Artikelilmiahs
Menampilkan 8.221-8.240 dari 48.904 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8221 | 8816 | H1K009023 | KAJIAN SEBARAN SEDIMEN DAN MINERAL DI PERAIRAN SEMARANG | Semarang memiliki dua sungai besar sebagai pembuangan air dari kawasan Kota Semarang menuju Laut Jawa untuk menanggulangi banjir yaitu Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat. Pembangunan Kota Semarang yang semakin pesat membuat kedua kanal tersebut menerima beban air lebih banyak, ditambah dengan sedimentasi yang tinggi. Sedimen yang terendapkan membawa banyak sedimen dan mineral dari darat yang menggambarkan kondisi lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi serta penyebaran sedimen dan mineral, mendeskripsikan perubahan lingkungan dilihat dari komposisi sedimen dan mineral di Perairan Semarang. Metode penelitian ini adalah metode survei, dengan didukung analisis granulometri, analisis visual, analisis XRD. Hasil menunjukkan jenis sedimen berdasarkan ukuran butir jenis sedimen lempung lanauan dengan sedikit campuran pasir. Komposisi sedimen di Perairan Semarang berupa mineral dan sedimen organik yang tersebar merataserta batuan yang kurang merata sebarannya. Mineral yang mendominasi yaitu mineral yang berasal dari batuan beku vulkanik berupa quartz dan mineral lain hasil pelapukan quartz yaitu kaoline yang mengindikasikan perairan yang tenang dengan temperatur sedang. | Semarang has two major rivers which are functioned as a water drainage from Semarang City to the Java Sea to overcome floods, they are Banjir Kanal Timur and Banjir Kanal Barat. As the consequence of the rapid development of Semarang city, both channels have received more water with high sedimentation. Sediments which were accumulated brings many of minerals which might reflect Semarang environment condition. This study aimed to know the composition and the spread of sediments and minerals, to describe environmental changes based on sediments and mineral composition of Semarang waters. A Survey method equipped with granulometry analysis, visual analysis, XRD analysis was used in this study. The results indicated the type of sediment grain size dominated by silty clay with a little sand mixture. The composition of the sediment in the Semarang waters is minerals and organic sediments which spreaded evenly, while rocks do not spread evenly. Minerals which dominate derived from volcanicigneous rocks in the form of quartz and other minerals are the resulted from weathering of quartz that is kaoline, which indicated calmly waters and with medium temperature. | |
| 8222 | 8817 | A1C010064 | STRATEGI PELAKSANAAN AGROPOLITAN DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN KUNINGAN | Program Agropolitan merupakan salah satu program pengembangan perdesaan potensial yang bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal sebagai roda pertumbuhan ekonomi di kawasan Perdesaan. Kawasan Agropolitan yang dikembangkan merupakan bagian dari potensi wilayah kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pelaksanaan agropolitan di empat distrik agropolitan Kabupaten Kuningan tahun 2006-2013, (2) Menyusun strategi prioritas pelaksanaan agropolitan Kabupaten Kuningan tahap ketiga. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kuningan pada 12 Maret sampai dengan 17 April 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan rancangan pengambilan sampel yaitu purposive sampling sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data melalui observasi, penyebaran kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas pelaksanaan agropolitan tahap ke-III yaitu memprioritaskan pelaksanaan agropolitan di Distrik Cilimus dengan pertimbangan bahwa Distrik Cilimus memiliki keunggulan di Sektor Agribisnis, Agroindustri dan Agrowisata. Pelaksanaan agropolitan di Distrik Cilimus memprioritaskan Sektor Agribisnis dengan pertimbangan keunggulan komparatif komoditasnya paling unggul dibandingkan ketiga distrik lainnya di Kabupaten Kuningan. | Agropolitan Program is one of potential village development program which is aimed to develop a local potency as the wheel of economics growth in village area. A developed Agropolitan Area is a part of the potency of regency area. This research is aimed to: (1) Analize the implementation of agropolitan in four agropolitan districts Kuningan Regency 2006-2013, (2) Compose the priority strategy of agropolitan’s implementation Kuningan Regency in the third period. The research was conducted in Kuningan Regency on March 12th until April 17th 2014. The research method is survey with purposive sampling as much as 30 respondents. The technique of collecting data through observation, quetionaire, interview and literature. Data was analized by using descriptive analysis and Analitical Hierarchy Process (AHP). Research results showed that the priority strategy of agropolitan implementation in the third period is prioritizing agropolitan implementation in Cilimus District with consider that Cilimus District has strong-point in Agribusiness, Agro-industry, and Agri-tourism. Agropolitan implementation prioritizes Agribusiness Sector with consider that comodity comparative strong-point is the strongest comparing with three other districts in Kuningan Regency. | |
| 8223 | 8818 | E1A008098 | CATHINONE SEBAGAI NARKOTIKA ( Studi Tentang Asal, Ciri-ciri Fisik dan Dampak yang Ditimbulkan oleh Cathinone, serta Kedudukan Hukumnya Berdasarkan Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ) | Jenis-jenis narkotika mengalami perkembangan, diantaranya jenis narkotika yang sekarang ditemukan yaitu cathinone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah cathinone dapat di masukan kedalam jenis-jenis narkotika yang diatur oleh Undang-undang narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan apakah apabila cathinone dimasukan kedalam jenis-jenis narkotika tidak melanggar asas legalitas yang terdapat di dalam pasal 1 ayat 1 KUHP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan Cathinone merupakan metabolis dari tumbuhan khat yang dapat dimasukan kedalam jenis narkotika golongan I dan Penerapan asas legalitas dalam penentuan cathinone sebagai narkotika tidak melanggar asas legalitas, untuk menentukan cathinone sebagai narkotika menggunakan penafsiran teologis atau sosiologis.Berdasarkan penafsiran teologis cathionone dapat di kategorikan sebagai narkotika golongan I. | The types of narcotics had been developed, including the type of narcotics that is now found that cathinone. This study aims to analyze whether cathinone can be input into the types of narcotics are regulated by the narcotics Act No. 35 of 2009 on narcotics and whether if cathinone input into the types of narcotics does not violate the principle of legality contained in article 1, paragraph 1 Criminal Code. The research method used in this study is a normative juridical approach. Based on the results of the study found metabolites of cathinone is khat plant that can be entered into kind narcotics class I and Application of the principle of legality in the determination of cathinone as narcotics does not violate the principle of legality, to determine the use narcotics cathinone as a teleological interpretation or teleological interpretation sosiologis.Based on teleological interpretation or sosiological, cathionone can be categorized as narcotics class I. | |
