Artikelilmiahs
Menampilkan 8.041-8.060 dari 48.903 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8041 | 8730 | F1F008002 | Victoria’s Rebellious Attitude as the response to Patriarchal System in London 1812 as Reflected in Tina Gabrielle’s Lady of Scandal | Penelitian berjudul Victoria’s Rebellious Attitude as the response to Patriarchal System in London 1812 as Reflected in Tina Gabrielle’s Lady of Scandal bertujuan untuk menganalisa efek dari sistem patriarki di dalam kehidupan Victoria Ashton dan sikap memberontaknya sebagai respon dari adanya sistem patriarki. Novel ini bercerita tentang seseorang yang hidup di dalam sistem patriarki namun mencoba untuk melakukan hal yang berbeda berdasarkan pada sistem sosial saat itu. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa sistem patriarki mempengaruhi kehidupan Victoria Ashton dalam beberapa aspek. Pertama, dalam kehidupan keluarga, dimana Victoria tidak diperbolehkan untuk mengambil keputusan apapun dalam hidupnya. Kedua, dalam aspek ekonomi, dia tidak diperbolehkan untuk bekerja dan mencari uang sendiri. Ketiga, dalam kehidupan sosial, dia tidak bisa menjadi wanita mandiri karena semua hal diatur oleh sistem patriarki. Dari sistem ini, Victoria melakukan tindakan yang berbeda yang dilarang dalam sistem patriarki dan ini dianggap sikap yang memberontak. Ada dua tipe sikap memberontak yang sesuai dengan Victoria Ashton. Pertama, tipe transgressive, dimana orang dengan karakter ini akan bertindak berdasarkan keinginan dan hasratnya sendiri. Kedua, tipe progressive, orang dengan karakter ini adalah seseorang yang tidak takut pada kehidupan dan berharap hidup dengan cara yang layak dan mampu menghadapi kerasnya hidup namun tidak kompromi dengan ketidakadilan. | The research Entitled “Victoria’s Rebellious Attitude as the response to Patriarchal System in London 1812 as Reflected in Tina Gabrielle’s Lady of Scandal” is conducted to analyze the effect of patriarchal system in Victoria Ashton’s life and her rebellious attitude as a response to patriarchal system. This novel tells about someone who lives in patriarchal system but try to do something different according to that society system. The result of the analysis shows that the patriarchal system affects Victoria Ashton’s life in some aspects. First, in family life, where Victoria is not allowed to decide her own life. Second, in economy, she is not able to have a job and to earn her own money. Third, in society life, she is not able to be an independent woman because anything is ruled by the patriarchal system. From this system, Victoria did some different attitude which is banned in patriarchal society that is considered as rebellious attitude. There are two types of rebellious attitude that matches with Victoria Ashton. First, transgressive type, the person with this character will act based on her own interest or desire in life and second, progressive type, people with this character is a trait of someone who is not afraid of living but wishes to live in a dignified way, and capable of bearing the weight of reality but not the weight of injustice. | |
| 8042 | 11401 | F1C011034 | HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DAN ANAK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DI SD NEGERI 1 GRENDENG PURWOKERTO, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA, KABUPATEN BANYUMAS | Judul Penelitian ini adalah “Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua dengan Anak Terhadap Motivasi Belajar Anak” Pendidikan merupakan peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikanlah seseorang mendapatkan pengetahuan. Tidak lepas dari itu, peran orang tua dalam hal pendidikan itu penting, karena orang tualah yang paling mengerti akan sifat anak-anaknya, apa saja yang mereka sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai. Orang tua sudah seharusnya yang pertama mengetahui bagaimana perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak terhadap motivasi belajar anak di sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, Subjek di dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SD Negeri 1 Grendeng Purwokerto Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 siswa dari total 116 siswa. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal dalam aspek humanistik yang dikembangkan oleh Joseph A. Devito. Untuk menganalisis data dari kuesioner, peneliti menggunakan uji korelasi Pearson’s Product. Dari hasil analisis uji korelasi Pearson, terdapat hubungan positif yang kuat antara komunikasi interpersonal orang tua dengan anak terhadap motivasi belajar anak. Hal ini ditandai dengan koefisien korelasi diantara dua variabel, yaitu komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dan motivasi belajar anak adalah sebesar 0,731 (dalam skala Guilford) dengan nilai probabilitas 0,00 dan nilai signifikansi 0,01 (1 tailed). | Judul Penelitian ini adalah “Hubungan Komunikasi Interpersonal Orang Tua dengan Anak Terhadap Motivasi Belajar Anak” Pendidikan merupakan peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikanlah seseorang mendapatkan pengetahuan. Tidak lepas dari itu, peran orang tua dalam hal pendidikan itu penting, karena orang tualah yang paling mengerti akan sifat anak-anaknya, apa saja yang mereka sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai. Orang tua sudah seharusnya yang pertama mengetahui bagaimana perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak terhadap motivasi belajar anak di sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, Subjek di dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SD Negeri 1 Grendeng Purwokerto Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 siswa dari total 116 siswa. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal dalam aspek humanistik yang dikembangkan oleh Joseph A. Devito. Untuk menganalisis data dari kuesioner, peneliti menggunakan uji korelasi Pearson’s Product. Dari hasil analisis uji korelasi Pearson, terdapat hubungan positif yang kuat antara komunikasi interpersonal orang tua dengan anak terhadap motivasi belajar anak. Hal ini ditandai dengan koefisien korelasi diantara dua variabel, yaitu komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dan motivasi belajar anak adalah sebesar 0,731 (dalam skala Guilford) dengan nilai probabilitas 0,00 dan nilai signifikansi 0,01 (1 tailed). | |
| 8043 | 11363 | B1J011127 | KANDUNGAN KLOROFIL DAN KARAGINAN Eucheuma cottonii YANG DIBUDIDAYA DENGAN METODE DAN BAGIAN TALUS BERBEDA | Eucheuma cottonii merupakan salah satu rumput laut yang dibudidayakan di Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Metode budidaya yang digunakan yaitu metode dasar dan apung. Perbedaan metode ini terletak pada kedalaman yang berpengaruh terhadap cahaya yang menembus perairan dan diserap oleh rumput laut. Intensitas cahaya berpengaruh tehadap sintesis klorofil dan proses fotosintesis. Posisi bagian talus berkaitan dengan kandungan hormon dan diduga berkaitan juga dengan kandungan klorofil. Kandungan klorofil berpengaruh terhadap laju fotosintesis yang berpengaruh terhadap sintesis karaginan. Karaginan merupakan senyawa metabolit hasil fotosintesis yang disimpan sebagai cadangan makanan pada dinding sel talus rumput laut. Kandungan karaginan di dalam talus menunjukkan kualitas rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh interaksi metode budidaya dan bagian talus berbeda terhadap kandungan klorofil dan karaginan rumput laut E. cottonii dan (2) metode dan bagian talus manakah yang mengandung klorofil dan karaginan paling tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan pengulangan 3 kali. Faktor I adalah metode budidaya yaitu apung dan dasar. Sebagai faktor II adalah bagian talus yaitu ujung, tengah dan pangkal. Parameter utama yang diukur yaitu kandungan klorofil E.cottonii dan bobot karaginan, sedangkan parameter pendukung yaitu temperatur, salinitas, kedalaman dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri metode budidaya dan bagian talus yang berbeda menghasilkan klorofil pada E. cottonii yang berlainan. Metode dasar menghasilkan klorofil lebih tinggi dari pada metode apung, sedangkan bagian ujung talus menghasilkan