ha P2O5 150 kg/ha K2O fertilizer (D1P4). | |
| 8193 | 13620 | D1E010184 | PENGGUNAAN PREBIOTIK DALAM RANSUM ITIK TEGAL JANTAN UMUR 2 BULAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN | Penelitian yang dilaksanakan sejak 2 Mei 2015 hingga 10 Juni 2015 di Selo Arum Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan prebiotik (FOS (frcutoologoscaride), GOS (galactooligosacaride) dan Inulin) dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan itik Tegal jantan umur 2 bulan. Materi yang digunakan adalah 100 ekor itik Tegal jantan umur 2 bulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebagai perlakuan adalah Pakan basal (R0), pakan basal + 0,2 % FOS (R1), pakan basal + 0,2% GOS (R2) dan pakan basal + 0,2% Inulin (R3). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menujukkan bahwa perlakuan penggunaan prebiotik (FOS, GOS dan Inulin) dalam pakan itik Tegal jantan umur 2 bulan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan. Rataan hasil konsumsi pakan adalah 104,14 g (R 0); 102,13 g (R 1); 101,52 g (R 2); 102,09 g (R 3), dan rataan hasil pertumbuhan adalah 1205 g (R 0); 1182 g (R 1); 1195,5 g (R 2); 1239,5 g(R 3). Penelitian ini berkesimpulan bahwa penggunaan prebiotik FOS, GOS, dan Inulin dalam ransum itik Tegal jantan umur 2 bulan menghasilkan konsumsi pakan dan pertumbuhan yang relatif sama. | Conducted from 2 May to 10 June 2015 at Seloarum Farm and Science and Nutrition Laboratory Faculty of Animal Husbandry Jenderal Soedirman University Purwokerto, this research aimed to determine the effects of using prebiotics (FOS, GOS, and inulin) in feed on the feed consumption and growth of male Tegal ducks. The material used were 100 eight-week-old male Tegal ducks (Anas plathyrhincos). The treatments were basal feed (R 0), basal feed + 0.2% FOS (R 1), basal feed + GOS 0.2% (R 2), basal feed + Inulin 0.2% (R 3) that were given twice-a-day in the morning and the afternoon as much as 100 g /duck/ day and drinking water, ad libitum. The research used experimental method that was designed by using the Completely Randomized Design (CRD). Parameters being measured were the ducks’ feed consumptions and growths. The data which were analyzed using analysis of variances showed that the use of prebiotics in the diet did not affect significantly (P>0.05) on the feed consumption and growth. The results of feed consumptions, on average, were 104.14 g (R 0); 102.13 g (R 1); 101.52 g (R 2); 102.09 g (R 3), those of growth, on average, were 1205 g (R 0); 1182 g (R 1); 1195.5 g (R 2); 1239.5 g (R 3). The coclusion of this research is that the additions of prebiotic types of FOS, GOS, and Inulin in feed for eight-week male Tegal ducks resulted in relatively similar feed consumption and growth. | |
| 8194 | 8802 | F1A010081 | "Peran Remaja dalam Tradisi Penjamasan Benda Pusaka (Jimatan) di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas". "The Role of Youth in the Tradition Penjamasan Heritage Objects (Jimatan) Kalisalak Village, District Kebasen, Banyumas". | Penelitian berjudul “Peran Remaja dalam Tradisi Penjamasan Benda Pusaka (Jimatan) di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas” ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang peran remaja dalam tradisi dan proses regenerasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran remaja dalam Tradisi Penjamasan Benda Pusaka (Jimatan) sebagai panitia pendukung, seperti juru parkir, penjaga tiket masuk, dokumentasi, keamanan, menarik uang sewa pedagang, menjual hasil penghitungan benda pusaka, dan intinya menertibkan jalannya tradisi. Pewarisan atau regenerasi dalam tradisi meliputi regenerasi juru kunci dan regenerasi kerabat jimat. Proses regenerasi juru kunci ini dilakukan secara turun temurun di ambil dari Turun Lanang (keturunan laki-laki). Sedangkan untuk regenerasi dari kerabat jimat tidak ada syarat tertentu, selama masih memiliki garis keturunan dari kerabat jimat maka secara otomatis merupakan anggota dari kerabat jimat. Kata Kunci : Peran Remaja, Jimatan, Regenerasi. | The study titled "The Role of Youth in the Tradition Penjamasan Heritage Objects (Jimatan) Kalisalak Village, District Kebasen, Banyumas" aims to get an overview of the role of tradition and adolescents in the regeneration process. This research uses descriptive qualitative research method. The study was conducted in the village of Kalisalak, District Kebasen, Banyumas. The technique of determining the informant using Purposive Sampling. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. These results explained that the role of youth in Penjamasan Tradition Heritage Objects (Jimatan) as a supporting committee, such as parking attendants, guards admission, documentation, security, traders collect the rent, sell heirloom tally, and regulate essentially running tradition. Inheritance or tradition includes regeneration in regeneration and regeneration caretaker relatives talisman. Caretaker regeneration process is done for generations in the capture of Down Lanang (male offspring). As for the regeneration of relatives talisman no specific requirements, as long as it has a lineage of relatives fetish then automatically a member of the relatives talisman. Keywords : Role of Youth, Jimatan, Regeneration. | |