| 8224 | 8820 | G1A009111 | KEPERCAYAAN PASIEN PADA DOKTER POLI BEDAH DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Dokter mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Pelayanan kesehatan yang diharapkan adalah pelayanan yang berkualitas, sehingga mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian serta menciptakan masyarakat yang sehat sejahtera. Pelayanan yang baik akan tercipta jika terdapat kepercayan antara pasien serta keluarga pasien terhadap dokter. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, diperlukaan adanya komunikasi yang efektif antara dokter dengan pasien yang berperan dalam proses penyembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepercayaan pasien pada dokter poli bedah di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur. Responden pada penelitian ini adalah pasien pada poli bedah RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan jumlah delapan orang. Fenomena yang dijumpai pada penelitian ini bahwa pelayanan yang didapat pasien dari dokter tidak lepas dari komunikasi yang baik antara dokter dan pasien akan membuat pasien nyaman. Pasien pasien percaya pada pelayanan yang diberikan dokter untuk membantu kesembuhan terhadap penyakit yang dideritanya karena pasien menganggap dokter merupakan orang yang ahli di bidang medis dan memberikan pelayanan sesuai kemampuan yang dokter miliki. | Doctors have an important role in providing health services to their patients. Expected health services are qualified services, so that it is able to decrease sickness value and mortality and is able to lead a wealthy society. Good services will be created when there is such a trust between patients/ their families and the doctors. In providing health services, effective communication between doctors and patients is needed. The aim of this study was to examine patients’ trust to the doctors in Surgery Department of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo-Purwokerto. A qualitative research design with semi structured method interview was applied in this study. The respondents were the patients and their families of the Surgery Department of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo-Purwokerto as much as eight respondents. The phenomenon found in this study indicated that the services obtained by the patients were related to good communication between doctors and patients and leads a convient atmosphere. The patients believe that services given by the doctors help to cure the patients as the patients believed that the doctors are regarded as the expert. | |
| 8225 | 8819 | A1C010116 | ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI DALAM MUSIM (ON SEASON) DAN DI LUAR MUSIM (OFF SEASON) DI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Sumbang merupakan sentra produksi cabai merah di Kabupaten Banyumas. Di Desa Gandatapa terdapat kelompok tani yang melakukan usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim. Harga jual cabai merah di luar musim (musim hujan) lebih tinggi daripada harga jual cabai merah di dalam musim (musim kemarau), hal tersebut karena jumlah persediaan cabai pada saat musim hujan lebih sedikit dibandingkan permintaan masyarakat. Faktor lingkungan yang kurang mendukung menyebabkan banyak sekali resiko yang harus dihadapi petani untuk melakukan usahatani cabai merah di luar musim. Tujuan penelitian adalah : 1) Mengetahui perbedaan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani pada usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim. 2) Mengetahui besarnya perbedaan pendapatan yang diterima oleh petani pada usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim. 3) Mengetahui efisiensi usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim. Penelitian dilaksanakan pada Gapoktan Ganda Arum Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus. Data yang diperoleh adalah data primer dengan metode wawancara, pencatatan dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan meliputi : biaya, penerimaan, pendapatan, efisiensi usaha, dan uji beda t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan biaya per hektar yang dikeluarkan pada usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim sebesar Rp5.345.539 per musim tanam. Terdapat perbedaan pendapatan per hektar yang diterima pada usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim sebesar Rp25.336.961 per musim tanam. Nilai efisiensi usaha (R/C) pada usahatani cabai merah di dalam musim dan di luar musim per hektar adalah 3,83 dan 4,03, artinya usahatani cabai merah di luar musim lebih efisien daripada usahatani cabai merah di dalam musim karena memiliki nilai R/C yang lebih besar. | Sumbang Subdistrict is a red chili production center in Banyumas Regency. In Gandatapa village there farmer groups who do farming red chili in the season and out of season. The selling price of red chillies in the off-season (rainy season) is higher than the selling price of red chillies in a season (dry season), it is because the number of inventory chili during the rainy season is less than the demand of society. Unfavorable environmental factors that cause a lot of risks that must be faced by the farmers to undertake off-season red chili farming. The purpose of the study were: 1) Knowing the difference in the costs incurred by the farmer in a red chili farming in the season and out of season. 2) Determine the magnitude of differences in income received by farmers in farming red chili in the season and out of season. 3) Knowing red chili farming efficiency in the season and out of season. The experiment was conducted on a Gapoktan Ganda Arum in Gandatapa Village Sumbang Subdistric Banyumas Regency. The method used in the study is a case study. The data is the primary data obtained through interviews, recording and literature. Analytical methods used include: cost, revenue, earnings, business efficiency, and t-test. The results showed that there is a difference cost incurred per hectare on red chili farming in the season and out of season as a big as Rp5.345.539 per growing season. There is a difference income earned per hectare in red chili farming in the season and out of season as big as Rp25.336.961 per growing season. Business efficiency value (R / C ratio) on red chili farming in the season and out of season per hectare was 3.83 and 4.03, meaning red chili farming in out of season is more efficient than red chili farming in the season because it has a value of R/C is greater. | |