klorofil paling tinggi dari pada bagian tengah dan pangkal talus. Interaksi antara metode budidaya dan bagian talus yang berbeda menghasilkan bobot karaginan E. cottonii yang beragam. Interaksi antara metode apung dan bagian pangkal talus menghasilkan bobot karaginan paling tinggi yaitu 3,55 g.20g-1. | Eucheuma cottonii is one of seaweed cultivated in Pandansari Kaliwlingi Village Subdistrict of Brebes Brebes Regency of Central Java. Cultivation method used is bottom and floating method. The difference of this method in the depth of influential on the light that penetrates the water and absorbed by seaweed. Light intensity influencing synthesis of chlorophyll. Position of the talus associated with hormones and also allegedly associated with chlorophyll content. Chlorophyll content affects the rate of photosynthesis which affects the synthesis of carrageenan. Carrageenan is a metabolite of photosynthesis is stored in the cell walls of seaweed talus as a reserve food. The purpose of this research was (1) To know the effect of the interaction of cultivation methods and different parts of the talus on chlorophyll content and carrageenan of seaweed E. cottonii and (2) determine the method and part of the talus which contains the highest chlorophyll and carrageenan. This study use an experimental method with completely randomized design (CRD) with factorial pattern repetition 3 times. The first factor is the method of cultivation that is floating and bottom method. As a second factor is part of the talus, the tip, middle and base talus. The main parameters measured are E.cottonii chlorophyll content and weight carrageenan, while supporting parameters are temperature, salinity, depth and pH. The results showed cultivation methods and different parts of the talus independently produce different of chlorophyll E. cottonii. The bottom method produces chlorophyll higher than the floating method, while the tip of the talus highest yield of chlorophyll in the middle and the base of the talus. The interaction between the method of cultivation and different parts of the talus produce diverse weight carrageenan of E. cottonii. The interaction between the floating method and the base of the talus produce carrageenan highest weight is 3.55g.20g-1. | |
| 8044 | 10482 | C1A010057 | ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA PERIODE 2004-2013 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi (PDB), pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan periode 2004-2013 baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia. Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil pengujian asumsi klasik, dapat disimpulkan bahwa dalam model tidak terdapat gangguan autokorelasi, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas. Pengujian statistik dilakukan secara individual dan bersama-sama. Secara individual tingkat kemiskinan memiliki hubungan negatif dan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan memiliki hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Sementara pertumbuhan ekonomi (PDB) dan pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan memiliki hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Sedangkan secara bersama-sama, tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi (PDB), pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dan pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Melalui penelitian ini disarankan agar pemerintah melakukan kebijakan yang tepat dalam peningkatan kualitas pembangunan manusia yaitu dengan melakukan upaya penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan pengeluaran pemerintah khususnya di bidang pendidikan. | This research aimed to determine the effect of poverty, Economic Growth (GDP), government’s expenditure on education and health sector period 2004-2013 either partially or jointly to the human development index in Indonesia. In this research, the method of analysis that used is multiple linear regression analysis with Ordinary Least Square (OLS) method. Based on the test results of the classical assumption, it can be concluded that in this model there is no interference on autocorrelation, multicollinearity, and heteroscedasticity. Statistical testing is done individually and together. Based on individually that poverty rate has a negative relationship and significant effect on the Human Development Index. Government’s expenditure on education has a positive relationship and significant effect on the Human Development Index. While economic growth (GDP) and government’s expenditure on health has a positive relationship but not significant to the Human Development Index. While if this statistical testing will be done together, so poverty rate, economic growth (GDP), government’s expenditure on education and health will be significant effect on the Human Development Index. Through this research suggested that the government should do the right policy for improving the quality of human development with undertake efforts to reduce poverty and increase government’s expenditure, especially in the field of education. | |
| 8045 | 8684 | A1G011025 | PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA KELAPA KRISTAL DI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA | Kecamatan Mrebet merupakan salah satu sentra industri rumah tangga gula kelapa kristal yang potensial. Namun volume produksi gula kelapa kristal yang dihasilkan belum dapat memenuhi semua permintaan pasar, terutama pasar luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui biaya produksi dan pendapatan dari industri rumah tangga gula kelapa kristal, (2) mengetahui keuntungan industri rumah tangga gula kelapa kristal dan (3) mengetahui prospek pengembangan industri rumah tangga gula kelapa kristal melalui peramalan volume produksi gula kelapa kristal. Penelitian dilakukan di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga dengan metode survei dan rancangan pengambilan sampel menggunakan sensus dan simple random sampling. Sensus untuk menentukan sampel pengepul gula kelapa kristal yaitu sebanyak 3 orang pengepul. Rancangan pengambilan sampel dengan metode simple random sampling digunakan untuk menentukan sampel pengrajin gula kelapa kristal. Berdasarkan perhitungan diperoleh sampel sebanyak 41 pengrajin gula kelapa kristal. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C dan analisis peramalan yaitu untuk mengetahui prospek pengembangan industri rumah tangga gula kelapa kristal pada masa yang akan datang dilihat dari volume produksinya. Hasil analisis menunjukan bahwa usaha gula kelapa kristal di Kecamatan Mrebet sudah menguntungkan dengan rata-rata penerimaan per satu kali produksi Rp77.195,12, rata-rata biaya produksi per satu kali produksi Rp50.312,37, sehingga diperoleh rata-rata pendapatan per satu kali produksi Rp26.882,75. Hasil analisis R/C rata-rata sebesar 1,53 sehingga dapat dinyatakan menguntungkan. Berdasarkan hasil peramalan diketahui bahwa volume produksi gula kelapa kristal untuk 12 periode mendatang berturut-turut mengalami peningkatan sehingga industri rumah tangga gula kelapa kristal di Kecamatan Mrebet mempunyai prospek yang cerah dan dapat dikembangkan pada masa yang akan datang. | Mrebet District is one potential home industry centre for the granulated sugar because supported by area potency which is appropriated for coconut plant. However volume the established granulated sugar production did not fulfill all market demand yet, especially roreign market. This research aimed (1) to know production cost and income of the granulated sugar home industry production, (2) to kow the granulated sugar home industry profit and (3) the granulated sugar under home industry development prospect through volume forecasting of the granulated sugar. This research was conducated in Mrebet District Purbalingga Regency with survey method and sampling design using census and sampling. The census was used to determine the granulated sugar collectors were three granulated sugar collector sample of granulated sugar collectors. Simple random sampling was used to determine sample of granulated sugar producer sample and based on the sample calculation there was 41 granulated sugar producer. Analysis method was used cost and income analysis, business profit R/C and forecasting analysis to know granulated sugar home industry development prospect in the future viewed from their production. The analysis result shows the granulated sugar business at Mrebet District was already profitable with average income per one time of production (one day) equal to Rp77,195.12, average cost per one time of production Rp50,312.37 so obtained average income per one time production was Rp26,882.75. Analysis result of average R/C was 1.53 so that it was profit. Based on the forecast result was known that the granulated sugar production volume 12 next periods was increased respectively so that the granulated sugar home industry at the Mrebet District had promising prospect and could be developed in the future. | |