| 8195 | 10499 | G1A011114 | PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA ORANG TUA ANAK DISABILITAS TUNGGAL DENGAN ORANG TUA ANAK DISABILITAS GANDA DI SLB ABC WATHANIYAH ARJAWINANGUN | Latar Belakang:Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat berkembang secara normal. Namun, beberapa anak terlahir dengan kondisi mengalami disabilitas.Bagi orang tua, memiliki anak disabilitas menjadi sebuah pengalaman yang traumatis, apalagi jika anak tersebut memiliki lebih dari satu disabilitas yang berat.Orang tua anak disabilitas memiliki tanggung jawab dan tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan orang tua anak normal.Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat kecemasan pada orang tua anak disabilitas. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara orang tua anak disabilitas tunggal dengan orang tua anak disabilitas ganda di SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. Metode:Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anakdisabilitas di SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. Sebanyak 40 orang tua anak disabilitas memenuhi kriteria eksklusi. Data diperoleh dari hasil pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Anxiety Analog Scale (AAS). Analisis statistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecemasan antara orang tua anak disabilitas tunggal dengan orang tua anak disabilitas ganda (p>0,05). Beberapa faktor penyebab hasil menjadi tidak signifikan baik secara statistik maupun teori, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, jenis disabilitas, variasi ketunaan dan lama memiliki anak disabilitas. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecemasan antara orang tua anak disabilitas tunggal dengan orang tua anak disabilitas ganda di SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. | Background: Every parents wants their children to grow up normally. However, some children are born with disability. It becomes a traumatic experience, especially if the child has more than one severe disability. Parents of disabled child had responsibilities and pressures greater than parents with normal child. This causes higher levels of anxiety in parents of disabled child. Objective:This study aimed to know the difference level of anxiety between parents of single-disability children and parents of multiple-disability children in SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. Method: This was an analytic observational study with cross-sectional approach. The study involved 40 parents of disabled child in SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. The respondents were matched with exclusion criteria. Anxiety AnalogScale(AAS) questionnaire was used to obtain data. Univariable analysis was done, followed by theMann-Whitney Test for bivariable analysis test. Result: There was no significant difference in level of anxiety between parents of single-disability children and parents of multiple-disability children (p>0,05). Some factors affecting the results are sex, education level, economic level, type of disability, and time to have a disabled child. Conclusion: There was no significant difference level of anxiety between parents of single-disability children and parents of multiple-disability children in SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. | |