| 8226 | 10509 | F1A009065 | Nge-“Drag” (Studi Tentang Balap Liar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah) | Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi para remaja di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, remaja yang ikut balap liar Drag race dikarenakan para remaja melakukan balap liar Drag race untuk mencari kepuasan, kebanggaan, eksistensi dalam melakukan balap liar tersebut. Serta para remaja dalam kegiatan balap liar, ikut serta untuk memperoleh kemenangan dan dikenal oleh kelompok lain. Mendapatkan uang, proses ini dilakukan dengan cara melakukan taruhan disetiap balapan berlangsung. Kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan kelompok lain, kebutuhan untuk bergaul dan memperluas teman dalam kelompok balap liar. Serta penyebab maraknya balap liar di daerah tersebut dikarenakan kurangnya lahan dari pemerintah untuk menyalurkan bakat dalam dunia balap, sehingga mereka menyalurkanya di jalan umum. | The research result has shown that district of Ayah in Regency of Kebumen Central Java. This research is that t he motivation of adolescences who participates in the illegal of drag race because the adolescences doing the illegal drag race to look for the satisfying, proud, existence in doing that illegal drag race. And the adolescences in the activity of illegal drag race they participates to obtain the victory and famous by the other group. They can get the money, this process is conducted by doing the gambling or bet in every illegal drag race. The need to make the interaction with the other group, the need to make good socialization and expand their more friends in the illegal drag race. The increment of the illegal drag race in this area it is caused by the lack of the legal area from the government to help the race exploit their ability and talent in the race world, so they exploit their ability and talent in the public road. | |
| 8227 | 11985 | G1A011046 | HUBUNGAN ONSET PENYAKIT DENGAN KEMAMPUAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Diabetes melitus tipe 2 berhubungan dengan berbagai macam komplikasi, dan saat ini tengah diteliti komplikasi yang merupakan kombinasi dari komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Komplikasi tersebut ialah penurunan fungsi kognitif, termasuk gangguan memori jangka pendek yang dapat berkembang menjadi demensia. Beberapa studi menunjukkan hasil bahwa perkembangan menuju demensia pada pasien diabetes melitus tipe 2 ini berhubungan dengan durasi seseorang mengalami diabetes melitus, yang dapat diketahui berdasarkan onset penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan onset penyakit dengan kemampuan memori jangka pendek pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan studi potong lintang (cross sectional) dengan teknik consecutive sampling dan quota sampling. Subjek penelitian adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang datang memeriksakan diri ke klinik Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Subyek penelitian dikelompokkan berdasarkan onset penyakit, yakni kelompok pasien diabetes melitus tipe 2 dengan onset penyakit < 10 tahun yakni sebanyak 28 pasien dan kelompok pasien dengan onset penyakit >=10 tahun sebanyak 28 pasien. Analisis univariat disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat untuk membandingkan skor memori jangka pendek pada dua kelompok dengan menggunakan uji t tidak berpasangan menunjukkan hasil uji statistik p=0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara onset penyakit dengan kemampuan memori jangka pendek pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | Type 2 diabetes mellitus associated with various complication and now currently studied about one of complication were thought to be a combination of microvascular and macrovascular complications. The one of complication is impaired cognitive function, including short term memory decline that can develop into dementia. Some studies have shown that the development of dementia are associated with duration of disease that can be known by onset. This study aims to determine the association between onset of disease and short term memory capacity on type 2 diabetes mellitus patients. This was an observational analytic study with cross sectional design, with consecutive sampling and quota sampling with 56 subjects. Subjects were diabetics patients on RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Subjects divided into two groups according to the onset of diabetes, consisted of 28 patients on group of patients with disease onset <10 years, and 28 patients on group of patients with disease onset >= 10 years. Univariate analysis was presented using frequency distribution table. Bivariate analysis was analyzed with independent t-test to compare the short-term memory scores in the two groups with p = 0.001 (p<0.05). The conclusion suggests association between onset of disease and short term memory capacity in patients with type 2 diabetes mellitus. | |
| 8228 | 11026 | G1A011092 | Hubungan Asupan Triptofan dengan Kualita Tidur pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | Latar belakang: Kualitas tidur yang buruk 51% dialami usia 19-29 tahun. Triptofan yang dimetabolisme menjadi melatonin akan mempengaruhi sistem pemicu tidur di hipotalamus tempat regulasi fungsi sirkadian. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara asupan triptofan dengan kualitas tidur pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Studi observasional analitik cross sectional ini dilakukan pada 44 Mahasiswi Jurusan Kedokteran Umum FK UNSOED angkatan 2011-2014. Jumlah asupan triptofan dinilai menggunakan kuesioner food record 4x24 jam. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-wilk. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson. Hasil: Rerata asupan triptofan adalah 260 mg/hari dan rerata kualitas tidur menggunakan skor PSQI adalah 6. Tidak terdapat hubungan asupan triptofan dan kualitas tidur pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran UNSOED (p=0,398). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan asupan triptofan dan kualitas tidur pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran UNSOED. | Background: Bad sleep quality occurs about 51% of age 19-29. Tryptophan will be metabolized into melatonin influence cause of sleep system in hypothalamus as the regulation function of circadian rhythms. Aim: To analyze the correlation between tryptophan consumption and quality of sleep to the female students of Public Medical Majors, Faculty of Medical, Jenderal Soedriman University. Method: This analytic observational cross sectional study is conducted to 44 female medical students year 2011-2014. The number of tryptophan consumption is counted by using food record 4x24 hours. Sleep quality measurement is done by using questionnaire PSQI. Normality test used Saphiro-wilk. Univariat analysis uses frequency distribution table and bivariat analysis used Pearson correlation. Result: The average of tryptophan consumption to female medical students is 260 mg/day and the average of sleep quality using PSQI score is 6. There is no significant correlation between tryptophan consumption and quality of sleep to the female medical students, faculty of medicine, Jenderal Soedirman University (p=0,398). Conclusion: There is no correlation between tryptophan consumption and quality of sleep to the female medical students, faculty of medicine, Jenderal Soedirman University. | |