| 8046 | 10463 | A1H010014 | PENGARUH LUAS KONTAK BAHAN FILTER ARANG AKTIF TERHADAP HASIL FILTRASI AIR SADAH PADA ALAT FILTRASI TIPE KAPILER | . Kesadahan merupakan suatu parameter untuk kualitas air bersih karena kesadahan menunjukkan ukuran tingkat pencemaran oleh kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air. Kesadahan pada air disebabkan oleh adanya ion-ion bervalensi 2 seperti Ca, Mg, Fe, Mn, dan Sr tetapi penyebab utama kesadahan adalah Ca dan Mg. Permasalahan diatas dapat diatasi dengan pelunakan air sadah salah satunya dengan metode filtrasi. Prinsip kerja alat filtrasi yaitu penyaringan secara fisika dan kimia. Alat ini dapat menyaring kotoran dan menyerap mineral berbahaya dalam air sehingga air lebih laik untuk dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh luas kontak bahan filter arang aktif untuk melunakkan air sadah pada alat filtrasi tipe kapiler dalam waktu 6-24 jam. Penelitian ini menguji kriteria kualitas air yang difiltrasi menggunakan alat filtrasi tipe kapiler yaitu pH, kekeruhan, electrical conductivity (EC), Kadar kalsium (Ca), Kadar Magnesium (Mg), dan kesadahan total. Hasil penelitian menunjukkan kriteria air sadah setelah mengalami proses filtrasi memiliki pH bekisar 6,5-7,9, kekeruhan mengalami penurunan rata-rata dari 2 NTU menjadi 0,83 NTU, EC mengalami penurunan rata-rata dari 1,02 mSi/cm menjadi 0,69 mSi/cm, kadar kalsium mengalami penurunan rata-rata dari 248,56 mg/l menjadi 80,59 mg/l, kadar magnesium mengalami penurunan rata-rata dari 208,56 mg/l menjadi 47,95 mg/l, dan kesadahan total mengalami penurunan rata-rata dari 457,12 mg/l menjadi 128,38 mg/l. | The hardness is a parameter for the quality of clean water because the hardness showing a size of the pollution level by the content of certain minerals in water. Hardness in water is caused by the presence of monovalent ions such as Ca, Mg, Fe, Mn, and Sr but the main cause is the hardness of Ca and Mg. The problems above can be solved by softening hardwater with the method of filtration. The working principle of an instrument of filtration that is filtering in physics and chemistry. This instrument can filter impurities and harmful absorbs minerals in water so that water is worthy to be consumed. This study was conducted to determine the influence of extensive contact activated carbon filter material to soften hard water on the type of capillary filtration instrument within 6-24 hours. This study tested the water quality criteria are filtered using capillary-type filtration apparatus, that is pH, turbidity, electrical conductivity (EC), Calcium Levels (Ca), Magnesium Levels (Mg), and total hardness. The results showed the criteria of hard water after a filtration process has ranged from 6.5 to 7.9 pH, turbidity decreased an average of 2 NTU into 0.83 NTU, EC has decreased an average of 1.02 MSI / cm to 0.69 MSI / cm, calcium levels decreased an average of 248.56 mg / l to 80.59 mg/l. Magnesium levels decreased an average of 208.56 mg / l to 47.95 mg / l, and total hardness decreased an average of 457.12 mg/l into 128.38 mg/l. | |
| 8047 | 11015 | C1L010046 | Analysis Value For Money in Selecting Accounting Policy in Hotel Industry International Standard (A Case Study on Foods and Beverages Departement of Hotel X) | Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsep Value For Money (ekonomi, efisiensi dan efektivitas) dalam memilih kebijakan Accouting di F & B Departement. Penelitian ini dilakukan pada industri hotel dengan studi kasus di Hotel X dengan meneliti F & B Departement saja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan partisipatif. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah cara interaktif untuk menganalisis data dengan mengurangi komponen dan penyajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Setelah data terkumpul, analisis tiga komponen (reduksi data, display data, penarikan kesimpulan) akan dianalisis, dan digunakan rasio dan kriteria sebagai pengukuran nilai untuk konsep uang terlihat pada rencana anggaran dan laporan laba yang hilang. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa F & B Departemen di Hotel X menggunakan Value For Money konsep untuk mencapai tujuan perusahaan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam F & B Departemen Hotel X diperiksa adalah Piutang, Pembelian dan Pengendalian Biaya. Kebijakan akuntansi yang diterapkan berdasarkan konsep Value For Money menunjukkan bahwa masih perlu ditinjau dan penyesuaian untuk kemajuan dalam mencapai keuntungan yang maksimal. | The purpose of this study is analyzing the Value For Money concept (economy, efficiency and effectiveness) in selecting accouting policy in F&B Departement. This research is conducted at a hotel industry with a case study in Hotel X by researching the F&B Departement only. The method of research is descriptive and participatory qualitative method. Furthermore, the technique of data analysis used in this study is the model as an interactive way for analyzing the data by reducing the components and presentation of data carried out simultaneously with the data collection process. Once the data collected, the three components analysis (data reduction, data display, drawing conclusions) will be analyzed, and used ratios and criterias as measurement the Value For Money concept seen on the budgeting plan and profit and lost statement. Based on the result of data analysis, it can be concluded that the F&B Departement in Hotel X using the Value For Money concept to achieve company’s goal. The applied accounting policies in F&B Departement of Hotel X examined are Account Receivable, Purchasing and Cost Control. The applied accounting policy based on The Value For Money concept showed that there is still need review and adjustment for the betterment in achieving maximum profit. | |
| 8048 | 11572 | F1G008037 | KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL BIDADARI KIRMIZI KARYA SUYATNA PAMUNGKAS | Skripsi ini berjudul "Kritik Sosial dalam Novel Bidadari Kirmizi Karya Suyatna Pamungkas". Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur alur, latar, tokoh dan penokohan. Serta mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam novel tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan struktural dan sosiologi sastra untuk menganalisis kritik sosial dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yaitu mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik kemudian menganalisis kritik sosial novel Bidadari Kirmizi. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur novel dan gambaran kritik sosial dalam novel Bidadari Kirmizi. Sumber data yang digunakan adalah novel Bidadari Kirmizi karya Suyatna Pamungkas. Novel Bidadari Kirmizi karya Suyatna Pamungkas menceritakan perjuangan tokoh yatim piatu bernama Nayla yang hidup sederhana dan selalu mendapatkan ujian hidup yang berat. Selain itu, novel ini juga mengungkapkan kehidupan seorang tokoh bernama Fido yang dibesarkan di tengah keluarga diktator. Pembahasan dimulai dengan mendeskripsikan unsur alur, latar, tokoh dan penokohan. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan, sehingga membuat inti (dasar) cerita dapat dipahami yaitu tentang kritik sosial. Pembahasan selanjutnya adalah mendeskripsikan kritik sosial yang meliputi, kritik terhadap bidang pendidikan dan ekonomi Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berguna terhadap pengembangan ilmu sastra khususnya tentang kritik sosial. