Home
Login.
Artikelilmiahs
11585
Update
HENDRY TANGKAS WIBAWA
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK LEKATAN ANTARA TULANGAN BAJA DAN BAMBU DALAM BETON YANG MENGANDUNG AGREGAT KASAR RINGAN DARI PLASTIK PP-PET PADA FAS 0,28 BERDASARKAN UJI PULL-OUT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Beton merupakan elemen struktur bangunan yang telah dikenal dan banyak dimanfaatkan sampai saat ini. Melihat kondisi yang seperti ini, permodelan teknologi alternatif beton dapat divariasikan dengan menggunakan berbagai agregat campuran yang ringan. Seperti beton yang berbahan campuran plastik. Plastik yang memiliki berat jenis yang cukup ringan, dapat diaplikasikan sebagai agregat kasar pengganti batu kerikil yang memiliki berat yang cukup besar. Salah satu persyaratan dalam beton bertulang ialah adanya lekatan antara tulangan dan betonnya. Hilangnya lekatan antara beton dengan tulangan pada struktur mengakibatkan keruntuhan total pada beton. Untuk menghindari hal tersebut perlu ditinjau nilai tegangan lekat beton terhadap tulangan agar diperoleh keseimbangan gaya antara tulangan dengan beton. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kuat lekatan pada beton yang beragregat plastik dan beton yang beragregat kerikil dengan menggunakan fas 0.28. Benda uji dibuat silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Untuk benda uji kuat lekat menggunakan tulangan baja dan bambu D8 mm panjang 30 cm. Tulangan ditanam didalam beton sepanjang 20 cm dan lebihnya untuk dijepit pada saat pengujian tarik (pull-out). Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lekatan beton beragregat plastik memiliki nilai lekatan lebih besar dibandingkan dengan beton beragregat kerikil. Nilai rata-rata kuat lekat beton beragregat plastik abu sekam (0%) yaitu 6.81 MPa kemudian abu sekam (10%) 7.96 MPa. Sedangkan nilai rata-rata lekatan beton beragregat kerikil abu sekam (0%) 3.94 MPa dan abu sekam (10%) 4.4 MPa. Kemudian beton yang ditanam dengan tulangan bambu memiliki nilai kuat lekat lebih rendah dibandingkan dengan tulangan baja. Dengan nilai rata-rata 0.25 MPa untuk agregrat kerikil abu sekam(0%), 0.35 MPa agregat kerikil abu sekam(10%), dan 0.76 MPa agregat plastik abu sekam (0%), 1.005 MPa agregat plastik abu sekam (10%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
There are a large number of plastic waste in Indonesia which cannot be utilized. Thus, the researcher sees an opportunity to utilize plastic waste as coarse aggregate in concrete construction. On the other hand, the utilization of plastic waste into coarse aggregate is to construct concrete in the category of lightweight concrete. One of the requirements in reinforced concrete structure is the bond between reinforcement and concrete. The loss of bond between concrete and reinforcement in the structure resulted in the total collapse of the concrete. To avoid that condition, it needs to be reviewed bond tension value of concrete on reinforcement in order to obtain the balance of force between reinforcement and concrete. This research was conducted by comparing between the strength of the bond on concrete with a plastic aggregate and concrete with gravel aggregate. By using fas 0,28, it was expected to increase the quality of concrete and affected in increasing of bond strength. This research was an experimental research by making a cylindrical concrete specimen with a size of 10 cm x 20 cm and used steel reinforcement and bamboo with the size of D8 mm and 30 cm length. The reinforcement was embedded in the 20 cm length of concrete and the remaining length was pinned during pull-out test. The test was carried out during 28 days-old test specimen with using Universal Testing Machine. The result indicated that concrete bond with plastic aggregate had greater bond value than concrete with gravel aggregate. The average value of concrete bond strength with plastic aggregate and husk ash (0%) was 6,81 MPa, then husk ash (10%) was 7,96 MPa. While the average value of concrete bond with gravel aggregate and husk ash (0%) was 3,94 MPa and husk ash (10%) was 4,4 MPa. Then, concrete embedded with bamboo reinforcement had lower bond strength value than steel reinforcement with the average value of 0,25 MPa for gravel aggregate and husk ash (0%), gravel aggregate and husk ash (10%) was 0,35 MPa and plastic aggregate and husk ash (0%) was 0,76 MPa, plastic aggregate and husk ash (10%) was 1,005 MPa.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save