| 8229 | 11027 | B1J010180 | PERTUMBUHAN MISELIUM Hypoxylon sp. PADA BERBAGAI MEDIUM PADAT SEBAGAI KAJIAN AWAL SIMBIOSISNYA DENGAN Tremella fuciformis | Tremella fuciformis merupakan salah satu jamur dari kelas Basidiomycetes dengan ciri-ciri tubuh buah berwarna putih dan nampak bening seperti agar-agar sehingga disebut dengan ‘jelly fungi’. Jamur ini memiliki banyak manfaat baik dari segi kesehatan ataupun untuk dikonsumsi sebagai campuran masakan. Tubuh buah T. fuciformis hanya dapat tumbuh jika bersimbiosis dengan jamur lain, dalam hal ini adalah Hypoxylon sp. Kesesuaian kedua jamur ini dalam bersimbiosis telah teruji dengan mengisolasi T. fuciformis dan Hypoxylon sp. dari substrat yang sama. Penelitian tentang Hypoxylon sp. masih terbatas sehingga dapat menjadi kendala dalam pengembangan T. fuciformis. Informasi awal yang dibutuhkan umumnya adalah jenis medium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetehui pengaruh berbagai medium padat terhadap pertumbuhan miselium Hypoxylon sp. dan mengetahui jenis medium padat yang paling baik untuk pertumbuhan miselium Hypoxylon sp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Adapun faktor yang diuji adalah macam medium untuk pertumbuhan miselium jamur. Medium padat yang digunakan yaitu Malt Yeast Peptone Agar (MYPA), Potato Dextrose Yeast Agar (PDYA), Oatmeal Malt Yeast Agar (OMYA), Malt Extract Agar (MEA) dan Dog Food Agar (DFA). Variabel bebas berupa beberapa macam medium untuk pertumbuhan miselium Hypoxylon sp. sedangkan variabel tergantungnya yaitu pertumbuhan miselium Hypoxylon sp. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Uji F), hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis medium berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni miselium Hypoxylon sp. Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa medium PDA merupakan medium paling baik untuk pertumbuhan miselium Hypoxylon sp. dengan rata-rata diameter koloni miselium sepanjang 9 cm. Kata kunci: Hypoxylon sp., pertumbuhan miselium, medium padat | Tremella fuciformis is one of the Bacidiomycetes fungi with the features of the fruit bodies whitish and apparently tranparent like a jelly so called ‘jelly fungi’. This fungus has many benefits for health or to be consumed as a mixture of cuisines. T. fuciformis was capable of forming fruiting bodies only if it formed symbiosis with another fungus, in this case Hypoxylon sp. Suitability of these fungi in symbiosis has been tested by isolating T. fuciformis and Hypoxylon sp. from the same subtrates. A research of Hypoxylon sp. was very limited so it could be an obstacle for T. fuciformis development. A common initial information was necessary is the type of medium. This study aimed to determine the influence of solid medium toward the mycelial growth of Hypoxylon sp. and to determine the best medium for the mycelial growth of Hypoxylon sp. The method used in this study was experimental method with completely randomized design (CRD). Tested factors was types of medium for mycelium growth. Solid medium that used which were Malt Yeast Peptone Agar (MYPA), Potato Dextrose Yeast Agar (PDYA), Oatmeal Malt Yeast Agar (OMYA), Malt Extract Agar (MEA) and Dog Food Agar (DFA). Variables that used were the independent variable which was types of medium and dependent variables was mycelium growth. Research data were analyzed using Analysis of Variance (Uji F), the results showed that the type of medium was very influential toward the average diameter of mycelium colony Hypoxylon sp. Honestly Significant Difference (HSD) test showed that the PDYA was the best medium for mycelial growth of Hypoxylon sp. with an average diameter of 9 cm. Keywords: Hypoxylon sp., mycelium growth, solid medium | |
| 8230 | 8821 | D1E009050 | HUBUNGAN DINAMIKA KELOMPOK DENGAN ADOPSI TEKNOLOGI PAKAN TERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (STUDI KASUS: DI DESA SUKAHARJA, KECAMATAN SARIWANGI, KABUPATEN TASIKMALAYA) | Penelitian berjudul “Hubungan Dinamika Kelompok dengan Adopsi Teknologi Pakan Ternak Kambing Peranakan Etawa (Studi Kasus di Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya)”, dilaksanakan mulai dari tanggal 25 November 2013 sampai dengan tanggal 9 Desember 2013 di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kategori dinamika kelompok peternakan kambing PE, (2) Mengetahui tingkat adopsi teknologi pakan ternak kambing PE, (3) Mengetahui hubungan dinamika kelompok dengan adopsi teknologi pakan peternakan Kambing Peranakan Etawa (PE). Penelitian dilakukan dengan metode survei. Teknik penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling. Model analisis menggunakan korelasi rank spearman (rs) dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan Unsur-unsur dinamika kelompok yang tergolong tinggi diantaranya tujuan kelompok, struktur kelompok dan kekompakan kelompok. Sedangkan yang tergolong sedang adalah fungsi kelompok. Tingkat adopsi teknologi pakan peternakan kambing PE tergolong sedang dengan persentase 82,5%. Uji korelasi rs menunjukkan bahwa tidak semua unsur-unsur dalam dinamika kelompok mempunyai korelasi dengan adopsi teknologi pakan hanya struktur kelompok, fungsi kelompok, dan kekompakan kelompok yang mempunyai hubungan dengan adopsi teknologi pakan, sedangkan tujuan kelompok tidak berhubungan sama sekali dengan adopsi teknologi pakan. Variabel yang berhubungan diantaranya sistem pemberian pakan dengan tujuan kelompok dan struktur kelompok, jenis pakan dengan struktur kelompok, pakan tambahan dengan tujuan kelompok, penggunaan teknologi dengan struktur kelompok, fungsi tugas kelompok, dan kekompakan kelompok, sedangkan pemanfaatan limbah tidak berhubungan antar satu dengan yang lainnya. Kata kunci: Dinamika kelompok, adopsi teknologi pakan, kambing PE | The research entitled “The relationship group dynamic with the feed technology adoption of the Ettawa Dairy Cattle (the study case in Sukaharja, Sariwangi, Tasikmalaya)”, was held from November 25th 2013 till Desember 9th 2013 in Tasikmalaya. The research had purposes (1) to know the group dynamic category of Ettawa crossbred goat ranch, (2) to know technology adoption degree of Ettawa crossbred goat livestock feed, (3) to know the relationship between group dynamic with the ranch feed technology adoption of the Ettawa Dairy Cattle. The research was done by survey method. Sample assembling technique used purposive sampling method. Analysis model used rank spearman correlation (rs) with SPSS program. Element of group dynamics which is high among group goals, structure of goals, and cohesiveness of group. While element of group which is moderately function of groups. Technology adoption degree of Ettawa crossbred goat ranch feed was classified medium with 82,5%percentages. Correlation test rs showed that not all elements in group dynamic had correlation with the feed technology adoption only group structure, group function, and group collaboration which had the relationship with feed technology adoption, whereas the group purpose didn’t related with feed technology adoption. The correlation of variable is feeding system with a purpose group and the structure of group, the variety of feed with the structure of group, the food additives with a purpose of group, application of technology with the structure of group, function of task group and group cohesiveness, while the utilization of waste unrelated to each other. Keywords: Group dynamic, feed technology adoption, Ettawa crossbred goat | |
