Home
Login.
Artikelilmiahs
8763
Update
NUR ALFIAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KETERAMPILAN KONSELING APOTEKER TENTANG KONTRASEPSI ORAL DENGAN METODE SIMULASI PASIEN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu upaya pencegahan kehamilan. Kurangnya pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam meminum pil kontrasepsi seringkali menjadi penyebab kegagalan kontrasepsi. Keberadaan apoteker dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memberikan informasi dan konseling terkait dengan kontrasepsi oral dan penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui secara langsung gambaran ketrampilan konseling apoteker kepada pasien tentang kontrasepsi oral di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan belah lintang. Pasien simulasi diperankan oleh peneliti dan instrumen penelitiannya mengunakan alat perekam audio visual. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 Apoteker yang telah diberikan edukasi mengenai kontrasepsi pada penelitian sebelumnya. Keterampilan konseling apoteker dinilai menggunakan dua form penilaian yaitu form penilaian proses konseling dan form penilaian keterampilan komunikasi untuk mengetahui gambaran keterampilan apoteker dalam melakukan konseling secara langsung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis proses konseling apoteker termasuk dalam kategori cukup baik dengan presentase nilai rata-rata responden 41,36% dan keterampilan komunikasi apoteker termasuk kedalam kategori cukup baik dengan presentase nilai rata-rata 62,64% dari nilai maksimal. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi keterampilan konseling apoteker tentang kontrasepsi oral di Kabupaten Banyumas. Perlu dilakukan peningkatan keterampilan pelayanan apoteker dalam memberikan konseling khususnya tentang kontrasepsi oral di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The use of contraception is one of way to prevent the pregnancy. The lack of knowledge and the ignorance of patients might be the cause of contraception failure. The role of pharmacist might be a solution for this by giving them the information and right counseling related on oral contraception and how to use it. The aim of this research is to find out the pharmacist counseling skills to the patient directly about oral contraception in Banyumas region. This research was use cross sectional approach. The researcher putted as the patient and uses audio visual instrument for recording. The samples that used in this research are 20 Pharmacist who’s given educational about contraception based on previous research. The pharmacist skills is scored by two forms which are; counseling process scoring and communication skills scoring that will find out the pharmacist counseling obviously. Data analysis is using descriptive analysis. The result of pharmacist counseling is in good category with 41,36% of the average percentage of respondent while the pharmacist communication skills is in a good category with 62,64% of the average percentage from maximum value. From this research it can be used as an evaluation of pharmacist counseling about oral contraception in Banyumas region. It needs to be a skills improvement of giving counseling about oral contraception in Banyumas especially.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save