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya dan menambah pengetahuan pembaca novel Bidadari Kirmizi sehingga lebih mudah memahami isi novel terutama mengenai kritik sosialnya. Kata kunci: kritik sosial, struktur. | This minithesis, entitled “Kritik Sosial dalam Novel Bidadari Kirmizi Karya Suyatna Pamungkas”, is purposed to describe the plot, setting, characters and the characterization. Besides, it explains the social critique found in the novel. To analyse the critique, the researcher applies the structural and the sociology of literature approaches; and to describe the intrinsic elements she uses a descriptive method. Therefore, the focus is on describing the structure as well as the description of the social critique of the novel. This novel, Bidadari Kirmizi, is about Nayla, an orphan who lives a life of great simplicity and always struggles to deal with difficult situations. It is also about Fido who is raised by a dictatorial family. The discussion starts with the explanation of plot, setting, characters and characterization which are related each other so that the gist (background) of the story is understood i.e. the social critique. Then, a convincing argument about the social critique is presented and it covers the critiques of education and economy. Theoretically, the findings are expected to give meaningful contribution to literature development especially about social critique. Practically, it can be a reference for further research and can broaden a deep knowledge of Bidadari Kirmizi readers in the hope that they can easily understand the social critique of the story. Keywords: social critique, structure | |
| 8049 | 8731 | C1A010119 | Distribusi Pendapatan Petani Kopi Robusta Di Desa Mento Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung | Penelitian ini berjudul “Distribusi Pendapatan Petani Kopi Robusta di Desa Mento Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung”. Tujuan penelitian ini untuk (a) Untuk mengetahui keragaman sumber pendapatan petani Kopi Robusta dan mengetahui besarnya pendapatan petani dari usaha tani Kopi Robusta serta kontribusi usaha tani Kopi Robusta terhadap total pendapatan petani Kopi Robusta di daerah penelitian. (b) Untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan petani Kopi Robusta di daerah penelitian. (c) Untuk mengetahui tingkat kemiskinan petani Kopi Robusta di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sample survey, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling sehingga diperoleh 43 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis penerimaan dan pendapatan usaha tani, kontribusi pendapatan usaha tani, ketimpangan distribusi pendapatan menggunakan Nilai Koefisien Gini (Gini Ratio) dan kriteria Bank Dunia (World Bank), serta garis kemiskinan perkotaan dan pedesaan menurut BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Rata-rata pendapatan petani sampel Kopi Robusta yang berasal dari usaha tani Kopi Robusta adalah sebesar Rp21.391.327,47/tahun. Rata-rata pendapatan petani sampel Kopi Robusta per bulan yang berasal dari usaha tani Kopi Robusta adalah sebesar Rp1.786.002,09. Seluruh petani sampel Kopi Robusta di Desa Mento memiliki pendapatan selain pendapatan yang berasal dari usaha tani Kopi Robusta. Usaha tani Kopi Robusta memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan petani Kopi Robusta dengan kontribusi sebesar Rp21.391.327,47 (64,3 %). Tingkat ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi pada petani Kopi Robusta di Desa Mento termasuk dalam kategori ketimpangan tinggi. Selain itu, dari 43 petani Kopi Robusta di Desa Mento yang menjadi responden termasuk dalam kategori tidak miskin. Implikasi dari penelitian ini adalah petani perlu meningkatkan efisiensi dalam melakukan usaha tani Kopi Robusta agar senantiasa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Disamping itu, perlu adanya bantuan modal baik dari pemerintah maupun swasta yang berguna bagi usaha tani Kopi Robusta dalam rangka meningkatkan pendapatan dan mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan. Diperlukan peran pemerintah dan kelompok tani yang aktif agar para petani Kopi Robusta dapat menembus pangsa pasar ekspor. Di lain sisi pengetahuan petani tentang pola tanam Kopi Robusta yang baik juga perlu ditingkatkan. Membentuk koperasi simpan pinjam juga penting dilakukan untuk mempermudah para petani memperoleh modal. | The tittle of this research is “Income Distribution of Robusta Coffee Farmers in Mento Village Candiroto District Temanggung Residence”. The purpose of this research are : (a) To know the diversity of income sources of Robusta Coffee farmer, the value of income from Robusta Coffee farming and the contribution of Robusta Coffee farming toward income of Robusta Coffee farmers in area of this research. (b) To know deviation of income distribution of Robusta Coffee farmers in the research area. (c) To know the level of poverty of Robusta coffee farmers in the research area. Sample survey is used as the method in this research, while 43 respondents can be obtained by stratified random sampling. revenue and income analysis, income contribution of farming analysis, gini ratio analysis, world bank criteria and poverty line in rural and urban area based on BPS is used as the analysis method of this research. The results of this research showed that : the income average of the sample of Robusta Coffee farmers from Robusta Coffee farming is Rp21.391.327, 47 per year. The income average of the sample of Robusta Coffee farmers is Rp1.786.002,09 per month. All of sample of Robusta Coffee farmers in the Mento village have income not only from Robusta Coffee farming but also from the others income sources. Robusta Coffee farming provide the largest contribution to the total income of Robusta Coffee farmers in the amount of Rp21,391,32.47 (64,3 percent). The level of inequality of income distribution that occurred in Robusta Coffee farmers in the Mento village included in the high inequality category. In addition, 43 Robusta Coffee farmers respondents in the Mento village include in the not poor category. The implication of this research are: the farmers need to improve the efficiency of Robusta Coffee farming in order to continue to be a promising income source. In addition, they need for additional capital from both government and private sector that are useful for Robusta Coffee farming in order to increase income and reduce inequality of income distribution. It’s necessary of government role and active farmer groups so Robusta Coffee farmers can penetrate the export market. On the other hand, It’s need to increase farmers' knowledge about good Robusta Coffee. Builds cooperative is also important to make it easier for farmers to raise capital. | |
| 8050 | 8736 | A1M009060 | PENGARUH JENIS KEMASAN DAN HUMEKTAN PADA MASA SIMPAN TERTENTU PANGAN DARURAT BERBASIS TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG TEMPE | Pangan darurat dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan energi harian manusia dalam keadaan darurat dan dapat langsung dikonsumsi. Bahan lokal dapat dijadikan sebagai bahan utama pangan darurat. Pangan darurat dalam bentuk pangan semi basah memiliki sifat mudah rusak dan waktu penyimpanan yang singkat sehingga perlu membatasi interaksi dengan lingkungan yaitu dengan penggunaan kemasan. Pada penelitian ini digunakan tepung jagung dan tepung tempe sebagai bahan utama formula pangan darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kemasan dan humektan serta kombinasi yang tepat untuk digunakan pada pangan darurat berbasis tepung jagung dan tepung tempe. Penelitian ini menggunakan Split Plot Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdapat 18 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor perlakuan yang dicoba adalah gliserol+kemasan PP (H1K1), gliserol+kemasan LDPE (H1K2), gliserol+kemasan aluminium foil (H1K3), sorbitol+kemasan PP (H2K1), sorbitol+kemasan LDPE (H2K2) dan sorbitol+kemasan aluminium foil (H2K3), dan masa simpan (S) terdiri atas 3 hari penyimpanan (S1); 6 hari penyimpanan (S2); 9 hari penyimpanan (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan aluminium foil (K3) memberikan pengaruh baik pada kualitas pangan darurat dengan kadar abu terendah sebesar 1,80 %, kadar lemak dan protein tertinggi sebesar 20,82 % dan 16,35 %, serta total mikroba dan kapang khamir sebesar 2,80 CFU/g dan 2,87 CFU/g. Jenis humektan yang tepat digunakan pada pangan darurat ini yaitu gliserol (H1) yang memberikan pengaruh terbaik pada kadar air sebesar 16,42 %, atribut rasa sebesar 3,39 (enak) dan tingkat kesukaan sebesar 3,5 (suka). Kombinasi perlakuan terbaik yaitu kombinasi kemasan aluminium foil dengan gliserol pada masa simpan 9 hari (H1K3S3) dengan kadar abu 0,49 %, kadar lemak 20,71 % dan total mikroba sebesar 2.05 CFU/g. | Emergency food designed to meet the daily energy needs of humans in an emergency and can be directly consumed. Local materials can be used as the main ingredient emergency food. Emergency food in the form of semi-moist food is easily damaged and short storage time so it is necessary to limit the interaction with the environment by the use of packaging. In this study used corn flour and soybean flour as the main ingredient formula emergency food. The purpose of this study was to determine the type of packaging and the humectant and the right combination for use in emergency food starch-based corn and soybean flour. This study uses a Split Plot Design with completely randomized design (CRD), there are 18 combinations of treatments and 2 replications. Factors tested treatment is glycerol + PP packaging (H1K1), glycerol + LDPE packaging (H1K2), glycerol + aluminum foil packaging (H1K3), sorbitol + PP packaging (H2K1), sorbitol + LDPE packaging (H2K2) and sorbitol + aluminum packaging foil (H2K3), and shelf life (S) consists of 3 days of storage (S1); 6 days of storage (S2); 9 days of storage (S3). The results of research showed that aluminum foil packaging type (K3) gives a good effect on the quality of emergency food with low ash content of 1.80%, the highest protein and fat content of 20.82% and 16.35%, and total microbial yeasts and molds was 2.80 CFU / g and 2.87 CFU / g. The right kind of humectant used in this emergency food is glycerol (H1) that gives the best effect on the moisture content of 16.42%, flavor attributes of 3.39 (good) and the level of preference of 3.5 (love). The best treatment is a combination of aluminium foil packaging combination with gliserol on shelf life of 9 days (H1K3S3) with ash content of 0.49 %, fat content of 20.71 % and total microbial of 2.51 CFU/g. | |
| 8051 | 8732 | G1A010037 | HUBUNGAN ASUPAN KALSIUM DAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA MAHASISWI JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU - ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang: Peningkatan asupan kalsium mendapat banyak perhatian dalam pengaturan berat badan. Kurangnya asupan kalsium dapat menyebabkan deposit lemak meningkat dan menjadi overweight. Prevalensi overweight relatif lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pada laki – laki. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan kalsium dan kejadian overweight pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Ilmu Kesehatan. Metode: Studi observasional analitik cross sectional ini dilakukan pada 84 Mahasiswi Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED angkatan 2010-2013. Jumlah asupan kalsium dinilai menggunakan kuesioner food recall 4x24 jam pada hari Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa. Penghitungan Indeks Masa Tubuh dilakukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Uji normalitas data menggunakan Uji Kolmogorov-smirnov. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Uji Spearrman. Hasil: Rerata asupan kalsium pada mahasiswi Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED angkatan 2010-2013 adalah 752,3154 mg/hari kurang dari nilai anjuran dan rerata IMT sebesar 22,5135. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dan kejadian overweight pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED (p=0,137). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium dan kejadian overweight pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED | Background: Increased calcium intake have many attention in the regulation of body weight. Deficiency calcium intake can increase fat deposits and become overweight. Prevalence of overweight was relatively higher in women than men. Objective: The aim of this study to determine the association between calcium intake and incident overweight on female medical student of Medical Faculty and Health Sciences of Jenderal Soedirman University. Methods: This was an observational analytic study with cross sectional design, conducted on 84 female Medical student 2010 to 2013 class. Calcium intake was assessed using a 4x24 hours food record on Saturday, Sunday, Monday and Tuesday. Body Mass Index calculation had done by measuring the weight and height. Statistical analysis used by Spearman test. Result: The mean of calcium intake on female Medical Student of Medical Faculty and Health Sciences of Jenderal Soedirman University 2010-2013 class is 752,3154 mg/day and the mean of BMI is 22,5135. No significant association between calcium intake and incidence of overweight on female Medical Students of Medical Faculty and Health Sciences of Jenderal Soedirman University (p=0,137). Conclusion: There was no association between calcium intake and incidence of overweight on female Medical Students of Medical Faculty and Health Sciences of Jenderal Soedirman University Keywords: Calcium intake ; overweight ; female medical student | |
| 8052 | 8739 | G1A006124 | RAQUEL’S ANXIETY DEPICTED IN CLAUDIA GRAY’S EVERNIGHT | ABSTRAK Penelitian yang berjudulRaquel’s Anxiety Reflected in Claudia Gray’s Evernight.Bertujuanuntukmenganalisisgejalakecemasan yang munculpadaseorangkarakterbernama Raquel, dancara yang dilakukanoleh Raquel untukmengatasikecemasantersebut. Dalampenelitianini, metodedeskriptifkualitatifdigunakanuntukmenganalisis data, yaitu novel karya Claudia Gray yang berjudulEvernight.Data utamadaripenilitianiniberupa novel yang dianalisismenggunakanpsikologi. Dari hasilanalisis, didapatkesimpulanbahwaterdapatempatgejalautama yang munculpadatokoh Raquel yang berbeda-beda.Gejalagejalatersebutmeliputijantungberdebardiiringidengandetakjantung yang lebihcepat, berkeringatsecaraberlebihan, gangguantidur, dantubuhgemetar.Perkembangankecemasanpada Raquel merupakanpemicuatasmunculnyagejalagejalatersebut. Setelahmengalamiberbagaihalburuk, Patricia sebagaiterapis yang menangani Raquel membimbingnyauntukmengatasimasalahnyamelaluipengobatanpsikologiindividuuntuk kecemasan.Raquel berusahauntukmenhadapi Erich sebagaimasalahutamanyadenganbantuan Patricia, Raquel mampumengusirpikiran Erich darihidupnya.Akhirnya, Raquel bisamemperolehhiduplebihbaik. | ABSTRACT The research entitled Raquel’s Anxiety Reflected in Claudia Gray’s Evernight is aimed to analyze the symptoms and the causes of anxiety which in appear Raquel Vargas as the main character, and Raquel’s ways to overcome her anxiety in the novel Evernight by Claudia Gray. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data, a novel by Claudia Gray with the tittle Evernight. The data source of this study is the novel which is analyzed using psychological approach. From the research, there are four main symptoms of anxiety found in the main character, Raquel. They are palpitations accompanied by a rapid heartbeat, excessive sweating, sleep disturbance, and body trembling. Then, after passing a very terrible life, Patricia as Raquel’s therapist help Raquel to overcome her anxiety by using individual psychotherapy. It makes Raquel trying to face Erich, her schoolmate as her biggest problem. As the result, Raquel can chase Erich away from her life. Finally, by using the treatment, she can get a better life. | |