| 8231 | 8823 | D1E009218 | SUBSTITUSI KONSENTRAT MENGGUNAKAN TEPUNG BULU AYAM OLAHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BOBOT TUBUH SERTA KARKAS AYAM BROILER UMUR 6 MINGGU | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi konsentrat oleh tepung bulu ayam olahan terhadap bobot tubuh dan bobot karkas ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam broiler, kandang metabolis dan Bacillus Sp. MTS untuk fermentasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu, R0 (tanpa pemberian tepung bulu olahan), R1 (3% tepung bulu olahan), R2 (6 % tepung bulu olahan) , R3 (9 % tepung bulu olahan), R4 (12 % tepung bulu olahan), setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diamati adalah bobot tubuh dan bobot karkas. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan tepung bulu olahan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap bobot tubuh dan bobot karkas. Hasil pengamatan diperoleh rataan bobot tubuh antara 1315 g ± 82,20 g sampai dengan 1353 g ± 78,33 g dan rataan bobot karkas antara 854 g ± 53,62 g sampai dengan 879 g ± 51,10 g. Teknik pengolahan tepung bulu secara fisik, kimia, dan biologis dengan cara fermentasi menggunakan Bacillus sp MTS mampu meningkatkan daya cerna bulu ayam dan tepung bulu olahan dan dapat digunakan hingga 12% tanpa menyebabkan penurunan bobot. | The purpose of the study is to determine the effect of of substitution of concentrate by processed chicken feather powder and its effects on body weight and carcasses of broilers.. The materials used were 60 broiler chickens, metabolic cages and Isolates of Bacillus Sp. MTS for fermentation. The study was conducted with an experimental method in vivo using completely randomized design (CRD) with 5 treatments. R0 (without any feather meal), R1 (3% processed feather meal), R2 (6% processed feather meal), R3 (9% processed feather meal), R4 (12% processed feather meal). Each treatment was repeated 4 times. The observed variables are body weight and carcass weight. The observation of the average body weight gained between 1315 g ± 82.20 g to 1353 g ± 78.33 g and the average carcass weight between 854 g ± 53.62 g to 51.10 g ± 879 g. Results of analysis of variance showed that the use of fermented feather powder does not affect significantly (P> 0.05) on body weight and carcass weight. Feather powder processing techniques, which are physically, chemically, and biologically by using fermented Bacillus sp MTS is able to improve the digestibility of chicken feathers and feather powder preparations and can be used up to 12% without causing weight loss. | |
| 8232 | 8824 | H1C010076 | Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (LTE) Wilayah Kota Bekasi Berdasarkan Coverage Dan Capacity Planning | Perkembangan telekomunikasi akhir-akhir ini menyebabkan kebutuhan manusia akan transfer data dan akses informasi semakin meningkat. Teknologi Long Term Evolution (LTE) lahir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerataan kemajuan teknologi LTE di berbagai daerah termasuk wilayah Bekasi tidak dapat berjalan tanpa adanya perencanaan yang baik mengenai jaringan LTE. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan jaringan untuk dapat mencakup seluruh area dan melayani semua kebutuhan pelanggan wilayah Bekasi. Penelitian ini mensimulasikan perencanaan jaringan LTE berdasarkan coverage dan capacity planning. Dalam simulasi ini menggunakan frekuensi 1800 MHz, bandwidth 20 MHz, dan model propagasi COST 231-Hatta. Hasil penelitian coverage planning menunjukkan modulasi QPSK dan coding rate ½ menghasilkan receiver sensitivity sebesar -81,675 dB, MAPL sebesar 145,675, radius sel sejauh 2,14 km, cakupan sel seluas 11,94 km2, dan jumlah eNodeB yang dibutuhkan sebanyak 18 buah eNodeB. Modulasi 64 QAM membutuhkan sensitivitas penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan QPSK dan 16 QAM. Semakin tinggi level modulasi dan coding rate, maka semakin tinggi sensitivitas penerimaannya yang berpengaruh pada semakin rendahnya nilai MAPL, dan jumlah eNodeB yang dibutuhkan semakin banyak. Hasil dari capacity planning menunjukkan kebutuhan trafik pada tahun 2014 sebesar 8,69 Mbps dan membutuhkan sebanyak 19 eNodeB. Sehingga perencanaan yang tepat dan efisien untuk wilayah Bekasi adalah perencanaan berdasarkan kapasitas karena dapat melayani seluruh kebutuhan trafik dan mencakup seluruh area Bekasi seluas 210,49 km2. | The developments of Telecommunications in recent years cause to the human need for transfer of data and access to information is increasing. Long Term Evolution (LTE) was born as a solution to meet those needs. The distribution of LTE technological progress of in various areas including Bekasi area can not run without proper planning of an LTE network. In this research, network planning to be able to cover whole area and serve all customer needs of Bekasi area. This research simulates LTE network planning based on the coverage and capacity planning. In this simulation uses the 1800 MHz frequency, 20 MHz bandwidth, and COST 231-Hatta propagation model. The results of the research based on coverage planning showed QPSK modulation and coding rate ½ it has value receiver sensitivity about -81.675 dB, MAPL for 145.675 dB, as far as the cell radius of 2.14 km, covering an area of 11.94 km2, and the number of eNodeB that required as many as 18 pieces. Modulation of 64 QAM requires receiver sensitivity more than QPSK and 16 QAM. When the levels of modulation and coding rate is greater it’s produces a larger value of receiver sensitivity that give the effect a smaller value of MAPL, and the number of eNodeB is increase. The results for capacity planning showed capacity traffic in 2014 amounted to 8.69 Mbps and requires as much as 19 eNodeB. So that proper and efficient planning for the Bekasi area is based capacity planning because it can serve all the needs of traffic and covers the entire area of Bekasi area of 210.49 km2. | |