| 8196 | 11024 | G1A011013 | GAMBARAN APOPTOSIS SEL LEYDIG TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PURWOCENG (Pimpinella Alpina Molk). Studi Eksperimental pada Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) | Latar Belakang: Stres dapat menyebabkan apoptosis sel Leydig akibat peningkatan kadar glukokortikoid. Purwoceng (Pimpinella Alpina Molk) memiliki kandungan zat androgenik dan antioksidan yang dapat memperbaiki fungsi reproduksi. Tujuan: Mengetahui gambaran apoptosis sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diberi stres paradoxical sleep deprivation (PSD) setelah pemberian ekstrak akar purwoceng dengan pewarnaan TUNEL. Metode: Metode yang digunakan yaitu eksperimental post test only with control group design dengan 18 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar, yang dibagi menjadi 6 kelompok; kelompok A (kelompok kontrol sehat), B (PSD dan aquades sebagai kontrol positif), C (PSD kontrol negatif), D (PSD dan ekstrak etanol akar purwoceng 33,75 mg/200gr BB), E (PSD dan ekstrak etanol akar purwoceng 16,65 mg/200gr BB), F (PSD dan ekstrak etanol akar purwoceng 50,25 mg/200gr BB) dengan total perlakuan 19 hari. Parameter yang diperiksa adalah jumlah apoptosis sel Leydig. Hasil: Rerata apoptosis kelompok yang diberi ekstrak etanol akar purwoceng tidak lebih rendah dari kelompok yang diberi aquades. Rerata apoptosis kelompok yang diberi ekstrak etanol akar purwoceng 50,25 mg lebih rendah dari kelompok yang diberi ekstrak etanol akar purwoceng dosis lainnya. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol akar purwoceng 50,25 mg menunjukkan gambaran apoptosis yang lebih baik dari pada dosis 33,75 mg dan 16,65 mg. | Background: Increased glucocorticoid levels during stress known can cause apoptosis in Leydig cells. Purwoceng (Pimpinella Aplina Molk) contains of androgenic substances and antioxidants that can improve function of reproductive system. Objective: This study aimed to determine the figure of Leydig cell apoptosis using TUNEL assay in rats (Rattus norvegicus) male were given ethanol extract of purwoceng roots after paradoxical sleep deprivation (PSD) stress. Method: The study method was an experimental post test only with control group design. Albino rats male were divide into 6 groups (3 rats in each group). Group A (healthy control group), Group B (PSD and distilled water as a positive control), Group C (PSD only as a negative control), Group D (PSD and ethanol extract of purwoceng roots 16,65 mg/200gr BW), Group E (PSD and ethanol extract of purwoceng roots 33,75 mg/200gr BW), Group F (PSD and ethanol extract of purwoceng roots 50,55 mg/200gr BW). All treatment was given in 18 days. Testis samples were collected and stained by fluorescent TUNEL assay. Result: The results showed the mean apoptotic cells in group given ethanol extract of purwoceng roots not lower than the group given distilled water. Apoptotic cells in group A was 0,67 cells, group B was 1,67 cells, group C was 5 cells, group D was 2,67 cells, group E was 4 cells, group F was 2,33 cells. Conclusion: Group was given extract of purwoceng roots 50 mg showed better figure of Leydig cell apoptosis other doses. | |
| 8197 | 10501 | G1A007091 | HUBUNGAN DURASI TIDUR DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT PROFESI (CO-ASSISTANT) UNSOED PURWOKERTO | ABSTRAK Latar Belakang : Indeks massa tubuh (IMT) adalah nilai yang diambil dari perhitungan antara berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) seseorang.Jadwal yang padat dan durasi tidur yang tidak baik, dapat berperan sebagai salah satu faktor risiko terjadinya kegemukan mahasiswa kedokteran tingkat profesi (co-assistant) Unsoed Purwokerto. Tujuan Penelitian :Mengetahui hubungan antara durasi tidur dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa kedokteran tingkat profesi (co-assistant) Unsoed Purwokerto. Metode :Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitan adalah mahasiswa Jurusan Kedokteran tingkat profesi (co-assistant) Universitas Jenderal Soedirman sebanyak 55 orang.Dilakukan uji korelasi antara durasi tidur dengan indek masa tubuh. Hasil : Durasi tidur sebagian besar responden antara 5 – 7 dengan indeks massa tubuh dalam kategori obesitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa durasi tidur tidak berhubungan langsung dengan IMT (p=0,1853). Kesimpulan : durasi tidur tidak berhubungan dengan peningkatan indeks massa tubuh, dan terdapat beberapa faktor lain seperti umur, jenis kelamin, pola makan dan juga aktivitas fisik. | ABSTRACT Background:Body mass index(BMI) isthe valuetakenfrom thecalculation of theweight(W) andheight(TB) someone. Hectic scheduleandduration ofsleepis not good, canplay a roleasone of therisk factors ofobesitymedical studentprofession(co-assistant) UnsoedPurwokerto. Objective: To identifythe relationshipbetween sleep durationandbody mass index(BMI) at theprofessionallevelof medical students(co-assistant) UnsoedPurwokerto. Methods:The research design usedin this studywas an observational studywith cross sectional approach. Researchsubjectsarestudents of the Departmentof Medicine,levelprofessions(co-assistant) University General Sudirmanas many as55people. Docorrelationbetween sleep durationwithbody mass index. Results:The duration ofsleepmost of therespondentsbetween5-7with abody mass indexin theobesecategory. This studyshowsthat sleep durationis notdirectly related toBMI(p =0.1853). Conclusion:sleep durationwas notassociatedwith increasedbody mass index, andthere areseveralotherfactorssuch asage, sex, dietandphysicalactivity. | |