| 8053 | 8733 | G1A009039 | PENGGUNAAN KB SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN KEJADIAN VAGINITIS | Latar belakang: Organ reproduksi selalu mendapat perhatian dalam kehidupan sehari-hari, khsusnya terkait dengan masalah kesehatan seksual. Salah satu penyakit yang banyak dijumpai pada organ reproduksi adalah vaginitis. Vaginitis merupakan suatu inflamasi pada vagina yang terjadi akibat perubahan keseimbangan flora normal, sedangkan penyebab lainnya adalah karena pengaruh hormonal pada beberapa kontrasepsi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara penggunaan KB suntik DMPA dengan kejadian Vaginitis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan yang melibatkan 40 wanita yang menggunakan KB suntik DMPA. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 35,00% responden dengan status positif vaginitis, dan 65,00% status vaginitis negatif. Kelompok dengan status vaginitis positif terdistribusi atas kandisiasis (20%), trikomoniasis (5%), dan bacterial vaginosis (10%). Kelompok dengan status vaginitis negatif berdasarkan pemeriksaan laboratorium termasuk dengan skor nugent normal (27,5%) dan skor intermediet (37,5%). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan KB suntik DMPA dengan kejadian vaginitis (X2=0,024, p=0,876) pada wanita yang menggunakan KB Suntik DMPA. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara penggunaan KB suntik DMPA dengan kejadian vaginitis. | Background: Reproductive organs received less attention in everyday life, due to our culture sometimes feel less comfortable discussing sexual issues, when the organ is in dire need of attention, especially health and hygiene. One of the diseases that often arises is vaginitis. Vaginitis is an inflammation of the vagina that occur due to changes in the balance of the normal flora, other than that vaginitis can also be caused by a hormone found in some contraceptives. Aim: Determining the relationship between use of Injectable contraceptive DMPA with incidence of vaginitis. Methods: This research was an observational analytic, which involving 40 women on family planning. Result: The results of this study indicated that 35,00% respondent had positive vaginitis status and 65,00% had negative vaginitis status. The result showed there was no significant relationship between use of Injectable contraceptive DMPA with incidence of vaginitis among women on family planning (X2=1,043, p=0,320) Conclusion: Neither Injectable contraceptive DMPA used have relation to the incidence of vaginitis among women on family planning. | |
| 8054 | 4206 | G1A008072 | HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DENGAN DERAJAT KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PERUSAHAAN KAYU PT. BINEA KAYONE LESTARI DI TASIKMALAYA | Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak terduga dan tidak terencana. Kelelahan menyebabkan sekitar 50% terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan bisa diakibatkan oleh faktor fisik maupun faktor tekanan mental. Penyebab kelelahan (fatigue) adalah gangguan tidur (sleep distruption) yang antara lain dipengaruhi oleh kekurangnya waktu tidur dan gangguan pada circadian rhythms akibat shift kerja. Pekerja pada shift malam memiliki insiden 28% lebih tinggi mengalami cedera atau kecelakaan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan derajat kecelakaan kerja. Metode: Rancangan penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 32 orang. Responden merupakan pekerja perusahan kayu Divisi Bare Core yang mengalami kecelakaan kerja di PT. Binea Kayone Lestari Tasikmalaya dari bulan Desember 2002 sampai Desember 2012. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Fisher dan Kolmogorov-Smirnov). Hasil : Hasil penelitian analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan derajat kecelakaan kerja dengan nilai p=1, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan derajat kecelakaan kerja dengan nilai p=0,444, dan tidak ada hubungan antara shift kerja dengan derajat kecelakaan kerja dengan nilai p=0,625. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pendidikan, jenis kelamin, dan shift kerja dengan derajat kecelakaan kerja. | Background: Work accident is an unexpected and unplanned. Fatigue causes about 50% of the accidents. Fatigue caused both by physical factors and mental stress factors. The cause of fatigue is a sleep distruption which influenced by the lack of sleep and circadian rhythms due to disruption of shift work. Workers on the night shift had a 28% higher risk incidence injury or accident. Purpose: To This study purpose to relationship of work shift accident with degrees of occupational accident. Method: The study design was observational analytic cross sectional approach. The number of respondents of this study included 32 samples. Respondent was workers in Bare Core Division accident in PT. Binea Kayone Lestari Tasikmalaya from December 2002 to December 2012. Analysis of the data using univariate and bivariate (Fisher and Kolmogorov-Smirnov). Result: The results showed no association between education and the degree of occupational accidents (p = 1), there is no relationship between the sex with the degree of occupational accidents with (p = 0.444), and there was no correlation between the degree of shift work accidents with (p = 0.625). Conclusion: There was no relationship between education, sex, and shift work with a degree of occupational accident. | |
| 8055 | 8734 | A1M009023 | PENGARUH PENGGUNAAN GULA KELAPA CETAK DENGAN LARU ALAMI DAN SODIUM TRIPOLIFOSFAT TERHADAP SIFAT KIMIA JENANG JAKET | Faktor yang mempengaruhi kualitas jenang adalah bahan baku yang kualitasnya beragam dan tekstur yang cepat mengeras. Cara mengontrol bahan baku jenang terutama gula kelapa yaitu menggantinya dengan gula kelapa berpengawet alami. Cara mengatasi tekstur dan mempertahankan mutu jenang yaitu menambahkan sodium tripolifosfat agar terjadi proses cross linking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kombinasi perlakuan terbaik antara gula kelapa dan sodium tripolifosfat yang menghasilkan jenang dengan sifat kimia yang baik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang dikaji adalah proporsi gula kelapa : tepung ketan (b/b) 1,3:1(G1); 1,45:1(G2) ;1,6:1(G3), dan persentase penambahan STPP yaitu 0,15%; 0,25% dan 0,35%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan G3S1 (proporsi gula kelapa:tepung beras ketan 1,6: 1 dan penambahan STPP 0,15%) merupakan perlakuan terbaik. Nilai rata-rata terhadap sifat kimia jenang jaket yaitu kadar abu 2,38% bk, kadar air 16,53% bk, kadar lemak 2,31 %bk dan kadar gula reduksi 3,05% bk. | One of factor that influence the quality of jenang jaket was the uncondition of the raw materials in quality and texture of jenang jaket which quickly hardness. Controll the raw material especially palm sugar replaced with palm sugar which used natural preservative. How to resolve the problem to maintain the quality and texture jenang was added sodium tripolyphosphate for a process of cross-linking on jenang jaket. This research aims to find out the best treatment combination between palm sugar and sodium tripolyphosphate which produces jenang with good chemical properties. This research used the method of Group Random Design (RAK) with 9 treatment combination that has been repeated 3 replications. Factor has been tested was consisted of 2 factors, that treatment were the proportion of palm sugar: glutinous rice flour (b/b) 1.3:1(G1); 1.45:1(G2); 1.6:1(G3) and the percentage of STPP addition was 0.15%(S1); 0.25%(S2); 0.35%(S3). The result of research showed that the combined treatment G3S1 (proportion of palm sugar: glutinous rice flour 1.6: 1 and the addition of STPP 0.15%) is the best treatment. The average value of the chemical properties of jenang jaket ash content of 2.38%db, water content of 16.53%db, fat content of 2.31%db and sugar reduction of 3.05%db. | |
| 8056 | 8737 | P2CB12007 | ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN, KEPERCAYAAN KONSUMEN DAN REPUTASI PERUSAHAAN (Penyedia Jasa Perawatan Kecantikan Kulit di Purwokerto) | Penelitian ini.... | This study is.... | |