| 8233 | 10511 | G1B010006 | ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA BALITA (0 – 59 BULAN) (Studi di Wilayah Puskesmas I dan II Baturraden Kabupaten Banyumas) | INTISARI Pneumonia adalah penyebab terbesar kematian pada anak balita di dunia pada tahun 2012 yaitu sebanyak 1,1 juta jiwa, dengan proporsi kematian balita karena pneumonia sebesar 19-26%. Penemuan penderita pneumonia balita di Kecamatan Baturraden sebanyak 56,6%. Angka ini belum sesuai dengan target cakupan penemuan pneumonia yaitu sebesar 60% yang merupakan 10% dari seluruh sasaran balita. Beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan angka kejadian pneumonia balita adalah jenis bahan bakar, tingkat kelembaban, keberadaan perokok, status gizi, status ASI eksklusif, status imunisasi dan pemberian vitamin A. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian pneumonia balita. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kasus kontrol. Kasus adalah balita penderita pneumonia sebanyak 35 orang dan kontrol adalah balita yang tidak menderita pneumonia berdasarkan pemeriksaan klinis yang dilakukan tenaga kesehatan sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi square dan perhitungan Odds Rasio Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian pneumonia balita adalah jenis bahan bakar (p=0,015; OR=3,7; CI=1,383-10,169) dan tingkat kelembapan (p=0,030; OR=4,0; CI=1,250-12,804). Saran yang diajukan adalah menghindari penggunaan bahan bakar berjenis kayu/arang dan meningkatkan fungsi ventilasi rumah. | ABSTRACT Pneumonia is the biggest cause of death in children under five in the world in 2012 as many as 1.1 million people, with the proportion of under-five deaths due to pneumonia by 19-26%. The discovery of pneumonia toddler in District Baturraden as 56.6%. This rate does not match the target coverage of pneumonia that is equal to 60% which is 10% of the targeted children under five. Some of the risk factors that may increase the incidence of infant pneumonia is a type of fuel, humidity, presence of smokers, nutritional status, the status of exclusive breastfeeding, immunization status and Vitamin A. The purpose of this research to determine risk factors for the incidence of pneumonia children. This research is analytic with case-control design. There were 35 peoples of pneumonia patients as a cases and 35 peoples as a control, get from based on clinical examination conducted health workers. Data analyzed by univariate and bivariate analyze with Chi square test and Odds Ratio calculation. The research result showed that risk factors incidence of pneumonia childrens is type of fuel (p=0,015; OR=3,7; CI=1,383-10,169) and humidity levels (p=0,030; OR=4,0; CI=1,250-12,804). Suggestions submitted is to avoid the use of fuel-type wood/charcoal and improve home ventilation function. | |
| 8234 | 8825 | C1C009092 | EVALUASI TERHADAP KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD (Studi Pada Bank BNI SYARIAH dan BRI SYARIAH Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perbankan syariah dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard terdiri dari perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah dan karyawan BNI Syariah dan BRI Syariah Purwokerto. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 responden untuk masing-masing nasabah Bank, dan 4 manajer BRI Syariah dan 6 kepala divisi BNI Syariah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa kinerja perspektif keuangan Bank BNI Syariah dan BRI Syariah dinilai sangat baik, dengan efisiensi biaya, serta peningkatan pendapatan dari tahun sebelumnya. Kinerja pada perspektif pelanggan dari Bank BNI Syariah dan BRI Syariah dinilai baik, dengan tingkat kepuasan yang cukup tinggi, terbukti dari tingkat kepercayaan nasabah ke bank yang bersangkutan. Kinerja pada perspektif proses bisnis internal Bank BNI Syariah dan BRI Syariah dianggap baik, di mana kedua bank dapat mewujudkan penerimaan pelanggan dan proses administrasi pelanggan secara cepat dan akurat. Kinerja Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dinilai sangat baik pada BNI Syariah dan BRI Syariah, yang berarti adanya kesempatan pelatihan secara terbuka untuk setiap karyawan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan karyawan bersikap terbuka terhadap ide-ide dan inovasi. | The purpose of this study is to investigate the performance of Islamic banking by using a balanced scorecard approach consisting perspective from a financial perspective, customer, internal business processes and learning and growth. The population in this study is the customers and employees of BNI Sharia and BRI Sharia Purwokerto. The number of respondents who were taken in this study is 30 respondents for each customer, and amount of 4 managers BRI Sharia and 6 head of division BNI Sharia. Based on the results of research and analysis can be concluded that the performance of the financial perspective of Bank BNI Sharia and BRI Sharia rated excellent, with cost efficiency, as well as an increase in revenues from the previous year. Performance on the customer's perspective of Bank BNI Sharia and BRI Sharia rated as good, with a fairly high degree of customer satisfaction as evidenced from the level of customer confidence in the bank. Performance on the internal business process perspective of Bank BNI Sharia and BRI Sharia considered good, where both banks are able to realize the customer acceptance and administration of customer acceptance process quickly and accurately. Learning and growth perspective performance was rated excellent at BNI Sharia and BRI Sharia, which means there are opened training opportunities for each employee in order to improve the quality of human resources and employee being open to ideas and innovation. | |
| 8235 | 8822 | F1D007002 | Peranan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 tahun 2011 Tentang Pajak Reklame | Judul penelitian ini adalah Peranan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 7 tahun 2011 Tentang Pajak Reklame.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa peran DPPKAD dalam implementasi peraturan daerah kabupaten Ciamis nomor 7 tahun 2011 tentang pajak reklame.Selain itu penelitian ini untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat DPPKAD Kabupaten Ciamis dalam pelaksanaan peraturan daerah tentang reklame. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran DPPKAD dalam pelaksanaan peraturan daerah Kabupaten Ciamis nomor 7 tahun 2011 belum dilaksanakan dengan maksimal. Dalam peraturan daerah Kabupaten Ciamis, DPPKAD sebagai dinas yang ditunjuk untuk mengelola dan pengendalian pajak reklame berkerjasama dengan satpol pp.Indikator dalam penelitian ini untuk menunjukkan apakah berhasil atau tidaknya peran DPPKAD Kabupaten Ciamis dalam melaksanakan program ditentukan dari: perencanaannya, pelaksanaan pemungutan pajak reklame, pendataan, pengawasan dan evaluasi dari dppkad program.Dalam perencanaan dan pembentukan program DPPKAD belum banyak membuat program dalam pelaksanaan kebijakan. Dppkad hanya membuat baliho atau spanduk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi lebih sadar pajak. Sedangkan dalam pelaksanaan pemungutan pajak, peran DPPKAD sudah tegas dalam sanksi pajak reklame sesuai peraturan daerah dan dalam pendataan DPPKAD harus melakukan kerjasama dengan dinas lainnya. | The title of this research is “The Role of the Department of Revenue, Asset and Financial Management Areas in the Implementation of the Regulation Region of Ciamis Number 7 in 2011 About Advertisement Tax. The purpose of this research was to examine the role of DPPKAD in the implementation regulations of the Ciamis region of Ciamis number 7 in 2011 about advertisement tax. In addition this study to find out the factors supporting and restricting DPPKAD Ciamis in the implementation of the Regulation region of tax Advertisement. From the results of the study showed that the role of DPPKAD in the implementation of the Regulation region of Ciamis number 7 in 2011 not yet done with the maximum. In the regulations The Ciamis, DPPKAD as a authoritative service to manage and control advertisement tax partners with Satpol PP. Indicator that shows whether or not the role successfully DPPKAD Ciamis in implementation is determined from: program planning, implementation of the poll advertisement tax, logging, monitoring and evaluation of the DPPKAD program. In planning the DPPKAD program has not been much in the process of implementation of the regulation of the area. DPPKAD just make billboards or banners to encourage people to be more aware of the taxes. Whereas in the implementation of the poll tax, the role of DPPKAD yet firmly in the sanctions according to the advertisement tax of regulation region In surveillance and data collection DPPKAD is required to conduct cooperation with other services. | |