| 8198 | 8803 | H1E009031 | PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM PENGENDALIAN KETINGGIAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR EFEK HALL BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega16 | Pengukuran ketinggian air diperlukan dalam bidang pengairan untuk mengetahui tinggi muka air. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi sensor magnetik Efek-Hall tipe UGN3503 sebuah sensor magnetik semi konduktor dan aplikasinya sebagai sistem pengendalian ketinggian air berbasis mikrokontroler ATmega16. Karakterisasi dilakukan dengan mendekatkan sensor UGN3503 pada sumber magnet permanen. Setelah dilakukan karakterisasi keluaran sensor terhadap jarak sumber, selanjutnya sistem diimplementasikan untuk mengukur ketinggian permukaan air. Perubahan ketinggian permukaan air akan menyebabkan sistem konversi yang terdiri dari roda gigi tipe SG-05 dan SG-06 merubah jarak antara sensor UGN3503 dengan magnet permanen. Mikrokontroler ATmega16 digunakan untuk mengolah hasil konversi tersebut untuk kemudian ditampilkan dalam LCD 16 x 2 , menyalakan dan mematikan relay pompa air untuk mengatur ketinggian permukaan air. Prototype sistem ini dilengkapi dengan buzzer sebagai sinyal peringatan saat ketinggian air medekati batas maksimum. Dari pengujian yang dilakukan telah diketahui bahwa sistem yang telah dibuat memiliki sifat keluaran tegangan yang tidak linier terhadap magnet permanen. Prototype sistem memiliki sensitivitas 0,01 volt/cm dengan rentang pengukuran berkisar antara 0 sampai dengan 28 cm. | Measurement of water level in the irrigation needed to know high waters. Characterization Hall- effect magnetic sensor type UGN3503 and its application as the water level control system based microcontroller ATmega16 have been done . Characterisation done by drawing near sensor of UGN 3503 with source of permanent magnet. Then next step is implemented system to measure the height of the water surface. Changes in water surface elevation will cause a conversion system consisting of a gear type SG- 05 and SG- 06 to change the distance between the sensor UGN3503 with permanent magnets . The result is processed by ATmega16 microcontroller to later appear in the LCD 16 x 2 character , turn on and off the water pump relay to set the height of the water surface. Prototype system is equipped with a buzzer as a warning signal when the water level approaching maximum limit. This water level control system has been realized and work (can measuring equal to the reference). The height of water surface witch measurable is 1 - 28 cm with 1 cm accuracy scale. | |
| 8199 | 8804 | E1A109075 | PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP KELOMPOK MINORITAS DI INDONESIA (STUDI KASUS PENGUSIRAN WARGA SYIAH DI SAMPANG MADURA) | Pada ahir tahun 2011 terjadi konflik antara umat Islam yang bermadzhab Sunni dan Syiah, Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur Mengeluarkan Fatwa No.Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah, fatwa ini dijadikan alasan oleh beberapa kelompok masyarakat untuk bertindak main hakim sendiri sehingga permasalahanya berubah yang semula adalah masalah internal agama Islam menjadi permasalahan seluruh warga negara. UUD 1945 yang menjadi payung hukum seluruh kehidupan Negara Republik Indonesia harusnya bisa menengahi pertikaian antar warga negara tersebut. Kehidupan keberagaman di Indonesia yang diatur secara jelas tertuang dalam pasal 28 dan 29 tengah diuji. Berdasarkan dari realitas tersebut maka skripsi ini disusun. Penelitian ini akan mengkaji ulang kedudukam negara sebagai ruang publik untuk bisa dinikmati oleh seluruh warga Negara Indonesia tanpa membedakan minoritas dan mayoritas, beranjak dari sinilah semangat kebernegaraan dibangun. Penelitian ini juga menghindari pertentangan antara mayoritas dan minoritas, tetapi membangun dialog dan komunikasi antar keduanya. Kata kunci : negara hukum, hak asasi manusia, kelompok minoritas | ABSTRACT By the end of 2011 there is a conflict between Sunni Muslims and Shia bermadzhab, East Java Indonesia Ulama Council issued a fatwa on apostasy No.Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 Shia doctrine, the fatwa is used as an excuse by some communities to vigilante act so problem changed the original Islamic religion is an internal problem becomes the problem of all citizens. UUD 1945 that becoming an umbrella law for entire life in the Republic of Indonesia ought to mediate this conflict between those party, life of religion that arranged clearly in Section 28 and 29 have been test, pursuant to this reality, the thesis in compiled. The research will re-study the position of stat as a public domain that can be enjoyed by the entire citizen without any differentiating minority and majority. Bolt from that, the spirit of state will be develop. This research also avoid the opposition of majority and minority by developing the dialogue and communication between those party. Keywords: State, human rights, minority | |