| 8057 | 10464 | A1H010078 | KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BIOGAS | Limbah sayuran di Indonesia sangat banyak, terdiri dari beberapa sisa-sisa penyortiran sayuran seperti sayur kangkung, sawi, kubis, bayam, tomat, cabe dan daun singkong. Limbah sayuran dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, briket, kompos dan biogas. Pemanfaatan biogas di Indonesia masih sangat jarang, biogas merupakan salah satu energi alternatif dan bahan bakunya dapat diperbaharui. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium selama 21 hari menggunakan limbah sayur kubis, kangkung, sawi dan pencampuran ketiga limbah tersebut dengan presentase 1,2kg; 0,8kg; 0,4kg masing-masing variasi percobaan dilakukan 3 kali pengulangan, bahan dicacah kecil-kecil, untuk mempercepat proses fermentasi digunakan starter EM4. Variabel yang diamati Suhu digester, Derjarat keasaman (pH), Total Solid (TS), Volatile Solid (VS), Kadar abu, Chemical Oxygen Demand (COD), Produktifitas gas dan Kandungan CH4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari limbah sayur kubis, kangkung dan sawi dapat digunakan sebagai bahan pembuatan biogas. Volume gas limbah kubis memproduksi gas sebesar 17,36 cm 3 ; kangkung memproduksi gas sebesar 25,77 cm 3 ; sawi memproduksi gas sebesar 41,56 cm 3 , sedangkan variasi pencampuran kubis 0,8kg + kangkung 0,4kg + sawi 1,2kg (K4) memproduksi gas sebesar 56,10 cm 3 ; pencampuran kubis 0,4kg + kangkung 1,2kg + sawi 0,8kg (K5) memproduksi gas sebesar 33,35 cm 3 ; pencampuran kubis 1,2kg + kangkung 0,8kg + sawi 0,4kg (K6) memproduksi gas sebesar 69,53 cm 3 . Selama penelitian suhu dan pH relatif konstan berkisar antara 29,0-30,2 o C dan 4,4-7,4. Hasil analisis TS, VS dan COD mengalami penurunan karena bahan organik yang terdapat pada bahan hampir keseluruhan telah didegradasi oleh mikroba. Kandungan CH4 pada limbah kubis 29,42%; kangkung 65,82%; sawi 20,63%. | Vegetable waste in Indonesia is available by several remains of sorting vegetables like kale, mustard green, cabbage, spinach, tomato, chili and cassava leaf. Vegetable waste can be use organic fertilizer, briquette, and raw material for biogas. The use of biogas in Indonesia is still rare, biogas is a one of alternative energy and the raw material was renewed. The research did at laboratory scale over 21 days used waste vegetable like cabbage, kale, mustard green and combination the three material with percentage 1.2 kg; 0.8 kg; and 0.4 kg for each other variation with 3 repeated. The raw material was minced into smaller material, for accelerate fermentation process used an EM4 for starter. The variable was observed in this research is a digester temperature, pH of waste, total solid, volatile solid, ash, chemical oxygen demand (COD), gas productivity, and CH4 contents. The outcome from this researched showed a vegetable waste like cabbage, kale, and mustard green can be used for raw material to made biogas. The cabbage waste was produced a gas volume is 17.36 cm 3 , kale was produced a gas volume is 25.77 cm 3 , mustard green was produced a gas volume is 41,56 cm 3 , whereas combination of cabbage 0.8 kg + kale 0.4 kg + mustard green 1.2 kg(K4) was produced a gas volume is 56.10 cm 3 , combination of cabbage 0.4 kg + kale 1.2 kg + mustard green 0.8 kg(K5) was produced a gas volume is 33.35 cm 3 , and combination of cabbage 1.2 kg + kale 0.8 kg + mustard green 0.4 kg(K6) was produced a gas volume is 69.53 cm 3 . During the research an temperature and pH was relatively constant result with range 29.0 – 30.2 0 C and 4.4 – 7.4. The result of TS, VS, and COD analysis was go down because an organic material in raw material was degradation by microbe. CH4 contents in cabbage waste is 29.42 %, kale waste is 65.82 %, and mustard green waste is 20.63 %. | |
| 8058 | 10765 | F1G011017 | Afiksasi Pembentukan Nomina dalam Bahasa Indonesia | Penelitian berjudul “Afiksasi Pembentukan Nomina dalam Bahasa Indonesia” bertujuan untuk mengetahui afiksasi pembentukan nomina dan makna gramatikal yang dihasilkan dari afiksasi pembentukan nomina dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak yaitu penulis menyimak penggunaan bahasa tulis yang terdapat di surat kabar, tabloit, majalah, dan data tertulis dalam bahasa Indonesia. Selain itu, teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dengan teknik catat sebagai teknik lanjutannya untuk mendokumentasikan seluruh data. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 42 kata afiksasi pembentukan nomina yang dianggap dapat mewakili dalam bahasa Indonesia. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung yaitu teknik analisis data dengan cara membagi suatu konstruksi menjadi beberapa bagian. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik baca markah yang berfungsi untuk mengetahui peran afiks sebagai penanda proses pembentukan nomina. Metode penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan formal dan informal yaitu dengan bagan atau diagram pohon dan data yang disajikan menggunakan kata-kata biasa yang dapat langsung dipahami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa afiksasi pembentukan nomina menyangkut proses pembubuhan afiks yang membentuk nomina dan makna gramatikal yang dihasilkan dari afiksasi pembentukan nomina. Afiksasi pembentukan nomina merupakan suatu proses pembentukan nomina dengan menambahkan afiks tertentu pada kata dasar. Afiks-afiks yang melekat pada dasar verba antara lain, peN-, pe-, per-an, peN-an, ke-an, dan –an. Pada umumnya afiksasi pembentukan nomina dengan prefiks peN- bertalian atau sejalan dengan pembentukan verba dengan prefiks meN-. Pembentukan nomina dengan prefiks pe- pada umumnya bertalian atau sejalan dengan pembentukan verba dengan prefiks ber-. Pembentukan nomina dalam bahasa Indonesia dapat dijelaskan bahwa konfiks peN-an bertalian atau sejalan dengan pembentukan verba dengan afiks meN- (-i, -kan), sehingga pembentukan nomina dalam bahasa Indonesia dapat dikatakan bahwa konfiks peN-an pada umumnya dibentuk melalui verba berafiks meN- (-i, -kan). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia dapat dijelaskan bahwa konfiks per-an pada umumnya bertalian atau sejalan dengan pembentukan verba dengan afiks ber- (an). Afiksasi pembentukan nomina yang berasal dari nomina dapat dibentuk dengan melekatkan afiks pe-, ke-an, per-an, dan –an, nomina yang berasal dari adjektiva dapat dibentuk dengan melekatkan afiks peN-, ke-an dan –an, nomina yang berasal dari adverbia dapat dibentuk dengan melekatkan konfiks ke-an, dan nomina yang berasal dari numeralia dapat dibentuk dengan melekatkan afiks –an, ke-an, dan per-an. Afiksasi pembentukan nomina yang berasal dari sufiks asing dapat dibentuk dengan sufiks yang berasal dari bahasa Belanda –isme dan sufiks yang berasal dari bahasa Inggris –isasi. Sufiks –isme dapat melekat pada kata dasar bahasa Indonesia asli. Makna gramatikal yang dihasilkan dari afiksasi pembentukan nomina adalah ‘orang yang melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘orang yang pekerjaannya melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘orang yang memiliki sifat yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘orang yang gemar melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar’, 'hal atau hasil melakukan perbuatan yang tersebut pada kata yang sejalan’, ‘abstraksi/proses dari perbuatan yang tersebut pada kata yang sejalan’, ‘suatu abstraksi/proses atau hal’, ‘sesuatu yang biasa dikenai perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘berbagai-bagai’, ‘tempat atau daerah’, ‘daerah ialah daerah yang berupa atau yang terdiri dari apa yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘perihal apa yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘tiap-tiap’, ‘bersifat (dasar)’, ‘sekitar’, ‘beberapa’, ‘paham mengenai (dasar)’, ‘proses pe-an (dasar)’. | The study entitled "Afiksasi Pembentukan Nomina dalam Bahasa Indonesia" aims to determine affixation formation of nouns and grammatical meaning resulting from affixation formation of nouns in Indonesian. The method of data collection that used in this study in the observation method, which mean the researcher observed and analysis the use of written language that contained in the newspaper, tabloid, magazine, and the data is written in Indonesian. In addition, the basic technique used is that the technique of tapping the note