| 8236 | 10510 | D1E010157 | JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH PADA BERBAGAI JENIS AYAM SENTUL BETINA PERIODE AWAL | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis ayam Sentul betina periode awal terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 250 ekor DOC ayam Sentul. Perlakuan yang di ujicobakan terdiri atas Sa (ayam Sentul Abu), Sb (ayam Sentul Batu), Sd (ayam Sentul Debu), Se (ayam Sentul Emas) dan Sg (ayam Sentul Geni). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, setiap perlakuan diulang 5 kali dan setiap ulangan terdiri atas 10 ekor ayam Sentul. Peubah yang diamati adalah jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perbedaan varietas berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit dan hemoglobin pada ayam Sentul betina periode awal. Rataan jumlah eritrosit yang diperoleh selama penelitian untuk masing-masing perlakuan ayam Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas dan Sentul Geni berturut-turut adalah 2,678±0,469; 2,980±0,372; 2,448±0,654; 2,982±0,924 dan 2,108±0,338 (106/mm3). Rataan kadar hemoglobin yang diperoleh selama penelitian untuk masing-masing perlakuan ayam Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas dan Sentul Geni berturut-turut adalah 8,06±0,961; 8,28±0,268; 8,34±1,314; 8,94±0,805 dan 9,42±1,678 (g/dl). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan jenis pada ayam Sentul betina periode awal tidak menyebabkan perbedaan kondisi hematologis ditinjau dari jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. | ABSTRACT The aim of this research was to study the effect of different types of starting period Sentul hens on the content of the erythrocytes number and hemoglobin levels. Material used in this experiment were 250 heads of Sentul chicken day old chick. Treatments used were Sa (Sentul chicken Abu), Sb (Sentul chicken Batu), Sd (Sentul chicken Debu), Se (Sentul chicken Emas) and Sg (Sentul chicken Geni). This research was conducted by experimental method using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments. Each treatment was repeated 5 times and each replication consisted of 10 heads of Sentul chickens. Variables measured were the number of erythrocytes and hemoglobin levels. Data were analyzed by analysis of variance. The result of this analysis showed that there was no significant (P>0,05) effect of the treatments to the erythrocytes number and hemoglobin levels starting period Sentul hens. The average number of erythrocytes obtained during the experiment for each treatment of Sentul chicken Abu, Sentul chicken Batu, Sentul chicken Debu, Sentul chicken Emas and Sentul chicken Geni were 2,678±0,469; 2,980±0,372; 2,448±0,654; 2,982±0,924 and 2,108±0,338 (106/mm3) respectively. The average of hemoglobin levels obtained during the experiment for each treatment of Sentul chicken Abu, Sentul chicken Batu, Sentul chicken Debu, Sentul chicken Emas and Sentul chicken Geni were 8,06±0,961; 8,28±0,268; 8,34±1,314; 8,94±0,805 and 9,42±1,678 (g/dl) respectively. The conclusion of this experiment is that different the types of starting period Sentul hens do not lead to differences in haematological conditions based on the erythrocytes number and hemoglobin levels. | |
| 8237 | 8828 | A1C010045 | ANALISIS KEBERHASILAN KELOMPOK TANI SEBAGAI UNIT BELAJAR (Studi Kasus Kelompok Tani Di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan kelompok tani sebagai unit belajar dan faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok tani sebagai unit belajar di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik. Penelitian dilaksanakan pada 10 April – 07 Mei 2014. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah judgement sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda dengan persyaratan uji normalitas, linearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kelompok Tani Manggarsari, Agromakmur, dan Mina Mekar sudah berhasil melaksanakan peranannya sebagai unit belajar dengan persentase skor keberhasilan masing – masing kelompok sebesar 75,44 persen, 79,81 persen, dan 79,30 persen(2) Terdapat pengaruh nyata sikap terhadap profesi petani dengan keberhasilan kelompok tani sebagai unit belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi t sebesar 0,0337 lebih kecil dari α sebesar 0,05 (3) Terdapat pengaruh nyata kohesi anggota dengan keberhasilan kelompok tani sebagai unit belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi t sebesar 0,0064 lebih kecil dari α sebesar 0,05 (4) Terdapat pengaruh nyata penyuluhan pertanian dengan keberhasilan kelompok tani sebagai unit belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi t sebesar 0,0469 lebih kecil dari α sebesar 0,05. | This research was aimed to know the success of farmer group as learning unit and factors that influence to farmer group’s success as learning unit in Susukan Village Sumbang District. This research used case study method, which is a research regarding the status of research’s subject related with a specific phase. The research was conducted on April 10th until May 7th 2014. The sampling which was used is judgement sampling as much as 34 respondents. The technique of collecting data through interview, direct observation, and quetionaire. Data was analized by using descriptive analysis and multiple regression analysis in the terms of normality test, linearity, autocorrelation, heteroscedasticity and multicolinearity. The result of research showed that: (1) Farmer Group Manggarsari, Agromakmur, and Mina Mekar have successfully do its role as learning unit with score percentage of success for each group is 75,44 percent, 79,81 percent, dan 79,30 percent (2) There is a real influence of attitude to farmer profession with farmer group’s success as learning unit, proven by t significancy value as much as 0,0337 smaller than α as much as 0,05 (3) There is a real influence of cohesion of members with farmer group’s success as learning unit, proven by t significancy value as much as 0,0064 smaller than α as much as 0,05 (4) There is a real influence of agriculture counseling with farmer group’s success as learning unit, proven by t significancy value as much as 0,0469 smaller than α as much as 0,05. | |