| 8200 | 4370 | A1H008034 | KAJIAN KERIPIK PISANG DIGORENG MENGGUNAKAN MINYAK DAN TANPA MINYAK | Proses menggoreng adalah salah satu cara memasak bahan makanan mentah (raw food) menjadi makanan matang menggunakan minyak goreng yang dipanaskan terlebih dahulu. Penggorengan dapat dilakukan dengan minyak dan tanpa minyak. Penggorengan tanpa minyak salah satunya dikenal dengan istilah goreng pasir panas (hot sand frying) Salah satu olahan buah pisang adalah keripik. Tujuan penelitian yaitu, mengetahui perubahan kadar air keripik pisang, tingkat kerenyahan keripik pisang, nilai serapan minyak, tingkat penerimaan konsumen produk keripik pisang, serta menganalisis biaya produk keripik pisang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Mei 2012 sampai Juli 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini (1) Menganalisis grafik hubungan antara kadar air dengan waktu selama proses penggorengan; (2) Menganalisis perubahan kadar air dengan Hukum Arrhenius; (3) Menganalisis tingkat kerenyahan, serapan minyak, uji organoleptik serta menganalisis biaya produk keripik pisang goreng media pasir, kerikil dan minyak. Bentuk model matematika perubahan kadar air selama penggorengan keripik pisang berbeda untuk masing-masing media. Model matematika untuk pasir Mθp = Mi.exp[-24,5595{exp(-3234,1/Tkelvin)θ}]; untuk kerikil Mθk = Mi.exp[-0,3817{exp(-1988,8/Tkelvin)θ}]; dan untuk minyak adalah Mθm = Mi.exp[-704,367{exp (-4273,9/Tkelvin)θ}]. Pengukuran kerenyahan pada penggorengan keripik pisang menggunakan media pasir 0,061 N/mm2, kerikil 0,071 N/mm2, dan minyak 0,060 N/mm2. Nilai penyerapan minyak untuk penggorengan keripik pisang suhu 180 oC = 25,43%; suhu 170 oC = 22,53% dan suhu 160 oC = 19,49%. Harga keripik pisang dengan penggorengan pasir adalah Rp 15.773,-/kg ; dengan penggorengan kerikil Rp 16.731,-/kg; dan dengan penggorengan minyak Rp 22.330,-/kg. Uji organoleptik keripik pisang disimpulkan bahwa, keripik pisang goreng pasir dan kerikil bertesktur sangat renyah, rasa enak dan penerimaan konsumen; suka. Keripik pisang goreng minyak bertekstur sangat renyah, rasa sangat enak dan penerimaan konsumen; sangat suka. | The frying process is one of method to cook raw food being cooked food by heating cooking oil first. Frying can be done with oil and without oil. One of the frying process without oil is known as hot sand frying. Banana could be processed in to chips. Research objectives, assess changes in moisture content of banana chips, banana chips crispness level, oil absorption value, the level of consumer acceptance of products banana chips and banana chips to analyze the cost of the product. The research was conducted in the Laboratory of Agricultural Engineering, Jenderal Soedirman University in May 2012 until July 2012. The method used in this research are analyze the relationship between moisture content versus time during the frying process, analyze the changes in the moisture content of the Arrhenius law, analyze the level of crispness, oil absorption, organoleptic test and analyze product cost banana chips fried sand, gravel and oil. The mathematical models of changing moisture content during the frying of banana chips is differnt for each media. The mathematical models for sand is Mθp = Mi.exp[-24,5595{exp(-3234,1/Tkelvin)θ}]; gravel Mθk = Mi.exp[-0,3817{exp(-1988,8/Tkelvin)θ}]; and oils Mθm = Mi.exp[-704,367{exp(-4273,9/Tkelvin)θ}]. The measurement of crispness in the frying banana chips using sand is 0.061 N/mm2, gravel is 0.071 N/mm2 and using oil is 0.060 N/mm2. Oil absorption values for banana chips frying temperature 180oC is 25.43%; temperature 170 oC is 22.53% 170 oC and temperature 160 oC is 19.49%. The cost of Banana chips frying using sand is Rp 15,773.- / kg, using gravel is Rp 16,731.-/ kg, and using oil is Rp 22,330.-/ kg. Organoleptic tests concluded that banana chips, banana chips fried sand and gravel were very crispy texture, taste and consumer acceptance; love. Textured oil fried banana chips are very crispy, very tasty flavor and consumer acceptance; really like. |