as engineering techniques sequel to document all data. The data used in this study were 42 words affixation formation of nouns which is considened can represent in Indonesian language. Data analysis methods used in this study is the distribusional method with basic technique, which is a technique for concer the direct element analysis technique of data by dividing the construction into several sections. Advanced technique that used is read many techniques that serve to determine the role of affixes as a marker noun formation process. Method of presenting the result of the analysis in this study using formal and informal that is formed by using chart or diagram of the tree and the data presented using common words which easy to be understood directly. This study concluded that the affixation formation process involves affixing affix nouns that form nouns and meaning grammatical resulting from affixation formation of nouns. Affixation noun formation is a process of forming nouns by adding certain affixes to the base word. Affixes are attached to the base verb such as pe- , per-an, peN-an,ke-an, and -an. In general affixation formation with prefix peN- related nouns or verbs in line with the formation with prefix meN-. Noun formation with prefix pe- is generally related or analogous to the formation of verbs with prefix ber-. Noun formation in Indonesian can be explained that konfiks peN-an related or analogous to the formation of the verb with affixes meN- (-i, -kan), resulting in the formation of nouns in Indonesian can be said that konfiks peN-an generally an established through affixes verbs meN- (-i, -kan). Formation of the Indonesian word can be explained that konfiks per-an late in general related or analogous to the formation of the verb with affixes ber- (an). Affixation forming nouns from nouns can be formed by attaching affixes pe-, ke-an, per-an and -an, nouns from adjectives can be formed by attaching affixes peN-, ke-an, and -an, noun derived from the adverb can be formed by attaching konfiks ke-an, and nouns derived from Numeral can be formed by attaching the affixes –an, ke-an, and per-an. Affixation formation of nouns derived from foreign suffix can be formed with the suffix –isme derived from the Dutch language and suffix –isasi from English language. Foreign suffix that can be attached to the base word is -isme native Indonesian. Grammatical meaning resulting from affixation formation of nouns are 'persons who commit such acts mentioning in the basic form', 'people who work doing the deed mentioning in the basic form', 'people who have characteristic who mentioning in the basic form', 'people who like doing something that mentioning in the basic form', 'thing or do anything that the results on the word line', 'abstraction / process of the act on the word the line ',' an abstraction / process or thing ',' something that is commonly subjected to act in the basic form',' matters relating to the problem in the basic form ',' various ', ' the place or area ',' area is the area in the form of or consisting of what are the basic form ',' about what is the basic form',' every ',' nature (basic) ',' about ',' some ', 'understanding of the (basic)', 'pe-an process (basic)'. | |
| 8059 | 4209 | I1C006004 | GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAERAH PALUMBUNGAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN BOBOTSARI KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH | Kajian yang dilakukan di daerah Palumbungan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Secara geografis, lokasi penelitian berada pada 318.500 – 323.500 UTM dan 9.198.500 – 9.193.500 UTM dengan luas daerah penelitian yaitu 25 km2 . Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari geologi dan lingkungan pengendapan Formasi Tapak. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan stratigrafi, yaitu Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi, Satuan Perselingan Batulempung -Batupasir, dan Satuan Lava Basalt. Berdasarkan kenampakan struktur sedimen graded bedding, parallel laminasi dan cross laminasi dengan suksesi Satuan Perselingan Batulempung – Batupasir Formasi Tapak yang memperlihatkan mengkasar keatas, serta kemunculan fosil indek foraminifera bentonik yang dominan berupa Uvigerina peregrine parvula, dan Bullimina marginata dapat disimpulkan bahwa Satuan Perselingan Batulempung – Batupasir Formasi Tapak pada daerah penelitian diendapkan pada lingkungan Zona Shelf Break (Neritik Luar – Batial Atas). | This study was constructed in Palumbungan district, Purbalingga Region, Central Java. Geographically, location of the research are 318.500 – 323.500 UTM and 9.198.500 – 9.193.500 UTM with the research area is 25 km2. The purpose of the study was to investigate of geology and environment of deposition the Tapak Formation. The research area is divided into four stratigraphic units, they are Andesite Lava unit, Breccia Unit, Claystone – Sandstone Unit, and Basalt lava unit. Based on the appearance of graded bedding, parallel laminasion and cross laminasion sedimentary structures, and Claystone – Sandstone Unit the Tapak Formation which shows fining upward succession, and also appearance of index foraminifera bentonik fosil that dominan as a Uvigerina peregrine parvula, and Bullimina marginata can be concluded that Claystone – Sandstone Unit bedded laminate Tapak formation in the research area was deposited in Shelf Break Zone environment (Outer Shelf – Batial Upward). | |
| 8060 | 8735 | A1M010076 | PENGARUH LARUTAN PERENDAM DAN BLANCHING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TEPUNG KENTANG | Varietas kentang yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah varietas Granola. Varietas Granola memiliki warna umbi kuning, bentuknya relatif lonjong atau oval dan memiliki kadar air sekitar 80% yang menyebabkan kentang segar mudah rusak sehingga harus dilakukan upaya untuk memperpanjang daya simpan kentang tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengolahnya menjadi tepung kentang. Pengolahan kentang menjadi tepung merupakan upaya untuk diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah. Kendala yang dihadapi dalam pembuatan tepung kentang adalah terjadinya browning enzimatis yang menyebabkan tepung memiliki warna kecoklatan dan kurang diminati masyarakat. Warna tepung kentang dapat dipertahankan dengan perlakuan pendahuluan berupa perendaman dan blanching saat pengolahan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1). Mengetahui pengaruh larutan perendam terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung kentang, 2). Mengetahui pengaruh jenis blanching terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung kentang dan 3). Menentukan kombinasi perlakuan larutan perendam dan cara blanching yang tepat untuk menghasilkan tepung kentang dengan karakteristik yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi larutan perendam asam sitrat dan tanpa blanching (P2B1) menghasilkan tepung kentang dengan sifat fisik kimia dan sensori yang optimal dengan kadar air 5,403%(bb), kadar abu 2,164%(bk), rendemen tepung 11,197%, warna kuning keputihan dan aroma agak kuat. | Granola is a potato variety that widely cultivated in Indonesia. Tuber’s color is yellow, oblong or oval shape and water content of about 80%. Processing potatoes into flour is an effort to diversity tubers. Obstacles encountered in the processing of potato flour is the enzymatic browning. The color of potato flour can be maintained with a pretreatment such as : soaking and blanching. The purpose of this study were : 1). To study the effect of soaking solution to physical and chemical characteristics of potato flour, 2). To study the effect of blanching on the physical and chemical characteristics of potato flour and 3). To determine the appropriate treatment to produce potato flour with good characteristics. The results showed that the combination treatment of citric acid soaking and without blanching (P2B1) produces potato flour with chemical and physical properties of 5.403% moisture content (wb), the ash content of 2.164% (db), flour yield of 11.197%, light yellow color and rather strong aroma. |