| 8238 | 10512 | C1L010057 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE USE OF ACCOUNTING INFORMATION IN SMEs | The aims of this research are to find out the positive and significant effect of owner/manager education background, business scale, business age, and accounting knowledge on the use of accounting information of SMEs. This research is conducted at the area of SMEs in Banyumas regency. Target population of this research is owners/managers of SMEs who produce superior products in Banyumas Regency. The method of research is survey methods, with sampling techniques used are purpossive sampling. Furthermore, the technique of data analysis used in this study is multiple regression analysis. Based on the result of data analysis, it can be concluded that owners/managers education background, business scale, business age, and accounting knowledge have positive and significant effects on the used of accounting information | The aims of this research are to find out the positive and significant effect of owner/manager education background, business scale, business age, and accounting knowledge on the use of accounting information of SMEs. This research is conducted at the area of SMEs in Banyumas regency. Target population of this research is owners/managers of SMEs who produce superior products in Banyumas Regency. The method of research is survey methods, with sampling techniques used are purpossive sampling. Furthermore, the technique of data analysis used in this study is multiple regression analysis. Based on the result of data analysis, it can be concluded that owners/managers education background, business scale, business age, and accounting knowledge have positive and significant effects on the used of accounting information | |
| 8239 | 8826 | A1L009197 | EFISIENSI PEMUPUKAN UNSUR N PADA SEPULUH GALUR PADI SAWAH (Oryza sativa L.) HASIL PERSILANGAN G39 DENGAN CIHERANG | Varietas padi dengan sifat-sifat unggul tertentu merupakan kunci keberhasilan peningkatan produksi padi di Indonesia, salah satunya memiliki sifat efisien dalam penggunaan pupuk N. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui respon pertumbuhan dan produksi galur-galur F6 padi sawah hasil persilangan G39 dengan Ciherang terhadap penggunaan pupuk N. dan (2) mendapatkan galur F6 padi sawah hasil persilangan G39 dengan Ciherang yang berdaya hasil tinggi dan efisien dalam penggunaan pupuk N. Rancangan percobaan yang dinggunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor yang di coba adalah dosis pupuk N dengan empat taraf pemberian N yaitu: N0 = 0 kg N/ha, N1 = 45 kg N/ha, N2 = 90 kg N/ha, N3 = 135 kg N/ha dan sepuluh galur murni padi sawah populasi F6 dan dua varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis pupuk N yang diberikan maka, akan menurunkan tingkat efisisensi penggunaan pupuk N. Dosis pemupukan optimum pada tanaman padi adalah 90 kg N/ha. Galur padi yang berproduksi tinggi dan efisien dalam penggunaan N adalah galur P-G39//CH-PK43, P-G39//CH-PK45 dan P-G39//CH-PK47. | Rice varieties with superior characteristics is the success to increase rice production in Indonesia, one of which has properties in the efficient use of fertilizer N. The aims of this research are: (1) to know the response of the growth and production of rice lines F6 derived from crosses G39 with Ciherang the use of fertilizer N. (2) obtain rice lines F6 derived from crosses G39 with Ciherang which high yield and efficient use fertilizer of N. This research desaign used a factorial randomized block design with four treatments and three replications. Factors of this treatment are dose of N fertilizer with four levels of N fertilizer application: N0 = 0 kg N / ha, N1 = 45 kg N / ha, N2 = 90 kg N / ha, N3 = 135 kg N / ha and ten pure lines F6 populations of lowland rice and two check varieties. The results showed that the higher dose fertilizer of N is given then, will reduce the level of efficiency to use fertilizer of N. The optimum doses of fertilizers in rice is 90 kg N / ha. High yielding rice lines and efficient use of N are the lines of P-G39//CH-PK43, P-G39//CH-PK45 and P-G39//CH-PK47. | |
| 8240 | 8827 | A1L010220 | PENGARUH KOMPOSISI PUPUK ANORGANIK DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GARUT SEBAGAI TANAMAN SELA DALAM SISTEM AGROFORESTRY | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan kepadatan populasi tanaman garut yang optimal per hektar, (2) menentukan dosis pemupukan N, P, dan K yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman garut, (3) menentukan interaksi antara dosis pemupukan dan jarak tanam yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman garut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 blok. Faktor pertama adalah jarak tanam (J) yang terdiri atas J1 (60 cm x 20 cm), J2 (60 cm x 30 cm), dan J3 (60 cm x 40 cm). Faktor kedua adalah komposisi pemupukan N, P, dan K (P) yang terdiri atas P1 (50 kg Urea/ha+100 kg SP36/ha+100 kg KCl/ha), P2 (100 kg Urea/ha+150 kg SP36/ha+150 kg KCl/ha), P3 (150 kg Urea/ha+200 kg SP36/ha+200 kg KCl/ha), dan P4 (200 kg Urea/ha+250 kg SP36/ha+250 kg KCl/ha). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah anakan per rumpun, bobot kering brangkasan, Laju Asimilasi Bersih, Laju Pertumbuhan Tanaman, bobot rimpang/umbi per tanaman, volume umbi, hasil umbi per hektar, dan rendemen pati. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam untuk menghasilkan tinggi tanaman garut terbaik adalah 60 cm x 30 cm (J2) dan untuk menghasilkan jumlah anakan terbanyak adalah 60 cm x 40 cm (J3). Dosis pemupukan N, P, dan K terbaik untuk tanaman garut adalah 200 kg Urea/ha + 250 kg SP36/ha + 250 kg KCl/ha (P4). | This research was aimed to: (1) determine the optimum population density of arrowroot per hectare, (2) determine the proper dose of fertilizer N , P , and K for growth and yield of arrowroot, (3) determine the interaction between the plant spasing and dose of fertilizer for the growth and yield of arrowroot. The experimental design used in this research was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors and 3 blocks . The first factor was plant spacing (J) which consist of J1 (60 cm x 20 cm), J2 (60 cm x 30 cm), and J3 (60 cm x 40 cm). The second factor is the composition of fertilizer N , P , and K ( P ) which consists of P1 (50 kg Urea/ha +100 kg SP36/ha +100 kg KCl/ha ), P2 (100 kg Urea/ha +150 kg SP36/ha +150 kg KCl/ha ), P3 (150 kg Urea/ha +200 kg SP36/ha+200 2 kg KCl/ha ), and P4 (200 kg Urea/ha +250 kg SP36/ha +250 kg KCl/ha). Variables observed were plant height, leaf area, number of tillers per hill, plant dry weight, net assimilation rate, rate of plant growth, the weight of rhizomes/tubers per plant, the volume of tubers, tuber yield per acre , and the yield of starch . The data were analyzed using the F test , if there is a treatment effect then followed by DMRT (Duncan 's Multiple Range Test) at 5 % error level . The results showed that the plant spacing to produce the best arrowroot plant height is 60 cm x 30 cm (J2) and to produce the highest number of tillers is 60 cm x 40 cm (J3) . The best dose of fertilizer N , P , and K for arrowroot is 200 kg Urea/ha + 250 kg SP36/ha + 250 kg KCl/ha (P4). |